Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 21
Page 1
MR.D.I.Y.
INDONESIA
Paparan Tahunan 2025:
Paparan Kinerja
Perseroan Tahun Buku 2024
25 Maret 2025
Strictly Private & Confidential | September 2024
Page 2
Sanggahan dan Pernyataan Kehati-hatian
Informasi Berwawasan ke Depan (Forward-Looking Statements)
Dokumen ini dapat memuat informasi atau pernyataan yang berwawasan ke depan termasuk namun tidak terbatas pada diskusi atas strategi, rencana ke depan dan kinerja keuangan
indikatif dimasa mendatang (selanjutnya secara bersama-sama disebut "forward-looking information"). Seluruh informasi dalam dokumen ini yang secara jelas bukan termasuk
informasi historis atau yang harus bergantung pada kejadian di masa depan atau selanjutnya adalah forward-looking information yang dipersiapkan sampai dengan tanggal dokumen ini
didasarkan pada opini dan estimasi manajemen serta informasi yang tersedia untuk manajemen sampai dengan tanggal dokumen ini. Dalam kasus tertentu, forward-looking information
dapat dikenali dengan penggunaan istilah berwawasan ke depan seperti "diharapkan", "mungkin", "dapat", "akan", "harus", "bertekad", "mengantisipasi", "berpotensi", "mengajukan",
"memperkirakan", dan kata-kata, ekspresi, atau frasa serupa, termasuk juga variasi-variasinya dalam bentuk negatif atau tata bahasa tertentu, atau pernyataan bahwa kejadian tertentu
"dapat" atau "akan" terjadi, atau pada saat mendiskusikan strategi.
Forward-looking information didasarkan pada sejumlah ekspektasi internal, estimasi, proyeksi, dan asumsi saat ini, serta keyakinan bahwa, sesuai pandangan wajar manajemen,
secara inheren bergantung pada ketidakpastian dan kontinjensi bisnis, ekonomi, kompetitif, atau lainnya. Informasi tersebut tidak dapat dianggap sebagai jaminan atas kinerja di masa
yang akan datang yang melibatkan risiko yang sudah dan belum diketahui, ketidakpastian, serta faktor-faktor lain (termasuk faktor risiko yang telah diungkapkan pada Prospektus IPO
Perseroan terkait dengan laporan keuangan konsolidasian Perseroan Dan Pembahasan dan Analisis Manajemen), yang mungkin mengakibatkan hasil, kinerja, atau pencapaian aktual
berbeda secara signifikan dari hasil, kinerja, atau pencapaian masa depan yang diungkapkan atau tersirat oleh forward-looking information tersebut. Segala estimasi, strategi investasi
dan bisnis, atau pandangan yang dicantumkan di dalam Laporan Tahunan ini adalah berdasarkan kondisi pasar pada saat ini, dan/atau data yang disediakan oleh pihak ketiga yang
tidak terafiliasi, dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Apabila informasi tertentu dalam Laporan Tahunan ini diperoleh dari sumber pihak ketiga,
Perseroan belum melakukan verifikasi informasi tersebut secara independen, dan terdapat risiko bahwa asumsi yang dibuat dan kesimpulan yang diambil berdasarkan informasi
tersebut tidak akurat atau lengkap. Kecuali diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan, Perseroan tidak memiliki kewajiban untuk memperbaharui atau merevisi forward-looking
information tersebut dikarenakan adanya informasi, kejadian atau hal baru lainnya. Pembaca dianjurkan untuk tidak bergantung pada forward-looking information, dimana hal ini tidak
untuk dipandang sebagai dasar tunggal untuk membuat keputusan investasi apapun.
Pengukuran Keuangan Non-PSAK
Perseroan menggunakan pengukuran keuangan non-PSAK yaitu EBITDA. Pengukuran keuangan non-PSAK ini memiliki keterbatasan tertentu karena tidak memasukkan dampak dari
biaya-biaya tertentu yang tercermin dalam laporan keuangan konsolidasian Perseroan yang diperlukan untuk mengoperasikan kegiatan usahanya. Pengukuran non-PSAK ini tidak
ditujukan untuk menggantikan penyajian hasil keuangan Perseroan yang sesuai dengan PSAK. Dengan demikian, pengukuran keuangan non-PSAK ini harus dipertimbangkan sebagai
informasi tambahan, bukan sebagai pengganti, atau terpisah dari, pengukuran yang disusun sesuai dengan PSAK.
Informasi Keuangan Konsolidasian
Perseroan menyajikan hasil untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023. Informasi keuangan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 diambil dari
laporan keuangan konsolidasian Perseroan pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 (dengan informasi keuangan konsolidasian pada tanggal
dan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2023 dicantumkan sebagai komparatif) yang telah diaudit oleh Akuntan Publik sesuai dengan standar audit yang ditetapkan oleh Institut
Akuntan Publik Indonesia dengan opini tanpa modifikasian dalam laporan yang diterbitkan tertanggal 24 Maret 2025.
Selain itu, Perseroan menyajikan beberapa informasi keuangan konsolidasian secara proforma seolah PT Mitra Indoguna Yasa (“MIY”) dan anak perusahaanya telah dikonsolidasi
sejak 1 Januari 2023. Proforma informasi keuangan tersebut telah disusun berdasarkan informasi keuangan historis Perseroan. Proforma informasi keuangan ini (i) tidak dapat diartikan
sebagai kinerja keuangan atau hasil operasional Perseroan yang lengkap jika transaksi- transaksi telah diselesaikan pada dan untuk periode yang disajikan; (ii) disajikan berdasarkan
informasi yang tersedia saat ini dan perkiraan serta asumsi yang diyakini oleh manajemen Perseroan dianggap wajar pada tanggal diterbitkannya dokumen ini; (iii) diperuntukkan hanya
dengan tujuan untuk penyajian informasi; dan (iv) tidak mencerminkan semua keputusan yang diberlakukan oleh Perseroan setelah konsolidasi. Selanjutnya, informasi proforma
tersebut disajikan hanya dengan tujuan untuk memberikan ilustrasi dan informasi serta tidak dapat menjadi indikasi atas hasil operasional atau kondisi keuangan Perseroan di masa
mendatang sebagai perusahaan terbuka. Informasi keuangan konsolidasian proforma ini telah ditelaah secara terbatas untuk kegunaan internal oleh pihak ketiga.
Metrik Operasional
Same Store Sales Growth atau SSSG adalah sebuah metrik yang digunakan untuk mengukur pertumbuhan pendapatan dari toko-toko yang telah beroperasi selama minimal 24 bulan.
SSSG toko untuk suatu periode (misalnya 6 atau 12 bulan) dihitung dengan membagi (a) pendapatan yang dihasilkan oleh toko selama periode tersebut setelah dikurangi pendapatan
yang dihasilkan oleh toko yang sama dengan durasi yang sama paotoda tahun sebelumnya, dengan (b) pendapatan yang dihasilkan oleh toko yang sama dengan durasi yang sama
pada tahun sebelumnya. Oleh karena itu, SSSG untuk periode enam bulan hanya dapat dihitung untuk toko yang telah beroperasi minimal 24 bulan sejak 1 Juli pada dua tahun
sebelumnya dan tetap beroperasi selama enam bulan untuk periode yang relevan dan SSSG untuk periode 12 bulan hanya dapat dihitung untuk toko yang telah beroperasi minimal 24
bulan sejak 1 Januari pada dua tahun sebelumnya dan tetap beroperasi sepanjang tahun yang relevan.
Page 2 | Strictly Private & Confidential
Page 3
1. Ikhtisar Bisnis 2. Kinerja Keuangan 3. Pembahasan Manajemen
Page 4
Kilas Tahun Buku 2024
Laba Tahun Berjalan -
Pendapatan Margin Laba Kotor Margin PAT
Bersih (“PAT”)
Rp6.789,6 miliar 55,0% Rp1.078,3 miliar 15,9%
( 73,9% YoY) ( 13,0 p.p. YoY) ( 6,9 p.p. YoY)
( 205,6% YoY)
Kas bersih yang
diperoleh dari aktivitas 961
Gearing ratio toko Return on Equity
operasi
Rp1.289,7 miliar 0,5x 270 34,9%
( 62,1% YoY) toko baru
Page 5
Jaringan Toko pada 31 Desember 2024
Jumlah toko di
Indonesia 961
Kalimantan
Sulawesi Maluku
Jumlah toko: 93
Penambahan: 26 Jumlah toko: 112 Jumlah toko: 23
Penambahan: 36 Penambahan: 9
Papua
Jumlah toko: 34
Penambahan: 13
Sumatera
Jumlah toko: 249
Penambahan: 49
Jabodetabek
Jumlah toko: 145
Penambahan: 57 Jawa
Jumlah toko: 243
Penambahan: 64
Nusa Tenggara
Total Penambahan pada tahun 2024: 270 toko Jumlah toko: 62
Penambahan: 16
Jumlah toko pada tanggal 31 Desember 2024
Page 6
Memperluas Jangkauan Nasional untuk menjadi Brand #1
Peralatan Rumah Tangga
Jumlah Pembukaan Toko
Baru pada tahun 2023 222 Jumlah Pembukaan Toko
Baru pada tahun 2024 270
( +22% vs 2023)
Pembukaan toko
per bulan
+22 / bulan
+19 / bulan
+14 / bulan
+9 / bulan Jumlah Toko yang
beroperasi
# pulau # provinsi # kota dan kabupaten
7/7 37 / 38 389 / 514
100% cakupan lintas pulau cakupan sekitar 97% lintas cakupan sekitar 75% lintas
utama provinsi kota dan kabupaten
Catatan: Figur pada tahun 2021 - 2023 berbasis proforma konsolidasi
Page 7
Pertumbuhan konsisten dari tahun ke tahun (Year-on-Year)
• Pertumbuhan pendapatan yang solid dengan CAGR
dalam Rp miliar
(2021 - 2024) sebesar 97%
Pendapatan
• Pertumbuhan topline yang kuat didorong oleh ekspansi
toko yang pesat
• Pertumbuhan laba yang solid dengan CAGR (2022-
Laba tahun Berjalan
2024) sebesar 191%
dalam Rp miliar
• Pertumbuhan didorong oleh manajemen biaya yang
efektif, didukung dengan laba toko yang lebih tinggi
dan biaya operasional gudang dan Kantor Pusat
yang lebih rendah
*Catatan: CAGR laba tahun berjalan berdasarkan kinerja tahun 2022 - 2024
dikarenakan rugi bersih pada tahun 2021
Page 8
1. Ikhtisar Bisnis 2. Kinerja Keuangan 3. Pembahasan Manajemen
Page 9
Metrik Keuangan Utama
Pendapatan Laba Kotor dan Margin EBITDA dan Margin PAT dan Margin
Rp miliar Rp miliar, % Rp miliar, % Rp miliar, %
2023 2024 2023 2024
2023 2024 2023 2024
2024 vs 2023
• Pendapatan meningkat sebesar 73,9% yang didorong oleh jaringan toko yang berkembang (termasuk akuisisi PT Mitra Indoguna Yasa)
dan aktivitas pemasaran untuk meningkatkan foot traffic
• Margin laba kotor meningkat sebesar 13,0 p.p. menjadi 55,0%, didukung oleh peningkatan skala ekonomi dan optimisasi ragam pilihan
produk
• Margin EBITDA dan PAT yang dilaporkan masing-masing sebesar 32,0% dan 15,9%
Page 10
Gambaran Umum terkait perihal Biaya Utama Tahun 2024
Margin Perubahan ke PAT Detil Biaya Operasional
Rp Miliar, % % dari Pendapatan
Rp 2.154,7bn
9,0% 13,0 p.p. -4,3p.p. 0,4 p.p. -0,4 p.p. -1,8 p.p. 15,9% (31,7%)
Rp 1.071,7bn
PAT: 15,9 %; Δ Margin: 6,9 p.p.
(27,4%)
2.096,5
(1.082,9) (60,7) 1.078,3
(2,2)
(225,2)
352,8
+127,8% +101,0% +52,6% -6,9% +168,7%
YoY YoY YoY YoY YoY
Biaya
Laba Biaya Biaya Lain-
2023 PAT Keuangan - Pajak 2024 PAT
Kotor Operasional lain - Net
Net
Tahun buku 2024 vs 2023:
• Margin PAT 6,9 p.p. lebih tinggi disebabkan oleh peningkatan pendapatan dan margin laba kotor
• Biaya G&A meningkat 4,3 p.p. dikarenakan dari konsolidasi PT MIY, biaya karyawan yang lebih tinggi untuk meningkatkan tingkat layanan dan
kontrol, serta peningkatan struktur organisasi untuk menjadi perusahaan tercatat
Page 11
Laporan Laba Rugi Konsolidasian
Rp(Miliar) 2024 2023 % perubahan*
Pendapatan 6.789,6 3.904,6 73,9
Beban Pokok Penjualan (3.052,0) (2.263,6) 34,8
Laba kotor 3.737,5 1.641,0 127,8
Beban umum dan administrasi (2.154,7) (1.071,7) 101,0
Laba dari operasional 1.582,9 569,3 178,1
Pendapatan keuangan 5,5 6,8 (18,8)
Beban keuangan (181,6) (122,1) 48,7
Pendapatan lain-lain - Bersih 30,2 32.4 (6,9)
Laba sebelum pajak 1.437,0 486,3 195,5
Beban pajak penghasilan - Bersih (358,7) (133,5) 168,7
Laba periode berjalan 1.078,3 352,8 205,6
Data keuangan lainnya:
Margin laba kotor (%) 55,0 42,0 13,0 p.p.
EBITDA (Rp miliar) 2.175,9 798,1 172,6
Margin EBITDA (%) 32,0 20,4 11,6 p.p.
Margin laba bersih (%) 15,9 9,0 6,9 p.p.
*Catatan: Varians dalam % perubahan disebabkan oleh pembulatan.
Page 12
Laporan Posisi Keuangan
% • Peningkatan aset hak-guna dan aset tetap
Teraudit Teraudit mencerminkan ekspansi jaringan toko kami,
Rp (miliar) 31.12.2024 31.12.2023 perubahan*
dimana 90,7% dari aset tetap adalah terkait
dengan toko.
Aset Tidak Lancar • Pertumbuhan ini didorong oleh konsolidasi MIY
58,3 dan penambahan 270 toko baru pada tahun
Properti dan peralatan 1.478,1 933,7 58.3 2024.
Aset hak guna 1.207,0 559,8 115.6
115,6
Aset lainnya 402,1 551,0 (27,0)
• Total persediaan pada tahun 2024 meningkat
Aset Lancar seiring dengan konsolidasi MIY dan persiapan
103,8 persediaan untuk Tahun Baru Imlek serta Idul
Persediaan 1.894,9 929,6 103.8
Fitri pada 1Q2025.
Piutang usaha & lainnya 0,6 21,1 (97,1)
Saldo kas dan bank 672,7 291,4 130.9
130,9
Aset lainnya 679,8 358,6 89,6
Total Aset 6.335,3 3.645,2 73,8
Liabilitas Tidak Lancar
Liabilitas sewa 310,3 153,1 102,7
Pinjaman 764,5 1.250,1 (38.8)
(38,8)
Liabilitas lainnya 27,9 17,1 63,1
Liabilitas lancar
Liabilitas sewa 355,9 163,9 117,2
Utang usaha & lainnya 202,9 141,8 43,1 • Posisi likuiditas yang solid berasal dari arus
kas operasional yang kuat, memberikan kami
Pinjaman 757,3 207,1 265.6
265,6
ruang berinvestasi untuk pertumbuhan.
Liabilitas lancar lainnya 829,8 851,7 (2,6)
Total Liabilitas 3.248,6 2.784,7 16,7
• Total ekuitas meningkat sebesar 258,7%
Total Ekuitas 3.086,7 860,5 258.7
258,7 menjadi Rp 3.084,6 miliar per 31 Desember
Total Liabilitas & Ekuitas 6.335,3 3.645,2 73,8 2024.
*Catatan: Variasi dalam %perubahan disebabkan oleh pembulatan
Page 13
Rasio Keuangan Utama dan Metrik Lainnya
Siklus konversi kas
(Hari)
Siklus konversi kas
(hari) (cash
conversion cycle
days) lebih tinggi
terutama disebabkan
oleh meningkatnya
hari perputaran
persediaan (inventory
turnover days).
Perputaran Persediaan Perputaran utang usaha
(Days)
(Hari)
Inventory turnover Perputaran
days lebih tinggi utang usaha
seiring dengan (Trade
konsolidasi MIY payable
turnover)
tetap
konsisten.
Page 14
Rasio Keuangan Utama dan Metrik Lainnya
Gearing ratio Return on equity 1
(Kali) (%)
2,6x
41,0%
Mencerminkan 2,3x ROE lebih 34,9%
keseimbangan rendah 21,6%
financial 1,7x
setelah
leverage yang adanya
didukung tambahan
dengan posisi modal yang
kas yang kuat 0,5x disetor -17,3%
sepanjang
tahun
Utang bersih terhadap EBITDA 2 Rasio cakupan layanan utang (Debt service coverage
(Kali) ratio DSCR) 2
(Kali)
Mencerminkan Perusahaan memiliki
kapasitas pelunasan arus kas yang cukup
utang yang kuat. untuk memenuhi
kewajiban utangnya
1,5x 3,6
N.A. 2,6
N.A.
Tidak ada pinjaman bank 0,4x Tidak ada pinjaman
di periode ini bank di periode ini
Note:
(1)Total ekuitas per akhir tahun/periode
(2) Kovenan pinjaman bank, perhitungan tidak mencakup sewa, beban bunga, dan pinjaman subordinasi pemegang saham.
Page 15
Laporan Arus Kas
Rp (miliar) 31.12.2024 31.12.2023 Biaya Keuangan – Net (Rp Miliar)
Kas yang dihasilkan dari operasi 1.289,7 795,5 Biaya Biaya pinjaman
Pembayaran atas biaya keuangan (522,4)
(522.4) (32,8)
(32.8) keuangan pemegang saham
bersih sebesar IDR 401,5
Kas bersih dari aktivitas operasi 767,3
767.3 762,8
762.8 miliar telah
Utang
Perolehan atas aset tetap (706,7) (606,2) Pembayaran dibayarkan pada
Bunga dari Mei 2024 sebagai
Akuisisi entitas anak dengan perolehan kas (360,5) - Utang bagian dari
Pemegang restrukturisasi
Penerimaan dari pelepasan aset tetap 0,4 21,5 Saham
modal
Kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi (1.066,8) (584,6) 31 Des 2024
Penerimaan dari pinjaman bank 1.314,7 207,1
Pembayaran atas pinjaman pemegang saham (1.250,1) (88,6)
Arus kas operasional bersihIDR 767,3 miliar
Penerimaan dari penerbitan saham 910,7
910.7 2,2
2.2 per 31 Des 2024
( 0,6%)
Penerimaan dari transaksi pihak berelasi 394,4 177,3
Pembayaran dari transaksi pihak berelasi (37,2) (22,8) Penerimaan dari penerbitan modal (Rp miliar)
Pembayaran atas dividen - (83,9)
Pembayaran atas sewa (651,6) (209,6) Hasil dari
Kas bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) IPO Des -
680,9 (18,3) 24
aktivitas pendanaan
Kenaikan bersih kas & setara kas 381,3 159,9 Penambah
an Modal
Kas & setara kas pada awal periode 291,4 131,6 Jun - 24
Kas & setara kas pada akhir periode 672,7
672.7 291,4
291.4
31 Des 2024
Page 16
Toko Baru, Volume Transaksi Lebih Tinggi Mendorong
Total Pertumbuhan Pendapatan (Proforma)
Kinerja Pendapatan (Rp miliar) Kinerja SSSG
SSSG diproyeksikan stabil
ke depan
Rincian berdasarkan kategori produk
% dari pendapatan
2023 2024
Pertumbuhan pendapatan terutama didorong oleh:
1. Perluasan jaringan toko
2. Peningkatan volume transaksi yang tumbuh sebesar
37,6% menjadi 88,7 juta pada FY2024
Catatan: Angka per FY21-23 didasarkan pada basis konsolidasi proforma.
Page 17
Metrik Keuangan Utama (Proforma)
Laba Kotor dan Margin EBITDA dan Margin Laba Setelah Pajak dan Margin
Rp (miliar) % Rp (miliar) % Rp (miliar) %
2023 2024
2023 2024
2023 2024
2024 vs 2023
• Margin laba kotor meningkat sebesar 2,0 p.p. menjadi 55,0%, didorong oleh peningkatan skala ekonomi dan optimalisasi komposisi
produk.
• Margin EBITDA dan laba setelah pajak yang dilaporkan masing-masing sebesar 32,0% dan 15,9%.
Catatan: Angka per 2021 - 2023 didasarkan pada basis konsolidasi proforma.
Page 18
1. Ikhtisar Bisnis 2. Kinerja Keuangan 3. Pembahasan Manajemen
Page 19
Outlook Tahun Buku 2025: Memastikan Pertumbuhan Toko
yang Berkelanjutan
Jumlah pembukaan toko
baru pada tahun 2024 270 Jumlah pembukaan toko
baru pada tahun 2025 >270
Jumlah Toko
Catatan:
*Jumlah net dari toko buka dan ditutup
Figur pada tahun 2021 - 2023 berdasarkan basis proforma konsolidasi
Page 20
Apendiks
Page 21
Rekonsiliasi Laporan Laba Rugi
Proforma Konsolidasi MIY
LK 2023 LK 2023
Rp (Miliar) Penyesuaian
Diaudit Pro forma
Pendapatan 3.904,6 959,7 4.864,3
Beban Pokok Penjualan (2.263,6) (22,0) (2.285,6)
Laba kotor 1.641,0 937,7 2.578,7
Beban umum dan administrasi (1.071,7) (460,8) (1.532,6)
Laba dari operasional 569,3 476,9 1.046,2
Pendapatan keuangan 6,8 (3,4) 3,4
Biaya keuangan (122,1) (18,6) (140,7)
Pendapatan lain-lain - Bersih 32,4 (78,6) (46,1)
Laba sebelum pajak 486,3 376,4 862,7
Beban pajak penghasilan - Bersih (133,5) (67,4) (200,9)
Laba periode berjalan 352,8 309,0 661,9
Data keuangan lainnya:
Margin laba kotor (%) 42,0 53,0
EBITDA (Rp miliar) 798,1 564,0 1.362,1
Margin EBITDA (%) 20,4 28,0
Margin laba bersih (%) 9,0 13,6
*Catatan: Pada tanggal 31 Mei 2024, Perusahaan mengakuisisi 50.985 lembar saham PT Mitra Indoguna Yasa (“MIY”) yang mewakili 99,00% kepemilikan
Names mentioned 2 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Mitra Indoguna Yasa
p.2 ×3
unresolved
org
PT MIY
p.10
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.