Skip to content
Back to announcement

Checklist pengungkapan lap keu ISM Dec24 - Signed.pdf

Financial statement Text extracted INDF

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 50

Page 1 OCR 0.923
Page 1 of 49

CHECKLIST PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN UNTUK SELURUH
INDUSTRI DI PASAR MODAL DI INDONESIA

Petunjuk Pengisian Checklist:

1, Seluruh Emiten dan Perusahaan Publik harus menggunakan Checklist Pengungkapan Laporan Keuangan ini,
kecuali Emiten dan Perusahaan Publik yang merupakan Perusahaan Efek. Setiap Perusahaan Efek harus
menggunakan Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek (Peraturan No. VIII.G.17).

2. Tanda (V) diisi pada kolom "Ada" apabila Emiten/Perusahaan Publik telah memenuhi persyaratan
pengungkapan yang diharuskan dan selanjutnya pada kolom 'Keterangan' ditambahkan cross reference ke
nomor catatan atas laporan keuangan.

3. Apabila Emiten/Perusahaan Publik tidak memenuhi persyaratan pengungkapan yang diharuskan maka
tanda V) diisi pada kolom "Tidak Ada" dengan menambahkan keterangan alasannya pada kolom
keterangan.

4. Apabila Emiten/Perusahaan Publik tidak memiliki pos-pos tertentu sehingga tidak wajib memenuhi
persyaratan pengungkapan yang ada maka tanda (v) diisi pada kolom "N/A",

5. Checklist ini wajib ditandatangani oleh Direktur yang membawahi akuntansi dan keuangan dan Akuntan
(untuk laporan keuangan audited).

Data Umum

Nama Emiten/Perusahaan Publik PT Indofood Sukses Makmur Tbk
Bidang Usaha Manufaktur
Jenis penawaran Umum Saham dan Obligasi
Tahun 2024 Tahun 2023
(Audited) (Audited)

Nama Kantor Akuntan Publik Purwantono, Purwantono,

Sungkoro & Surja Sungkoro & Surja
Nama Partner Sinarta Sinarta
Opini Akuntan Wajar tanpa Wajar tanpa

Pengecualian Pengecualian
Catatan tentang Opini (jika ada) N/A N/A

“ disesuaikan dengan perlode penyajian laporan keuangan.
Ya Tidak

Pemenuhan Peraturan No.VIII,G.11 Tentang “Tanggung Jawab v
Direksi Atas Laporan Keuangan”
Pemenuhan Peraturan No.VIII.A.2 tentang “Independensi v
Akuntan Yang Memberikan Jasa Audit di Pasar Modal"

Page 2 OCR 0.905
Page 2 of 49

Data Keuangan Penting

(dalam jutaan rupiah)

31 Des 2024 | 31 Des 2023

Periode laporan keuangan (Audited) (Audited)
Laba Rugi Komprehensif
Pendapatan 115.786.525 111.703.611
Laba (rugi) bruto 40.136.529 36.050.469
Laba (rugi) usaha/operasional 23.088.184 19.663.598
EBITDA 27.105.546 23.572.308
Laba (rugi) Bersih periode berjalan 13.077.496 11.493.733
Laba (rugi) komprehensif 12.546.107 10.807.229
Laba Per saham (dasar) (angka penuh) 984 928
Laba Per saham (dilusian) NA N/A
31 Des 2024 | 31 Des 2023
Laporan Posisi keuangan (Audited) (Audited)
Jumlah Aset 201.713.313 186.587.957
Jumlah Aset Lancar 79.765.476 63.101.797
Jumlah Aset Tidak Lancar 121.947.837 123.486.160
Jumlah Liabilitas 92.722.030 86.123.066
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 37.094.061 32.914.504
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 55.627.969 53.208.562
Jumlah Ekuitas 108.991.283 100.464.891
Modal Disetor 878.043 878.043
Saldo Laba 53.396.455 47.029.083
Rasio Keuangan"
Rasio Lancar (x) 21x 1,9x
ROA 6,740 6,3Yo
ROE 12,5Yo 11,8Yo
Ebitda thd pendapatan 23,4Yo 21,1Yo
“dapat disesuaikan berdasarkan industrinya
Catatan:
1. Pengungkapan yang dipersyaratkan untuk masing-masing pos wajib diungkapkan seluruhnya, kecuali

pengungkapan tersebut tidak relevan atau tidak dapat diterapkan pada Emiten atau Perusahaan Publik,
Emiten atau Perusahaan Publik wajib menyesuaikan pengungkapan sesuai dengan karakteristik industri
apabila pengungkapan tersebut dipersyaratkan oleh SAK atau relevan untuk memahami laporan

keuangan Emiten atau Perusahaan Publik.

Emiten atau Perusahaan Publik yang merupakan Perusahaan Efek tidak mengacu pada checklist Ini,
namun mengikuti peraturan Bapepam-LK No VIII.G.17 tentang Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek.

MANGGA

Je Keterangan

Adam ktidakil

EN/A@|MKeterangang|

Laporan Keuangan Terdiri dari:

Laporan posisi keuangan pada akhir periode

Laporan laba rugi komprehensif selama periode

Laporan perubahan ekuitas selama periode

Laporan arus kas selama periode

SISIK

alalulvir

Laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif
yang disajikan saat Perusahaan menerapkan suatu
kebijakan akuntansi secara retrospektif atau membuat
penyajian kembali pos-pos laporan keuangan atau ketika
Perusahaan mereklasifikasi pos-pos dalam laporan
keuangannya.

Catatan atas Laporan Keuangan

Page 3 OCR 0.924
Page 3 of 49

No

Keterangan

Keterangan

Ketentuan Umum
Perusahaan wajib menyajikan catatan atas laporan keuangan dengan urutan
sebagai berikut:
3. gambaran umum Perusahaan,
b. dasar penyusunan laporan kevangan dan ikhtisar kebijakan akuntansi
signifikan yang diterapkan,
€C. Informasi tambahan untuk pos-pos yang disajikan dalam laporan posisi
keuangan, laporan laba rugi komprehensif, laporan perubahan ekuitas dan
laporan arus kas, sesual dengan urutan penyajian laporan dan penyajian
masing-masing posj dan
d. pengungkapan lainnya yang antara lain meliputi:
1) informasi yang dipersyaratkan oleh SAK yang tidak disajlkan di bagian
manapun dalam laporan keuangan, dan
2) informasi yang tidak disajikan di bagian manapun dalam laporan
keuangan, tetapi Informasi tersebut relevan untuk memahami laporan
keuangan.

Perusahaan wajib menyatakan dalam bentuk nilai atau persentase untuk
menjelaskan adanya bagian dari suatu jumlah, tidak menggunakan kata
“sebagian”,

Perusahaan wajib mengungkapkan dalam penjelasan masing-masing pos
mengenai Aset yang dijaminkan, nama pihak yang menerima jaminan, dan
alasan dijaminkan.

Dalam hal Aset Perusahaan diasuransikan, wajib diungkapkan jenis dan nilai
aset yang diasuransikan, nilal pertanggungan asuransi, dan risiko yang
ditutup serta pendapat manajemen atas kecukupan pertanggungan asuransi,
apabila tidak diasuransikan wajib diungkapkan alasannya.

Unsur-unsur Catatan Atas Laporan Keuangan

Gambaran Umum Perusahaan
Hal-hal yang harus dlungkapkan, antara lain:

Pendirian perusahaan

Riwayat ringkas perusahaan:

Catatan 1

Nomor dan tanggal akta pendirian serta perubahan terakhir, pengesahan dari
Instansi yang berwenang, dan nomor serta tanggal Berita Negara,

Catatan 4

3)

Kegiatan usaha sesuai anggaran dasar Perusahaan dan yang sedang
dijalankan pada periode pelaporan:

Catatan 1

2

Tempat kedudukan perusahaan dan lokasi utama kegiatan usaha:

Catatan 1

5)

Tanggal mulai beroperasinya perusahaan secara komersial. Dalam hal
perusahaan melakukan ekspansi atau perampingan usaha secara signifikan
pada periode laporan yang disajikan, wajib disebutkan saat dimulainya operasi
komersial dari ekspansi atau perampingan usaha dan kapasitas produksinya:
dan

SI Sl saia

Catatan 1

6)

Nama entitas induk dan nama entitas Induk terakhir dalam kelompok usaha
(ultimate parent of the group). Dalam hal tidak dapat diungkapkan, wajib
disebutkan alasannya.

Catatan 1

7)

Khusus Industri Media
Penjelasan rinci tentang Perizinan yang dimiliki.

8)

Khusus Industri Jalan Tol
Peraturan perundangan atau keputusan pemerintah yang mendasari
penyelenggaraan jalan to! tersebut.

»

Khusus untuk Asuransi dan Pembiayaan
Izin bidang usaha dari Menteri Keuangan atau Otoritas yang berwenang.

10)

Khusus untuk Industri Perbankan
Izin usaha sebagai bank umum, sebagai bank devisa (jika ada), serta izin
untuk menjalankan kegiatan berdasarkan prinsip syariah (jika ada).

11)

Khusus Industri Minyak dan Gas Bumi dan Pertambangan Umum
Area Eksplorasi dan Eksptoitasi/Pengembangan.
Penjelasan mengenai area eksplorasi dan eksploitasi Perseroan meliputi :

Page 4 OCR 0.893
Page 4 of 49

a) Area Eksplorasi, meliputi:

« Nama lokasi,

# Nama pemilik izin lokasi:

« Tanggal perolehan Izin ekplorasi serta tanggal jatuh temponya,

e Persentasi kepemilikan saham Perseroan pada perusahaan pemilik izin
lokasi: dan

» Jumlah biaya eksplorasi yang telah dibukukan sebagai Aset Minyak dan
Gas Bumi per tanggal Laporan Posisi Keuangan,

b) Area Eksploitasi/Pengembangan mellputi:

» Nama lokasi:

« Nama pemilik ijin lokasi,

# Tanggal perolehan Ijin eksploitasi serta tanggal jatuh temponya:

» Persentasi kepemilikan saham Perseroan pada perusahaan pemllik ijin
lokasi,

# Jumlah Cadangan Terbukti (P1), keterangan tentang pihak yang
melakukan sertifikasi, dan tanggal sertifikasi,

e Jumlah produksi pada tahun berjalan: dan

« Akumulasi jumlah produksi sejak awal kegiatan
@eksploitasi/pengembangan oleh Perseroan hingga tanggal laporan posisi
keuangan.

12) Khusus Industri Kehutanan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) pelaksanaan kegiatan pengusahaan hutan,
b) rincian luas areal sisa hutan yang belum dikelola selama masa sisa
manfaat HPH, dan
C) sisa umur HPH.
b. Penawaran Umum Efek, yang harus diungkapkan antara lain:
1) Tanggal dan/atau nomor Surat efektif penawaran umum, termasuk penawaran v Catatan 1
Efek yang diterbitkan di luar Indonesla,
2) Jenis dan jumlah Efek yang ditawarkanj v Catatan 1
3) Bursa tempat Efek dicatatkan, dan v Catatan 1
4) Tindakan perusahaan yang dapat mempengaruhi jumlah Efek yang diterbitkan vV Catatan 1
(corporate action) sejak penawaran umum perdana sampai dengan periode
pelaporan terakhir.
« Struktur Perusahaan, entitas anak, dan Entitas Bertujuan Khusus Perusahaan
(EBK) tidak memiliki
Yang harus diungkapkan antara lain: EBK
1) | Nama entitas anak dan/atau EBK yang dikendalikan baik secara langsung v Catatan 1
maupun tidak langsung,
2) | Tempat kedudukan: vV Catatan 1
3) | Jenis usaha, v Catatan 1
4) | Tahun beroperasi secara komersial, v Catatan 1
5) | Persentase kepemilikan dan proporsi hak suara (jika berbeda), v Catatan 1
6) | Total Aset, dan v Catatan 1
7) | Informasi penting lainnya antara lain:
a) sifat hubungan antara entitas Induk dan entitas anak, apabila entitas induk v Catatan 1

tidak memiliki baik langsung maupun tidak tangsung melalui entitas anak,
lebih dari 5095 (llma puluh perseratus) hak suara yang sah,

alasan mengapa Kepemilikan baik langsung maupun tidak langsung lebih
dari 5096 (Ilma puluh perseratus) hak suara atau hak suara potensial atas
Investee tidak diikuti dengan pengendalian:

Cc) akhir periode pelaporan dari laporan keuangan entitas anak apabila laporan
keuangan tersebut digunakan untuk menyusun laporan keuangan
konsolidasian dan tanggal atau periode berbeda dari tanggal laporan
keuangan entitas Induk, dan alasan menggunakan tanggal atau periode
yang berbeda:

sifat dan luas setiap restriksi signifikan dalam kemampuan entitas anak
untuk mentransfer dana ke entitas Induk dalam bentuk dividen tunai, atau
pembayaran kembali pinjaman atau uang muka:

suatu rinclan yang menunjukkan dampak setiap perubahan bagian
kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan
hilangnya Pengendalian atas ekuitas yang dapat diatribusikan pada pemilik

b'

d

e

Page 5 OCR 0.937
Page 5 of 49

entitas induk: dan
f) dalam hal hilangnya Pengendalian atas entitas anak, maka entitas induk
harus mengungkapkan:

(1) keuntungan atau kerugian (jika ada) yang diakui dari hilangnya
Pengendallan, dan porsi dari keuntungan atau kerugian yang dapat
diatribusikan pada pengakuan sisa Investasi pada entitas anak
terdahulu dengan Nilai Wajar pada tanggat hilangnya Pengendalian:

(2) jumlah persentase kepemilikan yang dilepaskan:

(3) jumlah harga yang diterima:

(4) bagian dari harga yang merupakan Kas dan Setara Kas,

(S) jumlah Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau bisnis lainnya
dimana Pengendalian dilepaskan: dan

(6) jumlah Aset dan Liabilitas selain Kas dan Setara Kas pada entitas
anak atau bisnis lainnya dimana Pengendalian dilepaskan, yang
dlikhtisarkan berdasarkan kategori utamanya.

Karyawan, direksi, komisaris, dan komite audit
Yang harus diungkapkan antara lain:

1)

Nama dan jabatan untuk masing-masing anggota direksi, dewan komisaris,
dan komite audit:

Catatan 1

2)

Cakupan manajemen kunci: dan

Catatan 1

3)

Jumlah karyawan tetap pada masing-masing akhir periode atau rata-rata
jumlah karyawan tetap selama perlode yang bersangkutan, secara konsolidasi
untuk Perusahaan dan entitas anak.

Catatan 1

Penerbitan Laporan Keuangan

1)

Tanggal laporan keuangan diotorisasi untuk terbit: dan

Catatan 1

2)

Pihak yang bertanggung jawab mengotorlsasi laporan keuangan.

Catatan 1

Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Signifikan
Dalam bagian Ini harus diungkapkan hal-hal sebagai berikut:

Pernyataan kepatuhan terhadap SAK
Pernyataan ini merupakan pernyataan bahwa laporan keuangan telah disusun
dan disajikan sesuai dengan SAK.

Catatan 2

Dasar pengukuran dan penyusunan laporan keuangan

1)

Dasar pengukuran laporan keuangan yaitu berdasarkan blaya historis
(historical cost), biaya perolehan kini (current cost), nilai realisasi neto (net
realizable value), Nilal Wajar (fair value) atau jumlah yang dapat dipulihkan
berdasarkan SAK yang berlaku.

Catatan 2

2)

Dasar penyusunan laporan keuangan, yaitu dasar akrual, kecuali untuk
laporan arus kas.

Catatan 2

3)

Mata uang fungsional dan mata uang penyajian yang digunakan, meliputi:

a) mata uang fungsional Perusahaan dan entitas anak,

b) fakta dan alasan perubahan, apabila terdapat perubahan mata uang
fungsional Perusahaan maupun kegiatan usaha asing yang signifikan, dan

C) alasanperubahan mata uang penyajian (jika ada).

Catatan 2

4

Alasan perubahan periode pelaporan (jika ada).

Penggunaan Pertimbangan, Estimasi, dan Asumsi Signifikan oleh
Manajemen

1)

Perusahaan harus mengungkapkan dalam ikhtisar kebijakan akuntansi
signifikan atau bagian lain dari catatan atas laporan keuangan, pertimbangan
yang telah dibuat manajemen dalam proses penerapan kebijakan akuntansi
dan memiliki dampak yang paling signifikan terhadap jumtah yang diakui
dalam laporan keuangan,

Catatan 3

2)

Perusahaan harus mengungkapkan Informasi tentang asumsi yang dibuat
mengenai masa depan, dan sumber utama dari estimasi ketidakpastian lain
pada akhir perlode pelaporan, yang memiliki risiko signifikan yang
mengakibatkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat Aset dan
Liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya: dan

Catatan 3

3)

Berkaitan dengan Aset dan Liabilitas sebagaimana dimaksud dalam angka 2),
catatan atas laporan keuangan memasukkan rincian atas sifat dan jumlah
tercatat pada akhir periode pelaporan.

Catatan 3

Page 6 OCR 0.899
Page 6 of 49

Kebijakan Akuntansi Tertentu

Kebijakan akuntansi tertentu merupakan kebijakan akuntansi lainnya yang
diterapkan dan relevan untuk memahami laporan keuangan. Kebijakan
akuntansi tertentu meliputi, tetapi tidak terbatas pada hal-hal sebagai
berikut:

1) | Prinsip-prinsip konsolidasi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) ruang lingkup Laporan Keuangan Konsolidasian, yang meliputi pos- vV Catatan 2
pos entitas induk dan entitas anak,
b) dasar dan kapan suatu entitas anak dikonsolldasikan ke dalam laporan v Catatan 2
keuangan entitas Induk:
c) kebijakan akuntansi sehubungan dengan perubahan kepemilikan tanpa | Catatan 2
kehilangan Pengendalian atas entitas anak,
d) kebijakan akuntansi sehubungan dengan kehilangan Pengendalian atas | Catatan 2
entitasanak:
e) kebijakan akuntansi sehubungan dengan pencatatan dan penyajian v Catatan 2
kepentingan nonpengendali, dan
f, ernyataan bahwa saldo pos dan transaksi materlal antar entitas yani
2. ikoneolansi telah dielimmasi av Catatan 2
2) | Kombinasi bisnis
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) metode yang digunakan dalam kombinasi bisnis, termasuk metode v Catatan 2
yang digunakan untuk mengukur kepentingan nonpengendali:
b) pengakuan awal untuk goodwill: v Catatan 2
C) pengukuran setelah pengakuan awal untuk goodwil, dan v Catatan 2
d) kebijakan lainnya yang relevan terkait dengan kombinasi bisnis yang
ada di Perusahaan, antara lain:
(1) pembelian dengan diskon: v Catatan 2
(2) akuisisi secara bertahap, dan v Catatan 2
(3) Imbalan kontinjensi.
3) | Kas dan setara kas, v Catatan 2
Yang harus dijelaskan antara lainkebijakan dalam menentukan komponen
kas dan setara kas,
4) | Instrumen Keuangan
a) Instrumen Keuangan selain Sukuk
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) pengakuan awal Instrumen keuangan setiap kategori, termasuk v Catatan 2
perlakuan atas biaya transaksi,
(2) pengukuran setelah pengakuan awal Instrumen keuangan setiap v Catatan 2
kategori:
(3) ketentuan saling hapus dari Instrumen keuangan, v Catatan 2
(4) metode yang digunakan untuk menentukan Nitai Wajar Instrumen v Catatan 2
keuangan,
(5) metode perhitungan yang digunakan untuk menentukan v Catatan 2
penurunan nilai dari aset keuangan,
v Catatan 2

(5) ketentuan penghentian pengakuan instrumen keuangan,
(7) khusus instrumen keuangan derivatif dan akuntansi lindung nilai,
selain penjelasan sebagaimana dimaksud dalam angka (1), angka
(2), angka (3), angka (4), angka (5), dan angka (6), wajib
ditambahkan penjelasan mengenai,
(a) ketentuan pemenuhan kriteria akuntansi Ilndung nilai,
(b) klasifikasi Indung nilai untuk tujuan akuntansi lindung nilai
atas Instrumen keuangan derivatif, dan
(c) perlakuan akuntansi lindung nilai untuk tujuan akuntansi
Indung nilai.
b) Investasi pada Sukuk
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1)klasifikasi dan reklasifikasl Investasi pada Sukuk,
(2)pengakuan awal Sukuk:
(3)pengukuran setelah pengakuan awal Sukuk,
(4)Penyajlan pendapatan sukuk: dan
(S)penyajian amortisasi biaya transaksi.
c) Sukuk yang diterbitkan
Yang harus dijelaskan antara laln:

Page 7 OCR 0.923
Page 7 of 49

(1)pengakuan awal Sukuk:
(2)pengukuran setelah pengakuan awal Sukuk:
(3)biaya transaksi penerbitan Sukuk:
(4)posisi penyajian Sukuk: dan
(S)akad syariah yang digunakan.
5) | Khusus Industri Perbankan v
a) Giro Wajib Minimum
Yang harus dijelaskan antara lain Ketentuan mengenai jumlah giro
wajib minimum.
b) Giro pada Bank Indonesia dan Bank Lain
Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian Giro pada Bank
Indonesia dan Bank Lain.
Cc) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain
Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian Penempatan pada
Bank Indonesia dan Bank Lain.
6) | Piutang Reverse Repo v
Yang harus dijelaskan antara lain unsur-unsur Piutang Reverse Repo,
metode pencatatan dan pengukurannya.
7) | Khusus Industri Perbankan v
Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Kelompok obligasi rekapitalisasi yang dimiliki:
b) Pengakuan nilai pada Investasi untuk setiap kelompok Obligasi
Rekapitalisasi Pemerintah:dan
C) Dasar penyajian efek-efek dalam laporan keuangan.
8) | Khusus Industri Perbankan v
a) Kredit
Yang harus dijelaskan antara tain:
(1) Penjelasan atas rnasing-mnasing jenis kredit yang diberikan:
(2)Dasar penyajian atas kredit,
(3)Kebijakan manajemen dan pelaksanaan pengendalian risiko
portofollo kredit:
(4)Pertakuan akuntansi untuk kredit yang dibeli dari BPPN (jika ada):
dan
(5)Kebijakan bank akan agunan kredit.
b) Tagihan/Kewajiban Akseptasi
Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian atas
tagihan/kewajiban akseptasi,
c) Agunan yang Diambil Alih
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1)Dasar penilaian dan penyajian,
(2) Perlakuan akuntansi atas nilai realisasi piutang/pemblayaan yang
diberikan dengan saldo plutang/pembiayaan yang tidak dapat
ditagih: dan
(3) Perlakuan akuntansi atas keuntungan (Kerugian) dari realisasi
penjualan agunan.
9) | Khusus untuk Industri Pembiayaan v
Piutang Pembiayaan Konsumen
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Dasar penyajian piutang pembiayaan konsumen: dan
b) Dasar penilaian aset jika perusahaan menarik kembali aset pembiayaan
konsumen dari konsumennya.
10) | Anjak Piutang vV
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Jenis transaksi anjak piutang (dengan recourse atau tanpa recourse):
b) Penyajian transaksi anjak plutang:
c) Perlakuan akuntansi atas perbedaan antara harga pengalihan dan
jumlah bersih piutang dialihkan: dan
d) Perlakuan terhadap kegagalan atas tagihan anjak piutang(ditagihkan
kembali ke klien atau ditanggung oleh perusahaan).
11) | Sewa
Yang harus dijelaskan antara tain:
a) kebijakan penentuan suatu perjanjian mengandung suatu sewa: Catatan 2
b) kebijakan penentuan suatu sewa merupakan sewa pembiayaan atau Catatan 2
sewa operasi: dan

Page 8 OCR 0.920
Page 8 of 49

C) kebijakan akuntansi apabila Perusahaan bertindak sebagai lessee
Ganfatau lessor.

Catatan 2

12)

Persediaan :

yang harus dijelaskan antara lain mengenai kebijakan akuntansi yang
digunakan dan rumusan biaya yang digunakan.

Catatan 2

a) Khusus Industri Kehutanan
HTI Dalam Pengembangan
Yang harus dijelaskan antara lain:
Beban-beban yang dikapitalisasi, antara laln: kewajiban kepada negara,
pemeliharaan sarana dan pra-sarana.
HTI Siap Panen
Yang harus dijelaskan antara Jain:
Biaya perolehan, mutasi pembebanan ke biaya produksi.

Catatan 10

b) Khusus Industri Perkebunan
Tanaman Perkebunan
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Dasar klasifikasi untuk jenis tanaman sebagai persediaan,
tanaman belum menghasilkan, atau tanaman telah menghasilkan:
(2) Dasar penllalan dan pengukuran,

(3) Kebijakan akuntansi reklasifikasl tanaman belum menghasilkan ke
tanaman telah menghasilkan,

(4) Metode penyusutan dan masa manfaat tanaman yang disusutkan,
dan

(5) Kebijakan akuntansi biaya pinjaman,

LK KA

Catatan 2

Catatan 2
Catatan 2

Catatan 2

Catatan 2

c) Khusus Industri Peternakan
Hewan Ternak
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Hewan ternak telah menghasilkan :
(a) Metode penilaian:
(b) Metode amortisasi (deplesi): dan

(c) Cadangan kematian atau metode penghapusan langsung, jika
ada.

(2) Rewan ternak dalam pertumbuhan (belum menghasilkan) :
(a) Metode penilaian: dan
(b) Perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk dapat berpindah
menjadi hewan ternak telah menghasilkan.

13)

Aset Tetap:

Yang harus dijelaskan antara tain:

a) pengakuan awal Aset Tetap,

b) pengukuran setelah pengakuan awal Aset Tetap:

Cc) pengelompokan Aset Tetap:

d) metode penyusutan yang digunakan,

e) kapitalisasi biaya yang terkait dengan Aset Tetap,

f) estimasi umur manfaat dan tarif penyusutan,

9) penghentian pengakuan:

h) nilai residu: dan

) pernyataan bahwa manajemen telah mengkaji ulang atas estimasi
umur ekonomis, metode penyusutan, dan nilai residu pada setiap akhir
periode pelaporan.

Ba aa

Catatan 2
Catatan 2
Catatan 2
Catatan 2
Catatan 2
Catatan 2
Catatan 2
Catatan 2
Catatan 2

14)

Investasi pada Entitas Asosiasi
Yang harus dijelaskan antara lain metode yang digunakan untuk mencatat
Investasi pada asosiasi.

Catatan 2

15)

Bagian partisipasi dalam Ventura Bersama
Yang harus dijelaskan antara lain metode yang digunakan untuk mencatat
bagian partisipasi dalam Ventura Bersama.

Catatan 2

16)

Pola Kerjasama
Yang harus dijetaskan antara lain:
a) Kriterta dari bentuk kerjasama,

b) Kebijakan akuntansi untuk setiap jenis aset dan Ilabilitas yang timbul,
dan

C) Sistem pembagian hasil, jlka ada.

Era

Aset Tak Berwujud

Page 9 OCR 0.920
Page 9 of 49

Yang harus dijelaskan antara lain :

a) pengakuan awal Aset Takberwujud,

b) pengukuran setelah pengakuan awal Aset Takberwujud:

C) umur manfaat tidak terbatas atau terbatas, dan apabila umur manfaat
terbatas, diungkapkan tarif arnortisasi yang digunakan dan umur
manfaatnya,

@) sumber terjadinya Aset Takberwujud:

8) metode amortisasi yang digunakan:

f) penghentian pengakuan Aset Takberwujud: dan

9) riset dan pengembangan (jika ada).

SA

St

Catatan 2
Catatan 2
Catatan 2

Catatan 2
Catatan 2
Catatan 2

18)

Aset tidak lancar atau kelompok Lepasan yang dimiliki untuk dijual

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) kebijakan tentang peristiwa dan kondisl suatu aset tidak lancar
diklasifikasikan sebagai aset yang dimiliki untuk dijual: dan

b) pengukuran aset tidak lancar atau kelompok lepasan yang dimiliki
untuk dijual,

19)

Properti Investasi :

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) pengakuan awal Properti Investasi,

b) pengukuran setelah pengakuan awal Properti Investasi:

Cc) metode penyusutan yang digunakan, khusus untuk model biaya,

9) estimasi umur manfaat dan/atau tarif penyusutan untuk model biaya,
dan

e) penghentian pengakuan Properti Investasi.

Catatan 2

20)

Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi

Aset Minyak dan Gas Bumi

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) Dasar pengukuran yang digunakan untuk menentukan jumtah tercatat
bruto:

b) Kriteria kapitallsasi biaya, penurunan nilai (Impairment) dan penilaian
kembali aset (revaluasi):

Cc) Metode penyusutan dan amortisasi yang digunakan,

d) Masa manfaat atau tarif penyusutan dan amortisasi yang digunakan,
dan

e) Pertanggungan Asuransi.

21)

Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) ketentuan peristiwa dan kondisi yang mengindikasikan kemungkinan
terjadinya penurunan nilai, dan

b) kebijakan akuntansi pengakuan penurunan nilai aset nonkeuangan dan
pembalikannya.

Catatan 2

Catatan 2

22)

Khusus Industri Perbankan

Liabilitas Segera

Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian lIlabilitas segera.
Simpanan Nasabah

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) Penjelasan atas simpanan: dan

b) Dasar penyajian dari masing-masing kategori simpanan.
Simpanan dari bank lain

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) Penjelasan atas simpanan dari bank lain: dan

b) Dasar penyajian simpanan dari bank lain.

Surat Berharga yang Diterbitkan

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) Kriteria dan jenis-jenis surat berharga yang diterbitkan: dan
b) Perlakuan akuntansi atas premi atau diskonto.

23)

Provisi

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) kondisi provisi yang harus diakui, dan
b) dasar penentuan nilai provisi.

Catatan 2
Catatan 2

24)

Utang Repo
Yang harus dijelaskan antara lain unsur-unsur Utang Repo, metode
pencatatan dan pengukurannya.

Page 10 OCR 0.910
Page 10 of 49

25)

Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi

Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan/
Penyisihan Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup
Tangguhan.

Yang harus dijelaskan antara lain:

)

b)
(1
d)

Perlakuan akuntansi atas pembebanan biaya PLH:
Metode amortisasi atas biaya PLH yang ditangguhkan:
Metode penyusutan prasarana PLH: dan

Tabel yang memuat penjelasan tentang:

(1) Lokasi penambangan,

(2) Saldo awal untuk masing-masing lokasi,

(3) Penambahan dan Pengurangan untuk masing-masing lokasl
penambangan: dan

(4) Saldo akhir untuk masing-masing lokasi penambangan.

26)

Khusus Industri Pertambangan Umum

Biaya Eksplorasi dan Pengembangan Tangguhan

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan atas kegiatan eksplorasi yang

b

)

c)

d

)

masih berjalan dengan penjelasan mengenal jangka waktu kontrak
untuk Area of Interest yang bersangkutan:

Blaya Eksplorasi yang Ditangguhkan atas kegiatan eksplorasi yang
sudah menemukan adanya Cadangan Terbukti dengan penjelasan
bahwa amortisasinya baru akan dilaksanakan pada saat dimulalnya
produksi:

Dasar penentuan ditangguhkannya blaya pengembangan dan
kapitalisasi biaya pekerjaan konstruksi dan prasarana, dan

Metode amortisasi dan penyusutan yang dipergunakan dengan
penjelasan jangka waktu perijinan penambangan, taksiran umur
@konomis tambang dan dasar perhitungan amortisasi.

Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan/
Penyisihan Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup
Tangguhan

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) Perlakuan akuntansi atas pembebanan biaya PLH,

b) Metode amortisasi atas biaya PLH yang ditangguhkan: dan

Cc) Metode penyusutan prasarana PLH.

27)

Pengakuan Pendapatan
a) Yang harus dijelaskan antara lain:

(1) kondisi dan metode pengakuan pendapatan serta dasar
pengukuran yang digunakan berdasarkan jenis pendapatan yang
ada, dan

(2) dalam hal terdapat transaksi hubungan keagenan, kebijakan
pengakuan pendapatan dan penjualan dari hubungan keagenan
serta beban terkait.

Catatan 2

b.

)

Pengakuan pendapatan dan Beban dengan menggunakan
metode persentase penyelesaian

Yang harus dijelaskan antara lain metode yang diterapkan untuk
menentukan tahap penyelesaian suatu Kontrak.

c,

Khusus Industri Asuransi
(1) Pengakuan pendapatan prami
Penjelasan yang harus ditambahkan antara Jaln:
ta) Tarif yang digunakan dalam perhitungan premi yang belum
merupakan pendapatan,
(b) Kebijakan akuntansi untuk transaksi reasuransi prospektif
dan retroaktif, dan
(c) Penyajian pendapatan premi dalam laporan laba rugi.
(2) Beban Klaim
Penjelasan yang harus ditambahkan antara lain:
ta) Kelompok beban klaim dalam bentuk: klaim yang disetujui,
klaim dalam proses penyelesaian, klalm yang terjadi namun
belum dilaporkan dan beban penyelesaian klaim: dan
(b) Penyajian beban klaim dalam laporan laba rugi.

d

Khusus Industri Real Estate

Kapitallsasi dan metode alokasi biaya proyek pengembangan
Real Estat

Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Unsur biaya yang kapitalisasi ke proyek pengembangan Real Estat,

Page 11 OCR 0.916
Page 11 of 49

(2) Unsur biaya yang dialokasikan sebagai beban proyek:

(3) Penyisihan atas reallsasi pendapatan pada masa mendatang lebin
rendah dari nilai tercatat proyek,

(4) Metode alokasi biaya yang telah dikapitalisasi ke setlap unit Real
Estat,

(5) Biaya yang direvisi dan direalokasi akibat perubahan mendasar
pada estimasi kini: dan

(6) Unsur biaya yang djaku! sebagai beban pada saat terjadinya.

28) Program Loyalitas Pelangan
Yang harus dijelaskan antara lainkebijakan terkait program loyalitas
pelanggan
29) Transksi dan Saldo dalam mata uang asing
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) ketentuan dalam penjabaran transaksi dan saldo dalam mata uang v Catatan 2
asing,
b) perlakuan akuntansi selisih kurs yang timbul dari penjabaran aset dan v Catatan 2
Niabilitas moneter, dan
Cc) referensi dan kurs yang digunakan untuk menjabarkan transaksi dan v Catatan 2
saldo dalam mata uang asing.
30) Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Dasar penetapan Pihak-pihak berelasi: v Catatan 2
b) Pengungkapan Pihak-pihak berelasi dalam Laporan Keuangan: dan v Catatan 2
31) Hibah Pemerintah
Yang harus dijelaskan antara lainkebijakan akuntansi tentang metode
penyajian dalam laporan keuangan.
32) Pajak Penghasilan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) dasar penentuan tarif pajak untuk mengukur pajak kini dan pajak v Catatan 2
tangguhan,
b) ketentuan mengenal saling hapus, v Catatan 2
c) pengakuan dan pengukuran aset pajak tangguhan, dan v Catatan 2
d) metode yang digunakan dalam menilal aset (|labilitas) pajak v Catatan 2
tangguhan.
33) Imbalan Kerja
Yang harus dijelaskan antara Jain:
a) jenis imbalan kerja yang diberikan kepada karyawan: v Catatan 2 & 20
b) deskripsi umum mengenai jenis program imbalan pascakerja yang v Catatan 2 & 20
diselenggarakan oleh Perusahaan,
Cc) kebijakan akuntansi Perusahaan dalam mengakui keuntungan dan v Catatan 2 & 20
kerugian aktuarial, dan
d) pengakuan keuntungan dan kerugian untuk curtaiiment dan v Catatan 2 & 20
penyelesalan.
34) Saham Treasuri
Yang harus dijelaskan antara lain metode pengakuan dan pengukuran atas
pembelian, penjualan, atau pembatalan saham treasuri.
35) Pembayaran Berbasis Saham
Yang harus dijelaskan antara lainkebijakan akuntansi untuk transaksi
pembayaran berbasis saham yang diselesaikan melalui instrumen ekuitas
dan/atau diselesaikan melalui Kas, termasuk pengukurannya.
36) Kuasi-Reorganisasi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Dasar dilakukannya kuasi-reorganisasi
b) Dasar penentuan nilai wajar Aset dan Liabilitas, dan
c) Perlakuan akuntansi untuk selisih hasil revaluasi Aset dan Liabilitas.
Catatan: Berlaku untuk kuasi reorganisasi sebelum 1 Januari 2013.
37) Biaya Pinjaman v Catatan 2
Yang harus dijelaskan antara lainkondisi yang mengharuskan biaya
pinjaman dikapitalisasikan sebagai bagian dari biaya perolehan aset
kualifikasian.
38) Segmen Operasi v Catatan 2

Yang harus dijelaskan antara lain dasar yang digunakan oleh manajemen
untuk mengidentifikasikan Segmen Operasi.

Page 12 OCR 0.909
Page 12 of 49

39)

Laba (Rugi) per saham
Yang harus dijelaskan antara lain dasar perhitungan laba (rugi) per saham

dasar dan laba (rugi) per saham dilusian.

Catatan 2

Pengungkapan atas Pos-Pos Laporan Keuangan

Aset

Kas dan Setara Kas
Yang harus diungkapkan antara lain:

a)
b)

c)

d)

unsur Kas dan Setara Kas pada pihak berelasi dan pihak ketiga:
rincian jumlah penempatan di bank berdasarkan nama bank serta
jenis mata uang asing:

kisaran suku bunga kontraktual dari Setara Kas selama periode
pelaporan: dan

jumlah saido Kas dan Setara Kas yang signifikan yang tidak dapat
digunakan oleh kelompok usaha disertai pendapat manajemen.

Lt

Catatan 4
Catatan 4

Catatan 4

2)

Khusus Industri Perbankan

a)

Kas

Yang harus diungkapkan adalah rincian jumlah kas berdasarkan jenis
mata uang.

b)

Giro pada Bank Indonesia

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1)RIncian jumlah Giro pada Bank Indonesia berdasarkan jenis mata
uang (nilai dalam mata uang original): dan

(2)Ketentuan Giro Wajib Minimum (GWM) menurut BI dan posisi
GWM bank pada saat perlode pelaporan.

c)

Giro pada Bank Lain

Yang harus diungkapkan antara lain:

Rincian jumlah Glro pada Bank Lain berdasarkan jenis mata uang,
(1)Jumlah penyisihan penurunan nilai,

(2)Perubahan penyisihan selama periode berjalan untuk masing-
masing giro,

(3)RIncian jumlah Giro pada Bank Lain berdasarkan pihak yang
mempunyai hubungan Istimewa dan pihak ketiga,

(4)Tingkat suku bunga rata-rata per tahun: dan

(5)Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah penyisihan
penurunan nilat.

d)

Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1)Rinclan jumlah penempatan berdasarkan jenis dan mata uang,

(2)RIncian penempatan berdasarkan yang mengalami penurunan nilai
(impaired) dan tidak mengalami penurunan nilai (unimpaired),

(3)Jangka waktu (rata-rata atau per kelompok),

(4)Jumlah penyisihan penurunan nllai dan mutasi selama perlode
berjalan,

(5)RIncian jumlah penempatan berdasarkan pihak yang mempunyai
hubungan istimewa dan pihak ketiga,

(6)Tingkat suku bunga rata-rata per tahun,

(7)Jumlah dana yang diblokir dan alasannya,

(8)Jumlah dana yang tidak dapat dicairkan pada bank bermasalah,
bank beku operasi atau likuidasi termasuk tingkat kemungkinan
diterimanya kembali dana tersebut berdasarkan informasi dari
Otoritas yang berwenang, dan

(9)Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah penyisihan
penurunan nilai.

3)

Piutang Usaha
Yang harus diungkapkan antara lain:

a)
b)
9

d)
2)

jumlah piutang yang dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi,

jumlah piutang menurut debitur,
Jumlah piutang menurut mata uang,

alasan dan dasar pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai,

jumlah cadangan kerugian penurunan nila, beban cadangan kerugian
penurunan nilai secara Individual dan Kolektif, dan penghapusan
piutang,

NN

Catatan 6

Catatan 6

Catatan 6
Catatan &

Page 13 OCR 0.910
Page 13 of 49

?

9

h)

pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan atau
keyakinan manajemen atas Ketertagihan piutang apabila tidak dibentuk
cadangan:

piutang yang dijaminkan, nama pihak yang menerima jaminan, dan
alasan dijaminkan:

jumtah diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif:
dan

informasi keterlibatan berkelanjutan atas piutang yang ditransfer,

meliputi:

(1) jumlah yang ditransfer, beban bunga, retensi, jatuh tempo, dan
Ikatan penting lain yang dlatur dalam perjanjian: dan

(2) jaminan yang diberikan (bila ada).

Catatan 6

Catatan 6, tidak ada
piutang yang
dijaminkan

4

Khusus Industri Asuransi

2)

b)

6)

d)

Piutang Premi

Tambahan pengungkapan mengenalantara lain:

(4) Jumlah piutang berdasarkan tertanggung dan asuradur:

(2) Jumlah piutang berdasarkan jenis asuransi: dan

(3) Jumlah piutang premi yang diperkenankan dalam perhitungan
solvabilitas.

Piutang Koasuransi

Tambahan pengungkapan mengenalantara lain:

(1) Jumlah berdasarkan ko-asuradur,

(2) Jumlah menurut jenis asuransi: dan

(3) Jumlah piutang koasuransi yang diperkenankan dalam perhitungan
solvabltikas.

Piutang Reasuransi

Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:

(1) Jumlah plutang berdasarkan reasuradur:

(2) Jumlah piutang atau utang reasuransi yang disalinghapuskanj dan

(3) Jumlah plutang reasuransi yang diperkenankan dalam perhitungan
solvabilitas.

Piutang Hasil Investasi

Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:

(1) Pemisahan antara piutang kepada pihak berelasi dan pihak ketiga,
(2) Jumlah plutang menurut jenis Investasi:

(3) Jumlah piutang menurut mata uang, dan

(4) Jumlah plutang yang diperkenankan dalam perhitungan
solvabilitas.

5)

Khusus Industri Pemblayaan

a) Piutang Pembiayaan Konsumen

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1)Jumlah piutang menurut dan jenis obyek pembiayaan (contoh:
kendaraan bermotor, elektronik, rumah, dan lain-lain):

(2)Rincian umur dari angsuran pemblyaan Konsumen,

(3)Bagian pinjaman yang dibiayai bank-bank sehubungan dengan
transaksi kerja

(4)sama pembiayaan bersama, penunjukan selaku pengelola piutang,
penerusan pinjaman dan pengambilalihan piutang apabila
perusahaan membagi risiko tidak tertagihnya piutang tersebut
dengan bank-bank dalam rangka transaksi di atas,

(5)Pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui,

(6)Nilal dan jenis jaminan yang diserahkan oleh pelanggan atas
piutang pemblayaan konsumen yang diberikan berdasarkan
objek pembiayaan,

(7)Tingkat suku bunga rata-rata per tahun, dan

(8)Piutang pembiayaan konsumen yang dialihkan dan atau digunakan
sebagai jaminan atas utang.

b) Tagihan Anjak Piutang

Yang harus diungkapkan antara lain:

(4) Jumlah tagihan anjak piutang tanpa recourse dan dengan
recourse, beserta jumlah utang retensi anjak piutang dan
pendapatan anjak piutang (tanpa recourse) serta pendapatan
anjak piutang tangguhan (dengan recourse), dan

(2) Pengungkapan mengenal tingkat bunga, jatuh tempo dan
jumlah plutang yang diperoleh serta Ikatan penting yang diatur
dalam perjanjian anjak plutang.

Page 14 OCR 0.892
Page 14 of 49

Cc) Piutang Sewa Pembiayaan

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Rincian jumlah berdasarkan plhak berelasi dan pihak ketiga:

(2) Rekonsiliasi antara Investasi sewa bruto dan nilai kini plutang
pembayaran sewa minimum pada akhir periode pelaporan. Di
samping itu, lessor mengungkapkan investasi sewa bruto dan
nilal kini piutang pembayaran sewa minimum pada akhir periode
pelaporan, untuk setiap periode berikut:

(a) kurang dari satu tahun
(b) lebih dari satu tahun sampai Ilma tahun
(c) lebih dari lima tahun

(3) pendapatan keuangan yang belum diterima:

(4) nilai residu yang tidak dijamin yang dlakru sebagai manfaat
lessor,

(5) akumulasi penyisihan piutang tidak tertagih atas pembayaran
sewa minimum,

(6) rental kontinjen yang dlakul sebagai pendapatan dalam periode,
dan

(7) penjelasan umum isi perjanjian sewa lessor yang material.

d) Piutang Sewa Operasi

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) jumlah agregat pembayaran sewa minimum masa depan dalam
sewa operasi yang tidak dapat dibatalkan untuk setiap perlode
berikut:

(a) kurang dari satu tahun
(b) lebih dari satu tahun sampal (ima tahun
(c) lebih dari Ilma tahun

(2) total rental kontinjen yang djakul sebagai pendapatan pada
perlode: dan

(3) penjelasan umum isl perjanjian sewa lessor.

9)

Khusus Kontrak Konstruksi

Piutang Retensi
Yang harus diungkapkan antara lain:

la

b)

Jumlah piutang dari masing-masing kontrak konstruksi, dan
Pendapat manajemen akan kemungkinan tertagihnya piutang retensi.

1)

Tagihan Bruto kepada Pelanggan

Yani

g harus diungkapkan dalam pos ini antara lain tagihan bruto dari setiap
ri

kontra!

konstruksi.

palam penjelasan tagihan tersebut, juga harus dirinci dalam bentuk tabel
yaltu :

2)
b)
c)
ku)

biaya kontrak yang terjadi:

laba yang diakui:

kerugian yang terjadi, dan

pekerjaan yang sudah ditagih (termin).

8)

Piutang Reverse Repo
Yang harus diungkapkan antara lain:

a)
b)

ta)
9)

Dj
|
9

Rincian mengenai jenis dan jumlah €fek yang ditransaksikan,

Tanggal dan harga dilakukannya pembelian dan penjualan kembali
Efek,

Nama pihak/counterparty,
Lokasi Efek jaminan,

Tingkat bunga piutang reverse repo,
Cadangan kerugian penurunan nilai (jika ada), dan
Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai (jika ada).

9)

Agunan Yang Diambil Alih
Yang harus diungkapkan antara lain:

a)
b)

c)

Nilai realisasi bersih pada saat diambilalih,

Selisih antara nllai realisasi bersih atas agunan yang diambilalih
dengan saldo piutang yang tidak tertagih, dan

Laba atau rugi yang timbul, termasuk biaya-biaya yang timbul setelah
pengambilalihan agunan tersebut.

10)

Piutang Dividen dan Bunga

Yang harus diungkapkan antara laln rincian jenis dan jumlah tagihan
dividen, bunga, dan dendakepada pihak lain.

Page 15 OCR 0.922
Page 15 of 49

11)

Piutang Lain-Lain

Yang harus dlungkapkan antara lain:

a) Rincian jenis dan jumlah piutang:

b) Jumlah Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN): dan
Cc) Pendapat manajemen atas kecukupan jumlah penyisihan.

Catatan 31

12)

Aset Keuangan Lainnya

Pengungkapan ini telah diterapkan untuk aset keuangan lainnya yang
bersifat lancar maupun tidak lancar.

a) Pengelompokkan aset keuangan lainnya sesuai klasifikasi yang
dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi.

b) Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) nilai tercatat aset keuangan untuk setiap kelompok dan rincian
investasinya,

(2) laba atau rugi neto pada setiap kelompok aset keuangan
berdasarkan klasifikasi, baik yang disajikan pada pas pendapatan
komprehensif lainnya maupun yang diakui sebagai laba atau rugi
periode berjalan:

(3) total pendapatan bunga yang dihitung menggunakan metode suku
bunga efektif untuk aset keuangan selain yang dlukur pada nliai
wajar melalui laba rugi,

(4) blaya perolehan termasuk jumlah premium dan diskonto yang
belum diamortisasi, untuk Efek dimiliki hingga jatuh tempo,

(S) peringkat Efek utang berikut nama pemeringkat (jika ada).

(6) uralan tentang alasan diambilnya keputusan menjual untuk aset
keuangan yang diklasifikasikan dimiliki hingga jatuh tempo:

(7) jika terdapat rektasifikasi aset keuangan, maka wajib
diungkapkan:

(a) jumlah yang direklasifikasi ke dan dari setiap kategori:

(b) alasan reklasifikasi, dan

(c) sisa investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo
yang telah direklasifikasi dalam kelompok tersedia untuk
dijual.

(8) jumlah tercatat aset keuangan yang dijaminkan sebagai agunan

untuk Liabilitas atau liabilitas kontinjensi serta syarat dan kondisi

yang terkait dengan penjaminan tersebut,

LK Ket

Catatan 9, tidak ada
aset keuangan
lainnya ke pihak
berelasi

Catatan 9 dan
laporan posisi
keuangan

Laporan perubahan
ekuitas konsolidasian

(9) jumlah penurunan nilai atas aset keuangan (jika ada), termasuk
mutasinya, dipisahkan antara aset keuangan yang mengatami
penurunan nilai dan aset keuangan yang tidak mengalami
penurunan nilai, serta dipisahkan antara penurunan nilai yang

dihitung secara kolektif dan individual, termasuk beban penurunan

nilai yang diakul dalam laba rugi: dan

(10) jumlah amortisasi keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi
atas Investasi yang tersedia untuk dijual yang direklasifikasi
menjadi dimiliki hingga jatuh tempo.

Catatan 9 dan 34

13)

Khusus Deposito

Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:

a) nama bank, dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi:
b) kisaran suku bunga kontraktual selama pertode pelaporan,

c) jenis dan jumlah deposito dalam mata uang asing, dan

@) hal-hal lain yang dapat mempengaruhi kualitas pencairan deposito
tersebut.

SL

Catatan 4
Catatan 4
Catatan 4

14)

Khusus Investasi pada Sukuk

Tambahan pengungkapan mengenal antara laln:

a) rincian Sukuk berdasarkan nama penerbit dan akad syariah,
b) tujuan model usaha yang digunakan:

C) jumlah Investasi yang direklasifikasikan, jika ada, dan penyebabnya:
dan

d) Nilai Wajar untuk Investasi yang diukur pada biaya perolehan.

15)

Khusus Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:

a) Rincian jumlah nominal dan nilai pasar efek berdasarkan jenis:
b) Tanggal jatuh tempo dan frekuensi pembayaran bunga,

C) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun: dan

d) Informasi penting lainnya.

Page 16 OCR 0.918
Page 16 of 49

16) | Khusus Unit Penyertaan Reksadana

Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:

a) Rincian unit penyertaan reksadana dan Nilai Aset Bersih: dan

b) laba atau rugi neto berdasarkan klasifikasi, baik yang disajikan pada

pos pendapatan komprehensif lainnya maupun yang diakul sebagai laba
atau rugi perlode berjalan
17) | Khusus Wesel Tagih

Tambahan pengungkapan mengenalantara lain, pihak penerbit, kisaran

tingkat bunga, jatuh tempo, jenis mata uang, dan uralan tentang sifat dan

asal terjadinya (dari transaksi usaha atau lainnya).
18) | Khusus Industri Asuransi

Tambahan pengungkapan mengenai aset-aset yang menjadi dana jaminan.
19) | Pinjaman Polis

Yang harus diungkapkan antaralain rincian berdasarkan:

a) Saido pinjaman polis menurut jenis mata uang:

b) Tingkat suku bunga.

20) | Khusus Industri Perbankan

Kredit

Yang harus diungkapkan antara laln:

a) Rincian jumlah kredit berdasarkan jenis, mata uang, sektor ekonomi
dan jangka waktu serta kolektibilitas,

b) Jumlah cadangan keruglan penurunan nilai dan mutasi selama
periode berjalan:

c) Rincian jumlah kredit berdasarkan pihak berelasi dan plhak ketiga,

d) Rasio kredit usaha kecli terhadap jumlah kredit yang diberikan,

e) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun:

? Rincian kredit bermasalah berdasarkan sektor dan jumlah cadangan
penghapusan menurut ketentuan Bank Indonesia,

g) Rasio kredit bermasalah terhadap jumlah Aset keuangan dan rasio
jumlah cadangan keruglan penurunan nilai Aset keuangan yang
telah dibentuk terhadap jumlah minimum cadangankerugian
penurunan nilai Aset keuangan sesual ketentuan Bank Indonesia,

h) Jumlah kredit yang direstrukturisasi berdasarkan jenis dan
kolektibilitas,

Dj Jumlah dan persentase bagian bank atas kredit sindikasi balk selaku
pimpinan, agen, atau anggota sindikasi:

» Ikhtisar pembelian kredit dari BPPN berdasarkan periode pembelian,
jika ada,

k) Pendapat manajemen akan ketaatan bank terhadap Batas Maksimum
Pemberian Kredit (BMPK) yang ditetapkan oleh Bank Indonesia,

» Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan kerugian
penurunan nilai.

21) | Tagihan dan Liabilitas Akseptasi

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Rincian jumlah tagihan dan Ilabilitas berdasarkan pihak, mata uang,
dan jatuh tempo,

b) Untuk tagihan akseptasi diungkapkan Kolektibilitas, jumlah
cadangan penghapusan dan mutasi selama periode berjalan,

€) Rincian jumlah tagihan dan Ilabilitas berdasarkan pihak berelasi dan
pihak ketiga,

d) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan kerugian
penurunan nilai tagihan akseptasi

22) | Persediaan

a) Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) total jurnlah tercatat persediaan dan jumlah nilai tercatat
menurut klasifikasi yang sesual bagi Perusahaan,

(2) jumlah tercatat persediaan yang dicatat dengan Nilai Wajar
dikurangi biaya untuk menjual:

(3) jumlah persediaan yang diakul sebagai beban selama perlode
berjalan,

(4) jumlah setiap penurunan nilai yang diakul sebagai pengurang
jumlah persediaan yang diakui sebagai beban dalam perlode
berjalan:

(5) jumlah dari setiap pemulihan dari setiap penurunan nilai yang
diakut sebagai pengurang jumlah persediaan yang diakui
sebagai beban dalam periode berjalan:

KAK

Catatan 7

Catatan 7

Catatan 7

Catatan 7

Catatan 7

Page 17 OCR 0.912
Page 17 of 49

(6) kondisi atau peristiwa penyebab terjadinya pemulinan nilai
persediaan yang diturunkan:

(7) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk
persediaan yang memenuhi kriteria aset kualifikasian, maka
diungkapkan:

ti) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasl selama periode
berjalan: dan

Ci) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah
blaya pinjaman yang layak dikapltalisasi.

(8) persediaan yang dijamlnkan, nama pihak yang menerima
jaminan, dan atasan dijaminkan: dan

(9) jenis dan nilai persediaan yang diasuransikan, nilai
pertanggungan asuransi, dan risiko yang ditutup serta pendapat
manajemen atas kecukupan pertanggungan asuransi, apabila
tidak diasuransikan wajib diungkapkan alasannya.

Catatan 7

Catatan 7, tidak ada

persediaan
dijaminkan

Catatan 7

yang

b)

Khusus Industri Perhotelan

Tambahan pengungkapan nilai tercatat persediaan menurut klasifikasi
yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Makanan dan minumanj

(2) Perlengkapan: dan

(3) Barang Dagangan.

ko

Khusus Industri Real Estat

Tambahan pengungkapan antara lain:

(1) Pengungkapan nilai tercatat persediaan menurut klasifikasi:
la) Tanah Matang,
(b) Unit Bangunan: dan
(c) Unit Bangunan dalam Penyelesalan.

(2) Jumlah biaya perolehan aset Real Estat yang pengikatan jual
belinya telah berlaku namun penjualannya belum diakul,
termasuk jumlah utang terkait yang akan dialihkan, bila ada.

d)

Tanah untuk Pengembangan
Tambahan pengungkapan antara lain:
(1) Lokasi, luas tanah, proses perizinan)

(2) Jumlah biaya bunga dan rugi kurs yang dikapitalisasi ke tanah
untuk pengembangan, dan

(3) Proporsi tanah yang dijadikan jamlnan utang.

8)

Khusus Industri Media

Tambahan pengungkapan antara lain:

(1) Materi program : lokal, impor (media televisi):

(2) Buku, kertas koran, barang pra cetak (media cetak):
(3) Barang promosi dan barter (media cetak): dan

(4) Bahan persediaan lain yang sesual dengan industrinya.

Khusus Industri Rumah Sakit
Tambahan pengungkapan antara lain:

(1) Obat-obatan,

(2) Perlengkapan medis (disposable), dan
(3) Persediaan lainnya

ke)

Khusus Industri Peternakan

(1) Pengungkapan jumlah tercatat dan nilat tercatat menurut
klasifikasi tertentu, seperti hewan ternak menjadi:

(a) Hewan Ternak Tersedia untuk Dijual: dan
(b) Kewan Ternak dalam Pertumbuhan.
(2) Hewan Ternak Produksi - Berumur Pendek
Yang harus diungkapkan antara lain:

(a) Total jumlah tercatat dan nilai tercatat menurut Klasifikasi
hewan ternak telah menghasilkan dan hewan ternak belum
menghasilkan:

(b) Rekonsiliasi saldo awal dan akhir hewan ternak tiap

Page 18 OCR 0.909
Page 18 of 49

kelompok selama paling tidak 2 tahun terakhir:

(c) Nilai amortisasi (deplesi) atas hewan ternak telah
menghasilkan:

(Gd) Pendapat manajemen atas kecukupan jumlah penyisihan
atau penghapusan persediaan yang mati atau hilang,

te) Nilai hewan ternak yang diasuransikan, nilal pertanggungan
asuransi dan risiko yang ditutup:

(HP Jika tak ada asuransi untuk wabah penyakit, perlu dibuat
cadangan kematian atau metode penghapusan langsung:

(9) Pendapat manajemen atas kecukupan nilai pertanggungan
asuransi: dan Ka

(h) Nilat hewan ternak yang dijaminkan dan nama pihak yang
menerima jaminan.

23) | Pajak Dibayar Di muka
Yang harus diungkapkan antara laln:
a) rincian menurut jenis dan jumlah masing-masing pajaknya: dan Catatan 18
b) uraian mengenai jumlah restitusi pajak yang diajukan dan statusnya. Catatan 18
24) | Biaya Dibayar Dimuka V | Saldo biaya dibayar
Yang harus diungkapkan antara lain rincian menurut jenis dan jumlah. dimuka berada di
bawah threshold
yang ditetapkan oleh
peraturan 8 G7
25) | Aset tidak lancar atau kelompok lepasan yang Dimiliki untuk Dijual v
Yang harus diungkapkan antara lala:
(4) uralan dari aset yang dimiliki untuk dijual atau kelompok lepasan,
(2) uraian fakta dan keadaan dari penjualan, atau yang mengarah kepada
pelepasan yang diharapkan, serta cara dan waktu pelepasan,
(3) kerugian penurunan nilai atau keuntungan pemulihan penurunan
nilal,
(4) dalam hal aset yang dimiliki untuk dijual belum dapat direalisasikan
dalam satu tahun, diungkapkan peristiwa atau keadaan yang dapat
memperpanjang perlode penyelesaian penjualan menjadi lebih dari
satu tahun,
(5) dalam hal dapat diterapkan, segmen yang dilaporkan dari aset yang
dimiliki untuk dijual dan kelompok lepasan disajikan sesuai dengan
SAK yang berlaku: dan
(6) dalam hal aset yang diklasifikasikan sebagai aset yang dimiliki untuk
dijual atau kelompok lepasan dihentikan pengklasifikasiannya,
diungkapkan:
(a)nilai dari aset tersebut, yaitu nilai yang lebih rendah antara:
IL jumlah tercatat aset tersebut sebelum aset atau kelompok
lepasan diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual,
disesualkan dengan penyusutan, amortisasi atau penilatan
kembali yang telah diakui apabila aset atau kelompok
lepasan tersebut tidak diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk
dijual, dan
li. jumtah terpulihkan pada saat tanggal keputusan untuk tidak
menjual
(b)uralan fakta dan keadaan yang mengarah kepada keputusan
tersebut, dan
(c)dampaknya terhadap hasil operasi untuk perlode tersebut dan
periode sajian sebelumnya.
26) | Piutang Pihak Berelasi Non-Usaha
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) rincian jenis, nama pihak berelasi, dan jumlah piutang, Catatan 31
b) alasan dan dasar pembentukan cadangan kerugianpenurunan nilai v
serta penjelasan terjadinya piutang pihak berelasi tersebut,
c) jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, beban cadangan kerugian v
penurunan nilai secara individual dan kolektif, dan penghapusan
piutang, v
d) pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan kerugian
penurunan nilai, dan v

e) dalam hal piutang berelasi non usaha disajikan dalamaset lancar, hal
tersebut harus dibuktikan serta diungkapkan alasannya.

27)

Investasi pada Entitas Asosiasi

Page 19 OCR 0.909
Page 19 of 49

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) nama entitas asosiasi, v Catatan 1 & 9
b) persentase kepemilikan dan penjelasan adanya pengaruh signifikan, v Catatan 1 & 2
beserta alasannya,
Cc) nilai tercatat dan Nilai Wajar investasi dalam entitas asosiasi yang
kuotasi harganya tersedia: v Catatan rawa tidak
i 1 inci tersedia
9) ringkasan informasi keuangan entitas asosiasi termasuk jumlah v Catatan 9
agregat Aset, Liabilitas, pendapatan, dan laba atau rugi:
@) alasan tidak adanya pengaruh signifikan walaupun Perusahaan
memiliki lebih dari 20Y6 (dua puluh perseratus) hak suara atau hak
suara potensial investee secara langsung atau tidak langsung,
?) akhir periode pelaporan dari laporan keuangan entitas asosiasi, ketika
laporan keuangan tersebut digunakan dalam menerapkan metode
ekuitas dan tanggal atau periode yang berbeda dengan Perusahaan,
dan alasan menggunakan tanggal atau periode yang berbeda:
9) sifat dan tingkatan setiap pembatasan signifikan atas kemampuan
entitas asosiasi untuk mentransfer dana kepada Perusahaan,
h) bagian rugi entitas asosiasi yang tidak dlakui dan alasannya, apabila
Perusahaan menghentikan pengakuan bagiannya atas rugi entitas
asoslasi, baik untuk periode terjadinya kerugian tersebut maupun
secara kumulatif:
i) bagian atas Ilabilitas kontinjensi entitas asosiasi yang terjadl bersama-
sama dengan investor lain:
HD) liabilitas kontinjensi yang terjadi karena Investor berkewajiban
bersama-sama untuk semua atau sebagian Liabilitas entitas asosiasl,
dan
k) ringkasan informasi keuangan entitas asosiasl, secara individual atau
dalam kelompok, yang tidak dicatat dengan menggunakan metode
ekuitas termasuk total Aset, total Liabilitas, Pendapatan, dan laba atau
rugi,
28) | Khusus Industri Konstruksi
Jaminan
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jaminan yang diberikan dan
jumlah jaminan tersebut serta kontrak konstruksi yang mensyaratkan
adanya jaminan tersebut.
29) | Khusus Industri Kehutanan v Catatan 10
HTI dan HTI dalam pengembangan
Berupa biaya yang ditangguhkan dalam pelaksanaan pembangunan HTI,
yang disajikan sebagai berikut:
a) Saldo awal:
b) Penyisihan periode berjalan,
C) Realisasi yang dilakukan selama periode berjalan: dan
d) Saldo akhir.
30) | Khusus Industri Jalan Tol
Hak Bagi Hasil Tol
Investor tanpa kuasa hak penyelenggaraan harus mengungkapkan hal-hal
berikut:
(a) Dasar pengukuran hak bagi hasil tol,
(b) Masa hak bagi hasil tol dan amortisasinya,
(c) Perubahan hak bagi hasil tol selama periode berjalan: dan
(d) Reklasifikasi proyek kerjasama operasi dalam pelaksanaan ke hak bagi
hasil tot.
31) | Khusus Industri Perkebunan
Tanaman Perkebunan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Untuk tanaman telah menghasilkan
(1) Rincian nilai tercatat dan akumulasi penyusutan menurut jenis v Catatan 12
tanaman,
(2) Rekonsiliasi nilai tercatat awal tahun dan akhir tahun tanaman vV Catatan 12
untuk setiap kelompok selama paling sedikit 2 tahun terakhir, v Catatan 12
(3) Status tanah yang digunakan untuk menanam: Catatan 12

(4) Nilai tanaman telah menghasilkan berdasarkan area/lokasi
penanaman,

Nilai tanaman telah
menghasilkan tidak
dapat dibagi
berdasarkan area
lokasi karena total
nilai tanaman telah
menghasilkan

Page 20 OCR 0.919
Page 20 of 49

termasuk
alokasi
kombinasi bisnis.

nilai
dari

(5) Perbandingan saldo tanaman belum menghasilkan selama paling Catatan 12
sedikit 2 tahun: dan
(6) Tanaman yang dijaminkan.
b) Untuk tanaman belum menghasilkan Catatan 12
(1) Mutasi tanaman belurn menghasilkan sebagai berikut :
(a) Saldo awal
1. Tambahan tahun berjalan
Il. Biaya langsung
(b) Jumlah kapitalisasi biaya pinjaman, dan rugi kurs dalam hai
terjadi depreslasi luar biasa
i. Pengurangan tahun berjalan
li. Jumlah yang direklasifikasi ke tanaman telah
menghasilkan
(c) Pengurangan lainnya
(d) Saldo akhir,
(2) Nilai tanaman dalam Perkebunan Intl Rakyat / Perkebunan Inti
Plasma yang menjadi milik perusahaan (Inti) dan tanaman yang
bukan milik perusahaan (perkebunan rakyat/perkebunan plasma),
dan Catatan 35
(3) Cadangan kerugian yang mungkin tlmbul pada plasma.
32) | Khusus Industri Peternakan
Hewan Ternak Produksi - Berumur Panjang
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Pengelompokan hewan ternak dalam pertumbuhan (belum
menghasilkan) dan hewan ternak telah menghasilkan:
b) Rekonsiliasi saldo awal dan akhir hewan ternak tiap kelompok selama
paling tidak 2 tahun terakhir,
c) Nilat amortisasi (deplesi) atas hewan ternak telah menghasiikan,
d) Nilai hewan ternak tiap kelompok berdasarkan lokasi/area peternakan,
8) Kondisi hewan ternak,
f) Persentase kematian selama tiga tahun terakhir,
9) Nilai hewan ternak yang diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi
dan risiko yang ditutup:
h) Jika tak ada asuransi untuk wabah penyakit, perlu dibuat cadangan
kematian atau metode penghapusan fangsung:
i) Nifal cadangan kematian atau metode penghapusan langsung, jika ada,
j) Pendapat manajemen atas kecukupan nilai cadangan kematian, jika
ada, dan
k) Nilai hewan ternak yang dijaminkan dan nama pihak yang menerima
jaminan,
33) | Properti Investasi
a) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) model pengukuran setelah pengakuan awal yang digunakan, Catatan 2
model Nilai Wajar atau model biaya:
Catatan 2

(2) metode dan asumsi signifikan yang diterapkan dalam
menentukan Nilai Wajar dari Properti Investasi,

(3) pernyataan bahwa penentuan Nilai Wajar didukung oleh bukti
pasar atau lebih banyak berdasarkan faktor lain karena sifat
properti tersebut dan keterbatasan data pasar yang dapat
diperbandingkan:

(4) nama Penilai, tanggal penilaian, dan tanggal laporan penilaian
terakhir,

(5) jumlah yang diakui dalam laba rugi untuk:
fa) penghasilan sewa dari Properti Investasi,

(b) beban operasi langsung yang terjadi balik dari Properti
Investasi yang menghasilkan maupun yang tidak
menghasilkan penghasilan sewa selama periode tersebut,
dan

(c) perubahan kumulatif dalam Nilal Wajar yang diakui
dalam laba rugi atas penjualan Properti Investasi dari
sekelompok aset yang menggunakan model biaya ke
kelompok aset yang menggunakan model Nilai Wajar,

(6) keberadaan dan jumlah pembatasan atas realisasi dari Properti
Investasi atau pembayaran penghasilan dan hasil pelepasan,
dan

(7) kewajiban Kontraktuat untuk membeli, membangun atau
mengembangkan Properti Investasi atau untuk perbaikan,

Page 21 OCR 0.925
Page 21 of 49

pemeliharaan atau peningkatan.

b) Khusus untuk Properti Investasi yang menggunakan model Nitai
Wajar, selain pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf (a)
ditambahkan pengungkapan antara lain:

(1) rekonsiliasi antara jumlah tercatat Properti Investasi pada
awal dan akhir pericde dengan menunjukkan penambahan,
pengurangan, dan reklasifikasi:

(2) saat suatu penilaian terhadap Properti Investasi disesuaikan
secara signifikan untuk tujuan pelaporan keuangan, maka
Perusahaan harus mengungkapkan rekonsiliasi antara penilaian
tersebut dan penilaian yang telah disesuaikan yang dilaporkan
dalam laporan keuangan, dengan menunjukkan secara terpisah:
(a) jumlah agregat dari pengakuan kewajiban sewa yang telah

ditambahkan kembali: dan
(b) penyesuaian signifikan lain.

S) Khusus untuk Properti Investasi yang menggunakan model biaya,
selain pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf a)
ditambahkan pengungkapan antara lain:

(1) umur manfaat,

(2) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan
Properti Investasi pada awal dan akhir perlode dengan
menunjukkan penambahan, pengurangan, dan reklasifikasi:

(3) jumlah penyusutan untuk masing-masing periode penyajian dan
alokasi beban penyusutan:

(4 jumlah rugi penurunan nilai yang dlakul, dan jumlah pemulihan
rugi penurunan nilai, selama satu periode sesuai SAK yang
berlaku,

(5) transfer ke dan dari persediaan dan properti yang digunakan
sendiri: dan

(6) Nilai Wajar Properti Investasi,

d) Khusus untuk Properti Investasi dalam proses pembangunan dan
pengembangan, Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) rincian Properti Investasi dalam proses pembangunan dan
pengembangan:

(2) persentase jumtah tercatat terhadap nilai kontrak,

(3) estimasi saat penyelesalan,

(4) hambatan kelanjutan penyelesaian:

(5) jumlah pengeluaran yang diakul dalam jumlah tercatat Properti
Investasi dalam proses pernbangunan dan pengembangan: dan

(6) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk properti
Investasi yang memenuhi kriterla aset kualifikasian, maka wajib
diungkapkan:

(a) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode
berjalan, dan

(b) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah
biaya pinjaman yang layak dikapitallsasi.

34)

Aset Tetap

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) setiap kelompok Aset Tetap wajib diungkapkan secara terpisah
berdasarkan kepemilikan aset yaitu aset pemilikan langsung dan/atau
aset sewa pembiayaan,

b) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan Aset
Tetap pada awal dan akhir perlode dengan menunjukkan
penambahan, pengurangan, dan reklasifikasi:

c) jumlah penyusutan untuk masing-masing periode penyajlan dan
alokasi beban penyusutan:

d) rugi penurunan nilal dan jumlah yang dijurnal balik yang diakui
dalam laba rugi dan ekuitas (jika ada):

e) jumlah komitmen kontraktual dalam perolehan Aset Tetap:

#) jumlah kompensasl dari pihak ketiga untuk Aset Tetap yang
mengalami penurunan nilai, hilang, atau dihentikan yang dimasukkan
dalam laba rugi, apabila tidak diungkapkan secara terpisah pada
laporan laba rugi komprehensif,

9) Dalam hal Aset Tetap disajikan pada jumlah revaluasian, yang harus
diungkapkan:

(1) tanggal efektif revaluasi (Tanggal Penilaian):

(2) tanggal efektif persetujuan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP)
apabila Aset Tetap untuk perhitungan pajak menggunakan
jumlah revaluasian:

(3) nama Penilai dan tanggal laporan penilalan terakhir:

(4) metode dan asumsi signifikan yang digunakan dalam
mengestimasi Nilai Wajar aset:

(5) jumlah tercatat untuk setiap Aset Tetap seandainya aset tersebut

St

Catatan 12 (tidak
ada aset sewa
pembiayaan pada
tanggal pelaporan)
Catatan 12

Catatan 12

Catatan 12
Catatan 32

Page 22 OCR 0.914
Page 22 of 49

dicatat dengan model biaya: dan
(6) surplus revaluasi atau rugi penurunan nilal, yang menunjukkan
prubahan selama perlode dan pembatasan-pembatasan distribusi
saldo surplus kepada para pemegang saham.
h) Khusus untuk Aset Tetap dalam proses pembangunan, yang harus
diungkapkan antara lain:
(4) rincian Aset Tetap yang sedang datam pembangunan,

Catatan 12
(2) persentase jumlah tercatat terhadap nilai kontrak,
(3) estimasi saat penyelesaian, Catatan 12
(4) hambatan kelanjutan penyelesaian (jika ada), v
(5) jumlah pengeluaran yang diakul dalam jumlah tercatat aset tetap v
dalam pembangunan: dan
(6) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk aset yang
memenuhi kriteria aset kualifikasian, maka wajib diungkapkan: Catatan 12
ta) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode
berjalan, dan
(b) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah
biaya pinjaman yang layak dikapitalisasi.
1) Pengungkapan lainnya antara lain:
(Ll) jumlah tercatat Aset Tetap yang tidak dipakal sementara,
(2) jumlah tercatat bruto dari setiap Aset Tetap yang telah v
disusutkan penuh dan masih digunakan: Catatan 12
(3) jumlah tercatat Aset Tetap yang dihentikan dari penggunaan
aktif dan tidak diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual,
(4) dalam hal model biaya digunakan, Nilai Wajar Aset Tetap
apabila berbeda secara material dari jumlah tercatat,
(5) nilai buku, hasil penjualan neto, keuntungan (kerugian) dari Aset
Tetap yang dihentikan pengakuannya: Catatan 12
(6) dalam hal terdapat Aset Tetap yang berasal dari hibah, agar
diungkapkan jenis Aset, nilai tercatat, dan tanggal perolehan:
(7) perubahan estimasi masa guna dan/atau metode penyusutan
menurut jenis Aset Tetap,
(8) Kondisi atau peristiwa yang menyebabkan terjadinya penurunan
nilai atau pemulihan penurunan nilai,
(9) Jumlah aset tetap yang dijadikan jamlnan, nama pihak yang
menerima jaminan dan alasan penjaminan: dan Catatan 12
(10) Jenis dan nilai aset tetap yang diasuransikan, nila
pertanggungan asuransi, dan risiko yang ditutup, serta pendapat Catatan 12
manajemen atas kecukupan pertanggungan asuransi, apabila
tidak diasuransikan agar dlungkapkan alasannya.
35) | Khusus Industri Minyak dan Gas Bumi v
Aset Minyak dan Gas Bumi
(khusus untuk perusahaan yang memiliki kegiatan hulu minyak dan gas
bumi)
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian aset menurut jenisnya, seperti: operated acreage, unoperated
acreage, sumur dan peralatan serta fasilitas yang berhubungan,
peralatan kantor, kendaraan, sumur dan peralatan serta fasilitas dalam
pengerjaan,
(2) Tabel yang memuat penjelasan tentang :
(a) Lokasi penambangan,
(b) Saldo awal untuk masing-masing lokasi:
(c) Penambahan dan Pengurangan untuk masing-masing lokasi
penambangan: dan
(d) Saldo akhir untuk masing-maslng lokasi penambangan
(3) Dalam hal saldo aset Minyak dan Gas Bumi tersebut mengandung hak
tagih kepada Regulator terkait, perlu penjelasan kolektabilitas tagihan
tersebut dalam bentuk tabel analisa umur tagihan.
36) | Aset Tak Berwujud
Yang harus diungkapkan untuk setlap jenis Aset Takberwujud antara lain:
a) jumlah tercatat bruto dan akumulasi amortisasi, Catatan 13
b) alokasi jumlah amortisasi Aset Takberwujud ke dalam pos laporan laba v
rugi komprehensif,
Cc) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akurnulasi amortisasi Aset Catatan 13
Takberwujud pada awal dan akhir periode dengan menunjukkan
penambahan, pengurangan, dan reklasifikasi,
d) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk aset yang v

memenuhi kriteria aset kuallfikasian, maka harus diungkapkan:

(1) jumlah blaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode
berjalan: dan

(2) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya
pinjaman yang layak dikapitalisasi,

Page 23 OCR 0.920
Page 23 of 49

e) jumlah tercatat Aset dan faktor signifikan yang mendukung penentuan
dan penilaiannya untuk Aset Takberwujud yang dinitai dengan umur
manfaat tidak terbatas,

f) penjelasan atas jumlah tercatat dan sisa perlode amortisasi dari setiap

Aset Takberwujud yang material terhadap laporan keuangan

Perusahaan:

Aset Takberwujud yang diperoleh melalvi Hibah Pemerintah dan

awalnya diakui pada Nilai Wajar sesuat SAK yang berlaku,

diungkapkan:

(1) Nilai Wajar pada pengakuan awal atas aset-aset tersebut:

(2) jumlah tercatatnya: dan

(3) Aset tersebut diukur setelah pengakuan awal dengan model biaya

atau model revaluasi:

h) keberadaan dan jumlah tercatat Aset Takberwujud yang
kepemilikannya dibatasi dan jumlah tercatat Aset Takberwujud yang
menjadi jaminan untuk Liabilitas,

1) nilai komitmen kontraktual untuk akuisisi Aset Takberwujud:

j) Aset Takberwujud disajikan pada jumlah revaluasian, diungkapkan:
(1) tanggal efektif revaluasi (Tanggal Penilaian),

(2) nama Penilai dan tanggal laporan penilaian terakhir:

(3) jumlah tercatat Aset Takberwujud yang direvaluasi,

(4) metode dan asumsi signifikan yang digunakan dalam
mengestimasi Nilai Wajar aset,

(5) jumlah tercatat untuk setiap Aset Takberwujud seandainya Aset
tersebut dicatat dengan model biaya, dan

(6) surplus revajuasi atau rugi penurunan nilai, yang menunjukkan
perubahan selama periode dan pembatasan-pembatasan distribusi
saldo surplus kepada para pemegang saham.

9

Catatan 13

Catatan 2 dan 13

37.

Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi dan Pertambangan umum

a) Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup
Tangguhan/Penyisihan Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi
Lingkungan Hidup Tangguhan
Yang harus diungkapkan antara lain tabel yang memuat penjelasan

tentang :
(1) Saldo awal,
(2) Penambahan dan pengurangan,
(3) Saldo akhir.

b) Aset Eksplorasi dan Evaluasi

Yang harus diungkapkanantara lain:

(d)rincian biaya perolehan aset eksplorasi dan evaluasi per area of
interest yang mencakup saldo awal, penambahan dan
pengurangan, dan saldo akhir, dan

(2)Jumtah aset, liabilitas, penghasilan dan beban, arus kas operasi,
dan arus kas investasi yang timbul dari eksplorasi dan evaluasi
pertambangan,

Cc) Bagian dari Biaya Eksplorasi Tangguhan: pengupasan tanah
tambang.

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Kebijakan akuntansi sehubungan dengan:

(ap Metode pembebanan biaya pengupasan tanah, dan
(b) Metode perhitungan Rasto Rata-Rata Tanah Penutup.

(2) Jumlah Biaya Pengupasan Tanah yang Ditangguhkan yang terdiri
dari (1) biaya pengupasan awal, (2) biaya pengupasan lanjutan
dengan penjelasan mengenai perbedaan antara rasio aktual
tanah menutup terhadap rasio rata-ratanya,

(3) Perubahan atas Rasio Rata-Rata Tanah Penutup (bila ada):

(4) Biaya Pengupasan Tanah yang Ditangguhkan dimana terjadi
penundaan masa produksi, meliputi penjelasan :
la) Alasan terjadinya penundaan,

(b) Amortisasi belum diperhitungkan karena belum dimulainya
produksi, dan

(c) Jumlah penurunan (write down) akibat dilakukannya
evaluasi (jika ada), terhadap biaya yang ditangguhkan
tersebut, serta metode dan asumsi utama yang
dipergunakan dalam menghitung penurunan nilai tersebut.

d) Biaya Pengembangan Tangguhan
Yang harus diungkapkan antara lain :

(1) Mutasi Biaya Eksplorasi dan Pengembangan Tangguhan selama
tahun berjalan dengan menunjukkan:
fa) Lokasi eksplorasi dan pengembangan)

Page 24 OCR 0.932
Page 24 of 49

(b) Saldo awal:

(c) Penambahan/pengurangan:

(dj) Amortisasi, dan

(e) Saldo akhir,

Biaya pengembangan yang ditangguhkan atas keglatan

pengembangan yang masih berjalan:

Penjelasan apabila terjadi penghapusan biaya eksplorasi dan

pengembangan tangguhan yang menurut penelaahan

manajemen tidak dapat dipulihkan:

Jumlah biaya eksplorasi dan pengembangan yang ditangguhkan

dimana terjadi penundaan masa produksi, meliputi penjelasan:

(a) Alasan terjadinya penundaan:

(b) Amortisasi belum diperhitungkan karena belum dinilainya
produksi: dan

(c) Jumlah penurunan (write down) akibat dilakukannya evaluasi
bila ada, terhadap biaya yang ditangguhkan tersebut, serta
metode dan asumsi utama yang dipergunakan dalam
menghitung penurunan nilai tersebut.

(5) Apabila terdapat lebih dari satu Area of Interest, maka harus
diungkapkan rincian dari Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan
untuk tiap-tiap Area of Interest.

(2.

(3

4

Llabilitas

1)

Utang Usaha
Yang harus diungkapkan antara lain:

a) jumlah utang usaha yang dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak
berelasi,

b) jumlah utang usaha menurut mata uang, dan
€) jaminan yang diberikan oleh Perusahaan dengan menunjuk pos-pos
yang berhubungan.

Catatan 16 & 31

2)

Provisi

a) Pengungkapan untuk provisi berlaku untuk provisi jangka pendek dan
provisi jangka panjang.

b) Yang harus diungkapkan antara lain:

(4) nilai tercatat pada awal dan akhir perlode:

(2) provisi tambahan dalam periode bersangkutan)

(3) jumlah yang terjadi dan dibebankan pada provisi selama periode
bersangkutan:

(4) jumlah yang dibatalkan selama periode bersangkutan atas jumlah
yang belum digunakan:

(5) peningkatan selama perlode yang bersangkutan, dalam nilai kini,
yang terjadI karena berlalunya waktu dan dampak dari setiap
perubahan tingkat diskonto,

(6) uralan mengenai karakteristlk kewajiban dan perkiraan saat
terjadinya arus keluar sumber daya ekonomi,

(7) indikasi ketidakpastian waktu atau jumlah arus keluar
sebagaimana dimaksud dalam angka(6). Dalam hat diperlukan,
Perusahaan mengungkapkan asumsi utama yang mendasari
prakiraan peristiwa masa depan, dan

(8) jumlah estimasi penggantian yang akan diterima dengan
menyebutkan jumlah Aset yang telah diakul untuk estimasi
penggantian tersebut.

3)

Beban akrual
Yang wajib diungkapkan antara lain jenis dan jumlah dari unsur utama
beban yang belum jatuh tempo.

Catatan 17

9

Khusus Industri Perbankan
Llabilitas Segera
Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Rincian berdasarkan jenis dan mata uang: dan
b) Uraian mengenai sifat masing-masing kewajiban.

5)

Utang Repo

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Rincian mengenai jenis dan jumlah Efek yang dijual Perusahaan pada
transaksi repo,

b) Tanggal dan harga dilakukannya pembelian dan penjualan kembali
Efek.

8)

Khusus Kontrak Konstruksi

Utang Bruto kepada Pelanggan

Yang harus diungkapkan dalam pos ini antara lain liabilitas bruto dari setiap
kontrak konstruksi. Dalam penjelasan tagihan tersebut, juga harus dirinci
dalam bentuk tabel yaitu :

Page 25 OCR 0.918
Page 25 of 49

a)
b)
c)
9

biaya kontrak yang terjadi:

laba yang diakui:

kerugian yang dialami: dan

pekerjaan yang sudah ditagih (termin).

7)

a)

Khusus Industri Perbankan

Simpanan Nasabah

Yang harus diungkapkan antara lain rincian tiap jenis simpanan yang

mengungkapkan:

(4) Rincian berdasarkan mata uang, dan jangka waktu:

(2) Rincian jumlah simpanan berdasarkan pihak berelasi dan pihak
ketiga,

(3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun,

(4) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan untuk sertifikat deposito,

(5) Rincian simpanan bermasalah berdasarkan statusnya, misalnya
diblokir atau dijaminkan, dan

(6) Pemberian fasilitas istimewa kepada pemilik rekening giro.

b)

Simpanan dari Bank Lain

Yang harus diungkapkan antara lain:

(4) Rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan jangka waktu,

(2) Rincian jumlah simpanan berdasarkan pihak berelasi dan pihak
ketiga,

(3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun:

(4) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan untuk sertifikat deposito:
dan

(5) Rincian simpanan bermasalah berdasarkan jenis dan statusnya,
misalnya diblokir atau dijaminkan.

8)

a)

Khusus Industri Asuransi Kerugian dan Jiwa

Kewajiban Manfaat Polis Masa Depan

Yang harus diungkapkan antara lain :

(1) Rincian berdasarkan program asuransi:

(2) Rincian berdasarkan jenis pertanggungan,
(3) Rincian berdasarkan mata uang:

(4) Dasar perhitungan dan asumsi aktuaris: dan

(S) Rekonsiliasi jumlah pada awal dan akhir perlode yang
memperlihatkan penambahan dan pengurangan.

b)

Utang Klaim

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Pemisahan antara utang klaim kepada pihak berefasi dan pihak
ketiga,

(2) Jumlah utang klaim berdasarkan tertanggung:

(3) Jumlah utang klaim menurut jenis asuransi: dan

(4) Jumlah utang menurut mata uang.

c)

Estimasi Klaim Retensi Sendiri

Yang harus diungkapkan antara lain:

(4) Jumlah menurut jenis asuransi,

(2) Jumlah menurut tertanggung:

(3) Jumlah menurut mata uang, dan

(4) Jumlah estimasi klaim yang sudah terjadi namun belum
dilaporkan.

4)

Premi yang belum merupakan Pendapatan

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Jumlah menurut program asuransi:

(2) Jumlah menurut jenis pertanggungan,

(3) Pemisahan antara premi yang belum merupakan pendapatan
kepada pihak berelasi dan pihak ketiga,

(4) Metode perhitungan yang digunakan: dan

(5) Rekonsiliasi jumlah pada awal dan akhir periode yang
memperlihatkan penambahan dan pengurangan.

2)

)

Utang Koasuransi (rewrite)

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Pemisahan antara utang klaim kepada pihak berelasi dan pihak
ketiga,

(2) Jumlah berdasarkan ko-asuradur,

(3) Jumlah menurut jenis mata uang, dan

(4) Jumlah menurut umur utang.

Utang Reasuransi

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Pemisahan antara utang klaim kepada pihak berelasi dan pihak
ketiga:

Page 26 OCR 0.920
Page 26 of 49

(2) Jumlah berdasarkan reasuradur,

(3) Jumlah menurut jenis mata uang:

(4) Jumlah menurut umur utang, dan

(5) Jumlah utang atau piutang reasuransi yang disalinghapuskan.

9) Utang Komisi v
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Jumtah berdasarkan tertanggung dan asuradur,
(2) Jumlah menurut jenis mata uang, dan
(3) Jumlah menurut jenis asuransi.
h) Titipan Premi v
Yang harus diungkapkan antara lala rincian menurut jenis asuransi.
i) Hak Laba Pemegang Polis Yang Belum Dibagikan v
Yang harus diungkapkan:
(1) Tanggal dan hasil keputusan rapat pemegang saham,
(2) Dasar perhitungan: dan
(3) Saldo menurut usia.
9) | Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek Catatan 17
Yang harus diungkapkan antara lain jenis dan jumlahnya,
10) | Utang Pajak Catatan 18
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jenis dan jumlahnya, dan
b) Informasi mengenal ketetapan pajak.
11) | Khusus Industri Pembiayaan v
Kewajiban Anjak Piutang
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Jumlah Ilabilitas anjak piutang dalam rangka anjak piutang dengan
recourse, dan
b) Jumlah beban tangguhan, plutang retensi anjak plutang, dan jatuh
tempo serta ikatan penting ialnnya yang diatur dalam perjanjlan anjak
piutang.
12)| Khusus Kontrak Konstruksi v
Yang Muka Kontrak
Yang harus diungkapkan antara lain jumlah uang muka kontrak yang
diterima.
13) | Bagian Lancar atas Liabilitas Jangka Panjang Catatan 19
Yang harus diungkapkan antara lain bagian lancar atas Ilabilitas jangka
panjang sesual dengan pengungkapan utang bank dan lembaga keuangan
jangka panjang sebagaimana dlatur dalam Checklist ini.
14) | Liabilitas Keuangan Lainnya
a) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Pengungkapan untuk liabilitas keuangan lainnya berlaku Catatan 15, 16 dan
untuk liabilitas keuangan lainnya yang bersifat jangka pendek 19
dan jangka panjang,
(2) Perusahaan wajib mengelompokkan sesuai klasifikasi yang v
dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi:
(3) Yang harus diungkapkan antara lain:
(a) nltal tercatat llabilitas keuangan untuk setiap kategori, v
(b) laba atau rugi neto pada setiap liabilitas keuangan: dan v
(c) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan v
dalam memenuhi persyaratan dan kondisi utang (misalnya
restrukturisasi utang dan kondisi default).
b) Dalam hal terdapat restrukturisasi Utang
Yang harus diungkapkan antara laln : v
(1) Penjelasan tentang pokok-pokok perubahan persyaratan dan
penyelesaian utang,
(2) Jumlah keuntungan atas restrukturisasi utang dan dampak
pajak penghasilan yang terkait:
(3) Jumlah keuntungan atau keruglan bersih atas pengalihan aset
yang diakui selama periode tersebut, dan
(4) Jumlah utang kontinjen yang dimasukkan dalam nltai tercatat.
utang yang telah direstrukturisasi.
15) | Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi vV
Bagian Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup
yang Jatuh Tempo dalam Satu Tahun
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jenis dan jumlahnya.
16) | Khusus Industri Pertambangan Umum v

Bagian Penyisihan untuk Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan
Hidup yang Jatuh Tempo dalam Satu Tahun

Page 27 OCR 0.901
Page 27 of 49

Yang harus diungkapkan antara lain rincian jenis dan jumlahnya.

17) | Liabilitas terkait aset atau kelompok lepasan yang dimiliki untuk
dijual,
Yang harus diungkapkan antara lain liabilitas terkait aset atau kelompok
lepasan yang dimiliki untuk dijual sesuai dengan dan dapat digabung
dengan pengungkapan aset tidak lancar atau kelompok lepasan yang
diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual.
Liabilitas Jangka Panjang
18) | Utang Pihak Berelasi Non-Usaha
Yang Harus diungkapkan antara lain :
a) rincian nama pihak berelasi, jenis, dan jumlah utang: v Catatan 31
b) jumlah utang menurut mata uang, dan v Catatan 37
C) jaminan yang diberikan dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan.
19) | Utang Bank dan Lembaga Keuangan Jangka Panjang
Yang Harus diungkapkan antara lain:
a) rincian jumlah utang berdasarkan nama bank/lembaga keuangan dan | V Catatan 15 dan 19
jenis mata uang:
b) kisaran suku bunga kontraktual selama perlode pelaporan: v Catatan 15 dan 19
Cc)  tanggat jatuh tempo: v Catatan 15 dan 19
d) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) v Catatan 15 dan 19
bulan,
e) penjelasan tentang fasilitas pinjaman yang diperoleh, termasuk v Catatan 15 dan 19
jumlah dan tujuan perolehannya: v Catatan 15 dan 19
f) pembayaran yang dilakukan pada periode berjalan untuk masing-
masing fasilitas pinjaman,
kejadian penting tainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam
» memenu Pe aa AIA kondisi utang (misatnya restrukturisasi v Catatan 15 dan 19
utang dan kondisi default),
h) Painan Yang diberikan dengan menunjuk pos-pos yang v Catatan 15 dan 19
I) persyaratan lain yang penting, seperti adanya pembatasan / Catatan 15 dan 19
pembagian dividen, pembatasan rasio tertentu, dan/atau
pembatasan peroletian utang baru, dan
» pengungkapan Informasi sehubungan dengan liabilitas berbunga
jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam jangka waktu 12 (dua
belas) bulan sejak tanggal laparan posisi keuangan tetapi tetap
diklasifikasikan sebagai Itabilitas jangka panjang, antara lain adalah:
(1) nama bank/lembaga keuangan dan jumlahnya: dan
(2) ringkasan perjanjian lama dan baru, yang meliputi tangga!
kesepakatan, jangka waktu pinjaman, tanggal jatuh tempo, dan
persyaratan penting.
20) | Utang Sewa Pembiayaan
Yang harus diungkapkan antara lain :
B) jumlah neto nilal tercatat untuk setiap kelompok aset dan pemberi
sewa (lessor) pada tanggal laporan posisi keuangan,
b) rekonsiliasi antara total pembayaran sewa minimum di masa depan
pada tanggal laporan posisi keuangan, dengan nilai kininya. Selain itu
wajlb mengungkapkan total pembayaran sewa minimum di masa
depan pada tanggal laporan posisi keuangan, dan nilai kininya, untuk
setiap periode berikut:
(1) sampai dengan satu tahun:
(2) lebih dari satu tahun sampai S (lima) tahun: dan
(3) lebih dar 5 (Iimajtahun.
C) pembayaran sewa kontinjen yang diakul sebagai beban pada periode
tersebut:
d) total pembayaran minimum sewa-lanjut (sublease) masa depan yang
diperkirakan akan diterima dari kontrak sewa-lanjut yang tidak dapat
dibatalkan (non-cancellable sublease) pada tanggat laporan posisi
keuangan,
e) keuntungan atau kerugian yang ditangguhkan beserta amortisasinya
sehubungan dengan transaksi penjualan dan penyewaan kembali (sale
and leaseback): dan
f) penjelasan umum isi perjanjian sewa yang material, antara tain:
(1) dasar penentuan utang sewa kontinjen:
(2) ada tidaknya klausul-klausul yang berkaitan dengan opsi
perpanjangan atau pembelian dan eskalasi beserta syarat-
syaratnya: dan
(39 pembatasan-pembatasan yang ditetapkan dalarn perjanjian
sewa.
21) Khusus Industri Perbankan

3)

Surat Berharga yang Diterbitkan
Yang harus diungkapkan antara lain:

Page 28 OCR 0.916
Page 28 of 49

(1) Rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan jangka waktu,

(2) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan plnak ketiga,

(3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun:

(4) Rincian berdasarkan peringkat efek dan perusahaan
pemeringkat,

(5) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan,

(6) Ringkasan perjanjian yang meliputi tanggal kesepakatan,
jangka waktu perjanjian, tanggal jatuh tempo, kewajiban yang
harus dipenuhi, dan persyaratan penting lainnya (Debt
Covenance):

(7) Pendapat manajemen tentang pemenuhan Debt Covenance atas
surat berharga yang diterbitkan.

b) Pinjaman Diterima

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Rincian berdasarkan pihiak, jenis, dan mata uang:

(2) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga:

(3) Ringkasan perjanjian yang meliputi tanggal kesepakatan,
jangka waktu perjanjian, tingkat bunga, tanggal jatuh tempo,
nilai Aset bank yang dijaminkan, dan persyaratan penting
lainnya(debt covenance):

(4) Pendapat manajemen terkait pemenuhan debt covenance,

(5) Apabila bank menerima dana atau fasilitas pinjaman dari
pemerintah atau pihak lain dengan tingkat Imbalan yang lebih
rendah dari tingkat bunga pasar maka manajemen
mengungkapkan mengenai fasilitas tersebut dan dampaknya
terhadap laba bersih.

Cc) Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan Kolektibilitas,

(2) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pinak Ketiga,

(3) Jumlah penyisihan penurunan nilai dan mutasi selama periode
berjalan,

(4) Ketentuan minimum penyisihan penurunan nilal komitmen dan
kontinjensi menurut BI dan posisi penyisihan penghapusan bank
pada saat perlode pelaporan, dan

(5) Pendapat manajemen akan Kecukupan jumlah penyisihan
penurunan nilai komitmen dan kontinjensi.

22) | Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi v
Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan
Yang harus diungkapkan antara laln :

a) Mutasl taksiran provisi PLH selama tahun berjalan dengan
menunjukkan:

(1) Saldo awal,

(2) Penyisihan yang dibentuk:

(3) Pengeluaran yang terjadi, dan
(4) Saldo akhir.

b) Kegiatan PLH yang telah dilaksanakan dan yang sedang berjalan,

c) Llabilitas bersyarat sehubungan dengan PLH dan llabilitas bersyarat
lainnya sebagaimana diatur dalam standar akuntansi keuangan,

d) Apabila dalam pos ini terdapat komponen biaya yang sifatnya material,
misalnya beban penutupan tambang, maka perusahaan dapat
menyajikannya dalam pos yang terpisah:

e) Tabel yang memuat penjelasan tentang:

(1) Saldo awal,
(2) Penambahan dan Pengurangan :
(3) Saldo akhir.
23) | Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang

a) Imbalan Pasti

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) gambaran umum mengenai jenis program.

(2) rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari nilai kini kewajiban Imbalan
pasti yang menunjukkan secara terpisah, pengaruhnya selama
perlode berjalan yang dapat diatribusikan ke dalam:
la) biaya jasa kini,

(b) biaya bunga,
(c) iuran oleh peserta program,
(d) keuntungan dan kerugian aktuarial,

(e) perubahan kurs mata uang asing pada program yang diukur
dengan mata uang yang berbeda dengan mata uang

St

Catatan 2, 3 dan 20
Catatan 20

Page 29 OCR 0.920
Page 29 of 49

penyajian:

(F) imbalan yang dibayarkan:

(9) biaya jasa lalu:

(h) kombinasi bisnis,

(i) curtaliment, dan

Gi) penyelesaian.

(3) analisis kewajiban Imbalan pasti terhadap jumlah yang dihasilkan
dari program yang seluruhnya tidak didanai dan jumlah yang
dihasilkan dari program yang seluruhnya atau sebagian didanai,

(4) rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari Nilat Wajar aset program
serta saldo awal dan akhir dari setiap hak penggantian yang diakui
sebagal Aset sesuai dengan SAK menunjukkan secara terpisah,
dampak selama periode yang dapat diatribusikan pada setiap:
(a) hasil yang diharapkan dari aset program:

(b) keuntungan dan kerugian aktuarial:

(c) perubahan kurs mata uang asing pada program yang
diukur dengan mata uang yang berbeda dengan mata uang
penyajian:

(d) iuran oleh pemberi pekerja:

te) iuran oleh peserta program:

(FP) imbalan yang dibayarkan:

(9) kombinasi bisnis: dan

(h) penyelesaian:

(5) rekonsiliasi nilai kini kewajiban Imbalan pasti sebagaimana
dimaksud dalam butir (2) dan Nilai Wajar aset program
sebagaimana dimaksud dalam butir (4) atas Aset dan Llavititas
yang diakui dalam laporan posisi keuangan, paling Kurang
mengungkapkan:

(a) keuntungan dan kerugian aktuarial neto yang tidak diakui
dalam laporan posisi keuangan:

(b) biaya jasa lalu yang tidak diakul dalam laporan posisi
keuangan,

(c) setiap jumlah yang tidak diakui sebagal Aset, dikarenakan
oleh batasan dalam SAK:

(d) Nilai Wajar pada akhir periode pelaporan dari setiap hak
penggantian yang diakul sebagai Aset sesuai dengan SAK,

lan

(e) jumlah lainnya yang diakui datam laporan posisi keuangan,

(6) total beban yang diakui di laba rugi untuk setiap hal-hal berikut
dan nama pos dimana hal tersebut termasuk:
la) biaya jasa klni,

(b) biaya bunga,

(c) hasil yang diharapkan dar) aset program,

(d) hasil yang diharapkan dari setiap hak penggantian yang
dlakui sebagai Aset sesuai dengan SAK:

(e) keuntungan dan kerugian aktuarial, jika Perusahaan memilih
metode koridor 10Y6 (sepuluh per seratus):

( biaya jasa lalu:

(9g) dampak dari curtallment terutama terkait dengan
penyelesaiannya, dan

(h) dampak dari batasan dalam SAK:

(7) jumlah total yang diakui dalam pendapatan Komprehensif lain
yang akan diakui segera dalam saldo laba, meliputi:
(a) keuntungan dan kerugian aktuarial, dan
(b) dampak dari batasan dalam SAK,

(8) jumlah kumulatif dari keuntungan dan kerugian aktuarial yang
diakui pada pendapatan komprehensif lain, dalam hal Perusahaan
mengakui keuntungan dan kerugian dalam pendapatan
komprehensif laln sesuai dengan SAK:

(9) persentase atau jumlah setiap kategori utama yang merupakan
Nilai Wajar total aset program, untuk setiap kategori utama dari
aset program, yang mencakup, namun tidak terbatas pada,
Instrumen ekuitas, instrumen utang, properti, dan seluruh aset
lain:

(10) jumlah yang mencakup Nilai Wajar aset program untuk:

(a) setiap kategori instrumen keuangan milik Perusahaan, dan
(b) setiap properti atau Aset lain yang digunakan oleh
Perusahaan,

(11) penjelasan atas dasar yang digunakan untuk menentukan tingkat
pengembalian yang diharapkan atas Aset secara keseluruhan,
termasuk dampak kategori utama dari aset program,

(12) Imbal hasil aktual atas aset program, serta imbal hasil aktual atas
setiap hak penggantian yang diakui sebagai Aset:

Catatan 20

Catatan 20

Catatan 20

Catatan 20

Catatan 20

Catatan 20

Page 30 OCR 0.918
Page 30 of 49

(13) Asumsi aktuarial utama yang digunakan sampai pada akhir
periode pelaporan dan diungkapkan dalam ukuran yang absolut
dan tidak hanya sebagai marjin antara persentase dan variabel
lainnya, termasuk:

(a) tingkat diskonto:

(b) tingkat imbal hasil yang diharapkan atas setiap aset program
untuk periode yang disajlkan dalam laporan keuangan,

(c) tingkat imbal hasil yang diharapkan untuk periode yang
disajikan dalam laporan Keuangan pada setlap hak
penggantian yang diakui sebagai Aset:

(d) tingkat kenatkan gaji yang diharapkan (dan perubahan dalam
Indeks atau variabel tertentu lainnya dalam masa program
formal atau konstruktif sebagal dasar untuk kenaikan
Imbalan masa depan),

(e) tingkat tren biaya kesehatan: dan

(F) asumsi material lain yang digunakan dalam aktuaria,

(14) dampak kenaikan atau penurunan satu angka persentase dalam
tingkat tren biaya kesehatan yang diasumsikan pada:

(a) biaya jasa kini agregat dan komponen biaya bunga dari biaya
kesehatan pascakerja periodik neto: dan

(b) akumulasi kewajiban imbalan pascakerja untuk biaya
kesehatan.

(c) Dalam hal program dioperasikan dalam lingkungan inflasi
yang tinggi, wajib diungkapkan dampak persentase
kenalkan atau penurunan tingkat tren biaya kesehatan yang
diasumsikan dari makna yang serupa dengan satu angka
persentase dalam Ilngkungan inflasi yang rendah.

(15) Jumlah periode tahunan saat ini dan periode empat tahun
sebelumnya dari:

(a) nilai kini kewajiban imbalan pasti, Nilai Wajar aset program
dan surplus atau defisit pada program: dan

(b) penyesuaian yang timbul pada:

(i) Ilabilitas program dinyatakan sebagai jumlah atau
persentase dari llabilitas program pada akhir perlode
pelaporan: dan

(Ii) aset program dinyatakan sebagai jumlah atau
persentase dari aset program pada akhir periode
pelaporan,

(16) estimasi terbaik pemberi kerja, segera setelah dapat ditentukan
secara andal, dari iuran yang diharapkan akan dibayar dalam
program selama periode tahunan dimulai setelah periode
pelaporan,

(17) khusus untuk program Imbalan pasti yang membagi risiko antar
entitas sepengendali, wajib diungkapkan sebagai berikut:

(a) perjanjian kontraktual atau kebijakan tertulis untuk
pembebanan biaya imbalan pasti neto atau bukti bahwa tidak
ada kebijakan seperti itu,

(b) dalam hal Perusahaan mencatat alokasi biaya imbalan pasti
neto sesuai SAK, maka Perusahaan mengungkapkan:

(3) Informasi yang memungkinkan pengguna laporan
keuangan untuk mengevaluasi sifat program Imbalan
pasti dan dampak keuangan atas perubahan program
selama periode tersebut,

(ii) pengungkapan gambaran umum jenis program sesual
dengan huruf a) butir (1) mencakup penjelasan praktik
Informai yang menimbulkan kewajiban konstruktif
termasuk dalam pengukuran kewajiban imbalan pasti:
dan

(ili)jika Perusahaan mencatat iuran yang terutang untuk
periode sesuai SAK Informasi tentang program secara
keseluruhan disyaratkan sesuai dengan butir (1), butir
(2), butir (3), butir (4), butir (9), butir (13), butir (14),
dan butir (16) serta butir il.

b) Iuran Pasti
Perusahaan yang menyelenggarakan program iuran pastiharus
mengungkapkan jumlah yang diakul sebagai beban untuk program
Iuran pasti.

€) Imbalan Kerja Jangka Panjang Lainnya
Yang harus diungkapkan paling kurang jenls dan jumlah Imbalan
kerja jangka panjang lainnya.

4d) Pesangon Pemutusan Kontrak Kerja

Catatan 20

Catatan 20

Catatan 20

Catatan 20

Page 31 OCR 0.930
Page 31 of 49

Yang harus diungkapkanantara lain:

(1) iuran program dan jumlah pesangon pemutusan Kontrak kerja,
dan

(2) penjelasan mengenai liabilitas kontinjen (jika ada).

24)

Utang Obligasi

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) rincian mengenai jenis, nilai nominal dan nilai tercatat dalam rupiah
dan mata uang asing, tanggal jatuh tempo, jadwal pembayaran
bunga, suku bunga, bursa tempat obligasi dicatatkan, dan tujuan
penerbitannya,

b) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek:

c) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 42 (dua belas)
bulan:

d) nara Wali Amanat dan keterkaitan usaha dengan Perusahaan,

e) jaminan serta pembentukan dana untuk pelunasan utang pokok
obligasi dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan, jika ada,

f) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak Perwaliamanatan:

9) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam
memenuhi persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi
utang dan kondisi default): dan

h) persyaratan penting lainnya.

Catatan 19

Catatan 19

Catatan 19

Catatan 19

25)

Sukuk
a) Perusahaan wajib mengelompokkan Sukuk berdasarkan akad syariah
yang digunakan.
b) Perusahaan harus mengungkapkan antara lain:
(1) uralan tentang persyaratan utama dalam penerbitan Sukuk,
termasuk:
(a) ringkasan akad syariah dan skema transaksi syariah yang
digunakan:
(b) Aset, manfaat, atau aktivitas yang mendasari,
(c) nilai nominal,
(d) besaran imbalan (untuk Sukuk ijarah):
(e) prinsip pembagian hasil usaha, dasar bagi hasil, dan besaran
nisbah bagi hasil (untuk Sukuk mudharabah),
(f) rencana jadwal dan tata cara pembagian dan/atau
pembayaran imbalan atau bagi hasil,
(9) jangka waktu:
(h) tujuan penerbitannya, dan
() persyaratan penting lain:
(2) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek,
(3) bursa tempat Sukuk dicatatkan,
(4) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas)
bulan:
(5) nama Wall Amanat dan Keterkaitan usaha dengan Perusahaan,
(6) jaminan dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan (jika ada):
(7) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak
Perwaliamanatan: dan
(8) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Emiten atau
Perusahaan Publik dalam memenuhi persyaratan dan kondisi
Sukuk (misalnya restrukturisasi Sukuk dan kondisi default).

26)

Utang Subardinasi

Yang harus diungkapkan antara laln:

a) nama kreditur, sifat ikatan, jangka waktu, jenis mata uang, dan
kisaran suku bunga kontraktual selama periode pelaporan

b) tujuan perolehannya,

C) persyaratan terkait dengan pelunasan utang subordinasi,

@d) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam
memenuhi persyaratan dan Kondisi utang (misalnya restrukturisasi
utang dan kondisi default):

8) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak Perwaliamanatan:
dan

f) persyaratan penting lainnya.

27)

Obligasi Konversi

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) rincian mengenai jenis, nilai nominal dan nilai tercatat, tanggal jatuh
tempo, jadwal pembayaran bunga, suku bunga, bursa tempat
obligasi konversi dicatatkan, dan tujuan penerbitannya:

b) periode konversi dan persyaratan konversi, antara lain meliputi rasio
konversi, harga pelaksanaan, hak konversi sebelum jatuh tempo serta

Page 32 OCR 0.921
Page 32 of 49

9

d)
8)

9)

h)

»

x)
»

m)

persyaratannya, dan penalti:

dampak dilusi apabila seluruh obilgasi dikonversikan, dengan
memperhatikan tingkat konversi atau harga pelaksanaan (exercise
price) yang paling menguntungkan dari sudut pandang pemegang
obligasi konversi:

jumlah obligasi yang telah dikonversikan dan dampak dilusinya:
peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek,

jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas)
bulan,

nama Wall Amanat dan keterkaitan usaha dengan Perusahaan,
jaminan serta pembentukan dana untuk pelunasan utang pokok
Obligasi dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan (jika ada),
kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam
memenuhi persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi
utang dan kondisi defauit):

dalam hal Perusahaan menerbitkan obilgasi konversi tanpa melalui
penawaran umum, wajib diungkapkan tujuan penerbitan dan nama
pembeli:

komponen Liabilitas dari obligasi konversi,

keberadaan fitur derivatif melekat, dan

persyaratan penting lainnya

Ekuitas

Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk

1)

Modal Saham
Yang harus diungkapkan antara lain :

a)

b)
9

9

)

Bagi setiap jenis saham, antara tain:

(1) Rekonsillasi jumlah saham beredar pada awal dan akhir periade,

(2) Hak, keistimewaan, dan pembatasan yang melekat pada setiap
Jenis saham, termasuk pembatasan atas dividen dan
pembayaran kembali atas modal, dan

(3) Saham yang dicadangkan untuk penerbitan dengan hak opsi dan
kontrak penjualan saham, termasuk jumlah dan persyaratan,

Penjelasan mengenal sifat dan tujuan setiap pos cadangan dalam

ekuitas:

Susunan pemegang saham dengan mengungkapkan Jumlah lembar

saham dan persentase kepemilikan, yaitu:

(1)Pemegang saham yang memiliki 596 (Ilma perseratus) atau lebih,

(2)Nama direktur dan komisaris yang memiliki saham, dan

(3) Pemegang saham lainnya:

Dalam hal terjadi perubahan modal saham dalam periode berjalan:

(1)Keputusan yang berhubungan dengan perubahan modal saham
tersebut, seperti pengesahan Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia, persetujuan dan/atau pemberitahuan Menteri terkalt,
dan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS),

(2)Sumber peningkatan modal saham, antara lain dari kapitalisasi
aglo, saldo laba, penerbitan saham baru dari Penawaran Umum
dengan dan/atau tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu
(right Issue dan private placement), pelaksanaan waran, serta
konversi obilgasi: dan

(3)Tujuan perubahan modal saham, antara lain dalam rangka
ekspansi, penyelesaian pinjaman, atau pemenuhan kecukupan
modal,

Dalam hal hanya sebagian saham Perusahaan yang dicatatkan di

Bursa Efek, agar disebutkan jumlah saham yang dicatatkan dan yang
tidak dicatatkan pada Bursa Efek.

Catatan 21

Catatan 21

2)

Tambahan Modal Disetor (Additional Paid-in Capital)
Yang harus diungkapkan antara lain:

a)

Rincian jumlah tambahan modal disetor,

Uraian sumber agio saham,

Rincian biaya emisi Efek ekuitas berdasarkan penerbitan Efek ekuitas,

Uraian mengenai sifat dan asal selisih kurs atas modal disetar,

Uraian mengenai sifat dan asal tambahan modal disetor lainnya,

Pengungkapan untuk selisih nilal transaksi dengan entitas

sepengendail, antara lain:

(1) Nama dan penjelasan tentang entitas atau bisnis yang
berkombinasi,

(2) Penjelasan mengenai hubungan sepengendali dari entitas-entitas
yang bertransaksi dan bahwa hubungan tersebut tidak bersifat
sementara:

SL,

Catatan 22
Catatan 22

Catatan 22

Page 33 OCR 0.920
Page 33 of 49

(3) Tanggal efektif transaksi,
(4) Operasi atau kegiatan bisnis yang telah diputuskan untuk dijual
atau dihentikan akibat kombinasi bisnis tersebut,
(5) Kepemilikan entitas atau bisnis yang dialihkan serta jenis dan
jumlah imbalan yang terjadi:
(5) Nilai tercatat bisnis yang dikombinasikan atau dialihkan serta
selisih antara nilai tercatat tersebut dengan jumlah imbalan yang
diserahkan atau diterima: dan
(7) Penyajian kembali laporan keuangan yang memberikan informasi
antara lain:
ta) Ikhtisar angka-angka laporan keuangan yang telah
dilaporkan sebelumnya untuk periode yang disajikan
kemball,

(b) Ikhtisar jumlah tercatat Aset dan Liabilitas entitas atau
bisnis yang dikombinasikan:

(c) Dampak penyesuaian kebijakan akuntansi: dan

(d) Ikhtisar angka-angka laporan keuangan setelah disajikan
kembali.

3)

Selisih Transaksi dengan Pihak Nonpengendali

Yang harus diungkapkan antara lain :

a) Uraian transaksi perubahan kepemilikan tanpa hilangnya Pengendalian
yang meliputi:
(1) Jenis transaksi dan perubahan persentase kepemilikan:
(2) Nama entitas anak: dan
(3) Nama pihak yang bertransaksi:

b) Perhitungan selisih transaksi perubahan kepemilikan tanpa hilangnya
Pengendalian: dan

GC) Jumlah yang direalisasi ke laba rugi atas pelepasan investasi pada saat
hilangnya Pengendalian.

Catatan 22

4)

Saham Treasuri

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Latar belakang pembelian kembali saham, pelepasan, atau
pengurangan modal disetor,

b) Tanggal atau periode perolehan serta jumlah lembar dan nilai saham
treasuri yang diperoleh:

c) Tanggal dan jumtah saham treasuri yang digunakan sebagai
pengurangan modal disetor,

d) Tanggal dan jumlah saham treasuri yang dilepaskan kembal) serta
selisih antara harga perclehan dengan harga pelepasan saham
treasuri: dan

e) Akumulasi jumlah lembar dan nilai saham treasuri.

5)

Saldo Laba

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Alasan dan jumlah penyesuaian periode yang lalu (jika ada):

b) Perubahan saldo laba pada perlode bersangkutan dan persetujuan
RUPS yang terkait: dan

Cc) Saldo laba yang ditentukan penggunaannya, sifat, dan tujuan setiap
pos cadangan.

Catatan 23

6)

Waran

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) jenis waran dan harga pelaksanaan dari masing-masing waran,

b) dasar penentuan Nilai Wajar waran:

C) nilai waran yang belum dan tidak dilaksanakan (kadaluwarsa),

d) jumlah waran yang diterbitkan dan beredar serta dampak dilusinya:
dan

e) Ikatan-ikatan yang terkait dengan penerbitan waran.

7

Pendapatan Komprehensif Lainnya

Yang harus diungkapkan antara lain keterangan mengenai perubahan
masing-masing komponen pendapatan komprehensif lainnya.

Laporan perubahan
ekuitas dan laporan
laba rugi dan
penghasilan
komprehensif lain
konsolidasian

8)

Kepentingan Nonpengendali

Yang harus diungkapkan antara lain rincian bagian pemegang saham
nonpengendali atas ekuitas masing-masing entitas anak yang tidak dapat
@latribusikan secara langsung atau tidak langsung pada entitas induk.

Catatan 24

Laba Rugi Komprehensif

1)

Pendapatan

Page 34 OCR 0.923
Page 34 of 49

Yang harus diungkapkan antara lain :

a) Jumlah setiap kategori signifikan darl pendapatan yang diakul selama
periode, termasuk pendapatan yang berasal dari:

(1) Penjualan barang,

(2) Penjualan jasa

(3) Bunga

(4) Royalti, dan/atau

(5) Dividen:

diungkapkan secara terpisah berdasarkan pihak berelasi dan pihak
ketiga,

b) Rincian jumlah dar! kelompok produk/jasa utama,

c) Nama pihak pembeli dan jumlah nilai penjualan yang melebihi 1096
(sepuluh perseratus) dari pendapatan,

d) Jumlah pendapatan yang berasal dari pertukaran barang atau jasa
yang tercakup dalam setiap kategori signifikan dari pendapatan (jika
ada), yang diungkapkan terpisah berdasarkan pihak berelasi dan pihak
ketiga:

6) Khusus untuk kontrak konstruksi, diungkapkan antara lain:

(1) Pendapatan kontrak konstruksi:
(a) Jumlah pendapatan kontrak yang diakui sebagai pendapatan
dalam periode berjalan,
(b) Metode yang digunakan untuk menentukan pendapatan
kontrak yang diakul dalam perlode berjalan: dan
(c) Metode yang digunakan untuk menentukan tahap
penyelesaian kontrak:
(2) Pekerjaan dalam proses penyelesalan pada tanggal akhir periode
pelaporan:
(a) Jumlah agregat blaya yang terjadi dan laba/rugi yang diakui
sampai tanggal pelaporan,
(b) Jumlah uang muka yang diterima, dan
(c) Jumlah retensi,
(3) Jumlah tagihan dan utang bruto kepada pemberi kerja, masing-
masing sebagai Aset dan Liabilitas:

F) Dalam hal Perusahaan memiliki transaksi hubungan keagenan,
diungkapkan secara terpisah, antara lain:

(1) Penjualan biasa dan penjualan dari hubungan keagenan,

(2) Pendapatan komisi yang diperoleh Perusahaan sebagai agen dari
transaksi keagenan dengan pendapatan lainnya, dan

(3) Perincian dari komponen pendapatan neto yang diperoleh
Perusahaan sebagai prinsipal dari transaksi keagenan, yang antara
lain terdiri dari:
(a) Pendapatan bruto,
(b) Retur/rabat/diskon terkait, dan
(c) Total pendapatan neto.

Catatan 26

Catatan 36
Catatan 26

2)

Khusus Industri yang Tarifnya Diatur oleh Regulator
Ketentuan Tarif

Yang harus dlungkapkan antara fain:

a) Dasar Ketentuan tarif,

b) Objek atau aktivitas yang dikenakan tarif,

€) Masa berlaku tarif,

d) Besaran tarif, dan

e) Perjanjian lain yang terkalt.

3)

Khusus Industri pembiayaan

Rincian jumlah berdasarkan kelompok produk/jasa utama antara lain:
a) Pendapatan pembiayaan konsumen,

b) Pendapatan anjak piutang: dan

C) Pendapatan sewa.

2

Khusus Industri Rumah Sakit

Terdiri dari:

Jasa pelayanan medis, jasa penunjang lainnya, jasa dokter, rawat Inap,
rawat jalan dan penunjang medis,

Rincian pengurang pendapatan, antara lain:

a) Restitusi,

b) Subsidi tidak mampu: dan

Cc) Selisih perhitungan klaim.

5)

Khusus Industri Transportasi
Rincian jumlah dari kelompok produk/jasa utama antara lain:

Page 35 OCR 0.921
Page 35 of 49

a) Rincian pendapatan bersin jasa transportasi:

b) Rincian pendapatan usaha dari jasa penyewaan alat transportasi:

C) Rincian pendapatan usaha dari jasa ekspedisi:

d) Rincian pendapatan usaha dari keagenan: dan

e) Rincian pendapatan dipisahkan sesuai dengan jenisnya armada (bus,
taksi, feri, tanker dan pesawat udara) dengan ketentuan memisahkan
atas dasar kepemilikan armada tersebut.

Khusus Industri Telekomunikasi

Rincian pendapatan usaha antara lain pendapatan usaha jasa interkoneksi,
jasa telekomunikasi sendiri, jasa telekomunikasi yang dilaksanakan melalui
kerjasama dengan pihak lain.

Khusus Industri Asuransi:

Pendapatan Premi

Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah berdasarkan
kelompok premi bruto, premi reasuransi, dan penurunan (kenaikan) premi
yang belum merupakan pendapatan untuk setiap jenis asuransi.

Catatan: menyesuaikan dengan PSAK yang berlaku (PSAK 36 dan 62)

Khusus Industri Jalan Tol:

Pendapatan

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Penjualan meliputi rincian pendapatan jasa tol sendiri, rincian
pendapatan jasa lain, dan rinclan pendapatan kerjasama operasi,

b) Jika perusahaan memiliki hak penyelenggaraan sejumlah ruas jalan tol,
maka pendapatan usaha untuk setiap ruas jalan tol tersebut harus
diungkapkan.

Khusus Industri Perbankan

Pendapatan Bunga

Yang harus diungkapkan antara lain:

Pendapatan bunga, yang dapat terdiri dari dan tidak terbatas pada :

a) Obligasi Pemerintah,

b) Kredit, dengan pengungkapan tambahan untuk provisi dan komisi yang
j

Cc) Efek-efek: dan

d) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank lain,

Beban Pokok Penjualan

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Untuk perusahaan manufaktur, diungkapkan beban pokok produksi
yang dirinci:
(1) Biaya bahan baku,
(2) Biaya tenaga Kerja: dan
(3) Biaya overhead
ditambah dan dikurangi saldo awal dan akhir persediaan,

b) Nama pihak penjual dan nilai pembelian yang melebihi 105 (sepuluh
perseratus) dari pendapatan: dan

Cc) Untuk Industri jasa, diungkapkan beban pokok berdasarkan pada jasa
yang dijual.

Khusus Industri Rumah Sakit

Beban Departementalisasi/Beban Operasional
Yang harus diungkapkan antara lain, rincian beban departementalisasi:
a) Beban bahan:

b) Beban jasa pelayanan:

c) Beban pegawalj

d) Beban penyusutan sarana medis,

e) Beban pemeliharaan sarana,

f) Beban asuransi,

9) Beban langganan daya dan jasa,

h) Beban depresiasi.

Khusus Industri Asuransi:

a) Beban Klaim Asuransi Kerugian
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah berdasarkan
kelompok klaim bruto, klaim reasuransi, dan kenaikan (penurunan)
estimasi klaim retensi sendiri untuk setiap jenis asuransi,

b) Beban Klaim Asuransi Jiwa
Yang harus diungkapkan antara lain:

Rincian dan jumlah beban menurut jenis klaim dan rnanfaat,
diantaranya : klaim jatuh tempo, klaim nilai tunai, dan klaim kematian.

Page 36 OCR 0.923
Page 36 of 49

C) Komisi Neto
Yang harus diungkapkan antara lain rinclan dan jumlah berdasarkan
kelompok pendapatan komisi dan beban komisi untuk setiap jenis
asuransi.

d) Hasil Investasi
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah menurut jenis
Investasi.

13)

Khusus Industri Perhotelan

Beban Departementalisasi

Yang harus diungkapkan antara faln:

a) Rincian jumlah unsur-unsur beban departementalisasi:
b) Gaji dan beban pegawal lainnya: dan

Cc) Rincian jumlah unsur-unsur beban departemen lainnya.

14)

Beban Usaha

Yang harus diungkapkan rincian sifat beban berdasarkan kategori
fungsinya, yaitu antara lain:

a) Beban penjualan:

b) Beban distribusi: dan

C) Beban umum dan administrasi.

Catatan 28

15)

Khusus Industri Perbankan

a) Beban Bunga
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah beban bunga
berdasarkan kelompok produk/jasa utama.

b) Beban Provisi dan Komisi

Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah beban beban provisi
dan komisi berdasarkan kelampok produk/jasa utama.

16)

Khusus Industri Pembiayaan
BebanKeruglan Penurunan Nilal
Yang harus diungkapkan antara lain jumlah beban kerugian penurunan nilai

untuk masing-masing akun Plutang Pembiayaan Konsumen, Tagihan Anjak
Plutang, dan Plutang Sewa Pembiayaan.

17)

Pendapatan dan Beban Lainnya

Yang harus diungkapkan antara tain :

a) rincian dan jumlah Pendapatan lainnya.
b) rincian dan jumlah Beban lainnya.

Cc) Untuk Biaya Keuangan, meliputi :

(1) biaya pinjaman meliputi:

(a) beban keuangan yang dihitung dengan menggunakan
metode suku bunga efektif,

(b) beban keuangan dalam sewa pembiayaan yang diakui sesual
SAK yang berlaku, dan

(c) selisih kurs yang berasal dari pinjaman dalam mata uang
asing sepanjang selisih kurs tersebut diperlakukan sebagai
penyesualan terhadap bunga,

(2) biaya keuangan lainnya yang terjadi dari transaksi Instrumen
keuangan meliputi:

(a) rugi penurunan nilai dari kuotasl atas Investasi tersedia untuk
dijual,
(b) rugi neto dari instrumen Keuangan yang diakui pada Nilai
Wajar melalui laba rugi: dan
(G) amortisasi premi/diskonto Kontrak berjangka yang bertujuan
untuk lindung nilai.
d) Untuk Bagian Laba Rugi dari Entitas Asosiasi dan/atau Ventura

Bersama meliputi :

(1) bagian laba rugi dari masing-masing entitas asosiasi dan/atau
Ventura Bersama yang dicatat dengan menggunakan metode
ekuitas: dan

(2) bagian laba rugi dari entitas asosiasi darl aperasi yang dihentikan,
yang diungkapkan secara terpisah.

SL.

Catatan 28
Catatan 28
Catatan 30

Catatan 9

18)

Khusus Industri Perbankan
a) Beban Penyisihan Penurunan Nilal atas Aset Keuangan

Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan jenis
aset keuangan.

b) Keuntungan (Kerugian) dari kenaikan (penurunan) nilai surat-
surat berharga dan Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan jenis.
c) Keuntungan (Kerugian) Penjualan Surat-surat Berharga dan Obligasi

Page 37 OCR 0.920
Page 37 of 49

Rekapitalisasi Pemerintah
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan jenis.

19)

Pendapatan Komprehensif Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:

a)

b)
ka)
d)
8)

perubahan dalam surplus revaluasi Aset Tetap maupun Aset
Takberwujud:

keuntungan dan kerugian aktuarial atas program manfaat pasti:
selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan,

keuntungan (kerugian) dari aset keuangan tersedia untuk dijua!,
bagian efektif dari keuntungan dan kerugian instrumen Ilndung nila)
dalam rangka lindung nilal arus kas, dan

bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asoslasi dan/atau
Ventura Bersama.

Laporan Perubahan
Ekuitas  Konsolidasian
dan Laporan laba rugi
dan penghasilan
komprehensif lain
konsolidasian

20)

Pajak Penghasilan
Yang harus diungkapkan antara lain :

a)

b)

c)

d)

8)

K3)

h)

komponen beban (penghasitan) pajak yang terdiri dari:

(1) beban (penghasilan) pajak kini:

(2) penyesuaian yang diakui pada periode atas pajak kini yang
berasal dari periode lalu:

(3) jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan yang berasal dari

perbedaan temporer dan pembalikannya,

jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan terkait dengan

perubahan tarif pajak atau penerapan peraturan perpajakan

yang baru,

(5) jumlah manfaat yang berasal dari rugi pajak yang tidak diakui

sebelumnya atau perbedaan temporer Stratu periode lalu yang

digunakan untuk mengurangi beban pajak kini dan beban pajak

tangguhan:

beban pajak tangguhan yang disebabkan oleh penurunan atau

pembalikan penurunan sebelumnya atas aset pajak tangguhan:

dan

jumlah beban (penghasilan) terkait dengan perubahan kebijakan

aKuntansi dan kesalahan yang diperhitungkan dalam laporan

laba rugi komprehensif, dikarenakan tidak dapat diperlakukan

secara retrospektif:

agregat pajak kini dan pajak tangguhan terkait dengan transaksi

yang dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas:

jumlah pajak penghasilan terkait dengan setiap komponen

pendapatan komprehensif lain, kecuali untuk bagian pendapatan

komprehensif lain dari entitas asoslasi dan/atau Ventura Bersama,

penjelasan hubungan antara beban (penghasilan) pajak dan laba

akuntansi dalam satu atau kedua bentuk berikut ini:

(1) rekonsiliasi antara beban (penghasilan) pajak dan hasil perkalian

laba akuntansi dengan tarif pajak yang berlaku, dengan

mengungkapkan dasar perhitungan tarif pajak yang berlaku,

atau

rekonsiliasi antara tarif pajak efektif rata-rata dan tarif pajak

yang berlaku, dengan mengungkapkan dasar perhitungan tarif

pajak yang berlaku:

penjelasan mengenai perubahan tarif pajak yang berlaku dan

perbandingan dengan tarif pajak yang berlaku pada periode

akuntansi sebelumnya,

jumlah (dan batas waktu penggunaan, jika ada) perbedaan temporer

yang dapat dikurangkan dan rugi pajak belur dikompensasi yang

tidak diakui sebagai aset pajak tangguhan dalam laporan keuangan:

jumlah agregat perbedaan temporer yang terkait dengan Investasi

pada entitas anak, cabang, entitas asosiasi, dan bagian partisipasi

dalam Ventura Bersama atas liabilitas pajak tangguhan yang belum

diakul,

rekonsiliasi fiskal dan perhitungan beban pajak kini dengan cara

sebagai berikut:

(1) laba sebelum pajak menurut akuntansi:

(2) ditambah/dikurangi koreksi positif atau negatif (dirinci): dan

(3) laba kena pajak,

(4

(6.

(7.

(2

LL xt

Catatan 18
Catatan 18

Catatan 18

Catatan 18

Catatan 18

Catatan 18

Catatan 18

Catatan 18

Catatan 18

Catatan 18

Page 38 OCR 0.914
Page 38 of 49

Di perhitungan beban dan liabilitas pajak kini dengan menerapkan tarif v Catatan 18
pajak sesual dengan Ketentuan perundang-undangan pajak yang
berlaku:

» pernyataan bahwa laba kena pajak hasil rekonsiliasi menjadi dasar v Catatan 18

dafam pengisian SPT Tahunan PPh Badan:
k) setiap jenis perbedaan temporer dan setiap jenis rugi pajak yang
belum dikompensasl: v
(1) jumlah aset dan Ilabilltas pajak tangguhan yang diakul pada
laporan posisi keuangan untuk periode sajian: dan

(2) jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan yang diakui dalam
laba rugi, apabila jumlah tersebut tidak terlihat darl perubahan
jumlah aset atau Jlabilitas pajak tangguhan yang diakui dalam
laporan posisi keuangan,

) beban pajak terkait dengan operasi yang dihentikan: v
(1) keuntungan atau kerugian atas penghentian, dan
(2) laba rugi dari keglatan normal atas operasi yang dihentikan

selama periode, bersama dengan jumlah terkalt untuk setiap
perlode sajlan,
m) jumlah konsekuensi pajak penghasilan atas dividen kepada v
pemegang saham Perusahaan yang diusulkan atau diumumkan
sebelum Laporan Keuangan Diotorisasi untuk Terbit namun tidak
diakul sebagal Liabilitas dalam laporan keuangan,
1) uralan jumlah perubahan pada jumlah pengakuan untuk aset pajak v
tangguhan praakuisisi apablla Perusahaan adalah pihak pengakuisisi
dalam suatu kombinasi bisnis,
o) peristiwa atau perubahan keadaan yang menyebabkan manfaat pajak /
tangguhan wajib dlakul apabila manfaat pajak tangguhan yang
diperoleh dari kombinasi bisnis tidak diakui pada tanggal akuisisi
tetapi diakui setelah tanggal akuisisi: dan
p) jumlah aset pajak tangguhan dan alasan atau bukti yang mendukung
pengakuan atas aset pajak tangguhan, apabila: V
(1) penggunaan aset pajak tangguhan bergantung pada kondisi
laba kena pajak mendatang lebih besar dari laba pembalikan
perbedaan temporer kena pajak yang telah ada: dan

(2) entitas mengalami kerugian pada perlode kini atau perlode
sebelumnya yang mengakibatkan diakulnya aset pajak
tangguhan terkait,

Catatan 18

21) | Laba (Rugi) per Saham Dasar dan Diluslan
Yang harus diungkapkan antara lain :

a) jumlah yang digunakan sebagai pembilang dalam penghitungan laba per | vV Catatan 25
saham dasar dan dilusian, dan rekonsiliasi jumlah tersebut terhadap
laba atau rugi yang dapat diatribusikan kepada entitas induk untuk
periode tersebut. Rekonsillasi tersebut mencakup dampak individual dari
setiap jenis Instrumen yang mempengaruhi laba per saham,

jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang digunakan sebagai v
penyebut dalam penghitungan laba per saham dasar dan dilusian, dan
rekonsiliasi penyebut tersebut. Rekonsiliasi tersebut mencakup dampak
Individual dari setiap jenis Instrumen yang mempengaruhi laba per
saham,

instrumen (termasuk saham yang dapat diterbltkan secara kontinjen)
yang berpotensi mendilusi laba per saham dasar di masa depan, namun v
tidak dimasukkan dalam penghitungan laba per saham dilusian karena
Instrumen tersebut bersifat antidilutif untuk periode sajian,

penjelasan transaksi saham biasa atau transaksi instrumen berpotensi
saham biasa, selain yang dihitung sesual dengan SAK yang berlaku, v
yang terjadi setelah perlode pelaporan dan akan secara signifikan
mengubah jumlah saham biasa atau instrumen berpotensi saham biasa
yang beredar pada akhir perlode tersebut seandainya transaksi
dimaksud terjadi sebelum akhir pertode pelaporan, dan

e) laba per saham dasar dan dilusian untuk operasi yang dihentikan. v

b

Catatan 25, tidak
terdapat efek
dilusian

c,

d

22) | Transaksi Pihak Berelasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Pengungkapan mengenai transaksi atau saldo dengan pihak berelasi, v Catatan 31
yang jumlahnya:
(1) lebih dari Rp 1.000.000.000,60 (satu miliar rupiah) untuk
transaksi dengan arang atau anggota Keluarga terdekat,
dan/atau

Page 39 OCR 0.923
Page 39 of 49

(2) lebih dari 0,5Y6 (nol koma !ima perseratus) dari modal disetor
untuk transaksi dengan entitas berelasi.

b) terkait dengan transaksi dengan orang atau anggota keluarga
terdekat meliputi nama, sifat dan hubungan dengan pihak berelasi
serta informasi tentang transaksi dan saldo dengan pihak dimaksud:

cg) terkait dengan transaksi dengan entitas berelasi meliputi sifat dan

hubungan dengan pihak-pihak beretasi serta informasi mengenai Catatan 31

transaksi dan saldo, termasuk komitmen, yang diperlukan untuk

memahami potensi dampak hubungan tersebut dalam laporan
keuangan, paling kurang:

(1) jumlah transaksi beserta persentasenya terhadap tota!
pendapatan dan beban terkait,

(2) jumlah saldo beserta persentasenya terhadap total Aset atau
Liabilitas, termasuk komitmen, dan:
ta) persyaratan dan ketentuannya, termasuk apakah terdapat

Jaminan, dan sifat imbalan yang akan diberikan, untuk
penyelesaian: dan
(b) rinctan garansi yang diberikan atau diterima,

(3) jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, beban cadangan
kerugian penurunan nilai secara Individual dan kolektif, dan
penghapusan piutang terkait dengan jumlah saldo piutang
usaha dan piutang pihak berelasi non-usaha: dan

(4) alasan dan dasar pembentukan cadangan kerugian penurunan
nilai, jika dilakukan pembentukan,

d) pengungkapan yang disyaratkan sebagaimana dimaksud dalam
huruf a) dan b) dilakukan secara terpisah untuk masing-masing
kategori berikut: Catatan 31
(1) entitas Induk:

(2) entitas dengan pengendalian bersama atau Pengaruh Signifikan
terhadap entitas:

(3) entitas anak:

(4) entitas asosiasi,

(5) Ventura Bersama dimana entitas merupakan venturer,

(6) personil manajemen kunci dari entitas pelapor atau entitas
Induknya, dan

(7) pihak-pihak berelasi lainnya.

e) seluruh kompensasi yang diberikan kepada masing-masing anggota
atau kelompok direksi, Kornisaris, pemegang saham utama yang juga
sebagai karyawan, dan manajemen kunci lainnya untuk masing- Catatan 1
masing kategorl berikut:

(4) imbalan kerja jangka pendek:

(2) imbalan pascakerja,

(3) imbalan kerja jangka panjang lainnya,

(4) pesangon pemutusan kontrak kerja: dan

(5) pembayaran berbasis saham.

1 untuk entitas berelasi dengan pemerintah :

(i) nama entitas berelasi dengan pemerintah dan sifat
hubungannya dengan Perusahaan,

(2) sifat dan jumlah setiap transaksi yang secara individual
signifikan: dan

(3) untuk transaksi lainnya yang secara kolektif, tetapi tidak secara
individual, signifikan, Indikasi secara kuantitatif atau Kualitatif
atas luasnya transaksi tersebut.

23) | Aset dan Liabilitas dalam Mata Uang Asing

a) Mata uang asing yang dimaksud adalah mata uang selain mata uang Catatan 37
fungsional.

b) Yang harus diungkapkan antara lain: Catatan 37

(1) rincian aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing serta
ekuivalennya dalam mata uang fungsional:

(2) posisi neto dari aset dan liabilitas moneter dalam mata uang
asing,

(3) rincian kontrak valuta berjangka dan ekuivalen dalam mata uang
fungsional,

(4) jumlah selisih kurs yang diakui dalam laba rugi, kecuali untuk
selisih kurs yang tlmbul pada instrumen keuangan yang diukur
pada nifai wajar melalui laba rugi: dan

Page 40 OCR 0.928
Page 40 of 49

(5) selisih kurs neto diakui dalam pendapatan komprehensif lain dan

diakumutasikan dalam komponen ekuitas yang terpisah, serta
rekonsiliasi selisih kurs tersebut pada awal dan akhir periode.

24)

Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan
Yang harus diungkapkan antara laln :

a)

b)

untuk setiap rugi penurunan nilai yang diakui atau dibalik selama

periode tertentu untuk suatu aset individual, termasuk goodwilf atau

suatu unit penghasil kas:

(1) peristiwa dan kondisi yang mengindikasikan pengakuan atau
pembalikan rugi penurunan nilai:

(2) jumlah rugi penurunan nilai yang diakul dalam laba rugi selama

periode tersebut dan unsur laporan laba rugi komprehensif yang

didalamnya tercakup rugi penurunan nilai,

(3) jumlah pembalikan rugi penurunan nilai yang diakui dalam laba
rugi selama periode tersebut dan unsur laporan laba rugi
komprehensif yang di dalamnya tercakup rugi penurunan nilai
yang dibalik,

(4) goodwill yang telah diakul rugi penurunan nilainya:

(5) jumlah rugi penurunan nilai atas aset revaluasian yang diakui
dalam pendapatan komprehensif lain selama periode tersebut,
dan

(6) jumlah pembalikan rugi penurunan nilal atas aset revaluasian yang

diakui dalam pendapatan komprehensif lain selama perlode
tersebut.

Pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) dilakukan
untuk setiap kelompok aset.

Catatan 12 dan 13

Catatan 12 dan 13

25)

Perubahan Estimasi Akuntansi, Perubahan Kebijakan Akuntansi,
dan Kesalahan Periode Lalu

a)

b)

ts)

Perubahan Estimasi Akuntansi

Yang harus diungkapkan antara tain :

(1) sifat dan alasan perubahan estimasi akuntansi,

(2) jumlah perubahan estimasi yang berdampak pada periode
berjalan, dan

(3) perkiraan dampak estimasi pada perlode mendatang. Dalam hal

jumlah dampak pada perlode mendatang tidak praktis, fakta
tersebut harus diungkapkan.

Perubahan Kebijakan Akuntansi

Yang harus diungkapkan antara lain :

(1) sifat dari perubahan kebijakan akuntansi:

(2) alasan penerapan kebijakan akuntansi baru memberikan
Informasi yang andal dan relevan,

(3) jumlah penyesualan untuk periode berjalan dan setiap perlode

lalu sajian:
(a) setiap pos laporan keuangan yang terpengaruh, dan
(b) laba per saham dasar dan dilusian,

(4) jumlah penyesuaian yang terkait dengan periode-perlode
sebelum periode yang disajikan. Dalam hal tidak praktis
dilakukan, maka diungkapkan alasannya, dan

(5) keadaan yang membuat penerapan retrospektif tidak praktis
Untuk suatu perlode tertentu atau untuk periode-pertode
sebetum periode-periode tersebut disajikan dan tanggal
dimulainya perubahan kebijakan akuntansi.

Kesalahan Periode Lalu

Yang harus diungkapkan antara !ain :

(1) sifat dari kesalahan perlode lalu,

(2) jumlah koreksi untuk setiap perlode sajian:

(a) bagi setiap pos laporan keuangan: dan
(b) laba per saham dasar dan dilusian,

(3) jumlah koreksi pada awal periode sajian paling awal: dan

(4) keadaan yang membuat penerapan retrospketif tidak praktis
dilakukan dan penjelasan mengenai cara dan waktu
dilakukannya koreksi apabila penyajian kemball retrospektif
tidak praktis.

26)

Kombinasi Bisnis

a) Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal sebagai berikut untuk setiap

Page 41 OCR 0.916
Page 41 of 49

kombinasi bisnis yang terjadi selama periode pelaparan, yaitu:

(1) nama dan penjelasan tentang pihak yang diakuisisi:

(2) tanggal akuisisi:

(3) biaya terkait akuisisi, di luar biaya penerbitan £fek utang dan
Efek ekuitas, periode berjalan, dan akumulasinya untuk masing-
masing kombinasi bisnis:

(4) persentase kepentingan ekuitas berhak suara yang diperoleh,

(5) alasan utama untuk kombinasi bisnis dan penjelasan tentang
cara pihak pengakuisisi memperoleh Pengendalian atas pihak
yang diakulsisi,

(6) penjelasan kualitatif tentang faktor yang membentuk goodwill
yang diakui:

(7?) Nilai Wajar pada saat tanggal akuisisi atas total imbalan yang
dialihkan dan Nilai Wajar tanggal akuisisi untuk setiap kelompok
utama Imbalan,

(8) kesepakatan imbalan kontinjensi dan aset indemnifikasi:

(a) jumlah yang diakui pada tanggal akuisisi:

(b) penjelasan tentang kesepakatan dan dasar penentuan
jumlah pembayaran: dan

(c) estimasi kisaran hasil (tidak didiskonto) atau, jika apabila
kisaran tidak dapat diestimasikan maka fakta dan alasan
mengapa kisaran tersebut tidak dapat diestimasikan.
Dalam hal jumlah maksimum pembayaran tidak terbatas,
maka pihak pengakulsisi mengungkapkan fakta tersebut:

(9) Perusahaan harus mengungkapkan piutang yang diperoleh
berdasarkan kelompok utama plutang, misalnya pinjaman yang
diberikan, sewa pembiayaan langsung, dan kelompok piutang
lain, yaitu sebagai berikut:

(a) Nilai Wajar piutang,

(b) jumlah piutang bruto kontraktual: dan

(ce) estimasi terbaik pada tanggal akuislsi atas jumlah arus kas
kontraktual yang diperkirakan tidak tertagih,

(10) jumlah yang diakul pada tanggal akulsisi untuk setiap kelompok
utama Aset yang diperoleh dan Llabilitas yang diambil alih,

(11) setiap llabilitas kontinjensi yang diakui pada Nilai Wajar:

(a) uraian mengenai karakteristik kewajiban dan perkiraan
Saat arus keluar sumber daya ekonomi terjadi,

(b) indikasi ketidakpastian saat atau jumlah arus keluar
tersebut. Dalam hal diperlukan, Perusahaan harus
mengungkapkan asurnsi utama yang mendasari prakiraan
peristiwa masa depan: dan

(c) jumlah estimasi penggantian yang akan diterima dengan
menyebutkan jumlah Aset yang telah diakui untuk estimasi
penggantian tersebut,

(12) dalam hal Itabilitas kontinjensi tidak diakul karena Nilai
Wajarnya tidak dapat diukur secara andal, maka pihak
pengakuisisi mengungkapkan:
ta) informasi sebagaimana dimaksud dalam angka 33 huruf b)

angka (4) terkait perikatan dan kontijensi: dan

(b) alasan Liabilitas tidak dapat diukur secara andal,

(13) dalam hal pembelian dengan diskan:

(a) jumlah keuntungan yang diakul dan pos dalam laporan laba
rugi komprehensif dimana keuntungan tersebut dlakui, dan

(b) penjelasan tentang atasan transaksi tersebut menghasilkan
keuntungan:

(i4) setiap kombinasi bisnis dimana pihak pengakuisisi memiliki
kurang dari 100Yo (seratus perseratus) dari kepentingan
ekuitas pihak yang diakuisisi pada tanggal akuisisi:
fa) jumlah dari kepentingan nonpengendali pada pihak yang

diakuisisi, yang diakui pada tanggal akuisisi dan dasar
pengukurannya, dan

(b) teknik penilaian dan Input model utama yang digunakan
dalam penentuan nilai tersebut, untuk setiap kepentingan
nonpengendali pada pihak yang diakuisisi yang diukur pada
Nilai Wajar:

Page 42 OCR 0.912
Page 42 of 49

(1S) dalam hal suatu kombinasi bisnis yang dilakukan secara

bertahap:

(a) Nilai Wajar pada tanggal akulsisi atas kepentingan ekuitas
pihak yang diakuisisi yang dimiliki oleh pihak pengakuislsi
segera sebelum tanggal akuisisi: dan

(b) jumlah keuntungan atau kerugian yang diakui sebagai hasil
dari pengukuran kernbali Nilai Wajar dari kepentingan
ekuitas pada pihak yang diakuisisi yang dimiliki oleh pihak
pengakuisisi sebelum kombinasi bisnis dan pos dalam
laporan laba rugi komprehensif untuk mengakui
keuntungan atau Kerugian tersebut,

b) Terhadap kombinasi bisnis yang terjadi pada periode sekarang dan
periode sebelumnya, Perusahaan yang menjadi plhak pengakuisisi
wajib mengungkapkan informasi berikut untuk setiap kombinasi bisnis
yang materiai atau secara kolektif material:

(4) dalam hal akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai
untuk Aset, Llabilitas, kepentingan nonpengendali tertentu atau
jenis imbalan dan jumlah yang diakui dalam laporan keuangan
kombinasi bisnis sehingga ditentukan hanya bersifat penyisihan,
maka diungkapkan:

(a) alasan akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum
selesai,

(b) Aset, Liabilitas, kepentingan ekuitas atau jenis imbalan
yang akuntansi awalnya belum selesal: dan

(ce) sifat dan jumlah dari setiap penyesuaian periode
pengukuran yang diakui selama periode pelaporan

(2) setlap periode pelaporan setelah tanggal akuisisi sampal dengan
Perusahaan mendapatkan, menjual atau kehilangan hak atas
aset Imbalan kontinjensi, atau sampai dengan Perusahaan
menyelesaikan Ilabllitas Imbalan kontinjensi atau liabilitas
tersebut dibatalkan atau lewat. waktu, maka diungkapkan:

(a) setiap perubahan dalam jumlah yang dlakui, termasuk
setiap perbedaan yang timbul selama penyelesalan:

(b) setiap perubahan dalam kisaran hasil (tidak didiskonto) dan
alasan perubahan tersebut, dan

(c) teknik penilaian dan Input model utama yang digunakan
untuk mengukur imbalan kontinjensi:

(3) Ilabilitas kontinjensi yang diakui dalam kombinasi bisnis, jika
ada,

(4) rekonsiliasi atas nilai tercatat goodwill pada awal dan akhir
perlode pelaporan,

(S) jumlah dan penjelasan dari setiap keuntungan atau
kerugianyang diakui pada perlode pelaporan yang:

(a) terkait dengan aset teridentifikasi yang diperoleh atau
Itabilitas yang diambil-alih dalam kombinasi bisnis pada
perlode pelaporan berjalan atau periode pelaporan
sebelumnya: dan

(b) ukuran, sifat, atau kejadian relevan yang diungkapkan
untuk memahami laporan keuangan Perusahaan hasil
penggabungan:

Cc) pernyataan kesesualan dengan peraturan Bapepam dan LK dalam
pelaksanaan transaksi kombinasi bisnis: dan

d) Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal berikut secara keseluruhan,
sehubungan dengan perolehan atas entitas anak dan unit bisnis lalnnya
selama suatu periode:

(1) jumlah harga yang dibayarkan,

(2) bagian dari harga yang merupakan Kas dan Setara Kas,

(3) jumlah Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau bisnis
lainnya apabila Pengendalian diperoleh: dan

(4) jumlah aset dan liabilitas selain Kas dan Setara Kas pada
entitas anak atau bisnis lainnya apabila Pengendalian
diperoleh, dilkhtisarkan berdasarkan kategori utamanya.

27) | Segmen Operasi
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) pengungkapan pada level segmen:

Page 43 OCR 0.935
Page 43 of 49

(1) informasi umum, yang terdiri dari:

(a) faktor-faktor yang digunakan oleh manajemen untuk
mengidentifikasi segmen dilaporkan: dan

(b) jenis produk dan jasa yang menghasilkan pendapatan dari
setiap segmen dilaporkan,

(2) informasi mengenai laba atau rugi segmen, termasuk pendapatan
dan beban tertentu, aset segmen, dan liabilitas segmen dari
segmen dilaporkan, serta dasar pengukurannya,

(3) rekonsiliasi dari total pendapatan segmen, ukuran laba atau rugi
segmen dilaporkan, aset segmen, llabilitas segmen, dan unsur
segmen material lalnnya terhadap jumlah yang terkait dalam
laporan keuangan Perusahaan:

b) pengungkapan pada level entitas

(1) Informasi produk dan jasa
Pendapatan dari pelanggan eksternal untuk setiap produk dan
jasa atau setiap kelompok produk dan jasa yang serupa.

(2) Informasi wilayah geografis
(a) Pendapatan dari pelanggan eksternal yang diatribusikan

kepada:

i. negara domisili Perusahaan: dan

it. semua negara asing secara total dimana Perusahaan
memperoleh pendapatan. Dalam hal pendapatan dari
suatu negara asing secara individual jumlahnya material,
pendapatan tersebut diungkapkan secara terpisah,
termasuk dasar pengatribusian pendapatannya kepada
negara tersebut secara individual.

(b) Aset tidak lancar selain Instrumen keuangan, aset pajak
yang ditangguhkan, aset imbalan pascakerja, dan hak yang
terjadi akibat kontrak asuransi yang berlokasi di:

i. negara domisili Perusahaan: dan

il. semua negara asing secara total dimana Perusahaan
memiliki aset. Dalam hal aset dari suatu negara asing
secara individual jumlahnya material, maka aset
tersebut diungkapkan secara terpisah.

(3) Informasi pelanggan utama
Dalam hal pendapatan dari transaksi dengan pelanggan eksternal
tunggal mencapai 10Yo (sepuluh perseratus) atau lebih dari
pendapatan konsolidasi, Perusahaan harus mengungkapkan:

(a) fakta,

(b) total pendapatan dari setiap pelanggan: dan

(c) Identitas segmen yang melaporkan pendapatan tersebut.

Catatan 36

Catatan 36

Catatan 36

Catatan 36

Catatan 36

Catatan 26

28!

Operasi yang Dihentikan
a) Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) uratan tentang alasan operasi dihentikan:

(2) uraian fakta dan keadaan darj penjualan, atau yang mengarah
kepada pelepasan yang diharapkan, cara, dan waktu pelepasan
dari aset dan liabilitas operasi yang dihentikan: dan

(3) pengaruh dari operasi yang dihentikan terhadap segmen yang
dilaporkan dari aset tidak lancar atau kelompok lepasan
disajikan sesuai SAK yang berlaku.

b) Yang harus diungkapkan atas informasi terkait dengan laba (rugi)
operasi yang dihentikan, antara lain:

(1) analisa atas jumlah tunggal yang disajikan dalam laporan laba
rugi komprehensif meliputi:
ta) pendapatan, beban, dan laba atau rugi sebelum pajak dari

Operasi yang dihentikan dan beban pajak penghasilan yang

terkait, dan

laba atau rugi yang diakui dalam pengukuran ke Nilai

Wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual atau

pelepasan aset atau kelompok lepasan yang terkait

dengan operasi yang dihentikan dan beban pajak

penghasilan yang terkait,

(2) arus kas neto yang dapat diatribusikan pada aktivitas operasi,
investasi dan pendanaan dari operasl yang dihentikan: dan

(3) jumlah penghasilan dari operasi yang dilanjutkan dan operasi
yang dihentikan yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas
Induk.

1)

Page 44 OCR 0.915
Page 44 of 49

29) | Instrumen Perivatif selain Derivatif Melekat v

a) Perusahaan wajib mengelompokkan Instrumen derivatif sesuai
dengan tujuannya, yaitu untuk lindung nilai atau tujuan Jalannya (non
lindung nilal), seperti untuk tujuan spekulasi:

b) Perusahaan yang memiliki atau menerbitkan Instrumen derivatif wajib
mengungkapkan untuk setjap kontrak instrumen derivatif dalam
kelompok klasifikasi lindung nilai dan kelompok non lindung nilai:
(1) hakikat dan sifat dari transaksi, berupa transaksi berjangka

dalam bentuk valuta, bunga, komoditas atau lain-lain,

(2) pihak lawan transaksi (counterparties):

(3) tanggal jatuh tempo:

(4) nilai keseluruhan kontrak dan Nilai Wajar pada tanggal
laporan posisi keuangan,

(5) beban atau Pendapatan pada periode pelaporan:

(6) pos Aset dan/atau Liabilitas yang dilindung nilai: dan

(7) persyaratan penting lainnya.

Cc) Yang harus diungkapkan antara lain:

(4) Hal-hal yang diperlukan untuk memahami tujuan transaksi
derivatif dan strategi untuk mencapai tujuan tersebut,

(2) Kebijakan manajemen risiKo untuk setiap klasifikasi Indung
nilat, termasuk penjelasan mengenal Aset dan/atau Liabilitas
dan jenis transaksi yang dilindung nilai: dan

(3) Bagi instrumen yang tidak dimaksudkan sebagai suatu Indung
nilai, disebutkan tujuannya,

30) | Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Yang harus diungkapkan untuk setiap kelompok aset keuangan dan v Catatan 33
Ilabilitas keuangan antara lain:

a) Nilai Wajar setiap kelompok Aset dan Liabilitas tersebut dengan cara
yang memungkinkan untuk dapat diperbandingkan dengan nila)
tercatat dalam laporan posisi keuangan: dan

b) hierarki, metode, dan asumsi signifikan yang digunakan dalam
menentukan Nilai Wajar aset keuangan dan Ilabititas keuangan,

31) | Dividen

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) jumlah dividen dan dividen per saham yang telah dideklarasikan dan v Catatan 23
dibayarkan sebagal distribusi kepada pemilik pada perlode pelaporan,

b) jumlah utang dividen untuk: v
(1) periode pelaporan, dan
(2) periode sebelumnya,

C) jumlah dividen dan dividen per saham yang diusulkan atau V
dideklarasikan setelah periode pelaporan tetapi sebelum tanggal
penyelesajan laporan keuangan dan tidak diakui sebagai Llabilitas
kepada pemilik pada akhir periode pelaporan, dan

@) jumlah dividen preferen kumulatif yang tidak diakul. v

32) | Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama v
Yang harus diungkapkan antara lain:

a) jumlah agregat dari Ilabilitas kontinjensi dengan jumlah Ilabilitas
kontinjensi lainnya secara terpisah,

b) jumlah agregat dari komitmen modal terkait dengan bagian
partisipasinya dalam Ventura Bersama secara terpisah dari
komitmen lainnya:

Cc) daftar dan penjelasan bagian partisipasi dalam Ventura Bersama
yang signifikan dan bagian partisipasi kepemilikan dalam
pengendalian bersama entitas, dan

d) datam hal Ventura Bersama diakui dalam pengendalian bersama
entitas, agar ditambahkan pengungkapan tambahan tentang:

(Lt) metode yang digunakan untuk mengakui bagian partisipasinya,
dan

(2) jumtah agregat setiap aset lancar, aset tidak lancar, Ilabilitas
jangka pendek, liabilitas jangka panjang, penghasilan dan
beban yang terkait dengan bagian partislpasinya dalam
Ventura Bersama.

33,

Perikatan dan Kontinjensi
a) Perikatan
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) perikatan yang meliputi:
(a) perjanjian sewa, keagenan dan distribusi, bantuan
manajemen dan teknis, royalti, dan lisensi, diungkapkan:

v Catatan 31 dan 32

Page 45 OCR 0.913
Page 45 of 49

t. pihak-pihak yang terkait dalam perjanjian:
ii. periode berlakunya perikatan
Uli.” dasar penentuan kompensasi dan denda:

Iv. jumlah beban atau pendapatan pada perlode pelaporan,
dan
V.  pembatasan-pembatasan lainnya:

(b) kontrak atau perjanjlan yang memerlukan penggunaan
dana di masa yang akan datang, seperti: pembangunan
pabrik, perjanjian pembelian, Ikatan untuk Investasi,
diungkapkan:

i. pihak-pihak yang terkait dalam perjanjian,

ii. perlode berlakunya perikatan,

li. nilai Keseluruhan, mata uang, dan bagian yang telah
direatisasi: dan

iv. sanksi-sanksi,

(2) pemberian jaminan atau garansi, diungkapkan:

(a) pihak-pihak yang dijamin dan yang menerima jaminan, yang
dipisahkan antara pihak berelasi dan pihak ketiga untuk
pihak yang dijamin:

(b) tatar belakang dikelvarkannya jaminan,

(c) periode berlakunya jaminan: dan

(d) nilai jaminan:

(3) fasilltas kredit yang belum digunakan, misalnya fasilitas L/C,
cerukan bank: dan

(4) uraian mengenai sifat, jenis, jumlah dan batasan-batasannya.

b) Kontinjensi

Yang harus diungkapkan antara lain :

(1) perkara atau sengketa hukum,
dlungkapkan:

(a) pihak-pihak yang terkait,

(b) jumlah yang diperkarakan:

(c) latar belakang, Isi dan status perkaradan pendapat hukum
(legal opinion): dan

(d) dampak keuangan:

(2) Peraturan Pemerintah yang berdampak terhadap Perusahaan,
misalnya masalah lingkungan hidup, diungkapkan uraian singkat
tentang peraturan dan estimasi dampak keuangannya,

(3) kemungkinan Ilabilitas pajak tambahan:

Ka) jenis ketetapan atau tagihan pajak, jenis pajak, tahun pajak
serta jumlah pokok dan denda atau bunganya, dan

(b) sikap Perusahaan terhadap ketetapan atau tagihan pajak
(keberatan atau banding):

(4) peristiwa kontinjensi lainnya, yang diungkapkan antara lain:

(a) karakteristik aset atau liabilitas kontinjensi,

(b) estimasi dari dampak keuangannya)

(c) indikasi tentang ketidakpastian yang terkait dengan jumlah
atau waktu arus keluar sumber daya: dan

(d) kemungkinan penggantian oleh pihak Ketiga.

Catatan 32

Catatan 15 dan 19

Catatan 18 dan 31

Catatan 18

34)

Khusus Industri Perkebunan

Perkebunan Inti Rakyat dan Plasma

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Isi perjanjian kerjasama IR/Plasmaj

b) Pihak-pihak yang terkait dalam kerjasama:

C) Lokasi aset dan jangka waktu pengelolaan:

d) Hak dan liabilitas dari masing-masing pihak dalam kerjasama:
e) Ketentuan tentang perbahan perjanjian kerjasama: dan

?) Isi perubahan perjanjian, jika ada.

Kat

Catatan 35
Catatan 35
Catatan 35
Catatan 35

35)

Manajemen Risiko Keuangan

a) Perusahaan harus mengungkapkan informasi yang memungkinkan para
pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat dan luas risiko
yang timbul dari instrumen keuangan, serta kebijakan dalam
pengelolaan risiko, termasuk, namun tidak terbatas pada risiko sebaga!
berikut:

Cl) risiko kredit, antara lain ikhtisar analisis umur aset keuangan yang

Page 46 OCR 0.931
Page 46 of 49

belum jatuh tempo atau tidak mengalami penurunan nilai dan
yang lewat jatuh tempo pada akhir perlode pelaparan tetapi tidak
mengalami penurunan nilai,

(2) risiko likuiditas, antara lain:

(a) analisis jatuh tempo untuk llabilitas keuangan derivatif dan
nonderivatif yang menunjukkan sisa jatuh tempo kontraktual yang
bertujuan untuk pemahaman terhadap periode arus kas, dan

(b) deskripsi mengenai cara Perusahaan mengelola risiko likuiditas:

(3) risiko pasar, antara lain analisis sensitivitas untuk setiap jenis
risiko pasar dimana entitas terdampak pada akhir periode
pelaporan, yang menunjukkan dampak perubahan pada variabel
risiko yang relevan pada tanggal tersebut terhadap laba rugi dan
ekuitas, dan

(4) risiko lainnya yang dimiliki oleh Perusahaan.

b) Pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf a) terdiri dari
pengungkapan kualitatif dan pengungkapan kuantitatif untuk setiap
jenis risiko yang timbul dari instrumen keuangan.

Catatan 34

Catatan 34

Catatan 34

Catatan 34

Catatan 34

36)

Khusus Industri Perbankan
a) Rasio Kecukupan Modal (Capital Adeguacy Ratio)
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rinclan perhitungan dan jumlah rasio kecukupan modal pada
tanggal laporan posisi keuangan,
(2) Posisi CAR minimum berdasarkan peraturan Bank Indonesia, dan
(3) Aspek khusus yang mendasari perhitungan CAR.

b) Posisi Devisa Neto
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian perhitungan dan posisi devisa neto menurut jenis mata
uang pada tanggal laporan posisi keuangan,
(2) Posisi devisa neto maksimum berdasarkan peraturan Bank
Indonesia:
(3) Aspek khusus yang mendasari perhitungan posisi devisa neto.

c) Jaminan Pemerintah terhadap Liabilitas Pembayaran Bank Umum
Yang harus diungkapkan antara lain dasar hukum yang melandasi
Jaminan atas dana pihak ketiga di bank.

d) Aktivitas Fiduciary
Yang harus diungkapkan antara lain uralan masing-masing aktivitas
fiduclaryyang meliputi jasa kustodian, wali amanat, pengelolaan
Investasi dan reksadana.

37)

Kuasl-Reorganisasi

Yang harus diungkapkan antara lain uraian mengenai kegiatan kuasi-

reorganisasi yang meliputi:

a) Jumlah saldo negatif yang dieliminasi dalam laporan posisi keuangan
dan Jumlah tersebut disajikan selama tiga tahun berurutan sejak
kuasi-reorganisasi,

b) Status going concern perusahaan dan rencana manajemen dan
pemegang saham setelah kuasi-reorganisasl yang menggambarkan
prospek usaha di masa mendatang:

c) Penyajian laporan posisi keuangan sebelum, pada saat dan sesudah
kuasi-reorganisasi,

d) Rincian dari jumlah yang membentuk akun selisih penilalan Aset dan
Itabilitas sebelum digunakan untuk mengeliminasi defisit, dan

e) Keterangan tentang tanggal terjadinya kuasi-reorganisasi pada akun
saldo laba dalam laporan posisi keuangan untuk jangka waktu 10
tahun ke depan sejak kuasi-reorganisasi.

Page 47 OCR 0.931
38)

Page 47 of 49

Pengelolaan Modal
Yang harus diungkapkan antara lain :

a)

b)
c)
d)

e)

Informasi kualitatif tentang tujuan, kebijakan, dan proses Perusahaan

dalam mengelola permodalannya, termasuk:

(1) deskripsi tentang bagian yang dikelola sebagai modal:

(2) sifat persyaratan dan implementasinya dalam hal Perusahaan
diharuskan untuk memenuhi persyaratan permodalan yang
disyaratkan oleh pihak eksternal, dan

(3) cara Perusahaan memenuhi tujuannya dalam mengelola
permodalannya:

ringkasan data kuantitatif tentang bagian yang dikelola sebagai modal:

setiap perubahan pada angka a) dan angka b) dari periode sebelumnya:

pernyataan atas kepatuhan terhadap setiap persyaratan permodalan dari
pihak eksternat (jika ada): dan

konsekuensi dari ketidakpatuhan persyaratan permodalan dari pihak

eksternal, apabila terjadi ketidakpatuhan.

Catatan 21

Catatan 21

39)

Transaksi Nonkas

Yang harus diungkapkan antara lain :

Transaksi pada aktivitas investasi dan pendanaan yang tidak memerlukan
penggunaan Kas dan Setara Kas yang tidak termasuk dalam laporan arus kas.
Transaksi tersebut antara Jain berupa perolehan Aset secara kredit atau sewa
pembiayaan, akuisisi melalui penerbitan saham, dan konversi utang menjadi
modal.

Catatan 12

40)

Pembayaran Berbasis Saham
Yang harus diungkapkan antara lain :

a)

b)

5)
d)
e)

1

9)

rincian jumlah Llabilitas atas pembayaran berbasis saham baik untuk

jangka pendek ataupun jangka panjang:

penjelasan mengenal setiap jenis perjanjlan pembayaran berbasis saham

yang ada pada suatu periode, termasuk syarat dan ketentuan umum

setiap perjanjian, seperti kondisi vesting, jangka waktu maksimum atas
opsi yang diberikan, dan metode penyelesalan:

jumlah dan rata-rata tertimbang harga eksekusi opsi saham untuk setiap

kelompok opsi saham,

untuk opsi saham yang dieksekusi selama periode, rata-rata tertimbang

harga saham pada tanggat eksekusi atau selama periode pelaporan:

kisaran harga eksekusi dan rata-rata tertimbang sisa umur kontrak
untuk opsi saham yang beredar pada akhir periode,

penentuan Nilai Wajar dengan mengungkapkan paling kurang hal-hal

sebagai berikut:

(1) opsi yang diberikan selama suatu perlode, rata-rata tertimbang
Nilai Wajar opsi tersebut pada tanggal pengukuran dan informasi
tentang bagaimana Nilai Wajar tersebut diukur: dan

(2) jumlah dan rata-rata tertimbang nilai wajar Instrumen ekuitas
tersebut pada tanggal pengukuran, dan informasi tentang
pengukuran Nilai Wajar tersebut untuk instrumen ekuitas lain
yang diberikan selama suatu periode (yaitu selain opst saham),

dampak transaksi pembayaran berbasis saham terhadap laba rugi

Perusahaan dalam suatu perlode dan terhadap posisi keuangannya.

41)

Khusus Industri Asuransi:

a)

Analisis kekayaan dan Perhitungan Batas Tingkat Solvabilitas

Yang harus diungkapkan antara lain :

(1) Analisis Kekayaan,

(2) Perhitungan batas tingkat solvabilitas:

(3) Batas tingkat solvabilitas yang harus dipenuhi,

(4) Tingkat solvabilitas yang dicapai perusahaan per tanggal pelaporan,
dan

(5) Jumlah investasi yang diperkenankan dalam perhitungan
solvabilitas.

Page 48 OCR 0.921
Page 48 of 49

42)

Aset Liabilitas dan Hasil Usaha Program Asuransi Syariah

Hal-hal yang harus diungkapkan:

a) Ijin Menteri Keuangan atas pendirian unit Asuransi Syarlah:

b) Jenis Akad Asuransi Syariah:

c) Rincian Aset, Llabilitas, Pendapatan, Beban, dan Laba Usaha Unit Asuransi
Syariah: dan

d) Zakat.

43)

Informasi Penting Lainnya

Yang harus diungkapkan antara lain sifat, jenis, jumlah dan dampak dari:

a) Kontrak reasuransij

b) Perjanjian penting dan ikatan lainnya:

c) Rasio keuangan penting:

d) Pendapatan, beban dan hasil underwriting: dan

e) Peristiwa atau keadaan yang mempengaruhi kinerja atau kelangsungan
hidup perusahaan.

44)

Khusus Industri Kehutanan :

a) Rincian volume penjualan kayu bulat (jenis kayu),

b) Pemenuhan Ilabilitas terhadap negara seperti DR, IMH, BPPHH, IHPH dan
luran wajib lainnya,

Cc) Realisasi kegiatan dan biaya yang berhubungan dengan pelaksanaan
penanaman kembali hutan alam (TPTI, pembinaan dan perlindungan
hutan, penanaman tanah kosong dan usaha lainnya untuk kelestarlan
alam):

d) Realisasi jenis kegiatan sehubungan pelaksanaan Bina desa hutan dan
biayanya,

e) Khusus HTI, diungkapkan realisasi anggaran dan penanaman pada
periode berjalan dan akumulasinya: dan

f) Sehubungan dengan pembangunan sarana dan prasarana :

“) Realisasi pembangunan jalan dan jembatan serta pemeliharaannya,
an

(2) Jenis jalan yang dibangun pada perlode berjalan dan akumulasinya.

45)

Peristiwa Setelah Periode Pelaporan

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) dalam hal Perusahaan menerima Informasi setelah perlode pelaporan
tentang kondisi yang ada pada akhir periode pelaporan, maka
Perusahaan memutakhirkan pengungkapan kondisi tersebut sesual
dengan informasi terkini: dan
contoh peristiwa setelah periode pelaporan yang mensyaratkan entitas
untuk menyesuaikan jumlah yang diakui dalam laporan keuangannya,
atau untuk mengakui peristiwa yang sebelumnya tidak diakul:

b) dalam hal terdapat peristiwa nonpenyesual yang materlai setelah periode
pelaporan, maka Perusahaan mengungkapkan uraian peristiwa,
misalnya:

(1)tanggal terjadinya,

(2)sifat peristiwa: dan

(3)estimasl atas dampak keuangan, atau pernyataan dan alasan bahwa
estimasi tersebut tidak dapat dibuat.

46)

Perkembangan Terakhir Standar Akuntansi Keuangan dan Peraturan

yang Terkait dengan Aktivitas Perusahaan

Dalam hal Perusahaan belum menerapkan suatu SAK dan/atau peraturan yang

terkait dengan aktivitas Perusahaan, yang telah diterbitkan tetapi belum

efektif berlaku, Yang harus diungkapkan antara lain:

a) judul SAK dan jenis peraturan baru tersebut,

b) sifat dari perubahan yang belum berlaku efektif atau perubahan
kebijakan akuntansi,

Cc) tanggal penerapan SAK dan peraturan baru tersebut disyaratkan, dan
d) pembahasan mengenai dampak penerapan awa! SAK dan peraturan baru
atas laporan keuangan atau pernyataan manajemen bahwa dampak

tersebut tidak dapat diketahui atau diestimasi secara wajar.

KK tt

Catatan 38
Catatan 38

Catatan 38

Catatan 38

Page 49 OCR 0.925
Page 49 of 49

a7)

Reklasifikasi
a) Dalam hal Perusahaan mengubah penyajian atau pengklasifikasian pos-
pos dalam laporan keuangan, maka Perusahaan harus mengungkapkan
antara lain:
(LI) sifat reklasifikasi:
(2) jumlah masing-masing pos atau gabungan beberapa pos yang
direklasifikasi: dan
(3) alasan reklasifikasi.
b) Dalam hal reklasifikasi jumlah komparatif tidak praktis untuk dilakukan,
maka Perusahaan harus mengungkapkan:
(l) alasan tidak mereklasifikasi jumlah tersebut: dan
(2) sifat penyesuaian yang akan dilakukan jika jumlah tersebut
direklasifikasi.

48)

Hibah Pemerintah

Setiap Hibah Pemerintah yang diterima, Perusahaan harus mengungkapkan

hal-hal sebagai berikut:

a) sifat dan luas Hibah Pemerintah yang diakui dalam laporan keuangan dan
Indikasi bentuk lain dari bantuan pemerintah: dan

b) kondisi yang belum terpenuhi dan kontinjensi lain yang melekat atas
bantuan pemerintah yang telah diakul.

29)

Rekonsiliasi antara SAK dengan Standar Akuntansi di Negara Lain

a) Ketentuan ini berlaku bagi Perusahaan yang menyusun laporan
keuangan dengan menggunakan standar akuntansi selain SAK untuk
memenuhi persyaratan otoritas pasar modal di negara lain atau dalam
rangka penawaran Efek di negara laln,

b) Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) ringkasan perbedaan SAK dengan standar akuntansi di negara lain,

(2) rekonsiliasi pos-pos yang berbeda untuk laporan posisi keuangan
beserta penjelasannya: dan

(3) rekonsillasi pos-pos yang berbeda untuk laporan laba rugi
komprehensif beserta penjelasannya.

C) Dalam hal Perusahaan dipersyaratkan oleh otoritas pasar modal di
negara lain untuk melakukan pengungkapan tambahan mengikuti
ketentuan yang berlaku di negara tersebut, maka pengungkapan
tersebut wajib ditambahkan dalam laporan keuangan.

50)

Informasi Penting Lainnya

Yang harus diungkapkan antara lain sifat, jenis, jumlah dan dampak dari
peristiwa atau keadaan tertentu yang mempengaruhi kinerja perusahaan,
seperti peristiwa/keadaan yang mempengaruhi Kelangsungan hidup
perusahaan.

Jakarta, 25 Maret 2025

—

Tjhie Tje Fie

katun ya

Page 50

          

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.65 MB
Published25 Mar 2025
Pages50
Characters151,141
Text sourceOCR
OCR confidence0.918

Names mentioned 10 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Indofood Sukses Makmur Tbk p.1 ×2
linked person Tjhie Tje Fie p.49
unresolved org Kantor Akuntan Publik Purwantono p.1
unresolved org Bapepam-LK p.2 ×2
unresolved org Menteri Keuangan p.3 ×2
unresolved org Bank Indonesia p.7 ×13
unresolved org Bank Lain. Cc p.7
unresolved org Direktorat Jenderal Pajak p.21
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia p.32
unresolved org Bapepam p.42 ×2

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 6

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result