Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 3
Page 1
LAMPIRAN I – RESUME PUBLIC EXPOSE 2026
RESUME PAPARAN PUBLIK (“PUBLIC EXPOSE”) 2026
PT INDUSTRI DAN PERDAGANGAN BINTRACO DHARMA Tbk
(“Perseroan”)
Waktu dan Tempat:
Hari & Tanggal : Kamis, 25 Juni 2026
Waktu : 11:20 – 12:20 WIB
Format : Hybrid (Fisik dan webinar video konferensi)
Tempat : Veranda Hotel Pakubowono, Mahogany Room, Lt. 1
Jl. Kyai Maja No. 63, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan
Peserta:
A. Manajemen Perseroan:
Direktur Utama : Benny Redjo Setyono
Direktur : Hartono Dinata
B. Investor Relation : Yosef
C. Panelis, hadirin, undangan, dan jurnalis baik kehadiran langsung maupun online : 37 orang.
Susunan Acara:
1. Investor Relation membuka acara dan memperkenalkan Direksi Perseroan;
2. Direktur Utama memberikan sambutan;
3. Investor Relation dengan izin Direksi mempresentasikan paparan kinerja kuartal-1 2026;
4. Sesi tanya jawab melalui fasilitas Q&A yang dipandu Investor Relation.
Sesi Tanya Jawab:
Setelah paparan Investor Relation, acara dilanjutkan dengan sesi Tanya Jawab selama ±30 menit.
Peserta online mengajukan pertanyaan melalui kolom chat Q&A, sementara peserta onsite dengan
cara mengangkat tangan dan akan dibantu petugas dengan pengeras suara.
Page 2
LAMPIRAN I – RESUME PUBLIC EXPOSE 2026
Berikut ini adalah ringkasan pertanyaan, jawaban, dan tanggapan sepanjang sesi.
Pertanyaan dari Supriyanto, reporter metropolitanpost.id
1. Perihal pembagian Dividen bagaimana?
2. Belanja modal 2026 dan untuk apa saja
3. Penetrasi mobil listrik sudah mencapai 8% bagaimana penjualan Perseroan ke depan?
4. Strategi menghadapi pelemahan ekonomi seperti apa?
Jawaban:
• Dividen & Konsolidasi: Perseroan belum membagikan dividen karena masih dalam fase
konsolidasi pasca-pandemi, khususnya terkait entitas anak PT Andalan Finance Indonesia yang
izinnya berakhir pada 2022. Posisi utang AFI telah berkurang Rp310 miliar. Selain itu ada
kebutuhan untuk belanja modal.
• Belanja Modal (Capex): Tetap dialokasikan untuk digital infrastructure, investasi aset
tanah/properti, serta tambahan modal kerja. Total capex 2026 diperkirakan Rp112–120 miliar.
• Strategi BEV & Hybrid: Toyota menerapkan strategi multi-pathway (BEV, Hybrid, ICE) sesuai
distribusi ekonomi antar propinsi dan kesiapan infrastruktur. Meski insentif pemerintah
membantu percepatan adopsi teknologi BEV hingga pangsa pasar mencapai 13%, namun
kontribusi hybrid yang melaju tanpa subsidi juga mampu tumbuh hingga 8,13%. Kendaraan BEV
masih sangat bergantung pada subsidi, sementara hybrid menawarkan solusi lebih terjangkau
dan relevan bagi konsumen. Di wilayah Jawa Tengah–DIY, 90% pasar masih didominasi ICE dan
Hybrid. Sekedar informasi jika di China subsidi pemerintah untuk BEV diberikan jangka panjang
hingga 15 tahun, sementara di Indonesia mungkin perlu dicermati bersama sejauh mana subsidi
pemerintah akan diberikan sehingga strategi multi-pathway dirasa lebih relevan dalam kondisi
saat ini. Pada pasar regional porsi EV mulai naik dari 8% mungkin bisa ke 10% dengan banyaknya
merek yang masuk, namun tantangannya adalah berapa lama dealer bisa bertahan jika kondisi
market tetap stagnan. Perseroan juga menawarkan produk BEV yang menyasar konsumen atas
di harga Rp700 sampai dengan 800an juta, sementara untuk kelas di bawahnya strategi yang
ditawarkan adalah Hybrid dimana produk ini bisa menjawab pain point konsumen terkait
instalasi charging dan kapasitas batere-nya kecil (750-1300 watt) sehingga lebih terjangkau
harganya di kisaran Rp28 – Rp30 juta untuk pemakaian 8 hingga 10 tahun jika dibandingkan
harga batere konvensional yang bisa mencapai Rp200juta-an. Bagi konsumen yang tidak peduli
dengan resale value mungkin akan memilih BEV, namun konsumen yang concern Total
Ownership Cost (TOC) mungkin akan lebih mencari Hybrid. Jadi dengan multi-pathway,
Perseroan bisa menawarkan solusi EV, Hybrid dan ICE sesuai dengan keinginan konsumen.
• Ekonomi & Demand: Penurunan penjualan mobil dalam 3 tahun terakhir berpotensi
menciptakan pent-up demand. Data Mei 2026 menunjukkan kenaikan wholesale nasional 12,8%
dan retail 8,8%, sementara di regional juga naik hampir 8% sehingga terlihat kondisi positif jika
dibandingkan capaian Maret 2026. Perseroan optimis melalui program pemasaran bersama
multifinance, subsidi bahan bakar, serta layanan purnajual. Harapan kami dengan customer
Page 3
LAMPIRAN I – RESUME PUBLIC EXPOSE 2026
experience, resale value, pemeliharaan dan sebagainya bisa memenangkan pertarungan di
market.
Pertanyaan secara online dari Vina, wartawan Kontan
1. Bagaimana evaluasi kinerja CARS pada kuartal I 2026? Faktor apa saja yang menjadi pendorong
maupun tantangan bagi pendapatan dan laba perseroan pada periode tersebut?
2. Bagaimana outlook industri otomotif nasional dan kinerja perseroan hingga akhir 2026 di
tengah tantangan daya beli masyarakat dan ketidakpastian ekonomi global?
3. Berapa target penjualan kendaraan, pendapatan, dan laba bersih yang dibidik perseroan
sepanjang tahun 2026?
4. Berapa nilai investasi atau belanja modal (capex) yang disiapkan perseroan pada 2026, dan
bagaimana alokasi penggunaannya?
5. Selain penambahan dealer, apakah perseroan juga berencana menambah fasilitas bengkel,
body repair, maupun layanan purnajual lainnya untuk memperkuat bisnis aftersales?
6. Bagaimana strategi perseroan dalam menangkap peluang dari pertumbuhan kendaraan hybrid
dan listrik di Indonesia, termasuk kesiapan jaringan dealer dan layanan purnajual?
7. Apa fokus strategis utama CARS pada semester II 2026 dan dalam jangka menengah untuk
menjaga pertumbuhan dan profitabilitas di tengah persaingan industri otomotif yang semakin
ketat?
Pertanyaan secara online dari William, investor
8. Bagaimana cara perseroan menggunakan recurring revenue untuk kuartal-2 2026?
Pertanyaan dari Edo, Sintesanews.com
9. Bagaimana ekspansi perusahaan di kuartal 2 dengan pertimbangan kondisi ekonomi yang
sedang tidak baik-baik saja?
Jawaban:
• Sebagian pertanyaan yang diajukan memiliki kesamaan dengan pertanyaan sebelumnya,
terutama terkait alokasi 1) capex, 2)outlook otomotif dan strategi perusahaan dalam
menghadapi tantangan tahun 2026. 3) Sementara target penjualan diperkirakan akan sedikit
lebih baik dari capaian tahun sebelumya dengan target penjualan Rp4,6 triliun dan Net Income
Rp150 miliar sesuai presentasi. 4) Perihal potensi penambahan dealer, tentunya hal ini menjadi
perhatian kami sebagai bagian pengembangan namun tentunya harus sesuai dengan kriteria
yang ditetapkan dan mendapat persetujuan Prinsipal. 6) 7) 8) 9)Pencapaian semester 1-2026
diperkirakan akan lebih baik dari capaian tahun sebelumnya dengan EBITDA di kisaran Rp200
miliar. Kami menyadari kelebihan Toyota yang memiliki multi-pathway untuk segala segmen.
Terkait ekspansi, Perseroan memiliki inisiatif melakukan transformasi digital serta pengadaan
lahan di area potensial untuk pengembangan masa depan.
Jika ada pertanyaan yang belum terjawab sesuai dengan materi paparan publik mengingat
keterbatasan waktu maka dapat menghubungi Perseroan melalui email:
investor.relation@bintracodharma.com
Names mentioned 4 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Andalan Finance Indonesia
p.2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.