Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 5
Page 1
LAPORAN PELAKSANAAN
PUBLIC EXPOSE TAHUNAN
PT Cipta Perdana Lancar Tbk
(“Perseroan”)
Jakarta, 25 Juni 2026
PELAKSANAAN
Tempat : Ruangan Arch Duke Plus, Cyber 2 Tower, Lantai 17, Jl. H. R.
Rasuna Said Blok X-5, RT.7/RW.2, Kuningan, Kuningan Timur,
Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus
Ibukota Jakarta12950
Acara dimulai jam : 11:30 WIB
Manajemen Perseroan : Bapak Hamim (Direktur Utama), dan Bapak Tjoeng Rino
hadir Saputra (Direktur)
Peserta hadir : 18 Orang (termasuk 7 orang Via online Zoom Meeting) - daftar
terlampir
Acara berakhir jam : 12:15 WIB
RINGKASAN PERTANYAAN PESERTA DAN JAWABAN MANAJEMEN PERSEROAN
1. Pertanyaan:
Menanyakan faktor spesifik apa yang membuat pendapatan perusahaan meningkat
signifikan dibandingkan tahun sebelumnya dan berapa target persentase peningkatan dari
hasil diversifikasi tersebut untuk tahun ini.
Jawaban:
Terkait Peningkatan Pendapatan dan Target Diversifikasi: Peningkatan pendapatan yang
signifikan pada tahun 2025 dibandingkan 2024 didorong oleh penjualan hasil diversifikasi
produk berupa tray food ke Badan Gizi Nasional (BGN) dengan nilai mencapai sekitar Rp68
miliar. Untuk tahun 2026, Perseroan menargetkan kenaikan pendapatan sebesar 20%
hingga 25% dibandingkan tahun 2025.
2. Pertanyaan:
Menanyakan rencana penggunaan belanja modal (CAPEX) tahun ini akan dialokasikan
untuk apa, serta apakah ada dampak dari konflik di Timur Tengah terhadap industri otomotif
Perseroan.
Jawaban:
Terkait Alokasi CAPEX dan Dampak Konflik Timur Tengah: Target belanja modal (CAPEX)
tahun 2026 adalah sebesar Rp43,2 miliar. Dana ini akan dialokasikan untuk pembangunan
gedung baru seluas 2.000 m², pembuatan dies atau moulding baru, serta pembelian mesin-
mesin baru. Mengenai konflik Timur Tengah, dampaknya memang dirasakan di industri
otomotif, namun Perseroan berhasil menjaga kinerja dengan kenaikan pendapatan Q1 2026
sebesar 26,8% (mencapai Rp94,6 miliar) dibandingkan Q1 2025 (yang sebesar Rp74,6
miliar).
3. Pertanyaan:
Menanyakan strategi perusahaan untuk mengurangi ketergantungan pendapatan pada
sektor otomotif yang dianggapnya masih sangat dominan (mencapai 97%) menurut
pengamatannya.
Jawaban:
Terkait Strategi Mengurangi Ketergantungan Sektor Otomotif: Direktur mengklarifikasi
bahwa kontribusi sektor otomotif saat ini adalah 80,3%, bukan 97%. Strategi diversifikasi
Page 2
tidak hanya fokus pada satu produk, tetapi mencakup berbagai inovasi seperti kompor otomatis, mesin penyebar dolomit, mesin pengolah sampah organik menjadi kompos, dan mesin panjat kelapa. Segmen hasil diversifikasi (peralatan rumah tangga) sudah menyumbang 15,4%, segmen elektronik 4%, segmen fasilitas kebersihan 0,3% terhadap total pendapatan. 4. Pertanyaan: Menanyakan berapa jumlah dividen yang akan dibagikan tahun ini serta apa saja bentuk program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) yang dijalankan oleh Perseroan. Jawaban: Terkait Dividen dan Program CSR: Perseroan merencanakan pembagian dividen sebesar 20% dari laba bersih (NPM). Untuk program CSR, Perseroan fokus pada pendidikan dengan membangun sekolah gratis bagi anak-anak kurang mampu serta mendukung bidang olahraga melalui pembinaan atlet Indonesia yang mau berprestasi tetapi tidak mempunyai biaya di Rajawali Tangkis Badminton Club. 5. Pertanyaan: Target Kuartal II: Bagaimana proyeksi kinerja Perseroan untuk kuartal II tahun 2026 dan segmen mana yang akan menjadi target utama. Jawaban: Proyeksi Kuartal II 2026 dan Segmen Target: Perseroan tetap fokus pada bisnis inti yakni segmen otomotif, sanitasi, dan elektronik. Namun, terdapat potensi tambahan dari pesanan pembuatan mesin pengolah sampah organik menjadi pupuk, serta penjualan automatic fryer (kompor masak otomatis). 6. Pertanyaan: Dampak Biaya Operasional: Seberapa besar dampak kenaikan tarif listrik dan penyesuaian upah tahun 2026 terhadap biaya produksi, serta apakah hal ini menjadi penyebab margin bersih Q1 2026 lebih rendah dibanding tahun lalu. Jawaban: Dampak Biaya Operasional dan Margin Q1 2026: Kenaikan biaya operasional dan faktor geopolitik (perang) berdampak langsung pada kenaikan harga bahan baku yang secara otomatis mengurangi profitabilitas Perseroan. Manajemen berharap kondisi geopolitik segera stabil untuk mengembalikan tingkat keuntungan seperti semula. 7. Pertanyaan: Tata Kelola Kerjasama: Apakah kerjasama dengan PT Enviromas Sejahtera dan BRIN sudah melalui persetujuan Komisaris Independen dan apakah terdapat hubungan afiliasi yang perlu diungkapkan sesuai peraturan OJK. Jawaban: Tata Kelola Kerjasama (BRIN & Enviromas): Manajemen menegaskan bahwa kerjasama tersebut tidak memiliki hubungan afiliasi dan telah mendapatkan persetujuan dari Dewan Komisaris. 8. Pertanyaan: Risiko Bahan Baku dan Aset: Di tengah volatilitas harga logam global, apakah Perseroan memiliki kontrak jangka panjang atau strategi hedging (lindung nilai) untuk mengamankan bahan baku?
Page 3
Jawaban:
Risiko Bahan Baku dan Aset: Untuk mengamankan pasokan bahan baku di tengah volatilitas
harga logam, strategi utama Perseroan adalah menjaga disiplin pembayaran (Term of
Payment) kepada pemasok agar ketersediaan material tetap terjamin.
9. Pertanyaan:
Penggunaan Dana Waran: Mengingat saat ini banyak waran yang dikonversi menjadi saham
induk, akan digunakan untuk apa saja dana hasil tebus waran tersebut.
Jawaban:
Penggunaan Dana Hasil Waran: Sesuai dengan prospektus, dana yang diperoleh dari
penebusan Waran Seri I akan digunakan sepenuhnya untuk kegiatan operasional, termasuk
pembelian bahan baku dan kebutuhan modal kerja lainnya.
DAFTAR HADIR PESERTA ONLINE
PUBLIC EXPOSE TAHUNAN
PT CIPTA PERDANA LANCAR TBK
25 JUNI 2026
Page 4
Page 5
Names mentioned 6 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
H. R. Rasuna Said
p.1
unresolved
person
Tjoeng Rino
p.1
unresolved
org
Gizi Nasional
p.1
unresolved
org
PT Enviromas Sejahtera
p.2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.