Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 10
Page 1 OCR 0.948
Laporan Auditor Independen
No. 00601/3.0478/AU.1/10/1671-3/1/V1/2026
Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi
PT Sinar Mas Multiartha Tbk
Opini
Kami telah mengaudit laporan keuangan konsolidasian
PT Sinar Mas Multiartha Tbk dan Entitas Anak ("Grup"),
yang terdiri dari laporan posisi keuangan konsolidasian
pada tanggal 31 Desember 2025 serta laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian,
laporan perubahan ekuitas konsolidasian, dan laporan
arus kas konsolidasian untuk tahun yang berakhir
pada tanggal tersebut, serta catatan atas laporan
keuangan konsolidasian, termasuk informasi kebijakan
akuntansi yang material.
Menurut opini kami, kecuali untuk dampak hal yang
dijelaskan dalam paragraf Basis untuk Opini Wajar
dengan Pengecualian pada laporan kami, laporan
keuangan konsolidasian terlampir menyajikan secara
wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan
konsolidasian Grup tanggal 31 Desember 2025, serta
kinerja keuangan konsolidasian dan arus kas
konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal
tersebut sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia.
Basis untuk Opini Wajar dengan Pengecualian
Sebagaimana diungkapkan dalam Catatan 2 atas
Laporan Keuangan Konsolidasian, Grup menerapkan
PSAK No. 117 “Kontrak Asuransi” efektif 1 Januari 2025.
Namun, sampai dengan tanggal laporan ini, manajemen
masih belum menyelesaikan persyaratan pengungkapan
dari standar tersebut.
Kami melaksanakan audit kami berdasarkan Standar
Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik
Indonesia. Tanggung jawab kami menurut standar
tersebut diuraikan lebih lanjut dalam paragraf Tanggung
Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan
Konsolidasian pada laporan kami. Kami independen
terhadap Grup berdasarkan ketentuan etika yang relevan
dalam audit kami atas laporan keuangan konsolidasian di
Indonesia, dan kami telah memenuhi tanggung jawab
etika lainnya berdasarkan ketentuan tersebut. Kami yakin
bahwa bukti audit yang telah kami peroleh adalah cukup
dan tepat untuk menyediakan suatu basis bagi opini wajar
dengan pengecualian kami.
Independent Auditors' Report
No. 00601/3.0478/AU.1/10/1671-3/11VI/2026
The Shareholders, Boards of Commissioners
and Directors
PT Sinar Mas Multiartha Tbk
Opinion
We have audited the consolidated financial statements of
PT Sinar Mas Multiartha Tbk and its Subsidiaries (the
“Group”), which comprise the consolidated statement of
financial position as at December 31, 2025, and the
consolidated statement of profit or loss and other
comprehensive income, consolidated statement of
changes in eguity, and consolidated statement of cash
flows for the year then ended, and notes to the
consolidated financial statements, including material
accounting policy information.
In our opinion, except for the effects of the matter
described in the Basis for Gualified Opinion paragraph of
our report, the accompanying consolidated financial
statements present fairly, in all material respects, the
consolidated financial position of the Group as at
December 31, 2025, and its consolidated financial
performance and its consolidated cash flows for the year
then ended in accordance with Indonesian Financial
Accounting Standards.
Basis for Aualified Opinion
As disclosed in Note 2 to the Consolidated Financial
Statements, the Group adopted SFAS No. 117 "Insurance
Contracts" effective January 1, 2025. However, until the
date of this report, management has not completed the
disclosure reguirements of the standard.
We conducted our audit in accordance with Standards on
Auditing established by the Indonesian Institute of
Certified Public Accountants. Our responsibilities under
those standards are further described in the Auditors'
Responsibilities for the Audit of the Consolidated Financial
Statements paragraph of our report. We are independent
of the Group in accordance with the ethical reguirements
that are relevant to our audit of the consolidated financial
statements in Indonesia, and we have fulfilled our other
ethical responsibilities in accordance with these
reguirements. We believe that the audit evidence we have
obtained is sufficient and appropriate to provide a basis
for our gualified opinion.
Page 2 OCR 0.941
Hal Audit Utama
Hal audit utama adalah hal-hal yang, menurut
pertimbangan profesional kami, merupakan hal yang
paling signifikan dalam audit kami atas laporan keuangan
konsolidasian. Hal-hal tersebut disampaikan dalam
konteks audit kami atas laporan keuangan konsolidasian
secara keseluruhan, dan dalam merumuskan opini kami
atas laporan keuangan konsolidasian terkait, kami tidak
menyatakan suatu opini terpisah atas hal audit utama
tersebut.
Hal-hal audit utama yang teridentifikasi dalam audit kami
sebagai berikut:
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai atas Kredit yang
Key Audit Matters
Key audit matters are those matters that, in our
professional judgment, were of most significance in our
audit of the consolidated financial statements of the
current period. These matters were addressed in the
context of our audit of the consolidated financial
statements as a whole, and in forming our opinion thereon,
and we do not provide a separate opinion on these
matters.
The key audit matters identified in our audit are as follows:
Allowance for Impairment Losses on Loan and
Diberikan dan Piutang/Pembiayaan Syariah
Seperti yang dijelaskan dalam Catatan 2 - Informasi
Kebijakan Akuntansi Material, Catatan 3 - Penggunaan
Estimasi, Pertimbangan, dan Asumsi Manajemen,
Catatan 11 - Kredit yang Diberikan, dan Catatan 50 -
Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan, atas
laporan keuangan konsolidasian, penentuan cadangan
kerugian penurunan nilai membutuhkan pertimbangan
manajemen yang subjektif dan melibatkan penggunaan
estimasi dengan tingkat ketidakpastian yang tinggi.
Cadangan kerugian penurunan nilai atas kredit
konvensional yang diberikan ditentukan oleh Grup
berdasarkan kerangka Kerugian Kredit Ekspektasian
("KKE") sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi
Keuangan (PSAK) No. 109, “Instrumen Keuangan"
("PSAK 109"). Cadangan kerugian penurunan nilai atas
piutang/pembiayaan syariah dibentuk atas piutang
murabahah dan piutang non-murabahah. Cadangan
kerugian penurunan nilai atas piutang murabahah
ditentukan berdasarkan PSAK 405 - Akuntansi
Murabahah (“"PSAK 405") dan cadangan kerugian
penurunan nilai atas piutang non-murabahah ditentukan
berdasarkan PSAK yang berlaku.
Pada tanggal 31 Desember 2025, cadangan kerugian
penurunan nilai atas kredit yang diberikan Grup adalah
sebesar Rp753.940 juta
Kami fokus pada area ini karena penentuan cadangan
kerugian penurunan nilai membutuhkan pertimbangan
manajemen yang subjektif dan melibatkan penggunaan
estimasi dengan tingkat ketidakpastian yang tinggi. Nilai
atas kredit yang diberikan dan piutang/pembiayaan
syariah - bruto mewakili 1596 dari total aset Grup dan
besarnya nilai cadangan kerugian penurunan nilai yang
dibentuk atas kredit yang diberikan dan piutang/
pembiayaan syariah tersebut nilainya signifikan terhadap
laporan keuangan konsolidasian Grup.
Grup menghitung cadangan kerugian penurunan nilai
untuk kredit yang diberikan baik yang tidak mengalami
penurunan nilai dan yang mengalami penurunan nilai.
Untuk kredit diberikan yang tidak mengalami penurunan
nilai dan kredit diberikan yang mengalami penurunan
nilai, yang secara individual tidak dianggap signifikan,
Grup menghitung KKE secara kolektif menggunakan
Receivable/Sharia Financing
As described in Note 2 - Material Accounting Policy
Information, Note 3 - Management Use of Estimates,
Judgments and Assumptions, Note 11 - Loans and Note
50 - Financial Risk Management Objectives and Policies,
to the consolidated financial statements, determining
allowance for impairment losses involves subjective
management judgment and is subject to a high degree of
estimation uncertainty. The allowance for impairment
losses on conventional loans is determined by the Group
based on the Expected Credit Losses ("ECL”) framework
under Statements of Financial Accounting Standards
(SFAS) No. 109, "Financial Instruments" ("SFAS 109").
The allowance for impairment losses on receivable/sharia
financing is provided on murabahah and non-murabahah
receivables. The allowance for impairment losses on
murabahah receivables is determined based on SFAS 405
-Accounting of Murabahah ("SFAS 405”) and allowance
for impairment losses on non-murabahah receivables is
determined based on the applicable SFAS.
As at December 31, 2025, the allowance for impairment
losses on loans of the Group amounted to Rp753,940
million.
We focused on this area because allowance for
impairment losses involves subjective management
judgment and is subject to a high degree of estimation
uncertainty. The value of the loans and receivables/sharia
financing - gross represents 1549 of the Group's total
assets and the respective allowance for impairment losses
provided against the loan and sharia receivables/financing
is significant in value to the Group's consolidated financial
statements.
The Group calculated the allowance for impairment losses
for both non-credit-impaired and credit-impaired loans. For
non-credit-impaired loans and for credit-impaired loans
which are not considered individually significant, the
Group assesses collective ECL using the risk parameter
modelling approach that incorporates key parameters,
including Probability of Default ("PD”), Loss Given Default
Page 3 OCR 0.928
model parameter risiko yang menggunakan beberapa
parameter utama, antara lain, Probability of Default
("PD"), Loss Given Default (“LGD"), Exposure at Default
("EAD”) dan tingkat diskonto, setelah memperhitungkan
informasi perkiraan masa depan dan data eksternal
lainnya. Grup menghitung cadangan kerugian penurunan
nilai atas piutang pembiayaan syariah secara kolektif
menggunakan model parameter risiko dengan
menggunakan parameter utama yaitu PD, LGD dan Days
Past Due ("DPD"). Untuk piutang murabahah, parameter
utama yang digunakan adalah PD dan LGD, sedangkan
untuk piutang non-murabahah, parameter utama yang
digunakan adalah DPD. Untuk kredit yang diberikan dan
piutang/pembiayaan syariah yang mengalami penurunan
nilai, yang secara individual dianggap signifikan, Grup
menghitung cadangan kerugian penurunan nilai secara
individual dengan mengestimasi arus kas ekspektasian
yang diperoleh dari kredit yang diberikan dan
piutang/pembiayaan syariah.
Pertimbangan-pertimbangan signifikan yang digunakan
dalam menentukan cadangan kerugian penurunan nilai
atas kredit yang diberikan dan piutang/pembiayaan
syariah meliputi:
» Mengembangkan model penilaian kolektif yang tepat
untuk menghitung cadangan kerugian penurunan
nilai. Model yang dikembangkan secara kompleks
dan melibatkan pertimbangan manajemen dalam
menyusun model tersebut,
» Mengidentifikasi akun yang telah mengalami
peningkatan risiko kredit secara signifikan untuk
kredit konvensional dan penurunan nilai pada
piutang/pembiayaan syariah: dan
“ AsumSsi-asumsi yang digunakan dalam model
cadangan kerugian penurunan nilai termasuk
proyeksi arus kas masa depan yang diharapkan,
perkiraan faktor ekonomi makro masa depan dan
beberapa skenario probabilitas tertimbang.
Kami telah melakukan prosedur berikut untuk merespons
hal audit utama ini:
# Kami menguji desain dan efektivitas pengoperasian
pengendalian utama di seluruh proses siklus
pinjaman, dibantu oleh spesialis teknologi informasi
kami, dan menilai metodologi pengukuran penurunan
nilai, validasi model penyisihan kerugian penurunan
nilai, input, dasar dan asumsi yang digunakan oleh
Grup dalam menghitung penyisihan kerugian
penurunan nilai.
“Kami menilai estimasi arus kas masa depan pada
sampel pinjaman yang dinilai secara individual
dengan membandingkan asumsi yang dibuat dengan
informasi yang diperoleh dari sumber internal dan
eksternal dan menilai keandalan informasi yang
digunakan dalam estimasi, berdasarkan informasi
pasar yang tersedia atau penilaian yang disiapkan
oleh penilai independen.
» Kami melibatkan profesional di bidang risiko kredit
dan teknologi informasi dengan keterampilan khusus,
pengetahuan industri, dan pengalaman relevan yang
membantu dalam mengevaluasi metodologi dan
penilaian utama yang digunakan dalam menentukan
parameter PD dan LGD, mengevaluasi bagaimana
faktor-faktor forward-looking digabungkan dalam
model ECL kolektif dan menghitung ulang penilaian
penurunan nilai secara kolektif berdasarkan sampel.
("LGD"), Exposure at Default ("EAD") and discount rate,
after considering forward-looking information and other
external information. The Group assesses the allowance
for impairment losses on sharia financing receivables
collectively using the risk parameter modelling approach
that incorporates key parameters, including PD, LGD and
Days Past Due ("DPD”). For murabahah receivables, the
key parameters used are PD and LGD, while for non-
murabahah receivables, the key parameter used is DPD.
For credit-impaired loan and receivables/sharia financing,
which are considered individually significant, the Group
assesses the allowance for impairment losses on an
individual basis by estimating the expected cash flows that
will be obtained from the loan and receivables/sharia
financing.
The significant judgments involved in determining the
allowance for impairment losses on loans and
receivables/sharia financing include the following:
“ Developing an appropriate collective assessment
models to calculate allowance for impairment losses.
The model developed is complex and involves
management consideration in developing the model:
“ Identification of accounts that have experienced a
significant increase in credit risk on conventional loans
and experienced impairment for sharia financing
receivables: and
“ Assumptions used in the allowance for impairment
losses model include cash flow projections, forecasts
of future macroeconomic factors and several weighted
probability scenarios.
We have performed the following procedures to address
this key audit matter:
“We tested the design and operating effectiveness of
key controls across the loan cycle processes, as
assisted by our information technology specialist, and
assessed the impairment measurement
methodologies, validation of allowance for impairment
losses models, inputs, basis and assumptions used by
the Group in calculating the allowance for impairment
losses.
“ We assessed the estimates of future cash flows on a
sample of individually assessed loans by comparing
assumptions made with information obtained from
internal and external sources and assessing the
reliability of information used in the estimates, based
on available market information or valuation prepared
by independent valuer.
“We involved credit risk and information technology
professionals with specialized skills, industry
knowledge and relevant experience who assisted in
evaluating the methodology and key judgments used
in determining the PD and LGD parameters,
evaluating how forward-looking factors was
incorporated in the collective ECL model and
recalculating the collective impairment assessment on
a sample basis.
Page 4 OCR 0.926
# Kami melakukan prosedur loan review, berdasarkan sampel minimal 70Yc dari total pinjaman dan menyertakan setidaknya 25 debitur terbesar dalam portofolio, untuk mengevaluasi apakah kualitas kredit telah dinilai dengan baik oleh Grup. » Kami menguji perhitungan untuk eksposur yang dinilai secara individual dengan reviu teratur atas risiko kredit. "Kami memeriksa keakurasian matematis dari perhitungan jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, dengan melakukan perhitungan ulang atas seluruh portofolio yang penurunan nilainya dinilai secara Kolektif berdasarkan sampel dan perhitungan ulang atas penurunan nilai yang dinilai secara individual berdasarkan sampel. Cadangan kerugian penurunan nilai atas piutang “We performed loan review procedures, on a sample basis of minimum 7096 of the total loans and include at least the top 25 of the biggest debtors in the portfolio, to evaluate whether the credit rating has been properly assessed by the Group. » We tested the calculations for exposures assessed on an individual basis with timely review of credit risk. ». We checked the mathematical accuracy of the calculation of the amount of allowance for impairment losses, by recalculating the entire portfolio whose impairment is assessed collectively based on the sample and recalculating impairment which is assessed individually based on the sample. Allowance for impairment losses of working capital pembiayaan modal kerja skema anjak piutang, piutang financing with factoring scheme receivables, finance lease sewa pembiayaan dan piutang pembiayaan multiguna receivables and multipurpose financing receivables Seperti yang dijelaskan dalam Catatan 2 — Informasi Kebijakan Akuntansi Material, Catatan 3 - Penggunaan Estimasi, Pertimbangan dan Asumsi Manajemen, Catatan 7 - Piutang Pembiayaan Multiguna, Catatan 8 - Piutang Sewa Pembiayaan dan Catatan 9 - Piutang Pembiayaan Modal Kerja Skema Anjak Piutang, pada laporan keuangan konsolidasian. Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah cadangan kerugian penurunan nilai atas piutang pembiayaan modal kerja skema anjak piutang, piutang sewa pembiayaan dan piutang pembiayaan multiguna Grup masing-masing sebesar Rp78.496 juta, Rp5.689 juta dan Rp48.889 juta. Cadangan kerugian penurunan nilai atas piutang pembiayaan modal kerja skema anjak piutang, piutang sewa pembiayaan dan piutang pembiayaan multiguna yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi ditentukan oleh Grup berdasarkan KKE sesuai dengan PSAK 109. Kami fokus pada area ini karena cadangan KKE terkait yang dibentuk membutuhkan pertimbangan signifikan manajemen dan melibatkan penggunaan estimasi dengan tingkat ketidakpastian yang tinggi dalam menerapkan ketentuan akuntansi untuk pengukuran KKE seperti: “ Pengembangan model penilaian kolektif yang tepat untuk menghitung KKE. Model yang dikembangkan kompleks dan melibatkan pertimbangan manajemen dalam pengembangan model tersebut, “ Pengidentifikasian — pembiayaan yang telah mengalami peningkatan risiko kredit secara signifikan, dan “ Asumsi-asumsi yang digunakan dalam model KKE termasuk proyeksi arus kas, perkiraan faktor ekonomi makro masa depan dan beberapa skenario probabilitas tertimbang. -iv- As described in Note 2 - Material Accounting Policy Information, Note 3 - Management Use of Estimates, Judgment and Assumptions, Note 7 - Multipurpose Financing Receivables, Note 8 - Finance Lease Receivables and Note 9 - Working Capital Financing with Factoring Scheme Receivables, to the consolidated financial statements. As at December 31, 2025, the amount of allowance for impairment losses on working capital financing with factoring scheme receivables, finance lease receivables and multipurpose financing receivables amounted to Rp78,496 million, Rp5,689 million and Rp48,889 million, respectively. Allowance for impairment losses on working capital financing with factoring scheme receivables, finance lease receivables and multipurpose financing receivables measured at amortized cost is determined by the Group based on ECL in accordance with SFAS 109. We focused on this area because the related ECL allowance that are established reguires the use of significant management judgment and involve the use of estimates with a high degree of uncertainty in applying accounting reguirements for ECL measurement such as: “Development of an appropriate collective assessment models to calculate ECL. The model developed is complex and involves management's consideration in developing the model, “ Identification of financings that have experienced a Significant increase in credit risk, and “ Assumptions used in the ECL model which include cash flow projections, forecasts of future macroeconomic factors and several weighted probability scenarios.
Page 5 OCR 0.937
Kami telah melakukan prosedur berikut untuk merespons hal audit utama ini: # Kami mengevaluasi efektivitas kontrol atas proses identifikasi piutang pembiayaan modal kerja skema anjak piutang, piutang sewa pembiayaan dan piutang pembiayaan multiguna yang mengalami peningkatan risiko kredit secara signifikan, proses identifikasi penurunan nilai, dan proses perkiraan arus kas masa depan untuk menentukan jumlah KKE. Kami menguji sampel atas piutang pembiayaan modal kerja skema anjak piutang, piutang sewa pembiayaan dan piutang pembiayaan multiguna yang diidentifikasi oleh Grup memiliki kualitas kredit rendah dan direstrukturisasi dan membuat penilaian independen kami apakah terdapat peningkatan risiko kredit secara signifikan atau terdapat bukti objektif penurunan nilai. » Kami menguji perhitungan untuk eksposur yang dinilai secara individual atas risiko kredit yang dievaluasi secara teratur. “Kami menilai dan menguji asumsi permodelan yang digunakan dalam model KKE, termasuk penentuan PD, LGD dan EAD, yang diterapkan terhadap persyaratan PSAK 109. Kami juga menilai kecukupan asumsi prakiraan masa depan. “ Kami memeriksa keakuratan matematis atas perhitungan jumlah KKE, dengan melakukan perhitungan ulang atas keseluruhan portofolio yang penurunan nilainya dinilai secara kolektif dan perhitungan ulang atas penurunan nilainya yang dinilai secara individual berdasarkan sampel. Penilaian atas Liabilitas Kontrak Asuransi dan Dampak We have performed the following procedures to address this key audit matter: “ We evaluated the effectiveness of the controls over the process of identification of working capital financing with factoring scheme receivables, finance lease receivables and multipurpose financing receivables that have experienced significant increase in credit risk, process of identification of loss event and the process of forecasting future cash fiows to determine the ECL amount. We examined working Capital financing with factoring scheme receivables, finance lease receivables and multipurpose financing receivables, on sampling basis, identified by the Group as having low credit guality and are restructured and made our independent assessment as to whether there is a significant increase in credit risk or there is an objective evidence of impairment. » We tested the calculations for exposures assessed on an individual basis with regular review of credit risk. » We assessed and tested the modeling assumptions used in the ECL model, including the determination of the PD, LGD and EAD, which are applied to the reguirements of SFAS 109. We also assessed the reasonableness of the assumptions used in future forecasts. “ We checked the mathematical accuracy of the calculation of the amount of ECL, by recalculating the entire portfolio whose impairment is assessed collectively and recalculating the impairment which is assessed individually, on sampling basis. Valuation of Insurance Contract Liabilities and Impact of Penerapan Pertama Kali PSAK No. 117 “Kontrak the First Time Application of SFAS No. 117 “Insurance Asuransi" Merujuk ke Catatan 2 - Ikhtisar Material Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting, Catatan 3 - Penggunaan Estimasi, Pertimbangan dan Asumsi Manajemen, Catatan 10 - Kontrak Asuransi dan Reasuransi serta Catatan 56 - Penyajian Kembali Laporan Keuangan Konsolidasian, pada laporan keuangan konsolidasian. Pada tanggal 1 Januari 2025, Grup menerapkan PSAK No. 117 "Kontrak Asuransi”, yang menggantikan standar sebelumnya, yaitu PSAK No. 104. Standar ini memperkenalkan kerangka baru dalam pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapan atas kontrak asuransi dalam laporan keuangan konsolidasian. Penerapan awal ini mengakibatkan penyesuaian kumulatif sebesar Rp1.583.108 pada saldo awal ekuitas Grup pada tanggal transisi 1 Januari 2024. Dalam proses penerapan awal standar ini, manajemen menggunakan pertimbangan yang signifikan dalam menentukan metode transisi yang tepat, termasuk pemilihan pendekatan retrospektif yang dimodifikasi Contract” As described in Note 2 - Summary of Material Accounting and Financial Reporting Policies, Note 3 - Management Use of Estimates, Judgments And Assumptions, Note 10 - Insurance and Reinsurance Contract and Note 56 - Restatement of Consolidated Financial Statements, to the consolidated financial statements. On January 1, 2025, the Group adopted SFAS No. 117 “Insurance Contract", which replaces the previous standard, namely SFAS No. 104. This standard introduces a new framework for the recognition, measurement, presentation and disclosure of insurance contracts in consolidated financial statements. The initial adoption resulted in a cumulative adjustments amounting to Rp1,583,108, which has been recognized in the Group as of the transition date of January 1, 2024. In the process of initially implementing this standard, management used significant judgement in determining the appropriate transition method, including selecting a modified retrospective approach
Page 6 OCR 0.936
Pada tanggal 31 Desember 2025 jumlah aset kontrak asuransi dan liabilitas kontrak asuransi masing-masing sebesar Rp1.089.221 juta dan Rp25.873.249. Penentuan liabilitas kontrak ini melibatkan pertimbangan yang signifikan atas ketidakpastian hasil masa depan terkait dengan pembayaran kerugian dan perubahan eksposur risiko bisnis, termasuk penyelesaian akhir atas keseluruhan liabilitas pemegang polis jangka panjang. Grup menggunakan model penilaian untuk mendukung perhitungan liabilitas kontrak asuransi yang kompleks dan dapat menyebabkan kesalahan sebagai akibat dari data yang tidak memadai atau tidak lengkap dan ketidaktepatan metode dan asumsi maupun desain atau penerapan model. Arus kas pemenuhan, yang mencakup semua arus kas masuk dan arus kas keluar yang langsung terkait dengan kontrak, ditentukan menggunakan asumsi pada tanggal penilaian yang mengandung ketidakpastian yang signifikan dalam estimasi arus kas yang diharapkan. Margin jasa kontraktual mewakili keuntungan yang belum diterima yang akan diakui Grup seiring dengan pemberian jasa kontrak asuransi di masa depan. Sejumlah marjin jasa kontraktual untuk suatu kelompok kontrak asuransi diakui dalam laba rugi konsolidasian sebagai pendapatan asuransi pada setiap periode untuk mencerminkan jasa kontrak asuransi yang diberikan berdasarkan kelompok kontrak asuransi tersebut pada periode bersangkutan. Kami menganggap ini sebagai hal audit utama karena ketidakpastian estimasi yang signifikan terkait dengan penentuan liabilitas kontrak asuransi ini. Bagaimana audit kami merespons Hal Audit Utama Kami memahami dan mengevaluasi penilaian liabilitas kontrak asuransi, di mana kami melibatkan pakar aktuaria kami dan melakukan pengujian substantif. Kami telah melakukan prosedur berikut untuk merespon hal audit utama ini: «Kami memeroleh pemahaman pengendalian internal yang relevan dengan audit dalam rangka merancang prosedur audit yang sesuai dengan keadaan, namun tidak untuk tujuan menyampaikan pendapat tentang efektivitas pengendalian internal Grup. Kami juga menilai pendekatan transisi serta metodologi pengukuran yang dipilih oleh manajemen dengan menguji kelayakan kontrak Asuransi yang diukur berdasarkan pendekatan retrospektif — yang dimodifikasi pada tanggal transisi, serta menguji kelayakan kontrak — asuransi yang diukur menggunakan model pengukuran umum (general measurement model), pendekatan alokasi premi (premium allocation approach) dan pendekatan imbal jasa variabel (variable fee approach): » Kami mengevaluasi kompetensi, kapabilitas dan objektivitas tenaga ahli aktuaria manajemen: » Kami menguji, berdasarkan uji petik, akurasi data kontrak asuransi dengan memeriksa data ke dokumen pendukung seperti polis, dokumen klaim dan arus kas aktual, -vi- As at December 31, 2025, the amount of insurance contract assets and insurance contract liability amounted to Rp1,089,221 million and Rp25,873,249 million, respectively. The determination of these contract liabilities involves significant judgment over uncertain future outcomes related to loss payments and changing risk exposure of the businesses, including full settlement of policyholder liabilities. The Group uses valuation models to support the calculations of the insurance contract liabilites which are complex and may give rise to errors as a result of inadeguate or incomplete data, inappropriate methods and assumptions, or the design or application of the models. Fullfilment cash flows, which include all cash inflows and cash outflows directly attributable to the contract, are determined using assumptions as at the valuation date, which are subject to significant uncertainty in the estimation of expected cash flows. Contractual service margin represents the unearned profit that the Group will recognize it as it provides insurance contract services in the future. The amortization of the contractual service margin for a group of contracts is recognized as insurance service revenue in the consolidated statements of profit or loss, based on the number of coverage units provided during the period. We considered this as a key audit matter due to significance of both the amounts and estimation uncertainty associated with determination of these insurance contract liabilities. How our audit addressed the Key Audit Matter We understood and evaluated the valuation of insurance contract liabilities, in which we involved our actuarial expert and performed substantive testing. We have performed the following audit procedures to address this Key Audit Matter. “ Obtained an understanding of internal control relevant to the audit in order to design audit procedures that are appropriate in the circumstances, but not for the purpose of expressing an opinion on the effectiveness of the Group's internal control. We also assessed the transition approach and measurement methodology selected by management by testing the eligibility of insurance — contract ' measured at modified retrospective approach at the transition date, as well as the eligibility of insurance contracts measured using the general measurement model, premium allocation approach and variable fee approach: “ We evaluated the competence, capabilities and objectivity of the management actuarial expert, “ On a sample basis, we tested the accuracy of insurance contract data by tracing the data to relevant supporting documents such as policies, claim documents and actual cash flows,
Page 7 OCR 0.934
« Kami menguji kelengkapan data yang digunakan dalam perhitungan liabilitas kontrak asuransi dengan melakukan rekonsiliasi antara data polis in force dan data yang diolah oleh tenaga ahli aktuaria manajemen menggunakan bantuan spesialis teknologi informasi kami, “ Kami menilai, berdasarkan uji petik, asumsi utama yang digunakan oleh manajemen dan membandingkannya dengan pengalaman historis Perusahaan serta data pasar yang dapat diobservasi. Pengujian ini dilakukan dengan melibatkan ahli aktuaria kami, “Kami menilai kesesuaian metodologi yang digunakan dalam penilaian liabilitas kontrak asuransi dan, berdasarkan uji petik, menguji ketepatan perhitungan yang terkait dengan arus kas pemenuhan, margin jasa kontraktual, beserta penerapannya dalam model aktuaria, dengan meliatkan ahli aktuaria kami, “ Kami menilai, berdasarkan uji petik, kesesuaian penentuan periode pertanggungan dan pola pemberian manfaat Asuransi yang digunakan oleh manajemen dalam pengukuran labilitas kontrak asuransi, dengan melibatkan ahli aktuaria kami, “Kami menguji analisis pergerakan liabilitas kontrak asuransi tahun berjalan dengan menilai apakah pergerakan tersebut konsisten dengan asumsi yang digunakan oleh manajemen, dengan melibatkan ahli aktuaria kami, Informasi Lain Manajemen bertanggung jawab atas informasi lain. Informasi lain terdiri dari informasi yang tercantum dalam Laporan Tahunan pada tanggal 31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, tetapi tidak mencantumkan laporan keuangan konsolidasian dan laporan auditor kami. Laporan Tahunan diharapkan akan tersedia bagi kami setelah tanggal laporan auditor ini. Opini kami atas laporan keuangan konsolidasian tidak mencakup informasi lain, dan oleh karena itu, kami tidak menyatakan bentuk keyakinan apapun atas informasi lain tersebut. Sehubungan dengan audit kami atas laporan keuangan konsolidasian, tanggung jawab kami adalah untuk membaca informasi lain yang teridentifikasi di atas, jika tersedia dan, dalam melaksanakannya, mempertimbangkan apakah informasi lain mengandung ketidakkonsistensian material dengan laporan keuangan konsolidasian atau pemahaman yang kami peroleh selama audit, atau mengandung kesalahan penyajian material. - Vii - “ We tested the completeness of the data used in calculating insurance contract liabilities by performing a reconciliation between in-force policy data and data processed by management's actuarial expert with assistance from our information technology specialist: " We assessed, on a sample basis, the key assumptions used by management and compared them with the Company's historical experience and observable market data. This testing was performed with the involvement of our actuarial specialist, " We assessed the appropriateness of the methodologies used in the valuation of insurance contract liabilities and, on a sample basis, tested the accuracy of calculations related to fulfilment cash flows, contractual service margin, along with their application in the actuarial model, by involving our actuarial specialist: " We assessed, on a sample basis, the appropriateness of the coverage period and pattern of insurance services determined by management in measuring insurance contract liabilities, with the involvement of our actuarial specialist: " We tested the analysis of movement of insurance contract liabilities during the year by assessing whether those movements were consistent with the management's assumptions, with the involvement of our actuarial specialist, Other Information Management is responsible for the other information. The other information comprises the information included in the Annual Report as at December 31, 2025 and for the year then ended, but does not include the consolidated financial statements and our auditors' report thereon. The Annual Report is expected to be made available to us after the date of this auditors' report. Our opinion on the consolidated financial statements does not cover the other information, and accordingly, we do not express any form of assurance conclusion thereon. In connection with our audit of the consolidated financial statements, our responsibility is to read the other information identified above when it becomes available and, in doing so, consider whether the other information is materially inconsistent with the consolidated financial statements or our knowledge obtained in the audit, or otherwise appears to be materially misstated.
Page 8 OCR 0.943
Ketika kami membaca Laporan Tahunan, jika kami menyimpulkan bahwa terdapat suatu kesalahan penyajian material di dalamnya, kami diharuskan untuk mengomunikasikan hal tersebut kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola dan mengambil tindakan tepat berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia. Tanggung Jawab Manajemen dan Pihak yang Bertanggung Jawab atas Tata kelola Grup Terhadap Laporan Keuangan Konsolidasian Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan konsolidasian tersebut sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, dan atas pengendalian internal yang dianggap perlu oleh manajemen untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan konsolidasian yang bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan. Dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian, manajemen bertanggung jawab untuk — menilai kemampuan Grup dalam mempertahankan kelangsungan usahanya, mengungkapkan, sesuai dengan kondisinya, hal-hal yang berkaitan dengan kelangsungan usaha, dan menggunakan basis akuntansi kelangsungan usaha, kecuali manajemen memiliki intensi untuk melikuidasi Grup atau menghentikan operasi, atau tidak memiliki alternatif yang realistis selain melaksanakannya. Pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola bertanggung jawab untuk mengawasi proses pelaporan keuangan Grup. Tanggung Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan Konsolidasian Tujuan kami adalah untuk memeroleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan, dan untuk menerbitkan laporan auditor yang mencakup opini kami. Keyakinan memadai merupakan suatu tingkat keyakinan tinggi, namun bukan merupakan suatu jaminan bahwa audit yang dilaksanakan berdasarkan Standar Audit akan selalu mendeteksi kesalahan penyajian material ketika hal tersebut ada. Kesalahan penyajian dapat disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan dan dianggap material jika, baik secara individual maupun secara agregat, dapat diekspektasikan secara wajar akan memengaruhi keputusan ekonomi yang diambil oleh pengguna berdasarkan laporan keuangan konsolidasian tersebut. Sebagai bagian dari suatu audit berdasarkan Standar Audit, kami menerapkan pertimbangan profesional dan mempertahankan skeptisisme profesional selama audit. Kami juga: - Vifi - When we read the Annual Report, ifwe conclude that there is a material misstatement therein, we are reguired to communicate the matter to those charged with governance and take appropriate actions in accordance with Standards on Auditing established by the Indonesian Institute of Certified Public Accountants. Responsibilities of Management and Those Charged with Governance for the Consolidated Financial Statements Management is responsible for the preparation and fair presentation of the consolidated financial statements in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards, and for such internal control as management determines is necessary to enable the preparation of the consolidated financial statements that are free from material misstatement, whether due to fraud or error. In preparing the consolidated financial statements, management is responsible for assessing the Group's ability to continue as a going concern, disclosing, as applicable, matters related to going concern and using the going concern basis of accounting unless management either intends to liguidate the Group or to cease operations, or has no realistic alternative but to do so. Those charged with governance are responsible for overseeing the Group's financial reporting process. Auditors' Responsibilities for the Audit of the Consolidated Financial Statements Our objectives are to obtain reasonable assurance about whether the consolidated financial statements as a whole are free from material misstatement, whether due to fraud Or error, and to issue an auditors' report that includes our opinion. Reasonable assurance is a high level of assurance, but is not a guarantee that an audit conducted in accordance with Standards on Auditing will always detect a material misstatement when it exists. Misstatements can arise from fraud or error and are considered material if, individually or in the aggregate, they could reasonably be expected to influence the economic decisions of users taken on the basis of these consolidated financial statements. As part of an audit in accordance with Standards on Auditing, we exercise professional judgment and maintain professional skepticism throughout the audit. We also:
Page 9 OCR 0.926
“ Mengidentifikasi dan menilai risiko kesalahan penyajian material dalam laporan keuangan konsolidasian, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan, mendesain dan melaksanakan prosedur audit yang responsif terhadap risiko tersebut, serta memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat untuk menyediakan basis bagi opini kami. Risiko tidak terdeteksinya kesalahan penyajian material yang disebabkan oleh kecurangan lebih tinggi dari yang disebabkan oleh kesalahan, karena kecurangan dapat melibatkan kolusi, pemalsuan, penghilangan secara sengaja, pernyataan salah, atau pengabaian pengendalian internal. “ Memeroleh suatu pemahaman tentang pengendalian internal yang relevan dengan audit untuk mendesain prosedur audit yang tepat sesuai dengan kondisinya, tetapi bukan untuk tujuan menyatakan opini atas keefektivitasan pengendalian internal Grup. “ Mengevaluasi ketepatan kebijakan akuntansi yang digunakan serta kewajaran estimasi akuntansi dan pengungkapan terkait yang dibuat oleh manajemen. “ Menyimpulkan ketepatan penggunaan basis akuntansi kelangsungan usaha oleh manajemen dan, berdasarkan bukti audit yang diperoleh, apakah terdapat suatu ketidakpastian material yang terkait dengan peristiwa atau kondisi yang dapat menyebabkan keraguan signifikan atas kemampuan Grup untuk — mempertahankan — kelangsungan usahanya. Ketika kami menyimpulkan bahwa terdapat suatu ketidakpastian material, kami diharuskan untuk menarik perhatian dalam laporan auditor kami ke pengungkapan terkait dalam laporan keuangan konsolidasian atau, jika pengungkapan tersebut tidak memadai, harus menentukan apakah perlu untuk memodifikasi opini kami. Kesimpulan kami didasarkan pada bukti audit yang diperoleh hingga tanggal laporan auditor kami. Namun, peristiwa atau kondisi masa depan dapat menyebabkan Grup tidak dapat mempertahankan kelangsungan usaha. “ Mengevaluasi penyajian, struktur, dan isi laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan, termasuk pengungkapannya, dan apakah laporan keuangan konsolidasian mencerminkan transaksi dan peristiwa yang mendasarinya dengan suatu cara yang mencapai penyajian wajar. » Memeroleh bukti audit yang cukup dan tepat terkait informasi keuangan entitas atau aktivitas bisnis dalam Grup untuk menyatakan opini atas laporan keuangan konsolidasian. Kami bertanggung jawab atas arahan, supervisi, dan pelaksanaan audit grup. Kami tetap bertanggung jawab sepenuhnya atas opini audit kami. Kami mengomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola mengenai, antara lain, ruang lingkup dan saat yang direncakan atas audit, serta temuan audit signifikan, termasuk setiap defisiensi signifikan dalam pengendalian internal yang teridentifikasi oleh kami selama audit. -ix- » Identify and assess the risks of material misstatement Of the consolidated financial statements, whether due to fraud or error, design and perform audit procedures responsive to those risks, and obtain audit evidence that is sufficient and appropriate to provide a basis for our opinion. The risk of not detecting a material misstatement resulting from fraud is higher than for one resulting from error, as fraud may involve collusion, forgery, intentional omissions, misrepresentations, or the override of internal control. » Obtain an understanding of internal control relevant to the audit in order to design audit procedures that are appropriate in the circumstances, but not for the purpose of expressing an opinion on the effectiveness of the Group's internal control. “ Evaluate the appropriateness of accounting policies used and the reasonableness of accounting estimates and related disclosures made by management. # Conclude on the appropriateness of management's use of the going concern basis of accounting and, based on the audit evidence obtained, whether a material uncertainty exists related to events or conditions that may cast significant doubt on the Group's ability to continue as a going concern. If we conclude that a material uncertainty exists, we are reguired to draw attention in our auditors' report to the related disclosures in the consolidated financial statements or, if such disclosures are inadeguate, to modify our opinion. Our conclusions are based on the audit evidence obtained up to the date of our auditors' report. However, future events or conditions may cause the Group to cease to continue as a going concern. « Evaluate the overall presentation, structure and content of the consolidated financial statemenis, including the disclosures, and whether the consolidated financial statements represent the underlying transactions and events in a manner that achieves fair presentation. “ Obtain sufficient appropriate audit evidence regarding the financial information of the entities or business activities within the Group to express an opinion on the consolidated financial statements. We are responsible for the direction, supervision and performance of the group audit. We remain solely responsible for our audit opinion. We communicate with those charged with governance regarding, among other matters, the planned scope and timing of the audit and significant audit findings, including any significant deficiencies in internal control that we identify during our audit.
Page 10 OCR 0.933
Kami juga memberikan suatu pernyataan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola bahwa kami telah mematuhi ketentuan etika yang relevan mengenai independensi, dan mengomunikasikan — seluruh hubungan, serta hal-hal lain yang dianggap secara wajar berpengaruh terhadap independensi kami, dan, jika relevan, pengamanan terkait. Dari hal-hal yang dikomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola, kami menentukan hal-hal tersebut yang paling signifikan dalam audit atas laporan keuangan konsolidasian periode kini dan oleh karenanya menjadi hal audit utama. Kami menguraikan hal audit utama dalam laporan auditor kami, kecuali peraturan perundang-undangan melarang pengungkapan publik tentang hal tersebut atau ketika, dalam kondisi yang sangat jarang terjadi, kami menentukan bahwa suatu hal tidak boleh dikomunikasikan dalam laporan kami karena konsekuensi merugikan dari mengomunikasikan hal tersebut akan diekspektasikan secara wajar melebihi manfaat kepentingan publik atas komunikasi tersebut. MIRAWATI SENSI IDRIS Denny Susanto Izin Akuntan Publik No. AP. 1671/ Public Accountant License No. AP. 1671 26 Maret 2025/March 26, 2025 We also provide those charged with governance with a statement that we have complied with relevant ethical reguirements regarding independence, and to communicate with them all relationships and other matters that may reasonably be thought to bear on our Independence, and where applicable, related safeguards. From the matters communicated with those charged with govemance, we determine those matters that were of most significance in the audit of the consolidated financial statements of the current period and are therefore the key audit matters. We describe these matters in our auditors' report unless law or regulation precludes public disclosure about the matter or when, in extremely rare circumstances, we determine that a matter should not be communicated in our report because the adverse conseguences of doing so would reasonably be expected to outweigh the public interest benefits of such communication.
Names mentioned 1 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.
Other files in this announcement 7
FinancialStatement-2025-Tahunan-SMMA.xlsx
done
inlineXBRL.zip
done
instance.zip
done
SMMA 1225 - SPD.pdf
done