Skip to content
Back to announcement

SMMA 2025 - Opinion.pdf

Financial statement Text extracted SMMA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 10

Page 1 OCR 0.948
Laporan Auditor Independen

No. 00601/3.0478/AU.1/10/1671-3/1/V1/2026

Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi
PT Sinar Mas Multiartha Tbk

Opini

Kami telah mengaudit laporan keuangan konsolidasian
PT Sinar Mas Multiartha Tbk dan Entitas Anak ("Grup"),
yang terdiri dari laporan posisi keuangan konsolidasian
pada tanggal 31 Desember 2025 serta laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian,
laporan perubahan ekuitas konsolidasian, dan laporan
arus kas konsolidasian untuk tahun yang berakhir
pada tanggal tersebut, serta catatan atas laporan
keuangan konsolidasian, termasuk informasi kebijakan
akuntansi yang material.

Menurut opini kami, kecuali untuk dampak hal yang
dijelaskan dalam paragraf Basis untuk Opini Wajar
dengan Pengecualian pada laporan kami, laporan
keuangan konsolidasian terlampir menyajikan secara
wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan
konsolidasian Grup tanggal 31 Desember 2025, serta
kinerja keuangan konsolidasian dan arus kas
konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal
tersebut sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia.

Basis untuk Opini Wajar dengan Pengecualian

Sebagaimana diungkapkan dalam Catatan 2 atas
Laporan Keuangan Konsolidasian, Grup menerapkan
PSAK No. 117 “Kontrak Asuransi” efektif 1 Januari 2025.
Namun, sampai dengan tanggal laporan ini, manajemen
masih belum menyelesaikan persyaratan pengungkapan
dari standar tersebut.

Kami melaksanakan audit kami berdasarkan Standar
Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik
Indonesia. Tanggung jawab kami menurut standar
tersebut diuraikan lebih lanjut dalam paragraf Tanggung
Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan
Konsolidasian pada laporan kami. Kami independen
terhadap Grup berdasarkan ketentuan etika yang relevan
dalam audit kami atas laporan keuangan konsolidasian di
Indonesia, dan kami telah memenuhi tanggung jawab
etika lainnya berdasarkan ketentuan tersebut. Kami yakin
bahwa bukti audit yang telah kami peroleh adalah cukup
dan tepat untuk menyediakan suatu basis bagi opini wajar
dengan pengecualian kami.

Independent Auditors' Report

No. 00601/3.0478/AU.1/10/1671-3/11VI/2026

The Shareholders, Boards of Commissioners
and Directors
PT Sinar Mas Multiartha Tbk

Opinion

We have audited the consolidated financial statements of
PT Sinar Mas Multiartha Tbk and its Subsidiaries (the
“Group”), which comprise the consolidated statement of
financial position as at December 31, 2025, and the
consolidated statement of profit or loss and other
comprehensive income, consolidated statement of
changes in eguity, and consolidated statement of cash
flows for the year then ended, and notes to the
consolidated financial statements, including material
accounting policy information.

In our opinion, except for the effects of the matter
described in the Basis for Gualified Opinion paragraph of
our report, the accompanying consolidated financial
statements present fairly, in all material respects, the
consolidated financial position of the Group as at
December 31, 2025, and its consolidated financial
performance and its consolidated cash flows for the year
then ended in accordance with Indonesian Financial
Accounting Standards.

Basis for Aualified Opinion

As disclosed in Note 2 to the Consolidated Financial
Statements, the Group adopted SFAS No. 117 "Insurance
Contracts" effective January 1, 2025. However, until the
date of this report, management has not completed the
disclosure reguirements of the standard.

We conducted our audit in accordance with Standards on
Auditing established by the Indonesian Institute of
Certified Public Accountants. Our responsibilities under
those standards are further described in the Auditors'
Responsibilities for the Audit of the Consolidated Financial
Statements paragraph of our report. We are independent
of the Group in accordance with the ethical reguirements
that are relevant to our audit of the consolidated financial
statements in Indonesia, and we have fulfilled our other
ethical responsibilities in accordance with these
reguirements. We believe that the audit evidence we have
obtained is sufficient and appropriate to provide a basis
for our gualified opinion.
Page 2 OCR 0.941
Hal Audit Utama

Hal audit utama adalah hal-hal yang, menurut
pertimbangan profesional kami, merupakan hal yang
paling signifikan dalam audit kami atas laporan keuangan
konsolidasian. Hal-hal tersebut disampaikan dalam
konteks audit kami atas laporan keuangan konsolidasian
secara keseluruhan, dan dalam merumuskan opini kami
atas laporan keuangan konsolidasian terkait, kami tidak
menyatakan suatu opini terpisah atas hal audit utama
tersebut.

Hal-hal audit utama yang teridentifikasi dalam audit kami
sebagai berikut:

Cadangan Kerugian Penurunan Nilai atas Kredit yang

Key Audit Matters

Key audit matters are those matters that, in our
professional judgment, were of most significance in our
audit of the consolidated financial statements of the
current period. These matters were addressed in the
context of our audit of the consolidated financial
statements as a whole, and in forming our opinion thereon,
and we do not provide a separate opinion on these
matters.

The key audit matters identified in our audit are as follows:

Allowance for Impairment Losses on Loan and

Diberikan dan Piutang/Pembiayaan Syariah

Seperti yang dijelaskan dalam Catatan 2 - Informasi
Kebijakan Akuntansi Material, Catatan 3 - Penggunaan
Estimasi, Pertimbangan, dan Asumsi Manajemen,
Catatan 11 - Kredit yang Diberikan, dan Catatan 50 -
Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan, atas
laporan keuangan konsolidasian, penentuan cadangan
kerugian penurunan nilai membutuhkan pertimbangan
manajemen yang subjektif dan melibatkan penggunaan
estimasi dengan tingkat ketidakpastian yang tinggi.
Cadangan kerugian penurunan nilai atas kredit
konvensional yang diberikan ditentukan oleh Grup
berdasarkan kerangka Kerugian Kredit Ekspektasian
("KKE") sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi
Keuangan (PSAK) No. 109, “Instrumen Keuangan"
("PSAK 109"). Cadangan kerugian penurunan nilai atas
piutang/pembiayaan syariah dibentuk atas piutang
murabahah dan piutang non-murabahah. Cadangan
kerugian penurunan nilai atas piutang murabahah
ditentukan berdasarkan PSAK 405 - Akuntansi
Murabahah (“"PSAK 405") dan cadangan kerugian
penurunan nilai atas piutang non-murabahah ditentukan
berdasarkan PSAK yang berlaku.

Pada tanggal 31 Desember 2025, cadangan kerugian
penurunan nilai atas kredit yang diberikan Grup adalah
sebesar Rp753.940 juta

Kami fokus pada area ini karena penentuan cadangan
kerugian penurunan nilai membutuhkan pertimbangan
manajemen yang subjektif dan melibatkan penggunaan
estimasi dengan tingkat ketidakpastian yang tinggi. Nilai
atas kredit yang diberikan dan piutang/pembiayaan
syariah - bruto mewakili 1596 dari total aset Grup dan
besarnya nilai cadangan kerugian penurunan nilai yang
dibentuk atas kredit yang diberikan dan piutang/
pembiayaan syariah tersebut nilainya signifikan terhadap
laporan keuangan konsolidasian Grup.

Grup menghitung cadangan kerugian penurunan nilai
untuk kredit yang diberikan baik yang tidak mengalami
penurunan nilai dan yang mengalami penurunan nilai.
Untuk kredit diberikan yang tidak mengalami penurunan
nilai dan kredit diberikan yang mengalami penurunan
nilai, yang secara individual tidak dianggap signifikan,
Grup menghitung KKE secara kolektif menggunakan

Receivable/Sharia Financing

As described in Note 2 - Material Accounting Policy
Information, Note 3 - Management Use of Estimates,
Judgments and Assumptions, Note 11 - Loans and Note
50 - Financial Risk Management Objectives and Policies,
to the consolidated financial statements, determining
allowance for impairment losses involves subjective
management judgment and is subject to a high degree of
estimation uncertainty. The allowance for impairment
losses on conventional loans is determined by the Group
based on the Expected Credit Losses ("ECL”) framework
under Statements of Financial Accounting Standards
(SFAS) No. 109, "Financial Instruments" ("SFAS 109").
The allowance for impairment losses on receivable/sharia
financing is provided on murabahah and non-murabahah
receivables. The allowance for impairment losses on
murabahah receivables is determined based on SFAS 405
-Accounting of Murabahah ("SFAS 405”) and allowance
for impairment losses on non-murabahah receivables is
determined based on the applicable SFAS.

As at December 31, 2025, the allowance for impairment
losses on loans of the Group amounted to Rp753,940
million.

We focused on this area because allowance for
impairment losses involves subjective management
judgment and is subject to a high degree of estimation
uncertainty. The value of the loans and receivables/sharia
financing - gross represents 1549 of the Group's total
assets and the respective allowance for impairment losses
provided against the loan and sharia receivables/financing
is significant in value to the Group's consolidated financial
statements.

The Group calculated the allowance for impairment losses
for both non-credit-impaired and credit-impaired loans. For
non-credit-impaired loans and for credit-impaired loans
which are not considered individually significant, the
Group assesses collective ECL using the risk parameter
modelling approach that incorporates key parameters,
including Probability of Default ("PD”), Loss Given Default
Page 3 OCR 0.928
model parameter risiko yang menggunakan beberapa
parameter utama, antara lain, Probability of Default
("PD"), Loss Given Default (“LGD"), Exposure at Default
("EAD”) dan tingkat diskonto, setelah memperhitungkan
informasi perkiraan masa depan dan data eksternal
lainnya. Grup menghitung cadangan kerugian penurunan
nilai atas piutang pembiayaan syariah secara kolektif
menggunakan model parameter risiko dengan
menggunakan parameter utama yaitu PD, LGD dan Days
Past Due ("DPD"). Untuk piutang murabahah, parameter
utama yang digunakan adalah PD dan LGD, sedangkan
untuk piutang non-murabahah, parameter utama yang
digunakan adalah DPD. Untuk kredit yang diberikan dan
piutang/pembiayaan syariah yang mengalami penurunan
nilai, yang secara individual dianggap signifikan, Grup
menghitung cadangan kerugian penurunan nilai secara
individual dengan mengestimasi arus kas ekspektasian
yang diperoleh dari kredit yang diberikan dan
piutang/pembiayaan syariah.

Pertimbangan-pertimbangan signifikan yang digunakan

dalam menentukan cadangan kerugian penurunan nilai

atas kredit yang diberikan dan piutang/pembiayaan
syariah meliputi:

» Mengembangkan model penilaian kolektif yang tepat
untuk menghitung cadangan kerugian penurunan
nilai. Model yang dikembangkan secara kompleks
dan melibatkan pertimbangan manajemen dalam
menyusun model tersebut,

» Mengidentifikasi akun yang telah mengalami
peningkatan risiko kredit secara signifikan untuk
kredit konvensional dan penurunan nilai pada
piutang/pembiayaan syariah: dan

“  AsumSsi-asumsi yang digunakan dalam model
cadangan kerugian penurunan nilai termasuk
proyeksi arus kas masa depan yang diharapkan,
perkiraan faktor ekonomi makro masa depan dan
beberapa skenario probabilitas tertimbang.

Kami telah melakukan prosedur berikut untuk merespons

hal audit utama ini:

# Kami menguji desain dan efektivitas pengoperasian
pengendalian utama di seluruh proses siklus
pinjaman, dibantu oleh spesialis teknologi informasi
kami, dan menilai metodologi pengukuran penurunan
nilai, validasi model penyisihan kerugian penurunan
nilai, input, dasar dan asumsi yang digunakan oleh
Grup dalam menghitung penyisihan kerugian
penurunan nilai.

“Kami menilai estimasi arus kas masa depan pada
sampel pinjaman yang dinilai secara individual
dengan membandingkan asumsi yang dibuat dengan
informasi yang diperoleh dari sumber internal dan
eksternal dan menilai keandalan informasi yang
digunakan dalam estimasi, berdasarkan informasi
pasar yang tersedia atau penilaian yang disiapkan
oleh penilai independen.

» Kami melibatkan profesional di bidang risiko kredit
dan teknologi informasi dengan keterampilan khusus,
pengetahuan industri, dan pengalaman relevan yang
membantu dalam mengevaluasi metodologi dan
penilaian utama yang digunakan dalam menentukan
parameter PD dan LGD, mengevaluasi bagaimana
faktor-faktor forward-looking digabungkan dalam
model ECL kolektif dan menghitung ulang penilaian
penurunan nilai secara kolektif berdasarkan sampel.

("LGD"), Exposure at Default ("EAD") and discount rate,
after considering forward-looking information and other
external information. The Group assesses the allowance
for impairment losses on sharia financing receivables
collectively using the risk parameter modelling approach
that incorporates key parameters, including PD, LGD and
Days Past Due ("DPD”). For murabahah receivables, the
key parameters used are PD and LGD, while for non-
murabahah receivables, the key parameter used is DPD.
For credit-impaired loan and receivables/sharia financing,
which are considered individually significant, the Group
assesses the allowance for impairment losses on an
individual basis by estimating the expected cash flows that
will be obtained from the loan and receivables/sharia
financing.

The significant judgments involved in determining the
allowance for impairment losses on loans and
receivables/sharia financing include the following:

“ Developing an appropriate collective assessment
models to calculate allowance for impairment losses.
The model developed is complex and involves
management consideration in developing the model:

“ Identification of accounts that have experienced a
significant increase in credit risk on conventional loans
and experienced impairment for sharia financing
receivables: and

“ Assumptions used in the allowance for impairment
losses model include cash flow projections, forecasts
of future macroeconomic factors and several weighted
probability scenarios.

We have performed the following procedures to address

this key audit matter:

“We tested the design and operating effectiveness of
key controls across the loan cycle processes, as
assisted by our information technology specialist, and
assessed the impairment measurement
methodologies, validation of allowance for impairment
losses models, inputs, basis and assumptions used by
the Group in calculating the allowance for impairment
losses.

“ We assessed the estimates of future cash flows on a
sample of individually assessed loans by comparing
assumptions made with information obtained from
internal and external sources and assessing the
reliability of information used in the estimates, based
on available market information or valuation prepared
by independent valuer.

“We involved credit risk and information technology
professionals with specialized skills, industry
knowledge and relevant experience who assisted in
evaluating the methodology and key judgments used
in determining the PD and LGD parameters,
evaluating how  forward-looking factors was
incorporated in the collective ECL model and
recalculating the collective impairment assessment on
a sample basis.
Page 4 OCR 0.926
# Kami melakukan prosedur loan review, berdasarkan
sampel minimal 70Yc dari total pinjaman dan
menyertakan setidaknya 25 debitur terbesar dalam
portofolio, untuk mengevaluasi apakah kualitas kredit
telah dinilai dengan baik oleh Grup.

» Kami menguji perhitungan untuk eksposur yang
dinilai secara individual dengan reviu teratur atas
risiko kredit.

"Kami memeriksa keakurasian matematis dari
perhitungan jumlah cadangan kerugian penurunan
nilai, dengan melakukan perhitungan ulang atas
seluruh portofolio yang penurunan nilainya dinilai
secara Kolektif berdasarkan sampel dan perhitungan
ulang atas penurunan nilai yang dinilai secara
individual berdasarkan sampel.

Cadangan kerugian penurunan nilai atas piutang

“We performed loan review procedures, on a sample

basis of minimum 7096 of the total loans and include
at least the top 25 of the biggest debtors in the
portfolio, to evaluate whether the credit rating has
been properly assessed by the Group.

» We tested the calculations for exposures assessed on

an individual basis with timely review of credit risk.

». We checked the mathematical accuracy of the

calculation of the amount of allowance for impairment
losses, by recalculating the entire portfolio whose
impairment is assessed collectively based on the
sample and recalculating impairment which is
assessed individually based on the sample.

Allowance for impairment losses of working capital

pembiayaan modal kerja skema anjak piutang, piutang

financing with factoring scheme receivables, finance lease

sewa pembiayaan dan piutang pembiayaan multiguna

receivables and multipurpose financing receivables

Seperti yang dijelaskan dalam Catatan 2 — Informasi
Kebijakan Akuntansi Material, Catatan 3 - Penggunaan
Estimasi, Pertimbangan dan Asumsi Manajemen, Catatan
7 - Piutang Pembiayaan Multiguna, Catatan 8 - Piutang
Sewa Pembiayaan dan Catatan 9 - Piutang Pembiayaan
Modal Kerja Skema Anjak Piutang, pada laporan
keuangan konsolidasian.

Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah cadangan
kerugian penurunan nilai atas piutang pembiayaan modal
kerja skema anjak piutang, piutang sewa pembiayaan dan
piutang pembiayaan multiguna Grup masing-masing
sebesar Rp78.496 juta, Rp5.689 juta dan Rp48.889 juta.
Cadangan kerugian penurunan nilai atas piutang
pembiayaan modal kerja skema anjak piutang, piutang
sewa pembiayaan dan piutang pembiayaan multiguna
yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi ditentukan
oleh Grup berdasarkan KKE sesuai dengan PSAK 109.

Kami fokus pada area ini karena cadangan KKE terkait
yang dibentuk membutuhkan pertimbangan signifikan
manajemen dan melibatkan penggunaan estimasi
dengan tingkat ketidakpastian yang tinggi dalam
menerapkan ketentuan akuntansi untuk pengukuran KKE
seperti:

“ Pengembangan model penilaian kolektif yang tepat
untuk menghitung KKE. Model yang dikembangkan
kompleks dan melibatkan pertimbangan manajemen
dalam pengembangan model tersebut,

“  Pengidentifikasian — pembiayaan yang telah
mengalami peningkatan risiko kredit secara
signifikan, dan

“ Asumsi-asumsi yang digunakan dalam model KKE
termasuk proyeksi arus kas, perkiraan faktor ekonomi
makro masa depan dan beberapa skenario
probabilitas tertimbang.

-iv-

As described in Note 2 - Material Accounting Policy
Information, Note 3 - Management Use of Estimates,
Judgment and Assumptions, Note 7 - Multipurpose
Financing Receivables, Note 8 - Finance Lease
Receivables and Note 9 - Working Capital Financing with
Factoring Scheme Receivables, to the consolidated
financial statements.

As at December 31, 2025, the amount of allowance for
impairment losses on working capital financing with
factoring scheme receivables, finance lease receivables
and multipurpose financing receivables amounted to
Rp78,496 million, Rp5,689 million and Rp48,889 million,
respectively. Allowance for impairment losses on working
capital financing with factoring scheme receivables,
finance lease receivables and multipurpose financing
receivables measured at amortized cost is determined by
the Group based on ECL in accordance with SFAS 109.

We focused on this area because the related ECL
allowance that are established reguires the use of
significant management judgment and involve the use of
estimates with a high degree of uncertainty in applying
accounting reguirements for ECL measurement such as:

“Development of an appropriate collective assessment
models to calculate ECL. The model developed is
complex and involves management's consideration in
developing the model,

“ Identification of financings that have experienced a
Significant increase in credit risk, and

“  Assumptions used in the ECL model which include
cash flow projections, forecasts of future
macroeconomic factors and several weighted
probability scenarios.
Page 5 OCR 0.937
Kami telah melakukan prosedur berikut untuk merespons

hal audit utama ini:

# Kami mengevaluasi efektivitas kontrol atas proses
identifikasi piutang pembiayaan modal kerja skema
anjak piutang, piutang sewa pembiayaan dan piutang
pembiayaan multiguna yang mengalami peningkatan
risiko kredit secara signifikan, proses identifikasi
penurunan nilai, dan proses perkiraan arus kas masa
depan untuk menentukan jumlah KKE. Kami menguji
sampel atas piutang pembiayaan modal kerja skema
anjak piutang, piutang sewa pembiayaan dan piutang
pembiayaan multiguna yang diidentifikasi oleh Grup
memiliki kualitas kredit rendah dan direstrukturisasi
dan membuat penilaian independen kami apakah
terdapat peningkatan risiko kredit secara signifikan
atau terdapat bukti objektif penurunan nilai.

» Kami menguji perhitungan untuk eksposur yang
dinilai secara individual atas risiko kredit yang
dievaluasi secara teratur.

“Kami menilai dan menguji asumsi permodelan yang
digunakan dalam model KKE, termasuk penentuan
PD, LGD dan EAD, yang diterapkan terhadap
persyaratan PSAK 109. Kami juga menilai kecukupan
asumsi prakiraan masa depan.

“ Kami memeriksa keakuratan matematis atas
perhitungan jumlah KKE, dengan melakukan
perhitungan ulang atas keseluruhan portofolio yang
penurunan nilainya dinilai secara kolektif dan
perhitungan ulang atas penurunan nilainya yang
dinilai secara individual berdasarkan sampel.

Penilaian atas Liabilitas Kontrak Asuransi dan Dampak

We have performed the following procedures to address

this key audit matter:

“ We evaluated the effectiveness of the controls over
the process of identification of working capital
financing with factoring scheme receivables, finance
lease receivables and multipurpose financing
receivables that have experienced significant increase
in credit risk, process of identification of loss event and
the process of forecasting future cash fiows to
determine the ECL amount. We examined working
Capital financing with factoring scheme receivables,
finance lease receivables and multipurpose financing
receivables, on sampling basis, identified by the
Group as having low credit guality and are
restructured and made our independent assessment
as to whether there is a significant increase in credit
risk or there is an objective evidence of impairment.

» We tested the calculations for exposures assessed on
an individual basis with regular review of credit risk.

» We assessed and tested the modeling assumptions
used in the ECL model, including the determination of
the PD, LGD and EAD, which are applied to the
reguirements of SFAS 109. We also assessed the
reasonableness of the assumptions used in future
forecasts.

“ We checked the mathematical accuracy of the
calculation of the amount of ECL, by recalculating the
entire portfolio whose impairment is assessed
collectively and recalculating the impairment which is
assessed individually, on sampling basis.

Valuation of Insurance Contract Liabilities and Impact of

Penerapan Pertama Kali PSAK No. 117 “Kontrak

the First Time Application of SFAS No. 117 “Insurance

Asuransi"

Merujuk ke Catatan 2 - Ikhtisar Material Akuntansi dan
Pelaporan Keuangan Penting, Catatan 3 - Penggunaan
Estimasi, Pertimbangan dan Asumsi Manajemen, Catatan
10 - Kontrak Asuransi dan Reasuransi serta Catatan 56 -
Penyajian Kembali Laporan Keuangan Konsolidasian,
pada laporan keuangan konsolidasian.

Pada tanggal 1 Januari 2025, Grup menerapkan PSAK
No. 117 "Kontrak Asuransi”, yang menggantikan standar
sebelumnya, yaitu PSAK No. 104. Standar ini
memperkenalkan kerangka baru dalam pengakuan,
pengukuran, penyajian dan pengungkapan atas kontrak
asuransi dalam laporan keuangan konsolidasian.
Penerapan awal ini mengakibatkan penyesuaian
kumulatif sebesar Rp1.583.108 pada saldo awal ekuitas
Grup pada tanggal transisi 1 Januari 2024.

Dalam proses penerapan awal standar ini, manajemen
menggunakan pertimbangan yang signifikan dalam
menentukan metode transisi yang tepat, termasuk
pemilihan pendekatan retrospektif yang dimodifikasi

Contract”

As described in Note 2 - Summary of Material Accounting
and Financial Reporting Policies, Note 3 - Management
Use of Estimates, Judgments And Assumptions, Note 10
- Insurance and Reinsurance Contract and Note 56 -
Restatement of Consolidated Financial Statements, to the
consolidated financial statements.

On January 1, 2025, the Group adopted SFAS No. 117
“Insurance Contract", which replaces the previous
standard, namely SFAS No. 104. This standard introduces
a new framework for the recognition, measurement,
presentation and disclosure of insurance contracts in
consolidated financial statements. The initial adoption
resulted in a cumulative adjustments amounting to
Rp1,583,108, which has been recognized in the Group as
of the transition date of January 1, 2024.

In the process of initially implementing this standard,
management used significant judgement in determining
the appropriate transition method, including selecting a
modified retrospective approach
Page 6 OCR 0.936
Pada tanggal 31 Desember 2025 jumlah aset kontrak
asuransi dan liabilitas kontrak asuransi masing-masing
sebesar Rp1.089.221 juta dan Rp25.873.249. Penentuan
liabilitas kontrak ini melibatkan pertimbangan yang
signifikan atas ketidakpastian hasil masa depan terkait
dengan pembayaran kerugian dan perubahan eksposur
risiko bisnis, termasuk penyelesaian akhir atas
keseluruhan liabilitas pemegang polis jangka panjang.
Grup menggunakan model penilaian untuk mendukung
perhitungan liabilitas kontrak asuransi yang kompleks dan
dapat menyebabkan kesalahan sebagai akibat dari data
yang tidak memadai atau tidak lengkap dan
ketidaktepatan metode dan asumsi maupun desain atau
penerapan model.

Arus kas pemenuhan, yang mencakup semua arus kas
masuk dan arus kas keluar yang langsung terkait dengan
kontrak, ditentukan menggunakan asumsi pada tanggal
penilaian yang mengandung ketidakpastian yang
signifikan dalam estimasi arus kas yang diharapkan.

Margin jasa kontraktual mewakili keuntungan yang belum
diterima yang akan diakui Grup seiring dengan pemberian
jasa kontrak asuransi di masa depan. Sejumlah marjin
jasa kontraktual untuk suatu kelompok kontrak asuransi
diakui dalam laba rugi konsolidasian sebagai pendapatan
asuransi pada setiap periode untuk mencerminkan jasa
kontrak asuransi yang diberikan berdasarkan kelompok
kontrak asuransi tersebut pada periode bersangkutan.

Kami menganggap ini sebagai hal audit utama karena
ketidakpastian estimasi yang signifikan terkait dengan
penentuan liabilitas kontrak asuransi ini.

Bagaimana audit kami merespons Hal Audit Utama

Kami memahami dan mengevaluasi penilaian liabilitas

kontrak asuransi, di mana kami melibatkan pakar aktuaria

kami dan melakukan pengujian substantif. Kami telah
melakukan prosedur berikut untuk merespon hal audit
utama ini:

«Kami memeroleh pemahaman pengendalian internal
yang relevan dengan audit dalam rangka merancang
prosedur audit yang sesuai dengan keadaan, namun
tidak untuk tujuan menyampaikan pendapat tentang
efektivitas pengendalian internal Grup. Kami juga
menilai pendekatan transisi serta metodologi
pengukuran yang dipilih oleh manajemen dengan
menguji kelayakan kontrak Asuransi yang diukur
berdasarkan pendekatan retrospektif — yang
dimodifikasi pada tanggal transisi, serta menguji
kelayakan kontrak — asuransi yang diukur
menggunakan model pengukuran umum (general
measurement model), pendekatan alokasi premi
(premium allocation approach) dan pendekatan imbal
jasa variabel (variable fee approach):

» Kami mengevaluasi kompetensi, kapabilitas dan
objektivitas tenaga ahli aktuaria manajemen:

» Kami menguji, berdasarkan uji petik, akurasi data
kontrak asuransi dengan memeriksa data ke
dokumen pendukung seperti polis, dokumen klaim
dan arus kas aktual,

-vi-

As at December 31, 2025, the amount of insurance
contract assets and insurance contract liability amounted
to Rp1,089,221 million and Rp25,873,249 million,
respectively. The determination of these contract liabilities
involves significant judgment over uncertain future
outcomes related to loss payments and changing risk
exposure of the businesses, including full settlement of
policyholder liabilities. The Group uses valuation models
to support the calculations of the insurance contract
liabilites which are complex and may give rise to errors as
a result of inadeguate or incomplete data, inappropriate
methods and assumptions, or the design or application of
the models.

Fullfilment cash flows, which include all cash inflows and
cash outflows directly attributable to the contract, are
determined using assumptions as at the valuation date,
which are subject to significant uncertainty in the
estimation of expected cash flows.

Contractual service margin represents the unearned profit
that the Group will recognize it as it provides insurance
contract services in the future. The amortization of the
contractual service margin for a group of contracts is
recognized as insurance service revenue in the
consolidated statements of profit or loss, based on the
number of coverage units provided during the period.

We considered this as a key audit matter due to
significance of both the amounts and estimation
uncertainty associated with determination of these
insurance contract liabilities.

How our audit addressed the Key Audit Matter

We understood and evaluated the valuation of insurance

contract liabilities, in which we involved our actuarial

expert and performed substantive testing. We have
performed the following audit procedures to address this

Key Audit Matter.

“ Obtained an understanding of internal control relevant
to the audit in order to design audit procedures that
are appropriate in the circumstances, but not for the
purpose of expressing an opinion on the effectiveness
of the Group's internal control. We also assessed the
transition approach and measurement methodology
selected by management by testing the eligibility of
insurance — contract ' measured at modified
retrospective approach at the transition date, as well
as the eligibility of insurance contracts measured
using the general measurement model, premium
allocation approach and variable fee approach:

“ We evaluated the competence, capabilities and
objectivity of the management actuarial expert,

“ On a sample basis, we tested the accuracy of
insurance contract data by tracing the data to relevant
supporting documents such as policies, claim
documents and actual cash flows,
Page 7 OCR 0.934
« Kami menguji kelengkapan data yang digunakan
dalam perhitungan liabilitas kontrak asuransi dengan
melakukan rekonsiliasi antara data polis in force dan
data yang diolah oleh tenaga ahli aktuaria
manajemen menggunakan bantuan spesialis
teknologi informasi kami,

“ Kami menilai, berdasarkan uji petik, asumsi utama
yang digunakan oleh manajemen dan
membandingkannya dengan pengalaman historis
Perusahaan serta data pasar yang dapat diobservasi.
Pengujian ini dilakukan dengan melibatkan ahli
aktuaria kami,

“Kami menilai kesesuaian metodologi yang digunakan
dalam penilaian liabilitas kontrak asuransi dan,
berdasarkan uji petik, menguji ketepatan perhitungan
yang terkait dengan arus kas pemenuhan, margin
jasa kontraktual, beserta penerapannya dalam model
aktuaria, dengan meliatkan ahli aktuaria kami,

“ Kami menilai, berdasarkan uji petik, kesesuaian
penentuan periode pertanggungan dan pola
pemberian manfaat Asuransi yang digunakan oleh
manajemen dalam pengukuran labilitas kontrak
asuransi, dengan melibatkan ahli aktuaria kami,

“Kami menguji analisis pergerakan liabilitas kontrak
asuransi tahun berjalan dengan menilai apakah
pergerakan tersebut konsisten dengan asumsi yang
digunakan oleh manajemen, dengan melibatkan ahli
aktuaria kami,

Informasi Lain

Manajemen bertanggung jawab atas informasi lain.
Informasi lain terdiri dari informasi yang tercantum dalam
Laporan Tahunan pada tanggal 31 Desember 2025 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, tetapi
tidak mencantumkan laporan keuangan konsolidasian
dan laporan auditor kami. Laporan Tahunan diharapkan
akan tersedia bagi kami setelah tanggal laporan auditor
ini.

Opini kami atas laporan keuangan konsolidasian tidak
mencakup informasi lain, dan oleh karena itu, kami tidak
menyatakan bentuk keyakinan apapun atas informasi lain
tersebut.

Sehubungan dengan audit kami atas laporan keuangan
konsolidasian, tanggung jawab kami adalah untuk
membaca informasi lain yang teridentifikasi di atas,
jika tersedia dan, dalam melaksanakannya,
mempertimbangkan apakah informasi lain mengandung
ketidakkonsistensian material dengan laporan keuangan
konsolidasian atau pemahaman yang kami peroleh
selama audit, atau mengandung kesalahan penyajian
material.

- Vii -

“ We tested the completeness of the data used in
calculating insurance contract liabilities by performing
a reconciliation between in-force policy data and data
processed by management's actuarial expert with
assistance from our information technology specialist:

" We assessed, on a sample basis, the key
assumptions used by management and compared
them with the Company's historical experience and
observable market data. This testing was performed
with the involvement of our actuarial specialist,

" We assessed the appropriateness of the
methodologies used in the valuation of insurance
contract liabilities and, on a sample basis, tested the
accuracy of calculations related to fulfilment cash
flows, contractual service margin, along with their
application in the actuarial model, by involving our
actuarial specialist:

" We assessed, on a sample basis, the appropriateness
of the coverage period and pattern of insurance
services determined by management in measuring
insurance contract liabilities, with the involvement of
our actuarial specialist:

" We tested the analysis of movement of insurance
contract liabilities during the year by assessing
whether those movements were consistent with the
management's assumptions, with the involvement of
our actuarial specialist,

Other Information

Management is responsible for the other information. The
other information comprises the information included in the
Annual Report as at December 31, 2025 and for the year
then ended, but does not include the consolidated financial
statements and our auditors' report thereon. The Annual
Report is expected to be made available to us after the
date of this auditors' report.

Our opinion on the consolidated financial statements does
not cover the other information, and accordingly, we do not
express any form of assurance conclusion thereon.

In connection with our audit of the consolidated financial
statements, our responsibility is to read the other
information identified above when it becomes available
and, in doing so, consider whether the other information is
materially inconsistent with the consolidated financial
statements or our knowledge obtained in the audit, or
otherwise appears to be materially misstated.
Page 8 OCR 0.943
Ketika kami membaca Laporan Tahunan, jika kami
menyimpulkan bahwa terdapat suatu kesalahan
penyajian material di dalamnya, kami diharuskan untuk
mengomunikasikan hal tersebut kepada pihak yang
bertanggung jawab atas tata kelola dan mengambil
tindakan tepat berdasarkan Standar Audit yang
ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia.

Tanggung Jawab Manajemen dan Pihak yang
Bertanggung Jawab atas Tata kelola Grup Terhadap
Laporan Keuangan Konsolidasian

Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan
penyajian wajar laporan keuangan konsolidasian tersebut
sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia, dan atas pengendalian internal yang dianggap
perlu oleh manajemen untuk memungkinkan penyusunan
laporan keuangan konsolidasian yang bebas dari
kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan oleh
kecurangan maupun kesalahan.

Dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian,
manajemen bertanggung jawab untuk — menilai
kemampuan Grup dalam mempertahankan
kelangsungan usahanya, mengungkapkan, sesuai
dengan kondisinya, hal-hal yang berkaitan dengan
kelangsungan usaha, dan menggunakan basis akuntansi
kelangsungan usaha, kecuali manajemen memiliki intensi
untuk melikuidasi Grup atau menghentikan operasi, atau
tidak memiliki alternatif yang realistis selain
melaksanakannya.

Pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola
bertanggung jawab untuk mengawasi proses pelaporan
keuangan Grup.

Tanggung Jawab Auditor terhadap Audit atas
Laporan Keuangan Konsolidasian

Tujuan kami adalah untuk memeroleh keyakinan
memadai tentang apakah laporan keuangan
konsolidasian secara keseluruhan bebas dari kesalahan
penyajian material, baik yang disebabkan oleh
kecurangan maupun kesalahan, dan untuk menerbitkan
laporan auditor yang mencakup opini kami. Keyakinan
memadai merupakan suatu tingkat keyakinan tinggi,
namun bukan merupakan suatu jaminan bahwa audit
yang dilaksanakan berdasarkan Standar Audit akan
selalu mendeteksi kesalahan penyajian material ketika
hal tersebut ada. Kesalahan penyajian dapat disebabkan
oleh kecurangan maupun kesalahan dan dianggap
material jika, baik secara individual maupun secara
agregat, dapat diekspektasikan secara wajar akan
memengaruhi keputusan ekonomi yang diambil oleh
pengguna berdasarkan laporan keuangan konsolidasian
tersebut.

Sebagai bagian dari suatu audit berdasarkan Standar
Audit, kami menerapkan pertimbangan profesional dan
mempertahankan skeptisisme profesional selama audit.
Kami juga:

- Vifi -

When we read the Annual Report, ifwe conclude that there
is a material misstatement therein, we are reguired to
communicate the matter to those charged with
governance and take appropriate actions in accordance
with Standards on Auditing established by the Indonesian
Institute of Certified Public Accountants.

Responsibilities of Management and Those Charged
with Governance for the Consolidated Financial
Statements

Management is responsible for the preparation and fair
presentation of the consolidated financial statements in
accordance with Indonesian Financial Accounting
Standards, and for such internal control as management
determines is necessary to enable the preparation of the
consolidated financial statements that are free from
material misstatement, whether due to fraud or error.

In preparing the consolidated financial statements,
management is responsible for assessing the Group's
ability to continue as a going concern, disclosing, as
applicable, matters related to going concern and using the
going concern basis of accounting unless management
either intends to liguidate the Group or to cease
operations, or has no realistic alternative but to do so.

Those charged with governance are responsible for
overseeing the Group's financial reporting process.

Auditors' Responsibilities for the Audit of the
Consolidated Financial Statements

Our objectives are to obtain reasonable assurance about
whether the consolidated financial statements as a whole
are free from material misstatement, whether due to fraud
Or error, and to issue an auditors' report that includes our
opinion. Reasonable assurance is a high level of
assurance, but is not a guarantee that an audit conducted
in accordance with Standards on Auditing will always
detect a material misstatement when it exists.
Misstatements can arise from fraud or error and are
considered material if, individually or in the aggregate,
they could reasonably be expected to influence the
economic decisions of users taken on the basis of these
consolidated financial statements.

As part of an audit in accordance with Standards on
Auditing, we exercise professional judgment and maintain
professional skepticism throughout the audit. We also:
Page 9 OCR 0.926
“ Mengidentifikasi dan menilai risiko kesalahan
penyajian material dalam laporan keuangan
konsolidasian, baik yang disebabkan oleh
kecurangan maupun kesalahan, mendesain dan
melaksanakan prosedur audit yang responsif
terhadap risiko tersebut, serta memperoleh bukti
audit yang cukup dan tepat untuk menyediakan basis
bagi opini kami. Risiko tidak terdeteksinya kesalahan
penyajian material yang disebabkan oleh kecurangan
lebih tinggi dari yang disebabkan oleh kesalahan,
karena kecurangan dapat melibatkan kolusi,
pemalsuan, penghilangan secara sengaja,
pernyataan salah, atau pengabaian pengendalian
internal.

“  Memeroleh suatu pemahaman tentang pengendalian
internal yang relevan dengan audit untuk mendesain
prosedur audit yang tepat sesuai dengan kondisinya,
tetapi bukan untuk tujuan menyatakan opini atas
keefektivitasan pengendalian internal Grup.

“ Mengevaluasi ketepatan kebijakan akuntansi yang
digunakan serta kewajaran estimasi akuntansi dan
pengungkapan terkait yang dibuat oleh manajemen.

“ Menyimpulkan ketepatan penggunaan basis
akuntansi kelangsungan usaha oleh manajemen dan,
berdasarkan bukti audit yang diperoleh, apakah
terdapat suatu ketidakpastian material yang terkait
dengan peristiwa atau kondisi yang dapat
menyebabkan keraguan signifikan atas kemampuan
Grup untuk — mempertahankan — kelangsungan
usahanya. Ketika kami menyimpulkan bahwa
terdapat suatu ketidakpastian material, kami
diharuskan untuk menarik perhatian dalam laporan
auditor kami ke pengungkapan terkait dalam laporan
keuangan konsolidasian atau, jika pengungkapan
tersebut tidak memadai, harus menentukan apakah
perlu untuk memodifikasi opini kami. Kesimpulan
kami didasarkan pada bukti audit yang diperoleh
hingga tanggal laporan auditor kami. Namun,
peristiwa atau kondisi masa depan dapat
menyebabkan Grup tidak dapat mempertahankan
kelangsungan usaha.

“ Mengevaluasi penyajian, struktur, dan isi laporan
keuangan konsolidasian secara keseluruhan,
termasuk pengungkapannya, dan apakah laporan
keuangan konsolidasian mencerminkan transaksi
dan peristiwa yang mendasarinya dengan suatu cara
yang mencapai penyajian wajar.

»  Memeroleh bukti audit yang cukup dan tepat terkait
informasi keuangan entitas atau aktivitas bisnis
dalam Grup untuk menyatakan opini atas laporan
keuangan konsolidasian. Kami bertanggung jawab
atas arahan, supervisi, dan pelaksanaan audit grup.
Kami tetap bertanggung jawab sepenuhnya atas opini
audit kami.

Kami  mengomunikasikan kepada pihak yang
bertanggung jawab atas tata kelola mengenai, antara lain,
ruang lingkup dan saat yang direncakan atas audit, serta
temuan audit signifikan, termasuk setiap defisiensi
signifikan dalam pengendalian internal yang teridentifikasi
oleh kami selama audit.

-ix-

» Identify and assess the risks of material misstatement
Of the consolidated financial statements, whether due
to fraud or error, design and perform audit procedures
responsive to those risks, and obtain audit evidence
that is sufficient and appropriate to provide a basis for
our opinion. The risk of not detecting a material
misstatement resulting from fraud is higher than for
one resulting from error, as fraud may involve
collusion, forgery, intentional omissions,
misrepresentations, or the override of internal control.

» Obtain an understanding of internal control relevant to
the audit in order to design audit procedures that are
appropriate in the circumstances, but not for the
purpose of expressing an opinion on the effectiveness
of the Group's internal control.

“ Evaluate the appropriateness of accounting policies
used and the reasonableness of accounting estimates
and related disclosures made by management.

# Conclude on the appropriateness of management's
use of the going concern basis of accounting and,
based on the audit evidence obtained, whether a
material uncertainty exists related to events or
conditions that may cast significant doubt on the
Group's ability to continue as a going concern. If we
conclude that a material uncertainty exists, we are
reguired to draw attention in our auditors' report to the
related disclosures in the consolidated financial
statements or, if such disclosures are inadeguate, to
modify our opinion. Our conclusions are based on the
audit evidence obtained up to the date of our auditors'
report. However, future events or conditions may
cause the Group to cease to continue as a going
concern.

« Evaluate the overall presentation, structure and
content of the consolidated financial statemenis,
including the disclosures, and whether the
consolidated financial statements represent the
underlying transactions and events in a manner that
achieves fair presentation.

“ Obtain sufficient appropriate audit evidence regarding
the financial information of the entities or business
activities within the Group to express an opinion on the
consolidated financial statements. We are responsible
for the direction, supervision and performance of the
group audit. We remain solely responsible for our audit
opinion.

We communicate with those charged with governance
regarding, among other matters, the planned scope and
timing of the audit and significant audit findings, including
any significant deficiencies in internal control that we
identify during our audit.
Page 10 OCR 0.933
Kami juga memberikan suatu pernyataan kepada pihak
yang bertanggung jawab atas tata kelola bahwa kami
telah mematuhi ketentuan etika yang relevan mengenai
independensi, dan  mengomunikasikan — seluruh
hubungan, serta hal-hal lain yang dianggap secara wajar
berpengaruh terhadap independensi kami, dan, jika
relevan, pengamanan terkait.

Dari hal-hal yang dikomunikasikan kepada pihak yang
bertanggung jawab atas tata kelola, kami menentukan
hal-hal tersebut yang paling signifikan dalam audit atas
laporan keuangan konsolidasian periode kini dan oleh
karenanya menjadi hal audit utama. Kami menguraikan
hal audit utama dalam laporan auditor kami, kecuali
peraturan perundang-undangan melarang pengungkapan
publik tentang hal tersebut atau ketika, dalam kondisi
yang sangat jarang terjadi, kami menentukan bahwa
suatu hal tidak boleh dikomunikasikan dalam laporan
kami karena konsekuensi merugikan dari
mengomunikasikan hal tersebut akan diekspektasikan
secara wajar melebihi manfaat kepentingan publik atas
komunikasi tersebut.

MIRAWATI SENSI IDRIS

Denny Susanto
Izin Akuntan Publik No. AP. 1671/
Public Accountant License No. AP. 1671

26 Maret 2025/March 26, 2025

We also provide those charged with governance with a
statement that we have complied with relevant ethical
reguirements  regarding  independence, and to
communicate with them all relationships and other matters
that may reasonably be thought to bear on our
Independence, and where applicable, related safeguards.

From the matters communicated with those charged with
govemance, we determine those matters that were of
most significance in the audit of the consolidated financial
statements of the current period and are therefore the key
audit matters. We describe these matters in our auditors'
report unless law or regulation precludes public disclosure
about the matter or when, in extremely rare circumstances,
we determine that a matter should not be communicated
in our report because the adverse conseguences of doing
so would reasonably be expected to outweigh the public
interest benefits of such communication.

File

File Open PDF
Source IDX
Size5.72 MB
Published30 Jun 2026
Pages10
Characters46,826
Text sourceOCR
OCR confidence0.935

Names mentioned 1 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Sinar Mas Multiartha Tbk p.1 ×11

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 7

FinancialStatement-2025-Tahunan-SMMA.xlsx done
inlineXBRL.zip done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result