Back to announcement
20250317_WMUU_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31869288_lamp1.pdf
Other Text extracted WMUUSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 9
Page 1
Nomor : 112/WMU-FA/III/2026 Jakarta, 17 Maret 2025
Lampiran : 1 (Satu) set
Kepada Yth
Ibu Vera Florida
Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 1
PT Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 1 Lantai 6,
Jl. Jendral Sudirman Kav 52-53 Jakarta Selatan 12190, Indonesia.
Perihal : Penjelasan terkait PT Widodo Makmur Unggas Tbk.
Dengan Hormat,
Menindaklanjuti surat dari Bursa Efek Indonesia (BEI) No. S-02548/BEI.PP1/03-2025 yang
diterima Perseroan melalui SPE-IDXnet pada tanggal 13 Maret 2025. Bersama ini Kami
sampaikan konfirmasi jawaban atas Permintaan Penjelasan BEI sebagaimana dimaksud, pada
lampiran surat di bawah ini.
Demikian surat ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan
terimakasih.
Hormat Kami
PT Widodo Makmur Unggas Tbk.
Wahyu Andi Susilo
Direktur
Add. Graha Widodo Makmur, Jl. Raya Cilangkap No. 58, Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur 13870 Indonesia
P. +62 21 84311826 / 84312035 F. +62 21 84306790 E. widodomakmurunggas@wmu-group.co.id
Page 2
LAMPIRAN
PERMINTAAN PENJELASAN BEI
PT WIDODO MAKMUR UNGGAS Tbk
1. Penjualan Neto WMUU mengalami penurunan signifikan sejak tercatat di Bursa Efek
Indonesia, per 31 Desember 2021 Perseroan membukukan pendapatan sebesar
Rp3,09 triliun namun per 30 September 2024 Perseroan hanya mampu membukukan
pendapatan sebesar Rp238,7 miliar (-92%). Penurunan tersebut terutama disebabkan
oleh penurunan segmen penjualan karkas ayam dimana segmen tersebut berkontribusi
signifikan pada total penjualan WMUU yakni 95,7% dan 64,9% pada 2021 dan 2024.
Adapun detail kinerja pendapatan WMUU sejak tercatat di Bursa adalah sebagai
berikut:
Berdasarkan tabel di atas hanya segmen penjualan telur yang meningkat cukup pesat
hingga 580,6%, sedangkan segmen ayam broiler, pakan, ayam umur sehari, dan karkas
mengalami penurunan penjualan yang cukup signifikan di kisaran 50-95%.
Berdasarkan informasi tersebut, Bursa meminta penjelasan terkait:
a. Faktor utama penyebab penurunan pendapatan sebesar 92% dari Rp3,09 triliun
(2021) menjadi Rp238,7 miliar (2024)?
Jawab : Penyebab penurunan pendapatan adalah karena adanya penurunan
kapasitas pemotongan Rumah Potong Ayam (RPA) mulai tahun 2023 sampai dengan
bulan September 2024, hal tersebut dikarenakan keterbatasan modal kerja yang
disebabkan oleh fluktuasi harga karkas di bawah harga Harga Pokok Penjualan (HPP)
di akhir tahun 2022 sehingga menjadi penyebab kerugian Perseroan pada 3 tahun
terakhir.
b. Apakah terdapat perubahan strategi bisnis yang berkontribusi terhadap penurunan
ini?
Jawab : Tidak ada perubahan strategi bisnis yang berkontribusi, Penurunan terjadi
akibat kondisi makro industri perunggasan.
c. Analisis manajemen atas kondisi makroekonomi dan persaingan industri terhadap
performa Perseroan.
Jawab : Kondisi makroekonomi saat ini menyebabkan penurunan daya beli
masyarakat, sehingga terjadi pergeseran terhadap kebutuhan protein hewani yang
Add. Graha Widodo Makmur, Jl. Raya Cilangkap No. 58, Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur 13870 Indonesia
P. +62 21 84311826 / 84312035 F. +62 21 84306790 E. widodomakmurunggas@wmu-group.co.id
Page 3
sebelumnya dari ayam dan telur berubah ke protein dengan harga yang lebih
terjangkau.
d. Faktor utama penyebab penurunan penjualan karkas sebesar 94,8%.
Jawab : Faktor penyebab penurunan penjualan karkas sudah disampaikan pada poin
1 a. Hal tersebut terjadi karena mayoritas pejualan Perseroan berasal dari segmen
karkas.
e. Analisis manajemen atas faktor eksternal seperti perubahan regulasi, gangguan
rantai pasok, atau tekanan harga yang mempengaruhi kinerja segmen ini.
Jawab : Selain kondisi makroekonomi terdapat faktor eksternal yang mempengaruhi
kinerja Industri Perunggasan mengalami penurunan seperti :
- Regulasi dan tekanan harga : Adanya kenaikan kuota impor Grand Parent Stock
(GPS) yang dikarenakan pemerintah melakukan penunjukan melalui BUMN
sehingga terjadi kelebihan pemasok (over supply) yang mengakibatkan harga
jual baik Day Old Chick (DOC) , Livebird (LB) sampai dengan karkas ayam
mengalami fluktuasi harga.
- Gangguan rantai pasok : kenaikan harga bahan baku pakan yang dikontribusi
oleh harga jagung menyebabkan Harga Pokok Penjualan (HPP) mengalami
kenaikan mencapai 20% - 30% sedangkan harga jual mengalami penurunan.
f. Strategi Perseroan dalam mengembalikan dominasi segmen karkas ayam yang
sebelumnya menyumbang hampir 96% dari total pendapatan.
Jawab : Dengan keterbatasan modal saat ini Perseroan membuka kerjasama untuk
dapat melakukan jasa potong atau makloon dari pihak ketiga, sehingga diharapkan
pendapatan tersebut dapat menutupi kebutuhan operasional dan berangsur dapat
melakukan pemotongan internal.
g. Analisis manajemen atas pergeseran preferensi pasar atau perubahan kebijakan
distribusi yang berdampak negatif pada penjualan karkas.
Jawab : Kondisi makroekonomi menyebabkan pergeseran preferensi pasar, turun
nya daya beli masyarakat sehingga berdampak negatif pada penjualan karkas.
h. Faktor utama penjualan telur mengalami peningkatan 580,6%. Apakah peningkatan
ini merupakan hasil dari strategi bisnis yang disengaja, atau hanya akibat dari faktor
eksternal seperti harga pasar yang lebih menguntungkan?
Jawab : Turunnya harga pada broiler farm membuat Perseroan untuk mencoba
merubah startegi bisnis dengan memulai budidaya ayam petelur sehingga terjadi
peningkatan penjualan telur dimana harga di market yang relatif stabil.
i. Analisis manajemen atas segmen ayam broiler, pakan, dan ayam umur sehari
mengalami penurunan signifikan (50-95%), apakah ada faktor tertentu yang
menyebabkan tren negatif ini.
Jawab : Faktor volatilitas harga DOC dan LB yang menyebabkan Perseroan
menurunkan utilisasi aset biologis pembibit untuk memperkecil dampak kerugian.
j. Strategi utama yang sedang atau akan diterapkan untuk mengembalikan
pertumbuhan pendapatan Perseroan.
Jawab : Untuk mengembalikan pertumbuhan pendapatan, Perseroan fokus
terhadap optimalisasi utilisasi fasilitas Rumah Potong Ayam dengan membuka
kerjasama dengan pihak ketiga. Selain itu, Perseroan juga melakukan optimalisasi
Add. Graha Widodo Makmur, Jl. Raya Cilangkap No. 58, Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur 13870 Indonesia
P. +62 21 84311826 / 84312035 F. +62 21 84306790 E. widodomakmurunggas@wmu-group.co.id
Page 4
terhadap beberapa fasilitas kandang broiler farm (ayam ras pedaging) yang diubah
atau diisi menjadi layer farm (ayam ras petelur) dimana harga telur di market masih
relatif stabil.
k. Apakah ada rencana diversifikasi produk atau ekspansi ke segmen baru untuk
mengatasi penurunan ini?
Jawab : Selain penjelasan dalam poin 1j, Perseroan tidak melakukan rencana
diversifikasi produk atau ekspansi ke segmen baru.
l. Bagaimana Perseroan mengantisipasi tren industri ke depan agar tidak mengalami
penurunan lebih lanjut?
Jawab : Dengan melihat kondisi saat ini Perseroan akan fokus terhadap optimalisasi
utilisasi fasilitas Rumah Potong Ayam dengan sumber bahan baku baik dari internal
maupun dari eksternal.
m. Apakah ada upaya efisiensi atau restrukturisasi yang akan dilakukan untuk
menjaga keberlanjutan bisnis?
Jawab : Perseroan saat ini sedang dalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran
Utang (PKPU) dan menawarkan proposal perdamaian untuk bisa melakukan
restrukturisasi jangka panjang. Disisi lain, Perseroan juga melakukan upaya efisiensi
salah satunya adalah dengan melakukan optimalisasi tenaga kerja untuk menjaga
keberlanjutan bisnis.
n. Analisis manajemen atas proyeksi perusahaan dalam jangka menengah dan panjang
dalam hal keberlanjutan bisnis Perseroan.
Jawab : Perseroan akan fokus terhadap optimalisasi utilisasi fasilitas Rumah Potong
Ayam dengan sumber bahan baku baik dari internal maupun dari eksternal serta
mengoptimalisasi kuota impor GPS yang sudah diperoleh baik tahun ini maupun
tahun berikutnya.
2. Per 30 September 2024, Persediaan dan Aset Biologis Perseroan mengalami penurunan
masing- masing sebesar 12,6 miliar (-43%) dan 10,25 miliar (-42%) dibandingkan per 30
Desember 2023. Penurunan persediaan utamanya dikarenakan oleh penurunan
persediaan barang jadi karkas sebesar Rp11,3 miliar (-46%) dan pakan jadi sebesar
Rp1,14 miliar (-56%), sedangkan penurunan aset biologis utamanya dikarenakan
reklasifikasi dari ayam belum menghasilkan sebesar Rp30,39 miliar (-66%). Bursa
meminta penjelasan:
a. Faktor utama yang menyebabkan penurunan persediaan barang jadi karkas sebesar
Rp11,3 miliar (-46%) dan pakan jadi sebesar Rp1,14 miliar (-56%).
b. Dalam hal poin a, apakah penurunan tersebut mencerminkan turunnya produksi
atau adanya perubahan strategi distribusi.
c. Apakah Perseroan mengalami kendala dalam rantai pasok atau permintaan pasar
yang melemah?
Jawab : Kondisi makroekonomi dimana daya beli masyarakat menurun sehingga
menyebabkan fluktuasi harga juga mengalami penurunan. Oleh karena itu Perseroan
menahan stock dalam kurun waktu yang cukup lama sehingga menyebabkan
kerusakan.
Add. Graha Widodo Makmur, Jl. Raya Cilangkap No. 58, Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur 13870 Indonesia
P. +62 21 84311826 / 84312035 F. +62 21 84306790 E. widodomakmurunggas@wmu-group.co.id
Page 5
d. Analisis Manajemen atas proyeksi persediaan untuk periode mendatang.
Jawab : Atas proyeksi persediaan untuk periode mendatang Manajemen
menerapkan Perputaran Persediaan yang lebih cepat.
e. Bagaimana proses Manajemen atas pengakuan reklasifikasi dari ayam belum
menghasilkan?
Jawab : Reklasifikasi dari ayam belum menghasilkan dicatat berdasarkan nilai
Perolehannya, mulai dari proses pembelian bibit sampai dengan biaya
pemeliharaan selama massa masih belum menghasilkan.
f. Apakah terdapat penurunan kapasitas produksi atas mesin dan pabrik Perseroan?
Jawab : Ya, terdapat penurunan kapasitas produksi atas mesin dan pabrik
Perseroan.
g. Apakah ada rencana untuk meningkatkan kembali persediaan dan aset biologis
dalam waktu dekat?
Jawab : Dalam waktu dekat ini Perseroan belum memiliki Rencana untuk
meningkatkan Kembali persediaan dan aset biologis.
3. Perseroan belum melunasi utang bank jangka pendek sebesar Rp55,43 miliar kepada
PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 dimana tanggal jatuh tempo tersebut adalah 2
Agustus 2024. Bursa meminta penjelasan:
a. Latar belakang dan faktor utama Perseroan belum melunasi utang bank jangka
pendek tersebut.
b. Strategi Perseroan dalam mengelola pembayaran bunga dan pokok atas utang bank
jangka pendek tersebut untuk memastikan likuiditas tetap terjaga.
Jawab : Perseroan saat ini sedang dalam proses PKPU dan menawarkan proposal
perdamaian untuk bisa melakukan restrukturisasi dari fasilitas jangka pendek
menjadi fasilitas jangka panjang dengan cicilan baloon payment.
c. Apakah Perseroan telah mempertimbangkan opsi refinancing atau restrukturisasi
atas utang tersebut?
Jawab : sesuai dengan jawaban poin 7b.
4. Terdapat outstanding utang bank jangka panjang sebesar Rp623,13 miliar atau 58% dari
total liabilitas jangka panjang. Per 30 September 2024, WMUU belum memenuhi syarat
dan ketentuan pinjaman (covenant) dari pihak-pihak kreditur Bank tersebut. Adapun
detail utang dan covenant sebagai berikut:
Add. Graha Widodo Makmur, Jl. Raya Cilangkap No. 58, Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur 13870 Indonesia
P. +62 21 84311826 / 84312035 F. +62 21 84306790 E. widodomakmurunggas@wmu-group.co.id
Page 6
Berdasarkan informasi di atas, Bursa meminta penjelasan:
a. Dampak langsung atas tidak dipenuhinya covenant bagi Perseroan.
Jawab : Dampak dari tidak terpenuhinya covenant adalah Perbankan menyampaikan
surat teguran kepada Perseroan.
b. Apakah terdapat risiko percepatan jatuh tempo utang (default) atau sanksi lain yang
mungkin dikenakan oleh kreditur?
c. Respons kreditur atas tidak terpenuhinya covenant tersebut, apakah ada ancaman
penghentian fasilitas pinjaman atau penalti tambahan?
Jawab : Perbankan atau kreditur menyampaikan surat teguran atas tidak
terpenuhinya covenant.
d. Langkah konkret yang telah atau akan dilakukan Perseroan untuk memenuhi
kembali syarat covenant yang belum terpenuhi.
e. Apakah Perseroan sedang dalam proses renegosiasi dengan kreditur untuk
mendapatkan waiver atau restrukturisasi syarat pinjaman?
Jawab : Perseroan saat ini sedang dalam proses PKPU dan menawarkan proposal
perdamaian untuk bisa melakukan restrukturisasi jangka panjang.
f. Jika ya dalam hal poin e, apa hasil sementara dari diskusi dengan pihak kreditur, dan
apakah ada kemungkinan revisi covenant atau jadwal pembayaran?
Jawab : Saat ini Perbankan sedang melakukan analisa terhadap proposal
perdamaian yang sudah disampaikan oleh Perseroan dimana Perseroan memohon
penjadwalan ulang pembayaran baik pokok maupun bunga, penurunan beban
bunga dan juga syarat-syarat covenant yang dirasa tidak dapat terpenuhi.
g. Strategi Perseroan untuk melunasi utang bank jangka panjang agar tidak ada yang
lewat jatuh tempo.
Jawab : sesuai jawaban poin 8f.
5. Terdapat fasilitas pembiayaan dari PT Danareksa Finance berdasarkan Akta Perjanjian
Pembiayaan Investasi No. 12 tanggal 20 Desember 2019 dan fasilitas tersebut untuk
pembangunan Feedmill atau Pabrik Pakan Ayam, namun hingga 30 September 2024
WMUU belum melunasi pinjaman tersebut sebesar Rp65 miliar. Bursa meminta
penjelasan:
Add. Graha Widodo Makmur, Jl. Raya Cilangkap No. 58, Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur 13870 Indonesia
P. +62 21 84311826 / 84312035 F. +62 21 84306790 E. widodomakmurunggas@wmu-group.co.id
Page 7
a. Kendala yang dihadapi Perseroan dalam hal pelunasan pinjaman tersebut.
Jawab : Kondisi makroekonomi dimana daya beli masyarakat menurun sehingga
menyebabkan harga jual mengalami penurunan. Hal ini berdampak terhadap
kerugian yang dialami Perseroan di tahun 2024.
b. Langkah konkret Perseroan untuk melunasi pinjaman tersebut.
Jawab : Perseroan melakukan proses restrukturisasi jangka panjang sehingga
diharapkan dalam beberapa tahun berikutnya akan mengalami perbaikan dan dapat
memenuhi pelunasan pinjaman.
c. Apakah pembangunan pabrik pakan ayam yang dibiayai melalui fasilitas ini telah
selesai dan beroperasi?
d. Apakah Perseroan dalam proses negosiasi dengan PT Danareksa Finance terkait
restrukturisasi atau perpanjangan tenor pembayaran?
Jawab : Perseroan saat ini sedang dalam proses PKPU dan menawarkan proposal
perdamaian untuk bisa melakukan restrukturisasi jangka panjang.
e. Risiko hukum atau penalti yang mungkin dihadapi perusahaan akibat keterlambatan
pelunasan.
6. Merujuk pada prospektus Perseroan saat tercatat di Bursa Efek Indonesia, 74,3%
penggunaan dana IPO WMUU digunakan untuk ekspansi Perseroan dengan menambah
serta memperluas sarana produksi dengan rincian sebagai berikut:
- 17,8% akan digunakan untuk pembangunan fasilitas Breeding PS Farm berlokasi di
Dukuh Klampok, Desa Kalitekuk, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul,
Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
- 6,9% akan digunakan untuk pembangunan fasilitas Layer Commercial Farm berlokasi
di Desa Sawit, Ngerangan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten Provinsi Jawa
Tengah
- 5,7% akan digunakan untuk pembangunan fasilitas Hatchery berlokasi di Desa
Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa
Barat
- 20,6% akan digunakan untuk pembangunan fasilitas Broiler Commerical Farm
berlokasi di Dusun Wonoharjo, Desa Sambiroto, Kecamatan Pracimantoro,
Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah
- 11,0% akan digunakan untuk pembangunan fasilitas Slaughterhouse berlokasi di
Desa Mentengsari, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa
Barat
- 12,3% akan digunakan untuk pembangunan fasilitas Feedmill berlokasi di Desa
Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur
Bursa meminta penjelasan:
a. Seberapa jauh realisasi penggunaan dana IPO dibandingkan dengan rencana awal
dalam prospektus? Apakah ada deviasi signifikan dalam alokasi atau jadwal
penyelesaian proyek?
Jawab : Rencana awal target dana IPO yang diperoleh adalah sebesar Rp. 1,2 T akan
Add. Graha Widodo Makmur, Jl. Raya Cilangkap No. 58, Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur 13870 Indonesia
P. +62 21 84311826 / 84312035 F. +62 21 84306790 E. widodomakmurunggas@wmu-group.co.id
Page 8
tetapi realisasi hasil IPO hanya sebesar Rp. 350M sehingga sebagaian besar program
tidak dapat berjalan.
b. Bagaimana ekspansi ini memengaruhi revenue, profitabilitas, dan efisiensi
operasional perusahaan hingga tahun 2025, mempertimbangkan kinerja
fundamental Perseroan menurun sejak 2023
c. Apakah seluruh fasilitas (Breeding PS Farm, Layer Commercial Farm, Hatchery,
Broiler Farm, Slaughterhouse, dan Feedmill) telah beroperasi penuh sesuai target?
Jika ada keterlambatan, apa penyebab utamanya?
d. Bagaimana tingkat utilisasi kapasitas produksi masing-masing fasilitas? Apakah
sudah optimal, atau masih terdapat bottleneck dalam rantai produksi?
Jawab : Utilisasi kapasitas produksi Layer Comersial Farm sudah mencapai 100%
e. Tantangan terbesar saat ini yang dihadapi oleh seluruh fasilitas Perseroan.
Jawab : Tantangan terbesar yang dihadapi Perseroan saat ini adalah keterbatasan
modal kerja dan kondisi makroekonomi Industri Perunggasan.
f. Strategi Perseroan untuk optimalisasi seluruh fasilitas dalam rangka memperbaiki
kinerja fundamental.
Jawab : Karena terdapat keterbatasan modal kerja, Perseroan saat ini fokus
terhadap optimalisasi utilisasi fasilitas Rumah Potong Ayam dengan membuka
kerjasama dengan pihak ketiga. Optimalisasi terhadap beberapa fasilitas kandang
broiler farm (ayam pedaging) dirubah atau diisi menjadi layer farm (ayam petelur)
dimana harga telur di market masih relatif stabil.
7. Berdasarkan Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri (PN)
Jakarta Pusat Perseroan pada 2 Mei 2024 digugat PKPU oleh 2 krediturnya yaitu PT
Sarana Steel Engineering (SSE) dan PT Haida Agriculture Indonesia (HAI) dengan nomor
gugatan 127/Pdt.Sus- PKPU/2024/PN Niaga Jkt.Pst. Perseroan memiliki utang kepada
SSE sebesar Rp5,6 miliar atas pekerjaan struktur baja untuk pembangunan fasilitas
produksi Perseroan dan HAI sebagai pemasok pakan Perseroan sebesar Rp3,5 miliar.
Total nilai utang tersebut sebesar 1,05% dari nilai ekuitas dan 0,60% dari total liabilitas
Perseroan per 30 September 2025. Hingga saat ini perkara tersebut masih dalam proses
persidangan di PN Jakarta Pusat. Berdasarkan informasi tersebut, Bursa meminta
penjelasan:
a. Perkembangan terkini atas perkara tersebut.
Jawab : Perseroan sudah menyampaikan proposal perdamaian dan sedang ditinjau
oleh masing-masing kreditur serta menunggu jadwal sidang berikutnya.
b. Strategi Perseroan dalam menyelesaikan sengketa ini? Apakah ada negosiasi
restrukturisasi utang atau penyelesaian di luar pengadilan?
Jawab : Perseroan menawarkan proposal perdamaian untuk bisa melakukan
restrukturisasi jangka panjang, dimana meliputi penjadwalan ulang pembayaran
pokok dan bunga, penurunan suku bunga, penghapusan denda dan kewajiban
lainnya baik kreditur separatis maupun kreditur konkuren.
c. Implikasi hukum dari kemungkinan putusan PKPU bagi operasional dan kewajiban
Perseroan di masa depan.
Jawab : Sampai dengan saat ini Perseroan masih tetap beroperasional.
Add. Graha Widodo Makmur, Jl. Raya Cilangkap No. 58, Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur 13870 Indonesia
P. +62 21 84311826 / 84312035 F. +62 21 84306790 E. widodomakmurunggas@wmu-group.co.id
Page 9
d. Jika PKPU dikabulkan, bagaimana rencana Perseroan untuk mempertahankan
operasional bisnis selama proses berlangsung.
Jawab : Karena terdapat keterbatasan modal kerja, Perseroan saat ini fokus
terhadap optimalisasi utilisasi fasilitas Rumah Potong Ayam dengan membuka
kerjasama dengan pihak ketiga. Optimalisasi terhadap beberapa fasilitas kandang
broiler farm (ayam pedaging) dirubah atau diisi menjadi layer farm (ayam petelur)
dimana harga telur di market masih relatif stabil.
***
Add. Graha Widodo Makmur, Jl. Raya Cilangkap No. 58, Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur 13870 Indonesia
P. +62 21 84311826 / 84312035 F. +62 21 84306790 E. widodomakmurunggas@wmu-group.co.id
Names mentioned 9 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Vera Florida Kepala Divisi Penilaian
p.1
unresolved
org
PT Bank Woori Saudara Indonesia
p.5
unresolved
org
PT Sarana Steel Engineering
p.8
unresolved
org
PT Haida Agriculture Indonesia
p.8
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.