Back to announcement
20250312_PIHC_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31868358_lamp1.pdf
Other Text extracted PIHCSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 17
Page 1
Jakarta, 11 Maret 2025
Nomor : 09586/A/KU/B0202/ET/2025
Lampiran : 1 (Satu) Berkas
Hal : Penjelasan atas Pemberitaan di Media Masa terhadap
Laporan Keuangan Auditan per 31 Desember 2023
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Kepada Yth.
Direktur Penilaian Perusahaan
PT Bursa Efek Indonesia (“BEI”)
Gedung Bursa Efek Indonesia, Tower I, Lantai 6,
Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53,
Jakarta 12190
Dengan Hormat,
Menindaklanjuti surat dari Bursa Efek Indonesia Nomor S-02415/BEI.PP3/03-2025
tanggal 7 Maret 2025 perihal Permintaan Penjelasan atas pemberitaan terkait Laporan
Keuangan Auditan per 31 Desember 2023 PT Pupuk Indonesia (Persero), bersama ini
kami sampaikan penjelasan atas pertanyaan dan komentar pada surat tersebut.
Demikian disampaikan, atas perhatiannya diucapkan terimakasih.
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Wono Budi Tjahyono
Direktur Keuangan
Tembusan Yth.:
- Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero)
- Wakil Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero)
- Direktur Pengawasan Transaksi Efek, Otoritas Jasa Keuangan
- Direktur Pengawasan Emiten dan Perusahaan Publik 1, Otoritas Jasa Keuangan
- Direktur Pengawasan Emiten dan Perusahaan Publik 2, Otoritas Jasa Keuangan
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang tersertifikasi. Validasi dapat dilihat melalui
scan QR Code
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Gedung Pusri
Jl. Taman Anggrek – Kemanggisan Jaya
Jakarta 11480 INDONESIA
Tel (62 - 21) 53654900
Fax (62 - 21) 5481755, 5482455
Email : info@pupuk-indonesia.com
www.pupuk-indonesia.com
Page 2
Lampiran Surat Nomor S-02415/BEI.PP3/03-2025
Daftar Permintaan Penjelasan
1 Klarifikasi kebenaran terkait berita tersebut atas adanya penyimpangan laporan keuangan 1. Clarification regarding the validity of discrepancies that might exist in the financial
statements
A. Laporan Keuangan Konsolidasian PT Pupuk Indonesia (Persero) Tahun 2023 telah di A. The 2023 Consolidated Financial Statements of PT Pupuk Indonesia (Persero) have
audit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (PwC been audited by Kantor Akuntan Publik (KAP) Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan
Indonesia) dengan opini laporan keuangan konsolidasian telah disajikan secara wajar, (PwC Indonesia). The audit opinion states that the consolidated financial statements
dalam semua hal yang material, posisi keuangan konsolidasian tanggal 31 Desember are fairly presented in all material respects, including the consolidated financial
2023, serta kinerja keuangan konsolidasian dan arus kas konsolidasiannya untuk tahun position as of December 31, 2023, as well as the consolidated financial performance
yang berakhir pada tanggal tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di and cash flows for the year then ended, in accordance with the Financial Accounting
Indonesia. Standards in Indonesia.
B. Proses penerbitan opini audit laporan keuangan telah melalui serangkaian review oleh B. The issuance of the audit opinion on the financial statements has undergone a series
BPK RI AKN II selaku pemeriksa Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) dalam of reviews by BPK RI AKN II, serving as the examiner for the Central Government
rangka memenuhi ketentuan Standar Auditing 600 tentang Pertimbangan Khusus - Audit Financial Statements (LKPP), in order to comply with the requirements of Auditing
Atas Laporan Keuangan Grup (Termasuk Pekerjaan Auditor Komponen). Standard 600 regarding Special Considerations in Group Financial Statement Audits
(including the work of component auditors).
C. Sebagai emiten obligasi, PT Pupuk Indonesia (Persero) juga telah menyampaikan C. As a bond issuer, PT Pupuk Indonesia (Persero) has also submitted its 2023
Laporan Keuangan konsolidasian (audited) PI tahun 2023 ke Otoritas Jasa Keuangan consolidated (audited) financial statements to the Financial Services Authority
(OJK). (OJK).
2 Klarifikasi mengenai periode laporan keuangan auditan yang menjadi objek dugaan Clarification regarding the audited financial report period that is the subject of the
penyimpangan tersebut (dijawab dengan format dd/mmm/yyy, contoh: 31 Desember alleged irregularities.
2023).
Periode laporan keuangan auditan yang menjadi objek pemberitaan dan penjelasan ini The audited financial statements period that is the subject of this news and explanation
adalah Laporan Keuangan Audited 31 Desember 2023. is the Audited Financial Statements as of December 31, 2023.
3 Sehubungan dengan dugaan penyimpangan pada saldo ekuitas akhir sebesar Rp1 juta, Regarding the suspected discrepancy in the ending equity balance amounting to IDR 1
agar dijelaskan beberapa hal mengenai: million, please provide clarification on the following matters:
a. Klarifikasi mengenai adanya penyimpangan pada saldo ekuitas akhir sebesar Rp1 juta. a. Clarification regarding the discrepancy in the ending equity balance amounting to
IDR 1 million.
Page 3
Lampiran Surat Nomor S-02415/BEI.PP3/03-2025
Daftar Permintaan Penjelasan
Nilai Rp1 tersebut merupakan implikasi teknis pelaporan karena adanya mekanisme The IDR 1 figure represents a technical reporting implication arising from the rounding
pembulatan (rounding) pelaporan dari Rupiah full amount menjadi dalam jutaan rupiah. mechanism applied when converting the full Rupiah amount into millions of Rupiah.
Manajemen mempertimbangkan angka tersebut sebagai nilai yang tidak material dalam Management considers this figure to be immaterial within the context of the company's
lingkup pelaporan keuangan perusahaan. financial reporting.
b. Penjelasan detail mengenai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) ataupun b. A detailed explanation regarding the Financial Accounting Standards (PSAK) or
peraturan/pedoman lain terkait penyajian informasi keuangan yang menjadi dasar other regulations/guidelines related to the presentation of financial information,
Perseroan dalam menyajikan saldo ekuitas. which serve as the basis for the Company in presenting the equity balance
PSAK terkait Laporan Perubahan Ekuitas dijelaskan pada PSAK 201 tentang Penyajian The PSAK related to the Statement of Changes in Equity is explained in PSAK 201 on the
Laporan Keuangan. Presentation of Financial Statements.
Informasi yang Disajikan dalam Laporan Perubahan Ekuitas Information Presented in the Statement of Changes in Equity
Paragraf 106. Entitas menyajikan laporan perubahan ekuitas sebagaimana disyaratkan oleh Paragraph 106. An entity shall present a statement of changes in equity as required by
paragraf 10. Laporan perubahan ekuitas mencakup informasi sebagai berikut: paragraph 10. The statement of changes in equity includes the following information:
(a) total penghasilan komprehensif selama periode berjalan, yang menunjukkan secara
(a) Total comprehensive income for the reporting period, separately presenting the total
tersendiri jumlah total yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan kepada
amount attributable to owners of the parent entity and to non-controlling interests;
kepentingan nonpengendali;
(b) For each component of equity, the effects of retrospective application or
(b) untuk setiap komponen ekuitas, dampak penerapan retrospektif atau penyajian retrospective restatement in accordance with PSAK 208: Accounting Policies, Changes
kembali secara retrospektif sesuai dengan PSAK 208: Kebijakan Akuntansi, Perubahan in Accounting Estimates, and Errors;
Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan; (c) [Reserved];
(c) dikosongkan; (d) For each component of equity, a reconciliation between the carrying amount at the
beginning and end of the period, separately disclosing (at a minimum) the changes
(d) untuk setiap komponen ekuitas, rekonsiliasi antara jumlah tercatat pada awal dan akhir resulting from:
periode, secara tersendiri (paling sedikit) mengungkapkan masing-masing perubahan yang (i) Profit or loss;
timbul dari: (ii) Other comprehensive income; and
(i) laba rugi; (iii) Transactions with owners in their capacity as owners, separately presenting
contributions from and distributions to owners, as well as changes in ownership
(ii) penghasilan komprehensif lain; dan interests in subsidiaries that do not result in a loss of control.
(iii) transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik, yang menunjukkan
secara tersendiri kontribusi dari dan distribusi kepada pemilik dan perubahan hak
Page 4
Lampiran Surat Nomor S-02415/BEI.PP3/03-2025
Daftar Permintaan Penjelasan
kepemilikan atas kepentingan pada entitas anak yang tidak menyebabkan hilangnya Information Presented in the Statement of Changes in Equity or in the CALKs to the
pengendalian. Financial Statements
Paragraph 106A For each component of equity, an entity shall present an analysis of
Informasi yang Disajikan dalam Laporan Perubahan Ekuitas atau dalam Catatan atas
other comprehensive income by item, either in the statement of
Laporan Keuangan
changes in equity or in the CALKs to the financial statements (see paragraph 106(d)(ii)).
106A. Untuk setiap komponen ekuitas, entitas menyajikan, baik dalam laporan perubahan
Paragraph 107 An entity shall present, either in the statement of changes in equity or in
ekuitas atau dalam catatan atas laporan keuangan, analisis penghasilan komprehensif lain
the CALKs to the financial statements, the amount of dividends recognized as
berdasarkan pos (lihat paragraf 106(d)(ii)).
distributions to owners during the period, along with the related dividend per share
107. Entitas menyajikan, baik dalam laporan perubahan ekuitas atau dalam catatan atas
amount.
laporan keuangan, jumlah dividen yang diakui sebagai distribusi kepada pemilik selama
periode, dan jumlah dividen per saham terkait.
4 Sehubungan dengan dugaan penyimpangan pada beban penyisihan penurunan nilai Regarding the alleged irregularities in the allowance for impairment losses on
piutang sebesar Rp51,290 miliar, agar dijelaskan beberapa hal mengenai: receivables amounting to Rp51.290 billion, please provide clarification on the following
matters:
a. Klarifikasi mengenai adanya penyimpangan pada beban penyisihan penurunan nilai a. Clarification regarding the alleged irregularities in the allowance for impairment losses
piutang sebesar Rp51,290 miliar. on receivables amounting to Rp51.290 billion.
Tidak terdapat penyimpangan pada penyajian beban penyisihan penurunan nilai piutang There are no irregularities in the presentation of the allowance for impairment losses on
sebesar Rp51,290 miliar. Beban tersebut telah diungkapkan dalam bentuk receivables amounting to Rp51.290 billion. This expense has been disclosed in the form
perubahan/mutasi pencadangan penurunan nilai piutang saldo pada Catatan Atas Laporan of changes/movements in the allowance for impairment of receivables balance in the
Keuangan (CALK) 5 dan CALK 27 serta penjelasan tambahan sebagaimana tanggapan poin CALKs to the Financial Statements (CALK) 5 and CALK 27, as well as in the additional
4.d di bawah. explanation provided in response to point 4.d below.
b. Penjelasan detail mengenai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) ataupun b. Detailed Explanation Regarding the Financial Accounting Standards (PSAK) or Other
peraturan/pedoman lain terkait penyajian informasi keuangan yang menjadi dasar Regulations/Guidelines Related to the Presentation of Financial Information as the
Perseroan dalam menyajikan beban penyisihan penurunan nilai piutang. Basis for the Company's Recognition of Allowance for Impairment Losses on
Receivables
PSAK terkait penyisihan penurunan nilai piutang diatur dalam PSAK 109: Instrumen The PSAK governing the allowance for impairment losses on receivables is PSAK 109:
Keuangan, yang mengadopsi IFRS 9: Financial Instruments. Financial Instruments, which adopts IFRS 9: Financial Instruments.
1. Pengakuan Penyisihan Penurunan Nilai 1. Recognition of Allowance for Impairment Losses
Penyisihan penurunan nilai (impairment) piutang harus diakui jika terdapat bukti bahwa An allowance for impairment losses on receivables must be recognized if there is
terdapat penurunan nilai piutang akibat kejadian tertentu (seperti kemungkinan gagal bayar evidence of a decline in the receivables' value due to specific events (such as the
oleh debitur). likelihood of default by a debtor).
Page 5
Lampiran Surat Nomor S-02415/BEI.PP3/03-2025
Daftar Permintaan Penjelasan
PSAK 109 menggunakan pendekatan expected credit loss (ECL) untuk mengukur PSAK 109 applies the expected credit loss (ECL) approach to measure impairment
penyisihan penurunan nilai, yang berarti perusahaan harus memperkirakan kerugian yang allowances, requiring companies to estimate potential losses over the lifetime of the
mungkin terjadi sepanjang umur piutang. receivables
c. Sajikan jurnal akuntansi beban penyisihan penurunan nilai piutang yang tergambar pada c. Present the Accounting Journal Entries for the Allowance for Impairment Losses on
akun-akun laporan keuangan Perseroan per 31 Desember 2023 dengan melengkapi tabel Receivables as Reflected in the Company's Financial Statement Accounts as of
di bawah ini. December 31, 2023, by completing the table below.
[Debit] Beban penambahan cadangan kerugian Rp... [Debit] Expense for Additional Allowance for Rp...
penurunan nilai piutang Impairment Losses on Account Receivables
Disajikan pada Catatan atas Laporan Keuangan Presented in CALK 27 of the Financial Statements
(CALK) 27 tentang Beban Umum dan Administrasi under General and Administrative Expense
(contoh) (Example)
[Kredit] Penambahan cadangan kerugian penurunan Rp... [Credit] Increase in Allowance for Impairment Rp...
nilai Losses on Account Receivables
Disajikan pada CALK 5 tentang Piutang Usaha
(contoh) Presented in CALK 5 of the Financial Statements
under Account Receivables
[Debit] ... Rp... [Debit] ... Rp...
Disajikan pada ... Served on
[Kredit] ... Rp... [Credit] ... Rp...
Disajikan pada ... Served on
Jurnal akuntansi beban penyisihan penurunan nilai piutang yang tergambar pada akun-akun The accounting journal entries for the allowance for impairment losses on receivables as
laporan keuangan Perseroan per 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut: reflected in the Company's financial statement accounts as of December 31, 2023, are
as follows:
Page 6
Lampiran Surat Nomor S-02415/BEI.PP3/03-2025
Daftar Permintaan Penjelasan
Jurnal terkait penambahan provisi tahun berjalan Journal related to the addition of current
year provisions
[Debit] Beban Penambahan Cadangan Penurunan Rp79,057 [Debit] Expense for Additional Allowance for Rp79,057
Nilai Piutang Usaha Impairment Losses on Account Receivables
Disajikan pada CALK 27 tentang Beban Umum dan Presented in CALK 27 of the Financial
Administrasi Statements under General and Administrative
Expense
[Debit] Beban Lainnya Rp1,574 [Debit] Other Expenses Rp1,574
Disajikan pada CALK 27 tentang Beban Umum dan Presented in CALK 27 of the Financial
Administrasi Statements under General and Administrative
Expenses
Kredit] Penambahan Cadangan Penurunan Nilai Rp80,631 [Credit] Increase in Allowance for Impairment Rp80,631
Piutang Usaha Losses on Account Receivables
Disajikan pada CALK 5 tentang Piutang Usaha Presented in CALK 5 of the Financial
Statements under Account Receivables
Jurnal terkait pemulihan provisi tahun berjalan Journal Entry Related to the Recovery of
Provisions for the Current Year
[Debit] Pemulihan Cadangan Penurunan Nilai Rp49,716 [Debit] Recovery of Allowance for Impairment Rp49,716
Piutang Usaha Losses on Account Receivables
Disajikan pada CALK 5 tentang Piutang Usaha Presented in CALK 5 of the Financial
Statements under Account Receivables
[Credit] Expense for Additional Allowance for Rp49,716
Impairment Losses on Account Receivables
Presented in CALK 27 of the Financial
Page 7
Lampiran Surat Nomor S-02415/BEI.PP3/03-2025
Daftar Permintaan Penjelasan
[Kredit] Beban Penambahan Cadangan Penurunan Rp49,716 Statements under General and Administrative
Nilai Piutang Usaha Expenses
Disajikan pada CALK 27 tentang Beban Umum dan
Administrasi
d. Latar belakang perbedaan nilai antara komponen penambahan cadangan kerugian d. Background of the Difference in Values Between the Allowance for Impairment Losses
penurunan nilai pada CALK 5 tentang Piutang Usaha per 31 Desember 2023 sebesar Addition Component in CALK 5 on Trade Receivables as of December 31, 2023,
Rp80,63 miliar, dengan beban penambahan cadangan kerugian penurunan nilai piutang Amounting to Rp80.63 billion, and the Allowance for Impairment Losses Expense in
pada CALK 27 tentang Beban Umum dan Administrasi yang hanya sebesar Rp29,34 CALK 27 on General and Administrative Expenses, which is Only Rp29.34 billion.
miliar.
Pencatatan penambahan cadangan kerugian penurunan nilai piutang sebesar Rp80,63 The recognition of an additional allowance for impairment losses on receivables
miliar merupakan nilai gross penambahan sebelum dikurangi pemulihan cadangan amounting to IDR 80.63 billion represents the gross addition before deducting the
kerugian penurunan nilai. Sementara, pencatatan cadangan kerugian penurunan nilai recovery of impairment allowance. Meanwhile, the recognition of impairment losses on
piutang pada laba rugi telah memperhitungkan pemulihan cadangan kerugian penurunan receivables in the profit or loss statement has taken into account the recovery of
nilai sebesar Rp49,71 miliar dan beban lainnya sebesar Rp1,57 miliar (yang nilainya tidak impairment allowance amounting to IDR 49.71 billion and other expenses amounting to
material terhadap laporan keuangan Perseroan). IDR 1.57 billion (the value of which is not material to the Company's financial
statements).
Berikut adalah penjelasan atas perbedaan nilai antara komponen penambahan cadangan Below is an explanation of the discrepancy between the component for the increase in
kerugian penurunan nilai (CALK 5) dan beban penambahan cadangan kerugian penurunan the allowance for impairment losses (CALK 5) and the expense for the increase in the
nilai piutang pada CALK 27 allowance for impairment losses on receivables (CALK 27).
Page 8
Lampiran Surat Nomor S-02415/BEI.PP3/03-2025
Daftar Permintaan Penjelasan
e. Penjelasan detail mengenai pertimbangan Manajemen Perseroan dalam menentukan e. A detailed explanation regarding the considerations of the Company's Management in
nilai cadangan kerugian penurunan nilai (sajikan dalam bentuk data-data kuantitatif). determining the value of the allowance for impairment losses, presented in the form of
quantitative data.
Dalam menentukan nilai cadangan kerugian penurunan nilai piutang usaha, manajemen In determining the allowance for impairment losses on trade receivables, management
menggunakan beberapa pertimbangan sebagai berikut: require the following considerations:
- Mengacu pada PSAK 109 dimana penyisihan penurunan nilai (impairment) piutang - In accordance with PSAK 109, an impairment allowance on receivables must be
harus diakui jika terdapat bukti bahwa terdapat penurunan nilai piutang akibat kejadian recognized if there is evidence that the receivables’ value has declined due to specific
tertentu (seperti kemungkinan gagal bayar oleh debitur). events (such as the possibility of debtor default).
- Manajemen menggunakan pendekatan expected credit loss (ECL) untuk mengukur - Management utilizes the expected credit loss (ECL) approach to measure the
penyisihan penurunan nilai, yang berarti perusahaan harus memperkirakan kerugian yang impairment allowance, meaning that the company must estimate potential losses over
mungkin terjadi sepanjang umur piutang berdasarkan basis forward-looking. the life of the receivables on a forward-looking basis.
5 Sehubungan dengan dugaan penyimpangan pada penurunan nilai persediaan sebesar Regarding the Alleged Irregularities in the Inventory Impairment Amounting to Rp72.798
Rp72,798 miliar, agar dijelaskan beberapa hal mengenai: Billion, Please Provide Clarifications on the Following Matters:
a. Klarifikasi mengenai adanya penyimpangan pada penurunan nilai persediaan sebesar a. Clarification Regarding the Alleged Irregularities in the Inventory Impairment
Rp72,798 miliar. Amounting to Rp72.798 Billion.
Tidak terdapat penyimpangan pada penyajian penurunan nilai persediaan sebesar There are no discrepancies in the presentation of inventory impairment losses amounting
Rp72,798 miliar. Sebagaimana disajikan pada CALK 8, bahwa mutasi penambahan to IDR 72.798 billion. As disclosed in CALK 8, the movement includes an increase in
penurunan nilai persediaan sebesar Rp72,8 miliar dan pemulihan penurunan nilai inventory impairment losses of IDR 72.8 billion and a recovery of IDR 92.6 billion,
persediaan sebesar Rp92,6 miliar menghasilkan dampak mutasi negatif (pemulihan) resulting in a net negative movement (recovery) of IDR 19.8 billion, which is presented as
sebesar Rp19,8 miliar yang disajikan sebagai bagian dari Biaya Lainnya (CALK 27). part of Other Expenses (CALK 27).
b. Penjelasan detail mengenai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) ataupun b. Detailed Explanation Regarding the Financial Accounting Standards (PSAK) or Other
peraturan/pedoman lain terkait penyajian informasi keuangan yang menjadi dasar Regulations/Guidelines Related to the Presentation of Financial Information as the
Perseroan dalam menyajikan penurunan nilai persediaan. Basis for the Company's Recognition of Inventory Impairment.
PSAK yang mengatur penurunan nilai persediaan adalah PSAK 202: Persediaan. Berikut The PSAK governing inventory impairment is PSAK 202: Inventories. Below is a brief
adalah penjelasan singkat mengenai penurunan nilai persediaan berdasarkan PSAK 202: explanation of inventory impairment based on PSAK 202:
1. Pengakuan Penurunan Nilai Persediaan 1. Recognition of Inventory Impairment
Persediaan harus dinilai pada nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan (cost) dan nilai Inventories must be measured at the lower of cost and net realizable value (NRV).
realisasi bersih (net realizable value/NRV).
Nilai realisasi bersih adalah perkiraan harga jual dikurangi biaya penyelesaian dan biaya NRV is the estimated selling price less the costs of completion and the costs to sell.
penjualan.
Page 9
Lampiran Surat Nomor S-02415/BEI.PP3/03-2025
Daftar Permintaan Penjelasan
2. Pengukuran Penurunan Nilai 2.Measurement of Inventory Impairment
Jika nilai realisasi bersih persediaan lebih rendah dari biaya perolehan, maka persediaan If the NRV of inventory is lower than its cost, the inventory must be written down to
harus diturunkan nilainya ke nilai realisasi bersih. NRV.
Penurunan nilai ini diakui sebagai beban penurunan nilai persediaan dalam laporan laba This impairment is recognized as an inventory impairment expense in the income
rugi. statement.
3. Pencatatan dalam Laporan Keuangan 3. Recording in Financial Statements
Penurunan nilai persediaan dicatat dengan mengurangi nilai persediaan di neraca dan Inventory impairment is recorded by reducing the inventory value on the balance
mengakui beban penurunan nilai dalam laporan laba rugi. sheet and recognizing the impairment expense in the income statement.
Jika kondisi yang menyebabkan penurunan nilai telah berubah (misalnya, harga jual If the conditions leading to the impairment change (e.g., an increase in selling price),
meningkat), maka penurunan nilai dapat dipulihkan, tetapi tidak boleh melebihi biaya the impairment may be reversed, but not beyond the original cost.
perolehan awal.
4. Pengungkapan 4. Disclosure Requirements
PSAK 202 mewajibkan pengungkapan informasi terkait penurunan nilai persediaan, PSAK 202 requires the disclosure of information related to inventory impairment,
termasuk: including:
o - Kebijakan akuntansi yang digunakan untuk penurunan nilai. The accounting policies applied for inventory impairment.
o - Jumlah penurunan nilai yang diakui sebagai beban. The amount of impairment recognized as an expense.
o - Jumlah pemulihan penurunan nilai yang dilakukan. The amount of impairment recovery recognized.
c. Sajikan jurnal akuntansi penurunan nilai persediaan yang tergambar pada akun-akun c. Present the Accounting Journal Entries for Inventory Impairment as Reflected in the
laporan keuangan Perseroan per 31 Desember 2023 dengan melengkapi tabel di bawah Company’s Financial Statement Accounts as of December 31, 2023, by Completing
ini. the Table Below.
Page 10
Lampiran Surat Nomor S-02415/BEI.PP3/03-2025
Daftar Permintaan Penjelasan
[Debit] ... Rp... [Debit] ... Rp...
Disajikan pada ... Served on ...
[Kredit] ... Rp... [Credit] ... Rp...
Disajikan pada ... Served on ...
[Debit] Pemulihan Provisi Penurunan Nilai Persediaan Rp92,629 [Debit] Recovery of Provision for Inventory Rp92,629
Impairment Losses
Disajikan pada CALK 8 tentang Persediaan Presented in CALK 8 of the Financial Statements
under Inventories.
[Kredit] Penambahan Provisi Penurunan Nilai Rp72,798 [Credit] Increase in the Provision for Inventory Rp72,798
Persediaan Impairment Losses
Disajikan pada CALK 8 tentang Persediaan Presented in CALK 8 of the Financial Statements
under Inventories.
[Kredit] Beban Lainnya - Provisi Penurunan Nilai Rp19,831 [Credit] Other Expense – Provision for Inventory Rp19,831
Persediaan Impairment Losses
Disajikan pada CALK 27 tentang Beban Umum dan Presented in CALK 27 of the Financial Statements
Administrasi under General and Administrative Expenses.
d. Penjelasan detail mengenai pertimbangan Manajemen Perseroan dalam menentukan d. Detailed Explanation of the Company's Management Considerations in Determining
nilai penurunan nilai persediaan (sajikan dalam bentuk data-data kuantitatif). the Inventory Impairment Value (Presented in Quantitative Data
Penentuan nilai penurunan nilai persediaan dilakukan berdasarkan estimasi persediaan The determination of the impairment loss for inventories is based on estimates of the
yang akan digunakan pada masa datang dan kondisi dari persediaan. Ketidakpastian terkait inventory and condition of the inventory expected to be consumed in future periods. The
dengan faktor-faktor ini dapat menyebabkan nilai realisasi yang berbeda dengan nilai uncertainties may result in a realized value that differs from the carrying amount recorded
tercatat dari persediaan. in the financial statements.
Page 11
Lampiran Surat Nomor S-02415/BEI.PP3/03-2025
Daftar Permintaan Penjelasan
6 Sehubungan dengan dugaan penyimpangan pada kas pembelian aset tetap sebesar Regarding the Alleged Irregularities in Cash Used for Fixed Asset Purchases Amounting
Rp207,604 miliar, agar dijelaskan beberapa hal mengenai: to Rp207.604 Billion, Please Provide Clarifications on the Following Matters:
a. Klarifikasi mengenai adanya penyimpangan pada kas pembelian aset tetap sebesar a. Clarification Regarding the Alleged Irregularities in Cash Used for Fixed Asset
Rp207,604 miliar. Purchases Amounting to Rp207.604 Billion.
Tidak terdapat penyimpangan pada penyajian kas pembelian aset tetap sebesar Rp207,604 There are no irregularities in the presentation of cash used for fixed asset purchases
miliar sebagaimana yang diberitakan. Rekonsiliasi penambahan aset tetap dengan arus kas amounting to Rp207.604 billion as reported. The reconciliation of fixed asset additions
pembelian aset tetap sebesar Rp207,604 miliar merupakan pergerakan/mutasi non-kas, with cash flows for fixed asset purchases amounting to Rp207.604 billion is a non-cash
seperti yang telah dijelaskan sebagaimana tanggapan poin 6.d di bawah. movement, which has been explained in the response to point 6.d below
b. Penjelasan detail mengenai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) ataupun b. A Detailed Explanation Regarding the Financial Accounting Standards (PSAK) or Other
peraturan/pedoman lain terkait penyajian informasi keuangan yang menjadi dasar Regulations/Guidelines Related to the Presentation of Financial Information as the
Perseroan dalam menyajikan kas pembelian aset tetap. Basis for the Company's Recognition of Cash Used for Fixed Asset Purchases.
PSAK yang mengatur penyajian kas pembelian aset tetap adalah PSAK 207: Laporan Arus PSAK that governs the presentation of cash flows for the purchase of fixed assets is PSAK
Kas. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai penyajian kas pembelian aset tetap pada 207: Cash Flow Statement. Below is a brief explanation regarding the presentation of
Laporan Arus Kas: cash flows related to the acquisition of fixed assets in the Cash Flow Statement:
Sesuai dengan paragraf 16 terkait Aktivitas Investasi: In accordance with paragraph 16 on Investing Activities:
Pengungkapan terpisah arus kas yang timbul dari aktivitas investasi adalah penting karena Separate disclosure of cash flows arising from investing activities is important due to
arus kas tersebut merepresentasikan sejauh mana pengeluaran yang telah terjadi untuk these cash flows represent the extent to which expenditures have been incurred for
sumber daya yang diintensikan untuk menghasilkan penghasilan dan arus kas masa depan. resources intended to generate income and future cash flows. Only expenditures that
Hanya pengeluaran yang menghasilkan pengakuan atas aset dalam laporan posisi result in the recognition of assets on the balance sheet qualify for classification as
keuangan yang memenuhi syarat untuk diklasifikasikan sebagai aktivitas investasi. investing activities.
Beberapa contoh arus kas yang timbul dari aktivitas investasi adalah: Following some examples of cash flows arising from investing activities:
(a) pembayaran kas untuk memperoleh aset tetap, aset takberwujud, dan aset jangka (a) Cash payments to acquire fixed assets, intangible assets, and other long-term assets.
panjang lain. Pembayaran ini termasuk dalam kaitannya dengan biaya pengembangan yang These payments include those related to capitalized development costs and self-
dikapitalisasi dan aset tetap yang dibangun sendiri; constructed fixed assets;
(b) penerimaan kas dari penjualan aset tetap, aset takberwujud, dan aset jangka panjang (b) Cash receipts from the sale of fixed assets, intangible assets, and other long-term
lain; assets.
c. Sajikan jurnal akuntansi kas pembelian aset tetap yang tergambar pada akun-akun c. Present the Accounting Journal Entries for Cash Used for Fixed Asset Purchases as
laporan keuangan Perseroan per 31 Desember 2023 dengan melengkapi tabel di bawah Reflected in the Company’s Financial Statement Accounts as of December 31, 2023,
ini. by Completing the Table Below.
Page 12
Lampiran Surat Nomor S-02415/BEI.PP3/03-2025
Daftar Permintaan Penjelasan
[Debit] ... Rp... [Debit] ... Rp...
Disajikan pada ... Served on ...
[Kredit] ... Rp... [Credit] ... Rp...
Disajikan pada ... Served on ...
[Debit] Aset Tetap Rp6,251,591 [Debit] Fixed Assets Rp6,251,591
Disajikan pada CALK 11 tentang Aset Tetap Presented in CALK 11 of the Financial Statements
under Fixed Assets
[Debit] Selisih Penambahan Aset Tetap melalui Rp207,604 [Debit] Difference in Fixed Asset Additions through Rp207,604
Transaksi Non Kas * Non-Cash Transactions *
Disajikan pada CALK 33.a tentang Informasi Tambahan Presented in CALK 33.a on Additional Information for
untuk Laporan Arus Kas Cash Flow Statements
[Kredit] Kas di Bank Rp6,459,195 [Credit] Cash in bank Rp6,459,195
Presented in the CALKs on Cash and Cash
Disajikan pada CALK tentang Kas dan Setara Kas pada Equivalents under the respective related accounts.
masing-masing akun terkait
d. Latar belakang perbedaan nilai antara arus kas pembelian aset tetap per 31 Desember d. Background of the Difference Between Cash Flows for Fixed Asset Purchases as of
2023 sebesar Rp6,46 triliun, dengan komponen penambahan biaya perolehan aset December 31, 2023, Amounting to Rp6.46 Trillion, and the Component of Fixed Asset
tetap pada CALK 11 tentang Aset Tetap yang hanya sebesar Rp6,25 triliun. Acquisition Costs in CALK 11 on Fixed Assets, Which Is Only Rp6.25 Trillion.
Rekonsiliasi penambahan aset tetap dengan arus kas pembelian aset tetap dipengaruhi The reconciliation of fixed asset additions with cash flows for fixed asset purchases is
oleh transaksi non kas dan akun relevan lainnya seperti uang muka pembelian aset tetap, influenced by non-cash transactions and other relevant accounts such as advance
utang/akrual pembelian aset tetap, sebagaimana disajikan berikut ini: payments for fixed asset purchases and liabilities/accruals for fixed asset purchases, as
presented below:
Page 13
Lampiran Surat Nomor S-02415/BEI.PP3/03-2025
Daftar Permintaan Penjelasan
31 Des 2023 31 Des 2023
Deskripsi Description.
(Rp Juta) (Rp Juta)
[A] Penambahan aset tetap tahun 2023 6,251,591 [A] Increase in Fixed Assets for the Year 2023. 6,251,591
[B] Arus kas investasi untuk pembelian aset tetap 6,459,195 [B] Cash flows from investing activities relating to
6,459,195
the acquisition of fixed assets.
[C] = [B] - [A] 207,604 [C] = [B] - [A] 207,604
Transaksi non kas: Non-cash transactions.:
▪ Perolehan aset tetap melalui utang lainnya dan beban ▪ Acquisition of fixed assets through other liabilities
259,944 259,944
akrual tahun sebelumnya and prior-year accrued expenses
▪ Perolehan aset tetap melalui utang lainnya dan beban ▪ Acquisition of fixed assets through other liabilities
(429,191) (429,191)
akrual tahun berjalan and current year accrued expenses
▪ Perolehan aset hak-guna melalui liabilitas sewa tahun ▪ Acquisition of right-of-use assets through lease
(487,343) (487,343)
berjalan liabilities for the current year
▪ Perolehan aset tetap melalui kapitalisasi biaya ▪ Acquisition of fixed assets through the capitalization
(85,611) (85,611)
pinjaman tahun berjalan of borrowing costs for the current year
▪ Perolehan aset tetap melalui uang muka tahun ▪ Acquisition of fixed assets through advance
(236,247) (236,247)
sebelumnya payments made in the previous year.
▪ Perolehan aset tetap melalui uang muka tahun berjalan 1,186,052 ▪ Acquisition of fixed assets through advance
1,186,052
payments for the current year.
Total 207,604
Total 207,604
7 Sehubungan dengan dugaan penyimpangan pada kas yang dibatasi penggunaannya Regarding the Alleged Irregularities in Restricted Cash Amounting to Rp707.874 Billion,
sebesar Rp707,874 miliar, agar dijelaskan beberapa hal mengenai: Please Provide Clarifications on the Following Matters:
a. Klarifikasi mengenai adanya penyimpangan pada kas yang dibatasi penggunaanya a. Clarification Regarding the Alleged Irregularities in Restricted Cash Amounting to
sebesar Rp707,874 miliar. Rp707.874 Billion.
Tidak terdapat penyimpangan pada penyajian kas yang dibatasi penggunaannya sebesar There are no irregularities in the presentation of restricted cash amounting to Rp707.874
Rp707,874 miliar sebagaimana yang diberitakan. Kas yang dibatasi penggunaannya billion as reported. The restricted cash of Rp707.874 billion represents a balance
sebesar Rp707,874 miliar merupakan saldo yang ditujukan untuk Perjanjian Pelayanan Jasa allocated for the Notional Pooling Service Agreement ("PPJNP"), entrusted funds and
Notional Pooling (“PPJNP”), dana titipan dan kas yang dibatasi lainnya dan telah disajikan other restricted cash and has been presented in the Balance Sheet under the "Other
Page 14
Lampiran Surat Nomor S-02415/BEI.PP3/03-2025
Daftar Permintaan Penjelasan
dalam dalam Neraca pada kelompok “Aset Lancar Lainnya” (CALK 9) dan “Aset Tidak Lancar Current Assets" category (CALK 9) and “Other Non-current Assets” as explained in Point
Lainnya” seperti telah dijelaskan pada Poin 7d dibawah. 7d below.
b. Penjelasan detail mengenai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) ataupun b. Detailed Explanation Regarding the Financial Accounting Standards (PSAK) or Other
peraturan/pedoman lain terkait penyajian informasi keuangan yang menjadi dasar Regulations/Guidelines Related to the Presentation of Financial Information as the
Perseroan dalam menyajikan kas yang dibatasi penggunaannya. Basis for the Company's Recognition of Restricted Cash.
Penyajian kas yang dibatasi penggunaannya sebagai aset lancar lainnya telah sesuai dengan The presentation of restricted cash as other current assets complies with PSAK 201:
PSAK 201: Penyajian Laporan Keuangan paragraf 66 poin (d) mengenai klasifikasi aset Presentation of Financial Statements, paragraph 66, point (d) regarding the classification
sebagai aset lancar yaitu: of assets as current assets. Under this guidance,
aset merupakan kas atau setara kas (sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 207: Laporan an asset is considered cash or cash equivalents (as defined in PSAK 207: Cash Flow
Arus Kas), kecuali aset tersebut dibatasi pertukaran atau penggunaannya untuk Statement), unless the asset is restricted from being exchanged or used to settle
menyelesaikan liabilitas sekurang-kurangnya dua belas bulan setelah periode liabilities for at least twelve months after the reporting period.
pelaporan.
c. Sajikan jurnal akuntansi kas yang dibatasi penggunaannya yang tergambar pada akun- c. Present the Accounting Journal Entries for Restricted Cash as Reflected in the
akun laporan keuangan Perseroan per 31 Desember 2023 dengan melengkapi tabel di Company’s Financial Statement Accounts as of December 31, 2023, by Completing
bawah ini. the Table Below.
[Debit] ... Rp... [Debit] ... Rp...
Disajikan pada ... Served on ...
[Kredit] ... Rp... [Credit] ... Rp...
Disajikan pada ... Served on ...
[Debit] Kas yang Dibatasi Penggunaannya Rp707,874 [Debit] Restricted Cash Rp707,874
Presented in CALK 9 of the Financial Statements under
Disajikan pada CALK 9 tentang Aset Lancar Lainnya Other Current Assets
[Kredit] Kas dan setara kas Rp707,874 [Credit] Cash and cash equivalents Rp707,874
Disajikan pada CALK 4 tentang Kas dan Setara Kas Presented in CALK 4 of the Financial Statements
under Cash and Cash Equivalents
Page 15
Lampiran Surat Nomor S-02415/BEI.PP3/03-2025
Daftar Permintaan Penjelasan
d. Latar belakang perbedaan nilai antara arus kas penempatan kas yang dibatasi d. Background of the Difference Between Cash Flow for Restricted Cash Placement as
penggunaannya per 31 Desember 2023 sebesar Rp707,87 miliar, dengan peningkatan of December 31, 2023, Amounting to Rp707.87 Billion, and the Increase in
kas yang dibatasi penggunaannya pada CALK 9 tentang Aset Lancar Lainnya yang hanya Restricted Cash in CALK 9 on Other Current Assets, Which Is Only Rp608.14 Billion.
sebesar Rp608,14 miliar.
Rekonsiliasi arus kas penempatan kas yang dibatasi penggunaannya dipengaruhi oleh The reconciliation of cash flow for restricted cash placement is influenced by the
pergerakan saldo kas yang dibatasi penggunaannya dan akun relevan lainnya dengan movement of restricted cash balances and other relevant accounts of a similar nature,
nature sejenis seperti dana titipan dan kas yang dibatasi penggunaannya tidak lancar, such as escrow funds and non-current restricted cash, as presented below:
sebagaimana disajikan berikut ini:
31 Des 31 Des
2023 2023
Deskripsi Deskripsi
(Rp Juta) (Rp Juta)
[A] Peningkatan kas yang dibatasi penggunaannya tahun [A] Increase in restricted cash for the year 2023
608,142 608,142
2023
[B] Arus kas operasi penempatan kas yang dibatasi [B] Operating cash flows related to the placement of
707,874 707,874
penggunaannya restricted cash
[C] = [B] - [A] [C] = [B] - [A]
99,732 99,732
Transaksi akun relevan lainnya: Other relevant account transactions:
▪ Penempatan dana titipan tahun sebelumnya ▪ Placement of entrusted funds from the previous year.
(413,668) (413,668)
▪ Penempatan dana titipan tahun berjalan ▪ Placement of entrusted funds for the current yea
171,671 171,671
▪ Penempatan kas yang dibatasi penggunaannya-tidak ▪ Non-current placement of restricted cash from the
(19,498) (19,498)
lancar tahun sebelumnya previous year
▪ Penempatan kas yang dibatasi penggunaannya-tidak ▪ Non-current placement of restricted cash for the
361,227 361,227
lancar tahun berjalan current year
Total 99,732 Total 99,732
Page 16
Lampiran Surat Nomor S-02415/BEI.PP3/03-2025
Daftar Permintaan Penjelasan
8 Sehubungan dengan dugaan penyimpangan pada penempatan deposito berjangka sebesar Regarding the Alleged Irregularities in Term Deposit Placements Amounting to Rp7.27
Rp7,27 triliun, agar dijelaskan beberapa hal mengenai: trillion, Please Provide Clarifications on the Following Matters
a. Klarifikasi mengenai adanya penyimpangan pada penempatan deposito berjangka a. Clarification Regarding the Alleged Irregularities in Term Deposit Placements
sebesar Rp7,27 triliun. Amounting to Rp7.27 trillion.
Tidak terdapat penyimpangan pada penyajian penempatan deposito berjangka sebesar There are no irregularities in the presentation of term deposit placements amounting to
Rp7,27 triliun sebagaimana yang diberitakan. Deposito sebesar Rp7,27 triliun telah Rp7.27 trillion as reported. The deposits of Rp7.27 trillion have been presented in CALK
disajikan pada CALK 9 “Aset Lancar Lainnya” karena merupakan deposito berjangka lebih 9 under “Other Current Assets” because they are term deposits with maturities
dari 3 bulan, sehingga tidak dapat dikategorikan sebagai Kas dan Setara Kas. exceeding three months and therefore cannot be classified as Cash and Cash
Equivalents.
b. Penjelasan detail mengenai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) ataupun b. Detailed Explanation Regarding the Financial Accounting Standards (PSAK) or Other
peraturan/pedoman lain terkait penyajian informasi keuangan yang menjadi dasar Regulations/Guidelines Related to the Presentation of Financial Information as the
Perseroan dalam menyajikan penempatan deposito berjangka. Basis for the Company's Recognition of Term Deposit Placements.
Penyajian Penempatan Deposito Berjangka Lebih dari 3 Bulan sebagai “Aset Lancar The presentation of term deposits with a maturity of more than 3 months as “Other
Lainnya” sesuai dengan PSAK 201: Penyajian Laporan Keuangan paragraf 54 poin (d) aset Current Assets” is in accordance with PSAK 201: Presentation of Financial Statements,
keuangan (tidak termasuk jumlah yang disajikan pada poin (e) investasi yang dicatat dengan paragraph 54, point (d), which pertains to financial assets (excluding the amounts
menggunakan metode ekuitas, poin (h) piutang usaha dan piutang lain, dan poin (i) kas dan presented under point (e) for investments accounted for using the equity method, point
setara kas. (h) for trade and other receivables, and point (i) for cash and cash equivalents).
c. Sajikan jurnal akuntansi penempatan deposito berjangka yang tergambar pada akun- c. Present the Accounting Journal Entries for Term Deposit Placements as Reflected in
akun laporan keuangan Perseroan per 31 Desember 2023 dengan melengkapi tabel di the Company’s Financial Statement Accounts as of December 31, 2023, by
bawah ini. Completing the Table Below.
[Debit] ... Rp... [Debit] ... Rp...
Disajikan pada ... Served on…
[Kredit] ... Rp... [Credit] ... Rp...
Disajikan pada ... Served on ...
[Debit] Deposito Berjangka lebih dari 3 Bulan Rp7,270,500 [Debit] Term Deposits with a Maturity of More than 3 Months Rp7,270,500
Disajikan pada CALK 9 tentang Aset Lancar Lainnya Presented in CALK 9 of the Financial Statements under
Other Current Assets
Page 17
Lampiran Surat Nomor S-02415/BEI.PP3/03-2025
Daftar Permintaan Penjelasan
[Kredit] Kas dan setara kas Rp7,270,500 [Credit] Cash and cash equivalents Rp7,270,500
Disajikan pada CALK 4 tentang Kas dan Setara Kas Presented in CALK 4 of the Financial Statements under
Cash and Cash Equivalents
d. Latar belakang Perseroan melakukan baru melakukan penempatan deposito berjangka d. Explanation of the background behind the Company's new practice of placing term
per 31 Desember 2023, yang pada 31 Desember 2022 tidak dilakukan. deposits as of December 31, 2023, which was not conducted as of December 31,
2022.
Di tahun 2023, Perusahaan melihat adanya trend suku bunga deposito yang menurun di In 2023, the Company observed a declining trend in deposit interest rates for 2024.
2024. Oleh karena itu, Perusahaan di akhir 2023 melakukan penempatan deposito Therefore, at the end of 2023, the Company placed time deposits with maturities of more
berjangka > 3 bulan untuk mendapatkan imbal hasil yang lebih baik dibandingkan dengan than three months to secure better returns compared to other liquid instruments (such
penempatan instrumen likuid lainnya (giro), sekaligus menjaga likuiditas dana yang as current accounts), while simultaneously maintaining the necessary liquidity for
diperlukan untuk operasional. operational needs.
9 Dalam hal Perseroan mengklarifikasi adanya penyimpangan pada laporan keuangan, agar In the event that the Company clarifies any discrepancies in the financial statements,
Perseroan menyampaikan laporan keuangan yang telah direvisi bersamaan dengan the Company is required to submit the revised financial statements concurrently with its
penyampaian tanggapan atas permintaan penjelasan ini. response to this explanatory request.
Tidak terdapat penyimpangan pada laporan keuangan auditan 31 Desember 2023. Laporan There are no discrepancies in the audited financial statements as of December 31, 2023.
keuangan perusahaan telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di The Company's financial statements have been prepared in accordance with Indonesian
Indonesia dan telah diaudit oleh kantor akuntan publik independen. Dengan demikian tidak Financial Accounting Standards and have been audited by an independent public
diperlukan adanya revisi atas laporan keuangan auditan Perusahaan pada tanggal dan accounting firm. Consequently, no revisions to the Company's audited financial
untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2023. statements as of and for the year ended December 31, 2023 are necessary.
10 Dalam hal Perseroan mengklarifikasi adanya penyimpangan pada laporan keuangan, agar In the event that the Company clarifies any discrepancies in the financial statements,
dijelaskan upaya Perseroan untuk mencegah penyimpangan tersebut di masa depan. please also provide an explanation of the measures the Company will take to prevent
such discrepancies in the future.
Tidak terdapat penyimpangan pada laporan keuangan auditan 31 Desember 2023 There are no discrepancies in the audited financial statements as of December 31, 2023.
dimaksud
11 Rencana tindakan korporasi dalam periode 12 bulan ke depan (jika ada). Corporate action plans for the next 12 months (if any):
Tidak ada None.
12 Informasi/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi kelangsungan Other material information or events that could affect the Company's sustainability and
hidup perusahaan serta dapat mempengaruhi harga saham Perusahaan. potentially influence the Company's share price:
Tidak terdapat informasi/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi There is no other material information or event that could affect the Company's going
kelangsungan hidup perusahaan serta dapat mempengaruhi harga saham Perusahaan. concern or Company’s share price.
Names mentioned 7 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Rintis & Rekan
p.2 ×2
unresolved
person
RI AKN II
p.2 ×2
unresolved
org
Financial Services Authority
p.2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.