Back to announcement
20250304_AADI_Laporan Informasi dan Fakta Material_31866026_lamp1.pdf
Other Text extracted AADISource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 10
Page 1
PT ADARO ANDALAN INDONESIA TBK (BEI: AADI)
NEWS RELEASE - LABA FY24
Jakarta, 4 Maret 2025 – PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (“AAI”, BEI: “AADI”) hari ini mengumumkan
kinerja keuangan konsolidasi untuk tahun keuangan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
ke BEI/OJK.
Presiden Direktur dan Chief Executive Officer, Bapak Julius Aslan mengatakan:
“Kami senang karena dapat melaporkan satu lagi tahun dengan kinerja yang memuaskan,
dengan pencapaian yang lebih tinggi dalam volume pengupasan lapisan penutup, produksi,
maupun penjualan. Penurunan EBITDA operasional pada FY24 terutama diakibatkan oleh
melemahnya harga batu bara dunia, suatu kondisi yang tidak dapat kami kendalikan karena
batu bara adalah komoditas yang bergerak mengikuti siklus. Namun, rekam jejak kami yang
solid dalam mengarungi siklus batu bara adalah bukti resiliensi serta keahlian kami di sektor
ini.”
Iktisar
• AAI mencatat laba inti $1.044 juta dan EBITDA operasional $1.315 juta pada FY24, serta margin
EBITDA operasional yang memuaskan sebesar 25%.
• AAI mencatat kenaikan 7% pada volume penjualan hingga menjadi 68,06 juta ton (terdiri dari
penjualan 65,85 juta ton batu bara termal dan 2,21 juta ton batu bara metalurgi), melampaui target
volume penjualan batu bara termal yang ditetapkan berkisar 61–62 juta ton. Namun, seiring
melemahnya harga batu bara, pendapatan perusahaan turun 10% menjadi $5.320 juta karena
penurunan 17% pada harga jual rata-rata (ASP).
• Sejalan dengan rencana investasi, belanja modal dinaikkan 36% menjadi $370 juta. Belanja
modal ini terutama digunakan untuk investasi pada PT Kaltara Power Indonesia (KPI), tongkang
untuk PT Adaro Logistics dan anak-anak perusahaannya, dan sarana pendukung di rantai
pasokan perusahaan.
PANDUAN FY25 PT ADARO ANDALAN INDONESIA TBK
Volume penjualan: 65 juta ton sampai 67 juta ton batu bara termal.
Nisbah kupas: 4,3x, secara y-o-y setara dengan pada FY24.
Belanja modal: $250 juta sampai $300 juta.
1
Page 2
Kinerja Keuangan
($ juta, kecuali dinyatakan berbeda) FY24 FY23 % Selisih
Pendapatan usaha 5.320 5.915 -10%
Beban pokok pendapatan (3.854) (4.187) -8%
Laba kotor 1.466 1.729 -15%
Laba usaha 1.481 1.391 6%
Laba inti1 1.044 1.325 -21%
EBITDA operasional2 1.315 1.618 -19%
Total aset 5.993 7.063 -15%
Total liabilitas 2.629 2.272 16%
Total ekuitas 3.363 4.790 -30%
Utang berbunga 1.481 949 56%
Kas 1.519 2.534 -40%
Utang (kas) bersih3 (90) (1.634) -94%
Belanja modal4 370 272 36%
Arus kas bebas5 816 1.419 -42%
Laba per saham (EPS) dasar dalam $ 0,1713 0,1632 -5%
Rasio Keuangan
FY24 FY23 % Selisih
Margin laba kotor (%) 28% 29% -1%
Margin usaha (%) 28% 24% 4%
Margin EBITDA operasional (%) 25% 27% -2%
Utang bersih terhadap ekuitas (x) (0,03) (0,34) -92%
Utang bersih terhadap EBITDA operasional 12 bulan (0,07) (1,01) -93%
terakhir (x)
Kas dari operasi terhadap belanja modal (x) 3,24 2,19 48%
1
Laba periode ini, tidak termasuk komponen non operasional setelah pajak (amortisasi properti pertambangan, penilaian pajak tahun
sebelumnya, penyisihan untuk piutang usaha tak tertagih, pembalikan penyisihan untuk kewajiban pembayaran kepada Pemerintah,
keuntungan dari penjualan ADMR, dan kerugian pada dilusi investasi).
2
EBITDA tidak termasuk penilaian pajak tahun sebelumnya, penyisihan untuk piutang usaha tak tertagih, keuntungan dari penjualan ADMR,
pembalikan penyisihan untuk kewajiban pembayaran kepada Pemerintah, dan kerugian pada dilusi investasi.
3
Setelah dikurangi kas dan setara kas dan bagian lancar dari investasi lainnya.
4
Pengeluaran belanja modal didefinisikan sebagai: pembelian aset tetap – perolehan dari pelepasan aset tetap + pembayaran untuk
penambahan properti pertambangan + pembayaran untuk penambahan aset tak berwujud.
5
EBITDA operasional – pajak – perubahan piutang usaha, persediaan, dan utang usaha – belanja modal.
Segmen Operasi
Segmen Pendapatan Laba Bersih
($ juta) FY24 FY23 Selisih FY24 FY23 Selisih
Pertambangan dan 5.109 5.732 -11% 815 1.091 -25%
perdagangan batu bara
Logistik 572 523 9% 248 245 1%
Lainnya 64 61 4% 218 -91 -340%
Eliminasi (424) (402) 6% 46 40 13%
Total 5.320 5.915 -10% 1.327 1.286 3%
2
Page 3
ANALISIS KINERJA KEUANGAN UNTUK TAHUN 2024 (FY24)
Pendapatan usaha, harga jual rata-rata dan produksi
AAI mencatat pendapatan yang baik sebesar $5.320 juta pada FY24, atau turun 10% dari FY23,
walaupun masih mencapai rekor produksi dan penjualan, yang masing-masing naik 8% dan 7% atau
sebesar 65,82 juta ton dan 68,06 juta ton, melampaui target yang berkisar 61-62 juta ton. Peningkatan
kinerja operasional in diofset dengan penurunan 17% pada ASP.
Beban pokok pendapatan
Beban pokok penjualan turun 8% y-o-y menjadi $3.854 juta, terutama karena penurunan biaya royalti
kepada pemerintah yang dibayarkan PT Adaro Indonesia (AI) dibandingkan pada tahun sebelumnya
karena penurunan pada ASP. AAI mencatat kenaikan 7% pada pengupasan lapisan penutup menjadi
286,01 juta bcm, dan nisbah kupas 4,35x, selaras dengan peningkatan biaya penambangan sebesar
3%.
Total konsumsi bahan bakar dan biaya bahan bakar masing-masing naik 11% dan 6% pada FY24
karena kenaikan volume produksi. Biaya kas batu bara per ton (tidak termasuk royalti) pada FY24
turun 8% dari FY23.
Beban usaha
Beban usaha pada FY24 relatif stabil sebesar $316 juta dibandingkan $312 juta pada FY23.
Royalti kepada Pemerintah dan beban pajak penghasilan
Royalti kepada Pemerintah turun 22% menjadi $1.020 juta, dari $1.308 juta, dan beban pajak
penghasilan juga turun 22% menjadi $213 juta dari $274 juta.
EBITDA operasional, laba inti, dan laba bersih
EBITDA operasional AAI turun 19% y-o-y menjadi $1.315 juta sedangkan laba inti tercatat sebesar
$1.044 juta pada FY24 karena penurunan ASP. Margin EBITDA operasional pada FY24 tetap sehat
pada level 25%. Keuntungan yang hanya terjadi satu kali sebesar $323 juta yang didapatkan dari
perolehan karena penjualan ADMR tidak dimasukkan dalam perhitungan EBITDA operasional
maupun laba inti. Dengan demikian, angka-angka tersebut benar-benar mencerminkan kinerja
operasional perusahaan. Laba bersih periode ini yang mencapai $1.327 juta.
Total aset
Total aset per akhir FY24 turun 15% menjadi $5.993 juta dari $7.063 juta pada akhir FY23. Saldo kas
pada akhir FY24 juga turun 40% menjadi $1.519 juta. Kas dan setara kas meliputi 25% total aset
perusahaan.
Aset lancar pada akhir FY24 turun 32% menjadi $2.214 juta, dibandingkan $3.270 juta pada akhir
FY23. Aset tidak lancar pada akhir FY24 tercatat sedikit lebih rendah daripada tahun sebelumnya,
atau sebesar $3.779 juta, karena penurunan investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama
dan penurunan pinjaman tidak lancar kepada pihak berelasi.
3
Page 4
Aset tetap
Aset tetap pada akhir FY24 sebesar $975 juta setara dengan kenaikan 83% dari akhir FY23 karena
perusahaan menambah pengeluaran belanja modal pada periode ini terutama untuk investasi pada
KPI, pembelian tongkang, dan fasilitas pendukung rantai pasokan. Aset tetap meliputi 16% total aset.
Properti pertambangan
Pada akhir FY24, properti pertambangan tercatat 5% lebih rendah secara y-o-y pada $416 juta, yang
disebabkan karena amortisasi reguler. Properti pertambangan meliputi 7% total aset.
Total liabilitas
Total liabilitas pada akhir FY24 tercatat $2.629 juta, atau naik 16% dari periode yang sama tahun
sebelumnya. Liabilitas jangka pendek turun 51% y-o-y menjadi $873 juta, terutama karena penurunan
pada utang dividen maupun senior notes. Liabilitas jangka panjang naik 270% y-o-y menjadi $1.756
juta karena peningkatan pinjaman bank dan peningkatan pinjaman dari pihak berelasi. Utang
berbunga naik 56% y-o-y menjadi $1.481 juta.
Likuiditas
Saldo kas AAI pada akhir FY24 turun 40% menjadi $1.519 juta dari $2.534 juta y-o-y. AAI juga
memiliki akses terhadap komitmen fasilitas pinjaman yang belum digunakan sebesar $738 juta dari
berbagai pinjaman yang ada pada FY24.
Ekuitas
Pada akhir FY24, modal pemegang saham bersaldo $3.363 juta, atau turun 30% y-o-y, terutama
karena penurunan saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya.
Arus kas dari aktivitas operasi
Pada FY24, arus kas AAI dari aktivitas operasional naik 101% y-o-y menjadi $1.199 juta dari $595
juta, sebagai akibat penurunan pada pembayaran royalti serta pajak penghasilan, yang diofset oleh
penurunan penerimaan dari pelanggan. Perusahaan membayar sebesar $256 juta untuk pajak
penghasilan badan dan final.
Arus kas dari aktivitas investasi
Perusahaan melaporkan $198 juta dalam bentuk arus kas bersih dari aktivitas investasi, terutama
karena penerimaan kas dari perolehan dari penjualan ADMR dan penerimaan dari pembayaran
pinjaman yang diberikan kepada pihak berelasi.
Belanja modal
Belanja modal pada FY24 naik 36% menjadi $370 juta dari $272 juta pada tahun sebelumnya.
Pengeluaran belanja modal pada periode ini terutama digunakan untuk investasi pada KPI, tongkang,
dan sarana pendukung di rantai pasokan perusahaan.
Arus kas dari aktivitas pembiayaan
4
Page 5
Arus kas keluar bersih dari aktivitas pembiayaan pada FY24 naik 75% menjadi $2.390 juta, terutama
karena kenaikan pembayaran dividen dan pembayaran senior notes, yang diofset dengan kenaikan
penerimaan pinjaman bank. Perusahaan membagikan $2.972 juta sebagai dividen tunai.
5
Page 6
PT ADARO ANDALAN INDONESIA TBK (BEI: AADI)
LAPORAN OPERASIONAL FY24
IKTISAR OPERASIONAL FY24
• AAI mencatat volume produksi 65,82 juta ton pada FY24, setara dengan kenaikan 8% dari FY23.
Volume penjualan tahun ini mencapai 68,06 juta ton (terdiri dari 65,85 juta ton penjualan batu bara
termal dan 2,21 juta ton penjualan batu bara metalurgi), atau setara kenaikan 7% dari FY23.
Pencapaian ini mencatat rekor AAI, didukung oleh pertumbuhan volume di seluruh anak
perusahaan bisnis pertambangan yang operasional.
• Pengupasan lapisan penutup naik 7% y-o-y menjadi 286,01 juta bcm pada FY24, sehingga nisbah
kupas mencapai 4,35x, atau turun 1% dari FY23.
RINGKASAN OPERASIONAL FY24
Unit 4Q24 3Q24 4Q24 vs. 4Q23 4Q24 vs. FY24 FY23 FY24 vs.
3Q24 4Q23 FY23
Volume produksi juta ton 15,08 17,99 -16% 14,04 7% 65,82 60,77 8%
AI juta ton 11,64 13,47 -14% 11,13 5% 50,80 48,60 5%
Balangan Coal Companies juta ton 2,09 2,49 -16% 1,73 21% 9,02 8,02 13%
MIP juta ton 1,35 2,03 -34% 1,18 14% 6,00 4,15 44%
Volume penjualan juta ton 16,59 18,15 -9% 15,75 5% 68,06 63,40 7%
Pengupasan lapisan penutup juta bcm 68,22 86,58 -21% 64,03 7% 286,01 267,65 7%
AI juta bcm 52,70 68,08 -23% 50,80 4% 227,40 219,39 4%
Balangan Coal Companies juta bcm 10,50 11,77 -11% 9,97 5% 41,74 35,25 18%
MIP juta bcm 5,03 6,73 -25% 3,27 54% 16,87 13,02 30%
Nisbah kupas x 4,52 4,81 -6% 4,57 -1% 4,35 4,40 -1%
Volume Produksi Kuartalan Historis (juta ton) dan Nisbah Kupas
70 8.00
60 7.00
6.00
50
Produksi (juta ton)
Nisbah Kupas (x)
5.00
40
4.00
30
3.00
20
2.00
10 1.00
0 -
1992 1994 1996 1998 2000 2002 2004 2006 2008 2010 2012 2014 2016 2018 2020 2022 2024
Tutupan Wara Paringin Balangan MIP Nisbah Kupas
6
Page 7
PENJUALAN GRUP ADARO PADA FY24 BERDASARKAN DESTINASI
Lainnya
2%
India
11%
Indonesia
25%
China
16%
Asia Timur Laut
23%
Asia Tenggara
23%
BISNIS PERTAMBANGAN
PT Adaro Indonesia (AI)
• Pada FY24, AI mencatat volume produksi sebesar 50,80 juta ton dan volume penjualan 59,50 juta
ton, atau masing-masing naik 5% dan 4% y-o-y. Sementara itu, total pengupasan lapisan penutup
naik 4% menjadi 227,40 juta bcm dari 219,39 juta bcm pada FY23, sehingga nisbah kupas
mencapai 4,48x, atau sedikit lebih rendah daripada 4,51x pada FY23.
Unit 4Q24 3Q24 4Q24 vs. 4Q23 4Q24 vs. FY24 FY23 FY24 vs.
3Q24 4Q23 FY23
Pengupasan lapisan penutup juta bcm 52,70 68,08 -23% 50,80 4% 227,40 219,39 4%
Volume produksi juta ton 11,64 13,47 -14% 11,13 5% 50,80 48,60 5%
Volume penjualan juta ton 14,10 15,84 -11% 14,20 -1% 59,50 57,35 4%
Balangan Coal Companies (BCC)
• Balangan Coal Companies terdiri dari PT Semesta Centramas, PT Paramitha Cipta Sarana and
PT Laskar Semesta Alam. Volume produksi BCC pada FY24 mencapai 9,02 juta ton, atau naik
13% dari FY23. Total pengupasan lapisan penutup yang mencapai 41,74 juta bcm setara dengan
kenaikan 18% dari FY23 sehingga menghasilkan nisbah kupas 4,63x pada FY24.
Unit 4Q24 3Q24 4Q24 vs. 4Q23 4Q24 vs. FY24 FY23 FY24 vs.
3Q24 4Q23 FY23
Pengupasan lapisan penutup juta bcm 10,50 11,77 -11% 9,97 5% 41,74 35,25 18%
Volume produksi juta ton 2,09 2,49 -16% 1,73 21% 9,02 8,02 13%
PT Mustika Indah Permai (MIP)
• MIP mencatat volume produksi 6,00 juta ton pada FY24, atau naik 44% y-o-y, dengan volume
penjualan sebesar 6,35 juta ton, atau 58% lebih tinggi daripada FY23.
7
Page 8
• Volume pengupasan lapisan penutup MIP pada FY24 yang tercatat sebesar 16,87 juta bcm setara
kenaikan 30% dari FY23, sementara nisbah kupas FY24 turun 10% menjadi 2,81x.
• Tujuan penjualan MIP pada FY24 didominasi pasar ekspor, dengan India dan China sebagai
tujuan terbesarnya.
Unit 4Q24 3Q24 4Q24 vs. 4Q23 4Q24 vs. FY24 FY23 FY24 vs.
3Q24 4Q23 FY23
Pengupasan lapisan penutup juta bcm 5,03 6,73 -25% 3,27 54% 16,87 13,02 30%
Volume produksi juta ton 1,35 2,03 -34% 1,18 14% 6,00 4,15 44%
Volume penjualan juta ton 1,80 1,70 6% 0,97 86% 6,35 4,01 58%
Kestrel Coal Mine (Kestrel)
• Pada FY24, Kestrel mencatat volume produksi batu bara yang dapat dijual sejumlah 4,35 juta ton,
atau turun 22% dari FY23. Volume penjualan Kestrel pada FY24 tercatat 4,47 juta ton, atau turun
20% dari FY23.
• Tujuan penjualan Kestrel terdiri dari para pelanggan di pasar utama Asia. Jepang merupakan
tujuan penjualan terbesar Kestrel pada FY24, diikuti India dan Korea Selatan.
Unit 4Q24 3Q24 4Q24 vs. 4Q23 4Q24 vs. FY24 FY23 FY24 vs.
3Q24 4Q23 FY23
Produksi yang dapat dijual juta ton 0,41 1,62 -75% 1,41 -71% 4,35 5,57 -22%
Volume penjualan juta ton 0,97 1,20 -20% 1,55 -38% 4,47 5,56 -20%
BISNIS LOGISTIK
PT Maritim Barito Perkasa (MBP)
• Volume angkutan tongkang MBP pada FY24 naik 10% dari FY23 menjadi 70,10 juta ton. Hampir
seluruh volume angkutan tongkang MBP pada periode ini adalah volume dari Grup Adaro,
sementara sisanya adalah volume dari grup AlamTri.
Unit 4Q24 3Q24 4Q24 vs. 4Q23 4Q24 vs. FY24 FY23 FY24 vs.
3Q24 4Q23 FY23
Volume angkutan tongkang Mt 17,42 18,06 -4% 15,83 10% 70,10 63,53 10%
BISNIS PENGOLAHAN AIR
• Pada bisnis pengolahan air, PT Adaro Tirta Mandiri (ATM), melalui anak-anak perusahaannya,
mengoperasikan empat fasilitas pengolahan air (WTP) dengan total kapasitas 1.470 liter per detik.
Pada kuartal keempat ini, proyek WTP di Bekasi memulai operasi dengan kapasitas awal 70 liter
per detik pada bulan November 2024, yang secara bertahap akan ditingkatkan sampai ke
kapasitas penuhnya yaitu 200 liter per detik. Dua proyek lainnya, yaitu WTP di Sumatera Utara
dan Kalimantan Utara, diperkirakan akan mulai komisioning pada kuartal pertama 2025.
• Selama FY24, volume aktivitas slurry (lumpur) yang dilaksanakan PT Adaro Wamco Prima turun
4,1% dari FY23, sedangkan PT Adaro Tirta Sarana meningkatkan volume pengeringan tambang
(dewatering) sebesar 63,1% dari FY23.
• PT Adaro Tirta Wening (ATW) yang menjalankan bisnis air tak berekening telah membuat jaringan
distribusi air di 72 District Meter Areas (DMA) dari total 72 area yang ditargetkan, serta terus
mengidentifikasi dan melakukan perbaikan terhadap kebocoran air, memproduksi smart water
meter, dan mengganti meteran air pelanggan, untuk memastikan penggunaan air yang efisien.
8
Page 9
KESEHATAN, KESELAMATAN DAN LINGKUNGAN (K3LH)
AAI mencatat empat lost-time injuries (LTI) dan dua insiden fatalitas di seluruh operasi Grup Adaro
pada FY24, sehingga menghasilkan lost-time injury frequency rate (LTIFR) sebesar 0,05 dan severity
rate (SR) sebesar 107,43 dari 112.980.518 jam kerja. Kami sangat menyesali seluruh insiden ini dan
telah melakukan investigasi yang menyeluruh untuk mencegah terulangnya insiden tersebut ataupun
insiden serupa lainnya. Protokol keselamatan perusahaan akan senantiasa dikaji dan diperbarui
bersama implementasi yang lebih ketat terhadap Adaro Zero Accident Mindset (AZAM) di semua
anak perusahaan untuk meningkatkan budaya keselamatan dan dengan demikian juga meningkatkan
kinerja keselamatan di seluruh Grup Adaro.
AKTIVITAS KORPORASI DAN PENGHARGAAN
Oktober 2024
• Dalam perayaan HUT ke-32, Grup Adaro menyelenggarakan program CSR “Adaro Hidupkan
Hati” dengan mendistribusikan 27.400 paket sembako kepada anggota masyarakat yang kurang
beruntung di provinsi-provinsi tempat Grup Adaro beroperasi.
• PT Adaro Indonesia (AI) menerima Penghargaan Subroto Award 2024 sebagai Program
Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Terinovatif dari Kementerian Energi dan
Sumber Daya Mineral (ESDM). AI mendapatkan penghargaan ini berkat kontribusi positifnya
kepada masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya, khususnya program Taman Wisata
Menanti Laburan (TWML) di kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Program ini berfokus
pada pengembangan inovasi sosial, dengan mempromosikan konsep eco sport.
• AI menerima Stevie Awards pada 2024 International Business Awards untuk kategori Corporate
Social Responsibility Program of the Year – di Asia, Australia dan Selandia Baru, berkat karya
yang dilakukan pada inisiatif konservasi di Pulau Bakut: Fostering the Paradise of Proboscis
Monkeys.
November 2024
• AI dan MIP menerima penghargaan Kinerja Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat
Terbaik di Sektor Pertambangan dan Batu Bara (penghargaan TAMASYA) untuk kategori-
kategori berikut:
o AI: kategori booth terbaik di Minerba Expo
o MIP: Bisnis Pertambangan Skala Menengah
• PT Semesta Centramas (SCM) menerima Peringkat Emas di Indonesia Corporate Awards (ICA)
dan Indonesia Sustainable Development Awards (ISDA) 2024 yang diselenggarakan oleh
Corporate Forum for Community Development. Dari ISDA, SCM memenangkan penghargaan
emas untuk Program Penanggulangan Stunting. SCM juga memenangkan Gold Award dari ICA
untuk program peningkatan kesehatan masyarakat melalui pengembangan posyandu desa.
Desember 2024
9
Page 10
• PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AAI) resmi terdaftar di bursa pada tanggal 5 Desember 2024,
setelah kesuksesan penawaran publik perdana yang mengumpulkan Rp4,3 triliun untuk
penawaran 10% saham perusahaan.
###
Materi ini disusun oleh PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (“Perusahaan”, “AAI”, “AADI”) dan belum diverifikasi secara independen.
Perusahaan tidak memberikan pernyataan atau jaminan, baik yang dinyatakan ataupun tersirat, dan tidak bertanggung jawab atas akurasi,
kewajaran atau kelengkapan informasi yang tersaji atau terkandung dalam materi ini. Perusahaan atau afiliasinya, penasihat atau
perwakilannya melepaskan diri dari tanggung jawab atas segala kerugian yang timbul dari informasi yang tersaji atau terkandung materi
ini. Informasi yang tersaji atau terkandung dalam materi ini dapat diubah tanpa pemberitahuan sebelumnya dan tidak ada jaminan atas
akurasinya.
Materi ini mengandung pernyataan-pernyataan yang merupakan pernyataan berwawasan ke depan. Pernyataan-pernyataan tersebut
termasuk gambaran mengenai maksud, keyakinan atau ekspektasi saat ini dari Perusahaan atau para pejabatnya sehubungan dengan
hasil operasi dan kondisi keuangan konsolidasian Perusahaan. Pernyataan-pernyataan ini dapat diidentifikasi dengan penggunaan kata-
kata seperti “diperkirakan,” “berencana,” “akan,” “estimasi,” “proyeksi,” “bermaksud,” atau kata-kata yang bermakna serupa. Pernyataan-
pernyataan berwawasan ke depan tersebut bukan merupakan jaminan atas kinerja masa depan dan mengandung risiko dan ketidakpastian,
dan hasil aktual dapat berbeda dari yang terkandung dalam pernyataan-pernyataan berwawasan ke depan tersebut karena berbagai faktor
dan asumsi. Perusahaan tidak berkewajiban dan tidak menjanjikan untuk merevisi pernyataan-pernyataan berwawasan ke depan tersebut
untuk mencerminkan peristiwa maupun situasi di masa depan.
Materi ini hanya disajikan untuk memberikan informasi dan bukan merupakan ataupun menjadi bagian dari suatu penawaran, permohonan
atau undangan dari penawaran untuk membeli atau mensubskripsi efek Perusahaan, di dalam wilayah hukum mana pun, dan materi ini
maupun bagian apa pun darinya tidak menjadi dasar, atau diandalkan sehubungan dengan kontrak, komitmen atau keputusan investasi
apa pun. Keputusan untuk membeli atau mensubskripsi efek Perusahaan harus dibuat setelah mendapatkan nasihat profesional
sebagaimana mestinya.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Untuk investor
Melissa Hermawan | melissa.hermawan@adaro.com
Untuk media
Ray Aryaputra | ray.aryaputra@adaro.com
10
Names mentioned 15 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Adaro Logistics
p.1
unresolved
org
PT Semesta Centramas
p.7 ×2
unresolved
org
PT Paramitha Cipta Sarana
p.7
unresolved
org
PT Laskar Semesta Alam. Volume
p.7
unresolved
org
PT Mustika Indah Permai
p.7
unresolved
org
PT Maritim Barito Perkasa
p.8
unresolved
org
PT Adaro Tirta Mandiri
p.8
unresolved
org
PT Adaro Wamco Prima
p.8
unresolved
org
PT Adaro Tirta Sarana
p.8
unresolved
org
PT Adaro Tirta Wening
p.8
unresolved
org
Kementerian Energi
p.9
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.