Skip to content
Back to announcement

20250304_BBRI_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31866141_lamp2.pdf

Other Text extracted BBRI

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 3

Page 1
                                                                                          Model 54 lanjutan
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk                                    No.B. 58 - CSC/CSM/CGC/03/2025

                                                                                       Lembar lanjutan ke 1


Lampiran Tanggapan Surat PT Bursa Efek Indonesia No. S-02223/BEI.PP1/03-2025 tanggal 3 Maret
2025 perihal Permintaan Penjelasan Bursa

1. Merujuk pada Monthly Report Januari 2025 dan 2024, terdapat kenaikan pada kerugian penurunan
   nilai atas aset keuangan pada 31 Januari 2025 sebesar 188% menjadi Rp5,65 triliun dimana pada
   periode 31 Januari 2024 sebesar Rp1,95 triliun. Kenaikan tersebut menyebabkan penurunan laba
   operasional Perseroan menjadi sebesar Rp2,62 triliun pada 31 Januari 2025 sedangkan pada 31
   Januari 2024 sebesar Rp6,48 triliun. Berdasarkan informasi tersebut, Bursa meminta penjelasan
   terkait:
       a. Nature dari kerugian penurunan nilai atas aset keuangan tersebut. Jelaskan.
           Kerugian penurunan nilai atas aset keuangan (impairment) merupakan pencadangan
           (reserve) yang dibentuk oleh Perseroan sesuai dengan kualitas aset keuangan.

       b. Rincian aset keuangan yang dimaksud beserta status afiliasi atas aset
          tersebut.
           Pada Januari 2025, kerugian penurunan nilai atas aset keuangan ( impairment) untuk aset
           keuangan kategori pinjaman dan pembiayaan ( loan) sebesar Rp 5,48 triliun serta kategori
           non-pinjaman dan pembiayaan (non-loan) sebesar Rp 147 miliar.
       c. Latar belakang Perseroan membukukan kerugian tersebut dalam jumlah besar
          pada bulan Januari 2025. Apakah terdapat informasi khusus yang diterima
          perseroan pada bulan Januari 2024, sehingga mempengaruhi keputusan
          terhadap nilai impairment?

           Pencadangan tersebut dibentuk dalam rangka percepatan penyelesaian Portofolio Kredit
           Restrukturisasi Covid-19, serta dalam rangka front-loading pencadangan kredit yang
           terindikasi memiliki potensi penurunan kualitas di tahun 2025.


       d. Terkait dengan penurunan laba tersebut, apakah terdapat rasio-rasio
          perbankan yang tidak terpenuhi oleh Perseroan. Jika ada, bagaimana tindak
          lanjut yang akan dilakukan Perseroan? Jelaskan.
           Indikator kesehatan Bank tercatat kuat, sehat, dan stabil. Hal ini tercermin dari rasio antara
           lain:
           1) Rasio kecukupan modal atau CAR per Januari 2025 berada di level 24,45% termasuk
              yang tertinggi diantara perbankan di Indonesia dan jauh di atas minimum CAR yang
              dipersyaratkan oleh regulator, yaitu sebesar 14,63%.

           2) Rasio NPL Gross Perseroan berada di level 3,13%, dengan NPL Nett sebesar 0,83%.
           3) Dari sisi likuiditas, LDR Perseroan yang berada di level 88,92% per Januari 2025
              mencerminkan upaya optimalisasi pengelolaan Balance Sheet Perseroan.
           4) Adapun rasio likuditas Perseroan lainnya yaitu LCR sebesar 155% dan NSFR 125,17%
              per Januari 2025 jauh lebih tinggi dari limit Otoritas Jasa Keuangan (’OJK’) minimal
              sebesar 100%.




              Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif
Page 2
                                                                                       Model 54 lanjutan
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk                                  No.B. 58 - CSC/CSM/CGC/01/2022

                                                                                    Lembar lanjutan ke 2




       e. Informasi terkait rasio perbankan, seperti NPL, NIM, CIR, dan CASA untuk
          periode Januari 2025.
            1) Rasio NPL Gross Perseroan di level 3,13%, sedangkan NPL Nett sebesar 0,83%.
               Perseroan juga menjaga NPL Coverage di level 193%, yang masih berada diatas rata-
               rata level pra-pandemi.

            2) NIM Perseroan masih tercatat stabil di level 6,26%. Per Januari 2025, cost of fund
               tercatat sebesar 3,36%, lebih rendah dari Desember 2024 sebesar 3,56%.
            3) CIR per Januari 2025 sebesar 35,35% lebih rendah dibandingkan Januari 2024.



       f.   Strategi perbaikan yang akan dilakukan Perseroan atas penurunan laba
            tersebut.

            Perseroan telah menerapkan improvement di sisi loan underwriting, Key Performance
            Indicator (‘KPI’), dan portfolio management untuk memastikan pertumbuhan memiliki
            kualitas yang baik dan profitabilitas yang optimal. Berkenaan dengan hal tersebut, upaya
            yang telah dilakukan antara lain sebagai berikut:

            1) Penerapan credit scoring yang semakin granular sesuai risk profile nasabah.
            2) Intensifikasi digitalisasi proses bisnis dan prakarsa kredit untuk meningkatkan
               monitoring risiko serta utilisasi database yang lebih terintegrasi dalam rangka
               meningkatkan manajemen risiko.
            3) Penguatan jajaran manajemen risiko di unit kerja.

            4) Restrukturisasi kredit yang selektif untuk membantu nasabah yang terdampak tekanan
               dari sisi makroekonomi, namun masih memiliki potensi usaha, cashflow, dan karakter
               yang baik.

            5) KPI fokus pada pengelolaan kualitas kredit.


2. Terkait dengan pergerakan harga saham Perseroan dalam 1 (satu) tahun terakhir cenderung
   mengalami penurunan sebagai berikut:




                       Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif
Page 3
                                                                                      Model 54 lanjutan
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk                                 No.B. 58 - CSC/CSM/CGC/01/2022

                                                                                   Lembar lanjutan ke 3


   Berdasarkan informasi di atas, mohon berikan analisa manajemen terkait penurunan harga saham
   Perseroan dan apakah penyebab penurunan Harga saham tersebut?
   Penurunan tersebut disebabkan berbagai faktor, diantaranya yaitu:
   a. Kondisi makroekonomi memengaruhi kondisi market utama Perseroan tertekan, yaitu segmen
      middle – low income.
   b. Penurunan kualitas aset yang salah satunya terindikasi akibat meningkatnya cost of credit.

   Perseroan akan senantiasa melakukan berbagai tindakan perbaikan maupun langkah antisipatif
   diantaranya sebagaimana disampaikan pada point 1.f.
3. Informasi/kejadian penting lainnya yang material dan dapat memengaruhi kelangsungan hidup
   Perseroan dan/atau dapat memengaruhi harga saham Perseroan, yang belum diungkapkan kepada
   publik.
    a. Tidak terdapat informasi material atau kejadian penting lainnya yang dapat memengaruhi
       kelangsungan usaha Perseroan.
    b. Perseroan senantiasa menerapkan prinsip Good Corporate Governance, salah satunya
       penyampaian informasi yang setara kepada stakeholders sesuai dengan ketentuan yang
       berlaku.




                      Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.19 MB
Published4 Mar 2025
Pages3
Characters7,107
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 3 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

possible org PT Bursa Efek Indonesia p.1
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.1

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result