Skip to content
Back to announcement

20250303_ADMR_Laporan Informasi dan Fakta Material_31865813_lamp1.pdf

Other Text extracted ADMR

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 9

Page 1
PT ADARO MINERALS INDONESIA TBK (BEI: ADMR)
NEWS RELEASE – LABA FY24
Jakarta, 3 Maret 2025 – PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (BEI: ADMR) hari ini menyampaikan
laporan keuangan konsolidasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 ke
OJK/BEI.
Bapak Christian Ariano Rachmat, Presiden Direktur dan Chief Executive Officer PT Adaro
Minerals Indonesia Tbk mengatakan:
"Kami berhasil mencapai target dan terus mencatat pertumbuhan volume yang konsisten
di tengah fluktuasi harga. Walaupun ASP melemah, peningkatan volume berkontribusi
untuk mengimbangi dampak terhadap profitabilitas. Kami terus mengeksekusi investasi
strategis untuk mendukung pengembangan di masa depan dan mendorong pertumbuhan
jangka panjang. Fokus kami terhadap ekspansi didukung dengan profitabilitas yang tinggi
dan saldo kas yang sehat.”

Iktisar

• Volume produksi batu bara metalurgi pada tahun 2024 mencapai 6,63 juta ton sedangkan
  penjualan mencapai 5,62 juta ton, atau masing-masing naik 30% dan 26% dari tahun 2023.
• Volume pengupasan lapisan penutup naik 26% menjadi 23,55 juta bank cubic meter (bcm),
  dengan nisbah kupas 3,55x dibandingkan 3,66x pada 2023.
• Pada tahun 2024, kami mencapai EBITDA operasional sebesar $580,02 juta dan laba inti
  sebesar $445,38 juta, masing-masing meningkat sebesar 1% dan 6% dari tahun 2023 berkat
  dukungan kenaikan volume penjualan.
• Belanja modal tahun 2024 mencapai $405,68 juta, atau melebihi tiga kali lipat belanja modal
  sebesar $134,73 juta yang dibelanjakan pada tahun 2023, karena aktivitas konstruksi yang
  sedang berjalan untuk smelter aluminium PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI) dan proyek
  infrastruktur di PT Maruwai Coal (MC).
• KAI terus melanjutkan konstruksi smelter aluminiumnya, dengan fokus untuk mencapai COD
  pada akhir tahun 2025. Konstruksi area sandar untuk bahan baku di jetty telah rampung,
  sedangkan konstruksi fondasi dan struktur baja untuk fasilitas anode dan elektrolisis sedang
  berjalan, bersama dengan pemasangan struktur ban konveyor dan gedung kantor di area jetty.


Panduan ADMR untuk tahun 2025

• Volume penjualan: 5,6 juta ton-6,1 juta ton
• Nisbah kupas: 3,3x
• Belanja modal: $300 juta-$325 juta. Target belanja modal ini termasuk investasi ekuitas pada
  smelter aluminium KAI.



                                              1
Page 2
                                           Kinerja Keuangan
    (AS$ Ribu, kecuali dinyatakan berbeda)             FY24                              FY23                Selisih
     Pendapatan usaha                                  1.154.183                          1.085.962                   6%
     Beban pokok pendapatan                             (576.393)                         (502.750)                  15%
     Laba kotor                                           577.790                           583.212                  -1%
     Laba usaha                                           540.342                           574.631                  -6%
     Laba inti1                                           445.379                           421.015                   6%
     EBITDA operasional  2                                580.023                           573.502                   1%
     Total aset                                        2.073.595                          1.695.420                  22%
     Total liabilitas                                     571.331                           657.370                 -13%
     Total ekuitas                                     1.502.264                          1.038.049                  45%
     Utang berbunga                                       295.769                           420.734                 -30%
     Kas                                                  612.605                           586.423                   4%
     Utang (kas) bersih3                                (316.837)                         (165.688)                  91%
     Belanja modal    4                                   405.683                           134.016                 203%
     Arus kas bebas5                                     155.798                            194.576                 -20%
     Laba per saham (EPS) dasar dalam AS$                  0,0107                            0,0108                  -1%



                                                     Rasio Keuangan
                                                                    FY24                 FY23               Selisih
     Margin laba kotor (%)                                               50,1%               53,7%                    -4%
     Margin usaha (%)                                                    46,8%               52,9%                    -6%
     Margin EBITDA operasional (%)                                       50,3%               52,8%                    -3%
     Utang bersih terhadap ekuitas (x)                                   (0,21)               (0,16)                 32%
     Utang bersih terhadap EBITDA operasional 12
                                                                         (0,55)               (0,29)                 89%
     bulan terakhir (x)
     Kas dari operasi terhadap belanja modal (x)                           1,29                 2,21                -42%


1
 Laba periode ini, tidak termasuk komponen non operasional setelah pajak
2
 EBITDA tidak termasuk komponen non operasional
3
 Setelah dikurangi kas dan setara kas
4
 Pengeluaran belanja modal didefinisikan sebagai: pembelian aset tetap + pembayaran untuk penambahan aset eksplorasi dan
evaluasi + pembayaran untuk aset tak berwujud + pembayaran untuk properti pertambangan
5
  EBITDA operasional – pajak – perubahan pada modal kerja – belanja modal




                                                           2
Page 3
                                      Segmen Operasi

                              Pendapatan usaha                         Laba periode ini

 (AS$ Thousand)           FY24          FY23        Selisih        FY24       FY23        Selisih
 Pertambangan        1.153.338     1.084.004              6%    445.826    449.787           -1%
 Pengolahan logam             -             -               -    (6.801)    (1.397)        387%
 Jasa lainnya             2.771         3.881           -29%     (4.255)    (7.547)        -44%
 Eliminasi              (1.926)       (1.923)             0%           -          -             -
 ADMR                1.154.183     1.085.962              6%    434.769    440.843           -1%




           ANALISIS KINERJA KEUANGAN UNTUK TAHUN BUKU 2024 (FY24)


Pendapatan usaha, harga jual rata-rata dan produksi

ADMR menghasilkan pendapatan usaha sebesar $1.154 juta pada FY24, atau naik 6% y-o-y.
Walaupun ASP turun 16% akibat melemahnya harga batu bara metalurgi, kenaikan sebesar 26%
pada volume penjualan mengofset dampaknya terhadap pendapatan. Produk Enviromet ADMR
dijual ke para pelanggan blue-chip di berbagai lokasi yang tersebar di Jepang, China, India,
Indonesia, dan Korea Selatan.

Volume produksi pada FY24 naik 30% menjadi 6,63 juta ton, berkat dukungan ketersediaan alat
berat dan kinerja kontraktor yang baik. Pengupasan lapisan penutup yang mencapai 23,55 juta
bcm setara dengan kenaikan 26% dari FY23, sehingga nisbah kupas mencapai 3,55x untuk
FY24.

Beban pokok pendapatan

Beban pokok pendapatan FY24 naik 15% menjadi $576,39 juta karena kenaikan volume. Royalti
kepada Pemerintah turun 7% menjadi $146,99 juta, yang selaras dengan penurunan harga batu
bara metalurgi. Kenaikan volume mengakibatkan kenaikan 26% pada biaya penambangan
menjadi $188,06 juta, kenaikan 24% pada biaya pengolahan menjadi $61,01 juta, dan kenaikan
16% pada biaya pengangkutan dan penanganan menjadi $135,11 juta. Konsumsi bahan bakar
pada FY24 naik 24% karena peningkatan aktivitas operasional, sementara biaya bahan bakar
per liter turun 5% y-o-y. Biaya kas batu bara per ton pada FY24 turun 2% y-o-y.

Beban usaha
Pada FY24, beban usaha naik 335% dari FY23 menjadi $38,48 juta. Biaya karyawan naik 15%
menjadi $10,10 juta, selaras dengan rencana ekspansi bisnis.




                                                3
Page 4
EBITDA operasional dan laba inti

EBITDA operasional FY24 yang mencapai $580,02 juta setara dengan kenaikan 1% y-o-y. Margin
EBITDA operasional tetap tinggi sebesar 50% untuk periode ini. Laba inti FY24 naik 6% menjadi
$445,38 juta.

Total aset
Total aset naik 22% menjadi $2.074 juta per akhir FY24, terdiri dari aset lancar $842,80 juta dan
aset tidak lancar $1,23 miliar, sedangkan saldo kas naik 4% menjadi $612,61 juta. Kas meliputi
30% total aset.

 Aset tetap
 Pada akhir FY24, aset tetap naik 64% menjadi $899,70 juta seiring perkembangan investasi
 pada smelter aluminium di KAI dan proyek infrastruktur di MC. Aset tetap meliputi 43% total
 aset.

 Properti pertambangan
 Properti pertambangan per akhir FY24 turun 5% y-o-y menjadi $165,22 juta, atau selaras
 dengan produksi.

Total liabilitas

Pada akhir FY24, total liabilitas turun 13% menjadi $571,33 juta. Liabilitas jangka pendek naik
12% menjadi $235,29 juta, karena kenaikan utang usaha dan beban yang masih harus dibayar
terkait beban untuk pemasok dan kontraktor.

Liabilitas jangka panjang turun 25% menjadi $336,04 juta pada akhir FY24 setelah perusahaan
melunasi pinjaman dari pihak berelasi, dengan jumlah pembayaran sebesar $323,77 juta pada
tahun ini. Sementara itu, pinjaman bank, setelah dikurangi biaya keuangan pinjaman, berjumlah
$295,77 juta, yang berasal dari penarikan fasilitas pinjaman untuk smelter aluminium KAI.

Ekuitas
Per akhir FY24, ekuitas naik 45% menjadi $1.502 juta karena kenaikan 51% pada saldo laba
menjadi $1.290 juta.


Arus kas dari aktivitas operasi

Pada FY24, arus kas dari aktivitas operasi naik 77% menjadi $524,15 juta, terutama karena
kenaikan penerimaan dari pelanggan.




                                               4
Page 5
Arus kas dari aktivitas investasi

Perusahaan mencatat arus kas bersih yang digunakan pada aktivitas investasi sebesar $403,30
juta pada FY24, karena kenaikan signifikan pada pembelian aset tetap atau sebesar $399,77 juta
pada FY24, yang terkait dengan proyek-proyek infrastruktur MC dan smelter aluminium KAI.

 Belanja modal dan arus kas bebas

 Belanja modal pada FY24 mencapai $405,68 juta, karena konstruksi smelter aluminium KAI
 dan proyek infrastruktur MC. Arus kas bebas pada FY24 turun 20% menjadi $155,80 juta, yang
 selaras dengan kenaikan belanja modal.

 Setelah rampung nanti, proyek peningkatan infrastruktur MC diharapkan akan mendukung
 peningkatan volume, dan memungkinkan perusahaan untuk memenuhi komitmen volume
 kepada para pelanggan. Fase pertama smelter aluminium KAI diperkirakan akan mencapai
 COD pada akhir tahun 2025, yang akan mendiversifikasi pendapatan.


Arus kas dari aktivitas pembiayaan

Arus kas bersih yang digunakan pada aktivitas pembiayaan pada FY24 naik 12% menjadi $92,28
juta, terutama karena pembayaran pinjaman kepada pihak berelasi sebesar $323,77 juta,
bersama penarikan pinjaman bank sebesar $200 juta dan penerimaan atas setoran modal di
entitas anak dari pihak non pengendali $31 juta.




                                              5
Page 6
LAPORAN OPERASIONAL FY24 PT ADARO MINERALS INDONESIA TBK
(BEI: ADMR)
IKTISAR
•     Volume produksi batu bara metalurgi ADMR pada FY24 mencapai 6,63 juta ton, dengan
      volume penjualan 5,62 juta ton, atau masing-masing naik 30% dan 26% dari FY23.
•     Volume pengupasan lapisan penutup FY24 naik 26% menjadi 23,55 juta bank cubic meter
      dengan nisbah kupas sebesar 3,55x, atau 3% lebih rendah daripada 3,66x pada FY23.
•     Investasi strategis pada infrastruktur untuk mendukung peningkatan target volume produksi
      batu bara metalurgi menunjukkan progres yang baik. Pada FY24, ADMR merampungkan dua
      proyek, yang terdiri atas mess baru untuk karyawan di Tuhup, dan tambahan tangki
      penyimpanan bahan bakar di Tuhup dan Lampunut. Selain itu, perusahaan juga telah
      memulai proyek peningkatan jalan angkutan, pembangunan mess baru di Lampunut, dan
      pembangunan konveyor kedua untuk pemuatan tongkang.
•     ADMR terus membuat progres konstruksi pada bisnis pengolahan mineral melalui PT
      Kalimantan Aluminium Industry (KAI), dan telah merampungkan pekerjaan untuk tempat
      berlabuhnya bahan baku di area jetty pada periode FY24.


KINERJA OPERASIONAL
PT MARUWAI COAL (MC) DAN PT LAHAI COAL (LC)
      •   Volume produksi batu bara metalurgi pada FY24 mencapai 6,63 juta ton, atau naik 30%
          dari FY23. Volume penjualan FY24 mencapai 5,62 juta ton, atau naik 26% dari FY23.
      •   Volume pengupasan lapisan penutup pada FY24 mencapai 23,55 juta bcm, atau 26%
          lebih tinggi secara y-o-y, dengan nisbah kupas yang lebih rendah sebesar 3,55x pada
          FY24, dibandingkan 3,66x pada FY23.
                                                     4Q24           4Q24                      FY24
                        Unit     4Q24    3Q24         vs.   4Q23     vs.    FY24     FY23      vs.
                                                     3Q24           4Q23                      FY23
    Pengupasan        juta
                                 6,46     6,72       -4%    4,89    32%     23,55    18,71      26%
    lapisan penutup   bcm
      Maruwai         juta bcm   5,70     5,58        2%    3,02     89%    19,92    15,22      31%
      Lahai           juta bcm   0,76     1,14       -34%   1,87    -60%     3,63     3,49       4%
    Volume
                      juta ton   1,80     1,85       -3%    1,13    59%      6,63     5,11      30%
    produksi
      Maruwai         juta ton   1,72     1,73        0%    0,93     85%     6,24     4,83      29%
      Lahai           juta ton   0,08     0,12       -33%   0,20    -60%     0,39     0,28      39%
    Volume
                      juta ton   1,83     1,20       52%    1,45    26%      5,62     4,46      26%
    penjualan
      Maruwai         juta ton   1,65     1,13        46%   1,25     32%     5,20     4,26     22%
      Lahai           juta ton   0,18     0,07       157%   0,20    -10%     0,42     0,20    110%



      •   Volume penjualan ke pasar domestik Indonesia meliputi 32% total volume penjualan batu
          bara metalurgi, berkat permintaan yang tinggi dari pabrik-pabrik kokas domestik. Jepang

                                                 6
Page 7
       menjadi tujuan ekspor terbesar ADMR, dengan meliputi 29% volume penjualan, diikuti
       China dan Korea Selatan, masing-masing dengan porsi 16% dan 14%. Bagan di bawah
       ini menampilkan negara tujuan penjualan pada FY24.

                                 Malaysia
                             India 2%
                               7%
                 Korea Selatan               Indonesia
                     14%                        32%



                   China
                    16%


                                    Jepang
                                     29%




   •   Investasi pada proyek infrastruktur untuk mendukung target volume produksi batu bara
       metalurgi yang lebih tinggi terus menunjukkan perkembangan yang baik. Pada FY24,
       perusahaan merampungkan pembangunan mess karyawan berkapasitas 400 tempat
       tidur di Tuhup, dan tambahan tangki penyimpanan bahan bakar yang masing-masing
       berkapasitas 2x1.500 kiloliter dan 4x2.500 kiloliter di Lampunut dan Tuhup.
       Pembangunan konveyor kedua untuk pemuatan tongkang yang dirancang untuk
       berkapasitas 3.000 ton per jam berada di tahap final, sehingga akan memperpendek
       waktu yang dibutuhkan untuk pemuatan tongkang.

   •   Tahap pertama dari upgrade terhadap jalan angkutan (hauling road), yang meliputi 39 km,
       sedang berjalan dengan penyebaran lapisan fondasi (LPA dan LPB) maupun chipseal di
       beberapa bagian jalan untuk meratakan dan memperkuat kontur jalan. Konstruksi mess
       berkapasitas 500 tempat tidur di Lampunut juga berjalan dengan baik. Proyek-proyek ini
       akan mendukung pencapaian sasaran produktivitas maupun target volume batu bara
       metalurgi yang lebih tinggi.


PT KALIMANTAN ALUMINIUM INDUSTRY (KAI)
Komitmen ADMR terhadap pertumbuhan yang berkelanjutan serta dukungan terhadap ekonomi
hijau tercermin pada pengembangan aktivitas hilirisasi pengolahan mineral melalui KAI. Pada
4Q24, pekerjaan untuk area smelter aluminium difokuskan pada pembangunan fondasi dan
struktur baja untuk fasilitas anode dan elektrolisis. Di area jetty, KAI berfokus pada pemasangan
struktur ban konveyor dan gedung kantor, sementara pembangunan area sandar bahan baku di



                                                     7
Page 8
jetty telah rampung. Selain itu, pembangunan fondasi gedung dan struktur bagian atas masih
dalam progres.


KESEHATAN, KESELAMATAN KERJA DAN LINGKUNGAN HIDUP (K3LH)
Pada tahun 2024, ADMR mencatat enam lost time injuries (LTI), termasuk satu insiden fatalitas.
Seluruh insiden tersebut telah diinvestigasi dan perusahaan akan melakukan yang terbaik untuk
mencegah insiden keselamatan. LTI dan severity rate (SR) ADMR pada FY24 masing-masing
tercatat sebesar 0,34 dan 0,47, dengan 16.938.123 jam kerja (man-hours) total yang meliputi MC
dan LC. Selain itu, KAI mencatat dua LTI, sehingga menghasilkan LTIFR sebesar 0,06 dan SR
sebesar 0,71, dengan total 32.342.851 man-hours.


AKTIVITAS KORPORASI DAN PENGHARGAAN
•    Pada bulan Desember 2024, PT Maruwai Coal mendapatkan peringkat emas dan platinum
     pada ajang Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN) XXVIII 2024, yang
     diselenggarakan di Bali, Indonesia. Pencapaian ini menunjukkan komitmen terhadap inovasi
     keberlanjutan serta produktivitas operasional.
•    Pada bulan November 2024, PT Adaro Minerals Indonesia Tbk mengikuti acara French
     Mining & Critical Metals and Minerals Tour 2024 yang diselenggarakan oleh Business France
     Indonesia, yang meliputi 26 organisasi yang ingin membangun hubungan strategis dengan
     para pemimpin di sektor pertambangan Indonesia.
•    Pada bulan November 2024, PT Maruwai Coal mendapatkan dua peringkat emas pada acara
     49th International Convention on Quality Control Circles (ICQCC) 2024, yang
     diselenggarakan di Colombo, Srilanka. Acara ini merupakan konvensi inovasi internasional
     yang memberikan pengakuan terhadap implementasi program perbaikan berkelanjutan di
     perusahaan-perusahaan.
•    Pada bulan November 2024, PT Lahai Coal menerima penghargaan Tambang
     Mensejahterakan Masyarakat (TAMASYA) kategori Perusahaan Skala Kecil dari
     Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).



                                                        ###

Materi ini disusun oleh PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (“Perusahaan”) dan belum diverifikasi secara independen.
Perusahaan tidak memberikan pernyataan atau jaminan, baik yang dinyatakan ataupun tersirat, dan tidak bertanggung
jawab atas akurasi, kewajaran atau kelengkapan informasi yang tersaji atau terkandung dalam materi ini. Perusahaan
atau afiliasinya, penasihat atau perwakilannya melepaskan diri dari tanggung jawab atas segala kerugian yang timbul
dari informasi yang tersaji atau terkandung materi ini. Informasi yang tersaji atau terkandung dalam materi ini dapat
diubah tanpa pemberitahuan sebelumnya dan tidak ada jaminan atas akurasinya.

Materi ini mengandung pernyataan-pernyataan yang merupakan pernyataan berwawasan ke depan. Pernyataan-
pernyataan tersebut termasuk gambaran mengenai maksud, keyakinan atau ekspektasi saat ini dari Perusahaan atau
para pejabatnya sehubungan dengan hasil operasi dan kondisi keuangan konsolidasian Perusahaan. Pernyataan-
pernyataan ini dapat diidentifikasi dengan penggunaan kata-kata seperti “diperkirakan,” “berencana,” “akan,”

                                                         8
Page 9
“estimasi,” “proyeksi,” “bermaksud,” atau kata-kata yang bermakna serupa. Pernyataan-pernyataan berwawasan ke
depan tersebut bukan merupakan jaminan atas kinerja masa depan dan mengandung risiko dan ketidakpastian, dan
hasil aktual dapat berbeda dari yang terkandung dalam pernyataan-pernyataan berwawasan ke depan tersebut karena
berbagai faktor dan asumsi. Perusahaan tidak berkewajiban dan tidak menjanjikan untuk merevisi pernyataan-
pernyataan berwawasan ke depan tersebut untuk mencerminkan peristiwa maupun situasi di masa depan.

Materi ini hanya disajikan untuk memberikan informasi dan bukan merupakan ataupun menjadi bagian dari suatu
penawaran, permohonan atau undangan dari penawaran untuk membeli atau mensubskripsi efek Perusahaan, di
dalam wilayah hukum mana pun, dan materi ini maupun bagian apa pun darinya tidak menjadi dasar, atau diandalkan
sehubungan dengan kontrak, komitmen atau keputusan investasi apa pun. Keputusan untuk membeli atau
mensubskripsi efek Perusahaan harus dibuat setelah mendapatkan nasihat profesional sebagaimana mestinya.



Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi:

Investor

Danuta Komar | Danuta.Komar@alamtri.com

Media

Febriati Nadira | Febriati.Nadira@alamtri.com




                                                      9

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.31 MB
Published3 Mar 2025
Pages9
Characters21,140
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 6 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org ADARO MINERALS INDONESIA TBK p.1 ×17
unresolved person Christian Ariano Rachmat p.1 ×2
unresolved org PT Maruwai Coal p.1 ×4
unresolved org PT LAHAI COAL p.6 ×2
unresolved org Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral p.8

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result