Skip to content
Back to announcement

FINAL_Penjelasan Laporan Keuangan_31 Dec 2024.pdf

Financial statement Text extracted BTPN

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 4

Page 1 OCR 0.941
SMBC Group

BANK SMBC INDONESIA

Menara SMBC CBD Mega Kuningan,
Jakarta 12950, Indonesia

Tel: 16221 1500 365
www.smbci.com

Penjelasan atas Laporan Keuangan PT Bank SMBC Indonesia Tbk
Posisi 31 Desember 2024

Total Aset Bank secara konsolidasi pada tanggal 31 Desember 2024 tercatat sebesar Rp 241,10 trilyun,
naik sebesar Rp 39,65 trilyun atau naik 19,684 dibandingkan dengan posisi pada tanggal
31 Desember 2023 yaitu sebesar Rp 201,45 trilyun. Demikian juga dengan Total Liabilitas (termasuk dana
syirkah temporer) tercatat sebesar Rp 186,35 trilyun pada 31 Desember 2024, naik sebesar
Rp 26,18 trilyun atau naik 16,359 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023 yaitu sebesar
Rp 160,17 trilyun.

Laporan keuangan konsolidasi Bank posisi Desember 2024 telah memperhitungkan kinerja keuangan
PT Oto Multiartha dan PT Summit Oto Finance yang telah Bank akuisisi pada akhir Maret 2024. Kedua

perusahaan pembiayaan tersebut merupakan bagian dari OTO Group yang mayoritas sahamnya kini
dimiliki oleh Bank.

Adapun perubahan penting pada pos-pos neraca selama periode tersebut adalah sebagai berikut:

1. Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain pada 31 Desember 2024 sebesar
Rp 12,70 trilyun mengalami kenaikan sebesar Rp 3,74 trilyun atau sebesar 4246 dibandingkan dengan posisi
31 Desember 2023 yaitu sebesar Rp 8,96 trilyun. Kenaikan ini disebabkan oleh bertambahnya penempatan
pada Fasilitas Simpanan Bank Indonesia (FASBI) dan dampak dari akuisisi Entitas Anak.

2. Efek-efek
Efek-efek pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 28,17 trilyun mengalami kenaikan sebesar Rp 10,91 trilyun
atau sebesar 6346 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023 yaitu sebesar Rp 17,26 trilyun. Kenaikan
ini sebagian besar disebabkan oleh adanya kenaikan penempatan pada produk Sekuritas Rupiah Bank
Indonesia (SRBI) yang dalam laporan keuangan masuk dalam kelompok Obligasi Pemerintah.

3. Tagihan derivatif
Tagihan derivatif pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 1,75 trilyun mengalami kenaikan sebesar
Rp 615 milyar atau sebesar 5496 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023 yaitu sebesar

Rp 1,13 trilyun. Kenaikan ini sebagian besar disebabkan oleh penambahan tagihan derivatif sebagai
dampak dari akuisisi Entitas Anak. Y
Page 2 OCR 0.945
SMBC Group

BANK SMBC INDONESIA

4. Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (Reverse repo)
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (Reverse repo) pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 468,78
milyar mengalami kenaikan sebesar Rp 468,78 milyar atau sebesar 10096 dibandingkan dengan posisi
31 Desember 2023. Kenaikan ini disebabkan oleh adanya transaksi Reverse repo ditahun ini sebagai bagian
dari tindak lanjut Bank setelah ditunjuk sebagai Dealer Utama.

5. Piutang pembiayaan
Piutang pembiayaan pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 27,46 trilyun mengalami kenaikan sebesar
Rp 27,46 trilyun atau sebesar 100x dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023. Kenaikan ini
disebabkan oleh adanya akuisisi Entitas Anak yang memiliki piutang pembiayaan, sehingga akun ini
merupakan akun baru bagi Bank di tahun 2024.

6. Penyertaaan saham
Penyertaan saham pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 75,29 milyar mengalami penurunan sebesar
Rp 27,3 milyar atau sebesar 274 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023 yaitu sebesar Rp 102,59
milyar. Penurunan ini disebabkan oleh penurunan penyertaan saham oleh Entitas Anak.

7. Klaim pengembalian pajak
Klaim pengembalian pajak pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 525,93 milyar mengalami kenaikan sebesar
Rp 458,59 milyar atau sebesar 681X dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023 yaitu sebesar Rp 67,34
milyar. Kenaikan ini sebagian besar disebabkan oleh adanya pembayaran Angsuran PPh Pasal 25 yang
dilakukan oleh Bank, karena adanya penyesuaian pajak kini akibat koreksi negatif atas CKPN secara fiskal
berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan yang berlaku di tahun 2024 dan konsolidasi pembayaran pajak
yang sedang dalam proses sengketa oleh Anak Perusahaan.

8. Aset pajak tangguhan
Aset pajak tangguhan pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 370,40 milyar mengalami penurunan sebesar
Rp 344,75 milyaratau sebesar 4896 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023 yaitu sebesar Rp 715,15
milyar. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh adanya penyesuaian pajak tangguhan akibat koreksi
negatif atas CKPN secara fiskal berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan yang berlaku di tahun 2024.

9. Aset takberwujud dan goodwill
Aset takberwujud dan goodwill pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 2,81 trilyun mengalami kenaikan
sebesar Rp 1,72 trilyun atau sebesar 15896 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023 yaitu sebesar
Rp 1,09 trilyun. Kenaikan ini disebabkan oleh penambahan aset takberwujud dan goodwill dari akuisisi
Entitas Anak yaitu PT Oto Multiartha dan PT Summit Oto Finance di akhir Maret 2024.
Page 3 OCR 0.943
SMBC Group

BANK SMBC INDONESIA

10. Aset lain-lain
Aset lain-lain pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 1,41 trilyun mengalami kenaikan sebesar
Rp521,80 milyar atau sebesar 5996 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023 yaitu sebesar
Rp 891,39 milyar. Kenaikan ini sebagian besar disebabkan oleh peningkatan uang muka dan agunan yang
diambil alih sebagai dampak dari akuisisi Entitas Anak dan kelebihan pembayaran pajak Pph 21 karyawan.

11. Liabilitas segera
Liabilitas segera pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 48,90 milyar mengalami penurunan sebesar
Rp 22,71 milyar atau sebesar 3246 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023 yaitu sebesar Rp 71,61
milyar. Kenaikan ini sebagian besar disebabkan oleh sudah diselesaikannya kewajiban penutupan
tabungan tahun lalu dan berkurangnya transaksi surat berharga yang belum diselesaikan.

12. Simpanan dari bank-bank lain
Simpanan dari bank-bank lain pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 757,71 milyar mengalami penurunan
sebesar Rp 10,06 trilyun atau sebesar 9396 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023 yaitu sebesar
Rp 10,82 trilyun. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh berkurangnya pinjaman mata uang asing
jangka pendek yang digantikan dengan pinjaman jangka panjang untuk menjaga rasio Bank dan adanya
peningkatan dana pihak ketiga baik Rupiah maupun Valas.

13. Liabilitas derivatif
Liabilitas derivatif pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 1,56 trilyun mengalami kenaikan sebesar
Rp 486,74 milyar atau sebesar 4596 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023 yaitu sebesar
Rp 1,07 trilyun. Kenaikan ini sebagian besar disebabkan oleh penambahan liabilitas derivatif sebagai
dampak dari akuisisi Entitas Anak.

14. Liabilitas akseptasi
Liabilitas akseptasi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 3,16 trilyun mengalami kenaikan sebesar
Rp 838,75 milyar atau sebesar 3696 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023 yaitu sebesar
Rp2,32 trilyun. Kenaikan ini sebagian besar disebabkan oleh adanya peningkatan pada transaksi akseptasi Bank.

15. Utang obligasi
Utang obligasi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 2,96 trilyun mengalami kenaikan sebesar
Rp 2,76 trilyun atau sebesar 1.38096 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023 yaitu sebesar
Rp202,08 milyar. Kenaikan ini sebagian besar disebabkan oleh penambahan utang obligasi sebagai
dampak dari akuisisi Entitas Anak dan penerbitan obligasi Berkelanjutan V Bank SMBC Indonesia Tahap |

Tahun 2024 sebesar Rp 355 milyar di bulan Juli 2024 dan penerbitan obligasi Berkelanjutan V Bank SMBC
Indonesia Tahap II Tahun 2024 sebesar Rp 1,40 trilyun. H
Page 4 OCR 0.959
SMBC Group

BANK SMBC INDONESIA

16. Pinjaman yang diterima
Pinjaman yang diterima pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 49,66 trilyun mengalami kenaikan sebesar Rp
18,30 trilyun atau sebesar 58X dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023 yaitu sebesar
Rp 31,36 trilyun. Kenaikan pinjaman yang diterima dilakukan untuk mendukung pertumbuhan kredit dan

juga meningkatkan rasio likuiditas Bank serta kenaikan pinjaman yang diterima dampak dari akuisisi Entitas
Anak.

17. Liabilitas imbalan kerja karyawan
Liabilitas imbalan kerja karyawan pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 1,07 trilyun mengalami kenaikan
sebesar Rp 385,12 milyar atau sebesar 5796 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023 yaitu sebesar
Rp 681,29 milyar. Kenaikan ini sebagian besar disebabkan oleh penambahan liabilitas imbalan kerja
karyawan sebagai dampak dari akuisisi Entitas Anak.

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.09 MB
Published28 Feb 2025
Pages4
Characters8,218
Text sourceOCR
OCR confidence0.947

Names mentioned 7 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Bank SMBC Indonesia Tbk p.1 ×8
linked org PT Oto Multiartha p.1 ×3
linked org PT Summit Oto Finance p.1 ×3
unresolved org Bank Indonesia p.1 ×4
unresolved org Menteri Keuangan p.2 ×2
unresolved org Bank SMBC Indonesia Tahap p.3
unresolved org Bank SMBC Indonesia Tahap II Tahun p.3

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result