Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 1
Page 1
5 INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS
JUMAT, 21 FEBRUARI 2025
Sulitnya Memenuhi SPM Jalan Tol
JAKARTA, ID – DPR RI menilai bahwa Standar Pelayanan Minimum (SPM) pada jalan bebas hambatan di Tanah Air masih belum optimal. Hal
tersebut terlihat dari banyaknya kecelakaan lalu-lintas yang menelan sejumlah korban jiwa di jalan tol beberapa waktu terakhir ini.
Oleh Heru Febrianto dan pengusaha, persaingan di kaan, dan sebagainya. Di situ akan dengan baik,” pungkas Roy.
sektor logistik, keterbatasan in- kita lihat seperti itu,” katanya.
K
frastruktur logistik, kurangnya Selain itu Rapermen tersebut Imbas ke Efisiensi
etua Komisi V DPR RI La- alternatif transportasi. juga kemungkinan akan mengatur Secara terpisah, pengamat Kebi-
sarus mengungkapkan “Sedangkan dampak kendaraan peran dan pelibatan balai-balai jakan Publik Agus Pambagio men-
bahwa kenaikan tarif ODOL terhadap jalan tol antara lain Kementerian PU dalam membantu yatakan efisiensi anggaran yang
jalan tol yang dilakukan kerusakan infrastruktur, kerugian melakukan evaluasi SPM jalan tol. dilakukan pada sektor infrastruktur
setidaknya setiap dua ekonomi dan kecelakaan lalu lintas,” “Masuk alurnya seperti apa? berpotensi meningkatkan risiko ke-
tahun sekali tidak diiringi dengan paparnya. Kita akan melibatkan teman-teman celakaan, mengingat akan ada fasili-
peningkatan kualitas layanan jalan Menurut Roy, Direktorat Jen- balai untuk membantu evaluasi tas yang tak terawat dengan baik.
tol. Ia mengkritisi kondisi jalan tol deral Bina Marga menargetkan Ran- terkait apa namanya pemenuhan Agus mengatakan pemangkasan
saat ini yang masih belum optimal. cangan Peraturan Menteri (Raper- SPM tersebut,” imbuhnya. anggaran infrastruktur hingga Rp
“Begitu tarif naik, masyarakat men) PU tentang Standar Pelayanan Ia memastikan penyusunan Rap- 60,46 triliun berdampak langsung
tidak punya posisi tawar apa-apa,” Minimal Jalan Tol dapat selesai pada ermen ini juga tentunya melibatkan pada proyek-proyek yang sedang
ujar Lasarus dalam Rapat Dengar Juni tahun ini. “Kita rencanakan para pemangku kepentingan terkait berjalan. Selain itu fasilitas penun-
Pendapat (RDP) Komisi V DPR RI mudah-mudahan bisa lebih cepat seperti DPR RI hingga pengusaha jang seperti bendungan, jalan tol,
dengan Dirjen Bina Marga Kemen- dan ditargetkan Juni,” jelasnya. jalan tol. dan bangunan lain yang dibiayai
terian Pekerjaan Umum (PU) di Ge- Roy mengatakan bahwa be- “Kita akan sampaikan ke DPR RI negara tidak terawat dengan baik.
dung Nusantara, DPR RI, Senayan, berapa poin yang kemungkinan nanti pada pertemuan-pertemuan “A k a n b a n y a k k e r u s a k a n
Lasarus
Jakarta, Rabu (19/2/2025). tercantum dalam Rapermen antara berikutnya rencana kita seperti dan dampaknya yang akan lebih
Ia menyoroti bahwa sembilan lain penilaian SPM, kewajiban dan apa, misalkan bagaimana sehingga mengerikan. Misalnya jebolnya
dari 10 kecelakaan di jalan tol dis- hak Badan Usaha Jalan Tol, mem- terjadi perbaikan langsung. Kita bendungan, rusaknya jalan, se-
ebabkan oleh tidak terpenuhinya dalam revisi Undang-Undang No- perkuat penilaian, dan sebagainya. juga akan melibatkan teman-teman hingga meningkatkan korban ke-
SPM oleh Badan Usaha Jalan Tol mor 38 Tahun 2004 tentang Jalan “ Terkait mungkin penilaian pengusaha, kita akan adakan focus celakaan,” kata Agus.
(BUJT). Bahkan, kecelakaan di jalur menjadi Undang-Undang Nomor 2 SPM, siapa yang berwenang mel- group discussion (FGD), bagaimana Selain itu, dirinya memastikan
tertentu sering kali terjadi secara Tahun 2022 tentang Jalan,” pung- akukan itu, kewajiban dan haknya agar peraturan yang kita susun ini pemangkasan anggaran tersebut
berulang. kasnya. teman-teman BUJT, bagaimana benar-benar bisa menjamin pelaku juga secara langsung membuat pe-
Menurutnya, SPM jalan tol memperkuat penilaian, keterbu- usaha jalan tol bisa melaksanakan nyerapan tenaga kerja berkurang,
merupakan hak rakyat, mengingat ODOL Jadi Alasan dan bagi perusahaan yang bergerak
Jumlah Kecelakaan
pembangunan jalan tol juga meng- Dalam kesempatan tersebut, Di- di sektor infrastruktur berpotensi
gunakan Anggaran Pendapatan dan rektur Jenderal (Dirjen) Bina Marga melakukan pemutusan hubungan
Belanja Negara (APBN) selain dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) kerja (PHK).
investasi swasta.
“Sebagai wakil rakyat, kami harus
Roy Rizali Anwar mengungkapkan
salah satu tantangan yang diha-
Tol Nasional 2.971
Dia menyampaikan pula, damp-
ak perekonomian lainnya yang
memperjuangkan hak rakyat. Mere- dapi Badan Usaha Jalan Tol dalam (Dalam Satuan Orang) disebabkan oleh efisiensi ini yakni
ka juga berkontribusi dalam pem- memenuhi standar pelayanan mini- 2.564 berpotensi menyebabkan inflasi,
bangunan jalan tol ini,” lanjutnya. mum jalan tol adalah kendaraan karena biaya distribusi semakin
Lasarus menegaskan bahwa Over Dimension and Over Loading mahal. “Yang jelas biaya akan lebih
Komisi V DPR RI akan membahas (ODOL). 2.133 mahal,” kata dia lagi.
secara khusus isu standar pelayanan “Salah satu tantangan yang Akademisi Prodi Teknik Sipil
minimum jalan tol dengan pihak- dihadapi BUJT dalam memenuhi Unika Soegijapranata dan Wakil
pihak terkait dalam rapat lanjutan. SPM jalan tol adalah banyaknya 1.656 Ketua Pemberdayaan dan Pengem-
“Saya sudah tegaskan bahwa kendaraan ODOL,” ujar Roy seperti bangan Wilayah Masyarakat Trans-
1.464
rapat berikutnya kita akan fokus dikutip Antara. portasi Indonesia (MTI) Pusat,
dengan Dirjen Bina Marga dulu, Berdasarkan data Weigh-in-mo- 1.207 Djoko Setijowarno menambahkan
lalu dengan Badan Pengatur Jalan tion (WIM) dari sejumlah ruas jalan efisiensi anggaran juga harus mem-
Tol (BPJT), dan terakhir dengan tol yakni Tol Jakarta - Tangerang, perhatikan faktor keselamatan
BUJT atau mungkin dengan asosiasi JORR Seksi E, JORR W1, Jagorawi, 688
bertransportasi.
704
terlebih dahulu,” jelas politisi Fraksi Padalarang, Cileunyi, Semarang Untuk itu MTI berharap ang-
PDI-Perjuangan itu. ABC, Ngawi-Kertosono, dan Sura- 527 garan program keselamatan di
Ia berharap pembahasan terse- baya-Gempol menunjukkan 19,27% 285 Kementerian Perhubungan jangan
but dapat menemukan penyebab kendaraan Golongan II ke atas ada- 201 237 dikurangi apalagi dipangkas. Ter-
kesulitan pemerintah dalam men- lah kendaraan ODOL. Sementara masuk operasional Komite Nasional
egakkan standar pelayanan jalan data hasil operasi gabungan ODOL Keselamatan Transportasi (KNKT)
Septeber 2024 2023 2022
tol. Terlebih, menurutnya, seluruh menunjukkan 36% kendaraan yang tidak harus ikut dipangkas.
Luka Ringan Luka Berat Korban Meninggal Dunia Jumlah Kecelakaan
regulasi yang diperlukan sebenarn- terjaring adalah kendaraan ODOL. “Sekarang, Indonesia berada dalam
ya sudah tersedia. Penyebab pemilik kendaraan Sumber: Korlantas Polri
darurat keselamatan transportasi.
“Pertanyaannya, apakah Kemen- memilih ODOL antara lain kebu- Perlu harmonisasi penegakan hukum.
terian PU memiliki goodwill untuk tuhan ekonomi dan efisiensi ope- Pemotongan anggaran jangan mem-
menegakkan aturan yang sudah rasional, kurangnya pengawasan babi buta yang akhirnya malah sulit
ada? Dulu, tarif tol harus dikonsul- dan penegakan hukum, modifikasi mengantisipasi masalah kecelakaan,
tasikan ke DPR, tetapi pemerintah ekstra untuk keuntungan ekstra, karena untuk mencari data juga akh-
bersikeras agar hal itu dihapus kurangnya kesadaran pengemudi irnya terbatas,” jelas Djoko.
LAPORAN POSISI KEUANGAN LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN LAPORAN ARUS KAS
Tanggal 31 Desember 2024 Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024 Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
(disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Tahun yang Tahun yang
31 Desember 2024 31 Desember 2023 berakhir pada tanggal 31 Desember berakhir pada tanggal 31 Desember
(Diaudit) (Diaudit) 2024 2023 2024 2023
(Diaudit) (Diaudit) (Diaudit) (Diaudit)
ASET PENDAPATAN ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Kas dan bank - neto 48.556 166.420 Pendapatan pembiayaan konsumen 826.873 893.027 Penerimaan kas dari:
Piutang sewa pembiayaan Pendapatan sewa pembiayaan 242.718 162.798 Pembiayaan konsumen 22.188.393 21.569.126
Pihak berelasi - setelah dikurangi pendapatan sewa pembiayaan Pendapatan sewa ijarah - neto 602 383 Sewa pembiayaan 3.223.075 2.420.035
belum diakui sebesar Rp3.705 pada tanggal 31 Desember 2024 10.578 - Pendapatan bunga 2.492 2.514 Sewa ijarah 4.052 3.126
Pihak ketiga - setelah dikurangi pendapatan sewa pembiayaan belum Pendapatan lain-lain 41.487 41.123 Penerimaan dari pendapatan
diakui dan pendapatan dan beban ditangguhkan sebesar denda keterlambatan
Rp246.312 dan Rp182.520 masing-masing pada tanggal-tanggal TOTAL PENDAPATAN 1.114.172 1.099.845
dan pelunasan dipercepat 84.079 88.008
31 Desember 2024 dan 2023 2.327.646 1.682.386 Pendapatan bunga 2.492 2.514
BEBAN
Cadangan kerugian penurunan nilai (18.529) (16.376) Pengeluaran kas sehubungan
Beban pendanaan 216.925 225.237
Neto 2.319.695 1.666.010 Beban tenaga kerja 160.362 144.028 dengan pembiayaan bersama-neto (88) (83)
Piutang pembiayaan konsumen Beban pemasaran 15.620 16.336 Pembayaran kas untuk transaksi
Pihak berelasi - setelah dikurangi pendapatan pembiayaan konsumen Beban kerugian penurunan nilai 65.769 75.055 pembiayaan konsumen dan sewa pembiayaan (11.945.122) (11.030.276)
belum diakui sebesar Rp3.791 dan Rp3.048 masing-masing Pembayaran kas untuk dealer (12.728.477) (12.666.205)
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 17.765 13.839 Beban penyusutan aset tetap 6.681 6.887
Beban amortisasi aset hak guna 3.181 3.049 Pembelian aset tetap ijarah (8.952) (1.467)
Pihak ketiga - setelah dikurangi pendapatan pembiayaan konsumen Pembayaran bunga (222.597) (220.579)
belum diakui dan pendapatan dan beban ditangguhkan Beban provisi dan komisi 3.022 3.261
sebesar Rp1.722.509 dan Rp1.726.228 masing-masing (Keuntungan) kerugian transaksi mata uang asing (426) 134 Pembayaran beban umum dan administrasi (221.442) (216.572)
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 5.574.085 6.017.930 Beban lain-lain 59.684 54.043 Pembayaran pajak penghasilan badan (131.644) (146.006)
Total piutang pembiayaan konsumen 5.591.850 6.031.769 TOTAL BEBAN 530.818 528.030 Kas neto diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas operasi 243.769 (198.379)
Cadangan kerugian penurunan nilai (35.199) (43.168)
Neto 5.556.651 5.988.601 LABA SEBELUM BEBAN PAJAK FINAL DAN PAJAK PENGHASILAN 583.354 571.815 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Piutang lain-lain Beban pajak final (498) (503) Penerimaan dari penjualan aset tetap 595 504
Pihak ketiga 9.887 9.044 Pembelian aset tetap (14.169) (6.571)
Cadangan kerugian penurunan nilai (121) (37) LABA SEBELUM BEBAN PAJAK PENGHASILAN 582.856 571.312 Penambahan aset hak guna (2.347) (3.671)
Neto 9.766 9.007 Penerimaan dividen 14.910 11.010
BEBAN PAJAK PENGHASILAN (130.710) (127.521)
Aset diperoleh untuk ijarah – setelah dikurangi akumulasi Kas neto (digunakan untuk) diperoleh dari aktivitas investasi (1.011) 1.272
penyusutan sebesar Rp2.177 dan Rp3.127 masing-masing LABA TAHUN BERJALAN 452.146 443.791
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 8.241 2.739
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Investasi dalam saham 159.504 159.504 Penghasilan komprehensif lain Penerimaan utang bank 3.025.000 3.300.000
Beban dibayar di muka dan uang muka 14.146 8.214 Pembayaran utang bank (2.459.027) (2.704.168)
Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi:
Aset pajak tangguhan - neto 15.843 19.316 Keuntungan (kerugian) aktuaria atas liabilitas imbalan kerja 1.090 (891) Pembayaran dividen kas (177.516) (176.186)
Aset tetap dan aset hak guna - setelah dikurangi total akumulasi Pajak penghasilan terkait dengan komponen Pelunasan obligasi (850.000) (100.000)
penyusutan aset tetap sebesar Rp74.452 dan Rp69.450 masing-masing penghasilan komprehensif lainnya (240) 196 Penerimaan dari penerbitan obligasi 100.000 -
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, dan akumulasi amortisasi
aset hak guna sebesar Rp6.762 dan Rp11.252 masing-masing pada Kas neto (digunakan untuk) diperoleh dari aktivitas pendanaan (361.543) 319.646
tanggal-tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 57.600 51.374 Laba (rugi) komprehensif lainnya - setelah pajak 850 (695)
Aset lain-lain 50.094 5.773
TOTAL PENGHASILAN KOMPREHENSIF DAMPAK NETO PERUBAHAN
TOTAL ASET 8.240.096 8.076.958 NILAI TUKAR ATAS KAS DAN BANK 485 (59)
TAHUN BERJALAN 452.996 443.096
LIABILITAS DAN EKUITAS (PENURUNAN)/KENAIKAN NETO KAS DAN BANK (118.300) 122.480
LIABILITAS LABA PER SAHAM DASAR
Utang bank (Dinyatakan dalam nilai penuh Rupiah) 13.968 13.710 KAS DAN BANK AWAL TAHUN 166.914 44.434
Pihak berelasi - 36.111
Pihak ketiga 2.959.028 2.356.944 KAS DAN BANK AKHIR TAHUN 48.614 166.914
Total utang bank 2.959.028 2.393.055 KAS DAN BANK TERDIRI DARI:
Utang dealer 152.477 120.912 LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS Kas 470 470
Utang pajak 43.873 43.810
Utang lain-lain
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024 Bank 48.144 166.444
Pihak berelasi 16.591 11.982 (disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) TOTAL 48.614 166.914
Pihak ketiga 112.196 83.199
Keuntungan / Catatan:
Total utang lain-lain 128.787 95.181 (Kerugian) Saldo Laba
Beban akrual Modal Aktuarial
Ditempatkan Atas Liabilitas Belum 1. Informasi keuangan di atas diambil dari laporan keuangan PT Maybank Indonesia Finance (“Perusahaan”)
Pihak berelasi 1 238 dan Imbalan Kerja Ditentukan Ditentukan
Pihak ketiga 55.475 51.224 Disetor Penuh Karyawan Penggunaannya Penggunaannya Total Ekuitas
pada tanggal 31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, yang disusun
Total beban akrual 55.476 51.462 oleh manajemen Perusahaan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, yang telah
Saldo tanggal 31 Desember 2022 32.370 746 6.500 3.393.111 3.432.727 diaudit oleh Purwantono, Sungkoro & Surja (“PSS”) (firma anggota Ernst & Young Global Limited), auditor
Utang obligasi - neto
Pihak berelasi 48.953 99.400 independen, berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia, dengan
Pihak ketiga 850.192 1.549.224 Dividen - - - (176.186) (176.186) opini audit tanpa modifikasian, sebagaimana tercantum dalam laporannya tanggal 20 Februari 2025 yang
Total utang obligasi 899.145 1.648.624 Kerugian aktuarial atas liabilitas tidak tercantum dalam publikasi ini. Informasi keuangan tersebut di atas tidak mencakup catatan atas
Liabilitas imbalan kerja 26.193 24.277 imbalan kerja - setelah pajak laporan keuangan.
TOTAL LIABILITAS 4.264.979 4.377.321 tangguhan - (695) - - (695)
2. Laba per saham dasar dihitung berdasarkan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar selama tahun
EKUITAS Laba tahun berjalan 2023 - - - 443.791 443.791 berjalan.
Modal saham -
Nilai nominal Rp1.000 (nilai penuh) per saham Saldo tanggal 31 Desember 2023 32.370 51 6.500 3.660.716 3.699.637
Modal dasar - 60.000.000 lembar saham
Modal ditempatkan dan disetor penuh - 32.370.000 lembar saham 32.370 32.370 Dividen - - - (177.516) (177.516)
Keuntungan aktuarial atas
liabilitas imbalan kerja - setelah pajak tangguhan 901 51 Keuntungan akturial atas liabilitas
Saldo Laba
Ditentukan penggunaannya 6.500 6.500
imbalan kerja-setelah
pajak tangguhan - 850 - - 850
Jakarta, 20 Februari 2025
Belum ditentukan penggunaannya 3.935.346 3.660.716
Laba tahun berjalan 2024 - - - 452.146 452.146
PT MAYBANK INDONESIA FINANCE
TOTAL EKUITAS 3.975.117 3.699.637
Saldo tanggal 31 Desember 2024 32.370 901 6.500 3.935.346 3.975.117
Direksi
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 8.240.096 8.076.958
INVESTOR DAILY_7 kol x 200 mmkl_21 FEB 2025 (revisi 8 OKE)
Names mentioned 5 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Kementerian PU
p.1
unresolved
org
Kementerian Pekerjaan Umum
p.1
unresolved
org
Pengatur
p.1
unresolved
org
Kementerian Perhubungan
p.1
unresolved
org
Young Global Limited
p.1
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.