Back to announcement
20250214_WIKA_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31862658_lamp1.pdf
Other Text extracted WIKASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 4
Page 1
Nomor : SE.01.00/A.CORSEC.00070/2025 14 Februari 2024
Kepada Yth.
Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2
PT. Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 1 lantai 6,
Jl. Jendral Sudirman Kav 52-53
Jakarta Selatan 12190, Indonesia
Perihal : Tanggapan Permintaan Penjelasan Bursa
Dengan hormat,
Sehubungan dengan surat PT Bursa Efek Indonesia nomor : S-01509/BEI.PP2/02-2025 tanggal
11 Februari 2025 perihal Permintaan Penjelasan, dengan ini PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
(”Perseroan”) menyampaikan penjelasan dan klarifikasi sebagai berikut:
1. Berdasarkan informasi terkait Pembayaran Obligasi Berkelanjutan II Wijaya Karya
Tahap II Tahun 2022 Seri A dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Wijaya Karya Tahap
II Tahun 2022 Seri A, Perseroan menyampaikan bahwa Perseroan saat ini masih dalam
keterbatasan likuiditas yang dilatar belakangi kondisi usaha industri konstruksi yang
menantang. Selain itu, Perseroan juga mengalami keterbatasan unrestrictred cash
dikarenakan penyerapan PMN yang diterima di tahun 2024 belum dapat dilakukan
sesuai rencana awal akibat adanya dinamika kebijakan dan kondisi proyek. Atas hal
tersebut agar dijelaskan:
a. Bagaimana dampak penurunan perolehan kontrak baru terhadap proyeksi
pendapatan dan cash flow Perseroan dalam jangka pendek dan jangka panjang?
Saat ini Perseroan tengah menghadapi kondisi bisnis yang menantang, yang disebabkan
adanya penurunan tender proyek di tahun 2024, baik Pemerintah, BUMN maupun swasta.
Penurunan perolehan kontrak baru mengakibatkan turunnya penjualan sehingga
membuat arus kas masuk menurun.
b. Langkah-langkah yang diambil oleh manajemen untuk mengatasi penurunan
penjualan dan penerimaan cash Perseroan
Perseroan mendorong produksi yang berasal dari kontrak berjalan sesuai dengan
ketersediaan anggaran pada masing-masing proyek, serta terus menjalankan langkah
transformasi untuk memperkuat eksekusi proyek dengan lean construction, meningkatkan
efisiensi dan memperkuat tata kelola Perseroan.
c. Strategi Perseroan untuk meningkatkan perolehan kontrak baru dan memulihkan
likuiditas dalam kondisi industri konstruksi yang menantang ini?
Perseroan melakukan perluasan fokus pasar untuk menggali potensi proyek yang
mendukung Asta Cita Pemerintah, juga proyek dengan pemberi kerja BUMN dan swasta.
Perseroan juga membuka peluang strategic partnership dengan pihak swasta maupun
asing guna meningkatkan peluang perolehan proyek serta keterlibatan Perseroan pada
proyek investasi asing.
d. Bagaimana Perseroan mengelola risiko terkait keterbatasan likuiditas dan
ketidakpastian dalam industri konstruksi?
1. Memaksimalkan penerimaan cash in melalui percepatan produksi proyek berjalan
sesuai ketersediaan anggaran pemberi kerja untuk mencegah adanya cost overrun,
percepatan penagihan piutang progres atas piutang yang telah diakui;
Halaman 1 dari 4
Page 2
Nomor : SE.01.00/A.CORSEC.00070/2025
2. Melakukan penilaian/know your customer (KYC), terhadap pemberi kerja guna
memastikan kredibilitas dan ketersediaan anggaran proyek dari pemberi kerja;
3. Perseroan menerapkan pengelolaan risiko di tingkat proyek dengan menjalankan
program checkpoint secara berkala dan evaluasi pengelolaan risiko yang terstruktur
guna memastikan proyek berjalan sesuai dengan perencanaan.
e. Apakah terdapat rencana diversifikasi usaha atau kolaborasi dengan perusahaan
lain untuk menghadapi tantangan yang ada saat ini? Apabila ada, agar dijelaskan.
Sesuai arahan pemegang saham, Perseroan akan fokus pada usaha yang berdasarkan
kompetensi utama Perseroan. Perseroan selalu membuka peluang untuk melakukan
strategic partnership dengan pihak swasta maupun asing guna meningkatkan peluang
perolehan proyek serta keterlibatan Perseroan pada proyek investasi asing. Khususnya
proyek-proyek yang mendukung misi Asta Cita Pemerintah, proyek EPCC dan proyek-
proyek untuk meningkatkan konektivitas, serta meningkatkan nilai tambah produk dalam
negeri.
f. Bagaimana proyeksi Perseroan untuk perolehan kontrak baru dan pemulihan
likuiditas pada tahun 2025, terutama menjelang jatuh tempo sukuk pada tanggal 18
Februari 2025?
Sampai dengan surat ini dibuat, Perseroan belum mendapatkan kontrak baru di tahun
2025 yang dapat digunakan untuk menghasilkan arus kas masuk yang dapat digunakan
untuk melakukan pembayaran atas keseluruhan nilai obligasi dan sukuk yang jatuh tempo
di tanggal 18 Februari 2025.
2. Berdasarkan ringkasan hasil RUPO dan RUPSU yang disampaikan pada tanggal 5 dan
6 Februari atas:
a. Obligasi Berkelanjutan II Wijaya Karya Tahap II Tahun 2022.
b. Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Wijaya Karya Tahap II Tahun 2022 Seri A.
Perseroan menyampaikan bahwa berdasarkan pemungutan suara dalam RUPO dan
RUPSU tidak memenuhi ketentuan sebagaimana yang disyaratkan dalam Pasal 10 ayat
10.5 angka 2 huruf a Perjanjian Perwaliamanatan, sehingga RUPO dan RUPSU tidak
mengambil suatu keputusan. Atas hal tersebut agar dijelaskan:
a. Latar belakang Pemegang Obligasi dan Sukuk Perseroan tidak menyetujui usulan
keputusan yang diajukan oleh Perseroan.
Latar belakang tidak terpenuhinya kuorum keputusan yang diajukan Perseroan pada
RUPO dan RUPSU tersebut adalah karena terdapat Pemegang Obligasi dan Pemegang
Sukuk yang masih menghendaki Perseroan untuk tetap dapat memenuhi kewajiban
pembayaran keseluruhan pokok Obligasi dan Sukuk yang akan jatuh tempo pada 18
Februari 2025.
b. Dampak atau konsekuensi atas tidak disetujuinya usulan yang diajukan oleh
Perseroan.
Perseroan belum dapat melakukan pembayaran atas keseluruhan nilai obligasi dan sukuk
atau sesuai dengan usulan Perseroan yang mengusulkan pembayaran sebagian dan
perpanjangan atas sisanya maksimal 2 (dua) tahun dengan opsi beli (call option) pada
saat jatuh tempo di tanggal 18 Februari 2025.
c. Rencana tindak lanjut Perseroan.
Perseroan akan kembali melakukan diskusi dengan Wali Amanat serta para pemegang
Obligasi dan Sukuk guna mendapatkan kesepakatan pada RUPO dan RUPSU yang akan
dilaksanakan berikutnya.
Halaman 2 dari 4
Page 3
Nomor : SE.01.00/A.CORSEC.00070/2025
d. Mitigasi risiko yang akan dilakukan Perseroan agar tidak terdapat gugatan dari
pihak lain.
Mitigasi risiko yang dilakukan oleh Perseroan yaitu melakukan komunikasi intensif dengan
Wali Amanat untuk dapat mengkomunikasikan kepentingan kedua belah pihak untuk
mendapatkan solusi bagi kepentingan bersama.
3. Sehubungan dengan pembayaran obligasi dan sukuk yang akan jatuh tempo pada 18
Februari 2025, agar dapat disampaikan sebagai berikut:
a. Rencana Perseroan dalam pemenuhan kewajiban pembayaran jatuh tempo.
Perseroan telah menyelenggarakan RUPO dan RUPSU sebanyak 2 kali, dengan usulan
sebagaimana telah disampaikan dalam poin 2.b dan dengan tanggal penyelenggaraan
sebagai berikut:
• RUPO pertama pada tanggal 16 Desember 2024;
• RUPSU pertama pada tanggal 17 Desember 2024; dan
• RUPO dan RUPSU kedua pada tanggal 4 Februari 2025.
Adapun dari pelaksanaan RUPO dan RUPSU diatas memberikan hasil bahwa Rapat
belum dapat mengambil suatu keputusan atas usulan Perseroan. Sementara berdasarkan
perjanjian perwaliamanatan, RUPO dan RUPSU dapat diadakan kembali paling cepat 28
hari dari tanggal pelaksanaan RUPO dan RUPSU terakhir, sehingga tidak dimungkinkan
lagi bagi Perseroan untuk mengajukan RUPO dan RUPSU sebelum jatuh tempo.
b. Sumber dana yang digunakan dalam pemenuhan kewajiban tersebut.
Apabila RUPO dan RUPSU di atas dapat menyetujui usulan Perseroan, maka sumber
dana untuk memenuhi kewajiban tersebut berasal dari kas internal Perseroan.
c. Konsekuensi yang dihadapi Perseroan apabila tidak dapat memenuhi kewajiban
pembayaran jatuh tempo.
Perseroan belum dapat melakukan pembayaran atas keseluruhan nilai obligasi dan sukuk
atau sesuai dengan usulan Perseroan yang mengusulkan pembayaran sebagian dan
perpanjangan atas sisanya maksimal 2 (dua) tahun dengan opsi beli (call option) pada
saat jatuh tempo di tanggal 18 Februari 2025.
4. Apakah terdapat informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat
mempengaruhi harga efek Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan? Jika
ada, mohon penjelasan lebih lanjut.
Hingga saat ini Perseroan tidak melihat fakta/kejadian penting lainnya yang mempengaruhi
harga efek Perseroan.
Halaman 3 dari 4
Page 4
Nomor : SE.01.00/A.CORSEC.00070/2025
Demikian informasi ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasama yang diberikan kami
ucapkan terima kasih.
Corporate Secretariat
Signed by Mahendra Vijaya (AV4588)
Signed at Feb 14, 2025 18:05:11
Mahendra Vijaya
Corporate Secretary
Halaman 4 dari 4
Names mentioned 3 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.