Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 11
Page 1
LAPORAN HASIL PAPARAN PUBLIK (PUBLIC EXPOSE)
PT Alkindo Naratama Tbk
(“ALDO”)
Hari, tanggal : Rabu, 24 Juni 2026
Waktu : 11.30 – 12.20 WIB
Tempat : The Hive Bumi Pancasona, Kota Baru Parahyangan,
Jl. Gelap Nyawang Jl. Parahyangan Raya No.Kav 3 Cipeundeuy,
Kec. Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat – 40553
Zoom Meeting : https://us06web.zoom.us/j/86820946916?pwd=FY9CAPK8aCd8LO8pMfrZDn
M7NjTLts.1
Meeting ID: 868 2094 6916
Passcode: 717639
Agenda : 1. Paparan Perseroan
a. Sekilas Tentang Perseroan
b. Bisnis Perseroan
c. Kinerja Keuangan Q12025 – Q12026
d. ESG dan Penghargaan
2. Sesi Tanya Jawab
PT Alkindo Naratama Tbk (“ALDO”) telah melaksanakan Paparan Publik (Public Expose) secara hybrid,
yaitu secara offline berlokasi di The Hive Bumi Pancasona, Kota Baru Parahyangan, Bandung Barat,
Jawa Barat, dan secara online melalui aplikasi Zoom Meeting pada hari Kamis, 24 Juni 2026 dengan
pembahasan mengenai sekilas tentang ALDO dan bisnisnya, dilanjutkan dengan uraian ikhtisar kinerja
keuangan pada tahun 2025, kemudian pembahasan mengenai ESG dan penghargaan, serta ditutup
dengan sesi tanya jawab.
Peserta dalam acara tersebut (yang hadir secara langsung dan online) berjumlah 41 orang yang terdiri
dari jajaran Direksi, Media, Pemegang Saham, dan Publik.
Manajemen Perseroan yang hadir:
Herwanto Sutanto : Direktur Utama
Willy Soesanto : Direktur
Kuswara : Direktur
Page 2
Risalah Tanya Jawab Public Expose PT Alkindo Naratama Tbk 2026
1. Nama : Bapak Dede Abdurrahman
Instansi : Wartawan Media Alonesia.com
Darimanakah pengambilan bahan baku perusahaan Eco Paper, dari dalam negeri atau dari
impor? Lalu untuk standar kualitas produknya yang dipakai standar mana, apakah Eropa atau
Amerika?
Jawaban :
Bahan baku yang digunakan secara umum dibagi menjadi dua kategori, yaitu bahan baku lokal
dan impor. Pada dasarnya, seluruh bahan baku tersebut berasal dari barang bekas pakai (post-
consumer products) yang pada umumnya dianggap sebagai limbah karena sudah tidak memiliki
nilai ekonomis setelah digunakan. Untuk sumber lokal, bahan baku diperoleh dari berbagai
minimarket, supermarket, rumah tangga, serta sektor industri.
Selain dari sumber lokal, bahan baku juga diperoleh melalui impor. Sebagian besar bahan baku
impor berasal dari Singapura, Australia, dan New Zealand, serta beberapa negara di Eropa.
Singapura memiliki tingkat konsumsi kertas yang tinggi, tetapi tidak memiliki banyak pabrik
kertas sehingga limbah kertasnya harus diekspor ke negara lain. Sementara itu, negara-negara
Eropa juga menjadi salah satu sumber bahan baku impor yang dimanfaatkan perusahaan.
Kebutuhan terhadap bahan baku impor didorong oleh dua faktor utama. Pertama, faktor
kualitas, serat (fiber) yang terkandung dalam bahan baku dari luar negeri umumnya masih
memiliki kualitas yang lebih baik karena belum mengalami proses daur ulang berulang kali.
Sebaliknya, bahan baku yang tersedia di Indonesia umumnya telah melalui beberapa siklus daur
ulang sehingga kualitas seratnya mengalami penurunan. Kedua faktor kuantitas, ketersediaan
bahan baku lokal belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan industri sehingga pasokan
dari luar negeri masih diperlukan.
Di Indonesia, pemanfaatan kertas bekas tidak hanya melalui proses daur ulang (recycle), tetapi
juga melalui penggunaan kembali (reuse) sebelum akhirnya didaur ulang. Sebagai contoh, pada
masa lalu kertas koran bekas sering digunakan kembali sebagai pembungkus makanan, seperti
nasi kuning. Setelah itu, kertas yang sama masih dapat dimanfaatkan untuk membungkus buah-
buahan atau keperluan lainnya sebelum akhirnya masuk ke proses daur ulang. Akibat
penggunaan berulang tersebut, jumlah kertas yang kembali ke pabrik untuk didaur ulang
menjadi relatif lebih sedikit dan kualitas seratnya pun menurun. Fenomena serupa masih dapat
ditemukan hingga saat ini, termasuk dalam aktivitas perdagangan elektronik (e-commerce).
Banyak pelaku usaha memanfaatkan kembali kardus atau kemasan bekas sebagai bahan
pengemasan produk. Praktik penggunaan ulang ini menunjukkan tingginya kreativitas
masyarakat Indonesia dalam memaksimalkan pemanfaatan material sebelum didaur ulang.
Page 3
Namun, penggunaan berulang kali tersebut menyebabkan kondisi serat kertas menjadi kurang
baik ketika akhirnya memasuki proses daur ulang.
Terkait standar mutu, perusahaan mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk
produk jadi yang dihasilkan. Selain memenuhi standar SNI, beberapa produk juga telah
memperoleh sertifikasi halal sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas dan
memenuhi kebutuhan konsumen.
2. Nama : Bapak William
Instansi : Investor
Apa tujuan perseroan buyback saham sebesar Rp10.000.000.000?
Jawaban:
Perusahaan melakukan buyback karena dalam beberapa waktu terakhir terjadi erosi saham yang
dinilai tidak mencerminkan kondisi fundamental perusahaan secara tepat. Mengingat kinerja
perusahaan menunjukkan hasil yang semakin baik, langkah buyback dilakukan sebagai upaya
untuk menjaga agar harga saham berada pada tingkat yang lebih wajar dan mencerminkan nilai
perusahaan yang sesungguhnya. Dengan demikian, diharapkan terdapat kesesuaian yang lebih
baik antara kinerja perusahaan dan harga saham di pasar.
3. Nama : Bapak Daniel
Instansi : Analyst ALDO
Manajemen melaporkan bahwa net income tumbuh 87,8% year-on-year jauh melampaui
pertumbuhan revenue 10,8%. Mohon manajemen menjelaskan faktor utama ekspansi margin
ini dan apakah level profitabilitas tersebut dapat dipertahankan mengingat tekanan rupiah dan
suku bunga BI yang masih tinggi saat ini.?
Jawaban:
Perusahaan memiliki dua segmen usaha utama, yaitu segmen paper related dan chemical
related. Kenaikan 87,8% dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya dari anak perusahaan
yang paling besar yaitu Eco Paper. Industri yang dijalankan oleh Eco Paper memiliki siklus
pengembangan yang relatif panjang sehingga pada dua tahun pertama operasionalnya
perusahaan menghadapi berbagai tantangan. Pada periode tersebut, kapasitas dan kinerja
operasional belum mencapai tingkat optimal. Oleh karena itu, perusahaan melakukan berbagai
langkah efisiensi di berbagai aspek operasional yang pada akhirnya berhasil meningkatkan
kinerja keuangan, khususnya pada bottom line.
Secara khusus, Eco Paper mengalami kerugian pada dua tahun pertama operasionalnya.
Namun, memasuki tahun ketiga, peningkatan efisiensi serta kenaikan kapasitas dan volume
Page 4
produksi mulai memberikan hasil yang positif sehingga perusahaan berhasil membukukan keuntungan. Selain Eco Paper, kontribusi juga berasal dari Alkindo. Pada awalnya, fokus utama Alkindo berada pada segmen industrial packaging. Namun, perusahaan melihat adanya peluang pertumbuhan yang cukup besar pada segmen consumer packaging. Peluang tersebut didukung oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap penggunaan green packaging. Meskipun kesadaran terhadap pentingnya produk ramah lingkungan semakin meningkat, implementasinya tetap memerlukan dukungan dari pelaku industri. Sebagai produsen kemasan, perusahaan memiliki tanggung jawab untuk menyediakan solusi yang dapat menjadi alternatif bagi produk konvensional. Dorongan pemerintah untuk meningkatkan penggunaan produk ramah lingkungan tidak akan berjalan efektif apabila pasar belum memiliki produk pengganti yang memadai. Oleh karena itu, perusahaan secara proaktif memperkenalkan serta mengedukasi pasar mengenai produk-produk kemasan yang memiliki kualitas teknis yang sebanding dengan produk konvensional, sekaligus tetap kompetitif dari sisi biaya. Seiring dengan perkembangan tersebut, perusahaan meyakini akan terjadi pergeseran permintaan menuju produk kemasan yang lebih ramah lingkungan. Terkait keberlanjutan pertumbuhan kinerja, perusahaan optimistis bahwa pencapaian tersebut dapat dipertahankan. Keyakinan ini didasarkan pada dua faktor utama, yaitu berlanjutnya program efisiensi di Eco Paper serta pertumbuhan segmen consumer packaging di Alkindo yang diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan laba perusahaan di masa mendatang. Manajemen melaporkan bahwa seluruh anak usaha dimiliki 99% Alkindo dengan 1% dipegang individu yang sebagian merupakan pihak berelasi. Sementara transaksi intra-grup cukup aktif. Bagaimana manajemen memastikan harga transaksi antar entitas grup telah wajar dan sesuai ketentuan transfer pricing DJP guna melindungi kepentingan pemegang saham publik? Jawaban: Mengenai transfer pricing, transaksi antara satu entity dengan entity lain di dalam grup secara umum memiliki margin yang relatif terbatas, yaitu berkisar antara 8-10%. Dengan demikian, proporsi margin yang diterapkan tidak tergolong besar dan masih berada dalam rentang yang wajar. Selain itu, seluruh transaksi afiliasi tersebut didukung oleh dokumentasi Transfer Pricing (TP Doc) yang disusun dan dilaporkan secara resmi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sebagai contoh, dalam transaksi antara perusahaan yang berada pada rantai nilai hulu, seperti pabrik kertas, dengan Alkindo, pihak Alkindo harus dapat membuktikan bahwa harga pembelian yang diperoleh dari Eco Paper sebanding dengan harga pembelian dari pemasok lain yang tidak memiliki hubungan afiliasi. Perbandingan harga tersebut menjadi dasar untuk memastikan bahwa transaksi dilakukan berdasarkan prinsip kewajaran.
Page 5
Di sisi lain, Eco Paper juga harus dapat menunjukkan bahwa harga penjualan kepada Aldo berada pada tingkat yang relatif sama dengan harga yang diberikan kepada pelanggan di pasar. Dengan demikian, harga yang digunakan dalam transaksi antarperusahaan dalam grup tidak berbeda secara signifikan dari harga pasar yang berlaku. Oleh karena itu, transfer pricing yang dilakukan perusahaan tidak perlu dikhawatirkan karena seluruh transaksi telah didokumentasikan secara memadai melalui dokumentasi Transfer Pricing (TP Doc) serta didukung oleh analisis dan perbandingan harga yang dapat dipertanggungjawabkan. Manajemen melaporkan bahwa kebijakan pemerintah terkait pengurangan plastik membuka peluang besar bagi segmen paperbox dan paperbag perseroan. Berapa target kontribusi revenue segmen ini dalam dua sampai tiga tahun ke depan dan apakah ada rencana penerbitan laporan berkelanjutan teraudit untuk memperluas aksen green financing? Jawaban : Perusahaan tetap berkomitmen menjadikan green packaging sebagai salah satu fokus utama bisnis. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan menjadi emiten pertama yang memperoleh green financing dari HSBC dan BCA, dan komitmen tersebut terus dilanjutkan. Upaya yang dilakukan antara lain meningkatkan penggunaan energi terbaru melalui pemasangan solar panel guna mengurangi emisi karbon. Selain itu, perusahaan secara bertahap mengadopsi kendaraan listrik (EV), baik untuk kebutuhan operasional karyawan maupun penggantian alat berat seperti forklift. Perusahaan akan terus mengembangkan berbagai inisiatif untuk menekan emisi karbon, sejalan dengan keyakinan bahwa keberlanjutan dan pengelolaan lingkungan yang baik akan menjadi faktor penting bagi keberhasilan usaha di masa depan. Oleh karena itu, program green financing akan tetap dilanjutkan dan diperkuat. Perseroan mendirikan PT Logistik Naratama Indonesia pada tahun 2023 sebagai entitas baru dalam rantai nilai grup. Sejauh mana bisnis logistik ini telah berkontribusi pada efisiensi operasional dan penghematan biaya distribusi grup secara keseluruhan, dan apakah ada target untuk menjadikannya sebagai sumber pendapatan eksternal di luar kebutuhan internal grup? Jawaban: Salah satu pertimbangan utama adalah besarnya captive market yang dimiliki perusahaan. Khusus untuk Eco Paper, kegiatan operasional berlangsung selama 24 jam 7 hari. Kondisi ini memberikan keunggulan dibandingkan banyak industri lain yang umumnya beroperasi pada jam kerja terbatas, sehingga aktivitas loading dan unloading hanya dapat dilakukan pada periode tertentu. Dengan operasional yang berlangsung sepanjang waktu, armada transportasi dapat dimanfaatkan secara optimal selama 24 jam. Hal ini memungkinkan frekuensi ritase yang lebih tinggi, sehingga meningkatkan tingkat utilisasi armada dan menciptakan keunggulan
Page 6
kompetitif bagi perusahaan. Secara teoritis, jumlah perjalanan yang dapat dilakukan bahkan
dapat mencapai dua kali lipat dibandingkan pola operasional konvensional, yang pada akhirnya
berpotensi meningkatkan pendapatan. Pada tahap awal, inisiatif ini difokuskan untuk
memenuhi kebutuhan operasional internal perusahaan. Namun ke depan, perusahaan meyakini
bahwa penerapannya dapat berkembang lebih luas dan memberikan manfaat bagi pihak
eksternal maupun industri secara keseluruhan. Selain itu, perusahaan juga mencermati
perkembangan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) untuk sektor angkutan barang yang saat
ini masih berada pada tahap awal pengembangan. Meski adopsinya belum luas, pengalaman di
Tiongkok menunjukkan bahwa penggunaan truk listrik terus meningkat. Kami meyakini tren
serupa pada akhirnya akan berkembang di Indonesia. Oleh karena itu, perusahaan berkomitmen
untuk menjadi bagian dari proses edukasi dan mendorong terciptanya multiplier effect bagi
perkembangan industri yang lebih berkelanjutan.
4. Nama : Bapak Sonny
Instansi : PT Swisstex Naratama Indonesia
Sebagai trading company, Swisstex melihat potensi yang cukup besar mengenai solar panel di
industri tekstil. Saat ini, beberapa pelaku industri tekstil mulai menunjukkan minat untuk
mengadopsi solar panel sebagai upaya meningkatkan efisiensi biaya operasional. Sehubungan
dengan hal tersebut, kami ingin mengetahui pengalaman Eco Paper atau Alfa Polimer dalam
penerapan solar panel, terutama terkait besaran penghematan yang dihasilkan. Apabila terdapat
data yang menunjukkan manfaat ekonomis yang signifikan, Swisstex mempertimbangkan
peluang untuk berperan dalam mengedukasi pelanggan industri tekstil mengenai solusi
tersebut.
Jawaban:
Perseroan merupakan salah satu emiten industri pertama yang menggunakan solar panel ini.
Inisiatif ini tidak hanya mendukung pengurangan emisi karbon dan berpotensi menghasilkan
manfaat melalui perdagangan karbon, tetapi juga memberikan efisiensi biaya energi yang
signifikan. Implementasi tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan perusahaan asal Jepang
yang berinvestasi pada fasilitas energi di perusahaan. Skema yang diterapkan berbasis
konsumsi listrik, sehingga perusahaan memperoleh penghematan biaya listrik sekitar 25%
dibandingkan tarif PLN pada tahap awal, dan meningkat menjadi sekitar 30% pada tahap
berikutnya. Sebagai perusahaan yang berorientasi pada profit sekaligus keberlanjutan, kami
berkomitmen menghadirkan solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat, baik melalui
produk maupun penggunaan energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Kami meyakini
bahwa langkah ini akan menciptakan dampak berganda (multiplier effect) bagi industri.
Page 7
Perusahaan juga secara konsisten berperan sebagai pionir dalam berbagai inovasi. Beberapa
produk yang kini telah berkembang di pasar, seperti Honeycomb dan Hexawrap, merupakan
inisiatif yang kami perkenalkan sejak awal melalui proses edukasi pasar yang berkelanjutan.
Komitmen terhadap inovasi dan keberlanjutan tersebut turut mengantarkan perseroan
memperoleh fasilitas green financing sebagai salah satu emiten pertama di sektor industri.
Meskipun bukan yang terbesar, kami berupaya memberikan kontribusi nyata bagi
perkembangan industri dan keberlanjutan lingkungan.
Setelah sesi tanya jawab, Paparan Publik ALDO diakhiri pada pukul 12.30 WIB.
Page 8
Daftar Hadir Paparan Publik ALDO yang hadir secara langsung di lokasi
Page 9
Daftar Hadir Paparan Publik ALDO melalui Zoom Meeting
Page 10
Lampiran Foto-foto Kegiatan Paparan Publik ALDO 2026
Page 11
Names mentioned 9 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Dede Abdurrahman Instansi
p.2
unresolved
person
William Instansi
p.3
unresolved
person
Daniel Instansi
p.3
unresolved
org
PT Logistik Naratama Indonesia
p.5
unresolved
person
Sonny Instansi
p.6
unresolved
org
PT Swisstex Naratama Indonesia
p.6
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.