Skip to content
Back to announcement

20260904_BATR_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32145099_lamp2.pdf

Other Text extracted BATR

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 11

Page 1
Pertanyaan nomor 1-14 agar dapat dijawab melalui Form E023 (published)

Laporan Keuangan per 30 Juni 2026

1.   Arus kas dari aktivitas operasional Perseroan per 30 Juni 2026 mencatatkan arus kas keluar
     sebanyak Rp9,9 miliar yang cenderung naik jika dibandingkan pada arus kas dari aktivitas
     operasional periode lalu yang terdapat arus kas keluar sebesar Rp1,4 miliar. Agar dapat dijelaskan:
     a. Latar belakang kenaikan pembayaran kas kepada pemasok per Juni 2026 yang tercatat sebesar
         Rp52,7 miliar di mana periode lalu tercatat sebesar Rp28,8 miliar.

      Tanggapan:
      Kenaikan pembayaran kas kepada pemasok pada periode 30 Juni 2026 terutama sejalan dengan
      peningkatan aktivitas operasional dan produksi Perseroan. Pembayaran kas kepada pemasok
      tercatat sebesar Rp52,78 miliar pada 30 Juni 2026, meningkat dibandingkan periode yang sama
      tahun sebelumnya sebesar Rp28,87 miliar. Peningkatan tersebut sejalan dengan pertumbuhan
      penjualan dan pendapatan usaha Perseroan yang meningkat menjadi Rp81,37 miliar pada 30 Juni
      2026 dibandingkan Rp54,50 miliar pada 30 Juni 2025. Sejalan dengan peningkatan aktivitas
      usaha tersebut, beban pokok pendapatan juga meningkat dari Rp41,02 miliar menjadi Rp59,08
      miliar. Peningkatan pembayaran kas kepada pemasok terutama merupakan konsekuensi dari
      meningkatnya skala aktivitas usaha dan kebutuhan operasional Perseroan, khususnya untuk
      memenuhi kebutuhan bahan baku dan produksi, serta pembayaran atas kewajiban kepada
      pemasok yang timbul dari aktivitas usaha. sehingga peningkatan pembayaran tersebut merupakan
      bagian dari kebutuhan modal kerja dalam mendukung pertumbuhan kegiatan usaha Perseroan.

     b.   Analisa manajemen terkait kondisi operasional saat ini sehingga arus kas per Juni 2026
          tercatat di saldo negatif.

      Tanggapan:
      Arus kas dari aktivitas operasional Perseroan per 30 Juni 2026 tercatat negatif sebesar Rp9,9
      miliar, terutama dipengaruhi oleh tingginya kebutuhan modal kerja selama periode berjalan.
      Salah satu faktor utama adalah pembayaran kepada pemasok yang mencapai sekitar Rp52 miliar.
      Peningkatan pembayaran tersebut sejalan dengan pemenuhan kebutuhan bahan baku dan barang
      untuk menunjang kegiatan operasional. Namun demikian, pembayaran kepada pemasok sebesar
      Rp52 miliar tersebut tidak secara langsung mencerminkan beban atau kerugian Perseroan,
      melainkan merupakan arus kas keluar yang berkaitan dengan pengadaan persediaan dan
      kebutuhan operasional. Dengan kata lain, kondisi negatif tersebut mencerminkan peningkatan
      kebutuhan modal kerja dan timing penerimaan serta pembayaran, bukan semata-mata disebabkan
      oleh penurunan aktivitas atau kinerja operasional Perseroan. Berdasarkan kondisi tersebut,
      Manajemen menilai bahwa arus kas operasional negatif per 30 Juni 2026 masih merupakan
      kondisi yang bersifat dinamis dan berkaitan dengan siklus modal kerja Perseroan. Manajemen
      mengharapkan kondisi arus kas dapat membaik pada periode berikutnya seiring dengan
      terealisasinya penerimaan kas dari pelanggan serta efisiensi kebutuhan pembayaran terkait
      operasional modal kerja.

     c.   Strategi atau rencana Perseroan terkait dengan tingkat saldo arus kas tersebut dalam enam
          bulan selanjutnya sampai akhir tahun 2026.

      Tanggapan:
      Dalam menghadapi kondisi arus kas operasional yang negatif per 30 Juni 2026, Perseroan akan
      melakukan pengelolaan arus kas dan modal kerja secara lebih bijaksana sampai dengan akhir
      tahun 2026. Strategi yang akan dilakukan antara lain:

Page 2
          -   Mempercepat penerimaan kas dari pelanggan yaitu dengan melalui monitoring aging
              piutang dan melakukan penagihan secara lebih intensif
          -   Mengoptimalkan pengelolaan persediaan, dengan cara menyesuaikan pengadaan barang
              dan bahan baku dengan kebutuhan produksi serta permintaan pelanggan
          -   Mengendalikan pembayaran kepada pemasok, dengan mengatur jadwal pembayaran
              berdasarkan jatuh tempo dan kondisi arus kas Perseroan
          -   Melakukan pengendalian terhadap pengeluaran operasional, dengan memprioritaskan
              pengeluaran yang bersifat urgensi dan berkaitan langsung dengan kegiatan usaha, serta
              menunda pengeluaran yang tidak bersifat mendesak apabila diperlukan

2.   Dalam arus kas dari aktivitas investasi per 30 Juni 2026, Perseroan mencatatkan arus kas keluar
     sebesar Rp1,9 miliar yang utamanya disebabkan adanya perolehan aset. Berdasarkan informasi
     dari Catatan 10, Perseroan membukukan penambahan aset dalam penyelesaian sebesar Rp2,1
     miliar di mana Aset dalam Penyelesaian yang dimiliki oleh Perusahaan merupakan Pekerjaan Jasa
     Konstruksi dengan PT Refindo Sentral Teknik dan CV Multi Jaya Teknik Abadi. Agar dapat
     dijelaskan lebih lanjut:
     a. Nature atau jenis konstruksi yang dilakukan.

          Tanggapan:
          Pekerjaan konstruksi yang dilakukan merupakan pekerjaan jasa konstruksi yang berkaitan
          dengan Pembangun gedung Head Office baru. Pekerjaan tersebut dilakukan untuk mendukung
          kebutuhan operasional Perseroan dan meningkatkan/mengoptimalkan fasilitas yang dimiliki
          Perseroan.

     b.   Target penyelesaian pekerjaan jasa konstruksi tersebut.

          Tanggapan:
          Desember 2026

     c.   Nilai kontrak atas pekerjaan jasa konstruksi dengan PT Refindo Sentral Teknik dan CV Multi
          Jaya Teknik Abadi.

      Tanggapan:
      Perseroan menyampaikan bahwa nilai kontrak atas pekerjaan jasa konstruksi dengan masing-
      masing pihak adalah sebagai berikut:
          - PT Refindo Sentral Teknik, dengan nilai kontrak sebesar Rp 2.024.381.600.
          - CV Multijaya Teknik Abadi, dengan nilai kontrak sebesar Rp 214.030.517.

3.   Sehubungan dengan Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) No. 4 Kas dan Bank, Perseroan
     mencatatkan penurunan nilai kas di Bank Rakyat Indonesia yang tercatat per 30 Juni 2026 sebesar
     Rp2 miliar di mana saldo kas di Bank Rakyat Indonesia per 31 Desember 2025 sebesar
     Rp 16,1 miliar. Agar dapat dijelaskan latar belakang penurunan tersebut dan peruntukkan dari kas
     tersebut.

     Tanggapan:
     Manajemen menjelaskan bahwa penurunan saldo kas pada Bank Rakyat Indonesia dari sebesar
     Rp16,1 miliar per 31 Desember 2025 menjadi sekitar Rp2 miliar yang artinya menurun sebesar
     Rp14,1 miliar per 30 Juni 2026 terutama disebabkan oleh penggunaan dana untuk memenuhi
     kebutuhan operasional dan modal kerja Perseroan selama periode berjalan. Dana yang tersimpan
     pada Bank Rakyat Indonesia tersebut pada prinsipnya merupakan dana operasional Perseroan yang
     digunakan untuk membiayai kebutuhan kegiatan usaha, antara lain pembayaran kepada pemasok
     atas pengadaan bahan baku/barang, pembayaran biaya operasional, pembayaran kewajiban kepada
     karyawan, serta kewajiban operasional lainnya. Dengan demikian, penurunan saldo kas pada Bank

Page 3
     Rakyat Indonesia bukan disebabkan oleh adanya penarikan atau penggunaan dana untuk transaksi
     di luar kegiatan usaha utama Perseroan, melainkan merupakan bagian dari penggunaan kas untuk
     memenuhi kebutuhan operasional dan modal kerja Perseroan.

4.   Pada CALK No. 5 Piutang Usaha, Perseroan mencatatkan nilai piutang usaha per 30 Juni 2026
     sebesar Rp45 miliar di mana setelah dikurangi dengan cadangan kerugian nilai menjadi sebesar
     Rp29,6 miliar. Agar dapat dijelaskan lebih lanjut:
     a. Terdapat umur piutang di atas 90 hari sebesar Rp16,3 miliar. Agar dapat dijelaskan latar
         belakangnya belum tertagih piutang usaha tersebut.

      Tanggapan:
      Piutang usaha berumur di atas 90 hari sebesar Rp16,3 miliar terutama disebabkan oleh adanya
      keterlambatan pembayaran dari beberapa pelanggan Perseroan. Keterlambatan tersebut
      dikarenakan pelanggan yang belum melakukan pembayaran.


     b.   Upaya yang dilakukan Perseroan dalam melakukan penagihan untuk piutang berumur lebih
          dari 90 hari tersebut.

      Tanggapan:
      Upaya Perseroan dalam melakukan penagihan atas piutang berumur lebih dari 90 hari dilakukan
      antara lain melalui monitoring aging piutang secara berkala, penyampaian pengingat pembayaran
      kepada pelanggan, komunikasi langsung dengan pihak pelanggan terkait status penyelesaian
      kewajiban, serta tindak lanjut atas dokumen pendukung penagihan yang diperlukan. Perseroan
      juga melakukan evaluasi atas kolektibilitas masing-masing pelanggan untuk menentukan langkah
      penagihan yang paling tepat, termasuk penyusunan prioritas penagihan atas pelanggan dengan
      saldo signifikan.

     c.   Rencana atau strategi Perseroan untuk melakukan penagihan piutang yang berumur
          31 – 90 hari.

      Tanggapan:
      Untuk piutang yang berumur 31 sampai dengan 90 hari, Perseroan akan melakukan langkah
      penagihan secara lebih aktif sebelum piutang tersebut masuk ke kelompok umur lebih dari 90
      hari. Strategi yang dilakukan meliputi pemantauan jatuh tempo secara rutin, koordinasi dengan
      tim penjualan dan operasional terkait status pelanggan, percepatan penyampaian invoice dan
      dokumen pendukung, serta komunikasi lebih awal kepada pelanggan sebelum tanggal jatuh
      tempo. Dengan langkah tersebut, Perseroan mengharapkan perputaran piutang dapat lebih
      terkendali dan risiko peningkatan piutang lewat jatuh tempo dapat diminimalkan.

     d.   Latar belakang kenaikan cadangan kerugian nilai piutang menjadi tercatat sebesar
          Rp15,4 miliar.

      Tanggapan:
      Kenaikan cadangan kerugian nilai piutang menjadi sebesar Rp15,4 miliar terutama merupakan
      hasil evaluasi manajemen atas kolektibilitas piutang usaha Perseroan pada tanggal pelaporan.
      Peningkatan cadangan tersebut mempertimbangkan umur piutang, riwayat pembayaran
      pelanggan, status penagihan, serta potensi risiko tidak tertagihnya piutang tertentu. Pembentukan
      cadangan kerugian nilai piutang dilakukan sebagai bentuk penerapan prinsip kehati-hatian agar
      nilai piutang yang disajikan dalam laporan keuangan mencerminkan jumlah yang diharapkan
      dapat direalisasikan oleh Perseroan.

Page 4
5. Sehubungan pada CALK No. 7 Persediaan, Perseroan mencatatkan seluruh nilai persediaan per Juni
   2026 sebesar Rp 74,8 miliar. Agar dapat dijelaskan lebih lanjut:
    a. Terdapat kenaikan saldo barang jadi sebesar Rp4,1 miliar di mana Perseroan mencatatkan
        sebesar Rp33,8 miliar. Agar dapat dijelaskan jika persediaan barang jadi tersebut rencananya
        akan dikirimkan kepada pelanggan Perseroan.

      Tanggapan:
      Kenaikan saldo barang jadi menjadi sebesar Rp33,8 miliar terutama mencerminkan adanya
      persediaan barang jadi yang telah selesai diproduksi dan berada dalam kondisi siap jual atau siap
      dikirimkan kepada pelanggan. Persediaan barang jadi tersebut secara bertahap akan dikirimkan
      kepada pelanggan sesuai dengan jadwal pengiriman, permintaan pelanggan, serta penyelesaian
      administrasi dan dokumen pendukung penjualan. Dengan demikian, peningkatan saldo barang
      jadi tidak semata-mata menunjukkan adanya penumpukan persediaan, namun merupakan bagian
      dari kesiapan Perseroan dalam memenuhi pesanan dan kebutuhan pelanggan pada periode
      berikutnya.

    b.   Kondisi cash conversion cycle (CCC) terhadap persediaan Perseroan serta analisa manajemen
         jika CCC Perseroan masih berada di standar industri atau tidak.

         Tanggapan:
         Manajemen melakukan pemantauan terhadap cash conversion cycle Perseroan dengan
         memperhatikan periode perputaran persediaan, periode penagihan piutang, serta periode
         pembayaran kepada pemasok. Peningkatan saldo persediaan dan piutang pada periode
         berjalan berdampak pada kebutuhan modal kerja Perseroan. Namun demikian, kondisi
         tersebut masih berkaitan dengan peningkatan aktivitas operasional dan penjualan Perseroan.
         Manajemen akan terus menjaga agar siklus konversi kas tetap terkendali melalui percepatan
         penagihan piutang, pengelolaan tingkat persediaan sesuai kebutuhan produksi dan permintaan
         pelanggan, serta pengaturan pembayaran kepada pemasok berdasarkan jatuh tempo dan
         kondisi arus kas. Perseroan akan melakukan evaluasi lebih lanjut terhadap posisi CCC secara
         berkala untuk memastikan bahwa kondisi tersebut masih berada pada tingkat yang wajar dan
         mendukung kegiatan usaha Perseroan.

    c.   Upaya Perseroan untuk menjaga persediaan masih tetap dalam kondisi yang bagus di gudang
         dan siap untuk disampaikan kepada pelanggan Perseroan.

      Tanggapan:
      Perseroan menjaga kualitas persediaan di gudang melalui penerapan prosedur penyimpanan dan
      pengelolaan persediaan yang memadai. Upaya yang dilakukan antara lain melakukan pengecekan
      kondisi fisik persediaan secara berkala, menjaga kebersihan dan keamanan area gudang,
      memastikan penyimpanan barang sesuai dengan karakteristik masing-masing produk, serta
      menerapkan pencatatan dan monitoring keluar masuk barang. Selain itu, Perseroan melakukan
      koordinasi antara bagian gudang, produksi, dan penjualan agar persediaan barang jadi tetap berada
      dalam kondisi baik dan siap untuk dikirimkan kepada pelanggan sesuai kebutuhan.

6. Terkait dengan CALK No. 9 Uang Muka dan Biaya Dibayar Dimuka, Perseroan mencatatkan saldo
   sebesar Rp6,4 miliar per Juni 2026. Agar dapat dijelaskan:
    a. Perseroan mencatatkan uang muka pembelian persediaan sebesar Rp3,7 miliar yang naik jika
        dibandingkan per Desember 2025 sebesar Rp1,4 miliar. Agar dapat dijelaskan pertimbangan
        Perseroan untuk meningkatkan pembelian persediaan dibandingkan dengan nilai per
        Desember 2025.

      Tanggapan:
      Peningkatan saldo uang muka pembelian persediaan dari sebesar Rp1,47 miliar per 31 Desember

Page 5
     2025 menjadi Rp3,71 miliar per 30 Juni 2026, atau meningkat sekitar Rp2,24 miliar, terutama
     merupakan bagian dari kebutuhan pengadaan bahan baku Perseroan. Uang muka pembelian
     persediaan tersebut merupakan uang muka atas pembelian bahan baku yang digunakan dalam
     kegiatan operasional Perseroan. Peningkatan saldo pada Juni 2026 mencerminkan adanya
     pembayaran uang muka kepada pemasok atas kebutuhan bahan baku yang masih dalam proses
     pemenuhan pada tanggal pelaporan.

    b.   Biaya dibayar dimuka biaya operasional tercatat sebesar Rp1,8 miliar per Juni 2026 di mana
         Perseroan mencatatkan akun tersebut per Desember 2025 sebesar Rp83 juta. Agar dapat
         dijelaskan nature dan latar belakang kenaikan akun tersebut.

     Tanggapan:
     Kenaikan saldo biaya dibayar dimuka untuk biaya operasional dari sebesar Rp83,2 juta per 31
     Desember 2025 menjadi sebesar Rp1,83 miliar per 30 Juni 2026 terutama mencerminkan adanya
     pembayaran di muka atas kebutuhan operasional Perseroan yang manfaatnya masih akan diterima
     pada periode berikutnya. Pembayaran tersebut belum seluruhnya dibebankan pada periode
     berjalan karena manfaat atas biaya dimaksud belum sepenuhnya terealisasi sampai dengan
     tanggal 30 Juni 2026. Dengan demikian, peningkatan saldo biaya dibayar dimuka tersebut
     terutama disebabkan oleh adanya pembayaran biaya operasional di muka pada periode berjalan
     yang masa manfaatnya masih mencakup periode setelah 30 Juni 2026. Saldo tersebut selanjutnya
     akan dibebankan secara bertahap sesuai dengan periode manfaat masing-masing biaya.

    c.   Agar dapat dijelaskan nature dari biaya dibayar dimuka lain-lain yang tercatat sebesar Rp952
         juta per Juni 2026.

     Tanggapan:
     Biaya dibayar dimuka lain-lain sebesar Rp952 juta per 30 Juni 2026 merupakan uang muka atas
     beban jasa pekerjaan yang dibayarkan oleh Perseroan kepada pihak penyedia jasa, di mana jasa
     tersebut belum sepenuhnya diterima atau direalisasikan sampai dengan tanggal pelaporan. Atas
     pembayaran tersebut, Perseroan belum membebankannya sebagai beban pada periode berjalan
     karena manfaat dari jasa dimaksud masih akan diterima pada periode berikutnya. Saldo tersebut
     selanjutnya akan dibebankan sesuai dengan periode realisasi atau manfaat jasa yang diterima oleh
     Perseroan. Dengan demikian, saldo biaya dibayar dimuka lain-lain per 30 Juni 2026 sebesar
     Rp952 juta pada dasarnya merupakan uang muka jasa yang masih menjadi hak Perseroan untuk
     memperoleh manfaat jasa pada periode berikutnya. Hal tersebut sesuai dengan pengungkapan
     CALK No. 9 yang menyatakan bahwa uang muka lain-lain merupakan uang muka jasa.

7. Perseroan dalam CALK No. 10 Aset Tetap mencatatkan saldo perolehan aset tetap per Juni 2026
   sebesar Rp119,6 miliar. Agar dapat dijelaskan lebih lanjut:
    a. Perseroan mencatatkan aset tetap harta pengampunan pajak sebesar Rp1,4 miliar. Agar dapat
        dijelaskan secara rinci nature dari harta pengampunan pajak tersebut.

     Tanggapan:
     Rincian Harta Pengampunan Pajak Tersebut:
           - Bangunan Gudang Sumput Senilai Rp. 1.231.500.000
           - Mesin Castable Mixer              Rp.   21.000.000
           - Mesin Cutting                     Rp. 155.000.000
           - Mesin Cutting                     Rp.    19.000.000
           - Mesin Pan Mixer                   Rp.   19.500.000
     Dengan Total                      Rp. 1.446.000.000

    b.   Perseroan melakukan pengurangan aset tetap kendaraan sebesar Rp598,1 miliar. Agar dapat
         dijelaskan secara rinci nature dari kendaraan tersebut serta pertimbangan Perseroan untuk

Page 6
         melakukan pengurangan tersebut.

     Tanggapan:
     Pembelian Rincian Aset Tetap:
           - Sepeda Motor Honda SupraFit (Second) th 2008                Rp 5.500.000
           - Sepeda Motor Honda Scoopy Stylish L 6810 MB (New) th 2016 Rp 22.034.000
           - Sepeda Motor Smash bekas BG 3525 VQ (second) th 2016        Rp 5.000.000
           - Sepeda Motor Beat W 3895 SX (Second) th 2016                Rp 7.000.000
           - MOBIL ALL NEW FORTUNER 4x2 2.4 VRZ A/T DSL LUX L 84 T (New) th 2016
                                                                  Rp 558.634.636
     Dengan total                                                 Rp 598.168.636

     Perusahaan melakukan Pengurangan Aset dikarenakan Aset Tersebut Aset yang tidak produktif
     atau jarang dipakai tetap menimbulkan beban biaya tahunan seperti pajak dan perawatan yang
     tinggi.
     Dijual ke Customer dengan total Penjualan Harga Rp 313.000.000 (include ppn)

    c.   Per Desember 2025, Perseroan mengurangi saldo aset tetap aset dalam penyelesaian senilai
         Rp7,2 miliar. Agar dapat dijelaskan latar belakang pengurangan aset dalam penyelesaian
         tersebut.

     Tanggapan:
     Perusahaan Mengurangi Saldo Aset Tetap Aset Dalam Penyelesaian Sebesar Rp. 7.278.829.001
     Yang dimana Aset dalam penyelesaian tersebut sudah diakui Sebagai Aset Tetap
            - Pembangunan Gedung Head Office BAT No. 99                   Rp. 6.045.088.029
            - Penambahan Tanah Urug Factory Bambe                         Rp. 607.700.000
            - Penambahan Modifikasi Mesin dan Pembuatan Mesin Baru Rp. 626.040.972

8. Sebagaimana mengacu pada CALK No. 16 Utang Lain-Lain Kepada Pihak Ketiga yang tercatat
   sebesar Rp823 juta per Juni 2026, agar dapat dijelaskan:
    a. Nature dari utang lain-lain tersebut.

     Tanggapan:
     Saldo Utang Lain-Lain kepada Pihak Ketiga sebesar Rp823,7 juta per 30 Juni 2026 merupakan
     kewajiban Perseroan kepada pihak ketiga yang tidak diklasifikasikan sebagai utang usaha.
     Berdasarkan CALK No. 16, saldo tersebut terutama terdiri atas kewajiban kepada PT Alam
     Global Samudra sebesar Rp466,8 juta, PT Central Jasatama Indonesia sebesar Rp288,9 juta, CV
     Anugerah Bisanta Consultant sebesar Rp20,6 juta, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia sebesar
     Rp18,4 juta, serta pihak lainnya sebesar Rp29,0 juta. Seluruh saldo Utang Lain-Lain kepada Pihak
     Ketiga tersebut merupakan liabilitas jangka pendek dan tidak berbunga.

    b.   Latar belakang kenaikan nilai utang lain-lain kepada pihak ketiga per Juni 2026 jika
         dibandingkan dengan nilai per Desember 2025.

     Tanggapan:
     Saldo Utang Lain-Lain kepada Pihak Ketiga meningkat dari Rp423,5 juta per 31 Desember 2025
     menjadi Rp823,7 juta per 30 Juni 2026, atau meningkat sebesar Rp400,2 juta (94,5%). Kenaikan
     tersebut terutama disebabkan oleh adanya pencatatan kewajiban kepada PT Alam Global
     Samudra sebesar Rp466,8 juta dan peningkatan kewajiban kepada PT Central Jasatama Indonesia
     dari Rp34,1 juta menjadi Rp288,9 juta. Pada saat yang sama, terdapat penyelesaian saldo kepada
     PT JAT Securindo Service sebesar Rp214,5 juta dan PT Refindo Sentral Teknik sebesar Rp130,2
     juta yang masing-masing telah menjadi nihil per 30 Juni 2026. Dengan demikian, kenaikan saldo
     secara neto terutama mencerminkan adanya pengakuan kewajiban baru dan/atau peningkatan

Page 7
      kewajiban kepada pihak ketiga selama periode berjalan yang pada tanggal 30 Juni 2026 belum
      diselesaikan, setelah memperhitungkan pembayaran atau penyelesaian kewajiban kepada pihak
      ketiga lainnya.

9. Dalam CALK No. 28 Penjualan dan Pendapatan Usaha, Perseroan mencatatkan pendapatan per Juni
   2026 sebesar Rp81,3 miliar yang naik jika dibandingkan pendapatan periode lalu yang tercatat
   sebesar Rp54,5 miliar. Agar dapat dijelaskan lebih lanjut.
    a. Latar belakang peningkatan pendapatan Perseroan pada periode tersebut, agar dijelaskan dari
        aspek volume penjualan dan average selling price dari penjualan Perseroan.

      Tanggapan:
      Pendapatan Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026 tercatat
      sebesar Rp81,4 miliar, meningkat sebesar Rp26,9 miliar atau 49,3% dibandingkan dengan
      periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp54,5 miliar. Berdasarkan CALK No. 28,
      peningkatan pendapatan terutama berasal dari:

         -   Penjualan barang jadi/material, meningkat dari Rp34,0 miliar pada 30 Juni 2025 menjadi
             Rp35,5 miliar pada 30 Juni 2026 atau meningkat sekitar 4,3%; dan
         -   Pendapatan proyek, meningkat dari Rp20,5 miliar menjadi Rp45,9 miliar atau meningkat
             sekitar 123,8%.

      Dengan demikian, peningkatan pendapatan secara keseluruhan terutama ditopang oleh
      peningkatan pendapatan proyek, sedangkan penjualan barang jadi/material relatif stabil.

    b.   Konfirmasi Perseroan jika terdapat perolehan kontrak baru yang menyebabkan pendapatan
         meningkat pada enam bulan pertama tahun 2026?

      Tanggapan:
      Perseroan mengonfirmasi bahwa terdapat perolehan kontrak baru selama enam bulan pertama
      tahun 2026 yang mendukung peningkatan pendapatan Perseroan. Adapun beberapa kontrak
      yang diperoleh antara lain:
          - PT Lycon Asia Mandiri, dengan nilai kontrak sebesar Rp7.958.694.000, berdasarkan:
              1. No. Kontrak SPer.PO015.035.2026.04.001, tanggal 8 April 2026; dan
              2. No. Kontrak PRO015.026.2026.01.031, tanggal 20 Januari 2026.
          - PT Sankyu Indonesia International, dengan nilai kontrak sebesar Rp7.400.000.000,
              berdasarkan No. Kontrak 469/SII-PO/III/PE/2026, tanggal 10 Maret 2026.

    c.   Disampaikan informasi bahwa rincian penjualan dengan nilai kontribusi melebihi nilai 10%
         dari total penjualan dan pendapatan usaha untuk tahun yang berakhir pada 30 Juni 2026 dan
         30 Juni 2025 adalah dari PT Chandra Asri Pacific Tbk sebesar Rp6 miliar per Juni 2025 dan
         PT Lycon Asia Mandiri sebesar Rp7,9 miliar. Agar dapat dijelaskan latar belakang tidak
         dicatatkannya lagi pendapatan lebih dari 10% dari PT Chandra Asri Pacific Tbk per Juni 2026.

      Tanggapan:
      Berdasarkan informasi dalam CALK No. 28, pada periode enam bulan yang berakhir 30 Juni
      2025 terdapat pelanggan dengan kontribusi penjualan lebih dari 10% dari total penjualan dan
      pendapatan usaha, yaitu PT Chandra Asri Pacific Tbk sebesar Rp6,0 miliar. Sementara itu, pada
      30 Juni 2026, nama PT Chandra Asri Pacific Tbk tidak lagi tercantum sebagai pelanggan
      dengan kontribusi penjualan lebih dari 10%. Dengan demikian, dapat disampaikan bahwa tidak
      tercatatnya PT Chandra Asri Pacific Tbk sebagai pelanggan dengan kontribusi lebih dari 10%
      pada 30 Juni 2026 menunjukkan bahwa nilai penjualan kepada pelanggan tersebut pada periode
      berjalan berada di bawah ambang batas 10% dari total penjualan dan pendapatan usaha pada
      periode tersebut dan pekerjaan telah terselesaikan.

Page 8
d.        Sehubungan dengan catatan tersebut di mana pendapatan Perseroan di atas 10% didapatkan
          dari PT Lycon Asia Mandiri per Juni 2026 sebesar Rp7,9 miliar, namun nama pelanggan
          tersebut tidak sama di catatan versi Inggris yaitu diperoleh dari PT Makmur Sejahtera Wisesa.
          Agar dapat dijelaskan perbedaan ini.

 Tanggapan:
 Perseroan menyampaikan bahwa terdapat kesalahan penulisan nama pelanggan pada Catatan
 atas Laporan Keuangan (CALK) versi Bahasa Inggris. Nama pelanggan yang tercantum sebagai
 PT Makmur Sejahtera Wisesa seharusnya adalah PT Lycon Asia Mandiri, sesuai dengan yang
 telah diungkapkan dalam CALK versi Bahasa Indonesia. Dengan demikian, tidak terdapat
 perbedaan substansi maupun perbedaan dalam pengakuan dan pencatatan pendapatan
 Perseroan. Perseroan akan memastikan konsistensi pengungkapan nama pelanggan pada CALK
 versi Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dalam penyampaian laporan keuangan selanjutnya.

e.        Agar dapat dirincikan lima pelanggan terbesar Perseroan per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
          selain PT Chandra Asia Pacific Tbk dan PT Lycon Asia Mandiri dengan mengisi tabel dibawah:

          30 Juni 2026

          No.      Nama Pelanggan            Total Penjualan       Pihak Afiliasi       Keterangan
                                                                    (Ya/Tidak)
           1     PT. SANKYU INDONESIA
                                              7.400.000.000             Tidak              9,54%
                 INTERNATIONAL
           2     PT. MITRA MURNI
                                              5.067.400.000             Tidak              6,53%
                 PERKASA
           3     PT. INDOBOILER               4.504.908.350             Tidak              5,80%
           4     PT. PLN INDONESIA
                                              3.693.734.840             Tidak              4,76%
                 POWER
           5     PT. PUPUK ISKANDAR
                                              3.570.050.000             Tidak              4,60%
                 MUDA

          31 Desember 2025

           No.     Nama Pelanggan            Total Penjualan       Pihak Afiliasi      Keterangan
                                                                    (Ya/Tidak)
           1     PT. KALTIM PARNA
                                              5.711.919.200             Tidak              4,18%
                 INDUSTRI
           2     PT. MAKMUR SEJAHTERA
                                              4.880.915.775             Tidak              3,57%
                 WISESA
           3     PT. INDONESIA CHEMICAL
                                              4.379.473.700             Tidak              3,20%
                 ALUMINA
           4     TPSK CONSORTIUM - LSP        4.074.666.322             Tidak              2,98%
           5     PT. PLN INDONESIA
                                              3.859.816.261             Tidak              2,82%
                 POWER

     f.     Langkah-langkah Perseroan dalam meningkatkan penjualan di masa mendatang.

            Tanggapan:
            Langkah-langkah Perseroan dalam meningkatkan penjualan di masa mendatang:
      -     Penetrasi ke pasar baru diantaranya industri: Nikel smelter, waste to energy industry
      -     Diversifikasi produk

Page 9
10. Beban pokok penjualan dan beban langsung sebagaimana mengacu pada CALK No. 29 tercatat
    sebesar Rp60 miliar per 30 Juni 2026 yang telah mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan
    saldo per 30 Juni 2025 sebesar Rp42,3 miliar. Agar dapat dijelaskan lebih lanjut:

    a.   Perseroan mencatatkan beban bahan per Juni 2026 sebesar Rp27,7 miliar yang cenderung
         lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya. Agar dapat dijelaskan latar belakang kenaikan
         tersebut.

      Tanggapan:
      Beban bahan per 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp27,7 miliar, meningkat sebesar Rp9,7 miliar
      atau sekitar 54,1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp18,0
      miliar. Peningkatan tersebut sejalan dengan pertumbuhan aktivitas usaha Perseroan, tercermin
      dari peningkatan pendapatan usaha dari Rp54,5 miliar menjadi Rp81,4 miliar atau meningkat
      sekitar 49,3% pada periode yang sama. Dengan meningkatnya volume dan aktivitas produksi
      untuk memenuhi kebutuhan penjualan barang jadi/material serta proyek konstruksi, kebutuhan
      penggunaan bahan juga mengalami peningkatan. Hal tersebut tercermin dari kenaikan beban
      bahan sebagai salah satu komponen utama beban pokok penjualan dan beban langsung. Selain
      faktor peningkatan aktivitas usaha, Perseroan secara berkelanjutan melakukan pengelolaan
      persediaan dan pembelian bahan baku dengan mempertimbangkan kebutuhan produksi dan
      kondisi harga bahan baku.

    b.   Agar dapat diklarifikasi jika pembelian bahan baku juga terdampak dengan kondisi geopolitik
         dunia, salah satunya terkait konflik Iran dan Amerika.

      Tanggapan:
      Perseroan belum mengungkapkan adanya dampak langsung dan material dari konflik geopolitik
      Iran dan Amerika Serikat terhadap biaya pembelian bahan baku. Oleh karena itu, Perseroan
      belum dapat menyatakan bahwa kenaikan beban bahan sebesar Rp9,7 miliar secara khusus
      disebabkan oleh kondisi geopolitik tersebut. Perseroan tetap melakukan pemantauan terhadap
      perkembangan geopolitik global, khususnya potensi dampaknya terhadap harga komoditas,
      biaya logistik, ketersediaan bahan baku dan nilai tukar yang dapat berpengaruh terhadap biaya
      produksi.

    c.   Latar belakang kenaikan beban tenaga kerja langsung dan beban overhead.

         Tanggapan:
         Beban tenaga kerja langsung meningkat dari Rp10,1 miliar per 30 Juni 2025 menjadi Rp14,3
         miliar per 30 Juni 2026, atau meningkat sekitar 40,6%. Sementara itu, beban overhead
         meningkat dari Rp14,2 miliar menjadi Rp18,1 miliar, atau meningkat sekitar 27,4%. Secara
         keseluruhan, ketiga komponen tersebut meningkat dari Rp42,3 miliar menjadi Rp60,0 miliar.
         Peningkatan tersebut terutama sejalan dengan peningkatan aktivitas operasional dan produksi
         Perseroan dalam rangka memenuhi pertumbuhan penjualan barang jadi/material dan
         pendapatan proyek. Pendapatan usaha meningkat sekitar 49,3%, dari Rp54,5 miliar menjadi
         Rp81,4 miliar. Dengan demikian, kenaikan biaya produksi tersebut masih berkorelasi dengan
         peningkatan skala aktivitas usaha Perseroan. Namun demikian, Perseroan tetap melakukan
         evaluasi atas produktivitas tenaga kerja dan pengendalian biaya overhead untuk menjaga
         efisiensi biaya produksi.

    d.   Langkah-langkah Perseroan dalam rangka meningkatkan efisiensi beban pokok pendapatan
         di masa mendatang.

Page 10
        Tanggapan:
        Dalam rangka meningkatkan efisiensi beban pokok pendapatan di masa mendatang, Perseroan
        akan melakukan pengendalian biaya produksi dan beban langsung secara berkelanjutan tanpa
        mengurangi kualitas produk maupun penyelesaian proyek kepada pelanggan. Langkah-
        langkah yang akan dilakukan antara lain mengoptimalkan perencanaan kebutuhan bahan baku
        sesuai dengan rencana produksi dan proyek, melakukan evaluasi harga serta pemilihan
        pemasok secara berkala, meningkatkan efisiensi penggunaan bahan agar dapat meminimalkan
        pemborosan, serta melakukan pengawasan terhadap produktivitas tenaga kerja langsung dan
        biaya overhead pabrik.
        Selain itu, Perseroan akan melakukan monitoring atas realisasi beban pokok pendapatan
        dibandingkan dengan anggaran dan pendapatan yang dihasilkan, sehingga setiap kenaikan
        biaya dapat dievaluasi secara lebih cepat. Perseroan juga akan melakukan koordinasi antara
        bagian pembelian, produksi, proyek, dan keuangan untuk memastikan pengadaan bahan,
        penggunaan tenaga kerja, serta biaya pendukung operasional dilakukan secara efektif dan
        sesuai kebutuhan. Dengan langkah-langkah tersebut, Perseroan mengharapkan rasio beban
        pokok pendapatan terhadap pendapatan usaha dapat lebih terkendali dan margin laba kotor
        dapat tetap terjaga pada periode mendatang.


Lain-lain

11. Agar Perseroan dapat menjelaskan pipeline proyek Perseroan saat ini beserta perkembangan
    pengerjaannya, serta estimasi jangka waktu penyelesaiannya hingga dapat komersil.

    Tanggapan:

    Perseroan mengikuti proses tender dan melakukan penawaran, selanjutnya jika lolos verifikasi
    perseroan menandatangani kontrak pekerjaan, dengan nominal dan durasi timeline serta termin of
    payment pembayaran yang sudah disepakati. Selanjutnya penyelesaian pekerjaan kurang lebih 1
    sampai 3 bulan dan dilengkapi dengan Berita Acara Pekerjaan sebagai kelengkapan dokumen
    penagihan. Dan pembayaran diterima secara tempo selama 1 bulan.


12. Apakah Perseroan dalam jangka waktu 1 (satu) tahun mendatang berencana melakukan aksi
    korporasi?

    Tanggapan :
    Belum terdapat rencana dalam jangka waktu 1 (satu) tahun mendatang berencana melakukan aksi
    korporasi

13. Apakah terdapat perkara hukum (termasuk terkait perpajakan, somasi, gugatan, PKPU atau pailit)
    dari kreditur maupun supplier Perseroan? Jika ada, mohon disampaikan nomor perkara, pokok
    perkara, dan perkembangan atas perkara hukum tersebut.

    Tanggapan :
    Saat ini tidak terdapat perkara hukum yang dialami Perseroan.

14. Informasi/ kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup
    perusahaan serta dapat mempengaruhi harga saham perusahaan.

    Tanggapan :

    Tidak terdapat informasi / kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi

Page 11
       kelangsungan hidup perusahaan serta dapat mempengaruhi harga saham perusahaan.

Pertanyaan nomor 15-22 agar dapat dijawab melalui Form E074 (non published)

Proyeksi Keuangan per 31 Desember 2026 dan pencapaian proyeksi per Juni 2026

Sehubungan dengan proyeksi keuangan Perseroan yang telah disampaikan kepada Bursa pada saat
proses evaluasi permohonan pencatatan efek Perseroan, berikut disampaikan informasi proyeksi per
Desember 2026.

PT BENTENG API TECHNIC TBK
BALANCE SHEET - CONSOLIDATED
                                     Proyeksi
              Keterangan                  Desember
                                              2025            2026
ASET

Aset Lancar
Kas dan setara kas                        68.556.748.839    52.948.516.989
Piutang usaha
   Pihak berelasi                            472.569.003       481.403.948
   Pihak ketiga                           42.877.064.499    56.665.069.859
Piutang lain-lain
   Pihak berelasi                                    -                 -
   Pihak ketiga                                      -                 -
Persediaan                                65.959.217.554    83.817.082.500
Pajak dibayar di muka                                -                 -
Biaya dibayar dimuka dan uang muka         3.941.339.299     3.668.527.562
Total Aset Lancar                        181.806.939.195   197.580.600.858

Aset Tidak Lancar
Aset tetap – neto                         76.004.728.347   103.854.012.664
Aset tak berwujud - neto                      18.958.324         2.708.320
Aset hak guna - neto                          45.833.333               -
Aset pajak tangguhan                                 -                 -
Total Aset Tidak Lancar                   76.069.520.005   103.856.720.984
TOTAL ASET                               257.876.459.199   301.437.321.842



15. Per 30 Juni 2026, Perseroan membukukan realisasi kas dan setara kas senilai Rp23,6 miliar atau
    telah mencapai 44,74% dari angka proyeksi kas dan setara kas Perseroan per 31 Desember 2026
    yaitu sebesar Rp52,9 miliar. Agar dapat dijelaskan:
    a. Analisa manajemen dalam mencapai angka proyeksi kas dan setara kas per Desember 2026
         dalam enam bulan terakhir di tahun 2026.

       Tanggapan:
       Manajemen menilai bahwa pencapaian kas dan setara kas per 30 Juni 2026 sebesar Rp23,6 miliar
       atau 44,74% dari proyeksi per 31 Desember 2026 masih dapat ditingkatkan pada enam bulan
       terakhir tahun 2026 melalui pengelolaan modal kerja yang lebih optimal. Upaya yang dilakukan
       antara lain mempercepat penerimaan kas dari pelanggan, meningkatkan efektivitas penagihan
       piutang, mengatur jadwal pembayaran kepada pemasok dan pihak ketiga berdasarkan jatuh tempo,
       serta menjaga pengeluaran operasional agar tetap sesuai prioritas kebutuhan usaha. Dengan strategi
       tersebut, Perseroan mengharapkan posisi kas dan setara kas pada akhir tahun 2026 dapat meningkat
       dan mendekati angka proyeksi yang telah ditetapkan.

       b.   Pengelolaan atau kebijakan khusus dalam menggunakan kas dan bank Perseroan, terutama
            untuk mencapai proyeksi.


File

File Open PDF
Source IDX
Size0.45 MB
Published4 Sep 2026
Pages11
Characters37,825
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 21 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org BENTENG API TECHNIC TBK p.11 ×2
possible org Bank Rakyat Indonesia p.2 ×7
possible org Chandra Asri Pacific Tbk p.7 ×14
unresolved org PT Refindo Sentral Teknik p.2 ×4
unresolved org PT Alam Global Samudra p.6 ×2
unresolved org PT Central Jasatama Indonesia p.6 ×2
unresolved org PT Kustodian Sentral Efek Indonesia p.6
unresolved org PT JAT Securindo Service p.6
unresolved org PT Lycon Asia Mandiri p.7 ×5
unresolved org PT Sankyu Indonesia International p.7
unresolved org PT Makmur Sejahtera Wisesa. Agar p.8
unresolved org PT Makmur Sejahtera Wisesa p.8
unresolved org Chandra Asia Pacific Tbk p.8 ×2
unresolved org PT. SANKYU INDONESIA p.8
unresolved org PT. MITRA MURNI p.8
unresolved org PT. INDOBOILER p.8
unresolved org PT. PLN INDONESIA p.8 ×2
unresolved org PT. PUPUK ISKANDAR p.8
unresolved org PT. KALTIM PARNA p.8
unresolved org PT. MAKMUR SEJAHTERA p.8
unresolved org PT. INDONESIA CHEMICAL p.8

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result