Back to announcement
Peningkatan Aset dan Liabilities 31 Des 24 Audit.pdf
Financial statement Text extracted MEGASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 3
Page 1
PENJELASAN PERUBAHAN LEBIH DARI 20% PADA ASET DAN LIABILITAS LAPORAN KEUANGAN AUDITED PER 31 DESEMBER 2024 ASET Giro pada bank lain Jumlah Giro pada Bank lain pada akhir Desember 2024 adalah sebesar Rp955,39 miliar meningkat 47,92% atau sebesar Rp309,52 miliar dibandingkan akhir Desember 2023 yang sebesar Rp645,88 miliar. Peningkatan tersebut terutama disebabkan peningkatan pada giro bank lain dalam valuta asing yang meningkat sebesar 54,35% atau sebesar Rp329,30 miliar. Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain Jumlah penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain Perseroan pada akhir 2024 adalah sebesar Rp0,83 triliun, menurun sebesar 75,21%% atau Rp2,52 triliun dari posisi akhir 2023 yang tercatat sebesar Rp3,36 triliun, penurunan ini terutama dikarenakan penempatan di Bank Indonesia menurun sebesar Rp1,52 triliun, dan interbankcall money yang menurun sebesar Rp1,01 triliun. Efek-efek Jumlah Efek-efek yang dimiliki Bank pada akhir tahun 2024 sebesar Rp49,50 triliun mengalami peningkatan sebesar 31,57% atau Rp11,88 triliun dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp37,62 triliun. Peningkatan terutama pada obligasi pemerintah meningkat sebesar Rp6,65 triliun dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang meningkat sebesar Rp5,35 triliun. Efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (Reverse Repo) Jumlah efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo) Bank pada akhir tahun 2024 sebesar Rp1,39 triliun mengalami penurunan sebesar 80,74% atau sebesar Rp5,83 triliun dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp7,22 triliun. Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (Reverse Repo) merupakan transaksi pembelian obligasi pemerintah yang dibeli dari beberapa counterparty yang akan jatuh tempo di bulan Januari 2025. Tagihan derivatif Jumlah tagihan derivatif Bank pada akhir Desember 2023 tercatat sebesar Rp48,73 miliar, meningkat sebesar Rp27,76 miliar atau 132,35% dibandingkan posisi akhir Desember 2023 yang sebesar Rp20,97 miliar. Hal ini terutama peningkatan pada transaksi swap sebesar Rp18,21 miliar dan transaksi forward sebesar Rp8,43 miliar.
Page 2
Tagihan akseptasi Pada akhir Desember 2024, tagihan akseptasi Perseroan mengalami peningkatan sebesar 100% mengingat pada akhir Desember 2023 Perseroan tidak memiliki tagihan akseptasi. Tagihan akseptasi tersebut dalam mata uang dolar Amerika Serikat. LIABILITAS Liabilitas segera Liabilitas segera Perseroan pada akhir 2024 tercatat sebesar Rp179 miliar, mengalami penurunan sebesar 39,46% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp296 miliar. Liabilitas segera terutama terdiri dari transaksi kliring atau transfer nasabah yang belum diselesaikan dan titipan pembayaran pajak yang belum dilimpahkan ke rekening Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara (”KPKN”) sehubungan dengan kegiatan operasional Bank sebagai Bank Persepsi. Perpajakan Utang pajak Perseroan pada akhir 2024 tercatat sebesar Rp222 miliar, meningkat 60,29% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp139 miliar. Peningkatan ini terutama karena cadangan cicilan pajak penghasilan badan bulan Desember 2024, yang akan dibayarkan di bulan Januari 2025. Liabilitas derivatif Jumlah liabilitas derivatif Perseroan pada akhir Desember 2024 tercatat sebesar Rp121,06 miliar, mengalami peningkatan sebesar 539,47% atau sebesar Rp102,13 miliar dibandingkan posisi akhir Desember 2023 yang sebesar Rp18,93 miliar. Hal ini terutama peningkatan pada transaksi swap sebesar Rp106,56 miliar. Utang akseptasi Pada akhir Desember 2024, utang akseptasi Perseroan mengalami peningkatan sebesar 100% mengingat pada akhir Desember 2023 Perseroan tidak memiliki utang akseptasi. Utang akseptasi tersebut dalam mata uang dolar Amerika Serikat. Pinjaman yang diterima Pinjaman yang diterima pada akhir 2024 tercatat sebesar Rp3,99 triliun, mengalami peningkatan sebesar 37,07% atau sebesar Rp1,08 triliun dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp2,91 triliun. Peningkatan terutama pada pinjaman yang diterima dalam mata uang Rupiah sebesar Rp1,00 triliun.
Page 3
Beban yang masih harus dibayar dan liabilitas lain-lain Jumlah beban yang masih harus dibayar dan liabilitas lain-lain Perseroan pada akhir Desember 2024 sebesar Rp418,09 miliar, menurun sebesar 26,05% atau Rp147,27 miliar dari akhir Desember 2023 yang tercatat sebesar Rp565,36 miliar. Penurunan tersebut terutama karena penurunan kewajiban pembelian surat berharga sebesar Rp121,93 miliar dibandingkan dengan Desember 2023.
Names mentioned 2 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Bank Indonesia
p.1 ×4
unresolved
org
Bank Persepsi. Perpajakan Utang
p.2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.