Skip to content
Back to announcement

20260625_BBRM_Public Expose_32104466_lamp2.pdf

Other Text extracted BBRM

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 2

Page 1
                       RESUME HASIL PAPARAN PUBLIK TAHUNAN
               PT PELAYARAN NASIONAL BINA BUANA RAYA Tbk (“Perseroan”)

Diselenggarakan pada:
Hari / Tanggal : Selasa, 23 Juni 2026
Tempat         : Zoom Online (Teams)
Pukul          : 14.30 WIB - selesai.

Dihadiri oleh:
Direktur Utama      : Na’im Machzyumi
Direktur            : Lie Ly
Corporate Secretary : Susanti Novita

Dan para wartawan yang seluruhnya berjumlah 11 (delapan) orang (Daftar Hadir wartawan terlampir).

Public expose dilaksanakan pada pukul 14:30 WIB sampai dengan selesai dan dibuka oleh Direktur
Utama Bapak Na’im Machzyumi, dengan materi sebagai berikut :

   a.   Profil Perseroan, Susunan Manajemen dan Segmen Usaha.
   b.   Kinerja Perusahaan, Laporan Laba Rugi dan Posisi Keuangan di tahun 2025.
   c.   Prospek Industri di tahun 2026.
   d.   Rencana Kerja Management di tahun 2026.

Setelah seluruh materi paparan publik telah selesai dipresentasikan, maka Manajemen Perseroan
memberikan kesempatan kepada para wartawan untuk mengajukan pertanyaan.

Adapun pertanyaan yang diajukan dan juga respon jawaban dari manajemen adalah sebagai berikut :

Saudara Daniel (Analis):

1. Kami mencermati adanya perbedaan angka Net Profit 2025 antara Slide 11 dan Slide 14 sebesar USD
   360ribu. Selain itu, Net Profit 2024 tampak melampaui Gross Profit-nya sendiri, yang
   mengindikasikan adanya pendapatan non-operasional signifikan. Bisakah manajemen
   mengklarifikasi kedua hal ini, termasuk implikasi pajaknya ?

   Perbedaan angka Net Profit 2025 antara slide 11 dan 14 disebabkan oleh karena slide 11 adalah
   perbandingan Net Profit tahun 2025 dan 2024, sedangkan pada slide 14 adalah perbandingan Net
   Profit tahun 2025 dan proyeksi 2026. Sedangkan untuk Net Profit 2024 yang melampaui Gross
   Profitnya disebabkan oleh pada tahun 2024 Perseroan mencatat pendapatan lain-lain yang
   merupakan penghapusan utang afiliasi sebesar USD2,4 juta.
Page 2
2. Manajemen melaporkan slide 9, 14, 15, 16 bahwa pemerintah Prabowo mendorong peningkatan
   produksi migas nasional yang seharusnya menjadi katalis positif bagi BBRM. Namun proyeksi
   revenue 2026 hanya meningkat sebesar 0,2% meski ada OSV baru masuk Juli 2026. Apakah proyeksi
   ini sudah memasukkan potensi gain on disposal dari Fleet Renewal dan kapal mana yang
   direncanakan dilepas ?

   Proyeksi 2026 yang hanya meningkat sebesar 0,2% dikarenakan pada akhir Oktober tahun 2025
   Perseroan menjual 1 unit kapal Self Propelled Barge (SPB), sedangkan pada tahun 2026 1 unit kapal
   SPB sudah dijual dan kapal new OSV baru akan diperkirakan dapat beroperasi pada bulan Juli dan
   Agustus 2026. Untuk gain on disposal penjualan 1 unit kapal akan dicatat pada pendapatan lain-
   lain.

3. Manajemen melaporkan slide 17, 15, 16 bahwa mayoritas pelanggan BBRM adalah perusahaan
   migas internasional yang sensitif terhadap harga minyak global. Bagaimana strategi manajemen
   menjaga keberlangsungan kontrak apabila pelanggan utama mengurangi aktivitas eksplorasi dan
   apakah OSV baru Juli 2026 sudah sepenuhnya comply dengan regulasi cabotage terkini?

   Perseroan selama ini sudah memenuhi cabotage rules jadi seluruh kapal sudah menggunakan
   bendera Indonesia. Walaupun demikian kapal juga tetap bisa ke beroperasi ke negara-negara luar
   seperti Malaysia, Thailand dll. Kedepannya, kegiatan eksplorasi akan lebih cepat dari saat ini, dan
   kedepannya aktifitas drilling akan lebih banyak di Indonesia.



Saudara Bari (Neraca):

4. Jika melihat kondisi geopolitik global dan gangguan rantai pasok yang masih terjadi, apakah BBR
   melihat peluang atau justru risiko bagi bisnis pelayaran nasional ? Bagaimana dampak fluktuasi
   harga bahan bakar terhadap margin perusahaan dan strategi apa yang dilakukan untuk mengelola
   risiko tersebut ?

   Kalau untuk bahan bakar, sewa yang dimiliki oleh Perseroan menggunakan time charter jadi tidak
   termasuk bahan bakar. Adapun dampaknya jika harga minyak terlalu tinggi, kemungkinan kegiatan
   eksplorasi juga akan diberhentikan (stop) namun belum pernah terjadi. Ke depannya Indonesia akan
   banyak eksplorasi, karena di Indonesia dari dulu kekurangan (slack) kegiatan eksplorasi.

   Eksplorasi di Indonesia sudah ada tambahan sumur yang dibuka sampai 2029 jadi akan lebih
   membutuhkan kapal OSV daripada sekarang.

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.33 MB
Published25 Jun 2026
Pages2
Characters4,327
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 5 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

unresolved person Susanti Novita · Corporate Secretary p.1
unresolved person Na’im Machzyumi p.1
unresolved person Daniel p.1
unresolved person Bari p.2

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result