Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 11
Page 1
PT SUNINDO PRATAMA Tbk Certificate Number : 26340
LAPORAN PELAKSANAAN PUBLIC EXPOSE
PT SUNINDO PRATAMA Tbk
22 Juni 2026
Hari/Tanggal : Senin, 22 Juni 2026
Waktu : 11.00 WIB s/d selesai
Tempat : Ruang Pastis
Oakwood Suites Kuningan
JI. Setiabudi Utara Raya Nomor 5
Setiabudi, Kuningan, Jakarta Selatan
Peserta mengikuti Public Expose secara on-line/zoom meeting
Materi : 1. Paparan Kinerja Keuangan dan Operasional Perseroan
2. Target Kinerja Perseroan
3. Hasil Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan
Pihak Manajemen Perseroan yang hadir dalam Public Expose :
1. Willy Johan Chandra : Direktur Utama
2. Bambang Prihandono : Direktur Operasional
3. Freddy Soejandy : Direktur Keuangan
4. Gina N Nasution : Investor Relations
PEMAPARAN MATERI PUBLIC EXPOSE
1. PT Sunindo Pratama Tbk (“Perseroan”) bergerak dalam bidang penyediaan peralatan di industri
minyak dan gas. Perseroan merupakan pioneer OCTG tubing di Indonesia dan lokasi manufaktur
berada di Batam. Perseroan memiliki 2 entitas anak yaitu PT Rainbow Tubulars Manufacture (“RTM”)
sebagai produsen OCTG tubing dan PT Petro Synergy Manufacturing (“PSM”) yang bergerak di bidang
wellhead. Perseroan berdiri pada tahun 2022 dan berhasil melantai di bursa pada tahun 2023. Pada
tahun 2024, Perseroan membangun plant 2 RTM di Batam dan PSM mulai beroperasi komersil.
Jl. Prof. Dr. Soepomo SH. No.48. Tebet Jakarta Selatan – 12870 - Indonesia
Tel : +62 21 8378 5773 Fax : +62 21 8378 5776
E-mail : general@sunindogroup.com
Page 2
PT SUNINDO PRATAMA Tbk Certificate Number : 26340
2. Strategi Perseroan di tahun 2026 yaitu:
- Pembangunan plant 2 RTM di Batam untuk meningkatkan kapasitas produksi OCTG telah rampung
dan sudah memulai proses commissioning. Saat ini masih menunggu untuk audit API yang akan
dilaksanakan pada Juli 2026. Estimasi dapat beroperasi secara komersial di Q4 2026.
- Diversifikasi produk seperti line pipe, premium connection dan lain-lain.
- Entitas anak Perseroan, PT Petro Synergy Manufacturing (“PSM”), telah beroperasi secara
komersial sejak akhir 2025 dan telah berkontribusi walaupun belum signifikan.
3. Kinerja Perseroan sejak tahun 2025 sampai dengan kuartal I tahun 2026 menunjukkan ketahanan
operasional yang baik, meskipun terdapat penurunan pendapatan yang cukup signifikan dibandingkan
periode sebelumnya terutama dari segmen OCTG casing. Hal ini dipengaruhi oleh siklus pengadaan
berbasis tender, di mana pengiriman casing telah terealisasi pada tahun sebelumnya. Saat ini
Perseroan berfokus pada perolehan tender baru. Sementara itu, produk tubing memiliki pola
permintaan yang lebih stabil dan berkelanjutan sesuai kebutuhan pelanggan.
4. Pada kuartal I tahun 2026, Perseroan telah mencapai 9% dari target laba bersih tahun berjalan,
sementara dari sisi penjualan telah terealisasi sebesar 13% dari target tahunan. Sebagai
perbandingan, penjualan OCTG pada kuartal I tahun 2025 mencapai 27% dari target periode tersebut.
5. Realisasi penjualan OCTG mencapai 4.230 ton atau sekitar 19% dari target tahunan sebesar 21.851
ton, sedangkan Wellhead dan Christmas Tree tercatat sebanyak 70 unit atau sekitar 49% dari target
142 unit. CAPEX untuk pembangunan palnt 2 RTM tahun ini ditargetkan sebesar 50 miliar Rupiah.
6. Berdasarkan hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham, Perseroan akan melakukan pembagian
dividen tahun buku 2025 sebesar 25 miliar Rupiah atau sebesar 13,01% dari laba bersih Perseroan
dengan jadwal sebagai berikut:
Deskripsi Tanggal
Cum Dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi 30 Juni 2026
Ex Dividen di Pasar Regular dan Pasar Negosiasi 01 Juli 2026
Cum Dividen di Pasar Tunai 02 Juli 2026
Recording Date Pemegang Saham yang berhak atas Dividen 02 Juli 2026
Ex Dividen di Pasar Tunai 03 Juli 2026
Pembayaran Dividen 24 Juli 2026
Jl. Prof. Dr. Soepomo SH. No.48. Tebet Jakarta Selatan – 12870 - Indonesia
Tel : +62 21 8378 5773 Fax : +62 21 8378 5776
E-mail : general@sunindogroup.com
Page 3
PT SUNINDO PRATAMA Tbk Certificate Number : 26340
7. Pembangunan pabrik plant 2 RTM secara fisik telah rampung. Audit API direncanakan akan dilakukan
pada bulan Juli 2026 dan dapat beroperasi secara komersial pada Q4 2026.
RINGKASAN PERTANYAAN DAN JAWABAN
Daniel - Analyst
1 Q Manajemen melaporkan slide 8 bahwa kami melihat revenue turun -51% YoY namun arus kas
operasi justru naik +41% YoY, sebuah pola yang tidak lazim. Boleh kami tahu, kenaikan arus kas
ini terutama bersumber dari pencairan piutang lama atau dari pengurangan persediaan dan
apakah kondisi ini akan berlanjut di kuartal berikutnya, atau merupakan efek satu kali yang tidak
berulang?
A Penurunan penjualan pada periode ini terutama disebabkan oleh berkurangnya kontribusi segmen
OCTG casing, yang memiliki pola bisnis berbasis tender dan siklus pengiriman tertentu. Di sisi
lain, segmen tubing tetap menunjukkan kinerja yang relatif stabil. Perseroan juga masih
menerima pembayaran atas pengiriman yang dilakukan pada tahun sebelumnya. Oleh karena itu,
fluktuasi kinerja yang terjadi lebih mencerminkan perbedaan waktu pengiriman dan penerimaan
pembayaran, dan tidak mencerminkan penurunan kinerja yang bersifat berulang.
2 Q Manajemen melaporkan slide 3, 9, 11 bahwa kami membaca pasar tubing Indonesia masih
'underserved' dan program pengeboran SKK Migas sedang diakselerasi akan tetapi menunjukkan
volume OCTG justru turun -55% YoY dan baru tercapai 19% dari target tahunan. Apakah
penurunan ini karena pengeboran pelanggan yang tertunda sementara, atau ada faktor lain dan
apakah sudah ada firm purchase order yang menjadi dasar keyakinan bahwa target FY2026
masih bisa dikejar ?
A Penurunan ini bukan disebabkan oleh menurunnya permintaan. Perseroan memiliki dua produk
utama, yaitu tubing yang diproduksi sendiri dan casing yang diperoleh melalui impor. Penurunan
terutama terjadi pada segmen casing, sedangkan permintaan untuk produk tubing sebagai
produk utama Perseroan masih relatif stabil. Selain itu, kontribusi casing bersifat pelengkap
dibandingkan dengan tubing yang menjadi fokus utama bisnis Perseroan.
Jl. Prof. Dr. Soepomo SH. No.48. Tebet Jakarta Selatan – 12870 - Indonesia
Tel : +62 21 8378 5773 Fax : +62 21 8378 5776
E-mail : general@sunindogroup.com
Page 4
PT SUNINDO PRATAMA Tbk Certificate Number : 26340
3 Q Manajemen melaporkan slide 4, 7, 9 bahwa Plant 2 RTM ditargetkan beroperasi di Semester II
2026 namun Capex baru terealisasi 41%, sementara PSM yang sudah beroperasi komersial sejak
2025 tidak memiliki disclosure angka sama sekali di Q1 ini. Apakah jadwal sertifikasi API Plant 2
sudah dikonfirmasi secara resmi dan bisakah manajemen berbagi gambaran kontribusi revenue
PSM, agar investor dapat menilai apakah entitas ini sudah menghasilkan kas nyata ?
A Proses pembangunan telah selesai dan saat ini Perseroan tengah menunggu penerbitan sertifikat
API setelah audit yang dijadwalkan pada Juli 2026. Meskipun kontribusi PSM terhadap
pendapatan Perseroan saat ini masih terbatas, PSM mulai menghasilkan revenue dan
berpartisipasi dalam berbagai tender. Dengan diperolehnya sertifikasi API, Perseroan optimistis
PSM dapat meningkatkan kontribusinya secara bertahap di masa mendatang, khususnya pada
segmen Wellhead dan Christmas Tree yang saat ini menyumbang sekitar 10% dari total bisnis
Perseroan.
Putranda Yeremia Tumewu – Investor
1 Q Apa penyebab pendapatan dan laba Q1 2026 turun secara signifikan baik secara QoQ maupun
YoY? Apakah akibat seasonality lebaran? Apakah pabrik mengurangi produksinya selama lebaran?
Apakah penurunan ini berlanjut di Q2 2026?
A Penurunan pendapatan tidak disebabkan oleh faktor musiman, termasuk periode Lebaran.
Meskipun terdapat pengurangan hari kerja karena libur nasional dan cuti bersama yang
berdampak pada aktivitas produksi, pengaruhnya relatif tidak signifikan.
2 Q Berapa porsi OCTG tubing yang saat ini di-import dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan
upstream di seluruh Indonesia? Dari total porsi ekspor ini, berapa persen porsi yang akan
dipenuhi SUNI dari pabrik barunya?
A Perseroan tidak memiliki data yang pasti terkait porsinya. Namun, saat ini seluruh kebutuhan
tubing yang dapat diproduksi di dalam negeri akan dipasok oleh RTM sebagai entitas anak
Perseroan. RTM saat ini telah mampu memproduksi produk low grade termasuk 3% Chrome.
Sementara itu, untuk produk high grade seperti 13% Chrome dan spesifikasi khusus lainnya yang
belum dapat diproduksi RTM, pengadaan masih dilakukan melalui impor. Selain itu, impor juga
dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dengan waktu pengiriman yang lebih
singkat. Perseroan pernah melakukan Impor tahun 2022 dan 2023, tetapi saat ini tidak
melakukan ekspor karena lebih mengutamakan pemenuhan permintaan dalam negeri. Setelah
penambahan kapasitas produksi dari RTM 2, akan dipertimbangkan untuk kembali ekspor setelah
pemenuhan permintaan dalam negeri terpenuhi.
Jl. Prof. Dr. Soepomo SH. No.48. Tebet Jakarta Selatan – 12870 - Indonesia
Tel : +62 21 8378 5773 Fax : +62 21 8378 5776
E-mail : general@sunindogroup.com
Page 5
PT SUNINDO PRATAMA Tbk Certificate Number : 26340
3 Q Saat ini KSO PT Artas Energi Petrogas dan Inerco Global Indonesia sedang membangun pabrik
OCTG dengan kapastias 250.000 ton/tahun di Cilegon. Apakah product yang dihasilkan sama
dengan SUNI? Apakah KSO ini akan menjadi competitor SUNI?
A Kehadiran pabrik OCTG yang dibangun oleh KSO PT Artas Energi Petrogas dan PT Inerco Global
Indonesia merupakan salah satu dinamika industri yang turut memengaruhi pendapatan
Perseroan. Namun demikian, produk yang dihasilkan tidak secara langsung bersaing dengan
produk utama Perseroan. Perseroan melalui RTM berfokus pada produksi tubing, sedangkan
pabrik yang dibangun oleh Artas berfokus pada produksi casing. Dengan beroperasinya pabrik
tersebut, kebutuhan casing yang sebelumnya diperoleh melalui impor berpotensi beralih ke
pemasok domestik. Oleh karena itu, Perseroan tidak melihat Artas tersebut sebagai kompetitor
langsung, mengingat segmen produk yang dihasilkan berbeda.
Sejalan dengan ketentuan penggunaan produk lokal, Perseroan saat ini sedang melakukan
assessment terhadap produk casing yang dihasilkan oleh Artas. Hal ini juga menjadi bagian dari
upaya Perseroan untuk mempertimbangkan kemungkinan pengembangan atau produksi produk
serupa di masa mendatang.
Ridwan - Kontan
1 Q Tadi disampaikan ekspansi pabrik RTM-2 akan mulai beroperasi pada Q4-2026. Apakah bisa
dielaborasi, bagaimana dampak pengoperasian pabrik RTM-2 terhadap kinerja SUNI pada tahun
2026? dan untuk tahun-tahun berikutnya? seberapa signifikan bisa mendorong pertumbuhan
pendapatan dan laba?
A Untuk RTM 2, audit API dijadwalkan pada bulan Juli sehingga target operasi diperkirakan pada
kuartal IV tahun 2026. Perseroan berharap pada tahun berikutnya RTM 2 dapat beroperasi penuh
dan berpotensi menambah pendapatan sekitar 20–25%, namun hal tersebut masih bergantung
pada kondisi pasar serta pengembangan produk.
2 Q Berapa alokasi belanja modal (capex) SUNI untuk tahun 2026? akan dialokasikan untuk keperluan
apa saja? * Bagaimana realisasi capex per Q1-2026?
A Capex sekitar 50 miliar tergantung untuk penyelesaian RTM 2, terutama untuk retensi dan
tambahan-tambahan dalam completion/finishing.
Jl. Prof. Dr. Soepomo SH. No.48. Tebet Jakarta Selatan – 12870 - Indonesia
Tel : +62 21 8378 5773 Fax : +62 21 8378 5776
E-mail : general@sunindogroup.com
Page 6
PT SUNINDO PRATAMA Tbk Certificate Number : 26340
3 Q Bagaimana proyeksi kinerja pendapatan dan laba bersih SUNI untuk full year 2026? bagaimana
perbandingannya dengan 2025?
A Untuk tahun 2026, Perseroan menargetkan pendapatan sekitar Rp1,1 triliun dan laba bersih
sekitar Rp277 miliar.
4 Q Saat ini, berapa porsi penjualan SUNI ke pasar domestik dan ekspor? ke mana saja? bagaimana
rencana pengembangan pasar SUNI?
A Saat ini Perseroan masih mempelajari potensi pasar produk baru dan ekspor, dan untuk tahun ini
belum terdapat rencana ekspor karena keterbatasan kapasitas produksi.
Putranda Tumewu
1 Q Saat ini dollar lagi naik, untuk bahan baku yang impor dalam bentuk apa dan dibayarkan dalam
mata uang apa? Untuk produk yang dijual (OCTG, Wellhead, Casing) dalam mata uang apa,
Rupiah atau Dollar?
A Untuk kegiatan impor, Perseroan menggunakan mata uang Yuan (RMB) karena sebagian besar
bahan baku diimpor dari China. Oleh karena itu, dampak fluktuasi nilai tukar terhadap biaya
impor relatif lebih kecil dibandingkan Dolar AS. Meskipun nilai tukar Yuan mengalami kenaikan,
pengaruhnya terhadap kinerja Perseroan tidak terlalu signifikan.
2 Q Berapa porsi pendatapan dari OCTG tubing, dan berapa porsi pendapatan dari OCTG casing?
Berapa margin masing2 produk?
A Pada tahun 2025, kontribusi pendapatan dari produk OCTG tubing mencapai sekitar 65% dari
total penjualan Perseroan, sedangkan OCTG casing berkontribusi sekitar 27%. Sisanya berasal
dari produk lainnya, termasuk wellhead dan drill bit. Dari sisi margin, produk tubing memiliki
margin yang relatif stabil, yaitu di atas 30%. Sementara itu, margin produk casing cenderung
lebih fluktuatif karena bergantung pada karakteristik proyek dan tender. Perbedaan waktu
pengadaan, pengiriman, serta pengakuan pendapatan pada setiap proyek dapat memengaruhi
tingkat margin yang diperoleh, sehingga margin casing tidak selalu konsisten dari satu periode ke
periode lainnya.
Jl. Prof. Dr. Soepomo SH. No.48. Tebet Jakarta Selatan – 12870 - Indonesia
Tel : +62 21 8378 5773 Fax : +62 21 8378 5776
E-mail : general@sunindogroup.com
Page 7
PT SUNINDO PRATAMA Tbk Certificate Number : 26340
Ericsson N
1 Q Bagaimana pandangan manajemen terhadap target lifting oil indonesia pada 2030 1 juta barrel
per day? Apakah target tersebut feasible untuk dicapai?
A Target lifting minyak sebesar 1 juta barel per hari pada tahun 2030 merupakan target yang
berada dalam ranah kebijakan dan implementasi Pemerintah. Oleh karena itu, Perseroan tidak
berada dalam posisi untuk menilai secara pasti tingkat ketercapaiannya. Namun demikian,
Perseroan melihat adanya komitmen yang kuat dari Pemerintah, khususnya Kementerian ESDM,
untuk terus meningkatkan produksi minyak nasional. Saat ini konsumsi minyak Indonesia
diperkirakan berada pada kisaran 1,5–1,6 juta barel per hari, sementara produksi domestik masih
sekitar 600 ribu barel per hari. Kondisi tersebut menyebabkan kebutuhan impor yang cukup besar
dan dapat berdampak pada neraca perdagangan serta nilai tukar.
Terlepas dari apakah target 1 juta barel per hari dapat tercapai sepenuhnya atau tidak, Perseroan
meyakini bahwa berbagai upaya peningkatan produksi migas nasional akan terus dilakukan untuk
mengurangi kesenjangan antara konsumsi dan produksi. Bagi Perseroan, hal ini merupakan
perkembangan yang positif karena berpotensi mendorong peningkatan aktivitas eksplorasi dan
produksi migas, yang pada akhirnya dapat meningkatkan permintaan terhadap produk OCTG.
2 Q Apakah pabrik RTM 2 akan difokuskan untuk ekspor atau dalam negeri?
Jika untuk ekspor, Bagaimana competitive advantage SUNI untuk bisa bersaing dengan
competitor baik local maupun global?
A Untuk saat ini, RTM 2 akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri sebagai
bentuk dukungan terhadap industri nasional. Apabila terdapat kapasitas produksi yang masih
tersedia, Perseroan akan mempertimbangkan peluang ekspor.
Terkait daya saing, Perseroan menyadari bahwa produk dari Tiongkok umumnya lebih kompetitif
dari sisi harga. Oleh karena itu, Perseroan akan fokus pada pasar dan segmen yang tidak menjadi
fokus utama produk Tiongkok.
Jl. Prof. Dr. Soepomo SH. No.48. Tebet Jakarta Selatan – 12870 - Indonesia
Tel : +62 21 8378 5773 Fax : +62 21 8378 5776
E-mail : general@sunindogroup.com
Page 8
PT SUNINDO PRATAMA Tbk Certificate Number : 26340
David - Investor
1 Q Sebagaimana disampaikan sebelumnya, kapasitas produksi RTM 1 untuk tubing sekitar 30.000
ton per tahun, namun saat ini produksi telah mencapai sekitar 40.000 ton dengan utilisasi di atas
90% (almost full capacity).
A Kapasitas pabrik 1 secara maksimal adalah sekitar 30 ribu ton. Namun, dalam industri pipa,
perhitungan kapasitas berbasis tonase sangat dipengaruhi oleh variasi spesifikasi produk, seperti
diameter, ketebalan, serta kuantitas pesanan. Oleh karena itu, utilisasi 100% secara teoritis tidak
selalu tercapai karena komposisi order yang berbeda-beda, dan hal yang sama juga berlaku
untuk pabrik kedua.
2 Q Sementara itu, RTM 2 direncanakan memiliki kapasitas produksi sekitar 30.000–40.000 ton.
Namun, kontribusi tambahan terhadap pendapatan diproyeksikan hanya sekitar 20–25%. Mohon
penjelasan mengapa tambahan kapasitas tersebut tidak secara proporsional meningkatkan
pendapatan hingga 100%.
A Untuk RTM 2, sebagai pabrik baru, tidak dapat langsung menghasilkan penjualan secara penuh
karena masih diperlukan proses market clearing, partisipasi dalam tender, serta siklus waktu
antara tender hingga delivery. Dengan adanya jeda tersebut, terdapat gap waktu sebelum
kontribusi pendapatan dapat terealisasi secara optimal. Oleh karena itu, estimasi tambahan
kontribusi pendapatan sebesar 20–25% dinilai sudah realistis, terlebih dengan
mempertimbangkan waktu operasional yang berdekatan dengan jadwal audit API.
Jl. Prof. Dr. Soepomo SH. No.48. Tebet Jakarta Selatan – 12870 - Indonesia
Tel : +62 21 8378 5773 Fax : +62 21 8378 5776
E-mail : general@sunindogroup.com
Page 9
PT SUNINDO PRATAMA Tbk Certificate Number : 26340
DAFTAR HADIR
No Nama Institusi
1 Daniel Analyst
2 David Investor
3 Eric Investor
4 Lucky Ginting Media - Petromindo
5 Nakhanza Owiana Media
6 Michael Batara Analyst – UOB Sekuritas
7 Maria Renata BRI Manajemen Investasi
8 Putranda Yeremia Tumewu Investor
9 Ridwan Harahap Media - OG Indonesia
10 Ridwan Mulyana Media - Kontan
11 S Jumar Sudiyana Media - Sonora
12 Sofyan Badrie Media - Energindo
13 Tomy Media - Top Business
14 Prismono Riyanto Media - Petrominer
15 Zsazya Senorita Mc Ramadhani Media - Investortrust
Jl. Prof. Dr. Soepomo SH. No.48. Tebet Jakarta Selatan – 12870 - Indonesia
Tel : +62 21 8378 5773 Fax : +62 21 8378 5776
E-mail : general@sunindogroup.com
Page 10
PT SUNINDO PRATAMA Tbk Certificate Number : 26340
Jl. Prof. Dr. Soepomo SH. No.48. Tebet Jakarta Selatan – 12870 - Indonesia
Tel : +62 21 8378 5773 Fax : +62 21 8378 5776
E-mail : general@sunindogroup.com
Page 11
PT SUNINDO PRATAMA Tbk Certificate Number : 26340
Jl. Prof. Dr. Soepomo SH. No.48. Tebet Jakarta Selatan – 12870 - Indonesia
Tel : +62 21 8378 5773 Fax : +62 21 8378 5776
E-mail : general@sunindogroup.com
Names mentioned 24 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Prof. Dr. Soepomo SH.
p.1 ×11
unresolved
org
PT Artas Energi Petrogas
p.5 ×2
unresolved
org
PT Inerco Global Indonesia
p.5
unresolved
org
Kementerian ESDM
p.7
unresolved
—
Daniel
p.9
unresolved
—
Eric
p.9
unresolved
—
Lucky Ginting
p.9
unresolved
—
Nakhanza Owiana
p.9
unresolved
—
Michael Batara
p.9
unresolved
—
Maria Renata
p.9
unresolved
—
Putranda Yeremia Tumewu
p.9
unresolved
—
Ridwan Harahap
p.9
unresolved
—
Ridwan Mulyana
p.9
unresolved
—
S Jumar Sudiyana
p.9
unresolved
—
Sofyan Badrie
p.9
unresolved
—
Tomy
p.9
unresolved
—
Prismono Riyanto
p.9
unresolved
—
Zsazya Senorita Mc Ramadhani
p.9
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.