Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 3
Page 1
Public Expose 2026
PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD)
Perseroan PT Integra Indocabinet Tbk
Kode Saham WOOD IJ
Tanggal Acara 19 Juni 2026
Waktu 14.00 – 15.00 WIB
Acara Public Expose 2026
Format Online melalui Zoom Meeting
Pembicara dan Materi
Pembicara
1. Wang Sutrisno – Direktur Independen
2. Ravenal Arvense – Investor Relations
Materi Presentasi
1. Ikhtisar Perseroan
2. Kinerja Operasional
3. Sorotan Keuangan
4. Strategi dan Prospek Perseroan
1. Rangkuman Tanya Jawab
Q1: (Dari Daniel) Manajemen melaporkan pada slide 7 dan 9 bahwa pada 2025, Perseroan mencatatkan laba
bersih sebesar IDR 65 miliar namun arus kas operasi negatif sebesar IDR 84 miliar, di samping penjualan ekspor
furnitur yang anjlok -52,9% akibat tarif AS. Dapatkah manajemen menjelaskan komponen non-kas yang
menjembatani divergensi ini, dan bagaimana konvergensi diproyeksikan apabila negosiasi tarif AS tidak
rampung pada 2H26?
A: Selisih antara laba bersih dan arus kas operasi pada 2025 terutama disebabkan oleh peningkatan kebutuhan
modal kerja, khususnya persediaan, seiring perlambatan permintaan ekspor furnitur akibat tarif AS. Hal ini bersifat
sementara dan lebih mencerminkan timing penyesuaian operasional, bukan penurunan kualitas laba. Ke depan,
seiring normalisasi permintaan dan pengelolaan working capital yang lebih disiplin, kami memperkirakan
konvergensi antara profitabilitas dan arus kas akan membaik secara bertahap. Perseroan tetap berada dalam
posisi keuangan yang solid dengan leverage yang terjaga.
1
Page 2
Q2: (Dari Daniel) Manajemen melaporkan pada slide 9, 10, dan 11 bahwa penjualan ke Eropa melonjak +2.133%
pada 1Q26, sementara segmen Kehutanan, yang nihil sepanjang 2025, tiba-tiba kembali mencatatkan IDR 18,8
miliar pada kuartal yang sama. Kami ingin memahami: apakah lonjakan di Eropa terkonsentrasi pada segelintir
pembeli, dan izin Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) apa yang mendasari dimulainya
kembali operasi kehutanan ini?
A: Pertumbuhan Eropa merupakan hasil dari strategi diversifikasi sejak akhir 2024, terutama melalui produk
flooring dengan pengiriman awal sejak Juni 2025, sehingga kontribusinya diperkirakan meningkat lebih lanjut di
2026. Penurunan eksposur ke AS juga mencerminkan keberhasilan strategi ini. Terkait kehutanan, pendapatan
yang muncul di 1Q26 merupakan hasil dari transformasi menuju model konservasi dan restorasi yang mulai
termonetisasi setelah periode pengembangan sebelumnya, dengan seluruh aktivitas tetap sesuai perizinan dan
regulasi yang berlaku.
Q3: (Dari Daniel – Investor Ritel) Manajemen melaporkan pada slide 5, 7, dan 8 bahwa pos Capital Adjustment
sebesar IDR 1,3 triliun secara konsisten besar namun tidak dirinci, sementara Perseroan baru-baru ini
menandatangani perjanjian dengan Ciputra di tengah saldo kas yang hanya IDR 78 miliar dan utang jangka
pendek sebesar IDR 2,4 triliun. Apakah Capital Adjustment ini melibatkan revaluasi tanah terkait perjanjian
Ciputra, dan bagaimana skema transaksinya dari sisi kepatuhan OJK dan PSAK?
A: Capital adjustment merupakan pos yang telah ada dan tidak terkait dengan kerja sama dengan Ciputra, serta
bukan merupakan revaluasi tanah. Pos ini juga tidak digunakan untuk menangani utang jangka pendek dan tidak
memengaruhi posisi kas Perseroan. Perlakuannya mengikuti PSAK dan regulasi yang berlaku. Dalam kerja sama
dengan Ciputra, peran Perseroan adalah menyediakan lahan, sementara mitra menangani aspek operasional.
Q4: (Billy – Jawa Pos) Apa strategi WOOD untuk mengatasi penyusutan laba yang mencapai setengahnya?
Apakah ada pasar baru yang sedang dibidik?
A: Tahun 2025 merupakan periode yang menantang akibat dampak tarif AS terhadap ekspor furnitur. Namun,
Perseroan tetap menunjukkan resiliensi melalui pergeseran ke building components yang lebih stabil, meskipun
dengan margin relatif lebih rendah. Strategi ke depan difokuskan pada diversifikasi pasar, pengembangan produk
seperti flooring dan outdoor furniture, serta peningkatan kualitas laba secara bertahap.
Q5: (Sin Sin – Investor Ritel) Bisakah Anda memberikan pembaruan mengenai progres sertifikasi Verra? Apakah
ada perkiraan kuartal kapan pendapatan penjualan kredit karbon akan mulai?
A: Seperti yang telah banyak diketahui, sektor kehutanan kami saat ini sedang menjalani proses sertifikasi yang
ketat untuk proyek karbon kami yang berlokasi di Kalimantan Barat. Saat ini, kami berada pada tahap akhir
penyelesaian Project Design Document (PDD). Setelah itu, kami berharap sertifikasi ini akan diverifikasi
sepenuhnya oleh pihak ketiga independen.
Q6: (Dio – Kabarbisnis) Apa proyeksi Perseroan hingga akhir tahun, apa target pertumbuhan kinerja, dan faktor
apa yang mendukungnya?
A: Saat ini, di tengah ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global yang terus berlangsung, kami
secara sengaja menghindari sikap yang terlalu agresif. Kami secara konservatif telah menetapkan kisaran target
pertumbuhan kinerja sebesar 5% hingga 10% untuk tahun ini. Kami tetap percaya diri terhadap kemampuan kami
mencapai pertumbuhan ini karena kami masih memiliki beberapa kantong pertumbuhan, seperti produk
manufaktur kami dan sektor bisnis kehutanan yang telah direvitalisasi, yang sangat kami harapkan akan
berkontribusi pada pendapatan tahun ini. Salah satu kekuatan fundamental yang mendukung proyeksi ini adalah
keberhasilan kami memulai ekspor produk flooring ke Eropa pada Juni 2025. Kami memperkirakan kontribusi
penuh setahun dari inisiatif khusus ini akan cukup signifikan untuk secara substansial mendorong kinerja
Perseroan secara keseluruhan.
2
Page 3
Q7: (SJ Hanso – Investor Ritel) Bisakah Anda menjelaskan lebih lanjut produk spesifik apa yang dijual dari bisnis
konservasi dan restorasi?
A: Dalam operasi konservasi dan restorasi kami, kami memanfaatkan beberapa model bisnis yang berbeda. Model
proyek karbon, yang secara ketat mematuhi metodologi internasional. Model lainnya adalah konservasi dan
restorasi yang menghasilkan dampak lingkungan tertentu yang terukur.
Q8: (Fabio – Investor Ritel) WOOD memiliki entitas bernama Carbon Resources Alliance (CRA) di Denmark. Apa
tujuan entitas ini, dan apa strategi manajemen ke depan untuk industri karbon?
A: Pendirian entitas tersebut merupakan langkah strategis untuk mengembangkan bisnis hijau, dengan fokus pada
pasar Eropa yang lebih matang. Pengembangan ke depan akan dijalankan melalui entitas ini sebagai platform
utama ekspansi internasional.
2. Lampiran Peserta
No Nama Media/Institusi
1 Afiq M Radar Surabaya
2 Amrullah Mohamad Investor Ritel
3 Antony K Investor Ritel
4 Ardiansyah Kanal Satu
5 Ari Dora Harian Surya / Tribunnews Surabaya
6 Arief Rahman Liputan 6
7 Bambang Sutejo Bisnis Indonesia
8 Daniel Investor Ritel
9 Daniel Surjadi Investor Ritel
10 Dio Kabar Bisnis
11 Fabio Rizki Private Investor
12 Faris Bisnis Jatim
13 Habibur Rohman Surya
14 Haris Jatim Insight
15 Mochamad Salsabyl Jawa Pos
16 Melvin Kelly Investor Ritel
17 Onny Asmara Pas Fm Radio Bisnis
18 Puguh Jawa Pos
19 SJ Hanso Investor Ritel
20 Sapteng Nunggal Harian Malang
21 Sin Sin Investor Ritel
22 Syaharuddin U Bisnis Indonesia
3
Names mentioned 25 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
p.2
unresolved
—
Afiq M
p.3
unresolved
person
Amrullah Mohamad
p.3
unresolved
—
Antony K
p.3
unresolved
—
Ardiansyah
p.3
unresolved
—
Ari Dora
p.3
unresolved
—
Bambang Sutejo
p.3
unresolved
—
Daniel
p.3
unresolved
—
Daniel Surjadi
p.3
unresolved
—
Dio
p.3
unresolved
—
Fabio Rizki
p.3
unresolved
—
Faris
p.3
unresolved
—
Habibur Rohman
p.3
unresolved
person
Mochamad Salsabyl
p.3
unresolved
—
Melvin Kelly
p.3
unresolved
—
Onny Asmara
p.3
unresolved
—
Puguh
p.3
unresolved
—
SJ Hanso
p.3
unresolved
—
Sapteng Nunggal
p.3
unresolved
—
Sin Sin
p.3
unresolved
—
Syaharuddin U
p.3
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.