Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 8
Page 1
Jakarta, 23 Juni 2026 Nomor : 030/INPP-CS/VI/2026 Lampiran : 1 (satu) Kepada Yth: Direksi PT Bursa Efek Indonesia Gedung Bursa Efek Indonesia Tower I Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53 Jakarta 12190 Perihal : Laporan Hasil Public Expose Tahunan 2026 Dengan hormat, Merujuk pada surat penyampaian materi Public Expose No.027/INPP-CS/VI/2026 tanggal 12 Juni 2026, bersama ini kami sampaikan Laporan Pelaksanaan Public Expose Tahunan 2026 yang diselenggarakan pada hari Kamis, 18 Juni 2026. Demikian informasi ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih. Hormat kami, PT Indonesian Paradise Property Tbk ______________________ Ispandiati Makmur Corporate Secretary
Page 2
LAPORAN HASIL KEGIATAN PAPARAN PUBLIK (PUBLIC EXPOSE) 2026
PT. INDONESIAN PARADISE PROPERTY TBK (INPP)
Hari/Tanggal : Kamis, 18 Juni 2026
Waktu : 11.20 – 12.40 WIB
Tempat : Citadines Antasari, Jakarta
Agenda : 1. Sekilas PT Indonesian Paradise Property Tbk & entitas-entitas anak
2. Kegiatan usaha PT Indonesian Paradise Property Tbk & entitas-entitas
anak
3. Kinerja keuangan FY 2025 & 1Q26
4. Prospek tinjauan dan target bisnis 2026
5. ESG (Enviromental, Social, dan Governance)
6. Tanya Jawab
Paparan Publik PT Indonesian Paradise Tbk (INPP) telah dilaksanakan pada tanggal 18 Juni 2026
secara offline, mulai pukul 11.20 WIB dengan pembahasan mengenai sekilas Perusahaan, bisnis
Perusahaan, dilanjutkan pembahasan mengenai kinerja FY25 dan 1Q26, outlook dan target kedepan,
ESG, dan ditutup dengan sesi tanya jawab.
Berikut adalah jajaran Manajemen Perusahaan yang hadir:
1. Anthony Prabowo Susilo : Presiden Komisaris
2. Andri Hadi : Presiden Direktur
3. Surina : Wakil Presiden Direktur
4. Ispandiati Makmur : Corporate Secretary
Risalah Sesi Tanya Jawab
Marjudin - Media Ipotnews
1. Q Mengenai dividen interim, apakah dapat dijelaskan lebih lanjut? Selain itu, mohon
dijelaskan terkait perubahan struktur manajemen yang dilakukan saat ini?
A Terkait rencana pembagian dividen interim, saat ini kami belum dapat menyampaikan
detail lebih lanjut karena keputusan tersebut akan didasarkan pada kinerja keuangan
Perseroan per 30 Juni 2026. Jika kondisi cashflow memungkinkan, tidak menutup
kemungkinan kami akan membagikan dividen kedepannya. Berdasarkan hasil keputusan
RUPST pagi ini, kami sudah membagikan dividen interim di Oktober 2025 Rp55,9
miliar, dan disahkan menjadi dividen final.
Mengenai perubahan struktur manajemen yang disetujui dalam RUPS hari ini, langkah
tersebut merupakan bagian dari upaya kami untuk memperkuat organisasi dan
mendukung pertumbuhan jangka panjang. Struktur manajemen yang baru dirancang agar
lebih selaras dengan arah strategis kami ke depan.
Sebagaimana kami sampaikan sebelumnya, sekitar 50% pendapatan kami berasal dari
segmen retail dan komersial (mall), sekitar 30% dari segmen perhotelan, dan sekitar 20%
dari penjualan properti. Melihat tren tersebut, kami akan semakin fokus mengembangkan
aset-aset mixed-use property dan bisnis yang menghasilkan recurring income, tidak
hanya mengandalkan penjualan properti. Oleh karena itu, susunan manajemen yang baru
diharapkan dapat memperkuat kapabilitas kami dalam menangkap peluang pertumbuhan
Page 3
serta mendukung pencapaian visi jangka panjang kami dalam lima hingga sepuluh tahun
ke depan.
2. Q Di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang saat ini, apakah terdapat
kemungkinan bagi INPP untuk merevisi target kinerja tahun 2026?
A Jika melihat kondisi saat ini, salah satu perbedaan utama kami dibandingkan dengan
banyak pengembang properti lainnya adalah tingginya kontribusi pendapatan berulang
(recurring income) dalam bisnis kami. Pada kuartal pertama 2026, sekitar 90%
pendapatan Perseroan berasal dari recurring income.
Dengan struktur pendapatan yang didominasi oleh recurring income, kami memiliki
visibilitas pendapatan yang lebih baik dan relatif lebih tahan terhadap volatilitas kondisi
ekonomi maupun dinamika geopolitik. Oleh karena itu, hingga saat ini kami belum
memiliki rencana untuk merevisi target kinerja yang telah ditetapkan pada awal tahun.
Selain itu, mulai kuartal kedua 2026 kami juga telah mulai membukukan kontribusi
pendapatan dari aset komersial baru kami, yaitu 23 Semarang. Di sisi lain, 23 Paskal
Extension yang mulai beroperasi pada tahun 2025 juga akan memberikan tambahan
kontribusi pendapatan secara penuh pada tahun ini. Kehadiran aset-aset baru tersebut
diharapkan dapat semakin memperkuat pertumbuhan pendapatan Perseroan.
Target pertumbuhan yang kami tetapkan untuk tahun 2026 berada pada kisaran 5%–10%,
yang menurut kami merupakan target yang realistis dan dapat dicapai dengan portofolio
aset serta unit bisnis yang telah beroperasi saat ini. Kami menyadari bahwa tantangan
eksternal masih cukup besar, namun secara keseluruhan kinerja Perseroan hingga saat
ini masih berada dalam jalur yang sesuai dengan rencana dan target yang telah
ditetapkan. Selain itu, dalam dua tahun terakhir, aset kami yang masuk ke dalam
portofolio dengan high margin adalah segmen komersial, besar harapan kami tanpa
mendongkrak omset terlalu banyak, kami mampu mendorong EBITDA yang lebih
tinggi.
Khairul – Housing Estate
1. Q Terkait perubahan struktur manajemen, jumlah anggota manajemen saat ini
meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Apa yang melatarbelakangi
perubahan tersebut? Selain itu, setelah menjabat sebagai Presiden Komisaris,
bagaimana peran dan fungsi Bapak Anthony ke depannya?
A Perubahan struktur manajemen yang dilakukan saat ini merupakan bagian dari
transformasi organisasi untuk mendukung kebutuhan bisnis Perseroan yang terus
berkembang. Terkait dengan peran Pak Anthony sebagai Presiden Komisaris, nantinya
tetap akan terlibat dalam memberikan arahan strategis, mendorong pengembangan
organisasi, serta melakukan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan strategi dan
rencana bisnis Perseroan. Beliau akan terus mendukung dan memonitor manajemen
dalam menjalankan berbagai inisiatif yang telah ditetapkan agar Perseroan dapat
mencapai target pertumbuhan yang berkelanjutan. Jadi, perubahan ini lebih merupakan
bagian dari transformasi organisasi untuk memastikan Perseroan memiliki struktur
kepemimpinan yang semakin kuat dalam mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Putri - Media Propertyandthecity
1. Q Terkait ketersediaan land bank INPP, saat ini sudah berapa?
A Terkait ketersediaan land bank, model bisnis kami memang sedikit berbeda
dibandingkan dengan banyak pengembang properti lainnya. Kami tidak terlalu
Page 4
bergantung pada akumulasi land bank dalam jumlah besar karena sebagian
pengembangan proyek kami dilakukan melalui skema kerja sama atau joint venture
dengan pemilik lahan.
Kami masih memiliki land bank yang dapat mendukung pertumbuhan bisnis ke depan,
yaitu di Sentul, Semarang, dan Balikpapan. Terkait pengembangannya, kami akan
menyesuaikan dengan kondisi pasar, potensi bisnis, serta prioritas pengembangan yang
kami miliki pada setiap periode.
Sebagai contoh, kami telah memiliki land bank di Balikpapan sejak cukup lama. Namun
setelah mempertimbangkan potensi pasar dan peluang bisnis yang ada, kami
memutuskan untuk terlebih dahulu mengembangkan proyek di Semarang. Meskipun
demikian, proyek Balikpapan tetap berjalan dan saat ini telah memasuki fase pertama
pengembangan.
2. Q Terkait kontribusi penjualan properti, bagaimana posisi investor yang selama ini
menjadi salah satu penggerak pasar? Apakah mereka sudah mulai kembali
melakukan pembelian atau justru masih cenderung menahan diri di tengah kondisi
saat ini?
A Dari sisi positioning pasar, segmen yang saat ini relatif lebih terdampak adalah segmen
menengah ke bawah (mid-low market). Namun untuk segmen menengah ke atas (mid-
to-high market), kami melihat kondisinya masih cukup stabil dan tidak banyak berubah
dibandingkan tahun lalu.
Berdasarkan pola permintaan yang kami amati, tren pasar saat ini masih serupa dengan
tahun sebelumnya, di mana permintaan yang relatif kuat berasal dari segmen properti
premium (high-end) serta segmen hunian dengan harga di bawah Rp1 miliar. Hal ini juga
sejalan dengan berbagai insentif yang diberikan pemerintah, termasuk program PPN
Ditanggung Pemerintah (PPN-DTP), yang turut mendorong aktivitas transaksi di segmen
tersebut.
Oleh karena itu, kami melihat investor maupun konsumen di segmen menengah ke atas
masih menunjukkan minat yang cukup baik terhadap pembelian properti. Meskipun
terdapat tantangan dari kondisi ekonomi dan geopolitik global, hingga saat ini kami
belum melihat adanya perlambatan yang signifikan pada segmen pasar yang menjadi
fokus utama kami.
3. Q Bagaimana dampak program PPN DTP terhadap penjualan properti INPP,
khususnya Antasari Place?
A Program PPN DTP memberikan dampak yang cukup positif terhadap penjualan properti
kami, khususnya pada proyek Antasari Place. Pada tahun 2025, lebih dari 15% transaksi
di Antasari Place memanfaatkan fasilitas PPN DTP yang diberikan pemerintah.
Untuk tahun 2026, jumlah unit yang masih tersedia di proyek Antasari Place . Namun
demikian, dalam beberapa bulan terakhir kami melihat bahwa mayoritas konsumen yang
memenuhi persyaratan masih memanfaatkan insentif PPN DTP dalam proses pembelian
properti.
Selain didukung oleh insentif pemerintah, kami juga bekerja sama dengan beberapa
perbankan untuk memfasilitasi pembiayaan melalui Kredit Pemilikan Apartemen (KPA).
Kombinasi antara fasilitas PPN DTP dan kemudahan akses pembiayaan tersebut
Page 5
memberikan daya tarik yang lebih baik bagi konsumen untuk segera melakukan
transaksi.
Di sisi lain, karena sebagian besar unit yang ditawarkan sudah siap serah terima,
konsumen dapat langsung memanfaatkan fasilitas pembiayaan dan menyelesaikan proses
transaksi dengan lebih cepat. Oleh karena itu, kami melihat bahwa program PPN DTP
masih menjadi salah satu faktor yang mendukung penjualan properti, khususnya untuk
unit-unit yang memenuhi kriteria program tersebut.
4. Q Bagaimana strategi INPP dalam menjaga keseimbangan kontribusi pendapatan
antara pengembangan proyek seluruh segmen bisnis dan recurring income?
A Untuk beberapa tahun ke depan, kami memperkirakan kontribusi recurring income akan
tetap mendominasi pendapatan Perseroan. Saat ini, pendapatan dari property sales
terutama masih berasal dari proyek Antasari Place yang stok unitnya sudah semakin
terbatas. Sementara itu, proyek Balikpapan yang saat ini sedang dalam tahap
pengembangan baru diperkirakan dapat mulai mencatatkan pendapatan pada akhir 2027
atau awal 2028 setelah proses pembangunan selesai.
Dengan kondisi tersebut, pada tahun 2026 kontribusi recurring income diperkirakan
dapat mencapai sekitar 80% dari total pendapatan Perseroan. Hal ini mencerminkan
transformasi model bisnis kami yang semakin berfokus pada aset-aset yang
menghasilkan pendapatan berulang dan berkelanjutan.
Dari sisi strategi, fokus kami tidak hanya pada seberapa besar pertumbuhan yang dapat
dicapai, tetapi juga bagaimana kami menciptakan pertumbuhan yang berkualitas dan
berkelanjutan. Pada fase tertentu, kami akan mengalokasikan modal untuk membangun
aset-aset baru. Namun pada fase lainnya, kami akan lebih fokus mengoptimalkan aset
yang telah dimiliki agar dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap kinerja
Perseroan.
Saat ini kami melihat bahwa portofolio aset recurring income yang kami miliki telah
memasuki tahap yang semakin matang (maturing assets). Oleh karena itu, dalam satu
hingga dua tahun ke depan fokus kami adalah memaksimalkan potensi aset-aset tersebut
melalui berbagai program peningkatan kualitas, renovasi, dan perbaikan fasilitas untuk
meningkatkan daya tarik serta produktivitas aset.
Dengan pendekatan tersebut, kami dapat tetap menjaga pertumbuhan kinerja secara
berkelanjutan sekaligus mempertahankan profil pendapatan yang lebih stabil melalui
recurring income, sambil tetap mempersiapkan sumber pertumbuhan baru dari proyek-
proyek pengembangan yang akan selesai pada tahun-tahun mendatang.
Didan – Majalah Asrinesia
1. Q Mengapa kita harus datang ke properti INPP? Apakah mungkin secara desain
arsitektur properti, atau lainnya. Menurut manajemen properti INPP mana yang
paling mencerminkan konsep dan filosofi desain terbaik Perseroan?
A Menurut kami, keberhasilan sebuah proyek tidak semata-mata ditentukan oleh seberapa
ikonik atau menarik desain arsitekturnya secara visual, melainkan sejauh mana desain
tersebut mampu menjawab kebutuhan pengguna dan mendukung fungsi bisnis aset itu
sendiri. Karena itu, dalam setiap pengembangan proyek kami selalu menempatkan aspek
fungsionalitas, pengalaman pengunjung, dan keberlanjutan sebagai prioritas utama.
Page 6
Sebagai contoh, kami dapat melihat hal tersebut pada 23 Semarang. Pada proyek ini, tantangan utama yang kami hadapi adalah bentuk lahan yang relatif mengotak. Namun, kami berupaya menciptakan pengalaman berkunjung yang tetap nyaman, intuitif, dan terasa luas bagi pengunjung. Salah satu keunggulan desain 23 Semarang Shopping Center adalah konsep sirkulasi dan orientasi pengunjung yang dirancang secara matang. Sebagai operator mall yang tidak terlalu bergantung pada anchor tenant berukuran besar, kami dapat menciptakan tata letak yang lebih fleksibel dan linear sehingga memudahkan pengunjung menjelajahi seluruh area mall. Oleh karena itu, 23 Semarang Shopping Center adalah mall dengan double facade pertama di Jawa Tengah, bukan berbentuk kotak, melainkan sirkuler. Kami juga merancang visual line of sight yang panjang sehingga pengunjung dapat dengan mudah memahami orientasi ruang dan melihat berbagai area utama dari jarak yang cukup jauh. Selain itu, aspek keberlanjutan atau ESG juga menjadi bagian penting dalam pengembangan proyek ini. Kami menghadirkan area hijau yang lebih luas serta memasang fasilitas solar panel berkapasitas sekitar 1,8 MW untuk mendukung efisiensi energi dan operasional yang lebih ramah lingkungan. Bagi kami, desain yang baik bukanlah desain yang paling mewah atau paling kompleks, melainkan desain yang mampu menciptakan pengalaman terbaik bagi pengunjung, mendukung kinerja tenant, serta memberikan nilai jangka panjang bagi aset itu sendiri. Pendekatan tersebut tercermin dalam pengembangan 23 Semarang Shopping Center, di mana kami berupaya mengoptimalkan fungsi, kenyamanan, dan keberlanjutan dalam satu kesatuan desain. Mall itu harus dibuat sedemikian rupa agar pengunjung bisa terus kembali. Sehingga kita harus tahu produk properti apa yang harus kita tonjolkan interiornya, produk apa yang perlu ditonjolkan arsitektural, serta produk apa yang tidak memerlukan pendekatan yang berlebihan.
Page 7
Dokumentasi
Page 8
Foto Daftar Hadir Peserta
List Daftar Hadir Peserta
No Nama Status Undangan Instansi/Media
1 Yeremia Analis BCA Sekuritas
2 Arvin Analis Bahana Sekuritas
3 Aldham Abiwardani Analis Mirae Asset
4 Steven Analis NH Korindo
5 Gwenda Deanita Analis NH Korindo
6 Adrian Adrian Djie Analis Kiwoom Sekuritas
7 Jesslyn Analis Sucor Sekuritas
8 Cheryl Jennifer Analis Sucor Sekuritas
9 Christina Analis Sinarmas Sekuritas
10 Dono Media SWA
11 Khairul Azhar Media Housing Estate
12 Didan Media Majalah Asrinesia
13 Marjudin Media Ipotnews
14 Pius Media Propertiterkini
15 Mita Media Properti Indonesia
16 Susi Media Rumahku
17 Putri Media Propertyandthecity
18 Abi Rama Media Media Indonesia
19 Praz Media Viva
20 Rashid Media Urbanbaz
Names mentioned 29 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Ispandiati Makmur
· Corporate Secretary
p.1
unresolved
org
Indonesian Paradise Tbk
p.2 ×2
unresolved
person
Anthony
· Presiden Komisaris
p.3 ×2
unresolved
—
Yeremia
p.8
unresolved
—
Arvin
p.8
unresolved
—
Aldham Abiwardani
p.8
unresolved
—
Gwenda Deanita
p.8
unresolved
—
Adrian Adrian Djie
p.8
unresolved
—
Jesslyn
p.8
unresolved
—
Cheryl Jennifer
p.8
unresolved
—
Christina
p.8
unresolved
—
Dono
p.8
unresolved
—
Khairul Azhar
p.8
unresolved
—
Didan
p.8
unresolved
—
Marjudin
p.8
unresolved
—
Pius
p.8
unresolved
—
Mita
p.8
unresolved
—
Susi
p.8
unresolved
—
Putri
p.8
unresolved
—
Abi Rama
p.8
unresolved
—
Praz
p.8
unresolved
—
Rashid
p.8
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.