Back to announcement
20260623_BBIA_Penyampaian Bukti Iklan_32103554_lamp2.pdf
Other Text extracted BBIASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 2
Page 1
8 | INVESTOR DAILY – SENIN, 22 JUNI 2026
JADWAL 3) Apabila Perseroan ternyata tidak menyediakan dana secukupnya untuk pembayaran Bunga
Obligasi Subordinasi dan/atau pelunasan Pokok Obligasi Subordinasi setelah lewat Tanggal
Masa Penawaran Awal : 22 - 24 Juni 2026 Pembayaran Bunga Obligasi Subordinasi dan/atau Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi
Tanggal Efektif : 30 Juni 2026 Subordinasi, maka Perseroan harus membayar Denda. Denda yang dibayar oleh Perseroan yang
Masa Penawaran Umum : 1 - 2 Juli 2026 merupakan hak Pemegang Obligasi Subordinasi, yang oleh Agen Pembayaran akan diberikan
Tanggal Penjatahan : 3 Juli 2026 kepada Pemegang Obligasi Subordinasi secara proporsional berdasarkan besarnya Obligasi
Tanggal Distribusi Secara Elektronik (“Tanggal Emisi”) : 7 Juli 2026 Subordinasi yang dimilikinya.
Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan : 7 Juli 2026 INFORMASI DALAM DOKUMEN INI MASIH DAPAT DILENGKAPI DAN/ATAU DIUBAH. PERNYATAAN PENDAFTARAN EFEK INI TELAH DISAMPAIKAN KEPADA OTORITAS
Tambahan Utang yang Dapat Diperoleh Perseroan pada Masa yang Akan Datang
Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia : 8 Juli 2026 JASA KEUANGAN (“OJK”) NAMUN BELUM MEMPEROLEH PERNYATAAN EFEKTIF DARI OJK. DOKUMEN INI HANYA DAPAT DIGUNAKAN DALAM RANGKA PENAWARAN
AWAL TERHADAP EFEK INI. EFEK INI TIDAK DAPAT DIJUAL SEBELUM PERNYATAAN PENDAFTARAN YANG TELAH DISAMPAIKAN KE OJK MENJADI EFEKTIF. PEMESANAN Di dalam ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Subordinasi tidak ada pembatasan bagi
PENAWARAN UMUM OBLIGASI DAN OBLIGASI SUBORDINASI Perseroan untuk memperoleh tambahan utang pada masa yang akan akan datang, kecuali dalam
UNTUK MEMBELI EFEK INI HANYA DAPAT DILAKSANAKAN SETELAH CALON PEMBELI ATAU PEMESAN MENERIMA ATAU MEMPUNYAI KESEMPATAN UNTUK MEMBACA
1. Keterangan tentang Obligasi PROSPEKTUS. pemberitahuan kepada wali amanat apabila Perseroan akan mengeluarkan Obligasi Subordinasi atau
Nama Obligasi instrument hutang lain yang sejenis. Perseroan tidak dapat mengagunkan sebagian besar maupun
OJK TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI PROSPEKTUS seluruh pendapatan atau harta kekayaan Perseroan yang ada pada saat ini di luar kegiatan usaha
Obligasi Berkelanjutan V Bank UOB Indonesia Tahap I Tahun 2026.
RINGKAS. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM. Perseroan, tanpa persetujuan tertulis dari Wali Amanat.
Jenis Obligasi
Status Obligasi Subordinasi
Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterbitkan untuk didaftarkan
PROSPEKTUS RINGKAS INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA Keterangan lebih lengkap mengenai Status Obligasi Subordinasi dapat dilihat pada Bab I dalam
atas nama KSEI sebagai bukti utang untuk kepentingan Pemegang Obligasi. Obligasi ini didaftarkan
BERKONSULTASI DENGAN PIHAK YANG KOMPETEN. Prospektus dengan judul “Keterangan tentang Obligasi Subordinasi yang Diterbitkan.”
atas nama KSEI untuk kepentingan Pemegang Rekening di KSEI yang selanjutnya untuk kepentingan
Pemegang Obligasi dan didaftarkan pada tanggal diserahkannya Sertifikat Jumbo Obligasi oleh Hak-hak Pemegang Obligasi Subordinasi
PT BANK UOB INDONESIA (“PERSEROAN”) DAN PARA PENJAMIN PELAKSANA EMISI OBLIGASI DAN OBLIGASI SUBORDINASI BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS Keterangan lebih lengkap mengenai Hak-hak Pemegang Obligasi Subordinasi dapat dilihat pada Bab I
Perseroan kepada KSEI. Bukti kepemilikan Obligasi bagi Pemegang Obligasi adalah Konfirmasi Tertulis
KEBENARAN SEMUA INFORMASI, FAKTA, DATA, ATAU LAPORAN DAN KEJUJURAN PENDAPAT YANG TERCANTUM DALAM PROSPEKTUS. dalam Prospektus dengan judul “Keterangan tentang Obligasi Subordinasi yang Diterbitkan.”
yang diterbitkan oleh KSEI, Perusahaan Efek atau Bank Kustodian.
Jumlah Pokok Obligasi, Bunga Obligasi dan Jatuh Tempo Obligasi Pembelian Kembali Obligasi Subordinasi (Buy Back)
Obligasi yang akan diterbitkan dalam Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan V Bank Perseroan tidak dapat melakukan pembelian kembali (buy back) untuk sebagian atau seluruh Obligasi
UOB Indonesia Tahap I Tahun 2026 memiliki Jumlah Pokok Obligasi sebanyak-banyaknya sebesar Subordinasi.
Rp100.000.000.000,- (seratus miliar Rupiah), yang terdiri dari: 3. Keterangan Mengenai Pemeringkatan Obligasi dan Obligasi Subordinasi
Seri A : Jumlah Pokok Obligasi Seri A yang ditawarkan adalah sebesar Rp[●] ([●] Rupiah) dengan Sesuai dengan POJK NO. 7/2017, POJK No. 36/2014 dan POJK No. 49/2020, dalam rangka penerbitan
Tingkat bunga tetap Obligasi sebesar [●] ([●] persen) per tahun. Jangka waktu Obligasi Obligasi dan Obligasi Subordinasi ini, Perseroan telah memperoleh peringkat nasional dari PT Fitch
adalah 370 (tiga ratus tujuh puluh) Hari Kalender sejak Tanggal Emisi. Pembayaran PT Bank UOB Indonesia Ratings Indonesia yang dituangkan dalam Surat No. 44/DIR/RATLTR/III/2026 tanggal 11 Maret 2026
perihal Peringkat Privat PT Bank UOB Indonesia, PT Fitch Ratings Indonesia menetapkan peringkat:
Obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) sebesar 100% (seratus persen) dari
Kegiatan Usaha Utama:
Jumlah Pokok Obligasi Seri A pada saat jatuh tempo yaitu 17 Juli 2027. AAA(idn) AA(idn)
Jasa Perbankan
Seri B : Jumlah Pokok Obligasi Seri B yang ditawarkan adalah sebesar Rp[●] ([●] Rupiah) dengan Triple A Double A
Tingkat bunga tetap Obligasi sebesar [●] ([●] persen) per tahun. Jangka waktu Obligasi Berkedudukan di Jakarta Pusat, Indonesia
Hasil pemeringkatan Obligasi dan Obligasi Subordinasi ini tidak memiliki periode jatuh tempo, akan
adalah 3 (tiga) tahun sejak Tanggal Emisi. Pembayaran Obligasi dilakukan secara penuh
Kantor Pusat Jaringan Kantor tetapi akan dilakukan review peringkat dalam periode 1 (satu) tahun sekali.
(bullet payment) sebesar 100% (seratus persen) dari Jumlah Pokok Obligasi Seri B pada
saat jatuh tempo yaitu 7 Juli 2029. UOB Plaza Per tanggal 30 April 2026, jaringan layanan Perseroan mencakup 39 kantor cabang, Perusahaan Pemeringkat Efek, dalam hal ini Fitch, tidak memiliki hubungan Afiliasi dengan Perseroan,
Jl. M.H. Thamrin No. 10 43 kantor cabang pembantu dan 97 ATM yang tersebar di 39 kota/ kabupaten di sebagaimana didefinisikan dalam UUP2SK.
Seri C : Jumlah Pokok Obligasi Seri C yang ditawarkan adalah sebesar Rp[●] ([●] Rupiah) dengan
Tingkat bunga tetap Obligasi sebesar [●] ([●] persen) per tahun. Jangka waktu Obligasi Jakarta 10230 – Indonesia 16 provinsi yang bekerja sama dengan jaringan ATM Prima, ATM Bersama, Perseroan wajib menyampaikan peringkat tahunan atas Obligasi dan Obligasi Subordinasi kepada
adalah 5 (lima) tahun sejak Tanggal Emisi. Pembayaran Obligasi dilakukan secara penuh Telp. (021) 2350 6000 (hunting) serta jaringan regional ATM grup usaha United Overseas Bank Limited. OJK paling lambat 10 (sepuluh) Hari Kerja setelah berakhirnya masa berlaku peringkat terakhir sampai
(bullet payment) sebesar 100% (seratus persen) dari Jumlah Pokok Obligasi Seri C pada Fax. (021) 2993 6632 dengan Perseroan telah menyelesaikan seluruh kewajiban yang terkait dengan Obligasi dan Obligasi
saat jatuh tempo yaitu 7 Juli 2031. Website: www.uob.co.id Subordinasi yang diterbitkan, sebagaimana diatur dalam POJK No. 49/POJK.04/2020.
Email: corporatesecretary@uob.co.id 4. Keterangan Mengenai Wali Amanat
Jumlah yang wajib dibayarkan oleh Perseroan pada Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi adalah dengan
harga yang sama dengan jumlah Pokok Obligasi yang tertulis pada Konfirmasi Tertulis yang dimiliki oleh PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN OBLIGASI BERKELANJUTAN V BANK UOB INDONESIA Dalam rangka Penawaran Umum Obligasi dan Obligasi Subordinasi, Perseroan dan PT Bank Mandiri
Pemegang Obligasi pada Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi. DENGAN TARGET DANA YANG AKAN DIHIMPUN SEBESAR Rp2.000.000.000.000 (DUA TRILIUN RUPIAH) (Persero) Tbk., (“Mandiri”) selaku Wali Amanat telah menandatangani Perjanjian Perwaliamanatan
DAN Obligasi dan Perjanjian Perwaliamatan Obligasi Subordinasi.
Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi
PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN OBLIGASI SUBORDINASI BERKELANJUTAN V BANK UOB INDONESIA Keterangan lebih lengkap mengenai Wali Amanat dapat dilihat pada Bab XII dalam Prospektus dengan
Bunga Obligasi dibayarkan setiap triwulan, terhitung sejak Tanggal Emisi sesuai dengan tanggal
DENGAN TARGET DANA YANG AKAN DIHIMPUN SEBESAR RP2.000.000.000.000 (DUA TRILIUN RUPIAH) judul “Keterangan tentang Wali Amanat.”
pembayaran masing-masing Bunga Obligasi. Dalam hal Tanggal Pembayaran Bunga jatuh pada
hari bukan Hari Bursa, maka Bunga Obligasi dibayar pada Hari Bursa sesudahnya tanpa dikenakan BAHWA DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN TERSEBUT, PERSEROAN AKAN MENERBITKAN DAN MENAWARKAN Keterangan lebih lengkap mengenai Penawaran Umum Obligasi dan Obligasi Subordinasi dapat dilihat
Denda. OBLIGASI BERKELANJUTAN V BANK UOB INDONESIA TAHAP I TAHUN 2026 pada Bab I dalam Prospektus.
Jadwal pembayaran Bunga Obligasi adalah sebagaimana tercantum dalam tabel di bawah ini: DENGAN JUMLAH POKOK SEBANYAK-BANYAKNYA SEBESAR Rp100.000.000.000 (SERATUS MILIAR RUPIAH)
RENCANA PENGGUNAAN DANA HASIL PENAWARAN UMUM
Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang akan diterbitkan oleh Perseroan atas nama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (“KSEI”), sebagai bukti utang
Bunga ke- Seri A Seri B Seri C Seluruh dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi ini, setelah dikurangi
1 7 Oktober 2026 7 Oktober 2026 7 Oktober 2026 kepada Pemegang Obligasi. Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari jumlah Pokok Obligasi dan terdiri dari 3 (tiga) seri dengan ketentuan sebagai berikut:
dengan biaya Emisi akan dipergunakan seluruhnya oleh Perseroan untuk meningkatkan penyaluran
2 7 Januari 2027 7 Januari 2027 7 Januari 2027 Seri A : Jumlah Pokok Obligasi Seri A yang ditawarkan adalah sebesar Rp[●],- ([●] Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar [●]% ([●] persen) per tahun dengan jangka waktu 370 (tiga kredit. Selanjutnya, seluruh dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan
3 7 April 2027 7 April 2027 7 April 2027 ratus tujuh puluh) Hari Kalender terhitung sejak Tanggal Emisi. Pembayaran kembali Pokok Obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat Tanggal Pelunasan Pokok V Tahap II dan tahap berikutnya (jika ada), setelah dikurangi biaya-biaya emisi, rencananya akan
4 17 Juli 2027 7 Juli 2027 7 Juli 2027
Obligasi. dipergunakan untuk meningkatkan penyaluran kredit (kemudian disebut “Rencana Penggunaan
5 - 7 Oktober 2027 7 Oktober 2027
6 - 7 Januari 2028 7 Januari 2028 Seri B : Jumlah Pokok Obligasi Seri B yang ditawarkan adalah sebesar Rp[●],- ([●] Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar [●]% ([●] persen) per tahun dengan jangka waktu 3 (tiga) Dana Tahap Berikutnya”). Kepastian Rencana Penggunaan Dana Tahap Berikutnya akan ditentukan
7 - 7 April 2028 7 April 2028 tahun terhitung sejak Tanggal Emisi. Pembayaran kembali Pokok Obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi. dengan memperhatikan kebutuhan Perseroan dan kondisi pasar pada saat penerbitan berikutnya
8 - 7 Juli 2028 7 Juli 2028 Seri C : Jumlah Pokok Obligasi Seri C yang ditawarkan adalah sebesar Rp[●],- ([●] Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar [●]% ([●] persen) per tahun dengan jangka waktu 5 (lima) dan diungkapkan pada Informasi Tambahan atas penerbitan tahap II dan tahap berikutnya termasuk
9 - 7 Oktober 2028 7 Oktober 2028 tahun terhitung sejak Tanggal Emisi. Pembayaran kembali Pokok Obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi. perubahan dari pengungkapan dalam Prospektus (jika ada), dengan tetap tunduk pada ketentuan POJK
10 - 7 Januari 2029 7 Januari 2029 No. 36/POJK.04/2014.
11 - 7 April 2029 7 April 2029 Bunga Obligasi dibayarkan setiap triwulan, di mana Bunga Obligasi pertama akan dilakukan pada tanggal 7 Oktober 2026, sedangkan Bunga Obligasi terakhir sekaligus pelunasan Obligasi
Seluruh dana yang akan diperoleh dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Subordinasi
12 - 7 Juli 2029 7 Juli 2029 akan dibayarkan pada tanggal 17 Juli 2027 untuk Obligasi Seri A, tanggal 7 Juli 2029 untuk Obligasi Seri B dan tanggal 7 Juli 2031 untuk Obligasi Seri C. Pelunasan Obligasi dilakukan secara
ini, setelah dikurangi dengan biaya Emisi akan dipergunakan seluruhnya oleh Perseroan untuk
13 - - 7 Oktober 2029 penuh (bullet payment) pada saat jatuh tempo.
14 - - 7 Januari 2030 meningkatkan penyaluran kredit. Selanjutnya, seluruh dana yang diperoleh dari Penawaran Umum
Obligasi Berkelanjutan V Bank UOB Indonesia Tahap II dan/atau tahap selanjutnya (jika ada) akan ditentukan kemudian.
15 - - 7 April 2030 Obligasi Subordinasi Berkelanjutan V Tahap II dan tahap berikutnya (jika ada), setelah dikurangi biaya-
DAN
16 - - 7 Juli 2030 biaya emisi, rencananya akan dipergunakan untuk meningkatkan penyaluran kredit (kemudian disebut
OBLIGASI SUBORDINASI BERKELANJUTAN V BANK UOB INDONESIA TAHAP I TAHUN 2026
17 - - 7 Oktober 2030 “Rencana Penggunaan Dana Obligasi Subordinasi Tahap Berikutnya”). Kepastian Rencana
DENGAN JUMLAH POKOK SEBANYAK-BANYAKNYA SEBESAR RP100.000.000.000 (SERATUS MILIAR RUPIAH)
18 - - 7 Januari 2031 Penggunaan Dana Obligasi Subordinasi Tahap Berikutnya akan ditentukan dengan memperhatikan
19 - - 7 April 2031 Obligasi Subordinasi ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi Subordinasi yang akan diterbitkan oleh Perseroan atas nama KSEI, sebagai bukti utang kepada Pemegang kebutuhan Perseroan dan kondisi pasar pada saat penerbitan berikutnya dan diungkapkan pada
20 - - 7 Juli 2031 Obligasi Subordinasi. Obligasi Subordinasi ini ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari jumlah Pokok Obligasi Subordinasi dan terdiri dari 2 (dua) seri dengan ketentuan sebagai Informasi Tambahan atas penerbitan tahap II dan tahap berikutnya termasuk perubahan dari
Harga Penawaran berikut: pengungkapan dalam Prospektus (jika ada), dengan tetap tunduk pada ketentuan POJK No. 36/
Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari jumlah Pokok Obligasi. Seri A : Jumlah Pokok Obligasi Subordinasi Seri A yang ditawarkan adalah sebesar Rp[●],- ([●] Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar [●]% ([●] persen) per tahun dengan jangka POJK.04/2014.
Satuan Pemindahbukuan dan Jumlah Minimum Pemesanan waktu 7 (tujuh) tahun terhitung sejak Tanggal Emisi. Pembayaran kembali Pokok Obligasi Subordinasi dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat Tanggal Pelunasan Pokok Kemudian, Obligasi Subordinasi Berkelanjutan V Tahap I ini dapat diperhitungkan sebagai Modal
Satuan Pemindahbukuan sebesar Rp1,00 (satu Rupiah) atau kelipatannya. Jumlah minimum Obligasi Subordinasi. Pelengkap (Tier 2) yang memiliki fitur write down dalam hal Perseroan berpotensi terganggu
pemesanan Obligasi adalah Rp5.000.000,00 (lima juta Rupiah) dan/atau kelipatannya. Seri B : Jumlah Pokok Obligasi Subordinasi Seri B yang ditawarkan adalah sebesar Rp[●],- ([●] Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar [●]% ([●] persen) per tahun dengan jangka kelangsungan usahanya (point of non-viability) serta peningkatan komposisi struktur perhimpunan dana
waktu 10 (sepuluh) tahun terhitung sejak Tanggal Emisi. Pembayaran kembali Pokok Obligasi Subordinasi dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat Tanggal Pelunasan jangka panjang sesuai dengan POJK No. 11/POJK.03/2016.
Mata Uang Obligasi
Pokok Obligasi Subordinasi. Keterangan lebih lanjut mengenai Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum dapat dilihat pada Bab
Mata uang Obligasi ini adalah Rupiah.
II Prospektus.
Penyisihan Dana Pelunasan Obligasi (Sinking Fund) Bunga Obligasi Subordinasi dibayarkan setiap triwulan, di mana Bunga Obligasi Subordinasi pertama akan dilakukan pada tanggal 7 Oktober 2026, sedangkan Bunga Obligasi Subordinasi
terakhir sekaligus pelunasan Obligasi Subordinasi akan dibayarkan pada tanggal 7 Juli 2033 untuk Obligasi Subordinasi Seri A dan tanggal 7 Juli 2036 untuk Obligasi Subordinasi Seri B. PERNYATAAN UTANG
Perseroan tidak menyelenggarakan penyisihan dana pelunasan Obligasi ini dengan pertimbangan
Pelunasan Obligasi Subordinasi dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat jatuh tempo.
untuk mengoptimalkan penggunaan dana hasil Emisi Obligasi sesuai dengan tujuan rencana Pada tanggal 31 Desember 2025, Perseroan mempunyai total liabilitas sebesar Rp150.375.560 juta.
penggunaan dana hasil Emisi Obligasi. Obligasi Subordinasi Berkelanjutan V Bank UOB Indonesia Tahap II dan/atau tahap selanjutnya (jika ada) akan ditentukan kemudian.
Keterangan lebih lanjut mengenai Pernyataan Utang dapat dilihat dalam Bab III Prospektus.
Pembatasan dan Kewajiban Perseroan PENTING UNTUK DIPERHATIKAN
Keterangan lebih lengkap mengenai Pembatasan dan Kewajiban Perseroan dapat dilihat pada Bab I IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING
OBLIGASI INI TIDAK DIJAMIN DENGAN SUATU AGUNAN KHUSUS, TAPI DIJAMIN DENGAN SELURUH HARTA KEKAYAAN PERSEROAN, BAIK BERUPA BENDA BERGERAK
dalam Prospektus dengan judul “Keterangan tentang Obligasi yang Diterbitkan.” Calon investor harus membaca ikhtisar data keuangan penting yang disajikan di bawah ini bersamaan
MAUPUN BARANG TIDAK BERGERAK, BAIK YANG TELAH ADA MAUPUN YANG AKAN ADA DI KEMUDIAN HARI, MENJADI JAMINAN BAGI PEMEGANG OBLIGASI INI SESUAI
Kelalaian Perseroan DENGAN KETENTUAN DALAM PASAL 1131 DAN PASAL 1132 KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PERDATA INDONESIA. HAK PEMEGANG OBLIGASI ADALAH PARIPASU TANPA dengan laporan keuangan Perseroan beserta catatan atas laporan keuangan yang tercantum dalam
Keterangan lebih lengkap mengenai Kelalaian Perseroan dapat dilihat pada Bab I dalam Prospektus HAK PREFEREN DENGAN HAK-HAK KREDITUR PERSEROAN LAINNYA BAIK YANG ADA SEKARANG MAUPUN YANG AKAN ADA DI KEMUDIAN HARI, KECUALI HAK-HAK Prospektus. Calon investor juga harus membaca Bab V Prospektus yang berjudul Analisis dan
dengan judul “Keterangan tentang Obligasi yang Diterbitkan.” KREDITUR PERSEROAN YANG DIJAMIN SECARA KHUSUS DENGAN KEKAYAAN PERSEROAN BAIK YANG TELAH ADA MAUPUN YANG AKAN ADA DI KEMUDIAN HARI SESUAI Pembahasan oleh Manajemen.
RUPO DENGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG BERLAKU. Ikhtisar data keuangan penting di bawah ini diambil dari laporan posisi keuangan Perseroan pada
tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 serta laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, laporan
Keterangan lebih lengkap mengenai RUPO dapat dilihat pada Bab I dalam Prospektus dengan judul OBLIGASI SUBORDINASI INI TIDAK DIJAMIN DENGAN SUATU AGUNAN KHUSUS, TERMASUK TIDAK DIJAMIN OLEH NEGARA REPUBLIK INDONESIA ATAU PIHAK KETIGA perubahan ekuitas dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2025 dan 2024
“Keterangan tentang Obligasi yang Diterbitkan.” LAINNYA DAN TIDAK DIMASUKKAN DALAM PROGRAM PENJAMINAN BANK YANG DILAKSANAKAN OLEH LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN (LPS) ATAU LEMBAGA beserta catatan-catatan atas laporan-laporan tersebut yang telah disusun dan disajikan sesuai dengan
Tata Cara Pembayaran Bunga PENJAMINAN LAINNYA SESUAI DENGAN KETENTUAN PASAL 19 AYAT (1) HURUF F PERATURAN OJK NO: 11/POJK.03/2016 SEBAGAIMANA TERAKHIR DIUBAH DENGAN Standar Akuntansi Keuangan Indonesia.
1) Pemegang Obligasi yang berhak atas Bunga Obligasi adalah Pemegang Obligasi yang namanya PERATURAN OJK NO. 27 TAHUN 2022 DAN MERUPAKAN KEWAJIBAN PERSEROAN YANG DISUBORDINASI, SESUAI DENGAN KETENTUAN PERJANJIAN PERWALIAMANATAN.
HAK PEMEGANG OBLIGASI SUBORDINASI ADALAH PARIPASU TANPA HAK PREFEREN DENGAN HAK-HAK KREDITUR PERSEROAN LAINNYA YANG MEMEGANG KEWAJIBAN Laporan posisi keuangan Perseroan pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 serta laporan laba
tercatat dalam Daftar Pemegang Rekening pada 4 (empat) Hari Bursa sebelum Tanggal rugi dan penghasilan komprehensif lain, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas untuk tahun
Pembayaran Bunga Obligasi, kecuali ditentukan lain oleh KSEI sesuai dengan ketentuan PEMBAYARAN PERSEROAN YANG DISUBORDINASI, BAIK YANG ADA SEKARANG MAUPUN YANG AKAN ADA DIKEMUDIAN HARI. PEMEGANG OBLIGASI SUBORDINASI
MEMILIKI HAK TAGIH YANG LEBIH RENDAH DARI KREDITUR PREFEREN, KREDITUR YANG MEMPUNYAI HAK ISTIMEWA DAN KREDITUR KONKUREN YANG BUKAN yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, yang disusun oleh manajemen Perseroan
KSEI yang berlaku. Dengan demikian jika terjadi transaksi Obligasi dalam waktu 4 (empat) sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia dan disajikan dalam mata uang Rupiah,
Hari Bursa sebelum Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi, pembeli Obligasi yang menerima PEMEGANG OBLIGASI SUBORDINASI TETAPI MEMILIKI HAK TAGIH YANG TIDAK LEBIH RENDAH DARI PEMEGANG SAHAM PERSEROAN.
yang seluruhnya tercantum dalam Prospektus dan telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (“KAP”)
pengalihan Obligasi tersebut tidak berhak atas Bunga Obligasi pada periode Bunga Obligasi yang Purwanto Susanti dan Surja (firma anggota dari Ernst & Young Global Limited) berdasarkan standar
bersangkutan, kecuali ditentukan lain oleh KSEI sesuai dengan ketentuan KSEI yang berlaku. OBLIGASI INI MEMILIKI OPSI PEMBELIAN KEMBALI (BUY BACK). PEMBELIAN KEMBALI (BUY BACK) OBLIGASI DITUJUKAN SEBAGAI PELUNASAN ATAU DISIMPAN UNTUK
audit yang ditetapkan Institut Akuntan Publik Indonesia (“IAPI”), sebagaimana tercantum dalam laporan
2) Bunga Obligasi akan dibayarkan oleh Perseroan melalui KSEI selaku Agen Pembayaran kepada KEMUDIAN DIJUAL KEMBALI DENGAN HARGA PASAR YANG BARU DAPAT DILAKUKAN 1 (SATU) TAHUN SETELAH TANGGAL PENJATAHAN, DAN HANYA DAPAT DILAKUKAN
auditor independen No. 01419/2.1505/AU.1/07/0242-5/1/V/2026 tertanggal 22 Mei 2026 yang telah
Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening pada Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi yang OLEH PERSEROAN DARI PIHAK YANG TIDAK TERAFILIASI. RENCANA PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI WAJIB DILAPORKAN KEPADA OJK OLEH PERSEROAN PALING
ditandatangani oleh Yovita (Registrasi Akuntan Publik No. AP.0242). Laporan auditor independen
bersangkutan berdasarkan Daftar Pemegang Rekening. LAMBAT 2 (DUA) HARI KERJA SEBELUM PENGUMUMAN RENCANA PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI TERSEBUT DI SURAT KABAR. PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI
tersebut, yang juga tercantum dalam Prospektus, menyatakan opini tanpa modifikasian dan berisi
3) Pembayaran Bunga Obligasi kepada Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening DENGAN JUMLAH TERTENTU, BARU DAPAT DILAKUKAN SETELAH PENGUMUMAN RENCANA PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI. PENGUMUMAN TERSEBUT WAJIB
paragraf hal lain yang menyatakan penerbitan kembali laporan auditor independen.
dilakukan oleh Agen Pembayaran untuk dan atas nama Perseroan berdasarkan Perjanjian Agen DILAKUKAN PALING SEDIKIT MELALUI 1 (SATU) SURAT KABAR HARIAN BERBAHASA INDONESIA YANG BERPEREDARAN NASIONAL PALING LAMBAT 2 (DUA) HARI
KALENDER SEBELUM TANGGAL PENAWARAN UNTUK PEMBELIAN KEMBALI DIMULAI. LAPORAN POSISI KEUANGAN
Pembayaran.
(dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4) Pembayaran Bunga Obligasi yang terutang, yang dilakukan oleh Perseroan kepada Pemegang PERSEROAN TIDAK DAPAT MELAKUKAN PEMBELIAN KEMBALI (BUY BACK) UNTUK SEBAGIAN ATAU SELURUH OBLIGASI SUBORDINASI.
Obligasi melalui Agen Pembayaran, dianggap pembayaran lunas oleh Perseoan kepada 31 Desember
Keterangan
Pemegang Obligasi, dengan memperhatikan Perjanjian Agen Pembayaran dengan demikian 2025 2024
RISIKO UTAMA PERSEROAN ADALAH RISIKO KREDIT, YAITU RISIKO KERUGIAN YANG TIMBUL DARI KEGAGALAN DEBITUR ATAU REKANAN DALAM MEMENUHI
Perseroan dibebaskan dari kewajiban untuk melakukan pembayaran Bunga Obligasi yang ASET
KEWAJIBAN KEUANGANNYA PADA SAAT KEWAJIBAN TERSEBUT SUDAH JATUH TEMPO. KETERANGAN LEBIH LANJUT TENTANG RISIKO USAHA DAPAT DILIHAT PADA
bersangkutan. BAB VI PROSPEKTUS. Kas 642.704 681.840
Pembayaran Bunga Obligasi dan Pelunasan Pokok Obligasi Giro pada Bank Indonesia 7.115.892 5.798.664
1) Pembayaran Bunga Obligasi dan/atau pelunasan Pokok Obligasi kepada Pemegang Obligasi RISIKO YANG DIHADAPI INVESTOR PEMBELI OBLIGASI ADALAH TIDAK LIKUIDNYA OBLIGASI YANG DITAWARKAN DALAM PENAWARAN UMUM INI YANG ANTARA LAIN Giro pada bank lain
melalui Pemegang Rekening akan dilakukan oleh Agen Pembayaran untuk dan atas nama DISEBABKAN KARENA TUJUAN PEMBELIAN OBLIGASI SEBAGAI INVESTASI JANGKA PANJANG. Pihak ketiga 968.417 791.456
Perseroan berdasarkan Perjanjian Agen Pembayaran. Pembayaran Bunga Obligasi dan/atau RISIKO YANG DIHADAPI INVESTOR PEMBELI OBLIGASI SUBORDINASI ADALAH (i) OBLIGASI SUBORDINASI DAPAT DI WRITE DOWN APABILA OJK MENETAPKAN BAHWA Pihak berelasi 34.374 35.593
pelunasan Pokok Obligasi yang dilakukan oleh Perseroan kepada Agen Pembayaran tersebut PERSEROAN BERPOTENSI TERGANGGU KELANGSUNGAN USAHANYA (POINT OF NON-VIABILITY) SESUAI DENGAN PASAL 19.1.C PERATURAN OJK NO. 11/POJK.03/2016 1.002.791 827.049
dianggap pembayaran lunas oleh Perseroan kepada Pemegang Obligasi atas Bunga Obligasi SEBAGAIMANA TERAKHIR DIUBAH DENGAN PERATURAN OJK NO. 27 TAHUN 2022 DAN/ATAU TERJADINYA HAL-HAL SEBAGAIMANA DIATUR DALAM SURAT EDARAN OJK
dan/atau pelunasan Pokok Obligasi yang terutang dan telah jatuh tempo. Cadangan kerugian penurunan nilai (2.642) (5.536)
NO. 20/SEOJK.03/2016, (ii) PENANGGUHAN PEMBAYARAN POKOK DAN BUNGA OBLIGASI SUBORDINASI PADA PEMEGANG OBLIGASI SUBORDINASI SEBAGAI DAMPAK
2) Dengan dilakukannya pembayaran kepada Agen Pembayaran tersebut, maka tanggung jawab DARI PEMENUHAN ATAS PASAL 19.1.E PERATURAN OJK NO. 11/ POJK.03/2016 SEBAGAIMANA TERAKHIR DIUBAH DENGAN PERATURAN OJK NO. 27 TAHUN 2022. Neto 1.000.149 821.513
pembayaran kepada Pemegang Obligasi beralih kepada Agen Pembayaran, sesuai dengan Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain 407.704 3.657.057
ketentuan Perjanjian Agen Pembayaran, dengan demikian Perseroan dibebaskan dari kewajiban PERSEROAN HANYA MENERBITKAN SERTIFIKAT JUMBO OBLIGASI DAN OBLIGASI SUBORDINASI DIDAFTARKAN ATAS NAMA KSEI DAN AKAN DIDISTRIBUSIKAN DALAM Cadangan kerugian penurunan nilai - -
untuk melakukan pembayaran Bunga Obligasi dan/atau pelunasan Pokok Obligasi yang BENTUK ELEKTRONIK YANG DIADMINISTRASIKAN DALAM PENITIPAN KOLEKTIF DI KSEI. Neto 407.704 3.657.057
bersangkutan.
Efek-efek yang diperdagangkan 3.753.885 2.306.993
3) Apabila Perseroan ternyata tidak menyediakan dana secukupnya untuk pembayaran Bunga DALAM RANGKA PENERBITAN OBLIGASI, PERSEROAN TELAH MEMPEROLEH DALAM RANGKA PENERBITAN OBLIGASI SUBORDINASI, PERSEROAN TELAH Investasi keuangan 37.293.368 32.468.862
Obligasi dan/atau pelunasan Pokok Obligasi setelah lewat Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi HASIL PEMERINGKATAN ATAS EFEK UTANG JANGKA PANJANG MEMPEROLEH HASIL PEMERINGKATAN ATAS EFEK UTANG JANGKA PANJANG
dan/atau Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi, maka Perseroan harus membayar Denda. Denda DARI PT FITCH RATINGS INDONESIA (“FITCH”) DENGAN PERINGKAT Cadangan kerugian penurunan nilai (19.661) (16.036)
DARI PT FITCH RATINGS INDONESIA (“FITCH”) DENGAN PERINGKAT
yang dibayar oleh Perseroan yang merupakan hak Pemegang Obligasi, yang oleh Agen Neto 37.273.707 32.452.826
Pembayaran akan diberikan kepada Pemegang Obligasi secara proporsional berdasarkan AAAidn (triple A) AAidn (double A)
Tagihan derivatif
besarnya Obligasi yang dimilikinya.
Pencatatan atas Obligasi dan Obligasi Subordinasi yang ditawarkan ini akan dilakukan pada Bursa Efek Indonesia Pihak ketiga 1.155.932 1.516.939
Tambahan Utang yang Dapat Diperoleh Perseroan pada Masa yang Akan Datang
Pihak berelasi 448.994 545.254
Di dalam ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi tidak ada pembatasan bagi Perseroan untuk PENJAMIN PELAKSANA EMISI OBLIGASI DAN OBLIGASI SUBORDINASI
1.604.926 2.062.193
memperoleh tambahan utang pada masa yang akan akan datang, kecuali dalam pemberitahuan kepada
Kredit yang diberikan
wali amanat apabila emiten akan mengeluarkan obligasi atau instrumen hutang lain yang sejenis.
Perseroan tidak dapat mengagunkan sebagian besar maupun seluruh pendapatan atau harta kekayaan PT Indo Premier Sekuritas Pihak ketiga 111.722.886 100.337.504
Perseroan yang ada pada saat ini di luar kegiatan usaha Perseroan, tanpa persetujuan tertulis dari Pihak berelasi 59.454 74.305
Wali Amanat. PENJAMIN EMISI OBLIGASI DAN OBLIGASI SUBORDINASI
111.782.340 100.411.809
[Akan ditentukan kemudian]
Hak-hak Pemegang Obligasi Cadangan kerugian penurunan nilai (3.825.446) (3.959.553)
Keterangan lebih lengkap mengenai Hak-Hak Pemegang Obligasi dapat dilihat pada Bab I dalam WALI AMANAT Neto 107.956.894 96.452.256
Prospektus dengan judul “Keterangan tentang Obligasi yang Diterbitkan.” PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Pembelian Kembali Obligasi (Buy Back) Penawaran Obligasi dan Obligasi Subordinasi ini akan dijamin secara kesanggupan penuh (full commitment) Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali 1.703.647 1.653.008
Keterangan lebih lengkap mengenai Pembelian Kembali Obligasi (Buy Back) dapat dilihat pada Bab I Tagihan akseptasi 2.594.758 2.422.663
dalam Prospektus dengan judul “Keterangan tentang Obligasi yang Diterbitkan.”
Cadangan kerugian penurunan nilai (4.482) (4.782)
2. Keterangan tentang Obligasi Subordinasi Prospektus Ringkas ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 22 Juni 2026.
Neto 2.590.276 2.417.881
Nama Obligasi Subordinasi
Aset pajak tangguhan - neto 100.444 641.832
Obligasi Subordinasi Berkelanjutan V Bank UOB Indonesia Tahap I Tahun 2026
Aset tetap dan aset hak guna
Jenis Obligasi Subordinasi
Biaya perolehan 5.743.634 5.663.666
Obligasi Subordinasi ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi Subordinasi yang Bunga ke- Seri A Seri B Obligasi Subordinasi merupakan obligasi yang kewajiban pembayarannya tidak dijamin dengan suatu
26 7 Januari 2033 7 Januari 2033 agunan khusus dan tidak dijamin oleh pihak ketiga, hal tersebut tanpa mengurangi ketentuan dalam Akumulasi penyusutan (3.206.730) (2.724.050)
diterbitkan untuk didaftarkan atas nama KSEI sebagai bukti utang untuk kepentingan Pemegang
Obligasi Subordinasi. Obligasi Subordinasi ini didaftarkan atas nama KSEI untuk kepentingan
27 7 April 2033 7 April 2033 Pasal 5.17 dan Pasal 11 Perjanjian Perwaliamantan Obligasi Subordinasi, termasuk tidak dijamin oleh Nilai buku 2.536.904 2.939.616
28 7 Juli 2033 7 Juli 2033 negara Republik Indonesia dan tidak dimasukkan dalam program penjaminan bank yang dilaksanakan Asset tak berwujud
Pemegang Rekening di KSEI yang selanjutnya untuk kepentingan Pemegang Obligasi Subordinasi dan 29 - 7 Oktober 2033
didaftarkan pada tanggal diserahkannya Sertifikat Jumbo Obligasi Subordinasi oleh Perseroan kepada oleh Lembaga Penjaminan Simpanan atau penggantinya sesuai dengan peraturan perundang- Aset tidak berwujud 320.000 320.000
30 - 7 Januari 2034
KSEI. Bukti kepemilikan Obligasi Subordinasi bagi Pemegang Obligasi Subordinasi adalah Konfirmasi undangan yang berlaku yang merupakan kewajiban Perseroan yang disubordinasi terhadap pemegang
31 - 7 April 2034 Akumulasi amortisasi (69.333) (37.333)
Tertulis yang diterbitkan oleh KSEI, Perusahaan Efek atau Bank Kustodian. 32 - 7 Juli 2034
utang senior.
Nilai Buku 250.667 282.667
Jumlah Pokok, Jangka Waktu, Tingkat Bunga dan Jatuh Tempo Obligasi Subordinasi 33 - 7 Oktober 2034 Penyisihan Dana Pelunasan Obligasi Subordinasi (Sinking Fund)
Goodwill 813.973 813.973
34 - 7 Januari 2035 Perseroan tidak menyelenggarakan penyisihan dana untuk Obligasi Subordinasi ini dengan
Obligasi Subordinasi yang akan diterbitkan dalam Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi 35 - 7 April 2035 Neto 1.064.640 1.096.640
Subordinasi Berkelanjutan V Bank UOB Indonesia Tahap I Tahun 2026 memiliki Jumlah Pokok Obligasi pertimbangan untuk mengoptimalkan penggunaan dana hasil Penawaran Umum Obligasi Subordinasi
36 - 7 Juli 2035 Aset lain-lain – neto 2.747.431 3.159.463
Subordinasi sebanyak-banyaknya sebesar Rp100.000.000.000,- (seratus miliar Rupiah), yang terdiri 37 - 7 Oktober 2035
ini sesuai dengan tujuan rencana penggunaan dana Penawaran Umum Obligasi Subordinasi.
Pembatasan dan Kewajiban Perseroan TOTAL ASET 170.499.203 156.141.782
dari: 38 - 7 Januari 2036
39 - 7 April 2036 Keterangan lebih lengkap mengenai Pembatasan dan Kewajiban Perseroan dapat dilihat pada Bab I
Seri A : Jumlah Pokok Obligasi Subordinasi Seri A yang ditawarkan adalah sebesar Rp[●] ([●] 40 - 7 Juli 2036 dalam Prospektus dengan judul “Keterangan tentang Obligasi Subordinasi yang Diterbitkan.” LIABILITAS
Rupiah) dengan Tingkat bunga tetap Obligasi Subordinasi sebesar [●] ([●] persen) per
Harga Penawaran Kelalaian Perseroan Liabilitas segera 441.003 504.053
tahun. Jangka waktu Obligasi Subordinasi adalah 7 (tujuh) tahun sejak Tanggal Emisi.
Pembayaran Obligasi Subordinasi dilakukan secara penuh (bullet payment) sebesar 100% Obligasi Subordinasi ini ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari jumlah Pokok Obligasi Keterangan lebih lengkap mengenai Pembatasan dan Kewajiban Perseroan dapat dilihat pada Bab I Simpanan dari nasabah
(seratus persen) dari Jumlah Pokok Obligasi Subordinasi Seri A pada saat jatuh tempo Subordinasi. dalam Prospektus dengan judul “Keterangan tentang Obligasi Subordinasi yang Diterbitkan.” Giro
yaitu 7 Juli 2033. Satuan Pemindahbukuan dan Jumlah Minimum Pemesanan RUPO Pihak ketiga 38.680.341 31.963.545
Seri B : Jumlah Pokok Obligasi Subordinasi Seri B yang ditawarkan adalah sebesar Rp[●] ([●] Satuan Pemindahbukuan sebesar Rp1,00 (satu Rupiah) atau kelipatannya. Jumlah minimum Keterangan lebih lengkap mengenai Pembatasan dan Kewajiban Perseroan dapat dilihat pada Bab I Pihak berelasi 398.907 170.905
Rupiah) dengan Tingkat bunga tetap Obligasi Subordinasi sebesar [●] ([●] persen) per pemesanan Obligasi Subordinasi adalah Rp5.000.000,00 (lima juta Rupiah) dan/atau kelipatannya. dalam Prospektus dengan judul “Keterangan tentang Obligasi Subordinasi yang Diterbitkan.” 39.079.248 32.134.450
tahun. Jangka waktu Obligasi Subordinasi adalah 10 (sepuluh) tahun sejak Tanggal Emisi. Mata Uang Obligasi Subordinasi Tata Cara Pembayaran Bunga Tabungan
Pembayaran Obligasi Subordinasi dilakukan secara penuh (bullet payment) sebesar 100% Mata uang Obligasi Subordinasi ini adalah Rupiah. 1) Pemegang Obligasi Subordinasi yang berhak atas Bunga Obligasi Subordinasi adalah Pemegang Pihak ketiga 40.477.293 34.943.776
(seratus persen) dari Jumlah Pokok Obligasi Subordinasi Seri B pada saat jatuh tempo Obligasi Subordinasi yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Rekening pada 4 (empat)
Jaminan Obligasi Subordinasi Pihak berelasi 122.048 132.128
yaitu 7 Juli 2036. Hari Bursa sebelum Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi Subordinasi, kecuali ditentukan lain
Obligasi Subordinasi ini tidak dijamin dengan jaminan khusus termasuk tidak dijamin oleh Negara 40.599.341 35.075.904
Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi Subordinasi Republik Indonesia atau pihak ketiga lainnya dan tidak dimasukkan dalam program Penjaminan Bank oleh KSEI sesuai dengan ketentuan KSEI yang berlaku. Dengan demikian jika terjadi transaksi
Deposito berjangka
Bunga Obligasi Subordinasi dibayarkan setiap triwulan, terhitung sejak Tanggal Emisi sesuai dengan yang dilaksanakan oleh Lembaga Penjaminan Simpanan atau penggantinya sesuai dengan peraturan Obligasi Subordinasi dalam waktu 4 (empat) Hari Bursa sebelum Tanggal Pembayaran Bunga
Pihak ketiga 53.509.990 49.555.911
tanggal pembayaran masing-masing Bunga Obligasi Subordinasi. Dalam hal Tanggal Pembayaran perundang-undangan yang berlaku dan mengikuti ketentuan Pasal 19 ayat (1) hurut f POJK No. 11/ Obligasi Subordinasi, pembeli Obligasi Subordinasi yang menerima pengalihan Obligasi
POJK.03/2016 dan merupakan kewajiban Perseroan yang disubordinasi, sesuai dengan ketentuan Subordinasi tersebut tidak berhak atas Bunga Obligasi Subordinasi pada periode Bunga Obligasi Pihak berelasi 124.103 145.485
Bunga jatuh pada hari bukan Hari Bursa, maka Bunga Obligasi Subordinasi dibayar pada Hari Bursa
sesudahnya tanpa dikenakan Denda. Pasal 5 ayat 5.17 jo. Pasal 11 Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Subordinasi. Subordinasi yang bersangkutan, kecuali ditentukan lain oleh KSEI sesuai dengan ketentuan KSEI 53.634.093 49.701.396
Jadwal pembayaran Bunga Obligasi Subordinasi adalah sebagaimana tercantum dalam tabel di bawah Sifat-sifat Khusus Obligasi Subordinasi yang berlaku. Total simpanan dari nasabah 133.312.682 116.911.750
ini: POJK No. 11/POJK.03/2016 mengatur mengenai syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi oleh suatu 2) Bunga Obligasi Subordinasi akan dibayarkan oleh Perseroan melalui KSEI selaku Agen Simpanan dari bank lain 3.795.269 4.440.259
obligasi subordinasi untuk dapat diperlakukan sebagai modal pelengkap (Tier 2) suatu bank, yang Pembayaran kepada Pemegang Obligasi Subordinasi melalui Pemegang Rekening pada Tanggal Bunga yang masih harus dibayar 189.091 195.817
Bunga ke- Seri A Seri B Pembayaran Bunga Obligasi Subordinasi yang bersangkutan berdasarkan Daftar Pemegang
1 7 Oktober 2026 7 Oktober 2026 pada pokoknya mencakup bahwa setelah memperoleh persetujuan OJK untuk dapat diperhitungkan Utang pajak 141.245 105.211
sebagai komponen modal, bersifat subordinasi, memiliki fitur untuk dikonversi menjadi saham biasa Rekening.
2 7 Januari 2027 7 Januari 2027 Liabilitas derivatif
atau mekanisme Write Down dalam hal Perseroan berpotensi terganggu kelangsungan usaha (point 3) Pembayaran Bunga Obligasi Subordinasi kepada Pemegang Obligasi Subordinasi melalui
3 7 April 2027 7 April 2027
4 7 Juli 2027 7 Juli 2027 of non-viability) dan memiliki jangka waktu 5 (lima) tahun atau lebih serta hanya dapat dilunasi setelah Pemegang Rekening dilakukan oleh Agen Pembayaran untuk dan atas nama Perseroan Pihak ketiga 560.419 1.049.196
5 7 Oktober 2027 7 Oktober 2027 memperoleh persetujuan OJK. berdasarkan Perjanjian Agen Pembayaran. Pihak berelasi 901.166 1.176.694
6 7 Januari 2028 7 Januari 2028 Sesuai dengan Surat Edaran OJK No. 20/SEOJK.03/2016, Obligasi Subordinasi harus dilakukan 4) Pembayaran Bunga Obligasi Subordinasi yang terutang, yang dilakukan oleh Perseroan kepada 1.461.585 2.225.890
7 7 April 2028 7 April 2028
konversi menjadi saham biasa atau Write Down terhadap dalam hal sebagai berikut: Pemegang Obligasi Subordinasi melalui Agen Pembayaran, dianggap pembayaran lunas Liabilitas akseptasi 2.005.479 2.306.951
8 7 Juli 2028 7 Juli 2028 oleh Perseoan kepada Pemegang Obligasi Subordinasi, dengan memperhatikan Perjanjian
9 7 Oktober 2028 7 Oktober 2028 i. rasio modal inti utama (Common Equity Tier 1/CET 1) lebih rendah atau sama dengan 5,125%
Agen Pembayaran dengan demikian Perseroan dibebaskan dari kewajiban untuk melakukan
10 7 Januari 2029 7 Januari 2029 (lima koma seratus dua puluh lima persen) dari aset tertimbang menurut risiko (ATMR) baik secara Liabilitas atas surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali 3.524.684 5.576.054
pembayaran Bunga Obligasi Subordinasi yang bersangkutan.
11 7 April 2029 7 April 2029 individu maupun konsolidasi dengan anak perusahaan; dan/atau
Pembayaran Bunga Obligasi Subordinasi dan Pelunasan Pokok Obligasi Subordinasi Liabilitas atas imbalan kerja 359.289 438.894
12 7 Juli 2029 7 Juli 2029 ii. terdapat rencana dari otoritas yang berwenang untuk melakukan penyertaan modal kepada Bank
Efek utang yang diterbitkan - neto 944.990 1.041.910
13 7 Oktober 2029 7 Oktober 2029 yang dinilai berpotensi terganggu kelangsungan usahanya; dan 1) Pembayaran Bunga Obligasi Subordinasi dan/atau pelunasan Pokok Obligasi Subordinasi
14 7 Januari 2030 7 Januari 2030 iii. terdapat perintah dari OJK untuk melakukan konversi menjadi saham biasa dan/atau Write Down. kepada Pemegang Obligasi Subordinasi melalui Pemegang Rekening akan dilakukan oleh Liabilitas lain-lain 4.200.243 4.568.826
15 7 April 2030 7 April 2030
Dalam hal Perseroan berpotensi terganggu kelangsungan usaha (point of non-viability), Perseroan Agen Pembayaran untuk dan atas nama Perseroan berdasarkan Perjanjian Agen Pembayaran. TOTAL LIABILITAS 150.375.560 138.315.615
16 7 Juli 2030 7 Juli 2030
akan menerapkan mekanisme Write Down sesuai dengan Pasal 19 POJK No. 11/POJK.03/2016 tanpa Pembayaran Bunga Obligasi Subordinasi dan/atau pelunasan Pokok Obligasi Subordinasi yang
17 7 Oktober 2030 7 Oktober 2030 EKUITAS
18 7 Januari 2031 7 Januari 2031 memerlukan persetujuan dari Pemegang Obligasi Subordinasi atau tanpa memerlukan keputusan dilakukan oleh Perseroan kepada Agen Pembayaran tersebut dianggap pembayaran lunas oleh
RUPO. Perseroan kepada Pemegang Obligasi Subordinasi atas Bunga Obligasi Subordinasi dan/atau Modal saham
19 7 April 2031 7 April 2031
20 7 Juli 2031 7 Juli 2031 Terkait dengan pembayaran pokok dan/atau imbal hasil suatu obligasi subordinasi, POJK No. 11/ pelunasan Pokok Obligasi Subordinasi yang terutang dan telah jatuh tempo. Modal dasar 3.056.898 3.056.898
21 7 Oktober 2031 7 Oktober 2031 POJK.03/2016 memuat ketentuan bahwa pembayaran pokok dan/atau imbal hasil suatu obligasi 2) Dengan dilakukannya pembayaran kepada Agen Pembayaran tersebut, maka tanggung jawab Tambahan modal disetor - neto 4.938.526 4.938.526
22 7 Januari 2032 7 Januari 2032 subordinasi juga dapat ditangguhkan dan diakumulasikan antar periode (cumulative) apabila pembayaran kepada Pemegang Obligasi Subordinasi beralih kepada Agen Pembayaran, sesuai Penghasilan komprehensif lain 479.434 (288.965)
23 7 April 2032 7 April 2032 dengan ketentuan Perjanjian Agen Pembayaran, dengan demikian Perseroan dibebaskan dari
pembayaran pokok dan/atau imbal hasil suatu obligasi subordinasi dapat menyebabkan rasio Kewajiban Saldo laba
24 7 Juli 2032 7 Juli 2032
Penyediaan Modal Minimum (KPMM) secara individu atau secara konsolidasi tidak memenuhi kewajiban untuk melakukan pembayaran Bunga Obligasi Subordinasi dan/atau pelunasan Pokok
25 7 Oktober 2032 7 Oktober 2032 Telah ditentukan penggunaannya 156.037 151.975
ketentuan sebagaimana diatur dalam Pasal 2, Pasal 3 dan Pasal 7 POJK No. 11/POJK.03/2016. Obligasi Subordinasi yang bersangkutan.
Ringkas Bank UOB Indonesia Investor 22_Juni_2026.indd 1 21/06/26 15.37
Page 2
INVESTOR DAILY – SENIN, 22 JUNI 2026 | 9
31 Desember 2. ASET, LIABILITAS DAN EKUITAS Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan Perseroan adalah melakukan Pemesan yang Berhak
Keterangan
2025 2024 ASET usaha dalam Bank Umum sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Perseroan telah Untuk (i) Obligasi, terbatas pada warga negara Indonesia dan/atau institusi atau badan hukum Indonesia
Belum ditentukan penggunaannya 11.492.748 9.967.733 Posisi tanggal 31 Desember 2025 dibandingkan posisi keuangan tanggal 31 Desember 2024 memperoleh izin untuk menjalankan aktivitas sebagai bank umum berdasarkan: yang bertempat tinggal/berkedudukan di Indonesia; dan (ii) untuk Obligasi Subordinasi, mencakup
TOTAL EKUITAS 20.123.643 17.826.167 Total aset. Total aset Perseroan pada tanggal 31 Desember 2025 meningkat sebesar 9,20% menjadi a. Izin Bank Umum No. 203443/U.M.II tanggal 15 Oktober 1956 tentang pemberian izin kepada perorangan, institusi dan/atau badan hukum, baik warga negara Indonesia maupun asing, serta
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 170.499.203 156.141.782 Rp170.499.203 juta dibandingkan total aset Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Perseroan untuk melakukan kegiataan usaha sebagai Bank Umum yang dikeluarkan oleh Menteri institusi dan/atau badan hukum Indonesia maupun asing, baik yang bertempat tinggal/berkedudukan
Rp156.141.782 juta. Kenaikan tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan kredit yang diberikan Keuangan sebagaimana diubah dengan Surat Gubernur Bank Indonesia No. 12/45/KEP.GBI/2010 di Indonesia maupun di luar Indonesia, seluruhnya dengan memperhatikan peraturan perundang-
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN kepada pihak ketiga yang mayoritas berasal dari sektor industri pengelolaan & perdagangan, hal ini tanggal 10 Juni 2010 yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia (BI); undangan yang berlaku di Indonesia.
(dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) sejalan dengan strategi manajemen untuk fokus mengembangkan nasabah new to bank terutama b. Keputusan Gubernur BI No. 13/34/KEP/GBI/2011 tanggal 19 Mei 2011 tentang Perubahan Pemesanan Pembelian Obligasi dan Obligasi Subordinasi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal pada sektor industri. Bank juga memanfaatkan jaringan regional untuk meningkatkan konektivitas dan Penggunaan Izin Usaha atas Nama PT Bank UOB Buana Menjadi Izin Usaha atas Nama PT Bank Pemesanan pembelian Obligasi dan Obligasi Subordinasi dilakukan menggunakan Formulir Pemesanan
Keterangan 31 Desember memperkuat arus perdagangan (trade flow). Serta peningkatan pada investasi keuangan terutama UOB Indonesia yang dikeluarkan oleh BI; dan Pembelian Obligasi dan Obligasi Subordinasi (“FPPO”), baik dalam bentuk hardcopy yang diperoleh
2025 2024 obligasi pemerintah yang sejalan dengan kenaikan dana pihak ketiga yang meningkatkan likuiditas c. Izin Bank Devisa No. 9/39/KEP/DIR/UD tanggal 22 Juli 1976 tentang Penunjukkan kantor pusat dari kantor Penjamin Emisi Obligasi dan Obligasi Subordinasi maupun softcopy yang diperloleh melalui
PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL Bank. Sebagian likuiditas tersebut ditempatkan pada Obligasi Pemerintah yang sebagai instrumen yang Perseroan sebagai Bank Devisa yang dikeluarkan oleh BI. email dari Penjamin Emisi Obligasi dan Obligasi Subordinasi (fixed.income@ipc.co.id), dan pemesanan
Pendapatan dan beban bunga relative aman dan likuid, sekaligus untuk optimalisasi yield serta mendukung pengelolaan likuiditas Per tanggal 30 April 2026, jaringan layanan Perseroan mencakup mencakup 39 kantor cabang, 43 yang telah diajukan tidak dapat dibatalkan oleh pemesan. Pemesanan Pembelian Obligasi dan Obligasi
Pendapatan bunga 11.367.636 11.496.066 Bank. kantor cabang pembantu dan 97 ATM yang tersebar di 39 kota/ kabupaten di 16 provinsi yang bekerja Subordinasi dilakukan dengan menggunakan FPPO untuk keperluan ini dan dikeluarkan oleh Penjamin
Beban bunga (5.354.292) (5.651.691)
LIABILITAS sama dengan jaringan ATM Prima, ATM Bersama, dan jaringan VISA di seluruh dunia, serta jaringan Emisi Obligasi dan Obligasi Subordinasi yang dibuat 5 (lima) rangkap atau dalam bentuk softcopy.
PENDAPATAN BUNGA - NETO 6.013.344 5.844.375 regional ATM grup usaha United Overseas Bank Limited. Pemesanan pembelian Obligasi dan Obligasi Subordinasi yang dilakukan menyimpang dari ketentuan-
Pendapatan Operasional Lainnya Posisi tanggal 31 Desember 2025 dibandingkan posisi keuangan tanggal 31 Desember 2024
Perseroan dimiliki sebesar 68,943% oleh UOB International Investment Private Limited, Singapura, ketentuan tersebut di atas tidak dilayani.
Komisi dan jasa administrasi - neto 299.664 330.110 Total liabilitas. Total liabilitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2025 meningkat sebesar 8,72% anak perusahaan dari United Overseas Bank Limited, Singapura, dan sebesar 30,056% oleh United
Keuntungan yang telah direalisasi dan belum direalisasi atas efek-efek yang menjadi Rp150.375.560 juta dibandingkan total liabilitas pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Jumlah Minimum Pemesanan
Overseas Bank Limited, Singapura, sedangkan pemegang saham lainnya yaitu Yayasan Kesejahteraan Pemesanan pembelian Obligasi dan Obligasi Subordinasi harus dilakukan dalam jumlah sekurang-
dijual dan perubahan nilai wajar efek-efek yang diperdagangkan - neto 562.272 396.275 Rp138.315.615 juta. Hal ini sejalan dengan strategi manajemen untuk meningkatkan dana murah.
Keuntungan transaksi mata uang asing 258.429 197.723
Nusantara sebesar 1,000% dan publik (terdiri dari 27 pemegang saham) sebesar 0,001%. kurangnya satu satuan perdagangan senilai Rp5.000.000,00 (lima juta Rupiah) atau kelipatannya.
Kenaikan tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan total simpanan dari nasabah terutama simpanan
Lain-lain - neto 747.819 728.754 giro yang sebagian di-offset dengan penurunan liabilitas atas surat berharga yang dijual dengan janji Kantor pusat Perseroan berlokasi di UOB Plaza, Jl. M.H. Thamrin No. 10, Jakarta Pusat 10230. Masa Penawaran Umum
Total pendapatan operasional lainnya - neto 1.868.184 1.652.862 dibeli kembali karena posisi likuiditas Bank yang terjaga dan dikelola dengan baik. B. Perkembangan Struktur Permodalan, Susunan Pemegang Saham Dan Kepemilikan Saham Masa Penawaran Umum Obligasi dan Obligasi Subordinasi akan dilaksanakan selama dua Hari Kerja,
Pembentukan penyisihan kerugian
EKUITAS Perseroan yaitu pada tanggal 1 Juli 2026 sampai dengan 2 Juli 2026 pukul 16.00 WIB sebagai berikut:
penurunan nilai: Berdasarkan Akta 38/2023 dan Daftar Pemegang Saham per tanggal 31 Mei 2026 yang dikeluarkan oleh
Aset keuangan (768.966) (1.071.370) Posisi tanggal 31 Desember 2025 dibandingkan posisi keuangan tanggal 31 Desember 2024 Masa Penawaran Umum Waktu Pemesanan
PT Raya Saham Registra selaku Biro Administarsi Efek Perseroan, adalah sebagai berikut:
Agunan yang diambil alih 883 (5.488) Total ekuitas. Total ekuitas Perseoran pada tanggal 31 Desember 2025 meningkat sebesar 12,89% Hari ke-1: 1 Juli 2026 09.00 - 16.00 WIB
menjadi Rp20.123.643 juta dibandingkan total ekuitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024 Nilai Nominal Rp250,00 per saham Hari ke-2: 2 Juli 2026 09.00 - 16.00 WIB
Total pembentukan penyisihan kerugian penurunan nilai (768.083) (1.076.858) sebesar Rp17.826.167 juta. Kenaikan tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan saldo laba Keterangan Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal
%
(lembar) (Rp) Pengajuan Pemesanan Pembelian Obligasi dan Obligasi Subordinasi
Beban Operasional Lainnya yang belum ditentukan penggunaannya akibat akumulasi laba tahun berjalan, serta penghasilan
Modal Dasar 36.000.000.000 9.000.000.000.000
Gaji dan kesejahteraan karyawan (2.549.143) (2.867.734) komprehensif lain yang mayoritas berasal dari keuntungan yang belum direalisasi atas efek-efek yang Sebelum Masa Penawaran Umum Obligasi dan Obligasi Subordinasi ditutup, pemesan harus
Modal Ditempatkan dan Disetor
Beban umum dan administrasi (2.676.148) (2.944.829) diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain-neto. UOB International Investment Private Limited, Singapura 8.430.031.879 2.107.507.969.750 68,943 melakukan pemesanan pembelian Obligasi dan Obligasi Subordinasi dengan mengajukan FPPO
Total beban operasional lainnya (5.225.291) (5.812.563) 3. LIKUIDITAS DAN SUMBER PENDANAAN United Overseas Bank Limited, Singapura 3.675.134.661 918.783.665.250 30,056 selama jam kerja yang umum berlaku kepada para Penjamin Emisi Obligasi dan Obligasi Subordinasi
LABA OPERASIONAL 1.888.154 607.816
Perseroan memiliki sumber likuiditas internal yang berasal dari pemilik modal sementara sumber Yayasan Kesejahteraan Nusantara 122.308.897 30.577.224.250 1,000 yang ditunjuk sebagaimana dimuat dalam Bab XIV Prospektus, baik dalam bentuk hardcopy maupun
Pendapatan/(beban) non-operasional
likuiditas eksternal berasal dari Dana Pihak Ketiga (DPK), pinjaman antar Bank serta penghimpunan Lain-lain (terdiri dari 27 pemegang saham) 116.196 29.049.000 0,001 dalam bentuk softcopy yang disampaikan melalui email.
Keuntungan/(kerugian) penjualan aset tetap, agunan yang diambil alih dan Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor 12.227.591.633 3.056.897.908.250 100,000 Bukti Tanda Terima Pemesanan Obligasi dan Obligasi Subordinasi
properti terbengkalai - neto 69.774 (42.754)
dana dari aksi korporasi melalui Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi dan Obligasi Subordinasi.
Saham dalam Portepel 23.772.408.367 5.943.102.091.750
Lain-lain - neto - (22) Dalam rangka melakukan diversifikasi pendanaan yang bersifat long term stable fund, Perseroan Penjamin Emisi Obligasi dan Obligasi Subordinasi yang menerima pengajuan pemesanan pembelian
Total pendapatan/(beban) non-operasional 69.774 (42.776) berencana untuk melakukan registrasi Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan C. Pengurusan dan pengawasan Obligasi dan Obligasi Subordinasi akan menyerahkan kembali kepada Pemesan 1 (satu) tembusan
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK 1.957.928 565.040 V untuk periode 2026 – 2028 dengan nilai total target penghimpunan dana sebesar Rp2 triliun. Selain Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 70 tanggal 29 April 2025 (“Akta 70/2025”) jo. Akta FPPO yang telah ditandatangani, baik secara hardcopy maupun softcopy melalui email, sebagai
Beban pajak (428.851) (158.800) itu, untuk memperkuat permodalan, Perseroan dalam proses melakukan registrasi Penawaran Umum Pernyataan Keputusan Rapat No. 15 tanggal 9 Desember 2025 (“Akta 15/2025”) jo. Akta Pernyataan bukti tanda terima pemesanan pembelian Obligasi dan Obligasi Subordinasi. Bukti tanda terima
LABA TAHUN BERJALAN 1.529.077 406.240 Berkelanjutan (PUB) Obligasi Subordinasi Berkelanjutan V untuk periode 2026 – 2028 dengan nilai total Keputusan Rapat No. 28 tanggal 4 Juni 2026 (“Akta 28/2026”), ketiganya dibuat di hadapan Aulia pemesanan pembelian Obligasi dan Obligasi Subordinasi bukan merupakan jaminan dipenuhinya
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN target penghimpunan dana sebesar Rp2 triliun. Taufani, S.H., Notaris di Jakarta, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan adalah sebagai pemesanan.
Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi: Tabel arus kas Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 berikut: Penjatahan Obligasi dan Obligasi Subordinasi
Pengukuran kembali liabilitas imbalan kerja 6.491 (43.480) adalah sebagai berikut: Penjatahan akan dilakukan sesuai dengan Peraturan No. IX.A.7 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam
Pajak penghasilan terkait dengan komponen pendapatan komprehensif lainnya (1.428) 9.566 Dewan Komisaris
dan LK No. Kep-691/BL/2011 tanggal 30 Desember 2011 tentang Pemesanan dan Penjatahan Efek
5.063 (33.914) (dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) Komisaris Utama : Wee Ee Cheong
dalam Penawaran Umum. Penjatahan Obligasi dan Obligasi Subordinasi akan dilakukan pada tanggal 3
Pos-pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi:
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal Wakil Komisaris Utama : Chin Voon Fat
Keterangan 31 Desember Juli 2026. Manajer Penjatahan dalam Penawaran Umum ini adalah PT Indo Premier Sekuritas.
Mutasi sehubungan dengan perubahan nilai wajar investasi keuangan yang Komisaris : Chan Kok Seong
2025 2024 Dalam hal terjadi kelebihan permintaan beli dalam suatu Penawaran Umum, maka Penjamin Emisi
diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain 978.636 (189.215) Komisaris Independen : Wayan Alit Antara
Kas neto diperoleh dari/(digunakan untuk) aktivitas operasi 2.649.411 (1.717.829) Obligasi dan Obligasi Subordinasi atau Afiliasi dari Penjamin Emisi Obligasi dan Obligasi Subordinasi
Pajak penghasilan terkait dengan komponen pendapatan komprehensif lainnya (215.300) 41.627 Komisaris Independen : VJH Boentaran Lesmana
Kas neto (digunakan untuk)/diperoleh dari aktivitas investasi (3.932.458) 3.640.383 dilarang membeli atau memiliki Efek untuk portofolio Efek mereka sendiri. Penjamin Pelaksana Emisi
763.336 (147.588)
Kas neto (digunakan untuk)/ yang diperoleh dari aktivitas pendanaan (192.538) (511.199) Komisaris Independen : Johanes Susilo
Keuntungan/(kerugian) komprehensif lainnya Direksi* Obligasi dan Obligasi Subordinasi akan menyampaikan laporan hasil Penawaran Umum kepada OJK
Kenaikan/(penurunan) neto Kas dan Setara Kas (1.475.585) 1.411.355
tahun berjalan - setelah pajak 768.399 (181.502) Pengaruh neto perubahan kurs pada Kas dan Setara Kas 121.495 106.851 Direktur Utama : Hendra Gunawan paling lambat 5 (lima) Hari Kerja setelah Tanggal Penjatahan sesuai dengan Peraturan No. IX.A.2 dan
TOTAL PENGHASILAN KOMPREHENSIF PERIODE/TAHUN BERJALAN 2.297.476 224.738 Kas dan Setara Kas awal tahun 15.464.306 13.946.100 Direktur Kepatuhan, Legal dan Sekretaris Perusahaan : Ardhi Wibowo Peraturan No. IX.A.7.
LABA PER SAHAM DASAR (nilai penuh) 125 33 Kas dan Setara Kas akhir tahun 14.110.216 15.464.306 Direktur Teknologi dan Operasional : Paul Rafiuly Sesuai dengan Peraturan No. IX.A.7, dalam hal terjadi kekurangan permintaan beli dalam Penawaran
Direktur Wholesale Banking : Harapman Kasan Umum, maka Penjamin Emisi Efek, agen penjualan Efek, Afiliasi dari Penjamin Emisi Efek, atau Afiliasi
RASIO KEUANGAN Arus kas dari aktivitas operasi Direktur Global Markets : Sonny Samuel dari agen penjualan Efek dilarang menjual Efek yang telah dibeli atau akan dibelinya berdasarkan
31 Desember Arus kas dari aktivitas operasi terutama terdiri dari penerimaan pendapatan bunga, penerimaan Direktur Manajemen Risiko : Henry Santoso perjanjian penjaminan emisi Efek sampai dengan Efek tersebut dicatatkan di Bursa Efek.
Keterangan pendapatan operasional lainnya, pembayaran beban bunga, pembayaran beban operasional dan
2025 2024 Direktur Consumer Banking : Cristina Teh Tan Pembayaran Pemesanan Pembelian Obligasi dan Obligasi Subordinasi
Rasio pertumbuhan (%) perubahan dalam aset dan liabilitas operasi. Direktur Transaction Banking : W. Kartyono Pemesan dapat melaksanakan pembayaran, yang dapat dilakukan secara tunai atau transfer, dengan
Total aset 9,20% (3,94%) Pada tahun 2025, Perseroan mencatatkan kas neto diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Direktur Keuangan dan Layanan Korporasi : Stella Fiona ditujukan kepada Penjamin Emisi Obligasi dan Obligasi Subordinasi tempat mengajukan pemesanan.
Total liabilitas 8,72% (4,57%) Rp2.649.411 juta dibandingkan kas neto yang digunakan untuk aktivitas operasi sebesar Rp1.717.829 * Berdasarkan Surat Perseroan No. 26/DIR/0312 tanggal 13 Mei 2026 Tentang Laporan Informasi atau Fakta Material, Dana tersebut harus sudah efektif pada rekening Penjamin Emisi Obligasi dan Obligasi Subordinasi
Total ekuitas 12,89% 1,28% juta pada tahun 2024. Hal tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan liabilitas operasi yang berasal Perseroan telah menerima permohonan pengunduran diri Ibu Cristina Teh Tan dari jabatannya sebagai Direktur
selambat-lambatnya pada tanggal 6 Juli 2026 (in good funds) ditujukan pada rekening di bawah ini:
Pendapatan bunga neto 2,89% 9,10% dari kenaikan deposito berjangka. Consumer Banking Perseroan melalui surat tertanggal 12 Mei 2026. Selanjutnya, Perseroan akan menyampaikan
permohonan pengunduran diri tersebut untuk memperoleh persetujuan dalam RUPS sesuai ketentuan yang berlaku.
Total penghasilan komprehensif tahun berjalan 922,29% (69,63%) Arus kas untuk aktivitas investasi Rekening Obligasi Rekening Obligasi Subordinasi
Rasio Usaha (%) D. Kegiatan Usaha dan Prospek Usaha Perseroan PT Indo Premier Sekuritas PT Indo Premier Sekuritas
Arus kas dari aktivitas investasi terutama terdiri dari hasil penjualan aset tetap dan properti terbengkalai,
Laba periode tahun berjalan terhadap total pendapatan (pendapatan bunga
pembelian atau penjualan investasi keuangan, dan perolehan aset tetap. Kegiatan Usaha Bank Permata Bank Permata
neto,pendapatan operasional lainnya, dan pendapatan non-operasional) 19,23% 5,45%
Pada tahun 2025, Perseroan mencatatkan kas neto digunakan untuk aktivitas investasi sebesar Cabang Sudirman Jakarta Cabang Sudirman Jakarta
Permodalan (%) Kegiatan usaha Perseroan yang utama adalah menghimpun dana masyarakat dan menyalurkan dana
Rp3.932.458 juta, terutama digunakan untuk pembelian investasi keuangan dan perolehan aset No. Rek. 0701528093 No. Rek. 0701392302
Kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) dengan memperhitungkan: yang berhasil dihimpun tersebut dalam bentuk fasilitas kredit.
Risiko kredit 21,37% 18,40% tetap. Pada tahun 2024, Perseroan mencatatkan kas neto diperoleh dari aktivitas investasi sebesar PT Indo Premier Sekuritas PT Indo Premier Sekuritas
Sesuai jenis dan karakteristik dari kebutuhan nasabah, Perseroan mengelompokkan bidang-bidang
Risiko kredit dan risiko pasar 20,76% 17,80% Rp3.640.383 juta, terutama diperoleh dari penjualan investasi keuangan. usahanya ke dalam 5 (lima) segmen utama, yaitu: Semua biaya atau provisi bank ataupun biaya transfer merupakan beban pemesan. Pemesanan akan
Risiko kredit, risiko pasar, dan risiko operasional 19,15% 16,51% Arus kas dari aktivitas pendanaan a. Personal Financial Services dibatalkan jika persyaratan pembayaran tidak dipenuhi.
Aset tetap terhadap modal 12,61% 16,49% Distribusi Obligasi dan Obligasi Subordinasi Secara Elektronik
Arus kas dari aktivitas pendanaan terutama terdisi dari pembayaran atas efek utang yang jatuh tempo, Personal Financial Services, yang mencakup Deposit dan Wealth Management, memprioritaskan
Rasio KPMM yang diwajibkan 9,00% 9,00% penerimaan atas efek utang yang diterbitkan, pembayaran biaya transaksi utang, dan liabilitas sewa. penyediaan produk keuangan inovatif serta pengalaman digital yang mulus. Perseroan juga berfokus Pada Tanggal Emisi, Perseroan wajib menerbitkan Sertifikat Jumbo Obligasi dan Obligasi Subordinasi
Kualitas Aset (%)
Pada tahun 2025, Perseroan mencatatkan kas neto digunakan untuk aktivitas pendanaan sebesar pada peningkatan literasi nasabah dalam menabung dan berinvestasi agar mereka dapat mengambil untuk diserahkan kepada KSEI dan memberi instruksi kepada KSEI untuk mengkreditkan Obligasi dan
NPL - bruto 1,80% 2,05%
Rp192.538 juta dibandingkan kas neto yang digunakan untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp511.199 keputusan finansial yang lebih cerdas. Obligasi Subordinasi pada Rekening Efek atau Sub Rekening Efek yang berhak sesuai dengan data
NPL - neto 1,02% 1,11%
juta pada tahun 2024. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penurunan pembayaran atas efek b. Corporate Banking dalam rekapitulasi instruksi distribusi yang akan disampaikan oleh Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi
Rentabilitas (%)
1,17%
utang yang jatuh tempo. dan Obligasi Subordinasi.
Imbal hasil aset (ROA) 0,35% Corporate Banking tetap berkomitmen untuk memberikan solusi keuangan yang komprehensif dan
Imbal hasil ekuitas (ROE) 8,67% 2,55% 4. KOMPONEN PENTING PENTING PENDAPATAN disesuaikan bagi korporasi besar dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dengan memanfaatkan Dengan telah dilaksanakannya instruksi tersebut, maka pendistribusian Obligasi dan Obligasi
Marjin pendapatan bunga bersih (NIM) 3,81% 3,92% Komponen penting dari pendapatan yang dimiliki oleh Perseroan bersumber dari pendapatan bunga dan konektivitas lintas negara Perseroan dan keahlian industri yang mendalam, Bank menyediakan layanan Subordinasi semata-mata merupakan/menjadi tanggung jawab Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan
Biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) 86,39% 95,64% pendapatan operasional lainnya. pembiayaan perdagangan, manajemen kas, dan pinjaman terstruktur untuk mendukung pertumbuhan Obligasi Subordinasi dan KSEI, dan Perseroan dibebaskan dari segala tanggung jawab dan tuntutan
Likuiditas (%) yang timbul sebagai akibat dari kegagalan Penjamin.
5. PENINGKATAN YANG MATERIAL DARI PENJUALAN ATAU PENDAPATAN BERSIH dan ekspansi nasabah. Fokus Perseroan adalah membangun kemitraan jangka panjang dengan
Loan to deposit ratio (LDR) 83,85% 85,89% menawarkan solusi inovatif yang menjawab kebutuhan bisnis yang terus berkembang, khususnya di Penundaan Masa Penawaran Umum atau pembatalan Penawaran Umum Obligasi dan Obligasi
Perseroan menyatakan bahwa tidak terdapat peningkatan yang material dari pendapatan bersih pada
Total liabilitas / total ekuitas (Debt to Equity Ratio) 747,26% 775,91% kawasan industri, pembiayaan berkelanjutan, dan industri berorientasi ekspor. Subordinasi
tanggal pelaporan terakhir Perseroan per 31 Desember yang dapat dikaitkan dengan kenaikan volume
Total liabilitas / total aset (Debt to Asset Ratio) 88,20% 88,58% Dalam jangka waktu sejak efektifnya Pernyataan Pendaftaran sampai dengan berakhirnya Masa
kredit yang diberikan dan dana pihak ketiga yang dihimpun. c. Commercial Banking
Kepatuhan (%) Penawaran Umum, Perseroan dapat menunda Masa Penawaran Umum untuk masa paling lama
Persentase pelanggaran Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) 6. DAMPAK PERUBAHAN HARGA TERHADAP PENJUALAN DAN PENDAPATAN BERSIH Commercial Banking menyediakan solusi yang disesuaikan untuk mendukung pertumbuhan nasabah
korporasi menengah, dengan menjawab kebutuhan operasional dan likuiditas baik di tingkat lokal tiga bulan sejak efektifnya Pernyataan Pendaftaran atau membatalkan Penawaran Umum, dengan
Pihak Terkait 0,00% 0,00% Perseroan menyatakan bahwa tidak terdapat dampak material terhadap penjualan, pendapatan bersih ketentuan:
Giro Wajib Minimum (GWM) (%) dan laba Perseroan per 31 Desember yang disebabkan oleh perubahan harga, tingkat inflasi maupun maupun regional. Layanan yang diberikan mencakup pembiayaan dan pendanaan yang mencakup
manajemen kas, Financial Supply Chain Management (FSCM), dan investment banking, yang a. Terjadi suatu keadaan di luar kemampuan dan kekuasaan Perseroan yaitu:
Rupiah perubahan kurs valuta asing.
GWM Harian 9,07% 7,52% dirancang untuk memenuhi kebutuhan bisnis yang beragam. (i) Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek turun melebihi 10% (sepuluh persen) selama
7. PINJAMAN YANG MASIH TERUTANG
GWM Rata-rata 10,06% 9,11% d. Financial Institutions Group tiga Hari Bursa berturut-turut;
Perseroan menyatakan bahwa pada tanggal laporan keuangan terakhir Perseroan per 31 Desember (ii) Bencana alam, perang, huru-hara, kebakaran, pemogokan yang berpengaruh secara
Valuta Asing Financial Institutions Group (FIG) berfokus dalam menyediakan beragam produk dan layanan perbankan
2025, tidak terdapat pinjaman yang masih terutang. signifikan terhadap kelangsungan usaha Perseroan; dan/atau
GWM Harian 4,16% 4,17% yang dirancang khusus untuk institusi keuangan, termasuk bank, lembaga keuangan nonbank (NBFI),
GWM Rata-rata 4,12% 4,14% Keterangan lebih lanjut mengenai Analisis dan Pembahasan Oleh Manajemen dapat dilihat pada Bab (iii) Peristiwa lain yang berpengaruh secara signifikan terhadap kelangsungan usaha Perseroan
V Prospektus. serta global funds dan financial sponsors (GFFS). Perseroan menghadirkan solusi yang disesuaikan
Posisi Devisa Neto (PDN) secara keseluruhan 3,95% 5,39% dengan kebutuhan bisnis klien, baik di tingkat domestic maupun internasional. Dengan memanfaatkan yang ditetapkan oleh OJK berdasarkan formulir sebagaimana ditentukan dalam Peraturan
No.IX.A.2.
Catatan: FAKTOR RISIKO jaringan regional dan keahlian Perseroan, memastikan dukungan lintas batas yang lancar dan efisien.
1. Seluruh rasio pertumbuhan dihitung dengan membagi kenaikan (penurunan) saldo akun-akun terkait sebagai berikut:
e. Emerging Enterprise (EE) b. Perseroan wajib memenuhi ketentuan sebagai berikut:
a. Untuk akun-akun posisi keuangan, selisih saldo akun-akun terkait pada tanggal 31 Desember tahun yang Risiko Utama (i) mengumumkan penundaan Masa Penawaran Umum atau pembatalan Penawaran Umum
bersangkutan dengan saldo akun-akun tersebut pada tanggal 31 Desember tahun sebelumnya, atau Risiko Kredit didefinisikan sebagai risiko kerugian yang timbul dari kegagalan debitur atau rekanan Emerging Enterprise Banking (sebelumnya Business Banking) merupakan bagian integral dari
b. Untuk akun-akun laba rugi dan penghasilan komprehensif lainnya, selisih saldo akun-akun terkait, masing-masing Commercial Banking Group. Emerging Enterprise bertujuan untuk menjadi mitra keuangan Obligasi dan Obligasi Subordinasi dalam paling kurang satu surat kabar harian berbahasa
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember dengan saldo akun-akun tersebut pada tahun sebelumnya.
dalam memenuhi kewajiban keuangannya pada saat kewajiban tersebut sudah jatuh tempo. Ini Indonesia yang mempunyai peredaran nasional paling lambat satu Hari Kerja setelah
merupakan risiko tunggal terbesar yang dihadapi Perseroan dalam bisnis intinya sebagai Perseroan terpercaya bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia. Segmen ini membantu UKM dalam
2. Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) dihitung berdasarkan SEOJK No. 9/SEOJK.03/2020 tanggal 30 Juni
menyederhanakan operasional, mengelola likuiditas dengan percaya diri, dan mendorong pertumbuhan penundaan atau pembatalan tersebut. Disamping kewajiban mengumumkan dalam surat
2020 yang merupakan rasio modal Tier I ditambah modal Tier II terhadap jumlah aset tertimbang menurut risiko kredit, komersial, yang terutama timbul dari pinjaman dan komitmen terkait pinjaman lainnya kepada peminjam kabar, Perseroan dapat juga mengumumkan informasi tersebut dalam media massa lainnya;
risiko operasional, dan risiko pasar pada akhir tahun yang bersangkutan. ritel, korporasi dan institusi. yang berkelanjutan di berbagai sektor industri dengan menawarkan produk perbankan, solusi perbankan
dan layanan beyond banking seperti BizSmart kepada UKM. (ii) menyampaikan informasi penundaan Masa Penawaran Umum Obligasi atau pembatalan
3. Rasio NPL - bruto adalah rasio total kredit bermasalah terhadap total kredit pada akhir tahun yang bersangkutan. Kredit
Untuk penjelasan mengenai Risiko Utama secara lengkap dapat dilihat pada Bab VI Prospektus Penawaran Umum Obligasi dan Obligasi Subordinasi tersebut kepada OJK pada hari yang
bermasalah dengan kualitas kurang lancar, diragukan, dan macet sedangkan total kredit dihitung berdasarkan nilai Selain lima segmen di atas, Perseroan memiliki Divisi Transaction Banking dan Divisi Global Markets.
tercatat dalam neraca secara bruto (sebelum dikurangi CKPN). Rasio NPL - bruto dihitung sesuai dengan SEOJK No. mengenai Faktor Risiko Perseroan. sama dengan pengumuman sebagaimana dimaksud dalam butir (i);
9/SEOJK.03/2020 tanggal 30 Juni 2020. Risiko Usaha Yang Bersifat Material Terhadap Kegiatan Usaha Perseroan Keterangan selengkapnya mengenai kegiatan usaha Perseroan dapat dilihat pada Bab VIII Prospektus. (iii) menyampaikan bukti pengumuman sebagaimana dimaksud dalam butir (i) kepada OJK
4. Rasio NPL - neto adalah rasio total kredit bermasalah dikurangi CKPN kredit terhadap total kredit pada akhir tahun yang
Selain itu, juga terdapat Risiko Usaha lainnya yang terdiri dari Prospek Usaha paling lambat satu Hari Kerja setelah pengumuman dimaksud; dan
bersangkutan. Kredit bermasalah dengan kualitas kurang lancar, diragukan, dan macet sedangkan CKPN kredit adalah Pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2026 diperkirakan tetap tumbuh moderat di tengah (iv) Perseroan yang menunda Masa Penawaran Umum Obligasi atau pembatalan Penawaran
cadangan yang wajib dibentuk oleh Perseroan sesuai ketentuan dalam PSAK mengenai Instrumen Keuangan dan PAPI. • risiko pasar
berbagai tantangan eksternal. Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) Umum Obligasi dan Obligasi Subordinasi yang sedang dilakukan, dalam hal pesanan
Total kredit dihitung berdasarkan nilai tercatat dalam neraca secara bruto (sebelum dikurangi CKPN). • risiko likuiditas
memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global sekitar 3,3% pada tahun 2026, mencerminkan Efek telah dibayar maka Perseroan wajib mengembalikan uang pemesanan Efek kepada
5. Rasio Marjin pendapatan bunga bersih (NIM) yang dihitung sesuai dengan SEOJK No. 9/SEOJK.03/2020 tanggal 30 • risiko operasional
Juni 2020 adalah rasio pendapatan bunga bersih terhadap rata-rata total aset produktif. Pendapatan bunga bersih ketahanan aktivitas ekonomi global meskipun masih dibayangi ketidakpastian kebijakan perdagangan, pemesan paling lambat dua Hari Kerja sejak keputusan penundaan atau pembatalan
• risiko stratejik
adalah pendapatan bunga dikurangi beban bunga, sedangkan rata-rata aset produktif dihitung dari rata-rata total aset dinamika geopolitik, serta volatilitas pasar keuangan global. Pertumbuhan tersebut didukung oleh tersebut.
• risiko reputasi
produktif pada setiap akhir bulan selama tahun yang bersangkutan. investasi teknologi, adaptasi sektor swasta terhadap perubahan kebijakan perdagangan, serta c. Dalam hal Penawaran Umum Obligasi dan Obligasi Subordinasi ditunda karena alasan
6. Rasio Beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) yang dihitung sesuai dengan SEOJK No. 9/ • risiko kelangkaan sumber daya
• risiko persaingan usaha dan perubahan teknologi peningkatan kerja sama ekonomi antarnegara. Dari sisi domestik, perekonomian Indonesia diperkirakan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, dan akan memulai kembali Masa Penawaran Umum
SEOJK.03/2020 tanggal 30 Juni 2020 adalah rasio total beban operasional (termasuk beban bunga) terhadap total
pendapatan operasional (termasuk pendapatan bunga) untuk tahun yang bersangkutan. • risiko investasi atau aksi korporasi tetap menunjukkan kinerja yang solid. IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai Obligasi dan Obligasi Subordinasi berlaku ketentuan sebagai berikut:
7. Loan to deposit ratio (LDR) yang dihitung sesuai dengan SEOJK No. 9/SEOJK.03/2020 tanggal 30 Juni 2020 adalah sekitar 5,1% pada tahun 2026, didukung oleh konsumsi rumah tangga yang tetap kuat, peningkatan (i) dalam hal penundaan Masa Penawaran Umum Obligasi dan Obligasi Subordinasi disebabkan
Untuk penjelasan mengenai Risiko Usaha secara lengkap dapat dilihat pada Bab VI Prospektus
rasio total kredit terhadap total dana pihak ketiga pada akhir tahun yang bersangkutan. investasi, serta kebijakan fiskal dan moneter yang tetap mendukung stabilitas makroekonomi. Dari oleh kondisi sebagaimana dimaksud dalam huruf a butir (i) di atas, maka Perseroan wajib
mengenai Faktor Risiko Perseroan.
8. Debt to equity ratio adalah rasio total liabilitas terhadap total ekuitas pada akhir tahun yang bersangkutan. sisi stabilitas harga, inflasi diperkirakan tetap terkendali dan berada dalam kisaran target 3,0% ±1% memulai kembali Masa Penawaran Umum Obligasi dan Obligasi Subordinasi paling lambat
9. Debt to asset ratio adalah rasio total liabilitas terhadap total aset pada akhir tahun yang bersangkutan. Risiko Umum yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Kebijakan moneter diperkirakan tetap diarahkan untuk menjaga delapan Hari Kerja setelah indeks harga saham gabungan di Bursa Efek mengalami
10. Rasio Giro Wajib Minimum dihitung sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.24/4/PBI/2022 tanggal 25 • risiko kondisi perkenomian secara makro dan global stabilitas nilai tukar dan inflasi sekaligus memastikan efektivitas transmisi kebijakan moneter guna peningkatan paling sedikit 50% (lima puluh persen) dari total penurunan indeks harga saham
Februari 2022 tentang perubahan keempat atas PBI No.20/3/PBI/2018 tanggal 29 Maret 2018 tentang Giro Wajib
Minimum Bank Umum dalam Rupiah dan Valuta Asing bagi Bank Umum Konvensional dan Peraturan Anggota Dewan
• risiko fluktuasi kurs mata uang asing mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. gabungan yang menjadi dasar penundaan;
Gubernur (PADG) No. 12 Tahun 2023 tanggal 27 September 2023 tentang Peraturan Pelaksanaan Pemenuhan • risiko kepatuhan Rencana kerja Perseroan tahun 2026 merupakan kelanjutan dari rencana strategis jangka menengah (ii) dalam hal indeks harga saham gabungan di Bursa Efek mengalami penurunan kembali
Giro Wajib Minimum dalam Rupiah dan Valuta Asing bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah, dan Unit • risiko hukum untuk memperkuat kapabilitas dan meningkatkan skala usaha Perseroan secara berkelanjutan. sebagaimana dimaksud dalam huruf a butir (i) di atas, maka Perseroan dapat melakukan
Usaha Syariah. Parameter pemenuhan GWM Rupiah ditetapkan sebesar 0% untuk GWM harian dan bertahap untuk • risiko kebijakan pemerintah Perseroan terus berupaya mencapai skala ekonomi yang optimal serta meningkatkan profitabilitas kembali penundaan Masa Penawaran Umum Obligasi dan Obligasi Subordinasi;
pemenuhan GWM secara rata-rata yaitu sebesar 7,5% mulai tanggal 1 Juli hingga 31 Agustus 2022 dan sebesar 9,0% • risiko ketentuan negara lain atau peraturan internasional
mulai tanggal 1 September 2022.
melalui penguatan kapabilitas bisnis, pengembangan produk dan layanan, serta optimalisasi (iii) wajib menyampaikan kepada OJK informasi mengenai jadwal Penawaran Umum Obligasi
11. Rasio Posisi devisa neto (PDN) secara keseluruhan adalah rasio posisi devisa neto secara keseluruhan yang berasal Risiko Investasi yang berkaitan dengan Obligasi dan Obligasi Subordinasi pemanfaatan teknologi dalam kegiatan operasional. dan Obligasi Subordinasi dan informasi tambahan lainnya, termasuk informasi peristiwa
dari posisi keuangan dan rekening administratif terhadap total modal pada akhir tahun yang bersangkutan. Pembeli Obligasi dan Obligasi Subordinasi yang dalam hal ini bertindak sebagai investor akan Perseroan secara senantiasa terus meningkatkan basis nasabahnya baik nasabah ritel maupun material yang terjadi setelah penundaan Masa Penawaran Umum Obligasi dan Obligasi
menghadapi risiko gagal bayar, risiko pasar dari potensi suku bunga pasar, dan risiko tidak likuidnya nasabah korporasi demi mencapai profitabilitas yang berkelanjutan melalui penawaran proposisi nilai Subordinasi (jika ada) dan mengumumkannya dalam paling kurang satu surat kabar harian
ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN Obligasi dan Obligasi Subordinasi berbahasa Indonesia yang mempunyai peredaran nasional paling lambat satu Hari Kerja
yang relevan untuk setiap segmen nasabah. Setelah berhasil menyelesaikan proses stabilisasi portofolio
Analisis dan pembahasan berikut ini harus dibaca bersamaan dengan laporan posisi keuangan Untuk penjelasan mengenai Risiko Investasi secara lengkap dapat dilihat pada Bab VI Prospektus perbankan ritel yang baru diakuisisi, Perseroan memiliki target untuk mempercepat pertumbuhan seiring sebelum dimulainya lagi Masa Penawaran Umum Obligasi dan Obligasi Subordinasi. Di
Perseroan pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 serta laporan laba rugi dan penghasilan mengenai Faktor Risiko Perseroan. dengan terwujudnya sinergi dalam perbankan ritel. Sementara itu, segmen Wholesale Banking dan samping kewajiban mengumumkan dalam surat kabar, Perseroan dapat juga mengumumkan
komprehensif lain, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada 31 Global Markets akan terus tumbuh dengan dukungan pengembangan kapabilitas di bidang Transaction dalam media massa lainnya;
Desember 2025 dan 2024 beserta catatan-catatan atas laporan-laporan tersebut yang telah disusun dan KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN AKUNTAN PUBLIK Banking dan penawaran solusi produk antara lain produk valuta asing (FX), suku bunga, dan investasi (iv) wajib menyampaikan bukti pengumuman sebagaimana dimaksud dalam butir (iii) di atas
disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia. termasuk transaksi FX, derivatif, produk investasi terstruktur, sekuritas, dan layanan pasar uang serta kepada OJK paling lambat satu Hari Kerja setelah pengumuman dimaksud.
Setelah tanggal laporan Akuntan Publik sampai dengan tanggal efektifnya Pernyataan Pendaftaran,
Laporan posisi keuangan Perseroan pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 serta laporan laba tidak ada kejadian penting yang terjadi setelah tanggal Laporan Auditor Independen No. 01419/2.1505/ solusi lindung nilai (hedging) yang canggih, opsi investasi, dan layanan konversi mata uang. Tata Cara Pengembalian Uang Pemesanan Obligasi dan Obligasi Subordinasi
rugi dan penghasilan komprehensif lain, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas untuk tahun AU.1/07/0242-5/1/V/2026 tertanggal 22 Mei 2026 atas laporan keuangan Perseroan pada tanggal Dalam penyaluran kredit, Perseroan terus menerapkan prinsip kehati-hatian dan menjaga kualitas aset. Dalam hal suatu pemesanan Obligasi dan Obligasi Subordinasi ditolak sebagian atau seluruhnya karena
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, yang disusun oleh manajemen Perseroan 31 Desember 2025 dan 2024 yang telah ditandatangani oleh Yovita (Registrasi Akuntan Publik No. Selain itu, Perseroan akan menjaga tingkat likuiditas dan beroperasi dengan rasio Loan-to-Deposit Ratio adanya penjatahan, atau dalam hal terjadi pembatalan atau penundaan Penawaran Umum Obligasi
sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia dan disajikan dalam mata uang Rupiah, AP.0242), yang juga tercantum dalam Prospektus, menyatakan opini tanpa modifikasian, selain yang (LDR) dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) yang optimal. Untuk mengelola rasio BOPO, Perseroan dan Obligasi Subordinasi maka uang pemesanan harus dikembalikan oleh Penjamin Pelaksana Emisi
yang seluruhnya tercantum dalam Prospektus dan telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (“KAP”) telah diungkapkan dalam Laporan Auditor Independen. terus disiplin dalam pengelolaan beban operasional yang diikuti dengan peningkatan investasi untuk Obligasi dan Obligasi Subordinasi kepada para pemesan, paling lambat 2 (dua) Hari Kerja sesudah
Purwanto Susanti dan Surja (firma anggota dari Ernst & Young Global Limited) berdasarkan standar mendukung pertumbuhan bisnis di masa depan dan meningkatkan cakupan provisi. Secara strategis, Tanggal Penjatahan atau sejak keputusan pembatalan atau penundaan Penawaran Umum Obligasi
KETERANGAN TENTANG PERSEROAN, KEGIATAN, SERTA KECENDERUNGAN Perseroan akan terus berinvestasi dalam proses dan kemampuan untuk mengelola biaya akuisisi, biaya dan Obligasi Subordinasi. Jika pencatatan Obligasi dan Obligasi Subordinasi di Bursa Efek tidak
audit yang ditetapkan Institut Akuntan Publik Indonesia (“IAPI”), sebagaimana tercantum dalam laporan
auditor independen No. 01419/2.1505/AU.1/07/0242-5/1/V/2026 tertanggal 22 Mei 2026 yang telah DAN PROSPEK USAHA untuk melayani, dan biaya kredit untuk meningkatkan profitabilitas yang berkelanjutan. dapat dilakukan dalam jangka waktu 1 (satu) Hari Kerja setelah Tanggal Distribusi karena persyaratan
pencatatan tidak dipenuhi, penawaran atas Obligasi dan Obligasi Subordinasi batal demi hukum
ditandatangani oleh Yovita (Registrasi Akuntan Publik No. AP.0242). Laporan auditor independen A. Riwayat singkat Perseroan PERPAJAKAN dan pembayaran pesanan Obligasi dan Obligasi Subordinasi dimaksud, wajib dikembalikan kepada
tersebut, yang juga tercantum dalam Prospektus, menyatakan opini tanpa modifikasian dan berisi PT Bank UOB Indonesia (“Perseroan”) didirikan dengan nama PT Bank Buana Indonesia berdasarkan pemesan, oleh Perseroan yang pengembalian pembayarannya melalui KSEI paling lambat 2 (dua) Hari
paragraf hal lain yang menyatakan penerbitan kembali laporan auditor independen. Akta Pendirian No. 150 tanggal 31 Agustus 1956, dibuat di hadapan Eliza Pondaag S.H.,dahulu Notaris CALON PEMBELI OBLIGASI DAN OBLIGASI SUBORDINASI DALAM PENAWARAN UMUM Kerja sejak batalnya Penawaran Umum Obligasi dan Obligasi Subordinasi.
1. ANALISIS KOMPONEN-KOMPONEN LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN di Jakarta. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat OBLIGASI INI DIHARAPKAN UNTUK BERKONSULTASI DENGAN KONSULTAN PAJAK
Pengembalian uang dapat dilakukan dalam bentuk pemindahbukuan ke rekening atas nama pemesan
KOMPREHENSIF LAIN Keputusan No. J.A 5/78/4 tanggal 24 Oktober 1956, didaftarkan pada Pengadilan Negeri Jakarta dengan MASING-MASING MENGENAI AKIBAT PERPAJAKAN YANG TIMBUL DARI PENERIMAAN
atau melalui instrumen pembayaran lainnya dalam bentuk cek atau bilyet giro yang dapat diambil
Perbandingan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dengan tahun yang No. 1811 tanggal 27 Oktober 1956 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. BUNGA, PEMBELIAN, PEMILIKAN MAUPUN PENJUALAN ATAU PENGALIHAN DENGAN
langsung oleh pemesan yang bersangkutan pada Penjamin Emisi Obligasi dan Obligasi Subordinasi
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 96 tanggal 30 November 1956 dan Tambahan Berita Negara No.1243 tanggal 30 November 1956 ("Akta CARA LAIN ATAS OBLIGASI DAN OBLIGASI SUBORDINASI YANG DIBELI MELALUI
dimana pemesanan diajukan dengan menyerahkan bukti tanda terima pemesanan Obligasi dan
Pendirian"). PENAWARAN UMUM OBLIGASI DAN OBLIGASI SUBORDINASI INI.
Pendapatan bunga. Pendapatan bunga menurun sebesar 1,12% menjadi Rp11.367.636 juta pada tahun Obligasi Subordinasi dan bukti jati diri. Jika terjadi keterlambatan maka pihak yang menyebabkan
Perseroan memulai aktivitas perbankan secara komersial pada tanggal 1 November 1956 berdasarkan keterlambatan yaitu Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan Obligasi Subordinasi dan/atau Penjamin
2025 dari sebelumnya Rp11.496.066 juta pada tahun 2024. Penurunan tersebut terutama disebabkan Keterangan lebih lanjut mengenai Perpajakan dapat dilihat pada Bab IX Prospektus.
Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 203443/U.M.II tanggal 15 Oktober 1956 Emisi Obligasi dan Obligasi Subordinasi atau Perseroan wajib membayar kepada para pemesan denda
oleh penurunan pendapatan dari tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali
tentang Pemberian Izin Usaha PT Bank Buana Indonesia berkedudukan di Jakarta. Sesuai dengan LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL untuk tiap hari keterlambatan sebesar 1% (satu persen) per tahun di atas tingkat bunga Obligasi dan
(reverse repo) sebesar Rp380.857 juta. Sementara itu, pendapatan bunga dari kredit yang diberikan
pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah menjalankan Obligasi Subordinasi dari jumlah dana yang terlambat dibayar, yang dihitung secara harian, sejak hari
meningkat sebesar Rp247.853 juta sejalan dengan pertumbuhan kredit yang diberikan pada 2025
kegiatan umum perbankan. Perseroan telah memperoleh izin untuk menjalankan aktivitas sebagai bank Konsultan Hukum : Hiswara Bunjamin & Tandjung keterlambatan sampai dengan dibayar lunas. Denda tersebut di atas dihitung dengan ketentuan 1 (satu)
sebesar 11,32% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
devisa berdasarkan Surat Keputusan Gubernur BI No. 9/39/KEP/DIR/UD tanggal 22 Juli 1976. Akuntan Publik : KAP Purwanto Susanti dan Surja tahun m A
Beban bunga. Beban bunga menurun sebesar 5,26% menjadi Rp5.354.292 juta pada tahun 2025 dari Pada tahun 2000, Perseroan mengubah status Perseroan menjadi perusahaan terbuka dengan Notaris : Aulia Taufani, S.H. m m O O S
sebelumnya Rp5.651.691 juta pada tahun 2024. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh beban melakukan penawaran umum perdana kepada masyarakat sebanyak 194.000.000 saham. Perubahan Wali Amanat : PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. m m m mw H K
yang berasal dari deposito berjangka sebesar Rp278.625 juta atau 10,32%, sejalan dengan kebijakan status Perseroan menjadi perusahaan terbuka telah disetujui oleh Bapepam-LK berdasarkan Surat Pemeringkat Efek : PT Fitch Ratings Indonesia m P w Um m O O S m P m P Em
Bank Sentral untuk menurunkan BI rate. Ketua Badan Pengawas Pasar Modal No. S-1544/PM/2000, tanggal 27 Juni 2000. Selanjutnya pada O O S P m Em O O S
Pendapatan operasional lainnya. Pendapatan operasional lainnya meningkat sebesar 13,03% menjadi tahun 2002, 2003 dan 2006, Perseroan melakukan Penawaran Umum Terbatas I, II dan III. TATA CARA PEMESANAN P w m m m O
Rp1.868.184 juta pada tahun 2025 dari sebelumnya Rp1.652.862 juta pada tahun 2024. Kenaikan Pada tahun 2007, Perseroan (yang pada saat itu bernama PT Bank Buana Indonesia Tbk) mengganti Pendaftaran Obligasi dan Obligasi Subordinasi ke dalam Penitipan Kolektif O S
tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan keuntungan yang telah direalisasi dan belum direalisasi nama Perseroan menjadi PT Bank UOB Buana Tbk. sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan Obligasi dan Obligasi Subordinasi yang ditawarkan oleh Perseroan melalui Penawaran Umum ini A P m
atas efek-efek yang dijual dan perubahan nilai wajar efek-efek yang diperdagangkan - neto sebesar Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 9 tanggal 19 Januari 2007, dibuat di telah didaftarkan pada KSEI berdasarkan Perjanjian Pendaftaran Efek Bersifat Utang di KSEI. Dengan A P m P w Um m B O B V B UOB
Rp165.997 juta, seiring dengan meningkatnya aktivitas perdagangan efek-efek di tahun 2025 dan hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah mendapatkan persetujuan dari Menkumham didaftarkannya Obligasi dan Obligasi Subordinasi tersebut di KSEI, maka atas Obligasi dan Obligasi P w Um m B O S B
kondisi pasar yang mendukung dengan penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia sebesar 125bps No. W7-01036 HT.01.04-TH-2007 tanggal 29 Januari 2007. Subordinasi yang ditawarkan berlaku ketentuan sebagai berikut: VB UOB KSE P A P m
selama 2025. Pada tahun 2008, RUPS Perseroan telah menyetujui perubahan status Perseroan dari perusahaan P KSE
Perseroan tidak menerbitkan Obligasi dan Obligasi Subordinasi dalam bentuk sertifikat atau warkat
Pembentukan penyisihan kerugian penurunan nilai. Pembentukan penyisihan kerugian penurunan nilai terbuka menjadi perusahaan tertutup dan menghapuskan pencatatan (delisting) saham Perseroan di kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi dan Obligasi Subordinasi yang diterbitkan untuk didaftarkan atas P KUS OD AN SEN RA E EK NDONES A
menurun sebesar 28,67% menjadi Rp768.083 juta pada tahun 2025 dari sebelumnya Rp1.076.858 juta BEI. Perubahan status, termasuk delisting tersebut telah dilakukan sesuai dengan persyaratan yang nama KSEI untuk kepentingan Pemegang Obligasi dan Obligasi Subordinasi. Obligasi dan Obligasi G B E w
pada tahun 2024. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh pembetukan penyisihan kerugian ditentukan oleh OJK (dahulu Bapepam dan LK) dan BEI dan Perseroan telah menyelesaikan hak-hak Subordinasi akan diadministrasikan secara elektronik dalam Penitipan Kolektif di KSEI. Selanjutnya S m K
penurunan nilai yang berasal dari aset keuangan yang disebabkan oleh perbaikan kualitas kredit serta pemegang saham minoritas melalui proses penawaran tender sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Obligasi dan Obligasi Subordinasi hasil Penawaran Umum akan dikreditkan ke dalam rekening Efek
variabel makroekonomi aktual yang lebih baik dibandingkan proyeksi, terutama pada variabel inflasi. Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 16 tanggal selambat-lambatnya pada Tanggal Emisi yaitu tanggal 7 Juli 2026. KSEI akan menerbitkan Konfirmasi
Beban operasional lainnya. Beban operasional lainnya menurun sebesar 10,10% menjadi Rp5.225.291 16 Januari 2009, dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta dan telah disetujui oleh
Tertulis kepada Perusahaan Efek atau Bank Kustodian sebagai tanda bukti pencatatan Obligasi dan
juta pada tahun 2025 dari sebelumnya Rp5.812.563 juta pada tahun 2024. Penurunan tersebut terutama Menkumham berdasarkan Surat Persetujuan No. AHU-26687.AH.01.02.Tahun 2009 tanggal 17 Juni Em @
Obligasi Subordinasi dalam Rekening Efek di KSEI. Konfirmasi Tertulis tersebut merupakan bukti
disebabkan oleh penurunan beban gaji dan kesejahteraan karyawan sejalan dengan penurunan jumlah 2009 ("Akta No. 16/2009") Anggaran Dasar Perseroan telah diubah sehubungan dengan perubahan P P O O S P m B O O
kepemilikan yang sah atas Obligasi dan Obligasi Subordinasi yang tercatat dalam Rekening Efek;
karyawan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. status Perseroan dari perusahaan terbuka (publik) menjadi perusahaan tertutup. S KSE A P m m P
Pengalihan kepemilikan atas Obligasi dan Obligasi Subordinasi dilakukan dengan pemindahbukuan
Laba operasional. Sebagai akibat dari hal yang telah dijelaskan sebelumnya, laba operasional Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 12 tanggal mP A P m
antar Rekening Efek di KSEI, yang selanjutnya akan dikonfirmasikan kepada Pemegang Rekening;
15 April 2010, dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta dan telah diberitahukan kepada P m O O S m P m R w w
meningkat sebesar 210,65% menjadi Rp1.888.154 juta pada tahun 2025 dari sebelumnya Rp607.816 Pemegang Obligasi dan Obligasi Subordinasi yang tercatat dalam Rekening Efek merupakan
Menkumham berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-AH.01.10-14548 tanggal m m m m B m P m
juta pada tahun 2024. Pemegang Obligasi dan Obligasi Subordinasi yang berhak atas pembayaran Bunga Obligasi dan
14 Juni 2010 ("Akta No. 12/2010"), para pemegang saham Perseroan (yang pada saat itu bernama H B m m H B
Total pendapatan non-operasional. Perseroan mencatatakan total pendapatan non-operasional sebesar PT Bank UOB Buana) setuju untuk melakukan penggabungan usaha dengan suatu bank yang pada Obligasi Subordinasi, pelunasan Pokok Obligasi dan Obligasi Subordinasi, memberikan suara dalam
Rp69.774 juta pada tahun 2025 dari sebelumnya sebesar Rp42.776 juta pada tahun 2024. Perubahan saat itu bernama PT Bank UOB Indonesia. Pada tanggal 30 Juni 2010, Perseroan (yang pada saat RUPO serta hak-hak lainnya yang melekat pada Obligasi dan Obligasi Subordinasi; PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS DAN FORMUL R PEMESANAN PEMBEL AN
tersebut terutama disebabkan oleh adanya keuntungan penjualan aset tetap, agunan yang diambil alih itu bernama PT Bank UOB Buana) secara efektif menerima penggabungan usaha PT Bank UOB Pembayaran Bunga Obligasi dan Obligasi Subordinasi dan pelunasan jumlah Pokok Obligasi dan OBL GAS DAN OBL GAS SUBORD NAS
dan properti terbengkalai. Indonesia, penggabungan tersebut telah memperoleh persetujuan dari BI berdasarkan Surat Keputusan Obligasi Subordinasi akan dibayarkan oleh KSEI selaku Agen Pembayaran atas nama Perseroan P m P m P m O O S
Laba sebelum beban pajak. Sebagai akibat dari hal yang telah dijelaskan sebelumnya, laba sebelum Gubernur BI No. 12/45/KEP.GBI/2010 tanggal 10 Juni 2010 tentang Pemberian Izin Penggabungan kepada Pemegang Obligasi dan Obligasi Subordinasi melalui Pemegang Rekening sesuai dengan m m P m Em P m P Em O O
beban pajak meningkat sebesar 246,51% menjadi Rp1.957.928 juta pada tahun 2025 dari sebelumnya Usaha (Merger) PT Bank UOB Indonesia ke dalam PT Bank UOB Buana. Izin tersebut tetap berlaku jadwal pembayaran Bunga Obligasi dan Obligasi Subordinasi maupun pelunasan Pokok Obligasi S m m WB
sebesar Rp565.040 juta pada tahun 2024. sebagai izin usaha Perseroan sebagai perusahaan hasil penggabungan. Pada tahun 2011, Perseroan dan Obligasi Subordinasi yang ditetapkan dalam Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi dan Obligasi
Beban pajak. Beban pajak meningkat sebesar 170,06% menjadi Rp428.851 juta pada tahun 2025 dari mengganti nama dari PT Bank UOB Buana menjadi PT Bank UOB Indonesia sebagaimana dinyatakan Subordinasi dan/atau Perjanjian Agen Pembayaran. Pemegang Obligasi dan Obligasi Subordinasi PEN AM N PE AKSANA EM S OB GAS DAN OB GAS SUBORD NAS
sebelumnya Rp158.800 juta pada tahun 2024. Kenaikan tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan dalam Akta No. 24 tanggal 18 Januari 2011 yang dibuat di hadapan Fathiah Helmi, SH, Notaris di yang berhak atas Bunga Obligasi dan Obligasi Subordinasi yang dibayarkan pada periode pembayaran
Jakarta dan telah memperoleh persetujuan dari BI berdasarkan Surat Keputusan Gubernur BI No. P P m S
laba sebelum tahun berjalan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Bunga Obligasi dan Obligasi Subordinasi yang bersangkutan adalah yang namanya tercatat dalam
13/34/KEP.GBI/2011 tanggal 19 Mei 2011 tentang Perubahan Penggunaan Izin Usaha Atas Nama PT Daftar Pemegang Obligasi dan Obligasi Subordinasi pada 4 (empat) Hari Bursa sebelum Tanggal P C P
Laba tahun berjalan. Sebagai akibat dari hal yang telah dijelaskan sebelumnya, laba tahun berjalan S m K
Bank UOB Buana Menjadi Izin Usaha Atas Nama PT Bank UOB Indonesia. Perubahan nama ini juga Pembayaran Bunga Obligasi dan Obligasi Subordinasi, kecuali ditentukan lain oleh KSEI atau peraturan
meningkat sebesar 276,40% menjadi Rp1.529.077 juta pada tahun 2025 dari sebelumnya Rp406.240 telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia tanggal 16 Agustus 2012 Tambahan Berita
juta pada tahun 2024. perundang-undangan yang berlaku;
Negara 37224/2012.
Pendapatan (kerugian) komprehensif lainnya tahun berjalan – setelah pajak. Perseroan mencatatkan Hak untuk menghadiri RUPO dilaksanakan oleh Pemegang Obligasi dan Obligasi Subordinasi dengan
Perubahan Anggaran Dasar Perseroan terakhir kali adalah sebagaimana dinyatakan dalam Akta
pendapatan komprehensif lainnya tahun berjalan setelah pajak sebesar Rp768.399 juta pada tahun memperhatikan KTUR asli yang diterbitkan oleh KSEI kepada Wali Amanat. KSEI akan membekukan Em m @
Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar Perseroan No. 38 tanggal 20 November
2025 dari sebelumnya kerugian komprehensif lainnya tahun berjalan setelah pajak sebesar Rp181.502 seluruh Obligasi dan Obligasi Subordinasi yang disimpan di KSEI sehingga Obligasi dan Obligasi S w www m m
2023, dibuat di hadapan Aulia Taufani, S.H., Notaris di Kota Administrasi Jakarta Selatan (“Akta
juta pada tahun 2024. Perubahan ini terutama disebabkan oleh perubahan pencatatan mutasi Subordinasi tersebut tidak dapat dialihkan/dipindahbukukan sejak 3 (tiga) Hari Kerja sebelum tanggal PEN AM N EM S OB GAS DAN OB GAS SUBORD NAS
38/2023”). Berdasarkan Akta 38/2023, para pemegang saham Perseroan telah menyetujui, antara lain
sehubungan dengan perubahan nilai wajar investasi keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penyelenggaraan RUPO (R-3) sampai dengan tanggal berakhirnya RUPO yang dibuktikan dengan
peningkatan modal ditempatkan dan disetor Perseroan dan perubahan Pasal 4 ayat (2) anggaran dasar A m
penghasilan komprehensif lain menjadi positif sebesar Rp978.636 juta. adanya pemberitahuan dari Wali Amanat;
Perseroan. Akta 38/2023 telah memperoleh penerimaan pemberitahuan dari Menkumham berdasarkan
Total penghasilan komprehensif tahun berjalan. Sebagai akibat dari hal yang telah dijelaskan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan No. AHU-AH.01.03-0145724 Pihak-pihak yang hendak melakukan pemesanan Obligasi dan Obligasi Subordinasi wajib membuka SET AP CALON NVESTOR D H MBAU UNTUK MEMBACA KETERANGAN LEB H LAN UT
sebelumnya, total penghasilan komprehensif tahun berjalan meningkat sebesar 922,29% menjadi tanggal 23 November 2023 dan telah didaftarkan pada Daftar Perseroan yang dikelola oleh Menkumham Rekening Efek di Perusahaan Efek atau Bank Kustodian yang telah menjadi pemegang Rekening Efek MENGENA PENAWARAN UMUM N MELALU NFORMAS YANG TERSA DALAM
Rp2.297.476 juta pada tahun 2025 dari sebelumnya sebesar Rp224.738 juta. di bawah No. AHU-0236251.AH.01.11.Tahun 2023 tanggal 23 November 2023. di KSEI. PROSPEKTUS
R ngkas Bank UOB ndones a nves o 22_Jun _2026 ndd 2 21 06 26 15 37
Names mentioned 62 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Bank UOB Indonesia Tahap I Tahun
p.1 ×3
unresolved
org
Bank Kustodian. Jumlah Pokok Obligasi
p.1
unresolved
org
PT Fitch
p.1
unresolved
org
PT Fitch Ratings Indonesia
p.1 ×4
unresolved
person
H. Thamrin
p.1 ×2
unresolved
org
PT Bank Mandiri Pemegang Obligasi
p.1
unresolved
org
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia
p.1
unresolved
org
Bank UOB Indonesia Tahap II
p.1 ×2
unresolved
org
Young Global Limited
p.1 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.1 ×7
unresolved
org
PT Indo Premier Sekuritas
p.1 ×3
unresolved
org
Bank UOB Indonesia Investor
p.1
unresolved
org
PT Bank UOB Buana Menjadi Izin
p.2
unresolved
org
Bank Devisa
p.2 ×2
unresolved
org
UOB International Investment Private Limited
p.2 ×2
unresolved
org
Minimum Pemesanan Overseas Bank Limited
p.2
unresolved
org
PT Raya Saham Registra
p.2
unresolved
org
Yayasan Kesejahteraan Nusantara
p.2
unresolved
person
Taufani
p.2
unresolved
org
Bapepam
p.2 ×4
unresolved
org
PT Indo Premier Sekuritas. Mutasi
p.2
unresolved
org
PT Indo Premier Sekuritas Arus
p.2
unresolved
org
PT Indo Premier Sekuritas Sesuai
p.2
unresolved
org
Milik Negara
p.2
unresolved
org
Bank Umum Syariah
p.2
unresolved
person
Eliza Pondaag S.H.
· Notaris
p.2
unresolved
person
CALON PEMBELI OBLIGASI DAN OBLIGASI SUBORDINASI
· Notaris
p.2
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.2
unresolved
org
Pengadilan Negeri
p.2
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.2
unresolved
org
Purwanto Susanti
p.2
unresolved
person
Aulia Taufani
· Notaris
p.2 ×2
unresolved
org
Bapepam-LK
p.2 ×2
unresolved
org
Bank Sentral
p.2
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal No. S-
p.2
unresolved
org
Bank Buana Indonesia Tbk
p.2 ×4
unresolved
org
Bank UOB Buana Tbk.
p.2 ×5
unresolved
person
Fathiah Helmi
· Notaris
p.2 ×7
unresolved
org
PT Bank UOB
p.2 ×2
unresolved
org
PT Bank UOB Buana. Izin
p.2
unresolved
org
Bank UOB Buana Menjadi Izin Usaha Atas Nama
p.2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.