Back to announcement
20250110_PSAB_Laporan Bulanan Aktivitas Eksplorasi_31844964_lamp1.pdf
Other Text extracted PSABSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 6
Page 1
Surat No. JRAP/SKLR/CSD/2025/I/002 tanggal 10 Januari 2025
Perihal Laporan Aktivitas Eksplorasi Pertambangan Periode Triwulan IV Tahun 2024
Dalam rangka memenuhi ketentuan III.3.2 Peraturan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Nomor
I-E Tanggal 19 Juli 2004 tentang Kewajiban Penyampaian Informasi sebagaimana telah
diubah berdasarkan Surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00015/BEI/01-2021 tentang
Perubahan Peraturan I-E Tentang Kewajiban Penyampaian Informasi, bersama ini kami
sampaikan laporan aktivitas eksplorasi di lingkungan anak-anak perusahaan dari PT J
Resources Asia Pasifik Tbk untuk periode bulan Oktober, November dan Desember
(“Triwulan IV”) tahun 2024:
1. PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM)
1.1. Area Aktivitas Eksplorasi
Pada periode Triwulan IV tahun 2024 ini, kegiatan eksplorasi masih berlangsung
pada Blok Bakan di Desa Bakan, Desa Matali Baru, Kecamatan Lolayan, Kabupaten
Bolaang Mongondow dan Desa Tobayagan, Kecamatan Pinolosian Tengah,
Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Provinsi Sulawesi Utara.
1.2. Pihak yang Melakukan Eksplorasi
Kegiatan eksplorasi dilakukan oleh senior geologist, geologist dan field assistant
dari JRBM dan dibantu oleh kru lapangan dari karyawan kontraktor lokal dari CV.
Tri Bersaudara, yang diawasi secara langsung oleh Superintendent Brownfield
Exploration.
1.3. Metode Pengujian dan Pemilihan Area Eksplorasi
Pada periode Triwulan IV tahun 2024 ini, area pit Main Ridge dan Upper Tobayagan
masih menjadi target penyelidikan. Adapun kegiatan yang dilakukan adalah
melanjutkan kegiatan pengeboran dan pemetaan geologi permukaan dengan
pengambilan contoh batuan dengan metode paritan, pengambilan contoh tanah,
pengambilan data geofisika. Seluruh kegiatan eksplorasi yang dilakukan bertujuan
untuk mencari area baru dan potensi penambahan sumber daya di area sekitar
tambang (near mine).
Metode geologi yang digunakan adalah pemetaan geologi permukaan detail dengan
analisa geokimia bagi seluruh contoh dari lapangan, serta survey geofisika dengan
menggunakan metode geolistrik IPDD–Dipole‐Dipole juga dilakukan, dimana
metode tersebut bertujuan untuk pengukuran resistivity dan chargebility untuk
menafsirkan kondisi geologi di bawah permukaan untuk meningkatkan akurasi
target pengeboran. Analisa spektral dengan metode SWIR (short wave infra red),
Page 1 of 6
Page 2
dimana analisa tersebut bertujuan untuk mengetahui jenis mineral lempung dan
oksida besi pada batu yang didapat.
1.4. Hasil Aktivitas Eksplorasi
Pada periode Triwulan IV tahun 2024 ini kegiatan pengeboran masih dilanjutkan,
dimana sebanyak 15 lubang pengeboran telah diselesaikan dan 2 lubang masih
dalam proses pengeboran, dengan total kedalaman pengeboran 4.754,80 meter.
Dari pengeboran tersebut telah diperoleh hasil analisa kandungan emas yang
signifikan, dimana berdasarkan hasil assay ditemui 3 zona mineralisasi di titik
BBD1803. Zona pertama berkorelasi dengan breksi diatrem dengan alterasi kuarsa
massif-argilik lanjutan dan teroksidasi secara utuh. Zona ini mengkonfirmasi
perluasan mineralisasi secara vertikal yang mendekati permukaan, dengan hasil
assay yang cukup baik, yaitu 35.80m @0.55 g/t AuFA, 0.51 g/t AuCN from 19.10-
54.90m. Selanjutnya, zona kedua dijumpai dari meter 79.00-103.40m yang
berasosiasi dengan interkalasi antara breksi diatrem dan tufa dasitik dengan
alterasi kuarsa masif–vuggy dan teroksidasi sepenuhnya oleh goetit–hematit
dengan hasil assay 24.40m @0.28 g/t AuFA, 0.26 g/t AuCN. Setelah itu, zona ketiga
yang menembus 13.60m @0.60 g/t AuFA, 0.12 g/t AuCN from 169.50-183.10m.
Zona ini berkorelasi dengan breksi diatrem yang memiliki urat kuarsa dan diorite
sebagai fragmen dengan alterasi argilik lanjutan dan tingkat oksidasi yang lemah
yang menyebabkan nilai QLT nya menurun.
Selain itu, dari pengeboran di titik BBD1810 diketahui bahwa titik tersebut
memotong zona silika yang cukup masif antara meter ke-43,70–122,50 yang terkait
dengan alterasi kuarsa masif–argilik lanjutan. Hasil assay menunjukkan 2 zona
mineralisasi pada lubang ini. Zona pertama terletak di bagian tengah dari lubang,
dimana zona ini berkorelasi dengan tufa dasitik yang dipotong oleh breksi diatrem
dengan alterasi kuarsa massif, teroksidasi seutuhnya oleh hematit–goetit,
menghasilkan 33.60m @0.35 g/t AuFA; 0.33 g/t AuCN. Zona kedua berasosiasi
dengan breksi sesar disertai dengan silika sebagai fragmen yang memiliki alterasi
argilik, tidak teroksidasi. Zona ini memiliki menghasilkan 18.80m @0.46 g/t AuFA
and 0.09 g/t.
Pada periode ini pengeboran di titik BBD1813 juga telah selesai hingga kedalaman
200 meter sebagai pengeboran infill yang diharapkan dapat mendeliniasi perluasan
mineralisasi kearah timur dari titik BBD1803. Hasil pengeboran dimulai dengan
alterasi argilik dari permukaan hingga meter ke-60,4 dengan litologi tufa dasitik
dan breksi tufa dasitik. Tubuh silika yang umumnya menjadi tempat untuk
mineralisasi berkembang ditemukan di meter ke-60,4 sampai 135,3 yang
Page 2 of 6
Page 3
berkorelasi dengan breksi diatrem yang memiliki alterasi kuarsa vuggy–masif dan
teroksidasi sepenuhnya oleh hematit–goetit. Dari titik BBD1813 menunjukkan 3
zona mineralisasi dengan hasil assay yang signifikan. Selain itu, pengeboran di titik
BBD1814 juga telah selesai hingga kedalaman 175,70 meter sebagai pengeboran
infill yang bertujuan untuk mendeliniasi perluasan tubuh mineralisasi dari titik
MRD1283. Hasil pengeboran di titik ini menunjukan zona kuarsa masif–argilik
lanjutan yang cukup luas dengan hasil assay yang signifikan dari meter ke-66,20–
175,70 dan berdasarkan hasil assay, zona mineralisasi di titik ini terbagi atas 4 zona.
Pada periode Triwulan IV ini, kegiatan jaminan dan kontrol kualitas contoh batuan
masih dilakukan pada contoh kosong, contoh material tersertifikasi dan contoh
batuan duplikat lapangan. Untuk contoh batuan dengan kadar kosong, dari
sejumlah 128 contoh batuan kadar kosong, hanya 1 sampel yang menunjukkan
kisaran 0.05 g/t AuFa dan hampir semua contoh kosong yang dikirim menunjukan
nilai di bawah detection limit 0.01g/t AuFA. Oleh karena itu, preparasi di area
pemotongan batuan atau di area preparasi area Bakan dinyatakan layak dan baik,
sehingga tidak ada kontaminasi di area tersebut.
Untuk contoh material, yaitu contoh referensi tersertifikasi atau certified reference
material (”CRM”), pada periode pengeboran kali ini hanya digunakan contoh CRM
OREAS. Sebanyak 123 contoh OREAS 230 dan 37 contoh OREAS 211 disisipkan
pada contoh batuan dari pengeboran inti yang dikirim ke laboratorium.
Berdasarkan hasil analisa laboratorium, terdapat 2 sampel pada OREAS 230 yang
memiliki nilai AuFA dibawah dari standar deviasi ketiga, sedangkan nilai AuCN-nya
masih dalam ambang batas standar deviasi. Untuk hal tersebut telah dilakukan
pengecekan dengan menganalisa ulang 5 sampel atas dan 5 sampel bawah dari
sampel OREAS.
Dari kegiatan jaminan dan kontrol kualitas untuk contoh batuan duplikat lapangan,
dari 102 contoh batuan duplikat, sebagian besar menunjukkan kemiripan dengan
contoh induknya. Hal ini dapat terlihat melalui nilai R2 yang mendekati 1. Namun,
terdapat 4,9% yang menunjukkan hasil assay yang cukup berbeda dengan contoh
induknya. Hal ini dikarenakan pada beberapa contoh duplikat terdapat urat kuarsa
yang tidak dapat dibagi secara simetris saat pembelahan sampel, sehingga
mengakibatkan sampel yang tidak homogen.
Page 3 of 6
Page 4
1.5. Rencana Tindak Lanjut
Rencana kegiatan eksplorasi pada periode triwulan I tahun 2025 adalah sebagai
berikut:
Melanjutkan kegiatan pengeboran di area pit Main Ridge dan Upper Tobayagan.
Melakukan program pendukung secara paralel dengan program pengeboran
jika diperlukan.
1.6. Biaya Eksplorasi
Biaya eksplorasi dari JRBM untuk periode Triwulan IV tahun 2024 adalah
sebesar USD593,215.
Page 4 of 6
Page 5
2. PT Arafura Surya Alam (ASA)
2.1. Area Aktivitas Eksplorasi
Aktivitas eksplorasi ASA dilakukan di daerah Doup, Desa Kotabunan, Kecamatan
Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Provinsi Sulawesi Utara.
2.2. Pihak yang Melakukan Eksplorasi
Kegiatan eksplorasi di Doup dilakukan oleh seluruh karyawan ASA dan sejumlah
karyawan harian lepas dari PT Tribers.
2.3. Metode Pengujian dan Pemilihan Area Eksplorasi
Pada periode Triwulan IV tahun 2024 ini, kegiatan eksplorasi yang dilakukan
adalah melanjutkan studi analisa bulk leach extractable gold (”BLEG”) dan sulfur,
serta melakukan kegiatan studi persebaran batu gamping di area Doup.
2.4. Hasil Aktivitas Eksplorasi
Pada periode Triwulan IV tahun 2024, studi analisa BLEG dilanjutkan dan sampai
dengan saat ini telah dikumpulkan sebanyak 390 sampel untuk dianalisa. Analisa
BLEG dan sulfur ini dilakukan untuk memberi tambahan data agar keakuratan
model lebih baik.
Pada Triwulan IV ini kegiatan kegiatan studi terkait dengan kandungan sulfur (S)
terutama dari pulp sample pengeboran juga masih dilanjutkan. Terdapat 2 fokus
dalam pencarian sampel untuk pemodelan sulfur di area Doup, yang pertama
adalah untuk menyempurnakan typical section PND-07 dan BTG-07 dan kedua
untuk mengisi data-data lama yang dahulu tidak dilakukan analisis sulfur guna
pembuatan blok model sulfur. Sampai dengan periode Triwulan IV ini, total
sebanyak 1.113 sampel telah terkirim ke laboratorium untuk dilakukan pengujian
ICP-Sulfur, yaitu sebanyak 734 sampel dari area Benteng dan sebanyak 379 sampel
dari area Panang.
Selain itu, pada periode ini dilakukan juga studi persebaran batu gamping untuk
menemukan sumber batu gamping yang dekat dengan pengolahan, yang dapat
digunakan untuk mengurangi biaya operasional. Pada periode ini telah dilakukan
pengambilan sampel, uji titrasi CaCO3, uji specific gravity di beberapa lokasi dekat
area pemrosesan untuk dilakukan uji rate and ranking parameter.
Berdasarkan uji tersebut, area Torotakon adalah opsi terbaik untuk dilakukan
pemetaan lebih lanjut terhadap potensi batu gamping yang ada di lokasi tersebut.
Selain itu, lokasi tersebut juga merupakan daerah yang mudah untuk diakses. Pada
Page 5 of 6
Page 6
periode ini, tim eksplorasi mencoba melakukan pengambilan contoh batuan di
sekitar area Torotakon untuk mendapatkan data persebaran dan perkiraan berapa
sumber daya yang bisa didapatkan dari lokasi tersebut.
2.5. Rencana Tindak Lanjut
Rencana kegiatan eksplorasi pada periode triwulan I tahun 2025 adalah sebagai
berikut:
Melanjutkan studi analisa Sulfur-ICP, pencarian dan pengumpulan pulp
samples di area Panang dan Benteng untuk analisa S-ICP.
Melanjutkan studi persebaran batu gamping di area Torotakon dan sekitarnya.
2.6. Biaya Eksplorasi
Biaya eksplorasi dari ASA untuk periode Triwulan IV tahun 2024 adalah sebesar
USD111,483.
Page 6 of 6
Names mentioned 5 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT J Resources Bolaang Mongondow
p.1
unresolved
org
PT Tribers.
p.5
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.