Skip to content
Back to announcement

20260622_LIVE_Public Expose_32103322_lamp3.pdf

Other Text extracted LIVE

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 4

Page 1
             LAPORAN HASIL PELAKSANAAN PAPARAN PUBLIK TAHUNAN 2026
                        PT HOMECO VICTORIA MAKMUR TBK
                                     Nomor : 16/HVM/CORPSEC/VI/2026

I.     UMUM
       Paparan Publik Tahunan 2026 PT Homeco Victoria Makmur Tbk diselenggarakan dalam rangka memenuhi
       ketentuan Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi.

II.    WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

       Hari/Tanggal :   Rabu, 17 Juni 2026
       Waktu        :   15.11 WIB sampai dengan 15.50 WIB
       Tempat       :   Wisma Technoplast, Lantai Dasar, Jl. Kebon Jeruk Raya No. 1A-1C, Jakarta Barat
       Media        :   Tatap muka dan/atau virtual melalui Zoom Meeting

III.   MANAJEMEN PERSEROAN YANG HADIR
       1. Ellies Kiswoto, Direktur Utama

       2. Inka Widjojo, Direktur

       3. Tenny Hariska Surjotedjo, Direktur

IV.    SUSUNAN ACARA
       1. Pembukaan

       2. Penyampaian profil Perseroan

       3. Penyampaian kinerja Perseroan tahun buku 2025

       4. Penyampaian perkembangan usaha, strategi, dan prospek usaha Perseroan

       5. Sesi tanya jawab

       6. Penutupan

V.     RINGKASAN MATERI PAPARAN PUBLIK

       Dalam Paparan Publik Tahunan 2026, Perseroan menyampaikan antara lain mengenai profil Perseroan, jejak
       langkah Perseroan, pencatatan saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham LIVE, susunan
       manajemen Perseroan, kinerja keuangan tahun buku 2025, perkembangan operasional, penguatan modal
       kerja dan arus kas, portofolio merek, serta tantangan, strategi, prospek usaha, dan prioritas Perseroan pada
       tahun 2026.
Page 2
VI.   PESERTA PAPARAN PUBLIK

      Paparan Publik Tahunan 2026 dihadiri oleh pemegang saham, investor, analis, media, tamu undangan, serta
      pemangku kepentingan lainnya, baik yang hadir secara langsung maupun melalui media virtual.


VII. RINGKASAN TANYA JAWAB
     Pertanyaan 1
     Nama Penanya : Daniel
     Institusi : Private Equity

      Pertanyaan :
      Manajemen melaporkan slide 9, 12 bahwa kami mengamati bahwa arus kas operasi berbalik positif signifikan
      menjadi Rp36,30 miliar dari sebelumnya negatif Rp131,78 miliar, bersamaan dengan penurunan tajam piutang
      usaha dari Rp200,25 miliar menjadi Rp133,24 miliar, sementara penerimaan kas dari pelanggan (Rp287,22 M)
      jauh melampaui pendapatan tahun berjalan (Rp222,10 M). Di tengah kondisi suku bunga acuan BI yang masih
      relatif tinggi dan ketatnya likuiditas perbankan saat ini, apakah perbaikan ini murni didorong oleh akselerasi
      penagihan dari pelanggan reguler, ataukah turut melibatkan penyesuaian kebijakan kredit, restrukturisasi
      piutang bermasalah, atau write-off tertentu yang material ? Kami ingin memahami keberlanjutan pola arus kas
      positif ini ke depannya.

      Jawaban:
      Perbaikan arus kas operasi pada tahun 2025 terutama berasal dari pengelolaan piutang yang lebih disiplin dan
      percepatan penagihan, termasuk penagihan atas saldo piutang dari periode sebelumnya. Karena itu,
      penerimaan kas dari pelanggan dapat lebih tinggi dibandingkan pendapatan tahun berjalan.
      Kami melihat perbaikan ini bukan karena satu transaksi tertentu, tetapi lebih karena fokus Perseroan dalam
      menjaga modal kerja, terutama pada sisi collection dan pemantauan umur piutang. Sejauh yang tercermin
      dalam laporan keuangan audited dapat dilihat bahwa tidak terdapat penghapusan piutang atau write-off yang
      material yang menjadi penyebab utama perbaikan arus kas operasi tersebut.
      Ke depan, Perseroan tetap berhati-hati. Kami akan terus menjaga kualitas piutang, mengevaluasi term kredit
      pelanggan secara lebih selektif, dan mengarahkan pertumbuhan pada pelanggan maupun kanal yang memiliki
      kualitas pembayaran yang lebih baik. Dengan cara ini, Perseroan berharap arus kas operasi dapat tetap terjaga
      secara lebih sehat, meskipun kondisi pasar dan likuiditas masih perlu dicermati.



      Pertanyaan 2
      Nama Penanya : Daniel
      Institusi : Private Equity
Page 3
Pertanyaan :
Manajemen melaporkan slide 9, 11 bahwa persediaan Perseroan meningkat menjadi Rp229,45 miliar justru
saat pendapatan konsolidasian turun dari Rp261,85 miliar menjadi Rp222,10 miliar, dan margin pretax
segmen Manufaktur menyusut hingga hampir impas (Rp0,11 miliar). Mengingat pelemahan rupiah dan
dinamika kebijakan impor/bea masuk bahan baku yang dihadapi pelaku industri rumah tangga belakangan ini,
apakah kenaikan persediaan ini merupakan langkah strategis mengantisipasi kenaikan biaya input ke depan,
dan bagaimana kebijakan Perseroan dalam menilai risiko persediaan usang (slow-moving/obsolete) serta
kecukupan provisi penurunan nilainya per akhir 2025 ?

Jawaban:
Benar bahwa persediaan Perseroan meningkat, sementara pendapatan tahun 2025 menurun. Kenaikan ini
terutama terkait kebutuhan menjaga ketersediaan produk dan kesiapan pasokan, termasuk untuk produk atau
bahan baku tertentu yang memiliki lead time lebih panjang, di tengah fluktuasi kurs, biaya logistik, dan
dinamika kebijakan impor.
Namun demikian, kebijakan ini tidak dimaksudkan sebagai penumpukan stok. Perseroan tetap menjalankannya
secara selektif dengan memperhatikan perputaran persediaan, kebutuhan pasar, prioritas produk, dan
kemampuan penyerapan di masing-masing kanal penjualan.
Manajemen juga menyadari bahwa risiko slow-moving dan obsolete inventory tetap perlu dijaga, terutama
dalam kondisi pasar yang belum sepenuhnya mudah. Oleh karena itu, Perseroan melakukan evaluasi
persediaan secara berkala, antara lain dengan melihat umur persediaan, pergerakan penjualan, kondisi fisik
barang, serta nilai realisasi bersih.
Apabila terdapat persediaan yang memerlukan penyesuaian nilai, Perseroan membentuk provisi penurunan
nilai sesuai standar akuntansi yang berlaku dan berdasarkan hasil penelaahan internal maupun proses audit.
Fokus kami ke depan adalah menyeimbangkan antara ketersediaan produk, perputaran stok, dan kesehatan
arus kas.



Pertanyaan 3
Nama Penanya : Daniel
Institusi : Private Equity

Pertanyaan :
Manajemen melaporkan slide 10, 12 bahwa Terdapat selisih cukup besar antara laba usaha (Rp21,19 miliar)
dan laba sebelum pajak (Rp6,48 miliar), yang dijelaskan sebagai "beban keuangan dan pos lainnya" sekitar
Rp14,7 miliar — meskipun utang bank Perseroan justru menurun menjadi Rp166,08 miliar. Dalam konteks
volatilitas kurs USD/IDR dan kebijakan suku bunga yang masih dinamis di bawah pemerintahan saat ini,
bisakah manajemen memberikan rincian komposisi pos tersebut, apakah didominasi beban bunga, kerugian
selisih kurs, atau terdapat pos non-operasional/transaksi pihak berelasi yang signifikan, agar pemegang
saham publik dapat menilai keberlanjutan profitabilitas Perseroan secara lebih utuh ?
Page 4
      Jawaban:
      Selisih antara laba usaha dan laba sebelum pajak terutama berasal dari beban keuangan, khususnya beban
      bunga atas fasilitas pinjaman bank dan pembiayaan modal kerja yang masih digunakan Perseroan dan entitas
      anak selama tahun berjalan.
      Walaupun posisi utang bank pada akhir tahun tercatat menurun, beban bunga tidak hanya dilihat dari saldo
      akhir tahun, tetapi dari penggunaan fasilitas sepanjang periode berjalan, termasuk tenor, tingkat suku bunga,
      dan pola pemakaian masing-masing fasilitas. Oleh sebab itu, dampaknya masih terlihat pada laporan laba rugi
      tahun 2025.
      Di luar beban bunga, terdapat pos lain seperti biaya administrasi pembiayaan dan dampak selisih kurs, namun
      pos tersebut tidak menjadi faktor dominan dibandingkan beban keuangan.
      Ke depan, Perseroan akan terus berupaya memperbaiki profitabilitas dengan mengendalikan beban keuangan,
      menjaga struktur pendanaan secara lebih hati-hati, dan memperkuat pengelolaan modal kerja. Harapannya,
      kinerja operasional Perseroan dapat semakin tercermin pada laba sebelum pajak dan laba bersih secara lebih
      baik.

VIII. RESUME HASIL PAPARAN PUBLIK

      Paparan Publik Tahunan 2026 telah dilaksanakan dengan baik dan tertib. Perseroan telah menyampaikan
      informasi mengenai kinerja Perseroan tahun buku 2025, perkembangan usaha, strategi, prospek usaha, serta
      prioritas Perseroan ke depan. Seluruh informasi yang disampaikan mengacu pada materi Paparan Publik yang
      telah disiapkan Perseroan dan memperhatikan ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku di pasar
      modal.

IX.   LAMPIRAN
      1.   Materi Paparan Publik Tahunan 2026
      2.   Daftar Hadir/Report Peserta Paparan Publik melalui Zoom
      3.   Daftar Registrasi Online Peserta Paparan Publik


Jakarta, 22 Juni 2026

PT HOMECO VICTORIA MAKMUR TBK




Muhammad Rizal
Corporate Secretary

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.37 MB
Published22 Jun 2026
Pages4
Characters8,725
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 5 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org HOMECO VICTORIA MAKMUR TBK p.1 ×8
linked person Ellies Kiswoto p.1
linked person Inka Widjojo p.1
linked person Tenny Hariska Surjotedjo p.1
possible org Bursa Efek Indonesia p.1 ×2

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result