Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 13
Page 1
Public Expose
2026
Kamis, 25 Juni 2026
Page 2
Daftar Isi • Profil Perseroan • Industri Otomotif Nasional & Regional • Kinerja Operasi & Keuangan Perseroan
Page 3
Jejak Langkah Bintraco
PT Andalan Finance MEKA membuka usaha PT Carsworld Indonesia
Bintraco Dharma didirikan didirikan untuk mendukung bengkel modern menjadi penghubung
sebagai holding company segmen pembiayaan (AFI) Bernama “CARfix” ekosistem CARS
PT Ratna Dewi Motor didirikan PT Asmoco berdiri dan menjalankan Andalan Rental sebagai pelengkap NRM melakukan penyertaan di PT
dan menjalankan Toyota usaha di segmen Purna Jual (MEKA) bisnis rental kendaraan (NRM) Bayauc Nasmoco Auctions yang
Dealership (NRM) menjalankan balai lelang
Page 4
Tim Manajemen
Dewan Komisaris Direksi
Paulus Totok Lusida Darmawan Widjaja Himawan Gunadi Benny Redjo Setyono Hartono Dinata
Komisaris Utama Komisaris Independen Komisaris Independen Direktur Utama Direktur
Dewan Komisaris dan Direksi Bintraco Dharma terdiri dari para profesional berpengalaman yang telah berkiprah puluhan
tahun di industri otomotif dan keuangan. Dengan kepemimpinan yang solid dan beragam latar belakang, tim manajemen ini
menjadi fondasi utama dalam menjaga tata kelola, inovasi, dan arah pertumbuhan perusahaan di masa depan.
Page 5
Wilayah Operasional
*) Data per 31 Des 2025
Bintraco Group hadir di Jawa dan Bali melalui jaringan dealer
Nasmoco dan bengkel modern Carfix. Bintraco terus akan 24 18
memperluas layanan otomotif terintegrasi untuk menjangkau Cabang Cabang
lebih banyak pelanggan di Indonesia.
Dealer Toyota Bengkel Modern
Page 6
Daftar Isi • Profil Perseroan • Industri Otomotif Nasional & Regional • Kinerja Operasi & Keuangan Perseroan
Page 7
Industri Otomotif⃓ Nasional *)
*) Data Gaikindo
Highlights
Market Growth
(%)
• Pasar otomotif nasional masih menghadapi tekanan dengan
Market Size
penurunan volume sejak 2023, namun menunjukkan tanda
(unit) pemulihan moderat di awal 2026 (+2% YoY).
• Toyota tetap menjadi pemimpin pasar dengan pangsa 29% di
3M26, mencerminkan daya tahan merek serta kepercayaan
konsumen yang kuat dengan jaringan dealer dan layanan
purna jual yang luas.
Market Shares (%)
• Kontribusi BEV yang mencapai 16% di 3M26 menunjukkan
percepatan adopsi mobil listrik murni dan Toyota dengan
strategi multi-pathway — menghadirkan pilihan hybrid, plug-
in hybrid, dan BEV sesuai kesiapan infrastruktur dan
kebutuhan pasar Indonesia.
Toyota Shares 34% 33% 31% 34% 29%
• Tantangan utama industri meliputi kenaikan harga energi dan
tekanan nilai tukar, yang menuntut strategi harga yang
adaptif.
Page 8
Industri Otomotif⃓ Regional *)
*) Data Riset Internal Perseroan
Wilayah Jawa Tengah-DIY Highlights
Market Growth
(%) • Penjualan regional tumbuh flat (+0% YoY) di 3M26, dimana
pangsa pasar Toyota tercatat di level 27%.
Market Size
(unit) • Penerapan kebijakan opsen daerah menjadi faktor utama yang
menekan permintaan kendaraan baru di wilayah Jawa Tengah
dan DIY. Biaya kepemilikan meningkat, terutama bagi pelanggan
fleet, ditambah tekanan harga energi dan nilai tukar Rupiah.
Market Shares (%) • Penetrasi mobil listrik (BEV) mencapai 8% (3M26), terutama di
kota-kota besar sehingga perubahan preferensi konsumen
perlu diantisipasi melalui edukasi dan strategi elektrifikasi yang
realistis.
Toyota Shares 31% 31% 30% 31% 27%
• Selain kenaikan BEV, pasar HEV juga meningkat. Toyota
Market by power-train 684 2,736 1,273 4,138 2,617 3,708 338 902
904 1,186 mendominasi melalui model Innova Zenix, Yaris Cross, Corolla
BEV HEV BEV HEV BEV HEV BEV BEV HEV
1% 4% 2% 7% 6% 9% 3%
HEV
8%
8% 11% Cross, hingga Alphard Hybrid, yang memperkuat posisi Toyota
64,984
ICE
57,926
ICE
37,080
ICE
10,031
ICE
9,151
ICE
dalam transisi menuju elektrifikasi.
95% 91% 85% 89% 81%
Toyota
Page 9
Daftar Isi • Profil Perseroan • Industri Otomotif Nasional & Regional • Kinerja Operasi & Keuangan Perseroan
Page 10
Kinerja Operasional
Komposisi penjualan Perseroan tetap sehat dengan
▼28% ▼19%
dominasi segmen MPV.
Volume Penjualan (unit) • MPV: dominasi model Avanza dan Innova yang walau terlihat
20,708 17,855 12,894 3,835 3,106 melambat namun belum memperhitungkan momentum produk
277 13 baru Veloz Hybrid yang baru mulai didistribusikan di kuartal II.
678 133 75 19
1% 172 0%
3% 814 1% 1,019 1% 288 0% 6% • LCGC: relatif stabil melalui model Agya dan Calya.
5% 8% 8%
4,021 3,220 2,055 659
502 Others
25% 18% 16% 17%
16% • SUV: Perlambatan pada Fortuner dan Rush, namun segmen ini
Commercial tetap memiliki potensi rebound seiring tren gaya hidup dan
10,586 9,742 7,121 1,773
2,216 kebutuhan kendaraan multifungsi.
51% 55% 55% 58% 57% SUV
MPV • Commercial: Penurunan terutama terjadi pada model Hiace,
5,146 3,946 2,624 646
653 namun model Rangga memiliki penjualan yang stabil,
25% 22% 20% 17% 21% LCGC menandakan basis permintaan yang konsisten di segmen bisnis
2023 2024 2025 3M25 3M26
Model Favorit
Page 11
Kinerja Keuangan (Rp miliar)
Pendapatan
6,485
Non
Kinerja keuangan tetap solid di tengah stagnasi pasar otomotif
6,185 Otomotif Segmen
2%
Otomotif
98%
4,732 ▼ 21% 4,647 • Performa keuangan Perseroan bergerak sejalan dengan stagnasi industri
otomotif nasional dan regional (Jawa Tengah–DIY).
1,429
1,131
• Inisiatif efisiensi difokuskan pada pengendalian Gross Profit Margin,
2023 2024 2025 3M25 3M26 2026T
penghematan opex, dan optimalisasi working capital untuk menjaga
profitabilitas melalui penghematan bunga.
Laba Bersih pemilik entitas induk
• Laba bersih terkoreksi hanya 4%, jauh lebih terkendali dibanding penurunan
210 penjualan sebesar 21%, mencerminkan efektivitas inisiatif efisiensi yang
174 148 ▼ 4% 150
dilakukan.
48 46
• Meskipun terdapat penghematan bunga, namun Laba Bersih owner tetap
2023 2024 2025 3M25 3M26 2026T tertekan 4% akibat penurunan volume penjualan.
Page 12
Kinerja Posisi Keuangan (Rp miliar)
Aset ▲ 4%
Ekuitas
Total Aset 3,869 ▼ 10% ▼ 2%
Ekuitas
3,498 1,497
▼ 14%
3,007 ▲ 21%1,331 1,383
2,962 2,876
Aset Lancar 57% 52% ▲ 25% 1,100
2,209▼ 18% 1,803▼ 19% 49% 48% 43% 877
1,460 ▼ 3% 1,415 1,250
Aset Tidak 43% 48% 51% 52% 57%
Lancar 1,660 ▲ 2% 1,695 ▼ 9% 1,547 ▼ 0% 1,546 1,626
2023 2024 2025 Mar26 2026T 2023 2024 2025 Mar26 2026T
Liabilitas Struktur keuangan tetap solid dengan ekuitas meningkat dan liabilitas menurun
Total Liabilitas 2,992 ▼ 20%
▼ 6%
2,398 ▼ 30% • Total Aset relatif stabil, baik dari sisi aset lancar maupun tidak lancar, menunjukkan
Liabilitas
struktur neraca yang tetap seimbang di tengah stagnasi pasar.
1,676 1,579
Jangka Pendek 89% 1,379
2,663▼ 17% 92% • Liabilitas turun 5,8%, terutama karena efisiensi working capital, menurunkan liabilitas
2,213▼ 29% 94% 93%
1,573 ▼ 7% 1,470 94% jangka pendek dari Rp 1,57 triliun menjadi Rp 1,47 triliun.
Liabilitas 1,294
Jangka Panjang 11% 6%
8% 6% 7%
329 ▼ 44%
185
▼ 44% ▲ 6%
109
85 • Struktur keuangan tetap solid, dengan saldo ekuitas meningkat 3,9% menjadi Rp 1,38
2023 2024 2025 103 Mar26 2026T triliun, mencerminkan penguatan posisi modal dan kemampuan perusahaan menjaga
kesehatan finansial.
Page 13
THANK YOU
Names mentioned 9 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Andalan Finance
p.3
unresolved
org
PT Carsworld Indonesia Bintraco Dharma
p.3
unresolved
org
PT Ratna Dewi Motor
p.3
unresolved
org
PT Asmoco
p.3
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.