Back to announcement
20250103_SURI_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31842382_lamp1.pdf
Other Text extracted SURISource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 5
Page 1
Medan, 3 Januari 2025 No. : 001/HRD-MAL/I/2025 Lampiran :- Kepada Yth. PT Bursa Efek Indonesia Gedung Bursa Efek Indonesia Menara I lantai 4 Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53 Jakarta 12190 Up. : Kepala Divisi Penilaian Perusahaan I Perihal : Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Dengan hormat, Merujuk kepada surat BEI nomor S-13635/BEI.PP1/12-2024 pada tanggal 27 Desember 2024 perihal Permintaan Penjelasan. Berikut kami sampaikan Tanggapan Perseroan untuk dapat diterima oleh Bursa Efek Indonesia. Demikian Pemberitahuan ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerja samanya kami mengucapkan terima kasih. Hormat kami, PT Maja Agung Latexindo, Tbk. Imelda Lin Direktur Utama
Page 2
Lampiran
1. Berdasarkan Laporan Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum tanggal 3 April 2024, seluruh
dana yang diperoleh dari Penawaran Umum baru terserap sebesar 100%, sebagai berikut:
Jika dibandingkan dengan laporan keuangan per 30 September 2024, terdapat inkonsistensi dengan
laporan penggunaan dana sebagai berikut:
a. Pengembangan software yang direncanakan senilai Rp3 miliar, sedangkan nilai aset tak
berwujud dalam pengembangan adalah sebesar Rp4,1 miliar.
b. Belanja modal yang direncanakan senilai Rp94,2 miliar, sedangkan penambahan aset tetap di
tahun 2023 dan 2024 masing-masing sebesar Rp46 dan 8 miliar (totalnya sejumlah Rp54
miliar).
c. Modal kerja yang direncanakan sebesar Rp115,6 miliar, sedangkan pembayaran uang muka
kepada pemasok sebesar Rp160 miliar.
Atas hal tersebut, Bursa meminta penjelasan:
a. Latar belakang perbedaan nilai realisasi penggunaan dana dengan laporan keuangan per
30 September 2024.
Tanggapan:
Penjelasan perbedaan nilai realisasi penggunaan dana dengan laporan keuangan per 30
September 2024 adalah sebagai berikut:
a) Pengembangan software yang direncanakan dari penggunaan dana IPO sebesar
Rp3 miliar dan nilai aset tak berwujud dalam pengembangan pada laporan keuangan
sebesar Rp4,1 miliar terjadi karena adanya tambahan dana sebesar Rp1,1 miliar yang
menggunakan saldo bank Perseroan dari kegiatan operasional. Pengembangan
software merupakan pengadaan lisensi dan jasa implementasi software Enterprise
Resource Planning (ERP)
Selisih ini timbul karena kebutuhan pengembangan software dengan yang disepakati atas
pekerjaan ini sebesar Rp4,1 miliar, melebihi anggaran awal yang telah ditetapkan.
Perseroan memutuskan untuk menggunakan saldo bank Perseroan dari kegiatan
operasional guna menutupi kekurangan tersebut dan memastikan proyek pengembangan
software dapat diselesaikan sesuai dengan rencana. Langkah ini diambil untuk menjaga
kualitas dan kecepatan pelaksanaan proyek, demi mendukung strategi bisnis dan
operasional perusahaan ke depannya.
b) Terkait belanja modal sebenarnya yang direncanakan dalam penggunaan dana IPO
adalah sebesar Rp113 miliar, dengan rincian sebagai berikut
No Pengunaan dana Rp
1 Pengembangan Bangunan Pabrik, Gudang dan Kantor Rp 39,839,860,237
2 Pengolahan Limbah Rp 6,106,960,000
wwiw
dx.i.cdox.icdo.id
Page 3
3 Penambahan mesin Rp 48,278,052,743
4 Penambahan daya listrik Rp 18,904,522,750
Jumlah Rp 113,129,395,730
Seluruh nilai ini belum tercatat sepenuhnya sebagai aset tetap karena sebesar Rp67 miliar
masih tercatat sebagai uang muka pemasok dan akan direklasifikasi menjadi aset tetap
saat proses konstruksi modifikasi dimulai.
c) Perbedaan terkait modal kerja yang direncanakan sebesar Rp115,6 miliar dan
pembayaran uang muka kepada pemasok sebesar Rp160 miliar disebabkan karena dari
total uang muka kepada pemasok sebesar Rp160 miliar, Rp96,7 miliar digunakan untuk
pembelian bahan baku dan bahan pembantu, yang nantinya akan direalisasikan sebagai
persediaan. Dari Rp96,7 miliar tersebut, nilai sebesar Rp89,9 miliar tercatat pada uang
muka pemasok, serta sisanya sebesar Rp 6,8 miliar dipergunakan untuk membayar
pemasok.
Tambahan Rp2,3 miliar merupakan pembayaran yang menggunakan saldo bank
Perseroan dari kegiatan operasional.
Sementara itu, sebesar Rp67 miliar merupakan uang muka atas rencana konstruksi
modifikasi mesin produksi dan fasilitas penunjang serta penambahan daya listrik. Uang
muka ini akan diklasifikasikan menjadi aset tetap setelah proses konstruksi dimulai.
b. Jelaskan pencatatan dan penyajian dalam laporan keuangan atas masing-masing realisasi
penggunaan dana IPO.
Tanggapan:
Berikut penjelasan dan penyajian dalam laporan keuangan atas masing-masing realisasi
penggunaan dana IPO:
a) Hasil penggunaan dana IPO yang dialokasikan untuk pengembangan bangunan
pabrik, gudang, kantor dengan total dana yang telah direalisasi sebesar Rp39,8 miliar
dipergunakan untuk mengembangkan bangunan Pabrik Gudang dan kantor Perseroan.
Perseroan menunjuk kontraktor untuk melakukan pekerjaan tersebut. Harga yang
disepakati atas pekerjaan ini adalah sebesar Rp40 miliar.
Perseroan sudah membayarkan seluruh biaya pengembangan sebesar Rp40 miliar kepada
kontraktor dimana dana sebesar Rp39,8 miliar menggunakan dana IPO dan sisa sebesar
Rp160 juta dibayar menggunakan saldo bank Perseroan dari kegiatan operasional..
Biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan pengembangan bangunan pabrik, gudang
dan kantor, telah tercatat pada akun “Aset Tetap - Aset dalam penyelesaian” (lihat
Catatan 9 atas Laporan Keuangan).
b) Hasil penggunaan dana IPO yang dialokasikan untuk instalasi pengolahan limbah
dengan total dana yang telah direalisasi sebesar Rp6,1 miliar dipergunakan untuk
membangun instalasi pengolahan limbah atas sisa produksi pabrik Perseroan. Perseroan
menunjuk kontraktor untuk melakukan pekerjaan tersebut.
Perseroan sudah membayarkan seluruh biaya instalasi pengolahan limbah sebesar
Rp6 miliar kepada kontraktor dengan menggunakan dana IPO. Sisa dana IPO sebesar
Rp98 juta telah dipergunakan untuk jasa pengolahan limbah selama tahun berjalan
melalui kas perseroan.
wwiw
dx.i.cdox.icdo.id
Page 4
Biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan penambahan pengolahan limbah ini masih
tercatat pada akun “Aset Tetap - Aset dalam penyelesaian” (lihat Catatan 9 atas Laporan
Keuangan).
c) Hasil penggunaan dana IPO yang dialokasikan untuk pengembangan software dengan
total dana yang telah direalisasi sebesar Rp3 miliar dipergunakan untuk pengadaan lisensi
dan jasa implementasi software Enterprise Resource Planning (ERP). Harga yang
disepakati atas pekerjaan ini adalah sebesar Rp4,1 miliar.
Perseroan sudah membayarkan seluruh biaya pengembangan sebesar Rp4,1 miliar
dengan menggunakan dana dari perolehan IPO sebesar Rp3 miliar dan sisa sebesar Rp1,1
miliar dibayar menggunakan saldo bank Perseroan dari kegiatan operasional.
Biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan pengadaan dan jasa implementasi software
ERP ini tercatat pada akun “Aset Takberwujud dalam Pengembangan” (lihat Catatan 11
atas Laporan Keuangan).
d) Hasil penggunaan dana IPO yang dialokasikan untuk penambahan mesin dengan total
dana yang telah direalisasi sebesar Rp48,2 miliar dan penambahan daya listrik sebesar
Rp18,9 miliar dipergunakan untuk perolehan mesin baru dan modifikasi sejumlah mesin
yang sudah ada, yang digunakan untuk produksi, serta penambahan daya pabrik dan
fasilitas penunjang, Perseroan menunjuk kontraktor untuk melakukan pekerjaan tersebut.
Perseroan sudah membayarkan seluruh biaya instalasi pengolahan limbah sebesar
Rp67 miliar kepada kontraktor dengan menggunakan dana IPO. Tetapi proses konstruksi
modifikasi serta penambahan daya listrik masih dalam tahap pembangunan per tanggal
laporan keuangan 30 September 2024.
Biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan penambahan mesin dan penambahan daya
listrik ini masih tercatat pada akun “Uang muka kepada pemasok” (lihat Catatan 8 atas
Laporan Keuangan). Nilai tercatat uang muka kepada pemasok sebesar Rp 156,9 miliar
termasuk uang kepada pemasok atas pembelian persediaan bahan baku dan bahan
pembantu sebesar Rp89,9 miliar.
e) Hasil penggunaan dana IPO yang dialokasikan untuk modal kerja dengan total dana
yang telah direalisasi sebesar Rp96,7 miliar digunakan untuk pembelian bahan baku dan
bahan pembantu, yang nantinya akan direalisasikan sebagai persediaan. Dari Rp96,7
miliar tersebut, nilai sebesar Rp89,9 miliar tercatat pada uang muka pemasok, serta
sisanya sebesar Rp 6,8 miliar dipergunakan untuk membayar ke pemasok.
Dikarenakan belum terdapat penerimaan pengiriman bahan baku dan bahan pembantu
dari pemasok, maka nilai pembayaran sebesar Rp89,9 miliar dicatat sebagai akun “Uang
muka kepada pemasok” (lihat Catatan 8 atas Laporan Keuangan). Nilai tercatat uang
muka kepada pemasok sebesar Rp 156,9 miliar termasuk uang kepada pemasok atas
penambahan mesin dan daya listrik sebesar Rp67 miliar.
c. Merujuk pada CaLK nomor 8, diketahui peningkatan terbesar uang muka pemasok adalah
terkait pihak ketiga yakni PT Solusi Sumber Kebersihan. Jelaskan mengenai alasan pemilihan
pemasok tersebut, produk yang dibeli, perjanjian dengan Pemasok, dan sumber dana yang
dibayarkan kepada pemasok tersebut.
Tanggapan:
Alasan manajemen menyalurkan uang muka pemasok hanya ke satu pihak
karena. PT Solusi Sumber Kebersihan yang berkompeten dan expert dalam bidang ini
wwiw
dx.i.cdox.icdo.id
Page 5
Berdasarkan perjanjian pembelian latex dan cangkang yang dibuat oleh Perseroan dan
PT Solusi Sumber Kebersihan, kerjasama dalam hal penyediaan persediaan latex dan
Cangkang. Sumber dana untuk pembayaran kerjasama ini berasal dari IPO.
d. Apakah terdapat perubahan penggunaan dana hasil IPO yang belum disampaikan kepada
publik?
Tanggapan:
Tidak terdapat perubahan penggunaan dana hasil IPO yang belum disampaikan kepada
publik.
2. Informasi/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup
Perseroan dan/atau dapat mempengaruhi harga saham Perseroan, yang belum diungkapkan kepada
masyarakat.
Tanggapan:
Sampai dengan tanggal penyampaian penjelasan kepada Bursa, tidak terdapat kejadian penting
yang material dan tidak dapat mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan serta tidak dapat
mempengaruhi harga saham Perusahaan.
wwiw
dx.i.cdox.icdo.id
Names mentioned 5 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Solusi Sumber Kebersihan. Jelaskan
p.4
unresolved
org
PT Solusi Sumber Kebersihan
p.4 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.