Back to announcement
20241227_TGRA_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31831575_lamp1.pdf
Other Text extracted TGRASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 3
Page 1
Nomor : 036/DIR-TGRA/IDX/XII/2024 24 Desember 2024
Lampiran :-
Perihal : Penjelasan Surat BEI No.S-13450 (Publish)
Kepada Yth
Direktur Penilaian Perusahaan-1
Bursa Efek Indonesia
Indonesia Stock Exchange Building
Tower-I 6th Floor
Jl Jend. Sudirman Kav 52-53
Jakarta – 12190
Up Yth Bapak I Gede Nyoman Yetna
Dengan hormat,
Sesuai surat BEI No.S-13450/BEI.PP1/12-2024 tanggal 20 Desember 2024, yang kami terima pada
tanggal 23 Desember 2024, namun karena tanggal 24 Desember 2024 Kantor kami libur, maka surat
ini baru disampaikan hari ini tanggal 27 Desember 2024; dengan ini kami sampaikan penjelasan sebagai
berikut :
1. Berdasarkan pemantauan Bursa dan penjelasan dari Tim Perseroan saat kunjungan operasional site,
hingga saat ini, pembangunan power house (pembangkit listrik) dan bendungan di dua lokasi proyek
belum terealisasi sama sekali. Tahap konstruksi fisik belum dimulai, sehingga aktivitas di kedua titik
tersebut masih dalam tahap persiapan awal. Bursa meminta penjelasan atas timeline konkret
mengenai rencana pembangunan power house dan bendungan di dua lokasi, termasuk identifikasi
semua hambatan yang dihadapi dan langkah-langkah mitigasi yang telah direncanakan.
Penjelasan :
1.1. Keterlambatan pembangunan proyek-proyek mini hydro power plant perseroan terutama
disebabkan sejak IPO 15 Mei 2017 hasilnya undersubscribed, hanya berhasil memperoleh
Rp110Miliar, sedangkan kebutuhan 5 (lima) proyek yang telah memiliki PPA (Power Purchase
Agreement) dengan kapasitas total 43,8MW adalah sebesar Rp.1,5 Trilliun, atau butuh pembiayaan
ekuitas minimal Rp500 Miliar dan pembiayaan hutang Rp1 Trilliun.
1.2. Sejak 17 Juli 2020, manajemen yang baru melakukan upaya-upaya untuk memperkuat struktur
permodalan dan memperoleh sumber pembiayaan, menemui kegagalan, namun berhasil
mempertahankan PPA dengan PT PLN (Persero) yang dimiliki, serta berhasil melakukan efisiensi
untuk mempertahankan kelangsungan eksistensi perseroan. Termasuk melakukan review secara
menyeluruh terhadap status proyek, design proyek serta pembebasan lahan proyek. Penataan
manajemen proyek serta fokus kepada penjajakan calon mitra strategis yang memiliki kapasitas
keuangan yang memadai dan memiliki visi untuk mengembangkan proyek green energy di
Indonesia.
1.3. Sejak April 2024, kami mendapatkan calon investor yang memiliki kapasitas keuangan yang
memadai untuk membangun proyek-proyek yang dimiliki perseroan dan bahkan memiliki rencana
untuk meningkatkan jumlah portfolio green energy perseroan hingga 1.000 MW.
1.4. Timeline konkrit untuk pembangunan proyek-proyek perseroan, sebagaimana kami sampaikan
dalam materi public expose, yaitu:
a. Pembangunan PLTM Sisira ditargetkan akan dibangun pada Triwulan-I 2025;
b. Pembangunan PLTM Batang Toru-3 dan PLTM Batang Toru-4 ditargetkan akan dibangun pada
Triwulan-III 2025;
c. PLTM Raisan Naga Timbul dan Raisan Huta Dolok ditargetkan akan dibangun pada Triwulan-IV
tahun 2025.
1
Page 2
1.5. Sampai saat ini hambatan utama yang dihadapi perseroan adalah aspek likuiditas dan ekuitas yang
diperlukan untuk melaksanakan pembangunan proyek-proyek hydro power plant yang dimiliki
perseroan.
1.6. Hambatan teknis dan hambatan sosial khusus di lokasi-lokasi proyek, sama sekali tidak ada.
Karena manajemen perseroan memiliki pengalaman teknis yang cukup panjang dalam urusan
proyek-proyek energi. Masalah sosial sampai saat ini tidak pernah muncul khususnya yang
berhubungan dengan proyek-proyek perseroan tersebut, bukan hanya 2 (dua) proyek yang
dikunjungi tetapi seluruh proyek yang dimiliki perseroan.
2. Untuk menjelaskan pertanyaan pada butir (2), disampaikan sebagai berikut :
2.1. Mengenai perubahan desain proyek Sisira dan Batang Toru-3 dan 4, lebih kepada tujuan untuk
tercapainya optimalisasi design untuk menghasilkan energy output yang lebih stabil dan tujuan
tercapainya efisiensi.
2.2. Design awal dan perubahan design dilakukan oleh Konsultan yang sama, karena perubahan design
adalah juga hasil pembahasan dengan manajemen perseroan dan manajemen entitas anak dimana
proyek tersebut berada.
2.3. Hasil survey yang tercantum dalam Studi Kelayakan yang dilakukan oleh Konsultan telah
memperhitungkan kemungkinan tektonik di masa yang akan datang.
3. Pertimbangan bendung untuk Batang Toru-3 akan digunakan juga sebagai bendung Batang Toru-
4 antara lain sebagai berikut :
3.1. Pertimbangan utama karena dua proyek ini berdekatan dan merupakan proyek “cascade” maka
penggunaan single weir adalah memungkinkan;
3.2. Analysis cost and benefit yang paling nyata adalah, efisiensi pada proyek Batang Toru-4, yaitu
tidak diperlukannya investasi pembangunan dam / weir. Dampaknya terhadap struktur teknis dan
lingkungan serta jadual proyek akan lebih efisien. Aspek lingkungan bahkan lebih baik karena
tidak diperlukan dam atau weir kedua.
4. Mengenai pembukaan akses, dapat disampaikan sebagai berikut :
4.1. Pembukaan akses dilakukan secara swakelola oleh pendiri perseroan dalam rangka
mempersiapkan proyek dalam pembangunan selanjutnya oleh EPC Kontraktor yang akan
ditunjuk.
4.2. Untuk PLTM Sisira hanya diperlukan pembebasan lahan tambahan untuk pembuangan tanah
hasil cut and fill, +/- 4 ha. Sedangkan lahan yang sudah dibebaskan dan telah memiliki SHGB
atas nama PT Energi Alam Sentosa (PT EAS) yaitu seluas 17,52 ha dari total yang telah
dibebaskan seluas 20,19 ha. Sedangkan untuk lahan PLTM Batang Toru-3 yang telah dibebaskan
adalah seluas 22,14 ha, dari total kebutuhan lahan 26,08 ha, semuanya berstatus Surat Pelepasan
Hak Atas Tanah (SPHT). Proses peningkatan menjadi SHGB sedang berproses. Sedangkan untuk
proyek PLTM Batang Toru-4, lahan yang telah dibebaskan 20,65 ha dari total kebutuhan 26,92
ha. Status lahan yang telah dibebaskan telah ada Surat Pelepasan Hak Atas Tanah (SPHT). Status
dialog dengan masyarakat aman-aman saja.
2
Page 3
Demikian kami sampaikan penjelasannya, atas perhatian dan arahannya, kami haturkan terima kasih.
PT TERREGRA ASIA ENERGY Tbk
Daniel Tagu Dedo
Direktur / Corporate Secretary
Tembusan Yth :
1. Direktur Utama
2. Dewan Komisaris
3
Names mentioned 7 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Indonesia Stock Exchange
p.1
unresolved
person
I Gede Nyoman Yetna
p.1
unresolved
org
PT PLN (Persero)
p.1
unresolved
org
PT Energi Alam Sentosa
p.2
unresolved
org
PT EAS
p.2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.