Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 31
Page 1
Page 2
MATERI PUBLIC EXPOSES : 1.PROFILE PERSEROAN 2.UNIT OPERASI PERSEROAN 3.TATA KELOLA PERSEROAN 4.KINERJA KEUANGAN PERSEROAN 5.RENCANA USAHA PERSEROAN
Page 3
1 PROFILE PERSEROAN
Page 4
SEKILAS PERSEROAN Perjalanan Perseroan diawali dari sektor jasa keuangan, ketika pada 9 Maret 1984 didirikan dengan nama PT Arkasa Utama Leasing. Pada fase awal ini, kegiatan usaha difokuskan pada pembiayaan sewa guna usaha, anjak piutang, serta pembiayaan konsumen, sebagai respons atas kebutuhan pembiayaan yang berkembang di Indonesia. Seiring perubahan strategi dan arah pengembangan, Perseroan melakukan rebranding pada 17 Mei 2004 dan resmi menggunakan nama PT Magna Finance. Langkah ini menjadi fondasi penguatan posisi usaha sebelum memasuki fase transformasi yang lebih luas. Tonggak penting berikutnya terjadi pada tahun 2014, saat Perseroan melaksanakan Penawaran Umum Perdana dengan menawarkan 700 juta saham kepada publik. Sejak 7 Juli 2014, saham Perseroan tercatat di Bursa Efek Indonesia, menandai statusnya sebagai perusahaan terbuka dan membuka ruang ekspansi yang lebih besar. Transformasi lanjutan dilakukan melalui perubahan model bisnis dari pembiayaan ke investasi. Perubahan ini disertai dengan pergantian nama menjadi PT Magna Investama Mandiri Tbk, yang disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 16 Februari 2017. Pada saat yang sama, Perseroan mengembalikan izin usaha pembiayaan kepada Otoritas Jasa Keuangan sebagai bagian dari penyesuaian fokus usaha. Dalam tahap restrukturisasi berikutnya, Perseroan mengalihkan aset dan liabilitas kepada PT Batavia Prosperindo Finance Tbk. Dana hasil transaksi tersebut kemudian dimanfaatkan untuk mengakuisisi saham PT Padi Unggul Indonesia dari Sutan Agri, yang membawa Perseroan memasuki sektor industri penggilingan padi dan perdagangan besar beras pada tahun 2020. Kegiatan Usaha Arah pengembangan kembali diperbarui pada tahun 2022 melalui penetapan kegiatan usaha utama di bidang properti komersial, perhotelan, serta infrastruktur pendukung lainnya. Perseroan juga memperluas perannya sebagai perusahaan holding dengan memiliki saham pada PT Grha Swahita dan PT BIP Sentosa sebagai entitas anak, sekaligus memperkuat portofolio di sektor real estat dan pariwisata.
Page 5
INFORMASI PERSEROAN
Nama Perseroan PT MAGNA INVESTAMA MANDIRI, Tbk
Gedung Graha BIP Lt. 6,
Alamat Jl. Jenderal Gatot Subroto Kav. 23, Jakarta Selatan
Telp. 021-2522535
Perhotelan, properti komersial dan sarana pendukung lain, real estate, pariwisata dan Perusahaan
Bidang Usaha Holding
Tanggal Pendirian 9 Maret 1984
Tanggal Pencatatan Saham 7 Juli 2014
Email corpsec@magnainvestamamandiri.co.id
website www.magnainvestamamandiri.co.id
Profesi Penunjang
KAP Johan Malonda Mustika & Rekan
Jl. Pluit Raya 200 Blok V No. 1-5
Jakarta 14440
BAE Adimitra Jasa Korpora
Rukan Kirana Boutique Office
Jl. Kirana Avenue III Blok F3 No. 5
Kelapa Gading, Jakarta Utara
Notaris Edi Priyono, SH
Menteng Square Tower C Lt. 2 No. K-80
Jl. Matraman Raya No. 30E,
Jakarta
Page 6
STRUKTUR PERSEROAN
Page 7
Page 8
Marcia Maria Tri Martini
Michelle Elisa Rusli
Komisaris Utama
Komisaris
Page 9
Arianto Sjarief Andi Budhi Witjaksono Direktur Utama Direktur
Page 10
Komite Audit : Ketua : Michelle Elisa Rusli Anggota : Julia Widjaja Internal Audit : Bahrudin Corporate Secretary : Sri Debora Irawati
Page 11
2 UNIT OPERASI PERSEROAN
Page 12
Tingkat Hunian per 31 Maret 2026 : 57,79%
Page 13
Tingkat Hunian per 31 Maret 2026 : 53,33%
Page 14
Desember 2025
NAMA DESEMBER 2025 MARET 2026 Sinabung
1,56%
Cross
Paasha
Seminyak
Bali
98,44%
CROSS PAASHA Rp. 48.839.169.659,- Rp. 7.730.564.408,-
SEMINYAK BALI
Maret 2026
APARTEMEN Rp. 772.916.813,- Rp. 148.181.171,-
SINABUNG
Sinabung
1,88%
Cross
Paasha
Seminyak
Bali
98,12%
Page 15
3 TATA KELOLA PERSEROAN
Page 16
Perseroan menempatkan Tata Kelola Perusahaan yang Baik atau Good Corporate Governance sebagai landasan utama dalam mengelola seluruh kegiatan usaha. Kerangka ini diterapkan secara menyeluruh, mencakup aktivitas operasional hingga fungsi pendukung, agar setiap kebijakan dan keputusan bisnis memiliki arah yang jelas, terukur, serta dapat dipertanggungjawabkan di tengah perubahan dan persaingan industri yang semakin dinamis. Bagi Perseroan, tata kelola yang solid bukan sekadar pemenuhan kewajiban regulasi, melainkan bagian integral dari strategi untuk menjaga kesinambungan usaha dan melindungi kepentingan seluruh Pemangku Kepentingan. Dalam penerapannya, Perseroan mengintegrasikan nilai-nilai etika, transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan ke dalam proses bisnis sehari-hari. Pendekatan ini dirancang untuk menciptakan keseimbangan antara tujuan ekonomi dan tanggung jawab sosial, sekaligus menyelaraskan kepentingan internal dengan ekspektasi pihak eksternal. Dengan demikian, Perseroan dapat menjembatani kebutuhan jangka pendek dengan sasaran jangka panjang, serta membangun hubungan yang sehat antara individu dan organisasi, juga antara kepentingan usaha dan prinsip etika. Komitmen terhadap penerapan GCG menjadi faktor penting dalam memperkuat daya saing Perseroan. Tata kelola yang dijalankan secara konsisten mendorong Perseroan tidak hanya mengejar kinerja keuangan, tetapi juga menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi Pemegang Saham. Praktik etika bisnis yang dijaga dengan disiplin dan keterbukaan informasi yang memadai menjadi fondasi dalam memelihara kepercayaan Pemangku Kepentingan. Seluruh aktivitas usaha dilaksanakan dengan berpedoman pada ketentuan hukum yang berlaku, sehingga proses bisnis berjalan tertib, berkesinambungan, dan selaras dengan arah strategis Perseroan. Prinsip Tata Kelola Perusahaan Perilaku Beretika (Etika) Dalam menjalankan kegiatan usaha, korporasi menegakkan nilai kejujuran dan integritas dengan memperlakukan seluruh pihak secara adil dan saling menghormati. Setiap komitmen dijalankan dengan penuh tanggung jawab, disertai upaya menjaga nilai moral dan kepercayaan yang menjadi dasar hubungan jangka panjang. Korporasi memperhatikan kepentingan pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya berdasarkan prinsip kewajaran dan kesetaraan (fairness), serta memastikan pengelolaan dilakukan secara independen agar setiap organ perusahaan dapat menjalankan peran dan tanggung jawabnya tanpa pengaruh maupun intervensi dari pihak mana pun.
Page 17
Transparansi Sebagai bagian dari upaya menjaga objektivitas dan kepercayaan, korporasi menyediakan informasi yang material dan relevan secara terbuka, akurat, serta tepat waktu. Informasi tersebut disajikan dengan cara yang mudah diakses dan dipahami oleh pemangku kepentingan. Selain memenuhi kewajiban pengungkapan sesuai peraturan perundang-undangan, korporasi juga menyampaikan informasi penting lainnya yang diperlukan oleh pemegang saham, kreditur, dan pihak terkait dalam proses pengambilan keputusan. Akuntabilitas Korporasi menempatkan pertanggungjawaban kinerja sebagai prinsip utama dalam pengelolaan perusahaan. Seluruh aktivitas dikelola secara profesional dan terukur, dengan tetap mengedepankan kepentingan korporasi serta memperhatikan hak dan kepentingan pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya. Penerapan akuntabilitas yang konsisten menjadi fondasi dalam mendukung pencapaian kinerja yang berkesinambungan dan berorientasi jangka panjang. Keberlanjutan Korporasi mematuhi seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan secara konsisten. Komitmen ini diwujudkan melalui kerja sama dan keterlibatan aktif dengan para pemangku kepentingan untuk memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan. Dalam pelaksanaannya, korporasi berupaya menjaga keseimbangan antara kepentingan bisnis dan agenda pembangunan berkelanjutan.
Page 18
4 KINERJA KEUANGAN PERSEROAN
Page 19
Rp. Juta
2023 2024 2025 Maret 2026
Total Aset 137.036 128.289 126.147 123.878
Aset Lancar 26.314 8.574 10.656 8.854
Total Liabilitas 93.954 96.683 84.214 86.700
Liabilitas Jangka Pendek 19.304 40.790 31.913 26.408
Ekuitas 43.082 31.605 41.933 37.178
Pendapatan 47.511 50.002 49.612 7.879
Beban Langsung (18.586) (19.897) (18.951) (4.015)
Beban Usaha (14.430) (16.696) (18.141) (3.766)
Laba Usaha 14.495 13.409 12.520 97
Laba (Rugi) Bersih Tahun Berjalan (2.028) 5.745 1.513 (4.779)
Laba (Rugi) Komprehensif Tahun
(1.742) 5.908 1.991 (4.779)
Berjalan
Laba (Rugi) Bersih yang dapat
(2.021) 5.620 1.455 (4.701)
diatribusikan kepada pemilik entitas induk
Laba (Rugi) Komprehensif Bersih yang
dapat diatribusikan kepada pemilik entitas (1,735) 5.783 1.933 (4.701)
induk
Page 20
Rp. Juta
137.036
128.289 126.147
140.000 123.878
120.000 96.683
93.954 86.700
84.214
100.000
80.000
43.082 41.933
60.000 37.178
31.605
40.000
20.000
-
2023 2024 2025 Maret 2026
Aset Liabilitas Ekuitas
Page 21
Rp.
Juta
60.000,00
47.511,00 49.612,00
50.002,00
50.000,00
40.000,00
30.000,00
14.495
20.000,00 13.409 12.520
7.879,00
10.000,00 5.620 5.783
1.455 1.933 97
-
-2.021 -1.735
-10.000,00 -4.701 -4.701
2023 2024 2025 Maret 2026
Pendapatan
Laba usaha
Laba (Rugi) Bersih yang dapat diatribusikan kpd pemilik entitas induk
Laba (Rugi) Komprehensif Bersih yang dapat diatribusikan kpd pemilik entitas induk
Page 22
EBITDA MARGIN EBITDA
50,00%
25.000 40,00%
30,00%
20.000
20,00%
15.000 10,00%
0,00%
10.000
-10,00%
5.000 -20,00%
-30,00%
-
-40,00%
Mar-
(5.000) 2023 2024 2025
Mar- 26
2023 2024 2025 MARGIN
26 12,91% 39,59% 28,45% -33,10%
EBITDA 6.133 19.796 14.116 (2.608) EBITDA
Page 23
Rp.
Miliar
8.000
6.000 5.620
4.000
2.000 1.455
-
(2.000)
(2.021)
(4.000)
(4.701)
(6.000)
2023 2024 2025 Maret 2026
Page 24
RASIO USAHA 2023 2024 2025 Maret 2026
Laba (rugi) terhadap Aset -1,47% 4,38% 1,15% -3,79%
Laba (Rugi) terhadap Ekuitas -4,69% 17,78% 3,47% -12,64%
Laba (Rugi) Usaha terhadap
33,65% 42,43% 29,86% 0,26%
Ekuitas
Laba (Rugi) Usaha terhadap
30,51% 26,82% 25,24% 1,23%
Pendapatan
Laba (Rugi) terhadap
-4,25% 11,24% 2.93% -59,66%
Pendapatan
RASIO KEUANGAN 2023 2024 2025 Maret 2026
Rasio Lancar 136,31% 21,02% 33.39% 33,53%
Rasio Liabilitas terhadap
218,08% 305,91% 200,83% 233,20%
Ekuitas
Rasio Liabilitas terhadap
68,56% 75,36% 66,76% 69,99%
Aset
Page 25
Page 26
5 RENCANA USAHA PERSEROAN
Page 27
Sepanjang tahun buku 2025, Perseroan menghadapi sejumlah tantangan dalam mempertahankan tingkat okupansi pada sektor perhotelan dan properti residensial di tengah persaingan industri yang semakin kompetitif. Berlanjutnya tren kerja hybrid memberikan tekanan terhadap permintaan hunian jangka panjang, yang memengaruhi tingkat okupansi Apartemen Sinabung meskipun menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi lain, sektor perhotelan juga menghadapi fluktuasi jumlah wisatawan serta intensitas persaingan dengan properti sejenis, sehingga menuntut fleksibilitas yang lebih tinggi dalam penetapan harga dan strategi pemasaran untuk menjaga daya saing. Untuk merespons tantangan tersebut, Perseroan secara konsisten menerapkan strategi yang adaptif dan responsif terhadap perubahan pasar. Upaya yang dilakukan antara lain peningkatan standar layanan melalui optimalisasi fasilitas dan pengalaman pelanggan, perluasan jangkauan pemasaran berbasis digital, serta penguatan kerja sama dengan agen perjalanan daring dan mitra industri. Strategi ini ditujukan untuk mempertahankan loyalitas pelanggan sekaligus memperluas pangsa pasar, sehingga kinerja unit bisnis tetap kompetitif di tengah dinamika industri. Selain itu, efisiensi biaya operasional tetap menjadi salah satu prioritas utama manajemen. Perseroan mengoptimalkan pengelolaan sumber daya untuk menjaga tingkat profitabilitas tanpa mengorbankan kualitas layanan, antara lain melalui penerapan strategi harga yang lebih fleksibel, optimalisasi tingkat hunian, serta peningkatan efisiensi dalam pengelolaan operasional hotel dan apartemen. Dengan langkah- langkah tersebut, Direksi tetap optimis bahwa Perseroan mampu menghadapi tantangan industri secara lebih proaktif dan menjaga kinerja usaha yang berkelanjutan ke depan. Perseroan berperan aktif dalam merancang dan menetapkan kebijakan strategis guna memastikan bahwa setiap langkah bisnis yang diambil selaras dengan visi jangka panjang Perseroan. Dalam proses penyusunan strategi, Perseroan melakukan koordinasi secara intensif dengan seluruh unit usaha, yang mencakup perencanaan bisnis, penetapan target pertumbuhan, peningkatan efisiensi operasional, serta optimalisasi pengelolaan sumber daya manusia.
Page 28
Perumusan kebijakan strategis tersebut didasarkan pada analisis yang komprehensif terhadap perkembangan dan tren industri, termasuk dinamika kebijakan ekonomi makro, perubahan preferensi pasar, serta kemajuan teknologi yang memengaruhi sektor perhotelan dan properti residensial. Melalui pendekatan berbasis data, Perseroan memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil bersifat adaptif terhadap perubahan lingkungan usaha, sekaligus mampu memperkuat daya saing dan mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Dalam rangka memastikan implementasi strategi berjalan secara efektif, Direksi Perseroan menjalankan fungsi pengawasan dan evaluasi secara berkala terhadap kinerja keuangan dan operasional Perseroan. Pemantauan dilakukan melalui peninjauan pencapaian target, analisis laporan kinerja bulanan, rasio keuangan, serta parameter risiko yang berpotensi memengaruhi operasional Perseroan. Evaluasi ini menjadi dasar bagi Direksi dalam menilai efektivitas kebijakan yang telah diterapkan serta melakukan penyesuaian yang diperlukan. Selain itu, Perseroan secara aktif mengumpulkan umpan balik dari unit-unit bisnis guna memastikan strategi tetap relevan dengan kondisi pasar yang dinamis. Penerapan sistem pemantauan kinerja berbasis teknologi turut mendukung proses evaluasi yang lebih cepat dan akurat, khususnya dalam memantau Tingkat Penghunian Kamar (TPK), pendapatan, serta efisiensi biaya. Dengan pendekatan yang terstruktur dan berbasis data tersebut, Direksi dapat mengambil keputusan strategis secara lebih responsif, sehingga Perseroan tetap kompetitif dan siap menghadapi tantangan bisnis di masa mendatang.
Page 29
Sejalan dengan prospek pemulihan ekonomi nasional serta dinamika industri perhotelan dan properti residensial, Perseroan memasuki tahun 2026 dengan optimisme yang terukur dan fokus yang jelas pada penguatan fundamental usaha. Perseroan akan melanjutkan berbagai langkah strategis untuk meningkatkan daya saing melalui optimalisasi kinerja operasional, pengelolaan aset yang lebih adaptif, serta penguatan strategi pemasaran yang mampu mendorong pertumbuhan usaha secara jangka panjang, dengan tetap memperhatikan volatilitas pasar dan tingkat persaingan industri. Pada sektor perhotelan, Perseroan memprioritaskan peningkatan kualitas layanan dan pengalaman pelanggan sebagai faktor utama dalam menjaga tingkat hunian serta loyalitas pasar. Melanjutkan strategi yang telah dijalankan pada tahun 2025, Perseroan akan terus mengoptimalkan operasional Cross Paasha Seminyak Bali melalui penguatan pemasaran digital, penyesuaian strategi harga yang lebih fleksibel, serta perluasan sinergi dengan agen perjalanan daring, operator tur, dan berbagai platform digital. Melalui langkah tersebut, Perseroan menargetkan visibilitas properti tetap terjaga sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan secara lebih optimal dan bersinambungan. Pada sektor properti residensial, Perseroan memusatkan perhatian pada peningkatan daya tarik aset melalui penyediaan produk dan layanan yang lebih relevan dengan kebutuhan pasar. Perseroan akan melanjutkan pengelolaan Apartemen Sinabung dengan menerapkan skema sewa yang lebih fleksibel, memperkuat pemasaran digital, serta memperluas kerja sama dengan agen properti. Strategi ini diarahkan untuk menjaga stabilitas tingkat hunian sekaligus memperluas basis penyewa potensial di tengah perubahan pola kerja dan gaya hidup masyarakat perkotaan. Dari sisi operasional dan tata kelola, Perseroan akan terus meningkatkan efisiensi melalui optimalisasi biaya, digitalisasi proses bisnis, serta penguatan sistem pengelolaan dan pengendalian internal. Sejalan dengan arah strategis tahun sebelumnya, Perseroan juga akan terus mengembangkan inisiatif pengelolaan aset berbasis teknologi dan memperkuat kemitraan strategis guna mendukung efektivitas operasional. Selain itu, Perseroan tetap menempatkan penerapan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG) sebagai landasan utama dalam setiap proses pengambilan keputusan. Melalui pendekatan tersebut, Perseroan menargetkan pertumbuhan usaha yang sehat, konsisten, dan mampu menciptakan nilai tambah bagi seluruh Pemangku Kepentingan secara bersinambungan.
Page 30
SESI TANYA JAWAB
Page 31
SELESAI TERIMA KASIH
Names mentioned 19 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Arkasa Utama Leasing.
p.4
unresolved
org
PT Magna Finance. Langkah
p.4
unresolved
org
Batavia Prosperindo Finance Tbk.
p.4 ×2
unresolved
org
PT Padi Unggul Indonesia
p.4
unresolved
org
PT BIP Sentosa
p.4
unresolved
org
Johan Malonda Mustika & Rekan
p.5
unresolved
person
Edi Priyono
· Notaris
p.5
unresolved
person
Sri Debora Irawati
· Corporate Secretary
p.10
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.