Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 15
Page 1
1
Page 2
DAFTAR ISI
I. GAMBARAN INDUSTRI ALAS KAKI INDONESIA 3
A. Pasar Ekspor 3
B. Pasar Domestik 3
II. KINERJA PERSEROAN 4
A. Produksi 4
B. Penjualan 5
1. Penjualan Ekspor 5
2. Penjualan Lokal 5
C. Pengembangan Pasar Domestik 6
D. Iklan/ Promotion 10
E. Kinerja Keuangan 10
III. PROSPEK USAHA 14
A. Pertumbuhan Ekonomi 14
B. Kesinambungan Usaha 14
2
Page 3
I. GAMBARAN INDUSTRI ALAS KAKI INDONESIA
A. Pasar Ekspor
Nilai ekspor alas kaki Indonesia tahun 2025 mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun
sebelumnya, tercatat untuk tahun 2025 ekspor meningkat dari USD 7,28 miliar di tahun 2024
menjadi USD 7,98 miliar di tahun 2025, atau meningkat sebesar 9,6%. Tujuan utama ekspor
alas kaki asal Indonesia ini yang terbesar adalah ke Amerika Serikat, Belanda dan China. Ekspor
alas kaki di tahun 2026 akan dipengaruhi antara lain oleh kebijakan tarif Amerika Serikat,
perlambatan konsumsi di Amerika Serikan dan Eropa, dan kenaikan harga bahan baku.
Perkembangan ekspor sepatu/alas kaki Indonesia
Tahun Dollar AS
2021 6,19 miliar
2022 7,74 miliar
2023 6,44 miliar
2024 7,28 miliar
2025 7,98 miliar
B. Pasar Domestik
Pada tahun 2025, penjualan sepatu di pasar domestik masih tertekan. Tingginya impor sepatu,
serta maraknya impor sepatu illegal/tiruan, merupakan tantangan yang cukup berat yang harus
dihadapi oleh produsen sepatu nasional.
3
Page 4
II. KINERJA PERSEROAN
A. Produksi
Pada tahun 2025 total produksi sepatu Tomkins adalah 459 ribu pasang atau menurun 15%
dari total produksi di tahun sebelumnya sebesar 541 ribu pasang. Pada tahun 2025 Perseroan
sudah tidak memproduksi tas dan sepatu untuk keperluan ekspor.
Rincian realisasi produksi tahun 2025 dan realisasi serta rencana produksi tahun 2026 adalah
sebagai berikut:
Realisasi produksi tahun 2025 :
Triwulan/ Sepatu Lokal Sepatu Ekspor
No.
Tahun Pasang Pasang
1. Triwulan I/2025 70.327 -
2. Triwulan II/2025 127.042 -
3. Triwulan III/2025 164.695 -
4. Triwulan IV/2025 97.368 -
TOTAL 459.432 -
Realisasi dan rencana produksi tahun 2026 :
Triwulan/ Sepatu Lokal Sepatu Ekspor
No.
Tahun Pasang Pasang
1. Triwulan I/2026 * 49.223 -
2. Triwulan II/2026 110.000 26.148
3. Triwulan III/2026 108.000 -
4. Triwulan IV/2026 91.661 -
TOTAL 358.884 26.148
*) Realisasi
4
Page 5
Pada tahun 2026 rencana jumlah produksi Perseroan adalah 385.032 pasang, lebih rendah
dibandingkan jumlah produksi tahun 2025 sebesar 459.432 pasang. Hal ini disebabkan oleh
optimalisasi persediaan dan keterbatasan modal kerja.
Pada tahun 2025 Perseroan tidak memproduksi sepatu ataupun tas untuk keperluan ekspor,
sedangkan untuk tahun 2026 Perseroan secara bertahap mulai menerima order ekspor.
Pada akhir Desember tahun 2025, jumlah karyawan Perseroan tercatat sebanyak 746 orang,
yang mencakup tenaga kerja tetap dan tenaga kerja kontrak.
Pada tahun 2025 Perseroan tetap konsisten dengan 5 hari kerja (Senin s/d Jumat) dengan 8
jam/hari. Pada saat tidak ada produksi atau jumlah produksi di bawah kapasitas, sebagian
karyawan terpaksa dirumahkan secara bergantian.
B. Penjualan
1. Penjualan Ekspor
Pada tahun 2025, tidak ada penjualan tas dan sepatu untuk keperluan ekspor. Pada tahun 2026,
order ekspor yang sudah diterima adalah sebanyak 26.148 pasang sepatu, sedangkan penjualan
tas ekspor belum ada.
2. Penjualan Lokal
Pada tahun 2025, Perseroan mencatat penjualan sepatu lokal sebesar Rp. 108,20 miliar,
meningkat sebesar 16,97% dibandingkan dengan nilai penjualan lokal di tahun sebelumnya
sebesar Rp. 92,50 miliar. Nilai penjualan ini lebih rendah dibandingkan dengan proyeksi
Perseroan sebagaimana disampaikan pada Laporan Tahunan 2024.
Untuk tahun 2025, penjualan sepatu Tomkins diproyeksikan meningkat 23%. Peningkatan ini
terutama terjadi pada penjualan secara online.
5
Page 6
Realisasi penjualan tahun 2025 dan realisasi serta proyeksi penjualan tahun 2026 setelah
disesuaikan dengan kondisi saat ini adalah sebagai berikut:
Realisasi Penjualan Tahun 2025
Triwulan / Lokal Ekspor TOTAL
No. Tahun Rp. M Rp.M Rp.M
1. Triwulan I/2025 17.11 - 17.11
2. Triwulan II/2025 27.58 - 27.58
3. Triwulan III/2025 42.77 - 42.77
4. Triwulan IV/2025 20.74 - 20.74
Total 108.20 - 108.20
Realisasi dan Proyeksi Penjualan Tahun 2026
Triwulan / Lokal Ekspor TOTAL
No. Tahun Rp. M Rp.M Rp.M
1. Triwulan I/2026 * 14.34 - 14.34
2. Triwulan II/2026 26.37 1.2 27.57
3. Triwulan III/2026 28.88 - 28.88
4. Triwulan IV/2026 15.45 - 15.45
Total 85.04 1.2 86.24
*) Realisasi
C. Pengembangan Pasar Domestik
Strategi pengembangan pasar domestik yang dilakukan Perseroan sebagai kelanjutan dari
strategi yang telah dijalankan pada periode sebelumnya antara lain adalah :
a. Produk / Product
Sepatu merk TOMKINS diproduksi dengan kualitas yang baik, harga terjangkau dan design
yang up-to-date.
6
Page 7
Kualitas sepatu yang dihasilkan tetap konsisten menggunakan standar proses produksi
pembuatan sepatu merk internasional, dengan pengawasan kualitas yang cukup ketat. Hal
ini didukung pula oleh tenaga kerja yang dimiliki Perseroan yang telah terbiasa
memproduksi sepatu merk internasional sejak tahun 1996.
Bahan baku yang digunakan untuk memproduksi sepatu TOMKINS adalah bahan baku pilihan
yang dibeli dari perusahaan-perusahaan yang sudah teruji kualitasnya.
Untuk menjangkau segmen pasar yang lebih luas, Perseroan memproduksi sepatu dengan
harga yang lebih murah dan design yang lebih berwarna.
b. Harga / Price
Strategi yang diambil oleh Perseroan dalam menentukan harga jual adalah dengan
memperhatikan biaya produksi, strategi pricing dari kompetitor, serta daya beli masyarakat
Indonesia, sehingga harga jual yang ditentukan terjangkau untuk pasar menengah.
c. Tempat / Place
Pada tahun 2025 Perseroan tidak melakukan ekspansi counter penjualan. Upaya yang
dilakukan difokuskan pada:
Mengoptimalkan counter yang ada, dan menutup counter-counter yang sudah tidak
produktif,
Mengintensifkan penjualan secara online, baik melalui website sendiri ataupun bekerja
sama dengan situs penjualan online lainnya. Untuk meningkatkan penjualan online,
Perseroan melakukan penjualan secara live 24 jam di Shopee dan Tiktok, serta
mengalokasikan sejumlah tertentu untuk biaya iklan.
Sampai dengan saat ini Perseroan memiliki 135 outlet penjualan, berkurang 30 outlet
dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebanyak 165 outlet penjualan di seluruh
Indonesia. Sebagian besar outlet adalah counter yang merupakan hasil kerjasama dengan
Department Store yang mempunyai kantor pusat di Jakarta maupun Department Store
daerah, dengan perkembangan sebagai berikut:
7
Page 8
1. Matahari Department Store
Jumlah counter yang ada saat ini adalah sejumlah 64 (enam puluh empat) counter yang
tersebar di sebagian besar lokasi strategis Matahari.
Matahari Department Store
2. Ramayana Department Store
Jumlah counter yang ada di Ramayana saat ini adalah sebanyak 61 (enam puluh satu)
counter dengan lokasi yang strategis.
Ramayana
8
Page 9
3. ` Department Store Lain
Selain bekerja sama dengan Department Store berskala nasional, Perseroan juga
melakukan kerjasama dengan Department Store lokal antara lain :
a. Ada Department Store sebanyak 5 counter yang berlokasi di Semarang dan Kudus.
b. Rita Department Store sebanyak 3 counter yang berlokasi di Jawa Tengah,
c. Trona (2 counter) berlokasi di Jambi.
4. Independent Store/Counter Swakelola
Saat ini Perseroan hanya memiliki 1 independent store, yaitu factory outlet di lokasi
pabrik di Bandung. Dengan kondisi penjualan saat ini, sampai dengan akhir tahun 2025
Perseroan belum merencanakan penambahan counter swa kelola baru.
5. E-commerce
Sejalan dengan pertumbuhan transaksi e-commerce di dunia, saat ini Perseroan juga
telah melakukan penjualan secara online melalui:
a. Website sendiri: www.tomkins.id,
b. Bekerjasama dengan pengelola online store lainnya, yaitu:
- Shopee
- TikTok
- Tokopedia
- Lazada
- Blibli
Pada tahun 2025, penjualan secara online mengalami peningkatan yang cukup
signifikan dibandingkan dengan tahun 2024, yaitu sebesar 41% (dalam Rupiah).
Adapun kontribusi penjualan online terhadap total penjualan adalah sebesar 66%
untuk periode Januari sampai Maret 2025 dan 71% untuk periode Januari sampai Maret
2026.
Ke depan, potensi penjualan secara online ini akan terus dikembangkan untuk
menyokong kinerja penjualan Perseroan.
9
Page 10
D. Iklan / Promotion
Promosi yang dilakukan Perseroan saat ini antara lain sebagai berikut:
- Pemberian potongan harga yang menarik. Hal ini diperlukan mengingat terbatasnya
daya beli masyarakat.
- Pemasangan iklan di berbagai media sosial,
- Sponsorship
E. Kinerja Keuangan
1. Laporan Keuangan
Tabel berikut ini menggambarkan ikhtisar data keuangan penting Perseroan untuk tahun-
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024, 2025 dan 31 Maret 2025 dan 2026.
Angka-angka keuangan tersebut berasal dari laporan keuangan Perseroan yang telah
diperiksa oleh Akuntan Publik untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2024 dan 2025. Sedangkan laporan keuangan per 31 Maret 2025 dan 2026 adalah
unaudited.
Pada tahun 2026, sampai dengan 31 Maret 2026, total realisasi penjualan bersih mengalami
penurunan sebesar 16% dibandingkan realisasi penjualan bersih pada periode yang sama
pada tahun sebelumnya. Penurunan penjualan tersebut terjadi baik pada penjualan online
maupun offline. Sehubungan dengan kenaikan harga bahan baku saat ini yang disebabkan
oleh ketegangan geopolitik dunia serta melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar,
Perseroan terpaksa harus menyesuaikan nilai jual sepatu per pasang, namun masih
disesuaikan dengan kemampuan daya beli masyarakat.
Karena penjualan mengalami penurunan, pada Triwulan I 2026 Perseroan masih mengalami
kerugian usaha sebesar Rp. 4.53 miliar. Kerugian ini menurun dibandingkan kerugian usaha
pada periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp. 5,42 miliar.
Triwulan I merupakan low season bagi Perseroan, sehingga jumlah penjualan di periode ini
belum bisa mengcover biaya yang dikeluarkan. Kerugian yang terjadi biasanya akan
tercover dari keuntungan Perseroan pada saat peak season saat periode back-to-school
bulan Juni dan Juli.
10
Page 11
Penguatan US Dollar terhadap Rupiah pada Triwulan I 2026 mengakibatkan Perseroan
mengalami kerugian karena selisih kurs sebesar Rp. 1.80 Miliar, dan pada periode yang
sama di tahun sebelumnya Perseroan juga mengalami kerugian karena selisih kurs sebesar
Rp. 3.68 Miliar. Hal ini mengakibatkan pada Triwulan I 2026 Perseroan mengalami kerugian
komprehensif sebesar Rp. 5,96 miliar, menurun dibanding dengan kerugian komprehensif
pada Triwulan I 2025 sebesar Rp. 7,54 miliar.
11
Page 12
31 Maret (Anaudited) 31 Desember (Audited)
KETERANGAN
2026 2025 2025 2024
AKTIVA LANCAR 46,061,955,640 58,501,899,356 45,412,799,031 61,640,843,864
AKTIVA TIDAK LANCAR 256,520,773,279 259,747,947,832 255,986,709,610 258,150,399,652
JUMLAH AKTIVA 302,582,728,919 318,249,847,188 301,399,508,641 319,791,243,516
KEWAJIBAN LANCAR 212,451,669,442 129,483,056,207 206,626,628,822 126,780,020,208
KEWAJIBAN JANGKA PANJANG 57,852,865,520 130,529,075,634 56,534,935,554 127,236,316,128
MODAL SENDIRI 32,278,193,957 58,237,715,347 38,237,944,265 65,774,907,180
JUMLAH KEWAJIBAN DAN
302,582,728,919 318,249,847,188 301,399,508,641 319,791,243,516
MODAL SENDIRI
PENJUALAN BERSIH 14,336,715,284 17,105,660,349 108,199,961,750 92,500,318,741
BEBAN POKOK PENJUALAN (10,367,541,055) (13,554,729,771) (79,022,761,481) (63,473,692,984)
LABA KOTOR 3,969,174,229 3,550,930,578 29,177,200,269 29,026,625,757
BEBAN PENJUALAN (4,961,429,260) (5,544,758,125) (28,528,340,423) (23,540,735,735)
BEBAN UMUM DAN
(3,164,154,809) (2,843,229,251) (11,883,215,795) (12,482,515,866)
ADMINISTRASI
LABA USAHA (4,532,650,139) (5,419,325,705) (12,423,626,511) (7,837,238,201)
PENDAPATAN KEUANGAN 1,214,722 1,302,990 14,459,120 12,558,005
BEBAN KEUANGAN (1,926,321,852) (3,741,803,966) (10,422,100,045) (10,598,181,338)
PAJAK KINI - - - -
PAJAK TANGGUHAN 610,704,941 1,690,791,992 (1,764,382,328) 3,709,082,222
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN (5,847,052,328) (7,469,034,689) (24,595,649,764) (14,713,779,312)
LABA (RUGI) KOMPREHENSIF (5,959,750,308) (7,537,191,833) (27,536,962,915) (13,970,286,186)
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN
(11.22) (14.34) (47.21) (28.24)
PER SAHAM - SERI A
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN
(8.98) (11.47) (37.77) (22.60)
PER SAHAM – SERI B
12
Page 13
31 Maret (Anaudited) 31 Desember (Audited)
KETERANGAN
2026 2025 2025 2024
PENJUALAN BERSIH/TOTAL
4.74% 5.37% 35.90% 28.93%
AKTIVA
LABA (RUGI) KOTOR/PENJUALAN 27.69% 20.76% 26.97% 31.38%
LABA (RUGI) USAHA/PENJUALAN -31.62% -31.68% -11.48% -8.47%
LABA (RUGI) BERSIH
-41.57% -44.06% -25.45% -15.10%
KOMPREHENSIF/PENJUALAN
LABA (RUGI) BERSIH
-18.46% -12.94% -72.01% -21.24%
KOMPREHENSIF/MODAL SENDIRI
LABA (RUGI) BERSIH
-1.97% -2.37% -9.14% -4.37%
KOMPREHENSIF/TOTAL AKTIVA
2. Rasio Usaha
3. Rasio Keuangan
31 Maret 31 Desember
KETERANGAN
2026 2025 2025 2024
AKTIVA LANCAR TERHADAP
21.68% 45.18% 21.98% 48.62%
KEWAJIBAN JANGKA PENDEK
KEWAJIBAN TERHADAP MODAL
837.42% 446.47% 688.22% 386.19%
SENDIRI
KEWAJIBAN TERHADAP TOTAL
89.33% 81.70% 87.31% 79.43%
AKTIVA
13
Page 14
III. PROSPEK USAHA
A. Pertumbuhan Ekonomi
Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global tahun 2026 sebesar 2,5%,
melemah dibandingkan tahun sebelumnya, sebagai imbas dari ketegangan geopolitik yang
terjadi saat ini.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 diproyeksikan berkisar antara 5 – 5,7%. Hal
yang harus diwaspadai adalah melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar, beban
hutang yang tinggi, pertumbuhan investasi dan produktivitas yang lemah, dan meningkatnya
biaya perubahan iklim.
Berbagai strategi diperlukan untuk bertahan dalam menghadapi kondisi tersebut, antara lain
melalui efisiensi biaya, peningkatan promosi terutama melalui diskon harga, peningkatan
penjualan online dengan bekerjasama dengan beberapa pengelola online store lain,
diversifikasi produk, penambahan biaya iklan, peningkatan kualitas produk serta
pengembangan ke segmen pasar yang lain.
Dengan berbagai strategi tersebut, diharapkan pada tahun 2026 dan seterusnya kinerja
Perseroan dapat terus meningkat.
B. Kesinambungan Usaha
Kemampuan Perseroan untuk mempertahankan kelangsungan usaha tergantung pada
kemampuan Perseroan dalam menghasilkan arus kas memadai untuk memenuhi
pembayaran kewajiban, memperoleh tambahan pembiayaan atau pembiayaan kembali
(refinancing) dan sangat tergantung pada keberhasilan operasi Perseroan.
Dalam Laporan Audit Tahun Buku 2025 oleh Kantor Akuntan Public Koesbandijah, Beddy
Samsi & Setiasih, Perseroan mendapatkan opini: Tidak Memberikan Pendapat, dengan basis
opini tentang kemampuan Perseroan mempertahankan kesinambungan usahanya.
Langkah-langkah yang ditempuh oleh Perseroan untuk mempertahankan kesinambungan
usaha antara lain adalah:
14
Page 15
1. Sesuai RUPSLB tanggal 18 Desember 2024, Perseroan berencana akan menjual aset
tetap berupa tanah dan bangunan. Hasil penjualan tersebut rencananya akan
digunakan untuk pelunasan kewajiban dan tambahan modal kerja.
2. Mengelola persediaan agar mencapai jumlah persedian optimum.
3. Mengoptimalkan jumlah produksi sejalan dengan proyeksi penjualan dan ketersediaan
persediaan.
4. Secara periodik melakukan evaluasi atas harga produk, disesuaikan dengan
kemampuan dan daya serap pasar serta harga produk pesaing.
5. Melakukan promosi melalui media social.
6. Mengadakan bazaar sepatu dibeberapa lokasi strategis.
7. Mengintensifkan penjualan secara online melalui peningkatan kerjasama dengan
beberapa toko online lainnya.
8. Melakukan penghematan biaya melalui peningkatkan efisiensi dan produktivitas di
segala bidang.
9. Menerima order pembuatan sepatu khusus dari beberapa instansi di Indonesia, antara
lain TNI dan POLDA, serta dari perusahaan lokal lain di Indonesia.
10. Melakukan diversifikasi produk.
11. Melakukan penjualan secara live selama 24 jam di beberapa platform media sosial.
12. Secara bertahap mulai menerima pembuatan sepatu untuk keperluan ekspor.
Perseroan optimis, dengan kerja keras dari segenap karyawan serta dukungan dari berbagai
pihak, kesinambungan usaha Perseroan dapat dipertahankan.
----- 000 -----
15
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.