Skip to content
Back to announcement

20260618_RSCH_Public Expose_32102152_lamp3.pdf

Other Text extracted RSCH

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 7

Page 1
                       PT. CHARLIE HOSPITAL SEMARANG Tbk
                               Jl. Raya Ngabean Boja Kab. Kendal - Jawa Tengah
                                      Telp. (024) 86005000 / (024) 76929166


                              LAPORAN PUBLIC EXPOSE TAHUNAN
                               PT Charlie Hospital Semarang Tbk

Pendahuluan
PT Charlie Hospital Semarang Tbk ( “Perseroan”) telah melaksanakan Public Expose Tahunan pada hari
Senin, tanggal 15 Juni 2026 pukul 14.00 WIB, melalui webinar aplikasi Zoom dan secara offline di Aula
Charlie Hospital Kendal. Pelaksanaan Public Expose Tahunan ini sesuai dengan peraturan PT Bursa Efek
Indonesia (“BEI”) No.I-E butir V tentang kewajiban Public Expose.

Agenda Public Expose tersebut adalah:
   1. Presentasi oleh Direksi Perseroan
   2. Tanya jawab dengan Direksi Perseroan

Adapun pihak-pihak yang hadir dalam Public Expose tersebut adalah:
   - Komisaris Utama dan Direksi Perseroan
   - Pemegang Saham Perseroan
   - Publik
   - Media / Wartawan

SESI PRESENTASI
Dalam sesi presentasi dipaparkan mengenai Penjelasan Perkembangan Usaha dan Kinerja Keuangan
Perseroan Tahun Buku 2025 hingga Kwartal I tahun 2026. Presentasi meliputi:

    -   Informasi Perusahaan
    -   Perkembangan Kegiatan Usaha Perseroan
    -   Kinerja Keuangan Perseroan
    -   Strategi Pengembangan Usaha Perseroan

SESI TANYA JAWAB
Berikut ini adalah beberapa pertanyaan peserta dan jawaban Perseroan dalam sesi tanya jawab.

    1. Hardian – Narasi Media
       Pertanyaan:
       Terkait manajemen BPJS dan risiko regulasi, apabila terjadi perubahan tarif INA-CBGs atau
       kebijakan BPJS Kesehatan yang kurang menguntungkan bagi Perseroan, seberapa besar
       potensi dampaknya terhadap kinerja keuangan Perseroan? Selain itu, strategi mitigasi apa
       yang telah disiapkan manajemen untuk mengantisipasi risiko tersebut?

        Bpk. H. Junianto, S.T., M.M – Direktur Utama
        Jawaban:
        Sebagaimana diketahui, sebagian besar rumah sakit di Indonesia masih memiliki
        ketergantungan yang cukup besar terhadap program BPJS, baik BPJS Kesehatan maupun
        skema pembiayaan lainnya yang terkait. Namun demikian, Perseroan telah menyadari risiko
        tersebut sejak awal dan secara konsisten mengembangkan berbagai sumber pendapatan di
        luar segmen BPJS. Manajemen terus mendorong peningkatan kontribusi pendapatan non-BPJS
        melalui pengembangan layanan unggulan, peningkatan jumlah pasien umum, kerja sama
        dengan perusahaan dan asuransi swasta, serta diversifikasi layanan kesehatan lainnya.
        Alhamdulillah, sepanjang tahun 2025 hingga 2026 kami mencatat perkembangan yang cukup
Page 2
                  PT. CHARLIE HOSPITAL SEMARANG Tbk
                          Jl. Raya Ngabean Boja Kab. Kendal - Jawa Tengah
                                 Telp. (024) 86005000 / (024) 76929166


   signifikan pada segmen pendapatan non-BPJS. Oleh karena itu, meskipun saat ini sekitar 70%
   pendapatan Perseroan masih berasal dari layanan BPJS, kami tidak sepenuhnya bergantung
   pada segmen tersebut. Ke depan, Perseroan akan terus memperkuat kontribusi pendapatan
   dari sektor non-BPJS sebagai bagian dari strategi diversifikasi usaha guna menjaga
   pertumbuhan yang berkelanjutan dan mengurangi risiko terhadap perubahan kebijakan
   maupun tarif BPJS.

2. Hardian – Narasi Media
   Pertanyaan:
   Berapa besar kontribusi pendapatan yang berasal dari pasien BPJS terhadap total pendapatan
   Perseroan saat ini? Selain itu, bagaimana strategi dan langkah-langkah yang diterapkan
   manajemen dalam mengelola risiko keterlambatan pembayaran klaim BPJS agar tidak
   berdampak signifikan terhadap arus kas dan kinerja keuangan Perseroan?

   Bpk. H. Junianto, S.T., M.M – Direktur Utama
   Jawaban:
   Menanggapi pertanyaan Bapak Hardiman, kami mengakui bahwa saat ini pasien BPJS masih
   mendominasi layanan Perseroan. Di unit rumah sakit Charlie Hospital, baik di Kendal maupun
   Demak, sekitar 83% pasien merupakan peserta BPJS. Terkait risiko keterlambatan pembayaran
   klaim BPJS, saat ini proses pembayaran dari BPJS Kesehatan relatif berjalan dengan baik. Rata-
   rata pembayaran klaim diterima dalam jangka waktu sekitar 30 hingga 40 hari setelah proses
   verifikasi dan pengajuan klaim selesai dilakukan. Selain itu, Perseroan juga telah menerapkan
   langkah mitigasi risiko untuk menjaga kelancaran arus kas operasional. Kami menjalin kerja
   sama dengan salah satu bank nasional sebagai fasilitas pendukung apabila terjadi
   keterlambatan pembayaran klaim BPJS. Dengan dukungan tersebut, Perseroan dapat
   memastikan kewajiban operasional, termasuk pembayaran gaji karyawan dan kebutuhan
   operasional lainnya, tetap dapat dipenuhi tepat waktu. Sejauh ini, manajemen mampu
   mengelola arus kas dengan baik sehingga keterlambatan pembayaran klaim BPJS tidak
   memberikan dampak material terhadap operasional Perseroan. Terima kasih.

3. Ade – Suara.com
   Pertanyaan:
   Berapa target margin EBITDA dan margin laba bersih yang ditetapkan Perseroan dalam 2–3
   tahun ke depan? Selain itu, langkah-langkah strategis apa yang akan dilakukan manajemen
   untuk mencapai target tersebut? Di sisi lain, segmen layanan apa yang saat ini menjadi
   kontributor terbesar terhadap pendapatan Perseroan? Bagaimana strategi manajemen dalam
   melakukan diversifikasi sumber pendapatan guna mendukung pertumbuhan yang
   berkelanjutan serta mengurangi ketergantungan pada segmen tertentu?

   Bpk. H. Junianto, S.T., M.M – Direktur Utama
   Jawaban:
   Perseroan telah menetapkan sejumlah target kinerja untuk tahun 2026 hingga 2028 sebagai
   bagian dari rencana pertumbuhan jangka menengah. Sebagai gambaran, pada tahun 2026
   Perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp93,4 miliar. Untuk mendukung pencapaian
   target tersebut, Perseroan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar
   Rp7,6 miliar, sementara biaya operasional (operating expenditure/opex) diproyeksikan
   sebesar Rp71,3 miliar. Pada tahun 2027 dan seterusnya, Perseroan menargetkan
   pertumbuhan EBITDA di kisaran 10% hingga 15% per tahun. Untuk mencapai target tersebut,
Page 3
                  PT. CHARLIE HOSPITAL SEMARANG Tbk
                          Jl. Raya Ngabean Boja Kab. Kendal - Jawa Tengah
                                 Telp. (024) 86005000 / (024) 76929166


   manajemen telah menyiapkan sejumlah strategi, termasuk pengembangan layanan kesehatan
   dengan fokus pada layanan spesialis dan layanan unggulan yang memiliki nilai tambah lebih
   tinggi. Selain itu, Perseroan juga berencana menambah dan mengembangkan beberapa
   layanan baru di unit rumah sakit yang dimiliki, termasuk penguatan layanan spesialis tertentu
   yang memiliki potensi permintaan tinggi di wilayah operasional Perseroan. Strategi ini
   diharapkan dapat meningkatkan kontribusi pendapatan non-BPJS sekaligus memperkuat
   profitabilitas Perseroan di masa mendatang. Dengan langkah-langkah tersebut, manajemen
   optimistis dapat menjaga pertumbuhan kinerja operasional dan keuangan secara
   berkelanjutan dalam beberapa tahun ke depan.

4. Nabila – Kumparan
   Pertanyaan :
   Risiko terbesar apa yang saat ini paling dikhawatirkan manajemen tetapi belum sepenuhnya
   tercermin dalam laporan keuangan maupun persepsi investor?

   Bpk. H. Junianto, S.T., M.M – Direktur Utama
   Jawaban:
   Hingga saat ini, Perseroan belum melihat adanya risiko yang berdampak signifikan terhadap
   kinerja operasional maupun keuangan. Memang pada tahun 2025, Charlie Hospital Demak
   baru mulai melayani pasien BPJS secara lebih optimal, sehingga komposisi pasien BPJS saat ini
   masih cukup dominan. Sebagaimana telah kami sampaikan sebelumnya, sekitar 83% pasien
   yang dilayani merupakan peserta BPJS. Namun demikian, manajemen tetap optimistis
   terhadap prospek pertumbuhan Perseroan ke depan. Optimisme tersebut didukung oleh
   pertumbuhan jumlah penduduk, meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan, serta semakin
   tingginya kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan melalui asuransi
   swasta maupun pembayaran pribadi (out-of-pocket). Kami melihat tren peningkatan pada
   segmen pasien non-BPJS yang berpotensi memberikan kontribusi lebih besar terhadap
   pendapatan Perseroan di masa mendatang. Oleh karena itu, melalui pengembangan layanan
   unggulan dan diversifikasi sumber pendapatan, kami yakin risiko ketergantungan terhadap
   BPJS dapat terus diminimalkan. Dengan strategi yang telah disiapkan, manajemen optimistis
   Perseroan dapat mempertahankan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan pada tahun-
   tahun mendatang. Terima kasih.

5. Julius – Media Kontan
   Pertanyaan:
   Berapa target Return on Equity (ROE) dan Return on Assets (ROA) yang ingin dicapai Perseroan
   dalam tiga tahun ke depan? Selain itu, strategi apa yang telah disiapkan manajemen untuk
   mencapai target pengembalian tersebut? Selanjutnya, apabila Perseroan memperoleh
   tambahan dana sebesar Rp100 Miliar saat ini, apakah manajemen akan lebih memprioritaskan
   penggunaannya untuk ekspansi rumah sakit baru, akuisisi atau peningkatan peralatan medis,
   maupun pengurangan utang? Apa pertimbangan utama yang mendasari keputusan tersebut
   dan bagaimana dampaknya terhadap pertumbuhan serta profitabilitas Perseroan dalam
   jangka panjang?

   Bpk. H. Junianto, S.T., M.M – Direktur Utama
   Jawaban:
   Apabila Perseroan memperoleh tambahan dana sebesar Rp100 Miliar, fokus utama kami
   adalah memastikan bahwa dana tersebut dapat memberikan tingkat pengembalian (return)
Page 4
                  PT. CHARLIE HOSPITAL SEMARANG Tbk
                          Jl. Raya Ngabean Boja Kab. Kendal - Jawa Tengah
                                 Telp. (024) 86005000 / (024) 76929166


   yang optimal bagi perusahaan dan para pemegang saham. Melihat prospek yang sangat baik
   di Charlie Hospital Kendal dan Charlie Hospital Demak, kami cenderung akan memprioritaskan
   pengembangan internal (organic growth) dibandingkan ekspansi ke lokasi baru dalam jangka
   pendek. Pengembangan tersebut antara lain melalui penambahan kapasitas tempat tidur,
   peningkatan fasilitas pelayanan, pengembangan layanan unggulan, serta investasi pada
   peralatan medis yang dapat meningkatkan kualitas dan kapasitas layanan kesehatan. Kami
   melihat bahwa kebutuhan layanan kesehatan di wilayah Kendal dan Demak terus meningkat
   seiring pertumbuhan jumlah penduduk dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap
   pentingnya layanan kesehatan yang berkualitas. Saat ini masyarakat tidak lagi harus selalu
   dirujuk atau mencari layanan kesehatan ke Kota Semarang karena berbagai layanan dapat
   tersedia lebih dekat melalui fasilitas yang kami miliki. Oleh karena itu, kami menilai bahwa
   optimalisasi dan pengembangan rumah sakit yang sudah beroperasi saat ini merupakan
   langkah yang paling efektif untuk menghasilkan pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas
   yang berkelanjutan. Dengan strategi tersebut, kami yakin tambahan investasi sebesar Rp100
   miliar dapat memberikan nilai tambah dan return yang menarik bagi Perseroan di masa
   mendatang.

6. Kemal – Sindo News
   Pertanyaan:
   Ekspansi dan Investasi
   Harga saham emiten rumah sakit dalam beberapa tahun terakhir mengalami fluktuasi cukup
   tinggi. Apa pesan manajemen kepada investor yang mempertanyakan kemampuan RSCH
   dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham? Dan Jika target pertumbuhan
   Perseroan tidak tercapai pada tahun 2026, langkah korektif apa yang telah disiapkan
   manajemen?

   Bpk. H. Junianto, S.T., M.M – Direktur Utama
   Jawaban:
   Perseroan telah menyiapkan berbagai skenario strategis, termasuk Plan A, Plan B, dan langkah-
   langkah mitigasi lainnya, untuk mengantisipasi berbagai dinamika bisnis serta mendukung
   pertumbuhan jangka panjang. Kami melihat prospek industri rumah sakit di Indonesia masih
   sangat menjanjikan. Seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk, peningkatan usia
   harapan hidup, serta semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya layanan
   kesehatan, kebutuhan akan fasilitas dan pelayanan kesehatan diperkirakan akan terus
   meningkat di masa mendatang. Atas dasar tersebut, Perseroan tetap optimistis terhadap
   peluang pertumbuhan bisnis rumah sakit. Namun, dalam menentukan langkah ekspansi, kami
   akan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dengan melakukan kajian mendalam terhadap
   setiap peluang yang ada. Fokus kami adalah mengidentifikasi wilayah dan segmen pasar yang
   memiliki potensi pertumbuhan tinggi serta dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan.
   Dalam beberapa bulan terakhir, manajemen telah melakukan pemetaan dan kajian terhadap
   sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi titik ekspansi di masa depan. Selain itu, kami juga
   terus mengevaluasi berbagai peluang pengembangan layanan yang dapat meningkatkan
   kontribusi pendapatan dan memperkuat posisi Charlie Hospital di wilayah operasionalnya.
   Dengan pendekatan yang terukur dan selektif tersebut, Perseroan optimistis dapat
   menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat jangka panjang
   bagi seluruh pemangku kepentingan.
Page 5
                   PT. CHARLIE HOSPITAL SEMARANG Tbk
                           Jl. Raya Ngabean Boja Kab. Kendal - Jawa Tengah
                                  Telp. (024) 86005000 / (024) 76929166


7. Daniel - Investor
   Pertanyaan:
   Berdasarkan informasi yang disampaikan pada slide 3, 4, 8, 9, dan 11, kami mencermati bahwa
   Direktur Utama Bapak Junianto dan Direktur Ibu Sri Mulyaningsih juga tercatat sebagai
   pemegang saham langsung Perseroan. Selain itu, Komisaris Utama Ibu Wahyu Fitrianingsih
   merupakan bagian dari keluarga pemegang saham pengendali melalui PT Wahyu Agung yang
   menguasai sekitar 79,43% saham Perseroan. Di tengah kondisi pemerintah yang terus
   melakukan evaluasi tarif INA-CBGs serta mendorong efisiensi program Jaminan Kesehatan
   Nasional (JKN), bagaimana Perseroan memastikan bahwa proses pengambilan keputusan
   strategis tetap berjalan secara independen dan sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik
   (Good Corporate Governance/GCG)? Secara khusus, bagaimana mekanisme pengawasan dan
   pengambilan keputusan terkait penetapan harga layanan, pemilihan vendor atau mitra usaha,
   alokasi belanja modal (capex), serta penggunaan anggaran operasional dilakukan untuk
   memastikan tidak terjadi benturan kepentingan, mengingat struktur kepemilikan dan
   manajemen Perseroan yang relatif terkonsentrasi?

   Bpk. H. Junianto, S.T., M.M – Direktur Utama
   Jawaban:
   Terima kasih atas pertanyaannya. Terkait dengan RS Charlie Hospital Demak, perlu kami
   sampaikan bahwa pada tahun 2025 rumah sakit ini baru mulai beroperasi secara optimal
   dalam melayani pasien BPJS. Oleh karena itu, kami menilai pertumbuhan yang telah dicapai
   sejauh ini sebenarnya cukup signifikan, terutama mengingat fase pengembangan yang masih
   berlangsung. Saat ini, sekitar 83% pasien yang dilayani oleh RS Charlie Hospital Demak
   merupakan peserta BPJS, sementara sisanya berasal dari pasien umum, asuransi swasta, dan
   sumber pembiayaan lainnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa rumah sakit telah berhasil
   memperoleh kepercayaan masyarakat dan mulai membangun basis pasien yang kuat. Untuk
   mempercepat pertumbuhan ke depan, manajemen telah menetapkan sejumlah target
   operasional, salah satunya adalah peningkatan tingkat keterisian tempat tidur (Bed Occupancy
   Rate/BOR). Kami terus mendorong seluruh jajaran direksi dan manajemen untuk bekerja
   secara agresif namun tetap terukur dalam meningkatkan jumlah kunjungan pasien,
   memperluas layanan unggulan, serta memperkuat jaringan rujukan di wilayah Demak dan
   sekitarnya. Pada tahun 2026, Perseroan menargetkan peningkatan BOR secara bertahap, dan
   pada tahun 2027 diharapkan dapat tumbuh sekitar 15% hingga 20% dibandingkan tahun
   sebelumnya. Dengan strategi tersebut, kami menargetkan pada tahun 2028 tingkat BOR RS
   Charlie Hospital Demak dapat mencapai sekitar 80%, atau mendekati tingkat okupansi yang
   saat ini telah dicapai oleh RS Charlie Hospital Kendal. Manajemen optimistis target tersebut
   dapat dicapai mengingat tingginya kebutuhan layanan kesehatan di wilayah Demak,
   pertumbuhan jumlah penduduk, serta semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap
   pentingnya akses layanan kesehatan yang berkualitas. Dengan dukungan fasilitas yang
   semakin lengkap, tenaga medis yang kompeten, serta pengembangan layanan spesialis, kami
   yakin RS Charlie Hospital Demak akan terus bertumbuh dan memberikan kontribusi yang
   semakin besar terhadap kinerja Perseroan di masa mendatang.

8. Nizar – Antara News
   Pertanyaan:
   Apabila manajemen berpendapat bahwa pasar saat ini menilai saham RSCH di bawah nilai
   wajarnya (undervalued), indikator atau parameter apa yang dapat digunakan investor untuk
   membuktikan bahwa pasar memang belum sepenuhnya merefleksikan nilai intrinsik
Page 6
                  PT. CHARLIE HOSPITAL SEMARANG Tbk
                           Jl. Raya Ngabean Boja Kab. Kendal - Jawa Tengah
                                  Telp. (024) 86005000 / (024) 76929166


   Perseroan? Selain itu, selama ini manajemen telah menyampaikan optimisme terhadap
   prospek pertumbuhan Perseroan di masa mendatang. Namun, untuk memberikan pandangan
   yang berimbang kepada investor, apabila Bapak Direksi diminta menyebutkan satu risiko atau
   satu alasan terbesar yang dapat membuat investor mempertimbangkan kembali untuk
   membeli saham RSCH saat ini, faktor apa yang akan Bapak sampaikan? Dan bagaimana strategi
   manajemen dalam mengelola risiko tersebut?

   Bpk. H. Junianto, S.T., M.M – Direktur Utama
   Jawaban:
   Terima kasih atas pertanyaannya. Manajemen memiliki keyakinan yang tinggi terhadap
   prospek pertumbuhan Charlie Hospital ke depan. Optimisme tersebut didasarkan pada
   beberapa faktor fundamental yang kami nilai sangat kuat. Pertama, rumah sakit yang dikelola
   Perseroan berfokus pada wilayah kota lapis kedua dan lapis ketiga yang masih memiliki potensi
   pertumbuhan layanan kesehatan yang sangat besar. Seiring dengan meningkatnya kepadatan
   penduduk di kota-kota besar, terjadi pergeseran dan pertumbuhan populasi di wilayah
   penyangga serta daerah berkembang yang membutuhkan akses layanan kesehatan yang lebih
   dekat dan berkualitas. Kedua, pertumbuhan jumlah penduduk, meningkatnya kesadaran
   masyarakat terhadap kesehatan, serta bertambahnya kebutuhan layanan medis di wilayah
   operasional Perseroan menjadi faktor pendukung yang memberikan peluang pertumbuhan
   jangka panjang bagi bisnis rumah sakit. Ketiga, saat ini Perseroan menilai tingkat persaingan di
   beberapa wilayah operasional masih relatif terkendali dibandingkan kota-kota besar, sehingga
   memberikan ruang yang cukup luas bagi Charlie Hospital untuk terus meningkatkan pangsa
   pasar dan memperluas layanan kepada masyarakat. Dengan strategi yang berfokus pada
   kedekatan layanan dengan masyarakat, pengembangan fasilitas kesehatan, serta peningkatan
   kualitas pelayanan, manajemen optimistis kinerja operasional Perseroan akan terus
   bertumbuh dalam jangka panjang. Kami memiliki pandangan positif terhadap prospek bisnis
   dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan dan akan terus berupaya meningkatkan tingkat
   okupansi, jumlah kunjungan pasien, serta kualitas layanan kesehatan yang diberikan kepada
   masyarakat. Pada akhirnya, manajemen percaya bahwa penciptaan nilai bagi pemegang
   saham akan tercermin melalui pertumbuhan kinerja operasional dan keuangan Perseroan yang
   berkelanjutan.

9. Daniel – Investor
   Pertanyaan:
   Berdasarkan informasi yang disampaikan pada slide 3, 4, 8, 9, dan 11, kami mencermati bahwa
   Direktur Utama Bapak Junianto dan Direktur Ibu Sri Mulyaningsih juga tercatat sebagai
   pemegang saham langsung Perseroan. Selain itu, Komisaris Utama Ibu Wahyu Fitrianingsih
   merupakan bagian dari keluarga pemegang saham pengendali melalui PT Wahyu Agung yang
   menguasai sekitar 79,43% saham Perseroan. Di tengah upaya pemerintah untuk merevisi tarif
   INA-CBGs serta meningkatkan efisiensi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), bagaimana
   Perseroan memastikan bahwa proses pengambilan keputusan strategis tetap berjalan secara
   independen, objektif, dan sesuai dengan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik
   (Good Corporate Governance/GCG)? Secara khusus, bagaimana mekanisme yang diterapkan
   Perseroan dalam pengambilan keputusan terkait penetapan harga layanan, pemilihan vendor
   atau mitra usaha, pengadaan barang dan jasa, serta alokasi belanja modal dan anggaran
   operasional untuk memastikan tidak terjadi benturan kepentingan, mengingat struktur
   kepemilikan dan manajemen Perseroan yang relatif terkonsentrasi? Selain itu, apakah
   Perseroan memiliki kebijakan, prosedur, atau mekanisme pengawasan khusus terkait transaksi
Page 7
                     PT. CHARLIE HOSPITAL SEMARANG Tbk
                             Jl. Raya Ngabean Boja Kab. Kendal - Jawa Tengah
                                   Telp. (024) 86005000 / (024) 76929166


       afiliasi dan konflik kepentingan guna memastikan bahwa seluruh keputusan bisnis diambil
       semata-mata untuk kepentingan Perseroan dan seluruh pemegang saham, termasuk
       pemegang saham publik?

       Bpk. H. Junianto, S.T., M.M – Direktur Utama
       Jawaban:
       Terima kasih atas pertanyaannya. Kami memahami adanya perhatian dari investor terkait
       struktur kepemilikan Perseroan. Memang benar bahwa sekitar 74% saham Perseroan dimiliki
       oleh PT Wahyu Agung, yang merupakan pemegang saham pengendali. Di sisi lain, terdapat
       hubungan keluarga antara pemegang saham pengendali dan beberapa anggota Dewan
       Komisaris maupun Direksi. Namun demikian, dalam menjalankan Perseroan kami senantiasa
       mengedepankan prinsip profesionalisme dan tata kelola perusahaan yang baik (Good
       Corporate Governance/GCG). Pengalaman yang telah kami bangun dalam mengelola berbagai
       perusahaan di bawah grup usaha menjadi dasar penerapan sistem pengawasan, pengendalian,
       dan pengambilan keputusan yang terstruktur di seluruh lini bisnis, termasuk di Charlie
       Hospital. Dalam operasional sehari-hari, manajemen diberikan kewenangan untuk
       menjalankan bisnis secara profesional sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-
       masing. Proses pengambilan keputusan, termasuk dalam pengadaan barang dan jasa,
       pemilihan vendor, pengembangan usaha, maupun kebijakan operasional lainnya, dilakukan
       berdasarkan pertimbangan bisnis yang objektif serta mengutamakan kepentingan Perseroan.
       Prinsip yang kami pegang adalah setiap keputusan harus mampu memberikan nilai tambah
       (value creation) dan kontribusi positif terhadap pendapatan maupun kinerja Perseroan.
       Selama suatu keputusan terbukti memberikan manfaat terbaik bagi Charlie Hospital dan
       seluruh pemangku kepentingan, maka keputusan tersebut akan dipertimbangkan secara
       profesional sesuai prosedur yang berlaku. Oleh karena itu, potensi kekhawatiran terkait
       benturan kepentingan kami mitigasi melalui penerapan sistem pengendalian internal,
       mekanisme pengawasan oleh Dewan Komisaris, kepatuhan terhadap regulasi pasar modal,
       serta penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas yang berlaku di seluruh perusahaan
       dalam grup usaha kami.

Demikian, Laporan paparan public kami sampaikan, Terimakasih
PT Charlie Hospital Semarang Tbk.

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.93 MB
Published19 Jun 2026
Pages7
Characters23,624
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 7 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org CHARLIE HOSPITAL SEMARANG Tbk p.1 ×29
linked person Sri Mulyaningsih p.5 ×3
linked person Wahyu Fitrianingsih p.5 ×3
linked org PT Wahyu Agung p.5 ×5
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.1
possible person H. Junianto p.1 ×28
unresolved person Hardiman p.2

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result