Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 7
Page 1
PT. CHARLIE HOSPITAL SEMARANG Tbk
Jl. Raya Ngabean Boja Kab. Kendal - Jawa Tengah
Telp. (024) 86005000 / (024) 76929166
LAPORAN PUBLIC EXPOSE TAHUNAN
PT Charlie Hospital Semarang Tbk
Pendahuluan
PT Charlie Hospital Semarang Tbk ( “Perseroan”) telah melaksanakan Public Expose Tahunan pada hari
Senin, tanggal 15 Juni 2026 pukul 14.00 WIB, melalui webinar aplikasi Zoom dan secara offline di Aula
Charlie Hospital Kendal. Pelaksanaan Public Expose Tahunan ini sesuai dengan peraturan PT Bursa Efek
Indonesia (“BEI”) No.I-E butir V tentang kewajiban Public Expose.
Agenda Public Expose tersebut adalah:
1. Presentasi oleh Direksi Perseroan
2. Tanya jawab dengan Direksi Perseroan
Adapun pihak-pihak yang hadir dalam Public Expose tersebut adalah:
- Komisaris Utama dan Direksi Perseroan
- Pemegang Saham Perseroan
- Publik
- Media / Wartawan
SESI PRESENTASI
Dalam sesi presentasi dipaparkan mengenai Penjelasan Perkembangan Usaha dan Kinerja Keuangan
Perseroan Tahun Buku 2025 hingga Kwartal I tahun 2026. Presentasi meliputi:
- Informasi Perusahaan
- Perkembangan Kegiatan Usaha Perseroan
- Kinerja Keuangan Perseroan
- Strategi Pengembangan Usaha Perseroan
SESI TANYA JAWAB
Berikut ini adalah beberapa pertanyaan peserta dan jawaban Perseroan dalam sesi tanya jawab.
1. Hardian – Narasi Media
Pertanyaan:
Terkait manajemen BPJS dan risiko regulasi, apabila terjadi perubahan tarif INA-CBGs atau
kebijakan BPJS Kesehatan yang kurang menguntungkan bagi Perseroan, seberapa besar
potensi dampaknya terhadap kinerja keuangan Perseroan? Selain itu, strategi mitigasi apa
yang telah disiapkan manajemen untuk mengantisipasi risiko tersebut?
Bpk. H. Junianto, S.T., M.M – Direktur Utama
Jawaban:
Sebagaimana diketahui, sebagian besar rumah sakit di Indonesia masih memiliki
ketergantungan yang cukup besar terhadap program BPJS, baik BPJS Kesehatan maupun
skema pembiayaan lainnya yang terkait. Namun demikian, Perseroan telah menyadari risiko
tersebut sejak awal dan secara konsisten mengembangkan berbagai sumber pendapatan di
luar segmen BPJS. Manajemen terus mendorong peningkatan kontribusi pendapatan non-BPJS
melalui pengembangan layanan unggulan, peningkatan jumlah pasien umum, kerja sama
dengan perusahaan dan asuransi swasta, serta diversifikasi layanan kesehatan lainnya.
Alhamdulillah, sepanjang tahun 2025 hingga 2026 kami mencatat perkembangan yang cukup
Page 2
PT. CHARLIE HOSPITAL SEMARANG Tbk
Jl. Raya Ngabean Boja Kab. Kendal - Jawa Tengah
Telp. (024) 86005000 / (024) 76929166
signifikan pada segmen pendapatan non-BPJS. Oleh karena itu, meskipun saat ini sekitar 70%
pendapatan Perseroan masih berasal dari layanan BPJS, kami tidak sepenuhnya bergantung
pada segmen tersebut. Ke depan, Perseroan akan terus memperkuat kontribusi pendapatan
dari sektor non-BPJS sebagai bagian dari strategi diversifikasi usaha guna menjaga
pertumbuhan yang berkelanjutan dan mengurangi risiko terhadap perubahan kebijakan
maupun tarif BPJS.
2. Hardian – Narasi Media
Pertanyaan:
Berapa besar kontribusi pendapatan yang berasal dari pasien BPJS terhadap total pendapatan
Perseroan saat ini? Selain itu, bagaimana strategi dan langkah-langkah yang diterapkan
manajemen dalam mengelola risiko keterlambatan pembayaran klaim BPJS agar tidak
berdampak signifikan terhadap arus kas dan kinerja keuangan Perseroan?
Bpk. H. Junianto, S.T., M.M – Direktur Utama
Jawaban:
Menanggapi pertanyaan Bapak Hardiman, kami mengakui bahwa saat ini pasien BPJS masih
mendominasi layanan Perseroan. Di unit rumah sakit Charlie Hospital, baik di Kendal maupun
Demak, sekitar 83% pasien merupakan peserta BPJS. Terkait risiko keterlambatan pembayaran
klaim BPJS, saat ini proses pembayaran dari BPJS Kesehatan relatif berjalan dengan baik. Rata-
rata pembayaran klaim diterima dalam jangka waktu sekitar 30 hingga 40 hari setelah proses
verifikasi dan pengajuan klaim selesai dilakukan. Selain itu, Perseroan juga telah menerapkan
langkah mitigasi risiko untuk menjaga kelancaran arus kas operasional. Kami menjalin kerja
sama dengan salah satu bank nasional sebagai fasilitas pendukung apabila terjadi
keterlambatan pembayaran klaim BPJS. Dengan dukungan tersebut, Perseroan dapat
memastikan kewajiban operasional, termasuk pembayaran gaji karyawan dan kebutuhan
operasional lainnya, tetap dapat dipenuhi tepat waktu. Sejauh ini, manajemen mampu
mengelola arus kas dengan baik sehingga keterlambatan pembayaran klaim BPJS tidak
memberikan dampak material terhadap operasional Perseroan. Terima kasih.
3. Ade – Suara.com
Pertanyaan:
Berapa target margin EBITDA dan margin laba bersih yang ditetapkan Perseroan dalam 2–3
tahun ke depan? Selain itu, langkah-langkah strategis apa yang akan dilakukan manajemen
untuk mencapai target tersebut? Di sisi lain, segmen layanan apa yang saat ini menjadi
kontributor terbesar terhadap pendapatan Perseroan? Bagaimana strategi manajemen dalam
melakukan diversifikasi sumber pendapatan guna mendukung pertumbuhan yang
berkelanjutan serta mengurangi ketergantungan pada segmen tertentu?
Bpk. H. Junianto, S.T., M.M – Direktur Utama
Jawaban:
Perseroan telah menetapkan sejumlah target kinerja untuk tahun 2026 hingga 2028 sebagai
bagian dari rencana pertumbuhan jangka menengah. Sebagai gambaran, pada tahun 2026
Perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp93,4 miliar. Untuk mendukung pencapaian
target tersebut, Perseroan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar
Rp7,6 miliar, sementara biaya operasional (operating expenditure/opex) diproyeksikan
sebesar Rp71,3 miliar. Pada tahun 2027 dan seterusnya, Perseroan menargetkan
pertumbuhan EBITDA di kisaran 10% hingga 15% per tahun. Untuk mencapai target tersebut,
Page 3
PT. CHARLIE HOSPITAL SEMARANG Tbk
Jl. Raya Ngabean Boja Kab. Kendal - Jawa Tengah
Telp. (024) 86005000 / (024) 76929166
manajemen telah menyiapkan sejumlah strategi, termasuk pengembangan layanan kesehatan
dengan fokus pada layanan spesialis dan layanan unggulan yang memiliki nilai tambah lebih
tinggi. Selain itu, Perseroan juga berencana menambah dan mengembangkan beberapa
layanan baru di unit rumah sakit yang dimiliki, termasuk penguatan layanan spesialis tertentu
yang memiliki potensi permintaan tinggi di wilayah operasional Perseroan. Strategi ini
diharapkan dapat meningkatkan kontribusi pendapatan non-BPJS sekaligus memperkuat
profitabilitas Perseroan di masa mendatang. Dengan langkah-langkah tersebut, manajemen
optimistis dapat menjaga pertumbuhan kinerja operasional dan keuangan secara
berkelanjutan dalam beberapa tahun ke depan.
4. Nabila – Kumparan
Pertanyaan :
Risiko terbesar apa yang saat ini paling dikhawatirkan manajemen tetapi belum sepenuhnya
tercermin dalam laporan keuangan maupun persepsi investor?
Bpk. H. Junianto, S.T., M.M – Direktur Utama
Jawaban:
Hingga saat ini, Perseroan belum melihat adanya risiko yang berdampak signifikan terhadap
kinerja operasional maupun keuangan. Memang pada tahun 2025, Charlie Hospital Demak
baru mulai melayani pasien BPJS secara lebih optimal, sehingga komposisi pasien BPJS saat ini
masih cukup dominan. Sebagaimana telah kami sampaikan sebelumnya, sekitar 83% pasien
yang dilayani merupakan peserta BPJS. Namun demikian, manajemen tetap optimistis
terhadap prospek pertumbuhan Perseroan ke depan. Optimisme tersebut didukung oleh
pertumbuhan jumlah penduduk, meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan, serta semakin
tingginya kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan melalui asuransi
swasta maupun pembayaran pribadi (out-of-pocket). Kami melihat tren peningkatan pada
segmen pasien non-BPJS yang berpotensi memberikan kontribusi lebih besar terhadap
pendapatan Perseroan di masa mendatang. Oleh karena itu, melalui pengembangan layanan
unggulan dan diversifikasi sumber pendapatan, kami yakin risiko ketergantungan terhadap
BPJS dapat terus diminimalkan. Dengan strategi yang telah disiapkan, manajemen optimistis
Perseroan dapat mempertahankan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan pada tahun-
tahun mendatang. Terima kasih.
5. Julius – Media Kontan
Pertanyaan:
Berapa target Return on Equity (ROE) dan Return on Assets (ROA) yang ingin dicapai Perseroan
dalam tiga tahun ke depan? Selain itu, strategi apa yang telah disiapkan manajemen untuk
mencapai target pengembalian tersebut? Selanjutnya, apabila Perseroan memperoleh
tambahan dana sebesar Rp100 Miliar saat ini, apakah manajemen akan lebih memprioritaskan
penggunaannya untuk ekspansi rumah sakit baru, akuisisi atau peningkatan peralatan medis,
maupun pengurangan utang? Apa pertimbangan utama yang mendasari keputusan tersebut
dan bagaimana dampaknya terhadap pertumbuhan serta profitabilitas Perseroan dalam
jangka panjang?
Bpk. H. Junianto, S.T., M.M – Direktur Utama
Jawaban:
Apabila Perseroan memperoleh tambahan dana sebesar Rp100 Miliar, fokus utama kami
adalah memastikan bahwa dana tersebut dapat memberikan tingkat pengembalian (return)
Page 4
PT. CHARLIE HOSPITAL SEMARANG Tbk
Jl. Raya Ngabean Boja Kab. Kendal - Jawa Tengah
Telp. (024) 86005000 / (024) 76929166
yang optimal bagi perusahaan dan para pemegang saham. Melihat prospek yang sangat baik
di Charlie Hospital Kendal dan Charlie Hospital Demak, kami cenderung akan memprioritaskan
pengembangan internal (organic growth) dibandingkan ekspansi ke lokasi baru dalam jangka
pendek. Pengembangan tersebut antara lain melalui penambahan kapasitas tempat tidur,
peningkatan fasilitas pelayanan, pengembangan layanan unggulan, serta investasi pada
peralatan medis yang dapat meningkatkan kualitas dan kapasitas layanan kesehatan. Kami
melihat bahwa kebutuhan layanan kesehatan di wilayah Kendal dan Demak terus meningkat
seiring pertumbuhan jumlah penduduk dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap
pentingnya layanan kesehatan yang berkualitas. Saat ini masyarakat tidak lagi harus selalu
dirujuk atau mencari layanan kesehatan ke Kota Semarang karena berbagai layanan dapat
tersedia lebih dekat melalui fasilitas yang kami miliki. Oleh karena itu, kami menilai bahwa
optimalisasi dan pengembangan rumah sakit yang sudah beroperasi saat ini merupakan
langkah yang paling efektif untuk menghasilkan pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas
yang berkelanjutan. Dengan strategi tersebut, kami yakin tambahan investasi sebesar Rp100
miliar dapat memberikan nilai tambah dan return yang menarik bagi Perseroan di masa
mendatang.
6. Kemal – Sindo News
Pertanyaan:
Ekspansi dan Investasi
Harga saham emiten rumah sakit dalam beberapa tahun terakhir mengalami fluktuasi cukup
tinggi. Apa pesan manajemen kepada investor yang mempertanyakan kemampuan RSCH
dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham? Dan Jika target pertumbuhan
Perseroan tidak tercapai pada tahun 2026, langkah korektif apa yang telah disiapkan
manajemen?
Bpk. H. Junianto, S.T., M.M – Direktur Utama
Jawaban:
Perseroan telah menyiapkan berbagai skenario strategis, termasuk Plan A, Plan B, dan langkah-
langkah mitigasi lainnya, untuk mengantisipasi berbagai dinamika bisnis serta mendukung
pertumbuhan jangka panjang. Kami melihat prospek industri rumah sakit di Indonesia masih
sangat menjanjikan. Seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk, peningkatan usia
harapan hidup, serta semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya layanan
kesehatan, kebutuhan akan fasilitas dan pelayanan kesehatan diperkirakan akan terus
meningkat di masa mendatang. Atas dasar tersebut, Perseroan tetap optimistis terhadap
peluang pertumbuhan bisnis rumah sakit. Namun, dalam menentukan langkah ekspansi, kami
akan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dengan melakukan kajian mendalam terhadap
setiap peluang yang ada. Fokus kami adalah mengidentifikasi wilayah dan segmen pasar yang
memiliki potensi pertumbuhan tinggi serta dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan.
Dalam beberapa bulan terakhir, manajemen telah melakukan pemetaan dan kajian terhadap
sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi titik ekspansi di masa depan. Selain itu, kami juga
terus mengevaluasi berbagai peluang pengembangan layanan yang dapat meningkatkan
kontribusi pendapatan dan memperkuat posisi Charlie Hospital di wilayah operasionalnya.
Dengan pendekatan yang terukur dan selektif tersebut, Perseroan optimistis dapat
menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat jangka panjang
bagi seluruh pemangku kepentingan.
Page 5
PT. CHARLIE HOSPITAL SEMARANG Tbk
Jl. Raya Ngabean Boja Kab. Kendal - Jawa Tengah
Telp. (024) 86005000 / (024) 76929166
7. Daniel - Investor
Pertanyaan:
Berdasarkan informasi yang disampaikan pada slide 3, 4, 8, 9, dan 11, kami mencermati bahwa
Direktur Utama Bapak Junianto dan Direktur Ibu Sri Mulyaningsih juga tercatat sebagai
pemegang saham langsung Perseroan. Selain itu, Komisaris Utama Ibu Wahyu Fitrianingsih
merupakan bagian dari keluarga pemegang saham pengendali melalui PT Wahyu Agung yang
menguasai sekitar 79,43% saham Perseroan. Di tengah kondisi pemerintah yang terus
melakukan evaluasi tarif INA-CBGs serta mendorong efisiensi program Jaminan Kesehatan
Nasional (JKN), bagaimana Perseroan memastikan bahwa proses pengambilan keputusan
strategis tetap berjalan secara independen dan sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik
(Good Corporate Governance/GCG)? Secara khusus, bagaimana mekanisme pengawasan dan
pengambilan keputusan terkait penetapan harga layanan, pemilihan vendor atau mitra usaha,
alokasi belanja modal (capex), serta penggunaan anggaran operasional dilakukan untuk
memastikan tidak terjadi benturan kepentingan, mengingat struktur kepemilikan dan
manajemen Perseroan yang relatif terkonsentrasi?
Bpk. H. Junianto, S.T., M.M – Direktur Utama
Jawaban:
Terima kasih atas pertanyaannya. Terkait dengan RS Charlie Hospital Demak, perlu kami
sampaikan bahwa pada tahun 2025 rumah sakit ini baru mulai beroperasi secara optimal
dalam melayani pasien BPJS. Oleh karena itu, kami menilai pertumbuhan yang telah dicapai
sejauh ini sebenarnya cukup signifikan, terutama mengingat fase pengembangan yang masih
berlangsung. Saat ini, sekitar 83% pasien yang dilayani oleh RS Charlie Hospital Demak
merupakan peserta BPJS, sementara sisanya berasal dari pasien umum, asuransi swasta, dan
sumber pembiayaan lainnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa rumah sakit telah berhasil
memperoleh kepercayaan masyarakat dan mulai membangun basis pasien yang kuat. Untuk
mempercepat pertumbuhan ke depan, manajemen telah menetapkan sejumlah target
operasional, salah satunya adalah peningkatan tingkat keterisian tempat tidur (Bed Occupancy
Rate/BOR). Kami terus mendorong seluruh jajaran direksi dan manajemen untuk bekerja
secara agresif namun tetap terukur dalam meningkatkan jumlah kunjungan pasien,
memperluas layanan unggulan, serta memperkuat jaringan rujukan di wilayah Demak dan
sekitarnya. Pada tahun 2026, Perseroan menargetkan peningkatan BOR secara bertahap, dan
pada tahun 2027 diharapkan dapat tumbuh sekitar 15% hingga 20% dibandingkan tahun
sebelumnya. Dengan strategi tersebut, kami menargetkan pada tahun 2028 tingkat BOR RS
Charlie Hospital Demak dapat mencapai sekitar 80%, atau mendekati tingkat okupansi yang
saat ini telah dicapai oleh RS Charlie Hospital Kendal. Manajemen optimistis target tersebut
dapat dicapai mengingat tingginya kebutuhan layanan kesehatan di wilayah Demak,
pertumbuhan jumlah penduduk, serta semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap
pentingnya akses layanan kesehatan yang berkualitas. Dengan dukungan fasilitas yang
semakin lengkap, tenaga medis yang kompeten, serta pengembangan layanan spesialis, kami
yakin RS Charlie Hospital Demak akan terus bertumbuh dan memberikan kontribusi yang
semakin besar terhadap kinerja Perseroan di masa mendatang.
8. Nizar – Antara News
Pertanyaan:
Apabila manajemen berpendapat bahwa pasar saat ini menilai saham RSCH di bawah nilai
wajarnya (undervalued), indikator atau parameter apa yang dapat digunakan investor untuk
membuktikan bahwa pasar memang belum sepenuhnya merefleksikan nilai intrinsik
Page 6
PT. CHARLIE HOSPITAL SEMARANG Tbk
Jl. Raya Ngabean Boja Kab. Kendal - Jawa Tengah
Telp. (024) 86005000 / (024) 76929166
Perseroan? Selain itu, selama ini manajemen telah menyampaikan optimisme terhadap
prospek pertumbuhan Perseroan di masa mendatang. Namun, untuk memberikan pandangan
yang berimbang kepada investor, apabila Bapak Direksi diminta menyebutkan satu risiko atau
satu alasan terbesar yang dapat membuat investor mempertimbangkan kembali untuk
membeli saham RSCH saat ini, faktor apa yang akan Bapak sampaikan? Dan bagaimana strategi
manajemen dalam mengelola risiko tersebut?
Bpk. H. Junianto, S.T., M.M – Direktur Utama
Jawaban:
Terima kasih atas pertanyaannya. Manajemen memiliki keyakinan yang tinggi terhadap
prospek pertumbuhan Charlie Hospital ke depan. Optimisme tersebut didasarkan pada
beberapa faktor fundamental yang kami nilai sangat kuat. Pertama, rumah sakit yang dikelola
Perseroan berfokus pada wilayah kota lapis kedua dan lapis ketiga yang masih memiliki potensi
pertumbuhan layanan kesehatan yang sangat besar. Seiring dengan meningkatnya kepadatan
penduduk di kota-kota besar, terjadi pergeseran dan pertumbuhan populasi di wilayah
penyangga serta daerah berkembang yang membutuhkan akses layanan kesehatan yang lebih
dekat dan berkualitas. Kedua, pertumbuhan jumlah penduduk, meningkatnya kesadaran
masyarakat terhadap kesehatan, serta bertambahnya kebutuhan layanan medis di wilayah
operasional Perseroan menjadi faktor pendukung yang memberikan peluang pertumbuhan
jangka panjang bagi bisnis rumah sakit. Ketiga, saat ini Perseroan menilai tingkat persaingan di
beberapa wilayah operasional masih relatif terkendali dibandingkan kota-kota besar, sehingga
memberikan ruang yang cukup luas bagi Charlie Hospital untuk terus meningkatkan pangsa
pasar dan memperluas layanan kepada masyarakat. Dengan strategi yang berfokus pada
kedekatan layanan dengan masyarakat, pengembangan fasilitas kesehatan, serta peningkatan
kualitas pelayanan, manajemen optimistis kinerja operasional Perseroan akan terus
bertumbuh dalam jangka panjang. Kami memiliki pandangan positif terhadap prospek bisnis
dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan dan akan terus berupaya meningkatkan tingkat
okupansi, jumlah kunjungan pasien, serta kualitas layanan kesehatan yang diberikan kepada
masyarakat. Pada akhirnya, manajemen percaya bahwa penciptaan nilai bagi pemegang
saham akan tercermin melalui pertumbuhan kinerja operasional dan keuangan Perseroan yang
berkelanjutan.
9. Daniel – Investor
Pertanyaan:
Berdasarkan informasi yang disampaikan pada slide 3, 4, 8, 9, dan 11, kami mencermati bahwa
Direktur Utama Bapak Junianto dan Direktur Ibu Sri Mulyaningsih juga tercatat sebagai
pemegang saham langsung Perseroan. Selain itu, Komisaris Utama Ibu Wahyu Fitrianingsih
merupakan bagian dari keluarga pemegang saham pengendali melalui PT Wahyu Agung yang
menguasai sekitar 79,43% saham Perseroan. Di tengah upaya pemerintah untuk merevisi tarif
INA-CBGs serta meningkatkan efisiensi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), bagaimana
Perseroan memastikan bahwa proses pengambilan keputusan strategis tetap berjalan secara
independen, objektif, dan sesuai dengan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik
(Good Corporate Governance/GCG)? Secara khusus, bagaimana mekanisme yang diterapkan
Perseroan dalam pengambilan keputusan terkait penetapan harga layanan, pemilihan vendor
atau mitra usaha, pengadaan barang dan jasa, serta alokasi belanja modal dan anggaran
operasional untuk memastikan tidak terjadi benturan kepentingan, mengingat struktur
kepemilikan dan manajemen Perseroan yang relatif terkonsentrasi? Selain itu, apakah
Perseroan memiliki kebijakan, prosedur, atau mekanisme pengawasan khusus terkait transaksi
Page 7
PT. CHARLIE HOSPITAL SEMARANG Tbk
Jl. Raya Ngabean Boja Kab. Kendal - Jawa Tengah
Telp. (024) 86005000 / (024) 76929166
afiliasi dan konflik kepentingan guna memastikan bahwa seluruh keputusan bisnis diambil
semata-mata untuk kepentingan Perseroan dan seluruh pemegang saham, termasuk
pemegang saham publik?
Bpk. H. Junianto, S.T., M.M – Direktur Utama
Jawaban:
Terima kasih atas pertanyaannya. Kami memahami adanya perhatian dari investor terkait
struktur kepemilikan Perseroan. Memang benar bahwa sekitar 74% saham Perseroan dimiliki
oleh PT Wahyu Agung, yang merupakan pemegang saham pengendali. Di sisi lain, terdapat
hubungan keluarga antara pemegang saham pengendali dan beberapa anggota Dewan
Komisaris maupun Direksi. Namun demikian, dalam menjalankan Perseroan kami senantiasa
mengedepankan prinsip profesionalisme dan tata kelola perusahaan yang baik (Good
Corporate Governance/GCG). Pengalaman yang telah kami bangun dalam mengelola berbagai
perusahaan di bawah grup usaha menjadi dasar penerapan sistem pengawasan, pengendalian,
dan pengambilan keputusan yang terstruktur di seluruh lini bisnis, termasuk di Charlie
Hospital. Dalam operasional sehari-hari, manajemen diberikan kewenangan untuk
menjalankan bisnis secara profesional sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-
masing. Proses pengambilan keputusan, termasuk dalam pengadaan barang dan jasa,
pemilihan vendor, pengembangan usaha, maupun kebijakan operasional lainnya, dilakukan
berdasarkan pertimbangan bisnis yang objektif serta mengutamakan kepentingan Perseroan.
Prinsip yang kami pegang adalah setiap keputusan harus mampu memberikan nilai tambah
(value creation) dan kontribusi positif terhadap pendapatan maupun kinerja Perseroan.
Selama suatu keputusan terbukti memberikan manfaat terbaik bagi Charlie Hospital dan
seluruh pemangku kepentingan, maka keputusan tersebut akan dipertimbangkan secara
profesional sesuai prosedur yang berlaku. Oleh karena itu, potensi kekhawatiran terkait
benturan kepentingan kami mitigasi melalui penerapan sistem pengendalian internal,
mekanisme pengawasan oleh Dewan Komisaris, kepatuhan terhadap regulasi pasar modal,
serta penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas yang berlaku di seluruh perusahaan
dalam grup usaha kami.
Demikian, Laporan paparan public kami sampaikan, Terimakasih
PT Charlie Hospital Semarang Tbk.
Names mentioned 7 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Hardiman
p.2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.