Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 13
Page 1
No. JRAP/SKLR/CSD/2024/XII/117 Jakarta, 18 Desember 2024
Lampiran: 2 (dua) dokumen
Kepada Yth.
PT Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia Tower I
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52‐53
Jakarta 12190
Up : Direktur Pencatatan Perusahaan
Perihal : Penyampaian Laporan Pelaksanaan Public Expose PT J Resources Asia Pasifik Tbk
(“Perseroan”) Tahun 2024
Dengan hormat,
Sehubungan dengan Peraturan PT Bursa Efek Indonesia Nomor I-E tanggal 19 Juli 2004 tentang
Kewajiban Penyampaian Informasi dan perubahannya, bersama ini kami sampaikan bahwa
Paparan Publik (Public Expose) Perseroan Tahun 2024 pada hari Jumat, tanggal 13 Desember
2024 telah dilaksanakan dengan baik.
Berikut kami lampirkan dokumen-dokumen sebagai berikut:
a. Laporan pelaksanaan Paparan Publik Perseroan Tahun 2024; dan
b. Daftar hadir Paparan Publik Perseroan Tahun 2024.
Demikian kami sampaikan. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami,
PT J Resources Asia Pasifik Tbk
Page 2
Lampiran Surat No. JRAP/SKLR/CSD/2024/XII/117
Laporan Pelaksanaan Paparan Publik
PT J Resources Asia Pasifik Tbk
Jumat, 13 Desember 2024
Perwakilan Perseroan: 1. Bapak Edi Permadi - Direktur Utama
2. Bapak Sanjaya J - Direktur
3. Bapak Johan Arif - Tim Eksplorasi
4. Bapak Peter Connery Samsudin - Tim Finance
Peserta: Daftar terlampir
PAPARAN PUBLIK
Paparan Publik Perseroan dilaksanakan pada hari Jumat, tanggal 13 Desember 2024. Selain
dihadiri oleh Direksi Perseroan, Paparan Publik tersebut juga turut dihadiri oleh tim manajemen
dari anak perusahaan Perseroan, yaitu Bapak Johan Arif, mewakili Bapak Adi Maryono yang
berhalangan hadir, dan Bapak Peter Connery. Pembawa acara membuka Paparan Publik
Perseroan dan memperkenalkan perwakilan dari Perseroan yang menghadiri acara tersebut.
Pada Paparan Publik tersebut Perseroan memberikan informasi mengenai kegiatan operasional
Perseroan dan temuan baru di tahun 2024, perkembangan pembangunan Proyek Doup, financial
performance Perseroan dan penghargaan yang diterima oleh Perseroan di tahun 2024. Setelah
Perseroan selesai melakukan presentasi, pembawa acara membuka sesi tanya jawab dengan
ringkasan sebagai berikut:
A. Pertanyaan dari Sdr. Steven Sulaiman‐First Asia Capital
“Saya melihat terdapat improve atau peningkatan dari segi penjualan dan produksi. Mengapa
sahamnya tidak mencerminkan hal tersebut, apa sebabnya?”
Jawaban dari Bapak Edi Permadi:
Terkait dengan fluktuasi harga saham itu di luar kontrol kita sebenarnya pak, tapi kami terus
memberikan edukasi terkait dengan performance dari company.
Jawaban dari Bapak Sanjaya J:
Tambahan dari saya terkait dengan saham, untuk saham seperti yang disampaikan oleh Pak
Edi, jadi refleksi valuation-nya itu adalah dari market. Jadi, yang bisa Perseroan lakukan
adalah menyampaikan berita update ke media terkait dengan kinerja operasional, eksplorasi
maupun keuangan.
B. Pertanyaan dari Sdri. Santi Palupi‐Individu
1. “Saya ingin bertanya terkait dengan eksplorasi, tadi disebutkan bahwa bisa eksplorasi
sampai dengan 10 tahun dengan menggunakan sistem yang baru, padahal tadi disebutkan
juga proyeknya untuk 13 tahun. Jadi, kedalaman dari eksplorasi itu berapa pak, sehingga
bisa sampai dengan 10 tahun?”
Page 3
Jawaban dari Bapak Johan Arif:
Terima kasih ibu. Jadi, lokasi proyeknya itu berbeda, maka pemrosesannya juga berbeda.
Kemudian, untuk berapa kedalamannya, itu memang bervariasi, mulai dari 50 meter, 200
meter, bahkan ada beberapa yang lebih dari 300 meter, tergantung daripada kondisi
cadangan atau resources-nya. Mengapa ada yang 10 tahun, ada yang 13 tahun? Itu lebih
dikarenakan oleh kapasitas produksi. Jika kalau pabriknya tidak terlalu besar mungkin
akan lama, tetapi jika kapasitas pabrik besar, seperti Doup, bisa jadi lebih pendek. Jadi,
lebih ke fungsi daripada seberapa cepat kita memproses barang itu.
2. “Untuk pertambangan kan harus ada zona hijau, rehabilitasinya ada di sebelah mana?”
Jawaban dari Bapak Edi Permadi:
Terkait dengan rehabilitasi zona hijau, sebenarnya di dalam kontrak karya ada kawasan
hutan produksi dan juga ada area penggunaan lain, itu yang kita lakukan rehabilitasi terus
untuk lahan bukaan. Jadi, lahan bukaan itu harus dengan persetujuan dari ESDM, jadi
luasan per tahun yang kita bisa buka itu tergantung dari feasibility study dan RKAB yang
disetujui oleh ESDM. Jadi, jumlah lahan yang dibuka dan ditutup harus disetujui oleh
kementerian. Kemudian, kalau untuk kawasan hutan produksi, itu harus ada izin pinjam
pakai kawasan hutan dari Kementerian Kehutanan. Jadi, setiap bukaan itu harus ada
pertanggung jawabannya.
Sebelum melakukan itu juga, kita sebenarnya sudah punya studi kelayakan dan sebelum
studi kelayakan tersebut disetujui, kita harus memiliki rencana penutupan tambang dan
juga rencana rehabilitasi. Jadi, ada 2 rencana yang harus dimiliki. Selain itu, juga ada
jaminan rehabilitasi yang kita taruh di escrow account. Nantinya kalau terjadi apa-apa
atau tidak terhijaukan, maka bisa digunakan sebagai dana untuk menutup kawasan
tersebut.
C. Pertanyaan dari Sdr. Tri‐Petromindo
1. “Pertama, terkait dengan Proyek Bakan, tadi disebutkan estimated full year output gold
dari Bakan bisa 100 koz, kemungkinan untuk next year bisa sampai berapa pak?”
Jawaban dari Bapak Edi Permadi:
Terkait dengan full year kita 100 koz, harapannya untuk next year akan mirip-mirip
dengan produksi tahun ini atau bahkan lebih dari itu.
Jawaban dari Bapak Sanjaya J:
Terkait dengan produksi, 100 koz itu adalah hasil produksi dari 2 sites ya pak, yaitu Bakan
dan Penjom. Untuk target produksi tahun depan kurang lebih sama seperti yang telah Pak
Edi sampaikan.
2. “Yang kedua, untuk Proyek Doup, nanti jika ditotal‐total Doup plus Bakan bisa jadi berapa
pak kedepannya?”
Jawaban dari Bapak Sanjaya J:
Proyek Doup itu ditargetkan 120-150 koz per tahun. Jadi, jika ditambahkan dengan
produksi Bakan sekitar 80-90 koz, maka produksinya bisa mencapai lebih dari 200 koz.
Page 4
D. Pertanyaan dari Sdr. Komang‐Bisnis Indonesia
“Lebih mau update saja soal temuan yang kemarin di Sulawasi Utara. Setelah penemuan itu,
bagaimana rencana pengembangan dari PSAB? Itu persisnya di tambang blok mana? Lalu,
apakah sejauh ini feasible untuk dikembangin? Kira‐kira nilai investasi berapa untuk
pengembangan lebih lanjut agar bisa ekonomis untuk ditambang dan bagaimana untuk
rencana pembiayaannya dan juga timeline kapan bisa dieksekusi agar bisa masuk ke
pendapatannya PSAB? Lalu untuk Doup itu, dia kapan sih bisa masuk ke pendapatannya PSAB
dan kapan dia mulai produksi?”
Jawaban dari Bapak Johan Arif:
Jadi, temuan baru ini adalah area yang berada di dalam 1 kontrak karya yang sama dengan
Bakan di Sulawesi Utara. Saat ini, tahap eksplorasinya adalah tahap eksplorasi detail, jadi,
kita banyak lakukan sampling survey dari lubang bor. Tahap berikutnya nanti, tahun depan
mudah-mudahan kita bisa langsung drilling karena kita memang sudah siap target-
targetnya. Perkiraan kami untuk melakukan evaluasi secara mendetail antara dua tahunan.
Itu sudah cukup waktu untuk bisa ke tahap berikutnya, yaitu adalah tahap konstruksi.
Sehingga, harapan kami juga ini akan meneruskan aktivitas mining dan produksi yang
dihasilkan dari Bakan.
Jawaban dari Bapak Sanjaya J:
Dari sisi keuangan untuk men-support temuan baru, apabila dari tim eksplorasi sudah men-
delivered blok model, resources, reserves, yang firm, dan perizinan telah lengkap. Biasanya
dari sisi keuangan, kita bisa mix ya, antara internal cash flow sama financing dari bank atau
leasing. Untuk Proyek Doup sendiri perlu waktu 24 bulan menyelesaikan konstruksinya.
E. Pertanyaan dari Sdr. Ridwan‐Kontan
1. “Kalau dari segi pendapatan sudah pasti ada pertumbuhan ya pak, seiring dengan produksi
yang naik juga, kalau dari sisi bottom line‐nya bagaimana pak? Kan di Q3 sudah berbalik
positif, kira‐kira ekspektasi sampai tutup tahun berapa labanya? Untuk tahun depan boleh
ada gambaran terkait dengan pendapatannya pak?”
Jawaban dari Bapak Sanjaya J:
Untuk bottom line kita harus menunggu proses audit full year, tapi kalau untuk kasih
guidance ya, mengenai cash cost kita targetkan di sekitar USD1.200-1.300 per oz. Jadi,
kalau kita translate atau terjemahkan ke EBITDA mungkin bisa mencapai 40-50% dari
revenue.
Untuk kinerja keuangan tahun depan, tahun ini kita dengan revenue expected full year itu
di USD230-240 juta, itu dengan average selling price kita sampai November itu di sekitar
USD2.300an kurang lebih. Jika sepanjang tahun depan full misalnya tetap di harga
USD2.600an pasti jauh lebih tinggi dari tahun ini.
2. “Mengenai investasi di Proyek Doup, kalau gak salah investasinya total sekitar USD 160‐170
juta. Sampai sekarang sudah berapa realisasinya? Secara keseluruhan capital expenditure
untuk JResources berapa pak?”
Page 5
Jawaban dari Bapak Sanjaya J:
Khusus untuk Doup capex-nya itu ada di USD400jt an dan yang sudah di-spend kurang
lebih USD70juta.
F. Pertanyaan dari Sdr. Indra‐Warta.In
“Untuk perusahaan pertambangan, khususnya emas, saat ini sangat sensitif sekali dengan
masalah lingkungan. Pertanyaan saya, apakah J Resources dalam pengelolaan masalah
lingkungan sudah sesuai dengan peraturan? Mungkin bisa dijelaskan juga, apakah ada inovasi
atau sesuatu yang baru dalam pengendalian lingkungan?”
Jawaban dari Bapak Edi Permadi:
Terkait dengan lingkungan Pak Indra, itu semua kita complied dengan peraturan atau
regulasi yang ada. Jadi, setiap kontrak karya kami memiliki kewajiban untuk memenuhi
rencana yang termaktub dalam izin lingkungan dan izin lingkungan itu cukup strict. Selain
itu, kami juga mendapatkan award terkait Good Mining Practices, Good Mining Practices itu
maksudnya adalah bagaimana kita melakukan penambangan secara bertanggung jawab dan
sesuai dengan aturan-aturan atau kaidah-kaidah pertambangan. Untuk inovasi, inovasi yang
kami lakukan adalah konservasi mineral. Konservasi mineral itu adalah bagaimana kita
menurunkan cut off grade, sehingga yang kita ekstrak dari kandungan emas yang ada di ore,
itu bisa diturunkan cut off grade, sehingga kita melakukan konservasi terkait dengan
mineral. Selain itu, kita juga mengembangkan masyarakat yang ada di sekitar area operasi,
sehingga kita mengembangkan pengelolaan lingkungan yang berbasis untuk bisa melibatkan
masyarakat terutama terkait bagaimana kita melakukan pembibitan atau proses rehabilitasi
dari lahan.
G. Pertanyaan dari Sdr. Steve‐Individu
“Pak, mau bertanya, dalam penambangan itu, contohnya dalam 100 kilo yang ditambang itu
dalam bentuk pasir atau bongkahan emas? Kemudian dalam 100 kilo itu dapat berapa kilo?”
Jawaban dari Bapak Johan Arif:
Jadi kalau di permukaan awal, biasanya dia masih berupa campuran antara tanah dan batu
ya. Tapi begitu dia sudah mulai kedalaman 10 meter, 5 meter, biasanya memang harus
diledakkan, sehingga dia akan menjadi batu-batu yang lebih kecil. Kemudian, prosesnya
akan digerus, setelah digerus kemudian akan diproses. Tergantung daripada kadarnya, kalau
kadarnya misalnya 0,5 gram dalam 1 ton, kalau kita proses 1 ton, dapatnya mungkin nggak
0,5 karena ada proses recovery, jadi mungkin 80% atau 85% dari 0,5 itulah yang kita dapat,
ya 0,4 berapa gram. Sehingga, membutuhkan volume yang cukup besar untuk menghasilkan
puluhan atau ratusan kilo emas.
Jawaban dari Bapak Edi Permadi:
Jadi Pak Stev, contoh truk yang kapasitas 15 ton, jika recovery, 1 gram, high grade, dipotong
dengan recovery mungkin 80%, ya tinggal 12 gram. Jadi, 1 truk itu isinya cuma 12 gram, kira-
kira seperti itu.
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
Page 10
Page 11
Page 12
Page 13
Names mentioned 18 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Bursa Efek Indonesia Nomor I-E
p.1
unresolved
person
Sanjaya J
p.2 ×7
unresolved
person
Johan Arif
p.2 ×5
unresolved
person
Peter Connery Samsudin
p.2
unresolved
person
Adi Maryono
p.2
unresolved
person
Peter Connery. Pembawa
p.2
unresolved
person
Steven Sulaiman
p.2
unresolved
person
Santi Palupi
p.2
unresolved
org
Kementerian Kehutanan. Jadi
p.3
unresolved
person
Tri
p.3
unresolved
person
Steve
p.5
unresolved
person
Stev
p.5
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.