Back to announcement
20241216_GMFI_Penyampaian Prospektus//Informasi Tambahan_31829300_lamp2.pdf
Other Text extracted GMFISource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 31
Page 1
TAMBAHAN DAN/ATAU PERUBAHAN INFORMASI PENAMBAHAN MODAL DENGAN MEMBERIKAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU (“PMHMETD”) KEPADA PARA
PEMEGANG SAHAM PT GARUDA MAINTENANCE FACILITY AERO ASIA TBK DALAM RANGKA PENERBITAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU (“HMETD”)
TAMBAHAN DAN/ATAU PERUBAHAN INFORMASI INI MERUPAKAN BAGIAN YANG TIDAK TERPISAHKAN DARI INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM YANG TELAH
DIUMUMKAN PADA SITUS WEB PERSEROAN TANGGAL 29 OKTOBER 2024.
PMHMETD INI TELAH MEMPEROLEH PERSETUJUAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM.
OTORITAS JASA KEUANGAN (“OJK”) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU
KECUKUPAN ISI TAMBAHAN DAN/ATAU PERUBAHAN INFORMASI PMHMETD INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL TERSEBUT ADALAH
PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.
TAMBAHAN DAN/ATAU PERUBAHAN INFORMASI PMHMETD INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN
YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA BERKONSULTASI DENGAN PIHAK YANG KOMPETEN.
PT GARUDA MAINTENANCE FACILITY AERO ASIA TBK (“PERSEROAN”) BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI DAN/ATAU, FAKTA,
DATA, ATAU LAPORAN DAN KEJUJURAN PENDAPAT YANG TERCANTUM DALAM TAMBAHAN DAN/ATAU PERUBAHAN INFORMASI PMHMETD INI.
PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Kegiatan Usaha:
Bergerak dalam bidang jasa perawatan, reparasi, dan overhaul pesawat terbang, perdagangan besar alat transportasi udara dan perlengkapannya, aktivitas
kebandarudaraan serta penyewaan komponen pesawat udara, mesin pesawat udara, serta peralatan dan perlengkapan untuk menunjang pekerjaan perawatan pesawat
udara dan sewa guna usaha.
Kantor Pusat:
Lantai 2, Lobby Selatan Hangar 4
PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Area Perkantoran Bandara Soekarno Hatta
Kelurahan Pajang, Kecamatan Benda, Kota Tangerang
PO. Box 1303, BUSH 19130
Telepon : +62 21 550 8717
Faksimili : +62 21 559 10461
Email: corporate.secretary@gmf-aeroasia.co.id
Website: www.gmf-aeroasia.co.id
Lokasi Hangar, Workshop dan Line Maintenance Station
Hangar & Workshop: Jakarta & Tangerang
Line Maintenance Station: Ambon, Babo, Bajawa, Balikpapan, Banda Aceh, Bandung, Banjarmasin, Banyuwangi, Baubau, Batam, Bengkulu, Berau, Biak, Bima, Cengkareng, Cepu,
Denpasar, Dhoho, Ende, Pinangsori, Gorontalo, Halim Perdana Kusuma, Jambi, Jayapura, Jogjakarta, Kendari, Kertajati, Kualanamu, Kulon Progo, Kupang, Labuan Bajo, Lombok Praya,
Makassar, Malang, Mamuju, Manado, Manokwari, Merauke, Padang, Palangkaraya, Palembang, Palopo, Palu, Pangkalan Bun, Pangkal Pinang, Pekanbaru, Pontianak, Purbalingga,
Samarinda, Sampit, Sangia Nibandera, Selayar, Semarang, Silangit, Solo, Sorong, Surabaya, Sumenep, Tambolaka, Tanjung Api, Tanjung Karang, Tanjung Pandan, Tanjung Pinang,
Tarakan, Ternate, Toraja, Timika, Waingapu.
PENAMBAHAN MODAL DENGAN MEMBERIKAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU (“PMHMETD”)
KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM PERSEROAN DALAM RANGKA PENERBITAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU (“HMETD”)
Perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 10.205.662.889 (sepuluh miliar dua ratus lima juta enam ratus enam puluh dua ribu delapan ratus delapan puluh sembi lan) Saham Baru seri B atas nama
dengan nilai nominal Rp25 (dua puluh lima Rupiah) setiap saham yang ditawarkan dengan Harga Pelaksanaan Rp46 (empat puluh enam Rupiah) setiap saham, yang mewakili sebanyak-banyaknya
36,15% (tiga puluh enam koma satu lima persen) dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PMHMETD (“Saham Baru seri B”) , sehingga nilai PMHMETD adalah sebanyak-banyaknya
Rp469.460.492.903 (empat ratus enam puluh sembilan miliar empat ratus enam puluh juta empat ratus sembilan puluh dua ribu sembilan ratus tiga Rupiah). Setiap pemegang 1.000.000.000 (satu miliar)
saham Seri A atas nama yang namanya tercantum dalam Daftar Pemegang Saham (”DPS”) pada tanggal 24 Desember 2024 pukul 16.15 WIB mendapatkan 361.473.382 (tiga ratus enam puluh satu juta
empat ratus tujuh puluh tiga ribu tiga ratus delapan puluh dua) HMETD dimana 1 (satu) HMETD berhak untuk membeli 1 (satu) Saham Baru seri B dengan nilai nominal Rp25 (dua puluh lima Rupiah)
setiap saham, dengan Harga Pelaksanaan Rp46 (empat puluh enam Rupiah) setiap saham yang harus dibayar penuh pada saat mengaju kan pemesanan pembelian saham. Saham Baru seri B yang
ditawarkan dalam rangka PMHMETD dengan menerbitkan HMETD ini seluruhnya adalah saham yang dikeluarkan dari portepel Perseroan dengan nilai nominal Rp25 (dua puluh lima Rupiah) setiap
saham. Saham yang akan diterbitkan dalam rangka PMHMETD ini akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (“BEI”). HMETD dapat diperdagangkan di BEI serta di luar Bursa Efek selama 7 (tujuh) Hari
Kerja mulai tanggal 30 Desember 2024 sampai dengan tanggal 8 Januari 2025. Pencatatan Saham Baru seri B hasil pelaksanaan HMETD akan dilakukan di BEI pada tanggal 30 Desember 2024. Tanggal
terakhir pelaksanaan HMETD adalah tanggal 8 Januari 2025 sehingga HMETD yang tidak dilaksanakan pada tanggal tersebut tidak berlaku lagi.
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (”GIAA”) adalah Pemegang Saham Utama Perseroan. Pada tanggal Keterbukaan Informasi ini diterbitkan, GIAA memiliki 25.156.058.796 (dua puluh lima miliar seratus
lima puluh enam juta lima puluh delapan ribu tujuh ratus sembilan puluh enam) saham Seri A Perseroan atau 89,10% (delapan puluh sembilan koma satu nol persen) dari seluruh modal ditempatkan dan
disetor Perseroan. GIAA akan melaksanakan seluruh haknya sesuai dengan porsi kepemilikan sahamnya dalam Perseroan sebanyak 9.093.245.600 (sembilan miliar sembilan puluh tiga juta dua ratus
empat puluh lima ribu enam ratus) Saham Baru seri B dengan cara penyetoran dalam bentuk lain selain uang (”Inbreng”) atas aset GIAA berupa (i) bangunan hanggar I dan annex I, (ii) bangunan hanggar
II dan annex II, (iii) bangunan hanggar III dan annex III, serta (iv) fasilitas pendukung berupa bangunan-bangunan penunjang lainnya, sarana pelengkap seperti perkerasan driveway, pagar dan mesin
pelengkap bangunan kepada Perseroan dengan nilai sebesar Rp418.289.300.000 (empat ratus delapan belas miliar dua ratus delapan puluh sembilan juta tiga ratus ribu Rupiah). GIAA tidak akan
mengalihkan sebagian atau seluruh HMETD yang menjadi haknya kepada pihak ketiga manapun. Tidak ada Pemegang Saham Utama Perseroan selain GIAA.
Apabila pelaksanaan HMETD oleh publik tidak mencapai minimal sebanyak 311.956.500 (tiga ratus sebelas juta sembilan ratus lima puluh enam ribu lima ratus) Saham Baru seri B atau minimal sebesar
Rp14.350.000.000,- (empat belas miliar tiga ratus lima puluh juta Rupiah), PT Aero Wisata (“AWS”) sebagai Pemegang Saham Perseroan dengan kepemilikan saham 254.101.604 (dua ratus lima puluh
empat miliar seratus satu juta enam ratus empat) saham Seri A Perseroan atau 0,90% (nol koma sembilan nol persen) akan melaksanakan seluruh haknya sesuai dengan porsi kepemilikan sahamnya
dalam Perseroan sebanyak 91.850.900 (sembilan puluh satu juta delapan ratus lima puluh ribu sembilan ratus) Saham Baru seri B. Selanjutnya, A WS akan melaksanakan pemesanan saham tambahan
maksimal sebanyak 220.105.600 (dua ratus dua puluh juta seratus lima ribu enam ratus) Saham Baru seri B sehingga total HMETD yang akan dilaksanakan oleh AWS sebanyak-banyaknya 311.956.500
Saham Baru seri B.
Setiap HMETD dalam bentuk pecahan akan dibulatkan ke bawah (round down). Dalam hal Pemegang saham memiliki HMETD dalam bentuk pecahan, sesuai dengan Peraturan OJK No. 32/POJK.04/2015
tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (sebagaimana diubah dengan Peraturan OJK No. 14/POJK.04/2019), maka hak atas pecahan
saham dalam PMHMETD wajib dijual oleh Perseroan dan hasil penjualannya dimasukkan ke dalam rekening Perseroan. Saham Baru seri B yang akan diterbitkan dalam PMHMETD ini mempunyai hak
yang sama dan sederajat dalam segala hal dengan saham biasa atas nama lainnya yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan termasuk tetapi tidak terbatas pada hak suara, hak dalam
pembagian dividen, dan hak atas sisa hasil likuidasi, HMETD dan hak atas pembagian saham bonus.
Apabila Saham Baru seri B yang ditawarkan dalam PMHMETD ini tidak seluruhnya diambil atau dibeli oleh Pemegang saham atau pemegang HMETD, maka sisanya akan dijatahkan secara proporsional
berdasarkan atas jumlah HMETD yang dilaksanakan oleh masing-masing Pemegang saham yang meminta penambahan saham berdasarkan harga pemesanan kepada pemegang HMETD yang
melakukan pemesanan lebih besar dari haknya, sebagaimana tercantum dalam SBHMETD (sebagaimana didefinisikan di bawah ini). Jika masih terdapat sisa Saham Baru dari jumlah yang ditawarkan,
maka sisa saham tersebut tidak akan dikeluarkan Perseroan dari portepel.
HMETD AKAN DICATATKAN PADA PT BURSA EFEK INDONESIA (“BEI”). HMETD DAPAT DIPERDAGANGKAN BAIK DI DALAM MAUPUN DI LUAR BEI SELAMA TIDAK KURANG DARI 7
(TUJUH) HARI KERJA MULAI TANGGAL 30 DESEMBER 2024 SAMPAI DENGAN TANGGAL 8 JANUARI 2025. PENCATATAN SAHAM BARU HASIL PELAKSANAAN HMETD AKAN DILAKUKAN
DI BEI PADA TANGGAL 30 DESEMBER 2024. TANGGAL TERAKHIR PELAKSANAAN HMETD ADALAH TANGGAL 8 JANUARI 2025 DENGAN KETERANGAN BAHWA HMETD YANG TIDAK
DILAKSANAKAN SAMPAI DENGAN TANGGAL TERSEBUT TIDAK BERLAKU LAGI.
RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI OLEH PERSEROAN ADALAH RISIKO PENDAPATAN PERSEROAN MASIH DIDOMINASI OLEH BEBERAPA PELANGGAN UTAMA. FAKTOR RISIKO
PERSEROAN SELENGKAPNYA DICANTUMKAN PADA BAB VII PROSPEKTUS.
RISIKO LAIN YANG MUNGKIN DIHADAPI OLEH INVESTOR ADALAH RISIKO HARGA DAN LIKUIDITAS HARGA SAHAM PERSEROAN YANG DIPENGARUHI OLEH KONDISI PASAR MODAL
INDONESIA
PENTING UNTUK DIPERHATIKAN OLEH PARA PEMEGANG SAHAM PEMEGANG SAHAM PERSEROAN YANG TIDAK MELAKSANAKAN HMETD YANG DITAWARKAN SESUAI DENGAN PORSI
SAHAMNYA, DAPAT TERDILUSI SEBESAR MAKSIMUM 26,55% (DUA PULUH ENAM KOMA LIMA LIMA PERSEN).
PERSEROAN TIDAK MENERBITKAN SURAT KOLEKTIF SAHAM HASIL PMHMETD INI, TETAPI SAHAM-SAHAM TERSEBUT AKAN DIDISTRIBUSIKAN SECARA ELEKTRONIK YANG AKAN
DIADMINISTRASIKAN DALAM PENITIPAN KOLEKTIF DI PT KUSTODIAN SENTRAL EFEK INDONESIA (“KSEI”).
Tambahan dan/atau Perubahan Informasi PMHMETD ini diterbitkan di Jakarta pada 16 Desember 2024
1
Page 2
INDIKASI JADWAL
Tanggal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 28 Oktober 2024
Tanggal Efektif Pernyataan Pendaftaran HMETD 12 Desember 2024
Tanggal Akhir Perdagangan Saham Dengan HMETD (Cum-Right)
- Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi 20 Desember 2024
- Pasar Tunai 24 Desember 2024
Tanggal Mulai Perdagangan Saham Tanpa HMETD (Ex-Right)
- Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi 23 Desember 2024
- Pasar Tunai 27 Desember 2024
Tanggal Terakhir Pencatatan (Recording Date) untuk memperoleh HMETD 24 Desember 2024
Tanggal Distribusi HMETD 27 Desember 2024
Tanggal Pencatatan HMETD di Bursa Efek Indonesia 30 Desember 2024
Periode Perdagangan HMETD 30 Desember 2024 - 8 Januari 2025
Periode Pelaksanaan HMETD 30 Desember 2024 - 8 Januari 2025
Tanggal Terakhir Pembayaran Pemesanan Saham Tambahan 10 Januari 2025
Tanggal Penjatahan Pemesanan Saham Tambahan 13 Januari 2025
Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan 15 Januari 2025
PENAMBAHAN MODAL DENGAN MEMBERIKAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU (PMHMETD)
Dalam rangka pelaksanaan PMHMETD, Perseroan telah memperoleh persetujuan pemegang saham Perseroan atas rencana
PMHMETD pada tanggal 28 Oktober 2024 sebagaimana ternyata dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT Garuda
Maintenance Facility Aero Asia Tbk No. 4 tanggal 28 Oktober 2024, yang dibuat di hadapan Shanti Indah Lestari, S.H., M.Kn.,
Notaris di Kabupaten Tangerang, dan diumumkan di website BEI dan website Perseroan pada tanggal 24 September 2024,
sesuai dengan POJK No. 15/2020 dan ketentuan anggaran dasar Perseroan.
Sehubungan dengan PMHMETD, Perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 10.205.662.889 (sepuluh miliar dua ratus
lima juta enam ratus enam puluh dua ribu delapan ratus delapan puluh sembilan) Saham Baru seri B dengan nilai nominal
Rp25 (dua puluh lima Rupiah) setiap saham. Setiap pemegang 1.000.000.000 (satu miliar) saham seri A atas nama yang
namanya tercatat dalam DPS Perseroan tanggal 24 Desember 2024 pada pukul 16.15 WIB berhak atas 361.473.382 (tiga
ratus enam puluh satu juta empat ratus tujuh puluh tiga ribu tiga ratus delapan puluh dua) HMETD dimana 1 (satu) HMETD
memberikan hak untuk membeli 1 (satu) Saham Baru seri B dengan Harga Pelaksanaan sebesar Rp46 (empat puluh enam
Rupiah) per saham yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pembelian Saham Baru seri B. Dengan
demikian, jumlah dana yang akan diterima Perseroan dari PMHMETD ini adalah sebanyak-banyaknya Rp469.460.492.903
(empat ratus enam puluh sembilan miliar empat ratus enam puluh juta empat ratus sembilan puluh dua ribu sembilan ratus
tiga Rupiah).
HMETD ini dapat diperdagangkan dan dilaksanakan selama 7 (tujuh) Hari Kerja mulai tanggal 30 Desember 2024 sampai
dengan tanggal 8 Januari 2025. HMETD yang tidak dilaksanakan hingga tanggal akhir periode tersebut dinyatakan tidak
berlaku lagi. Pencatatan Saham Baru seri B hasil pelaksanaan HMETD akan dilakukan di Bursa Efek pada tanggal 30
Desember 2024.
Pemegang Saham yang tidak menggunakan haknya untuk melaksanakan HMETD dapat terdilusi sebesar maksimum 26,55%
(dua puluh enam koma lima lima persen) setelah dilaksanakannya PMHMETD.
Saham Baru seri B yang ditawarkan oleh Perseroan dalam rangka PMHMETD dengan menerbitkan HMETD seluruhnya
merupakan saham biasa atas nama yang dikeluarkan dari portepel Perseroan yang mengakibatkan terjadinya peningkatan
modal ditempatkan dan modal disetor penuh dalam Perseroan. Sebagaimana disyaratkan dalam POJK No. 32/2015,
penambahan modal dengan memberikan HMETD harus disetujui oleh RUPS Perseroan terlebih dahulu. Selain persetujuan
RUPS, tidak terdapat persetujuan dari pihak-pihak yang berwenang yang perlu diperoleh oleh Perseroan untuk dapat
melaksanakan PMHMETD.
Setiap HMETD dalam bentuk pecahan akan dibulatkan ke bawah (round down). Dalam hal pemegang saham memiliki HMETD
dalam bentuk pecahan, sesuai dengan POJK No. 32/2015, maka hak atas pecahan saham dalam PMHMETD wajib dijual oleh
Perseroan dan hasil penjualannya dimasukkan ke dalam rekening Perseroan. Saham Baru seri B yang akan diterbitkan dalam
PMHMETD ini mempunyai hak yang sama dan sederajat dalam segala hal dengan saham biasa atas nama lainnya yang telah
ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan termasuk tetapi tidak terbatas pada hak suara, hak dalam pembagian dividen,
dan hak atas sisa hasil likuidasi, HMETD dan hak atas pembagian saham bonus.
2
Page 3
Apabila Saham Baru seri B yang ditawarkan dalam PMHMETD ini tidak seluruhnya diambil atau dibeli oleh pemegang saham
atau pemegang HMETD, maka sisanya akan dijatahkan secara proporsional berdasarkan atas jumlah HMETD yang
dilaksanakan oleh masing-masing pemegang saham yang meminta penambahan saham berdasarkan harga pemesanan
kepada pemegang HMETD lainnya yang melakukan pemesanan lebih besar dari haknya, sebagaimana tercantum dalam
SBHMETD. Jika masih terdapat sisa Saham Baru dari jumlah yang ditawarkan, maka sisa saham tersebut tidak akan
dikeluarkan Perseroan dari portepel.
STRUKTUR PERMODALAN DAN SUSUNAN PEMEGANG SAHAM PERSEROAN
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk atau disingkat PT GMF Aero
Asia Tbk No. 5 tanggal 28 Oktober 2024, yang dibuat di hadapan Shanti Indah Lestari, S.H., M.Kn., Notaris di Kabupaten
Tangerang, yang telah diberitahukan kepada dan diterima oleh Menkumham berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan
Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-0205295 tanggal 29 Oktober 2024 dan telah didaftarkan dalam Daftar
Perseroan pada Kemenkumham di bawah No. AHU-0232306.AH.01.11.Tahun 2024 tanggal 29 Oktober 2024, serta susunan
pemegang saham Perseroan berdasarkan Daftar Pemegang Saham per tanggal 31 Oktober 2024 yang dikeluarkan oleh PT
Datindo Entrycom selaku BAE, struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan pada tanggal Keterbukaan
Informasi ini diterbitkan adalah sebagai berikut:
Saham Biasa Atas Nama
Deskripsi Nilai Nominal (i) Rp100,- per saham Seri A dan (ii) Rp25,- per saham Seri B
Jumlah Saham Nilai Nominal Saham (Rp) (%)
Modal Dasar
Seri A, Nilai Nominal Rp100,- per saham 95.000.000.000 9.500.000.000.000
Seri B, Nilai Nominal Rp25,- per saham 20.000.000.000 500.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor
Seri A
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk 25.156.058.796 2.515.605.879.600 89,1
PT Aero Wisata 254.101.604 25.410.160.400 0,9
Pudjo Sarwoko 89.200 8.920.000 0
Andi Fahrurrozi 144.400 14.440.000 0
Irvan Pribadi 62.800 6.280.000 0
Kepemilikan Masyarakat di bawah 5% 2.823.054.700 282.305.470.000 10,0
Sub total – Seri A 28.233.511.500 2.823.351.150.000 100
Seri B
- - - -
Sub-total – Seri B - - -
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 28.233.511.500 2.823.351.150.000 100
Jumlah Saham dalam Portepel
Seri A 66.766.488.500 6.676.648.850.000
Seri B 20.000.000.000 500.000.000.000
Saham hasil pelaksanaan HMETD yang ditawarkan melalui PMHMETD ini seluruhnya adalah Saham Baru seri B dengan nilai
nominal Rp25,- (dua puluh lima Rupiah) dimana setiap saham dikeluarkan dari portepel Perseroan dan akan dicatatkan di
BEI.
PROFORMA STRUKTUR PERMODALAN PERSEROAN SEBELUM DAN SETELAH PMHMETD
Struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan sebelum dan setelah PMHMETD dengan asumsi seluruh
pemegang saham melaksanakan HMETD yang menjadi haknya adalah sebagai berikut:
Sebelum PMHMETD Setelah PMHMETD
Uraian dan Keterangan Jumlah Nilai Nominal (%) Jumlah Nilai Nominal (%)
Saham (Rp) Saham (Rp)
Modal Dasar
Seri A, Nilai Nominal 95.000.000.000 9.500.000.000.000 95,00 95.000.000.000 9.500.000.000.00 95,00
Rp100,- per saham 0
Seri B, Nilai Nominal 20.000.000.000 500.000.000.000 5,00 20.000.000.000 500.000.000.000 5,00
Rp25,- per saham
Jumlah Modal Dasar 115.000.000.00 10.000.000.000.00 100,0 115.000.000.00 10.000.000.000.0 100,00
0 0 0 0 00
Modal Ditempatkan dan
Disetor Penuh
Seri A
3
Page 4
Sebelum PMHMETD Setelah PMHMETD
Uraian dan Keterangan Jumlah Nilai Nominal (%) Jumlah Nilai Nominal (%)
Saham (Rp) Saham (Rp)
PT Garuda Indonesia 25.156.058.796 2.515.605.879.60 89,10 25.156.058.79 2.515.605.879.6 81,72
(Persero) Tbk 0 6 00
PT Aero Wisata 254.101.604 25.410.160.400 0,90 254.101.604 25.410.160.400 0,83
Pudjo Sarwoko 89.200 8.920.000 0,00 89.200 8.920.000 0,00
Andi Fahrurrozi 144.400 14.440.000 0,00 144.400 14.440.000 0,00
Irvan Pribadi 62.800 6.280.000 0,00 62.800 6.280.000 0,00
Kepemilikan Masyarakat 2.823.054.700 282.305.470.000 10,00 2.823.054.700 282.305.470.000 9,17
di bawah 5%
Sub total – Seri A 28.233.511.500 2.823.351.150.00 100,0 28.233.511.50 2.823.351.150.0 91,71
0 0 0 00
Seri B
PT Garuda Indonesia - - -
(Persero) Tbk 9.093.245.600 227.331.140.000 7,38
PT Aero Wisata - - - 0,07
91.850.900 2.296.272.500
Pudjo Sarwoko - - - 0,00
32.200 805.000
Andi Fahrurrozi - - - 0,00
52.100 1.302.500
Irvan Pribadi - - - 0,00
22.700 567.500
Kepemilikan Masyarakat - - - 0,83
di bawah 5% 1.020.459.100 25.511.477.500
Sub total – Seri B - - - 10.205.662.60 255.141.565.000 8,29
0
Total Modal Ditempatkan 28.233.511.500 2.823.351.150.00 100.0 38.439,174.10 3.078.492.715.0 100,00
dan Disetor Penuh 0 0 0 00
Saham dalam portepel
Seri A 66.766.488.500 6.676.648.850.00 66.766.488.50 6.676.648.850.0
0 0 00
Seri B 20.000.000.000 500.000.000.000 9.794.337.400 244.858.435.000
Struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan sebelum dan setelah PMHMETD dengan asumsi seluruh
pemegang saham tidak melaksanakan HMETD yang menjadi haknya kecuali GIAA selaku pemegang saham utama
Perseroan dan AWS yang akan melaksanakan HMETD sesuai dengan porsi kepemilikannya sebanyak 91.850.900 (sembilan
puluh satu juta delapan ratus lima puluh ribu sembilan ratus) Saham Baru seri B. Selanjutnya, apabila terdapat pemegang
saham lain yang tidak melaksanakan HMETD nya, maka AWS akan melaksanakan pemesanan saham tambahan sebanyak
220.105.600 (dua ratus dua puluh juta seratus lima ribu enam ratus) Saham Baru seri B sehingga total HMETD yang akan
dilaksanakan oleh AWS sebanyak 311.956.500 Saham Baru seri B. Dengan demikian, struktur permodalan dan susunan
pemegang saham Perseroan sebelum dan setelah PMHMETD menjadi sebagai berikut:
Sebelum PMHMETD Setelah PMHMETD
Uraian dan Jumlah Saham Nilai Nominal (%) Jumlah Saham Nilai Nominal (Rp) (%)
Keterangan (Rp)
Modal Dasar
Seri A, Nilai 95.000.000.000 9.500.000.000.000 95,00 95.000.000.000 9.500.000.000.000 95,00
Nominal Rp100,-
per saham
Seri B, Nilai 20.000.000.000 500.000.000.000 5,00 20.000.000.000 500.000.000.000 5,00
Nominal Rp25,- per
saham
Jumlah Modal 115.000.000.000 10.000.000.000.000 100,00 115.000.000.000 10.000.000.000.000 100,00
Dasar
Modal
Ditempatkan dan
Disetor Penuh
Seri A
PT Garuda 25.156.058.796 2.515.605.879.600 89,10 25.156.058.796 2.515.605.879.600 82,25
Indonesia (Persero)
Tbk
PT Aero Wisata 254.101.604 25.410.160.400 0,90 254.101.604 25.410.160.400 0,83
Pudjo Sarwoko 89.200 8.920.000 0,00 89.200 8.920.000 0,00
Andi Fahrurrozi 144.400 14.440.000 0,00 144.400 14.440.000 0,00
Irvan Pribadi 62.800 6.280.000 0,00 62.800 6.280.000 0,00
Kepemilikan 2.823.054.700 282.305.470.000 10,00 2.823.054.700 282.305.470.000 9,23
Masyarakat di
bawah 5%
4
Page 5
Sebelum PMHMETD Setelah PMHMETD
Uraian dan Jumlah Saham Nilai Nominal (%) Jumlah Saham Nilai Nominal (Rp) (%)
Keterangan (Rp)
Sub total – Seri A 28.233.511.500 2.823.351.150.000 100,00 28.233.511.500 2.823.351.150.000 92,31
Seri B
PT Garuda - - - 9.093.245.600 227.331.140.000
Indonesia (Persero)
Tbk 7,43
PT Aero Wisata - - - 311.956.500 7.798.912.500 0,26
Pudjo Sarwoko - - - - - -
Andi Fahrurrozi - - - - - -
Irvan Pribadi - - - - - -
Kepemilikan - - - - - -
Masyarakat di
bawah 5%
Sub total – Seri B - - - 9.405.202.100 235.130.052.500 7,69
Total Modal 28.233.511.500 2.823.351.150.000 100.00 37.638.713.600 3.058.481.202.500 100,00
Ditempatkan dan
Disetor Penuh
Saham dalam
portepel
Seri A 66.766.488.500 6.676.648.850.000 66.766.488.500 6.676.648.850.000
Seri B 20.000.000.000 500.000.000.000 10.594.797.900 264.869.947.500
Dalam hal para pemegang saham tidak melaksanakan haknya untuk membeli Saham hasil pelaksanaan HMETD yang
ditawarkan dalam PMHMETD ini sesuai dengan HMETD-nya maka para pemegang saham akan mengalami penurunan
persentase kepemilikan sahamnya (Dilusi) dalam jumlah sebesar 26,55% (dua puluh enam koma lima lima persen).
SAMPAI SAAT KETERBUKAAN INFORMASI INI DITERBITKAN PERSEROAN MEMILIKI RENCANA UNTUK
MENGELUARKAN SAHAM ATAU EFEK EKUITAS LAINNYA YANG DAPAT DIKONVERSIKAN MENJADI SAHAM
DALAM JANGKA WAKTU 12 (DUA BELAS) BULAN SETELAH TANGGAL EFEKTIF, DAN AKAN DILAKSANAKAN
DENGAN MEMPERHATIKAN KETENTUAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN YANG BERLAKU DAN
PERSETUJUAN DARI REGULATOR.
RENCANA PENGGUNAAN DANA HASIL PMHMETD
Seluruh dana yang diperoleh dari PMHMETD, setelah dikurangi dengan biayaemisi, akan digunakan Perseroan untuk:
1. Perolehan aset GIAA oleh Perseroan yang dilakukan melalui penyertaan modal GIAA pada Perseroan. Dalam hal ini
GIAA memiliki 25.156.058.796 (dua puluh lima miliar seratus lima puluh enam juta lima puluh delapan ribu tujuh ratus
sembilan puluh enam) saham Seri A Perseroan atau 89,10% (delapan puluh sembilan koma satu nol persen) dari seluruh
modal ditempatkan dan disetor Perseroan. GIAA akan melaksanakan seluruh haknya atas HMETD sesuai dengan porsi
kepemilikan sahamnya dalam Perseroan, dimana GIAA akan menerima sebanyak 9.093.245.600 (sembilan miliar
sembilan puluh tiga juta dua ratus empat puluh lima ribu enam ratus) Saham Baru seri B, atas penyetoran secara non-
tunai (inbreng) pada PMHMETD dengan nilai sebesar Rp418.289.300.000 (empat ratus delapan belas miliar dua ratus
delapan puluh sembilan juta tiga ratus ribu Rupiah), berupa:
i. bangunan hanggar I dan annex I;
ii. bangunan hanggar II dan annex II;
iii. bangunan hanggar III dan annex III; dan
iv. fasilitas pendukung berupa bangunan-bangunan penunjang lainnya, sarana pelengkap seperti perkerasan
driveway, pagar dan mesin pelengkap bangunan.
seluruhnya berlokasi di Area Garuda Maintenance Facility (GMF) Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta,
Kelurahan Benda, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Provinsi Banten, untuk kemudian seluruhnya secara bersama-
sama disebut sebagai “Aset GIAA” (“Rencana Penggunaan Dana I”).
5
Page 6
2. Dana PMHMETD yang diperoleh dari publik, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan sebagai modal kerja untuk
mendukung kegiatan usaha Perseroan diantaranya untuk pemenuhan kebutuhan dasar operasional guna memastikan
perawatan dan kualitas pekerjaan sesuai dengan standar otoritas yang berlaku. Biaya operasional tersebut untuk
pembelian bahan baku untuk mendukung operasional perawatan pesawat, termasuk namun tidak terbatas pada
pembelian spare part. Sehingga diharapkan proses perawatan dapat selesai tepat waktu dan pada akhirnya dapat
meningkatkan kepuasan pelanggan. (“Rencana Penggunaan Dana II”).
Rencana Penggunaan Dana I dan Rencana Penggunaan Dana II secara bersama-sama disebut “Rencana Penggunaan
Dana”.
Rencana Penggunaan Dana I merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud pada POJK No. 42/2020, namun bukan
merupakan transaksi benturan kepentingan sebagaimana dimaksud POJK No. 42/2020 dan dalam hal Rencana Penggunaan
Dana I merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud POJK No. 17/2020, sesuai Pasal 33 huruf c POJK No. 17/2020,
dalam hal Rencana Penggunaan Dana I merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud POJK No. 17/2020 yang
merupakan penambahan modal, maka Perseroan hanya tunduk terhadap ketentuan POJK No. 32/2015. Sesuai Pasal 23
POJK No. 42/2020, mengingat transaksi afiliasi dilaksanakan melalui penawaran umum, maka Perseroan hanya tunduk
terhadap ketentuan POJK No. 32/2015. Perseroan telah melakukan keterbukaan informasi pada tanggal 9 September 2024
dan perubahan dan/atau tambahan atas keterbukaan informasi pada tanggal 14 Oktober 2024 dan 24 Oktober 2024.
Dalam hal Rencana Penggunaan Dana II merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud POJK No.17/2020,
berdasarkan Pasal 13 ayat (2) POJK No. 17/2020, Perseroan hanya wajib mengungkapkan transaksi atas Rencana
Penggunaan Dana II pada laporan tahunan atau laporan keuangan tahunan Perseroan dikarenakan Rencana Penggunaan
Dana II untuk modal kerja merupakan transaksi untuk kegiatan usaha yang dijalankan dalam rangka menghasilkan
pendapatan usaha dan dijalankan oleh Perseroan secara rutin, berulang, dan/atau berkelanjutan.
Dalam hal Rencana Penggunaan Dana II merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud POJK No. 42/2020,
berdasarkan Pasal 8 ayat (2) dan Pasal 9 POJK No. 42/2020, Perseroan wajib memiliki prosedur hanya dilakukan pada awal
transaksi dan Perseroan hanya wajib mengungkapkan transaksi atas Rencana Penggunaan Dana II pada laporan tahunan
atau laporan keuangan tahunan Perseroan dikarenakan Rencana Penggunaan Dana II untuk modal kerja merupakan
transaksi untuk kegiatan usaha yang dijalankan dalam rangka menghasilkan pendapatan usaha dan dijalankan oleh
Perseroan secara rutin, berulang, dan/atau berkelanjutan.
Dalam hal Rencana Penggunaan Dana II merupakan transaksi benturan kepentingan sebagaimana dimaksud POJK No.
42/2020, maka berdasarkan Pasal 11 ayat (1) POJK No. 42/2020, Perseroan wajib (i) menggunakan penilai untuk menentukan
nilai wajar dari objek transaksi afiliasi dan/atau kewajaran transaksi dimaksud; (ii) mengumumkan keterbukaan informasi
kepada masyarakat; (iii) menyampaikan keterbukaan informasi dan dokumen pendukungnya kepada OJK; dan (iv) terlebih
dahulu memperoleh persetujuan RUPS independen (seluruhnya disebut sebagai “Kewajiban Transaksi Benturan
Kepentingan”) serta dengan tetap memperhatikan apabila Rencana Penggunaan Dana II merupakan transaksi yang
dikecualikan dari pemenuhan sebagian atau seluruh dari Kewajiban Transaksi Benturan Kepentingan sebagaimana diatur
pada POJK No. 42/2020.
Berdasarkan Pasal 24 POJK No. 42/2020, dalam Rencana Penggunaan Dana II merupakan transaksi afiliasi sebagaimana
dimaksud POJK No. 42/2020 nilainya memenuhi kriteria transaksi material sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 17/2020,
Perseroan hanya wajib memenuhi ketentuan POJK No. 17/2020, lebih lanjut dalam Rencana Penggunaan Dana II merupakan
transaksi benturan kepentingan sebagaimana dimaksud POJK No. 42/2020 nilainya memenuhi kriteria transaksi material
sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 17/2020, Perseroan wajib memenuhi ketentuan POJK No. 42/2020 dan POJK No.
17/2020. Dalam hal Perseroan akan mengubah rencana penggunaan dana sebagaimana diungkapkan, Perseroan wajib
mengikuti ketentuan POJK No. 30/2015, antara lain, menyampaikan rencana dan alasan perubahan rencana penggunaan
dana kepada OJK dan memperoleh persetujuan RUPS terlebih dahulu.
Dalam hal terdapat dana hasil PMHMETD yang belum direalisasikan, maka sesuai dengan POJK No. 30/2015, Perseroan
akan menempatkan dana tersebut dalam instrumen keuangan yang aman dan likuid.
Untuk membayar biaya emisi, Perseroan akan menggunakan dana yang diperoleh dari PT Aero Wisata yang melaksanakan
HMETD sesuai dengan porsi kepemilikannya sebanyak sebanyak 91.850.900 (sembilan puluh satu juta delapan ratus lima
puluh ribu sembilan ratus) saham atau sekitar 100% (seratus persen) dari seluruh HMETD yang menjadi hak PT Aero Wisata
dengan nilai sebesar Rp4.225.141.400,- (empat miliar dua ratus dua puluh lima juta seratus empat puluh satu ribu empat
ratus Rupiah).
6
Page 7
Selanjutnya, PT Aero Wisata akan melaksanakan pemesanan HMETD tambahan sebanyak 220.105.600 (dua ratus dua
puluh juta seratus lima ribu enam ratus) saham HMETD tambahan atau sebesar Rp10.124.857.600,- (sepuluh miliar seratus
dua puluh empat juta delapan ratus lima puluh tujuh ribu enam ratus Rupiah). Dengan demikian, PT Aero Wisata akan
melaksanakan HMETD sesuai porsi kepemilikannya serta pemesanan HMETD tambahan dengan total HMETD sebanyak
311.956.500 saham dan oleh karenanya PT Aero Wisata akan mengalokasikan dana untuk pembelian HMETD yang akan
diambil tersebut sekurang-kurangnya sebesar Rp14.350.000.000,- (empat belas miliar tiga ratus lima puluh juta Rupiah).
KETERANGAN MENGENAI TRANSAKSI DAN INFORMASI MENGENAI PENYETORAN SAHAM DALAM BENTUK
LAIN SELAIN UANG
Latar Belakang Transaksi
Sebagai anak perusahaan GIAA yang bergerak di bidang perawatan dan perbaikan pesawat udara, sebagian besar aktivitas
pekerjaan yang dilakukan Perseroan menggunakan Aset GIAA, khususnya dalam aktivitas perawatan dan perbaikan armada
pesawat GIAA termasuk juga maskapai atau pelanggan lainnya dalam kegiatan operasional Perseroan.
Kegiatan usaha Perseroan berdasarkan Anggaran Dasar dan/atau KBLI adalah Reparasi Pesawat Terbang (KBLI No. 33153);
Industri Pesawat Terbang dan Perlengkapannya (KBLI No. 30300); Reparasi Motor Listrik, Generator dan Transformator
(KBLI No. 33141); Reparasi Alat Ukur, Alat Uji dan Peralatan Navigasi dan Pengontrol (KBLI No. 33131); Reparasi Mesin
Untuk Keperluan Umum (KBLI No. 33121); Perdagangan Besar Berbagai Macam Barang (KBLI No. 46900); Perdagangan
Besar Alat Transportasi Udara, Suku Cadang dan Perlengkapannya (KBLI No. 46594); Perdagangan Besar Suku Cadang
Elektronik (KBLI No. 46521); Perdagangan Besar Mesin, Peralatan dan Perlengkapan Lainnya (KBLI No. 46599);
Pergudangan dan Penyimpanan (KBLI No. 52101); Aktivitas Bounded Warehousing atau Wilayah Kawasan Berikat (KBLI No.
52103); Angkutan Multimoda (KBLI No. 52295); Aktivitas Kebandarudaraan (KBLI No. 52231); Jasa Pengurusan Transportasi
(JPT) (KBLI No. 52291); Jasa Penunjang Angkutan Udara (KBLI No. 52296); Aktivitas Konsultansi Transportasi (KBLI No.
70202); Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Rekayasa (KBLI No. 72102); Jasa Inspeksi Periodik (KBLI No. 71203);
Jasa Kalibrasi/Metrologi (KBLI No. 71205); Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi, Ketenagakerjaan,
Agen Perjalanan dan Penunjang Usaha Lainnya (KBLI No. 77309); dan Pendidikan Teknik Swasta (KBLI No. 85497), namun
kegiatan usaha yang telah benar-benar dijalankan saat ini adalah bergerak dalam bidang jasa perawatan, reparasi, dan
overhaul pesawat terbang, perdagangan besar alat transportasi udara dan perlengkapannya, aktivitas kebandarudaraan serta
penyewaan komponen pesawat udara, mesin pesawat udara, serta peralatan dan perlengkapan untuk menunjang pekerjaan
perawatan pesawat udara dan sewa guna usaha.
Dalam upaya untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha, Perseroan senantiasa melakukan perbaikan posisi ekuitas,
yang salah satu inisiatifnya adalah melalui perolehan aktiva tetap berupa bangunan hanggar dan fasilitas pendukungnya yang
akan dialihkan oleh GIAA kepada Perseroan. Pengalihan kepemilikan hanggar dan fasilitas pendukungnya tersebut dilakukan
dengan mekanisme penerbitan saham oleh Perseroan kepada GIAA, yang dapat dikategorikan sebagai penyertaan modal
secara non-tunai (inbreng). Dengan demikian, jumlah saham GIAA pada Perseroan akan bertambah.
Sehubungan dengan latar belakang tersebut, Perseroan berencana untuk:
1. melakukan penerbitan Saham Baru seri B ; dan
2. melakukan PMHMETD dimana dalam Rencana PMHMETD tersebut GIAA akan mengambilbagian dalam Rencana
PMHMETD (sebagaimana didefinisikan di bawah) tersebut dengan melakukan penyetoran dalam bentuk non-tunai
(inbreng) berupa Aset GIAA (sebagaimana didefinisikan di bawah) (“Rencana Inbreng”).
7
Page 8
Sehubungan dengan Aset Inbreng berada di atas tanah sewa yang dimiliki oleh AP dan masa sewa akan berakhir pada 31
Desember 2026, Perseroan memiliki keyakinan bahwa kontrak sewa lahan dapat diperpanjang oleh Perseroan dan AP
sebelum jangka waktu sewa berakhir, sebagaimana Perseroan telah menyampaikan permohonan penyesuaian masa kontrak
atas sewa lahan berdasarkan Surat Direktur Human Capital & Corporate Affairs PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia,
Tbk. Nomor: GMF/DC-2004/2024 tanggal 08 Januari 2024 perihal Permohonan Penyesuaian Masa Kontrak Sewa Lahan
GMF Cengkareng (“Surat Perseroan: Permohonan Penyesuaian Masa Kontrak”), dan dengan telah diterimanya balasan
dari AP berdasarkan Surat AP No. AP1.7525/X/2024/DC-B tanggal 17 Oktober 2024 perihal Tanggapan atas Permohonan
Penyesuaian Masa Kontrak Sewa Lahan GMF di Cengkareng (“Surat Tanggapan AP”).
Surat Tanggapan AP pada pokoknya menyatakan bahwa sehubungan dengan usulan penyesuaian masa kontrak sewa lahan
serta berakhirnya kerja sama penyediaan fasilitas Maintenance, Repair & Overhaul antara AP dan Perseroan di Bandara
Internasional Soekarno Hatta pada 31 Desember 2026, pada prinsipnya Perseroan dapat mengajukan permohonan
perpanjangan dimaksud paling lambat 90 (sembilan puluh) hari kalender sebelum 31 Desember 2026, dan dengan merujuk
kepada Surat Perseroan: Permohonan Penyesuaian Masa Kontrak, sebagaimana ditanggapi oleh Surat Tanggapan AP, AP
akan melakukan evaluasi internal atas usulan perpanjangan masa sewa tersebut, yang mencakup aspek:
a. Perseroan tidak memiliki outstanding hutang atas kerja sama di lingkungan AP;
b. Aspek komersial dan/atau kondisi keuangan Perseroan;
c. Tingkat compliance GMF terhadap ketentuan dalam Perjanjian Sewa AP;
d. Manfaat komersial yang lebih baik dibandingkan dengan kerja sama sebelumnya.
Atas aspek evaluasi sebagaimana disebutkan pada Surat Tanggapan AP, Perseroan memiliki keyakinan untuk dapat
memperpanjang Perjanjian Sewa AP, dengan pertimbangan dan dasar sebagai berikut:
a. Perseroan tidak memiliki outstanding hutang atas kerja sama di lingkungan AP
Terkait status outstanding Perseroan terhadap AP, Perseroan tidak memiliki outstanding yang telah jatuh tempo.
Perseroan secara rutin telah membayar tagihan current sewa lahan kepada AP, sementara untuk tagihan yang
sudah tercakup dalam Berita Acara Kesepakatan Penjadwalan Ulang (Reschedule) Hutang antara PT Angkasa
Pura II (sebelum pelaksanaan merger AP) dan Perseroan nomor BAC.05.03/00/12/2023/7350 dan DF/BA-001/24
tertanggal 20 Desember 2023 (“BA Kesepakatan”) sudah secara tepat waktu dibayarkan.
Hal ini sejalan dengan penurunan nilai hutang yang terkonfirmasi oleh AP pada audit Laporan Keuangan per 30
Juni 2024, dimana nilai hutang terkonfirmasi telah turun menjadi Rp 172.923.245.678. Untuk kedepannya Perseroan
terus berkomitmen untuk melakukan pembayaran seluruh kewajiban kepada AP tepat waktu.
Adapun rincian pembayaran selama 6 bulan terakhir ialah sebagai berikut:
Bulan Nilai Pembayaran Keterangan
April 2024 Rp 3.137.389.656 Pembayaran BA Kesepakatan
Mei 2024* Rp 22.543.284.390 Pembayaran BA Kesepakatan dan tagihan current
Juni 2024 Rp 3.137.467.778 Pembayaran BA Kesepakatan
Juli 2024 Rp 3.137.506.844 Pembayaran BA Kesepakatan
Agustus 2024* Rp 22.709.748.696 Pembayaran BA Kesepakatan dan tagihan current
September 2024 Rp 3.137.584.985 Pembayaran BA Kesepakatan
*) Tagihan atas transaksi current dikeluarkan oleh AP setiap 3 bulan.
b. Aspek komersial dan/atau kondisi keuangan Perseroan;
8
Page 9
Sejalan dengan peningkatan bisnis aviasi, kondisi keuangan Perseroan sudah semakin membaik dari tahun ke
tahun. Pada tahun 2020, Perseroan mulai mencatatkan penurunan revenue dan profit dengan adanya pandemi
COVID-19, namun dengan berbagai inisiatif perbaikan revenue dan biaya, berhasil mendorong peningkatan
profitabilitas dan arus kas, sehingga kinerja finansial perseroan dapat meningkat dengan pendapatan tumbuh
konsisten dan mencatat CAGR sebesar 13.7% dari tahun 2020 hingga 2023. Dimana Net Profit juga menunjukkan
performa positif, menandakan keberhasilan Perseroan dalam beradaptasi dan pulih dari masa pandemi. Kinerja
Perseroan diproyeksikan akan terus tumbuh hingga 2026 dan kedepannya.
Aktual Aktual Aktual Aktual
2020 2021 2022 2023
Revenue (USD) 253.841.435 210.593.315 238.703.891 373.206.984
Net Profit (USD) (328.760.804) (127.351.803) 3.628.331 20.168.689
Budget Proyeksi 2025* Proyeksi 2026*
2024*
Revenue (USD) 389.146.240 395.751.265 413.001.690
Net Profit (USD) 17.373.324 19.781.899 22.732.956
*) menggunakan proyeksi konservatif
Rasio Keuangan
Perbaikan kinerja keuangan Perseroan juga dapat dilihat dari indikator rasio keuangan sebagai berikut:
Melihat prospek tahun 2024, perusahaan menargetkan untuk mempertahankan pertumbuhan pendapatan, begitu
pula dengan profit. Hingga YTD Juni 2024, sesuai dengan hasil laporan keuangan audited, Perseroan berhasil
mencatatkan pendapatan sebesar 216 MUSD dengan Net Profit Margin 6.12%. Dimana hal ini menggambarkan
bahwa bisnis Perseroan tumbuh secara berkelanjutan, baik dari pendapatan dan net profit dari tahun ke tahun. Hal
ini juga tercermin pada indikator-indikator keuangan diatas, dimana pertumbuhan kinerja Perseroan tumbuh dengan
trend membaik.
Dengan fondasi bisnis yang semakin kuat, strategi yang tepat sasaran, serta portofolio pelanggan yang terus
berkembang, Perseroan berada pada posisi yang baik untuk terus tumbuh dan berkembang di masa mendatang.
Prospek ke depan menunjukkan peluang yang didukung oleh kemampuan adaptasi dengan penguatan pada core
business, diversifikasi bisnis yang solid, dan komitmen terhadap inovasi serta pelayanan berkualitas tinggi.
c. Tingkat compliance Perseroan terhadap ketentuan dalam Perjanjian Sewa AP
Perseroan senantiasa akan dan berkewajiban untuk memenuhi dan/atau mematuhi seluruh syarat dan ketentuan
Perjanjian Sewa AP. Apabila terdapat hal - hal yang belum atau tidak dapat dipenuhi dan/atau dipatuhi, Perseroan,
dengan itikad baik, akan melakukan komunikasi dengan AP mengenai hal tersebut dan, dengan upaya terbaik, akan
memenuhi dan/atau mematuhi hal - hal tersebut sesuai hasil komunikasi dengan AP. Adapun kepatuhan
(compliance) terhadap Perjanjian Sewa AP terbukti dengan sewa lahan yang telah dilakukan oleh Perseroan dan
AP pada tahun-tahun sebelumnya serta diperpanjang setiap tahun.
d. Manfaat komersial yang lebih baik dibandingkan dengan kerja sama sebelumnya
Mengacu pada kesepakatan dengan AP, yang tertuang pada Perjanjian Sewa AP, bahwa terdapat 2 komponen
pembayaran dari Perseroan yang dibayarkan kepada AP yang mencakup biaya sewa dan imbalan konsesi usaha.
Dimana imbalan biaya konsesi usaha diperhitungkan berdasarkan persentase dari total pendapatan Perseroan.
Seiring dengan pertumbuhan kinerja Perseroan, pendapatan AP sebagai pemilik lahan juga akan meningkat,
mencerminkan sinergi yang saling menguntungkan antara kedua belah pihak. Dengan tumbuhnya dan
9
Page 10
meningkatnya kinerja finansial Perseroan, AP akan turut menikmati peningkatan pendapatan dari Perseroan,
khususnya melalui komponen imbalan konsesi usaha, yang secara langsung terkait dengan pertumbuhan
pendapatan Perseroan.
Prospek Perseroan kedepan diproyeksikan untuk tumbuh hingga 2026 ketika Perjanjian Sewa AP akan
diperpanjang dan akan terus melanjutkan pertumbuhan dengan proyeksi peningkatan 5% setiap tahunnya.
Pertumbuhan ini akan memberikan manfaat komersial yang lebih baik dibandingkan dengan kerjasama sebelumnya
yaitu melalui peningkatan pendapatan imbalan konsesi usaha yang akan diterima AP dari Perseroan.
Actual Actual Actual Budget Actual Proyeksi
YTD
Juni
2021 2022 2023 2024 2024 2025 2026 2027 2028
Revenue
210,59 238,70 373,21 389,15 216,48 395,75 413,00 439,68 471,83
(MUSD)
Lebih lanjut, dalam rangka memastikan perpanjangan atas Sewa Lahan, Perseroan juga telah menyampaikan Surat No.
GMF/DT 2186/24 tertanggal 23 Oktober 2024 (“Surat GMFI No. 2186/2024”) yang pada intinya, Perseroan mengajukan
permohonan kepada AP untuk memberikan penegasan dukungan dan/atau pandangan atas aspek perpanjangan Perjanjian
Sewa AP, serta atas keberlanjutan (sustainability) Perseroan untuk tetap dapat menjalankan kegiatan usahanya di lokasi yang
saat ini digunakan oleh Perseroan, dalam hal ini adalah lahan sebagaimana dimaksud Perjanjian Sewa AP, sehubungan
aspek-aspek sebagai berikut:
a. Aspek Komersial
1. Kerjasama yang telah berjalan dalam jangka waktu yang lama, yakni sejak tahun 2002;
2. Peran Perseroan sebagai perusahaan maintenance, repair dan overhaul (MRO) di dalam industri pariwisata dan
penerbangan serta kelancaran operasional dari maskapai yang beroperasi di Indonesia;
3. Kontribusi Perseroan terhadap pendapatan AP melalui sewa lahan yang telah dilakukan Perseroan sampai saat ini
dengan AP;
4. Rekam jejak Perseroan dalam mengerjakan proyek strategis pemerintah Republik Indonesia; dan
5. Kegiatan usaha Perseroan yang berdampak pada pendapatan dari kegiatan take off dan landing customer MRO,
serta dari aspek peningkatan devisa atas pelanggan luar negeri.
b. Aspek Keuangan
1. Kondisi keuangan Perseroan berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik; dan
2. Status kewajiban pembayaran Perseroan kepada API terkait biaya sewa lahan.
Atas permohonan penegasan berdasarkan Surat GMFI No. 2186/2024 tersebut, AP telah memberikan tanggapan dan
penegasan sebagaimana termuat pada Surat AP No. API.7619/X/2024/DC-B tertanggal 23 Oktober 2024 Perihal
Penyampaian Tanggapan Atas Permohonan Perpanjangan Kerja Sama PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
(“Surat Tanggapan AP”), dimana AP memberikan pandangan bahwa:
a. Kerjasama antara AP dan Perseroan telah berjalan dengan baik sejak tahun 2002 hingga saat ini;
b. Perseroan sebagai perusahaan MRO, memiliki peran yang penting dalam mendukung program peningkatan
konektivitas udara dan mendorong pertumbuhan industri pariwisata yang telah dicanangkan oleh Pemerintah, sehingga
10
Page 11
mampu memberikan dampak positif terhadap kelancaran operasional penerbangan dan peningkatan trafik penumpang di
Bandar Udara di Indonesia;
c. Perseroan adalah salah satu mitra strategis AP yang saat ini telah mengelola lahan seluas 97,2 hektar di Bandar
Udara Internasional Soekarno-Hatta dan memberikan kontribusi positif bagi pendapatan AP melalui pendapatan sewa lahan
dan konsesi;
d. Kegiatan usaha yang dilakukan Perseroan turut serta memberikan dampak positif terhadap pendapatan perusahaan
melalui pendapatan jasa kebandarudaraan serta meningkatkan kontribusi penerimaan devisa bagi negara atas aktivitas take-
off & landing tanpa penumpang yang dilakukan oleh para customer Perseroan baik dari dalam maupun luar negeri;
e. Perseroan melalui fasilitas hangar yang dikelolanya, telah melayani perawatan guna mendukung operasional dari
berbagai maskapai penerbangan serta pemerintah seperti Pesawat Kepresidenan, Kementerian Pertahanan, Pesawat Angkut
TNI, Pesawat Kepolisian dan sebagainya;
f. Bahwa sampai saat ini tidak terdapat kewajiban pembayaran yang melewati jatuh tempo dan GMF harus menepati
komitmen untuk menjamin ketepatan dalam penyelesaian kewajiban current di lingkungan API.
Sehubungan dengan hal di atas, berdasarkan Surat Tanggapan AP, AP menyatakan bahwa AP selalu berkomitmen
mendukung perkembangan industri aviasi dengan senantiasa menjalin kerjasama yang baik dengan seluruh stakeholder dan
pada prinsipnya terhadap permohonan perpanjangan kerja sama sewa lahan dan penyediaan fasilitas Maintenance, Repair,
and Overhaul (MRO) antara AP dan Perseroan di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta yang akan berakhir pada
tanggal 31 Desember 2026 dapat diperpanjang sepanjang memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku di lingkungan AP
dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG).
Berdasarkan Perjanjian Sewa AP, tidak ada konsekuensi hukum sehubungan dengan kondisi bangunan, sarana pelengkap
serta mesin pelengkap bangunan berupa hanggar dan bangunan penunjang lainnya tersebut berdiri di atas tanah sewa.
Berdasarkan Syarat Umum Perjanjian Sewa, Perseroan dengan biaya dan tanggung jawabnya sendiri dapat melengkapi
objek Perjanjian Sewa AP dengan fasilitas usaha yang diperlukan sesuai dengan sifat usaha.
Manfaat Rencana Transaksi
Manfaat Rencana Transaksi terhadap Perseroan adalah sebagai berikut:
1. Perseroan mengalami perbaikan kondisi ekuitas melalui peningkatan aset tetap dengan dilakukannya inbreng atas
Aset GIAA.
2. Perseroan akan lebih fleksibel dalam penggunaan, perbaikan, dan pengelolaan aset yang terkait dengan kegiatan
usaha dan pendukungnya;
3. Perseroan dapat melakukan optimalisasi aset yang mendukung pengembangan kegiatan usaha; dan
4. adanya potensi penambahan dana dari penerbitan saham yang dapat digunakan untuk penambahan modal kerja
(working capital). Selain itu adanya penghematan yang muncul dari pembayaran biaya kontribusi penggunaan Aset
GIAA yang sebelumnya disewa oleh Perseroan.
Dengan diperolehnya aset inbreng, Perseroan akan memiliki fleksibilitas yang lebih baik dalam penggunaan, perbaikan, dan
pengelolaan aset terkait kegiatan usaha dan pendukungnya.
Perseroan sedang menjajaki beberapa program percepatan lead time perbaikan pesawat, termasuk namun tidak terbatas
pada perubahan layout hangar untuk mempercepat lead time pekerjaan, perbaikan aset untuk memenuhi aturan regulasi,
dan lainnya, yang berujung pada peningkatan efisiensi operasional dan kualitas layanan. Hal ini dapat mendukung kualitas
layanan kepada pelanggan serta memperkuat posisi Perseroan sebagai penyedia layanan MRO yang lengkap dan handal.
Selain itu Perseroan akan terus menjajaki program lainnya yang berpotensi untuk mendukung pengembangan usaha
ataupun memberikan dampak positif bagi Perseroan. Dengan beralihnya kepemilikan aset kepada Perseroan, Perseroan
dapat melakukan optimalisasi aset yang mendukung pengembangan kegiatan usaha salah satunya untuk mengembangkan
layanan sewa warehousing. Dengan ruang penyimpanan dan fasilitas yang terintegrasi, Perseroan dapat menawarkan
layanan warehousing untuk menyimpan suku cadang, peralatan, dan material pesawat milik pihak ketiga. Selain itu, model
consignment akan memungkinkan pelanggan menitipkan suku cadang mereka di fasilitas Perseroan, yang kemudian dapat
digunakan secara fleksibel sesuai kebutuhan operasional. Perseroan akan lebih fleksibel dalam penggunaan, perbaikan,
dan pengelolaan aset yang terkait dengan kegiatan usaha dan pendukungnya. Fleksibilitas ini tidak hanya memberikan
sumber pendapatan baru, tetapi juga berpotensi mengurangi biaya logistik bagi pelanggan dengan mengurangi waktu
11
Page 12
pengiriman suku cadang yang mendesak. Dengan pengembangan bisnis warehousing ini diproyeksikan dapat menghasilkan
pendapatan tambahan bagi Perseroan sekitar USD 150 ribu sampai USD 250 ribu per tahunnya.
Dalam konteks Rencana Transaksi ini, Perseroan telah memastikan bahwa pelaksanaan PMHMETD dilakukan dengan
prinsip keterbukaan informasi kepada seluruh pemegang saham, sehingga pemegang saham memiliki kesempatan yang
sama untuk ikut berpartisipasi.
Manfaat Rencana Transaksi terhadap GIAA adalah sebagai berikut:
1. mendukung program perbaikan posisi ekuitas GIAA dan seluruh grup usaha GIAA;
2. melakukan optimalisasi aset non produktif menjadi aset produktif; dan
pengurangan biaya depresiasi yang harus ditanggung GIAA atas Aset GIAA.
Pertimbangan dan Tujuan Transaksi
Secara umum, Rencana Inbreng bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha untuk menunjang performa
kinerja yang baik. Dengan adanya transaksi tersebut, aset inbreng ini merupakan fasilitas utama dalam mendukung kegiatan
operasional, baik dalam aktivitas maintenance, repair, logistic, maupun aktivitas pendukung lainnya; Perseroan akan lebih
fleksibel dalam melakukan pengembangan atau modifikasi atas aset tersebut sesuai kebutuhan perkembangan usaha
Perseroan kedepannya; bentuk dukungan dari pemilik modal utama Perseroan untuk meningkatkan modal/ekuitas Perseroan;
dan meskipun masa sewa tanah lokasi aset inbreng tersebut hanya berlaku hingga tahun 2026, Perseroan telah melakukan
evaluasi menyeluruh atas opsi perpanjangan sewa tanah tersebut serta dampak potensial terhadap nilai aset dan operasional.
Obyek, Nilai dan Skema Rencana Transaksi
Objek Transaksi
Objek dari Rencana Inbreng adalah aset GIAA berupa bangunan, sarana pelengkap serta mesin pelengkap bangunan berupa
hanggar dan bangunan penunjang lainnya, antara lain:
I. bangunan hanggar I dan annex I (“Hanggar I”);
II. bangunan hanggar II dan annex II (“Hanggar II”);
III. bangunan hanggar III dan annex III (“Hanggar III”); dan
IV. fasilitas pendukung berupa bangunan-bangunan penunjang lainnya, sarana pelengkap seperti perkerasan driveway,
pagar dan mesin pelengkap bangunan (“Fasilitas Pendukung”),
Seluruhnya berlokasi di Area Garuda Maintenance Facility (GMF) Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Kelurahan
Benda, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Provinsi Banten.
Hanggar I, Hanggar II, Hanggar III, dan Fasilitas Pendukung untuk kemudian secara bersama-sama disebut sebagai “Aset
GIAA”.
Aset GIAA berada di atas lahan milik PT Angkasa Pura II yang dimanfaatkan oleh Perseroan berdasarkan Head of Agreement
Perjanjian Kerja Sama Pemanfaatan Fasilitas Komersial PT Angkasa Pura II No. PJJ.04.04/00/03/2024/0069 dan No.
GMF/PERJ./DC-3023/2024 tanggal 25 Maret 2024, antara Perseroan dan PT Angkasa Pura II (sekarang adalah PT Angkasa
Pura Indonesia (pasca merger) (“AP”) jo. Syarat Umum Perjanjian Sewa”) jo. Berita Acara Kesepakatan Perpanjangan
Kerjasama Pemanfaatan Fasilitas Komersial PT Angkasa Pura II No. BAC.15.04/00/11/2022/A.5469 tanggal 23 November
2022, sebagaimana telah diubah dengan Addendum Berita Acara Kesepakatan Kerjasama Pemanfaatan Fasilitas Komersial
PT Angkasa Pura II No. BAC.15.04/00/12/2023/7072 tanggal 22 Desember 2023
12
Page 13
Sehubungan dengan Aset GIAA, AP dan Pemerintah Kota Tangerang telah menandatangani Perjanjian Kerjasama dalam
Rangka Pengelolaan IMB Pembangunan di Kawasan Lingkungan Kerja Bandar Udara Soekarno-Hatta No.
640/380.A/DIS.BANG dan No. SPKS.03/KS.009/AP II-2000 tanggal 10 Februari 2000 (“Perjanjian Pengelolaan IMB”).
Berdasarkan Pasal 1 ayat (3) Perjanjian Pengelolaan IMB, bangunan-bangunan fasilitas penunjang bandar udara yang telah
ada sebelum ditandatanganinya Perjanjian Pengelolaan IMB dan telah mendapatkan persetujuan membangun dari instansi
yang berwenang (sesuai dengan daftar bangunan pada Perjanjian Pengelolaan IMB), tidak perlu mendapatkan IMB.
Sehubungan dengan ketentuan pengecualian tersebut, berdasarkan Lampiran Perjanjian Pengelolaan IMB, Aset GIAA
termasuk dalam fasilitas yang dikecualikan untuk mendapatkan IMB, sehingga GIAA dikecualikan untuk memiliki perizinan
atas Aset GIAA.
Nilai Transaksi
Penyetoran atas Aset GIAA ke dalam Perseroan yang akan dilakukan sehubungan dengan Rencana PMHMETD ini dilakukan
dengan mengacu pada Laporan Penilaian Aset oleh KJPP Fuadah, Rudi dan Rekan, dengan hasil penilaian sebesar Rp
418.289.300.000 (empat ratus delapan belas milliar dua ratus delapan puluh sembilan juta tiga ratus ribu Rupiah) atau setara
dengan USD 25.472.827 (dua puluh lima juta empat ratus tujuh puluh dua ribu delapan ratus dua puluh tujuh dollar amerika)
per tanggal 30 Juni 2024, serta menggunakan tanggal Laporan Keuangan Konsolidasian Auditan untuk Periode yang Berakhir
pada tanggal 30 Juni 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto dan Rekan.
Rencana Transaksi
Sehubungan dengan rencana Perseroan untuk melakukan PMHMETD sebagaimana diungkapkan, Perseroan bermaksud
untuk menerbitkan sebanyak-banyaknya 10.205.662.889 (sepuluh miliar dua ratus lima juta enam ratus enam puluh dua ribu
delapan ratus delapan puluh sembilan) Saham Baru seri B dengan nilai nominal sebesar Rp25 (dua puluh lima Rupiah) per
saham atau mewakili sebanyak-banyaknya 36,15% (tiga puluh enam koma satu lima persen) dari modal ditempatkan dan
disetor penuh Perseroan (“Saham Baru seri B”) (selanjutnya disebut sebagai “Rencana PMHMETD”). Jumlah maksimal
saham ini merupakan perkiraan dan penetapannya akan diatur sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Saham Baru tersebut memiliki hak yang sama dan sederajat dalam segala hal dengan seluruh saham lama Perseroan yang
telah ditempatkan dan disetor penuh, termasuk hak atas dividen.
Dampak Keuangan Perseroan akibat dari Rencana Transaksi
Perseroan memperkirakan bahwa Rencana PMHMETD kepada pemegang saham Perseroan akan memberikan dampak
positif terhadap kondisi keuangan Perseroan, yaitu antara lain optimalisasi pengelolaan aset yang dapat berdampak positif
pada kegiatan operasional Perseroan, perbaikan ekuitas Perseroan, pengembangan bisnis Perseroan dan pada akhirnya
PMHMETD tersebut secara keseluruhan akan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham Perseroan.
IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING
Ikhtisar data keuangan penting yang disajikan dibawah ini diambil dari laporan posisi keuangan konsolidasian Grup yang telah
diaudit pada tanggal 30 Juni 2024 serta laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan laporan arus
kas konsolidasian Grup untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 (dengan laporan posisi keuangan
konsolidasian Grup pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 serta laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian dan arus kas konsolidasian untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun-
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 disajikan sebagai komparatif), beserta catatan atas laporan
keuangan konsolidasian tersebut. Informasi keuangan konsolidasian untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2023 tidak diaudit dan tidak direviu.
Laporan keuangan konsolidasian Grup pada tanggal dan untuk periode-periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30
Juni 2024 dan 2023 dan pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022, telah
disusun dan disajikan oleh Manajemen Grup sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia. Laporan keuangan
konsolidasian Grup pada tanggal dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 dan pada tanggal
13
Page 14
dan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 telah diaudit oleh KAP Rintis, Jumadi, Rianto
& Rekan (firma anggota jaringan global PwC) sesuai dengan standar audit yang ditetapkan oleh IAPI, dengan opini tanpa
modifikasian dengan paragraf yang menjelaskan tentang ketidakpastian material yang terkait dengan kelangsungan usaha
Perseroan dalam laporannya yang diterbitkan kembali No. 00553/2.1457/AU.1/10/0225-3/1/X/2024 tertanggal 14 Oktober
2024 yang ditandatangani oleh Ade Setiawan Elimin, CPA (Registrasi Akuntan Publik No. AP 0225). Laporan keuangan
konsolidasian yang telah diaudit tersebut tidak dicantumkan dalam Prospektus ini namun disertakan dalam informasi Grup ke
Bursa Efek Indonesia dan dapat diakses melalui www.idx.co.id.
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
(Dinyatakan dalam Dolar AS)
30 Juni 31 Desember
Uraian
2024 2023 2022
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 14.647.634 21.051.033 5.103.013
Kas dan setara kas yang 154.312 358.975 351.784
dibatasi penggunaannya
Investasi Jangka Pendek 58.840 58.840 -
Piutang Usaha
-Pihak Berelasi 37.564.475 46.302.407 24.549.797
-Pihak Ketiga 10.260.176 10.694.831 13.550.285
Piutang lain-lain 279.292 - 189.549
-Pihak Ketiga
Aset Kontrak
-Pihak Berelasi 33.423.193 39.738.525 49.252.149
-Pihak Ketiga 21.710.338 10.966.104 11.055.490
Persediaan 63.495.315 74.018.579 56.518.433
Uang Muka dan Beban Dibayar 38.119.733 40.704.250 34.598.310
Dimuka
Pajak lain-lain dibayar dimuka 2.722.004 2.722.004 5.796.487
Jumlah Aset Lancar 222.435.312 246.615.548 200.965.297
Aset Tidak Lancar
Piutang usaha pihak berelasi 14.495.083 15.049.694 2.317.043
Piutang lain-lain pihak berelasi 2.979.994 3.163.691 -
Uang muka dan beban dibayar 933.967 413.668 692.400
dimuka
Aset Tetap 126.343.701 131.755.518 135.236.551
Aset Hak Guna 33.548.322 34.732.996 39.299.445
Pajak Dibayar Dimuka
-Pajak penghasilan badan 5.867.819 5.043.171 5.237.716
-Pajak lain-lain 8.912.308 5.815.021 -
Aset Pajak Tangguhan 7.386.554 7.417.592 6.887.569
Aset tidak lancar lain-lain 14.108 14.204 22.689
Jumlah Aset Tidak Lancar 200.481.856 203.405.555 189.693.413
Jumlah Aset 422.917.168 450.021.103 390.658.710
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Usaha
-Pihak Berelasi 6.182.611 10.391.617 10.349.689
-Pihak Ketiga 64.230.875 67.128.735 88.742.068
14
Page 15
30 Juni 31 Desember
Uraian
2024 2023 2022
Utang pajak 7.211.237 6.489.143 1.882.230
Akrual 61.493.708 55.408.500 64.014.727
Utang lain-lain 4.462.626 6.143.838 6.371.130
Liabilitas Kontrak
-Pihak berelasi 64.391.900 89.556.217 30.912.936
-Pihak ketiga 19.053.930 21.438.368 8.393.792
Pinjaman Jangka Pendek 958.449 194.603 16.490.706
Pinjaman, bagian lancar 14.624.271 9.913.139 7.843.550
Liabilitas sewa, bagian lancar 12.360.797 9.778.332 11.125.566
Liabilitas imbalan kerja jangka 3.641.223 3.274.853 2.704.588
pendek
Jumlah Liabilitas Jangka 258.611.627 279.717.345 248.830.982
Pendek
Liabilitas Jangka Panjang
Utang Usaha
-Pihak berelasi 8.015.841 9.755.745 -
-Pihak ketiga 11.029.290 14.340.693 19.409.349
Pinjaman 381.514.747 390.562.375 391.120.982
Liabilitas sewa 38.577.180 42.353.284 40.256.079
Liabilitas imbalan kerja jangka 23.298.190 24.453.563 22.062.638
panjang
Jumlah Liabilitas Jangka 462.435.248 481.465.660 472.849.048
Panjang
Jumlah Liabilitas 721.046.875 761.183.005 721.680.030
EKUITAS
Ekuitas yang Diatribusikan
kepada Pemilik Entitas Induk:
Modal Saham – modal dasar 219.015.655 219.015.655 219.015.655
100.000.000.000 saham;
ditempatkan dan disetor penuh
28.233.511.500 saham dengan
nilai nominal Rp 100 per saham
Tambahan Modal Disetor 62.417.236 62.417.236 62.417.236
Rugi komprehensif lain (16.569.080) (16.353.693) (16.118.527)
Saldo laba/(akumulasi kerugian)
-Dicadangkan 7.492.540 7.492.540 7.492,540
-Belum dicadangkan (570.591.642) (583.893.153) (604.169.616)
Ekuitas yang dapat diatribusikan (298.235.291) (311.321.415) (331.362.712)
kepada pemilik entitas induk
Kepentingan nonpengendali 105.584 159.513 341.392
Jumlah Ekuitas (298.129.707) (311.161.902) (331.021.320)
Jumlah Liabilitas & Ekuitas 422.917.168 450.021.103 390.658.710
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lainnya Konsolidasian
30 Juni 31 Desember
Uraian
2024 2023 2023 2022
PENDAPATAN 216.478.455 166.905.872 373.206.984 238.703.893
Beban Usaha:
Beban Pegawai (59.745.288) (50.412.846) (101.486.732) (95.233.650)
15
Page 16
30 Juni 31 Desember
Uraian
2024 2023 2023 2022
Beban Material (50.189.816) (52.689.473) (97.791.734) (58.065.592)
Beban Subkontrak (61.828.647) (28.135.971) (105.611.422) (46.579.381)
Beban Penyusutan (9.512.158) (10.265.798) (20.372.753) (23.270.926)
Beban Operasional (9.205.326) (10.464.433) (22.284.253) (20.951.343)
(Beban)/Penghasilan Operasi lainnya, (3.788.033) (666.377) 2.041.310 30.264.218
bersih
Penghasilan dari restrukturisasi utang - - 6.876.476 -
(Kerugian)/Keuntungan dari (445.278) - 6.711.538 5.084.206
restrukturisasi pembayaran
Penghasilan Keuangan 197.013 86.552 238.867 141.760
Beban Keuangan (11.747.105) (10.690.050) (23.619.058) (22.087.788)
Penghasilan/(Beban) lain lain, bersih 3.069.403 1.562.469 1.820.801 (2.502.092)
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 13.283.220 5.229.945 19.730.024 5.503.305
Manfaat/(Beban) Pajak Penghasilan (26.804) (3.187.021) 438.665 (1.874.974)
Laba periode/tahun berjalan 13.256.416 2.042.924 20.168.689 3.628.331
(RUGI)/PENGHASILAN
KOMPREHENSIF LAIN:
Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi
ke laba rugi:
Keuntungan/(kerugian) revaluasi aset - - 614.713 (61.491)
tetap
Pengukuran kembali imbalan pascakerja (161.621) 1.018.461 (1.001.046) 4.946.373
Pajak Penghasilan Terkait 35.557 (224.061) 84.993 (1.074.674)
Pos yang akan direklasiikfasi ke labarugi
Selisih kurs karena penjabaran laporan (89.323) 39.663 66.174 (91.586)
keuangan
(Rugi)/ penghasilan komprehensif lain (215.387) 834.063 (235.166) 3.718.622
tahun berjalan, setelah pajak
JUMLAH PENGHASILAN 13.041.029 2.876.987 19.933.523 7.346.953
KOMPREHENSIF PERIODE/ TAHUN
BERJALAN
LABA YANG DIATRIBUSIKAN
KEPADA:
Pemilik Entitas Induk 13.301.511 2.027.011 20.276.463 3.571.764
Kepentingan Nonpengendali (45.095) 15.913 (107.774) 56.567
13.256.416 2.042.924 20.168.689 3.628.331
JUMLAH PENGHASILAN
KOMPREHENSIF YANG
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk 13.086.124 2.861.074 20.041.297 7.290.386
Kepentingan Nonpengendali (45.095) 15.913 (107.774) 56.567
13.041.029 2.876.987 19.933.523 7.346.953
16
Page 17
30 Juni 31 Desember
Uraian
2024 2023 2023 2022
LABA BERSIH PER SAHAM : 0.0005 0.0001 0.0007 0.0001
Dasar dan dilusian
30 Juni 31 Desember
Uraian
2024 2023 2023 2022
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan Kas dari Pelanggan 192.640.943 192.628.643 420.776.424 290.616.012
Pembayaran kas kepada Pemasok dan (128.064.708) (133.188.094) (284.067.644) (176.545.316)
lainnya
Pembayaran kepada karyawan (53.858.397) (43.975.506) (92.669.186) (96.020.602)
Kas yang diperoleh dari operasi 10.717.838 15.465.043 44.039.594 18.050.094
Pembayaran beban keuangan (7.377.880) (7.589.726) (15.141.970) (15.768.110)
Pengembalian pajak - - 1.977.067 6.366.218
Pembayaran pajak penghasilan badan (824.648) (1.910.114) (193.489) (1.045.057)
Arus Kas Bersih yang diperoleh 2.515.310 5.965.203 30.681.202 7.603.145
dari Aktivitas Operasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penempatan kas dan setara kas yang 204.663 10.798 (7.191) (327.267)
dibatasi penggunaannya
Penerimaan pendapatan keuangan 197.013 75.986 269.641 129.023
Pembelian aset tetap (1.580.532) (412.776) (901.486) (2.902.737)
Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk (1.178.856) (325.992) (639.036) (3.100.981)
Aktivitas Investasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan dari pinjaman jangka pendek 2.518.264 - - 190.706
Pembayaran pinjaman jangka pendek (1.746.045) (333.734) - (2.400.000)
Pembayaran pinjaman jangka panjang (5.734.775) (4.003.270) (8.332.558) (4.399.426)
Pembayaran pokok liabilitas sewa (2.029.889) (2.297.101) (5.885.565) (5.607.191)
Arus Kas Bersih yang digunakan untuk (6.992.445) (6.634.105) (14.218.123) (12.215.911)
Aktivitas Pendanaan
KENAIKAN/(PENURUNAN) BERSIH KAS (5.655.991) (994.894) 15.824.043 (7.713.747)
DAN SETARA KAS
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL 21.051.033 5.103.013 5.103.013 13.767.313
TAHUN
Pengaruh perubahan kurs mata uang asing (747.408) 342.195 123.977 (950.553)
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 14.647.634 4.450.314 21.051.033 5.103.013
Laporan Arus Kas Konsolidasian
30 Juni 31 Desember
Uraian
2024 2023 2023 2022
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
17
Page 18
30 Juni 31 Desember
Uraian
2024 2023 2023 2022
Penerimaan Kas dari Pelanggan 192.640.943 192.628.643 420.776.424 290.616.012
Pembayaran kas kepada Pemasok dan (128.064.708) (133.188.094) (284.067.644) (176.545.316)
lainnya
Pembayaran kepada karyawan (53.858.397) (43.975.506) (92.669.186) (96.020.602)
Kas yang diperoleh dari operasi 10.717.838 15.465.043 44.039.594 18.050.094
Pembayaran beban keuangan (7.377.880) (7.589.726) (15.141.970) (15.768.110)
Pengembalian pajak - - 1.977.067 6.366.218
Pembayaran pajak penghasilan badan (824.648) (1.910.114) (193.489) (1.045.057)
Arus Kas Bersih yang diperoleh 2.515.310 5.965.203 30.681.202 7.603.145
dari Aktivitas Operasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penempatan kas dan setara kas yang 204.663 10.798 (7.191) (327.267)
dibatasi penggunaannya
Penerimaan pendapatan keuangan 197.013 75.986 269.641 129.023
Pembelian aset tetap (1.580.532) (412.776) (901.486) (2.902.737)
Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk (1.178.856) (325.992) (639.036) (3.100.981)
Aktivitas Investasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan dari pinjaman jangka pendek 2.518.264 - - 190.706
Pembayaran pinjaman jangka pendek (1.746.045) (333.734) - (2.400.000)
Pembayaran pinjaman jangka panjang (5.734.775) (4.003.270) (8.332.558) (4.399.426)
Pembayaran pokok liabilitas sewa (2.029.889) (2.297.101) (5.885.565) (5.607.191)
Arus Kas Bersih yang digunakan untuk (6.992.445) (6.634.105) (14.218.123) (12.215.911)
Aktivitas Pendanaan
KENAIKAN/(PENURUNAN) BERSIH KAS (5.655.991) (994.894) 15.824.043 (7.713.747)
DAN SETARA KAS
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL 21.051.033 5.103.013 5.103.013 13.767.313
TAHUN
Pengaruh perubahan kurs mata uang asing (747.408) 342.195 123.977 (950.553)
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 14.647.634 4.450.314 21.051.033 5.103.013
Rasio Keuangan Penting
30 Juni 31 Desember
Uraian
2024 2023 2023 2022
I. Liquidity
Cash Ratio (%) 5,66 1,69 7,53 2,05
Current Ratio (%) 86,01 92,58 88,17 80,76
Quick Ratio (%) 61,46 69,23 61,70 58,05
II. Profitability
Net Profit Margin (%) 6,12 1,22 5,40 1,52
EBITDA Margin (%) 15,87 15,64 17,01 21,25
Return on Asset (ROA) (%) 3,13 0,49 4,48 0,93
Return on Equity (ROE) (%) (4,45) (0,62) (6,48) (1.10)
Return on Investment (ROI) (%) 8,17 6,24 14,16 13,02
III. Leverage
18
Page 19
Debt to Equity (DER) (2,42) (2,28) (2,45) (2,18)
Debt to Total Asset (DAR) 1,70 1,78 1,69 1,85
Equity to Asset Ratio (0,70) (0,78) (0,69) (0,85)
Liability to Asset Ratio 1,70 1,78 1,69 1,85
Gearing Ratio 1,89 1,33 1,17 1,13
Debt Service Coverage Ratio 1,43 1,76 2,74 1,02
(DSCR) (x)
Interest Service Coverage Ratio 1,89 1,33 1,17 1,13
(ISCR) (x)
Interest Bearing Debt to EBITDA 11,56 15,76 6,31 8,19
IV. Efficiency
Collection Period (excl. Tagbrut) 44 45 46 67
Collection Period (incl. Tagbrut) 88 111 99 147
Inventory Turnover 247 202 240 361
Total Asset Turnover (%) 12,40 10,30 22,20 15,14
V. Growth
Sales Growth (%) 29,70 74,22 56,35 13,35
Cost of Sales Growth (%)
(4,74) 134,05 68,42 (51,10)
Net Profit Growth (%) 548,89 118,64 455,87 102,85
Total Asset Growth (%) (6,02) 7,45 15,20 (1,70)
Total Liability Growth (%) (5,27) 3,64 5,47 (1,92)
Total Equity Growth %) 4,19 0,85 6,00 2,17
Rasio Keuangan yang Dipersyaratkan di Perjanjian Kredit dan/atau Kewajiban Lain Serta Pemenuhannya
Keterangan Rasio per 30 Juni 2024 Perjanjian Kredit
Current Ratio 0,86 Min 1x
Debt Equity Ratio (2,42) Max 2,5x
Debt Service Coverage Ratio 1,43 Min 1x
EBITDA-to-Interest Coverage Ratio 2,92 Min 1x
Interest Coverage Ratio 1,89 Min 1,5x
Debt to Total Asset Ratio 1,70 Max 2,5x
Gearing Ratio 1,89 Max 2,5x
Total Interest Bearing Debt To Total Equity -1,33 Max 2x
Interest Service Coverage Ratio 1,89 Min 1x
EBITDA/Beban Pajak 1.281,36 Min 2x
RINGKASAN ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN
Analisis dan pembahasan oleh manajemen atas kondisi keuangan serta hasil operasional Grup dalam Prospektus harus
dibaca bersama-sama dengan ikhtisar data keuangan penting dan laporan keuangan konsolidasian yang telah diaudit beserta
catatan-catatan atas laporan keuangan konsolidasian tersebut.
Ikhtisar data keuangan penting yang disajikan dibawah ini diambil dari laporan posisi keuangan konsolidasian Grup yang telah
diaudit pada tanggal 30 Juni 2024, 31 Desember 2023 dan 2022 serta laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian dan arus kas konsolidasian untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 serta untuk
tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022, beserta catatan atas laporan keuangan konsolidasian
tersebut. Informasi keuangan konsolidasian untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 tidak diaudit
dan tidak direviu.
Laporan keuangan konsolidasian Grup pada tanggal dan untuk periode-periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30
Juni 2024 dan 2023 dan pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022, telah
disusun dan disajikan oleh Manajemen Grup sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia. Laporan keuangan
konsolidasian Grup pada tanggal dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 dan pada tanggal
19
Page 20
dan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 telah diaudit oleh KAP Rintis, Jumadi, Rianto
& Rekan (firma anggota jaringan global PwC) sesuai dengan standar audit yang ditetapkan oleh IAPI, dengan opini tanpa
modifikasian dengan paragraf yang menjelaskan tentang ketidakpastian material yang terkait dengan kelangsungan usaha
Perseroan dalam laporannya yang diterbitkan kembali No. 00553/2.1457/AU.1/10/0225-3/1/X/2024 tertanggal 14 Oktober
2024 yang ditandatangani oleh Ade Setiawan Elimin, CPA (Registrasi Akuntan Publik No. AP 0225). Laporan keuangan
konsolidasian yang telah diaudit tersebut tidak dicantumkan dalam Prospektus ini namun disertakan dalam informasi Grup ke
Bursa Efek Indonesia dan dapat diakses melalui www.idx.co.id.
1. ANALISIS KEUANGAN
A. Analisis Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 dibandingkan dengan periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni
2023
Pendapatan
Pendapatan Perseroan pada tanggal 30 Juni 2024 meningkat sebesar USD 49.572.583 atau sebesar 30% menjadi USD
216.478.455 dari USD 166.905.872 pada tanggal 30 Juni 2023. Peningkatan tersebut utamanya disebabkan oleh aktivitas
pekerjaan reaktivasi pesawat Garuda dan Citilink yang masih berlangsung.
Kenaikan pendapatan Perseroan pada periode yang sama disebabkan kenaikan pendapatan dengan basis Power-by-the-
hour (PBTH) dengan customer group yaitu Garuda dan Citilik, dimana revenue ini variable terhadap flight hours dan kenaikan
rate per flight hour yang significant ditahun 2024. Selain itu perseroan juga meningkat dari sisi project-based atau TMB,
dimana tingginya load dari bisnis airframe dan component. Dari sisi kapasitas belum ada penambahan yang significant diarea
Perseroan, namun pada tahun 2024 Perseroan mendapatkan project perbaikan Helicpoter Bell 412 Kemenhan, dimana
pekerjaan dilakukan diluar area Perseroan.
Beban usaha
Beban usaha Perseroan pada tanggal 30 Juni 2024 meningkat sebesar USD 41.634.370 atau sebesar 27% menjadi USD
194.269.268 dari USD 152.634.898 pada tanggal 30 Juni 2023. Peningkatan tersebut utamanya disebabkan oleh aktivitas
pekerjaan reaktivasi pesawat Garuda dan Cilitink.
Beban Pegawai
Beban pegawai Perseroan pada tanggal 30 Juni 2024 meningkat sebesar USD 9.332.442 atau sebesar 19% menjadi USD
59.745.288 dari USD 50.412.846 pada tanggal 30 Juni 2023. Peningkatan tersebut utamanya disebabkan oleh peningkatan
tarif gaji pegawai 30 Juni 2024 dibandingkan 30 Juni 2023.
Beban Material
Beban material Perseroan pada tanggal 30 Juni 2024 menurun sebesar USD 2.499.657 atau sebesar 5% menjadi USD
50.189.816 dari USD 52.689.473 pada tanggal 30 Juni 2023. Penurunan tersebut utamanya disebabkan oleh pemakaian
material atas pekerjaan proyek reaktivasi lebih besar pada tahun 2023.
Beban Subkontrak
Beban subkontrak Perseroan pada tanggal 30 Juni 2024 meningkat sebesar USD 33.692.676 atau sebesar 120% menjadi
USD 61.828.647 dari USD 28.135.971 pada tanggal 30 Juni 2023. Peningkatan tersebut utamanya disebabkan oleh
pekerjaan proyek reaktivasi pesawat Garuda dan Citilink.
20
Page 21
Beban Penyusutan
Beban penyusutan Perseroan pada tanggal 30 Juni 2024 menurun sebesar USD 753.640 atau sebesar 7% menjadi USD
9.512.158 dari USD 10.265.798 pada tanggal 30 Juni 2023. Penurunan tersebut utamanya disebabkan oleh banyaknya aset
yang sudah tersusutkan penuh pada tahun sebelumnya dan rendahnya akuisisi aset pada tahun berjalan.
Beban Operasional
Beban operasional Perseroan pada tanggal 30 Juni 2024 menurun sebesar USD 1.259.107 atau sebesar 12% menjadi USD
9.205.326 dari USD 10.464.433 pada tanggal 30 Juni 2023. Penurunan tersebut utamanya disebabkan oleh pemeliharaan
Kantor dan Gedung lebih besar tahun 2023.
(Beban)/Pendapatan Operasi lainnya, Bersih
(Beban)/Pendapatan Operasi lainnya, Bersih Perseroan pada tanggal 30 Juni 2024 meningkat sebesar USD 3.121.656 atau
sebesar 468% menjadi USD 3.788.033 dari USD 666.377 pada tanggal 30 Juni 2023. Peningkatan tersebut utamanya
disebabkan oleh provisi dan pemulihan persediaan dan piutang usaha.
(Kerugian)/Keuntungan dari Restrukturisasi Utang
(Kerugian)/Keuntungan dari Restrukturisasi Utang Perseroan pada tanggal 30 Juni 2024 meningkat sebesar USD 445.278
atau sebesar 100% menjadi USD 445.278 dari tanggal 30 Juni 2023. Peningkatan tersebut utamanya disebabkan oleh
restrukturisasi hutang vendor dan restrukturisasi jangka waktu pembayaran pinjaman bank.
Penghasilan Keuangan
Penghasilan keuangan Perseroan pada tanggal 30 Juni 2024 meningkat sebesar USD 110.461 atau sebesar 128% menjadi
USD 197.013 dari USD 86.552 pada tanggal 30 Juni 2023. Peningkatan tersebut utamanya disebabkan oleh pendapatan
bunga dari giro Bank.
Beban Keuangan
Beban Keuangan Perseroan pada tanggal 30 Juni 2024 meningkat sebesar USD 1.057.055 atau sebesar 10% menjadi USD
11.747.105 dari USD 10.690.050 pada tanggal 30 Juni 2023. Peningkatan tersebut utamanya disebabkan oleh peningkatan
beban bunga pinjaman ke bank pada tahun berjalan.
Penghasilan/(Beban) Lain-lain Bersih
Beban Lain-lain Bersih Perseroan pada tanggal 30 Juni 2024 mengalami kenaikan sebesar USD 1.506.934 atau sebesar
96% menjadi USD 3.069.403 dari USD 1.562.469 pada tanggal 30 Juni 2023. Peningkatan tersebut disebabkan oleh
keuntungan atas selisih kurs tahun berjalan.
Laba periode berjalan
Laba periode berjalan Perseroan pada tanggal 30 Juni 2024 meningkat sebesar USD 11.213.492 atau sebesar 549%
menjadi USD 13.256.416 dari USD 2.042.924 pada tanggal 30 Juni 2023. Peningkatan tersebut utamanya disebabkan oleh
aktivitas pekerjaan reaktivasi pesawat Garuda dan Citilink.
21
Page 22
(Rugi)/Penghasilan Komprehensif Lain
(Rugi)/Penghasilan Komprehensif Lain Perseroan pada tanggal 30 Juni 2024 mengalami penurunan sebesar USD 1.049.450
atau sebesar 126% menjadi minus USD 215.387 dari USD 834.063 pada tanggal 30 Juni 2023. Penurunan tersebut
utamanya disebabkan oleh perhitungan oleh aktuaris atas imbalan kerja per periode 30 Juni 2024.
Jumlah Penghasilan Komprehensif Periode Berjalan
Jumlah Penghasilan Komprehensif Periode Berjalan Perseroan pada tanggal 30 Juni 2024 meningkat sebesar USD
10.164.042 atau sebesar 353% menjadi USD 13.041.029 dari USD 2.876.987 pada tanggal 30 Juni 2023. Peningkatan
tersebut utamanya disebabkan oleh aktivitas pekerjaan reaktivasi pesawat Garuda dan Citilink yang masih berlangsung dan
kenaikan atas Pendapatan dengan basis PBTH dengan pelanggan GA Group
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dibandingkan dengan periode yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2022
Pendapatan
Pendapatan Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 meningkat sebesar USD134.503.091 atau sebesar 56% menjadi
USD373.206.984 dari USD238.703.893 pada tanggal 31 Desember 2022. Peningkatan tersebut utamanya disebabkan oleh
aktivitas pekerjaan reaktivasi pesawat Garuda dan Citilink.
Beban usaha
Beban usaha Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 meningkat sebesar USD131.668.910 atau sebesar 62% menjadi
USD345.505.584 dari USD213.836.674 pada tanggal 31 Desember 2022. Peningkatan tersebut utamanya disebabkan oleh
pekerjaan proyek reaktivasi pesawat Garuda dan Citilink.
Beban Pegawai
Beban pegawai Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 meningkat sebesar USD 6.253.082 atau sebesar 7% menjadi
USD 101.486.732 dari USD 95.233.650 pada tanggal 31 Desember 2022. Peningkatan tersebut utamanya disebabkan oleh
kenaikan gaji pokok dan tunjangan pada tahun berjalan serta dampak dari implementasi PMK 66.
Beban Material
Beban material Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 meningkat sebesar USD 39.726.142 atau sebesar 68% menjadi
USD 97.791.734 dari USD 58.065.592 pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan tersebut utamanya disebabkan oleh
terutama bersumber dari pekerjaan proyek reaktivasi pesawat Garuda dan Citilink.
Beban Subkontrak
Beban subkontrak Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 meningkat sebesar USD 59.032.041 atau sebesar 127%
menjadi USD 105.611.422 dari USD 46.579.381 pada tanggal 31 Desember 2022. Peningkatan tersebut utamanya
disebabkan oleh terutama bersumber dari pekerjaan proyek reaktivasi pesawat Garuda dan Citilink.
Beban Penyusutan
Beban penyusutan Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 menurun sebesar USD 2.898.173 atau sebesar 12% menjadi
USD20.372.753 dari USD 23.270.926 pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan tersebut utamanya disebabkan oleh
banyaknya aset yang sudah tersusutkan penuh pada tahun sebelumnya dan rendahnya akuisisi aset pada tahun berjalan.
22
Page 23
Beban Operasional
Beban operasional Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 meningkat sebesar USD 1.332.910 atau sebesar 6% menjadi
USD 22.284.253 dari USD 20.951.343 pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan tersebut utamanya disebabkan oleh
pemeliharaan Kantor dan Gedung lebih besar tahun 2023.
(Beban)/Pendapatan Operasi lainnya, Bersih
(Beban)/Pendapatan Operasi lainnya, Bersih Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 menurun sebesar USD 28.222.908
atau sebesar 93% menjadi USD 2.041.310 dari USD 30.264.218 pada tanggal 31 Desember 2022. Peningkatan tersebut
utamanya disebabkan oleh provisi dan pemulihan persediaan dan piutang usaha bank lebih besar tahun 2022.
Penghasilan dari Restrukturisasi Utang
Penghasilan dari Restrukturisasi Utang Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 meningkat sebesar USD 6.876.476 atau
sebesar 100% menjadi USD 6.876.476. Peningkatan tersebut utamanya disebabkan oleh adanya restrukturisasi hutang
vendor.
(Kerugian)/Keuntungan dari Restrukturisasi Utang
(Kerugian)/Keuntungan dari Restrukturisasi Utang Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 meningkat sebesar USD
1.627.332 atau sebesar 32% menjadi USD 6.711.538 dari USD 5.084.206 pada tanggal 31 Desember 2022. Peningkatan
tersebut utamanya disebabkan oleh adanya restrukturisasi hutang vendor dan restrukturisasi jangka waktu pembayaran
pinjaman bank.
Penghasilan Keuangan
Penghasilan keuangan Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 meningkat sebesar USD 97.107 atau sebesar 69%
menjadi USD 238.867 dari USD 141.760 pada tanggal 31 Desember 2022. Peningkatan tersebut utamanya disebabkan oleh
pendapatan bunga dari giro Bank.
Beban Keuangan
Beban Keuangan Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 meningkat sebesar USD 1.531.270 atau sebesar 7% menjadi
USD 23.619.058 dari USD 22.087.788 pada tanggal 31 Desember 2022. Peningkatan tersebut utamanya disebabkan oleh
peningkatan beban bunga pinjaman ke bank pada tahun berjalan.
Penghasilan/(Beban) Lain-lain Bersih
Penghasilan/(Beban) Lain-lain Bersih Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 mengalami peningkatan sebesar USD
4.322.893 atau sebesar 173% menjadi USD 1.820.801 dari minus USD 2.502.092 pada tanggal 31 Desember 2022.
Peningkatan tersebut disebabkan oleh keuntungan atas selisih kurs tahun berjalan.
Laba tahun berjalan
Laba tahun berjalan Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 meningkat sebesar USD16.540.358 atau sebesar 456%
menjadi USD20.168.689 dari USD3.628.331 pada tanggal 31 Desember 2022. Peningkatan tersebut utamanya disebabkan
oleh karena aktivitas produksi yang utamanya berasal dari pekerjaan reaktivasi pesawat Garuda dan Citilink, serta usaha
restrukturisasi utang kepada vendor dan kepada bank.
(Rugi)/Penghasilan Komprehensif Lain
(Rugi)/Penghasilan Komprehensif Lain Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 menurun sebesar USD3.953.788 atau
sebesar 106% menjadi minus USD235.166 dari USD3.718.622 pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan tersebut
utamanya disebabkan oleh perhitungan appraisal atas revaluasi aset tetap.
23
Page 24
Jumlah Penghasilan Komprehensif Tahun Berjalan
Jumlah Penghasilan Komprehensif Tahun Berjalan Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 meningkat sebesar
USD12.586.570 atau sebesar 171% menjadi USD19.933.523 dari USD7.346.953 pada tanggal 31 Desember 2022.
Peningkatan tersebut utamanya disebabkan oleh adanya keuntungan dari restrukturisasi utang dan pembayaran
B. Pertumbuhan Aset, Liabilitas dan Ekuitas Analisis Laporan Posisi Keuangan
Periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 dibandingkan dengan periode yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2023
Aset
Jumlah Aset Perseroan pada tanggal 30 Juni 2024 menurun sebesar USD 27.103.935 atau sebesar 6% menjadi
USD422.917.168 dari USD450.021.103 pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan tersebut utamanya disebabkan oleh
pembayaran pada kas dan setara kas atas aktivitas reaktivasi pesawat Garuda dan Citilink.
Aset Lancar
Jumlah Aset Lancar Perseroan pada tanggal 30 Juni 2024 menurun sebesar USD 24.180.236 atau sebesar 10% menjadi
USD 222.435.312 dari USD 246.615.548 pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan tersebut utamanya disebabkan oleh
kebutuhan operasional atas pemakaian suku cadang dan penyisihan kerugian penurunan nilai persediaan.
Aset Tidak Lancar
Jumlah Aset Tidak Lancar Perseroan pada tanggal 30 Juni 2024 menurun sebesar USD2.923.699 atau sebesar 1% menjadi
USD 200.481.856 dari USD 203.405.555 pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan tersebut utamanya disebabkan oleh
adanya penambahan depresiasi tahun berjalan.
Liabilitas
Jumlah Liabilitas Perseroan pada tanggal 30 Juni 2024 menurun sebesar USD40.136.130 atau sebesar 5% menjadi USD
721.046.875 dari USD 761.183.005 pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan tersebut utamanya disebabkan oleh
pembayaran utang usaha kepada pemasok.
Liabilitas Jangka Pendek
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek Perseroan pada tanggal 30 Juni 2024 menurun sebesar USD 21.105.718 atau sebesar 8%
menjadi USD 258.611.627 dari USD 279.717.345 pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan tersebut utamanya
disebabkan oleh pembayaran utang usaha kepada pemasok.
Liabilitas Jangka Panjang
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang Perseroan pada tanggal 30 Juni 2024 menurun sebesar USD 19.030.412 atau sebesar 4%
menjadi USD 462.435.248 dari USD 481.465.660 pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan tersebut utamanya
disebabkan oleh reklasifikasi ke pinjaman jangka pendek.
Ekuitas
Jumlah Ekuitas Perseroan pada tanggal 30 Juni 2024 menurun sebesar USD 13.032.195 atau sebesar 4% menjadi USD
298.129.707 dari USD 311.161.902 pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan/Peningkatan tersebut utamanya disebabkan
oleh laba tahun berjalan atas kinerja positif perseroan.
C. Analisis Laporan Arus Kas
Periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 dibandingkan dengan Periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni
2023
Arus Kas Bersih yang diperoleh dari Aktivitas Operasi
24
Page 25
Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi pada 30 Juni 2024 adalah sebesar USD 2.515.310, mengalami penurunan
sebesar USD 3,449.893 atau 58% dibanding periode berakhir pada 30 Juni 2023 sebesar USD 5.965.203. Hal tersebut terjadi
karena adanya pembayaran kepada pemasok dan pembayaran kewajiban kepegawaian lebih besar dari pada penerimaan
kas dari pelanggan.
Arus Kas bersih yang digunakan untuk Aktivitas Investasi
Kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi pada 30 Juni 2024 adalah sebesar USD 1.178.856, mengalami
peningkatan sebesar USD 852.864 atau 262% dibanding periode berakhir pada 30 Juni 2023 sebesar minus USD 325.992.
Hal tersebut terjadi karena terdapat kenaikan penambahan uang muka investasi.
Arus Kas bersih yang digunakan untuk Aktivitas Pendanaan
Kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan pada 30 Juni 2024 adalah sebesar USD 6.992.445, mengalami
kenaikan sebesar USD 358.340 atau 5% dibanding periode berakhir pada 30 Juni 2023 yaitu sebesar USD 6.634.105. Hal
tersebut terjadi karena adanya pembayaran pinjaman pokok jangka panjang.
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dibandingkan dengan periode yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2022
Arus Kas bersih yang diperoleh dari Aktivitas Operasi
Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi pada 31 Desember 2023 adalah sebesar USD 30.681.202, mengalami
peningkatan sebesar USD 23.078.057 atau 304% dibanding tahun berakhir pada 31 Desember 2022 sebesar USD 7.603.145.
Hal tersebut terjadi karena pendanaan dimuka untuk aktivitas reaktivasi pesawat Garuda dan Citilink.
Arus Kas bersih yang digunakan untuk Aktivitas Investasi
Kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi pada 31 Desember 2023 adalah sebesar USD 639.036, mengalami
penurunan sebesar USD 2.461.945 atau 79% dibanding tahun berakhir pada 31 Desember 2022 sebesar minus
USD3.100.981. Hal tersebut terjadi karena menurunnya realisasi investasi pada aset tetap Perseroan.
Arus Kas bersih yang digunakan untuk Aktivitas Pendanaan
Kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan pada 31 Desember 2023 adalah sebesar USD 14.218.123, mengalami
peningkatan sebesar USD2.002.212 atau 16% dibanding tahun berakhir pada 31 Desember 2022 yaitu sebesar
USD12.215.911. Hal tersebut terjadi karena realisasi pembayaran pokok atas pinjaman jangka panjang.
KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
Sampai dengan tanggal efektifnya Pernyataan Pendaftaran, manajemen berkeyakinan bahwa tidak ada kejadian dan
transaksi penting yang telah terjadi setelah tanggal Laporan Auditor Independen tanggal 14 Oktober 2024 yang dapat
berdampak material terhadap posisi keuangan dan hasil usaha Grup.
Laporan keuangan konsolidasian Grup pada tanggal dan untuk periode-periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30
Juni 2024 dan 2023 dan pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022, telah
disusun dan disajikan oleh Manajemen Grup sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia. Laporan keuangan
konsolidasian Grup pada tanggal dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 dan pada tanggal
dan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 telah diaudit oleh KAP Rintis, Jumadi, Rianto
& Rekan (firma anggota jaringan global PwC) sesuai dengan standar audit yang ditetapkan oleh IAPI, dengan opini tanpa
modifikasian dengan paragraf yang menjelaskan tentang ketidakpastian material yang terkait dengan kelangsungan usaha
Perseroan dalam laporannya yang diterbitkan kembali No. 00553/2.1457/AU.1/10/0225-3/1/X/2024 tertanggal 14 Oktober
2024 yang ditandatangani oleh Ade Setiawan Elimin, CPA (Registrasi Akuntan Publik No. AP 0225). Laporan keuangan
konsolidasian yang telah diaudit tersebut tidak dicantumkan dalam Prospektus namun disertakan dalam informasi Grup ke
Bursa Efek Indonesia dan dapat diakses melalui www.idx.co.id.
25
Page 26
TATA CARA PEMESANAN SAHAM
Perseroan telah menunjuk PT Datindo Entrycom sebagai Pelaksana Pengelolaan Administrasi Saham dan sebagai Agen
Pelaksana dalam rangka PMHMETD ini, sesuai dengan Perjanjian Pengelolaan Administrasi Saham.
Berikut ini adalah persyaratan dan tata cara pemesanan pembelian Saham Baru seri B sehubungan dengan PMHMETD
Perseroan:
1. Pemesan yang Berhak
Para Pemegang saham yang namanya tercatat dalam DPS Perseroan pada tanggal 24 Desember 2024 pukul 16.15, berhak
untuk mengajukan pembelian Saham Baru seri B dalam rangka PMHMETD ini dengan ketentuan bahwa setiap pemegang
1.000.000.000 (satu miliar) Saham Lama akan memperoleh 361.473.382 (tiga ratus enam puluh satu juta empat ratus tujuh
puluh tiga ribu tiga ratus delapan puluh dua) HMETD dimana setiap 1 (satu) HMETD berhak untuk membeli 1 (satu) Saham
Baru seri B dengan Harga Pelaksanaan Rp46 (empat puluh enam Rupiah) setiap saham yang harus dibayar penuh pada saat
mengajukan pemesanan pembelian Saham Baru seri B.
Apabila terdapat pecahan atas HMETD maka akan diadakan pembulatan ke bawah dan pecahan tersebut menjadi milik
Perseroan dan harus dijual oleh Perseroan serta hasil penjualannya dimasukkan ke rekening Perseroan.
Pemesan yang berhak membeli Saham Baru seri B adalah pemegang HMETD yang sah, yaitu Pemegang saham yang
HMETD-nya tidak dijual atau pembeli/ pemegang HMETD terakhir yang namanya tercantum di dalam SBHMETD atau dalam
kolom Endorsemen pada SBHMETD atau daftar pemegang HMETD yang dikeluarkan oleh KSEI. Pemesan dapat terdiri dari
perorangan dan/ atau Lembaga/ Badan Hukum Indonesia/ Asing sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pasar Modal.
Untuk memperlancar serta terpenuhinya jadwal pendaftaran pemegang saham yang berhak, maka para pemegang saham
yang memegang saham Perseroan dalam bentuk warkat yang akan menggunakan haknya untuk memperoleh HMETD dan
belum melakukan pencatatan peralihan kepemilikan sahamnya disarankan untuk mendaftarkan Surat Kolektif Sahamnya
untuk diregistrasi, yaitu sebelum batas akhir pencatatan dalam DPS yaitu tanggal 24 Desember 2024.
2. Distribusi HMETD
Bagi Pemegang saham yang Berhak yang sahamnya berada dalam sistem Penitipan Kolektif di KSEI, HMETD akan
didistribusikan secara elektronik ke dalam Rekening Efek di KSEI selambat-lambatnya 1 (satu) Hari Kerja setelah Tanggal
Pencatatan pada DPS Perseroan yang berhak atas HMETD, yaitu tanggal 27 Desember 2024. Prospektus dan FPPS
Tambahan diunduh pada website Perseroan yaitu www.gmf-aeroasia.co.id.
Bagi Pemegang saham yang Berhak yang sahamnya tidak dimasukkan dalam sistem Penitipan Kolektif di KSEI, Perseroan
akan menerbitkan SBHMETD atas nama Pemegang saham yang Berhak. Para Pemegang saham yang Berhak dapat
memperoleh SBHMETD dengan mengajukan permohonan melalui email BAE: datindo.gmfiput@gmail.com dengan
menyampaikan informasi dan melampirkan:
- Scan Kartu Tanda Penduduk (KTP)/Passpor/copy identitas diri lainnya yang masih berlaku (bagi Pemegang saham
perorangan) dan scan copy anggaran dasar (bagi Pemegang saham badan hukum/lembaga).
- Scan copy surat kuasa (jika dikuasakan) bermeterai Rp10.000 (sepuluh ribu Rupiah) dilengkapi scan Kartu Tanda
Penduduk (KTP)/Passpor/copy identitas diri lainnya yang masih berlaku baik untuk pemberi kuasa maupun penerima
kuasa
- Jumlah kepemilikan saham Perseroan
SBHMETD akan didistribusikan secara elektronik melalui balasan dari email Pemegang saham selambat-lambatnya 1 (satu)
Hari Kerja setelah BAE menerima email pemberitahuan akan partisipasi Pemegang saham tersebut di atas.
26
Page 27
3. Pendaftaran Pelaksanaan HMETD
A. Prosedur Pelaksanaan HMETD yang berada dalam Penitipan Kolektif
1. Pemegang HMETD memberikan instruksi pelaksanaan HMETD kepada Anggota Bursa atau Bank Kustodian
dan membayar Harga Pelaksanaan HMETD dengan memasukkannya ke dalam rekening yang khusus
ditunjuk oleh KSEI;
2. Pada Hari Bursa yang sama dengan saat disampaikannya instruksi pelaksanaan HMETD oleh Anggota Bursa
atau Bank Kustodian kepada KSEI, maka:
a. KSEI akan mendebet HMETD dan uang Harga Pelaksanaan HMETD dari masing-masing sub rekening
pemegang HMETD yang memberikan instruksi pelaksanaan HMETD ke dalam rekening KSEI dengan
menggunakan fasilitas C-BEST;
b. Segera setelah uang Harga Pelaksanaan HMETD diterima di dalam rekening bank yang ditunjuk oleh
KSEI, KSEI akan melakukan pemindahbukuan uang Harga Pelaksanaan HMETD dari rekening bank
yang ditunjuk oleh KSEI tersebut ke rekening bank yang ditunjuk oleh Perseroan pada Hari Bursa
berikutnya.
3. 1 (satu) Hari Bursa setelah KSEI menerima instruksi pelaksanaan HMETD, KSEI akan menyampaikan kepada
BAE, dokumen sebagai berikut:
a. Daftar rincian instruksi pelaksanaan HMETD yang diterima KSEI, berikut rincian data pemegang HMETD
(nomor identitas, nama, alamat, status kewarganegaraan dan domisili) pemegang HMETD yang melakukan
pelaksanaan HMETD;
b. Surat atau bukti pemindahbukuan uang Harga Pelaksanaan HMETD yang dilakukan oleh KSEI, dari rekening
bank yang ditunjuk KSEI ke dalam rekening bank yang ditunjuk oleh Perseroan;
c. Instruksi untuk mendapatkan sejumlah Saham Baru seri B hasil pelaksanaan HMETD ke dalam rekening
khusus yang telah disediakan oleh KSEI.
4. Segera setelah BAE menerima dokumen-dokumen dari KSEI sebagaimana dimaksud dalam butir A.3 di atas,
BAE akan melakukan pemeriksaan terhadap dokumen pendukung dari instruksi pelaksanaan HMETD, bukti
pemindahbukuan uang Harga Pelaksanaan HMETD kedalam rekening bank khusus berdasarkan data pada
rekening bank khusus, serta instruksi untuk mendepositkan sejumlah Saham Baru seri B hasil pelaksanaan
HMETD.
5. Selambat-lambatnya 2 (dua) Hari Bursa setelah permohonan pelaksanaan HMETD diterima dari KSEI dan
uang Harga Pelaksanaan HMETD telah diterima dengan baik (in good funds) di rekening bank khusus, BAE
akan menerbitkan/mendepositkan sejumlah Saham Baru seri B hasil pelaksanaan HMETD ke dalam rekening
khusus yang telah disiapkan KSEI, dan KSEI akan langsung mendistribusikan Saham Baru seri B hasil
pelaksanaan HMETD dengan menggunakan fasilitas C-BEST. Selanjutnya, setelah melakukan
pendistribusian Saham Baru seri B hasil pelaksanaan HMETD tersebut maka KSEI akan memberikan laporan
hasil distribusi Saham Baru seri B hasil pelaksanaan HMETD tersebut kepada Perseroan dan BAE.
B. Prosedur Pelaksanaan HMETD yang berada di luar Penitipan Kolektif
1. Pendaftaran pelaksanaan HMETD dilakukan di kantor pusat BAE.
2. Pemegang HMETD yang berada di luar Penitipan Kolektif KSEI yang akan melakukan pelaksanaan HMETD
harus membayar Harga Pelaksanaan HMETD ke dalam rekening bank khusus Perseroan dan mengajukan serta
menyerahkan dokumen sebagai berikut kepada BAE Perseroan:
a. Scan copy SBHMETD yang telah ditandatangani dan diisi lengkap;
b. Scan copy bukti pembayaran Harga Pelaksanaan HMETD;
c. Scan copy identitas yang masih berlaku dari pemegang HMETD (perorangan) yang akan melakukan
pelaksanaan HMETD (Kartu Tanda Penduduk (“KTP”)/paspor/Kartu Izin Tinggal Terbatas (“KITAS”);
atau scan copy anggaran dasar dan lampiran susunan terakhir anggota Direksi/pengurus dari pemegang
HMETD (lembaga/badan hukum) yang akan melakukan pelaksanaan HMETD;
d. Scan copy surat kuasa, jika pelaksanaan HMETD dilakukan oleh pemegang HMETD melalui kuasanya
dan dilampirkan scan copy identitas yang masih berlaku dari pemberi dan penerima kuasa
(KTP/paspor/KITAS);
e. Scan copy formulir penyetoran Efek yang diterbitkan KSEI yang telah diisi dan ditandatangani dengan
lengkap.
3. BAE akan melakukan pemeriksaan terhadap dokumen pendukung untuk pelaksanaan HMETD sebagaimana
dimaksud dalam butir B.2 di atas.
27
Page 28
4. Selambat-lambatnya 2 (dua) Hari Bursa setelah permohonan pelaksanaan HMETD diterima oleh BAE dan uang
Harga Pelaksanaan HMETD telah diterima dengan baik (in good funds) ke dalam rekening bank yang ditunjuk
oleh Perseroan, BAE akan menerbitkan sejumlah Saham Baru seri B hasil pelaksanaan HMETD dan
mendistribusikan Saham Baru seri B hasil pelaksanaan HMETD tersebut ke dalam sub rekening pemegang
saham di Penitipan Kolektif KSEI atau menerbitkan surat kolektif saham bagi pemegang saham yang
menghendaki sahamnya diterbitkan dalam bentuk warkat.
4. Pemesanan Pembelian Tambahan Saham
Pemegang saham yang HMETD-nya tidak dijual atau pembeli/pemegang HMETD yang terakhir yang namanya tercantum
dalam SBHMETD atau pemegang HMETD dalam Penitipan Kolektif KSEI yang telah melaksanakan HMETD-nya dapat
memesan Saham Tambahan melebihi hak yang dimilikinya dengan cara mengisi kolom pemesanan pembelian Saham
Tambahan dan/atau FPPST yang dapat diunduh dalam website Perseroan yaitu www.gmf-aeroasia.co.id atau melalui email
kepada BAE: datindo.gmfiput@gmail.com dan menyerahkan kepada BAE paling lambat hari terakhir periode pelaksanaan
HMETD yakni tanggal 8 Januari 2025.
Pemegang HMETD dalam Penitipan Kolektif KSEI harus mengajukan permohonan melalui email kepada BAE:
datindo.gmfiput@gmail.com dengan menyerahkan dokumen sebagai berikut:
a. Scan copy FPPST yang telah diisi lengkap dan benar;
b. Scan copy surat kuasa yang sah bermeterai Rp10.000 (sepuluh ribu Rupiah) dilampirkan scan copy KTP/Paspor/KITAS
dari pemberi dan penerima kuasa;
c. Scan copy instruksi pelaksanaan (exercise) yang telah berhasil (settled) dilakukan melalui C-Best yang sesuai atas nama
pemegang HMETD tersebut;
d. Scan copy formulir penyetoran Efek yang dikeluarkan KSEI yang telah diisi lengkap untuk pendistribusian Saham Hasil
Penjatahan oleh BAE;
e. Scan copy bukti pembayaran dengan transfer/pemindahbukuan/giro/cek/tunai ke rekening Perseroan dari bank tempat
menyetorkan pembayaran.
Pembayaran atas pemesanan tambahan tersebut dapat dilaksanakan dan harus telah diterima pada rekening bank Perseroan
selambat-lambatnya pada tanggal 10 Januari 2025 dalam keadaan dana telah diterima dengan baik (in good funds).
Pemesanan yang tidak memenuhi petunjuk sesuai dengan ketentuan pemesanan dapat mengakibatkan penolakan
pemesanan.
5. Penjatahan Pemesanan Tambahan
Penjatahan atas pemesanan Saham Tambahan akan dilaksanakan pada tanggal 13 Januari 2025 dengan ketentuan sebagai
berikut:
a. Perseroan wajib mengadakan alokasi saham yang tidak dipesan pada harga pemesanan yang sama kepada semua
Pemegang saham yang menyatakan berminat untuk membeli tambahan saham pada periode pelaksanaan HMETD
dimaksud;
b. Dalam hal jumlah permintaan atas saham yang tidak dipesan sebagaimana dimaksud pada poin (a) melebihi saham yang
tersedia, saham tersebut akan dijatahkan secara proporsional berdasarkan atas jumlah HMETD yang telah dilaksanakan
oleh masing-masing Pemegang saham yang meminta penambahan saham berdasarkan harga pemesanan;
c. Penjatahan ditetapkan dalam 1 (satu) Hari Kerja setelah berakhirnya pembayaran pesanan tambahan saham;
d. Perseroan wajib menunjuk Akuntan untuk melakukan pemeriksaan khusus mengenai pelaksanaan HMETD; dan
e. Perseroan akan menyampaikan Laporan Hasil Pemeriksaan Akuntan kepada OJK mengenai kewajiban dari pelaksanaan
penjatahan saham dalam PMHMETD ini sesuai dengan POJK No. 32/2015 dan berpedoman pada Peraturan No. VIII.G.12
paling lambat 30 (tiga puluh) hari sejak Tanggal Penjatahan berakhir.
6. Persyaratan Pembayaran bagi para Pemegang HMETD
1. Persyaratan Pembayaran HMETD yang berada dalam Penitipan Kolektif
Pemegang HMETD harus menyediakan dana pelaksanaan HMETD pada saat mengajukan permohonan pelaksanaan
melalui Anggota Bursa dan/atau Bank Kustodian yang ditunjuk sebagai pengelola efeknya. Kecukupan HMETD dan
pembayaran atas pelaksanaan HMETD harus telah tersedia di dalam rekening efek pemegang HMETD yang melakukan
pelaksanaan.
Pada Hari Bursa yang sama dengan saat disampaikannya instruksi pelaksanaan HMETD oleh Anggota Bursa atau
Bank Kustodian kepada KSEI, maka:
28
Page 29
a. KSEI akan mendebet HMETD dari masing-masing sub rekening pemegang HMETD yang memberikan instruksi
pelaksanaan HMETD ke dalam rekening KSEI dengan menggunakan fasilitas C-BEST;
b. Segera setelah uang Harga Pelaksanaan HMETD diterima di dalam rekening bank yang ditunjuk oleh KSEI, KSEI
akan melakukan pemindahbukuan uang Harga Pelaksanaan HMETD dari rekening bank yang ditunjuk oleh KSEI
tersebut ke rekening bank yang ditunjuk oleh Perseroan pada Hari Bursa berikutnya.
2. Persyaratan Pembayaran HMETD yang berada di luar Penitipan Kolektif
Pembayaran pemesanan pembelian saham dalam rangka PMHMETD yang permohonan pemesanannya diajukan
langsung kepada BAE harus dibayar penuh dan dana telah diterima dengan baik (in good funds) dalam mata uang
Rupiah, pada saat pengajuan pemesanan secara tunai, cek, bilyet, giro atau pemindahbukuan atau transfer dengan
mencantumkan Nama Pemesan, Nomor SBHMETD atau Nomor FPPST dan pembayaran dilakukan ke rekening
Perseroan pada:
PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
No. Rekening: 1144-01-000356-30-3
Bank Bank Rakyat Indonesia
Cabang: BRI Kantor Cabang Bandara Soekarno Hatta
Semua cek dan wesel bank akan segera dicairkan setelah diterima. Bilamana pada saat pencairan, cek atau wesel
bank ditolak oleh pihak bank, maka pemesanan pembelian saham yang bersangkutan otomatis menjadi batal. Bila
pembayaran dilakukan dengan cek atau pemindahbukuan atau bilyet/giro, maka tanggal pembayaran dihitung
berdasarkan tanggal penerimaan cek/pemindahbukuan/giro yang dananya telah diterima dengan baik (in good funds)
di rekening Perseroan tersebut di atas.
Untuk pemesanan pembelian Saham Tambahan, pembayaran dilakukan pada hari pemesanan yang mana pembayaran
tersebut harus sudah diterima dengan baik (in good funds) di rekening Perseroan tersebut di atas paling lambat tanggal
10 Januari 2025.
Segala biaya yang mungkin timbul dalam rangka pembelian saham PMHMETD ini menjadi beban pemesan.
Pemesanan saham yang tidak memenuhi persyaratan pembayaran akan dibatalkan.
7. Bukti Tanda Terima Pemesanan Pembelian Saham
Untuk pemesanan dengan SBHMETD, Perseroan melalui BAE yang ditunjuk Perseroan menerima pengajuan pemesanan
pembelian saham akan menyerahkan email bukti tanda terima Pemesanan saham yang telah dicap dan ditandatangani yang
merupakan bukti pada saat mengambil pengembalian uang untuk pemesanan yang tidak dipenuhi. Bagi pemegang HMETD
dalam Penitipan Kolektif KSEI akan mendapatkan konfirmasi atas permohonan pelaksanaan HMETD dari C-BEST melalui
Pemegang Rekening.
8. Pembatalan Pemesanan Pembelian
Perseroan berhak untuk membatalkan pemesanan Saham Baru seri B, baik sebagian atau secara keseluruhan, dengan
memperhatikan persyaratan yang berlaku. Pemberitahuan pembatalan pemesanan Saham Baru seri B akan diumumkan
bersamaan dengan pengumuman penjatahan atas pemesanan Saham Baru seri B.
Hal-hal yang dapat menyebabkan dibatalkannya pemesanan Saham Baru seri B antara lain:
a. Pengisian SBHMETD atau FPPS Tambahan tidak sesuai dengan petunjuk/syarat-syarat pemesanan Saham Baru seri
B yang tercantum dalam SBHMETD dan Prospektus.
b. Tidak terpenuhinya persyaratan pembayaran.
c. Tidak terpenuhinya persyaratan kelengkapan dokumen permohonan.
Dalam hal terdapat pihak-pihak yang walaupun tidak diperbolehkan untuk melaksanakan HMETD karena pelaksanaan
HMETD ke saham dilarang oleh hukum yang berlaku tetapi tetap melakukan pemesanan Saham Baru seri B dan melakukan
pembayaran uang pemesanan, maka Perseroan berhak untuk memperlakukan HMETD tersebut atau dokumentasi HMETD
lain yang disampaikan tersebut dalam pemesanan Saham Baru seri B tidak sah dan mengembalikan seluruh uang pemesanan
yang telah dibayarkan tersebut dalam mata uang Rupiah dengan mentransfer ke rekening bank atas nama pemesan.
Pengembalian uang oleh Perseroan akan dilakukan selambat-lambatnya 2 (dua) Hari Kerja setelah Tanggal Penjatahan.
Pengembalian uang yang dilakukan sampai dengan tanggal tersebut tidak akan disertai bunga.
29
Page 30
9. Pengembalian Uang Pemesanan
Dalam hal tidak terpenuhinya sebagian atau seluruh pemesanan saham yang lebih besar dari pada haknya atau dalam hal
terjadi pembatalan pemesanan saham, maka pengembalian uang oleh Perseroan akan dilakukan selambat-lambatnya 2 (dua)
Hari Kerja setelah Tanggal Penjatahan yaitu pada tanggal 15 Januari 2025. Pengembalian uang yang dilakukan Perseroan
sampai dengan tanggal 15 Januari 2025 tidak akan disertai bunga.
Apabila terjadi keterlambatan pengembalian uang, jumlah yang akan dikembalikan akan disertai bunga sebesar 1% per tahun,
yang diperhitungkan sejak hari ke 3 setelah Tanggal Penjatahan sampai dengan tanggal dimana uang tersebut dikembalikan.
Apabila keterlambatan tersebut disebabkan oleh pemesan yang tidak mengambil pengembalian sesuai dengan waktu yang
ditentukan, kesalahan dari sistem pada bank yang bersangkutan atau hal-hal lain yang bukan disebabkan oleh kesalahan
Perseroan, maka Perseroan tidak membayar bunga atas keterlambatan tersebut.
Pengembalian uang pemesanan dilakukan dalam mata uang Rupiah dengan pemindahbukuan ke rekening atas nama
pemesan. Perseroan akan memindahkan uang tersebut langsung ke dalam rekening atas nama pemesan sehingga pemesan
tidak dikenakan biaya pemindahbukuan.
10. Penyerahan Saham Hasil Pelaksanaan HMETD dan Pengkreditan ke Rekening Efek
Saham hasil pelaksanaan HMETD bagi pemesan yang melaksanakan HMETD sesuai dengan haknya melalui KSEI akan
dikreditkan pada rekening efek dalam 2 (dua) Hari Kerja setelah permohonan pelaksanaan HMETD diterima dari KSEI dan
dana pembayaran telah diterima dengan baik di rekening Perseroan.
Saham hasil pelaksanaan HMETD dalam bentuk warkat yang melaksanakan HMETD sesuai haknya akan mendapatkan
saham dalam bentuk elektronik dan BAE akan mendepositkan kedalam Penitipan Kolektif KSEI selambat-lambatnya 2 (dua)
Hari Kerja setelah permohonan diterima oleh BAE dan dana pembayaran telah diterima dengan baik oleh Perseroan.
Adapun saham hasil penjatahan atas pemesanan Saham Tambahan akan didistribusikan dalam bentuk elektronik dalam
Penitipan Kolektif KSEI selambat-selambatnya 2 (dua) Hari Bursa setelah Tanggal Penjatahan. Saham Baru seri B hasil
pelaksanaan HMETD akan didistribusikan mulai tanggal 3 Januari 2025, sedangkan saham hasil penjatahan akan
didistribusikan tanggal 13 Januari 2025.
11. Alokasi Sisa Saham yang Tidak Diambil oleh Pemegang HMETD
Jika saham yang ditawarkan dalam PMHMETD tersebut tidak seluruhnya diambil oleh pemegang HMETD, maka sisa saham
akan dialokasikan kepada pemegang HMETD lainnya yang melakukan pemesanan melebihi haknya, dan alokasi dilakukan
secara proporsional atas HMETD yang telah dilaksanakan oleh para pemegang HMETD.
30
Page 31
PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS DAN SERTIFIKAT BUKTI HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU
Perseroan telah mengumumkan informasi penting serta Prospektus berkaitan dengan PMHMETD ini melalui website
Perseroan dan website Bursa Efek Indonesia www.idx.co.id Perseroan tidak menyediakan Prospektus dalam bentuk cetakan.
a. Bagi Pemegang Saham yang sahamnya berada dalam sistem Penitipan Kolektif di KSEI, HMETD akan didistribusikan
secara elektronik melalui Rekening Efek Anggota Bursa atau Bank Kustodian masing-masing di KSEI selambat-
lambatnya 1 (satu) Hari Kerja setelah Tanggal Pencatatan pada DPS PMHMETD, yaitu tanggal 27 Desember 2024.
Prospektus dan petunjuk pelaksanaan dapat di download di website Perseroan dan di www.idx.co.id.
b. Bagi Pemegang Saham yang sahamnya tidak dimasukkan dalam sistem Penitipan Kolektif di KSEI, Perseroan akan
menerbitkan SBHMETD atas nama Pemegang Saham dan dapat mengirimkan permohonan kepada BAE untuk
menerima SBHMETD, FPPS Tambahan dan formulir lainnya melalui surat elektronik mulai tanggal 27 Desember 2024
dengan melampirkan scan copy kartu tanda pengenal yang sah (KTP/Paspor/KITAS).
PT Datindo Entrycom
Jl. Hayam Wuruk No. 28 lantai 2 Jakarta 10120
Telp. 021 – 3508077 ext. 218 & 104
datindo.gmfiput@gmail.com
Apabila Pemegang Saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada penutupan perdagangan saham
Perseroan di Bursa Efek Indonesia tanggal 24 Desember 2024 belum menghubungi BAE untuk memperoleh SBHMETD,
maka seluruh risiko kerugian bukan menjadi tanggung jawab PT Datindo Entrycom ataupun Perseroan, melainkan merupakan
tanggung jawab para Pemegang saham yang bersangkutan.
INFORMASI TAMBAHAN PMHMETD
Para pihak yang menginginkan penjelasan mengenai PMHMETD ini atau menginginkan tambahan informasi sehubungan
dengan PMHMETD ini dapat menghubungi Perseroan pada hari Senin – Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB:
PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Lantai 2, Lobby Selatan Hangar 4
PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Area Perkantoran Bandara Soekarno Hatta
Kelurahan Pajang, Kecamatan Benda, Kota Tangerang
PO. Box 1303, BUSH 19130
Telepon : +62 21 550 8717
Faksimili : +62 21 559 10461
Email: corporate.secretary@gmf-aeroasia.co.id Website: www.gmf-aeroasia.co.id
31
Names mentioned 30 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT KUSTODIAN SENTRAL EFEK INDONESIA
p.1
unresolved
person
Shanti Indah Lestari
· Notaris
p.2 ×3
unresolved
org
GMF Aero Asia Tbk
p.3 ×2
unresolved
org
PT Datindo Entrycom
p.3 ×4
unresolved
org
Indonesia (Persero) Tbk
p.4 ×2
unresolved
org
Kementerian Pertahanan
p.11
unresolved
org
PT Angkasa Pura II No. PJJ.
p.12
unresolved
org
PT Angkasa Pura Indonesia
p.12
unresolved
org
PT Angkasa Pura II No. BAC.
p.12 ×2
unresolved
org
Pemerintah Kota Tangerang
p.13
unresolved
org
KJPP Fuadah
p.13
unresolved
org
Rudi dan Rekan
p.13
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Rintis
p.13
unresolved
org
Rianto dan Rekan
p.13
unresolved
org
Rintis
p.14 ×3
unresolved
org
Rianto & Rekan
p.14 ×3
unresolved
person
Ade Setiawan Elimin
p.14 ×6
unresolved
org
Bank Bank Rakyat Indonesia Cabang
p.29
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.