Back to announcement
20241213_NSSS_Laporan Informasi dan Fakta Material_31819007_lamp1.pdf
Other Text extracted NSSSSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 3
Page 1
PT NUSANTARA SAWIT SEJAHTERA Tbk
Berita Investor
Update terbaru dari PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS)
Jakarta, 11 Desember 2024 – PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) melaporkan kinerja
yang baik pada sembilan bulan pertama di tahun 2024 ini. Manajemen senantiasa berkomitmen
untuk memberikan kinerja yang terbaik dengan didukung oleh transparansi dalam kegiatan
operasional. NSSS juga sangat berkomitmen untuk menciptakan nilai tambah bagi para
pemegang sahamnya dengan tetap menjaga standar kinerja dan integritas yang tinggi.
Pada 3Q24, NSSS membukukan kinerja yang solid dengan pertumbuhan triple-digit baik secara
kuartalan maupun tahunan, hal ini terutama didorong oleh kenaikan harga jual CPO yang
menjadi IDR 12.609/kg (+3,0% QoQ, +19,3% YoY). EBITDA margin juga mengalami
pertumbuhan sebesar +57.1% yang didorong oleh penurunan biaya pemupukan dan
pemeliharaan tanaman menjadi IDR 116 miliar (-19,5% YoY).
Di sisi lain, volume produksi CPO NSSS di 3Q24 mencapai 28.394 ton (+20.1% QoQ, +12.4%
YoY), didukung oleh pabrik kedua NSSS yang mulai beroperasi di Desember 2023. Hal ini
membuat penjualan CPO di 9M24 mencapai 27.007 ton atau naik +27.4% YoY. Penambahan
pabrik kedua ini diharapkan akan menaikkan secara signifikan rata-rata utilitas kapasitas
produksi untuk CPO dan palm kernel oil dari 60% menjadi 80% di 2025. Hal ini akan semakin
mendorong pertumbuhan laba bersih NSSS ke depannya. NSSS juga memperkirakan kinerja
yang lebih solid lagi di 4Q24, dengan perkiraan supply yang ketat di Indonesia karena rencana
implementasi B40 di Januari 2025 and B50 di 2026.
Manajemen sangat menyesalkan penetapan saham NSSS sebagai Efek Tidak Dijamin (ETD)
oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) untuk bulan
Desember ini, karena sangat berdampak terhadap kepercayaan investor dan sangat merugikan
khususnya bagi investor retail. Penetapan saham NSSS sebagai Efek Tidak Dijamin (ETD) oleh
BEI dan KPEI ini di luar kendali NSSS dan juga tidak berkaitan dengan kinerja NSSS yang tetap
solid secara operasional.
Lebih lanjut dapat disampaikan bahwa sektor CPO yang merupakan sektor andalan Indonesia
yang seringkali mendapatkan kampanye negatif dari pihak luar (investor asing), sehingga
belakangan ini, sektor CPO lebih mengandalkan investor lokal. Namun dengan adanya
kebijakan sebagai mana telah disampaikan sebelumnya, akan sangat merugikan dan tidak
mendukung sektor unggulan sawit secara keseluruhan.
Pada sisi lain, NSSS juga ingin memberikan klarifikasi terkait beberapa pemberitaan tentang
penjualan saham oleh pemegang saham utama NSSS. Perlu diinformasikan bahwa transaksi
tersebut lebih bersifat restrukturisasi kepemilikan yang berkaitan dengan rencana IPO dari
Perusahaan induk dari Samuel Group. Untuk diketahui, bahwa PT Mitra Agro Dharma Unggul
(MADU) dan NSSS dimiliki mayoritas oleh Samuel Group. Sebagai bagian dari restrukturisasi
tersebut, terjadi beberapa transaksi perpindahan kepemilikan MADU di NSSS kepada PT
Samuel Tumbuh Bersama (STB), perusahaan induk dari Samuel Grup. Transfer ini tidak
mengakibatkan perubahan apa pun pada pemegang saham pengendali NSSS. Langkah ini
sejalan dengan strategi Samuel Grup untuk memposisikan STB sebagai unit investasi utama
dalam grup.
Menara Imperium Lt.20 Suite C
JL. H.R. Rasuna Said Kav 1 Jakarta Selatan 12980 Website: nssgroup.id Telp: (+62-21)-8354045
Page 2
PT NUSANTARA SAWIT SEJAHTERA Tbk Sebagai informasi tambahan, manajemen NSSS telah menjadwalkan paparan publik pada tanggal 16 Desember 2024 untuk memaparkan laporan kinerja perusahaan pada kuartal ketiga tahun 2024 serta memberikan pembaruan terkini terkait perusahaan, termasuk hal-hal yang disebutkan di atas. Menara Imperium Lt.20 Suite C JL. H.R. Rasuna Said Kav 1 Jakarta Selatan 12980 Website: nssgroup.id Telp: (+62-21)-8354045
Page 3
PT NUSANTARA SAWIT SEJAHTERA Tbk
Press Release
Latest Updates from PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS)
Jakarta, December 11, 2024 – PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) continues to report
strong performance for the first nine months of 2024. The management remains committed to
delivering their best efforts, supported by operational transparency. NSSS is also deeply
committed to creating added value for shareholders while upholding high standards of
performance and integrity.
In 3Q24, NSSS posted solid growth with triple-digit increases both quarterly and annually,
primarily driven by an increase in CPO selling prices to IDR 12,609/kg (+3.0% QoQ, +19.3%
YoY). EBITDA margin also grew significantly by +57.1%, supported by a reduction in fertilizer
and upkeep costs, which decreased to IDR 116 billion (-19.5% YoY).
On the production side, NSSS achieved a CPO production volume of 28,394 tons in 3Q24
(+20.1% QoQ, +12.4% YoY), driven by the second plant, which began operations in December
2023. As a result, total CPO sales for 9M24 reached 27,007 tons, reflecting a +27.4% YoY
increase. The addition of this second plant is expected to significantly increase the average
utilization capacity for CPO and palm kernel oil production from 60% to 80% by 2025, further
boosting net profit growth in the future. We also anticipate even stronger performance in 4Q24,
supported by tight supply conditions in Indonesia due to the planned implementation of B40 in
January 2025 and B50 in 2026.
We regret the designation of NSSS shares as Non-Guaranteed Securities (ETD) by the Indonesia
Stock Exchange (IDX) and Indonesian Clearing and Guarantee Corporation (KPEI) for
December 2024. This decision undermines investor confidence, particularly affecting our
smaller investors. This is beyond our control and unrelated to NSSS’s solid operational
performance. The CPO sector, which is a mainstay of Indonesia, often faces negative campaigns
from foreign investors and has recently relied more on local investors. However, policies like
this will harm and fail to support the palm oil sector.
Additionally, NSSS wishes to clarify certain reports regarding the sale of shares by NSSS’s
principal shareholders. We would like to inform you that these transactions are part of a
restructuring of ownership related to the planned IPO of the parent company of Samuel Group.
For your information, PT Mitra Agro Dharma Unggul (MADU) and NSSS are majority-owned
by Samuel Group. As part of this restructuring, ownership in NSSS by MADU was transferred
to PT Samuel Tumbuh Bersama (STB), the parent company of the Samuel Group. This transfer
does not result in any changes to NSSS's controlling shareholders. This step aligns with Samuel
Group's strategy to position STB as the main investment unit within the group.
As additional information, NSSS management has scheduled a public expose on December 16,
2024, to present the company's third-quarter 2024 performance report and provide the latest
updates regarding the company, including the matters mentioned above.
Menara Imperium Lt.20 Suite C
JL. H.R. Rasuna Said Kav 1 Jakarta Selatan 12980 Website: nssgroup.id Telp: (+62-21)-8354045
Names mentioned 9 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Kliring Penjaminan Efek Indonesia
p.1
unresolved
org
KPEI
p.1 ×3
unresolved
org
PT Mitra Agro Dharma Unggul
p.1 ×2
unresolved
org
Indonesia Stock Exchange
p.3
unresolved
org
Guarantee Corporation
p.3
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.