Skip to content
Back to announcement

20241213_CMNP_Public Expose_31818872_lamp1.pdf

Other Text extracted CMNP

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 4

Page 1

          
Page 2
        PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk
                           Infrastructure Solution Enterprise


                            TANYA JAWAB PUBLIC EXPOSE
                        PT CITRA MARGA NUSAPHALA PERSADA Tbk
                             JAKARTA, 10 DESEMBER 2024

1. Nitya – Kontan
   a. Pertanyaan :   Berapa CAPEX yang terserap ditahun 2024?
       Jawaban :     Selama tahun 2024 CAPEX yang terserap sebesar Rp 2,893 triliun dengan
                     rincian sebesar Rp 1,46 triliun untuk proyek HBR II, Rp 66 miliar untuk
                     Proyek Desari Seksi 3 dan 4, Rp 1,26 triliun untuk pembayaran hutang
                     kontraktor atas Proyek Tol Cisumdawu dan sebesar Rp 94 miliar untuk
                     pembangunan Rest Area Cisumdawu.
   b. Pertanyaan:    Bagaimana persiapan CMNP dalam menghadapi libur Nataru? Apakah
                     akan ada penurunan traffic mengingat CMNP merupakan tol dalam kota,
                     jika iya apa saja strateginya?
       Jawaban:      Dampak dari libur Nataru terhadap Perseroan yang merupakan pengelola
                     Jalan Tol dalam kota yaitu terjadinya mobilisasi ke luar daerah. Jadi pada
                     saat hari besar di ruas tol dalam kota khususnya di semua ruas CMNP
                     Group praktis mengalami penurunan. Penurunan traffic tersebut sudah
                     diantisipasi dan diperhitungkan oleh Perseroan dalam menyusun proyeksi
                     traffic. Rata-rata penurunan traffic pada saat libur Nataru mencapai 20% -
                     30%. Ruas tol Soroja dan ruas tol Cisumdawu pada saat libur Nataru traffic
                     mengalami kenaikan hal ini disebabkan adanya Kawasan wisata disekitar
                     ruas tol Soroja seperti kawasan wisata Ciwidey, sedangkan traffic ruas tol
                     Cisumdawau mengalami kenaikan terutaman disebabkan karena ruas tol
                     Cisumdawu merupakan koridor penghubung kota Bandung dengan
                     tempat-tempat wisata disekitar Bandung, Bandara Kertajati dan juga
                     penghubung dengan kota-kota disekitar Bandung.

                     Pada saat menjelang Nataru perseroan secara operasional juga
                     memastikan pemenuhan SPM sesuai dengan himbauan yang ada dari
                     BPJT.
   c. Pertanyaan:    Berapa target pertumbuhan pendapatan dan laba dari CMNP?
      Jawaban:       Kinerja Perseroan selama tahun 2024 membukukan pendapatan sebesar
                     Rp 1,218 triliun kemudian pada tahun 2025 pendapatan Perseroan
                     mengalami peningkatan menjadi Rp 1,299 triliun. Laba bersih Perseroan
                     pada tahun 2024 adalah sebesar Rp 983 miliar dan pada tahun 2025 laba
                     bersih Persroan mengalami penurunan menjadi Rp 696 miliar. Penurunan
                     laba bersih Perseroan terutama disebabkan karena adanya pengakuan
                     beban bunga sebagai dampak dari meningkatnya pinjaman kepada
                     lembaga keuangan/perbankan dalam rangka mendanai proyek-proyek
                     yang sedang dikerjakan oleh Perseroan.
Page 3
         PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk
                             Infrastructure Solution Enterprise


    d. Pertanyaan:     Berapa penurunan traffic yang terjadi selama Nataru untuk Tol JIUT dan
                       berapa kenaikkan yang terjadi untuk Tol Soroja dan Tol Cisumdawu?
        Jawaban:       Traffic ruas tol JIUT pada saat Nataru dan hari besar lainnya mengalami
                       penurunan antara 20%-30% dari traffic harian rata-rata. Sedangkan untuk
                       ruas tol Cisumdawu traffic mengalami kenaikan sekitar 34% dikarenakan
                       baru dioperasikan sehingga trafficnya masih dapat meningkat sangat
                       tinggi pada saat Nataru.

2. Sasya – Investortrust.id
   a. Pertanyaan : Berapa realisasi traffic lalu lintas selama tahun 2024?
       Jawaban : Realisasi traffic selama tahun 2024 nilainya tidak jauh berbeda dengan
                       proyeksi traffic tahun 2024 yang sudah dibuat dan dipaparkan oleh
                       Perseroan, mengingat proyeksi tersebut sudah dibuat dengan pendekatan
                       realisasi traffic sampai dengan bulan November 2024.
    b. Pertanyaan:     Kenapa Pendapatan diprediksi naik dan Laba Bersih turun pada tahun
                       2025?
        Jawaban:       Kinerja Perseroan selama tahun 2024 membukukan pendapatan sebesar
                       Rp 1,218 triliun kemudian pada tahun 2025 pendapatan Perseroan
                       mengalami peningkatan menjadi Rp 1,299 triliun. Laba bersih Perseroan
                       pada tahun 2024 adalah sebesar Rp 983 miliar dan pada tahun 2025 laba
                       bersih Persroan mengalami penurunan menjadi Rp 696 miliar. Penurunan
                       laba bersih Perseroan terutama disebabkan karena adanya pengakuan
                       beban bunga sebagai dampak dari meningkatnya pinjaman kepada
                       lembaga keuangan/perbankan dalam rangka mendanai proyek-proyek
                       yang sedang dikerjakan oleh Perseroan.

3. Ghafur – Investor Daily
   a. Pertanyaan: Ada berapa jumlah waran yang akan di exercise pada tahun depan?
      Jawaban:        Perseroan telah melaksanakan HMETD yang disertai dengan penerbitan
                      waran sebanyak 1.2 miliar lembar waran yang mana memiliki jangka
                      waktu pelaksanaan sampai dengan tanggal 13 November 2025. Saat ini
                      Perseroan sudah mendapatkan komitmen dari para pemegang saham
                      bahwa tahun 2024 para pemegang saham akan melakukan exercise waran
                      sebesar Rp 300 miliar dan sisanya akan diexercise di tahun 2025 sebesar
                      Rp 900 miliar.
    b. Pertanyaan:     Apakah tahun 2025 CMNP berencana untuk divestasi asset agar bisa
                       mengurangi rasio pinjaman untuk modal kerja?
        Jawaban:       Sampai dengan saat ini Perseroan belum mempunyai rencana untuk
                       melakukan divestasi asset agar bisa mengurangi rasio pinjaman. Rasio
                       pinjaman (DER) Perseroan saat ini relatif masih sangat rendah dibawaah
                       satu (1) sehingga Perseroan masih mempunyai ruang yang cukup besar
                       untuk mendanai proyek-proyek yang sedang dan akan dijalankan oleh
                       Perseroan melalui pinjaman bank atau penerbitan obligasi.
Page 4

          

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.15 MB
Published13 Dec 2024
Pages4
Characters6,620
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 1 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 1

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result