Skip to content
Back to announcement

20260617_MEDS_Laporan Informasi dan Fakta Material_32101647_lamp2.pdf

Board change Needs review MEDS

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 68

Page 1
          BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
          PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS




         Laporan Studi Kelayakan
     Rencana Pengembangan Usaha
                  Oleh
     PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk


No. 00013/2.0033-00/BS/04/0191/1/VI/2026
          Tanggal : 3 Juni 2026
Page 2

          
Page 3

          
Page 4

          
Page 5

          
Page 6
                                                     BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                     PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Studi Kelayakan - PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk

                                     RINGKASAN EKSEKUTIF
                           STUDI KELAYAKAN PENGEMBANGAN USAHA
                                            OLEH
                              PT HETZER MEDICAL INDONESIA, TBK

Hasil kajian dan analisis kelayakan rencana pengembangan usaha yaitu pada bidang industri
barang logam lainnya yang tidak dapat diklasifikasikan di tempat lain (selanjutnya disebut
YTDL) (KBLI 25999) oleh PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk selanjutnya disebut "Perseroan",
secara garis besar dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Umum

    Perseroan adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang industri pengolahan serta
    perdagangan besar dan eceran. Kegiatan usaha utama Perseroan meliputi industri tekstil
    lainnya yang tidak dapat diklasifikasikan di tempat lain antara lain industri non woven
    (bukan tenunan), industri barang dari karet untuk kesehatan, industri barang plastik lainnya
    yang tidak dapat di klasifikasikan di tempat lain, industri peralatan elektromedikal dan
    elektroterapi, industri sepeda dan kursi roda termasuk becak, industri peralatan kedokteran
    gigi serta perlengkapannya, serta bidang perdagangan besar dan eceran yang meliputi
    perdagangan besar alat laboratorium, alat farmasi dan alat kedokteran untuk manusia.

    Perseroan berencana untuk melakukan pengembangan usaha yaitu pada bidang industri
    barang logam lainnya yang tidak dapat diklasifikasikan di tempat lain (selanjutnya disebut
    YTDL) (KBLI 25999), yang mencakup pembuatan berbagai produk logam kecil dan spesifik,
    seperti jepitan rambut, peniti, staples, rantai, paku, lencana, tanda logam, kerangka
    payung serta berbagai barang logam lainnya yang kecil. Lingkup kegiatan yaitu pembuatan
    barang logam yang tidak mencakup peralatan dapur, alat rumah tangga logam, brankas
    atau produk yang sudah diklasifikasikan secara khusus YTDL.

2. Maksud dan Tujuan Penyusunan Laporan

    Laporan studi kelayakan ini bertujuan untuk menyatakan pendapat atas kelayakan proyek
    yang akan dijalankan oleh Perseroan dan sebagai informasi bagi pihak Manajemen
    Perseroan dan publik berkaitan dengan rencana untuk melakukan pengembangan usaha.
    Perseroan berencana untuk melakukan pengembangan usaha pada bidang industri barang
    logam lainnya YTDL (KBLI 25999). Selain itu, laporan studi kelayakan ini juga disusun untuk
    memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 17/POJK.04/2020 Tentang
    Transaksi Material Dan Perubahan Kegiatan Usaha.

    Laporan ini disusun sebagai bahan pertimbangan bagi Perseroan untuk mendapatkan
    penilaian objektif mengenai prospek usaha Perseroan sehubungan dengan rencana
    pengembangan usaha tersebut.

    Sehubungan dengan adanya perubahan yang kami lakukan pada laporan yang telah kami
    terbitkan dengan No. 00009/2.0033-00/BS/04/0191/1/IV/2026, tanggal 09 April 2026,
    maka kami melakukan revisi dengan diterbitkannya laporan ini. Revisi tersebut dikarenakan
    terdapat perubahan pada bab pendahuluan, bab profil perseroan, analisis kelayakan
    teknis, model manajemen dan pola bisnis, analisis kelayakan pasar, serta bab analisis
    kelayakan keuangan.




                                                                                               i
Page 7
                                                      BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                      PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Studi Kelayakan - PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk

3. Asumsi-Asumsi dan Kondisi Pembatas

        Laporan penilaian usaha bersifat non-disclaimer opinion.
        Penilai usaha telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
         dalam proses penilaian.
        Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
         keakuratannya.
        Proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi
         keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary
         duty).
        Penilai usaha bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi
         keuangan.
        Laporan penilaian usaha yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
         bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
        Penilai usaha bertanggung jawab atas laporan penilaian usaha dan kesimpulan nilai
         akhir.
        Penilai usaha telah memperoleh informasi atas status hukum obyek penilaian dari
         pemberi tugas.
        Kami tidak mempunyai kepentingan terhadap aset, kepemilikan atau kepentingan bisnis
         yang menjadi subyek dari penilaian ini, baik untuk saat ini maupun di masa mendatang.
        Kami tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk berpihak
         berkenaan dengan subyek dari laporan ini maupun pihak-pihak yang terlibat di
         dalamnya.
        Kompensasi yang kami terima dari penugasan penilaian ini tidak dikaitkan dengan nilai
         yang dilaporkan didasarkan pada hasil penilaian yang telah ditentukan sebelumnya.
        Berdasarkan pengetahuan dan keyakinan kami, pernyataan-pernyataan mengenai
         fakta dalam laporan ini yang menjadi dasar dari analisis, kesimpulan dan opini yang
         kami nyatakan adalah benar.
        Analisis, opini dan kesimpulan yang telah dibuat, dalam laporan ini telah disusun sesuai
         dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII-2018 dan Peraturan Otoritas Jasa
         Keuangan (POJK) No. 35/POJK.04/2020 Tentang Penilaian Dan Penyajian Laporan
         Penilaian Bisnis Di Pasar Modal.

4. Sekilas Profil Perseroan

    Perseroan didirikan berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas No. 12, tanggal
    31 Desember 2010, yang dibuat di hadapan Cahya Suryana, S.H., Notaris di Bandung,
    yang telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
    dengan Surat Keputusan No. AHU-06450.AH.01.01.Tahun 2011, tanggal 8 Februari
    2011 dan telah dimuat dalam Tambahan Berita Negara R.I. No. 59, tanggal 24 Juli 2012.

    Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, dimana perubahan
    terakhir didasarkan pada Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
    No. 5, tanggal 30 April 2025, yang dibuat di hadapan Dr. Erny Kencanawati, S.H., M.H.,
    Notaris di Bandung, mengenai perubahan susunan pengurus Perseroan. Akta tersebut telah
    diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi Badan Hukum, Direktorat Jenderal
    Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum Republik Indonesia sesuai dengan Surat
    Keputusan No. AHU-AH.01.09-0238384, tanggal 14 Mei 2025.




                                                                                               ii
Page 8
                                                           BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                           PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Studi Kelayakan - PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk

      Pada tanggal 10 Agustus 2022, Perseroan resmi tercatat sebagai perusahaan terbuka (Tbk)
      yang ada di Bursa Efek Indonesia. Pengendali dan pemilik manfaat Perseroan adalah Bapak
      Jemmy Kurniawan.

      Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
      Perseroan adalah menjalankan usaha dibidang industri pengolahan serta perdagangan
      besar, perdagangan eceran, perawatan mobil dan sepeda motor.

      Berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 5, tanggal
      30 April 2025, yang dibuat di hadapan Dr. Erny Kencanawati, S.H., M.H., Notaris di
      Bandung, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan adalah sebagai berikut :

      Dewan Komisaris
      Komisaris Utama                         : Jemmy Kurniawan
      Komisaris                               : Alvi Hadi Sugondo
      Komisaris Independen                    : Alexander Tjandana Martjaputra Koentoro

      Direksi
      Direktur Utama                          : dr. Yenny Marlina
      Direktur                                : Herry
      Direktur                                : Fancy Marsiana

5. Analisis Kelayakan

5.1     Analisis Kelayakan Pasar

        Pengembangan usaha baru yang akan dilakukan oleh Perseroan adalah industri barang
        logam lainnya YTDL antara lain jasa pembuatan heatsink dan sparepart otomotif. Melalui
        strategi diversifikasi usaha, Perseroan akan selalu berusaha menjaga keberlangsungan
        usahanya di masa mendatang, dengan terus mencari dan memanfaatkan berbagai
        peluang usaha yang potensial, baik melalui pengembangan produk maupun perluasan
        pasar.

        Perseroan menargetkan pasar dari sektor industri manufaktur, pertambangan, konstruksi,
        serta perusahaan yang membutuhkan jasa permesinan presisi seperti pembubutan,
        milling dan fabrikasi komponen, target pelanggan Perseroan meliputi perusahaan industri
        skala kecil, menengah hingga besar yang membutuhkan komponen mesin dengan
        kualitas presisi, ketahanan material yang baik, serta waktu pengerjaan yang cepat.
        Konsep usaha Perseroan berfokus pada penyediaan layanan machining yang berkualitas
        dengan mengutamakan ketepatan ukuran dan pengerjaan tepat waktu.

        Strategi pemasaran Perseroan dilakukan melalui pendekatan langsung kepada
        perusahaan-perusahaan industri, menjalin hubungan kerja sama jangka panjang dengan
        pelanggan serta menjaga kualitas hasil pekerjaan untuk membangun reputasi dan
        kepercayaan pasar. Selain itu, Perseroan juga memanfaatkan jaringan relasi bisnis,
        referensi pelanggan (customer referral), serta media digital untuk memperluas jangkauan
        pasar dan meningkatkan peluang mendapatkan proyek baru.

        Dengan strategi tersebut, Perseroan optimis dapat meningkatkan jumlah pelanggan,
        memperluas pangsa pasar, serta menjaga pertumbuhan usaha yang berkelanjutan di
        masa mendatang.



                                                                                             iii
Page 9
                                                     BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                     PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Studi Kelayakan - PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk

5.2    Analisis Kelayakan Teknis

       Perseroan berencana untuk melakukan pengembangan usaha yaitu pada bidang industri
       barang logam lainnya YTDL (KBLI 25999), yang mencakup pembuatan berbagai produk
       logam kecil dan spesifik, seperti jepitan rambut, peniti, staples, rantai, paku, lencana,
       tanda logam, kerangka payung serta berbagai barang logam lainnya yang kecil. Lingkup
       kegiatan yaitu pembuatan barang logam yang tidak mencakup peralatan dapur, alat
       rumah tangga logam, brankas atau produk yang sudah diklasifikasikan secara khusus
       dalam YTDL.

       Secara teknis, proses produksi dalam rangka pengembangan usaha ini memiliki alur
       yang pada dasarnya serupa dengan proses produksi Chestpiece yang saat ini telah
       dijalankan oleh Perseroan. Namun demikian, terdapat beberapa penyesuaian dalam
       tahapan proses produksi, khususnya berupa penambahan proses finishing serta quality
       inspection tambahan guna memastikan bahwa produk akhir yang dihasilkan memiliki
       kualitas dan performa yang sesuai dengan spesifikasi serta kebutuhan konsumen.

       Dalam implementasinya di area produksi, terdapat peningkatan fokus pada proses
       Quality Control (QC) mengingat produk yang dihasilkan dalam pengembangan usaha
       ini memerlukan tingkat presisi yang lebih tinggi dibandingkan dengan produk yang telah
       diproduksi sebelumnya. Oleh karena itu, Perseroan melakukan beberapa langkah
       antisipatif, antara lain melalui penambahan peralatan pengukuran dan pemeriksaan
       dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi, pelaksanaan pelatihan bagi karyawan baru
       serta penambahan dokumentasi dan catatan mutu sebagai bagian dari sistem
       pengawasan dan pengendalian kualitas.

5.3    Analisis Kelayakan Pola Bisnis

       Dalam menjalankan pengembangan usaha baru, Perseroan didukung oleh tenaga ahli
       profesional yang akan menciptakan keunggulan kompetitif bagi Perseroan dalam
       menjalankan rencana pengembangan usaha. Dengan keunggulan kompetitif yang
       dimiliki, maka Perseroan diperkirakan akan dapat bersaing dengan perusahaan
       kompetitor.

       Adapun beberapa keunggulan Perseroan dalam mendukung pengembangan usaha
       tersebut antara lain sebagai berikut :
         Perseroan merencanakan penggunaan mesin produksi dengan teknologi terbaru
            yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi serta konsistensi kualitas
            produk yang dihasilkan. Selain itu, penggunaan teknologi yang lebih modern
            tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi proses produksi melalui
            percepatan waktu proses (cycle time) secara signifikan.
         Direktur Perseroan memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang usaha ini.
            Selain itu, Perseroan juga telah menjalankan kegiatan usaha sejenis selama kurang
            lebih 3 tahun, meskipun masih dalam skala yang lebih kecil. Kombinasi pengalaman
            manajerial dan pengalaman operasional tersebut menjadi modal yang kuat bagi
            Perseroan untuk bersaing di industri.
         Perseroan menempatkan kepuasan pelanggan sebagai salah satu prioritas utama
            dalam menjalankan kegiatan usahanya. Hal ini tercermin dari kualitas pelayanan
            Perseroan kepada pelanggan yang baik, serta tidak adanya keluhan pelanggan yang
            signifikan selama ini. Komitmen tersebut akan terus dipertahankan dalam
            pengembangan usaha yang direncanakan.


                                                                                              iv
Page 10
                                                                   BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                                   PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Studi Kelayakan - PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk

5.4    Analisis Kelayakan Model Manajemen

       Untuk rencana pengembangan usaha di bidang industri barang logam lainnya,
       Perseroan akan menggunakan 1 tenaga ahli dan 64 tenaga kerja dengan rincian sebagai
       berikut :

       Rincian Tenaga Kerja
               Keterangan           Jumlah           Kualifikasi                  Kompetensi
                                                                   Menguasai proses perencanaan dan
        Tenaga Ahli
                                    1 orang          S1 Teknik     pengoperasian mesin produksi berbasis
        Profesional
                                                                   CNC.
                                                                   - Menguasai dasar-dasar pemrograman
        Leader Computer
                                                 SMK Teknik   G-Code
        Numerical Control          13 orang
                                                   Mesin    - Menguasai pembacaan Technical Draw
        (CNC) Bubut
                                                            - Menguasai teknik pengukuran presisi
                                                 SMK Teknik Menguasai pengetahuan dasar
        Operator CNC Bubut         36 orang
                                                   Mesin    pengoperasian mesin CNC
        Operator CNC                             SMK Teknik Menguasai pengetahuan dasar
                                    9 orang
        Milling                                    Mesin    pengoperasian mesin CNC
        Operator Pressure                        SMK Teknik Menguasai pengetahuan dasar
                                    6 orang
        Test                                       Mesin    pengoperasian mesin CNC

       Tenaga ahli tersebut memiliki kemampuan berdasarkan pengalaman dan pelatihan-
       pelatihan yang telah diikuti. Dengan pengalaman dan pelatihan tersebut, serta kinerja
       selama bekerja di Perseroan, tenaga ahli yang dimiliki diyakini merupakan figur yang
       tepat untuk menjalankan dan mengawasi pelaksanaan kegiatan pengembangan usaha
       yang akan dijalankan oleh Perseroan.

       Untuk menjalankan pengembangan usaha tersebut, keahlian minimum yang wajib
       dimiliki oleh tenaga kerja adalah lulusan SMK Teknik Mesin. Rekrutmen karyawan
       dilaksanakan pada Januari 2026 – Februari 2026.

5.5    Analisis Kelayakan Keuangan

       Analisis ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan suatu proyek, yang akan diuji dengan
       menggunakan beberapa parameter seperti :

       Net Present Value (NPV)

       NPV (Net Present Value) adalah nilai bersih sekarang yang merupakan perbandingan
       antara Present Value (PV) kas bersih dan PV selama umur investasi. Selisih antara kedua
       PV tersebut dikenal dengan Net Present Value. Suatu proyek dikatakan layak atau
       menguntungkan jika NPV-nya lebih besar dari nol.

                       Kas Bersih 1             Kas Bersih 2                  Kas Bersih N
            NPV=                         +                           + …. +                    - Investasi
                        (1 + r )                 (1 + r )2                      (1 + r )n


       NPV positif, maka investasi layak, dan jika NPV negatif, investasi tidak layak.

       NPV proyek menunjukkan angka yang positif yaitu sebesar Rp. 12.948.610.000,-.


                                                                                                             v
Page 11
                                                             BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                             PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Studi Kelayakan - PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk

       Internal Rate of Return (IRR)

       IRR (Internal Rate of Return) adalah merupakan alat untuk mengukur tingkat
       pengembalian hasil, dimana pada proyek yang layak untuk dilaskanakan, tingkat IRR
       yang dihasilkan harus lebih besar dari tingkat diskonto (discounted rate) atau tingkat
       pengembalian yang diharapkan oleh investor.

                                  IRR= i1 +          NPV2
                                                                 + (i2 – i1)
                                               NPV1 – NPV2




       Dimana :
       i1       = tingkat bunga 1 (tingkat discount rate yang menghasilkan NPV1)
       i2       = tingkat bunga 2 (tingkat discount rate yang menghasilkan NPV2)
       NPV1     = net present value 1
       NPV2     = net present value 2

       IRR diatas tingkat diskonto maka investasi layak, dan IRR dibawah tingkat diskonto
       investasi tidak layak.

       IRR yang dihasilkan adalah sebesar 134,09% atau lebih besar dari tingkat pengembalian
       yang diasumsikan sebesar 13,40% per tahun.

       Profitability Index (PI)

       PI (Profitability Index) merupakan rasio aktivitas dari jumlah nilai sekarang penerimaan
       bersih dengan nilai sekarang pengeluaran investasi selama umur investasi. Jika nilai PI
       lebih besar dari 1, maka proyek tersebut layak untuk dijalankan.


                                         ∑PV Kas Bersih
                                  PI=                        X 100%
                                         ∑ PV Investasi

       Apabila PI lebih besar (>) dari 1, maka investasi layak
       Apabila PI lebih kecil (<) dari 1, maka investasi tidak layak

       PI proyek adalah sebesar 2,43586 yang berarti lebih besar dari 1.

       Payback Period (PP)

       PP (Payback Period) adalah periode atau jumlah tahun yang diperlukan untuk
       mengembalikan nilai investasi yang telah dikeluarkan.

                                                 Investasi
                                  PP =                                X 1 tahun
                                            Kas Bersih / Tahun

       PP adalah 1 Tahun 9 Bulan.




                                                                                             vi
Page 12
                                                     BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                     PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Studi Kelayakan - PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk

       Break Even Point (BEP)

       Break Even Point (BEP) adalah titik dimana pendapatan sama dengan modal yang
       dikeluarkan, tidak terjadi kerugian atau keuntungan. Total keuntungan dan kerugian ada
       pada posisi 0 titik break even point yang artinya pada titik ini perusahaan tidak
       mengalami kerugian atau mendapat keuntungan.

       BEP = Biaya Tetap : (Harga jual per unit – biaya variabel per unit)

       Selisih dari pengurangan harga jual per unit dan biaya variabel per unit adalah rumus
       dari margin kontribusi (contribution margin).

       Rata-rata BEP yang dihasilkan adalah sebesar Rp. 4.176.868.000,- atau sebesar
       29,34% dari nilai penjualan.

6.   Kesimpulan

     Berdasarkan hasil analisis atas kelayakan pasar, kelayakan teknis, kelayakan pola bisnis,
     kelayakan model manajemen dan kelayakan keuangan yang seksama, dengan syarat
     semua asumsi-asumsi yang telah diproyeksikan dapat terpenuhi, maka disimpulkan bahwa
     penambahan KBLI baru (KBLI 25999) yaitu pada bidang industri barang logam lainnya
     yang tidak dapat diklasifikasikan di tempat lain yang dilakukan oleh Perseroan adalah
     layak untuk dilaksanakan.




                                                                                            vii
Page 13
                                                                      BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                                       PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk

DAFTAR ISI

SERTIFIKAT
PERNYATAAN PENILAI
RINGKASAN EKSEKUTIF
DAFTAR ISI ................................................................................................................ 1
DAFTAR GAMBAR ...................................................................................................... 2
1      PENDAHULUAN .............................................................................................. 3
1.1    Latar Belakang Penyusunan Laporan .................................................................. 3
1.2    Identifikasi Pemberi Tugas ................................................................................ 3
1.3    Identifikasi Pengguna Laporan........................................................................... 3
1.4    Maksud dan Tujuan Penyusunan Laporan ........................................................... 4
1.5    Ruang Lingkup dan Metode Penyusunan Laporan ................................................ 4
1.6    Tanggal Penilaian ............................................................................................ 5
1.7    Kejadian-kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events).............. 5
1.8    Sumber Informasi ............................................................................................ 5
1.9    Asumsi-Asumsi dan Kondisi Pembatas ................................................................ 6
2      PROFIL PERSEROAN ........................................................................................ 7
2.1    Pendirian Perseroan ......................................................................................... 7
2.2    Struktur Permodalan ........................................................................................ 7
2.3    Maksud dan Tujuan Pendirian Perseroan ............................................................ 7
2.4    Manajemen Sumber Daya Manusia ................................................................... 9
2.5    Aktivitas Usaha Perseroan ............................................................................... 12
2.6    Perizinan....................................................................................................... 13
2.7    Kinerja Keuangan .......................................................................................... 13
3      ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS, MODEL MANAJEMEN DAN POLA BISNIS ........... 19
3.1    Gambaran Umum ......................................................................................... 19
3.2    Analisis Kelayakan Teknis ............................................................................... 22
3.3    Analisis Kelayakan Pola Bisnis ......................................................................... 26
3.4    Analisis Kelayakan Model Manajemen ............................................................. 27
4      ANALISIS KELAYAKAN PASAR .......................................................................... 31
4.1    Kondisi Dan Prospek Makro Ekonomi .............................................................. 31
4.2    Pangsa Pasar dan Sasaran ............................................................................. 37
4.3    Pesaing Usaha .............................................................................................. 39
4.4    Target, Konsep dan Strategi Pemasaran Perseroan ............................................ 39
4.5    Prospek Usaha Perseroan ............................................................................... 40
5      ANALISIS KELAYAKAN KEUANGAN ................................................................. 41
5.1    Rencana Investasi .......................................................................................... 41
5.2    Struktur Modal Investasi dan Modal Kerja ......................................................... 41
5.3    Asumsi–Asumsi dan Proyeksi Keuangan............................................................ 41
5.4    Proyeksi Laporan Keuangan ............................................................................ 46
5.5    Analisis Rasio Proyeksi Keuangan Setelah Penambahan Kegiatan Usaha .............. 47
5.6    Analisis Kelayakan ......................................................................................... 47
5.7    Kesimpulan ................................................................................................... 49




                                                                                                              Halaman - 1
Page 14
                                                                    BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                                     PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk

DAFTAR TABEL

Tabel 1 Susunan Pemegang Saham Perseroan per 30 April 2026 .................................. 5
Tabel 2 Susunan Pemegang Saham Perseroan ............................................................. 7
Tabel 3 Rincian Tenaga Kerja .................................................................................. 11
Tabel 4 Laporan Laba Rugi Dan Penghasilan Komprehensif Lain Perseroan (Rp. 000,-) .. 14
Tabel 5 Laporan Posisi Keuangan Perseroan (Rp. 000,-) ............................................. 15
Tabel 6 Laporan Arus Kas Perseroan (Rp. 000,-) ........................................................ 17
Tabel 7 Analisis Rasio Perseroan .............................................................................. 18
Tabel 8 Mesin Produksi ........................................................................................... 22
Tabel 9 Tata Kelola Limbah dan Sampah .................................................................. 24
Tabel 10 Kapasitas dan Target Kegiatan Usaha Produk Heatsink ................................... 24
Tabel 11 Kapasitas dan Target Kegiatan Usaha Produk Otomotif................................... 25
Tabel 12 Jadwal Pelaksanaan Pengembangan Kegiatan Usaha Baru .............................. 25
Tabel 13 Kualifikasi Tenaga Kerja .............................................................................. 26
Tabel 14 Rincian Tenaga Kerja .................................................................................. 27
Tabel 15 Rincian Tenaga Kerja .................................................................................. 30
Tabel 16 Pertumbuhan Ekonomi Dunia 2025 & Proyeksi 2026-2027 (%)........................ 31
Tabel 17 Pertumbuhan PDB per Tahun dan Inflasi ........................................................ 31
Tabel 18 Laju Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Menurut Lapangan Usaha (%) ................ 33
Tabel 19 Perusahaan Pesaing Perseroan ..................................................................... 39
Tabel 20 Rincian Investasi.......................................................................................... 41
Tabel 21 Proyeksi Target Produksi (Pieces/Bulan) ......................................................... 41
Tabel 22 Proyeksi Pendapatan Kegiatan Usaha Baru (Rp. 000,-) .................................... 42
Tabel 23 Proyeksi Beban Pokok Penjualan dan Beban Operasional kegiatan usaha baru
         (Rp. 000) ................................................................................................... 43
Tabel 24 Unlevered Beta Industri Sejenis ..................................................................... 44
Tabel 25 Perhitungan Biaya Modal Ekuitas .................................................................. 44
Tabel 26 Perhitungan WACC ..................................................................................... 45
Tabel 27 Proyeksi Laporan Laba Rugi Kegiatan Usaha Baru .......................................... 46
Tabel 28 Analisis Profitabilitas dan Analisis Timbal Balik Investasi Kegiatan Usaha Baru .... 46
Tabel 29 Analisis Rasio Perseroan Setelah Dilaksanakannya Pengembangan Usaha ......... 47


DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Struktur Organisasi Perseroan .................................................................. 11
Gambar 2 Produk-produk Masker Perseroan ............................................................. 12
Gambar 3 Produk-produk Alat Kesehatan Perseroan .................................................. 12
Gambar 4 Lokasi Pabrik 1 ....................................................................................... 19
Gambar 5 Lokasi Pabrik 2 ....................................................................................... 20
Gambar 6 Layout Pabrik 1....................................................................................... 21
Gambar 7 Alur Proses Produksi ................................................................................ 23
Gambar 8 Struktur Organisasi Perseroan Setelah Pengembangan Usaha Baru .............. 30
Gambar 9 Perkembangan Inflasi IHK ........................................................................ 34
Gambar 10 Perubahan Nilai Tukar Rupiah .................................................................. 34
Gambar 11 Suku Bunga Perbankan (%) ...................................................................... 35
Gambar 12 Metal Finishing Market Size and Share ...................................................... 36
Gambar 13 Analisis Sensitivitas .................................................................................. 49




                                                                                                           Halaman - 2
Page 15
                                                      BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                       PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk

1     PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang Penyusunan Laporan

      PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk, selanjutnya dalam laporan ini disebut “Perseroan”,
      adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang industri pengolahan serta
      perdagangan besar dan eceran. Kegiatan usaha utama Perseroan meliputi industri
      tekstil lainnya yang tidak dapat diklasifikasikan di tempat lain antara lain industri non
      woven (bukan tenunan), industri barang dari karet untuk kesehatan, industri barang
      plastik lainnya yang tidak dapat di klasifikasikan di tempat lain, industri peralatan
      elektromedikal dan elektroterapi, industri sepeda dan kursi roda termasuk becak,
      industri peralatan kedokteran gigi serta perlengkapannya, serta bidang perdagangan
      besar dan eceran yang meliputi perdagangan besar alat laboratorium, alat farmasi dan
      alat kedokteran untuk manusia.

      Perseroan berencana untuk melakukan pengembangan usaha yaitu pada bidang
      industri barang logam lainnya yang tidak dapat diklasifikasikan di tempat lain
      (selanjutnya disebut YTDL) (KBLI 25999), yang mencakup pembuatan berbagai produk
      logam kecil dan spesifik, seperti jepitan rambut, peniti, staples, rantai, paku, lencana,
      tanda logam, kerangka payung serta berbagai barang logam lainnya yang kecil.
      Lingkup kegiatan yaitu pembuatan barang logam yang tidak mencakup peralatan
      dapur, alat rumah tangga logam, brankas atau produk yang sudah diklasifikasikan
      secara khusus YTDL.

      Dalam rangka merealisasikan rencana di atas, Perseroan memerlukan pihak
      independen untuk melakukan kajian dan analisis kelayakan atas rencana Perseroan
      untuk melakukan pengembangan usaha. Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa Penilai
      Publik Budi, Edy, Saptono dan Rekan (“KJPP BEST”) untuk pembuatan studi kelayakan
      ini, yang diharapkan dapat melakukan kajian secara objektif dan independen, sesuai
      dengan Proposal Jasa Studi Kelayakan Pengembangan Usaha No. 051/bs-BEST/HMI-
      FS/XII/25, tanggal 16 Desember 2025.

1.2   Identifikasi Pemberi Tugas

        Pemberi Tugas                :    PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk.
                                          Selanjutnya disebut “Perseroan”.
        Bidang Usaha                 :    Bergerak dalam bidang produksi dan distribusi alat
                                          kesehatan.
        Alamat Kantor Pusat          :    Kompleks Blue Sky Industrial (BSI) Kav. 09,
                                          Jalan Nanjung No. 02, Leuwigajah,
                                          Kota Cimahi, Jawa Barat 40532
                                          Telepon : (022) 6679409
                                          Email     : info@hetzermedicalindonesia.co.id
                                          Website : www.evoplusmed.com

1.3    Identifikasi Pengguna Laporan

       Pengguna laporan dalam hal ini adalah sama dengan Pemberi Tugas, yaitu
       Perseroan.




                                                                                    Halaman - 3
Page 16
                                                          BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                          PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk

1.4   Maksud dan Tujuan Penyusunan Laporan

      Laporan studi kelayakan ini bertujuan untuk menyatakan pendapat atas kelayakan
      proyek yang akan dijalankan oleh Perseroan dan sebagai informasi bagi pihak
      Manajemen Perseroan dan publik berkaitan dengan rencana untuk melakukan
      pengembangan usaha. Perseroan berencana untuk melakukan pengembangan usaha
      pada bidang industri barang logam lainnya YTDL (KBLI 25999).

      Selain itu, laporan studi kelayakan ini juga disusun untuk memenuhi Peraturan Otoritas
      Jasa Keuangan (POJK) No. 17/POJK.04/2020 Tentang Transaksi Material Dan
      Perubahan Kegiatan Usaha.

      Laporan ini disusun sebagai bahan pertimbangan bagi Perseroan untuk mendapatkan
      penilaian objektif mengenai prospek usaha Perseroan sehubungan dengan rencana
      pengembangan usaha tersebut.

      Sehubungan dengan adanya perubahan yang kami lakukan pada laporan yang telah
      kami terbitkan dengan No. 00009/2.0033-00/BS/04/0191/1/IV/2026, tanggal
      09 April 2026, maka kami melakukan revisi dengan diterbitkannya laporan ini. Revisi
      tersebut dikarenakan terdapat perubahan pada bab pendahuluan, bab profil
      perseroan, analisis kelayakan teknis, model manajemen dan pola bisnis, analisis
      kelayakan pasar, serta bab analisis kelayakan keuangan.

1.5   Ruang Lingkup dan Metode Penyusunan Laporan

      Laporan ini kami susun berdasarkan data dari Manajemen Perseroan serta data lain
      yang relevan dan hasil wawancara dengan Manajemen Perseroan.

      Metode yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan ini adalah :
       Analisis Kelayakan Pasar
          Melakukan kajian atas kondisi pasar, seperti pangsa pasar, kesinambungan
          (sustainability), potensi pasar, sasaran dan potensi nilai pasar. Disamping itu juga
          melakukan analisis atas pesaing usaha serta strategi pemasaran.
       Analisis Kelayakan Teknis
          Melakukan kajian terhadap kapasitas dan target bisnis, serta memperhatikan
          ketersediaan dan kualitas sumber daya, pekerja dan ahli profesional. Kajian teknis
          juga meliputi proses produksi secara umum.
       Analisis Kelayakan Pola Bisnis
          Pada aspek ini, analisis mencakup keunggulan kompetitif karena keunikan pola
          bisnis yang diajukan Perseroan, kemampuan para pesaing untuk meniru produk
          yang dihasilkan serta kemampuan untuk menciptakan nilai.
       Analisis Kelayakan Model Manajemen
          Kajian yang dilakukan pada aspek ini meliputi ketersediaan tenaga kerja,
          manajemen kekayaan intelektual (intellectual property), manajemen risiko,
          kapasitas dan kemampuan manajemen serta kesesuaian struktur organisasi dan
          manajemen.
       Analisis Kelayakan Keuangan
          Sebagai muara dari seluruh aspek yang dikaji, maka aspek keuangan akan
          mengkaji paling kurang meliputi rencana investasi, sumber pembiayaan, biaya
          operasional, proyeksi laporan keuangan, analisis titik impas (break even analysis),
          analisis profitabilitas (profitability analysis) serta analisis tingkat imbal balik investasi
          (overall return on investment).
                                                                                           Halaman - 4
Page 17
                                                      BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                       PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk

1.6   Tanggal Penilaian

      Tanggal penilaian (cutoff date) yaitu tanggal pada saat Nilai, hasil penilaian, atau
      perhitungan manfaat ekonomi dinyatakan. Pada laporan ini, tanggal penilaian adalah
      per 31 Desember 2025, dimana batas tersebut diambil atas dasar pertimbangan
      kepentingan dan tujuan penilaian.

1.7   Kejadian-kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)

      Berdasarkan Surat Biro Administrasi Efek No. 31/SG-CA/LB-MEDS/V/2026, tanggal
      5 Mei 2026, yang dikeluarkan oleh PT Sinartama Gunita, susunan pemegang saham
      Perseroan per 30 April 2026 adalah sebagai berikut :

      Tabel 1 Susunan Pemegang Saham Perseroan per 30 April 2026
                                           Jumlah Saham      Nilai Saham        Komposisi
          Nama Pemegang Saham
                                              (Lembar)           (Rp)               (%)
       Jemmy Kurniawan                        912.570.900   18.251.418.000              58,4%
       Masyarakat                              649.929100   12.998.582.000              41,6%
                  Jumlah                    1.562.500.000   31.250.000.000             100,0%
      Sumber : Surat Biro Administrasi Efek No. 31/SG-CA/LB-MEDS/V/2026, tanggal 5 Mei 2026

1.8   Sumber Informasi

      Laporan ini kami susun berdasarkan data dari Manajemen Perseroan, hasil
      pengamatan kami di lapangan serta data lain yang relevan yang meliputi :

       Laporan keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal
        31 Desember 2021 yang diaudit oleh Akuntan Publik Andiek Nugroho, S.E., Ak.,
        M.Ak., CA., CPA., dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Heliantono & Rekan,
        sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00186/2.0459/AU.1/04/1664-
        2/1/lll/2022, tertanggal 25 Maret 2022, dengan opini wajar tanpa modifikasian.
       Laporan keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal
        31 Desember 2022 yang diaudit oleh Akuntan Publik Andiek Nugroho, S.E., Ak.,
        M.Ak., CA., CPA., dari KAP Heliantono & Rekan, sebagaimana tertuang dalam
        laporannya      No.    00124/2.0459/AU.1/04/1664-3/1/ll/2023,        tertanggal
        23 Februari 2023, dengan opini wajar tanpa modifikasian.
       Laporan keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal
        31 Desember 2023 yang diaudit oleh Akuntan Publik Hardiz Steve Siahaan, M.Ak.,
        M.M., CPA., CA., Ak., dari KAP Heliantono & Rekan, sebagaimana tertuang dalam
        laporannya No. 00180/2.0459/AU.1/04/1500-1/1/lll/2024, tertanggal 4 Maret
        2024, dengan opini wajar tanpa modifikasian.
       Laporan keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal
        31 Desember 2024 yang diaudit oleh Akuntan Publik Andiek Nugroho, S.E., Ak.,
        M.Ak., CA., CPA., dari KAP Heliantono & Rekan, sebagaimana tertuang dalam
        laporannya No. 00317/2.0459/AU.1/04/1664-4/1/III/2025, tertanggal 25 Maret
        2025, dengan opini wajar tanpa modifikasian.
       Laporan keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal
        31 Desember 2025 yang diaudit oleh Akuntan Publik Andiek Nugroho, S.E., Ak.,
        M.Ak., CA., CPA., dari KAP Heliantono & Rekan, sebagaimana tertuang dalam
        laporannya No. 00356/2.0459/AU.1/04/1664-5/1/III/2026, tertanggal 26 Maret
        2026, dengan opini wajar tanpa modifikasian.

                                                                                  Halaman - 5
Page 18
                                                      BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                       PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk

       Rencana konsep pengembangan, rencana penjualan, biaya investasi dan biaya
        lainnya diperoleh dari Manajemen Perseroan.
       Proyeksi keuangan tahun 2026-2030 yang digunakan dalam penilaian merupakan
        proyeksi yang disusun oleh Manajemen Perseroan dan telah disesuaikan oleh
        Penilai.
       Kami telah melakukan wawancara dan diskusi dengan Tim Manajemen Perseroan
        yaitu dengan Ibu Fancy Marsiana selaku Direktur Keuangan, Bapak Herry selaku
        Direktur Operasional dan Bapak Asep selaku Manajer Produksi Perseroan.
       Dokumen dan informasi lain.

1.9   Asumsi-Asumsi dan Kondisi Pembatas

      1. Laporan penilaian usaha bersifat non-disclaimer opinion.
      2. Penilai usaha telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang
          digunakan dalam proses penilaian.
      3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
          keakuratannya.
      4. Proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran
          proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
          pencapaiannya (fiduciary duty).
      5. Penilai usaha bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran
          proyeksi keuangan.
      6. Laporan penilaian usaha yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
          bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
      7. Penilai usaha bertanggung jawab atas laporan penilaian usaha dan kesimpulan
          nilai akhir.
      8. Penilai usaha telah memperoleh informasi atas status hukum obyek penilaian dari
          pemberi tugas.
      9. Kami tidak mempunyai kepentingan terhadap aset, kepemilikan atau kepentingan
          bisnis yang menjadi subyek dari penilaian ini, baik untuk saat ini maupun di masa
          mendatang.
      10. Kami tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk berpihak
          berkenaan dengan subyek dari laporan ini maupun pihak-pihak yang terlibat di
          dalamnya.
      11. Kompensasi yang kami terima dari penugasan penilaian ini tidak dikaitkan dengan
          nilai yang dilaporkan didasarkan pada hasil penilaian yang telah ditentukan
          sebelumnya.
      12. Berdasarkan pengetahuan dan keyakinan kami, pernyataan-pernyataan mengenai
          fakta dalam laporan ini yang menjadi dasar dari analisis, kesimpulan dan opini
          yang kami nyatakan adalah benar.
      13. Analisis, opini dan kesimpulan yang telah dibuat, dalam laporan ini telah disusun
          sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII-2018 dan Peraturan
          Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 35/POJK.04/2020 Tentang Penilaian Dan
          Penyajian Laporan Penilaian Bisnis Di Pasar Modal.




                                                                                Halaman - 6
Page 19
                                                      BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                       PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk

2     PROFIL PERSEROAN

2.1    Pendirian Perseroan

       PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk, selanjutnya dalam laporan ini disebut “Perseroan”
       didirikan berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas No. 12, tanggal 31 Desember
       2010, yang dibuat di hadapan Cahya Suryana, S.H., Notaris di Bandung, yang telah
       disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
       Keputusan No. AHU-06450.AH.01.01.Tahun 2011, tanggal 8 Februari 2011 dan
       telah dimuat dalam Tambahan Berita Negara R.I. No. 59, tanggal 24 Juli 2012.

       Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, dimana
       perubahan terakhir didasarkan pada Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham
       Luar Biasa No. 5, tanggal 30 April 2025, yang dibuat di hadapan Dr. Erny
       Kencanawati, S.H., M.H., Notaris di Bandung, mengenai perubahan susunan pengurus
       Perseroan. Akta tersebut telah diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi Badan
       Hukum, Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum Republik
       Indonesia sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.09-0238384, tanggal
       14 Mei 2025.

2.2    Struktur Permodalan

       Susunan pemegang saham Perseroan berdasarkan laporan keuangan audit per
       31 Desember 2025, adalah sebagai berikut :

       Tabel 2 Susunan Pemegang Saham Perseroan
                                        Jumlah Saham      Nilai Saham        Komposisi
          Nama Pemegang Saham
                                           (Lembar)           (Rp)             (%)
        Jemmy Kurniawan                    994.000.000   19.880.000.000           63,62%
        Fancy Marsiana                      56.800.000    1.136.000.000            3,64%
        Masyarakat                         511.700.000   10.234.000.000           32,75%
                  Jumlah                 1.562.500.000   31.250.000.000         100,00%
       Sumber : Laporan keuangan audit per 31 Desember 2025

       Susunan pemegang saham per 31 Desember 2025, juga tercatat pada Surat Biro
       Administrasi Efek No. 52/SG-CA/LB-MEDS/I/2026, tanggal 5 Januari 2026, yang
       dikeluarkan oleh PT Sinartama Gunita.

       Pada tanggal 10 Agustus 2022, Perseroan resmi tercatat sebagai perusahaan terbuka
       (Tbk) yang ada di Bursa Efek Indonesia. Pengendali dan pemilik manfaat Perseroan
       adalah Bapak Jemmy Kurniawan.

2.3    Maksud dan Tujuan Pendirian Perseroan

       Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan serta kegiatan
       usaha Perseroan adalah menjalankan usaha dibidang industri pengolahan serta
       perdagangan besar, perdagangan eceran, perawatan mobil dan sepeda motor. Untuk
       mencapai maksud dan tujuan tersebut, Perseroan dapat melakukan kegiatan-kegiatan
       usaha sebagai berikut :

          Industri tekstil lainnya yang tidak dapat diklasifikasikan di tempat lain.
           Industri Non Woven (bukan tenunan), mencakup usaha industri kain yang dibuat
           tanpa dengan proses anyaman atau perajutan, seperti kain kempa, kain felting dan
                                                                                Halaman - 7
Page 20
                                                       BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                        PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk

           kain laken. Termasuk industri kain untuk keperluan pelayanan kesehatan manusia,
           seperti duk operasi (surgical drape); baju, masker, penutup kepala dan
           perlengkapan non woven lain untuk operasi dan pembalut luka non woven. (KBLI
           13993)
          Industri barang dari karet lainnya.
           Industri Barang Dari Karet Untuk Kesehatan, mencakup usaha pembuatan barang
           dari karet untuk kebutuhan menunjang kesehatan, antara lain seperti sarung
           kontrasepsi (KB)/kondom, dot dan alat kompres, sarung tangan karet medis dan
           kateter urin (folley catheter). (KBLI 22194)
          Industri barang dari plastik lainnya.
           Industri barang plastik lainnya yang tidak dapat diklasifikasikan di tempat lain,
           mencakup usaha pembuatan barang-barang yang belum diklasifikasikan
           dimanapun, seperti peralatan kantor/pendidikan, peralatan kesehatan/
           laboratorium dari plastik, film atau lembaran kertas kaca (cellophane), batu buatan
           dari plastik, tanda dari plastik (bukan listrik), berbagai barang plastik, seperti tutup
           kepala, peralatan penyekat, bagian dari peralatan penerangan, barang-barang
           kantor atau sekolah, barang-barang pakaian (jika hanya disegel atau disatukan,
           tidak dijahit), perlengkapan untuk furnitur, patung, tape perekat dari plastik, kertas
           dinding plastik, alas sepatu dari plastik, pegangan cerutu dan rokok dari plastik,
           sisir, pengeriting rambut dari plastik, barang kesenangan dari plastik dan
           sebagainya. Termasuk juga pembuatan barang dari busa plastik. Pembuatan
           barang-barang peralatan olahraga dimasukkan dalam kelompok 32300.
           Pembuatan mainan anak-anak dari plastik dimasukkan dalam kelompok 32402.
           Pembuatan tas, buku saku dan sejenisnya dari kulit dan kulit - buatan
           diklasifikasikan dalam kelompok 15121. (KBLI-22299)
          Industri peralatan iradiasi, elektromedikal dan elektroterapi.
           Industri peralatan elektromedikal dan elektroterapi, mencakup pembuatan
           peralatan dan perlengkapan elektromedikal dan elektroterapi, seperti peralatan
           electrocardiograph, peralatan test mata (termasuk reflektor, endoscope dan lain-
           lain), ozone therapy, oxygen therapy, penangkap citra (scanner) untuk diagnosa
           medis, peralatan MRI (magnetic resonce imaging), peralatan ultrasound medis,
           peralatan endoskopi elektromedikal, peralatan laser medis, peralatan alat bantu
           dengar dan peralatan alat pacu jantung. (KBLI 26602)
          Industri sepeda dan kursi roda.
           Industri sepeda dan kursi roda termasuk becak, mencakup usaha pembuatan dan
           perakitan macam-macam sepeda dan becak, seperti sepeda tanpa motor, sepeda
           roda tiga (pengantar), tandem (sepeda gandeng) dan sepeda anak anak baik roda
           dua maupun roda tiga, termasuk pula pembuatan kereta bayi dan kendaraan
           difabel atau kursi roda baik bermotor maupun tidak. (KBLI 30921)
          Industri peralatan kedokteran dan kedokteran gigi serta perlengkapannya.
           Industri furnitur untuk operasi, perawatan kedokteran dan kedokteran gigi,
           mencakup pembuatan perabot atau furnitur untuk kegiatan operasi, perawatan,
           kedokteran gigi dan kedokteran hewan, seperti meja operasi, tiang infus, tempat
           tidur rumah sakit dengan peralatan mekanik dan kursi untuk pemeriksaan dan
           perawatan gigi. (KBLI 32501)
          Industri peralatan kedokteran dan kedokteran gigi, perlengkapan orthopaedic dan
           prosthetic.
           Industri peralatan kedokteran dan kedokteran gigi, perlengkapan orthopaedic dan
           prosthetic, mencakup pembuatan peralatan dan perlengkapan untuk pemeriksaan
           kesehatan, operasi, kedokteran gigi dan kedokteran hewan, seperti
           electrocardiograph, alat-alat bor gigi, peralatan test mata (termasuk reflektor,
           endoscope, dan lain-lain), jarum suntik, peralatan sterilisasi, peralatan pijat, ozone
                                                                                       Halaman - 8
Page 21
                                                      BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                       PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk

           therapy, oxygen therapy, peralatan pernapasan buatan, perlengkapan orthopaedic
           dan prosthetic (crutches, surgical belts and trussers, orthopaedic corsets and shoes
           dan lain-lain), thermometer kedokteran, tungku pembakar laboratorium
           kedokteran gigi, mesin pembersihan ultrasonik laboratorium, peralatan destilasi
           laboratorium, alat sentrifugal laboratorium, pelat dan baut tulang (bone plates and
           screws), alat suntik, jarum suntik, kateter, cannulae dan sebagainya, peralatan
           kedokteran gigi (termasuk kursi periksa dokter gigi yang tergabung dengan
           perlengkapan dokter gigi lainnya), gigi buatan dan sebagainya yang dibuat di
           laboratorium kedokteran gigi, mata buatan dari gelas dan peralatan tubuh palsu
           lainnya, seperti mata palsu, tengkorak palsu dan bagian-bagian dalam tubuh
           palsu. Kelompok ini juga mencakup pembuatan berbagai peralatan dan
           perlengkapan dalam bentuk instrumen bedah, antara lain seperti gunting, pinset,
           tang. (KBLI 32502)
          Industri peralatan kedokteran dan kedokteran gigi serta perlengkapan lainnya.
           Industri peralatan kedokteran dan kedokteran gigi serta perlengkapan lainnya,
           mencakup usaha pembuatan peralatan kedokteran dan kedokteran gigi serta
           perlengkapan lainnya yang belum tercakup dalam kelompok 32501 sampai
           dengan 32503, seperti kain dan benang steril/benang bedah dan kertas tisu untuk
           operasi, semen dan penambal gigi (kecuali perekat gigi palsu 20234), lilin gigi
           dan preparat plester gigi lainnya, semen rekonstruksi tulang, masker medis seperti
           surgical mask. (KBLI 32509)
          Perdagangan besar produk lainnya termasuk barang sisa dan potongan yang tidak
           dapat diklasifikasikan di tempat lain,
           Perdagangan besar alat laboratorium, alat farmasi dan alat kedokteran untuk
           manusia, mencakup usaha perdagangan besar alat laboratorium, alat farmasi dan
           alat kedokteran untuk manusia. (KBLI 46691)

2.4   Manajemen Sumber Daya Manusia

      Berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 5,
      tanggal 30 April 2025, yang dibuat di hadapan Dr. Erny Kencanawati, S.H., M.H.,
      Notaris di Bandung, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan adalah sebagai
      berikut :

      Dewan Komisaris
      Komisaris Utama                   : Jemmy Kurniawan
      Komisaris                         : Alvi Hadi Sugondo
      Komisaris Independen              : Alexander Tjandana Martjaputra Koentoro

      Direksi
      Direktur Utama                    : dr. Yenny Marlina
      Direktur                          : Herry
      Direktur                          : Fancy Marsiana

      Berikut ini adalah latar belakang dan pengalaman para pengelola Perseroan :

          Jemmy Kurniawan – Komisaris Utama
           Beliau ditunjuk sebagai Komisaris Utama Perseroan berdasarkan Akta Keputusan
           Para Pemegang Saham No. 11, tanggal 5 April 2022. Beliau merupakan lulusan
           Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Farmasi BPK Penabur Bandung. Jabatan Beliau
           sebelumnya antara lain sebagai Direktur Utama sejak tahun 2010 hingga tahun
           2021.
                                                                                    Halaman - 9
Page 22
                                                      BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                       PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk

         Alvi Hadi Sugondo – Komisaris
          Beliau ditunjuk sebagai Komisaris Perseroan berdasarkan Akta Berita Acara Rapat
          Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan No. 31, tanggal 28 Maret 2024.
          Jabatan Beliau sebelumnya antara lain sebagai Direktur pada PT Karya Pratama
          tahun 2001 hingga 2015, serta sebagai Direktur pada PT Medis Raya sejak tahun
          2016 hingga saat ini.

       Alexander Tjandana Martjaputra Koentoro – Komisaris Independen
        Beliau ditunjuk sebagai Komisaris Independen Perseroan berdasarkan Akta
        Pernyataan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 5 tanggal
        30 April 2025. Beliau memiliki gelar Sarjana Bidang Pertambangan dari Institut
        Teknologi Bandung (ITB) dan meraih gelar Magister Manajemen dari Sekolah Tinggi
        Ilmu Manajemen Jakarta. Jabatan Beliau sebelumnya antara lain sebagai konsultan
        Direksi BCA (kredit konsumen), Branch Manager Citibank Bandung, Credit Card
        Manager, Marketing Manager, Credit Control Manager, Vice Branch Manager, dan
        Management Trainee di BCA, Assistant Manager dan Customer Retention
        Department PT Unicor Prima Motor serta Management Trainee PT Intisalim Corpora.

         dr. Yenny Marlina – Direktur Utama
          Beliau ditunjuk sebagai Direktur Utama Perseroan berdasarkan Akta Berita Acara
          Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan No. 31, tanggal 28 Maret
          2024. Beliau memiliki gelar Sarjana Kedokteran dari Universitas Kristen Maranatha
          Bandung (2005) dan Profesi Dokter di Universitas Kristen Maranatha Bandung
          (2008). Jabatan Beliau sebelumnya antara lain sebagai Manager Marketing Midtou
          Sekuritas (2008 - 2009), Dokter Rumah Sakit Santosa International (2009 - 2011),
          Dokter Zanetta Skin Care (2011- 2014) serta General Manager dan Sekretaris
          Perseroan (2024).

         Herry – Direktur
          Beliau ditunjuk sebagai Direktur Perseroan berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan
          Rapat Perseroan No. 02, tanggal 3 April 2023. Beliau memiliki gelar Sarjana Teknik
          dari Universitas Kristen Maranatha Bandung. Jabatan Beliau sebelumnya antara lain
          sebagai Direktur PT Bisma Putra Persada (2005 - 2022), Direktur PT Arcotech
          Indonesia (2011- sekarang) serta Komisaris PT Bisma Anugrah Plasindo (2018 -
          sekarang).

         Fancy Marsiana – Direktur
          Beliau ditunjuk sebagai Direktur Perseroan berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan
          Para Pemegang Saham Perseroan No. 11, tanggal 5 April 2022. Beliau memiliki
          gelar Diploma 3 Fakultas Ekonomi - PAAP dari Universitas Padjajaran Bandung
          (1989) dan meraih gelar Sarjana Fakultas Hukum Keperdataan dari Universitas
          Katolik Parahyangan Bandung (1992). Jabatan Beliau sebelumnya antara lain
          sebagai Analis Kredit PT Bank NISP Bandung (1992 - 1993), Kepala Keuangan
          Pabrik Sepatu Nike Banjaran PT Feng Tay Indonesia Enterprise (1993-1996) serta
          Internal Audit Sanggar Indah Group Bandung (PT Sanggarindah Karya Sentosa
          Raya, PT Dimas Pratama Indah, PT Sinar Kamasan Indah, PT Multi Sanggar Utama)
          (1996 - 2019).




                                                                                Halaman - 10
Page 23
                                                       BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                       PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk

      Dalam melaksanakan kegiatan usahanya, hingga tanggal 31 Desember 2025,
      Perseroan memiliki 16 karyawan tetap.

      Untuk rencana pengembangan usaha di bidang industri barang logam lainnya,
      Perseroan akan menggunakan 1 tenaga ahli dan 64 tenaga kerja dengan rincian
      sebagai berikut :

      Tabel 3 Rincian Tenaga Kerja
                            Keterangan                           Jumlah Tenaga Kerja
       Tenaga Ahli Profesional                                         1 orang
       Leader Computer Numerical Control (CNC) Bubut                  13 orang
       Operator CNC Bubut                                             36 orang
       Operator CNC Milling                                            9 orang
       Operator Pressure Test                                          6 orang
      Sumber : Manajemen Perseroan

      Tenaga ahli tersebut memiliki kemampuan berdasarkan pengalaman dan pelatihan-
      pelatihan yang telah diikuti. Dengan pengalaman dan pelatihan tersebut, serta kinerja
      selama bekerja di Perseroan, tenaga ahli yang dimiliki diyakini merupakan figur yang
      tepat untuk menjalankan dan mengawasi pelaksanaan kegiatan pengembangan usaha
      yang akan dijalankan oleh Perseroan.

      Untuk menjalankan pengembangan usaha tersebut, keahlian minimum yang wajib
      dimiliki oleh tenaga kerja adalah lulusan SMK Teknik Mesin. Rekrutmen karyawan
      dilaksanakan pada Januari 2026 – Februari 2026.

      Berikut adalah struktur organisasi Perseroan :

      Gambar 1 Struktur Organisasi Perseroan




      Sumber : Manajemen Perseroan




                                                                                 Halaman - 11
Page 24
                                                      BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                       PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk

2.5   Aktivitas Usaha Perseroan

      Pada tahun 2011, Perseroan mengawali kegiatan bisnisnya sebagai manufaktur alat
      kesehatan. Komoditas yang diproduksi adalah masker kesehatan dan bouffant cap
      dengan merek dagang Evo dan Evo Plusmed. Disamping itu, Perseroan juga
      memproduksi merek dagang dari perusahaan lain (maklon).

      Gambar 2 Produk-produk Masker Perseroan




      Sumber : Manajemen Perseroan

      Pada tahun 2022, Perseroan meluncurkan produk baru yaitu Stethoscope dan
      Sphygmomanometer, sekaligus mencatatkan diri sebagai produsen Chestpiece
      (komponen utama stethoscope) pertama di Indonesia. Adapun sebagian besar
      komponen produk tersebut harus didatangkan secara impor.

      Gambar 3 Produk-produk Alat Kesehatan Perseroan




      Sumber : Manajemen Perseroan

                                                                          Halaman - 12
Page 25
                                                      BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                       PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk

      Visi :
      Menjadi salah satu produsen alat kesehatan terkemuka di Indonesia dengan di
      dukung oleh produk yang inovatif, berkualitas serta Manajemen Perseroan yang
      kuat.

      Misi :
      1. Mengupayakan perbaikan serta peningkatan kualitas hidup secara medis.
      2. Menerapkan Cara Pembuatan Alat Kesehatan yang Baik (CPAKB) dalam sistem
           manajemen untuk menjamin setiap produk yang dihasilkan memiliki kualitas dan
           sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku.
      3. Menciptakan profit dalam kegiatan bisnisnya untuk menjamin agar Perseroan
           dapat memberikan pelayanan secara berkesinambungan, serta meningkatkan
           kesejahteraan serta kompetensi seluruh karyawannya.

2.6   Perizinan

      Dalam menjalankan kegiatan dan untuk menunjang aktivitas usahanya, berikut adalah
      perizinan yang telah dimiliki oleh Perseroan :

         NPWP No. 31.284.167.9-421.000, yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal
          Pajak Republik Indonesia.
         Izin Usaha (Izin Usaha Industri), yang dikeluarkan oleh Pemerintah Republik
          Indonesia c.q. Lembaga Pengelola dan Penyelenggara OSS, di terbitkan tanggal
          7 Agustus 2018.
         Izin Usaha (Izin Perusahaan Rumah Tangga (PRT) Alat Kesehatan dan PKRT), yang
          dikeluarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia c.q. Lembaga Pengelola dan
          Penyelenggara OSS, di terbitkan tanggal 7 Agustus 2018.
         Nomor Induk Berusaha (NIB) No. 8120106840674, yang dikeluarkan oleh
          Pemerintah Republik Indonesia c.q. Lembaga Pengelola dan Penyelenggara OSS.

2.7   Kinerja Keuangan

      Perkembangan Laporan keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir pada
      tanggal 31 Desember 2021 yang diaudit oleh Akuntan Publik Andiek Nugroho, S.E.,
      Ak., M.Ak., CA., CPA., dari KAP Heliantono & Rekan, sebagaimana tertuang dalam
      laporannya No. 00186/2.0459/AU.1/04/1664-2/1/lll/2022, tertanggal 25 Maret
      2022, dengan opini wajar tanpa modifikasian, laporan keuangan Perseroan untuk
      periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang diaudit oleh Akuntan
      Publik Andiek Nugroho, S.E., Ak., M.Ak., CA., CPA., dari KAP Heliantono & Rekan,
      sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00124/2.0459/AU.1/04/1664-3/1/ll/
      2023, tertanggal 23 Februari 2023, dengan opini wajar tanpa modifikasian, laporan
      keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
      yang diaudit oleh Akuntan Publik Hardiz Steve Siahaan, M.Ak., M.M., CPA., CA., Ak.,
      dari KAP Heliantono & Rekan, sebagaimana tertuang dalam laporannya
      No. 00180/2.0459/AU.1/04/1500-1/1/lll/2024, tertanggal 4 Maret 2024, dengan
      opini wajar tanpa modifikasian, laporan keuangan Perseroan untuk periode yang
      berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang diaudit oleh Akuntan Publik Andiek
      Nugroho, S.E., Ak., M.Ak., CA., CPA., dari KAP Heliantono & Rekan, sebagaimana
      tertuang dalam laporannya No. 00317/2.0459/AU.1/04/1664-4/1/III/2025,
      tertanggal 25 Maret 2025, dengan opini wajar tanpa modifikasian dan laporan
      keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
      yang diaudit oleh Akuntan Publik Andiek Nugroho, S.E., Ak., M.Ak., CA., CPA., dari
                                                                             Halaman - 13
Page 26
                                                      BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                       PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk

      KAP Heliantono & Rekan, sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00356/
      2.0459/AU.1/04/1664-5/1/III/2026, tertanggal 26 Maret 2026, dengan opini wajar
      tanpa modifikasian, adalah sebagai berikut :

   Tabel 4 Laporan Laba Rugi Dan Penghasilan Komprehensif Lain Perseroan (Rp. 000,-)
          KETERANGAN                2021          2022             2023            2024           2025
    Penjualan                   75.789.667     37.737.428      22.723.318        6.391.014      6.629.088
    Beban pokok penjualan      (20.460.955) (16.234.556) (11.971.312)           (5.540.481)    (6.028.654)
    Laba kotor                  55.328.713     21.502.872      10.752.006           850.533        600.433
    Beban penjualan              (7.925.859)   (3.363.013)      (1.945.946)     (1.303.926)    (1.209.353)
    Beban umum dan
    administrasi               (13.338.949) (13.586.561) (11.409.099)           (8.220.174)    (7.653.560)
    Laba (rugi) usaha           34.063.904      4.553.298       (2.603.039)     (8.673.567)    (8.270.479)
    Penghasilan keuangan             233.162        24.421            2.846             816       253.502
    Beban keuangan                 (180.419)     (759.202)        (663.423)       (482.402)      (672.711)
    Lain-lain – neto                  10.955   (3.222.201)        (323.871)         881.548       121.746
    Laba (rugi) sebelum pajak
    penghasilan                 34.127.602         596.316      (3.587.487)     (8.273.605)    (8.567.943)
    Pajak penghasilan            (7.496.255)     (359.254)           17.010       (259.947)       221.899
    Laba (rugi) tahun berjalan  26.631.346         237.062      (3.570.478)     (8.533.551)    (8.346.044)
    Penghasilan (rugi)
    komprehensif lain                  4.311       (30.560)          (5.490)        (61.028)       27.380
    Jumlah penghasilan (rugi)
    komprehensif tahun
    berjalan                    26.635.658         206.502      (3.575.967)     (8.594.579)    (8.318.665)
   Sumber : Laporan keuangan audit per 31 Desember 2021-2025

      Kinerja laba (rugi) Perseroan periode 31 Desember 2021 hingga 2025 adalah sebagai
      berikut :
      - Pada periode 31 Desember 2021-2025, rata-rata penjualan mengalami penurunan
         sebesar 39,54% per tahun.
      - Pada periode 31 Desember 2021-2025, rata-rata beban pokok penjualan
         mengalami penurunan sebesar 22,96% hal tersebut sejalan dengan penurunan
         penjualan.
      - Pada periode 31 Desember 2021-2025, rata-rata laba kotor mengalami penurunan
         sebesar 58,16% per tahun.
      - Pada periode 31 Desember 2021-2025, rata-rata beban penjualan mengalami
         penurunan sebesar 34,83% per tahun.
      - Pada periode 31 Desember 2021-2025, rata-rata beban umum dan administrasi
         mengalami penurunan sebesar 12,25%.
      - Pada periode 31 Desember 2021-2025, rata-rata laba (rugi) usaha mengalami
         penurunan sebesar 118,09% per tahun karena menurunnya penjualan.
      - Pada periode 31 Desember 2021-2025, rata-rata penghasilan keuangan
         mengalami kenaikan seiring meningkatnya pendapatan lain-lain.
      - Pada periode 31 Desember 2021-2025, rata-rata beban keuangan mengalami
         kenaikan sebesar 80,09% per tahun.
      - Pada periode 31 Desember 2021-2025, beban lain-lain mengalami fluktuasi setiap
         tahunnya.
      - Pada periode 31 Desember 2021-2025, rata-rata laba (rugi) sebelum pajak
         penghasilan mengalami penurunan sebesar 233,51% per tahun.
      - Pada periode 31 Desember 2021-2025, rata-rata beban pajak penghasilan
         mengalami penurunan sebesar 403,41% per tahun sejalan dengan penurunan laba
         usaha.
                                                                                    Halaman - 14
Page 27
                                                      BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                       PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk

      -   Pada periode 31 Desember 2021-2025, rata-rata laba tahun berjalan mengalami
          penurunan sebesar 460,51% per tahun.

  Tabel 5 Laporan Posisi Keuangan Perseroan (Rp. 000,-)
          KETERANGAN              2021             2022         2023         2024             2025
   ASET
   Aset Lancar
   Kas dan bank                  1.401.499        5.361.821      665.570      232.087       779.024
   Piutang usaha - neto          2.097.777          532.669    5.420.263    3.944.083       942.208
   Piutang lain-lain             1.091.850          968.350      865.471      783.500       338.500
   Persediaan - neto             9.145.655        7.340.014    8.490.096   11.256.165    12.245.680
   Pajak dibayar di muka              2.547       2.746.946    2.836.676            0        60.895
   Uang muka                     1.126.250      20.335.187     5.027.731            0             0
   Biaya dibayar di muka            29.299          105.513      214.766      230.916       123.828
   Jumlah Aset Lancar           14.894.876      37.390.499    23.520.572   16.446.751    14.490.134
   Aset pajak tangguhan -
   neto                             45.578           13.613       47.836      219.911       488.157
   Aset tetap - neto            35.040.350      43.523.309    52.111.467   47.270.521    44.418.775
   Properti investasi                     0               0    1.445.331    1.369.261     1.293.191
   Uang muka                              0               0            0            0     1.081.081
   Jumlah Aset Tidak Lancar     35.085.928      43.536.922    53.604.634   48.859.693    47.281.204
   JUMLAH ASET                  49.980.804      80.927.421    77.125.207   65.306.444    61.771.338
   LIABILITAS DAN EKUITAS
   Liabilitas Jangka Pendek
   Utang bank jangka
   pendek                                 0               0           0            0         3.889.088
   Utang usaha                   2.431.130        1.626.762     875.379      837.675           913.721
   Utang lain-lain                 362.119              266     844.407      641.036         2.378.953
   Utang pajak                   2.634.396          162.855     108.786      183.059            43.406
   Pendapatan diterima di
   muka                            340.476                0    1.820.241    1.428.930        1.737.745
   Bagian utang jk panjang
   jatuh tempo satu tahun :
     Utang pembiayaan
     konsumen                       88.305          274.177      432.050      236.620                0
     Utang sewa                           0               0       20.250            0          778.129
     Utang bank                  1.938.697        2.078.846    2.229.126    2.390.269        2.622.623
   Jumlah Liabilitas Jangka
   Pendek                        7.795.124        4.142.905    6.330.238    5.717.589    12.363.666
   Liabilitas Jangka Panjang
   Liabilitas imbalan
   pascakerja                      460.941          315.644     329.409      405.123          399.199
   Bagian utang jangka
   panjang setelah dikurangi
   bagian yang jatuh tempo
   dalam satu tahun:
     Utang sewa                                                                               710.391
     Utang bank                  9.261.303        7.182.457    4.953.331    2.566.985               0
     Utang pembiayaan
     konsumen                             0         499.121     356.440             0                0
   Jumlah Liabilitas Jangka
   Panjang                       9.722.244        7.997.222    5.639.180    2.972.108     1.109.590
   JUMLAH LIABILITAS            17.517.367      12.140.127    11.969.418    8.689.697    13.473.255




                                                                              Halaman - 15
Page 28
                                                      BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                       PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk

   Lanjutan Tabel 5 ……….
          KETERANGAN              2021            2022         2023         2024            2025
    EKUITAS
    Modal disetor              25.000.000      31.250.000   31.250.000    31.250.000     31.250.000
    Tambahan modal disetor                0    29.867.355   29.867.355    29.867.355     29.867.355
    Saldo laba (defisit)        7.690.775       7.927.837    4.357.359    (4.176.192)   (12.522.237)
    Rugi komprehensif lain       (227.338)       (257.898)    (318.926)     (324.416)      (297.036)
    JUMLAH EKUITAS             32.463.437     68.787.294    65.155.788    56.616.748     48.298.083
    JUMLAH LIABILITAS DAN
    EKUITAS                    49.980.804     80.927.421    77.125.207    65.306.444     61.771.338
   Sumber : Laporan keuangan audit per 31 Desember 2021-2025

      Kinerja aset Perseroan per 31 Desember 2021-2025 adalah sebagai berikut :
      - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata kas dan bank mengalami kenaikan sebesar
         91,38% per tahun.
      - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata piutang usaha - neto mengalami
         peningkatan sebesar 184,90% per tahun.
      - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata piutang lain-lain mengalami penurunan
         sebesar 22,05% per tahun.
     - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata persediaan mengalami peningkatan
         sebesar 9,32% per tahun.
     - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata pajak dibayar di muka mengalami kenaikan
         setiap tahunnya.
     - Per 31 Desember 2021-2025, uang muka cenderung berfluktuasi setiap tahunnya.
     - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata biaya dibayar dimuka mengalami kenaikan
         sebesar 81,20% per tahun.
     - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata total aset lancar mengalami kenaikan
         sebesar 17,99% per tahun.
     - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata aset pajak tangguhan neto mengalami
         kenaikan sebesar 165,74% per tahun.
     - Per 31 Desember 2021-2025, saldo aset tetap neto cenderung berfluktuasi setiap
         tahunnya.
     - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata properti investasi mengalami penurunan
         sebesar 2,70% per tahun.
     - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata aset tidak lancar mengalami kenaikan
         sebesar 8,78% per tahun.
     - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata total aset mengalami kenaikan sebesar
         9,12% per tahun.

      Kinerja liabilitas dan ekuitas Perseroan per 31 Desember 2021-2025 adalah sebagai
      berikut :
      - Per 31 Desember 2025, terdapat utang bank jangka pendek sebesar
         Rp. 3,88 Miliar.
      - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata utang usaha mengalami penurunan sebesar
         18,63% per tahun.
     - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata utang lain-lain cenderung berfluktuasi
         setiap tahunnya.
      - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata utang pajak mengalami penurunan sebesar
         33,76% per tahun.
      - Per 31 Desember 2025, terdapat utang sewa jangka pendek sebesar
         Rp. 778,12 Juta dan jangka panjang sebesar Rp. 70,39 Juta.
      - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata utang pembiayaan konsumen jangka
         pendek mengalami peningkatan sebesar 30,71% per tahun.
                                                                             Halaman - 16
Page 29
                                                      BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                       PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk

      - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata bagian utang bank jangka panjang setelah
        dikurangi jatuh tempo dalam setahun mengalami peningkatan sebesar 7,85% per
        tahun.
      - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata total liabilitas jangka pendek mengalami
        peningkatan sebesar 28,13% per tahun.
      - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata liabilitas imbalan pascakerja mengalami
        penurunan sebesar 1,41% per tahun.
     - Per 31 Desember 2022-2023, terdapat utang pembiayaan konsumen jangka
        panjang cenderung berfluktuasi setiap tahunnya.
      - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata utang bank jangka panjang mengalami
        penurunan sebesar 50,41% per tahun.
      - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata total liabilitas jangka panjang mengalami
        penurunan sebesar 39,30% pertahun.
      - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata total liabilitas mengalami penurunan
        sebesar 1,11% per tahun.
      - Per 31 Desember 2022, saldo modal saham mengalami peningkatan menjadi
        sebesar Rp. 31,25 Miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp. 25 Miliar.
      - Per 31 Desember 2022, terdapat tambahan modal disetor sebesar Rp. 29,86 Miliar.
      - Per 31 Desember 2025, saldo laba (defisit) tercatat sebesar Rp. 12,53 Miliar.
      - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata total rugi komprehensif lain mengalami
        kenaikan sebesar 7,60% per tahun.
      - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata total ekuitas mengalami kenaikan sebesar
        19,70% per tahun.
      - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata total liabilitas dan ekuitas mengalami
        kenaikan sebesar 9,12% per tahun.

 Tabel 6 Laporan Arus Kas Perseroan (Rp. 000,-)
        KETERANGAN              2021           2022           2023         2024              2025
  Arus kas dari aktivitas
  operasi                    12.847.032 (13.023.419)        3.152.149     2.229.997     (1.475.126)
  Arus kas untuk aktivitas
  investasi                 (28.082.570) (17.728.055)      (6.087.838)      361.094     (1.111.968)
  Arus kas dari aktivitas
  pendanaan                   2.766.307      34.711.797    (1.760.562)   (3.024.572)     3.134.031
  Kenaikan (penurunan) kas
  dan bank                  (12.469.231)      3.960.322    (4.696.251)    (433.482)          546.936
  Kas dan bank awal tahun    13.870.729       1.401.499     5.361.821      665.570           232.087
  Kas dan bank akhir tahun    1.401.499       5.361.821        665.570     232.087           779.024
 Sumber : Laporan keuangan audit per 31 Desember 2021-2025

      Secara umum, kinerja arus kas Perseroan pada periode 31 Desember 2021-2025
      adalah sebagai berikut :
      - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata arus kas dari aktivitas operasi mengalami
         penurunan sebesar 68,14% per tahun.
      - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata arus kas neto dari aktivitas investasi
         mengalami penurunan sebesar 49,87% per tahun.
      - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata arus kas neto dari aktivitas pendanaan
         mengalami kenaikan sebesar 295,39% per tahun.
      - Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata kenaikan (penurunan) bersih kas dan bank
         mengalami kenaikan sebesar 57,53% per tahun.
      - Per 31 Desember 2021-2025, jumlah saldo kas dan bank akhir tahun cenderung
         berfluktuasi setiap tahunnya.


                                                                              Halaman - 17
Page 30
                                                      BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                       PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk

      Tabel 7 Analisis Rasio Perseroan
              KETERANGAN                 2021     2022         2023        2024         2025
       A. LIKUIDITAS (% )
       Current Ratio                 191,08%      902,52%     371,56%     287,65%      117,20%
       Quick Ratio                    58,90%      165,65%     109,81%      86,74%       16,66%
       B. SOLVABILITAS (%)
       Total Debt to Equity Ratio        53,96%    17,65%      18,37%       15,35%      27,90%
       Total Debt to Asset Ratio         35,05%    15,00%      15,52%       13,31%      21,81%
       C. RENTABILITAS (%)
       Gross Profit Margin               73,00%    56,98%      47,32%      13,31%        9,06%
       Operating Profit Margin           44,95%    12,07%     -11,46%    -135,72%     -124,76%
       Net Profit Margin                 35,14%     0,63%     -15,71%    -133,52%     -125,90%
       Return on Assets                  53,28%     0,29%      -4,63%     -13,07%      -13,51%
       Return on Equity                  82,03%     0,34%      -5,48%     -15,07%      -17,28%

      Rasio likuiditas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh
      kewajiban jangka pendek melalui aset lancar yang dimiliki. Rata-rata current ratio dan
      quick ratio Perseroan per 31 Desember 2021-2025 masing-masing sebesar 374,00%
      dan 87,55%.

      Rasio solvabilitas merupakan kemampuan perusahaan dalam mengembalikan seluruh
      liabilitas melalui seluruh aset yang dimiliki ataupun melalui ekuitas. Rata-rata total Debt
      to Equity Ratio per 31 Desember 2021-2025 mencapai 26,64%. Sedangkan rata-rata
      total Debt to Assets Ratio pada periode yang sama adalah sebesar 20,14%.

      Rasio rentabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan untuk menghasilkan laba.
      Dilihat dari laba (rugi) usaha, rata-rata Gross Profit Margin (GPM), Operating Profit
      Margin (OPM) dan Net Profit Margin (NPM) per 31 Desember 2021-2025 masing-
      masing adalah sebesar 39,93%, negatif 42,98% dan negatif 47,87%.

      Tingkat balikan terhadap total aset (Return on Asset/ROA) menunjukkan kemampuan
      Perseroan untuk menghasilkan laba bersih yang diukur dengan membandingkan antara
      laba bersih dengan jumlah aset. ROA Perseroan per 31 Desember 2021-2025 rata-
      rata sebesar 4,47%. Tingkat balikan terhadap total ekuitas (Return on Equity/ROE)
      menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba bersih yang diukur
      dengan membandingkan antara laba bersih dengan jumlah ekuitas. ROE Perseroan per
      31 Desember 2021-2025 rata-rata sebesar 8,91%.




                                                                                     Halaman - 18
Page 31
                                                      BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                       PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk

3     ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS, MODEL MANAJEMEN DAN POLA BISNIS

3.1    Gambaran Umum

3.1.1 Rencana Perseroan

        Dalam rangka melakukan pengembangan usaha, Perseroan berencana untuk
        melakukan pengembangan usaha yaitu pada bidang industri barang logam lainnya
        YTDL (KBLI 25999), yang mencakup pembuatan berbagai produk logam kecil dan
        spesifik, seperti jepitan rambut, peniti, staples, rantai, paku, lencana, tanda logam,
        kerangka payung serta berbagai barang logam lainnya yang kecil. Lingkup kegiatan
        yaitu pembuatan barang logam yang tidak mencakup peralatan dapur, alat rumah
        tangga logam, brankas atau produk yang sudah diklasifikasikan secara khusus dalam
        YTDL.

3.1.2 Lokasi dan Aksesibilitas

        Saat ini Perseroan memiliki 2 (dua) fasilitas pabrik, yaitu pabrik 1 Cigugur Tengah
        (“Pabrik 1”) dan pabrik 2 Nanjung (“Pabrik 2”). Pabrik 1 digunakan untuk kegiatan
        assembling produk Stethoscope dan Sphygmomanometer, sedangkan Pabrik
        berfungsi sebagai fasilitas produksi untuk non woven, sekaligus pusat penyimpanan
        seluruh produk alat kesehatan yang dihasilkan Perseroan.

        Kegiatan usaha baru akan dilaksanakan di lokasi Pabrik 1 yang terletak di Jalan
        Mahar Martanegara Leuwigajah No. 106, Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi
        Tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat. Lokasi ini memiliki kondisi jalan dan infrastuktur
        yang baik sehingga dapat diakses dengan segala jenis moda transportasi.

        Gambar 4 Lokasi Pabrik 1

                                                Lokasi




        Sumber : Google Maps

        Lokasi Pabrik 2 yang terletak di Komplek Blue Sky Industrial, Jalan Nanjung No. 2,
        Kav 9, Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat. Lokasi ini
        memiliki kondisi jalan dan infrastuktur yang baik sehingga dapat diakses dengan
        segala jenis moda transportasi.



                                                                                  Halaman - 19
Page 32
                                                      BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                       PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk

        Gambar 5 Lokasi Pabrik 2




        Sumber : Google Maps

        Pada saat ini, di lokasi Pabrik 1 telah beroperasi dan digunakan untuk memproduksi
        Stethoscope dan Aneroid Sphygmomanometer oleh Perseroan. Untuk keperluan
        kegiatan usaha baru Perseroan telah melakukan penyesuaian layout sebagai
        berikut :

        1. Ruang Assembling Stethoscope dan Sphygmomanometer telah dipindahkan ke
           lokasi Pabrik 2 dengan memanfaatkan ruang produksi lantai 1 yang selama ini
           belum digunakan.

        2. Gudang produk jadi di lokasi Pabrik 2 dialokasikan sebagai penyimpanan
           seluruh produk jenis alat kesehatan, meliputi Masker, Bouffant Cap, Stethoscope
           dan Sphygmomanometer. Produk jadi Setethoscope dan Sphygmomanometer
           yang semula disimpan di gudang Pabrik 1 telah dipindahkan ke Pabrik 2 dengan
           tetap menjaga SOP pengelompokan produk.

        3. Penghapusan, penggantian dan penambahan signage pada Area Mesin,
           assembling dan gudang segera dilakukan secara bertahap.




                                                                              Halaman - 20
Page 33
                                                      BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                       PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk

            Gambar 6 Layout Pabrik 1




            Sumber : Manajemen Perseroan

        Berikut adalah mesin-mesin yang akan dipakai dalam proses produksi kegiatan usaha
        baru :




                                                                             Halaman - 21
Page 34
                                                      BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                       PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk

        Tabel 8 Mesin Produksi
                                                              Proyeksi
         No      Nama Mesin                Jenis                           Keterangan
                                                             Pengadaan
          1    HAAS ST10-Y         CNC Bubut 4 axis            1 unit        Eksisting
          2    HAAS ST10           CNC Bubut 3 axis            1 unit        Eksisting
          3    HAAS VF2            CNC Milling/Drill Tap       1 unit        Eksisting
          4    HISION T5           CNC Milling/Drill Tap       1 unit     Januari 2026
               HISION TPM                                                    Proyeksi
          5                        CNC Bubut 3 axis           10 unit
               C400K                                                       pengadaan
                                                                         bertahap mulai
          6    HISION T5           CNC Milling/Drill Tap       1 unit    Maret 2026 s.d.
                                                                            Juni 2026
        Sumber : Manajemen Perseroan

3.2   Analisis Kelayakan Teknis

3.2.1 Proses Bisnis Pengembangan Usaha

        Perseroan berencana untuk melakukan pengembangan usaha yaitu pada bidang
        industri barang logam lainnya YTDL (KBLI 25999), yang mencakup pembuatan
        berbagai produk logam kecil dan spesifik, seperti jepitan rambut, peniti, staples,
        rantai, paku, lencana, tanda logam, kerangka payung serta berbagai barang logam
        lainnya yang kecil. Lingkup kegiatan yaitu pembuatan barang logam yang tidak
        mencakup peralatan dapur, alat rumah tangga logam, brankas atau produk yang
        sudah diklasifikasikan secara khusus dalam YTDL.

        Secara teknis, proses produksi dalam rangka pengembangan usaha ini memiliki alur
        yang pada dasarnya serupa dengan proses produksi Chestpiece yang saat ini telah
        dijalankan oleh Perseroan. Namun demikian, terdapat beberapa penyesuaian dalam
        tahapan proses produksi, khususnya berupa penambahan proses finishing serta
        quality inspection tambahan guna memastikan bahwa produk akhir yang dihasilkan
        memiliki kualitas dan performa yang sesuai dengan spesifikasi serta kebutuhan
        konsumen.

        Dalam implementasinya di area produksi, terdapat peningkatan fokus pada proses
        Quality Control (QC) mengingat produk yang dihasilkan dalam pengembangan
        usaha ini memerlukan tingkat presisi yang lebih tinggi dibandingkan dengan produk
        yang telah diproduksi sebelumnya. Oleh karena itu, Perseroan melakukan beberapa
        langkah antisipatif, antara lain melalui penambahan peralatan pengukuran dan
        pemeriksaan dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi, pelaksanaan pelatihan bagi
        karyawan baru serta penambahan dokumentasi dan catatan mutu sebagai bagian
        dari sistem pengawasan dan pengendalian kualitas.

        Adapun alur proses produksi dalam rangka pengembangan usaha tersebut adalah
        sebagai berikut :




                                                                               Halaman - 22
Page 35
                                                      BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                       PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk

        Gambar 7 Alur Proses Produksi




        Sumber : Manajemen Perseroan

        Terkait dengan rencana penambahan kegiatan usaha baru, Perseroan telah memiliki
        SOP yang diperlukan sebagai berikut :

        a) OP_PRO_22_Protap_Start Up dan Shut Down Ruang Produksi
        b) OP1_PRO_01_Running Mesin CNC Bubut
        c) OP1_PRO_02_Running Mesin VF2 Drilling Milling
        d) OP1_PRO_09_Protap_Validasi Program Mesin CNC

        Identifikasi Limbah dan Sampah

        Tata kelola limbah dan sampah merupakan salah satu aspek yang menjadi perhatian
        Perseroan. Dalam menjalankan kegiatan usaha eksisting, Perseroan telah memenuhi
        semua yang dipersyaratkan oleh Dinas Lingkungan Hidup terkait pengelolaan Limbah
        B3, UKL dan UPL serta sudah mendapatkan sertifikat Proper Biru. Dengan adanya
        pemindahan sebagian proses ke Pabrik 2 dan penambahan proses di Pabrik 1,
        berdampak pada perubahan volume sampah dan limbah B3 di kedua lokasi tersebut.
        Adapun untuk jenisnya sendiri tidak mengalami perubahan.




                                                                             Halaman - 23
Page 36
                                                      BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                       PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk

        Tabel 9 Tata Kelola Limbah dan Sampah
                                                                       Estimasi Penambahan
           Identifikasi Sampah                Tata Kelola                     Volume
         Kemasan berupa dus,    Dipisahkan sesuai jenis, disimpan     Meningkat 4%
         plastik, bubble wrap,  sementara di TPS. Kemudian diambil
         Styrofoam              oleh pengelola rekanan secara berkala
         Sampah domestik                                              Meningkat 425%
         Scrap dan coolant dari Dikemas sesuai kelompoknya,           Meningkat 315%
         mesin CNC              ditandai, didokumentasikan dan
                                disimpan sementara di TP Limbah B3.
                                Kemudian diambil oleh pengelola
                                rekanan secara berkala.
        Sumber : Manajemen Perseroan

        Pengelolaan limbah B3 tetap berjalan seperti yang sudah berjalan selama ini, untuk
        sampah dan limbah dipastikan akan bertambah seiring dengan penambahan
        kegiatan usaha. Untuk mengantisipasi hal ini Perseroan menerapkan 2 langkah yang
        akan ditempuh yaitu :
         1. Memperluas area penyimpanan limbah B3 dengan membongkar 1 toilet
            karyawan yang letaknya berdampingan dengan area penyimpanan. Terkait ini
            karyawan dialihkan untuk menggunakan toilet staf yang letaknya sekitar 10 meter
            dari lokasi toilet awal.
         2. Menambah frekuensi pengeluaran sampah dan limbah dari TPS & TP Limbah B3
            kepada pihak pengelola/penampung yang sudah menjadi rekanan.

        Dengan dilakukannya perluasan area penyimpanan limbah B3, Perseroan telah
        memenuhi persyaratan dari Dinas Lingkungan Hidup terkait limbah scrap dan
        coolant mesin CNC.

3.2.2 Kapasitas dan Target Produksi Kegiatan Usaha Baru

        Berdasarkan keterangan dari pihak Manajemen Perseroan, berikut adalah kapasitas
        dan target kegiatan usaha baru yang akan dilaksanakan oleh Perseroan :

        1. Produk Heatsink

            Tabel 10 Kapasitas dan Target Kegiatan Usaha Produk Heatsink
                                                  Kapasitas                  Target
                      Tahun
                                               (Pieces/Bulan)            (Pieces/Bulan)
                       2026                       19.500                    16.250
                       2027                       19.500                    16.250
                       2028                       19.500                    16.250
                       2029                       19.500                    16.250
                       2030                       19.500                    16.250
            Sumber : Manajemen Perseroan




                                                                                  Halaman - 24
Page 37
                                                      BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                       PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk

        2. Produk Otomotif

            Tabel 11 Kapasitas dan Target Kegiatan Usaha Produk Otomotif
                                                  Kapasitas                  Target
                      Tahun
                                               (Pieces/Bulan)            (Pieces/Bulan)
                       2026                       2.400                     2.000
                       2027                       2.400                     2.000
                       2028                       2.400                     2.000
                       2029                       2.400                     2.000
                       2030                       2.400                     2.000
            Sumber : Manajemen Perseroan

3.2.3 Pelaksanaan Pengembangan Usaha

        Berikut adalah jadwal pelaksanaan pengembangan kegiatan usaha baru oleh
        Perseroan :

        Tabel 12 Jadwal Pelaksanaan Pengembangan Kegiatan Usaha Baru
          No       Tahap                           Aktifitas                   Tenggat
               Persiapan       Pemindahan area assembling dari Telah selesai pada November
          1
               Layout          Pabrik 1 ke Pabrik 2                2025
                                                                   Telah selesai pada November
                               Instalasi jalur listrik dan angin
                                                                   2025
                               Pengadaan komponen pendukung, Telah selesai pada Desember
               Persiapan
          2                    mesin bor, toolkit, meja kerja dll. 2025 – Februari 2026
               Produksi
                               Realisasi penambahan unit Mesin
                                                                   Januari 2026 – Desember 2026
                               Produksi CNC
                               Trial mesin, pembuatan sample       Desember 2025 – Februari 2026
               Persiapan
          3                    Rekrutmen Karyawan                  Januari 2026 – Februari 2026
               Manajemen
               Proses          Pendaftaran KBLI dan pengelolaan
          4                                                        Juli 2026 – September 2026
               Perizinan       limbah
               Kegiatan
          5                    Pelaksanaan konsep bisnis baru.     02 Maret 2026
               Produksi
        Sumber : Manajemen Perseroan

        Proses perizinan sejauh ini tidak memiliki kendala. Saat ini pengajuan perizinan belum
        dapat dilanjutkan karena menunggu hasil RUPS Perseroan terkait penambahan KBLI
        25999. Meskipun Perseroan belum dapat melanjutkan pengajuan perizinan di OSS,
        persiapan pemenuhan regulasi tetap dijalankan.

3.2.4 Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya

        Berikut ini adalah latar belakang dan pengalaman dari tenaga ahli profesional
        Perseroan untuk melaksanakan kegiatan usaha baru.

        Tenaga Ahli - Muminin
        Beliau merupakan tenaga engineering dengan latar belakang pendidikan Teknik
        Industri dari Universitas Satyagama Jakarta pada periode 2013-2017. Beliau memiliki
        pengalaman kerja lebih dari 10 tahun di bidang engineering dan manufaktur presisi.
        Karirnya dimulai dan berkembang di PT Kurnia Mustika Indah Lestari pada tahun
        2011 - 2022 sebagai engineering CNC. Perusahaan tersebut bergerak di bidang
        manufaktur komponen presisi seperti parts, jigs & fixtures, dies dan molds.
                                                                                  Halaman - 25
Page 38
                                                       BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                        PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk

        Sehingga beliau memiliki pengalaman langsung dalam proses perencanaan dan
        pengoperasian mesin produksi berbasis CNC.

        Dengan latar belakang pendidikan serta pengalaman yang cukup panjang di industri
        manufaktur presisi, beliau dinilai memiliki kompetensi yang memadai dan ditunjuk
        sebagai tenaga ahli profesional dalam pengembangan usaha industri barang logam
        lainnya YTDL oleh Perseroan.

        Tenaga Kerja
        Keahlian minimum yang wajib dimiliki oleh tenaga kerja adalah lulusan SMK Teknik
        Mesin.

        Tabel 13 Kualifikasi Tenaga Kerja
                                                                  KOMPETENSI
           JABATAN         KEBUTUHAN
                                            PENDIDIKAN            HARD SKILL             PENGALAMAN
                                                           a. Menguasai dasar-dasar
                                                              pemrograman G-Code       Minimal 1 tahun
                                            SMK     Teknik b. Menguasai pembacaan      menjabat sebagai
         Leader           13 orang
                                            Mesin            Technical Draw            Operator Mesin
                                                           c. Menguasai teknik         CNC
                                                              pengukuran presisi
                                                           Menguasai pengetahuan
                                            SMK     Teknik
         Operator         51 orang                         dasar     pengoperasian     Fresh Graduaate
                                            Mesin
                                                           mesin CNC
        Sumber : Manajemen Perseroan

3.3   Analisis Kelayakan Pola Bisnis

3.3.1 Keunggulan Kompetitif Karena Keunikan Dari Pola Bisnis

        Dalam menjalankan pengembangan usaha baru, Perseroan didukung oleh tenaga
        ahli profesional yang akan menciptakan keunggulan kompetitif bagi Perseroan dalam
        menjalankan rencana pengembangan usaha. Dengan keunggulan kompetitif yang
        dimiliki, maka Perseroan diperkirakan akan dapat bersaing dengan perusahaan
        kompetitor.

        Adapun beberapa keunggulan Perseroan dalam mendukung pengembangan usaha
        tersebut antara lain sebagai berikut :
          Perseroan merencanakan penggunaan mesin produksi dengan teknologi terbaru
             yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi serta konsistensi
             kualitas produk yang dihasilkan. Selain itu, penggunaan teknologi yang lebih
             modern tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi proses produksi
             melalui percepatan waktu proses (cycle time) secara signifikan.
          Direktur Perseroan memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang usaha ini.
             Selain itu, Perseroan juga telah menjalankan kegiatan usaha sejenis selama
             kurang lebih 3 tahun, meskipun masih dalam skala yang lebih kecil. Kombinasi
             pengalaman manajerial dan pengalaman operasional tersebut menjadi modal
             yang kuat bagi Perseroan untuk bersaing di industri.
          Perseroan menempatkan kepuasan pelanggan sebagai salah satu prioritas utama
             dalam menjalankan kegiatan usahanya. Hal ini tercermin dari kualitas pelayanan
             Perseroan kepada pelanggan yang baik, serta tidak adanya keluhan pelanggan


                                                                                      Halaman - 26
Page 39
                                                      BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                          PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk

            yang signifikan selama ini. Komitmen tersebut akan terus dipertahankan dalam
            pengembangan usaha yang direncanakan.

3.3.2 Kemampuan Pesaing Untuk Menghasilkan Produk Sejenis

        Pengembangan usaha baru yang akan dilakukan oleh Perseroan adalah dengan
        melaksanakan kegiatan usaha dalam industri barang logam lainnya YTDL, yang
        mencakup pembuatan berbagai produk logam kecil dan spesifik seperti jepitan
        rambut, peniti, staples, rantai, paku, lencana, tanda logam, kerangka payung serta
        berbagai barang logam lainnya yang kecil. Lingkup kegiatan yaitu pembuatan barang
        logam yang tidak mencakup peralatan dapur, alat rumah tangga logam, brankas
        atau produk yang sudah diklasifikasikan secara khusus dalam YTDL.

        Pada industri barang logam lainnya YTDL, terdapat sejumlah perusahaan pesaing
        Perseroan yang telah berada dalam industri tersebut dalam jangka waktu yang lebih
        lama dan skala usaha yang lebih besar. Namun demikian, terdapat pangsa pasar
        yang tidak dapat terpenuhi oleh Perusahaan pesaing sehingga Perseroan memiliki
        kesempatan untuk masuk kedalam industri barang logam lainnya YTDL.

3.3.3 Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai

        Saat ini Perseroan bergerak dalam bidang industri tekstil non woven serta industri
        perdagangan besar alat laboratorium, alat farmasi dan alat kedokteran untuk
        manusia. Dengan pengembangan kegiatan usaha yang dilakukan maka diharapkan
        akan dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan berupa perluasan segmen
        usaha baru.

3.4   Analisis Kelayakan Model Manajemen

3.4.1 Ketersediaan Tenaga Kerja

        Untuk rencana pengembangan usaha di bidang industri barang logam lainnya,
        Perseroan akan menggunakan 1 tenaga ahli dan 64 tenaga kerja dengan rincian
        sebagai berikut :

        Tabel 14 Rincian Tenaga Kerja
                Keterangan       Jumlah      Kualifikasi                 Kompetensi
                                                           Menguasai proses perencanaan dan
         Tenaga Ahli
                                 1 orang      S1 Teknik    pengoperasian mesin produksi berbasis
         Profesional
                                                           CNC.
                                                           - Menguasai dasar-dasar pemrograman
         Leader Computer
                                             SMK Teknik   G-Code
         Numerical Control      13 orang
                                               Mesin    - Menguasai pembacaan Technical Draw
         (CNC) Bubut
                                                        - Menguasai teknik pengukuran presisi
                                             SMK Teknik Menguasai pengetahuan dasar
         Operator CNC Bubut     36 orang
                                               Mesin    pengoperasian mesin CNC
         Operator CNC                        SMK Teknik Menguasai pengetahuan dasar
                                 9 orang
         Milling                               Mesin    pengoperasian mesin CNC
         Operator Pressure                   SMK Teknik Menguasai pengetahuan dasar
                                 6 orang
         Test                                  Mesin    pengoperasian mesin CNC
        Sumber : Manajemen Perseroan


                                                                                      Halaman - 27
Page 40
                                                      BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                       PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk

        Tenaga ahli tersebut memiliki kemampuan berdasarkan pengalaman dan pelatihan-
        pelatihan yang telah diikuti. Dengan pengalaman dan pelatihan tersebut, serta kinerja
        selama bekerja di Perseroan, tenaga ahli yang dimiliki diyakini merupakan figur yang
        tepat untuk menjalankan dan mengawasi pelaksanaan kegiatan pengembangan
        usaha yang akan dijalankan oleh Perseroan.

        Untuk menjalankan pengembangan usaha tersebut, keahlian minimum yang wajib
        dimiliki oleh tenaga kerja adalah lulusan SMK Teknik Mesin. Rekrutmen karyawan
        dilaksanakan pada Januari 2026 – Februari 2026.

3.4.2 Manajemen Kekayaan Intelektual (Intellectual Property)

        Berikut adalah beberapa merek produk yang telah didaftarkan oleh Perseroan :

           Sertifikat Merek No. IDM000472568 dengan etiket merek “EVO PLUSMED” yang
            dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, kelas 44, dengan
            jangka waktu 10 tahun hingga 16 Agustus 2032.
           Sertifikat Merek No. IDM000954532 dengan etiket merek “EVO PLUSMED” yang
            dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, kelas 39, pada
            tanggal 18 Februari 2021 dengan jangka waktu 10 tahun hingga 18 Februari
            2031.
           Sertifikat Merek No. IDM000472567 dengan etiket merek “EVO PLUSMED” yang
            dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, kelas 35, dengan
            jangka waktu 10 tahun hingga 16 Agustus 2032.
           Sertifikat Merek No. IDM000956667 dengan etiket merek “EVO PLUSMED” yang
            dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, kelas 10, pada
            tanggal 18 Februari 2021 dengan jangka waktu 10 tahun hingga 18 Februari
            2031.
           Sertifikat Merek No. IDM000537167dengan etiket merek “EVO PLUSMED” yang
            dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, kelas 5, dengan
            jangka waktu 10 tahun hingga 16 Agustus 2032.
           Sertifikat Merek No. IDM000472658 dengan etiket merek “EVO” yang
            dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, kelas 44, dengan
            jangka waktu 10 tahun hingga 16 Agustus 2032.
           Sertifikat Merek No. IDM000402047 dengan etiket merek “EVO” yang
            dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, kelas 10, dengan
            jangka waktu 10 tahun hingga 11 Agustus 2031.
           Sertifikat Merek No. IDM000528940 dengan etiket merek “EVO” yang
            dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, kelas 5, dengan
            jangka waktu 10 tahun hingga 16 Agustus 2032.
           Sertifikat Merek No. IDM000608920 dengan etiket merek ”Primask” yang
            dikeluarkan oleh Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia, kelas 10, dengan
            jangka waktu 10 tahun hingga 2 Februari 2036.




                                                                                 Halaman - 28
Page 41
                                                      BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                       PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk

3.4.3 Manajemen Risiko

        Seperti halnya kegiatan usaha yang dilakukan oleh perusahaan lainnya, usaha
        Perseroan tidak terlepas dari risiko usaha yang disebabkan oleh berbagai faktor yang
        dapat mempengaruhi tingkat pertumbuhan Perseroan, antara lain :

        Risiko Persaingan Usaha

           Risiko persaingan merupakan risiko yang selalu dihadapi di setiap jenis usaha dan
           mempunyai pengaruh yang sangat besar apabila perusahaan tidak melakukan
           suatu langkah antisipasi. Melihat kondisi persaingan usaha pada analisis industri
           mengenai persaingan antar perusahaan sejenis, Perseroan memiliki tingkat
           persaingan yang tinggi. Perseroan diharapkan dapat menjaga kualitas produk
           yang terbaik sehingga dapat meningkatkan daya tarik pasar terhadap produk yang
           dihasilkan oleh Perseroan.

        Risiko Pemutusan Kontrak

           Dalam melaksanakan kegiatan usaha, Perseroan harus menuliskan kontrak yang
           tetap memperkuat posisi tawar. Hal ini bertujuan agar jika terjadi pemutusan
           kontrak secara sepihak, Perseroan tidak mengalami kerugian atas biaya produksi
           telah dikeluarkan.

        Risiko Kebakaran dan Keamanan

           Perseroan mengantisipasi dengan mengikutsertakan fasilitas produksi dalam
           program asuransi.

        Risiko Penetapan Harga

           Perseroan akan memberikan harga jasa yang lebih kompetitif yang akan
           memberikan nilai tambah untuk produk-produk yang dihasilkan.

        Risiko Kondisi Perekonomian, Sosial dan Politik Indonesia

           Risiko perekonomian, sosial dan politik yang berpengaruh pada lingkungan usaha
           antara lain disebabkan oleh adanya perubahan yang signifikan pada kebijakan
           makro ekonomi, sosial dan politik baik nasional maupun internasional, sehingga
           dapat berakibat terhadap dunia bisnis dan keuangan pada umumnya.

        Risiko Konsentrasi Pelanggan

           Risiko konsentrasi Pelanggan disebabkan oleh kontrak Perseroan pada pelanggan
           utama, resiko terserbut dapat diantisipasi dengan mengurangi ketergantungan
           Perseroan pada pelanggan utama dengan mencari pelanggan lain sesuai dengan
           kapasitas produksi yang dimiliki oleh Perseroan




                                                                                Halaman - 29
Page 42
                                                      BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                       PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk

3.4.4 Kapasitas Kemampuan Manajemen

        Untuk rencana pengembangan usaha di bidang industri barang logam lainnya,
        Perseroan akan menggunakan 1 tenaga ahli dan 64 tenaga kerja dengan rincian
        sebagai berikut :

        Tabel 15 Rincian Tenaga Kerja
                           Keterangan                           Jumlah Tenaga Kerja
         Tenaga Ahli Profesional                                       1 orang
         Leader Computer Numerical Control (CNC) Bubut                13 orang
         Operator CNC Bubut                                           36 orang
         Operator CNC Milling                                          9 orang
         Operator Pressure Test                                        6 orang
        Sumber : Manajemen Perseroan

        Tenaga ahli tersebut memiliki kemampuan berdasarkan pengalaman dan pelatihan-
        pelatihan yang telah diikuti. Dengan pengalaman dan pelatihan tersebut, serta kinerja
        selama bekerja di Perseroan, tenaga ahli yang dimiliki diyakini merupakan figur yang
        tepat untuk menjalankan dan mengawasi pelaksanaan kegiatan pengembangan
        usaha yang akan dijalankan oleh Perseroan.

3.4.5 Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen

        Berikut adalah struktur organisasi Perseroan setelah pengembangan usaha baru:

        Gambar 8 Struktur Organisasi Perseroan Setelah Pengembangan Usaha Baru




        Sumber : Manajemen Perseroan

        Berdasarkan rencana pengembangan usaha yang akan dilakukan, tenaga ahli
        profesional sebanyak 1 (satu) orang merupakan tenaga ahli yang berpengalaman dan
        telah termasuk dalam struktur organisasi di atas. Perseroan menilai bahwa struktur
        organisasi yang berlaku saat ini masih memadai untuk mendukung kegiatan
        operasional. Oleh karena itu, Perseroan tidak merencanakan perubahan terhadap
        struktur organisasi yang ada mengingat struktur tersebut masih efektif dalam
        mendukung kegiatan pengelolaan, pengawasan serta operasional usaha.

                                                                                 Halaman - 30
Page 43
                                                      BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                       PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk

4     ANALISIS KELAYAKAN PASAR

4.1    Kondisi Dan Prospek Makro Ekonomi

4.1.1 Tinjauan Ekonomi Makro Dunia

        Pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan tetap kuat sebesar 3,3% pada tahun
        2026 dan sebesar 3,2% pada tahun 2027, yang relatif sejalan dengan estimasi
        realisasi sebesar 3,3% pada tahun 2025. Kinerja yang relatif stabil tersebut
        merupakan hasil dari keseimbangan antara berbagai faktor seperti tekanan yang
        berasal dari perubahan kebijakan perdagangan yang di imbangi oleh faktor
        pendorong berupa peningkatan investasi yang signifikan di bidang teknologi,
        termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), khususnya di wilayah Amerika
        Utara dan Asia dibandingkan dengan wilayah lainnya.

        Tabel 16 Pertumbuhan Ekonomi Dunia 2025 & Proyeksi 2026-2027 (%)
                                                           Estimasi           Proyeksi
                         Indikator Utama
                                                            2025         2026          2027
         Negara Maju                                         1,7          1,8           1,7
         Amerika Serikat                                     2,1          2,4           2,0
         Uni Eropa                                           1,4          1,3           1,4
         Jepang                                              1,1          0,7           0,6
         Negara Maju lain                                    1,8          2,0           2,1
         Pasar Emerging dan Ekonomi Berkembang (EMDE)        4,4          4,2           4,1
         Cina                                                5,0          4,5           4,0
         India                                               7,3          6,4           6,4
         ASEAN – 5                                           4,2          4,2           4,4
         Amerika Latin dan Karibia                           2,4          2,2           2,7
         Timur Tengah dan Asia Tengah                        3,7          3,9           4,0
         Afrika Sub-Sahara                                   4,4          4,6           4,6
                              Dunia                          3,3          3,3           3,2
        Sumber : IMF, World Economic Outlook, January 2026

        Berdasarkan data Asian Development Outlook (ADO), December 2025, proyeksi
        pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) untuk Asia Tenggara direvisi naik menjadi
        4,5% untuk tahun 2025 dan 4,4% untuk tahun 2026. Revisi ini mencerminkan kinerja
        ekonomi yang kuat pada kuartal ketiga di Indonesia, Malaysia, Singapura, dan
        Vietnam, pertumbuhan yang stabil di Thailand, serta prospek pertumbuhan yang lebih
        rendah di Filipina yang dipengaruhi oleh lemahnya belanja infrastruktur di tengah
        investigasi terhadap proyek-proyek yang didanai oleh anggaran publik serta dampak
        bencana alam.

        Tabel 17 Pertumbuhan PDB per Tahun dan Inflasi
                                     Pertumbuhan PDB per Tahun (%)                Inflasi (%)
            Subregion/Economy         2024         2025      2026       2024       2025         2026
                                     Aktual        ADO       ADO        Aktual     ADO          ADO
         Kaukasus dan Asia Tengah      5,8          5,8       5,0        6,8        8,0         7,1
         Asia Timur                    4,7          4,6       4,1        0,5        0,3         0,6
          Cina                         5,0          4,8       4,3        0,2        0,0         0,4
         Asia Selatan                  5,9          6,5       6,0        6,5        3,3         4,7
          India                        6,5          7,2       6,5        4,6        2,6         4,2


                                                                                 Halaman - 31
Page 44
                                                        BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                         PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk

        Lanjutan Tabel 17 ……….
                                         Pertumbuhan PDB per Tahun (%)                 Inflasi (%)
            Subregion/Economy              2024         2025        2026       2024     2025          2026
                                          Aktual        ADO         ADO       Aktual    ADO           ADO
         Asia Tenggara                      4,8          4,5         4,4        3,0      2,4          2,8
          Indonesia                         5,0          5,0         5,1        2,3      1,7          2,5
          Malaysia                          5,1          4,5         4,3        1,8      1,6          2,2
          Filipina                          5,7          5,0         5,3        3,2      1,8          3,0
          Singapura                         4,4          4,1         2,1        2,4      1,0          1,2
          Thailand                          2,5          2,0         1,6        0,4      0,0          0,5
          Vietnam                           7,1          7,4         6,4        3,7      3,9          3,8
         Pasifik                            3,8          4,1         3,4        1,9      2.5          3,4
               Developing Asia              5,1          5,1         4,6        2,6      1,6          2,1
        Note       : Developing Asia terdiri dari 46 negara anggota ADB (Asian Development Bank).
        Sumber : Asian Development Outlook, Desember 2025

4.1.2 Ekonomi Makro Indonesia

        Laju ekonomi Indonesia Triwulan IV-2025 terhadap Triwulan IV-2024 year-on-year
        (yoy) tumbuh sebesar 5,39%. Pertumbuhan terjadi pada hampir seluruh lapangan
        usaha, kecuali pertambangan dan penggalian serta pengadaan air, pengelolaan
        sampah, limbah dan daur ulang yang masing masing terkontraksi sebesar 1,31% dan
        0,51%. Lapangan usaha yang tumbuh signifikan adalah transportasi dan
        pergudangan sebesar 8,98%, diikuti oleh jasa lainnya sebesar 8,71%.




                                                                                       Halaman - 32
Page 45
                                                         BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                          PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk

        Tabel 18 Laju Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Menurut Lapangan Usaha (%)




        Sumber : Badan Pusat Statistik (BPS), Berita Resmi Statistik No. 18/02/Th. XXIX, 5 Februari
                 2026

        Inflasi, Nilai Tukar, dan Suku Bunga

        Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada tahun 2025 terjaga dalam kisaran sasaran
        2,5±1%, dengan Inflasi IHK Desember 2025 sebesar 2,92% (yoy). Inflasi inti tetap
        terjaga rendah sebesar 2,38% (yoy), sejalan pertumbuhan ekonomi yang masih di
        bawah kapasitas serta didukung konsistensi suku bunga kebijakan moneter Bank
        Indonesia dalam menjangkar ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya
        dan imported inflation yang tetap terkendali. Inflasi kelompok administered
        prices (AP) terjaga rendah sebesar 1,93% (yoy). Sementara itu, inflasi
        kelompok volatile food (VF) masih relatif tinggi sebesar 6,21% (yoy) disumbang
        terutama oleh komoditas bawang merah seiring pasokan yang terbatas akibat
        gangguan cuaca dan kenaikan harga benih.

                                                                                         Halaman - 33
Page 46
                                                      BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                       PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk

        Gambar 9 Perkembangan Inflasi IHK




        Sumber : Bank Indonesia, Tinjauan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2025

        Nilai tukar Rupiah sepanjang awal September hingga akhir November 2025
        menunjukkan pola yang sejalan dengan perbaikan pada arus modal. Setelah sempat
        mengalami tekanan pada awal September, ketika Rupiah terdepresiasi hingga Rp.
        16.800,- per Dolar AS seiring meningkatnya ketidakpastian global dan besarnya arus
        keluar portofolio, nilai tukar Rupiah berbalik mulai menunjukkan apresiasi bertahap
        memasuki bulan Oktober. Stabilitas Rupiah juga semakin terjaga pada bulan
        November, dengan kurs yang bergerak konsisten di sekitar Rp. 16.659,- per Dolar AS
        pada 1 Desember 2025. Hal ini mencerminkan respon kebijakan stabilisasi nilai tukar
        yang efektif dari otoritas moneter dan meredanya volatilitas eksternal.

        Gambar 10 Perubahan Nilai Tukar Rupiah




        Sumber : Tinjauan Ekonomi, Keuangan, & Fiskal Edisi IV Tahun 2025, Kementerian Keuangan

        Tingkat suku bunga pasar uang Indonesia, atau overnight index average, bergerak
        menurun sebesar 234 basis points (bps) sejak awal tahun 2025 menjadi sebesar
        3,69% pada 20 Januari 2026. Suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI)
        untuk tenor 6, 9 dan 12 bulan juga menurun masing-masing sebesar 254 bps, 254
        bps, dan 258 bps sejak awal tahun 2025 menjadi 4,62%, 4,66% dan 4,69% pada
        15 Januari 2026. Imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) untuk tenor 2 tahun dan
        10 tahun masing-masing tercatat sebesar 5,06% dan 6,31% pada 20 Januari 2026.
        Transmisi penurunan suku bunga kebijakan terhadap terhadap suku bunga perbankan
                                                                                   Halaman - 34
Page 47
                                                      BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                       PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk

        terus berlanjut, baik pada suku bunga dana maupun suku bunga kredit. Suku bunga
        deposito 1 bulan turun sebesar 56 bps dari 4,81% pada awal 2025 menjadi 4,25%
        pada Desember 2025, meskipun upaya lanjutan perlu terus dilakukan untuk
        penurunan pemberian special rate kepada deposan besar. Dengan penurunan suku
        bunga dana tersebut, suku bunga kredit perbankan mulai menurun, yaitu sebesar 39
        bps dari 9,20% pada awal 2025 menjadi sebesar 8,81% pada Desember 2025.

        Gambar 11 Suku Bunga Perbankan (%)




        Sumber : Bank Indonesia, Tinjauan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2025

4.1.3 Gambaran Umum Industri Pengolahan Logam

        Ukuran pasar metal finishing global pada tahun 2026 diperkirakan mencapai
        USD 117,5 Miliar, meningkat dari nilai tahun 2025 sebesar USD 112,49 Miliar. Pasar
        ini diproyeksikan terus berkembang hingga mencapai USD 146,08 Miliar pada tahun
        2031, dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (Compound Annual Growth
        Rate/CAGR) sebesar 4,45% selama periode 2026–2031. Pertumbuhan tersebut
        didorong oleh meningkatnya permintaan akan komponen yang memiliki ketahanan
        dan masa pakai yang lebih panjang pada berbagai sektor industri, seperti otomotif,
        elektronik, kedirgantaraan (aerospace), serta sistem energi terbarukan. Selain itu,
        strategi pengurangan bobot (lightweighting) pada kendaraan listrik turut
        meningkatkan kebutuhan terhadap perlakuan anti-korosi pada komponen yang
        menggunakan kombinasi berbagai material.




                                                                               Halaman - 35
Page 48
                                                      BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                       PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk

        Gambar 12 Metal Finishing Market Size and Share




        Sumber : www.mordorintelligence.com

        Produsen mulai mengintegrasikan pengendalian proses berbasis kecerdasan buatan
        yang mampu mengurangi konsumsi logam dan bahan kimia dalam proses produksi,
        sehingga membantu menekan dampak kenaikan harga bahan baku seperti nikel dan
        kromium yang dipengaruhi oleh tekanan pada rantai pasok global. Regulasi
        lingkungan yang semakin ketat, khususnya pembatasan penggunaan PFAS (Per- and
        Polyfluoroalkyl Substances) dan kromium heksavalen, juga mendorong percepatan
        transisi menuju alternatif yang lebih ramah lingkungan seperti kromium trivalen dan
        bahan berbasis bio-based chemicals. Kondisi ini mendorong peningkatan investasi
        dalam kegiatan penelitian dan pengembangan oleh perusahaan pemasok yang
        terintegrasi secara vertikal.

        Performa industri logam dasar di Indonesia sepanjang tahun 2025 paling tinggi di
        antara sub sektor industrin manufaktur lainnya yang tercatat industri logam dasar
        tumbuh sebesar 15,71%. Pertumbuhan tinggi tersebut sejalan dengan meningkatnya
        permintaan luar negeri, terutama untuk komoditas logam dasar besi, baja dan mulia.
        Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memproyeksikan industri logam dasar akan
        kembali memperoleh pertumbuhan paling tinggi pada tahun 2026.

        Kemenperin memproyeksikan industri logam dasar akan tumbuh sebesar 14%.
        Kembali menjadi satu-satunya sub sektor manufaktur yang bisa naik secara signifikan
        dalam outlook pertumbuhan industri pada tahun 2026. Pertumbuhan industri logam
        dasar banyak didorong oleh peningkatan produksi dan ekspor bahan baku serta
        produk setengah jadi seperti ferronikel, semi finished steel dan stainless steel.




                                                                               Halaman - 36
Page 49
                                                      BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                       PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk

4.2     Pangsa Pasar dan Sasaran

        Kawasan Asia Pasifik menguasai sekitar 41,05% pangsa pasar industri metal finishing
        pada tahun 2025 serta mencatat tingkat pertumbuhan tahunan majemuk atau
        Compound Annual Growth Rate (CAGR) tercepat sebesar 5,18% hingga tahun 2031.
        Pertumbuhan ini didorong oleh tingginya produksi kendaraan di Tiongkok serta
        investasi industri elektronik di India melalui program Production Linked Incentive (PLI).
        Pemasok di kawasan ini juga mulai mengadopsi teknologi kimia kromium trivalen dan
        formulasi bebas fluor (fluorine-free) untuk memenuhi standar lingkungan dan kualitas
        yang dipersyaratkan oleh pasar ekspor. Di Jepang, produsen otomotif Original
        Equipment Manufacturer (OEM) mengembangkan lapisan seng-magnesium (zinc-
        magnesium coatings) untuk kendaraan dengan masa pakai panjang, khususnya yang
        beroperasi di wilayah pesisir. Sementara itu, fasilitas manufaktur semikonduktor di
        Korea Selatan telah menerapkan sistem pelapisan berbasis kecerdasan buatan (AI-
        driven plating cells) untuk mendukung proses pengemasan chip berteknologi 5 nm.

        Di kawasan Amerika Utara, pasar metal finishing juga menunjukkan peran yang
        signifikan. Penerapan aturan United States–Mexico–Canada Agreement (USMCA)
        mendorong peningkatan penggunaan komponen yang diproduksi di dalam kawasan
        tersebut. Hal ini memicu pembangunan fasilitas finishing baru yang berlokasi di sekitar
        pusat perakitan kendaraan di wilayah perbatasan Amerika Serikat dan Meksiko. Selain
        itu, ekspansi fasilitas produksi Tesla di Texas dan Nevada meningkatkan permintaan
        terhadap lapisan aluminium ramah lingkungan yang dirancang khusus untuk
        mendukung proses manufaktur gigacasting. Pada sektor kedirgantaraan, perusahaan
        utama (aerospace primes) juga semakin meningkatkan standar pemasok, terutama
        terkait penggunaan sistem yang bebas PFAS, sehingga mendorong peningkatan
        investasi pada kegiatan penelitian dan pengembangan serta modernisasi fasilitas
        produksi.

        Sementara itu, Eropa tetap mempertahankan posisi penting dalam industri metal
        finishing, didukung oleh program pengembangan kendaraan listrik di Jerman,
        keberadaan perusahaan pemasok utama sektor kedirgantaraan serta penerapan
        kebijakan lingkungan yang ketat melalui agenda European Green Deal yang
        mendorong penggunaan proses produksi rendah karbon. Selain itu, sektor maritim
        dan offshore di kawasan Nordik membutuhkan lapisan seng–aluminium–magnesium
        dengan ketebalan tinggi yang mampu memberikan perlindungan korosi jangka
        panjang, terutama untuk kondisi lingkungan ekstrem seperti wilayah Arktik. Kebijakan
        ekonomi sirkular Uni Eropa juga mendorong inovasi dalam proses daur ulang larutan
        pelapisan (bath recycling) serta pemulihan kembali serbuk pelapis (powder reclaim).

4.2.1 Potensi Pasar dan Kesinambungan

        Sektor otomotif menyumbang sekitar 38,35% pasar industri metal finishing pada tahun
        2025, sehingga menjadikan sektor otomotif sebagai salah satu sektor yang memiliki
        potensi besar dalam mendorong pertumbuhan industri metal finishing. Tren
        elektrifikasi kendaraan diperkirakan akan semakin meningkatkan permintaan
        terhadap proses metal finishing, khususnya pada komponen kendaraan listrik seperti
        battery collectors, busbars, dan thermal plates. Penerapan teknologi spray booth yang
        dioptimalkan dengan kecerdasan buatan (AI) serta penggunaan reel-to-reel plating
        lines memungkinkan pengurangan waktu siklus produksi. Hal ini membantu produsen
        peralatan asli OEM dalam memenuhi target peningkatan kapasitas produksi yang
        sejalan dengan meningkatnya output tahunan kendaraan listrik.
                                                                                    Halaman - 37
Page 50
                                                      BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                       PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk

        Di sisi lain, sektor perangkat medis merupakan segmen pengguna akhir dengan
        pertumbuhan tercepat, dengan proyeksi CAGR sebesar 5,22%. Pertumbuhan pasar
        metal finishing pada industri perangkat medis didorong oleh penerapan standar
        regulasi yang ketat, termasuk persyaratan validasi dari Food and Drug Administration
        (FDA) di Amerika Serikat, yang mendorong penggunaan pemasok dengan sistem
        pengendalian proses yang telah terbukti andal.

        Dalam aplikasinya, teknologi pelapisan seperti titanium plasma spray digunakan
        untuk meningkatkan integrasi tulang (bone integration) pada implan medis. Selain itu,
        penggunaan lapisan atas dengan ion perak antimikroba (antimicrobial silver-ion
        topcoat) membantu mengurangi risiko infeksi pada peralatan bedah.

        Seiring dengan perkembangan teknologi medis, perusahaan penyedia jasa finishing
        juga memperluas kapasitas clean room berstandar ISO untuk mendukung produksi
        perangkat medis generasi baru, termasuk elektronik implan (implantable electronics)
        yang menggunakan komponen berskala mikro berbahan emas dan paladium.

4.2.2 Sasaran Pasar

        Dalam menjalankan kegiatan usaha baru, skema penerimaan pesanan yang
        diterapkan oleh Perseroan secara umum terdiri dari 2 jenis :
        a. Jasa
            Konsumen akan menyiapkan material dan desain gambar sendiri, Perseroan
            hanya memberikan jasa pembuatan.
        b. Produk
            Konsumen akan menyiapkan gambar desain, Perseroan menyediakan material
            dan jasa pembuatan. Untuk jenis ini, Perseroan akan memastikan terlebih dahulu
            bahwa material yang diminta mudah didapat sebelum mengkonfirmasi
            kesanggupan pengerjaan.

        Perseroan telah memiliki Purchase Order (PO) dari PT Arco Tech Indonesia dan Surat
        minat dari PT Bisma Putra Persada serta PT Micron Presisi Indonesia untuk 3 tahun ke
        depan (2026 – 2029) dan akan terus diperpanjang selama Perseroan dapat
        memenuhi kebutuhan baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Dari PO tersebut dapat
        diproyeksikan bahwa nilai PO yang telah dimiliki ini sebesar Rp. 1,09 Miliar per bulan
        dan perkiraan proyeksi dari surat minat PT Bisma Putra Persada dan PT Micron Presisi
        Indonesia sebesar Rp. 400 Juta Rupiah per bulan. PO tersebut telah disetujui dan
        ditandatangani oleh pihak Perseroan dan pelanggan, dan bersifat mengikat.

        Untuk mencapai target tersebut Perseroan menerapkan strategi sebagai berikut :
         Membeli mesin CNC dengan teknologi terbaru guna menekan waktu proses
           yang akan berdampak langsung pada kuantitas produksi.
         Melatih tenaga kerja secara terus menerus supaya setiap operator memiliki skill
           yang dapat menunjang produktivitas
         Menerapkan standar tinggi pada pemeriksaan kualitas barang yang dihasilkan
           demi kepuasan konsumen.




                                                                                  Halaman - 38
Page 51
                                                      BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                       PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk

4.2.3 Strategi Pemasaran

        Berikut adalah strategi pemasaran Perseroan :
         Memberikan kualitas produk terbaik
         Penentuan harga produk yang kompetitif
         Memasarkan produk melalui berbagai media sosial

4.3   Pesaing Usaha

      Berikut adalah beberapa perusahaan pesaing Perseroan yang bergerak dalam bidang
      industri yang sama :

      Tabel 19 Perusahaan Pesaing Perseroan

        No     Nama Perusahaan             Domisili                 Daya Saing Kompetitor

         1    PT Putraco             Bandung                 - Telah memiliki pengalaman yang
                                                               lebih banyak
                                                             - Memiliki produktivitas yang tinggi
        2    CV Sanjaya Teknik     Bandung                   - Tenaga ahli yang lebih banyak
      Sumber : Manajemen Perseroan

4.3.1 Analisis Persaingan Usaha

        Pada kegiatan usaha industri barang logam, persaingan antar perusahaan di
        Indonesia semakin intensif dan dinamis, hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor
        seperti teknologi dan kebutuhan pasar. Berdasarkan data pasar saat ini, perusahaan
        yang bergerak dalam industri barang logam lainnya YTDL dan berlokasi dekat dengan
        Perseroan adalah PT Putraco dan CV Sanjaya Teknik.

4.3.2 Analisis Peluang Usaha

        Pengembangan usaha baru yang akan dilakukan oleh Perseroan adalah industri
        barang logam lainnya YTDL antara lain jasa pembuatan heatsink dan sparepart
        otomotif. Melalui strategi diversifikasi usaha, Perseroan akan selalu berusaha menjaga
        keberlangsungan usahanya di masa mendatang, dengan terus mencari dan
        memanfaatkan berbagai peluang usaha yang potensial, baik melalui pengembangan
        produk maupun perluasan pasar.

4.4   Target, Konsep dan Strategi Pemasaran Perseroan

      Perseroan menargetkan pasar dari sektor industri manufaktur, pertambangan,
      konstruksi, serta perusahaan yang membutuhkan jasa permesinan presisi seperti
      pembubutan, milling dan fabrikasi komponen, target pelanggan Perseroan meliputi
      perusahaan industri skala kecil, menengah hingga besar yang membutuhkan
      komponen mesin dengan kualitas presisi, ketahanan material yang baik, serta waktu
      pengerjaan yang cepat. Konsep usaha Perseroan berfokus pada penyediaan layanan
      machining yang berkualitas dengan mengutamakan ketepatan ukuran dan pengerjaan
      tepat waktu.




                                                                                      Halaman - 39
Page 52
                                                      BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                       PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk

      Strategi pemasaran Perseroan dilakukan melalui pendekatan langsung kepada
      perusahaan-perusahaan industri, menjalin hubungan kerja sama jangka panjang
      dengan pelanggan serta menjaga kualitas hasil pekerjaan untuk membangun reputasi
      dan kepercayaan pasar. Selain itu, Perseroan juga memanfaatkan jaringan relasi bisnis,
      referensi pelanggan (customer referral), serta media digital untuk memperluas
      jangkauan pasar dan meningkatkan peluang mendapatkan proyek baru.

      Dengan strategi tersebut, Perseroan optimis dapat meningkatkan jumlah pelanggan,
      memperluas pangsa pasar, serta menjaga pertumbuhan usaha yang berkelanjutan di
      masa mendatang.

4.5   Prospek Usaha Perseroan

      Performa industri logam dasar pada 2025 meningkat di antara subsektor industri
      manufaktur lainnya. Industri logam dasar tumbuh 15,71% secara tahunan, hal tersebut
      sejalan dengan tingginya permintaan global untuk besi, baja dan logam mulia.
      Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memproyeksikan industri logam dasar akan
      kembali mengalami pertumbuhan paling tinggi pada tahun 2026, sebesar14% dan
      menjadi satu-satunya subsektor manufaktur yang bisa naik secara signifikan pada
      outlook pertumbuhan industri 2026.




                                                                                Halaman - 40
Page 53
                                                           BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                           PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk

5     ANALISIS KELAYAKAN KEUANGAN

5.1    Rencana Investasi

       Dalam melaksanakan kegiatan usaha yang baru, diproyeksikan Perseroan akan
       membutuhkan investasi pada tahun 2026. Berikut adalah proyeksi investasi Perseroan :

       Tabel 20 Rincian Investasi
        No.                          Keterangan                      Nilai Investasi (Rp. 000,-)
         1.    Pengadaan Mesin HISION TPM C400K                                    6.000.000
         2.    Pengadaan Mesin HISION T5                                           1.776.000
         3.    Biaya Instalasi                                                       180.000
         4.    Inventasi Tool, Holder, Insert & Consummable                           64.000
         5.    Pembuatan Safety Room Untuk Mesin Pressure Test                       150.000
                                 Total                                             8.970.000
       Sumber : Manajemen Perseroan

5.2    Struktur Modal Investasi dan Modal Kerja

       Pengembangan usaha industri barang logam lainnya YTDL direncanakan
       menggunakan struktur modal investasi yang berasal dari kas Perseroan.

5.3    Asumsi–Asumsi dan Proyeksi Keuangan

5.3.1 Asumsi Dasar

        Berdasarkan POJK 35 Tahun 2020 Pasal 87, periode proyeksi pendapatan ekonomis
        wajib dilakukan dalam jangka waktu paling singkat 5 (lima) tahun ke depan. Proyeksi
        keuangan kegiatan usaha baru disusun oleh Manajemen Perseroan untuk 5 tahun
        kedepan, dimana dalam jangka waktu tersebut diharapkan Perseroan telah mencapai
        kestabilan usaha. Asumsi dan dasar penyusunan proyeksi telah memperhatikan aspek
        kondisi makro ekonomi, serta target pertumbuhan Perseroan.

5.3.2 Target Produksi

        Sesuai dengan proyek yang akan dilaksanakan, proyeksi keuangan dibuat
        berdasarkan business plan Perseroan yang mengacu pada surat PO yang dimiliki oleh
        Perseroan. Berikut adalah proyeksi target produksi pada periode tahun 2026 hingga
        2030 :

        Tabel 21 Proyeksi Target Produksi (Pieces/Bulan)
              Jenis Usaha           2026          2027        2028       2029            2030
         Produksi heatsink       16.250        16.250       16.250       16.250         16.250
         Produksi otomotif        2.000         2.000        2.000        2.000          2.000
        Keterangan : Proses produksi dimulai pada Maret 2026

        Target produksi disusun oleh Manajemen Perseroan yang telah disesuaikan
        berdasarkan kondisi permintaan pasar saat ini.




                                                                                     Halaman - 41
Page 54
                                                      BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                       PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk

5.3.3 Harga Jasa

        Berikut adalah asumsi harga jasa yang digunakan dalam proyeksi :

         Produk Heatsink
         Asumsi harga jasa produk heatsink adalah sebesar Rp. 67.500,-/pcs dan
         diproyeksikan akan mengalami kenaikan sebesar 5,00% pada tahun 2029.

         Produk Otomotif
         Asumsi harga jasa produk otomotif sebesar Rp. 55.000,-/pcs dan diproyeksikan
         akan mengalami kenaikan sebesar 5,00% pada tahun 2029.

5.3.4 Pendapatan

        Proyeksi keuangan dibuat berdasarkan Business Plan Perseroan. Berikut adalah
        proyeksi pendapatan usaha baru Perseroan pada periode tahun 2026 hingga 2030 :

        Tabel 22 Proyeksi Pendapatan Kegiatan Usaha Baru (Rp. 000,-)
            Keterangan          2026           2027            2028          2029           2030
         Produk heatsink     10.968.750    13.162.500        13.162.500   13.820.625      13.820.625
         Produk otomotif      1.100.000     1.320.000         1.320.000    1.386.000       1.386.000
               Total         12.068.750    14.482.500        14.482.500   15.206.625      15.206.625

5.3.5 Beban Pokok Penjualan dan Beban Operasional

        Beban Perseroan terdiri dari beban pokok penjualan dan beban operasional, beban
        pokok penjualan terdiri dari beban SDM, listrik, sewa, operasional pabrik, tool dan
        komponen pembantu. Sedangkan, beban usaha terdiri beban gaji dan tunjangan,
        kesejahteraan karyawan, kebersihan dan keamanan, perbaikan dan pemeliharaan,
        trasportasi, asuransi, perjalanan dinas, perijinan, telekomunikasi, sumbangan dan
        jamuan serta beban lain-lain. Berikut adalah asumsi besaran beban usaha :

        Tabel 1 Aumsi Beban-beban
                           Beban                                       Kenaikan
         Beban Pokok Penjualan
         Beban SDM                                                 5,00% per tahun
         Beban Listrik                                             2,50% per tahun
         Beban Sewa                                               2,50% per 2 tahun
         Beban Operasional Pabrik                              2,50% terhadap penjualan
         Beban Tool dan Komponen Pembantu                          2,50% per tahun
         Beban Operasional
         Beban gaji dan tunjangan                                  5,00% per tahun
         Beban usaha lainnya                                       2,50% per tahun

        Berikut adalah proyeksi beban pokok penjualan dan beban operasional untuk
        kegiatan usaha baru pada periode 2026-2030 :




                                                                                     Halaman - 42
Page 55
                                                      BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                       PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk

        Tabel 23 Proyeksi Beban Pokok Penjualan dan Beban Operasional kegiatan usaha baru
                 (Rp. 000)
                   Tahun                Beban Pokok Pendapatan        Beban Operasional
                    2026                       3.739.335                  2.681.625
                    2027                       4.520.774                  2.782.050
                    2028                       4.702.566                  2.836.338
                    2029                       4.902.377                  2.907.340
                    2030                       5.101.299                  2.966.192


5.3.6 Penetapan Tingkat Pengembalian

        Tingkat pengembalian yang digunakan adalah Biaya Ekuitas untuk Perseroan. Untuk
        menentukan besarnya biaya modal untuk ekuitas yang dilakukan dengan
        mengaplikasikan model CAPM (Capital Asset Pricing Model). Model ini menyatakan
        bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas risiko ditambah premium untuk menutup
        risiko sistematis dari sekuritas saham, dengan formula sebagai berikut :

                                 Ke = Rf + (Rm – Rf) β – RBDS + α
                                  Ke = Rf + (Rp x β) – RBDS + α

        Dimana :
        Rf       =     Tingkat kembalian untuk investasi bebas risiko
        Rm       =     Tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas
        Rp       =     Market risk premium untuk pasar ekuitas secara keseluruhan
        β        =     Ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara obyektif dari
                       responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan
                       pengembalian portofolio pasar
        RBDS       =   Rating Based Default Spread
        α          =   Risiko spesifik perusahaan (yaitu yang mungkin mencerminkan jenis
                       properti, perusahaan dan premi risiko lainnya)

        Rf (Risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang
        dianggap tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas
        risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Surat Utang Negara (SUN) dari
        Pemeringkat Harga Efek Indonesia (PHEI) tanggal 31 Desember 2025 dengan jangka
        waktu selama 10 tahun, yaitu sebesar 6,17%. Angka tersebut akan digunakan sebagai
        tingkat kembalian bebas risiko (Rf).

        Rp (Market Risk Premium - MRP), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas
        risiko dengan tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas. Dalam
        melakukan perhitungan Premi risiko pasar (Rm-Rf) atau MRP, kami menggunakan
        premi risiko pasar berdasarkan data yang diperoleh dari Aswath Damodaran, Country
        Risk Premium yang dipublikasikan pada Januari 2026, yakni sebesar 6,69%.

        Beta (β), adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan
        dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.

        Untuk memperoleh faktor Beta yang sesuai dan akan digunakan dalam perhitungan,
        kami menggunakan beta pembanding dari perusahaan publik dalam industri Auto
        Parts. Rumus mencari nilai beta suatu perusahaan adalah sebagai berikut :


                                                                                  Halaman - 43
Page 56
                                                        BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                         PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk


                                                       βL
                                       βU=
                                               1 + [(1 - t) x (DER)]
        Dimana :
        βU       =      Beta Unlevered
        βL       =      Beta Levered
        t        =      Tingkat Pajak
        DER      =      Rasio perbandingan utang terhadap ekuitas perusahaan

        Unlevered beta industri sejenis yang akan digunakan sebagai dasar perhitungan
        levered beta perusahaan adalah sebagai berikut :

        Tabel 24 Unlevered Beta Industri Sejenis
                Beta Levered                 Market D/E Ratio                   Tax Rate
                           1,52                    18,45%                        16,19%

        Dengan Beta Unlevered sebesar 1,32 dan rasio utang terhadap ekuitas pasar (DER)
        perusahaan pembanding sebesar 18,45%, maka :

                                                      βL
                                  1,32 =
                                           1 + [(1 – 22%) x 18,45%]
                                  βL    = 1,52 X {1+[78% X 18,45%]}
                                        = 1,51

        RBDS (Rating Based Default Spread), merupakan penyesuaian Country Default Spread
        Indonesia. Berdasarkan hasil riset Aswath Damodaran (New York University Business
        School), RBDS yang dipublikasikan pada Januari 2026 adalah sebesar 1,62%.

        Alpha (α) merupakan risiko spesifik perusahaan yang mungkin mencerminkan jenis
        properti, perusahaan dan premi risiko lainnya. Dalam perhitungan ini, α diasumsikan
        sebesar 0%.

        Berdasarkan uraian di atas, maka biaya modal ekuitas Perseroan adalah :

        Tabel 25 Perhitungan Biaya Modal Ekuitas
                         Keterangan                             Biaya Modal untuk Ekuitas
         Tingkat Bunga Bebas Risiko                                                     6,17%
         Beta                                                                             1,51
         Market Premium                                                                 6,69%
         RBDS                                                                           1,62%
         Alpha                                                                             0%
                 Biaya Modal untuk Ekuitas                                            14,66%




                                                                                       Halaman - 44
Page 57
                                                       BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                        PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk

5.3.7 Penentuan Biaya Modal Tertimbang

        Dalam menghitung discount factor untuk Arus Kas Bersih (AKB) untuk perusahaan,
        kami menggunakan tingkat diskonto berdasarkan Biaya Modal Rata-rata Tertimbang
        (Weighted Average Cost of Capital/WACC) dengan formula sebagai berikut :

                                 WACC = {Wd x (I x [1 - T])} + (We x ke)

        Dimana :
        WACC =          Biaya modal rata-rata tertimbang
        We       =      Bobot ekuitas dalam struktur kapital
        Wd       =      Bobot hutang dalam struktur kapital
        ke       =      Biaya modal ekuitas
        I        =      Tingkat bunga hutang dalam struktur kapital
        T        =      Tarif pajak perusahaan

        Berdasarkan Tabel 24, rata-rata DER industri sejenis adalah sebesar 18,45%,
        sehingga diperoleh pembobotan interest bearing debt sebesar 15,57% dan equity
        sebesar 84,43%. Dengan biaya modal untuk utang diasumsikan sebesar bunga pasar
        atas utang yang berlaku, yaitu sebesar 8,44% atau sebesar 6,58% setelah pajak,
        maka diperoleh WACC sebagai berikut :

        Tabel 26 Perhitungan WACC
              Struktur Modal            Bobot             Biaya Modal      WACC
         Interest Bearing Debt             15,57%                 6,58%         1,02%
         Equity                            84,43%                14,66%        12,38%
                                      WACC                                     13,40%




                                                                            Halaman - 45
Page 58
                                                          BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                          PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk

5.4   Proyeksi Laporan Keuangan

      Berikut adalah proyeksi laba (rugi) Perseroan pada periode 2026 hingga 2030 :

      Tabel 27 Proyeksi Laporan Laba Rugi Kegiatan Usaha Baru




      Berdasarkan tabel diatas, rencana pengembangan usaha Perseroan, diproyeksikan
      akan memberikan laba bersih sebesar Rp. 4,40 Miliar pada tahun 2026, Rp. 5,60
      Miliar pada tahun 2027, Rp. 5,41Miliar pada tahun 2028, Rp. 5,76 Miliar pada tahun
      2029 serta Rp. 5,56 Miliar pada tahun 2030.

      Akun-akun yang terdampak atas rencana transaksi penambahan kegiatan usaha
      adalah akun pendapatan, akun beban pokok penjualan, akun beban operasional, akun
      beban pajak dan akun laba bersih.

      Berikut adalah rasio keuangan dari rencana pengembangan usaha Perseroan :

      Tabel 28 Analisis Profitabilitas dan Analisis Timbal Balik Investasi Kegiatan Usaha Baru
              Keterangan            2026       2027        2028        2029        2030          Rata-rata
       Gross Profit Margin         69,02%      68,78%      67,53%     67,76%      66,45%           67,91%
       Operating Profit Margin     46,80%      49,57%      47,94%     48,64%      46,95%           47,98%
       Net Profit Margin           36,50%      38,67%      37,40%     37,94%      36,62%           37,43%
       Return on Investment        71,32%      51,99%      33,43%     26,24%      20,20%           40,64%
       Return on Equity            91,79%      53,85%      34,25%     26,73%      20,51%           45,42%

      Dilihat dari laba (rugi) usaha setelah dilaksanakannya kegiatan pengembangan usaha,
      rata-rata Gross Profit Margin (GPM), Operating Profit Margin (OPM) dan Net Profit
      Margin (NPM), Return on Investment (ROI) dan Return on Equity (ROE) per 31 Desember
      2026 hingga 2030 secara berurutan adalah sebesar 67,91%, 47,98%, 37,43%,
      40,64% dan 45,42%.

                                                                                          Halaman - 46
Page 59
                                                         BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                           PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk

5.5   Analisis Rasio Proyeksi Keuangan Setelah Penambahan Kegiatan Usaha

      Berikut adalah rasio keuangan Perseroan setelah dilaksanakannya pengembangan
      kegiatan usaha :

      Tabel 29 Analisis Rasio Perseroan Setelah Dilaksanakannya Pengembangan Usaha
             Keterangan            2026        2027         2028          2029          2030     Rata-rata
       Gross Profit Margin         51,62%      50,13%       51,16%        52,45%       52,06%     51,48%
       Operating Profit Margin     24,64%      25,00%       27,21%        29,64%       29,76%     27,25%
       Net Profit Margin           17,90%      18,76%       20,87%        23,11%       23,20%     20,77%
       Return on Investment        10,99%      11,58%       12,01%        12,24%       11,26%     11,62%
       Return on Equity            13,37%      13,27%       13,23%        13,32%       12,14%     13,06%

      Dilihat dari laba (rugi) usaha setelah dilaksanakannya kegiatan pengembangan usaha,
      rata-rata Gross Profit Margin (GPM), Operating Profit Margin (OPM) dan Net Profit
      Margin (NPM), Return on Investment (ROI) dan Return on Equity (ROE) per 31 Desember
      2026 hingga 2030 secara berurutan adalah sebesar 51,48%, 27,25%, 20,77%,
      11,62% dan 13,06%.

5.6   Analisis Kelayakan

      Analisis ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan suatu proyek, yang akan diuji dengan
      menggunakan beberapa parameter seperti :

5.6.1 Net Present Value (NPV)

        NPV (Net Present Value) adalah nilai bersih sekarang merupakan perbandingan
        antara Present Value (PV) kas bersih dan PV selama umur investasi. Selisih antara
        kedua PV tersebutlah yang dikenal dengan Net Present Value. Suatu proyek dikatakan
        layak atau menguntungkan jika NPV-nya lebih besar dari nol.

                                            Kas Bersih 2                 Kas Bersih N     - Investasi
                    Kas Bersih 1
          NPV=                      +                       + …. +
                     (1 + r )                (1 + r )2                     (1 + r )n

        NPV positif, maka investasi layak, dan jika NPV negatif, investasi tidak layak.

        NPV proyek menunjukkan angka yang positif yaitu sebesar Rp. 12.948.610.000,-.

5.6.2 Internal Rate of Return (IRR)

        IRR (Internal Rate of Return) adalah merupakan alat untuk mengukur tingkat
        pengembalian hasil, dimana pada proyek yang layak untuk dilaskanakan, tingkat IRR
        yang dihasilkan harus lebih besar dari tingkat diskonto (discounted rate) atau tingkat
        pengembalian yang diharapkan oleh investor.

                             IRR= i1 +       NPV2          + (i2 – i1)
                                          NPV1 – NPV2

        Dimana :
        i1    = tingkat bunga 1 (tingkat discount rate yang menghasilkan NPV1)
        i2    = tingkat bunga 2 (tingkat discount rate yang menghasilkan NPV2)
                                                                                          Halaman - 47
Page 60
                                                       BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                       PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk

        NPV1    = Net present value 1
        NPV2    = Net present value 2

        IRR diatas tingkat diskonto maka investasi layak, dan IRR dibawah tingkat diskonto
        maka investasi tidak layak.

        IRR yang dihasilkan proyek adalah 134,09% atau lebih besar dari tingkat
        pengembalian yang diasumsikan sebesar 13,40% per tahun.

5.6.3 Profitability Index (PI)

        PI (Profitability Index) merupakan rasio aktivitas dari jumlah nilai sekarang penerimaan
        bersih dengan nilai sekarang pengeluaran investasi selama umur investasi. Jika nilai
        PI lebih besar dari 1, maka proyek tersebut layak untuk dijalankan.

                                    ∑PV Kas Bersih
                             PI=                       X 100%
                                    ∑ PV Investasi


        Apabila PI lebih besar (>) dari 1, maka investasi layak
        Apabila PI lebih kecil (<) dari 1, maka investasi tidak layak

        PI proyek adalah sebesar 2,43586 yang berarti lebih besar dari 1.

5.6.4 Payback Period (PP)

        PP (Payback Period) adalah periode atau jumlah tahun yang diperlukan untuk
        mengembalikan nilai investasi yang telah dikeluarkan.

                                           Investasi
                             PP =
                                                             X 1 tahun
                                       Kas Bersih / Tahun

        PP adalah 1 Tahun 9 Bulan. Dengan demikian, Perseroan mampu mengembalikan
        seluruh investasi sesudah proyek berjalan 1 Tahun 9 Bulan.

5.6.5 Break Event Point (BEP)

        Break Even Point (BEP) adalah titik dimana pendapatan sama dengan modal yang
        dikeluarkan, tidak terjadi kerugian atau keuntungan. Total keuntungan dan kerugian
        ada pada posisi 0 titik break even point yang artinya pada titik ini perusahaan tidak
        mengalami kerugian atau mendapat keuntungan.

        BEP = Biaya Tetap : (Harga jual per unit – biaya variabel per unit)

        Selisih dari pengurangan harga jual per unit dan biaya variabel per unit adalah rumus
        dari margin kontribusi (contribution margin).

        Rata-rata BEP yang dihasilkan adalah sebesar Rp. 4.176.868.000,- atau sebesar
        29,34% dari nilai penjualan.



                                                                                   Halaman - 48
Page 61
                                                      BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
                                                       PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk

5.6.6 Analisis Sensitivitas

        Untuk menguji kepekaan suatu proyek terhadap berbagai faktor ekonomi, maka
        berikut ini disajikan analisa sensitivitas terhadap rencana pengembangan usaha yang
        akan dilakukan oleh Perseroan :

        Gambar 13 Analisis Sensitivitas




        Analisis sensitivitas dibuat berdasarkan harga dan beban SDM. Berdasarkan grafik
        analisis sensitivitas diatas, pengembangan kegiatan usaha yang dilakukan oleh
        Perseroan paling sensitif terhadap kenaikan harga.

5.7   Kesimpulan

      Berdasarkan hasil analisis atas kelayakan pasar, kelayakan teknis, kelayakan pola
      bisnis, kelayakan model manajemen dan kelayakan keuangan yang seksama, dengan
      syarat semua asumsi-asumsi yang telah diproyeksikan dapat terpenuhi, maka
      disimpulkan bahwa penambahan KBLI baru (KBLI 25999) yaitu pada bidang industri
      barang logam lainnya yang tidak dapat diklasifikasikan di tempat lain yang dilakukan
      oleh Perseroan adalah layak untuk dilaksanakan.




                                                                               Halaman - 49
Page 62

          
Page 63

          
Page 64

          
Page 65

          
Page 66

          
Page 67

          
Page 68

          

File

File Open PDF
Source IDX
Size5.17 MB
Published17 Jun 2026
Pages68
Characters167,138
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 47 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PT Hetzer Medical Indonesia p.1 ×123
linked person Jemmy Kurniawan. p.8 ×8
linked person Alvi Hadi Sugondo p.8 ×3
linked person Alexander Tjandana p.8 ×3
linked person Fancy Marsiana · Direktur Keuangan p.8 ×5
linked org Negara Maju p.43 ×2
linked org Asian Development Bank p.44
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.6 ×4
possible org Bursa Efek Indonesia p.8 ×2
possible person dr. Yenny Marlina p.8 ×5
possible person Herry · Direktur p.18
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.25 ×3
unresolved person Cahya Suryana · Notaris p.7 ×3
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.7 ×2
unresolved person Dr. Erny Kencanawati · Notaris p.7 ×11
unresolved org Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum Republik Indonesia p.7 ×2
unresolved org Saptono dan Rekan p.15
unresolved person Akuntan Publik Andiek Nugroho p.17 ×8
unresolved org Heliantono & Rekan p.17 ×9
unresolved org Heliantono p.17 ×9
unresolved person Akuntan Publik Hardiz Steve Siahaan p.17 ×2
unresolved person CPA. p.17 ×2
unresolved person Asep p.18
unresolved person Penabur Bandung. p.21
unresolved org PT Karya Pratama p.22
unresolved org PT Medis Raya p.22
unresolved org PT Unicor Prima Motor p.22
unresolved org PT Intisalim Corpora. p.22
unresolved org PT Bisma Putra Persada p.22 ×3
unresolved org PT Arcotech Indonesia p.22
unresolved org PT Bisma Anugrah Plasindo p.22
unresolved org PT Bank NISP Bandung p.22
unresolved org PT Feng Tay Indonesia Enterprise p.22
unresolved org PT Sanggarindah Karya Sentosa Raya p.22
unresolved org PT Dimas Pratama Indah p.22
unresolved org PT Sinar Kamasan Indah p.22
unresolved org PT Multi Sanggar Utama p.22
unresolved org Direktorat Jenderal Pajak Republik Indonesia. p.25
unresolved org PT Kurnia Mustika Indah Lestari p.37
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia p.40 ×8
unresolved org Pusat Statistik p.45
unresolved org Bank Indonesia p.45 ×4
unresolved org Kementerian Keuangan Tingkat p.46
unresolved org Kementerian Perindustrian p.48 ×2
unresolved org PT Arco Tech Indonesia p.50
unresolved org PT Micron Presisi Indonesia p.50 ×2
unresolved org PT Putraco p.51 ×2

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.100 1375 ms 12 Sep 2026 22:08

no e-reporting cover - issuer taken from the announcement

Raw output
{'announced_date': None,
 'changes': [],
 'event_date': None,
 'issuer_name': '',
 'issuer_ticker': '',
 'letter_number': '',
 'positions': [],
 'source_shape': 'ROSTER',
 'subject': ''}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result