Back to announcement
20260617_MEDS_Laporan Informasi dan Fakta Material_32101647_lamp2.pdf
Board change Needs review MEDSSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 68
Page 1
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan
Rencana Pengembangan Usaha
Oleh
PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
No. 00013/2.0033-00/BS/04/0191/1/VI/2026
Tanggal : 3 Juni 2026
Page 2
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Studi Kelayakan - PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
RINGKASAN EKSEKUTIF
STUDI KELAYAKAN PENGEMBANGAN USAHA
OLEH
PT HETZER MEDICAL INDONESIA, TBK
Hasil kajian dan analisis kelayakan rencana pengembangan usaha yaitu pada bidang industri
barang logam lainnya yang tidak dapat diklasifikasikan di tempat lain (selanjutnya disebut
YTDL) (KBLI 25999) oleh PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk selanjutnya disebut "Perseroan",
secara garis besar dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Umum
Perseroan adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang industri pengolahan serta
perdagangan besar dan eceran. Kegiatan usaha utama Perseroan meliputi industri tekstil
lainnya yang tidak dapat diklasifikasikan di tempat lain antara lain industri non woven
(bukan tenunan), industri barang dari karet untuk kesehatan, industri barang plastik lainnya
yang tidak dapat di klasifikasikan di tempat lain, industri peralatan elektromedikal dan
elektroterapi, industri sepeda dan kursi roda termasuk becak, industri peralatan kedokteran
gigi serta perlengkapannya, serta bidang perdagangan besar dan eceran yang meliputi
perdagangan besar alat laboratorium, alat farmasi dan alat kedokteran untuk manusia.
Perseroan berencana untuk melakukan pengembangan usaha yaitu pada bidang industri
barang logam lainnya yang tidak dapat diklasifikasikan di tempat lain (selanjutnya disebut
YTDL) (KBLI 25999), yang mencakup pembuatan berbagai produk logam kecil dan spesifik,
seperti jepitan rambut, peniti, staples, rantai, paku, lencana, tanda logam, kerangka
payung serta berbagai barang logam lainnya yang kecil. Lingkup kegiatan yaitu pembuatan
barang logam yang tidak mencakup peralatan dapur, alat rumah tangga logam, brankas
atau produk yang sudah diklasifikasikan secara khusus YTDL.
2. Maksud dan Tujuan Penyusunan Laporan
Laporan studi kelayakan ini bertujuan untuk menyatakan pendapat atas kelayakan proyek
yang akan dijalankan oleh Perseroan dan sebagai informasi bagi pihak Manajemen
Perseroan dan publik berkaitan dengan rencana untuk melakukan pengembangan usaha.
Perseroan berencana untuk melakukan pengembangan usaha pada bidang industri barang
logam lainnya YTDL (KBLI 25999). Selain itu, laporan studi kelayakan ini juga disusun untuk
memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 17/POJK.04/2020 Tentang
Transaksi Material Dan Perubahan Kegiatan Usaha.
Laporan ini disusun sebagai bahan pertimbangan bagi Perseroan untuk mendapatkan
penilaian objektif mengenai prospek usaha Perseroan sehubungan dengan rencana
pengembangan usaha tersebut.
Sehubungan dengan adanya perubahan yang kami lakukan pada laporan yang telah kami
terbitkan dengan No. 00009/2.0033-00/BS/04/0191/1/IV/2026, tanggal 09 April 2026,
maka kami melakukan revisi dengan diterbitkannya laporan ini. Revisi tersebut dikarenakan
terdapat perubahan pada bab pendahuluan, bab profil perseroan, analisis kelayakan
teknis, model manajemen dan pola bisnis, analisis kelayakan pasar, serta bab analisis
kelayakan keuangan.
i
Page 7
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Studi Kelayakan - PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
3. Asumsi-Asumsi dan Kondisi Pembatas
Laporan penilaian usaha bersifat non-disclaimer opinion.
Penilai usaha telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
dalam proses penilaian.
Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
keakuratannya.
Proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi
keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary
duty).
Penilai usaha bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi
keuangan.
Laporan penilaian usaha yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
Penilai usaha bertanggung jawab atas laporan penilaian usaha dan kesimpulan nilai
akhir.
Penilai usaha telah memperoleh informasi atas status hukum obyek penilaian dari
pemberi tugas.
Kami tidak mempunyai kepentingan terhadap aset, kepemilikan atau kepentingan bisnis
yang menjadi subyek dari penilaian ini, baik untuk saat ini maupun di masa mendatang.
Kami tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk berpihak
berkenaan dengan subyek dari laporan ini maupun pihak-pihak yang terlibat di
dalamnya.
Kompensasi yang kami terima dari penugasan penilaian ini tidak dikaitkan dengan nilai
yang dilaporkan didasarkan pada hasil penilaian yang telah ditentukan sebelumnya.
Berdasarkan pengetahuan dan keyakinan kami, pernyataan-pernyataan mengenai
fakta dalam laporan ini yang menjadi dasar dari analisis, kesimpulan dan opini yang
kami nyatakan adalah benar.
Analisis, opini dan kesimpulan yang telah dibuat, dalam laporan ini telah disusun sesuai
dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII-2018 dan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan (POJK) No. 35/POJK.04/2020 Tentang Penilaian Dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis Di Pasar Modal.
4. Sekilas Profil Perseroan
Perseroan didirikan berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas No. 12, tanggal
31 Desember 2010, yang dibuat di hadapan Cahya Suryana, S.H., Notaris di Bandung,
yang telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dengan Surat Keputusan No. AHU-06450.AH.01.01.Tahun 2011, tanggal 8 Februari
2011 dan telah dimuat dalam Tambahan Berita Negara R.I. No. 59, tanggal 24 Juli 2012.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, dimana perubahan
terakhir didasarkan pada Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
No. 5, tanggal 30 April 2025, yang dibuat di hadapan Dr. Erny Kencanawati, S.H., M.H.,
Notaris di Bandung, mengenai perubahan susunan pengurus Perseroan. Akta tersebut telah
diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi Badan Hukum, Direktorat Jenderal
Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum Republik Indonesia sesuai dengan Surat
Keputusan No. AHU-AH.01.09-0238384, tanggal 14 Mei 2025.
ii
Page 8
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Studi Kelayakan - PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
Pada tanggal 10 Agustus 2022, Perseroan resmi tercatat sebagai perusahaan terbuka (Tbk)
yang ada di Bursa Efek Indonesia. Pengendali dan pemilik manfaat Perseroan adalah Bapak
Jemmy Kurniawan.
Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
Perseroan adalah menjalankan usaha dibidang industri pengolahan serta perdagangan
besar, perdagangan eceran, perawatan mobil dan sepeda motor.
Berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 5, tanggal
30 April 2025, yang dibuat di hadapan Dr. Erny Kencanawati, S.H., M.H., Notaris di
Bandung, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan adalah sebagai berikut :
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Jemmy Kurniawan
Komisaris : Alvi Hadi Sugondo
Komisaris Independen : Alexander Tjandana Martjaputra Koentoro
Direksi
Direktur Utama : dr. Yenny Marlina
Direktur : Herry
Direktur : Fancy Marsiana
5. Analisis Kelayakan
5.1 Analisis Kelayakan Pasar
Pengembangan usaha baru yang akan dilakukan oleh Perseroan adalah industri barang
logam lainnya YTDL antara lain jasa pembuatan heatsink dan sparepart otomotif. Melalui
strategi diversifikasi usaha, Perseroan akan selalu berusaha menjaga keberlangsungan
usahanya di masa mendatang, dengan terus mencari dan memanfaatkan berbagai
peluang usaha yang potensial, baik melalui pengembangan produk maupun perluasan
pasar.
Perseroan menargetkan pasar dari sektor industri manufaktur, pertambangan, konstruksi,
serta perusahaan yang membutuhkan jasa permesinan presisi seperti pembubutan,
milling dan fabrikasi komponen, target pelanggan Perseroan meliputi perusahaan industri
skala kecil, menengah hingga besar yang membutuhkan komponen mesin dengan
kualitas presisi, ketahanan material yang baik, serta waktu pengerjaan yang cepat.
Konsep usaha Perseroan berfokus pada penyediaan layanan machining yang berkualitas
dengan mengutamakan ketepatan ukuran dan pengerjaan tepat waktu.
Strategi pemasaran Perseroan dilakukan melalui pendekatan langsung kepada
perusahaan-perusahaan industri, menjalin hubungan kerja sama jangka panjang dengan
pelanggan serta menjaga kualitas hasil pekerjaan untuk membangun reputasi dan
kepercayaan pasar. Selain itu, Perseroan juga memanfaatkan jaringan relasi bisnis,
referensi pelanggan (customer referral), serta media digital untuk memperluas jangkauan
pasar dan meningkatkan peluang mendapatkan proyek baru.
Dengan strategi tersebut, Perseroan optimis dapat meningkatkan jumlah pelanggan,
memperluas pangsa pasar, serta menjaga pertumbuhan usaha yang berkelanjutan di
masa mendatang.
iii
Page 9
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Studi Kelayakan - PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
5.2 Analisis Kelayakan Teknis
Perseroan berencana untuk melakukan pengembangan usaha yaitu pada bidang industri
barang logam lainnya YTDL (KBLI 25999), yang mencakup pembuatan berbagai produk
logam kecil dan spesifik, seperti jepitan rambut, peniti, staples, rantai, paku, lencana,
tanda logam, kerangka payung serta berbagai barang logam lainnya yang kecil. Lingkup
kegiatan yaitu pembuatan barang logam yang tidak mencakup peralatan dapur, alat
rumah tangga logam, brankas atau produk yang sudah diklasifikasikan secara khusus
dalam YTDL.
Secara teknis, proses produksi dalam rangka pengembangan usaha ini memiliki alur
yang pada dasarnya serupa dengan proses produksi Chestpiece yang saat ini telah
dijalankan oleh Perseroan. Namun demikian, terdapat beberapa penyesuaian dalam
tahapan proses produksi, khususnya berupa penambahan proses finishing serta quality
inspection tambahan guna memastikan bahwa produk akhir yang dihasilkan memiliki
kualitas dan performa yang sesuai dengan spesifikasi serta kebutuhan konsumen.
Dalam implementasinya di area produksi, terdapat peningkatan fokus pada proses
Quality Control (QC) mengingat produk yang dihasilkan dalam pengembangan usaha
ini memerlukan tingkat presisi yang lebih tinggi dibandingkan dengan produk yang telah
diproduksi sebelumnya. Oleh karena itu, Perseroan melakukan beberapa langkah
antisipatif, antara lain melalui penambahan peralatan pengukuran dan pemeriksaan
dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi, pelaksanaan pelatihan bagi karyawan baru
serta penambahan dokumentasi dan catatan mutu sebagai bagian dari sistem
pengawasan dan pengendalian kualitas.
5.3 Analisis Kelayakan Pola Bisnis
Dalam menjalankan pengembangan usaha baru, Perseroan didukung oleh tenaga ahli
profesional yang akan menciptakan keunggulan kompetitif bagi Perseroan dalam
menjalankan rencana pengembangan usaha. Dengan keunggulan kompetitif yang
dimiliki, maka Perseroan diperkirakan akan dapat bersaing dengan perusahaan
kompetitor.
Adapun beberapa keunggulan Perseroan dalam mendukung pengembangan usaha
tersebut antara lain sebagai berikut :
Perseroan merencanakan penggunaan mesin produksi dengan teknologi terbaru
yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi serta konsistensi kualitas
produk yang dihasilkan. Selain itu, penggunaan teknologi yang lebih modern
tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi proses produksi melalui
percepatan waktu proses (cycle time) secara signifikan.
Direktur Perseroan memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang usaha ini.
Selain itu, Perseroan juga telah menjalankan kegiatan usaha sejenis selama kurang
lebih 3 tahun, meskipun masih dalam skala yang lebih kecil. Kombinasi pengalaman
manajerial dan pengalaman operasional tersebut menjadi modal yang kuat bagi
Perseroan untuk bersaing di industri.
Perseroan menempatkan kepuasan pelanggan sebagai salah satu prioritas utama
dalam menjalankan kegiatan usahanya. Hal ini tercermin dari kualitas pelayanan
Perseroan kepada pelanggan yang baik, serta tidak adanya keluhan pelanggan yang
signifikan selama ini. Komitmen tersebut akan terus dipertahankan dalam
pengembangan usaha yang direncanakan.
iv
Page 10
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Studi Kelayakan - PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
5.4 Analisis Kelayakan Model Manajemen
Untuk rencana pengembangan usaha di bidang industri barang logam lainnya,
Perseroan akan menggunakan 1 tenaga ahli dan 64 tenaga kerja dengan rincian sebagai
berikut :
Rincian Tenaga Kerja
Keterangan Jumlah Kualifikasi Kompetensi
Menguasai proses perencanaan dan
Tenaga Ahli
1 orang S1 Teknik pengoperasian mesin produksi berbasis
Profesional
CNC.
- Menguasai dasar-dasar pemrograman
Leader Computer
SMK Teknik G-Code
Numerical Control 13 orang
Mesin - Menguasai pembacaan Technical Draw
(CNC) Bubut
- Menguasai teknik pengukuran presisi
SMK Teknik Menguasai pengetahuan dasar
Operator CNC Bubut 36 orang
Mesin pengoperasian mesin CNC
Operator CNC SMK Teknik Menguasai pengetahuan dasar
9 orang
Milling Mesin pengoperasian mesin CNC
Operator Pressure SMK Teknik Menguasai pengetahuan dasar
6 orang
Test Mesin pengoperasian mesin CNC
Tenaga ahli tersebut memiliki kemampuan berdasarkan pengalaman dan pelatihan-
pelatihan yang telah diikuti. Dengan pengalaman dan pelatihan tersebut, serta kinerja
selama bekerja di Perseroan, tenaga ahli yang dimiliki diyakini merupakan figur yang
tepat untuk menjalankan dan mengawasi pelaksanaan kegiatan pengembangan usaha
yang akan dijalankan oleh Perseroan.
Untuk menjalankan pengembangan usaha tersebut, keahlian minimum yang wajib
dimiliki oleh tenaga kerja adalah lulusan SMK Teknik Mesin. Rekrutmen karyawan
dilaksanakan pada Januari 2026 – Februari 2026.
5.5 Analisis Kelayakan Keuangan
Analisis ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan suatu proyek, yang akan diuji dengan
menggunakan beberapa parameter seperti :
Net Present Value (NPV)
NPV (Net Present Value) adalah nilai bersih sekarang yang merupakan perbandingan
antara Present Value (PV) kas bersih dan PV selama umur investasi. Selisih antara kedua
PV tersebut dikenal dengan Net Present Value. Suatu proyek dikatakan layak atau
menguntungkan jika NPV-nya lebih besar dari nol.
Kas Bersih 1 Kas Bersih 2 Kas Bersih N
NPV= + + …. + - Investasi
(1 + r ) (1 + r )2 (1 + r )n
NPV positif, maka investasi layak, dan jika NPV negatif, investasi tidak layak.
NPV proyek menunjukkan angka yang positif yaitu sebesar Rp. 12.948.610.000,-.
v
Page 11
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Studi Kelayakan - PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
Internal Rate of Return (IRR)
IRR (Internal Rate of Return) adalah merupakan alat untuk mengukur tingkat
pengembalian hasil, dimana pada proyek yang layak untuk dilaskanakan, tingkat IRR
yang dihasilkan harus lebih besar dari tingkat diskonto (discounted rate) atau tingkat
pengembalian yang diharapkan oleh investor.
IRR= i1 + NPV2
+ (i2 – i1)
NPV1 – NPV2
Dimana :
i1 = tingkat bunga 1 (tingkat discount rate yang menghasilkan NPV1)
i2 = tingkat bunga 2 (tingkat discount rate yang menghasilkan NPV2)
NPV1 = net present value 1
NPV2 = net present value 2
IRR diatas tingkat diskonto maka investasi layak, dan IRR dibawah tingkat diskonto
investasi tidak layak.
IRR yang dihasilkan adalah sebesar 134,09% atau lebih besar dari tingkat pengembalian
yang diasumsikan sebesar 13,40% per tahun.
Profitability Index (PI)
PI (Profitability Index) merupakan rasio aktivitas dari jumlah nilai sekarang penerimaan
bersih dengan nilai sekarang pengeluaran investasi selama umur investasi. Jika nilai PI
lebih besar dari 1, maka proyek tersebut layak untuk dijalankan.
∑PV Kas Bersih
PI= X 100%
∑ PV Investasi
Apabila PI lebih besar (>) dari 1, maka investasi layak
Apabila PI lebih kecil (<) dari 1, maka investasi tidak layak
PI proyek adalah sebesar 2,43586 yang berarti lebih besar dari 1.
Payback Period (PP)
PP (Payback Period) adalah periode atau jumlah tahun yang diperlukan untuk
mengembalikan nilai investasi yang telah dikeluarkan.
Investasi
PP = X 1 tahun
Kas Bersih / Tahun
PP adalah 1 Tahun 9 Bulan.
vi
Page 12
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Studi Kelayakan - PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
Break Even Point (BEP)
Break Even Point (BEP) adalah titik dimana pendapatan sama dengan modal yang
dikeluarkan, tidak terjadi kerugian atau keuntungan. Total keuntungan dan kerugian ada
pada posisi 0 titik break even point yang artinya pada titik ini perusahaan tidak
mengalami kerugian atau mendapat keuntungan.
BEP = Biaya Tetap : (Harga jual per unit – biaya variabel per unit)
Selisih dari pengurangan harga jual per unit dan biaya variabel per unit adalah rumus
dari margin kontribusi (contribution margin).
Rata-rata BEP yang dihasilkan adalah sebesar Rp. 4.176.868.000,- atau sebesar
29,34% dari nilai penjualan.
6. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis atas kelayakan pasar, kelayakan teknis, kelayakan pola bisnis,
kelayakan model manajemen dan kelayakan keuangan yang seksama, dengan syarat
semua asumsi-asumsi yang telah diproyeksikan dapat terpenuhi, maka disimpulkan bahwa
penambahan KBLI baru (KBLI 25999) yaitu pada bidang industri barang logam lainnya
yang tidak dapat diklasifikasikan di tempat lain yang dilakukan oleh Perseroan adalah
layak untuk dilaksanakan.
vii
Page 13
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
DAFTAR ISI
SERTIFIKAT
PERNYATAAN PENILAI
RINGKASAN EKSEKUTIF
DAFTAR ISI ................................................................................................................ 1
DAFTAR GAMBAR ...................................................................................................... 2
1 PENDAHULUAN .............................................................................................. 3
1.1 Latar Belakang Penyusunan Laporan .................................................................. 3
1.2 Identifikasi Pemberi Tugas ................................................................................ 3
1.3 Identifikasi Pengguna Laporan........................................................................... 3
1.4 Maksud dan Tujuan Penyusunan Laporan ........................................................... 4
1.5 Ruang Lingkup dan Metode Penyusunan Laporan ................................................ 4
1.6 Tanggal Penilaian ............................................................................................ 5
1.7 Kejadian-kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events).............. 5
1.8 Sumber Informasi ............................................................................................ 5
1.9 Asumsi-Asumsi dan Kondisi Pembatas ................................................................ 6
2 PROFIL PERSEROAN ........................................................................................ 7
2.1 Pendirian Perseroan ......................................................................................... 7
2.2 Struktur Permodalan ........................................................................................ 7
2.3 Maksud dan Tujuan Pendirian Perseroan ............................................................ 7
2.4 Manajemen Sumber Daya Manusia ................................................................... 9
2.5 Aktivitas Usaha Perseroan ............................................................................... 12
2.6 Perizinan....................................................................................................... 13
2.7 Kinerja Keuangan .......................................................................................... 13
3 ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS, MODEL MANAJEMEN DAN POLA BISNIS ........... 19
3.1 Gambaran Umum ......................................................................................... 19
3.2 Analisis Kelayakan Teknis ............................................................................... 22
3.3 Analisis Kelayakan Pola Bisnis ......................................................................... 26
3.4 Analisis Kelayakan Model Manajemen ............................................................. 27
4 ANALISIS KELAYAKAN PASAR .......................................................................... 31
4.1 Kondisi Dan Prospek Makro Ekonomi .............................................................. 31
4.2 Pangsa Pasar dan Sasaran ............................................................................. 37
4.3 Pesaing Usaha .............................................................................................. 39
4.4 Target, Konsep dan Strategi Pemasaran Perseroan ............................................ 39
4.5 Prospek Usaha Perseroan ............................................................................... 40
5 ANALISIS KELAYAKAN KEUANGAN ................................................................. 41
5.1 Rencana Investasi .......................................................................................... 41
5.2 Struktur Modal Investasi dan Modal Kerja ......................................................... 41
5.3 Asumsi–Asumsi dan Proyeksi Keuangan............................................................ 41
5.4 Proyeksi Laporan Keuangan ............................................................................ 46
5.5 Analisis Rasio Proyeksi Keuangan Setelah Penambahan Kegiatan Usaha .............. 47
5.6 Analisis Kelayakan ......................................................................................... 47
5.7 Kesimpulan ................................................................................................... 49
Halaman - 1
Page 14
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
DAFTAR TABEL
Tabel 1 Susunan Pemegang Saham Perseroan per 30 April 2026 .................................. 5
Tabel 2 Susunan Pemegang Saham Perseroan ............................................................. 7
Tabel 3 Rincian Tenaga Kerja .................................................................................. 11
Tabel 4 Laporan Laba Rugi Dan Penghasilan Komprehensif Lain Perseroan (Rp. 000,-) .. 14
Tabel 5 Laporan Posisi Keuangan Perseroan (Rp. 000,-) ............................................. 15
Tabel 6 Laporan Arus Kas Perseroan (Rp. 000,-) ........................................................ 17
Tabel 7 Analisis Rasio Perseroan .............................................................................. 18
Tabel 8 Mesin Produksi ........................................................................................... 22
Tabel 9 Tata Kelola Limbah dan Sampah .................................................................. 24
Tabel 10 Kapasitas dan Target Kegiatan Usaha Produk Heatsink ................................... 24
Tabel 11 Kapasitas dan Target Kegiatan Usaha Produk Otomotif................................... 25
Tabel 12 Jadwal Pelaksanaan Pengembangan Kegiatan Usaha Baru .............................. 25
Tabel 13 Kualifikasi Tenaga Kerja .............................................................................. 26
Tabel 14 Rincian Tenaga Kerja .................................................................................. 27
Tabel 15 Rincian Tenaga Kerja .................................................................................. 30
Tabel 16 Pertumbuhan Ekonomi Dunia 2025 & Proyeksi 2026-2027 (%)........................ 31
Tabel 17 Pertumbuhan PDB per Tahun dan Inflasi ........................................................ 31
Tabel 18 Laju Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Menurut Lapangan Usaha (%) ................ 33
Tabel 19 Perusahaan Pesaing Perseroan ..................................................................... 39
Tabel 20 Rincian Investasi.......................................................................................... 41
Tabel 21 Proyeksi Target Produksi (Pieces/Bulan) ......................................................... 41
Tabel 22 Proyeksi Pendapatan Kegiatan Usaha Baru (Rp. 000,-) .................................... 42
Tabel 23 Proyeksi Beban Pokok Penjualan dan Beban Operasional kegiatan usaha baru
(Rp. 000) ................................................................................................... 43
Tabel 24 Unlevered Beta Industri Sejenis ..................................................................... 44
Tabel 25 Perhitungan Biaya Modal Ekuitas .................................................................. 44
Tabel 26 Perhitungan WACC ..................................................................................... 45
Tabel 27 Proyeksi Laporan Laba Rugi Kegiatan Usaha Baru .......................................... 46
Tabel 28 Analisis Profitabilitas dan Analisis Timbal Balik Investasi Kegiatan Usaha Baru .... 46
Tabel 29 Analisis Rasio Perseroan Setelah Dilaksanakannya Pengembangan Usaha ......... 47
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Struktur Organisasi Perseroan .................................................................. 11
Gambar 2 Produk-produk Masker Perseroan ............................................................. 12
Gambar 3 Produk-produk Alat Kesehatan Perseroan .................................................. 12
Gambar 4 Lokasi Pabrik 1 ....................................................................................... 19
Gambar 5 Lokasi Pabrik 2 ....................................................................................... 20
Gambar 6 Layout Pabrik 1....................................................................................... 21
Gambar 7 Alur Proses Produksi ................................................................................ 23
Gambar 8 Struktur Organisasi Perseroan Setelah Pengembangan Usaha Baru .............. 30
Gambar 9 Perkembangan Inflasi IHK ........................................................................ 34
Gambar 10 Perubahan Nilai Tukar Rupiah .................................................................. 34
Gambar 11 Suku Bunga Perbankan (%) ...................................................................... 35
Gambar 12 Metal Finishing Market Size and Share ...................................................... 36
Gambar 13 Analisis Sensitivitas .................................................................................. 49
Halaman - 2
Page 15
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Penyusunan Laporan
PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk, selanjutnya dalam laporan ini disebut “Perseroan”,
adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang industri pengolahan serta
perdagangan besar dan eceran. Kegiatan usaha utama Perseroan meliputi industri
tekstil lainnya yang tidak dapat diklasifikasikan di tempat lain antara lain industri non
woven (bukan tenunan), industri barang dari karet untuk kesehatan, industri barang
plastik lainnya yang tidak dapat di klasifikasikan di tempat lain, industri peralatan
elektromedikal dan elektroterapi, industri sepeda dan kursi roda termasuk becak,
industri peralatan kedokteran gigi serta perlengkapannya, serta bidang perdagangan
besar dan eceran yang meliputi perdagangan besar alat laboratorium, alat farmasi dan
alat kedokteran untuk manusia.
Perseroan berencana untuk melakukan pengembangan usaha yaitu pada bidang
industri barang logam lainnya yang tidak dapat diklasifikasikan di tempat lain
(selanjutnya disebut YTDL) (KBLI 25999), yang mencakup pembuatan berbagai produk
logam kecil dan spesifik, seperti jepitan rambut, peniti, staples, rantai, paku, lencana,
tanda logam, kerangka payung serta berbagai barang logam lainnya yang kecil.
Lingkup kegiatan yaitu pembuatan barang logam yang tidak mencakup peralatan
dapur, alat rumah tangga logam, brankas atau produk yang sudah diklasifikasikan
secara khusus YTDL.
Dalam rangka merealisasikan rencana di atas, Perseroan memerlukan pihak
independen untuk melakukan kajian dan analisis kelayakan atas rencana Perseroan
untuk melakukan pengembangan usaha. Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa Penilai
Publik Budi, Edy, Saptono dan Rekan (“KJPP BEST”) untuk pembuatan studi kelayakan
ini, yang diharapkan dapat melakukan kajian secara objektif dan independen, sesuai
dengan Proposal Jasa Studi Kelayakan Pengembangan Usaha No. 051/bs-BEST/HMI-
FS/XII/25, tanggal 16 Desember 2025.
1.2 Identifikasi Pemberi Tugas
Pemberi Tugas : PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk.
Selanjutnya disebut “Perseroan”.
Bidang Usaha : Bergerak dalam bidang produksi dan distribusi alat
kesehatan.
Alamat Kantor Pusat : Kompleks Blue Sky Industrial (BSI) Kav. 09,
Jalan Nanjung No. 02, Leuwigajah,
Kota Cimahi, Jawa Barat 40532
Telepon : (022) 6679409
Email : info@hetzermedicalindonesia.co.id
Website : www.evoplusmed.com
1.3 Identifikasi Pengguna Laporan
Pengguna laporan dalam hal ini adalah sama dengan Pemberi Tugas, yaitu
Perseroan.
Halaman - 3
Page 16
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
1.4 Maksud dan Tujuan Penyusunan Laporan
Laporan studi kelayakan ini bertujuan untuk menyatakan pendapat atas kelayakan
proyek yang akan dijalankan oleh Perseroan dan sebagai informasi bagi pihak
Manajemen Perseroan dan publik berkaitan dengan rencana untuk melakukan
pengembangan usaha. Perseroan berencana untuk melakukan pengembangan usaha
pada bidang industri barang logam lainnya YTDL (KBLI 25999).
Selain itu, laporan studi kelayakan ini juga disusun untuk memenuhi Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan (POJK) No. 17/POJK.04/2020 Tentang Transaksi Material Dan
Perubahan Kegiatan Usaha.
Laporan ini disusun sebagai bahan pertimbangan bagi Perseroan untuk mendapatkan
penilaian objektif mengenai prospek usaha Perseroan sehubungan dengan rencana
pengembangan usaha tersebut.
Sehubungan dengan adanya perubahan yang kami lakukan pada laporan yang telah
kami terbitkan dengan No. 00009/2.0033-00/BS/04/0191/1/IV/2026, tanggal
09 April 2026, maka kami melakukan revisi dengan diterbitkannya laporan ini. Revisi
tersebut dikarenakan terdapat perubahan pada bab pendahuluan, bab profil
perseroan, analisis kelayakan teknis, model manajemen dan pola bisnis, analisis
kelayakan pasar, serta bab analisis kelayakan keuangan.
1.5 Ruang Lingkup dan Metode Penyusunan Laporan
Laporan ini kami susun berdasarkan data dari Manajemen Perseroan serta data lain
yang relevan dan hasil wawancara dengan Manajemen Perseroan.
Metode yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan ini adalah :
Analisis Kelayakan Pasar
Melakukan kajian atas kondisi pasar, seperti pangsa pasar, kesinambungan
(sustainability), potensi pasar, sasaran dan potensi nilai pasar. Disamping itu juga
melakukan analisis atas pesaing usaha serta strategi pemasaran.
Analisis Kelayakan Teknis
Melakukan kajian terhadap kapasitas dan target bisnis, serta memperhatikan
ketersediaan dan kualitas sumber daya, pekerja dan ahli profesional. Kajian teknis
juga meliputi proses produksi secara umum.
Analisis Kelayakan Pola Bisnis
Pada aspek ini, analisis mencakup keunggulan kompetitif karena keunikan pola
bisnis yang diajukan Perseroan, kemampuan para pesaing untuk meniru produk
yang dihasilkan serta kemampuan untuk menciptakan nilai.
Analisis Kelayakan Model Manajemen
Kajian yang dilakukan pada aspek ini meliputi ketersediaan tenaga kerja,
manajemen kekayaan intelektual (intellectual property), manajemen risiko,
kapasitas dan kemampuan manajemen serta kesesuaian struktur organisasi dan
manajemen.
Analisis Kelayakan Keuangan
Sebagai muara dari seluruh aspek yang dikaji, maka aspek keuangan akan
mengkaji paling kurang meliputi rencana investasi, sumber pembiayaan, biaya
operasional, proyeksi laporan keuangan, analisis titik impas (break even analysis),
analisis profitabilitas (profitability analysis) serta analisis tingkat imbal balik investasi
(overall return on investment).
Halaman - 4
Page 17
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
1.6 Tanggal Penilaian
Tanggal penilaian (cutoff date) yaitu tanggal pada saat Nilai, hasil penilaian, atau
perhitungan manfaat ekonomi dinyatakan. Pada laporan ini, tanggal penilaian adalah
per 31 Desember 2025, dimana batas tersebut diambil atas dasar pertimbangan
kepentingan dan tujuan penilaian.
1.7 Kejadian-kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)
Berdasarkan Surat Biro Administrasi Efek No. 31/SG-CA/LB-MEDS/V/2026, tanggal
5 Mei 2026, yang dikeluarkan oleh PT Sinartama Gunita, susunan pemegang saham
Perseroan per 30 April 2026 adalah sebagai berikut :
Tabel 1 Susunan Pemegang Saham Perseroan per 30 April 2026
Jumlah Saham Nilai Saham Komposisi
Nama Pemegang Saham
(Lembar) (Rp) (%)
Jemmy Kurniawan 912.570.900 18.251.418.000 58,4%
Masyarakat 649.929100 12.998.582.000 41,6%
Jumlah 1.562.500.000 31.250.000.000 100,0%
Sumber : Surat Biro Administrasi Efek No. 31/SG-CA/LB-MEDS/V/2026, tanggal 5 Mei 2026
1.8 Sumber Informasi
Laporan ini kami susun berdasarkan data dari Manajemen Perseroan, hasil
pengamatan kami di lapangan serta data lain yang relevan yang meliputi :
Laporan keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 yang diaudit oleh Akuntan Publik Andiek Nugroho, S.E., Ak.,
M.Ak., CA., CPA., dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Heliantono & Rekan,
sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00186/2.0459/AU.1/04/1664-
2/1/lll/2022, tertanggal 25 Maret 2022, dengan opini wajar tanpa modifikasian.
Laporan keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 yang diaudit oleh Akuntan Publik Andiek Nugroho, S.E., Ak.,
M.Ak., CA., CPA., dari KAP Heliantono & Rekan, sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00124/2.0459/AU.1/04/1664-3/1/ll/2023, tertanggal
23 Februari 2023, dengan opini wajar tanpa modifikasian.
Laporan keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 yang diaudit oleh Akuntan Publik Hardiz Steve Siahaan, M.Ak.,
M.M., CPA., CA., Ak., dari KAP Heliantono & Rekan, sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00180/2.0459/AU.1/04/1500-1/1/lll/2024, tertanggal 4 Maret
2024, dengan opini wajar tanpa modifikasian.
Laporan keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 yang diaudit oleh Akuntan Publik Andiek Nugroho, S.E., Ak.,
M.Ak., CA., CPA., dari KAP Heliantono & Rekan, sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00317/2.0459/AU.1/04/1664-4/1/III/2025, tertanggal 25 Maret
2025, dengan opini wajar tanpa modifikasian.
Laporan keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 yang diaudit oleh Akuntan Publik Andiek Nugroho, S.E., Ak.,
M.Ak., CA., CPA., dari KAP Heliantono & Rekan, sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00356/2.0459/AU.1/04/1664-5/1/III/2026, tertanggal 26 Maret
2026, dengan opini wajar tanpa modifikasian.
Halaman - 5
Page 18
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
Rencana konsep pengembangan, rencana penjualan, biaya investasi dan biaya
lainnya diperoleh dari Manajemen Perseroan.
Proyeksi keuangan tahun 2026-2030 yang digunakan dalam penilaian merupakan
proyeksi yang disusun oleh Manajemen Perseroan dan telah disesuaikan oleh
Penilai.
Kami telah melakukan wawancara dan diskusi dengan Tim Manajemen Perseroan
yaitu dengan Ibu Fancy Marsiana selaku Direktur Keuangan, Bapak Herry selaku
Direktur Operasional dan Bapak Asep selaku Manajer Produksi Perseroan.
Dokumen dan informasi lain.
1.9 Asumsi-Asumsi dan Kondisi Pembatas
1. Laporan penilaian usaha bersifat non-disclaimer opinion.
2. Penilai usaha telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang
digunakan dalam proses penilaian.
3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
keakuratannya.
4. Proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran
proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
pencapaiannya (fiduciary duty).
5. Penilai usaha bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran
proyeksi keuangan.
6. Laporan penilaian usaha yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
7. Penilai usaha bertanggung jawab atas laporan penilaian usaha dan kesimpulan
nilai akhir.
8. Penilai usaha telah memperoleh informasi atas status hukum obyek penilaian dari
pemberi tugas.
9. Kami tidak mempunyai kepentingan terhadap aset, kepemilikan atau kepentingan
bisnis yang menjadi subyek dari penilaian ini, baik untuk saat ini maupun di masa
mendatang.
10. Kami tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk berpihak
berkenaan dengan subyek dari laporan ini maupun pihak-pihak yang terlibat di
dalamnya.
11. Kompensasi yang kami terima dari penugasan penilaian ini tidak dikaitkan dengan
nilai yang dilaporkan didasarkan pada hasil penilaian yang telah ditentukan
sebelumnya.
12. Berdasarkan pengetahuan dan keyakinan kami, pernyataan-pernyataan mengenai
fakta dalam laporan ini yang menjadi dasar dari analisis, kesimpulan dan opini
yang kami nyatakan adalah benar.
13. Analisis, opini dan kesimpulan yang telah dibuat, dalam laporan ini telah disusun
sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII-2018 dan Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 35/POJK.04/2020 Tentang Penilaian Dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis Di Pasar Modal.
Halaman - 6
Page 19
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
2 PROFIL PERSEROAN
2.1 Pendirian Perseroan
PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk, selanjutnya dalam laporan ini disebut “Perseroan”
didirikan berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas No. 12, tanggal 31 Desember
2010, yang dibuat di hadapan Cahya Suryana, S.H., Notaris di Bandung, yang telah
disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
Keputusan No. AHU-06450.AH.01.01.Tahun 2011, tanggal 8 Februari 2011 dan
telah dimuat dalam Tambahan Berita Negara R.I. No. 59, tanggal 24 Juli 2012.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, dimana
perubahan terakhir didasarkan pada Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham
Luar Biasa No. 5, tanggal 30 April 2025, yang dibuat di hadapan Dr. Erny
Kencanawati, S.H., M.H., Notaris di Bandung, mengenai perubahan susunan pengurus
Perseroan. Akta tersebut telah diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi Badan
Hukum, Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum Republik
Indonesia sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.09-0238384, tanggal
14 Mei 2025.
2.2 Struktur Permodalan
Susunan pemegang saham Perseroan berdasarkan laporan keuangan audit per
31 Desember 2025, adalah sebagai berikut :
Tabel 2 Susunan Pemegang Saham Perseroan
Jumlah Saham Nilai Saham Komposisi
Nama Pemegang Saham
(Lembar) (Rp) (%)
Jemmy Kurniawan 994.000.000 19.880.000.000 63,62%
Fancy Marsiana 56.800.000 1.136.000.000 3,64%
Masyarakat 511.700.000 10.234.000.000 32,75%
Jumlah 1.562.500.000 31.250.000.000 100,00%
Sumber : Laporan keuangan audit per 31 Desember 2025
Susunan pemegang saham per 31 Desember 2025, juga tercatat pada Surat Biro
Administrasi Efek No. 52/SG-CA/LB-MEDS/I/2026, tanggal 5 Januari 2026, yang
dikeluarkan oleh PT Sinartama Gunita.
Pada tanggal 10 Agustus 2022, Perseroan resmi tercatat sebagai perusahaan terbuka
(Tbk) yang ada di Bursa Efek Indonesia. Pengendali dan pemilik manfaat Perseroan
adalah Bapak Jemmy Kurniawan.
2.3 Maksud dan Tujuan Pendirian Perseroan
Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan serta kegiatan
usaha Perseroan adalah menjalankan usaha dibidang industri pengolahan serta
perdagangan besar, perdagangan eceran, perawatan mobil dan sepeda motor. Untuk
mencapai maksud dan tujuan tersebut, Perseroan dapat melakukan kegiatan-kegiatan
usaha sebagai berikut :
Industri tekstil lainnya yang tidak dapat diklasifikasikan di tempat lain.
Industri Non Woven (bukan tenunan), mencakup usaha industri kain yang dibuat
tanpa dengan proses anyaman atau perajutan, seperti kain kempa, kain felting dan
Halaman - 7
Page 20
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
kain laken. Termasuk industri kain untuk keperluan pelayanan kesehatan manusia,
seperti duk operasi (surgical drape); baju, masker, penutup kepala dan
perlengkapan non woven lain untuk operasi dan pembalut luka non woven. (KBLI
13993)
Industri barang dari karet lainnya.
Industri Barang Dari Karet Untuk Kesehatan, mencakup usaha pembuatan barang
dari karet untuk kebutuhan menunjang kesehatan, antara lain seperti sarung
kontrasepsi (KB)/kondom, dot dan alat kompres, sarung tangan karet medis dan
kateter urin (folley catheter). (KBLI 22194)
Industri barang dari plastik lainnya.
Industri barang plastik lainnya yang tidak dapat diklasifikasikan di tempat lain,
mencakup usaha pembuatan barang-barang yang belum diklasifikasikan
dimanapun, seperti peralatan kantor/pendidikan, peralatan kesehatan/
laboratorium dari plastik, film atau lembaran kertas kaca (cellophane), batu buatan
dari plastik, tanda dari plastik (bukan listrik), berbagai barang plastik, seperti tutup
kepala, peralatan penyekat, bagian dari peralatan penerangan, barang-barang
kantor atau sekolah, barang-barang pakaian (jika hanya disegel atau disatukan,
tidak dijahit), perlengkapan untuk furnitur, patung, tape perekat dari plastik, kertas
dinding plastik, alas sepatu dari plastik, pegangan cerutu dan rokok dari plastik,
sisir, pengeriting rambut dari plastik, barang kesenangan dari plastik dan
sebagainya. Termasuk juga pembuatan barang dari busa plastik. Pembuatan
barang-barang peralatan olahraga dimasukkan dalam kelompok 32300.
Pembuatan mainan anak-anak dari plastik dimasukkan dalam kelompok 32402.
Pembuatan tas, buku saku dan sejenisnya dari kulit dan kulit - buatan
diklasifikasikan dalam kelompok 15121. (KBLI-22299)
Industri peralatan iradiasi, elektromedikal dan elektroterapi.
Industri peralatan elektromedikal dan elektroterapi, mencakup pembuatan
peralatan dan perlengkapan elektromedikal dan elektroterapi, seperti peralatan
electrocardiograph, peralatan test mata (termasuk reflektor, endoscope dan lain-
lain), ozone therapy, oxygen therapy, penangkap citra (scanner) untuk diagnosa
medis, peralatan MRI (magnetic resonce imaging), peralatan ultrasound medis,
peralatan endoskopi elektromedikal, peralatan laser medis, peralatan alat bantu
dengar dan peralatan alat pacu jantung. (KBLI 26602)
Industri sepeda dan kursi roda.
Industri sepeda dan kursi roda termasuk becak, mencakup usaha pembuatan dan
perakitan macam-macam sepeda dan becak, seperti sepeda tanpa motor, sepeda
roda tiga (pengantar), tandem (sepeda gandeng) dan sepeda anak anak baik roda
dua maupun roda tiga, termasuk pula pembuatan kereta bayi dan kendaraan
difabel atau kursi roda baik bermotor maupun tidak. (KBLI 30921)
Industri peralatan kedokteran dan kedokteran gigi serta perlengkapannya.
Industri furnitur untuk operasi, perawatan kedokteran dan kedokteran gigi,
mencakup pembuatan perabot atau furnitur untuk kegiatan operasi, perawatan,
kedokteran gigi dan kedokteran hewan, seperti meja operasi, tiang infus, tempat
tidur rumah sakit dengan peralatan mekanik dan kursi untuk pemeriksaan dan
perawatan gigi. (KBLI 32501)
Industri peralatan kedokteran dan kedokteran gigi, perlengkapan orthopaedic dan
prosthetic.
Industri peralatan kedokteran dan kedokteran gigi, perlengkapan orthopaedic dan
prosthetic, mencakup pembuatan peralatan dan perlengkapan untuk pemeriksaan
kesehatan, operasi, kedokteran gigi dan kedokteran hewan, seperti
electrocardiograph, alat-alat bor gigi, peralatan test mata (termasuk reflektor,
endoscope, dan lain-lain), jarum suntik, peralatan sterilisasi, peralatan pijat, ozone
Halaman - 8
Page 21
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
therapy, oxygen therapy, peralatan pernapasan buatan, perlengkapan orthopaedic
dan prosthetic (crutches, surgical belts and trussers, orthopaedic corsets and shoes
dan lain-lain), thermometer kedokteran, tungku pembakar laboratorium
kedokteran gigi, mesin pembersihan ultrasonik laboratorium, peralatan destilasi
laboratorium, alat sentrifugal laboratorium, pelat dan baut tulang (bone plates and
screws), alat suntik, jarum suntik, kateter, cannulae dan sebagainya, peralatan
kedokteran gigi (termasuk kursi periksa dokter gigi yang tergabung dengan
perlengkapan dokter gigi lainnya), gigi buatan dan sebagainya yang dibuat di
laboratorium kedokteran gigi, mata buatan dari gelas dan peralatan tubuh palsu
lainnya, seperti mata palsu, tengkorak palsu dan bagian-bagian dalam tubuh
palsu. Kelompok ini juga mencakup pembuatan berbagai peralatan dan
perlengkapan dalam bentuk instrumen bedah, antara lain seperti gunting, pinset,
tang. (KBLI 32502)
Industri peralatan kedokteran dan kedokteran gigi serta perlengkapan lainnya.
Industri peralatan kedokteran dan kedokteran gigi serta perlengkapan lainnya,
mencakup usaha pembuatan peralatan kedokteran dan kedokteran gigi serta
perlengkapan lainnya yang belum tercakup dalam kelompok 32501 sampai
dengan 32503, seperti kain dan benang steril/benang bedah dan kertas tisu untuk
operasi, semen dan penambal gigi (kecuali perekat gigi palsu 20234), lilin gigi
dan preparat plester gigi lainnya, semen rekonstruksi tulang, masker medis seperti
surgical mask. (KBLI 32509)
Perdagangan besar produk lainnya termasuk barang sisa dan potongan yang tidak
dapat diklasifikasikan di tempat lain,
Perdagangan besar alat laboratorium, alat farmasi dan alat kedokteran untuk
manusia, mencakup usaha perdagangan besar alat laboratorium, alat farmasi dan
alat kedokteran untuk manusia. (KBLI 46691)
2.4 Manajemen Sumber Daya Manusia
Berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 5,
tanggal 30 April 2025, yang dibuat di hadapan Dr. Erny Kencanawati, S.H., M.H.,
Notaris di Bandung, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan adalah sebagai
berikut :
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Jemmy Kurniawan
Komisaris : Alvi Hadi Sugondo
Komisaris Independen : Alexander Tjandana Martjaputra Koentoro
Direksi
Direktur Utama : dr. Yenny Marlina
Direktur : Herry
Direktur : Fancy Marsiana
Berikut ini adalah latar belakang dan pengalaman para pengelola Perseroan :
Jemmy Kurniawan – Komisaris Utama
Beliau ditunjuk sebagai Komisaris Utama Perseroan berdasarkan Akta Keputusan
Para Pemegang Saham No. 11, tanggal 5 April 2022. Beliau merupakan lulusan
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Farmasi BPK Penabur Bandung. Jabatan Beliau
sebelumnya antara lain sebagai Direktur Utama sejak tahun 2010 hingga tahun
2021.
Halaman - 9
Page 22
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
Alvi Hadi Sugondo – Komisaris
Beliau ditunjuk sebagai Komisaris Perseroan berdasarkan Akta Berita Acara Rapat
Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan No. 31, tanggal 28 Maret 2024.
Jabatan Beliau sebelumnya antara lain sebagai Direktur pada PT Karya Pratama
tahun 2001 hingga 2015, serta sebagai Direktur pada PT Medis Raya sejak tahun
2016 hingga saat ini.
Alexander Tjandana Martjaputra Koentoro – Komisaris Independen
Beliau ditunjuk sebagai Komisaris Independen Perseroan berdasarkan Akta
Pernyataan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 5 tanggal
30 April 2025. Beliau memiliki gelar Sarjana Bidang Pertambangan dari Institut
Teknologi Bandung (ITB) dan meraih gelar Magister Manajemen dari Sekolah Tinggi
Ilmu Manajemen Jakarta. Jabatan Beliau sebelumnya antara lain sebagai konsultan
Direksi BCA (kredit konsumen), Branch Manager Citibank Bandung, Credit Card
Manager, Marketing Manager, Credit Control Manager, Vice Branch Manager, dan
Management Trainee di BCA, Assistant Manager dan Customer Retention
Department PT Unicor Prima Motor serta Management Trainee PT Intisalim Corpora.
dr. Yenny Marlina – Direktur Utama
Beliau ditunjuk sebagai Direktur Utama Perseroan berdasarkan Akta Berita Acara
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan No. 31, tanggal 28 Maret
2024. Beliau memiliki gelar Sarjana Kedokteran dari Universitas Kristen Maranatha
Bandung (2005) dan Profesi Dokter di Universitas Kristen Maranatha Bandung
(2008). Jabatan Beliau sebelumnya antara lain sebagai Manager Marketing Midtou
Sekuritas (2008 - 2009), Dokter Rumah Sakit Santosa International (2009 - 2011),
Dokter Zanetta Skin Care (2011- 2014) serta General Manager dan Sekretaris
Perseroan (2024).
Herry – Direktur
Beliau ditunjuk sebagai Direktur Perseroan berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan
Rapat Perseroan No. 02, tanggal 3 April 2023. Beliau memiliki gelar Sarjana Teknik
dari Universitas Kristen Maranatha Bandung. Jabatan Beliau sebelumnya antara lain
sebagai Direktur PT Bisma Putra Persada (2005 - 2022), Direktur PT Arcotech
Indonesia (2011- sekarang) serta Komisaris PT Bisma Anugrah Plasindo (2018 -
sekarang).
Fancy Marsiana – Direktur
Beliau ditunjuk sebagai Direktur Perseroan berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan
Para Pemegang Saham Perseroan No. 11, tanggal 5 April 2022. Beliau memiliki
gelar Diploma 3 Fakultas Ekonomi - PAAP dari Universitas Padjajaran Bandung
(1989) dan meraih gelar Sarjana Fakultas Hukum Keperdataan dari Universitas
Katolik Parahyangan Bandung (1992). Jabatan Beliau sebelumnya antara lain
sebagai Analis Kredit PT Bank NISP Bandung (1992 - 1993), Kepala Keuangan
Pabrik Sepatu Nike Banjaran PT Feng Tay Indonesia Enterprise (1993-1996) serta
Internal Audit Sanggar Indah Group Bandung (PT Sanggarindah Karya Sentosa
Raya, PT Dimas Pratama Indah, PT Sinar Kamasan Indah, PT Multi Sanggar Utama)
(1996 - 2019).
Halaman - 10
Page 23
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
Dalam melaksanakan kegiatan usahanya, hingga tanggal 31 Desember 2025,
Perseroan memiliki 16 karyawan tetap.
Untuk rencana pengembangan usaha di bidang industri barang logam lainnya,
Perseroan akan menggunakan 1 tenaga ahli dan 64 tenaga kerja dengan rincian
sebagai berikut :
Tabel 3 Rincian Tenaga Kerja
Keterangan Jumlah Tenaga Kerja
Tenaga Ahli Profesional 1 orang
Leader Computer Numerical Control (CNC) Bubut 13 orang
Operator CNC Bubut 36 orang
Operator CNC Milling 9 orang
Operator Pressure Test 6 orang
Sumber : Manajemen Perseroan
Tenaga ahli tersebut memiliki kemampuan berdasarkan pengalaman dan pelatihan-
pelatihan yang telah diikuti. Dengan pengalaman dan pelatihan tersebut, serta kinerja
selama bekerja di Perseroan, tenaga ahli yang dimiliki diyakini merupakan figur yang
tepat untuk menjalankan dan mengawasi pelaksanaan kegiatan pengembangan usaha
yang akan dijalankan oleh Perseroan.
Untuk menjalankan pengembangan usaha tersebut, keahlian minimum yang wajib
dimiliki oleh tenaga kerja adalah lulusan SMK Teknik Mesin. Rekrutmen karyawan
dilaksanakan pada Januari 2026 – Februari 2026.
Berikut adalah struktur organisasi Perseroan :
Gambar 1 Struktur Organisasi Perseroan
Sumber : Manajemen Perseroan
Halaman - 11
Page 24
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
2.5 Aktivitas Usaha Perseroan
Pada tahun 2011, Perseroan mengawali kegiatan bisnisnya sebagai manufaktur alat
kesehatan. Komoditas yang diproduksi adalah masker kesehatan dan bouffant cap
dengan merek dagang Evo dan Evo Plusmed. Disamping itu, Perseroan juga
memproduksi merek dagang dari perusahaan lain (maklon).
Gambar 2 Produk-produk Masker Perseroan
Sumber : Manajemen Perseroan
Pada tahun 2022, Perseroan meluncurkan produk baru yaitu Stethoscope dan
Sphygmomanometer, sekaligus mencatatkan diri sebagai produsen Chestpiece
(komponen utama stethoscope) pertama di Indonesia. Adapun sebagian besar
komponen produk tersebut harus didatangkan secara impor.
Gambar 3 Produk-produk Alat Kesehatan Perseroan
Sumber : Manajemen Perseroan
Halaman - 12
Page 25
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
Visi :
Menjadi salah satu produsen alat kesehatan terkemuka di Indonesia dengan di
dukung oleh produk yang inovatif, berkualitas serta Manajemen Perseroan yang
kuat.
Misi :
1. Mengupayakan perbaikan serta peningkatan kualitas hidup secara medis.
2. Menerapkan Cara Pembuatan Alat Kesehatan yang Baik (CPAKB) dalam sistem
manajemen untuk menjamin setiap produk yang dihasilkan memiliki kualitas dan
sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku.
3. Menciptakan profit dalam kegiatan bisnisnya untuk menjamin agar Perseroan
dapat memberikan pelayanan secara berkesinambungan, serta meningkatkan
kesejahteraan serta kompetensi seluruh karyawannya.
2.6 Perizinan
Dalam menjalankan kegiatan dan untuk menunjang aktivitas usahanya, berikut adalah
perizinan yang telah dimiliki oleh Perseroan :
NPWP No. 31.284.167.9-421.000, yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal
Pajak Republik Indonesia.
Izin Usaha (Izin Usaha Industri), yang dikeluarkan oleh Pemerintah Republik
Indonesia c.q. Lembaga Pengelola dan Penyelenggara OSS, di terbitkan tanggal
7 Agustus 2018.
Izin Usaha (Izin Perusahaan Rumah Tangga (PRT) Alat Kesehatan dan PKRT), yang
dikeluarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia c.q. Lembaga Pengelola dan
Penyelenggara OSS, di terbitkan tanggal 7 Agustus 2018.
Nomor Induk Berusaha (NIB) No. 8120106840674, yang dikeluarkan oleh
Pemerintah Republik Indonesia c.q. Lembaga Pengelola dan Penyelenggara OSS.
2.7 Kinerja Keuangan
Perkembangan Laporan keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2021 yang diaudit oleh Akuntan Publik Andiek Nugroho, S.E.,
Ak., M.Ak., CA., CPA., dari KAP Heliantono & Rekan, sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00186/2.0459/AU.1/04/1664-2/1/lll/2022, tertanggal 25 Maret
2022, dengan opini wajar tanpa modifikasian, laporan keuangan Perseroan untuk
periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang diaudit oleh Akuntan
Publik Andiek Nugroho, S.E., Ak., M.Ak., CA., CPA., dari KAP Heliantono & Rekan,
sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00124/2.0459/AU.1/04/1664-3/1/ll/
2023, tertanggal 23 Februari 2023, dengan opini wajar tanpa modifikasian, laporan
keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
yang diaudit oleh Akuntan Publik Hardiz Steve Siahaan, M.Ak., M.M., CPA., CA., Ak.,
dari KAP Heliantono & Rekan, sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00180/2.0459/AU.1/04/1500-1/1/lll/2024, tertanggal 4 Maret 2024, dengan
opini wajar tanpa modifikasian, laporan keuangan Perseroan untuk periode yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang diaudit oleh Akuntan Publik Andiek
Nugroho, S.E., Ak., M.Ak., CA., CPA., dari KAP Heliantono & Rekan, sebagaimana
tertuang dalam laporannya No. 00317/2.0459/AU.1/04/1664-4/1/III/2025,
tertanggal 25 Maret 2025, dengan opini wajar tanpa modifikasian dan laporan
keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
yang diaudit oleh Akuntan Publik Andiek Nugroho, S.E., Ak., M.Ak., CA., CPA., dari
Halaman - 13
Page 26
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
KAP Heliantono & Rekan, sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00356/
2.0459/AU.1/04/1664-5/1/III/2026, tertanggal 26 Maret 2026, dengan opini wajar
tanpa modifikasian, adalah sebagai berikut :
Tabel 4 Laporan Laba Rugi Dan Penghasilan Komprehensif Lain Perseroan (Rp. 000,-)
KETERANGAN 2021 2022 2023 2024 2025
Penjualan 75.789.667 37.737.428 22.723.318 6.391.014 6.629.088
Beban pokok penjualan (20.460.955) (16.234.556) (11.971.312) (5.540.481) (6.028.654)
Laba kotor 55.328.713 21.502.872 10.752.006 850.533 600.433
Beban penjualan (7.925.859) (3.363.013) (1.945.946) (1.303.926) (1.209.353)
Beban umum dan
administrasi (13.338.949) (13.586.561) (11.409.099) (8.220.174) (7.653.560)
Laba (rugi) usaha 34.063.904 4.553.298 (2.603.039) (8.673.567) (8.270.479)
Penghasilan keuangan 233.162 24.421 2.846 816 253.502
Beban keuangan (180.419) (759.202) (663.423) (482.402) (672.711)
Lain-lain – neto 10.955 (3.222.201) (323.871) 881.548 121.746
Laba (rugi) sebelum pajak
penghasilan 34.127.602 596.316 (3.587.487) (8.273.605) (8.567.943)
Pajak penghasilan (7.496.255) (359.254) 17.010 (259.947) 221.899
Laba (rugi) tahun berjalan 26.631.346 237.062 (3.570.478) (8.533.551) (8.346.044)
Penghasilan (rugi)
komprehensif lain 4.311 (30.560) (5.490) (61.028) 27.380
Jumlah penghasilan (rugi)
komprehensif tahun
berjalan 26.635.658 206.502 (3.575.967) (8.594.579) (8.318.665)
Sumber : Laporan keuangan audit per 31 Desember 2021-2025
Kinerja laba (rugi) Perseroan periode 31 Desember 2021 hingga 2025 adalah sebagai
berikut :
- Pada periode 31 Desember 2021-2025, rata-rata penjualan mengalami penurunan
sebesar 39,54% per tahun.
- Pada periode 31 Desember 2021-2025, rata-rata beban pokok penjualan
mengalami penurunan sebesar 22,96% hal tersebut sejalan dengan penurunan
penjualan.
- Pada periode 31 Desember 2021-2025, rata-rata laba kotor mengalami penurunan
sebesar 58,16% per tahun.
- Pada periode 31 Desember 2021-2025, rata-rata beban penjualan mengalami
penurunan sebesar 34,83% per tahun.
- Pada periode 31 Desember 2021-2025, rata-rata beban umum dan administrasi
mengalami penurunan sebesar 12,25%.
- Pada periode 31 Desember 2021-2025, rata-rata laba (rugi) usaha mengalami
penurunan sebesar 118,09% per tahun karena menurunnya penjualan.
- Pada periode 31 Desember 2021-2025, rata-rata penghasilan keuangan
mengalami kenaikan seiring meningkatnya pendapatan lain-lain.
- Pada periode 31 Desember 2021-2025, rata-rata beban keuangan mengalami
kenaikan sebesar 80,09% per tahun.
- Pada periode 31 Desember 2021-2025, beban lain-lain mengalami fluktuasi setiap
tahunnya.
- Pada periode 31 Desember 2021-2025, rata-rata laba (rugi) sebelum pajak
penghasilan mengalami penurunan sebesar 233,51% per tahun.
- Pada periode 31 Desember 2021-2025, rata-rata beban pajak penghasilan
mengalami penurunan sebesar 403,41% per tahun sejalan dengan penurunan laba
usaha.
Halaman - 14
Page 27
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
- Pada periode 31 Desember 2021-2025, rata-rata laba tahun berjalan mengalami
penurunan sebesar 460,51% per tahun.
Tabel 5 Laporan Posisi Keuangan Perseroan (Rp. 000,-)
KETERANGAN 2021 2022 2023 2024 2025
ASET
Aset Lancar
Kas dan bank 1.401.499 5.361.821 665.570 232.087 779.024
Piutang usaha - neto 2.097.777 532.669 5.420.263 3.944.083 942.208
Piutang lain-lain 1.091.850 968.350 865.471 783.500 338.500
Persediaan - neto 9.145.655 7.340.014 8.490.096 11.256.165 12.245.680
Pajak dibayar di muka 2.547 2.746.946 2.836.676 0 60.895
Uang muka 1.126.250 20.335.187 5.027.731 0 0
Biaya dibayar di muka 29.299 105.513 214.766 230.916 123.828
Jumlah Aset Lancar 14.894.876 37.390.499 23.520.572 16.446.751 14.490.134
Aset pajak tangguhan -
neto 45.578 13.613 47.836 219.911 488.157
Aset tetap - neto 35.040.350 43.523.309 52.111.467 47.270.521 44.418.775
Properti investasi 0 0 1.445.331 1.369.261 1.293.191
Uang muka 0 0 0 0 1.081.081
Jumlah Aset Tidak Lancar 35.085.928 43.536.922 53.604.634 48.859.693 47.281.204
JUMLAH ASET 49.980.804 80.927.421 77.125.207 65.306.444 61.771.338
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank jangka
pendek 0 0 0 0 3.889.088
Utang usaha 2.431.130 1.626.762 875.379 837.675 913.721
Utang lain-lain 362.119 266 844.407 641.036 2.378.953
Utang pajak 2.634.396 162.855 108.786 183.059 43.406
Pendapatan diterima di
muka 340.476 0 1.820.241 1.428.930 1.737.745
Bagian utang jk panjang
jatuh tempo satu tahun :
Utang pembiayaan
konsumen 88.305 274.177 432.050 236.620 0
Utang sewa 0 0 20.250 0 778.129
Utang bank 1.938.697 2.078.846 2.229.126 2.390.269 2.622.623
Jumlah Liabilitas Jangka
Pendek 7.795.124 4.142.905 6.330.238 5.717.589 12.363.666
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan
pascakerja 460.941 315.644 329.409 405.123 399.199
Bagian utang jangka
panjang setelah dikurangi
bagian yang jatuh tempo
dalam satu tahun:
Utang sewa 710.391
Utang bank 9.261.303 7.182.457 4.953.331 2.566.985 0
Utang pembiayaan
konsumen 0 499.121 356.440 0 0
Jumlah Liabilitas Jangka
Panjang 9.722.244 7.997.222 5.639.180 2.972.108 1.109.590
JUMLAH LIABILITAS 17.517.367 12.140.127 11.969.418 8.689.697 13.473.255
Halaman - 15
Page 28
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
Lanjutan Tabel 5 ……….
KETERANGAN 2021 2022 2023 2024 2025
EKUITAS
Modal disetor 25.000.000 31.250.000 31.250.000 31.250.000 31.250.000
Tambahan modal disetor 0 29.867.355 29.867.355 29.867.355 29.867.355
Saldo laba (defisit) 7.690.775 7.927.837 4.357.359 (4.176.192) (12.522.237)
Rugi komprehensif lain (227.338) (257.898) (318.926) (324.416) (297.036)
JUMLAH EKUITAS 32.463.437 68.787.294 65.155.788 56.616.748 48.298.083
JUMLAH LIABILITAS DAN
EKUITAS 49.980.804 80.927.421 77.125.207 65.306.444 61.771.338
Sumber : Laporan keuangan audit per 31 Desember 2021-2025
Kinerja aset Perseroan per 31 Desember 2021-2025 adalah sebagai berikut :
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata kas dan bank mengalami kenaikan sebesar
91,38% per tahun.
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata piutang usaha - neto mengalami
peningkatan sebesar 184,90% per tahun.
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata piutang lain-lain mengalami penurunan
sebesar 22,05% per tahun.
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata persediaan mengalami peningkatan
sebesar 9,32% per tahun.
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata pajak dibayar di muka mengalami kenaikan
setiap tahunnya.
- Per 31 Desember 2021-2025, uang muka cenderung berfluktuasi setiap tahunnya.
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata biaya dibayar dimuka mengalami kenaikan
sebesar 81,20% per tahun.
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata total aset lancar mengalami kenaikan
sebesar 17,99% per tahun.
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata aset pajak tangguhan neto mengalami
kenaikan sebesar 165,74% per tahun.
- Per 31 Desember 2021-2025, saldo aset tetap neto cenderung berfluktuasi setiap
tahunnya.
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata properti investasi mengalami penurunan
sebesar 2,70% per tahun.
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata aset tidak lancar mengalami kenaikan
sebesar 8,78% per tahun.
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata total aset mengalami kenaikan sebesar
9,12% per tahun.
Kinerja liabilitas dan ekuitas Perseroan per 31 Desember 2021-2025 adalah sebagai
berikut :
- Per 31 Desember 2025, terdapat utang bank jangka pendek sebesar
Rp. 3,88 Miliar.
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata utang usaha mengalami penurunan sebesar
18,63% per tahun.
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata utang lain-lain cenderung berfluktuasi
setiap tahunnya.
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata utang pajak mengalami penurunan sebesar
33,76% per tahun.
- Per 31 Desember 2025, terdapat utang sewa jangka pendek sebesar
Rp. 778,12 Juta dan jangka panjang sebesar Rp. 70,39 Juta.
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata utang pembiayaan konsumen jangka
pendek mengalami peningkatan sebesar 30,71% per tahun.
Halaman - 16
Page 29
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata bagian utang bank jangka panjang setelah
dikurangi jatuh tempo dalam setahun mengalami peningkatan sebesar 7,85% per
tahun.
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata total liabilitas jangka pendek mengalami
peningkatan sebesar 28,13% per tahun.
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata liabilitas imbalan pascakerja mengalami
penurunan sebesar 1,41% per tahun.
- Per 31 Desember 2022-2023, terdapat utang pembiayaan konsumen jangka
panjang cenderung berfluktuasi setiap tahunnya.
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata utang bank jangka panjang mengalami
penurunan sebesar 50,41% per tahun.
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata total liabilitas jangka panjang mengalami
penurunan sebesar 39,30% pertahun.
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata total liabilitas mengalami penurunan
sebesar 1,11% per tahun.
- Per 31 Desember 2022, saldo modal saham mengalami peningkatan menjadi
sebesar Rp. 31,25 Miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp. 25 Miliar.
- Per 31 Desember 2022, terdapat tambahan modal disetor sebesar Rp. 29,86 Miliar.
- Per 31 Desember 2025, saldo laba (defisit) tercatat sebesar Rp. 12,53 Miliar.
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata total rugi komprehensif lain mengalami
kenaikan sebesar 7,60% per tahun.
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata total ekuitas mengalami kenaikan sebesar
19,70% per tahun.
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata total liabilitas dan ekuitas mengalami
kenaikan sebesar 9,12% per tahun.
Tabel 6 Laporan Arus Kas Perseroan (Rp. 000,-)
KETERANGAN 2021 2022 2023 2024 2025
Arus kas dari aktivitas
operasi 12.847.032 (13.023.419) 3.152.149 2.229.997 (1.475.126)
Arus kas untuk aktivitas
investasi (28.082.570) (17.728.055) (6.087.838) 361.094 (1.111.968)
Arus kas dari aktivitas
pendanaan 2.766.307 34.711.797 (1.760.562) (3.024.572) 3.134.031
Kenaikan (penurunan) kas
dan bank (12.469.231) 3.960.322 (4.696.251) (433.482) 546.936
Kas dan bank awal tahun 13.870.729 1.401.499 5.361.821 665.570 232.087
Kas dan bank akhir tahun 1.401.499 5.361.821 665.570 232.087 779.024
Sumber : Laporan keuangan audit per 31 Desember 2021-2025
Secara umum, kinerja arus kas Perseroan pada periode 31 Desember 2021-2025
adalah sebagai berikut :
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata arus kas dari aktivitas operasi mengalami
penurunan sebesar 68,14% per tahun.
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata arus kas neto dari aktivitas investasi
mengalami penurunan sebesar 49,87% per tahun.
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata arus kas neto dari aktivitas pendanaan
mengalami kenaikan sebesar 295,39% per tahun.
- Per 31 Desember 2021-2025, rata-rata kenaikan (penurunan) bersih kas dan bank
mengalami kenaikan sebesar 57,53% per tahun.
- Per 31 Desember 2021-2025, jumlah saldo kas dan bank akhir tahun cenderung
berfluktuasi setiap tahunnya.
Halaman - 17
Page 30
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
Tabel 7 Analisis Rasio Perseroan
KETERANGAN 2021 2022 2023 2024 2025
A. LIKUIDITAS (% )
Current Ratio 191,08% 902,52% 371,56% 287,65% 117,20%
Quick Ratio 58,90% 165,65% 109,81% 86,74% 16,66%
B. SOLVABILITAS (%)
Total Debt to Equity Ratio 53,96% 17,65% 18,37% 15,35% 27,90%
Total Debt to Asset Ratio 35,05% 15,00% 15,52% 13,31% 21,81%
C. RENTABILITAS (%)
Gross Profit Margin 73,00% 56,98% 47,32% 13,31% 9,06%
Operating Profit Margin 44,95% 12,07% -11,46% -135,72% -124,76%
Net Profit Margin 35,14% 0,63% -15,71% -133,52% -125,90%
Return on Assets 53,28% 0,29% -4,63% -13,07% -13,51%
Return on Equity 82,03% 0,34% -5,48% -15,07% -17,28%
Rasio likuiditas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh
kewajiban jangka pendek melalui aset lancar yang dimiliki. Rata-rata current ratio dan
quick ratio Perseroan per 31 Desember 2021-2025 masing-masing sebesar 374,00%
dan 87,55%.
Rasio solvabilitas merupakan kemampuan perusahaan dalam mengembalikan seluruh
liabilitas melalui seluruh aset yang dimiliki ataupun melalui ekuitas. Rata-rata total Debt
to Equity Ratio per 31 Desember 2021-2025 mencapai 26,64%. Sedangkan rata-rata
total Debt to Assets Ratio pada periode yang sama adalah sebesar 20,14%.
Rasio rentabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan untuk menghasilkan laba.
Dilihat dari laba (rugi) usaha, rata-rata Gross Profit Margin (GPM), Operating Profit
Margin (OPM) dan Net Profit Margin (NPM) per 31 Desember 2021-2025 masing-
masing adalah sebesar 39,93%, negatif 42,98% dan negatif 47,87%.
Tingkat balikan terhadap total aset (Return on Asset/ROA) menunjukkan kemampuan
Perseroan untuk menghasilkan laba bersih yang diukur dengan membandingkan antara
laba bersih dengan jumlah aset. ROA Perseroan per 31 Desember 2021-2025 rata-
rata sebesar 4,47%. Tingkat balikan terhadap total ekuitas (Return on Equity/ROE)
menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba bersih yang diukur
dengan membandingkan antara laba bersih dengan jumlah ekuitas. ROE Perseroan per
31 Desember 2021-2025 rata-rata sebesar 8,91%.
Halaman - 18
Page 31
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
3 ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS, MODEL MANAJEMEN DAN POLA BISNIS
3.1 Gambaran Umum
3.1.1 Rencana Perseroan
Dalam rangka melakukan pengembangan usaha, Perseroan berencana untuk
melakukan pengembangan usaha yaitu pada bidang industri barang logam lainnya
YTDL (KBLI 25999), yang mencakup pembuatan berbagai produk logam kecil dan
spesifik, seperti jepitan rambut, peniti, staples, rantai, paku, lencana, tanda logam,
kerangka payung serta berbagai barang logam lainnya yang kecil. Lingkup kegiatan
yaitu pembuatan barang logam yang tidak mencakup peralatan dapur, alat rumah
tangga logam, brankas atau produk yang sudah diklasifikasikan secara khusus dalam
YTDL.
3.1.2 Lokasi dan Aksesibilitas
Saat ini Perseroan memiliki 2 (dua) fasilitas pabrik, yaitu pabrik 1 Cigugur Tengah
(“Pabrik 1”) dan pabrik 2 Nanjung (“Pabrik 2”). Pabrik 1 digunakan untuk kegiatan
assembling produk Stethoscope dan Sphygmomanometer, sedangkan Pabrik
berfungsi sebagai fasilitas produksi untuk non woven, sekaligus pusat penyimpanan
seluruh produk alat kesehatan yang dihasilkan Perseroan.
Kegiatan usaha baru akan dilaksanakan di lokasi Pabrik 1 yang terletak di Jalan
Mahar Martanegara Leuwigajah No. 106, Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi
Tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat. Lokasi ini memiliki kondisi jalan dan infrastuktur
yang baik sehingga dapat diakses dengan segala jenis moda transportasi.
Gambar 4 Lokasi Pabrik 1
Lokasi
Sumber : Google Maps
Lokasi Pabrik 2 yang terletak di Komplek Blue Sky Industrial, Jalan Nanjung No. 2,
Kav 9, Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat. Lokasi ini
memiliki kondisi jalan dan infrastuktur yang baik sehingga dapat diakses dengan
segala jenis moda transportasi.
Halaman - 19
Page 32
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
Gambar 5 Lokasi Pabrik 2
Sumber : Google Maps
Pada saat ini, di lokasi Pabrik 1 telah beroperasi dan digunakan untuk memproduksi
Stethoscope dan Aneroid Sphygmomanometer oleh Perseroan. Untuk keperluan
kegiatan usaha baru Perseroan telah melakukan penyesuaian layout sebagai
berikut :
1. Ruang Assembling Stethoscope dan Sphygmomanometer telah dipindahkan ke
lokasi Pabrik 2 dengan memanfaatkan ruang produksi lantai 1 yang selama ini
belum digunakan.
2. Gudang produk jadi di lokasi Pabrik 2 dialokasikan sebagai penyimpanan
seluruh produk jenis alat kesehatan, meliputi Masker, Bouffant Cap, Stethoscope
dan Sphygmomanometer. Produk jadi Setethoscope dan Sphygmomanometer
yang semula disimpan di gudang Pabrik 1 telah dipindahkan ke Pabrik 2 dengan
tetap menjaga SOP pengelompokan produk.
3. Penghapusan, penggantian dan penambahan signage pada Area Mesin,
assembling dan gudang segera dilakukan secara bertahap.
Halaman - 20
Page 33
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
Gambar 6 Layout Pabrik 1
Sumber : Manajemen Perseroan
Berikut adalah mesin-mesin yang akan dipakai dalam proses produksi kegiatan usaha
baru :
Halaman - 21
Page 34
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
Tabel 8 Mesin Produksi
Proyeksi
No Nama Mesin Jenis Keterangan
Pengadaan
1 HAAS ST10-Y CNC Bubut 4 axis 1 unit Eksisting
2 HAAS ST10 CNC Bubut 3 axis 1 unit Eksisting
3 HAAS VF2 CNC Milling/Drill Tap 1 unit Eksisting
4 HISION T5 CNC Milling/Drill Tap 1 unit Januari 2026
HISION TPM Proyeksi
5 CNC Bubut 3 axis 10 unit
C400K pengadaan
bertahap mulai
6 HISION T5 CNC Milling/Drill Tap 1 unit Maret 2026 s.d.
Juni 2026
Sumber : Manajemen Perseroan
3.2 Analisis Kelayakan Teknis
3.2.1 Proses Bisnis Pengembangan Usaha
Perseroan berencana untuk melakukan pengembangan usaha yaitu pada bidang
industri barang logam lainnya YTDL (KBLI 25999), yang mencakup pembuatan
berbagai produk logam kecil dan spesifik, seperti jepitan rambut, peniti, staples,
rantai, paku, lencana, tanda logam, kerangka payung serta berbagai barang logam
lainnya yang kecil. Lingkup kegiatan yaitu pembuatan barang logam yang tidak
mencakup peralatan dapur, alat rumah tangga logam, brankas atau produk yang
sudah diklasifikasikan secara khusus dalam YTDL.
Secara teknis, proses produksi dalam rangka pengembangan usaha ini memiliki alur
yang pada dasarnya serupa dengan proses produksi Chestpiece yang saat ini telah
dijalankan oleh Perseroan. Namun demikian, terdapat beberapa penyesuaian dalam
tahapan proses produksi, khususnya berupa penambahan proses finishing serta
quality inspection tambahan guna memastikan bahwa produk akhir yang dihasilkan
memiliki kualitas dan performa yang sesuai dengan spesifikasi serta kebutuhan
konsumen.
Dalam implementasinya di area produksi, terdapat peningkatan fokus pada proses
Quality Control (QC) mengingat produk yang dihasilkan dalam pengembangan
usaha ini memerlukan tingkat presisi yang lebih tinggi dibandingkan dengan produk
yang telah diproduksi sebelumnya. Oleh karena itu, Perseroan melakukan beberapa
langkah antisipatif, antara lain melalui penambahan peralatan pengukuran dan
pemeriksaan dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi, pelaksanaan pelatihan bagi
karyawan baru serta penambahan dokumentasi dan catatan mutu sebagai bagian
dari sistem pengawasan dan pengendalian kualitas.
Adapun alur proses produksi dalam rangka pengembangan usaha tersebut adalah
sebagai berikut :
Halaman - 22
Page 35
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
Gambar 7 Alur Proses Produksi
Sumber : Manajemen Perseroan
Terkait dengan rencana penambahan kegiatan usaha baru, Perseroan telah memiliki
SOP yang diperlukan sebagai berikut :
a) OP_PRO_22_Protap_Start Up dan Shut Down Ruang Produksi
b) OP1_PRO_01_Running Mesin CNC Bubut
c) OP1_PRO_02_Running Mesin VF2 Drilling Milling
d) OP1_PRO_09_Protap_Validasi Program Mesin CNC
Identifikasi Limbah dan Sampah
Tata kelola limbah dan sampah merupakan salah satu aspek yang menjadi perhatian
Perseroan. Dalam menjalankan kegiatan usaha eksisting, Perseroan telah memenuhi
semua yang dipersyaratkan oleh Dinas Lingkungan Hidup terkait pengelolaan Limbah
B3, UKL dan UPL serta sudah mendapatkan sertifikat Proper Biru. Dengan adanya
pemindahan sebagian proses ke Pabrik 2 dan penambahan proses di Pabrik 1,
berdampak pada perubahan volume sampah dan limbah B3 di kedua lokasi tersebut.
Adapun untuk jenisnya sendiri tidak mengalami perubahan.
Halaman - 23
Page 36
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
Tabel 9 Tata Kelola Limbah dan Sampah
Estimasi Penambahan
Identifikasi Sampah Tata Kelola Volume
Kemasan berupa dus, Dipisahkan sesuai jenis, disimpan Meningkat 4%
plastik, bubble wrap, sementara di TPS. Kemudian diambil
Styrofoam oleh pengelola rekanan secara berkala
Sampah domestik Meningkat 425%
Scrap dan coolant dari Dikemas sesuai kelompoknya, Meningkat 315%
mesin CNC ditandai, didokumentasikan dan
disimpan sementara di TP Limbah B3.
Kemudian diambil oleh pengelola
rekanan secara berkala.
Sumber : Manajemen Perseroan
Pengelolaan limbah B3 tetap berjalan seperti yang sudah berjalan selama ini, untuk
sampah dan limbah dipastikan akan bertambah seiring dengan penambahan
kegiatan usaha. Untuk mengantisipasi hal ini Perseroan menerapkan 2 langkah yang
akan ditempuh yaitu :
1. Memperluas area penyimpanan limbah B3 dengan membongkar 1 toilet
karyawan yang letaknya berdampingan dengan area penyimpanan. Terkait ini
karyawan dialihkan untuk menggunakan toilet staf yang letaknya sekitar 10 meter
dari lokasi toilet awal.
2. Menambah frekuensi pengeluaran sampah dan limbah dari TPS & TP Limbah B3
kepada pihak pengelola/penampung yang sudah menjadi rekanan.
Dengan dilakukannya perluasan area penyimpanan limbah B3, Perseroan telah
memenuhi persyaratan dari Dinas Lingkungan Hidup terkait limbah scrap dan
coolant mesin CNC.
3.2.2 Kapasitas dan Target Produksi Kegiatan Usaha Baru
Berdasarkan keterangan dari pihak Manajemen Perseroan, berikut adalah kapasitas
dan target kegiatan usaha baru yang akan dilaksanakan oleh Perseroan :
1. Produk Heatsink
Tabel 10 Kapasitas dan Target Kegiatan Usaha Produk Heatsink
Kapasitas Target
Tahun
(Pieces/Bulan) (Pieces/Bulan)
2026 19.500 16.250
2027 19.500 16.250
2028 19.500 16.250
2029 19.500 16.250
2030 19.500 16.250
Sumber : Manajemen Perseroan
Halaman - 24
Page 37
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
2. Produk Otomotif
Tabel 11 Kapasitas dan Target Kegiatan Usaha Produk Otomotif
Kapasitas Target
Tahun
(Pieces/Bulan) (Pieces/Bulan)
2026 2.400 2.000
2027 2.400 2.000
2028 2.400 2.000
2029 2.400 2.000
2030 2.400 2.000
Sumber : Manajemen Perseroan
3.2.3 Pelaksanaan Pengembangan Usaha
Berikut adalah jadwal pelaksanaan pengembangan kegiatan usaha baru oleh
Perseroan :
Tabel 12 Jadwal Pelaksanaan Pengembangan Kegiatan Usaha Baru
No Tahap Aktifitas Tenggat
Persiapan Pemindahan area assembling dari Telah selesai pada November
1
Layout Pabrik 1 ke Pabrik 2 2025
Telah selesai pada November
Instalasi jalur listrik dan angin
2025
Pengadaan komponen pendukung, Telah selesai pada Desember
Persiapan
2 mesin bor, toolkit, meja kerja dll. 2025 – Februari 2026
Produksi
Realisasi penambahan unit Mesin
Januari 2026 – Desember 2026
Produksi CNC
Trial mesin, pembuatan sample Desember 2025 – Februari 2026
Persiapan
3 Rekrutmen Karyawan Januari 2026 – Februari 2026
Manajemen
Proses Pendaftaran KBLI dan pengelolaan
4 Juli 2026 – September 2026
Perizinan limbah
Kegiatan
5 Pelaksanaan konsep bisnis baru. 02 Maret 2026
Produksi
Sumber : Manajemen Perseroan
Proses perizinan sejauh ini tidak memiliki kendala. Saat ini pengajuan perizinan belum
dapat dilanjutkan karena menunggu hasil RUPS Perseroan terkait penambahan KBLI
25999. Meskipun Perseroan belum dapat melanjutkan pengajuan perizinan di OSS,
persiapan pemenuhan regulasi tetap dijalankan.
3.2.4 Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya
Berikut ini adalah latar belakang dan pengalaman dari tenaga ahli profesional
Perseroan untuk melaksanakan kegiatan usaha baru.
Tenaga Ahli - Muminin
Beliau merupakan tenaga engineering dengan latar belakang pendidikan Teknik
Industri dari Universitas Satyagama Jakarta pada periode 2013-2017. Beliau memiliki
pengalaman kerja lebih dari 10 tahun di bidang engineering dan manufaktur presisi.
Karirnya dimulai dan berkembang di PT Kurnia Mustika Indah Lestari pada tahun
2011 - 2022 sebagai engineering CNC. Perusahaan tersebut bergerak di bidang
manufaktur komponen presisi seperti parts, jigs & fixtures, dies dan molds.
Halaman - 25
Page 38
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
Sehingga beliau memiliki pengalaman langsung dalam proses perencanaan dan
pengoperasian mesin produksi berbasis CNC.
Dengan latar belakang pendidikan serta pengalaman yang cukup panjang di industri
manufaktur presisi, beliau dinilai memiliki kompetensi yang memadai dan ditunjuk
sebagai tenaga ahli profesional dalam pengembangan usaha industri barang logam
lainnya YTDL oleh Perseroan.
Tenaga Kerja
Keahlian minimum yang wajib dimiliki oleh tenaga kerja adalah lulusan SMK Teknik
Mesin.
Tabel 13 Kualifikasi Tenaga Kerja
KOMPETENSI
JABATAN KEBUTUHAN
PENDIDIKAN HARD SKILL PENGALAMAN
a. Menguasai dasar-dasar
pemrograman G-Code Minimal 1 tahun
SMK Teknik b. Menguasai pembacaan menjabat sebagai
Leader 13 orang
Mesin Technical Draw Operator Mesin
c. Menguasai teknik CNC
pengukuran presisi
Menguasai pengetahuan
SMK Teknik
Operator 51 orang dasar pengoperasian Fresh Graduaate
Mesin
mesin CNC
Sumber : Manajemen Perseroan
3.3 Analisis Kelayakan Pola Bisnis
3.3.1 Keunggulan Kompetitif Karena Keunikan Dari Pola Bisnis
Dalam menjalankan pengembangan usaha baru, Perseroan didukung oleh tenaga
ahli profesional yang akan menciptakan keunggulan kompetitif bagi Perseroan dalam
menjalankan rencana pengembangan usaha. Dengan keunggulan kompetitif yang
dimiliki, maka Perseroan diperkirakan akan dapat bersaing dengan perusahaan
kompetitor.
Adapun beberapa keunggulan Perseroan dalam mendukung pengembangan usaha
tersebut antara lain sebagai berikut :
Perseroan merencanakan penggunaan mesin produksi dengan teknologi terbaru
yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi serta konsistensi
kualitas produk yang dihasilkan. Selain itu, penggunaan teknologi yang lebih
modern tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi proses produksi
melalui percepatan waktu proses (cycle time) secara signifikan.
Direktur Perseroan memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang usaha ini.
Selain itu, Perseroan juga telah menjalankan kegiatan usaha sejenis selama
kurang lebih 3 tahun, meskipun masih dalam skala yang lebih kecil. Kombinasi
pengalaman manajerial dan pengalaman operasional tersebut menjadi modal
yang kuat bagi Perseroan untuk bersaing di industri.
Perseroan menempatkan kepuasan pelanggan sebagai salah satu prioritas utama
dalam menjalankan kegiatan usahanya. Hal ini tercermin dari kualitas pelayanan
Perseroan kepada pelanggan yang baik, serta tidak adanya keluhan pelanggan
Halaman - 26
Page 39
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
yang signifikan selama ini. Komitmen tersebut akan terus dipertahankan dalam
pengembangan usaha yang direncanakan.
3.3.2 Kemampuan Pesaing Untuk Menghasilkan Produk Sejenis
Pengembangan usaha baru yang akan dilakukan oleh Perseroan adalah dengan
melaksanakan kegiatan usaha dalam industri barang logam lainnya YTDL, yang
mencakup pembuatan berbagai produk logam kecil dan spesifik seperti jepitan
rambut, peniti, staples, rantai, paku, lencana, tanda logam, kerangka payung serta
berbagai barang logam lainnya yang kecil. Lingkup kegiatan yaitu pembuatan barang
logam yang tidak mencakup peralatan dapur, alat rumah tangga logam, brankas
atau produk yang sudah diklasifikasikan secara khusus dalam YTDL.
Pada industri barang logam lainnya YTDL, terdapat sejumlah perusahaan pesaing
Perseroan yang telah berada dalam industri tersebut dalam jangka waktu yang lebih
lama dan skala usaha yang lebih besar. Namun demikian, terdapat pangsa pasar
yang tidak dapat terpenuhi oleh Perusahaan pesaing sehingga Perseroan memiliki
kesempatan untuk masuk kedalam industri barang logam lainnya YTDL.
3.3.3 Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai
Saat ini Perseroan bergerak dalam bidang industri tekstil non woven serta industri
perdagangan besar alat laboratorium, alat farmasi dan alat kedokteran untuk
manusia. Dengan pengembangan kegiatan usaha yang dilakukan maka diharapkan
akan dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan berupa perluasan segmen
usaha baru.
3.4 Analisis Kelayakan Model Manajemen
3.4.1 Ketersediaan Tenaga Kerja
Untuk rencana pengembangan usaha di bidang industri barang logam lainnya,
Perseroan akan menggunakan 1 tenaga ahli dan 64 tenaga kerja dengan rincian
sebagai berikut :
Tabel 14 Rincian Tenaga Kerja
Keterangan Jumlah Kualifikasi Kompetensi
Menguasai proses perencanaan dan
Tenaga Ahli
1 orang S1 Teknik pengoperasian mesin produksi berbasis
Profesional
CNC.
- Menguasai dasar-dasar pemrograman
Leader Computer
SMK Teknik G-Code
Numerical Control 13 orang
Mesin - Menguasai pembacaan Technical Draw
(CNC) Bubut
- Menguasai teknik pengukuran presisi
SMK Teknik Menguasai pengetahuan dasar
Operator CNC Bubut 36 orang
Mesin pengoperasian mesin CNC
Operator CNC SMK Teknik Menguasai pengetahuan dasar
9 orang
Milling Mesin pengoperasian mesin CNC
Operator Pressure SMK Teknik Menguasai pengetahuan dasar
6 orang
Test Mesin pengoperasian mesin CNC
Sumber : Manajemen Perseroan
Halaman - 27
Page 40
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
Tenaga ahli tersebut memiliki kemampuan berdasarkan pengalaman dan pelatihan-
pelatihan yang telah diikuti. Dengan pengalaman dan pelatihan tersebut, serta kinerja
selama bekerja di Perseroan, tenaga ahli yang dimiliki diyakini merupakan figur yang
tepat untuk menjalankan dan mengawasi pelaksanaan kegiatan pengembangan
usaha yang akan dijalankan oleh Perseroan.
Untuk menjalankan pengembangan usaha tersebut, keahlian minimum yang wajib
dimiliki oleh tenaga kerja adalah lulusan SMK Teknik Mesin. Rekrutmen karyawan
dilaksanakan pada Januari 2026 – Februari 2026.
3.4.2 Manajemen Kekayaan Intelektual (Intellectual Property)
Berikut adalah beberapa merek produk yang telah didaftarkan oleh Perseroan :
Sertifikat Merek No. IDM000472568 dengan etiket merek “EVO PLUSMED” yang
dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, kelas 44, dengan
jangka waktu 10 tahun hingga 16 Agustus 2032.
Sertifikat Merek No. IDM000954532 dengan etiket merek “EVO PLUSMED” yang
dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, kelas 39, pada
tanggal 18 Februari 2021 dengan jangka waktu 10 tahun hingga 18 Februari
2031.
Sertifikat Merek No. IDM000472567 dengan etiket merek “EVO PLUSMED” yang
dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, kelas 35, dengan
jangka waktu 10 tahun hingga 16 Agustus 2032.
Sertifikat Merek No. IDM000956667 dengan etiket merek “EVO PLUSMED” yang
dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, kelas 10, pada
tanggal 18 Februari 2021 dengan jangka waktu 10 tahun hingga 18 Februari
2031.
Sertifikat Merek No. IDM000537167dengan etiket merek “EVO PLUSMED” yang
dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, kelas 5, dengan
jangka waktu 10 tahun hingga 16 Agustus 2032.
Sertifikat Merek No. IDM000472658 dengan etiket merek “EVO” yang
dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, kelas 44, dengan
jangka waktu 10 tahun hingga 16 Agustus 2032.
Sertifikat Merek No. IDM000402047 dengan etiket merek “EVO” yang
dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, kelas 10, dengan
jangka waktu 10 tahun hingga 11 Agustus 2031.
Sertifikat Merek No. IDM000528940 dengan etiket merek “EVO” yang
dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, kelas 5, dengan
jangka waktu 10 tahun hingga 16 Agustus 2032.
Sertifikat Merek No. IDM000608920 dengan etiket merek ”Primask” yang
dikeluarkan oleh Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia, kelas 10, dengan
jangka waktu 10 tahun hingga 2 Februari 2036.
Halaman - 28
Page 41
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
3.4.3 Manajemen Risiko
Seperti halnya kegiatan usaha yang dilakukan oleh perusahaan lainnya, usaha
Perseroan tidak terlepas dari risiko usaha yang disebabkan oleh berbagai faktor yang
dapat mempengaruhi tingkat pertumbuhan Perseroan, antara lain :
Risiko Persaingan Usaha
Risiko persaingan merupakan risiko yang selalu dihadapi di setiap jenis usaha dan
mempunyai pengaruh yang sangat besar apabila perusahaan tidak melakukan
suatu langkah antisipasi. Melihat kondisi persaingan usaha pada analisis industri
mengenai persaingan antar perusahaan sejenis, Perseroan memiliki tingkat
persaingan yang tinggi. Perseroan diharapkan dapat menjaga kualitas produk
yang terbaik sehingga dapat meningkatkan daya tarik pasar terhadap produk yang
dihasilkan oleh Perseroan.
Risiko Pemutusan Kontrak
Dalam melaksanakan kegiatan usaha, Perseroan harus menuliskan kontrak yang
tetap memperkuat posisi tawar. Hal ini bertujuan agar jika terjadi pemutusan
kontrak secara sepihak, Perseroan tidak mengalami kerugian atas biaya produksi
telah dikeluarkan.
Risiko Kebakaran dan Keamanan
Perseroan mengantisipasi dengan mengikutsertakan fasilitas produksi dalam
program asuransi.
Risiko Penetapan Harga
Perseroan akan memberikan harga jasa yang lebih kompetitif yang akan
memberikan nilai tambah untuk produk-produk yang dihasilkan.
Risiko Kondisi Perekonomian, Sosial dan Politik Indonesia
Risiko perekonomian, sosial dan politik yang berpengaruh pada lingkungan usaha
antara lain disebabkan oleh adanya perubahan yang signifikan pada kebijakan
makro ekonomi, sosial dan politik baik nasional maupun internasional, sehingga
dapat berakibat terhadap dunia bisnis dan keuangan pada umumnya.
Risiko Konsentrasi Pelanggan
Risiko konsentrasi Pelanggan disebabkan oleh kontrak Perseroan pada pelanggan
utama, resiko terserbut dapat diantisipasi dengan mengurangi ketergantungan
Perseroan pada pelanggan utama dengan mencari pelanggan lain sesuai dengan
kapasitas produksi yang dimiliki oleh Perseroan
Halaman - 29
Page 42
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
3.4.4 Kapasitas Kemampuan Manajemen
Untuk rencana pengembangan usaha di bidang industri barang logam lainnya,
Perseroan akan menggunakan 1 tenaga ahli dan 64 tenaga kerja dengan rincian
sebagai berikut :
Tabel 15 Rincian Tenaga Kerja
Keterangan Jumlah Tenaga Kerja
Tenaga Ahli Profesional 1 orang
Leader Computer Numerical Control (CNC) Bubut 13 orang
Operator CNC Bubut 36 orang
Operator CNC Milling 9 orang
Operator Pressure Test 6 orang
Sumber : Manajemen Perseroan
Tenaga ahli tersebut memiliki kemampuan berdasarkan pengalaman dan pelatihan-
pelatihan yang telah diikuti. Dengan pengalaman dan pelatihan tersebut, serta kinerja
selama bekerja di Perseroan, tenaga ahli yang dimiliki diyakini merupakan figur yang
tepat untuk menjalankan dan mengawasi pelaksanaan kegiatan pengembangan
usaha yang akan dijalankan oleh Perseroan.
3.4.5 Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen
Berikut adalah struktur organisasi Perseroan setelah pengembangan usaha baru:
Gambar 8 Struktur Organisasi Perseroan Setelah Pengembangan Usaha Baru
Sumber : Manajemen Perseroan
Berdasarkan rencana pengembangan usaha yang akan dilakukan, tenaga ahli
profesional sebanyak 1 (satu) orang merupakan tenaga ahli yang berpengalaman dan
telah termasuk dalam struktur organisasi di atas. Perseroan menilai bahwa struktur
organisasi yang berlaku saat ini masih memadai untuk mendukung kegiatan
operasional. Oleh karena itu, Perseroan tidak merencanakan perubahan terhadap
struktur organisasi yang ada mengingat struktur tersebut masih efektif dalam
mendukung kegiatan pengelolaan, pengawasan serta operasional usaha.
Halaman - 30
Page 43
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
4 ANALISIS KELAYAKAN PASAR
4.1 Kondisi Dan Prospek Makro Ekonomi
4.1.1 Tinjauan Ekonomi Makro Dunia
Pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan tetap kuat sebesar 3,3% pada tahun
2026 dan sebesar 3,2% pada tahun 2027, yang relatif sejalan dengan estimasi
realisasi sebesar 3,3% pada tahun 2025. Kinerja yang relatif stabil tersebut
merupakan hasil dari keseimbangan antara berbagai faktor seperti tekanan yang
berasal dari perubahan kebijakan perdagangan yang di imbangi oleh faktor
pendorong berupa peningkatan investasi yang signifikan di bidang teknologi,
termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), khususnya di wilayah Amerika
Utara dan Asia dibandingkan dengan wilayah lainnya.
Tabel 16 Pertumbuhan Ekonomi Dunia 2025 & Proyeksi 2026-2027 (%)
Estimasi Proyeksi
Indikator Utama
2025 2026 2027
Negara Maju 1,7 1,8 1,7
Amerika Serikat 2,1 2,4 2,0
Uni Eropa 1,4 1,3 1,4
Jepang 1,1 0,7 0,6
Negara Maju lain 1,8 2,0 2,1
Pasar Emerging dan Ekonomi Berkembang (EMDE) 4,4 4,2 4,1
Cina 5,0 4,5 4,0
India 7,3 6,4 6,4
ASEAN – 5 4,2 4,2 4,4
Amerika Latin dan Karibia 2,4 2,2 2,7
Timur Tengah dan Asia Tengah 3,7 3,9 4,0
Afrika Sub-Sahara 4,4 4,6 4,6
Dunia 3,3 3,3 3,2
Sumber : IMF, World Economic Outlook, January 2026
Berdasarkan data Asian Development Outlook (ADO), December 2025, proyeksi
pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) untuk Asia Tenggara direvisi naik menjadi
4,5% untuk tahun 2025 dan 4,4% untuk tahun 2026. Revisi ini mencerminkan kinerja
ekonomi yang kuat pada kuartal ketiga di Indonesia, Malaysia, Singapura, dan
Vietnam, pertumbuhan yang stabil di Thailand, serta prospek pertumbuhan yang lebih
rendah di Filipina yang dipengaruhi oleh lemahnya belanja infrastruktur di tengah
investigasi terhadap proyek-proyek yang didanai oleh anggaran publik serta dampak
bencana alam.
Tabel 17 Pertumbuhan PDB per Tahun dan Inflasi
Pertumbuhan PDB per Tahun (%) Inflasi (%)
Subregion/Economy 2024 2025 2026 2024 2025 2026
Aktual ADO ADO Aktual ADO ADO
Kaukasus dan Asia Tengah 5,8 5,8 5,0 6,8 8,0 7,1
Asia Timur 4,7 4,6 4,1 0,5 0,3 0,6
Cina 5,0 4,8 4,3 0,2 0,0 0,4
Asia Selatan 5,9 6,5 6,0 6,5 3,3 4,7
India 6,5 7,2 6,5 4,6 2,6 4,2
Halaman - 31
Page 44
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
Lanjutan Tabel 17 ……….
Pertumbuhan PDB per Tahun (%) Inflasi (%)
Subregion/Economy 2024 2025 2026 2024 2025 2026
Aktual ADO ADO Aktual ADO ADO
Asia Tenggara 4,8 4,5 4,4 3,0 2,4 2,8
Indonesia 5,0 5,0 5,1 2,3 1,7 2,5
Malaysia 5,1 4,5 4,3 1,8 1,6 2,2
Filipina 5,7 5,0 5,3 3,2 1,8 3,0
Singapura 4,4 4,1 2,1 2,4 1,0 1,2
Thailand 2,5 2,0 1,6 0,4 0,0 0,5
Vietnam 7,1 7,4 6,4 3,7 3,9 3,8
Pasifik 3,8 4,1 3,4 1,9 2.5 3,4
Developing Asia 5,1 5,1 4,6 2,6 1,6 2,1
Note : Developing Asia terdiri dari 46 negara anggota ADB (Asian Development Bank).
Sumber : Asian Development Outlook, Desember 2025
4.1.2 Ekonomi Makro Indonesia
Laju ekonomi Indonesia Triwulan IV-2025 terhadap Triwulan IV-2024 year-on-year
(yoy) tumbuh sebesar 5,39%. Pertumbuhan terjadi pada hampir seluruh lapangan
usaha, kecuali pertambangan dan penggalian serta pengadaan air, pengelolaan
sampah, limbah dan daur ulang yang masing masing terkontraksi sebesar 1,31% dan
0,51%. Lapangan usaha yang tumbuh signifikan adalah transportasi dan
pergudangan sebesar 8,98%, diikuti oleh jasa lainnya sebesar 8,71%.
Halaman - 32
Page 45
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
Tabel 18 Laju Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Menurut Lapangan Usaha (%)
Sumber : Badan Pusat Statistik (BPS), Berita Resmi Statistik No. 18/02/Th. XXIX, 5 Februari
2026
Inflasi, Nilai Tukar, dan Suku Bunga
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada tahun 2025 terjaga dalam kisaran sasaran
2,5±1%, dengan Inflasi IHK Desember 2025 sebesar 2,92% (yoy). Inflasi inti tetap
terjaga rendah sebesar 2,38% (yoy), sejalan pertumbuhan ekonomi yang masih di
bawah kapasitas serta didukung konsistensi suku bunga kebijakan moneter Bank
Indonesia dalam menjangkar ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya
dan imported inflation yang tetap terkendali. Inflasi kelompok administered
prices (AP) terjaga rendah sebesar 1,93% (yoy). Sementara itu, inflasi
kelompok volatile food (VF) masih relatif tinggi sebesar 6,21% (yoy) disumbang
terutama oleh komoditas bawang merah seiring pasokan yang terbatas akibat
gangguan cuaca dan kenaikan harga benih.
Halaman - 33
Page 46
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
Gambar 9 Perkembangan Inflasi IHK
Sumber : Bank Indonesia, Tinjauan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2025
Nilai tukar Rupiah sepanjang awal September hingga akhir November 2025
menunjukkan pola yang sejalan dengan perbaikan pada arus modal. Setelah sempat
mengalami tekanan pada awal September, ketika Rupiah terdepresiasi hingga Rp.
16.800,- per Dolar AS seiring meningkatnya ketidakpastian global dan besarnya arus
keluar portofolio, nilai tukar Rupiah berbalik mulai menunjukkan apresiasi bertahap
memasuki bulan Oktober. Stabilitas Rupiah juga semakin terjaga pada bulan
November, dengan kurs yang bergerak konsisten di sekitar Rp. 16.659,- per Dolar AS
pada 1 Desember 2025. Hal ini mencerminkan respon kebijakan stabilisasi nilai tukar
yang efektif dari otoritas moneter dan meredanya volatilitas eksternal.
Gambar 10 Perubahan Nilai Tukar Rupiah
Sumber : Tinjauan Ekonomi, Keuangan, & Fiskal Edisi IV Tahun 2025, Kementerian Keuangan
Tingkat suku bunga pasar uang Indonesia, atau overnight index average, bergerak
menurun sebesar 234 basis points (bps) sejak awal tahun 2025 menjadi sebesar
3,69% pada 20 Januari 2026. Suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI)
untuk tenor 6, 9 dan 12 bulan juga menurun masing-masing sebesar 254 bps, 254
bps, dan 258 bps sejak awal tahun 2025 menjadi 4,62%, 4,66% dan 4,69% pada
15 Januari 2026. Imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) untuk tenor 2 tahun dan
10 tahun masing-masing tercatat sebesar 5,06% dan 6,31% pada 20 Januari 2026.
Transmisi penurunan suku bunga kebijakan terhadap terhadap suku bunga perbankan
Halaman - 34
Page 47
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
terus berlanjut, baik pada suku bunga dana maupun suku bunga kredit. Suku bunga
deposito 1 bulan turun sebesar 56 bps dari 4,81% pada awal 2025 menjadi 4,25%
pada Desember 2025, meskipun upaya lanjutan perlu terus dilakukan untuk
penurunan pemberian special rate kepada deposan besar. Dengan penurunan suku
bunga dana tersebut, suku bunga kredit perbankan mulai menurun, yaitu sebesar 39
bps dari 9,20% pada awal 2025 menjadi sebesar 8,81% pada Desember 2025.
Gambar 11 Suku Bunga Perbankan (%)
Sumber : Bank Indonesia, Tinjauan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2025
4.1.3 Gambaran Umum Industri Pengolahan Logam
Ukuran pasar metal finishing global pada tahun 2026 diperkirakan mencapai
USD 117,5 Miliar, meningkat dari nilai tahun 2025 sebesar USD 112,49 Miliar. Pasar
ini diproyeksikan terus berkembang hingga mencapai USD 146,08 Miliar pada tahun
2031, dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (Compound Annual Growth
Rate/CAGR) sebesar 4,45% selama periode 2026–2031. Pertumbuhan tersebut
didorong oleh meningkatnya permintaan akan komponen yang memiliki ketahanan
dan masa pakai yang lebih panjang pada berbagai sektor industri, seperti otomotif,
elektronik, kedirgantaraan (aerospace), serta sistem energi terbarukan. Selain itu,
strategi pengurangan bobot (lightweighting) pada kendaraan listrik turut
meningkatkan kebutuhan terhadap perlakuan anti-korosi pada komponen yang
menggunakan kombinasi berbagai material.
Halaman - 35
Page 48
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
Gambar 12 Metal Finishing Market Size and Share
Sumber : www.mordorintelligence.com
Produsen mulai mengintegrasikan pengendalian proses berbasis kecerdasan buatan
yang mampu mengurangi konsumsi logam dan bahan kimia dalam proses produksi,
sehingga membantu menekan dampak kenaikan harga bahan baku seperti nikel dan
kromium yang dipengaruhi oleh tekanan pada rantai pasok global. Regulasi
lingkungan yang semakin ketat, khususnya pembatasan penggunaan PFAS (Per- and
Polyfluoroalkyl Substances) dan kromium heksavalen, juga mendorong percepatan
transisi menuju alternatif yang lebih ramah lingkungan seperti kromium trivalen dan
bahan berbasis bio-based chemicals. Kondisi ini mendorong peningkatan investasi
dalam kegiatan penelitian dan pengembangan oleh perusahaan pemasok yang
terintegrasi secara vertikal.
Performa industri logam dasar di Indonesia sepanjang tahun 2025 paling tinggi di
antara sub sektor industrin manufaktur lainnya yang tercatat industri logam dasar
tumbuh sebesar 15,71%. Pertumbuhan tinggi tersebut sejalan dengan meningkatnya
permintaan luar negeri, terutama untuk komoditas logam dasar besi, baja dan mulia.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memproyeksikan industri logam dasar akan
kembali memperoleh pertumbuhan paling tinggi pada tahun 2026.
Kemenperin memproyeksikan industri logam dasar akan tumbuh sebesar 14%.
Kembali menjadi satu-satunya sub sektor manufaktur yang bisa naik secara signifikan
dalam outlook pertumbuhan industri pada tahun 2026. Pertumbuhan industri logam
dasar banyak didorong oleh peningkatan produksi dan ekspor bahan baku serta
produk setengah jadi seperti ferronikel, semi finished steel dan stainless steel.
Halaman - 36
Page 49
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
4.2 Pangsa Pasar dan Sasaran
Kawasan Asia Pasifik menguasai sekitar 41,05% pangsa pasar industri metal finishing
pada tahun 2025 serta mencatat tingkat pertumbuhan tahunan majemuk atau
Compound Annual Growth Rate (CAGR) tercepat sebesar 5,18% hingga tahun 2031.
Pertumbuhan ini didorong oleh tingginya produksi kendaraan di Tiongkok serta
investasi industri elektronik di India melalui program Production Linked Incentive (PLI).
Pemasok di kawasan ini juga mulai mengadopsi teknologi kimia kromium trivalen dan
formulasi bebas fluor (fluorine-free) untuk memenuhi standar lingkungan dan kualitas
yang dipersyaratkan oleh pasar ekspor. Di Jepang, produsen otomotif Original
Equipment Manufacturer (OEM) mengembangkan lapisan seng-magnesium (zinc-
magnesium coatings) untuk kendaraan dengan masa pakai panjang, khususnya yang
beroperasi di wilayah pesisir. Sementara itu, fasilitas manufaktur semikonduktor di
Korea Selatan telah menerapkan sistem pelapisan berbasis kecerdasan buatan (AI-
driven plating cells) untuk mendukung proses pengemasan chip berteknologi 5 nm.
Di kawasan Amerika Utara, pasar metal finishing juga menunjukkan peran yang
signifikan. Penerapan aturan United States–Mexico–Canada Agreement (USMCA)
mendorong peningkatan penggunaan komponen yang diproduksi di dalam kawasan
tersebut. Hal ini memicu pembangunan fasilitas finishing baru yang berlokasi di sekitar
pusat perakitan kendaraan di wilayah perbatasan Amerika Serikat dan Meksiko. Selain
itu, ekspansi fasilitas produksi Tesla di Texas dan Nevada meningkatkan permintaan
terhadap lapisan aluminium ramah lingkungan yang dirancang khusus untuk
mendukung proses manufaktur gigacasting. Pada sektor kedirgantaraan, perusahaan
utama (aerospace primes) juga semakin meningkatkan standar pemasok, terutama
terkait penggunaan sistem yang bebas PFAS, sehingga mendorong peningkatan
investasi pada kegiatan penelitian dan pengembangan serta modernisasi fasilitas
produksi.
Sementara itu, Eropa tetap mempertahankan posisi penting dalam industri metal
finishing, didukung oleh program pengembangan kendaraan listrik di Jerman,
keberadaan perusahaan pemasok utama sektor kedirgantaraan serta penerapan
kebijakan lingkungan yang ketat melalui agenda European Green Deal yang
mendorong penggunaan proses produksi rendah karbon. Selain itu, sektor maritim
dan offshore di kawasan Nordik membutuhkan lapisan seng–aluminium–magnesium
dengan ketebalan tinggi yang mampu memberikan perlindungan korosi jangka
panjang, terutama untuk kondisi lingkungan ekstrem seperti wilayah Arktik. Kebijakan
ekonomi sirkular Uni Eropa juga mendorong inovasi dalam proses daur ulang larutan
pelapisan (bath recycling) serta pemulihan kembali serbuk pelapis (powder reclaim).
4.2.1 Potensi Pasar dan Kesinambungan
Sektor otomotif menyumbang sekitar 38,35% pasar industri metal finishing pada tahun
2025, sehingga menjadikan sektor otomotif sebagai salah satu sektor yang memiliki
potensi besar dalam mendorong pertumbuhan industri metal finishing. Tren
elektrifikasi kendaraan diperkirakan akan semakin meningkatkan permintaan
terhadap proses metal finishing, khususnya pada komponen kendaraan listrik seperti
battery collectors, busbars, dan thermal plates. Penerapan teknologi spray booth yang
dioptimalkan dengan kecerdasan buatan (AI) serta penggunaan reel-to-reel plating
lines memungkinkan pengurangan waktu siklus produksi. Hal ini membantu produsen
peralatan asli OEM dalam memenuhi target peningkatan kapasitas produksi yang
sejalan dengan meningkatnya output tahunan kendaraan listrik.
Halaman - 37
Page 50
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
Di sisi lain, sektor perangkat medis merupakan segmen pengguna akhir dengan
pertumbuhan tercepat, dengan proyeksi CAGR sebesar 5,22%. Pertumbuhan pasar
metal finishing pada industri perangkat medis didorong oleh penerapan standar
regulasi yang ketat, termasuk persyaratan validasi dari Food and Drug Administration
(FDA) di Amerika Serikat, yang mendorong penggunaan pemasok dengan sistem
pengendalian proses yang telah terbukti andal.
Dalam aplikasinya, teknologi pelapisan seperti titanium plasma spray digunakan
untuk meningkatkan integrasi tulang (bone integration) pada implan medis. Selain itu,
penggunaan lapisan atas dengan ion perak antimikroba (antimicrobial silver-ion
topcoat) membantu mengurangi risiko infeksi pada peralatan bedah.
Seiring dengan perkembangan teknologi medis, perusahaan penyedia jasa finishing
juga memperluas kapasitas clean room berstandar ISO untuk mendukung produksi
perangkat medis generasi baru, termasuk elektronik implan (implantable electronics)
yang menggunakan komponen berskala mikro berbahan emas dan paladium.
4.2.2 Sasaran Pasar
Dalam menjalankan kegiatan usaha baru, skema penerimaan pesanan yang
diterapkan oleh Perseroan secara umum terdiri dari 2 jenis :
a. Jasa
Konsumen akan menyiapkan material dan desain gambar sendiri, Perseroan
hanya memberikan jasa pembuatan.
b. Produk
Konsumen akan menyiapkan gambar desain, Perseroan menyediakan material
dan jasa pembuatan. Untuk jenis ini, Perseroan akan memastikan terlebih dahulu
bahwa material yang diminta mudah didapat sebelum mengkonfirmasi
kesanggupan pengerjaan.
Perseroan telah memiliki Purchase Order (PO) dari PT Arco Tech Indonesia dan Surat
minat dari PT Bisma Putra Persada serta PT Micron Presisi Indonesia untuk 3 tahun ke
depan (2026 – 2029) dan akan terus diperpanjang selama Perseroan dapat
memenuhi kebutuhan baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Dari PO tersebut dapat
diproyeksikan bahwa nilai PO yang telah dimiliki ini sebesar Rp. 1,09 Miliar per bulan
dan perkiraan proyeksi dari surat minat PT Bisma Putra Persada dan PT Micron Presisi
Indonesia sebesar Rp. 400 Juta Rupiah per bulan. PO tersebut telah disetujui dan
ditandatangani oleh pihak Perseroan dan pelanggan, dan bersifat mengikat.
Untuk mencapai target tersebut Perseroan menerapkan strategi sebagai berikut :
Membeli mesin CNC dengan teknologi terbaru guna menekan waktu proses
yang akan berdampak langsung pada kuantitas produksi.
Melatih tenaga kerja secara terus menerus supaya setiap operator memiliki skill
yang dapat menunjang produktivitas
Menerapkan standar tinggi pada pemeriksaan kualitas barang yang dihasilkan
demi kepuasan konsumen.
Halaman - 38
Page 51
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
4.2.3 Strategi Pemasaran
Berikut adalah strategi pemasaran Perseroan :
Memberikan kualitas produk terbaik
Penentuan harga produk yang kompetitif
Memasarkan produk melalui berbagai media sosial
4.3 Pesaing Usaha
Berikut adalah beberapa perusahaan pesaing Perseroan yang bergerak dalam bidang
industri yang sama :
Tabel 19 Perusahaan Pesaing Perseroan
No Nama Perusahaan Domisili Daya Saing Kompetitor
1 PT Putraco Bandung - Telah memiliki pengalaman yang
lebih banyak
- Memiliki produktivitas yang tinggi
2 CV Sanjaya Teknik Bandung - Tenaga ahli yang lebih banyak
Sumber : Manajemen Perseroan
4.3.1 Analisis Persaingan Usaha
Pada kegiatan usaha industri barang logam, persaingan antar perusahaan di
Indonesia semakin intensif dan dinamis, hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor
seperti teknologi dan kebutuhan pasar. Berdasarkan data pasar saat ini, perusahaan
yang bergerak dalam industri barang logam lainnya YTDL dan berlokasi dekat dengan
Perseroan adalah PT Putraco dan CV Sanjaya Teknik.
4.3.2 Analisis Peluang Usaha
Pengembangan usaha baru yang akan dilakukan oleh Perseroan adalah industri
barang logam lainnya YTDL antara lain jasa pembuatan heatsink dan sparepart
otomotif. Melalui strategi diversifikasi usaha, Perseroan akan selalu berusaha menjaga
keberlangsungan usahanya di masa mendatang, dengan terus mencari dan
memanfaatkan berbagai peluang usaha yang potensial, baik melalui pengembangan
produk maupun perluasan pasar.
4.4 Target, Konsep dan Strategi Pemasaran Perseroan
Perseroan menargetkan pasar dari sektor industri manufaktur, pertambangan,
konstruksi, serta perusahaan yang membutuhkan jasa permesinan presisi seperti
pembubutan, milling dan fabrikasi komponen, target pelanggan Perseroan meliputi
perusahaan industri skala kecil, menengah hingga besar yang membutuhkan
komponen mesin dengan kualitas presisi, ketahanan material yang baik, serta waktu
pengerjaan yang cepat. Konsep usaha Perseroan berfokus pada penyediaan layanan
machining yang berkualitas dengan mengutamakan ketepatan ukuran dan pengerjaan
tepat waktu.
Halaman - 39
Page 52
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
Strategi pemasaran Perseroan dilakukan melalui pendekatan langsung kepada
perusahaan-perusahaan industri, menjalin hubungan kerja sama jangka panjang
dengan pelanggan serta menjaga kualitas hasil pekerjaan untuk membangun reputasi
dan kepercayaan pasar. Selain itu, Perseroan juga memanfaatkan jaringan relasi bisnis,
referensi pelanggan (customer referral), serta media digital untuk memperluas
jangkauan pasar dan meningkatkan peluang mendapatkan proyek baru.
Dengan strategi tersebut, Perseroan optimis dapat meningkatkan jumlah pelanggan,
memperluas pangsa pasar, serta menjaga pertumbuhan usaha yang berkelanjutan di
masa mendatang.
4.5 Prospek Usaha Perseroan
Performa industri logam dasar pada 2025 meningkat di antara subsektor industri
manufaktur lainnya. Industri logam dasar tumbuh 15,71% secara tahunan, hal tersebut
sejalan dengan tingginya permintaan global untuk besi, baja dan logam mulia.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memproyeksikan industri logam dasar akan
kembali mengalami pertumbuhan paling tinggi pada tahun 2026, sebesar14% dan
menjadi satu-satunya subsektor manufaktur yang bisa naik secara signifikan pada
outlook pertumbuhan industri 2026.
Halaman - 40
Page 53
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
5 ANALISIS KELAYAKAN KEUANGAN
5.1 Rencana Investasi
Dalam melaksanakan kegiatan usaha yang baru, diproyeksikan Perseroan akan
membutuhkan investasi pada tahun 2026. Berikut adalah proyeksi investasi Perseroan :
Tabel 20 Rincian Investasi
No. Keterangan Nilai Investasi (Rp. 000,-)
1. Pengadaan Mesin HISION TPM C400K 6.000.000
2. Pengadaan Mesin HISION T5 1.776.000
3. Biaya Instalasi 180.000
4. Inventasi Tool, Holder, Insert & Consummable 64.000
5. Pembuatan Safety Room Untuk Mesin Pressure Test 150.000
Total 8.970.000
Sumber : Manajemen Perseroan
5.2 Struktur Modal Investasi dan Modal Kerja
Pengembangan usaha industri barang logam lainnya YTDL direncanakan
menggunakan struktur modal investasi yang berasal dari kas Perseroan.
5.3 Asumsi–Asumsi dan Proyeksi Keuangan
5.3.1 Asumsi Dasar
Berdasarkan POJK 35 Tahun 2020 Pasal 87, periode proyeksi pendapatan ekonomis
wajib dilakukan dalam jangka waktu paling singkat 5 (lima) tahun ke depan. Proyeksi
keuangan kegiatan usaha baru disusun oleh Manajemen Perseroan untuk 5 tahun
kedepan, dimana dalam jangka waktu tersebut diharapkan Perseroan telah mencapai
kestabilan usaha. Asumsi dan dasar penyusunan proyeksi telah memperhatikan aspek
kondisi makro ekonomi, serta target pertumbuhan Perseroan.
5.3.2 Target Produksi
Sesuai dengan proyek yang akan dilaksanakan, proyeksi keuangan dibuat
berdasarkan business plan Perseroan yang mengacu pada surat PO yang dimiliki oleh
Perseroan. Berikut adalah proyeksi target produksi pada periode tahun 2026 hingga
2030 :
Tabel 21 Proyeksi Target Produksi (Pieces/Bulan)
Jenis Usaha 2026 2027 2028 2029 2030
Produksi heatsink 16.250 16.250 16.250 16.250 16.250
Produksi otomotif 2.000 2.000 2.000 2.000 2.000
Keterangan : Proses produksi dimulai pada Maret 2026
Target produksi disusun oleh Manajemen Perseroan yang telah disesuaikan
berdasarkan kondisi permintaan pasar saat ini.
Halaman - 41
Page 54
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
5.3.3 Harga Jasa
Berikut adalah asumsi harga jasa yang digunakan dalam proyeksi :
Produk Heatsink
Asumsi harga jasa produk heatsink adalah sebesar Rp. 67.500,-/pcs dan
diproyeksikan akan mengalami kenaikan sebesar 5,00% pada tahun 2029.
Produk Otomotif
Asumsi harga jasa produk otomotif sebesar Rp. 55.000,-/pcs dan diproyeksikan
akan mengalami kenaikan sebesar 5,00% pada tahun 2029.
5.3.4 Pendapatan
Proyeksi keuangan dibuat berdasarkan Business Plan Perseroan. Berikut adalah
proyeksi pendapatan usaha baru Perseroan pada periode tahun 2026 hingga 2030 :
Tabel 22 Proyeksi Pendapatan Kegiatan Usaha Baru (Rp. 000,-)
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030
Produk heatsink 10.968.750 13.162.500 13.162.500 13.820.625 13.820.625
Produk otomotif 1.100.000 1.320.000 1.320.000 1.386.000 1.386.000
Total 12.068.750 14.482.500 14.482.500 15.206.625 15.206.625
5.3.5 Beban Pokok Penjualan dan Beban Operasional
Beban Perseroan terdiri dari beban pokok penjualan dan beban operasional, beban
pokok penjualan terdiri dari beban SDM, listrik, sewa, operasional pabrik, tool dan
komponen pembantu. Sedangkan, beban usaha terdiri beban gaji dan tunjangan,
kesejahteraan karyawan, kebersihan dan keamanan, perbaikan dan pemeliharaan,
trasportasi, asuransi, perjalanan dinas, perijinan, telekomunikasi, sumbangan dan
jamuan serta beban lain-lain. Berikut adalah asumsi besaran beban usaha :
Tabel 1 Aumsi Beban-beban
Beban Kenaikan
Beban Pokok Penjualan
Beban SDM 5,00% per tahun
Beban Listrik 2,50% per tahun
Beban Sewa 2,50% per 2 tahun
Beban Operasional Pabrik 2,50% terhadap penjualan
Beban Tool dan Komponen Pembantu 2,50% per tahun
Beban Operasional
Beban gaji dan tunjangan 5,00% per tahun
Beban usaha lainnya 2,50% per tahun
Berikut adalah proyeksi beban pokok penjualan dan beban operasional untuk
kegiatan usaha baru pada periode 2026-2030 :
Halaman - 42
Page 55
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
Tabel 23 Proyeksi Beban Pokok Penjualan dan Beban Operasional kegiatan usaha baru
(Rp. 000)
Tahun Beban Pokok Pendapatan Beban Operasional
2026 3.739.335 2.681.625
2027 4.520.774 2.782.050
2028 4.702.566 2.836.338
2029 4.902.377 2.907.340
2030 5.101.299 2.966.192
5.3.6 Penetapan Tingkat Pengembalian
Tingkat pengembalian yang digunakan adalah Biaya Ekuitas untuk Perseroan. Untuk
menentukan besarnya biaya modal untuk ekuitas yang dilakukan dengan
mengaplikasikan model CAPM (Capital Asset Pricing Model). Model ini menyatakan
bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas risiko ditambah premium untuk menutup
risiko sistematis dari sekuritas saham, dengan formula sebagai berikut :
Ke = Rf + (Rm – Rf) β – RBDS + α
Ke = Rf + (Rp x β) – RBDS + α
Dimana :
Rf = Tingkat kembalian untuk investasi bebas risiko
Rm = Tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas
Rp = Market risk premium untuk pasar ekuitas secara keseluruhan
β = Ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara obyektif dari
responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan
pengembalian portofolio pasar
RBDS = Rating Based Default Spread
α = Risiko spesifik perusahaan (yaitu yang mungkin mencerminkan jenis
properti, perusahaan dan premi risiko lainnya)
Rf (Risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang
dianggap tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas
risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Surat Utang Negara (SUN) dari
Pemeringkat Harga Efek Indonesia (PHEI) tanggal 31 Desember 2025 dengan jangka
waktu selama 10 tahun, yaitu sebesar 6,17%. Angka tersebut akan digunakan sebagai
tingkat kembalian bebas risiko (Rf).
Rp (Market Risk Premium - MRP), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas
risiko dengan tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas. Dalam
melakukan perhitungan Premi risiko pasar (Rm-Rf) atau MRP, kami menggunakan
premi risiko pasar berdasarkan data yang diperoleh dari Aswath Damodaran, Country
Risk Premium yang dipublikasikan pada Januari 2026, yakni sebesar 6,69%.
Beta (β), adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan
dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.
Untuk memperoleh faktor Beta yang sesuai dan akan digunakan dalam perhitungan,
kami menggunakan beta pembanding dari perusahaan publik dalam industri Auto
Parts. Rumus mencari nilai beta suatu perusahaan adalah sebagai berikut :
Halaman - 43
Page 56
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
βL
βU=
1 + [(1 - t) x (DER)]
Dimana :
βU = Beta Unlevered
βL = Beta Levered
t = Tingkat Pajak
DER = Rasio perbandingan utang terhadap ekuitas perusahaan
Unlevered beta industri sejenis yang akan digunakan sebagai dasar perhitungan
levered beta perusahaan adalah sebagai berikut :
Tabel 24 Unlevered Beta Industri Sejenis
Beta Levered Market D/E Ratio Tax Rate
1,52 18,45% 16,19%
Dengan Beta Unlevered sebesar 1,32 dan rasio utang terhadap ekuitas pasar (DER)
perusahaan pembanding sebesar 18,45%, maka :
βL
1,32 =
1 + [(1 – 22%) x 18,45%]
βL = 1,52 X {1+[78% X 18,45%]}
= 1,51
RBDS (Rating Based Default Spread), merupakan penyesuaian Country Default Spread
Indonesia. Berdasarkan hasil riset Aswath Damodaran (New York University Business
School), RBDS yang dipublikasikan pada Januari 2026 adalah sebesar 1,62%.
Alpha (α) merupakan risiko spesifik perusahaan yang mungkin mencerminkan jenis
properti, perusahaan dan premi risiko lainnya. Dalam perhitungan ini, α diasumsikan
sebesar 0%.
Berdasarkan uraian di atas, maka biaya modal ekuitas Perseroan adalah :
Tabel 25 Perhitungan Biaya Modal Ekuitas
Keterangan Biaya Modal untuk Ekuitas
Tingkat Bunga Bebas Risiko 6,17%
Beta 1,51
Market Premium 6,69%
RBDS 1,62%
Alpha 0%
Biaya Modal untuk Ekuitas 14,66%
Halaman - 44
Page 57
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
5.3.7 Penentuan Biaya Modal Tertimbang
Dalam menghitung discount factor untuk Arus Kas Bersih (AKB) untuk perusahaan,
kami menggunakan tingkat diskonto berdasarkan Biaya Modal Rata-rata Tertimbang
(Weighted Average Cost of Capital/WACC) dengan formula sebagai berikut :
WACC = {Wd x (I x [1 - T])} + (We x ke)
Dimana :
WACC = Biaya modal rata-rata tertimbang
We = Bobot ekuitas dalam struktur kapital
Wd = Bobot hutang dalam struktur kapital
ke = Biaya modal ekuitas
I = Tingkat bunga hutang dalam struktur kapital
T = Tarif pajak perusahaan
Berdasarkan Tabel 24, rata-rata DER industri sejenis adalah sebesar 18,45%,
sehingga diperoleh pembobotan interest bearing debt sebesar 15,57% dan equity
sebesar 84,43%. Dengan biaya modal untuk utang diasumsikan sebesar bunga pasar
atas utang yang berlaku, yaitu sebesar 8,44% atau sebesar 6,58% setelah pajak,
maka diperoleh WACC sebagai berikut :
Tabel 26 Perhitungan WACC
Struktur Modal Bobot Biaya Modal WACC
Interest Bearing Debt 15,57% 6,58% 1,02%
Equity 84,43% 14,66% 12,38%
WACC 13,40%
Halaman - 45
Page 58
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
5.4 Proyeksi Laporan Keuangan
Berikut adalah proyeksi laba (rugi) Perseroan pada periode 2026 hingga 2030 :
Tabel 27 Proyeksi Laporan Laba Rugi Kegiatan Usaha Baru
Berdasarkan tabel diatas, rencana pengembangan usaha Perseroan, diproyeksikan
akan memberikan laba bersih sebesar Rp. 4,40 Miliar pada tahun 2026, Rp. 5,60
Miliar pada tahun 2027, Rp. 5,41Miliar pada tahun 2028, Rp. 5,76 Miliar pada tahun
2029 serta Rp. 5,56 Miliar pada tahun 2030.
Akun-akun yang terdampak atas rencana transaksi penambahan kegiatan usaha
adalah akun pendapatan, akun beban pokok penjualan, akun beban operasional, akun
beban pajak dan akun laba bersih.
Berikut adalah rasio keuangan dari rencana pengembangan usaha Perseroan :
Tabel 28 Analisis Profitabilitas dan Analisis Timbal Balik Investasi Kegiatan Usaha Baru
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030 Rata-rata
Gross Profit Margin 69,02% 68,78% 67,53% 67,76% 66,45% 67,91%
Operating Profit Margin 46,80% 49,57% 47,94% 48,64% 46,95% 47,98%
Net Profit Margin 36,50% 38,67% 37,40% 37,94% 36,62% 37,43%
Return on Investment 71,32% 51,99% 33,43% 26,24% 20,20% 40,64%
Return on Equity 91,79% 53,85% 34,25% 26,73% 20,51% 45,42%
Dilihat dari laba (rugi) usaha setelah dilaksanakannya kegiatan pengembangan usaha,
rata-rata Gross Profit Margin (GPM), Operating Profit Margin (OPM) dan Net Profit
Margin (NPM), Return on Investment (ROI) dan Return on Equity (ROE) per 31 Desember
2026 hingga 2030 secara berurutan adalah sebesar 67,91%, 47,98%, 37,43%,
40,64% dan 45,42%.
Halaman - 46
Page 59
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
5.5 Analisis Rasio Proyeksi Keuangan Setelah Penambahan Kegiatan Usaha
Berikut adalah rasio keuangan Perseroan setelah dilaksanakannya pengembangan
kegiatan usaha :
Tabel 29 Analisis Rasio Perseroan Setelah Dilaksanakannya Pengembangan Usaha
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030 Rata-rata
Gross Profit Margin 51,62% 50,13% 51,16% 52,45% 52,06% 51,48%
Operating Profit Margin 24,64% 25,00% 27,21% 29,64% 29,76% 27,25%
Net Profit Margin 17,90% 18,76% 20,87% 23,11% 23,20% 20,77%
Return on Investment 10,99% 11,58% 12,01% 12,24% 11,26% 11,62%
Return on Equity 13,37% 13,27% 13,23% 13,32% 12,14% 13,06%
Dilihat dari laba (rugi) usaha setelah dilaksanakannya kegiatan pengembangan usaha,
rata-rata Gross Profit Margin (GPM), Operating Profit Margin (OPM) dan Net Profit
Margin (NPM), Return on Investment (ROI) dan Return on Equity (ROE) per 31 Desember
2026 hingga 2030 secara berurutan adalah sebesar 51,48%, 27,25%, 20,77%,
11,62% dan 13,06%.
5.6 Analisis Kelayakan
Analisis ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan suatu proyek, yang akan diuji dengan
menggunakan beberapa parameter seperti :
5.6.1 Net Present Value (NPV)
NPV (Net Present Value) adalah nilai bersih sekarang merupakan perbandingan
antara Present Value (PV) kas bersih dan PV selama umur investasi. Selisih antara
kedua PV tersebutlah yang dikenal dengan Net Present Value. Suatu proyek dikatakan
layak atau menguntungkan jika NPV-nya lebih besar dari nol.
Kas Bersih 2 Kas Bersih N - Investasi
Kas Bersih 1
NPV= + + …. +
(1 + r ) (1 + r )2 (1 + r )n
NPV positif, maka investasi layak, dan jika NPV negatif, investasi tidak layak.
NPV proyek menunjukkan angka yang positif yaitu sebesar Rp. 12.948.610.000,-.
5.6.2 Internal Rate of Return (IRR)
IRR (Internal Rate of Return) adalah merupakan alat untuk mengukur tingkat
pengembalian hasil, dimana pada proyek yang layak untuk dilaskanakan, tingkat IRR
yang dihasilkan harus lebih besar dari tingkat diskonto (discounted rate) atau tingkat
pengembalian yang diharapkan oleh investor.
IRR= i1 + NPV2 + (i2 – i1)
NPV1 – NPV2
Dimana :
i1 = tingkat bunga 1 (tingkat discount rate yang menghasilkan NPV1)
i2 = tingkat bunga 2 (tingkat discount rate yang menghasilkan NPV2)
Halaman - 47
Page 60
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
NPV1 = Net present value 1
NPV2 = Net present value 2
IRR diatas tingkat diskonto maka investasi layak, dan IRR dibawah tingkat diskonto
maka investasi tidak layak.
IRR yang dihasilkan proyek adalah 134,09% atau lebih besar dari tingkat
pengembalian yang diasumsikan sebesar 13,40% per tahun.
5.6.3 Profitability Index (PI)
PI (Profitability Index) merupakan rasio aktivitas dari jumlah nilai sekarang penerimaan
bersih dengan nilai sekarang pengeluaran investasi selama umur investasi. Jika nilai
PI lebih besar dari 1, maka proyek tersebut layak untuk dijalankan.
∑PV Kas Bersih
PI= X 100%
∑ PV Investasi
Apabila PI lebih besar (>) dari 1, maka investasi layak
Apabila PI lebih kecil (<) dari 1, maka investasi tidak layak
PI proyek adalah sebesar 2,43586 yang berarti lebih besar dari 1.
5.6.4 Payback Period (PP)
PP (Payback Period) adalah periode atau jumlah tahun yang diperlukan untuk
mengembalikan nilai investasi yang telah dikeluarkan.
Investasi
PP =
X 1 tahun
Kas Bersih / Tahun
PP adalah 1 Tahun 9 Bulan. Dengan demikian, Perseroan mampu mengembalikan
seluruh investasi sesudah proyek berjalan 1 Tahun 9 Bulan.
5.6.5 Break Event Point (BEP)
Break Even Point (BEP) adalah titik dimana pendapatan sama dengan modal yang
dikeluarkan, tidak terjadi kerugian atau keuntungan. Total keuntungan dan kerugian
ada pada posisi 0 titik break even point yang artinya pada titik ini perusahaan tidak
mengalami kerugian atau mendapat keuntungan.
BEP = Biaya Tetap : (Harga jual per unit – biaya variabel per unit)
Selisih dari pengurangan harga jual per unit dan biaya variabel per unit adalah rumus
dari margin kontribusi (contribution margin).
Rata-rata BEP yang dihasilkan adalah sebesar Rp. 4.176.868.000,- atau sebesar
29,34% dari nilai penjualan.
Halaman - 48
Page 61
BUDI, EDY, SAPTONO DAN REKAN
PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Laporan Studi Kelayakan – PT Hetzer Medical Indonesia, Tbk
5.6.6 Analisis Sensitivitas
Untuk menguji kepekaan suatu proyek terhadap berbagai faktor ekonomi, maka
berikut ini disajikan analisa sensitivitas terhadap rencana pengembangan usaha yang
akan dilakukan oleh Perseroan :
Gambar 13 Analisis Sensitivitas
Analisis sensitivitas dibuat berdasarkan harga dan beban SDM. Berdasarkan grafik
analisis sensitivitas diatas, pengembangan kegiatan usaha yang dilakukan oleh
Perseroan paling sensitif terhadap kenaikan harga.
5.7 Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis atas kelayakan pasar, kelayakan teknis, kelayakan pola
bisnis, kelayakan model manajemen dan kelayakan keuangan yang seksama, dengan
syarat semua asumsi-asumsi yang telah diproyeksikan dapat terpenuhi, maka
disimpulkan bahwa penambahan KBLI baru (KBLI 25999) yaitu pada bidang industri
barang logam lainnya yang tidak dapat diklasifikasikan di tempat lain yang dilakukan
oleh Perseroan adalah layak untuk dilaksanakan.
Halaman - 49
Page 62
Page 63
Page 64
Page 65
Page 66
Page 67
Page 68
Names mentioned 47 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Cahya Suryana
· Notaris
p.7 ×3
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.7 ×2
unresolved
person
Dr. Erny Kencanawati
· Notaris
p.7 ×11
unresolved
org
Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum Republik Indonesia
p.7 ×2
unresolved
org
Saptono dan Rekan
p.15
unresolved
person
Akuntan Publik Andiek Nugroho
p.17 ×8
unresolved
org
Heliantono & Rekan
p.17 ×9
unresolved
org
Heliantono
p.17 ×9
unresolved
person
Akuntan Publik Hardiz Steve Siahaan
p.17 ×2
unresolved
person
CPA.
p.17 ×2
unresolved
person
Asep
p.18
unresolved
person
Penabur Bandung.
p.21
unresolved
org
PT Karya Pratama
p.22
unresolved
org
PT Medis Raya
p.22
unresolved
org
PT Unicor Prima Motor
p.22
unresolved
org
PT Intisalim Corpora.
p.22
unresolved
org
PT Bisma Putra Persada
p.22 ×3
unresolved
org
PT Arcotech Indonesia
p.22
unresolved
org
PT Bisma Anugrah Plasindo
p.22
unresolved
org
PT Bank NISP Bandung
p.22
unresolved
org
PT Feng Tay Indonesia Enterprise
p.22
unresolved
org
PT Sanggarindah Karya Sentosa Raya
p.22
unresolved
org
PT Dimas Pratama Indah
p.22
unresolved
org
PT Sinar Kamasan Indah
p.22
unresolved
org
PT Multi Sanggar Utama
p.22
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak Republik Indonesia.
p.25
unresolved
org
PT Kurnia Mustika Indah Lestari
p.37
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.40 ×8
unresolved
org
Pusat Statistik
p.45
unresolved
org
Bank Indonesia
p.45 ×4
unresolved
org
Kementerian Keuangan Tingkat
p.46
unresolved
org
Kementerian Perindustrian
p.48 ×2
unresolved
org
PT Arco Tech Indonesia
p.50
unresolved
org
PT Micron Presisi Indonesia
p.50 ×2
unresolved
org
PT Putraco
p.51 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.100
1375 ms
12 Sep 2026 22:08
no e-reporting cover - issuer taken from the announcement
Raw output
{'announced_date': None,
'changes': [],
'event_date': None,
'issuer_name': '',
'issuer_ticker': '',
'letter_number': '',
'positions': [],
'source_shape': 'ROSTER',
'subject': ''}