Skip to content
Back to announcement

20241204_KOIN_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31804822_lamp1.pdf

Other Text extracted KOIN

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 6

Page 1
                                                                           Jakarta, 4 Desember 2024


No.     : 050/CS-KOIN/FS/XII/2024
Hal     : Respon atas Permintaan Penjelasan Tentang Laporan Keuangan Interim Untuk Periode Yang
          Berakhir 30 September 2024


Kepada Yth.
DIREKTUR PENILAIAN PERUSAHAAN dan KEPALA DIVISI PENILAIAN PERUSAHAAN 1
Indonesia Stock Exchange Building
Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53
Jakarta 12190

Dengan hormat,
Sehubungan dengan surat Bursa Efek Indonesia No.S-12553/BEI.PP1/11-2024 tentang Permintaan
Penjelasan atas Laporan Keuangan Interim yang tidak diaudit untuk periode yang berakhir 30 September
2024 PT Kokoh Inti Arebama Tbk (“Perseroan”) tertanggal 29 November 2024, berikut kami sampaikan
tanggapan Perseroan atas permintaan penjelasan lebih lanjut tersebut, sebagai berikut:


 1. Berdasarkan Laporan Keuangan (LK) per 30 September 2024, Perseroan masih membukukan
    defisiensi modal sebesar Rp79,8 miliar. Bursa meminta penjelasan terkait:
     a. Strategi Perseroan untuk mengatasi defisiensi modal tersebut.
     b. Apakah Perseroan memiliki rencana aksi korporasi untuk dapat meningkatkan
          modal Perseroan? Jelaskan.

Jawaban :

      a) Perseroan berfokus pada pencapaian target penjualan pada masing-masing lini produk dan
          ketepatan pada biaya distribusi serta administrasi untuk memperoleh performa keuangan yang
          lebih baik.
      b) Perseroan belum memiliki aksi korporasi untuk meningkatkan modal Perseroan.

 2. Pendapatan Perseroan per 30 September 2024 sebesar Rp2.296 miliar, turun sebesar Rp14,3 miliar
    atau 0,62% dibandingkan dengan periode yang sama pada 2023 yang sebesar Rp2.311 miliar.
    Meskipun terjadi penurunan penjualan, beban pokok penjualan justru meningkat sebesar 0,05% dan
    terdapat peningkatan piutang usaha pihak ketiga yang signikan sebesar 8,14%. Agar dijelaskan:
       a. Latar belakang hal tersebut, apakah terdapat inefisiensi dalam proses produksi atau
          distribusi? Jelaskan.
       b. Latar belakang adanya peningkatan piutang usaha signifikan sebesar Rp35,9 miliar atau
          8,14%.
       c. Strategi jangka panjang Perseroan untuk meningkatkan pendapatan dan menstabilkan beban
          pokok penjualan.
       d. Bagaimana kondisi persaingan di industri ini selama periode tersebut?
Page 2
Jawaban :

   a)     Peningkatan beban pokok penjualan sebesar 0,05%, sementara pendapatan perseroan turun
      sebesar 0,62% disebabkan oleh porsi penjualan untuk produk-produk semen, semen beton, dan
      pipa beton lebih besar dibandingkan dengan produk keramik, dimana produk-produk semen,
      semen beton, dan pipa beton memiliki beban pokok penjualan yang lebih besar daripada produk
      keramik.
   b)     Peningkatan piutang disebabkan oleh penjualan yang baru signifikan terjadi di periode 2 bulan
      terakhir di kuartal 2/2024, sementara itu jatuh tempo piutang bervariasi pada 30 hari, 45 hari, dan
      60 hari.
   c)     Strategi Perseroan yakni dengan peningkatan jangkauan pasar, fokus pada peningkatan
      efisiensi, dan produktivitas untuk mengurangi biaya yang dapat berdampal pada pendapatan.
   d)     Kondisi persaingan di industri ini semakin kompetitif. Asosiasi Industri Semen (ASI) juga
      memproyeksi konsumsi pasar domestik akan tumbuh sebesar 3% year-on-year di tahun 2024.

 3. Berdasarkan CALK 5 Piutang Usaha, didapati informasi bahwa tidak ada piutang usaha yang
    sedang dijaminkan. Namun, Perseroan belum mengungkapkan aging piutang usaha Perseroan.
    Agar dijelaskan:
      a. Bursa meminta Perseroan mengungkapkan aging piutang usaha Perseroan, baik pihak ketiga
         dan pihak berelasi.
      b. Strategi Perseroan untuk meningkatkan kolektabilitas piutang.


Jawaban :

   a)    Perseroan sudah mengungkapkan aging piutang usaha Perseroan di CALK 24 Instrumen
      Keuangan dan Manajemen Resiko Keuangan, bagian resiko kredit.
   b)    Strategi Perseroan untuk meningkatkan kolektabilitas piutang adalah dengan cara melakukan
      credit review setiap bulannya untuk mengidentifikasi dan mengurangi risiko terkait dengan
      pemberian kredit kepada pelanggan.

 4. Terdapat saldo Piutang lain-lain pihak berelasi sebesar Rp3,26 miliar. Bursa meminta penjelasan:
     a. Nature dari piutang lain-lain.
         Latar belakang adanya peningkatan signifikan sebesar Rp 3,26 miliar pada piutang lain-
         lain pihak berelasi.

Jawaban :

   a) Piutang lain-lain pihak berelasi berisi transaksi penagihan atas biaya promosi untuk mendukung
      Perseroan dalam aktivitas pemasaran. Adanya peningkatan piutang dikarenakan belum
      dibayarkannya piutang tersebut oleh pihak berelasi.

 5. Berdasarkan CALK 6 Persediaan, komponen semen menunjukkan presentase terkecil yakni hanya
    sebesar 0,54% dari total persediaan. Adapun dari CALK 18 Penjualan, penjualan terbesar
    Perseroan adalah produk semen. Agar dijelaskan:
Page 3
        a. Intensi Perseroan kedepannya, apakah tidak lagi berencana menjual produk semen?
        b. Apakah terdapat rencana diversifikasi bisnis? Jelaskan.


Jawaban :

   a) Perseroan tetap akan menjual produk semen di bisnis nya. Adapun proses distribusi untuk produk
      semen sebagian besar langsung dikirim dari gudang manufaktur kepada pelanggan, dengan tujuan
      untuk efisiensi biaya distribusi.
   b) Perseroan tidak memiliki rencana untuk diversifikasi bisnis.


 6. Berdasarkan CALK 10 Utang Usaha, terdapat peningkatan utang usaha yang sudah jatuh tempo
    dari sebesar Rp920 miliar per 30 September 2023 menjadi sebesar Rp954,7 miliar per 30
    September 2024. Adapun Per 30 September 2024 sebesar 98,01% dari keseluruhan total utang
    usaha telah mengalami jatuh tempo. Agar dijelaskan:
     a. Latar belakang dan alasan Perseroan belum membayar utang usaha dimaksud.
     b. Sumber dana untuk pembayaran utang usaha mengingat saat ini kas Perseroan hanya sebesar
         Rp23,9 miliar.
     c. Apakah Perseroan telah menerima notice of default atas utang usaha yang telah jatuh tempo
         lebih dari 90 dan 120 hari? Jika ada mohon perincian atas pihak, tanggal jatuh tempo dan
         nilai utang outstanding.
     d. Strategi Perseroan dalam memastikan pembayaran utang usaha ke depannya.
     e. Kebijakan pembayaran utang usaha kepada pemasok.


Jawaban :

   a)    Perseroan akan membayar utang usaha tersebut secara bertahap.
   b)    Sumber dana untuk pembayaran utang usaha berasal dari hasil penagihan piutang dan
      pinjaman ke bank.
   c)    Perseroan tidak menerima notice of default mengingat 98% dari total utang usaha merupakan
      utang kepada pihak berelasi.
   d)    Perseroan melakukan manajemen arus kas dan perencanaan anggaran sebagai strategi
      pembayaran utang usaha kedepannya.


 7. Berdasarkan CALK 11 Utang lain-lain, terdapat peningkatan pada utang lain-lain pihak ketiga
    sebesar Rp6,47 miliar atau sebesar 7469,15%. Bursa meminta penjelasan:
      a. Latar belakang peningkatan signifikan pada utang lain-lain kepada pihak ketiga yang dimana
         besarannya 62,16% dari total utang lain-lain.
      b. Peruntukan utang lain-lain kepada pihak ketiga.

Jawaban :

   a) Utang lain-lain pihak ketiga berasal dari utang untuk jasa professional seperti jasa audit, jasa
      konsultasi pajak, dan sebagainya.
Page 4
   b) Peningkatan utang lain-lain berasal dari belum dibayarkan nya utang tersebut.


 8. Terdapat penurunan uang muka dari pelanggan yang signifikan sebesar Rp23,44 miliar. Agar
    dijelaskan:
      a. Nature atas akun tersebut.
      b. Latar belakang tidak terdapat catatan atas laporan keuangannya.


Jawaban :

   a)     Uang muka dari pelanggan umumnya akan tercatat pada akhir tahun, dikarenakan adanya
      penundaan pengiriman barang kepada pelanggan, karena pembatasan angkutan barang pada masa
      libur natal dan tahun baru.
   b)     Tidak terdapat catatan karena transaksi biasanya hanya terjadi pada akhir tahun.


9. Terdapat peningkatan sebesar Rp7,4 miliar atau sebesar 138,24% pada Uang muka dan Beban
   dibayar di muka. Agar dijelaskan latar belakang peningkatan atas uang muka pembelian kepada
   pemasok tersebut, apakah Perseroan telah mengantongi kontrak/proyek baru? Jelaskan.

    Jawaban :

    Peningkatan atas uang muka pembelian berasal dari adanya pembelian impor barang dagang.


 10. Likuiditas Perseroan berada dalam kondisi yang kurang baik yang ditandai dengan current ratio
     per 30 September 2024 dibawah 1x yakni 0,83x, sedikit menurun dari 0,84x pada 31 Desember
     2023. Agar dijelaskan:
      a. Tantangan dan strategi Perseroan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya.
      b. Bagaimana perusahaan akan memantau perkembangan likuiditas di masa depan? Jelaskan.

    Jawaban :

    a)   Adapun kewajiban jangka pendek Perseoran berasal dari utang kepada pihak berelasi, oleh
       karena itu Perseroan melakukan negosiasi untuk memperpanjang jangka waktu pembayaran
       utang.
    b) Dengan merencanakan pembayaran utang secara terstruktur, dapat membantu Perseroan
       terhindar dari kewajiban utang melebihi kapasitas finansialnya.


 11. Return on Assets (ROA) Perseroan pada tanggal 30 September 2024 adalah negatif sebesar -
     3,15%, agar dijelaskan rencana dari manajemen untuk memperbaiki efisiensi penggunaan aset.
Page 5
     Jawaban :
     Perseroan menyusun strategi yang lebih baik untuk memaksimalkan penggunaan sumber daya
     yang bertujuan untuk peningkatan performa laba.



 12. Merujuk ke laporan arus kas:
      a. Berdasarkan perhitungan kami total kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi seharusnya
         Rp38.853.738.604 namun berdasarkan laporan arus kas sebagaimana di bawah ini total kas
         bersih diperoleh dari aktivitas operasi adalah sebesar Rp39.720.536.792. Agar dijelaskan
         selisih tersebut.




       b. Berdasarkan laporan arus kas dari aktivitas investasi, terdapat transaksi Perolehan aset tidak
          berwujud sebesar Rp1,59 miliar. Bursa meminta penjelasan:
             i. Detil dari aset tidak berwujud.
            ii. Peruntukan perolehan aset tidak berwujud tersebut.
           iii. Apakah Perseroan membeli dari pihak afiliasi/pihak ketiga? Jelaskan.




Jawaban :
   a) Perseroan telah mengkalkulasi kembali perhitungan untuk total kas bersih diperoleh dari aktivitas
      operasi dengan hasil Rp 39,720,536,792, namun tidak menemukan hasil perhitungan sebesar Rp
      38.853.738.604,- seperti yang dipaparkan oleh bursa.
   b) Asset tidak berwujud diperoleh dari Perseroan dari pihak ketiga berupa software untuk
      menunjang kegiatan bisnis online marketplace dan e-retail business dengan nama Mitraruma.
Page 6
 13. Informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek
     Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.

     Jawaban :

Tidak ada fakta material yang dapat mempengaruhi harga efek Perseroan serta kelangsungan hidup
Perseroan.



Demikian kami sampaikan. Atas perhatian Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih.


Hormat kami,
PT KOKOH INTI AREBAMA Tbk




____________________
Saran Kaitiwong
Finance Director

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.31 MB
Published4 Dec 2024
Pages6
Characters11,140
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 4 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Kokoh Inti Arebama Tbk p.1 ×5
linked person Saran Kaitiwong · Finance Director p.6
possible org Bursa Efek Indonesia p.1
unresolved org Indonesia Stock Exchange p.1

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result