Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 11
Page 1
LAPORAN HASIL PELAKSANAAN PUBLIC EXPOSE TAHUNAN
PT MURNI SADAR TBK (“MTMH”)
PT Murni Sadar, Tbk. (“Perseroan”) telah menyelenggarakan Public Expose Tahunan yang
diselenggarakan secara elektronik daring melalui aplikasi zoom webinar pada:
Hari/Tanggal : Jumat / 12 Juni 2026
Waktu : 11.30– 12.20 WIB
Media : Zoom Webinar
I. Public Expose dihadiri oleh Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan sebagai berikut:
• Tjhin Ten Chun : Presiden Komisaris
• DR. dr. Mutiara, MHA, MKT : Presiden Direktur
• Clement Zichri Ang, M.Sc : Direktur Keuangan
• dr. Jong Khai, MARS : Direktur Operasional
• dr. Sharon Hanmy Angel, MRes, MPM, MARS : Direktur Pengembangan
II. Susunan Acara :
1. Presentasi Company Profile Perusahaan,
2. Kinerja Operasional dan Strategi Keberlanjutan, yang disampaikan oleh dr. Jong
Khai MARS selaku Direktur Operasional
3. Kinerja Keuangan perusahaan yang disampaikan oleh Bapak Clement Zichri Ang
selaku Direktur Keuangan
4. Strategi Perusahaan dan Rencana pengembangan, dan Target 2025 yang
disampaikan oleh Ibu dr.Sharon Hanmy Angel, MRes, MPM, MARS selaku Direktur
Pengembangan
5. Sesi Tanya Jawab
III. Peserta :
Undangan yang hadir dalam Public Expose tersebut adalah dari Fund Manager,
kalangan media/press, personal/individual, investor retail dan investor perorangan.
Dalam Public Expose tersebut, Perseroan menjelaskan kinerja perseroan tahun 2025,
dari segi tinjauan operasional, tinjauan keuangan, serta strategi dan rencana
pengembangan 2026.
IV. Sesi Tanya Jawab :
Ringkasan Pertanyaan dan Jawaban yang disampaikan adalah sebagai berikut:
1. ISMAIL – I NEWS
Saat ini kondisi global sedang mengalami pergejolakan termasuk di Indonesia,
Dimana nilai tukar uang rupiah cenderung tidak stabil. Kita mengetahui bahwa
Sebagian obat dan alat Kesehatan masih bergantung pada produk Impor.
Menyikapi kondisi ini, bagaimana Langkah dan strategi manajemen dalam
mengantisipasi dampaknya terhadap operasional Rumah Sakit? Apakah ada
penyesuaian dalam pengadaan atau pembelian obat? Tahun lalu, perusahaan
telah melakukan investasi pada fasilitas robotic surgery. Apakah pengembangan
fasilitas robotic surgery ini akan terus dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya?
Page 2
JAWAB : Fluktuasi nilai tukar, terutama pelemahan rupiah terhadap dolar AS,
memberikan tekanan pada bottom line perusahaan karena sebagian
pengadaan alat kesehatan dan bahan baku obat masih bergantung
pada impor, sehingga meningkatkan biaya pokok dan berpotensi
menekan margin laba. Untuk mengurangi dampak tersebut,
perusahaan menerapkan strategi lindung nilai (hedging) guna menjaga
kepastian biaya dan meminimalkan volatilitas kurs, meskipun
efektivitasnya bergantung pada besaran eksposur yang dilindungi dan
jangka waktu kontraknya. Di sisi lain, penyesuaian tarif layanan
dilakukan secara selektif untuk meneruskan sebagian kenaikan biaya
kepada pelanggan, namun ruang penyesuaian tetap terbatas oleh
regulasi, kondisi pasar, dan daya beli masyarakat. Oleh karena itu,
menjaga target profitabilitas tahun ini umumnya tidak hanya
mengandalkan hedging dan kenaikan tarif, tetapi juga didukung oleh
efisiensi operasional, optimalisasi bauran layanan, serta penguatan
penggunaan produk dan bahan baku lokal guna mengurangi
ketergantungan terhadap impor.
Terkait robotic surgery, saat ini kami masih berfokus pada optimalisasi
pemanfaatan sistem yang ada. Apabila kapasitas dan penggunaannya
sudah mencapai tingkat maksimal, namun kebutuhan layanan masih
terus meningkat, maka dalam kurun waktu sekitar 2–3 tahun ke depan
kami akan mempertimbangkan penambahan unit baru."
2. ANNISA – TRIBUN
Dari total alokasi belanja modal (capex) yang dianggarkan tahun ini, berapa porsi
spesifik yang didedikasikan untuk peremajaan dan pengadaan alkes berteknologi
tinggi? Di luar pengadaan alkes, prioritas strategis apa lagi yang akan menyerap
sisa dana capex tersebut—apakah untuk ekspansi fisik atau digitalisasi?
JAWAB: Dari total anggaran belanja modal (capex) tahun ini, porsi yang
dialokasikan untuk peremajaan dan pengadaan alat kesehatan
berteknologi tinggi difokuskan untuk meningkatkan kualitas layanan,
kapasitas diagnostik, serta efisiensi operasional. Sementara itu, sisa
capex diarahkan pada prioritas strategis lainnya, terutama
pengembangan dan renovasi fasilitas layanan kesehatan, perluasan
kapasitas operasional di lokasi potensial, serta percepatan transformasi
digital melalui penguatan sistem informasi, rekam medis elektronik,
dan integrasi layanan berbasis teknologi guna mendukung
pertumbuhan jangka panjang dan peningkatan pengalaman pasien.
Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan digitalisasi di Murni
Teguh hospitals. Implementasi AI memang menjadi tantangan
tersendiri, tidak hanya bagi profesi di luar sektor kesehatan, tetapi juga
bagi tenaga kesehatan itu sendiri. Dari sisi teknologi informasi, kami
memiliki keunggulan karena sebagian besar sistem telah dikembangkan
dan dikelola secara internal di Indonesia. Saat ini kami didukung oleh
sekitar 80 personel IT yang memiliki kompetensi dalam analisis sistem,
pengembangan aplikasi, integrasi data, dan pengelolaan infrastruktur
digital rumah sakit. Kapabilitas ini menjadi fondasi penting dalam
mengadopsi teknologi AI secara bertahap, aman, dan sesuai kebutuhan
pelayanan kesehatan
Page 3
3. RIFAT – GO SUMUT
Dalam konteks pemenuhan standar ESG (Environmental, Social, and
Governance), bagaimana perusahaan mengintegrasikan program kesehatan
masyarakat agar tidak sekadar menjadi kegiatan CSR kosmetik, melainkan
bagian dari strategi keberlanjutan yang terukur dampak sosialnya bagi
pertumbuhan jangka panjang perusahaan
JAWAB : Dalam konteks ESG, program kesehatan masyarakat perlu
diintegrasikan ke dalam strategi bisnis inti perusahaan dengan menghubungkan
isu kesehatan yang relevan dengan rantai nilai, risiko operasional, produktivitas,
dan keberlanjutan usaha. Perusahaan tidak cukup hanya menjalankan kegiatan
CSR yang bersifat filantropis sesaat, tetapi harus menetapkan tujuan, indikator
kinerja, dan target yang terukur, seperti peningkatan akses layanan kesehatan,
penurunan angka penyakit tertentu, peningkatan kesehatan pekerja dan
komunitas sekitar, serta dampaknya terhadap produktivitas dan stabilitas
operasional. Implementasinya dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah,
fasilitas kesehatan, akademisi, dan masyarakat, disertai pemantauan serta
pelaporan berbasis data yang transparan. Dengan pendekatan ini, program
kesehatan menjadi investasi sosial yang menciptakan nilai bersama (shared value),
memperkuat reputasi perusahaan, mengurangi risiko sosial, meningkatkan
kualitas sumber daya manusia, dan pada akhirnya mendukung pertumbuhan
bisnis jangka panjang yang berkelanjutan
4. DINA – ANALISA
Di Rumah Sakit Murni Teguh ini Layanan spesialisasi atau center of excellence
apa yang saat ini mencatatkan pertumbuhan tertinggi dan menjadi penggerak
motor utama pendapatan perusahaan?
Jawaban:
JAWAB : Sebenarnya, semua layanan kami memiliki standar yang sama. Namun,
kami memiliki keunggulan khusus di bidang onkologi dan jantung.
Kedua layanan ini menjadi fokus utama pengembangan kami, dengan
investasi yang baik dari sisi fasilitas, teknologi, maupun sumber daya
manusia untuk memastikan pasien mendapatkan layanan terbaik di RS
Murni Teguh.
Selain onkologi dan jantung, kami juga memiliki keunggulan dibidang
neurologi (saraf). Saat ini layanan saraf kami juga menunjukan
pencapaian yang sangat baik, khusunya dalam penanganan stroke.
Dengan sistem yang terintegrasi dan respons yang cepat, pasien stroke
yang datang dalam golden period (kurang dari 6 jam sejak gejala muncul)
dapat segera menjalani pemeriksaan dan penegakan diagnosis. Dalam
salah satu kasus, tim kami berhasil menyelesaikan proses diagnosis
dalam waktu sekitar 45 menit. Setelah dipastikan tidak terdapat
perdarahan dan memenuhi kriteria terapi, pasien segera mendapatkan
penanganan yang sesuai. Hasilnya, dalam waktu lima hari pasien sudah
dapat kembali berjalan.
Keberhasilan penanganan seperti ini telah dirasakan oleh banyak
pasien, yang kemudian memberikan berbagai testimoni positif terkait
Page 4
layanan Code Stroke yang kami jalankan. Hal ini menjadi bukti
komitmen kami dalam menghadirkan pelayanan cepat, tepat, dan
berbasis standar medis terkini untuk meningkatkan kualitas hidup
pasien. Layanan stroke ini tidak hanya tersedia di RS Murni Teguh
Memorial Hospital Medan, tetapi juga telah tersedia di 8 rumah sakit
Murni Teguh lainnya, yaitu RS Murni Teguh Methodist Susanna Wesley,
RS Murni Teguh Naripan Bandung, RS Murni Teguh Horas Insani, RS
Murni Teguh Sudirman Jakarta, RS Murni Teguh Tuban Bali, RS Murni
Teguh Ciledug, dan RS Murni Teguh Pejaten.
5. DANIEL – INVESTOR
a. Manajemen melaporkan slide 25,26,36, 30-35 bahwa kami membaca ada
enam proyek pengembangan besar yang berjalan paralel, mulai dari Gama
City, Ciledug, Susanna Wesley, hingga Rosiva dengan target pertumbuhan
20% di 2026. Ditengah kondisi suku bunga yang masih relatif tinggi saat ini,
sementara rasio lancar berada di level 0,43x dan tidak ada rencana
perubahan struktur modal, bisa manajemen berikan gambaran
perhitungan bagaimana skema pendanaan dan prioritas penyelesaian
proyek-proyek tersebut agar tetap sejalan dengan likuiditas perusahaan?
Jawaban :
Memang saat ini kami memiliki cukup banyak proyek pengembangan.
Namun proyek-proyek tersebut tidak semuanya berjalan secara bersamaan,
melainkan dilakukan secara bertahap dan paralel sesuai dengan kesiapan
masing-masin rumah sakit.
Saat ini beberapa proyek telah memasuki tahap akhir penyelesaian, seperti
RS Murni Teguh Methodist Susanna Wesley dan RS Murni Teguh Ciledug.
Dengan semakin dekatnya penyelesaian proyek-proyek tersebut, kami
berharap kontribusi terhadap pendapatan dan profitabilitas dapat mulai
terealisasi dan mendukung pengembangan proyek lainnya.
Dari sisi pendanaan, kami menggunakan kombinasi arus kas operasional dan
fasilitas perbankan yang telah direncanakan secara hati-hati, dengan tetap
mempertimbangkan kondisi suku bunga saat ini serta menjaga struktur
likuiditas tetap sehat.
Prioritas kami adalah menyelesaikan proyek yang paling siap beroperasi agar
dapat mendukung pendanaan lanjutan proyek lainnya, sehingga
pertumbuhan tetap berjalan sejalan dengan kemampuan keuangan
perusahaan.
b. Manajemen melaporkan slide 14,15 bahwa kami mencatat porsi pasien
JKN Rawat jalan naik signifikan menjadi 89% di 2025, sementara BOR justru
turun dari 55% ke 50% meski jumlah tempat tidur bertambah. Dengan daya
masyarakat yang masih dalam fase pemulihan saat ini, apakah pergeseran
ke arah JKN ini merupakan tren struktural yang diantisipasi berlanjut, dan
bagaimana strategi perusahaan menyeimbangkan antara volume pasien
JKN yang tinggi dengan utulisasi tempat tidur yang optimal dirumah sakit
Page 5
baru? Jawaban : Memang benar, tahun lalu kami menambah rumah sakit baru, dan dua tahun sebelumnya juga terdapat penambahan rumah sakit baru. Rumah sakit baru pada umumnya membutuhkan waktu untuk mencapai tahap stabilisasi operasional, sehingga dinamika kinerja yang terlihat saat ini masih merupakan hal yang wajar dalam fase pertumbuhan tersebut. Penambahan kapasitas tempat tidur juga kami lakukan karena beberapa rumah sakit sebelumnya telah mencapai tingkat BOR di atas 80%. Di sisi lain, penambahan tempat tidur juga berasal dari rumah sakit baru yang mulai beroperasi. Dengan bertambahnya kapasitas tersebut, secara matematis BOR agregat dapat terlihat menurun, meskipun secara absolut jumlah pasien tetap meningkat. Dari sisi volume, kami juga mencatat peningkatan jumlah pasien baik pada layanan rawat jalan maupun rawat inap. Saat ini, JKN memang menjadi tren utama dalam sistem pembiayaan kesehatan di Indonesia, dan kami pada prinsipnya tetap berkomitmen untuk melayani seluruh pasien selama kapasitas dan layanan memungkinkan. Ke depan, strategi kami adalah melakukan segmentasi layanan secara lebih jelas, termasuk pengembangan rumah sakit dengan fokus layanan tertentu, di mana sebagian rumah sakit dapat memiliki porsi layanan non-BPJS untuk menjaga keseimbangan portofolio dan sustainabilitas kinerja. c. Manajemen melaporkan slide 14,15 bahwa kami melihat ada perbaikan signifikan pada pos penghasilan keuangan neto di 2025 yang mendorong kenaikan laba sebelum pajak. Mengingat lingkungan suku bunga saat ini masih cukup menarik untuk penempatan dana, apakah kontribusi tersebut berasal dari pengelolaan dana hasil IPO, dan bagaimana perusahaan memandang keberlanjutan kontribusi ini kedepan, khususnya saat dana tersebut mulai dialokasikan untuk mendukung rencana teknologi mutakhir seperti proton beam dan robotic surgery? Jawaban : Kontribusi peningkatan penghasilan keuangan neto pada tahun 2025 tidak berasal dari penempatan dana IPO dalam bentuk deposito. Dana IPO telah kami gunakan sesuai dengan prospektus, yaitu untuk pengembangan rumah sakit di Bandung dan Pematang Siantar, dan tidak ditempatkan pada instrumen keuangan jangka pendek seperti deposito. Peningkatan pada pos tersebut lebih dipengaruhi oleh pengelolaan kas dan struktur pendanaan operasional yang lebih optimal, termasuk penggunaan fasilitas pinjaman bank untuk kebutuhan ekspansi dan operasional, bukan dari pengelolaan dana IPO. Ke depan, kami memandang bahwa kontribusi dari penghasilan keuangan dapat berfluktuasi seiring dengan semakin banyaknya dana yang dialokasikan untuk belanja modal dan pengembangan teknologi, termasuk rencana investasi pada proton beam dan robotic surgery. Untuk inisiatif tersebut, kami saat ini menjajaki berbagai skema kerja sama dengan mitra luar negeri guna memperoleh struktur pembiayaan yang lebih efisien, serta tetap terbuka terhadap peluang masuknya investor strategis.
Page 6
Dengan demikian, kami menjaga keseimbangan antara pertumbuhan
operasional, investasi teknologi, dan struktur pendanaan yang prudent.
Medan, 15 Juni 2026
PT Murni Sadar Tbk
Direksi
Page 7
Page 8
Page 9
DAFTAR HADIR
PESERTA YANG HADIR VIA ZOOM
PUBLIC EXPOSE PT MURNI SADAR Tbk
12 JUNI 2026
No Nama Peserta Industry Organization Job title Kehadiran
1 Rifki Al Wafi Other Emiten News Reporter Online
2 Daniel Other Analyst Analyst Online
3 Deffandi Nusrul Other Investor Investor Online
Page 10
Page 11
Names mentioned 6 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
DR. dr. Mutiara
p.1
unresolved
person
dr. Jong Khai
· Direktur
p.1 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.