Back to announcement
20241202_UNSP_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31803651_lamp1.pdf
Other Text extracted UNSPSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 13
Page 1 OCR 0.937
Bakrie Sumatera Plantations No: 038/CS-BSP/KIK/XI1/2024 Jakarta, 2 Desember 2024 Kepada Yth. PT Bursa Efek Indonesia Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 1 Lantai 6 Jl. Jendral Sudirman Kav 52-53 Jakarta Selatan 12190, Indonesia Up 1 Bapak I Gede Nyoman Yetna Direktur Perihal : Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Dengan hormat, Sehubungan dengan surat PT Bursa Efek Indonesia No. S-12468/BEI.PP1/11-2024 tanggal 26 November 2024 terkait Permintaan Penjelasan PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (“Perseroan”), bersama ini kami sampaikan tanggapan Perseroan sebagai berikut: 1. Penjualan Perseroan per 30 September 2024 mengalami penurunan sebesar 4,1/ secara year- on-year dari sebesar Rp1,86 triliun pada 30 September 2023 menjadi sebesar Rp1,79 triliun. Bursa meminta penjelasan mengenai penyebab penurunan ini. Bursa meminta penjelasan: a. Apakah hal ini lebih dikarenakan faktor eksternal seperti harga komoditas dan kondisi pasar, atau lebih dikarenakan penurunan permintaan? Jelaskan. Tanggapan: Penurunan penjualan disebabkan faktor internal dimana terdapat penurunan produksi terutama dari pembelian TBS pihak ketiga dan plasma serta dampak pelepasan Entitas Anak pada periode Juli 2024. Meskipun demikian harga komoditas dan EBITDA Perseroan mengalami kenaikan pada periode ini. b. Rencana dan strategi Perseroan kedepannya untuk meningkatkan penjualan. Tanggapan: Rencana dan strategi Perseroan untuk meningkatkan penjualan dengan cara meningkatkan produktivitas sehingga volume penjualan meningkat dimana Perseroan saat ini melaksanakan replanting untuk mengganti tanaman-tanaman yang berumur tua serta melakukan konversi produk dengan inovasi produk yang lebih menguntungkan. 2. Per 30 September 2024, Perseroan mencatatkan 11,996 penurunan beban pokok penjualan dari Rp1,52 triliun pada periode yang sama tahun 2023 menjadi Rp1,34 triliun pada tahun 2024. Merujuk pada CaLK nomor 31, jenis beban yang mengalami penurunan antara lain beban bahan baku, beban pengolahan, dan lain-lain. Atas hal tersebut, Bursa meminta penjelasan: (Eh PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk Komplek Rasuna Epicentrum Bakrie Tower Lantai 19 Jl. HR. Rasuna Said Jakarta 12960 - Indonesia Telephone: t62-21 29941286-87 Facsimile : t62-21 29941752 Plantation Office : Jl. Ir. H. Juanda Kab. Asahan, Kisaran 21202 Sumatera Utara - Indonesia Telephone: 462-623 41434 Facsimile : 462-623 41066
Page 2 OCR 0.944
a. Penyebab penurunan pada tiap jenis beban pokok penjualan ini. Tanggapan: Penurunan beban pokok penjualan disebabkan oleh penurunan volume pembelian TBS plasma dan pihak ketiga serta aplikasi pupuk sampai dengan September 2024 yang masih lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama dibanding tahun sebelumnya disebabkan oleh kegiatan pemupukan yang belum dapat dilaksanakan secara optimal karena faktor kondisi cuaca selama kuartal | dan II. b. Apakah penurunan tiap-tiap jenis biaya ini lebih dikarenakan adanya sebuah strategi efisiensi biaya atau perubahan dalam struktur biaya pokok penjualan? Jelaskan Tanggapan: Perseroan akan selalu menerapkan Based Management Practices untuk mencapai produktivitas yang optimal, serta efektivitas dan efisiensi biaya produksi. 3. Perseroan baru saja melepas Entitas Anak yakni PT Bakrie Renewables Chemicals (BRC) sehubungan dengan penurunan pengendalian pada BRC akibat adanya konversi utang menjadi saham BRC oleh PT Anam Tujuh. Merujuk pada CaLK nomor 40 perihal penghasilan beban lain- lain, terdapat keuntungan atas kehilangan pengendalian entitas anak ini yang mencapai Rp2,035 triliun. Bursa meminta dasar dan rincian perhitungan keuntungan tersebut. Tanggapan: Berikut rincian perhitungan keuntungan atas kehilangan pengendalian entitas anak dalam jutaan Rupiah: Pengakuan Laba Divestasi Entitas Anak - Parent Book Nilai wajar dari investasi yang ditahan - Nilai Dilusi (Parent Book) (1.800.609) Laba atas pelepasan Entitas Anak 1.800.609 Penghentian pengakuan goodwill dan UCC (5.745) Penghentian pengakuan aset dan liabilitas 544.071 Penghentian pengakuan kepentingan nonpengendali 1.557.965 Efek Investasi pada BRC saat akuisisi (1.861.573) Keuntungan atas kehilangan pengendalian entitas anak 2.035.327 4. Piutang usaha Perseroan mayoritas berumur lebih dari 90 hari, masing-masing sebesar Rp475,30 miliar dan 501,30 miliar per 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, atau 94Y6 dan 97Yo dari total piutang usaha gross senilai Rp504,59 miliar dan Rp517,23 miliar pada kedua periode tersebut. Bursa meminta penjelasan: vk
Page 3 OCR 0.907
a. Alasan besarnya umur piutang usaha berumur lebih dari 90 hari tersebut. Tanggapan: Umur piutang usaha berumur lebih dari 90 hari sudah dilakukan penyisihan seluruhnya. b. Rincian pihak-pihak terkait piutang usaha berumur lebih dari 90 hari tersebut. Tanggapan: Berikut rincian piutang usaha berumur lebih dari 90 hari dalam jutaan Rupiah: Welcome Trading Co. Pte.Ltd. 17.850 Spectrum International Pte.Ltd. 14.392 ED & F Man Malaysia Sdn. Bhd. 10.314 PT Intan Surya Pratama 343.306 PT Kana Jaya Mandiri 26.296 PT Garuda Mas Perkasa 17.299 PT Sri Sumatera Sejahtera 13.809 Lain-lain 32.033 Total 475.299 c. Upaya-upaya penagihan yang telah dilakukan Perseroan. Tanggapan: Perseroan telah mengupayakan maksimal atas penagihan tersebut dan telah disisihkan seluruhnya. Perseroan akan menghapusbukukan (write off) saldo piutang usaha tersebut apabila seluruh persyaratan berdasarkan regulasi yang berlaku telah terpenuhi. pos total aset, sebagai berikut: 5. Perseroan melakukan penyisihan kerugian penurunan nilai yang besar untuk beberapa akun pada Akun 30-Sep-24 31-Dec-23 Nilai Penyisihan | 4 Nilai Nilai Penyisihan | Yo Nilai gross Penyisihan | net gross Penyisihan | nett Aset 405.117 -300.457 T4AT Yo 104.660 | 407.423 -300.457 T3,75Y6 106.966 tidak lancar lainnya Piutang | 429.644 -420.967 97,982 8.677 441.018 -420.989 95,466 20.029 usaha Piutang | 3.006.148 | -2.957.370 | 98,38”5 48.778 | 3.014.057 | -2.957.370 98,129 56.687 pihak berelasi Piutang | 614.979 “551.123 89,621 63.856 647.302 -599.223 92,574 48.079 lain-lain pihak ketiga
Page 4 OCR 0.956
Bursa meminta penjelasan: a. Latar belakang besarnya penyisihan pada setiap akun tersebut di atas. Tanggapan: Latar belakang penyisihan pada setiap akun sebagai berikut: Aset tidak lancar lainnya Perseroan memutuskan menghentikan oroyek Sarolangun dan Tebo karena kondisi di lapangan tidak memungkinkan Perseroan untuk melakukan penguasaan atas lahan dan tanaman perkebunan karena sudah diduduki oleh masyarakat. Piutang usaha Perseroan memutuskan untuk melakukan penyisihan berdasarkan individual assessment dalam pemenuhan standar instrumen keuangan. Piutang pihak berelasi Perseroan memutuskan untuk melakukan penyisihan berdasarkan individual assessment dalam pemenuhan standar instrumen keuangan. Piutang lain-lain pihak ketiga Perseroan memutuskan untuk melakukan penyisihan berdasarkan individual assessment dalam pemenuhan standar instrumen keuangan. b. Strategi dan/atau kebijakan internal Perseroan terkait dengan kolektabilitas piutang. Tanggapan: Strategi Perseroan untuk memastikan seluruh piutang usaha dapat tertagih dengan mengoptimalkan penjualan dengan sistem pembayaran dilakukan dimuka hingga 1004 6. Terkait dengan perputaran persediaan, perhitungan dari Days Inventory Outstanding (DIO) yang disetahunkan menunjukkan adanya perlambatan, dari selama 24,36 hari per 31 Desember 2023 menjadi selama 36,22 hari per 30 September 2024. Bursa meminta penjelasan: a. Latar belakang dari hal ini. Apakah lebih dikarenakan ada penumpukan barang yang tidak terjual atau perubahan strategi dalam pengelolaan persediaan? Jelaskan. Tanggapan: Perlambatan perputaran persediaan terutama pada persediaan pupuk, hal ini karena aplikasi pupuk sampai dengan September 2024 masih lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama sebelumnya. b. Strategi Perseroan kedepannya untuk meningkatkan perputaran persediaan. Tanggapan: Strategi Perseroan kedepan untuk meningkatkan perputaran persediaan dengan cara perencanaan permintaan persediaan yang akurat untuk menghindari penumpukan persediaan. 7. Merujuk pada CaLK nomor 17 mengenai aset tidak lancar lainnya, diketahui bahwa rincian dari akun ini yang terdiri dari proyek pengembangan usaha Sarolangun dan Tebo, uang muka kepada & YA
Page 5 OCR 0.896
kontraktor, serta uang muka untuk perolehan lahan tidak bergerak antara 31 Desember 2023 hingga 30 September 2024, sebagai berikut: 30 September! 31 Desember! Septembor30, December31, 2024 2023 Proyek pengembangan usaha Proyek Sarolangun 190.44 190542 Proyek Tebo 02.926 c2920 Uang muka kepada kontraktor 03920 63.926 Yang muka untuk perolehan tahan 46987 40887 30 September! 31 Desember! September30, December31, 2024 2023 Lainain (masing-masing dibawah Rpt0 miliar) 40734 43040 Total 405117 407.423 Dikurangi penyisihan kerugian penurunan nilai 300.457 300.457 Noto 109.660 108.966 Selain itu, disebutkan bahwa pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember 2023, proyek pengembangan usaha mengalami penurunan nilai seluruhnya. Selanjutnya, Bursa meminta penjelasan: a. Alasan tidak bergeraknya proyek pengembangan usaha Sarolangun dan Tebo, uang muka kepada kontraktor, serta uang muka untuk perolehan lahan tidak bergerak pada kedua periode yang disajikan. Tanggapan: Proyek pengembangan usaha Sarolangun dan Tebo Seperti yang sudah dijelaskan pada poin 5.a. Perseroan memutuskan menghentikan proyek Sarolangun dan Tebo karena kondisi di lapangan tidak memungkinkan Perseroan untuk melakukan penguasaan atas lahan dan tanaman perkebunan karena sudah diduduki oleh masyarakat. Uang muka kepada kontraktor Saat ini manajemen sedang melakukan evaluasi menyeluruh atas proyek pengembangan kebun kelapa sawit di IKP, entitas anak. Uang muka untuk perolehan lahan Saat ini manajemen sedang melakukan evaluasi menyeluruh atas proyek pengembangan kebun kelapa sawit di IKP, entitas anak. b. Alasan penurunan nilai seluruhnya atas proyek pengembangan usaha. Tanggapan: Penurunan nilai seluruhnya atas proyek pengembangan usaha dan uang muka perolehan lahan sesuai dengan hasil penilaian aset mengacu pada PSAK 48. Y
Page 6 OCR 0.950
c. Kapan proyek Tebo dan Sarolangun dimulai? Jelaskan. Tanggapan: Proyek pengembangan usaha Sarolangun dan Tebo ini dimulai sekitar tahun 2004. d. Kondisi lapangan saat ini atas proyek Tebo dan Sarolangun Tanggapan: PT Agrowiyana (AGW), salah satu Entitas Anak Perseroan sudah tidak melakukan kegiatan operasional dikarenakan masalah sosial yang cukup tinggi dan pendudukan lahan sehingga menyebabkan AGW tidak dapat menyelesaikan pengurusan hak atas tanah. Dengan demikian AGW mengambil kebijakan untuk mengembalikan lahan kepada masyarakat pemilik awal. Saat ini pengembalian lahan sudah selesai seluruhnya untuk proyek Tebo, sedangkan untuk proyek Sarolangun masih dalam proses pengembalian lahan. e. Perizinan proyek Tebo dan Sarolangun. Tanggapan: Pada awalnya Proyek Tebo dan Sarolangun sudah memiliki izin lokasi dan izin usaha perkebunan, namun tidak dapat ditindaklanjuti menjadi HGU karena beberapa faktor seperti (1) pendudukan lahan oleh masyarakat, dan (2) masyarakat menolak melepaskan areal/lahan sehingga tidak menjadi satu hamparan (scattered — terpisah-pisah) yang mengakibatkan tidak ekonomis. Dengan kondisi tersebut akhirnya AGW melakukan pelepasan lahan dan mengurus administrasinya dimana sampai saat ini untuk izin usaha perkebunan proyek Tebo telah dilakukan pencabutan melalui sistem Online Single Submission dan melalui Pemerintah Daerah Kabupaten Tebo sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sementara untuk izin usaha perkebunan proyek Sarolangun masih dalam proses pencabutan. 8. Merujuk pada CaLK nomor 19, dari total utang lain-lain pihak ketiga per 30 September 2024 sebesar Rp245,445 miliar, terdapat utang terkait Poseidon Corporate Services Ltd. senilai Rp194,31 miliar. Angka ini pun tidak bergerak dari 31 Desember 2023. Merujuk pada CaLK nomor 38.a, diketahui pula bahwa sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian, Perusahaan dan Poseidon masih merundingkan penyelesaian atas utang-utang tersebut. Bursa meminta penjelasan mengenai a. Update perundingan penyelesaian utang-utang terkait Poseidon. Tanggapan: Penyelesaian utang-utang terkait Poseidon masih menunggu hasil restrukturisasi pinjaman Credit Suisse. b. Dalam hal utang-utang ini perlu dilunasi segera, agar dijelaskan mengenai kesiapan dana Perseroan. Tanggapan: Mengacu pada penjelasan poin 8.a.
Page 7 OCR 0.953
9. Beban akrual merupakan akun dengan kontribusi terbesar kedua terhadap total liabilitas Perseroan. Merujuk pada CaLK nomor 20, kontributor terbesar dari beban akrual adalah bunga, dimana per 30 September 2024 dan 31 Desember 2023 akrual bunga mencapai Rp2,66 triliun dan Rp2,78 triliun dari total Rp2,8 triliun dan Rp2,89 triliun. Bursa meminta penjelasan: a. Alasan mengapa akrual bunga yang besar ini belum dibebankan. Tanggapan: Beban bunga periode berjalan atas akrual sudah disajikan dalam Laporan Keuangan pada Catatan 33 “Beban Keuangan”. b. Kapan akrual bunga ini akan dibebankan? Jelaskan. Tanggapan: Akrual bunga dicatat karena telah dilakukan pembebanan, namun perlu kami tambahkan bahwa penyelesaian atas akrual bunga ada dalam laporan keuangan belum dilakukan penyelesaian/pembayaran (settlement) belum dilakukan karena saat ini Perseroan dan kreditur sedang merundingkan restrukturisasi. c. Pinjaman dan/atau kewajiban keuangan lainnya yang terkait dengan akrual bunga ini. Tanggapan: Akrual bunga ini berkaitan dengan pinjaman Credit Suisse dan Wesel Bayar. 10. Merujuk pada CaLK nomor 21 dan 26.b, terdapat cadangan lain sebesar Rp1,62 miliar yang berasal dari utang dividen/dividen yang tidak diambil oleh pemegang saham yang berhak sejak tahun 2009. Bursa meminta penjelasan: a. Alasan tidak diambilnya dividen tersebut cleh pemegang saham sejak tahun 2009. Tanggapan: Perseroan tidak mengetahui alasan pemegang saham tidak mengambil dividen tersebut. b. Apakah Perseroan memiliki kesulitan dana dalam pembayaran dividen tahun 2009 tersebut? Tanggapan: Tidak, mengacu pada penjelasan poin 10.a. c. Berapa jumlah pemegang saham yang tidak mengambil dividennya tersebut? Jelaskan. Tanggapan: Jumlah pemegang saham yang tidak mengambil dividen tahun 2009 sebanyak 324 pemegang saham. h
Page 8 OCR 0.946
11. 12. Perseroan memiliki utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun — pinjaman jangka panjang senilai Rp4,37 triliun per 30 September 2024. Merujuk pada CalK nomor 23 perihal Pinjaman jangka panjang, akun Pinjaman ini terdiri dari pinjaman dari Credit Suisse, AG Cabang Singapure serta Wesel bayar yang dijamin pelunasannya terhubung dengan harga saham masingmasing senilai Rp3,17 triliun dan 1,20 triliun. Namun demikian, belum terdapat informasi jatuh tempo terkini dari kedua pinjaman tersebut. Selain itu, dari sisi aset, posisi kas dan setara kas Perseroan per 30 September 2024 adalah Rp144,57 miliar. Atas hal tersebut, Bursa meminta penjelasan: a. Kesiapan dana Perseroan untuk melunasi pinjaman dari Credit Suisse dan Wesel Bayar. Tanggapan: Penyelesaian pelunasan pinjaman masih dalam proses restrukturisasi dengan para kreditur b. Kapan pinjaman dari Credit Suisse dan Wesel Bayar ini jatuh tempo? Jelaskan. Tanggapan: Sesuai dengan perjanjian, jatuh tempo pinjaman Credit Suisse pada tanggal 1 November 2016 dan jatuh tempo Wesel Bayar pada tanggal 11 Desember 2017, namun hingga saat ini Perseroan dengan Kreditur sedang merundingkan restrukturisasi pinjaman tersebut. Terdapat penurunan jumlah karyawan dari sebanyak 6.388 orang pada 31 Desember 2023 menjadi sebesar 5.030 orang pada 30 September 2024. Selanjutnya, Bursa meminta penjelasan: a. Alasan penurunan jumlah karyawan ini. Tanggapan: Dengan dilakukannya pengembangan bisnis, terutama konversi dari perkebunan karet ke sawit, Perseroan melakukan rasionalisasi. b. Segmentasi karyawan yang tidak lagi menjadi bagian Perseroan, dilihat dari aspek usia, pendidikan, kepangkatan, dan lain-lain. Tanggapan: Berikut segmentasi karyawan yang tidak lagi menjadi bagian Perseroan Segmentasi Usia dalam # dari jumlah karyawan yang tidak lagi menjadi bagian Perseroan Usia 5 18-30 “6,83 31-40 41-50 51-54 255
Page 9 OCR 0.918
13. 14. Segmentasi Pendidikan dalam 4 dari jumlah karyawan yang tidak lagi menjadi bagian Perseroan Pendidikan Ka sD 21,65 SMP 7835 SMA DiTi/Di s1 GC. Apakah telah dilakukan adjustment pada perhitungan penurunan jumlah karyawan ini. Tanggapan: Adjustment perhitungan penurunan jumlah karyawan dilakukan oleh aktuaris pada akhir tahun. Terdapat penurunan pada akun liabilitas jangka panjang lainnya (pihak berelasi) dari sebesar Rp805,78 miliar menjadi sebesar Rp92,96 miliar atau menurun sekitar 88,599. Merujuk pada CaLK nomor 36.f, diketahui bahwa akun ini terkait PT Biofuel Indo Sumatra sebagai saldo pinjaman yang diperoleh dari BRC dan PT Grahadura Leidongprima. Selanjutnya, terkait dengan adanya dekonsolidasi BRC pada laporan keuangan Perseroan, agar dijelaskan mengapa Perseroan masih mencatatkan liabilitas tersebut sebesar Rp92,96 miliar. Tanggapan: Liabilitas jangka panjang lainnya sebesar Rp92,98 miliar merupakan pinjaman PT Grahadura Leidongprima, entitas anak kepada PT Biofuel Indo Sumatra. Bursa meminta penjelasan mengenai status lahan plasma yang belum diserahterimakan kepada beberapa koperasi berdasarkan CaLK nomor 38 serta estimasi waktu perkebunan plasma sudah mencapai kondisi standar untuk pengembalian modal sehingga akan diserahterimakan, dengan mengisi tabel sebagai berikut: Entitas Koperasi Luas Lahan Luas Lahan yang Estimasi Sesuai Telah Waktu Serah Perjanjian Diserahterimakan | Terima Lahan PT Bakrie | Koperasi 250,60 Ha 0 Ha Lihat Catatan # Pasaman Plasma Nagari 1 Plantations Parit (KPNP). (BPP), Entitas Anak Koperasi Unit 4.570 Ha 0 Ha Lihat Catatan # Desa Sungai 1 Aur (KUD SA) Koperasi Unit 1.800 Ha 0 Ha Lihat Catatan # Desa Parit 1 (KUD Parit) Koperasi Tani 627 Ha 0 Ha Lihat Catatan # (Koptan) 1 Silawai Jaya hg
Page 10 OCR 0.943
PT Sumbertama | KUD Wahana 1.600 Ha 0 Ha Lihat Catatan #
Nusapertiwi Jaya (Koperasi) 1
(SNP), Entitas
Anak
PT Monrad | Koperasi Tani 300 Ha 0 Ha Lihat Catatan #
Indah — Barakat | Hubbul Watton 2
(MIB), — Entitas
Anak
Catatan:
1. Kerja sama plasma pada Koperasi di atas belum dilakukan serah terima lahan sehubungan
dengan kewajiban petani plasma kepada Perseroan belum lunas.
2. Petani plasma yang tergabung dalam Koperasi Tani Hubbul Watton belum sepenuhnya
menyerahkan keseluruhan lahan yang seharusnya dibangun kebun plasma.
15. Merujuk pada CaLK nomor 40 perihal Kontingensi, diketahui pula Persercan memiliki kewajiban
untuk melepaskan areal tanah perkebunan seluas kurang lebih 1.408 hektare. Selain itu,
disampaikan pula bahwa sampai dengan tahun 2005, tanah yang telah dialokasikan adalah seluas
kurang lebih 44 hektare. Bursa meminta penjelasan:
a. Alasan tanah yang dialokasikan baru seluas 44 hektare.
Tanggapan:
Ketentuan yang mengatur bahwa Perseroan berkewajiban untuk melepaskan sebagian areal
lahan seluas 1.408 Ha dan/atau diberi prioritas untuk menyesuaikan penggunaan tanahnya
adalah berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan
Nasional Nomor 66/HGU/DA/85/B/51 tentang Perubahan Nama Pemegang Hak dan
Pemberian Perpanjangan Hak Guna Usaha (“HGU”) kepada PT Bakrie Sumatera Plantations
Tbk atas Tanah di Kabupaten Asahan tertanggal 13 Nopember 1996 ("SK 66/1996").
SK 66/1996, dimana terdapat syarat dan ketentuan kewajiban pelepasan sebagian areal lahan
tersebut, telah memberikan perpanjangan HGU selama 25 tahun yang berakhir pada tanggal
30 April 2022.
Sejak penerbitan SK/1996, Perseroan telah melakukan pelepasan lahan secara bertahap atas
permintaan Pemerintah Kabupaten Asahan (“Pemkab Asahan”) ketika
pembangunan/pengembangan wilayah akan segera dilaksanakan sesuai dengan Rencana
Umum Tata Ruang Wilayah Kota Administratip Kisaran. Kemudian, pada saat ini Perseroan
sedang dalam proses pembaruan HGU, bersamaan dengan proses dimaksud ada permintaan
tambahan pelepasan lahan dari Pemkab Asahan seluas 300 Ha, ditambah berdasarkan
pemeriksaan di lapangan oleh Panitia 8 terdapat bagian lahan HGU yang wajib di-enclave
untuk kepentingan umum. Dengan demikian, secara keseluruhan Perseroan telah dan akan
melepaskan lahan seluas #400 Ha yang akan dilaksanakan pada saat penerbitan Surat
Keputusan persetujuan pembaruan HGU oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN.
b. Jangka waktu kewajiban ini harus dipenuhi oleh Persercan
Tanggapan:
Sebagaimana penjelasan huruf a di atas, kewajiban Perseroan melepaskan sebagian areal
tanah seluas 1.408 hektar tersebut berdasarkan SK 66/1996. Masa berlaku SK 66/1996 adalah t
w
10
Page 11 OCR 0.945
sesuai dengan masa perpanjangan HGU selama 25 (dua puluh lima) tahun, oleh karenanya persyaratan dan ketentuan yang diatur dalam SK 66/1996 hanya berlaku selama usia HGU dimaksud (30 April 2022). Cc. Apakah terdapat kemungkinan bahwa kewajiban ini akan dieksekusi oleh pihak pemberi izin? Jelaskan. Tanggapan: Sesuai ketentuan perundang-undangan, pemberi izin perolehan hak atas tanah adalah Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN. Dalam konteks kewajiban pelepasan lahan dieksekusi oleh pemberi izin berdasarkan SK 66/1996, dapat kami beri tanggapan bahwa ketentuan tersebut sudah tidak berlaku lagi dikarenakan SK 66/1996 telah berakhir sebagaimana telah kami sampaikan di atas. Namun apabila di kemudian hari negara atau Pemkab Asahan memiliki kebutuhan untuk pengembangan dan pembangunan wilayah atau proyek strategis nasional, maka setiap pengadaan tanah untuk kebutuhan tersebut wajib dilaksanakan oleh setiap warga negara sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. 16. Baik pada periode 31 Desember 2023 dan 30 September 2024, current ratio dan guick ratio Perseroan masing-masing adalah sebesar 0,11x dan 0,09x per 30 September 2024 dan 0,10 dan 0,08 pada 31 Desember 2024. Selain itu, net working capital Perseroan juga bernilai negatif, dengan posisi per 30 September 2024 sebesar -Rp6,77 triliun dan -Rp6,91 triliun. Terkait hal ini, Bursa meminta penjelasan: a. Penyebab kurang baiknya kondisi likuiditas Perseroan yang ditandai oleh perhitungan rasio dan net working capital di atas. Tanggapan: Penyebab kurang baiknya Kondisi likuiditas Perseroan karena liabilitas jangka pendek terutama beban akrual dan pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun cukup besar. b. Strategi Perseroan kedepannya baik dalam jangka waktu pendek, menengah, dan panjang untuk memperbaiki kondisi likuiditas ini. Tanggapan: Strategi Perseroan kedepan baik jangka pendek, menengah dan jangka panjang untuk mempebaiki kondisi likuiditas sebagai berikut: “ Mengupayakan penjualan baik lokal maupun ekspor dengan pembayaran dilakukan secara tunai atau pembayaran dimuka, » Melakukan pembayaran-pembayaran sesuai dengan skala prioritas, « Melakukan negosiasi atau menata ulang/restrukturisasi kewajiban kepada para kreditur, « Melakukan efisiensi dan efektifitas baik untuk pengeluaran operasional maupun pengeluaran barang modal. t Yh 1
Page 12 OCR 0.956
17. Pada laporan arus kas Perseroan bagian arus kas untuk aktivitas pendanaan, terdapat penurunan pembayaran bunga yang cukup drastis dari sebesar Rp84,94 miliar pada 30 September 2023 menjadi Rp2,4 miliar pada 30 September 2024. Bursa meminta penjelasan: a. Latar belakang penurunan arus kas keluar untuk pembayaran bunga ini. Tanggapan: Pada tahun 2024, Perseroan tidak ada pembayaran bunga atas pinjaman Credit Suisse dan Wesel Bayar b. Merujuk pada CaLK nomor 33 perihal Beban Keuangan, Perseroan mencatatkan beban keuangan per 30 September 2024 adalah sebesar Rp161,62 miliar. Terkait dengan arus kas keluar untuk pembayaran bunga adalah Rp2,4 miliar, agar dijelaskan mengenai sisa beban keuangan yang belum dilunasi secara kas tersebut. Tanggapan: Sisa beban keuangan tersebut merupakan akrual atas bunga pinjaman Credit Suisse. 18. Pada laporan arus kas Perseroan bagian arus kas dari aktivitas investasi, terdapat pengeluaran kas per 30 September 2024 sebesar -Rp75,576 miliar terkait kenaikan dana yang dibatasi penggunaannya, dimana pengeluaran ini tidak ada pada periode yang sama tahun sebelumnya 30 September 2023. Adapun merujuk pada CaLK nomor 11, rekening dana yang dibatasi penggunaannya pada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk berasal dari dana kompensasi yang diterima atas pembangunan proyek jalan tol dan akselerasi kayu. Dana ini akan digunakan untuk pembayaran kewajiban pinjaman jangka Panjang dan program replanting serta konversi. Bursa meminta penjelasan: a. Alokasi penggunaan dana yang dibatasi penggunaannya untuk masing-masing keperluan kewajiban pinjaman jangka panjang dan program replanting serta konversi. Tanggapan: Dana sebesar Rp75,576 miliar yang bersumber dari dana ganti rugi proyek jalan tol yang saat ini ditempatkan pada rekening bank yang dibatasi penggunaanya akan dicairkan/dibayarkan kepada kreditur ketika seluruh kondisi dan syarat terpenuhi Sementara dana akselerasi kayu yang merupakan bagian dari program konversi akan digunakan untuk mendanai program tersebut secara langsung. b. Timeline penggunaan dana yang dibatasi penggunaannya untuk masing-masing keperluan tersebut. Tanggapan: Dana ganti rugi proyek jalan tol kepada kreditur dibayarkan ketika seluruh kondisi dan syarat terpenuhi. Dana akselerasi kayu digunakan secara langsung untuk program replanting dan konversi. “ 12
Page 13 OCR 0.938
19. Terkait dengan profitabilitas, dapat disimpulkan bahwa per 30 September 2024, peningkatan pada laba bersih Perseroan lebih dikontribusikan oleh hal yang bersifat non-recurring yakni adanya keuntungan atas kehilangan pengendalian enti-as anak yakni BRC yang mencapai Rp2,035 triliun. Bursa meminta penjelasan mengenai rencana Perseroan kedepannya untuk mempertahankan dan meningkatkan profitabilitas berdasarkan aktivitas operasional yang bersifat recurring. Tanggapan: Rencana Perseroan kedepannya untuk mempertahankan dan meningkatkan profitabilitas berdasarkan aktivitas operasional yang bersifat recurring dengan cara melakukan replanting berkelanjutan atas tanaman tua dan tidak produktif, konversi tanaman karet ke tanaman sawi, revitalisasi POM, dan water management serta efisiensi pengendalian biaya produksi. 20. Informasi/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup Perseroan dan/atau dapat mempengaruhi harga saham Perseroan, yang belum diungkapkan kepada masyarakat. Tanggapan: Perseroan tidak memiliki Informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga saham Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik. Demikian hal ini kami sampaikan, atas perhatiannya kami mengucapkan terima kasih. Hormat kami, PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk £ SNN. — aa AR Fitri Barnas Corporate Secretary 13
Names mentioned 36 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
I Gede Nyoman Yetna
p.1
unresolved
person
Ir. H. Juanda Kab. Asahan
p.1
unresolved
org
PT Bakrie Renewables Chemicals
p.2
unresolved
org
PT Anam Tujuh. Merujuk
p.2
unresolved
org
Welcome Trading Co. Pte.Ltd.
p.3
unresolved
org
Spectrum International Pte.Ltd.
p.3
unresolved
org
F Man Malaysia Sdn. Bhd.
p.3
unresolved
org
PT Intan Surya Pratama
p.3
unresolved
org
PT Kana Jaya Mandiri
p.3
unresolved
org
PT Garuda Mas Perkasa
p.3
unresolved
org
PT Sri Sumatera Sejahtera
p.3
unresolved
org
PT Agrowiyana
p.6
unresolved
org
Poseidon Corporate Services Ltd.
p.6
unresolved
org
PT Grahadura Leidongprima. Selanjutnya
p.9
unresolved
org
PT Grahadura Leidongprima
p.9
unresolved
org
PT Biofuel Indo Sumatra. Bursa
p.9
unresolved
org
Koperasi Luas Lahan Luas Lahan
p.9
unresolved
org
PT Bakrie
p.9
unresolved
org
Koperasi
p.9 ×2
unresolved
org
Koperasi Tani
p.9 ×2
unresolved
org
PT Sumbertama
p.10
unresolved
org
PT Monrad
p.10
unresolved
org
Koperasi Tani Hubbul Watton
p.10
unresolved
org
Menteri Negara Agraria
p.10
unresolved
org
Pertanahan Nasional
p.10
unresolved
org
Pemerintah Kabupaten Asahan
p.10
unresolved
org
Menteri Agraria dan Tata Ruang
p.10 ×2
unresolved
—
AR Fitri Barn
· Corporate Secretary
p.13
unresolved
person
Fitri Barnas
· Corporate Secretary
p.13
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.