Skip to content
Back to announcement

20260911_SUNI_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32147931_lamp2.pdf

Other Text extracted SUNI

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 10

Page 1
                           PT SUNINDO PRATAMA Tbk                                                                          Certificate Number : 26340




                                                          Daftar Permintaan Penjelasan
                                                   Terkait Laporan Keuangan per 30 Juni 2026

1. Berdasarkan Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) nomor 1 tentang Umum, total aset entitas anak PT Petro Synergy Manufacturing
   sebelum eliminasi menurun dari Rp44,61 miliar per 31 Desember 2025 menjadi Rp38,04 miliar per 30 Juni 2026 atau turun 14,72%. Atas hal
   tersebut, agar dijelaskan:

   a. Latar belakang penurunan total aset PT Petro Synergy Manufacturing sebesar 14,72% pada semester I 2026.

      Penurunan aset PT Petro Synergy Manufacturing (PSM) terutama disebabkan secara operasional PSM masih mengalami kerugian, terutama
      dari kas yang dipakai untuk biaya operasional.

   b. Status operasional, tingkat utilisasi kapasitas, dan faktor penyebabnya terkait entitas anak dimaksud.

      Setelah menyelesaikan instalasi dan uji coba workshop, PSM baru beroperasi secara komersial pada akhir tahun 2025.

   c. Rencana Perseroan atas entitas anak yang masih membukukan kerugian (jika ada), termasuk kebutuhan tambahan setoran
      modal.

      Saat ini PSM masih membukukan kerugian disebabkan baru memulai beroperasi secara komersial. Perseroan telah melakukan tambahan
      setoran modal pada tahun 2025 sebesar Rp13.2 miliar (dari total tambahan modal Rp22miliar) dengan semakin meningkatnya kegiatan
      operasional PSM. Perseroan akan terus memantau perkembangan dari profitabilitas dari PSM secara berkala dan terus berusaha agara
      PSM dapat meningkatkan pendapatannya agar dapat menutupi biaya operasionalnya. Jika ke depannya Perseroan menilai potensi
      profitabilitasnya kurang memuaskan, maka Perseroan dapat mempertimbangkan untuk melakukan divestasi.

   d. Latar belakang penambahan jumlah karyawan Grup di tengah penurunan penjualan Perseroan.

      Penambahan karyawan terutama ditujukan untuk persiapan operasional pabrik baru di entitas anak PT Rainbow Tubulars Manufacture (RTM)
      yang ditargetkan akan mulai beroperasi secara komersial pada Kuartal IV tahun 2026, yang saat ini sedang dalam proses commisioning dan
      pengurusan sertifikat API (American Petroleum Institute). Sertifikat tersebut diperlukan sebelum RTM dapat menjual produknya secara
      komersial.

2. Berdasarkan CALK nomor 4 tentang Kas dan Setara Kas, saldo kas dan setara kas per 30 Juni 2026 sebesar Rp159,64 miliar atau
   meningkat sebesar Rp44,37 miliar (38,49%) dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 sebesar Rp115,28 miliar. Terdapat perubahan
   komposisi penempatan dana yang signifikan, di mana saldo pada PT Bank UOB Indonesia dalam mata uang USD meningkat dari
   Rp33,20 juta menjadi Rp80,62 miliar, sementara saldo pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dalam Rupiah menurun 35,30% menjadi
   Rp45,54 miliar dan saldo deposito berjangka menurun 20,47% menjadi Rp19,12 miliar. Tingkat bunga deposito berjangka juga
   menurun dari kisaran 5,25%–6,00% menjadi 2,00%–5,50% per tahun. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:

   a. Latar belakang perubahan komposisi penempatan dana Perseroan, khususnya penempatan pada PT Bank UOB Indonesia dalam
      mata uang USD sebesar Rp80,62 miliar.

      Tingkat suku bunga pada PT bank UOB Indonesia lebih tinggi.

   b. Dasar pertimbangan Perseroan menahan sebagian besar kas dalam mata uang asing beserta kebijakan lindung nilai yang
      diterapkan, mengingat Perseroan membukukan kerugian selisih kurs sebesar Rp413,43 juta pada semester I 2026.




                                       Jl. Prof. Dr. Soepomo SH. No.48. Tebet Jakarta Selatan – 12870 - Indonesia
                                                      Tel : +62 21 8378 5773 Fax : +62 21 8378 5776
                                                       E-mail : general@sunindogroup.com

Page 2
                            PT SUNINDO PRATAMA Tbk                                                                     Certificate Number : 26340




      Mata uang USD memiliki kecenderungan menguat sehingga Perseroan tetap menyimpan hasil pembayaran pelanggan yang menggunkana
      mata uang USD sampai dibutuhkan untuk digunakan.

   c. Faktor penyebab penurunan pendapatan keuangan sebesar Rp2,54 miliar (56,98%) menjadi Rp1,92 miliar pada semester I 2026.

      Perseroan melakukan pencairan deposito untuk kebutuhan pembayaran atas pembangunan pabrik RTM 2.

   d. Penilaian manajemen atas kecukupan kas Perseroan untuk membiayai penyelesaian aset dalam penyelesaian sebesar Rp506,61
      miliar, pembayaran utang dividen sebesar Rp25,00 miliar, dan angsuran utang bank jangka pendek sebesar Rp34,06 miliar dalam
      12 bulan ke depan.

      Perseroan telah membayarkan dividen pada bulan Juli 2026. Saldo kas dan setara kas Perseroan saat ini dan pendapatan ke depan
      Perseroan diperkirakan mencukupi untuk menyelesaikan aset dalam penyelesaian, karena sudah tidak terdapat pengeluaran yang signifikan
      lagi ke depannya mengingat proses pembangunan secara fisik telah selesai.

3. Berdasarkan CALK nomor 6 tentang Piutang Usaha, saldo piutang usaha per 30 Juni 2026 sebesar Rp100,76 miliar atau meningkat
   sebesar Rp8,60 miliar (9,33%) dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 sebesar Rp92,16 miliar, di tengah penurunan penjualan
   Perseroan sebesar 25,99%. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:

   a. Latar belakang peningkatan saldo piutang usaha pada semester I 2026 meskipun penjualan Perseroan menurun.

      Peningkatan piutang terutama disebabkan oleh pengiriman barang yang cukup besar di akhir periode laporan 30 Juni 2026.

   b. Latar belakang peningkatan piutang yang telah lewat jatuh tempo lebih dari 60 hari secara signifikan beserta tingkat
      kolektibilitas piutang dimaksud.

      Perseroan sudah melakukan komunikasi dengan pelanggan dan diharapkan dapat dilunasi sebelum akhir tahun 2026.

   c. Agar disampaikan realisasi penerimaan piutang setelah tanggal 30 Juni 2026 beserta nilai penerimaan dan persentasenya
      terhadap saldo piutang terkait.

      Piutang per 30 Juni 2026 sudah terealisasi sebesar Rp 82 miliar atau sebesar 82% dari saldo piutang terkait.

   d. Dasar dan pertimbangan manajemen untuk tidak menambah cadangan kerugian penurunan nilai, mengingat peningkatan piutang
      lewat jatuh tempo di atas 60 hari sebesar 609,19% pada semester I 2026.

      Manajemen meyakini bahwa piutang akan dapat dibayarkan oleh pelanggan.

   e. Agar disampaikan analisis kerugian kredit ekspektasian (Expected Credit Loss/ECL) yang dilakukan Perseroan berdasarkan PSAK
      71, termasuk asumsi probability of default, loss given default, dan historical loss rate yang digunakan.

      Nilai piutang tidak material sehingga tidak perlu dilakukan analisis terhadap piutang tak tertagih.

   f. Langkah yang dilakukan Perseroan untuk menjaga kualitas piutang dan meminimalkan risiko gagal bayar pelanggan, termasuk
      kaitannya dengan piutang usaha yang dijadikan jaminan utang kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

      Perseroan senantiasa melakukan pemantauan terhadap pelanggan dengan melakukan komunikasi dengan pelanggan serta melakukan
      follow up terhadap tagihan-tagihan yang masih outstanding.


                                         Jl. Prof. Dr. Soepomo SH. No.48. Tebet Jakarta Selatan – 12870 - Indonesia
                                                        Tel : +62 21 8378 5773 Fax : +62 21 8378 5776
                                                         E-mail : general@sunindogroup.com

Page 3
                           PT SUNINDO PRATAMA Tbk                                                                         Certificate Number : 26340




4. Berdasarkan CALK nomor 7 tentang Persediaan, saldo persediaan per 30 Juni 2026 sebesar Rp183,03 miliar atau menurun sebesar
   Rp51,10 miliar (21,83%) dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 sebesar Rp234,13 miliar. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:

   a. Latar belakang penurunan persediaan barang jadi dan bahan baku pada semester I 2026, serta kaitannya dengan rencana
      produksi dan pesanan pelanggan pada semester II 2026.

      Pada umumnya, level persediaan disesuaikan dengan pesanan pelanggan yang belum terpenuhi. Perseroan berusaha mengoptimalkan level
      persediaannya sehingga dapat mengoptimalkan kebutuhan modal kerjanya. Penuruan barang jadi terutama disebabkan pengiriman barang
      yang telah dilakukan kepada pelanggan dan penurunan bahan baku disebabkan reoder poin yang sedang dilaksanakan pada akhir Q2 dan
      awal Q3 2026.

   b. Latar belakang peningkatan persediaan suku cadang sebesar 79,14%.

      Suku cadang dipersiapkan untuk mendukung proses comissioning pabrik RTM 2.

   c. Dasar keyakinan manajemen bahwa seluruh persediaan akan dapat terjual atau digunakan sehingga tidak diperlukan
      pembentukan cadangan penurunan nilai, dengan mempertimbangkan tingkat perputaran persediaan.

      Persediaan barang Perseroan pada umumnya merupakan barang-barang yang telah dipesan oleh pelanggan, sehingga Perseoran meyakini
      barang-barang tersebut dapat terjual.

   d. Penilaian manajemen atas kecukupan nilai pertanggungan asuransi sebesar Rp30,00 miliar dibandingkan saldo persediaan
      sebesar Rp183,03 miliar.

      Nature persediaan perseroan yang pada umumnya adalah berupa besi baja yang secara sifat merupakan barang yang sangat solid/keras dan
      memiliki berat yang sangat sulit untuk dipindahkan tanpa bantuan alat berat, sehingga resiko terhadap kerusakan dan pencurian diperkirakan
      sangat minimal.

5. Berdasarkan CALK nomor 8 tentang Uang Muka, saldo uang muka pembelian persediaan per 30 Juni 2026 sebesar Rp34,32
   miliar atau meningkat sebesar Rp20,11 miliar (141,60%) dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 sebesar Rp14,20 miliar. Atas hal
   tersebut, agar dijelaskan:

   a. Latar belakang peningkatan uang muka pembelian persediaan sebesar 141,60% pada semester I 2026.

      Peningkatan uang muka pembelian persediaan merupakan uang muka untuk pembelian bahan baku untuk memenuhi kebutuhan pesanan.

   b. Estimasi waktu realisasi atas uang muka pembelian persediaan dimaksud, termasuk kaitannya dengan peningkatan utang usaha
      dalam mata uang CNY.

      Realisasi uang muka persediaan diharapkan dapat diterima pada bulan Sepetember 2026. Umumnya pembelian bahan baku Perseroan
      melakukan pembayaan sebagian uang muka pada waktu pemesanan dan pelunasan sebelum pengiriman kapal dilakukan. Utang usaha
      dalam CNY umumnya diperlukan untuk pembelian supplies, spare part, dan mesin-mesin produksi.

   c. Peruntukan dan estimasi waktu realisasi uang muka konstruksi sebesar Rp4,64 miliar dan uang muka pembelian aset tetap
      sebesar Rp3,20 miliar.

      Uang muka kontruksi dan pembelian aset tetap merupakan uang muka untuk pembangunan pabrik RTM 2 dan implementasi sistem ERP
      baru Perseroan. Estimasi realisasi uang muka tersebut adalah pada semester 2 tahun 2026.


                                       Jl. Prof. Dr. Soepomo SH. No.48. Tebet Jakarta Selatan – 12870 - Indonesia
                                                      Tel : +62 21 8378 5773 Fax : +62 21 8378 5776
                                                       E-mail : general@sunindogroup.com

Page 4
                          PT SUNINDO PRATAMA Tbk                                                                         Certificate Number : 26340




6. Berdasarkan CALK nomor 9 tentang Aset Tetap, nilai tercatat aset tetap per 30 Juni 2026 sebesar Rp672,25 miliar atau meningkat
   sebesar Rp86,36 miliar (14,74%) dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 sebesar Rp585,89 miliar. Atas hal tersebut, agar
   dijelaskan:

   a. Rincian aset dalam penyelesaian per 30 Juni 2026, meliputi nilai investasi total, akumulasi realisasi, estimasi waktu
      penyelesaian, dan estimasi waktu mulai beroperasi secara komersial.

      Aset dalam penyelesaian merupakan bangunan pabrik RTM 2 beserta mesin dan perlengkapannya. Estimasi nilai investasi total sebesar Rp
      504 miliar dengan estimasi mulai beroperasi pada kuartal 4 tahun 2026 setelah sertifikat API telah didapatkan.

   b. Latar belakang belum selesainya proyek dimaksud, termasuk apakah terdapat keterlambatan dibandingkan rencana semula
      beserta penyebabnya.

      Masih terdapat proses commisioning dan audit untuk mendapatkan lisensi API agar pabrik dapat mulai berjalan secara komersial.

   c. Sumber pendanaan dan kebutuhan dana yang masih diperlukan untuk menyelesaikan aset dalam penyelesaian tersebut.

      Pendanaan atas kebutuhan yang masih diperlukan akan menggunakan kas internal Perseroan.

   d. Nilai biaya pinjaman yang dikapitalisasi ke dalam aset dalam penyelesaian pada semester I 2026 dan secara akumulasi, beserta
      dasar penerapan PSAK 223 tentang Biaya Pinjaman, termasuk tingkat kapitalisasi yang digunakan dan kebijakan penghentian
      sementara kapitalisasi. Hal ini mengingat beban keuangan yang diakui pada laporan laba rugi hanya sebesar Rp37,47 juta,
      sementara saldo utang bank Perseroan sebesar Rp168,64 miliar dengan tingkat suku bunga 8,75%–9,00% per tahun.

      Total biaya pinjaman yang dikapitalisasi secara akumulatif pada 30 Juni 2026 adalah sebesar Rp25 miliar. Biaya pinjaman yang
      dikapitalisasi adalah biaya pinjaman yang berasal dari pinjaman yang secara spesifik untuk tujuan memperoleh aset, yaitu untuk
      pembangunan konstruksi pabrik dan pembelian mesin. Penghentian kapitalisasi biaya pinjaman adalah ketika secara substansial seluruh
      aktivitas yang diperlukan untuk mempersiapkan aset dapat digunakan secara komersial, yaitu setelah pabrik telah menyelesaikan proses
      comissioning dan telah menyelesaikan audit dan telah mendapatkan lisensi API.

   e. Dasar keyakinan manajemen bahwa tidak terdapat indikasi penurunan nilai atas aset dalam penyelesaian tersebut, mengingat
      terjadinya penurunan penjualan sebesar 25,99% dan laba sebesar 35,60% pada semester I 2026.

      Pabrik baru dibangun agar dapat memperluas pasar dan lini produk baru dari OCTG Tubing.

   f. Rencana kapasitas produksi Perseroan setelah aset dalam penyelesaian tersebut beroperasi, beserta proyeksi kontribusinya
      terhadap pendapatan dan laba Perseroan.

      Kapasitas produksi perusahaan diperkirakan akan meningkat kurang lebih sebesar 30.000 ton/tahun.

7. Berdasarkan CALK nomor 10 tentang Utang Usaha, saldo utang usaha per 30 Juni 2026 sebesar Rp69,50 miliar atau meningkat
   sebesar Rp42,25 miliar (155,04%) dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 sebesar Rp27,25 miliar, didominasi utang dalam
   mata uang CNY sebesar Rp47,65 miliar (naik 232,90%) dan USD sebesar Rp9,68 miliar (naik 202,86%). Atas hal tersebut, agar
   dijelaskan:

   a. Latar belakang peningkatan saldo utang usaha sebesar 155,04% pada semester I 2026.

      Peningkatan saldo hutang terutama untuk pembelian mesin pabrik baru RTM 2.


                                      Jl. Prof. Dr. Soepomo SH. No.48. Tebet Jakarta Selatan – 12870 - Indonesia
                                                     Tel : +62 21 8378 5773 Fax : +62 21 8378 5776
                                                      E-mail : general@sunindogroup.com

Page 5
                           PT SUNINDO PRATAMA Tbk                                                                            Certificate Number : 26340




   b. Rincian pemasok yang material beserta jenis transaksi, nilai, dan jangka waktu pembayaran, termasuk apakah terdapat
      perubahan termin pembayaran dengan pemasok.

                                 Vendor                                            Nilai
       Join Power Co., Ltd                                                    32.494.602.066
       Taiyuan North Heavy Industry Machinery Co., Ltd                        10.968.188.000
       Chengdu Best Diamond Bit Co., Ltd                                       9.491.375.579
       Shanxi Chuangqi Industry Co., Ltd                                       5.130.493.500
       Lixicon Indonesia PT                                                    1.540.166.562
       Asia Bangun Pertama PT                                                  1.142.500.000
       Lainnya (dibawah 1 miliar)                                              8.737.656.617
       Jumlah                                                                 69.504.982.324

      Tidak ada perubahan termin pembayaran dengan pemasok. Umumnya termin berkisar antara 60-90 hari. Beberapa pemasok besar seperti
      Taiyuan, Shanxi, Lixicon dan Asia Bangun Pertama merupakan kontraktor dan pemasok mesin untuk RTM 2 sehingga pelunasannya
      bergantung pada serah terima dari pekerjaannya di lapangan.

   c. Apakah terdapat utang usaha yang telah lewat jatuh tempo per 30 Juni 2026? Apabila ada, agar disampaikan nilai dan status
      penyelesaiannya.

      Tidak ada

   d. Kemampuan dan strategi Perseroan dalam memenuhi kewajiban tersebut pada saat jatuh tempo.

      Saat ini Perseroan memiliki kas internal yang memadai untuk membayar hutang dagang tersebut. Di samping itu Perseroan juga memiliki fasilitas
      dari Bank yang dapat digunakan jika Perseroan membutuhkan.

   e. Eksposur dan kebijakan lindung nilai Perseroan atas utang usaha dalam mata uang CNY dan USD.

      Seperti dijelaskan dalan CALK No. 27, per 30 Juni 2025 eksposure terhadap CNY adalah sebesar CNY 8,556,722 (liability) dan USD 5,614,945
      (asset). Perseoran tidak melakukan lindung nilai terhadap CNY karena kurs CNY masih cukup stabil dibandingkan USD, sedangkan net posisi USD
      adalah aset dan kecenderungannya meningkat.

8. Berdasarkan CALK nomor 13 tentang Utang Bank dan CALK nomor 31 tentang Perjanjian dan Ikatan Penting, saldo utang bank per 30
   Juni 2026 sebesar Rp168,64 miliar atau menurun 9,04% dibandingkan posisi per 31 Desember 2025. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:

   a. Status penarikan Fasilitas Kredit Investasi Konstruksi (KISI) sebesar Rp100,00 miliar, sisa plafon yang belum ditarik, serta rencana
      dan jadwal pencairannya.

      Fasilitas sudah ditarik seluruhnya dan sudah mulai dilakukan pembayaran angsuran.

   b. Latar belakang kenaikan suku bunga pinjaman menjadi 8,85% beserta estimasi dampaknya terhadap beban keuangan Perseroan
      ke depan.

      Dampak perubahan tehadap perusahaan tidak signifikan.



                                       Jl. Prof. Dr. Soepomo SH. No.48. Tebet Jakarta Selatan – 12870 - Indonesia
                                                      Tel : +62 21 8378 5773 Fax : +62 21 8378 5776
                                                       E-mail : general@sunindogroup.com

Page 6
                            PT SUNINDO PRATAMA Tbk                                                                         Certificate Number : 26340




   c. Angka realisasi dan perhitungan per 30 Juni 2026 atas rasio keuangan yang dipersyaratkan kreditur sebagaimana diungkapkan
      pada CALK nomor 31, yaitu rasio lancar minimum 100%, rasio utang terhadap modal (debt to equity ratio) maksimum 250%, rasio
      cakupan pelunasan utang (debt service coverage ratio) minimum 110%, kekayaan bersih (net worth) selalu positif, serta rasio
      utang bank terhadap laba kotor (bank loan to EBITDA ratio) maksimum 300%.

      Rasio lancar 323%, debt to equity ratio 34%, debt service coverage ratio 377%, net worth Rp 896 miliar, bank loan to EBITDA 180%.
      Perseroan memenuhi seluruh rasio yang dipersyaratkan kreditur.

   d. Mengingat perjanjian kredit PT Rainbow Tubulars Manufacture dengan PT Bank UOB Indonesia memuat pembatasan atas
      pembagian dividen oleh entitas anak dimaksud, agar dijelaskan pengaruh pembatasan tersebut terhadap kemampuan entitas anak
      menyalurkan dividen kepada Perseroan, serta apakah pembagian dividen tunai Perseroan sebesar Rp25,00 miliar berdasarkan
      RUPST tanggal 22 Juni 2026 memerlukan persetujuan tertulis kreditur.

      Saat ini RTM belum memiliki rencana untuk membagikan dividen dikarenakan masih memerlukan dana yang cukup substansial untuk
      penyelesaian pembayaran atas pabrik baru dan modal kerja serta mulai melakukan cicilan terhadap utang banknya. Dividen yang
      dibagikan adalah berasal dari operasional Perseroan (SUNI) sehingga tidak memerlukan persetujuan tertulis kreditur.

   e. Rencana penambahan fasilitas kredit atau pendanaan lainnya.

      Saat ini belum ada rencana penambahan fasilitass kredit lain.

9. Berdasarkan CALK nomor 15 tentang Perpajakan, estimasi Pajak Penghasilan Pasal 28a Perusahaan meningkat dari Rp489,67 juta per
   31 Desember 2025 menjadi Rp9,50 miliar per 30 Juni 2026, ditambah estimasi Pasal 28a pada entitas anak sebesar Rp1,89 miliar yang
   sebelumnya nihil, sehingga total estimasi lebih bayar mencapai Rp11,38 miliar. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:

   a. Latar belakang peningkatan estimasi Pajak Penghasilan Pasal 28a secara signifikan pada semester I 2026.

      Estimasi pajak Pph 28a per Juni 2026 meningkat signifikan karena akumulasi cicilan PPh pasal 25 lebih tinggi dari perkiraan Pajak
      Penghasilan badannya, terutama karena penurunan laba kena pajak tahun 2026 dibandingkan tahun 2025.

   b. Rincian, latar belakang, dan status terkini atas seluruh klaim pengembalian pajak Perseroan beserta estimasi waktu
      penerimaannya.

      Rincian Klaim atas seluruh pengembalian Pajak:
      1. PPN SUNI sebesar Rp 5.903.479.062
          Latar Belakang Terjadi Pengembalian (Lebih Bayar) oleh karena SUNI melakukan transaksi penjualan kepada Perusahaan yang ditunjuk
          sebagai Pemungut PPN (K3S). Stasus terkini belum ada surat perintah pemeriksaan dan sesuai dengan undang undang perpajakan yang
          berlaku paling lambat 12 bulan setelah pengajuan Pengembalian.
      2. PPh Badan SUNI sebesar Rp 489.666.037 untuk Tahun 2025
          Latar Belakang adanya kelebihan bayar yang diesbabkan oleh angsuran pph 25 tahun 2025 dan Kredit pajak (Pajak yang dipungut oleh
          pihak lain) lebih besar dari Perhitungan PPh pasal 29 untuk tahun 2025. Stasus terkini belum ada surat perintah pemeriksaan dan sesuai
          dengan undang undang perpajakan yang berlaku paling lambat 12 bulan setelah pengajuan Pengembalian.
      3. PPh Badan PSM sebesar Rp 5.856.045
          Latar Belakang adanya kelebihan bayar yang disebabkan oleh Kredit pajak (Pajak yang dipungut oleh pihak lain) lebih besar dari
          perhitungan pajak pasal 29 untuk tahun 2025 oleh karena PSM masih dalam posisi rugi.

   c. Apakah terdapat pemeriksaan pajak, surat ketetapan pajak, keberatan, atau banding yang sedang berjalan? Apabila ada, agar
      disampaikan nilainya dan potensi dampaknya terhadap laporan keuangan Perseroan.

                                        Jl. Prof. Dr. Soepomo SH. No.48. Tebet Jakarta Selatan – 12870 - Indonesia
                                                       Tel : +62 21 8378 5773 Fax : +62 21 8378 5776
                                                        E-mail : general@sunindogroup.com

Page 7
                           PT SUNINDO PRATAMA Tbk                                                                          Certificate Number : 26340




      Saat ini sedang berlangsung pemeriksaan atas Perusahaan untuk tahun 2023 dan RTM untuk tahun 2023. Menurut kami, potensi/dampak
      terhadap laporan keuangan kami perkirakan tidak signifikan karena kami telah berusaha untuk melakukan kepatuhan perpajakan sesuai
      dengan peraturan perpajakan yang berlaku.

   d. Latar belakang perubahan arus kas pajak penghasilan dari penerimaan neto pada semester I 2025 menjadi pembayaran neto pada
      semester I 2026.

      Terdapat kesalahan klasifikasi pada arus kas pajak penghasilan di tahun 2025, seharusnya pembayaran netto sebesar Rp 6.059.475.644
      dan mengurangi arus kas untuk pembayaran kepada pemasok dengan jumlah yang sama, sehingga arus kas kepada pemasok seharusnya
      Rp 286.207.676.617

10. Berdasarkan CALK nomor 21 tentang Penjualan dan CALK nomor 29 tentang Segmen Operasi, Perseroan membukukan penjualan
    sebesar Rp324,29 miliar pada semester I 2026 atau menurun sebesar Rp113,89 miliar (25,99%) dibandingkan periode yang sama tahun
    sebelumnya. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:

   a. Faktor-faktor utama yang menyebabkan penurunan penjualan oil country tubular goods pada semester I 2026.

      Perseroan memiliki dua produk utama, yaitu tubing yang diproduksi sendiri dan casing (produk dengan ukuran diameter yang lebih besar dari
      tubing) yang diperoleh melalui impor. Penurunan terutama terjadi pada produk casing, sedangkan permintaan untuk produk tubing sebagai
      produk utama Perseroan masih relatif stabil. Selain itu, kontribusi casing bersifat pelengkap dibandingkan dengan tubing yang menjadi fokus
      utama bisnis Perseroan. Kehadiran pabrik OCTG yang dibangun oleh KSO PT Artas Energi Petrogas dan PT Inerco Global Indonesia
      merupakan salah satu dinamika industri yang turut memengaruhi pendapatan Perseroan. Namun demikian, produk yang dihasilkan tidak
      secara langsung bersaing dengan produk utama Perseroan. Perseroan melalui RTM berfokus pada produksi tubing, sedangkan pabrik yang
      dibangun oleh Artas berfokus pada produksi casing. Dengan beroperasinya pabrik tersebut, kebutuhan casing yang sebelumnya diperoleh
      melalui impor berpotensi beralih ke pemasok domestik. Oleh karena itu, Perseroan tidak melihat Artas tersebut sebagai kompetitor langsung,
      mengingat segmen produk yang dihasilkan berbeda. Sejalan dengan ketentuan penggunaan produk lokal, Perseroan saat ini sedang
      melakukan assessment terhadap produk casing yang dihasilkan oleh Artas sehingga belum dapat mengikuti tender yang diadakan oleh
      perusahaan K3S sehingga tidak terdapat penjualan casing sampai dengan Q2 2026. Hal ini juga menjadi bagian dari upaya Perseroan untuk
      mempertimbangkan kemungkinan pengembangan atau produksi produk serupa di masa mendatang.

   b. Latar belakang penurunan penjualan kepada Grup Pertamina sebesar 72,11%, termasuk apakah hal tersebut disebabkan oleh
      berakhirnya atau berkurangnya kontrak, ketidakberhasilan dalam tender, atau penundaan program pengeboran pelanggan.

      Penurunan penjualan produk OCTG casing (lihat penjelasan poin a).

   c. Status dan sisa nilai kontrak Perseroan dengan Grup Pertamina, yaitu kontrak Call Off Order Material Casing dengan PT Pertamina
      Hulu Sanga Sanga senilai Rp129,86 miliar yang berlaku sampai dengan 24 Februari 2027, serta perjanjian Pengadaan Wellhead dan
      Xmastree High Grade Zona 7 dengan PT Pertamina EP.

      PHSS : Status on going dengan nilai sisa sebesar Rp 93.359.500.000
      PEP Zona 7 : Status on going dengan nilai sisa sebesar Rp 11.712.513.100

   d. Apakah penurunan penjualan tersebut diperkirakan bersifat sementara atau berpotensi berlanjut pada periode berikutnya, beserta
      langkah-langkah yang telah dan akan dilakukan Perseroan untuk memulihkan penjualan.

      Penurunan penjualan diharapkan bersifat sementara, Perseroan akan tetap memantau hasil assesment terhadap produsen dalam negeri
      casing tersebut. Saat ini Perseroan tetap aktif mengikuti tender-tender yang dilaksanankan oleh K3S untuk produk casing yang tidak dibuat


                                       Jl. Prof. Dr. Soepomo SH. No.48. Tebet Jakarta Selatan – 12870 - Indonesia
                                                      Tel : +62 21 8378 5773 Fax : +62 21 8378 5776
                                                       E-mail : general@sunindogroup.com

Page 8
                          PT SUNINDO PRATAMA Tbk                                                                       Certificate Number : 26340




      oleh produsen dalam negeri tersebut (untuk ukuran tertentu). Perseroan baru saja berhasil memenangkan salah satu tender casing dengan
      nilai kontrak sekitar USD 3.2 juta. Di samping itu, dengan segera selesainya pembangunan pabrik baru RTM diharapkan dapat memberikan
      kontribusi penjualan dan laba ke depannya.

   e. Risiko usaha yang timbul dari konsentrasi pelanggan, di mana empat pelanggan menyumbang 91% dari total penjualan, beserta
      langkah mitigasi yang dilakukan Perseroan.

      Industri oil and gas nasional memang memiliki pemegang kontrak migas yang terbatas, namun dengan target pemerintah untuk terus
      meningkatkan lifting minyak dengan target 1 juta barel hingga 2030, diharapkan kegiatan pegeboran juga semakin meningkat sehingga
      permintaan atas produk-produk Perseroan diaharapkan dapat meningkat. Di samping itu, dengan adanya penambahan kapasitas dari pabrik
      baru, Perseroan telah merencanakan untuk menambahkan lini produk dan target pasar baru termasuk pelanggan di luar negeri.

   f. Latar belakang peningkatan penjualan ke luar negeri sebesar 50,10%, khususnya kepada Irawady Petroleum Logistic, Pte., Ltd.
      sebesar Rp79,85 miliar (24,62% dari total penjualan), serta apakah pelanggan tersebut memiliki hubungan afiliasi dengan
      Perseroan.

      Peningkatan penjualan sehubungan dengan peningkatan permintaan dari pelanggan Irawady. Tidak ada hubungan afiliasi antara Irawady
      Petroleum Logistic, Pte., Ltd. dengan Perseroan.

   g. Latar belakang penjualan kepada pelanggan baru PT Industri Pipa Indonesia sebesar Rp38,14 miliar (11,76% dari total
      penjualan) beserta jangka waktu dan nilai kontraknya.

      Untuk produk tubing, Perseroan menyuplai produk kepada seluruh vendor K3S, termasuk PT IPI. Pembelian dari PT Industri Pipa Indonesia
      merupakan pembelian langsung dan tidak terdapat kontrak dengan Perseroan.

11. Berdasarkan CALK nomor 22 tentang Beban Pokok Penjualan, beban pokok penjualan pada semester I 2026 sebesar Rp213,23 miliar
    atau menurun 27,94%. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:

   a. Latar belakang perubahan pemasok utama Perseroan dari Join Power, Co., Ltd. menjadi Chengde Jianlong Special Steel Co., Ltd.,
      termasuk dampaknya terhadap kualitas, harga, dan kesinambungan pasokan bahan baku.

      Perseroan mempertimbangkan kualitas yang memenuhi standar produksi dan harga yang lebih optimal. Kesinambungan pasokan bahan
      baku tetap dijaga oleh Perseroan.

   b. Latar belakang penurunan beban pengolahan sebesar 91,60%, termasuk apakah terdapat perubahan proses produksi atau
      pengalihdayaan.

      Beban pengolahan merupakan biaya tambahan (biaya ulir) yang muncul untuk mendukung penjualan produk OCTG casing, penurunan
      pada periode berjalan akibat dari penurunan penjualan produk OCTG casing. Proses penguliran merupakan tambahan proses untuk
      meningkatkan kandungan lokal (TKDN) dari produk yang disyaratkan dalam tender.

   c. Latar belakang peningkatan beban gaji dan tunjangan pada beban produksi sebesar 4,03% di tengah penurunan volume
      produksi Perseroan.

      Peningkatan beban gaji terutama disebabkan oleh peningkatan gaji tahunan dan UMR.

   d. Latar belakang peningkatan gross profit margin dari 32,47% menjadi 34,25% serta penilaian manajemen atas keberlanjutan


                                      Jl. Prof. Dr. Soepomo SH. No.48. Tebet Jakarta Selatan – 12870 - Indonesia
                                                     Tel : +62 21 8378 5773 Fax : +62 21 8378 5776
                                                      E-mail : general@sunindogroup.com

Page 9
                           PT SUNINDO PRATAMA Tbk                                                                       Certificate Number : 26340




      tingkat marjin tersebut pada periode berikutnya.

      Peningkatan margin tertutama berasal dari efisiensi dalam proses produksi Perseroan dengan semakin bertambahnya pengalaman produksi
      sehingga bisa memanfaatkan kapasitas produksi yang baik serta pemilihan vendor bahan baku yang lebih optimal.

12. Berdasarkan CALK nomor 23 tentang Beban Usaha, beban usaha pada semester I 2026 sebesar Rp39,21 miliar atau meningkat sebesar
    Rp4,38 miliar (12,58%) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:

   a. Latar belakang peningkatan beban usaha pada semester I 2026 di tengah penurunan penjualan Perseroan.

      Peningkatan beban usaha disebabkan terurama oleh biaya gaji yang merupakan biaya tetap dan dan biaya perbaikan dan pemeliharaan untuk
      peningkatan kualitas operasional.

   b. Rincian dan latar belakang peningkatan beban perbaikan dan pemeliharaan serta beban transportasi dan perjalanan
      dinas secara signifikan.

      Beban perbaikan dan pemeliharan meningkat karena adanya biaya terkait relokasi TPS, waste management, instalasi IT di bangunan kantor
      dan pabrik dan pengisian barang-barang di mess karyawan pabrik.

      Beban transportasi dan perjalanan meningkat terutama untuk penambahan karyawan asing untuk pabrik RTM 2.

   c. Program efisiensi biaya yang telah dan akan dilakukan Perseroan beserta estimasi penghematan yang ditargetkan.

            • Pemilihan supplier yang lebih selektif
            • Mengalihkan fungsi non inti kepada pihak ke tiga, seperti kebersihan, driver, keamanan dll
            • Meninjau kembali harga, term pembayaran, dan SLA dengan pemasok secara berkala
            • Memasang lampu LED otomatis, sistem pendingin hemat energi, dan panel surya.
            • Mulai beralih ke mobil listrik untuk operasional perusahaan
   Perseroan tidak menetapkan target tertentu untuk penghematan tersebut, namun tetap memantau pengeluaran atas biaya-biaya operasional
   tersebut dengan memperhatikan perkembangan usaha Perseroan.

13. Berdasarkan Laporan Arus Kas Konsolidasian Interim, arus kas bersih dari aktivitas operasi pada semester I 2026 sebesar Rp122,15
    miliar atau meningkat 16,07% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, di tengah penurunan laba periode berjalan sebesar
    35,60%. Peningkatan tersebut terjadi meskipun penerimaan dari pelanggan menurun 35,75% menjadi Rp313,22 miliar, dan seluruhnya
    ditopang oleh penurunan pembayaran kepada pemasok sebesar 67,47% menjadi Rp102,74 miliar. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:

   a. Latar belakang peningkatan arus kas bersih dari aktivitas operasi di tengah penurunan laba periode berjalan Perseroan.

      Peningkatan tersebut terutama dari pembelian bahan baku untuk produksi di periode ini sudah dilaksanakan pada periode sebelumnya.

   b. Latar belakang penerimaan dari pelanggan sebesar Rp313,22 miliar yang lebih rendah dibandingkan penjualan sebesar Rp324,29
      miliar, berbanding terbalik dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

      Penerimaan dari pelanggan yang lebih rendah terutama disebabkan pembayaran piutang dari pelanggan yang terjadi setelah tanggal
      laporan keuangan.

   c. Penilaian manajemen atas keberlanjutan arus kas operasi Perseroan, mengingat peningkatan tersebut sebagian besar bersumber
      dari pembayaran kepada pemasok bukan dari penerimaan pelanggan.



                                      Jl. Prof. Dr. Soepomo SH. No.48. Tebet Jakarta Selatan – 12870 - Indonesia
                                                     Tel : +62 21 8378 5773 Fax : +62 21 8378 5776
                                                      E-mail : general@sunindogroup.com

Page 10
                           PT SUNINDO PRATAMA Tbk                                                                      Certificate Number : 26340




       Manajemen yakin terhadap keberlanjutan arus kas Perseroan karena terdapat kontinuitas penjualan atas produk utama Perseroan dengan
       margin yang mencukupi untuk dapat menutup biaya usaha dan memberikan tambahan kas kepada Perseroan.

Terkait Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum

14. Berdasarkan Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Perseroan per 27 Desember 2023, seluruh dana hasil
    Penawaran Umum Perdana Saham sebesar Rp180,00 miliar (hasil bersih Rp176,04 miliar setelah dikurangi biaya penawaran umum
    sebesar Rp3,96 miliar) telah direalisasikan seluruhnya sesuai rencana dan tidak terdapat sisa dana. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:

   a. Dampak pembelian 39,96% saham PT Rainbow Tubulars Manufacture senilai Rp70,66 miliar terhadap kinerja Perseroan, mengingat
      imbalan yang dibayarkan melampaui nilai tercatat kepentingan non-pengendali yang diperoleh sebesar Rp66,33 miliar, sehingga
      diakui selisih transaksi dengan pihak non-pengendali sebesar Rp4,33 miliar sebagai pengurang ekuitas yang masih tercatat
      sampai dengan 30 Juni 2026.

       Pembelian saham RTM membuat Perseroan memiliki hampir keseluruhan (99.96%) kepemilikan atas pabrik lini produksi OCTG tubing.
       Dengan semakin meningkatnya penjualan OCTG tubing dengan level margin yang baik memberikan kontribusi terhadap laba Perseroan
       yang sangat signifikan sejak tahun 2023 dan diharpkan juga pada tahun-tahun mendatang.

Lain-lain

15. Informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek Perseroan serta kelangsungan hidup
    Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.

   Tidak ada.


                                                                   -oOo-




                                       Jl. Prof. Dr. Soepomo SH. No.48. Tebet Jakarta Selatan – 12870 - Indonesia
                                                      Tel : +62 21 8378 5773 Fax : +62 21 8378 5776
                                                       E-mail : general@sunindogroup.com


File

File Open PDF
Source IDX
Size0.46 MB
Published11 Sep 2026
Pages10
Characters37,639
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 19 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org SUNINDO PRATAMA Tbk p.1 ×29
linked org PT Petro Synergy Manufacturing p.1 ×5
linked org PT Rainbow Tubulars Manufacture p.1 ×5
linked org PT Bank UOB Indonesia p.1 ×5
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk p.1 ×5
possible org SUNI p.6
unresolved person Prof. Dr. Soepomo SH. p.1 ×10
unresolved org Nilai Join Power Co., Ltd p.5
unresolved org Taiyuan North Heavy Industry Machinery Co., Ltd p.5
unresolved org Chengdu Best Diamond Bit Co., Ltd p.5
unresolved org Shanxi Chuangqi Industry Co., Ltd p.5
unresolved org PSM p.6
unresolved org PT Artas Energi Petrogas p.7
unresolved org PT Inerco Global Indonesia p.7
unresolved org PT Pertamina Hulu Sanga Sanga p.7
unresolved org PT Pertamina EP. PHSS p.7
unresolved org PT Industri Pipa Indonesia p.8 ×2
unresolved org PT IPI. Pembelian p.8
unresolved org Chengde Jianlong Special Steel Co., Ltd. p.8

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result