Back to announcement
20260612_MSIN_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32101017_lamp1.pdf
Other Text extracted MSINSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 12
Page 1
Nomor: 171/MDE-CORSEC/VI/2026 Jakarta, 12 Juni 2026
Kepada Yth.
PT Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia, Tower I Lantai 6
Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53
Jakarta Selatan 12190
Perihal: Permintaan Penjelasan Bursa Efek Indonesia
Dengan hormat,
Merujuk pada surat No. S-05800/BEI.PP2/05-2026 yang diterima oleh PT MNC Digital Entertainment Tbk
(“Perseroan”) melalui aplikasi IDXnet pada tanggal 18 Mei 2026 dengan perihal tersebut di atas dan Surat
Perseroan Nomor 160/MDE-Corsec/V/2026 tanggal 20 Mei 2026 perihal Tanggapan atas Permintaan
Penjelasan Bursa Efek Indonesia, bersama ini dapat kami sampaikan publikasi penjelasan sebagai berikut:
Perbedaan Laporan Keuangan per 31 Desember 2023 yang disampaikan Perseroan
1. Mengacu kepada penjelasan Perseroan nomor 3 (b), Perseroan menjelaskan bahwa discrepancies akibat
restatement tidak dianggap material berdasarkan Peraturan VIII.G.7. Mohon penjelasan:
a. Dasar perhitungan materialitas atas selisih/restatement secara agregat antara laporan keuangan
sebelum dan sesudah penyajian kembali;
b. Pos-pos utama yang menyebabkan kenaikan total liabilitas sebesar 38,00% dan penurunan ekuitas
sebesar 10,16%;
c. Alasan Perseroan berpendapat bahwa penyajian kembali tersebut telah memenuhi ketentuan Peraturan
VIII.G.7, mengingat discrepancies secara agregat melebihi threshold materialitas 5%.
Tanggapan Perseroan:
Penjelasan Perseroan nomor 3 (b), Perseroan menjelaskan bahwa discrepancies akibat restatement tidak
dianggap material berdasarkan Peraturan VIII.G.7, karena:
a. Dasar perhitungan materialitas yang digunakan Perseroan adalah berdasarkan Lampiran Keputusan
Ketua Bapepam dan LK Nomor Kep-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012 atau Peraturan nomor
VIII.G.7 perihal Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik,
Materialitas untuk tujuan agregasi dalam Peraturan ini adalah sebagai berikut:
• 5% (lima perseratus) dari jumlah seluruh aset untuk pos-pos Aset;
• 5% (lima perseratus) dari jumlah seluruh liabilitas untuk pos-pos Liabilitas;
• 5% (lima perseratus) dari jumlah seluruh ekuitas untuk pos-pos ekuitas;
• 10% (sepuluh perseratus) dari pendapatan untuk pos-pos laba rugi komprehensif; atau
• 10% (sepuluh perseratus) dari laba dari operasi yang dilanjutkan sebelum pajak untuk pengaruh
suatu peristiwa atau transaksi.
Page 2
b. Kenaikan total liabilitas sebesar 38,00% dan penurunan ekuitas sebesar 10,16% berasal dari:
Setelah Sebelum
Laporan Posisi restatement restatement
Keuangan 31 Desember 31 Desember Selisih
(Dalam Rp Juta) 2023 2023 (A) – (B) % Selisih Penjelasan atas selisih
Liabilitas
Utang usaha 463.142 225.407 237.735 105,47% Penyesuaian penyajian
pihak berelasi dan klasifikasi
Utang usaha 132.056 69.072 62.984 91,19% Penyesuaian penyajian
pihak ketiga dan klasifikasi
Utang lain-lain 39.968 18.825 21.143 112,31% Penyesuaian penyajian
dan klasifikasi
Biaya yang 215.549 167.220 48.329 28,90% Penyesuaian penyajian
Masih harus dan klasifikasi
dibayar
Unearned 12.649 9.427 3.222 34,18% Penyesuaian penyajian
Revenues dan klasifikasi
Ekuitas
Tambahan 4.060.395 2.994.709 1.065.686 35,59% Penyesuaian penyajian
modal disetor dan klasifikasi
Laba ditahan – 1.163.930 1.499.345 (335.415) -22,37% Penyesuaian atas periode
belum sebelumnya sesuai
dicadangkan penerapan standar
akuntansi yang berlaku.
c. Alasan Perseroan berpendapat penyajian kembali telah memenuhi ketentuan VIII.G.7 karena
dilakukan untuk meningkatkan keandalan dan kesesuaian penyajian laporan keuangan dengan standar
akuntansi yang berlaku. Selain itu, penyajian kembali tidak mengubah substansi ekonomi transaksi,
tidak mempengaruhi kelangsungan usaha Perseroan, dan telah diungkapkan secara memadai dalam
laporan keuangan.
2. Mengacu kepada penjelasan Perseroan nomor 3 (c), perihal latar belakang terhadap akun-akun periode 31
Desember 2023 yang disajikan kembali 8 April 2026 dan 18 Maret 2025 (dalam Rp Juta), Perseroan
menyampaikan sebagai berikut:
Penyampaian Penyampaian 18
Laporan Posisi 8 April 2026 (A) Maret 2025 (B)
Keuangan 31 Desember 31 Desember Selisih
(Dalam Rp Juta) 2023 2023 (A) – (B) % Selisih Penjelasan atas selisih
Aset
Piutang usaha - 916.945 663.961 252.984 38,10% Penyesuaian penyajian dan
pihak berelasi klasifikasi
Piutang usaha - 201.158 201.896 (738) -0,37% Penyesuaian penyajian dan
pihak ketiga klasifikasi
Piutang lain-lain 37.499 8.919 28.580 320,44% Penyesuaian penyajian dan
klasifikasi
Biaya dibayar 142.152 141.627 525 0,37% Penyesuaian penyajian dan
di muka dan klasifikasi
Pajak dibayar di 5.611 21.242 (15.631) -73,59% Penyesuaian penyajian dan
muka klasifikasi
Persediaan - 918.486 (918.486) -100,00% Penyesuaian penyajian dan
klasifikasi
Aset tetap – neto 1.248.496 443.569 804.927 181,47% Penyesuaian penyajian dan
klasifikasi
Page 3
Penyampaian Penyampaian 18
Laporan Posisi 8 April 2026 (A) Maret 2025 (B)
Keuangan 31 Desember 31 Desember Selisih
(Dalam Rp Juta) 2023 2023 (A) – (B) % Selisih Penjelasan atas selisih
Aset pajak 8.125 72.213 (64.088) -88,75% Penyesuaian penyajian dan
tangguhan klasifikasi
Aset keuangan 277.887 379.157 (101.270) -26,71% Penyesuaian penyajian dan
tidak lancar klasifikasi
lainnya
Liabilitas
Utang usaha 463.142 225.407 237.735 105,47% Penyesuaian penyajian dan
pihak berelasi klasifikasi
Utang usaha 132.056 69.072 62.984 91,19% Penyesuaian penyajian dan
pihak ketiga klasifikasi
Utang lain-lain 39.968 18.825 21.143 112,31% Penyesuaian penyajian dan
klasifikasi
Biaya yang 215.549 167.220 48.329 28,90% Penyesuaian penyajian dan
Masih harus klasifikasi
dibayar
Unearned 12.649 9.427 3.222 34,18% Penyesuaian penyajian dan
revenues klasifikasi
Ekuitas
Tambahan modal 4.060.395 2.994.709 1.065.686 35,59% Penyesuaian penyajian dan
disetor klasifikasi
Laba ditahan – 1.163.930 1.499.345 (335.415) -22,37% Penyesuaian atas periode
belum sebelumnya sesuai
dicadangkan penerapan standar
akuntansi yang berlaku.
Penyampaian Penyampaian 18
Laporan Laba 8 April 2026 (A) Maret 2025 (B)
Rugi (Dalam Rp 31 Desember 31 Desember Selisih
Juta) 2023 2023 (A) – (B) % Selisih Penjelasan atas selisih
Pendapatan 2.905.591 2.952.629 (47.038) -1,59% Cut-off pendapatan
Laba kotor 778.639 824.642 (46.003) -5,58% Cut-off pendapatan,
penelahaan kembali
amortisasi aset konten dan
aset takberwujud.
Laba usaha 246.276 294.649 (48.373) -16,42% Cut-off pendapatan,
penelahaan kembali
amortisasi aset konten dan
asset takberwujud.
Laba sebelum 231.782 301.988 (70.306) -23,25% Cut-off pendapatan,
pajak penelahaan kembali
amortisasi aset konten dan
asset takberwujud, dan
pemulihan cadangan piutang
Laba / periode 184.718 264.822 (80.104) -30,25% usaha.
Cut-off pendapatan,
berjalan penelahaan kembali
amortisasi aset konten dan
asset takberwujud, dan
pemulihan cadangan piutang
usaha.
3
Page 4
Laporan Penyampaian Penyampaian 18
Arus Kas 8 April 2026 (A) Maret 2025 (B)
(Dalam Rp 31 Desember 31 Desember Selisih
Juta) 2023 2023 (A) – (B) % Selisih Penjelasan atas selisih
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Pembayaran (1.837.937) (2.362.860) 524.923 -22,22% Penyesuaian penyajian dan
kepada klasifikasi
pemasok
Pembayaran (37.905) 21.339 (59.244) -277,63% Penyesuaian penyajian dan
bunga klasifikasi
Bunga dan (38.124) (52.335) 14.211 -27,15% Penyesuaian penyajian dan
pajak klasifikasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset (65.245) (71.415) 6.170 -8,64% Di klasifikasi sebagai
tetap pembayaran kepada pemasok
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran - (3.018) 3.018 -100,00% Di klasifikasi sebagai utang
sewa jangka panjang dan lainnya
Agar dijelaskan:
Terkait Laporan Posisi Keuangan:
a. Dasar, substansi transaksi, dan pertimbangan akuntansi atas “penyesuaian penyajian dan klasifikasi”
yang menyebabkan perubahan signifikan, khususnya pada akun-akun berikut:
• Persediaan yang berubah dari Rp918.486 juta menjadi nihil;
• Aset tetap – neto yang meningkat sebesar 181,47%;
• Piutang usaha pihak berelasi yang meningkat sebesar 38,10%;
• Utang usaha pihak berelasi yang meningkat sebesar 105,47%;
• Tambahan modal disetor yang meningkat sebesar 35,59%; dan
• Laba ditahan yang menurun sebesar 22,37%.
Tanggapan Perseroan:
Dasar, substansi transaksi, dan pertimbangan akuntansi atas “penyesuaian penyajian dan klasifikasi”
yang menyebabkan perubahan signifikan, khususnya pada akun-akun Persediaan, Aset tetap, Piutang
usaha pihak berelasi, Utang usaha pihak berelasi, Tambahan modal disetor dan Laba ditahan, terutama
disebabkan oleh penyesuaian penyajian dan klasifikasi.
• Persediaan: direklasifikasi menjadi akun aset konten.
• Aset tetap – neto: reklasifikasi tanah untuk pengembangan menjadi aset tetap.
• Piutang usaha pihak berelasi: reklasfikasi dengan Utang usaha pihak berelasi.
• Utang usaha pihak berelasi: reklasfikasi dengan Piutang usaha pihak berelasi.
• Tambahan modal disetor: reklasfikasi sntres ke akun transaksi ekuitas dan perubahan ekuitas
entitas anak
• Laba ditahan yang menurun: Penyesuaian atas periode sebelumnya sesuai penerapan standar
akuntansi yang berlaku.
a. Mohon dijelaskan apakah perubahan tersebut semata-mata merupakan reklasifikasi penyajian,
melibatkan perubahan pengakuan dan/atau pengukuran akun, berasal dari koreksi kesalahan
pencatatan periode sebelumnya, perubahan kebijakan akuntansi, dan/atau perubahan lainnya.
Tanggapan Perseroan:
Perubahan tersebut semata-mata merupakan reklasifikasi penyajian, melibatkan perubahan pengakuan
dan/atau pengukuran akun dan penyesuaian atas periode sebelumnya sesuai penerapan standar
akuntansi yang berlaku
.
4
Page 5
b. Mohon dijelaskan dasar PSAK dan kebijakan akuntansi yang digunakan atas masing-masing
penyesuaian tersebut.
Tanggapan Perseroan:
Dasar PSAK dan kebijakan akuntansi yang digunakan atas masing-masing penyesuaian mengacu pada
PSAK yang berlaku di Indonesia, termasuk terkait penyajian laporan keuangan, aset tetap, transaksi
pihak berelasi, serta perlakuan akuntansi atas reklasifikasi akun dan koreksi kesalahan periode
sebelumnya.
Terkait Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
c. Dasar pengakuan dan perhitungan atas penyesuaian “cut-off pendapatan” yang menyebabkan
penurunan pada pendapatan.
Tanggapan Perseroan:
Dasar pengakuan dan perhitungan atas penyesuaian cut-off pendapatan yang menyebabkan penurunan
pendapatan dilakukan berdasarkan evaluasi atas ketepatan periode pengakuan pendapatan, dimana
pendapatan diakui pada saat pengendalian atas barang atau jasa dialihkan kepada pelanggan sesuai
substansi transaksi dan pemenuhan kewajiban pelaksanaan (performance obligation).
d. Penjelasan secara lebih rinci terkait penyesuaian amortisasi aset konten, amortisasi aset
takberwujud, serta pencadangan penurunan nilai piutang usaha, termasuk namun tidak terbatas
pada:
1) latar belakang dan dasar dilakukannya penyesuaian pada saat penyajian kembali laporan
keuangan;
2) dasar PSAK, kebijakan akuntansi, metode, asumsi, dan periode amortisasi yang digunakan;
3) jenis dan rincian aset konten serta aset takberwujud yang terdampak, termasuk tanggal perolehan,
masa manfaat, dan dasar penentuan masa manfaatnya;
Tanggapan Perseroan:
Berikut ini penjelasan secara lebih rinci terkait penyesuaian amortisasi aset konten, amortisasi aset
takberwujud, serta pencadangan penurunan nilai piutang usaha, termasuk namun tidak terbatas pada:
1) Latar belakang penyesuaian merupakan bagian dari penyajian kembali laporan keuangan untuk
memastikan penerapan standar akuntansi yang berlaku telah mencerminkan substansi ekonomi
transaksi secara tepat, khususnya atas amortisasi aset konten, aset takberwujud, dan penurunan
nilai piutang usaha.
2) Dasar PSAK yang digunakan mengacu pada PSAK terkait aset takberwujud, aset konten, dan
instrumen keuangan, dengan metode amortisasi garis lurus berdasarkan estimasi masa manfaat,
serta pengukuran penurunan nilai piutang menggunakan pendekatan expected credit loss sesuai
PSAK yang berlaku, dengan asumsi historis dan informasi terkini yang tersedia pada tanggal
pelaporan.
3) Aset yang terdampak merupakan aset konten dan aset takberwujud Perseroan yang masa
manfaatnya ditentukan berdasarkan estimasi ekonomis dan teknis pada saat perolehan serta
ditelaah secara berkala; rincian aset telah diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan sesuai
tingkat materialitasnya.
5
Page 6
Terkait Laporan Arus Kas
e. Mohon dijelaskan apakah perubahan pada laporan arus kas semata-mata merupakan dampak turunan
(consequential impact) dari penyesuaian pada laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi, atau
terdapat penyesuaian/reklasifikasi tersendiri yang berdiri sendiri pada laporan arus kas.
Tanggapan Perseroan:
Perubahan pada laporan arus kas semata-mata merupakan dampak turunan (consequential impact) dari
penyesuaian pada laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi, atau terdapat penyesuaian/
reklasifikasi tersendiri yang berdiri sendiri pada laporan arus kas.
Perbedaan Laporan Keuangan per 31 Desember 2024 yang disampaikan Perseroan
A. Perbedaan LKT 31 Desember 2024 yang disampaikan pada 8 April 2026 dan 31 Maret 2026
1. Alasan dan dasar akuntansi yang menyebabkan masih terdapat perubahan angka dan klasifikasi akun
dalam rentang waktu penyampaian laporan keuangan yang relatif singkat, meskipun laporan keuangan
dimaksud telah memperoleh opini audit.
Tanggapan Perseroan:
Perseroan melakukan upload ke xbrl atas laporan keuangan 31 Desember 2024 dan 2023 yang disajikan
kembali pada tanggal 8 April 2026, dimana Opini audit KAP Kanaka Puradiredja Suhartono atas laporan
audit tersebut bertanggal 10 Maret 2026. KAP Purwanto Susanti dan Surja melakukan audit atas laporan
keuangan 31 Desember 2025 dan 2024 dengan opini bertanggal 31 Maret 2026, dimana dilakukan
penyajian kembali laporan keuangan 2024 agar sesuai dengan laporan keuangan 2025, yaitu:
• Reklasifikasi asset hak guna menjadi asset tetap.
• Saling hapus atas asset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan yang berasal dari entitas yang
sama.
2. Dasar reklasifikasi atas akun-akun berikut termasuk pertimbangan manajemen dan auditor eksternal atas
perubahan klasifikasi tersebut:
a. aset hak guna menjadi aset tetap;
b. utang usaha pihak ketiga menjadi pihak berelasi dan sebaliknya; serta
c. saling hapus aset/liabilitas pajak tangguhan,
d. termasuk pertimbangan manajemen dan auditor eksternal atas perubahan klasifikasi tersebut
Tanggapan Perseroan:
Dasar reklasifikasi atas akun-akun berikut termasuk pertimbangan manajemen dan auditor eksternal atas
perubahan klasifikasi:
a. Reklasifikasi aset hak guna menjadi aset tetap dilakukan berdasarkan evaluasi substansi penggunaan
aset dan penerapan PSAK yang berlaku, dimana aset tersebut secara substansi memenuhi kriteria
asset tetap berdasarkan pengendalian dan manfaat ekonomis yang diperoleh Perseroan.
6
Page 7
b. Reklasifikasi utang usaha pihak ketiga menjadi pihak berelasi dan sebaliknya dilakukan berdasarkan
penelaahan kembali hubungan pihak berelasi sesuai PSAK terkait, berdasarkan informasi dan kondisi
yang tersedia pada tanggal pelaporan.
c. Saling hapus aset dan liabilitas pajak tangguhan dilakukan sesuai PSAK yang berlaku, dimana hal
tersebut diperkenankan apabila memenuhi kriteria saling hapus seperti hak yang dapat
dipaksakansecara hukum dan berada dalam otoritas pajak yang sama.
d. Seluruh perubahan klasifikasi dilakukan berdasarkan hasil evaluasi penerapan PSAK oleh manajemen
bersama auditor eksternal untuk meningkatkan konsistensi dan ketepatan penyajian laporan keuangan,
tanpa mengubah substansi ekonomi transaksi maupun kegiatan usaha Perseroan.
4. Laporan keuangan mana yang secara resmi menjadi baseline/comparative figures dalam laporan keuangan
tahun 2025 dan konfirmasi apakah informasi keuangan 31 Desember 2024 yang disampaikan pada tanggal
31 Maret 2026 tetap dianggap berlaku untuk tujuan keterbukaan informasi kepada publik.
Tanggapan Perseroan:
Laporan keuangan yang menjadi baseline/comparative figures dalam laporan keuangan tahun 2025 adalah
laporan keuangan yang terakhir dipublikasikan yaitu tanggal 31 Maret 2026 atas laporan keuangan 31
Desember 2025 dengan comparative figures 2024.
5. Rencana Perseroan untuk menyampaikan kembali laporan keuangan periode 31 Desember 2025 dan 2024.
Tanggapan Perseroan:
Perseroan tidak ada rencana untuk menyampaikan kembali laporan keuangan periode 31 Desember 2025
dan 2024.
B. Perbedaan LKT 31 Desember 2024 yang disampaikan pada 8 April 2026 dan 18 Maret 2025
1. Mengacu kepada penjelasan Perseroan nomor 5 (b), Perseroan menjelaskan bahwa discrepancies akibat
restatement tidak dianggap material berdasarkan Peraturan VIII.G.7. Mohon penjelasan:
a. Dasar perhitungan materialitas atas selisih/restatement secara agregat antara laporan keuangan
sebelum dan sesudah penyajian kembali;
b. Pos-pos utama yang menyebabkan kenaikan total liabilitas sebesar 50,53% dan penurunan ekuitas
sebesar 10,75%;
c. Alasan Perseroan berpendapat bahwa penyajian kembali tersebut telah memenuhi ketentuan Peraturan
VIII.G.7, mengingat discrepancies secara agregat melebihi threshold materialitas 5%.
Tanggapan Perseroan:
Penjelasan Perseroan nomor 5 (b), Perseroan menjelaskan bahwa discrepancies akibat restatement tidak
dianggap material berdasarkan Peraturan VIII.G.7, karena:
a. Dasar perhitungan materialitas yang digunakan Perseroan adalah berdasarkan Lampiran Keputusan
Ketua Bapepam dan LK Nomor Kep-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012 atau Peraturan nomor
VIII.G.7 perihal Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik,
Materialitas untuk tujuan agregasi dalam Peraturan ini adalah sebagai berikut:
7
Page 8
• 5% (lima perseratus) dari jumlah seluruh aset untuk pos-pos Aset;
• 5% (lima perseratus) dari jumlah seluruh liabilitas untuk pos-pos Liabilitas;
• 5% (lima perseratus) dari jumlah seluruh ekuitas untuk pos-pos ekuitas;
• 10% (sepuluh perseratus) dari pendapatan untuk pos-pos laba rugi komprehensif; atau
• 10% (sepuluh perseratus) dari laba dari operasi yang dilanjutkan sebelum pajak untuk pengaruh
suatu peristiwa atau transaksi.
b. Kenaikan total liabilitas sebesar 38,00% dan penurunan ekuitas sebesar 10,16% berasal dari:
Penyampaian 8 Penyampaian 18
Laporan Posisi April 2026 (A) Maret 2025 (B)
Keuangan 31 Desember 31 Desember Selisih
(Dalam Rp Juta) 2024 2024 (A) – (B) % Selisih Penjelasan atas selisih
Liabilitas
Utang usaha 154.382 226.377 (71.995) -31,80% Penyesuaian penyajian
pihak ketiga dan klasifikasi
Utang lain-lain 67.184 19.958 47.226 236,63% Penyesuaian penyajian
dan klasifikasi
Biaya yang Masih 222.445 164.776 57.669 35,00% Penyesuaian penyajian
harus dan klasifikasi
Unearned revenues 19.562 7.708 11.854 153,79% Penyesuaian penyajian
dan klasifikasi
Ekuitas
Tambahan modal 4.060.395 2.994.709 1.065.68635,59% Penyesuaian penyajian
disetor dan klasifikasi
Penghasilan 567.544 (91.412) 658.956 -720,86% Penyesuaian penyajian
Komprehensif lain dan klasifikasi
Transaksi ekuitas (843.760) 404.347 (1.248.107) -308,67% Penyesuaian penyajian
dan perubahan dan klasifikasi
ekuitas anak
Cadangan nilai (244.843) - (244.843) -100,00% Penyesuaian penyajian
wajar atas aset dan klasifikasi
keuangan diukur
pada nilai wajar
melalui penghasilan
komprehensif lain
Kepentingan 239.572 119.490 120.082
100,50% Penyesuain klasifikasi
non-pengendali dan penyesuaian atas
periode sebelumnya
sesuai penerapan
standar akuntansi yang
c. berlaku. VIII.G.7 karena
Alasan Perseroan berpendapat penyajian kembali telah memenuhi ketentuan
dilakukan untuk meningkatkan keandalan dan kesesuaian penyajian laporan keuangan dengan standar
akuntansi yang berlaku. Selain itu, penyajian kembali tidak mengubah substansi ekonomi transaksi,
tidak mempengaruhi kelangsungan usaha Perseroan, dan telah diungkapkan secara memadai dalam
laporan keuangan.
8
Page 9
2. Mengacu kepada penjelasan Perseroan nomor 5 (c) perihal latar belakang terhadap akun-akun periode 31
Desember 2024 yang disajikan kembali 8 April 2026 dan 18 Maret 2025 (dalam Rp Juta), Perseroan
menyampaikan sebagai berikut:
Penyampaian 8 Penyampaian 18
Laporan Posisi April 2026 (A) Maret 2025 (B)
Keuangan 31 Desember 31 Desember Selisih
(Dalam Rp Juta) 2024 2024 (A) – (B) % Selisih Penjelasan atas selisih
Aset
Piutang usaha - 207.946 835.123 (627.177) -75,10% Penyesuaian penyajian dan
pihak ketiga klasifikasi
Piutang lain-lain 73.982 9.159 64.823 707,75% Penyesuaian penyajian dan
klasifikasi
Aset tetap - neto 1.247.696 453.912 793.784 174,88% Penyesuaian penyajian dan
klasifikasi
Aset pajak 13.383 25.729 (12.346) -47,98% Penyesuaian penyajian dan
tangguhan klasifikasi
Aset keuangan tidak 445.547 939.101 (493.554) -52,56% Penyesuaian penyajian dan
lancar lainnya klasifikasi
Liabilitas
Utang usaha 505.580 73.897 431.683 584,17% Penyesuaian penyajian dan
pihak berelasi klasifikasi
Utang usaha 154.382 226.377 (71.995) -31,80% Penyesuaian penyajian dan
pihak ketiga klasifikasi
Utang lain-lain 67.184 19.958 47.226 236,63% Penyesuaian penyajian dan
klasifikasi
Biaya yang Masih 222.445 164.776 57.669 35,00% Penyesuaian penyajian dan
harus dibayar klasifikasi
Unearned revenues 19.562 7.708 11.854 153,79% Penyesuaian penyajian dan
klasifikasi
Ekuitas
Tambahan modal 4.060.395 2.994.709 1.065.686 35,59% Penyesuaian penyajian dan
disetor klasifikasi
Penghasilan 567.544 (91.412) 658.956 -720,86% Penyesuaian penyajian dan
Komprehensif lain klasifikasi
Transaksi ekuitas (843.760) 404.347 (1.248.107) -308,67% Penyesuaian penyajian dan
dan perubahan klasifikasi
ekuitas anak
Cadangan nilai (244.843) - (244.843) -100,00% Penyesuaian penyajian dan
wajar atas aset klasifikasi
keuangan diukur
pada nilai wajar
melalui penghasilan
komprehensif lain
Kepentingan 239.572 119.490 120.082 100,50% Penyesuaian klasifikasi dan
non-pengendali penyesuaian atas periode
sebelumnya sesuai
penerapan standar akuntansi
yang berlaku.
Page 10
Penyampaian Penyampaian 18
Laporan Laba 8 April 2026 (A) Maret 2025 (B)
Rugi (Dalam Rp 31 Desember 31 Desember Selisih
Juta) 2024 2024 (A) – (B) % Selisih Penjelasan atas selisih
Pendapatan 3.238.780 3.470.199 (231.419) -6,67% Cut-off pendapatan
Laba kotor 1.008.327 965.255 43.072 4,46% Cut-off pendapatan
Laba usaha 401.543 436.321 (34.778) -7,97% Cut-off pendapatan
Laba sebelum 463.111 450.741 12.370 2,74% Cut-off pendapatan,
pajak penelahaan kembali
amortisasi aset konten, asset
takberwujud dan pemulihan
Laba /periode 410.758 399.380 11.378 2,85% Cut-off pendapatan,
berjalan penelahaan kembali
amortisasi aset konten, asset
takberwujud
dan pemulihan
Terkait Laporan Posisi Keuangan:
a. Dasar, substansi transaksi, dan pertimbangan akuntansi atas “penyesuaian penyajian dan klasifikasi”
yang menyebabkan perubahan signifikan
Tanggapan Perseroan:
Dasar, substansi transaksi, dan pertimbangan akuntansi atas “penyesuaian penyajian dan klasifikasi”
yang menyebabkan perubahan signifikan, khususnya pada akun-akun Persediaan, Aset tetap, Piutang
usaha pihak berelasi, Utang usaha pihak berelasi, Tambahan modal disetor dan Laba ditahan, terutama
disebabkan oleh penyesuaian penyajian dan klasifikasi.
b. Mohon dijelaskan apakah perubahan tersebut semata-mata merupakan reklasifikasi penyajian,
melibatkan perubahan pengakuan dan/atau pengukuran akun, berasal dari koreksi kesalahan
pencatatan periode sebelumnya, perubahan kebijakan akuntansi, dan/atau perubahan lainnya.
Tanggapan Perseroan:
Perubahan tersebut semata-mata merupakan reklasifikasi penyajian, melibatkan perubahan pengakuan
dan/atau pengukuran akun, penyesuaian atas periode sebelumnya sesuai penerapan standar akuntansi
yang berlaku
c. Mohon dijelaskan dasar PSAK dan kebijakan akuntansi yang digunakan atas masing-masing
penyesuaian tersebut.
Tanggapan Perseroan:
Dasar PSAK dan kebijakan akuntansi yang digunakan atas masing-masing penyesuaian mengacu pada
PSAK yang berlaku di Indonesia, termasuk terkait penyajian laporan keuangan, aset tetap, transaksi
pihak berelasi, serta perlakuan akuntansi atas reklasifikasi akun dan koreksi kesalahan periode
sebelumnya.
Page 11
Terkait Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
d. Dasar pengakuan dan perhitungan atas penyesuaian “cut-off pendapatan” yang menyebabkan
penurunan pada pendapatan.
Tanggapan Perseroan:
Dasar pengakuan dan perhitungan atas penyesuaian cut-off pendapatan yang menyebabkan penurunan
pendapatan dilakukan berdasarkan evaluasi atas ketepatan periode pengakuan pendapatan, dimana
pendapatan diakui pada saat pengendalian atas barang atau jasa dialihkan kepada pelanggan sesuai
substansi transaksi dan pemenuhan kewajiban pelaksanaan (performance obligation).
e. Penjelasan secara lebih rinci terkait penyesuaian amortisasi aset konten, amortisasi aset takberwujud,
serta pencadangan penurunan nilai piutang usaha, termasuk namun tidak terbatas pada:
1) latar belakang dan dasar dilakukannya penyesuaian pada saat penyajian kembali laporan
keuangan;
2) dasar PSAK, kebijakan akuntansi, metode, asumsi, dan periode amortisasi yang digunakan;
3) jenis dan rincian aset konten serta aset takberwujud yang terdampak, termasuk tanggal perolehan,
masa manfaat, dan dasar penentuan masa manfaatnya;
Tanggapan Perseroan:
Berikut ini penjelasan secara lebih rinci terkait penyesuaian amortisasi aset konten, amortisasi aset
takberwujud, serta pencadangan penurunan nilai piutang usaha, termasuk namun tidak terbatas pada:
1) Latar belakang dan dasar dilakukannya penyesuaian pada saat penyajian kembali laporan keuangan
adalah untuk memastikan penerapan standar akuntansi yang berlaku telah mencerminkan
substansi ekonomi transaksi secara tepat, khususnya atas amortisasi aset konten, aset takberwujud,
dan penurunan nilai piutang usaha.
2) Dasar PSAK yang digunakan mengacu pada PSAK terkait aset takberwujud, aset konten, dan
instrumen keuangan, dengan metode amortisasi garis lurus berdasarkan estimasi masa manfaat,
serta pengukuran penurunan nilai piutang menggunakan pendekatan expected credit loss sesuai
PSAK yang berlaku, dengan asumsi historis dan informasi terkini yang tersedia pada tanggal
pelaporan.
3) Aset yang terdampak merupakan aset konten dan aset takberwujud Perseroan yang masa
manfaatnya ditentukan berdasarkan estimasi ekonomis dan teknis pada saat perolehan serta
ditelaah secara berkala; rincian aset telah diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan sesuai
tingkat materialitasnya.
Page 12
Terkait Laporan Arus Kas
f. Mohon dijelaskan apakah perubahan pada laporan arus kas semata-mata merupakan dampak turunan
(consequential impact) dari penyesuaian pada laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi, atau
terdapat penyesuaian/reklasifikasi tersendiri yang berdiri sendiri pada laporan arus kas.
Tanggapan Perseroan:
Perubahan pada laporan arus kas semata-mata merupakan dampak turunan (consequential impact) dari
penyesuaian pada laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi, atau terdapat penyesuaian/
reklasifikasi tersendiri yang berdiri sendiri pada laporan arus kas.
Lain-Lain
1. Mengingat terdapat beberapa perubahan dan/atau penyajian kembali laporan keuangan dalam periode
yang berdekatan, mohon dijelaskan strategi, langkah perbaikan, dan penguatan pengendalian internal yang
akan dilakukan Perseroan agar penyusunan laporan keuangan ke depan dapat lebih sesuai dengan Standar
Akuntansi Keuangan yang berlaku serta meminimalkan terjadinya perubahan material dan/atau
restatement laporan keuangan.
Tanggapan Perseroan:
Strategi, langkah perbaikan, dan penguatan pengendalian internal yang dilakukan Perseroan adalah tetap
mengacu kepada pedoman penyajian laporan keuangan termasuk Standar Akuntansi Keuangan, dan
Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor Kep-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012 atau
Peraturan nomor VIII.G.7 perihal Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau
Perusahaan Publik, serta koordinasi berkala dengan auditor eksternal.
2. Mohon dijelaskan kendala, tantangan, atau hambatan yang dihadapi Perseroan dalam proses penyusunan
laporan keuangan, termasuk namun tidak terbatas pada aspek sistem, sumber daya manusia, kompleksitas
transaksi, konsolidasi, maupun penerapan standar akuntansi, serta mitigasi risiko dan langkah tindak lanjut
yang dilakukan Perseroan untuk mengatasi kendala tersebut.
Tanggapan Perseroan:
Tidak terdapat kendala, tantangan, atau hambatan yang material dalam proses penyusunan laporan
keuangan Perseroan, termasuk pada aspek sistem, sumber daya manusia, kompleksitas transaksi,
konsolidasi, maupun penerapan standar akuntansi. Penyusunan laporan keuangan telah dilakukan sesuai
prosedur yang berlaku dengan dukungan sistem dan fungsi terkait serta koordinasi berkala dengan auditor
eksternal.
Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan. Terima kasih atas perhatian yang diberikan.
Hormat Kami,
PT MNC Digital Entertainment Tbk
Ahmad Alhafiz
Corporate Secretary
Names mentioned 7 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Bapepam
p.1 ×6
unresolved
org
Kanaka Puradiredja Suhartono
p.6
unresolved
org
Purwanto Susanti
p.6
unresolved
person
Ahmad Alhafiz
· Corporate Secretary
p.12
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.