Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 4
Page 1
Laporan Pelaksanaan
Paparan Publik Tahunan 2026
PT Bank Mestika Dharma, Tbk.
Hari/Tanggal : Selasa / 10 Juni 2026
Waktu : 10.00 wib s/d 11.00 wib
Tempat : Pubex Live IDX
Peserta yang hadir :
A. Manajemen Perseroan :
1. Direktur Kepatuhan
2. Corporate Secretary
3. Tim Corporate Secretary
B. Media : Terlampir
Dalam acara paparan publik ini, Perseroan menyampaikan terkait kinerja Perseroan di tahun
2025 yang dilanjutkan dengan tanya jawab terkait kinerja Perseroan yang disampaikan oleh
Bapak Suharto Kurniawan selaku Corporate Secretary.
Tanya jawab dengan rekan media cetak disampaikan sebagai berikut :
Pertanyaan :
1. Apa fokus utama pengembangan bisnis Bank Mestika untuk sisa tahun ini guna mencapai target
yang telah ditetapkan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB)?
▪ Sektor bisnis apa saja yang menjadi motor penggerak utama pertumbuhan penyaluran kredit
Bank Mestika sepanjang tahun lalu?
Jawaban :
▪ Fokus utama kami hingga akhir tahun adalah :
a. mempercepat penyaluran kredit pada sektor potensial,
b. meningkatkan penghimpunan dana murah ( CASA ) melalui layanan digital yaitu MiND by
BankMestika, serta
c. menjaga efisiensi biaya operasional (BOPO).
Kami optimis seluruh target yang tertuang dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026 dapat tercapai
dengan baik diiringi dukungan tata kelola yang kuat.
▪ Motor penggerak utama pertumbuhan kredit kami masih fokus pada sektor-sektor produktif yang
tangguh, seperti perkebunan (sawit), perdagangan, industri pengolahan, dan sektor yang terkait
dengan rantai pasok lokal. Selain itu, kami juga melihat pertumbuhan yang positif pada portofolio
kredit konsumsi dan komersial yang menjadi kekuatan utama basis konsumen setia Bank Mestika.
1
Page 2
Pertanyaan :
2. Berdasarkan data terkini, porsi saham publik (free float) Bank Mestika masih berada di level sekitar
8,98% (per bulan April 2026), sementara aturan baru BEI mewajibkan batas min 15%.
▪ Aksi korporasi apa yang direncanakan oleh perseroan untuk memenuhi kekurangan tersebut?
Apakah akan menempuh jalur right issue, private penempatan, atau divestasi dari pemegang
saham pengendali?
Jawaban :
▪ Bank Mestika berkomitmen penuh untuk mematuhi peraturan yang ditetapkan oleh OJK dan BEI
mengenai penyesuaian porsi saham publik.
Untuk mencapai selisih menuju batas minimum 15%, manajemen saat ini sedang mengkaji secara
komprehensif beberapa opsi aksi korporasi yang paling optimal dengan mempertimbangkan kondisi
pasar modal.
Pilihan yang saat ini tersedia adalah “Pelepasan Sebagian Saham oleh Pemegang Saham Pengendali
(PSP)”, dimana membuka kemungkinan bagi PT Mestika Benua Mas untuk melepas sebagian
kepemilikan sahamnya ke publik secara bertahap guna meningkatkan likuiditas perdagangan saham
BBMD di bursa.
Pertanyaan :
3. OJK berencana menghapus kategori KBMI 1, yang berarti batas minimal modal inti bank umum akan
terisi menjadi Rp6 triliun.
Saat ini, posisi modal inti Bank Mestika masih berada di kategori KBMI 1.
▪ Bagaimana strategi manajemen untuk memenuhi modal tambahan agar bisa segera naik kelas
ke KBMI 2?
Jawaban :
▪ Wacana Kebijakan OJK untuk menghapus kategori Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) 1
merupakan salah satu isu paling krusial bagi seluruh bank yang ada di kelompok KBMI 1 termasuk
juga Bank Mestika. Kebijakan ini mewajibkan bank dengan modal inti di bawah Rp6 triliun untuk
naik kelas ke KBMI 2 atau menempuh jalur konsolidasi.
Kami memahami dan sepenuhnya mendukung kebijakan OJK dalam memperkuat struktur nasional
perbankan. Struktur permodalan Bank Mestika saat ini berada dalam kondisi yang sangat sehat dan
kuat, dengan rasio CAR (46%) yang jauh di atas minimum industri, dan pencapaian nilai Modal Inti
yang mencapai Rp. 5,45 triliun (per periode Mei 2026).
Terkait peningkatan modal inti menuju Rp6 triliun, Direksi Bank Mestika pada tahun 2023 telah
memiliki visi bahwa Bank Mestika akan naik kelas ke KBMI 2, dan atas hal tersebut dituangkan ke
dalam Corporate Plan 2024 – 2028 yang menyebutkan bahwa Perseroan akan memiliki modal inti
diatas Rp 6 triliun sebelum akhir tahun 2028. Untuk mencapai hal tersebut Perseroan fokus pada
strategi pertumbuhan organik melalui akumulasi laba ditahan.
Pertanyaan :
4. Bank Indonesia dalam 2 minggu belakangan ini telah menaikkan BI-Rate sebesar 75 bps sehingga BI-
Rate menjadi 5,50%.
▪ Apakah Bank Mestika akan segera menaikkan suku bunga kredit?
▪ Bagaimana bank mengantisipasi penyusutan Net Interest Margin (NIM) akibat potensi kenaikan
biaya dana (cost of fund )?
2
Page 3
Jawaban :
▪ Keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga adalah langkah penyesuaian yang terukur dengan
tujuan untuk menjaga stabilitas makro ekonomi.
Perseroan tidak akan terburu buru menaikkan suku bunga kredit pasca Bank Indonesia menaikkan
suku bunga acuan sebesar 75 basis poin. Perseroan akan berfokus untuk mengoptimalkan
penghimpunan dana murah (CASA) yang tujuannya untuk menjaga agar kenaikan biaya dana
Perseroan tetap bisa dikendalikan, sehingga tingkat Net Interest Margin (NIM) dapat dipertahankan
pada tingkat yang ideal.
▪ Namun demikian, terkait suku bunga kredit kami akan melakukan penyesuaian secara hati-hati dan
bertahap, dengan tetap mempertimbangkan kemampuan membayar debitur agar tidak
mengganggu kualitas aset.
Pertanyaan :
5. Kasus kebocoran data dan serangan siber marak menargetkan institusi finansial dan perbankan
akhir-akhir ini.
▪ Bagaimana Bank Mestika menjamin keamanan data nasabah?
▪ Apakah Bank Mestika mengalokasikan senilai anggaran tertentu untuk memperkuat sistem
perlindungan siber ini?
Jawaban :
▪ Keamanan data nasabah dan konsistensi keamanan sistem siber adalah prioritas tertinggi dan
menjadi perhatian besar bagi Bank Mestika.
Kami terus mengadopsi teknologi enkripsi dan sistem proteksi siber terkini yang sesuai dengan
standar regulasi OJK dan Bank Indonesia.
Kami juga melakukan audit keselamatan sistem informasi secara berkala yang dilakukan oleh pihak
ketiga yang independen.
▪ Mengenai nilai investasi, kami mengalokasikan anggaran IT yang proporsional dan signifikan setiap
tahunnya dan dituangkan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) demi memastikan benteng pertahanan
digital kami selalu siap menangani setiap adanya potensi risiko.
Pertanyaan :
6. Bagaimana dengan target pertumbuhan Kredit dan Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Mestika untuk
tahun 2026 ini? Berapa besar kenaikannya?
Jawaban :
▪ Industri perbankan tengah menghadapi tantangan dalam penyaluran kredit. Selain dipengaruhi
faktor eksternal, fungsi intermediasi perbankan juga terhambat oleh kondisi perekonomian
domestic yang masih alami pelemahan daya beli.
Hal ini tecermin dari penurunan permintaan kredit baru, terutama di segmen kredit konsumsi serta
kredit UMKM.
Bank Indonesia (BI) mengungkapkan bahwa fasilitas kredit pinjaman yang belum digunakan
(undisbursed loan) tercatat masih cukup besar pada Desember 2025, yaitu mencapai Rp2.439,2
triliun atau 22,12 persen dari plafon kredit yang tersedia.
▪ Untuk tahun 2026 ini, kami melihat bahwa kondisi permintaan kredit masih tidak jauh berbeda
dengan tahun 2025.
Untuk itu Bank Mestika menargetkan pertumbuhan kredit yang tidak terlalu besar pada tahun 2026
ini dengan pertimbangan lainnya juga adalah Perseroan harus menjaga kualitas NIM yang akan
didapat.
3
Page 4
Pada tahun 2026 ini, Bank Mestika menjaga keseimbangan antara perolehan DPK dan penyaluran
kredit yang mana baik Kredit dan DPK sama-sama ditargetkan mencapai Rp11,76 triliun pada akhir
tahun 2026.
Untuk mencapai Rp11,76 triliun, kredit akan tumbuh sebesar 6%, sementara Dana Pihak Ketiga
(DPK) ditargetkan tumbuh sebesar 7%.
Pertanyaan :
7. Pada tahun 2025, sektor-sektor ekonomi apa saja yang memberikan kontribusi positif kepada Bank
Mestika?
▪ Berapa persentase kontribusi dari sektor-sektor ekonomi tersebut kepada Perseroan?
▪ Dan bagaimana dengan tahun 2026 ini, Bank Mestika akan ekspansi pada sektor ekonomi apa
saja?
Jawaban :
• Secara umum, Sektor Ekonomi Kelapa Sawit, baik Komoditas dan Industrinya masih mendominasi
konsentrasi ekspansi kredit Bank Mestika di tahun 2025 yang mencapai lebih dari 29,7%.
Sektor Ekonomi lainnya yang mendominasi adalah sektor ekonomi :
- Rumah Tangga (atau Kredit Kosumtif), berkontribusi 23%
- Industri Pengolahan, berkontribusi 24%
- Perdagangan, berkontribusi 12%
- Pertanian, berkontribusi 11%
- Angkutan, berkontribusi 11%
- Penyediaan Akomodasi (atau perhotelan), berkontribusi 3%
- Konstruksi, berkontribusi 5%
- Developer (atau Real Estate), berkontribusi 3%
• Diprediksi, di tahun 2026 ini Sektor Ekonomi Kelapa Sawit masih mendominasi ekspansi kredit yang
masih dikisaran di 27,5%.
Bank Mestika akan tetap focus pada pembiayaan kepada debitur-debitur inti eksisting sehingga
rasio debitur inti diproyeksikan meningkat yang semula 45,58% pada tahun 2025 menjadi 49,93%
pada akhir 2026.
Rencana ekspansi kredit pada tahun 2026 ini akan untuk membiayai beberapa sektor ekonomi
lainnya, yaitu :
- Rumah Tangga (atau Kredit Kosumtif), berkontribusi 24%
- Industri Pengolahan, berkontribusi 22%
- Perdagangan, berkontribusi 13%
- Pertanian, berkontribusi 11%
- Angkutan, berkontribusi 12%
- Penyediaan Akomodasi (atau perhotelan), berkontribusi 3%
- Konstruksi, berkontribusi 5%
- Developer (atau Real Estate), berkontribusi 4%
4
Names mentioned 7 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Suharto Kurniawan
· Corporate Secretary
p.1
unresolved
org
Bank Mestika
p.1 ×20
unresolved
—
PSP
· Pemegang Saham Pengendali
p.2
unresolved
org
Bank Mestika. Kebijakan
p.2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.2 ×5
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.