Skip to content
Back to announcement

20260612_ASPR_Public Expose_32100972_lamp1.pdf

Other Text extracted ASPR

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 6

Page 1
                               Laporan Hasil Public Expose Tahunan
                                     PT Asia Pramulia Tbk
                                            (“ASPR”)
PT Asia Pramulia Tbk (“Perseroan”) telah menyelenggarakan Public Expose Tahunan pada:
Hari/ Tanggal                 : Selasa, 9 Juni 2026
Pukul                         : 16.00 - 17.30 WIB
Tempat                        : Hotel Mercure Grand Mirama
                                Jl. Raya Darmo No. 68-78, Kec. Tegalsari, Surabaya, Jawa Timur,
                                60264
Manajemen Perseroan yang hadir dalam Public Expose adalah:
Direktur Utama                : Bapak Ricky Winoto
Direktur                      : Bapak Romanus Marstan
Direktur                      : Bapak Arif
Investor/calon investor       : 7 orang
Media                         : 15 orang
Susunan Acara                 :
    a. Pembukaan dan perkenalan
    b. Penyampaian materi paparan publik
    c. Sesi tanya jawab
    d. Penutup


   I.         Pembukaan dan Perkenalan
   Moderator membuka acara Public Exposse, memperkenalkan anggota Direksi yang hadir dan
   memberikan penjelasan sekilas tentang PT Asia Pramulia Tbk.
   II.        Presentasi Paparan Publik
   Direksi Perseroan menyampaikan materi Public Expose dengan agenda sebagai berikut:
         a.   Profil Perseroan
         b.   Pencapaian Perseroan
         c.   Jajaran Manajemen Perseroan
         d.   Pelanggan dan Partner
         e.   Prospek Usaha
         f.   Strategi Investasi Strategis
         g.   Kinerja Keuangan Perseroan
         h.   Tanya Jawab

   III.   Sesi Tanya Jawab
   1. Ibu Titin (beritasurabaya.net)
          • Dengan produk berbahan plastik, apakah PT Asia Pramulia Tbk mempunyai
              produk atau program yang peduli terhadap lingkungan?

                 Jawaban:
                 Pada dasarnya sampah plastik dibagi menjadi 2 macam yaitu Post Manufacturr Recycle
                 (PMR) dan Post Consumer Recycle (PCR). Saat ini kami mengolah 100% PMR kita
                 sehingga proses produksi kita tidak mengahasilkan sampah/limbah, sedangkan untuk
                 PCR ini saat ini kami memiliki program membeli kembali kemasan yang sudah tidak
                 terpakai dari pelanggan kami, namun untuk sampah plastik yang di masyarakat
                 terkendala proses pemilahan sampah yang biayanya cukup tinggi, sebagai upaya kami
Page 2
           saat ini kami berkomitmen terus memberikan edukasi pemilahan sampah melalui
           pelatihan umkm dan juga memberikan fasilitas tempat sampah terpilah, untuk saat ini
           masih di kawasan lingkungan pabrik kami berdiri di Kecamatan Rungkut, Surabaya.

       •   Berapa persen Free Float saham PT Asia Pramulia Tbk? Karena akan ada
           peraturan baru yang mengatur mengenai batas Free Float saham.

           Jawaban:
            Untuk Free Float saat ini di saham PT Asia Pramulia Tbk yaitu sebesar 29,94%.
           Berdasarkan peraturan di Indonesia minimal Free Float saham ada di angka 15 %,
           sehingga untuk saat ini ASPR masih memenuhi minimun Free Float yang diatur oleh
           POJK dan Bursa Efek Indonesia.

2. Ibu Reni (beritajatim.com)
       • PT Asia Pramulia Tbk sudah hampir satu tahun melantai di bursa. Dari total
          keuntungan yang telah disebutkan oleh Pak Arif, berapa persen keuntungan yang
          dibagikan kepada pemegang saham? Dapat dirinci per lembarnya dan
          bagaimana kebijakan pembagiannya?

           Jawaban:
           Dari alokasi keuntungan yang telah kami sampaikan, kami berkomitmen 20% dari total
           laba akan kita bagikan sebagai dividen tunai untuk para pemegang saham yang tadi
           sudah disetujui dalam RUPS Tahunan. Dimana dividen per lembar sahamnya diangka
           Rp.0,64,- atau 0.4% yield

       •   Sebelumnya Pak Ricky menyebutkan kesiapan pabrik yang ada di Pasuruan
           sudah mencapai 100%. Apakah ada penambahan Capex di tahun 2026 untuk
           perluasan atau pembelian mesin? Atau mungkin apakah ada keinginan ekspansi
           ke luar Jawa Timur untuk pembuatan pabrik baru? Mengingat kebutuhan
           AMDK di seluruh Indonesia cukup besar.

           Jawaban Bapak Ricky :
           Terkait Capex dan utilisasi pabrik Pasuruan, sesuai dengan RUPS Luar Biasa yang kita
           selenggarakan tadi kami mengajukan perubahan penggunaan dana IPO. Jadi yang
           awalnya kita hanya fokus pada botol kemasan dengan size kecil, kita alihkan. Karena
           sejak awal IPO hingga kuartal I kemarin bahkan masuk ke kuartal II, kita melihat
           bahwa kebutuhan packaging untuk kemasan AMDK dengan ukuran besar seperti
           ukuran 15 L dan 19 L mengalami peningkatan yang cukup tinggi. Jadi ada perubahan
           capex untuk botol berukuran kecil kita alihkan untuk investasi pembelian mesin dan
           utility produksi packaging berukuran besar. Setelah RUPS ini kita akan melakukan
           investasi-investasi yang mengarah kesana, seperti pembelian mesin inject untuk
           pembuatan preform dan juga mesin blow untuk kemasan berukuran besar.

           Terkait Ekspansi keluar, untuk sementara kita belum ada rencana tersebut namun kita
           akan melihat kedepannya seperti apa. Untuk mengantisipasi kebutuhan seperti yang ibu
           sampaikan tadi, di awal kami memproduksi packaging ukuran besar kami
           mengantisipasinya dengan program Aspra Cube. Aspra Cube adalah container yang
           terdiri dari 1 (satu) mesin tiup, termasuk mesin compressor, pendingin mesin dan
           pendingin cetakan yang disediakan untuk customer Aspra yang berada di luar pulau.
           Saat ini ada sekitar 15 Aspra Cube yang tersebar di seluruh Indonesia. Jadi kita kirim
           preform dari Surabaya dan pasuruan ke beberapa titik Aspra Cube yang tersebar untuk
Page 3
           menghemat biaya transportasi. Karena untuk pengiriman kemasan galon utuh dalam 1
           (container) hanya dapat memuat 2000 galon, sedangkan jika kita mengirim barang
           setengah jadi (preform) kita dapat memuat 17.000 preform dalam satu container. Jadi
           untuk ekspansi ke luar Jawa Timur tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan,
           namun sembari melihat kondisi geopolitik dan ekonomi makro di Indonesia.

3. Bapak Dio (kabarbisnis.com)
      • Terkait dengan kondisi geopolitik global yang berdampak pada kenaikan harga
         minyak dan pelemahan rupiah, bagaimana Perseroan menyikapi hal ini? Apakah
         ada penyesuaian harga dari produk Aspra?

           Jawaban:
           Untuk kondisi geopolitik saat ini kita sama-sama tahu ada perang di Timur Tengah dan
           penutupan Selat Hormuz yang menyebabkan supply minyak mentah cukup terhambat,
           sehingga harga minyak melambung tinggi. Hal tersebut memang berdampak pada kita
           yang bergerak dibidang produksi plastik yang mana menggunakan bahan baku dari
           minyak bumi. Hal tersebut otomatis berdampak pada harga dan kelangkaan bahan
           baku plastik tersebut.

           Untuk antisipasi Perseroan sendiri kita melakukan buffer stock sehingga stok kita untuk
           bahan baku masih aman untuk memenuhi permintaan dari pelanggan. Sedangkan untuk
           mengantisipasi fluktuasi nilai rupiah kita menggunakan fasilitas lindung nilai dari
           beberapa bank. Jadi untuk saat ini kondisi tersebut masih dapat kita kontrol.

       •   Hingga akhir tahun ini, proyeksi dari Perseroan terkait kinerja dapat tumbuh
           berapa persen dan apa opportunitynya?

           Jawaban:
           Seperti yang telah disampaikan oleh Bapak Romanus sebelumnya, untuk segmen Air
           Minum Dalam Kemasan (AMDK) mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan.
           Seperti yang kita tahu saat ini banyak brand-brand baru yang mengeluarkan produk air
           minum. Hal tersebut meningkatkan opportunity bagi kami selaku manufaktur yang
           memproduksi kemasan untuk produk mereka. Saat ini AMDK menjadi kebutuhan
           pokok bagi masyarakat karena masyarakat cenderung memilih mengkonsumsi air
           kemasan daripada harus merebus air untuk diminum. Jadi untuk kinerja tahun ini kami
           optimis dapat mencapai target yang sudah kami sampaikan kepada Bursa Efek
           Indonesia. Kita proyeksikan untuk tumbuh diangka 20-30%.

4. Bapak Lukman (news.idsurabaya)
      • Menindaklanjuti dari apa yang disampaikan sebelumnya oleh Bapak Dio terkait
         dinamika geopolitik global, untuk bahan baku plastik yang mayoritas berasal
         dari Timur Tengah sedangkan disana terjadi perang dan penutupan Selat
         Hormuz yang menghambat supply bahan baku plastik. Selama ini apakah bahan
         baku produksi Aspra mengandalkan dari Timur Tengah dan kemudian karena
         ada problem soal jalur distribusi sehingga mulai beralih ke negara lain untuk
         memenuhi kebutuhan bahan baku?

           Jawaban:
           Terkait ketersediaan bahan baku memang kondisi geopolitik cukup berdampak bagi
           industry plastik karena mayoritas bahan baku plastik terbuat dari minyak bumi. Dengan
           adanya perang di Timur Tengah, supply chain untuk minyak bumi tersendat dan juga
Page 4
    ada harga bahan baku tertentu yang melonjak hingga 2x lipat, tetapi yang di produksi
    oleh Asia Pramulia mayoritas bahan bakunya berupa PET (Polyethylene
    Terephthalate).

    Bahan baku plastik ada bermacam-macam, kebetulan bahan baku PET ini mayoritas
    diproduksi di Asia bukan di Timur Tengah kecuali bahan baku PP (Polypropylene), PE
    (Polietilena) itu kebanyakan dari Timur Tengah. Jadi, dengan adanya perang kalau dari
    sisi supply kita masih aman, memang ada lonjakan seperti tadi yang sudah disampaikan
    oleh Bapak Arif. Ada perubahan harga dan kita juga menyesuaikan kepada customer
    tapi dari sisi ketersediaan sampai saat ini untuk bahan baku PET masih cukup aman.

    Dengan supply dari lokal Indonesia ada beberapa perusahaan seperti : Indorama,
    Mitsubitsi Chemical, Wankai Indonesia yang masih bisa supply dengan kondisi
    sekarang dan juga bahan baku impor dari Vietnam dan China yang sampai saat ini
    masih cukup bisa diandalkan kemampuan supply-nya. Jadi, untuk yang bahan baku PP
    kita beralih dari Timur Tengah ke Malaysia dan China termasuk PE dan HDPE (High-
    Density Polyethylene). Di Malaysia juga cukup besar, contohnya ada perusahaan Lotte
    dan di Indonesia juga ada Lotte. Jadi, sampai saat ini Asia Pramulia untuk ketersediaan
    bahan baku cukup aman bahkan untuk beberapa bulan kedepan.

•   Tadi sempat disinggung terkait dengan AMDK, meskipun ada packaging-
    packaging yang lain tapi disini Aspra lebih berfokus pada AMDK. Kalau dari sisi
    kontribusi, AMDK menyumbang berapa persen dari total penjualan di lini
    packaging Aspra? Apakah kontribusinya cukup besar dalam Perseroan?

    Jawaban:
    Bisa dilihat dari tabel penjualan persegmen: Pada tahun 2023 dari total 100% omset
    Aspra yaitu sebesar 231 Miliar. AMDK mengambil porsi 29,09% yaitu sebesar 67
    Miliar; Pada tahun 2024 dari total 100% omset Aspra yaitu sebesar 209 Miliar. AMDK
    mengambil porsi 40,90% yaitu sebesar 85,5 Miliar; dan ditahun 2025 terjadi lonjakan,
    ada kenaikan yang cukup signifikan yaitu dari total 249 Miliar. AMDK memiliki omset
    109,4 Miliar dengan porsi persentase sebesar 43,79% dan menurut kami, kedepan kami
    akan optimis untuk terus bertumbuh.

•   Kemudian menindaklanjuti pertanyaan Ibu Reni terkait dengan pembelian
    mesin, Berapa nilai investasi pembelian mesin packaging untuk produk AMDK?

    Jawaban:
    Kita sudah membudgetkan sesuai dengan yang sudah dibahas pada agenda RUPS
    Tahunan, yaitu sebesar ± 48 Miliar untuk alokasi investasi mesin dan utility untuk
    menunjang proses produksi packaging AMDK.

•   Apakah pembelian tersebut menggunakan kas internal atau menggunakan dana
    pinjaman?

    Jawaban:
    Kalau untuk 46 Miliar menggunakan dana hasil IPO tahun lalu dan kemudian sisanya
    menggunakan kas internal.
Page 5
5. Bapak Jefry (suaraindonesia)
      • Berapa persen kontribusi Aspra untuk menyerap tenaga kerja Indonesia
         pertahunnya dan seberapa jauh penyerapan itu bisa maksimal khususnya pada
         rakyat Indonesia?

           Jawaban:
           Terkait penyerapan tenaga kerja di Asia Pramulia dengan berjalannya waktu di tahun
           2005 karyawan kita berkisar sekitar ±100 orang, kemudian berkembang seiring
           berjalannya waktu diikuti pertambahan mesin dan pertambahan customer serta
           pertambahan segmen produk, akhirnya untuk saat ini termasuk juga diseluruh plant
           Asia Pramulia baik di Surabaya maupun di Pasuruan dan juga dibeberapa titik Aspra
           Cube yaitu berjumlah sekitar >700 karyawan. Jadi, kalau melalui persentase penduduk
           di Indonesia masih terbilang cukup kecil akan tetapi seiring berkembangnya dan
           berjalannya waktu, kami PT Asia Pramulia berkomitmen untuk berkontribusi
           memberikan lapangan kerja bagi masyarakat. PT Asia Pramulia sendiri cukup sadar
           bahwa produksi kita termasuk menyerap karyawan dengan jumlah yang cukup banyak
           terutama di lini produksi, yaitu sekitar 80% dari total jumlah karyawan.

6. Bapak Andi (suarajatim.com)
      • Hingga saat ini sudah berapa persen dana hasil IPO yang sudah di realisasikan
         dan digunakan? untuk program dan project apa saja?

           Jawaban Bapak Arif:
           Jadi penawaran umum perdana saham, kita memperoleh total dana bersih yaitu sebesar
           Rp. 96.869.792.225,- dan hingga akhir desember 2025 kita sudah menggunakan dana
           sebesar Rp. 70.169.768.142,- dengan persentase sekitar 72% untuk realisasi
           penggunaan dananya.

       •   Apa target pertumbuhan pendapatan dan laba Aspr hingga akhir tahun 2026
           dan apa saja faktor pendorongnya?

           Jawaban:
           Seperti yang telah disampaikan oleh Bapak Romanus, kita berfokus pada
           pengembangan di packaging AMDK. Sudah dianalisa, memang kita perlu menaikkan
           kapasitas produksi seperti yang sudah disampaikan oleh Bapak Ricky, bahwa pabrik
           kita yang di Pasuruan sudah fully utilized. Jadi, kita harus menambah kapasitas
           produksi. Sehingga nantinya kita bisa mendongkrak pendapatan Perseroan selain di
           kemasan AMDK, kita juga berfokus di kemasan makanan seperti botol minyak goreng
           dan toples biscuit. Jadi kita rasa untuk kondisi ekonomi indonesia di tahun 2026 masih
           cukup percaya diri untuk bisa approach target yang sudah kita tentukan terutama dalam
           segmen AMDK.

7. Ibu Ridora (Tribun News)
       • Terkait dengan laba bersih dan laba kotor untuk periode 31 Maret 2025
          dibandingkan dengan periode 31 Maret 2026 sepertinya lebih banyak di tahun
          sebelumnya, Apa penyebabnya?
Page 6
Jawaban:
Untuk laba bersih di periode 31 Maret 2026 mengalami penurunan daripada tahun lalu
karena kondisi geopolitik yang mengakibatkan adanya kenaikan bahan baku dan
kenaikan biaya produksi serta adanya penambahan karyawan. Untuk yang paling
signifikan yaitu ada di biaya THR karyawan karena pada tahun lalu THR dibebankan
pada kuartal dua (Q2) sedangkan tahun ini dibebankan pada kuartal satu (Q1) sehingga
menyerap lebih banyak laba bersih Perseroan.

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.21 MB
Published12 Jun 2026
Pages6
Characters15,448
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 15 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Asia Pramulia Tbk p.1 ×28
linked person Ricky Winoto p.1
possible org Bursa Efek Indonesia p.2 ×2
possible person Jefry p.5
possible person Andi p.5
unresolved person Romanus Marstan p.1
unresolved person Arif Investor p.1
unresolved person Titin p.1
unresolved person Reni p.2 ×2
unresolved person Arif p.2 ×3
unresolved person Ricky p.2 ×3
unresolved person Dio p.3 ×2
unresolved person Romanus p.3 ×2
unresolved person Lukman p.3
unresolved person Ridora p.5

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 1

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result