Back to announcement
20260612_GMFI_Laporan Informasi dan Fakta Material_32100782_lamp1.pdf
Other Text extracted GMFISource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 15
Page 1
PERBAIKAN DAN/ATAU TAMBAHAN INFORMASI ATAS KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM
SEHUBUNGAN DENGAN RENCANA KUASI REORGANISASI
PT GARUDA MAINTENANCE FACILITY AERO ASIA TBK (“TAMBAHAN KETERBUKAAN INFORMASI”)
INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM INI PENTING UNTUK DIPERHATIKAN OLEH PEMEGANG SAHAM
PT GARUDA MAINTENANCE FACILITY AERO ASIA TBK (“PERSEROAN”)
Sehubungan dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan No. IX.L.1. tentang
Kuasi Reorganisasi , Lampiran Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan No. Kep-718/BL/2012 tanggal
28 Desember 2012 (“Peraturan IX.L.1”), Perseroan berencana untuk melakukan kuasi reorganisasi sesuai dengan ketentuan Peraturan
IX.L.1 (“Rencana Kuasi Reorganisasi”).
PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Kegiatan Usaha
Bergerak dalam bidang jasa perawatan, reparasi, dan overhaul pesawat terbang, perdagangan besar
alat transportasi udara dan perlengkapannya, aktivitas kebandarudaraan serta aktivitas penyewaan
dan sewa guna usaha.
Berkedudukan di Kota Tangerang, Indonesia
Kantor Pusat
Lantai 2, Lobby Selatan, Hanggar 4 PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Area Perkantoran Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta
Tangerang 15125, Indonesia
Telp.: (021) 550 8717
Fax.: (021) 550 10461
Situs web: www.gmf-aeroasia.co.id
E-mail: corporate.secretary@gmf-aeroasia.co.id
DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS PERSEROAN BAIK SECARA SENDIRI-SENDIRI MAUPUN BERSAMA-SAMA BERTANGGUNG
JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN DARI SELURUH INFORMASI ATAU FAKTA MATERIAL YANG TERDAPAT DALAM
TAMBAHAN KETERBUKAAN INFORMASI INI DAN MENEGASKAN, BAHWA SETELAH MELAKUKAN PENELITIAN SECARA
SEKSAMA, INFORMASI MATERIAL YANG TERDAPAT DALAM TAMBAHAN KETERBUKAAN INFORMASI INI ADALAH BENAR DAN
TIDAK ADA FAKTA MATERIAL YANG DIHILANGKAN SEHINGGA MENYEBABKAN INFORMASI YANG TERDAPAT DALAM
TAMBAHAN KETERBUKAAN INFORMASI INI MENJADI TIDAK BENAR, TIDAK LENGKAP ATAU MENYESATKAN.
Perubahan dan/atau Tambahan atas Keterbukaan Informasi ini diterbitkan di Tangerang, 12 Juni 2026.
1
Page 2
PENDAHULUAN
Dalam rangka menyajikan gambaran yang lebih akurat dan mencerminkan kondisi yang sesungguhnya atas posisi keuangan Perseroan,
serta sejalan dengan komitmen Perseroan untuk mempertahankan keberlangsungan usaha dan mendukung pertumbuhan yang
berkesinambungan di masa mendatang, Perseroan bermaksud untuk melaksanakan Rencana Kuasi Reorganisasi dengan menggunakan
posisi laporan keuangan konsolidasian per tanggal 31 Januari 2026.
Keterbukaan Informasi ini dibuat sehubungan dengan rencana Perseroan untuk melakukan Kuasi Reorganisasi, salah satunya dengan cara
pengurangan modal (“Rencana Kuasi Reorganisasi”).
Perseroan menyampaikan Keterbukaan Informasi ini kepada para Pemegang Saham sebagai bagian dari pemenuhan ketentuan yang
diatur dalam Peraturan IX.L.1.
Sehubungan dengan Rencana Kuasi Reorganisasi, Perseroan bermaksud untuk memperoleh persetujuan dari para Pemegang Saham
dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPSLB”) atas pelaksanaan kuasi reorganisasi dan pengurangan modal dasar, modal
ditempatkan, dan modal disetor sehubungan dengan pelaksanaan kuasi reorganisasi. Adapun kuasi reorganisasi akan menjadi efektif
setelah pengurangan modal dasar, modal ditempatkan, dan modal disetor Perseroan efektif.
URAIAN SINGKAT TENTANG PERSEROAN
A. Riwayat Singkat
Perseroan, suatu perseroan terbatas terbuka yang didirikan berdasarkan hukum Republik Indonesia dan berkedudukan di Tangerang,
didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 93 tanggal 26 April 2002, yang dibuat di hadapan Arry Supratno, S.H., Notaris di Jakarta, dan
telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum Republik Indonesia, (“Menkum”) berdasarkan Surat Keputusan No. C-11685
HT.01.01.TH.2002 tanggal 28 Juni 2002 serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia (“BNRI”) No. 78 tanggal 27
September 2002 dan Tambahan BNRI No. 11677 (“Akta Pendirian Perseroan”).
Anggaran dasar Perseroan telah diubah beberapa kali dan terakhir diubah dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran
Dasar PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk atau disingkat PT GMF Aero Asia Tbk No. 3 tanggal 27 Januari 2026, yang dibuat di
hadapan Shanti Indah Lestari, S.H., M.Kn., Notaris di Kabupaten Tangerang, yang telah diberitahukan kepada dan diterima oleh Menkum
berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-0027489 tanggal 29 Januari 2026, dan
telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Kemenkum No. AHU-0016085.AH.01.11.Tahun 2026 tanggal 29 Januari 2026 (“Akta No.
3/2026”).
Akta Pendirian Perseroan, beserta anggaran dasar Perseroan sebagaimana terakhir diubah dengan Akta No. 3/2026, serta seluruh
perubahannya dari waktu ke waktu, selanjutnya disebut sebagai “Anggaran Dasar Perseroan”.
B. Kegiatan Usaha Perseroan
Kegiatan usaha Perseroan berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan dan/atau KBLI adalah Reparasi Pesawat Terbang (KBLI: 33153);
Industri Pesawat Terbang dan Perlengkapannya (KBLI: 30300); Reparasi Motor Listrik, Generator dan Transformator (KBLI: 33141);
Reparasi Alat Ukur, Alat Uji dan Peralatan Navigasi dan Pengontrol (KBLI: 33131); Reparasi Mesin Untuk Keperluan Umum (KBLI: 33121);
Perdagangan Besar Berbagai Macam Barang (KBLI: 46900); Perdagangan Besar Alat Transportasi Udara, Suku Cadang dan
Perlengkapannya (KBLI: 46594); Perdagangan Besar Suku Cadang Elektronik (KBLI: 46521); Perdagangan Besar Mesin, Peralatan dan
Perlengkapan Lainnya (KBLI: 46599); Pergudangan dan Penyimpanan (KBLI: 52101); Aktivitas Bounded Warehousing atau Wilayah
Kawasan Berikat (KBLI: 52103); Angkutan Multimoda (KBLI: 52295); Aktivitas Kebandarudaraan (KBLI: 52231); Jasa Pengurusan
Transportasi (JPT) (KBLI: 52291); Jasa Penunjang Angkutan Udara (KBLI: 52296); Aktivitas Konsultansi Transportasi (KBLI: 70202);
Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Rekayasa (KBLI: 72102); Jasa Inspeksi Periodik (KBLI: 71203); Jasa Kalibrasi/Metrologi
(KBLI: 71205); Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi, Ketenagakerjaan, Agen Perjalanan dan Penunjang Usaha
Lainnya (KBLI: 77309); dan Pendidikan Teknik Swasta (KBLI: 85497).
Namun kegiatan usaha yang telah benar-benar dijalankan saat ini adalah bergerak dalam bidang jasa perawatan, reparasi,
dan overhaul pesawat terbang, perdagangan besar alat transportasi udara dan perlengkapannya, aktivitas kebandarudaraan serta aktivitas
penyewaan dan sewa guna usaha.
Adapun rincian dari masing-masing kegiatan usaha yang benar-benar dijalankan Perseroan yaitu:
1. Perawatan pesawat terbang:
a. reparasi pesawat terbang dan perlengkapannya;
b. reparasi motor listrik, generator dan transformator;
c. reparasi alat ukur, alat uji dan peralatan navigasi pengontrol; dan
d. reparasi mesin untuk keperluan umum.
2
Page 3
2. Perdagangan besar alat transportasi udara:
a. perdagangan besar alat transportasi udara, suku cadang dan perlengkapannya;
b. perdagangan besar suku cadang elektronik; dan
c. perdagangan besar mesin pesawat, peralatan dan perlengkapan lainnya.
3. Aktivitas kebandarudaraan:
a. bounded warehousing atau wilayah kawasan berikat; dan
b. pengurusan moda transportasi dan penunjang angkutan udara.
4. Konsultasi transportasi:
a. penelitian dan pengembangan teknologi kebandarudaraan;
b. inspeksi secara berkala; dan
c. kalibrasi pesawat.
C. Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham
Komposisi struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan yang digunakan dalam keterbukaan informasi ini merujuk pada
posisi per tanggal 31 Januari 2026 setelah mempertimbangkan secara penuh seluruh dampak penyesuaian dari pelaksanaan Aksi
Korporasi Pendahuluan, yakni Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD
II) yang berlangsung sejak 29 Desember 2025 hingga 9 Januari 2026, sebagaimana telah dinyatakan pada Akta No. 3/2026 dan Daftar
Pemegang Saham Perseroan per tanggal 31 Januari 2026, yang diterbitkan oleh PT Datindo Entrycom selaku Biro Administrasi Efek
Perseroan, dengan rincian struktur permodalan dan susunan pemegang saham sebagai berikut:
Nilai Nominal (i) Rp100 per Saham Seri A dan
(ii) Rp25 per Saham Seri B
Keterangan %
Jumlah Nilai Nominal
Jumlah Saham
(dalam Rupiah)
Modal Dasar
Seri A 28.233.511.500 2.823.351.150.000
Seri B 287.065.954.000 7.176.648.850.000
Total Modal Dasar 315.299.465.500 10.000.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Seri A
1. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk 25.156.058.796 2.515.605.879.600 20,15
2. PT Aero Wisata 254.101.604 25.410.160.400 0,21
3. Andi Fahrurrozi (Direktur) 144.400 14.440.000 0,00
4. Kepemilikan masyarakat di bawah 5 % 2.823.206.700 282.320.670.000 2,26
Seri B
1. PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) 82.100.173.900 2.052.504.347.500 65,77
2. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk 9.093.245.600 227.331.140.000 7,28
3. PT Aero Wisata 91.850.900 2.296.272.500 0,07
4. Andi Fahrurrozi (Direktur) 2.156.100 53.902.500 0,00
5. Giring Ganesha Djumaryo (Komisaris) 505.000 12.625.000 0,00
6. Endang Tardiana (Direktur) 3.300 82.500 0,00
7. Bobi Gumelar Raspati (Direktur) 679 16.975 0,00
8. Kepemilikan masyarakat di bawah 5 % 5.313.811.455 132.845.286.375 4,26
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Seri A 28.233.511.500 2.823.351.150.000 22,62
Seri B 96.601.746.934 2.415.043.673.350 77,38
Total Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 124.835.258.434 5.238.394.823.350 100,00
Saham dalam Portepel
Saham Seri A - -
Saham Seri B 190.464.207.066 4.761.605.176.650
Jumlah Saham dalam Portepel 190.464.207.066 4.761.605.176.650
3
Page 4
D. Pengurusan dan Pengawasan Perseroan
Berdasarkan (i) Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk atau disingkat PT GMF Aero Asia Tbk
No. 16 tanggal 28 Juni 2023, yang dibuat di hadapan Shanti Indah Lestari, S.H., M.Kn., Notaris di Kabupaten Tangerang, yang telah
diberitahukan kepada dan diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (“Menkum”) berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan
Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.09-0144480 tanggal 17 Juli 2023 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (“Kemenkum”) di bawah No. AHU 0141925.AH.01.11.Tahun 2023 tanggal 17 Juli 2023, (ii)
Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk atau disingkat PT GMF Aero Asia Tbk No. 5 tanggal 5
Juni 2025, yang dibuat di hadapan Shanti Indah Lestari, S.H., M.Kn., Notaris di Kabupaten Tangerang, yang telah diberitahukan kepada dan
diterima oleh Menkum berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.09-0298833 tanggal 16
Juni 2025 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Kemenkum di bawah No. AHU-0132822.AH.01.11.Tahun 2025 tanggal 16
Juni 2025, dan (iii) Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk atau disingkat PT GMF Aero Asia Tbk
No. 6 tanggal 26 September 2025, yang dibuat di hadapan Shanti Indah Lestari, S.H., M.Kn., Notaris di Kabupaten Tangerang, yang telah
diberitahukan dan diterima oleh Menkum berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.09-
0347084 tanggal 7 Oktober 2025 susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama / Komisaris Independen : Oki Yanuar
Komisaris Independen : Dean Arslan
Komisaris : Giring Ganesha Djumaryo
Komisaris : Sugiharto Prapto
Direksi
Direktur Utama : Andi Fahrurrozi
Direktur Base Management : Bobi Gumelar Raspati
Direktur Keuangan : Tri Hartono
Direktur Sumber Daya Manusia : Mitra Piranti
Direktur Line Operation : Endang Tardiana
INFORMASI MENGENAI RENCANA KUASI REORGANISASI
A. Latar Belakang dan Alasan
Sehubungan dengan Perseroan yang masih mencatatkan saldo laba negatif sebesar AS$512 juta pada pos ekuitas sebagaimana tercermin
dalam laporan keuangan interim yang telah diaudit tanggal 31 Januari 2026, kondisi ini secara langsung mempersempit peluang Perseroan
untuk memperoleh akses terhadap pendanaan eksternal, membatasi kemampuan dalam melakukan ekspansi bisnis dan menjalin kemitraan
strategis jangka panjang, serta menekan daya saing Perseroan di tengah persaingan industri MRO global.
Sejalan dengan penurunan permintaan jasa perawatan pesawat sebagai dampak Covid-19, Perseroan mengalami penurunan revenue,
sementara terdapat biaya tetap yang harus dibayarkan sehingga hal ini menyebabkan penurunan kinerja keuangan yang pada akhirnya
menyebabkan Perseroan berada dalam kondisi ekuitas negatif. Berdasarkan hasil laporan keuangan interim audited tanggal 31 Januari
2026, Perseroan mencatatkan akumulasi saldo laba defisit sebesar AS$512 juta. Kondisi ini menandai tahun kedelapan berturut-turut
Perseroan membukukan ekuitas negatif, setelah pertama kali terjadi pada tahun 2018, dengan rincian sebagai berikut:
31 Januari 31 Desember
Keterangan
2026 2025 2024 2023 2022 2021 2020 2019 2018 2017
Total Laba/
3.115.560 60.570.542 42.004.083 27.701.400 24.867.219 (94.494.930) (311.340.522) (34.743.937) 28.450.109 66.226.277
Rugi Usaha
Total Laba/
2.665.983 33.967.745 26.900.045 20.168.689 3.628.331 (127.351.803) (328.760.804) (54.013.803) 11.124.991 50.946.349
Rugi Bersih
Laba Ditahan
(512.867.455) (515.560.342) (549.509.497) (576.400.613) (596.677.076) (600.248.840) (472.852.450) (128.709.768) (68.389.523) 17.694.098
(Defisit)
Situasi tersebut mempersempit opportunity Perseroan dalam memperoleh akses pendanaan eksternal, membatasi kemampuan untuk
melakukan ekspansi bisnis, menghambat potensi menjalin kemitraan strategis jangka panjang, serta menurunkan daya saing di tengah
persaingan industri MRO global yang semakin ketat.
Namun melalui langkah-langkah efisiensi dan restrukturisasi yang agresif, Perseroan berhasil membalikkan keadaan dengan mencetak
laba bersih berturut-turut sejak tahun 2022 hingga saat ini. Pada tahun 2024 dan tahun 2025, Perseroan juga telah melakukan beberapa
aksi korporasi yang bertujuan untuk memperbaiki struktur modal yaitu inbreng aset dari PT Garuda Indonesia (Persero)Tbk dan PT Angkasa
Pura Indonesia (Persero). Langkah inbreng tersebut berhasil mengubah struktur permodalan Perseroan menjadi membalikkan posisi
ekuitas dari defisiensi modal menjadi ekuitas yang nilainya positif.
4
Page 5
Selaras dengan ketentuan Peraturan IX.L.1, Kuasi Reorganisasi merupakan prosedur akuntansi yang digunakan untuk melakukan
restrukturisasi ekuitas dengan cara mengeliminasi saldo laba negatif (defisit) yang timbul dari kerugian historis, sehingga memberikan ruang
bagi Perseroan untuk tumbuh secara berkelanjutan di masa mendatang.
B. Tujuan dilakukannya Rencana Kuasi Reorganisasi
Meskipun posisi ekuitas Perseroan saat ini telah kembali positif, Perseroan masih dihadapkan dengan satu tantangan utama, yaitu saldo
laba negatif (retained earnings deficit). Dewan Komisaris dan Direksi PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk telah mengadakan
rapat serta menghasilkan keputusan untuk melakukan kuasi reorganisasi dengan cara mengeliminasi saldo laba negatif (defisit)
menggunakan pos-pos ekuitas yang nilainya positif dengan urutan prioritas sesuai dengan Peraturan IX.L.1. Kuasi reorganisasi bertujuan
untuk:
a. Menyajikan laporan posisi keuangan yang lebih mencerminkan kondisi yang sesungguhnya saat ini dimana kondisi Perseroan lebih
sehat, stabil, dan representatif terhadap prospek usaha ke depan tanpa dibebani defisit masa lalu;
b. Penguatan struktur keuangan, melalui perbaikan kualitas ekuitas dengan mengeliminasi saldo akumulasi rugi (saldo laba negatif)
dengan menggunakan komponen ekuitas lain seperti agio saham, selisih nilai transaksi dengan entitas sepengendali serta
pengurangan modal saham, sehingga memberikan fondasi yang lebih kokoh bagi keberlanjutan usaha.
c. Meningkatkan daya tarik investor, di mana dengan tidak adanya saldo defisit, diharapkan Perseroan memiliki kemampuan untuk
membagikan dividen sesuai dengan peraturan yang berlaku. Hal ini akan meningkatkan kepercayaan investor untuk memiliki saham
Perseroan.
d. Dengan kondisi posisi keuangan yang tidak terbebani saldo defisit historis, Perseroan diharapkan lebih mudah memperoleh pendanaan
dari kreditur, jika diperlukan serta mitra strategis dalam mendukung ekspansi dan pembiayaan di masa depan.
C. Persyaratan Kuasi Reorganisasi
Sesuai dengan ketentuan Peraturan IX.L.1, persyaratan untuk dapat melakukan kuasi reorganisasi adalah sebagai berikut:
1. memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan dan Standar Akuntansi Keuangan;
2. terdapat saldo laba negatif yang material dalam laporan keuangan tahunan yang diaudit selama 3 (tiga) tahun terakhir. Saldo laba
negatif dianggap material jika nilai absolut saldo laba negatif tersebut lebih dari:
a. 60% (enam puluh perseratus) dari modal disetor; dan
b. 10 kali dari rata-rata laba tahun berjalan selama 3 (tiga) tahun terakhir; dan
3. memiliki prospek yang baik, dibuktikan dengan adanya laba usaha atau laba operasional, dan laba tahun berjalan dalam laporan
keuangan tahunan yang diaudit selama 3 (tiga) tahun terakhir secara berturut-turut dan dalam laporan keuangan yang diaudit yang
digunakan sebagai dasar pelaksanaan Rencana Kuasi Reorganisasi.
Perseroan telah memenuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan IX.L.1 sebagaimana dapat dilihat pada tabel di bawah ini serta
hal-hal lain yang telah diuraikan pada data Keuangan Perseroan sebagai berikut:
Dalam Dolar AS
31 Januari 31 Desember
Deskripsi
2026 2025 2024 2023
Pendapatan 41.807.493 491.882.794 421.223.186 373.206.984
Beban usaha (38.691.933) (431.312.252) (379.219.103) (345.505.584)
Laba usaha 3.115.560 60.570.542 42.004.083 27.701.400
Laba sebelum pajak penghasilan 4.186.651 40.731.802 24.744.115 19.730.024
Laba tahun berjalan 2.665.983 33.967.745 26.900.045 20.168.689
Rata-rata laba tahun berjalan selama tiga
27.012.160
tahun terakhir (2023, 2024 dan 2025)
Modal saham 364.055.490 356.883.826 219.015.655 219.015.655
Tambahan modal disetor 300.859.138 288.567.252 62.417.236 62.417.236
Uang muka atas modal saham - - 25.909.891 -
Saldo defisit (512.867.455) (515.560.342) (549.509.497) (576.400.613)
Terdapat akumulasi rugi (defisit) yang material dalam laporan keuangan tahunan yang diaudit selama 3 (tiga) tahun terakhir. Akumulasi rugi (defisit)
dianggap material jika nilai absolut akumulasi rugi (defisit) tersebut lebih dari:
a1. 60% (enam puluh persen) dari modal
disetor;
Per tahun 77,13% 79,88% 178,79% 204,81%
Rata-rata selama tiga tahun terakhir (2023,
154,49%
2024 dan 2025)
a2. 60% (enam puluh persen) dari modal
saham;
Per tahun 140,88% 144,46% 250,90% 263,18%
Rata-rata selama tiga tahun terakhir (2023,
219,51%
2024 dan 2025)
b. 10 (sepuluh) kali dari rata-rata laba tahun
berjalan selama 3 tahun terakhir
Per tahun - 19,09x - -
5
Page 6
Perseroan menunjukkan prospek usaha yang positif untuk periode satu bulan yang berakhir pada tanggal 31 Januari 2026, serta untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, 31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023 secara berturut-turut dengan konsisten
memperoleh laba usaha, masing-masing sebesar AS$3.115.560, AS$60.570.542, AS$42.004.083 dan AS$27.701.400. Perseroan juga
mencatat laba tahun berjalan pada periode yang sama masing-masing sebesar AS$2.665.983, AS$33.967.745, AS$26.900.045, dan
AS$20.168.689. Sepanjang tahun 2023 sampai dengan 31 Januari 2026, Perseroan menunjukkan tren pemulihan dan pertumbuhan kinerja
yang positif.
Pada tahun 2023, Perseroan mencatat pendapatan usaha sebesar AS$373.206.984 dengan laba tahun berjalan AS$20.168.689,
mencerminkan efektivitas strategi efisiensi dan pemasaran. Kinerja tersebut meningkat pada tahun 2024 dengan pendapatan tumbuh
12,87% menjadi AS$421.223.186 juta dan laba bersih mencapai AS$26.900.045, didorong oleh aktivitas reaktivasi pesawat Garuda dan
Citilink.
Tren positif berlanjut pada tahun 2025 dengan laba tahun berjalan meningkat menjadi AS$33.967.745, yang menunjukkan penguatan
profitabilitas. Dari sisi posisi keuangan, Perseroan tetap berada dalam kondisi yang solid dengan total aset AS$812.980.121, liabilitas
AS$698.413.061, dan ekuitas positif AS$114.567.060 juta per 31 Desember 2025. Perbaikan struktur keuangan ini diharapkan dapat
mendukung implementasi kuasi reorganisasi serta mendorong pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.
Tren positif tersebut berhasil dipertahankan hingga periode yang berakhir pada 31 Januari 2026. Pada periode satu bulan tersebut,
Perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar AS$41.807.493 dengan capaian laba periode berjalan sebesar AS$2.665.983.
Keberhasilan menjaga profitabilitas ini secara langsung memperkokoh struktur permodalan Perusahaan, di mana per 31 Januari 2026,
Perseroan mencatat total aset sebesar AS$831.955.533, total liabilitas menjadi AS$695.247.478 dan total ekuitas positif Perseroan
meningkat signifikan menjadi AS$136.708.055. Perbaikan struktur keuangan ini diharapkan dapat mendukung implementasi Kuasi
Reorganisasi serta mendorong pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.
D. Informasi Mengenai Rencana Kuasi Reorganisasi
Perseroan bermaksud melakukan Rencana Kuasi Reorganisasi dengan mengeliminasi saldo laba negatif sebesar AS$512.867.455 per
31Januari 2026. Setelah pelaksanaan Rencana Kuasi Reorganisasi tersebut, saldo laba negatif Perseroan akan menjadi nol.
Perseroan bermaksud melakukan Rencana Kuasi Reorganisasi dengan cara mengeliminasi akumulasi saldo laba negatif dengan
menggunakan pos-pos ekuitas di bawah ini yang nilainya positif dengan urutan prioritas sebagai berikut:
1. Agio saham
Eliminasi akumulasi saldo laba negatif Perseroan dengan saldo positif akun agio saham, setelah dikurangi dengan biaya emisi saham
adalah sebagai berikut:
Keterangan Jumlah (AS$)
Saldo laba negatif (512.867.455)
Eliminasi dengan jumlah agio saham 299.560.847
Sisa saldo laba negatif (213.306.608)
2. Selisih modal dari transaksi saham treasuri
Eliminasi antara sisa saldo akumulasi saldo laba negatif setelah eliminasi saldo positif agio saham dengan selisih modal dari transaksi
saham treasuri adalah sebagai berikut:
Keterangan Jumlah (AS$)
Saldo laba negatif (213.306.608)
Eliminasi dengan jumlah selisih modal dari transaksi saham treasuri -
Sisa saldo laba negatif (213.306.608)
3. Selisih kurs atas modal disetor
Eliminasi antara sisa saldo laba negatif setelah eliminasi saldo positif agio saham, selisih modal dari transaksi saham treasuri dengan
selisih kurs atas modal disetor adalah sebagai berikut:
Keterangan Jumlah (AS$)
Saldo laba negatif (213.306.608)
Eliminasi dengan jumlah selisih kurs atas modal disetor -
Sisa saldo laba negatif (213.306.608)
6
Page 7
4. Selisih transaksi dengan pihak non-pengendali
Eliminasi antara sisa saldo laba negatif setelah eliminasi saldo positif agio saham, selisih modal dari transaksi saham treasuri, dan
selisih kurs atas modal disetor dengan saldo pos selisih transaksi dengan pihak nonpengendali adalah sebagai berikut:
Keterangan Jumlah (AS$)
Saldo laba negatif (213.306.608)
Eliminasi dengan jumlah selisih transaksi dengan pihak non-pengendali -
Sisa saldo laba negatif (213.306.608)
5. Selisih nilai transaksi dengan entitas sepengendali
Eliminasi antara sisa saldo laba negatif setelah eliminasi saldo positif agio saham, selisih modal dari transaksi saham treasuri, selisih
kurs modal disetor, dan selisih transaksi dengan pihak nonpengendali dengan saldo positif pos selisih nilai transaksi dengan entitas
sepengendali adalah sebagai berikut:
Keterangan Jumlah (AS$)
Saldo laba negatif (213.306.608)
Eliminasi dengan jumlah selisih nilai transaksi dengan entitas sepengendali 1.142.271
Sisa saldo laba negatif (212.164.337)
6. Modal saham
Pos-pos pada Angka 1 hingga Angka 5 di atas tidak dapat menutup seluruh akumulasi rugi (defisit) Perseroan, Dimana jumlah saldo
laba negatif setelah dilakukan eliminasi dengan menggunakan pos-pos pada Angka 1 hingga angka 5 di atas masih tersisa senilai
AS$212.164.337. Oleh karena itu, maka selanjutnya Perseroan akan melakukan penurunan modal ditempatkan, dan disetor Perseroan
melalui mekanisme penurunan nilai nominal saham tanpa mengurangi jumlah saham yang beredar untuk menutupi saldo laba negatif
yang masih tersisa tersebut.
Perseroan melakukan penurunan modal ditempatkan dan disetor dengan cara menurunkan nilai nominal saham, sehingga setelah
proses penurunan nilai nominal saham, maka modal dasar Perseroan menjadi:
Sebelum Kuasi Sesudah Kuasi
Nilai Nilai
Susunan Permodalan Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah
Nominal Nominal
Saham Nilai (Rp) Saham Nilai (Rp)
(Rp) (Rp)
Modal Dasar
Saham Seri A 100 28.233.511.500 2.823.351.150.000 24 28.233.511.500 677.604.276.000
Saham Seri B 25 287.065.954.000 7.176.648.850.000 17 287.065.954.000 4.880.121.218.000
Jumlah Modal Dasar 315.299.465.500 10.000.000.000.000 315.299.465.500 5.557.725.494.000
Dengan adanya pengurangan modal dasar, modal ditempatkan, dan modal disetor Perseroan sebagaimana dimaksud di atas, struktur
permodalan Perseroan keseluruhan sebagai berikut:
Sebelum Kuasi Sesudah Kuasi
Susunan Permodalan Jumlah Nilai Jumlah
Jumlah Saham % Jumlah Nilai (Rp) Jumlah Saham % Jumlah Nilai (Rp)
(AS$) Nilai (AS$)
Modal Dasar
Saham Seri A 28.233.511.500 8,95 2.823.351.150.000 28.233.511.500 8,95 677.604.276.000
Saham Seri B 287.065.954.000 91,05 7.176.648.850.000 287.065.954.000 91,05 4.880.121.218.000
Jumlah Modal
Dasar 315.299.465.500 100,00 10.000.000.000.000 315.299.465.500 100,00 5.557.725.494.000
Modal Ditempatkan
dan Disetor Penuh
Saham Seri A 28.233.511.500 22,62 2.823.351.150.000 219.015.655 28.233.511.500 22,62 677.604.276.000 52.563.757
Saham Seri B 96.601.746.934 77,38 2.415.043.673.350 145.039.835 96.601.746.934 77,38 1.642.229.697.878 98.627.088
Jumlah Modal
Ditempatkan
dan Disetor Penuh 124.835.258.434 100,00 5.238.394.823.350 364.055.490 124.835.258.434 100,00 2.319.833.973.878 151.190.845
Saham dalam Portepel
Saham Seri A - - - - - -
Saham Seri B 190.464.207.066 100,00 4.761.605.176.650 190.464.207.066 100,00 3.237.891.520.122
Jumlah Saham
dalam Portepel 190.464.207.066 100,00 4.761.605.176.650 190.464.207.066 100,00 3.237.891.520.122
Terdapat selisih pembulatan nilai nominal modal saham Kuasi Reorganisasi sebesar AS$700.308 sebagai akibat atas perbedaan yang
timbul dari hasil perhitungan penurunan nilai nominal saham dalam rangka kuasi reorganisasi, di mana nilai nominal per saham
dibulatkan sesuai ketentuan sistem pencatatan Administrasi Hukum Umum (“AHU”). Selisih tersebut timbul karena hasil pembagian
antara total modal saham dengan jumlah saham beredar tidak menghasilkan angka bulat sesuai satuan nominal yang dapat diterima
sistem pencatatan Administrasi Hukum Umum. Untuk tujuan pembukuan, nilai selisih ini diakui dalam akun Tambahan Modal Disetor
dan tidak berdampak pada jumlah saham beredar maupun nilai total modal disetor setelah penurunan modal.
7
Page 8
Eliminasi antara sisa saldo laba negatif setelah eliminasi saldo positif agio saham, selisih modal dari transaksi saham treasuri, selisih
kurs modal disetor, selisih transaksi dengan pihak nonpengendali, dan selisih nilai transaksi dengan entitas sepengendali dengan saldo
positif pos selisih nilai transaksi dengan entitas sepengendali adalah sebagai berikut:
Deskripsi Jumlah (AS$)
Saldo laba Negatif (212.164.337)
Selisih pembulatan nilai nominal modal saham Kuasi Reorganisasi (700.308)
Sisa saldo laba negatif (212.864.645)
Eliminasi dengan modal ditempatkan dan disetor penuh:
Nominal saham sebelum penurunan 364.055.490
Nominal saham setelah penurunan 151.190.845
Selisih penurunan nilai saham 212.864.645
Sisa saldo laba -
Sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, pengurangan modal Perseroan sebagaimana tersebut di atas
akan dilaksanakan dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1. diperolehnya persetujuan RUPSLB Perseroan yang rencananya akan diadakan pada 1 Juli 2026; dan
2. diperolehnya persetujuan dari Menkum atas perubahan Anggaran Dasar Perseroan sehubungan dengan pengurangan modal
Perseroan. Sesuai dengan ketentuan Pasal 46 ayat (2) jo. Pasal 45 UUPT, persetujuan Menkum sebagaimana dimaksud dalam
butir 2 ini hanya akan diberikan apabila:
a) tidak terdapatnya keberatan tertulis dari kreditur Perseroan dalam jangka waktu 60 (enam puluh) hari sejak tanggal
diumumkannya keputusan pengurangan modal Perseroan dalam 1 (satu) atau lebih surat kabar harian; atau
b) telah tercapainya penyelesaian atas keberatan yang diajukan oleh kreditur (jika ada kreditur yang mengajukan keberatan
secara tertulis); atau
c) gugatan kreditur (jika ada) ditolak oleh pengadilan berdasarkan putusan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.
Dengan asumsi Perseroan tidak menerima adanya keberatan dari kreditur atau pihak lain terkait dengan Rencana Kuasi Reorganisasi,
maka setelah pengurangan modal Perseroan sebagaimana dimaksud di atas menjadi efektif, yaitu pada tanggal diperolehnya
persetujuan dari Menkum atas perubahan Anggaran Dasar Perseroan sebagaimana disebut di atas, maka pengurangan modal sebesar
Rp2.918.560.849.472 (setara dengan AS$212.864.645 ) digunakan untuk mengeliminasi sisa saldo laba negatif Perseroan yang tersisa
setelah dilakukan eliminasi dengan menggunakan pos-pos pada angka D.1 hingga D.5 di atas.
Berikut adalah rangkuman cara perhitungan dan tahap-tahap pengeliminasian saldo laba negatif dalam rangka Rencana Kuasi
Reorganisasi:
Tambahan Modal DIsetor
Modal Selisih nilai Penghasilan Total ekuitas
Keterangan
Ditempatkan Agio saham transaksi dengan Pengampunan Komprehensif Defisit diatribusikan ke
(dalam Dolar Amerika Serikat)
dan Disetor - neto entitas pajak lain entitas induk
sepengendali
Saldo per 31 Januari 2026 –
sebelum kuasi reorganisasi 364.055.490 299.560.847 1.142.271 156.020 (15.494.214) (512.867.455) 136.552.959
1. Eliminasi saldo defisit dengan
agio saham - (299.560.847) - - - 299.560.847 -
Sisa Saldo Defisit 364.055.490 - 1.142.271 156.020 (15.494.214) (213.306.608) 136.552.959
2. Eliminasi saldo defisit dengan
selisih modal dari transaksi
saham treasuri - - - - - - -
Sisa Saldo Defisit 364.055.490 - 1.142.271 156.020 (15.494.214) (213.306.608) 136.552.959
3. Eliminasi saldo defisit dengan
selisih kurs atas modal disetor - - - - - - -
Sisa Saldo Defisit 364.055.490 - 1.142.271 156.020 (15.494.214) (213.306.608) 136.552.959
4. Eliminasi saldo defisit dengan
selisih transaksi dengan pihak
nonpengendali - - - - - - -
Sisa Saldo Defisit 364.055.490 - 1.142.271 156.020 (15.494.214) (213.306.608) 136.552.959
5. Eliminasi saldo defisit dengan
selisih nilai transaksi dengan
entitas sepengendali - - (1.142.271) - - 1.142.271 -
Sisa Saldo Defisit 364.055.490 - - 156.020 (15.494.214) (212.164.337) 136.552.959
6a. Penurunan modal (212.864.645) 212.864.645 - - - - -
6b. Eliminasi saldo defisit dengan
penurunan modal - (212.164.337) - - - 212.164.337 -
Saldo per 31 Januari 2026 –
setelah kuasi reorganisasi 151.190.845 700.308 - 156.020 (15.494.214) - 136.552.959
8
Page 9
E. Ikhtisar Data Keuangan Penting
Ikhtisar data keuangan penting yang disajikan dibawah ini diambil dari masing-masing laporan keuangan konsolidasian GMF Grup yang
telah diaudit untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Januari 2026, 31 Desember 2025, 2024 dan 2023, beserta catatan atas
laporan-laporan keuangan konsolidasian tersebut.
Laporan keuangan konsolidasian Grup pada tanggal dan untuk periode satu bulan yang berakhir pada tanggal 31 Januari 2026 telah diaudit
oleh KAP Purwanto Susanti dan Surja (anggota firma Ernst & Young Global Limited) sesuai dengan standar audit yang ditetapkan oleh
IAPI, dengan opini tanpa modifikasian dan hal-hal lain dalam laporannya No. 01390/2.1505/AU.1/10/1749-2/1/V/2026 tertanggal 19 Mei
2026 yang ditandatangani oleh Ronny Stewart, CPA (Registrasi Akuntan Publik No. AP 1749).
Laporan keuangan konsolidasian Grup pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 telah diaudit oleh
KAP Purwanto Susanti dan Surja (anggota firma Ernst & Young Global Limited) sesuai dengan standar audit yang ditetapkan oleh IAPI,
dengan opini tanpa modifikasian dan hal lain dalam laporannya No. 00282/2.1505/AU.1/10/1749-1/1/III/2026 tertanggal 25 Maret 2026 yang
ditandatangani oleh Ronny Stewart, CPA (Registrasi Akuntan Publik No. AP 1749).
Laporan keuangan konsolidasian Grup pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 telah diaudit oleh
KAP Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan (firma anggota jaringan global PwC) sesuai dengan standar audit yang ditetapkan oleh IAPI, dengan
opini tanpa modifikasian dengan paragraf yang menjelaskan tentang ketidakpastian material yang terkait dengan kelangsungan usaha
Perseroan dalam laporannya No. 00368/2.1457/AU.1/10/0225-3/1/III/2025 tertanggal 25 Maret 2025 yang ditandatangani oleh Ade
Setiawan Elimin, CPA (Registrasi Akuntan Publik No. AP 0225).
Laporan keuangan konsolidasian Grup pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 telah diaudit oleh
KAP Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan (firma anggota jaringan global PwC) sesuai dengan standar audit yang ditetapkan oleh IAPI, dengan
opini tanpa modifikasian dengan paragraf yang menjelaskan tentang ketidakpastian material yang terkait dengan kelangsungan usaha
Perseroan dalam laporannya No. 00508/2.1025/AU.1/10/0225-2/1/III/2024 tertanggal 28 Maret 2024 yang ditandatangani oleh Ade
Setiawan Elimin, CPA (Registrasi Akuntan Publik No. AP 0225).
PT GARUDA MAINTENANCE FACILITY AERO ASIA TBK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 JANUARI 2026, 31 DESEMBER 2025,
31 DESEMBER 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
DALAM DOLAR AS
31 Januari 31 Desember
2026 2025 2024 2023
ASET
Aset Lancar 332.366.805 303.892.171 206.103.485 246.615.548
Aset Tidak Lancar 499.588.728 509.087.950 218.526.718 203.405.555
TOTAL ASET 831.955.533 812.980.121 424.630.203 450.021.103
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek 310.056.461 305.224.989 237.508.591 279.717.345
Liabilitas Jangka Panjang 385.191.017 393.188.072 445.022.915 481.465.660
TOTAL LIABILITAS 695.247.478 698.413.061 682.531.506 761.183.005
EKUITAS/(DEFISIENSI MODAL) 136.708.055 114.567.060 (257.901.303) (311.161.902)
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 831.955.533 812.980.121 424.630.203 450.021.103
PT GARUDA MAINTENANCE FACILITY AERO ASIA TBK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE SATU BULAN DAN TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 JANUARI 2026, 31 JANUARI 2025, 31 DESEMBER 2025, 31 DESEMBER 2024
DAN 31 DESEMBER 2023
DALAM DOLAR AS
31 Januari 31 Desember
2026 2025 2025 2024 2023
Pendapatan 41.807.493 32.260.641 491.882.794 421.223.186 373.206.984
Beban usaha:
Beban pegawai (10.938.915) (9.295.290) (120.858.733) (116.569.103) (101.486.732)
Beban material (15.312.891) (10.274.508) (144.812.174) (117.177.864) (97.791.734)
Beban subkontrak (7.171.108) (4.704.820) (108.620.839) (100.390.977) (105.611.422)
Beban penyusutan (1.213.263) (1.520.513) (19.331.432) (18.694.769) (20.372.753)
Beban operasional (4.801.341) (1.949.351) (32.298.537) (20.441.906) (22.284.253)
(Beban) /penghasilan operasi lainnya, neto 745.585 (428.112) (5.390.537) (5.944.484) 2.041.310
Laba Usaha 3.115.560 4.088.047 60.570.542 42.004.083 27.701.400
9
Page 10
PT GARUDA MAINTENANCE FACILITY AERO ASIA TBK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE SATU BULAN DAN TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 JANUARI 2026, 31 JANUARI 2025, 31 DESEMBER 2025, 31 DESEMBER 2024
DAN 31 DESEMBER 2023
DALAM DOLAR AS
31 Januari 31 Desember
2026 2025 2025 2024 2023
Penghasilan dari restrukturisasi utang - - - 695.969 6.876.476
(Kerugian)/ keuntungan restrukturisasi pembayaran - - - (191.852) 6.711.538
Penghasilan keuangan 89.815 20.695 890.900 337.803 238.867
Beban keuangan (1.313.983) (1.527.950) (20.210.871) (20.166.464) (23.619.058)
(Beban)/penghasilan lain-lain, neto 2.295.259 86.134 (518.769) 2.064.576 1.820.801
Laba sebelum pajak penghasilan 4.186.651 2.666.926 40.731.802 24.744.115 19.730.024
(Beban)/ manfaat pajak penghasilan (1.520.668) (924.853) (6.764.057) 2.155.930 438.665
Laba tahun berjalan 2.665.983 1.742.073 33.967.745 26.900.045 20.168.689
Jumlah penghasilan komprehensif tahun berjalan 2.677.445 1.736.002 34.362.717 27.352.847 19.933.523
Laba yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 2.692.887 1.740.903 33.949.155 26.891.116 20.276.463
Kepentingan nonpengendali (26.904) 1.170 18.590 8.929 (107.774)
Laba neto per saham:
Dasar dan dilusian 0,00002 0,00005 0,0009 0,0010 0,0007
PT GARUDA MAINTENANCE FACILITY AERO ASIA TBK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE SATU BULAN DAN TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 JANUARI 2026, 31 JANUARI 2025, 31 DESEMBER 2025, 31 DESEMBER 2024
DAN 31 DESEMBER 2023
DALAM DOLAR AS
31 Januari 31 Desember
2026 2025 2025 2024 2023
Kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi 9.508.012 (293.831) 65.213.105 14.740.437 30.681.202
Kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi (8.601.361) (160.455) (4.612.115) (4.204.144) (639.036)
Kas neto yang digunakan untuk aktivitas pendanaan 18.033.001 (683.901) (30.543.032) (18.528.862) (14.218.123)
Kenaikan/(penurunan) Neto kas dan setara kas 18.939.652 (1.138.187) 30.057.958 (7.992.569) 15.824.043
Kas dan Setara Kas Awal Tahun 40.955.739 12.623.481 12.623.481 21.051.033 5.103.013
Pengaruh perubahan kurs mata uang asing 7.828 887.045 (1.723.654) (434.983) 123.977
Efek dekonsolidasi anak usaha - - (2.046) - -
Kas dan Setara Kas Akhir Tahun 59.903.219 12.372.339 40.955.739 12.623.481 21.051.033
F. Analisa dan Pembahasan oleh Manajemen
Perseroan mulai memiliki posisi negatif pada saldo laba ditahannya pada tahun 2018 dan meningkat signifikan pada tahun 2019 menjadi
sebesar AS$128.709.768 yang utamanya disebabkan oleh rugi tahun berjalan sebesar AS$54.013.803. Adapun transaksi signifikan yang
menyebabkan rugi tahun berjalan adalah rugi usaha sebesar AS$34.743.937 dan beban keuangan sebesar AS$19.591.875.
Dalam periode 2019–2025, Perseroan menghadapi berbagai dinamika eksternal maupun internal yang mempengaruhi secara signifikan
kinerja usaha dan posisi keuangan. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa perawatan, perbaikan, dan overhaul pesawat udara
MRO, kinerja Perseroan sangat dipengaruhi oleh perkembangan industri penerbangan global dan domestik, termasuk pertumbuhan lalu
lintas udara, tingkat utilisasi armada maskapai, serta kebutuhan perawatan pesawat yang bersifat siklikal mengikuti kondisi industri.
Kondisi Usaha dan Performa Keuangan
Pada periode sebelum pandemi, Perseroan mencatatkan pertumbuhan usaha seiring dengan meningkatnya aktivitas penerbangan. Namun
demikian, pada periode 2020 hingga 2022, Perseroan menghadapi tekanan yang signifikan sebagai dampak dari pandemi COVID-19 yang
menyebabkan penurunan drastis aktivitas penerbangan global dan berdampak langsung terhadap permintaan jasa MRO. Kondisi tersebut
turut mempengaruhi kinerja operasional dan keuangan Perseroan, termasuk penurunan pendapatan usaha serta tekanan terhadap
profitabilitas dan arus kas.
Pada tahun 2020 dan 2021, Perseroan mencatatkan kerugian berkelanjutan. Pada tahun 2020 Perseroan mencatatkan rugi tahun berjalan
sebesar AS$328.760.804 dan pada tahun 2021 Perseroan mencatatkan rugi tahun berjalan pada tahun AS$127.351.803 Namun, semenjak
tahun 2022, Perseroan telah mencatatkan laba tahun berjalan sebesar AS$3.628.331.
10
Page 11
Kinerja keuangan dan operasional Grup Perseroan dipengaruhi oleh sejumlah faktor utama, antara lain:
1. Utilisasi pesawat terbang
Tingkat utilisasi pesawat mencerminkan intensitas penggunaan armada oleh maskapai, yang berbanding lurus dengan kebutuhan
layanan maintenance, repair, and overhaul (“MRO”). Semakin tinggi utilisasi, semakin besar frekuensi perawatan yang dibutuhkan,
sehingga berpotensi meningkatkan pendapatan Perseroan. Sebaliknya, penurunan utilisasi akan berdampak pada berkurangnya
permintaan layanan.
2. Biaya suku cadang dan rantai pasok global
Biaya suku cadang sangat dipengaruhi oleh kondisi rantai pasok global, termasuk ketersediaan material, gangguan logistik, serta
fluktuasi harga dari pemasok internasional. Ketidakstabilan rantai pasok dapat menyebabkan kenaikan biaya, keterlambatan
pengiriman, dan tekanan terhadap margin operasional perusahaan.
3. Kapabilitas teknis
Kapabilitas teknis mencakup kompetensi sumber daya manusia, sertifikasi, teknologi, serta fasilitas yang dimiliki perusahaan dalam
melakukan perawatan pesawat. Kapabilitas yang kuat memungkinkan Perseroan meningkatkan kualitas layanan, efisiensi operasional,
serta memperluas cakupan layanan, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap daya saing dan pendapatan.
4. Fluktuasi nilai tukar (kurs)
Fluktuasi nilai tukar menjadi faktor penting karena sebagian besar transaksi, khususnya pembelian suku cadang dan kontrak dengan
pelanggan internasional, menggunakan mata uang asing (umumnya AS$). Pelemahan nilai tukar Rupiah dapat meningkatkan beban
biaya, sedangkan penguatan Rupiah dapat memberikan dampak sebaliknya terhadap struktur biaya dan profitabilitas.
Pemulihan dan Konsistensi Kinerja Positif
Memasuki periode pasca pandemi, yaitu sejak tahun 2023 hingga 2025, Perseroan mulai menunjukkan pemulihan kinerja yang ditandai
dengan meningkatnya aktivitas perawatan pesawat, perbaikan utilisasi fasilitas hanggar, serta peningkatan kontribusi pendapatan dari
pelanggan non-afiliasi. Perseroan juga melakukan berbagai inisiatif efisiensi operasional, penguatan manajemen rantai pasok, serta
diversifikasi layanan untuk meningkatkan daya saing dan profitabilitas.
Secara umum, kinerja keuangan Perseroan menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten selama periode 2023–2025, dengan
peningkatan pendapatan masing-masing sebesar 12,87% (dua belas koma delapan tujuh persen) pada 2024 dan 16,77% (enam belas koma
tujuh tujuh persen) pada 2025, disertai perbaikan margin usaha dari 7,4% (tujuh koma empat persen) pada 2023 menjadi 12,3% pada 2025.
Hal ini mencerminkan penguatan fundamental bisnis dan efektivitas strategi operasional yang dijalankan. Profitabilitas Perseroan meningkat
secara berkelanjutan, di mana laba bersih tumbuh dari AS$20,17 juta pada 2023 menjadi AS$33,98 juta pada 2025, dengan kenaikan
margin laba bersih dari 5,4% (lima koma empat persen) menjadi 6,9% (enam koma sembilan persen). Peningkatan ini menunjukkan bahwa
pertumbuhan pendapatan telah diikuti oleh perbaikan kualitas laba dan pengendalian biaya yang lebih baik. Struktur biaya menunjukkan
perbaikan efisiensi operasional, khususnya pada beban subcontract dan beban karyawan yang relatif lebih terkendali terhadap pertumbuhan
pendapatan. Meskipun terdapat peningkatan pada beban material, secara keseluruhan Perseroan tetap mampu meningkatkan margin
operasi secara signifikan, yang mencerminkan adanya operating leverage yang positif. Kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban
keuangan juga mengalami penguatan, tercermin dari peningkatan rasio cakupan bunga (interest coverage ratio) yang semakin membaik
seiring pertumbuhan laba usaha. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja operasional telah memberikan ruang yang lebih besar dalam
mendukung stabilitas keuangan Perseroan.
Dengan mempertimbangkan penguatan kinerja operasional dan profitabilitas yang berkelanjutan tersebut, pelaksanaan Kuasi Reorganisasi
menjadi langkah yang relevan dan strategis untuk menata kembali struktur ekuitas Perseroan. Kuasi Reorganisasi dilakukan sebagai upaya
untuk menyelaraskan perbaikan kinerja fundamental dengan struktur permodalan yang lebih sehat, sehingga dapat mendukung
keberlanjutan usaha, meningkatkan fleksibilitas keuangan, serta memperkuat posisi Perseroan dalam mengakses pendanaan dan peluang
ekspansi di masa mendatang.
Meskipun demikian, Perseroan masih menghadapi tantangan dalam memperbaiki struktur permodalan dan posisi ekuitas sebagai akibat
dari akumulasi kerugian pada periode sebelumnya. Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan berencana untuk melaksanakan Rencana
Kuasi Reorganisasi guna mengeliminasi saldo laba negatif dan menyajikan kembali laporan posisi keuangan yang lebih mencerminkan
kondisi keuangan yang wajar, serta mendukung keberlanjutan usaha Perseroan di masa mendatang.
11
Page 12
G. Informasi Mengenai Rencana Kegiatan Usaha Perseroan Untuk Memperbaiki Kinerja Keuangan Ke Depan
1. Prospek Usaha
Industri maintenance, repair, and overhaul (MRO) global menunjukkan prospek pertumbuhan yang positif dalam jangka menengah,
didorong oleh peningkatan trafik penumpang udara, pemulihan aktivitas penerbangan pascapandemi, serta tren peremajaan dan ekspansi
armada pesawat. Selain itu, kebutuhan perawatan pesawat juga meningkat seiring dengan bertambahnya usia armada eksisting (aging
fleet) dan kompleksitas teknologi pada pesawat generasi baru yang memerlukan perawatan yang lebih intensif dan spesifik. Berbagai
sumber industri, termasuk laporan dari lembaga riset global seperti Oliver Wyman, IATA, dan Boeing Commercial Market Outlook,
menunjukkan bahwa permintaan layanan MRO akan terus tumbuh secara konsisten. Sejalan dengan hal tersebut, pertumbuhan jumlah
armada pesawat global yang mencapai CAGR sebesar 2,8% pada periode 2025–2035 turut memperluas potensi pasar MRO, dengan
kawasan Asia Pasifik sebagai salah satu kontributor utama sekaligus kawasan dengan pertumbuhan tercepat. Pertumbuhan ekonomi
Indonesia yang diproyeksikan tetap stabil hingga 2028 semakin memperkuat fondasi peningkatan aktivitas sektor aviasi nasional, sehingga
mendorong permintaan layanan MRO dengan visibilitas jangka panjang yang semakin jelas.
Sejak berdiri pada tahun 2002, Perseroan secara umum menunjukkan perkembangan bisnis yang positif. Namun, pandemi COVID-19 pada
tahun 2020 memberikan tekanan berat terhadap industri penerbangan yang berdampak langsung pada penurunan volume bisnis dan
tergerusnya kondisi ekuitas Perseroan hingga mencatatkan defisit yang signifikan. Melalui berbagai inisiatif perbaikan, Perseroan berhasil
memasuki fase pemulihan dan mencatatkan kembali pertumbuhan pendapatan yang kuat dalam tiga tahun terakhir, hingga pada tahun
2025 Perseroan dapat membukukan pendapatan usaha sekitar AS$491,88 juta dengan laba bersih AS$33,96 juta, mencerminkan
keberhasilan Perseroan dalam menjaga momentum pertumbuhan dan meningkatkan profitabilitas.
Secara keuangan, Perseroan menunjukkan tren perbaikan yang berkelanjutan, antara lain melalui arus kas operasi yang positif sebesar
AS$65,21 juta pada tahun 2025, serta perbaikan posisi ekuitas menjadi positif AS$114,56 juta dari negatif AS$257,90 juta. Upaya penguatan
struktur permodalan ini didukung oleh aksi korporasi, termasuk peningkatan modal dari pemegang saham, yang mencerminkan dukungan
terhadap keberlanjutan usaha Perseroan.
Dalam periode ke depan, pertumbuhan usaha Perseroan diproyeksikan akan ditopang oleh optimalisasi kapasitas fasilitas perawatan,
peningkatan produktivitas layanan, serta penguatan segmen airframe maintenance dan diversifikasi bisnis. Selain itu, Perseroan terus
memperluas basis pelanggan, termasuk peningkatan kontribusi dari pelanggan non-afiliasi, serta memperluas jangkauan pasar
internasional yang mencakup kawasan Asia Tenggara, Asia Timur, Timur Tengah, dan Eropa. Upaya ini memperkuat posisi Perseroan
sebagai mitra strategis domestik dan internasional dalam penyediaan layanan MRO.
Dengan mempertimbangkan tren pertumbuhan industri MRO di kawasan Asia Pasifik yang diproyeksikan terus meningkat, serta strategi
transformasi, diversifikasi usaha, dan penguatan fundamental keuangan yang telah dan akan terus dilakukan, manajemen memiliki
keyakinan bahwa Perseroan memiliki prospek usaha yang baik dan mampu mempertahankan kelangsungan usahanya (going concern) di
masa mendatang.
2. Strategi Bisnis
Dengan meningkatnya pertumbuhan pasar MRO, Perseroan kini berada pada posisi yang semakin solid untuk memasuki fase pertumbuhan
berikutnya. Momentum positif ini semakin diperkuat dengan rencana pelaksanaan kuasi reorganisasi yang menjadi landasan fundamental
dalam memperbaiki struktur keuangan Perseroan. Dengan terhapusnya defisit saldo laba negatif, Perseroan kini memiliki struktur neraca
yang sehat. Kondisi ekuitas yang membaik ini secara langsung meningkatkan fleksibilitas finansial dan daya tarik Perseroan di mata investor
serta mitra strategis, yang sangat krusial untuk mendukung ekspansi bisnis ke depan. Untuk menjaga momentum pasca-kuasi reorganisasi
agar defisit tidak kembali terjadi dan Perseroan mampu memenangkan persaingan di kawasan Asia Pasifik.
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing dan menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham,
manajemen Perseroan menetapkan arah strategis sebagai berikut:
1. Menjaga operasional excellence melalui peningkatan Quality, Cost, Delivery, and Service (QCDS) secara berkelanjutan.
2. Memperkuat kapabilitas dan produktivitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pelatihan berkelanjutan, sertifikasi internasional,
pengembangan talenta, dan sistem kerja yang transparan guna mendukung peningkatan operasional.
3. Menjaga ketahanan dan kesehatan keuangan untuk mendukung operasinal dan pengembangan bisnis kedepannya.
4. Pemanfaatan teknologi dan digitalisasi untuk mendukung operasional yang lebih unggul.
5. Mendorong pertumbuhan bisnis yang profitable dan berkelanjutan melalui ekpansi pasar baik domestik maupun internasional,
pengembangan kapasitas dan kapabilitas layanan, diversifikasi bisnis, serta kerja sama strategis dengan mitra global.
Melalui eksekusi kelima pilar strategi ini dengan ditopang oleh neraca yang telah disehatkan, Perseroan siap untuk memperkuat daya
saingnya di tingkat global, menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan, dan mewujudkan visi Perseroan
sebagai "The Most Valuable MRO Company".
12
Page 13
H. Dampak Positif Kuasi Reorganisasi
Pelaksanaan Rencana Kuasi Reorganisasi diharapkan memberikan dampak positif terhadap posisi ekuitas Perseroan, dengan
memungkinkan Perseroan memulai kembali dengan struktur keuangan yang lebih sehat serta laporan posisi keuangan yang tidak lagi
dibebani oleh akumulasi saldo laba negatif dari periode sebelumnya.
Informasi keuangan konsolidasian proforma sehubungan dengan kuasi reorganisasi tanggal 31 Januari 2026, sebelum dan setelah
pelaksanaan Rencana Kuasi Reorganisasi, telah direviu oleh Kantor Akuntan Publik Purwanto Susanti dan Surja (anggota firma Ernst &
Young Global Limited) sesuai dengan Standar Perikatan Asurans yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia, sebagaimana
tercantum dalam laporan No. 00230/2.1505/JL.0/10/1749-2/1/V/2026 tertanggal 25 Mei 2026 sebagai berikut:
Dalam Dolar AS
31 Januari 2026
Keterangan Sebelum Dilaksanakan Setelah Dilaksanakan
Kuasi Reorganisasi (Diaudit) Kuasi Reorganisasi (Proforma)
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas 59.903.219 59.903.219
Kas dan setara kas yang dibatasi penggunaannya 9.724.302 9.724.302
Investasi jangka pendek 144.319 144.319
Piutang usaha
− Pihak berelasi 71.933.898 71.933.898
− Pihak ketiga 22.858.213 22.858.213
Piutang lain-lain 999.660 999.660
Aset kontrak
− Pihak berelasi 46.637.991 46.637.991
− Pihak ketiga 11.136.684 11.136.684
Persediaan 72.169.872 72.169.872
Uang muka dan beban dibayar di muka 34.498.457 34.498.457
Pajak dibayar di muka
− Pajak penghasilan badan 494.708 494.708
− Pajak lain-lain 1.865.482 1.865.482
Total Aset Lancar 332.366.805 332.366.805
Aset Tidak Lancar
Kas dan setara kas yang dibatasi penggunaannya 360.000 360.000
Piutang usaha pihak berelasi 3.885.182 3.885.182
Piutang lain-lain pihak berelasi 793.030 793.030
Uang muka dan beban dibayar di muka 1.702.951 1.702.951
Aset tetap 470.051.034 470.051.034
Aset hak guna 495.220 495.220
Pajak dibayar di muka
− Pajak penghasilan badan 5.615.479 5.615.479
− Pajak lain-lain 14.006.918 14.006.918
Aset pajak tangguhan 1.076.990 1.076.990
Aset tidak lancar lain-lain 1.601.924 1.601.924
Total Aset Tidak Lancar 499.588.728 499.588.728
Total Aset 831.955.533 831.955.533
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha
− Pihak berelasi 5.997.247 5.997.247
− Pihak ketiga 72.934.610 72.934.610
Utang pajak 3.096.560 3.096.560
Akrual 57.279.925 57.279.925
Utang lain-lain 3.940.972 3.940.972
Liabilitas kontrak
− Pihak berelasi 121.418.353 121.418.353
− Pihak ketiga 19.012.009 19.012.009
Pinjaman, bagian lancar 20.891.815 20.891.815
Liabilitas sewa, bagian lancar 1.938.941 1.938.941
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 3.546.029 3.546.029
Total Liabilitas Jangka Pendek 310.056.461 310.056.461
Liabilitas Jangka Panjang
Utang usaha
− Pihak berelasi 4.300.232 4.300.232
− Pihak ketiga 4.937.817 4.937.817
Pinjaman 350.277.333 350.277.333
Liabilitas sewa 14.479 14.479
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 25.661.156 25.661.156
13
Page 14
31 Januari 2026
Keterangan Sebelum Dilaksanakan Setelah Dilaksanakan
Kuasi Reorganisasi (Diaudit) Kuasi Reorganisasi (Proforma)
Total Liabilitas Jangka Panjang 385.191.017 385.191.017
Total Liabilitas 695.247.478 695.247.478
Ekuitas
Ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik Entitas Induk
Modal Saham 364.055.490 151.190.845
Tambahan modal disetor 300.859.138 856.328
Uang muka atas modal saham - -
Penghasilan komprehensif lain (15.494.214) (15.494.214)
Akumulasi Kerugian (512.867.455) -
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk 136.552.959 136.552.959
Kepentingan nonpengendali 155.096 155.096
Total Ekuitas 136.708.055 136.708.055
Total Liabilitas dan Ekuitas 831.955.533 831.955.533
I. Laporan Akuntan Terkait Perikatan atas Informasi Keuangan Konsolidasian Ringkasan Proforma Setelah Pelaksanaan
Rencana Kuasi Reorganisasi
KAP Purwanto Susanti dan Surja (anggota firma Ernst & Young Global Limited) dalam laporannya No. 00230/2.1505/JL.0/10/1749-
2/1/V/2026 tertanggal 25 Mei 2026 perihal Laporan Praktisi Independen atas Kompilasi Informasi Keuangan Konsolidasian Proforma setelah
pelaksanaan Rencana Kuasi Reorganisasi Perseroan dan Entitas Anak tanggal 31 Januari 2026 dan untuk periode satu bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Januari 2026, menyatakan bahwa Informasi Keuangan Konsolidasian Proforma telah dikompilasi, dalam semua hal yang
material, sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan No. IX.L.1 yang merupakan Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK
No. KEP/718/BL/2012 tertanggal 28 Desember 2012 tentang Kuasi Reorganisasi.
J. Pendapat Akuntan Mengenai Kesesuaian Penerapan Prosedur Pelaksanaan Rencana Kuasi Reorganisasi
KAP Purwanto Susanti dan Surja (anggota firma Ernst & Young Global Limited) dalam laporannya No. 00270/2.1505/JL.0/10/1749-
2/1/VI/2026 tertanggal 11 Juni 2026 perihal Laporan Akuntan Independen mengenai kesesuaian penerapan prosedur dan ketentuan
pelaksanaan rencana kuasi reorganisasi Perseroan dan Entitas Anak pada tanggal 31 Januari 2026, menyatakan bahwa tidak terdapat hal-
hal yang menjadi perhatian Akuntan yang menyebabkan Akuntan yakin, dalam semua hal yang material, bahwa penerapan prosedur dan
ketentuan rencana Kuasi Reorganisasi Perseroan dan Entitas Anak tanggal 31 Januari 2026, tidak memenuhi ketentuan Peraturan No
IX.L.1. yang merupakan Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK No. KEP/718/BL/2012 tertanggal 28 Desember 2012 tentang Kuasi
Reorganisasi.
RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA
Sehubungan dengan Rencana Kuasi Reorganisasi sebagaimana telah dijelaskan dalam Keterbukaan Informasi ini, Perseroan bermaksud
untuk meminta persetujuan dari para pemegang saham melalui RUPSLB yang akan diselenggarakan pada hari Rabu, 1 Juli 2026 dengan
tetap memperhatikan ketentuan yang diatur dalam Anggaran Dasar Perseroan.
Sebagai informasi, tanggal-tanggal penting terkait penyelenggaraan RUPSLB Perseroan dapat dilihat pada tabel jadwal berikut:
Peristiwa Tanggal
Pemberitahuan kepada Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) mengenai agenda RUPSLB 18 Mei 2026
Pengumuman RUPSLB dan pengumuman keterbukaan informasi kepada pemegang saham 25 Mei 2026
Pengumuman Tambahan Keterbukaan Informasi kepada pemegang saham 12 Juni 2026
Pemanggilan RUPSLB 9 Juni 2026
Pelaksanaan RUPSLB 1 Juli 2026
Pengumuman pengurangan modal melalui surat kabar nasional 7 Juli 2026
Tanggal terakhir penyampaian keberatan oleh kreditur kepada Perseroan 4 September 2026
Perkiraan tanggal diperolehnya persetujuan Menkum (dengan asumsi tidak terdapat kreditur yang 4 September 2026
mengajukan keberatan kepada Perseroan)
Perkiraan tanggal pelaksanaan kuasi reorganisasi (dilaksanakan setelah diperolehnya persetujuan Menkum) 4 September 2026
14
Page 15
Mata acara RUPSLB Perseroan adalah sebagai berikut:
1. Persetujuan atas rencana Perseroan untuk melakukan kuasi reorganisasi beserta dengan pengurangan modal dasar, modal
ditempatkan, dan modal disetor penuh Perseroan melalui penurunan nilai nominal saham dalam rangka pelaksanaan kuasi
reorganisasi Perseroan.
2. Perubahan Pasal 4 ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) Anggaran Dasar Perseroan sebagai akibat pelaksanaan pengurangan modal dalam
rangka pelaksanaan kuasi reorganisasi.
Ketentuan kuorum kehadiran dan kuorum persetujuan untuk mata acara pertama dan kedua sebagaimana disebut di atas sesuai dengan
ketentuan Peraturan OJK No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan
Terbuka dan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan adalah sebagai berikut:
1. RUPSLB dapat dilangsungkan jika dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili paling sedikit 2/3 bagian dari jumlah seluruh saham
dengan hak suara yang sah dan keputusan RUPSLB adalah sah jika disetujui oleh lebih dari 2/3 bagian dari seluruh saham dengan
hak suara yang hadir dalam RUPSLB.
2. Dalam hal kuorum kehadiran dalam RUPSLB pertama tidak tercapai, RUPSLB kedua dapat diadakan dengan ketentuan RUPSLB
kedua sah dan berhak mengambil keputusan jika dalam RUPSLB dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili paling sedikit 3/5
bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara dan keputusan RUPSLB kedua adalah sah jika disetujui oleh lebih dari 1/2
bagian dari seluruh saham dengan hak suara yang hadir dalam RUPSLB.
3. Dalam hal kuorum kehadiran pada RUPSLB kedua tidak tercapai, RUPSLB ketiga dapat diadakan dengan ketentuan RUPSLB ketiga
sah dan berhak mengambil keputusan jika dihadiri oleh pemegang saham dari saham dengan hak suara yang sah dalam kuorum
kehadiran dan kuorum keputusan yang ditetapkan oleh OJK atas permohonan Perseroan.
REKOMENDASI DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS PERSEROAN
Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan merekomendasikan kepada seluruh pemegang saham untuk menyetujui Rencana Kuasi
Reorganisasi sebagaimana disebutkan dalam Keterbukaan Informasi ini. Dalam memberikan rekomendasi tersebut kepada pemegang
saham, Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan telah menelaah manfaat dari Rencana Kuasi Reorganisasi, dan oleh karenanya
berkeyakinan bahwa pelaksanaan Rencana Kuasi Reorganisasi merupakan pilihan terbaik bagi Perseroan dan seluruh pemegang saham.
INFORMASI TAMBAHAN
Para pemegang saham yang ingin memperoleh informasi lain sehubungan dengan Rencana Kuasi Reorganisasi, dapat menghubungi
Perseroan selama jam kerja (pukul 09.00 sampai dengan 16.00 WIB) pada hari kerja di kantor Perseroan dengan alamat berikut:
PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Lantai 2, Lobby Selatan Hanggar 4 PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Area Perkantoran Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta
Tangerang 15125, Indonesia
Telp.: (021) 550 8737
Fax.: (021) 550 10461
Situs web: www.gmf-aeroasia.co.id
E-mail: corporate.secretary@gmf-aeroasia.co.id
Hormat kami,
Direksi Perseroan
15
Names mentioned 31 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.1
unresolved
person
Arry Supratno
· Notaris
p.2
unresolved
org
Menteri Hukum Republik Indonesia
p.2
unresolved
org
GMF Aero Asia Tbk
p.2 ×8
unresolved
person
Shanti Indah Lestari
· Notaris
p.2 ×7
unresolved
org
PT Datindo Entrycom
p.3
unresolved
org
PT Angkasa Pura Indonesia (Persero)
p.3 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.4
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.4
unresolved
org
Purwanto Susanti
p.9 ×4
unresolved
org
Young Global Limited
p.9 ×5
unresolved
person
Ronny Stewart
p.9 ×2
unresolved
org
Rintis
p.9 ×2
unresolved
org
Rianto & Rekan
p.9 ×2
unresolved
person
Ade Setiawan Elimin
p.9 ×4
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Purwanto Susanti
p.13
unresolved
org
Bapepam-LK
p.14 ×4
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.