Skip to content
Back to announcement

20241121_TBLA_Penyampaian Bukti Iklan_31780172_lamp2.pdf

Other Text extracted TBLA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 1

Page 1
    3              MONEY & BANKING
                                                                                                                                                                                                                                                                                                             kamis, 21 november 2024


                               BI GUYUR INSENTIF RP 259 T

Intermediasi Perbankan
      Masih Solid
  JAKARTA, ID – Industri perbankan pada Oktober 2024 berhasil mencatatkan
   pertumbuhan kredit yang menguat dibandingkan posisi September 2024 yang
  sempat menyusut. Pertumbuhan yang meningkat tersebut masih dimotori oleh
                              kredit investasi.

Oleh Nida Sahara              Intermediasi                                                                            juga terdampak.
                              Perbankan                                                                                   “Kalau lihat dari ki-




G
                              (% yoy)                                                                                 nerja tahun ini saja,
               ubernur                                                                                                memang pertumbuhan
               Bank Indo-                                                                                             DPK relatif tidak me-
               nesia (BI)                                                                                             ngejar pertumbuhan                                                                                                                                                                                                                                 Istimewa
               Perry War-                                                                                             kredit, memang ini ada-                                    Bank Muamalat Resmi Jadi Bank Kustodian Syariah
               jiyo menga-                                                                                            lah hal yang lumrah di
                                                                                                                                                                                 Direktur PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Karno (kanan) berbincang dengan Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek
takan, pertumbuhan                                                                                                    situasi ekonomi yang
                                                                                                                                                                                 Indonesia (KSEI) Samsul Hidayat (kiri) saat penandatanganan perjanjian kerja sama Bank Muamalat sebagai pemegang
kredit pada Oktober                                                                                                   relatif tumbuh pasca
                                                                                                                                                                                 rekening KSEI di Jakarta, Rabu (20/11/2024). Bank Muamalat resmi menjadi bank kustodian setelah mendapatkan
2024 tetap kuat, men-                                                                                                 pandemi ya,” ujar Asmo,
                                                                                                                                                                                 persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan. Bank Muamalat kini siap melayani transaksi investor pasar modal yang ber-
capai 10,92% secara             Kredit    Kredit       Kredit     Kredit            Kredit       Pembiayaan           sapaan akrabnya.
                                         Investasi   Modal Kerja Konsumsi           UMKM           Syariah                                                                       kaitan dengan efek syariah seperti saham syariah, sukuk, dan reksa dana syariah. Selain itu, Bank Muamalat juga akan
tahunan (year on year/                                                                                                    Menurut dia, pada
                                                     Sep-24             Okt-24                                                                                                   menjalankan pencatatan, penyelesaian, dan penyimpanan efek syariah, administrasi fund, pelaporan serta layanan
yoy). Angka tersebut le-                                                                                              saat pertumbuhan
                                                       Sumber: BI, diolah                                                                                                        lainnya sesuai kebutuhan investor.
bih tinggi dibandingkan                                                                                               ekonomi lebih baik ,
posisi September 2024        buh 8,51% (yoy). Kemu-                 LTV (loan to value) atau                          kredit biasanya selalu
yang naik 10,85% (yoy),      dian, per Oktober 2024,                D P (down pay men t)                              meningkat lebih ken-
setelah bulan sebelum-
nya tercatat meningkat
                             kredit yang disalurkan
                             Rp 725,37 triliun, me-
                                                                    kami masih 0% untuk
                                                                    DP atau LTV 100% kami
                                                                                                                      cang dibanding DPK.
                                                                                                                      Berbeda ketika masa
                                                                                                                                                                                  LPS Bangun Sistem IT Topang BPR dan BPRS
11,4% (yoy). Hal ini me-     ningkat 8,82% (yoy),                   buka masih sangat long-                           pandemi, DPK tumbuh
nunjukkan intermediasi       artinya ada peningkat-                 gar, bahkan bank bisa                             lebih tinggi dibanding-                                       JAK ARTA , ID - Lembaga                           yang buruk. Sejak 2006, sekitar                                          fintech.
perbankan yang mulai         an pada pertumbuhan                    berikan kredit dengan                             kan dengan kredit, ka-                                     Penjamin Simpanan (LPS) menyi-                       7-8 BPR/BPRS per tahun yang                                                  Terlebih, BPR/BPRS diyakini
menggeliat memasuki          kredit bank bersandi                   DP 0%,” ucap Juda.                                rena permintaan akan                                       apkan anggaran senilai Rp 160                        jatuh dan diserahkan ke LPS                                              memiliki kedudukan yang lebih
kuartal IV tahun ini.        saham BBNI tersebut,                       Secara ter pisah,                             kredit yang turun saat                                     miliar untuk membangun sistem                        untuk ditangani. Sementara LPS                                           dekat dengan masyarakat, se-
    Secara sektoral,         sama seperti industri                  Chief Economist Bank                              pandemi.                                                   informasi teknologi (IT) Bank                        sebagai pengumpul iuran dari                                             hingga dampak ekonominya cu-
pertumbuhan kredit           perbankan.                             Mandiri Andry Asmoro                                  “Sekarang di saat de-                                  Perekonomian Rakyat (BPR) dan                        BPR belum memiliki mekanisme                                             kup signifikan. Maka, keselamat-
pada mayoritas sektor                                               mengatakan, apabila                               mand kreditnya tinggi,                                     BPR Syariah (BPRS) pada 2025.                        bantuan yang signifikan.                                                 an BPR/BPRS patut diupayakan.
ekonomi terjaga kuat,        Insentif KLM                           capital outf low terus                            tentu saja DPK harus                                          “Kami ingin membangun sis-                           “Kalau di negara besar, seperti                                           LPS bakal melibatkan Per-
terutama pada sektor             Dari sisi penawar-                 berlanjut pasca keme-                             bisa mengejar. Namun,                                      tem IT unutk BPR/BPRS. Tahun                         Jerman, bank-bank kecil yang                                             himpunan Bank Perekonomian
jasa dunia usaha, per-       an, Perry menjelaskan                  nangan Donald Trump                               kalau dilihat secara year                                  depan akan mulai kami terapkan                       menguasai perbankan, bukan                                               Rakyat Indonesia (Perbarindo)
dagangan, dan industri.      bahwa kuatnya pertum-                  sebagai Presiden AS,                              to date DPK masih tum-                                     dengan pilot project 100 BPR yang                    bank komersial. Jadi, kami ber-                                          serta Pusat Pelaporan dan Anali-
“Berdasarkan kelompok        buhan kredit industri                  maka membuat likuidi-                             buh sekitar 3,11%, jadi                                    akan kami pilih,” kata Ketua                         pikir bagaimana cara membantu                                            sis Transaksi Keuangan (PPATK)
penggunaan, pertum-          perbankan didukung                     tas valuta asing (valas)                          dengan situasi ekster-                                     Dewan Komisioner LPS Purbaya                         mereka,” tambahnya.                                                      dalam pengembangan sistem IT
buhan kredit modal           oleh terjaganya minat                  semakin terbatas. Bah-                            nal yang seperti ini, ten-                                 Yudhi Sadewa saat Rapat Kerja                           Dengan sistem IT yang dikem-                                          itu. Dengan itu, diharapkan sis-
kerja, kredit investasi,     penyaluran kredit, ber-                kan, apabila dilanjutkan                          tu saja likuiditas masih                                   dengan Komisi XI DPR RI, di Ja-                      bangkan nantinya, LPS berharap                                           tem manajemen IT untuk BPR/
dan kredit konsumsi,         lanjutnya realokasi alat               dengan adanya inter-                              akan relatif terbatas,                                     karta, Rabu (20/11/2024).                            BPR/BPRS dapat mempunyai sis-                                            BPRS dapat terwujud dan bisa
masing-masing sebesar        likuid ke kredit oleh                  vensi juga akan berpe-                            jadi masih tetap ketat                                        Inisiatif itu, lanjut Purbaya,                    tem manajemen yang memadai                                               digunakan secara gratis oleh
9,25% (yoy), 13,63%          perbankan dan per-                     ngaruh secara psycholo-                           sehingga harus mitigasi                                    mengingat banyaknya BPR/BPRS                         sehingga mereka bisa bersaing                                            BPRS/BPRS yang menyetor iuran
(yoy), dan 11,01% (yoy)      tumbuhan dana pihak                    gical liquidity rupiahnya                         risiko,” urai Asmo.                                        yang memiliki sistem manajemen                       dengan bank komersial hingga                                             ke LPS. (ks)
pada Oktober 2024,”          ketiga (DPK), serta
ucap Perry dalam kon-        positifnya dampak in-
ferensi pers hasil Rapat     sentif kebijakan likui-                           INFORMASI PELAKSANAAN PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI BERKELANJUTAN I                                                                                INFORMASI PELAKSANAAN PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI BERKELANJUTAN II
Dewan Gubernur BI,           ditas makroprudensi-                           TUNAS BARU LAMPUNG TAHAP II TAHUN 2020 SERI B TINGKAT BUNGA TETAP DENGAN                                                                            TUNAS BARU LAMPUNG TAHAP I TAHUN 2023 TINGKAT BUNGA TETAP DENGAN
Rabu (20/11/2024).           al (KLM) BI. “Hingga                                       JUMLAH POKOK OBLIGASI SEBESAR Rp200.000.000.000,-                                                                                                JUMLAH POKOK OBLIGASI SEBESAR Rp425.000.000.000,-
    Dari data tersebut,      akhir Oktober 2024,                                                   (DUA RATUS MILIAR RUPIAH)                                                                                                                (EMPAT RATUS DUA PULUH LIMA MILIAR RUPIAH)
artinya kredit investasi     Bank Indonesia telah
dan kredit konsumsi          menyalurkan insentif                             PENGUMUMAN INI DIBUAT DALAM RANGKA MEMENUHI KETENTUAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 20/                                               PENGUMUMAN INI DIBUAT DALAM RANGKA MEMENUHI KETENTUAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 20/
                                                                              POJK.04/2020 TANGGAL 23 APRIL 2020 TENTANG KONTRAK PERWALIAMANATAN EFEK BERSIFAT UTANG DAN/ATAU SUKUK                                          POJK.04/2020 TANGGAL 23 APRIL 2020 TENTANG KONTRAK PERWALIAMANATAN EFEK BERSIFAT UTANG DAN/ATAU SUKUK
mengalami peningkat-         KLM sebesar Rp 259                               (“POJK NO. 20/2020”)                                                                                                                           (“POJK NO. 20/2020”)
an, untuk kredit investa-    triliun,” tutur Perry.
si tumbuh dari 12,26%            Apabila dirinci, in-
(yoy) per September          sentif KLM BI diberi-
menjadi 13,63% (yoy)         kan kepada kelompok
per Oktober. Kemudian,       bank pelat merah se-                                                                       PT TUNAS BARU LAMPUNG Tbk.                                                                                                                      PT TUNAS BARU LAMPUNG Tbk.
kredit konsumsi juga         besar Rp 120,9 triliun,                                                                           (“Perseroan”)                                                                                                                                   (“Perseroan”)
meningkat dari 10,88%        bank umum swasta                                                                                         Kegiatan Usaha:                                                                                                                                 Kegiatan Usaha:
per September menjadi        nasional (BUSN) se-                                              Bergerak dalam bidang perkebunan kelapa sawit yang terintegrasi dan perkebunan tebu yang terintegrasi                                           Bergerak dalam bidang perkebunan kelapa sawit yang terintegrasi dan perkebunan tebu yang terintegrasi
tumbuh 11,01% (yoy)          besar Rp 110,9 triliun.                                                                       Berkedudukan di Jakarta Selatan, Indonesia                                                                                                      Berkedudukan di Jakarta Selatan, Indonesia

per Oktober. Sedang-         Berikutnya, kepada                                                            Kantor Pusat:                                                   Kantor Cabang:                                                                 Kantor Pusat:                                                     Kantor Cabang:
                                                                                                        Wisma Budi Lantai 8-9                                            Jl.Ikan Bawal No.1A                                                           Wisma Budi Lantai 8-9                                              Jl.Ikan Bawal No.1A
kan, kredit modal kerja      Bank Pembangunan                                                       Jl.H.R.Rasuna Said Kav. C-6                                       Pesawahan Teluk Betung                                                       Jl.H.R.Rasuna Said Kav. C-6                                         Pesawahan Teluk Betung
mengalami penyusutan         Daerah (BPD) sebesar                                                           Jakarta 12940                                             Bandar Lampung 35223                                                                 Jakarta 12940                                               Bandar Lampung 35223
                                                                                                  Telepon: (021) 5213383 (hunting)                                     Telepon: (0721) 486122                                                    Telepon: (021) 5213383 (hunting)                                       Telepon: (0721) 486122
dari tumbuh 10,01%           Rp 24,7 triliun, dan                                                   Faksimile: (021) 5213332/92                                      Fax: (0721) 486754/482683                                                     Faksimile: (021) 5213332/92                                        Fax: (0721) 486754/482683
per September menja-         kantor cabang bank                                                                                    Email: corsec@sungaibudi.com                                                                                                                    Email: corsec@sungaibudi.com
                                                                                                                               Situs Web: www.tunasbarulampung.com                                                                                                             Situs Web: www.tunasbarulampung.com
di naik 9,25% (yoy) di       asing (KCBA) sebesar
akhir Oktober 2024.          Rp 2,6 triliun.                                 DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS PERSEROAN, BAIK SECARA SENDIRI-SENDIRI MAUPUN BERSAMA-SAMA, BERTANGGUNG                                            DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS PERSEROAN, BAIK SECARA SENDIRI-SENDIRI MAUPUN BERSAMA-SAMA, BERTANGGUNG
                                                                             JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN DAN KELENGKAPAN INFORMASI SEBAGAIMANA DIUNGKAPKAN DI DALAM                                                     JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN DAN KELENGKAPAN INFORMASI SEBAGAIMANA DIUNGKAPKAN DI DALAM
    BI juga mencatat,            Insentif KLM ter-                           KETERBUKAAN INFORMASI INI DAN SETELAH MELAKUKAN PENELITIAN SECARA SEKSAMA, MENEGASKAN BAHWA                                                    KETERBUKAAN INFORMASI INI DAN SETELAH MELAKUKAN PENELITIAN SECARA SEKSAMA, MENEGASKAN BAHWA
pembiayaan syariah           sebut disalurkan ke-                            INFORMASI YANG DIMUAT DALAM KETERBUKAAN INFORMASI INI ADALAH BENAR DAN TIDAK ADA FAKTA PENTING MATERIAL                                        INFORMASI YANG DIMUAT DALAM KETERBUKAAN INFORMASI INI ADALAH BENAR DAN TIDAK ADA FAKTA PENTING MATERIAL
                                                                             DAN RELEVAN YANG TIDAK DIUNGKAPKAN ATAU DIHILANGKAN SEHINGGA MENYEBABKAN INFORMASI YANG DIBERIKAN                                              DAN RELEVAN YANG TIDAK DIUNGKAPKAN ATAU DIHILANGKAN SEHINGGA MENYEBABKAN INFORMASI YANG DIBERIKAN
tumbuh sebesar 11,93%        pada sektor-sektor                              DALAM KETERBUKAAN INFORMASI INI MENJADI TIDAK BENAR DAN/ATAU MENYESATKAN.                                                                      DALAM KETERBUKAAN INFORMASI INI MENJADI TIDAK BENAR DAN/ATAU MENYESATKAN.
(yoy), sementara kredit      prioritas, yaitu sektor
                                                                                                              Pengumuman ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 21 November 2024                                                                             Pengumuman ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 21 November 2024
UMKM tumbuh 4,76%            hilirisasi minerba dan
(yoy). “Dengan per-          pangan, sektor oto-                                                        I. PENDAHULUAN DAN URAIAN INFORMASI ATAU FAKTA MATERIAL                                                                                        I. PENDAHULUAN DAN URAIAN INFORMASI ATAU FAKTA MATERIAL
                             motif, perdagangan,                                                                                                                                                                           Dengan ini Perseroan menyampaikan bahwa sesuai dengan hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Obligasi pada tanggal 7 November 2024,
kembangan tersebut,                                                         Dengan ini Perseroan menyampaikan bahwa sesuai dengan hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Obligasi pada tanggal 7 November
                                                                                                                                                                                                                           Perseroan telah melakukan pembelian kembali ditujukan sebagai Pelunasan atas Obligasi Berkelanjutan II Tunas Baru Lampung Tahap I Tahun
                                                                            2024, Perseroan telah melakukan pembelian kembali ditujukan sebagai Pelunasan atas Obligasi Berkelanjutan I Tunas Baru Lampung Tahap II
pertumbuhan kredit           dan listrik, gas, dan                          Tahun 2020 Seri B (“Obligasi”) sebanyak Rp200.000.000.000,- (dua ratus miliar Rupiah) dari jumlah pokok Obligasi yang terutang atas Obligasi   2023 (“Obligasi”) sebanyak Rp425.000.000.000,- (empat ratus dua puluh lima miliar Rupiah) dari jumlah pokok Obligasi yang terutang atas
                                                                                                                                                                                                                           Obligasi yang sebelumnya diterbitkan oleh Perseroan. Pada tanggal 20 November 2024, Perseroan telah melakukan pembayaran atas dana
pada 2024 diperkirakan       air (LGA), serta sek-                          yang sebelumnya diterbitkan oleh Perseroan. Pada tanggal 20 November 2024, Perseroan telah melakukan pembayaran atas dana pelunasan
                                                                                                                                                                                                                           pelunasan Obligasi melalui rekening Perseroan di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (“KSEI”) sesuai dengan ketentuan KSEI.
                                                                            Obligasi melalui rekening Perseroan di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (“KSEI”) sesuai dengan ketentuan KSEI.
tetap berada pada ki-        tor pariwisata dan                             Informasi kepada para pemegang obligasi ini dibuat untuk para pemegang obligasi agar para pemegang obligasi (“Pemegang Obligasi”)              Informasi kepada para pemegang obligasi ini dibuat untuk para pemegang obligasi agar para pemegang obligasi (“Pemegang Obligasi”)
                                                                                                                                                                                                                           mendapatkan informasi secara lengkap atas pelaksanaan pembelian kembali yang ditunjuk sebagai pelunasan Obligasi tersebut yang telah
saran 10-12% dan akan        ekonomi kreatif ma-                            mendapatkan informasi secara lengkap atas pelaksanaan pembelian kembali yang ditunjuk sebagai pelunasan Obligasi tersebut yang telah
                                                                                                                                                                                                                           dilaksanakan pada tanggal 20 November 2024, dan atas pelaksanaan tersebut Perseroan telah memberitahukan kepada KSEI, Otoritas Jasa
                                                                            dilaksanakan pada tanggal 20 November 2024, dan atas pelaksanaan tersebut Perseroan telah memberitahukan kepada KSEI, Otoritas Jasa
meningkat pada 2025,”        upun UMKM. “Dari                               Keuangan (OJK), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Wali Amanat PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk melalui suratnya yaitu Nomor 070/          Keuangan (OJK), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Wali Amanat PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk melalui suratnya yaitu Nomor 069/
                                                                            OJK/CS/XI/2024 tertanggal 21 November 2024 (“Surat Perseroan”).                                                                                OJK/CS/XI/2024 tertanggal 21 November 2024 (“Surat Perseroan”).
sambung Perry.               sisi permintaan, per-                                                                                                                                                                         Adapun rincian nilai mengenai Obligasi yang tercatat pada penitipan kolektif di KSEI sebelum dan sesudah pembelian kembali yang ditujukan
                                                                            Adapun rincian nilai mengenai Obligasi yang tercatat pada penitipan kolektif di KSEI sebelum dan sesudah pembelian kembali yang ditujukan
    Sejumlah bank be-        tumbuhan kredit di-                            untuk pelunasan adalah sebagai berikut :                                                                                                       untuk pelunasan adalah sebagai berikut :

sar telah mempubli-          dukung oleh kinerja                                                    Sebelum Pelunasan                                                         Setelah Pelunasan                                                     Sebelum Pelunasan                                                         Setelah Pelunasan
kasikan laporan ke-          usaha korporasi yang                                                    Rp200.000.000.000,-                                                               Nihil                                                        Rp425.000.000.000,-                                                                Nihil
                                                                                                                                                                                                                                          (empat ratus dua puluh lima miliar Rupiah)                                    (Obligasi telah lunas seluruhnya)
uangan bul anannya           ter jaga sejalan de-                                                  (dua ratus miliar Rupiah)                                            (Obligasi telah lunas seluruhnya)

hingga Oktober 2024,         ngan perkiraan per-                                                                        II. JUMLAH OBLIGASI YANG TELAH DIBELI                                                                                                           II. JUMLAH OBLIGASI YANG TELAH DIBELI
yakni PT Bank Central        tumbuhan ekonomi                               Jumlah Obligasi yang telah dibeli kembali yaitu sebesar Rp200.000.000.000,- (dua ratus miliar Rupiah).                                         Jumlah Obligasi yang telah dibeli kembali yaitu sebesar Rp425.000.000.000,- (empat ratus dua puluh lima miliar Rupiah).
Asia Tbk (BCA) dan PT        yang tetap baik,” im-                                            III. RINCIAN JUMLAH OBLIGASI YANG TELAH DIBELI KEMBALI UNTUK PELUNASAN                                                                         III. RINCIAN JUMLAH OBLIGASI YANG TELAH DIBELI KEMBALI UNTUK PELUNASAN
Bank Negara Indonesia        buh Perry.                                                                                                                                                                                    Jumlah Obligasi yang telah dibeli kembali untuk pelunasan yaitu sebesar Rp425.000.000.000,- (empat ratus dua puluh lima miliar Rupiah).
                                                                            Jumlah Obligasi yang telah dibeli kembali untuk pelunasan yaitu sebesar Rp200.000.000.000,- (dua ratus miliar Rupiah).
(Persero) Tbk (BNI).             Deputi Gubernur                                                                                                                                                                                                        IV. HARGA PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI YANG TELAH TERJADI
                                                                                                        IV. HARGA PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI YANG TELAH TERJADI
Untuk BCA secara in-         BI Juda Agung me-
                                                                            Harga Pembelian Kembali Obligasi (Buyback Obligasi) adalah harga at par atau 100% (seratus persen) dan pembayaran bunga berjalan terutang      Harga Pembelian Kembali Obligasi (Buyback Obligasi) adalah harga at par atau 100% (seratus persen) dan pembayaran bunga berjalan
dividual, kredit yang        nambahkan, dengan                              sampai dengan tanggal dibayarkannya pokok Obligasi dengan pemberian insentif sebesar 0,5% (nol koma lima persen) dari jumlah pokok             terutang sampai dengan tanggal dibayarkannya pokok Obligasi dengan pemberian insentif sebesar 1% (satu persen) dari jumlah pokok Obligasi
                                                                                                                                                                                                                           Berkelanjutan II Tunas Baru Lampung Tahap I Tahun 2023 yang masih terutang, yang dibayarkan kepada seluruh pemegang Obligasi. Adapun
disalurkan hingga akhir      adanya program 3 juta                          Obligasi Berkelanjutan I Tunas Baru Lampung Tahap II Tahun 2020 Seri B yang masih terutang, yang dibayarkan kepada seluruh pemegang
                                                                                                                                                                                                                           Insentif tersebut dibayarkan bersamaan dengan pembayaran pelunasan Pokok Obligasi sesuai hasil keputusan RUPO.
                                                                            Obligasi. Adapun Insentif tersebut dibayarkan bersamaan dengan pembayaran pelunasan Pokok Obligasi sesuai hasil keputusan RUPO.
Oktober 2024 menca-          rumah dari pemerin-                                                                                                                                                                                                 V. JUMLAH DANA YANG DIGUNAKAN UNTUK PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI
                                                                                                 V. JUMLAH DANA YANG DIGUNAKAN UNTUK PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI
pai Rp 858,06 triliun,       tahan Prabowo Subi-
                                                                                                                                                                                                                           Jumlah dana yang digunakan oleh Perseroan untuk melakukan Pembelian Kembali Obligasi (Buyback Obligasi) yaitu sebesar
tumbuh 14,2% (yoy),          anto, BI turut meng-                           Jumlah dana yang digunakan oleh Perseroan untuk melakukan Pembelian Kembali Obligasi (Buyback Obligasi) yaitu sebesar
                                                                            Rp204.682.916.667,- (dua ratus empat miliar enam ratus delapan puluh dua juta sembilan ratus enam belas ribu enam ratus enam                   Rp434.469.600.000,- (empat ratus tiga puluh empat miliar empat ratus enam puluh sembilan juta enam ratus ribu Rupiah) dengan
angka pertumbuhan-           ambil peran mendu-                             puluh tujuh Rupiah) dengan rincian sebagai berikut :                                                                                           rincian sebagai berikut :
                                                                                                                                                                                                                           -      Jumlah Obligasi yang dibeli kembali sebesar Rp425.000.000.000,- (empat ratus dua puluh lima miliar Rupiah).
nya menurun sedikit          kung terlaksananya                             -     Jumlah Obligasi yang dibeli kembali sebesar Rp200.000.000.000,- (dua ratus miliar Rupiah).
                                                                                                                                                                                                                           -      Bunga gross Obligasi yang dibeli kembali sebesar Rp5.376.350.000,- (lima miliar tiga ratus tujuh puluh enam juta tiga ratus lima puluh ribu
                                                                            -     Bunga gross Obligasi yang dibeli kembali sebesar Rp3.791.666.667,- (tiga miliar tujuh ratus sembilan puluh satu juta enam ratus enam
dibandingkan posisi          program tersebut. Di                                 puluh enam ribu enam ratus enam puluh tujuh Rupiah).                                                                                            Rupiah).
                                                                                                                                                                                                                           -      Insentif nett yang diberikan sebesar Rp4.093.250.000,- (empat miliar sembilan puluh tiga juta dua ratus lima puluh ribu Rupiah).
September yang me-           mana, dari sisi insen-                         -     Insentif nett yang diberikan sebesar Rp891.250.000,- (delapan ratus sembilan puluh satu juta dua ratus lima puluh ribu Rupiah).

ningkat 14,41% (yoy)         tif likuiditas kepada                                                                               VI. INFORMASI TAMBAHAN                                                                                                                           VI. INFORMASI TAMBAHAN

secara bank only.            bank yang menyalur-                            Bagi Pemegang Obligasi Perseroan yang memerlukan informasi lebih lanjut mengenai Pelaksanaan Pembelian Kembali Obligasi Yang Ditujukan         Bagi Pemegang Obligasi Perseroan yang memerlukan informasi lebih lanjut mengenai Pelaksanaan Pembelian Kembali Obligasi Yang Ditujukan
                                                                                                                                                                                                                           Sebagai Pelunasan dapat menghubungi Perseroan pada alamat:
    Di sisi lain, BNI men-   kan kredit ke sektor                           Sebagai Pelunasan dapat menghubungi Perseroan pada alamat :
                                                                                                                                                                                                                                                                                       Sekretaris Perusahaan
                                                                                                                                       Sekretaris Perusahaan
catatkan pertumbuhan         konstruksi, real estate,                                                                              PT Tunas Baru Lampung Tbk.                                                                                                                      PT Tunas Baru Lampung Tbk.
                                                                                                                                                                                                                                                                                       Wisma Budi Lantai 8-9
kredit yang meningkat.       kredit pemilikan ru-                                                                                      Wisma Budi Lantai 8-9
                                                                                                                                                                                                                                                                                   Jl.H.R.Rasuna Said Kav. C – 6
                                                                                                                                   Jl.H.R.Rasuna Said Kav. C – 6
Di mana, per September       mah (KPR) dan kredit                                                                                           Jakarta 12940                                                                                                                                   Jakarta 12940
                                                                                                                                                                                                                                                                                Telepon: (62) (21) 521-3383 (hunting)
2024, kredit bank only       pemilikan apartemen                                                                                Telepon: (62) (21) 521-3383 (hunting)
                                                                                                                                       Fax: (62) (21) 521-3332                                                                                                                         Fax: (62) (21) 521-3332
yang dikucurkan senilai      (KPA).                                                                                                Email: corsec@sungaibudi.com                                                                                                                    Email: corsec@sungaibudi.com

Rp 721,76 triliun, tum-          “Kedua, dari sisi

File

File Open PDF
Source IDX
Size10.45 MB
Published21 Nov 2024
Pages1
Characters40,025
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 13 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org TUNAS BARU LAMPUNG Tbk. p.1 ×17
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.1 ×3
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.1 ×2
unresolved org Bank Indo- p.1
unresolved org Bank Muamalat Resmi Jadi Bank Kustodian Syariah p.1
unresolved org Bank Muamalat Indonesia Tbk p.1 ×2
unresolved org PT Kustodian Sentral Efek p.1
unresolved org Bank Muamalat p.1 ×4
unresolved org Bank Indonesia p.1
unresolved org PT Kustodian Sentral Efek Indonesia p.1 ×3
unresolved org PT Bank Central p.1
unresolved org Asia Tbk p.1

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result