Back to announcement
20260611_CGAS_Laporan Informasi dan Fakta Material_32100479_lamp1.pdf
Other Text extracted CGASSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 17
Page 1
REVISI KETERBUKAAN INFORMASI
PT CITRA NUSANTARA GEMILANG Tbk (“PERSEROAN”)
SEHUBUNGAN DENGAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
PERSEROAN
KETERBUKAAN INFORMASI INI DIBUAT DALAM RANGKA MEMENUHI PERATURAN
OTORITAS JASA KEUANGAN NO. 17/POJK.04/2020 TENTANG TRANSAKSI MATERIAL DAN
PERUBAHAN KEGIATAN USAHA (“POJK NO. 17/2020”).
PT CITRA NUSANTARA GEMILANG Tbk
Kegiatan Usaha:
Perdagangan dan Distribusi Gas Alam
Kantor Pusat:
Jl. Kalimalang No.126, Tegal Gede, Kelurahan
Pasirsari, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten
Bekasi, Provinsi Jawa Barat 17530 Indonesia
Telepon: (021) 829 8507; 831 9879;
Faksimili: (021) 829 1391
Email: corporate.secretary@cng.co.id;
Website: www.cng.co.id
KETERBUKAAN INFORMASI INI TERKAIT PERUBAHAN/PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
MENGGUNAKAN PENILAI DAN WAJIB MEMPEROLEH PERSETUJUAN RUPS SEBAGAIMANA
KETENTUAN YANG TERMUAT DALAM POJK NO. 17/2020.
Keterbukaan Informasi ini diumumkan pada situs web Perseroan dan Bursa Efek Indonesia.
Keterbukaan Informasi ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 11 Juni 2026.
Page 2
I. PENDAHULUAN
Keterbukaan Informasi kepada para Pemegang Saham Perseroan ini (“Keterbukaan Informasi”) memuat
informasi mengenai Perubahan Kegiatan Usaha Perseroan sebagaimana dimaksud dalam POJK No.
17/POJK.04/2020 yang diwajibkan untuk memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham berupa
penambahan bidang usaha baru sebagaimana tersebut di dalam definisi Penambahan Klasifikasi Baku
Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI”) di pembukaan Keterbukaan Informasi ini yang rencananya akan
diselenggarakan pada tanggal 15 bulan Juni 2026 (“RUPSLB”).
Sehubungan dengan hal-hal sebagaimana disebutkan di atas, Direksi Perseroan mengumumkan Keterbukaan
Informasi ini melalui situs web Perseroan dan situs web Bursa Efek Indonesia dengan maksud untuk
memberikan informasi maupun gambaran yang lebih lengkap kepada para Pemegang Saham Perseroan
mengenai rencana Penambahan Kegiatan Usaha.
Perseroan juga menyediakan data mengenai Penambahan Kegiatan Usaha kepada pemegang saham sejak
saat Pengumuman RUPSLB serta dokumen pendukung kepada OJK dengan ketentuan sebagaimana diatur
dalam POJK No. 17/POJK.04/2020. Keterbukaan Informasi ini menjadi dasar pertimbangan bagi para
pemegang saham Perseroan untuk memberikan persetujuan atas rencana Penambahan Kegiatan Usaha dalam
hal ini berupa Penambahan KBLI yang akan diusulkan oleh Perseroan kepada RUPSLB.
II. KETERANGAN MENGENAI PERSEROAN
i. RIWAYAT SINGKAT PERSEROAN
PT Citra Nusantara Gemilang Tbk ("Perseroan") didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 22, tanggal
21 Desember 2005 oleh Edi Priyono, S.H, Notaris di Jakarta. Anggaran Dasar Perseroan telah disetujui
oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. W7-00990 HT.01.01-TH.2006, tanggal 27 September
2006. Perseroan berstatus perusahaan terbuka ( public company) sejak tahun 2024. Perseroan
didirikan serta menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia dalam bidang distribusi gas alam dan
buatan, perdagangan besar bahan padat, cair dan gas dan produk YBDI dan Aktivitas Perusahaan
Holding.
Saat ini, kegiatan usaha utama yang dijalankan oleh Perseroan adalah bergerak dalam bidang usaha
distribusi gas alam dan buatan di Indonesia, perseroan telah memeroleh Izin Niaga dari Kementerian
Energi dan Sumber Daya Mineral yang disesuaikan dengan penambahan CNG Station Grobongan
dengan nomor ijin 388/1/IU-PB/ESDM/2025 yang ditetapkan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, tanggal 01 September 2025. Perseroan telah menjalankan
kegiatan operasional secara komersial sejak September 2006. Perseroan akan melakukan perubahan
Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan yang dimintakan persetujuannya dalam RUPSLB berupa
penambahan kegiatan usaha baru. Penambahan kegiatan usaha baru tersebut adalah penambahan
KBLI 35201 Kelompok ini mencakup usaha pengolahan bahan bakar gas yang dapat dimanfaatkan
secara langsung sebagai bahan bakar di mana pembuatannya disertai usaha peningkatan mutu gas,
seperti pemurnian, pencampuran dan proses lainnya yang dihasilkan dari gas alam (termasuk LPG),
karbonasi dan gasifikasi batu bara, atau bahan hidrokarbon lain yang ketentuannya sudah disesuaikan
dengan Peraturan Perundang-undangan yang mengatur mengenai Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
Indonesia (“KBLI 2020”)
ii. KEGIATAN USAHA PERSEROAN
Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Perseroan ialah
berusaha dalam bidang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI”) nomor 35202 yaitu
distribusi gas alam dan buatan, Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI”) nomor 46610
yaitu perdagangan besar bahan padat, cair dan gas dan produk YBDI dan Klasifikasi Baku Lapangan
Usaha Indonesia (“KBLI”) nomor 64200 yaitu Aktivitas Perusahaan Holding, Perseroan saat ini
menjalankan seluruh kegiatan usaha yang didaftarkan.
2
Page 3
Selanjutnya Perseroan akan melakukan perubahan Anggaran Dasar Perseroan yang dimintakan
persetujuannya dalam RUPSLB berupa penambahan kegiatan usaha baru. Penambahan kegiatan
usaha baru tersebut adalah penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI”) dengan
nomor 35201 Kelompok ini mencakup usaha pengolahan bahan bakar gas yang dapat dimanfaatkan
secara langsung sebagai bahan bakar di mana pembuatannya disertai usaha peningkatan mutu gas,
seperti pemurnian, pencampuran dan proses lainnya yang dihasilkan dari gas alam (termasuk LPG),
karbonasi dan gasifikasi batu bara, atau bahan hidrokarbon lain yang ketentuannya sudah disesuaikan
dengan Peraturan Perundang-undangan yang mengatur mengenai Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
Indonesia (“KBLI 2020”)
iii. STRUKTUR PERMODALAN
Rincian struktur permodalan Perseroan berdasarkan laporan Biro Administrasi Efek (BAE) per tanggal
31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
iv. Struktur Dewan Komisaris dan Dewan Direksi Perseroan
Susunan pengurus Perseroan pada tanggal 31 Desember 2025 berdasarkan Laporan Keuangan
Perseroan yang teraudit pada tahun buku 2025 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
1. Komisaris Utama : Drs. KH. As’ad Said Ali
2. Komisaris : Raditya Muhas Juvirawan
3. Komisaris Independen : Leo Herlambang
Dewan Direksi
1. Direktur Utama : Andika Purwonugroho
2. Direktur : M Isa Safardi
3. Direktur : Agung Wibawa
4. Direktur : Andika Andianto
III. PENJELASAN, PERTIMBANGAN DAN ALASAN DILAKUKANNYA PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
Sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha, Perseroan memandang perlu melakukan
penyesuaian kegiatan usaha melalui penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).
Langkah ini didasarkan pada rencana ekspansi bisnis yang semula berfokus pada distribusi
Compressed Natural Gas (CNG) menjadi pengelolaan dan pemanfaatan Liquefied Natural Gas (LNG).
Perubahan pola bisnis tersebut menuntut adanya kesesuaian antara kegiatan operasional dengan
klasifikasi usaha yang tercantum dalam perizinan berusaha, guna memastikan kepatuhan terhadap
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di sektor energi dan sumber daya mineral.
Selain itu, Perseroan telah memperoleh hak pengusahaan melalui kemenangan
3
Page 4
tender pemanfaatan sumur marginal di wilayah Karawang, Tanjung Pakis, Jawa Barat pada tahun
2022, serta didukung dengan diterbitkannya izin alokasi gas oleh Menteri Energi dan Sumber Daya
Mineral berdasarkan Surat Nomor T-312/MG.04/MEM.M/2025 tanggal 4 Juli 2025. Berdasarkan
ketentuan dalam izin alokasi tersebut, kegiatan usaha yang dijalankan tidak lagi terbatas pada
distribusi, melainkan mencakup pengadaan gas yang diambil langsung dari sumur tanpa melalui
jaringan pipa. Oleh karena itu, penambahan KBLI 35201 tentang pengadaan Gas Alam dan Buatan
merupakan suatu keharusan hukum untuk mencerminkan kegiatan usaha yang sebenarnya
dijalankan oleh Perseroan serta sebagai bentuk kepatuhan administratif dalam sistem perizinan
berusaha. Sehubungan dengan rencana tersebut diatas, untuk mengetahui kelayakan atas
penambahan kegiatan usaha tersebut, maka Perseroan membutuhkan studi kelayakan untuk
memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia (“POJK”) No. 17/POJK.04/2020
tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha. Untuk mengetahui kelayakan atas usaha
Perseroan tersebut, maka Perseroan memerlukan Kajian dari Pihak Independen untuk melakukan
analisa dan kajian serta menyusun Laporan Studi Kelayakan. Selanjutnya manajemen Perseroan
menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik (“KJPP”) Herman Meirizki dan Rekan sebagai pihak independen
dalam penyusunan laporan studi kelayakan tersebut.
IV. RINGKASAN STUDI KELAYAKAN
A. Penunjukan
Perseroan telah menunjuk Willyams, S.E., MAPPI (Cert.) sebagai penilai terhadap kelayakan usaha
Perseroan, Willyams, S.E MAPPI (Cert.) merupakan Penilai Publik dengan Nomor Izin B-1.22.00627
dan Nomor MAPPI 13-S-04028 sebagai Rekan Kantor Jasa Penilai Publik Herman Meirizki dan Rekan
(”HMR” atau “kami” atau “Penilai”) dengan Nomor Izin Usaha 2.14.0120, domisili Kota Jakarta
Selatan dengan wilayah kerja di seluruh Indonesia.
B. Objek Studi Kelayakan
Objek studi kelayakan adalah kelayakan atas rencana penambahan kegiatan usaha sesuai KBLI
35201Pengadaan Gas Alam Buatan oleh Perseroan (selanjutnya disebut “Rencana Penambahan
KBLI”).
C. Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan
Maksud dan tujuan studi kelayakan ini adalah untuk memberikan pendapat kelayakan atas Rencana
Penambahan KBLI. Laporan ini disusun dalam rangka memenuhi ketentuan yang diatur dalam
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha. Peraturan tersebut mensyaratkan adanya laporan studi kelayakan atas
perubahan kegiatan usaha yang disusun oleh Penilai.
D. Tanggal Studi Kelayakan
Tanggal studi kelayakan dalam laporan ini adalah tanggal 31 Desember 2025.
E. Asumsi dan Kondisi Pembatas
Laporan studi kelayakan ini dibatasi oleh asumsi dan kondisi pembatas sebagai berikut:
1. Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion;
2. Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses studi kelayakan;
3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya;
4. Proyeksi keuangan dibuat oleh manajemen Perseroan dengan mencerminkan kewajaran
proyeksi keuangan dan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty);
5. bertanggungjawab atas pelaksanaan analisis studi kelayakan;
6. Laporan studi kelayakan ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan;
7. Kantor Jasa Penilai Publik (“KJPP”) Herman Meirizki dan Rekan bertanggungjawab atas laporan studi
4
Page 5
kelayakan dan kesimpulan akhir dari laporan ini;
8. Kami telah memperoleh informasi atas status hukum Perseroan dari pemberi tugas berdasarkan
dokumen legalitas Perseroan;
9. Laporan studi kelayakan disusun berdasarkan kondisi bisnis, perekonomian, dan
peraturanperaturan yang secara umum berlaku sampai dengan tanggal penerbitan laporan studi
kelayakan ini;
10. Kami mengasumsikan bahwa setelah tanggal diterbitkannya laporan studi kelayakan tidak
terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap hasil studi kelayakan.
Kami tidak bertanggungjawab untuk menegaskan atau memutakhirkan kembali pendapat kami
atas perubahan asumsi dan kondisi yang terjadi setelah tanggal laporan studi kelayakan ini;
11. Kami tidak melakukan due diligence atas aspek perpajakan dan aspek hukum Perseroan;
12. Analisis dalam studi kelayakan didasarkan pada keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan data
dan informasi yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau pemberi tugas. Kami
mengasumsikan bahwa data dan informasi yang diberikan kepada kami adalah benar, lengkap,
dan tidak menyesatkan. Kami tidak bertanggungjawab atas kemungkinan adanya data atau
informasi yang tidak diungkapkan, ketidakakuratan dan ketidakterbukaan data atau informasi,
perubahan data atau asumsi yang dijadikan dasar studi kelayakan yang dapat mempengaruhi
hasil studi kelayakan;
13. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan studi kelayakan ini tidak merupakan dan tidak dapat
ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
prosedurprosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
dimaksudkan untukmengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau
penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum.
F. Asumsi Khusus
Asumsi khusus yang akan digunakan merupakan asumsi khusus yang relevan dan wajar sehubungan
dengan studi kelayakan. Asumsi khusus merupakan asumsi yang berbeda dari keadaaan sebenarnya
pada tanggal studi kelayakan. Analisis akan menggunakan asumsi yang wajar untuk diterima dalam
studi kelayakan.
G. Subsequent Event
Dari tanggal studi kelayakan yaitu tanggal 31 Desember 2025 sampai dengan tanggal diterbitkannya
laporan ini, tidak terdapat subsequent event atau kejadian penting yang dapat mempengaruhi hasil
analisis studi kelayakan secara signifikan.
H. Metodologi Studi Kelayakan
Metode yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan ini adalah sebagai berikut:
• Pengumpulan data langsung dari Perseroan terkait Rencana Penambahan KBLI yang mencakup
identitas, perizinan, rencana usaha, dan data terkait lainnya;
• Melakukan Analisis Kelayakan Pasar, Analisis Kelayakan Teknis, Analisis Kelayakan Pola Bisnis,
Analisis Kelayakan Model Manajemen, dan Analisis Kelayakan Keuangan;
• Melakukan analisis kelayakan atas objek studi kelayakan dengan menggunakan indikator Net
Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index (PI), dan Return on
Investment (ROI);
• Memberikan Kesimpulan Hasil Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha.
I. Sumber Informasi Yang Dapat Dihandalkan
Studi kelayakan dapat menggunakan data atau sumber informasi tanpa melalui verifikasi terlebih
dahulu yaitu data-data sebagai berikut:
• Data beta industri dan country risk premium bersumber dari Damodaran;
• Data Obligasi Pemerintah Republik Indonesia dari PT Penilai Harga Efek Indonesia atau sumber
lainnya;
5
Page 6
• Data Statistik Perbankan Indonesia dari Bank Indonesia atau Otoritas Jasa Keuangan;
• Data nilai tukar, inflasi, ataupun data publikasi lainnya bersumber dari Bank Indonesia;
• Data lainnya bersumber dari lembaga pemerintahan lainnya;
• Sumber data lainnya yang terkait dengan studi kelayakan.
J. Sumber Data
Dalam menyusun studi kelayakan ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau
melaksanakan prosedur atas informasi sebagai berikut:
1) Company profile dan struktur organisasi Perseroan per 31 Desember 2025;
2) Laporan keuangan audit per 31 Desember 2025 Nomor 00040/2.1524/AU.1/05/1350-
4/1/III/2026 oleh Kantor Akuntan Publik Jonnardi, Jamaludin, Sukimto & Rekan tanggal 30 Maret
2026 dengan opini wajar tanpa modifikasian, yang ditandatangani oleh Kevin Muhammad Rizka,
SE., M.Ak., Ak., CA., CPA., CFI., ASEAN CPA selaku penanggung jawab audit;
3) Laporan keuangan audit per 31 Desember 2024 Nomor 00056/2.0927/AU.1/05/1350-
3/1/III/2025 oleh Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Ardi, Sukimto & Rekan tanggal 24 Maret 2025
dengan opini wajar tanpa modifikasian, yang ditandatangani oleh Kevin Muhammad Rizka, SE.,
M.Ak., Ak., CA., CPA., CFI., ASEAN CPA selaku penanggung jawab audit;
4) Laporan keuangan audit per 31 Desember 2023 Nomor 00043/2.0927/AU.1/05/1362-
2/1/III/2024 oleh Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Ardi, Sukimto & Rekan tanggal 28 Maret 2024
dengan opini wajar tanpa modifikasian, yang ditandatangani oleh Kevin Muhammad Rizka, SE.,
M.Ak., Ak., CA., CPA., CFI., ASEAN CPA selaku penanggung jawab audit;
5) Laporan keuangan audit per 31 Desember 2022 Nomor 00092/2.0927/AU.1/05/1350-
1/1/VIII/3023 oleh Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Ardi, Sukimto & Rekan tanggal 10 Agustus
2023 dengan opini wajar tanpa modifikasian, yang ditandatangani oleh Kevin Muhammad Rizka,
SE., M.Ak., Ak., CA., CPA., CFI., ASEAN CPA selaku penanggung jawab audit;
6) Laporan keuangan audit per 31 Desember 2021 Nomor 00118/2.0927/AU.1/05/0109-
2/1/VI/2022 oleh Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Ardi, Sukimto & Rekan tanggal 30 Juni 2022
dengan opini wajar tanpa modifikasian, yang ditandatangani oleh Ben Ardi, CA, CPA, CLI selaku
penanggung jawab audit;
7) Proyeksi laporan keuangan Perseroan tahun 2026-2033 Tanpa Rencana Penambahan KBLI dan
Dengan Rencana Penambahan KBLI, yang disusun oleh manajemen Perseroan;
8) Draft Perjanjian Jual Beli Gas antara PT Pertamina EP dan Perseroan tentang Penjualan Gas dari
Struktur Galian Field Tambun Zona 7 Regional 2 Wilayah Kerja Pertamina EP;
9) Penetapan Alokasi dan Pemanfaatan serta Harga Gas Bumi dari Lapangan Galian Wilayah Kerja
Pertamina EP Zona 7 kepada Perseroan Nomor T-312/MG.04/MEM.M/2025 tanggal 4 Juli 2025;
10) Informasi lain dari manajemen Perseroan ataupun pihak lain yang relevan dengan penugasan;
11) Data informasi pasar, ekonomi, industri berdasarkan media cetak dan elektronik yaitu website
Bank Indonesia, website Aswath Damodaran, website Penilai Harga Efek Indonesia, dan sumber
informasi lainnya yang kami anggap relevan.
K. Analisis Studi Kelayakan
1. Berdasarkan penelaahan aspek legalitas dan hukum, Perseroan terlah memiliki perizinan pokok
dan dokumen operasional lainnya untuk melakukan kegiatan komersialnya sesuai dengan
peraturan perundang-undangan yang berlaku. Perseroan telah memiliki izin Penetapan Alokasi
dan Pemanfaatan serta Harga Gas Bumi dari Lapangan Galian Wilayah Kerja Pertamina EP Zona
7 kepada Perseroan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor
T-312/MG.04/MEM.M/2025 tanggal 4 Juli 2025;
2. Berdasarkan analisis kelayakan pasar, Rencana Penambahan KBLI dinilai layak untuk dijalankan,
didukung oleh prospek permintaan LNG yang terus meningkat, adanya kesenjangan pasokan
gas di wilayah non-pipeline, serta posisi strategis Perseroan yang didukung oleh model distribusi
yang fleksibel, ketersediaan pasokan, dan potensi pasar yang masih luas;
3. Berdasarkan analisis kelayakan teknis, Perseroan dinilai memiliki kesiapan yang memadai untuk
melaksanakan Rencana Penambahan KBLI, didukung oleh kapasitas produksi yang terukur,
6
Page 7
infrastruktur produksi dan distribusi yang terintegrasi, ketersediaan bahan baku yang terjamin,
serta dukungan sumber daya manusia dan tenaga ahli yang kompeten;
4. Berdasarkan analisis kelayakan pola bisnis, Perseroan dinilai memiliki model bisnis yang kuat,
terintegrasi, dan berdaya saing tinggi, yang didukung oleh keunggulan kompetitif, tingkat imitasi
yang relatif rendah, serta kemampuan dalam menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan,
sehingga mampu mendukung keberhasilan implementasi Rencana Penambahan KBLI;
5. Berdasarkan analisis kelayakan model manajemen, Perseroan dinilai memiliki kesiapan yang
memadai dalam mendukung implementasi Rencana Penambahan KBLI, yang tercermin dari
perencanaan sumber daya manusia yang terstruktur, dukungan tenaga ahli pada tahap awal
operasional, serta pengelolaan aspek kekayaan intelektual yang telah memiliki kepastian hukum.
Dengan demikian, model manajemen yang diterapkan mampu mendukung kelancaran
operasional secara efektif, efisien, dan berkelanjutan;
6. Berdasarkan analisis kelayakan keuangan, Rencana Penambahan KBLI akan menghasilkan NPV
positif sebesar Rp161,09 miliar, analisis IRR sebesar 32,30% yang lebih besar dari WACC,
analisis Discounted Payback Period menunjukkan bahwa periode pengembalian investasi yang
telah didiskontokan tercapai dalam waktu 3,75 tahun, analisis Profitability Index sebesar 1,89
kali yang menunjukkan bahwa nilai sekarang dari arus kas masuk lebih tinggi dibandingkan arus
kas keluar, analisis rata-rata ROE sebesar 12,91%, dan rata-rata ROI sebesar 9,11%
menunjukkan adanya return bagi Perseroan.
L. Kesimpulan
Berdasarkan kajian, evaluasi, Analisis kelayakan pasar, Analisis kelayakan teknis, Analisis kelayakan
pola bisnis, Analisis kelayakan model manajemen, dan Analisis kelayakan keuangan serta proyeksi-
proyeksi lainnya dengan syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka dapat
disimpulkan bahwa rencana penambahan kegiatan usaha yang akan dilaksanakan oleh Perseroan
adalah layak.
V. KETERSEDIAAN TENAGA AHLI SEHUBUNGAN DENGAN RENCANA PENAMBAHAN
KEGIATAN USAHA
a. Mekanisme Pemenuhan Tenaga Kerja
Perseroan merencanakan pemenuhan kebutuhan tenaga kerja sebanyak 42 orang melalui
kombinasi tenaga kerja yang direkrut secara langsung oleh Perseroan dan tenaga kerja yang
disediakan oleh vendor pendukung. Dari total kebutuhan tersebut, sebanyak 10 orang akan
dipenuhi melalui vendor yang bertanggung jawab atas fungsi pendukung operasional, khususnya
di bidang keamanan dan kebersihan. Sementara itu, sebanyak 32 orang akan direkrut langsung
oleh Perseroan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan operasional inti.
Proses pemenuhan kebutuhan tenaga kerja yang direkrut langsung oleh Perseroan akan
dilaksanakan sesuai dengan kebijakan dan prosedur rekrutmen yang berlaku, serta
dikoordinasikan oleh fungsi Human Resources (HR). Perseroan akan melakukan proses seleksi
berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan kebutuhan operasional yang telah ditetapkan guna
memastikan tersedianya sumber daya manusia yang memadai dan kompeten dalam mendukung
kegiatan usaha Perseroan.
b. Nama dan Jabatan Pihak Ahli yang ditunjuk Perseroan
No Nama Sertifikasi Ahli
1 Jati Pangarso Wakil Kepala Teknik
2 Mayo K3
7
Page 8
c. Daftar Tenaga Ahli yang telah tersedia/Proses Rekrutment/ dipenuhi
No Jabatan Status Rekrutment
1 Plant Manager Dipenuhi
2 HSE Supervisor Dipenuhi
3 Safety Officer Proses rekrutment
4 PPIC Supervisor Proses rekrutment
5 PPIC Staff Proses rekrutment
6 Office Boy Proses rekrutment
7 Security Leader Proses rekrutment
8 Security Proses rekrutment
9 Operation Supervisor Proses rekrutment
10 Operator Proses rekrutment
11 Maintenance Supervisor Proses rekrutment
12 Maintenance Staff Proses rekrutment
d. Struktur Organisasi Perseroan
Perseroan menyampaikan bahwa penambahan kegiatan usaha yang direncanakan tidak
mengakibatkan perubahan pada struktur organisasi Perseroan secara keseluruhan. Struktur tata
kelola, fungsi pengawasan, serta kewenangan organ Perseroan tetap berjalan sebagaimana yang
berlaku saat ini.
Adapun penyesuaian yang dilakukan hanya terbatas pada lingkup internal Direktorat Operasional
dalam rangka mendukung efektivitas pelaksanaan kegiatan usaha tambahan yang akan
dijalankan. Penyesuaian tersebut bersifat operasional dan tidak mengubah struktur organisasi
Perseroan pada tingkat korporasi maupun susunan organ Perseroan.
Berikut struktur organ LNG Project yang merupakan bagian dari direktorat operasional:
DIREKSI
Operations Director
GENERAL MANAGER
Sr. DEPARTMENT HEAD Operations General Operations General
Manager (CNG) Manager (LNG)
1 Employee
DEPARTMENT HEAD
HEAD
Sr. SECTION HEAD
ENGINEERING HUB PRODUCTION DISTRIBUTION HSE PPIC Operations Maintenance
1 Employee 1 Employee 1 Employee 1 Employee
SECTION HEAD
Engineer Operations PPIC Dispatcher Safety Officer PPIC Operator Maintenance
Sr. STAFF
STAFF 1 Employee 4 Employee 18 Employee 4 Employee
Drafter Sales Maintenance Fleet Maintenance
Technical Support
8
Page 9
e. Jumlah Tenaga Kerja Perseroan
Perseroan menyampaikan bahwa terdapat ketidaksesuaian jumlah tenaga kerja yang
diungkapkan dalam Keterbukaan Informasi dan Laporan Penilai yang disebabkan oleh kekeliruan
dalam proses perhitungan dan penyajian data.
Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan mengklarifikasi bahwa jumlah tenaga kerja yang
benar dan menjadi acuan adalah sebanyak 129 orang. Dengan demikian, perbedaan jumlah
tenaga kerja yang tercantum dalam Laporan Penilai sebanyak 128 orang serta perbedaan pada
tabel komposisi usia yang berjumlah 127 orang merupakan kesalahan administratif dalam
penyusunan data dan tidak mencerminkan kondisi yang sebenarnya.
VI. PENJELASAN TENTANG PENGARUH PERUBAHAN KEGIATAN USAHA PADA
KONDISI KEUANGAN PERUSAHAAN
Dengan dijalankannya Penambahan Kegiatan Usaha baru melalui KBLI 35201 Pengadaan Gas Alam
dan buatan, hasil kriteria kelayakan dari rencana Penambahan Kegiatan Usaha berdasarkan laporan
Studi Kelayakan yang disusun oleh Kantor Jasa Penilai Publik (“KJPP”) Herman Meirizki dan Rekan
adalah sebagai berikut:
A. Nilai Capital Expenditure (CAPEX)
Sehubungan dengan Rencana Penambahan KBLI, maka manajemen telah mengestimasikan
terdapat penambahan aset tetap terutama mesin dan peralatan selama masa proyeksi adalah
sebagai berikut (disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain):
Manajemen telah mengidentifikasi kebutuhan penambahan mesin dan peralatan sebagai bagian
dari rencana belanja modal (CAPEX) untuk Rencana Penambahan KBLI, serta telah
mempertimbangkan realisasi capex LNG yang telah terjadi sampai dengan 31 Desember 2025
yang dicatat sebagai uang muka dan biaya dibayar dimuka. Dengan demikian, capex yang
dianggarkan dalam proyeksi Dengan Rencana Penambahan KBLI sudah mempertimbangkan
capex LNG yang tersisa. Berikut adalah rencana dan realisasi RAB proyek LNG (dalam Rupiah):
Rencana dan Realisasi RAB Proyek LNG
9
Page 10
Rincian atas rencana anggaran LNG tersebut adalah sebagai berikut:
Rencana dan Realisasi RAB Proyek LNG
B. Sumber Pendanaan
Berdasarkan informasi manajemen, terdapat rencana pendanaan belanja modal (CAPEX) terkait
rencana penambahan KBLI yang bersumber dari dana Initial Public Offering (IPO) dan pinjaman
bank sebesar Rp50.000.000.000,- dengan asumsi bunga pinjaman sebesar 8,50%.
C. Weighted Average Cost Of Capital (WACC)
Tingkat diskonto dalam analisis kelayakan keuangan akan menggunakan biaya modal
tertimbang atau weighted average cost of capital (WACC).
Risk Free Rate (Rf)
Risk free rate merupakan tingkat imbal hasil atas instrumen-instrumen keuangan yang dianggap
tidak memiliki risiko gagal bayar. Pada penilaian ini, instrumen keuangan yang digunakan
sebagai acuan risk free rate adalah obligasi pemerintah Republik Indonesia dengan yield per
tanggal studi kelayakan menggunakan tenor 8 (delapan) tahun sesuai masa perjanjian dengan
Pertamina EP dalam mata uang Rupiah.
Market Premium Risk (RPm)
Market premium risk merupakan selisih antara tingkat imbal hasil antara instrumen keuangan
yang memiliki risiko dengan instrumen keuangan yang relatif tidak memiliki risiko. Dengan
demikian dapat diartikan juga sebagai tingkat imbal hasil tambahan yang diinginkan investor
untuk berinvestasi pada suatu instrumen keuangan yang lebih berisiko. HMR menggunakan data
market premium risk hasil penelitian Aswath Damodaran yang diperbarui tanggal 5 Januari
2026.
Beta (β)
Beta merupakan tolak ukur volatilitas atas suatu saham terhadap pasar secara keseluruhan.
HMR menggunakan data unlevered beta hasil penelitian Aswath Damodaran yang diperbarui
tanggal 5 Januari 2026 untuk emerging market sektor Power sebesar 0,43 yang kemudian akan
dilakukan penyesuaian terhadap tarif pajak di Indonesia (beta relevered). Relevered beta
setelah disesuaikan adalah sebesar 0,79.
Rating Based Default Spread (CDS)
Rating based default spread menggunakan hasil penelitian Aswath Damodaran yang diperbarui
tanggal 5 Januari 2026 yang digunakan untuk melakukan penyesuaian atas biaya modal ekuitas.
Cost of Debt (Kd)
Biaya hutang atau tingkat imbal hasil dari sumber pendanaan yang berasal dari hutang yang
dikorelasikan dengan tingkat suku bunga pinjaman Bank Persero dalam mata uang Rupiah untuk
pinjaman baik modal kerja ataupun investasi. Data menggunakan hasil statistik Bank Indonesia
10
Page 11
sesuai bulan tanggal studi kelayakan.
Tarif Pajak (t)
Tarif pajak penghasilan badan yang digunakan adalah 22% sesuai dengan Undang-Undang
Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.
Cost of Equity (Ke)
Biaya ekuitas merupakan tingkat imbal hasil yang diharapkan dari sumber pendanaan ekuitas.
Formula perhitungan biaya ekuitas adalah sebagai berikut:
Ke = Rf + (β x RPm) – CDS
Tingkat Diskonto
Tingkat diskonto digunakan untuk mendiskonto arus kas bersih yang dihasilkan di masa
mendatang ke nilai kini atau per tanggal studi kelayakan. Tingkat diskonto yang digunakan
untuk mendiskonto arus kas untuk kapital (free cash flow to firm atau FCFF) adalah WACC
(Weighted Average Cost of Capital). Perhitungan WACC adalah sebagai berikut:
D. Analisis Profitabilitas dan Overall Return on Investment
Analisa profitabilitas sebagai parameter Perseroan dalam menghasilkan laba adalah sebagai
berikut:
Analisis Profitabilitas Dengan Rencana Penambahan KBLI
Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection
Average
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030 FY2031 FY2032 FY2033
Gross profit margin 15,89% 18,01% 18,78% 19,02% 19,05% 19,13% 19,15% 19,66% 18,59%
Net profit margin 2,15% 4,14% 4,87% 5,17% 5,24% 5,32% 5,33% 5,69% 4,74%
Return on investment 3,52% 7,60% 9,72% 10,26% 10,29% 10,39% 10,27% 10,85% 9,11%
Return on equity 6,05% 12,35% 14,96% 14,83% 14,12% 13,76% 13,32% 13,87% 12,91%
Dengan adanya rencana penambahan KBLI, rata-rata gross profit margin Perseroan selama
masa proyeksi adalah sebesar 18,59%, net profit margin sebesar 4,74%, return on investment
sebesar 9,11%, dan return on equity sebesar 12,91%.
11
Page 12
Analisis Profitabilitas Tanpa Rencana Penambahan KBLI
Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection Average
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030 FY2031 FY2032 FY2033
Gross profit margin 15,84% 16,47% 17,06% 17,08% 17,22% 17,44% 17,58% 18,25% 17,12%
Net profit margin 2,16% 2,57% 3,11% 3,16% 3,30% 3,50% 3,61% 4,13% 3,19%
Return on investment 3,82% 4,86% 6,57% 6,79% 7,22% 7,78% 8,09% 9,34% 6,81%
Return on equity 5,97% 7,23% 9,62% 9,65% 10,02% 10,65% 10,98% 12,54% 9,58%
Tanpa adanya rencana penambahan KBLI, rata-rata gross profit margin Perseroan selama masa
proyeksi adalah sebesar 17,12%, net profit margin sebesar 3,19%, return on investment
sebesar 6,81%, dan return on equity sebesar 9,58%.
E. Analisis Kelayakan Investasi
Analisa kelayakan keuangan dilakukan dengan menggunakan indikator yaitu Net Present Value
(NPV) dan Profitability Index (PI) (dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) sebagai berikut:
FCFF (WITH PROJECT)
Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection
31-Des-25
FY 2026 FY 2027 FY 2028 FY 2029 FY 2030 FY 2031 FY 2032 FY 2033
Earning after tax 18.011.420.282 41.938.296.920 59.711.512.369 69.511.912.475 77.070.663.038 87.052.278.571 97.217.254.423 117.563.263.004
(+) Depreciation 23.307.123.822 42.757.425.463 43.902.528.515 44.156.881.660 44.426.853.744 43.725.138.702 44.038.636.640 34.160.491.890
(+) Interest (1-t) 1.639.243.125 4.783.130.625 3.910.286.250 2.865.476.250 1.820.666.250 821.413.125 171.965.625 -
(+/-) Changes in working capital 65.731.516.077 (19.600.727.319) (4.073.003.561) (2.150.259.923) (2.913.504.013) (4.899.510.720) (5.999.544.053) (9.294.305.504)
(-) Capex (126.149.621.944) (9.809.523.000) (1.012.570.000) (1.070.681.000) (1.181.169.000) (1.324.819.000) (1.487.462.000) (1.695.921.000)
FCFF (17.460.318.638) 60.068.602.688 102.438.753.572 113.313.329.462 119.223.510.018 125.374.500.678 133.940.850.635 140.733.528.390
Year-n 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 6,00 7,00 8,00
Discount factor 0,9252 0,8560 0,7919 0,7327 0,6779 0,6272 0,5802 0,5368
PV FCFF (16.154.037.040) 51.416.835.998 81.124.309.562 83.022.658.878 80.817.693.252 78.628.985.548 77.716.890.921 75.549.022.763
NPV 512.122.359.882
FCFF (WITHOUT PROJECT)
Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection
31-Des-25
FY 2026 FY 2027 FY 2028 FY 2029 FY 2030 FY 2031 FY 2032 FY 2033
Earning after tax 17.755.434.775 23.166.940.585 34.099.231.075 37.855.420.541 43.714.241.444 51.995.926.538 60.196.132.894 78.641.959.491
(+) Depreciation 19.437.500.000 19.539.682.531 20.684.785.583 20.939.138.729 21.209.110.813 20.507.395.771 20.820.893.708 10.942.748.958
(+) Interest (1-t) 561.868.125 1.548.933.750 1.167.123.750 785.313.750 403.503.750 67.250.625 - -
(+/-) Changes in working capital 5.442.131.911 (25.265.920.742) (8.404.853.450) (4.194.687.145) (5.392.249.125) (7.186.721.831) (8.100.344.867) (11.260.563.022)
(-) Capex (27.500.000.000) (9.809.523.000) (1.012.570.000) (1.070.681.000) (1.181.169.000) (1.324.819.000) (1.487.462.000) (1.695.921.000)
FCFF 15.696.934.811 9.180.113.124 46.533.716.958 54.314.504.875 58.753.437.882 64.059.032.102 71.429.219.735 76.628.224.427
Year-n 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 6,00 7,00 8,00
Discount factor 0,9252 0,8560 0,7919 0,7327 0,6779 0,6272 0,5802 0,5368
PV FCFF 14.522.579.548 7.857.888.311 36.851.440.768 39.795.270.616 39.827.021.697 40.174.809.727 41.445.584.767 41.135.808.486
NPV 261.610.403.921
INCREMENTAL FCFF
Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection
31-Des-25
FY 2026 FY 2027 FY 2028 FY 2029 FY 2030 FY 2031 FY 2032 FY 2033
Earning after tax 255.985.507 18.771.356.335 25.612.281.294 31.656.491.934 33.356.421.594 35.056.352.034 37.021.121.529 38.921.303.514
(+) Depreciation 3.869.623.822 23.217.742.931 23.217.742.931 23.217.742.931 23.217.742.931 23.217.742.931 23.217.742.931 23.217.742.931
(+) Interest (1-t) 1.077.375.000 3.234.196.875 2.743.162.500 2.080.162.500 1.417.162.500 754.162.500 171.965.625 -
(+/-) Changes in working capital 60.289.384.166 5.665.193.423 4.331.849.889 2.044.427.222 2.478.745.111 2.287.211.111 2.100.800.815 1.966.257.519
(-) Capex (98.649.621.944) - - - - - - -
FCFF (33.157.253.449) 50.888.489.564 55.905.036.614 58.998.824.587 60.470.072.136 61.315.468.576 62.511.630.900 64.105.303.963
Year-n 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 6,00 7,00 8,00
Discount factor 0,9252 0,8560 0,7919 0,7327 0,6779 0,6272 0,5802 0,5368
PV FCFF (30.676.616.588) 43.558.947.686 44.272.868.794 43.227.388.262 40.990.671.555 38.454.175.821 36.271.306.154 34.413.214.276
NPV 250.511.955.961
Realisasi Capex LNG sd 31 Des 2025 89.419.821.506
NPV, Net 161.092.134.455
Net Present Value (NPV)
Net Present Value merupakan selisih antara cash inflow dengan cash outflow dari suatu proyek
dengan memperhitungkan nilai waktu uang. Berdasarkan tabel di atas, NPV menunjukkan nilai
positif Rp161,09 miliar dengan demikian Rencana Penambahan KBLI tersebut layak untuk
dilaksanakan.
Internal Rate of Return (IRR)
IRR merupakan tingkat diskonto yang akan menghasilkan NPV Rp0. IRR sebesar 32,30% lebih
tinggi dibandingkan WACC mengindikasikan bahwa Rencana Penambahan KBLI layak
dilaksanakan.
12
Page 13
Profitability Index (PI)
Indeks profitabilitas sebesar 1,89 kali yang menunjukkan bahwa nilai sekarang dari arus kas
masuk lebih tinggi dibandingkan arus kas keluar, sehingga Rencana Penambahan KBLI
memberikan kontribusi positif. Umumnya suatu rencana proyek dikategorikan layak untuk
dilaksanakan jika profitability index menghasilkan nilai lebih dari 1.
Discounted Payback Period (DPP)
Discounted Payback Period (PP) merupakan penentuan jangka waktu yang dibutuhkan untuk
menutup initial investment dari suatu proyek dengan menggunakan cash flow yang dihasilkan
dari proyek tersebut. Berdasarkan hasil perhitungan dan analisis yang diperoleh, Perseroan
diproyeksikan dapat mengembalikan seluruh dana investasi setelah Rencana Penambahan KBLI
berjalan selama 3 tahun 7 bulan.
VII. PENGARUH RENCANA TRANSAKSI TERHADAP KONDISI KEUANGAN
PERSEROAN
Dengan adanya Penambahan Kegiatan Usaha KBLI 35201 tentang pengadaan Gas Alam dan
Buatan akan meningkatkan pendapatan, beban pokok pendapatan, dan laba bersih di masa
mendatang sekaligus meningkatkan ekuitas Perseroan melalui peningkatan laba ditahan
(retained earnings) sebagai hasil dari peningkatan laba tahun berjalan. Berikut dampak
Pendapatan, HPP, Laba Kotor, dan Laba Bersih Perseroan secara konsolidasi dengan dan tanpa
Rencana Penambahan KBLI (dalam Rupiah penuh):
Inkremental Laba Rugi
(dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Projection Projection Projection Projection
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029
PENDAPATAN
Dengan Rencana Penambahan KBLI 835.915.500.000 1.013.623.500.000 1.226.716.000.000 1.343.805.866.667
Tanpa Rencana Penambahan KBLI 823.782.166.667 901.202.990.909 1.096.228.000.000 1.198.205.866.667
Selisih 12.133.333.333 112.420.509.091 130.488.000.000 145.600.000.000
BEBAN POKOK PENDAPATAN
Dengan Rencana Penambahan KBLI (703.089.647.786) (831.037.649.917) (996.328.960.515) (1.088.161.807.660)
Tanpa Rencana Penambahan KBLI (693.306.930.000) (752.733.857.531) (909.172.097.583) (993.600.064.729)
Selisih (9.782.717.786) (78.303.792.386) (87.156.862.931) (94.561.742.931)
LABA KOTOR
Dengan Rencana Penambahan KBLI 132.825.852.214 182.585.850.083 230.387.039.485 255.644.059.006
Tanpa Rencana Penambahan KBLI 130.475.236.667 148.469.133.378 187.055.902.417 204.605.801.938
Selisih 2.350.615.548 34.116.716.705 43.331.137.069 51.038.257.069
LABA TAHUN BERJALAN
Dengan Rencana Penambahan KBLI 18.011.420.282 41.938.296.920 59.711.512.369 69.511.912.475
Tanpa Rencana Penambahan KBLI 17.755.434.775 23.166.940.585 34.099.231.075 37.855.420.541
Selisih 255.985.507 18.771.356.335 25.612.281.294 31.656.491.934
13
Page 14
Projection Projection Projection Projection
FY2030 FY2031 FY2032 FY2033
PENDAPATAN
Dengan Rencana Penambahan KBLI 1.471.328.409.600 1.636.477.516.800 1.824.126.938.726 2.064.743.682.947
Tanpa Rencana Penambahan KBLI 1.322.816.409.600 1.485.053.516.800 1.668.820.272.060 1.904.583.682.947
Selisih 148.512.000.000 151.424.000.000 155.306.666.667 160.160.000.000
BEBAN POKOK PENDAPATAN
Dengan Rencana Penambahan KBLI (1.191.013.068.744) (1.323.436.549.702) (1.474.827.874.306) (1.658.712.217.890)
Tanpa Rencana Penambahan KBLI (1.095.024.445.813) (1.226.021.046.771) (1.375.509.864.708) (1.557.016.074.958)
Selisih (95.988.622.931) (97.415.502.931) (99.318.009.598) (101.696.142.931)
LABA KOTOR
Dengan Rencana Penambahan KBLI 280.315.340.856 313.040.967.098 349.299.064.420 406.031.465.057
Tanpa Rencana Penambahan KBLI 227.791.963.788 259.032.470.029 293.310.407.351 347.567.607.988
Selisih 52.523.377.069 54.008.497.069 55.988.657.069 58.463.857.069
LABA TAHUN BERJALAN
Dengan Rencana Penambahan KBLI 77.070.663.038 87.052.278.571 97.217.254.423 117.563.263.004
Tanpa Rencana Penambahan KBLI 43.714.241.444 51.995.926.538 60.196.132.894 78.641.959.491
Selisih 33.356.421.594 35.056.352.034 37.021.121.529 38.921.303.514
Secara umum, dampak penambahan kegiatan usaha terhadap kinerja laba rugi Perseroan
adalah sebagai berikut:
• Selisih pendapatan Dengan Rencana Penambahan KBLI dan Tanpa Renca Penambahan
KBLI Perseroan pada tanggal Januari-Desember 2026-2033 adalah sebesar Rp12,12 miliar,
Rp112,42miliar, Rp130,49 miliar, Rp145,60 miliar, Rp148,51 miliar, Rp151,42 miliar,
Rp155,31 miliar, dan Rp160,16 miliar;
• Dengan Rencana Penambahan KBLI, Perseroan mengestimasi pertumbuhan pendapatan
pada periode tahun 2026–2033 yang didukung oleh proyeksi volume LNG berkisar antara
55.556 MMBTU hingga 577.778 MMBTU. Adapun harga LNG diasumsikan berada pada
kisaran USD 13,00 hingga USD 16,50 per MMBTU, dengan menggunakan asumsi kurs
sebesar Rp16.800 per USD, sehingga diperoleh asumsi proyeksi pendapatan LNG sebagai
berikut:
Asumsi Proyeksi Pendapatan LNG
14
Page 15
• Rata-rata persentase Harga Pokok Pendapatan terhadap Pendapatan bersih Dengan
Rencana Penambahan KBLI adalah sebesar 81,41% sedangkan Tanpa Rencana
Penambahan KBLI adalah sebesar 82,88%.
Sedangkan dampak penambahan kegiatan usaha pada rasio keuangan Perseroan
adalah sebagai berikut:
DENGAN PENAMBAHAN KBLI
Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection Average
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030 FY2031 FY2032 FY2033 Projection
LIQUIDITY RATIOS
Current ratio 1,51 1,98 2,45 3,00 3,52 3,99 4,44 4,83 3,22
Quick ratio 1,43 1,89 2,35 2,90 3,42 3,88 4,33 4,72 3,12
Cash ratio 0,20 0,54 1,04 1,60 2,12 2,59 3,05 3,43 1,82
PROFITABILITY RATIOS
Gross profit margin 15,89% 18,01% 18,78% 19,02% 19,05% 19,13% 19,15% 19,66% 18,59%
Net profit margin 2,15% 4,14% 4,87% 5,17% 5,24% 5,32% 5,33% 5,69% 4,74%
ACTIVITY RATIOS
Acc. Receivable turnover 10,29 9,00 9,00 9,00 9,00 9,00 9,00 9,00 9,16
Inventory turnover 72,00 72,00 72,00 72,00 72,00 72,00 72,00 72,00 72,00
Acc. Payable turnover 9,00 10,29 10,29 10,29 10,29 10,29 10,29 10,29 10,13
Days of Acc. Receivable 35 40 40 40 40 40 40 40 39
Days of Inventory 5 5 5 5 5 5 5 5 5
Days of Acc. Payable 40 35 35 35 35 35 35 35 36
SOLVENCY RATIOS
Debt to Equity 37,76% 29,50% 20,74% 14,18% 9,25% 6,03% 4,52% 3,89% 15,74%
Debt to Assets 21,94% 18,14% 13,48% 9,82% 6,74% 4,55% 3,49% 3,05% 10,15%
Total Liabilities to Total Assets 41,90% 38,52% 35,00% 30,79% 27,16% 24,48% 22,85% 21,78% 30,31%
Total Liabilities to Total Equity 72,10% 62,65% 53,85% 44,48% 37,28% 32,42% 29,62% 27,84% 45,03%
TANPA PENAMBAHAN KBLI
Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection Average
FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030 FY2031 FY2032 FY2033 Projection
LIQUIDITY RATIOS
Current ratio 2,64 2,95 3,07 3,35 3,60 3,82 4,03 4,19 3,46
Quick ratio 2,56 2,85 2,97 3,24 3,49 3,71 3,92 4,07 3,35
Cash ratio 0,82 0,86 1,05 1,35 1,63 1,88 2,13 2,32 1,51
PROFITABILITY RATIOS
Gross profit margin 15,84% 16,47% 17,06% 17,08% 17,22% 17,44% 17,58% 18,25% 17,12%
Net profit margin 2,16% 2,57% 3,11% 3,16% 3,30% 3,50% 3,61% 4,13% 3,19%
ACTIVITY RATIOS
Acc. Receivable turnover 10,29 9,00 9,00 9,00 9,00 9,00 9,00 9,00 9,16
Inventory turnover 72,00 72,00 72,00 72,00 72,00 72,00 72,00 72,00 72,00
Acc. Payable turnover 9,00 10,29 10,29 10,29 10,29 10,29 10,29 10,29 10,13
Days of Acc. Receivable 35 40 40 40 40 40 40 40 39
Days of Inventory 5 5 5 5 5 5 5 5 5
Days of Acc. Payable 40 35 35 35 35 35 35 35 36
SOLVENCY RATIOS
Debt to Equity 20,97% 17,17% 13,45% 10,54% 8,11% 6,76% 6,02% 5,27% 11,04%
Debt to Assets 13,40% 11,55% 9,19% 7,41% 5,84% 4,94% 4,44% 3,92% 7,59%
Total Liabilities to Total Assets 36,12% 32,72% 31,64% 29,67% 28,00% 27,00% 26,32% 25,52% 29,62%
Total Liabilities to Total Equity 56,54% 48,64% 46,28% 42,19% 38,89% 36,99% 35,73% 34,26% 42,44%
Penjelasan dampak penambahan kegiatan usaha pada rasio keuangan Perseroan adalah
sebagai berikut:
• Rata-rata gross profit margin atas Penambahan KBLI periode Januari-Desember 2026-2033
sebesar 18,59%;
• Rata-rata net profit margin atas Penambahan KBLI periode Januari-Desember 2026-2033
sebesar 4,74% dari pendapatan;
15
Page 16
• Dengan Rencana Penambahan KBLI, proyeksi rata-rata current ratio Perseroan sebesar
3,22 kali. Sedangkan rata-rata current ratio Perseroan Tanpa Rencana Penambahan KBLI
sebesar 3,46 kali.
• Dengan Rencana Penambahan KBLI, proyeksi rata-rata quick ratio Perseroan sebesar
3,12 kali. Sedangkan rata-rata quick ratio Perseroan Tanpa Rencana Penambahan KBLI
sebesar 3,35 kali.
• Dengan Rencana Penambahan KBLI, proyeksi rata-rata cash ratio Perseroan meningkat
dari 1,51 kali menjadi 1,82 kali. Meskipun pada tahap awal terdapat penggunaan kas yang
cukup besar untuk mendanai investasi dan CAPEX LNG, investasi tersebut diproyeksikan
mampu meningkatkan kinerja operasional dan profitabilitas Perseroan di masa mendatang
sehingga menghasilkan arus kas yang lebih baik. Oleh karena itu, baik Dengan maupun
Tanpa Rencana Penambahan KBLI, cash ratio Perseroan tetap diproyeksikan meningkat
dari tahun ke tahun.
F. Kesimpulan Analisa Kelayakan Investasi
Berdasarkan kajian, evaluasi, Analisis kelayakan pasar, Analisis kelayakan teknis, Analisis
kelayakan pola bisnis, Analisis kelayakan model manajemen, dan Analisis kelayakan
keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan syarat asumsi-asumsi yang telah
ditetapkan dapat terpenuhi, maka dapat disimpulkan bahwa rencana penambahan kegiatan
usaha yang akan dilaksanakan oleh Perseroan adalah layak.
Deskripsi Nilai Kriteria Kelayakan Keterangan
Incremental NPV, Net (Rp) 161.092.134.455 NPV>0 LAYAK
Internal Rate of Return (IRR) 32,30% IRR>WACC LAYAK
Discounted Payback Period (DPP) 3,75 DPP<8 Tahun LAYAK
Profitability Index (x) 1,89 PI>1 LAYAK
VIII. INFORMASI PENYELENGGARAAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA
Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan mengacu
pada ketentuan anggaran dasar perseroan, POJK Nomor 17 Tahun 2020, POJK Nomor 15 Tahun
2020 dan POJK Nomor 16 tahun 2020, Dalam hal ini, persetujuan Pemegang Saham akan terkait
rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan akan dimintakan pada Rapat Umum Pemegang
Saham Luar Biasa (RUPSLB) dengan mata agenda:
“Persetujuan Studi Kelayakan tentang penambahan kegiatan usaha Perseroan; dan Persetujuan atas
perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan tentang Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha
Perseroan”
Dengan jadwal pelaksaan sebagai berikut :
No Kegiatan Tanggal
1 Pengumuman Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa 07 Mei 2026
2 Keterbukaan Informasi atas penambahan kegiatan usaha 06 Mei 2026
3 Tanggal Pencatatan Rapat Umum Pemegang Saham 21 Mei 2026
4 Pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham 22 Mei 2026
5 Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham 15 Juni 2026
6 Ringkasan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham 18 Juni 2026
7 Risalah Rapat Umum Pemegang Saham 29 Juni 2026
16
Page 17
Berdasarkan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan dan peraturan perundang-undangan yang
berlaku, mata acara perubahan Anggaran Dasar Perseroan mensyaratkan persetujuan paling
sedikit 2/3 (dua pertiga) dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah. Dengan jumlah
saham Perseroan saat ini, maka diperlukan persetujuan sekurang-kurangnya sebanyak
1.180.999.359 Lembar saham.
Sesuai dengan Pasal 26 POJK Nomor 17 /POJK.04/2020 dalam hal perubahan Kegiatan Usaha tidak
memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), rencana
perubahan Kegiatan Usaha baru dapat dimintakan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham
Luar Biasa (RUPSLB) kembali paling singkat 12 (dua belas) bulan setelah pelaksanaan Rapat Umum
Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang tidak menyetujui perubahan Kegiatan Usaha
dimaksud.
VIII. HAL MATERIAL LAINNYA YANG BERKAITAN DENGAN KEGIATAN USAHA BARU
Tidak terdapat hal material lainnya terkait dengan Rencana Penambahan Kegiatan usaha ini,
seluruh informasi hubungan afiliasi dan informasi atau fakta material telah dan akan disampaikan
sesuai dengan ketentuan Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan
Transaksi Benturan Kepentingan dan Peraturan OJK No. 31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan
atas Informasi atau Fakta Material oleh Emiten atau Perusahaan Publik.
IX. INFORMASI TAMBAHAN
Apabila memerlukan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Perseroan dengan alamat:
PT CITRA NUSANTARA GEMILANG Tbk
Kantor Pusat:
Jl. Kalimalang No.126, Tegal Gede, Kelurahan Pasirsari, Kecamatan Cikarang Selatan,
Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat 17530 Indonesia
Telepon: (021) 829 8507; 831 9879;
Faksimili: (021) 829 1391
Email:corporate.secretary@cng.co.id;
Website: www.cng.co.id
Kabupaten Bekasi, 11 Juni 2026
PT Citra Nusantara Gemilang Tbk
Direksi
17
Names mentioned 33 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Edi Priyono
· Notaris
p.2
unresolved
org
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
p.2
unresolved
org
Menteri Investasi dan Hilirisasi
p.2
unresolved
org
Koordinasi Penanaman Modal
p.2
unresolved
person
Drs. KH. As’ad Said Ali
p.3
unresolved
org
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
p.4
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.4
unresolved
org
Herman Meirizki dan Rekan
p.4 ×3
unresolved
person
Willyams
p.4 ×2
unresolved
org
Rekan Kantor Jasa Penilai Publik Herman Meirizki dan Rekan
p.4
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Herman Meirizki
p.4
unresolved
person
H. Metodologi Studi Kelayakan Metode
p.5
unresolved
org
Bank Indonesia
p.6 ×4
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Jonnardi
p.6
unresolved
org
Sukimto & Rekan
p.6 ×5
unresolved
person
Kevin Muhammad Rizka
p.6 ×4
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Jamaludin
p.6 ×4
unresolved
person
Ben Ardi
p.6
unresolved
org
PT Pertamina EP
p.6
unresolved
org
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor T-
p.6
unresolved
—
Jati Pangarso
p.7
unresolved
—
Mayo
p.7
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.