Skip to content
Back to announcement

20260611_CGAS_Laporan Informasi dan Fakta Material_32100479_lamp1.pdf

Other Text extracted CGAS

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 17

Page 1
                      REVISI KETERBUKAAN INFORMASI
             PT CITRA NUSANTARA GEMILANG Tbk (“PERSEROAN”)
            SEHUBUNGAN DENGAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
                                PERSEROAN


KETERBUKAAN INFORMASI INI DIBUAT DALAM RANGKA MEMENUHI PERATURAN
OTORITAS JASA KEUANGAN NO. 17/POJK.04/2020 TENTANG TRANSAKSI MATERIAL DAN
PERUBAHAN KEGIATAN USAHA (“POJK NO. 17/2020”).




                       PT CITRA NUSANTARA GEMILANG Tbk
                                  Kegiatan Usaha:
                         Perdagangan dan Distribusi Gas Alam
                                     Kantor Pusat:
                     Jl. Kalimalang No.126, Tegal Gede, Kelurahan
                   Pasirsari, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten
                      Bekasi, Provinsi Jawa Barat 17530 Indonesia
                           Telepon: (021) 829 8507; 831 9879;
                                Faksimili: (021) 829 1391
                          Email: corporate.secretary@cng.co.id;
                                 Website: www.cng.co.id

KETERBUKAAN INFORMASI INI TERKAIT PERUBAHAN/PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
MENGGUNAKAN PENILAI DAN WAJIB MEMPEROLEH PERSETUJUAN RUPS SEBAGAIMANA
KETENTUAN YANG TERMUAT DALAM POJK NO. 17/2020.


Keterbukaan Informasi ini diumumkan pada situs web Perseroan dan Bursa Efek Indonesia.


  Keterbukaan Informasi ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 11 Juni 2026.
Page 2
I. PENDAHULUAN

Keterbukaan Informasi kepada para Pemegang Saham Perseroan ini (“Keterbukaan Informasi”) memuat
informasi mengenai Perubahan Kegiatan Usaha Perseroan sebagaimana dimaksud dalam POJK No.
17/POJK.04/2020 yang diwajibkan untuk memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham berupa
penambahan bidang usaha baru sebagaimana tersebut di dalam definisi Penambahan Klasifikasi Baku
Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI”) di pembukaan Keterbukaan Informasi ini yang rencananya akan
diselenggarakan pada tanggal 15 bulan Juni 2026 (“RUPSLB”).

Sehubungan dengan hal-hal sebagaimana disebutkan di atas, Direksi Perseroan mengumumkan Keterbukaan
Informasi ini melalui situs web Perseroan dan situs web Bursa Efek Indonesia dengan maksud untuk
memberikan informasi maupun gambaran yang lebih lengkap kepada para Pemegang Saham Perseroan
mengenai rencana Penambahan Kegiatan Usaha.

Perseroan juga menyediakan data mengenai Penambahan Kegiatan Usaha kepada pemegang saham sejak
saat Pengumuman RUPSLB serta dokumen pendukung kepada OJK dengan ketentuan sebagaimana diatur
dalam POJK No. 17/POJK.04/2020. Keterbukaan Informasi ini menjadi dasar pertimbangan bagi para
pemegang saham Perseroan untuk memberikan persetujuan atas rencana Penambahan Kegiatan Usaha dalam
hal ini berupa Penambahan KBLI yang akan diusulkan oleh Perseroan kepada RUPSLB.


II. KETERANGAN MENGENAI PERSEROAN

       i. RIWAYAT SINGKAT PERSEROAN

         PT Citra Nusantara Gemilang Tbk ("Perseroan") didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 22, tanggal
         21 Desember 2005 oleh Edi Priyono, S.H, Notaris di Jakarta. Anggaran Dasar Perseroan telah disetujui
         oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. W7-00990 HT.01.01-TH.2006, tanggal 27 September
         2006. Perseroan berstatus perusahaan terbuka ( public company) sejak tahun 2024. Perseroan
         didirikan serta menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia dalam bidang distribusi gas alam dan
         buatan, perdagangan besar bahan padat, cair dan gas dan produk YBDI dan Aktivitas Perusahaan
         Holding.

         Saat ini, kegiatan usaha utama yang dijalankan oleh Perseroan adalah bergerak dalam bidang usaha
         distribusi gas alam dan buatan di Indonesia, perseroan telah memeroleh Izin Niaga dari Kementerian
         Energi dan Sumber Daya Mineral yang disesuaikan dengan penambahan CNG Station Grobongan
         dengan nomor ijin 388/1/IU-PB/ESDM/2025 yang ditetapkan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/
         Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, tanggal 01 September 2025. Perseroan telah menjalankan
         kegiatan operasional secara komersial sejak September 2006. Perseroan akan melakukan perubahan
         Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan yang dimintakan persetujuannya dalam RUPSLB berupa
         penambahan kegiatan usaha baru. Penambahan kegiatan usaha baru tersebut adalah penambahan
         KBLI 35201 Kelompok ini mencakup usaha pengolahan bahan bakar gas yang dapat dimanfaatkan
         secara langsung sebagai bahan bakar di mana pembuatannya disertai usaha peningkatan mutu gas,
         seperti pemurnian, pencampuran dan proses lainnya yang dihasilkan dari gas alam (termasuk LPG),
         karbonasi dan gasifikasi batu bara, atau bahan hidrokarbon lain yang ketentuannya sudah disesuaikan
         dengan Peraturan Perundang-undangan yang mengatur mengenai Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
         Indonesia (“KBLI 2020”)

 ii.     KEGIATAN USAHA PERSEROAN

         Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Perseroan ialah
         berusaha dalam bidang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI”) nomor 35202 yaitu
         distribusi gas alam dan buatan, Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI”) nomor 46610
         yaitu perdagangan besar bahan padat, cair dan gas dan produk YBDI dan Klasifikasi Baku Lapangan
         Usaha Indonesia (“KBLI”) nomor 64200 yaitu Aktivitas Perusahaan Holding, Perseroan saat ini
         menjalankan seluruh kegiatan usaha yang didaftarkan.



                                                                                                                2
Page 3
        Selanjutnya Perseroan akan melakukan perubahan Anggaran Dasar Perseroan yang dimintakan
        persetujuannya dalam RUPSLB berupa penambahan kegiatan usaha baru. Penambahan kegiatan
        usaha baru tersebut adalah penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI”) dengan
        nomor 35201 Kelompok ini mencakup usaha pengolahan bahan bakar gas yang dapat dimanfaatkan
        secara langsung sebagai bahan bakar di mana pembuatannya disertai usaha peningkatan mutu gas,
        seperti pemurnian, pencampuran dan proses lainnya yang dihasilkan dari gas alam (termasuk LPG),
        karbonasi dan gasifikasi batu bara, atau bahan hidrokarbon lain yang ketentuannya sudah disesuaikan
        dengan Peraturan Perundang-undangan yang mengatur mengenai Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
        Indonesia (“KBLI 2020”)

 iii.   STRUKTUR PERMODALAN

        Rincian struktur permodalan Perseroan berdasarkan laporan Biro Administrasi Efek (BAE) per tanggal
        31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:




 iv.    Struktur Dewan Komisaris dan Dewan Direksi Perseroan

        Susunan pengurus Perseroan pada tanggal 31 Desember 2025 berdasarkan Laporan Keuangan
        Perseroan yang teraudit pada tahun buku 2025 adalah sebagai berikut:
        Dewan Komisaris
         1. Komisaris Utama            : Drs. KH. As’ad Said Ali
         2. Komisaris                  : Raditya Muhas Juvirawan
         3. Komisaris Independen       : Leo Herlambang

        Dewan Direksi
        1. Direktur Utama              : Andika Purwonugroho
        2. Direktur                    : M Isa Safardi
        3. Direktur                    : Agung Wibawa
        4. Direktur                    : Andika Andianto

III. PENJELASAN, PERTIMBANGAN DAN ALASAN DILAKUKANNYA PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA

Sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha, Perseroan memandang perlu melakukan
penyesuaian kegiatan usaha melalui penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).
Langkah ini didasarkan pada rencana ekspansi bisnis yang semula berfokus pada distribusi
Compressed Natural Gas (CNG) menjadi pengelolaan dan pemanfaatan Liquefied Natural Gas (LNG).
Perubahan pola bisnis tersebut menuntut adanya kesesuaian antara kegiatan operasional dengan
klasifikasi usaha yang tercantum dalam perizinan berusaha, guna memastikan kepatuhan terhadap
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di sektor energi dan sumber daya mineral.
Selain itu, Perseroan telah memperoleh hak pengusahaan melalui kemenangan


                                                                                                              3
Page 4
  tender pemanfaatan sumur marginal di wilayah Karawang, Tanjung Pakis, Jawa Barat pada tahun
  2022, serta didukung dengan diterbitkannya izin alokasi gas oleh Menteri Energi dan Sumber Daya
  Mineral berdasarkan Surat Nomor T-312/MG.04/MEM.M/2025 tanggal 4 Juli 2025. Berdasarkan
  ketentuan dalam izin alokasi tersebut, kegiatan usaha yang dijalankan tidak lagi terbatas pada
  distribusi, melainkan mencakup pengadaan gas yang diambil langsung dari sumur tanpa melalui
  jaringan pipa. Oleh karena itu, penambahan KBLI 35201 tentang pengadaan Gas Alam dan Buatan
  merupakan suatu keharusan hukum untuk mencerminkan kegiatan usaha yang sebenarnya
  dijalankan oleh Perseroan serta sebagai bentuk kepatuhan administratif dalam sistem perizinan
  berusaha. Sehubungan dengan rencana tersebut diatas, untuk mengetahui kelayakan atas
  penambahan kegiatan usaha tersebut, maka Perseroan membutuhkan studi kelayakan untuk
  memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia (“POJK”) No. 17/POJK.04/2020
  tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha. Untuk mengetahui kelayakan atas usaha
  Perseroan tersebut, maka Perseroan memerlukan Kajian dari Pihak Independen untuk melakukan
  analisa dan kajian serta menyusun Laporan Studi Kelayakan. Selanjutnya manajemen Perseroan
  menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik (“KJPP”) Herman Meirizki dan Rekan sebagai pihak independen
  dalam penyusunan laporan studi kelayakan tersebut.

IV. RINGKASAN STUDI KELAYAKAN

A. Penunjukan
   Perseroan telah menunjuk Willyams, S.E., MAPPI (Cert.) sebagai penilai terhadap kelayakan usaha
   Perseroan, Willyams, S.E MAPPI (Cert.) merupakan Penilai Publik dengan Nomor Izin B-1.22.00627
   dan Nomor MAPPI 13-S-04028 sebagai Rekan Kantor Jasa Penilai Publik Herman Meirizki dan Rekan
   (”HMR” atau “kami” atau “Penilai”) dengan Nomor Izin Usaha 2.14.0120, domisili Kota Jakarta
   Selatan dengan wilayah kerja di seluruh Indonesia.

 B. Objek Studi Kelayakan
    Objek studi kelayakan adalah kelayakan atas rencana penambahan kegiatan usaha sesuai KBLI
    35201Pengadaan Gas Alam Buatan oleh Perseroan (selanjutnya disebut “Rencana Penambahan
    KBLI”).

C. Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan
   Maksud dan tujuan studi kelayakan ini adalah untuk memberikan pendapat kelayakan atas Rencana
   Penambahan KBLI. Laporan ini disusun dalam rangka memenuhi ketentuan yang diatur dalam
   Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
   Perubahan Kegiatan Usaha. Peraturan tersebut mensyaratkan adanya laporan studi kelayakan atas
   perubahan kegiatan usaha yang disusun oleh Penilai.

D. Tanggal Studi Kelayakan
   Tanggal studi kelayakan dalam laporan ini adalah tanggal 31 Desember 2025.

E. Asumsi dan Kondisi Pembatas
   Laporan studi kelayakan ini dibatasi oleh asumsi dan kondisi pembatas sebagai berikut:
   1. Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion;
   2. Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses studi kelayakan;
   3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya;
   4. Proyeksi keuangan dibuat oleh manajemen Perseroan dengan mencerminkan kewajaran
       proyeksi keuangan dan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty);
   5. bertanggungjawab atas pelaksanaan analisis studi kelayakan;
   6. Laporan studi kelayakan ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat
       rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan;
   7. Kantor Jasa Penilai Publik (“KJPP”) Herman Meirizki dan Rekan bertanggungjawab atas laporan studi


                                                                                                     4
Page 5
        kelayakan dan kesimpulan akhir dari laporan ini;
   8.  Kami telah memperoleh informasi atas status hukum Perseroan dari pemberi tugas berdasarkan
       dokumen legalitas Perseroan;
   9. Laporan studi kelayakan disusun berdasarkan kondisi bisnis, perekonomian, dan
       peraturanperaturan yang secara umum berlaku sampai dengan tanggal penerbitan laporan studi
       kelayakan ini;
   10. Kami mengasumsikan bahwa setelah tanggal diterbitkannya laporan studi kelayakan tidak
       terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap hasil studi kelayakan.
       Kami tidak bertanggungjawab untuk menegaskan atau memutakhirkan kembali pendapat kami
       atas perubahan asumsi dan kondisi yang terjadi setelah tanggal laporan studi kelayakan ini;
   11. Kami tidak melakukan due diligence atas aspek perpajakan dan aspek hukum Perseroan;
   12. Analisis dalam studi kelayakan didasarkan pada keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan data
       dan informasi yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau pemberi tugas. Kami
       mengasumsikan bahwa data dan informasi yang diberikan kepada kami adalah benar, lengkap,
       dan tidak menyesatkan. Kami tidak bertanggungjawab atas kemungkinan adanya data atau
       informasi yang tidak diungkapkan, ketidakakuratan dan ketidakterbukaan data atau informasi,
       perubahan data atau asumsi yang dijadikan dasar studi kelayakan yang dapat mempengaruhi
       hasil studi kelayakan;
   13. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan studi kelayakan ini tidak merupakan dan tidak dapat
       ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
       prosedurprosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
       dimaksudkan untukmengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau
       penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum.

F. Asumsi Khusus
   Asumsi khusus yang akan digunakan merupakan asumsi khusus yang relevan dan wajar sehubungan
   dengan studi kelayakan. Asumsi khusus merupakan asumsi yang berbeda dari keadaaan sebenarnya
   pada tanggal studi kelayakan. Analisis akan menggunakan asumsi yang wajar untuk diterima dalam
   studi kelayakan.

G. Subsequent Event
   Dari tanggal studi kelayakan yaitu tanggal 31 Desember 2025 sampai dengan tanggal diterbitkannya
   laporan ini, tidak terdapat subsequent event atau kejadian penting yang dapat mempengaruhi hasil
   analisis studi kelayakan secara signifikan.

H. Metodologi Studi Kelayakan
   Metode yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan ini adalah sebagai berikut:
   • Pengumpulan data langsung dari Perseroan terkait Rencana Penambahan KBLI yang mencakup
     identitas, perizinan, rencana usaha, dan data terkait lainnya;
   • Melakukan Analisis Kelayakan Pasar, Analisis Kelayakan Teknis, Analisis Kelayakan Pola Bisnis,
     Analisis Kelayakan Model Manajemen, dan Analisis Kelayakan Keuangan;
   • Melakukan analisis kelayakan atas objek studi kelayakan dengan menggunakan indikator Net
     Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index (PI), dan Return on
     Investment (ROI);
   • Memberikan Kesimpulan Hasil Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha.

I. Sumber Informasi Yang Dapat Dihandalkan
   Studi kelayakan dapat menggunakan data atau sumber informasi tanpa melalui verifikasi terlebih
   dahulu yaitu data-data sebagai berikut:
    • Data beta industri dan country risk premium bersumber dari Damodaran;
    • Data Obligasi Pemerintah Republik Indonesia dari PT Penilai Harga Efek Indonesia atau sumber
      lainnya;


                                                                                                      5
Page 6
     • Data Statistik Perbankan Indonesia dari Bank Indonesia atau Otoritas Jasa Keuangan;
     • Data nilai tukar, inflasi, ataupun data publikasi lainnya bersumber dari Bank Indonesia;
     • Data lainnya bersumber dari lembaga pemerintahan lainnya;
     • Sumber data lainnya yang terkait dengan studi kelayakan.

J. Sumber Data
   Dalam menyusun studi kelayakan ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau
   melaksanakan prosedur atas informasi sebagai berikut:
   1) Company profile dan struktur organisasi Perseroan per 31 Desember 2025;
   2) Laporan keuangan audit per 31 Desember 2025 Nomor 00040/2.1524/AU.1/05/1350-
      4/1/III/2026 oleh Kantor Akuntan Publik Jonnardi, Jamaludin, Sukimto & Rekan tanggal 30 Maret
      2026 dengan opini wajar tanpa modifikasian, yang ditandatangani oleh Kevin Muhammad Rizka,
      SE., M.Ak., Ak., CA., CPA., CFI., ASEAN CPA selaku penanggung jawab audit;
   3) Laporan keuangan audit per 31 Desember 2024 Nomor 00056/2.0927/AU.1/05/1350-
      3/1/III/2025 oleh Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Ardi, Sukimto & Rekan tanggal 24 Maret 2025
      dengan opini wajar tanpa modifikasian, yang ditandatangani oleh Kevin Muhammad Rizka, SE.,
      M.Ak., Ak., CA., CPA., CFI., ASEAN CPA selaku penanggung jawab audit;
   4) Laporan keuangan audit per 31 Desember 2023 Nomor 00043/2.0927/AU.1/05/1362-
      2/1/III/2024 oleh Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Ardi, Sukimto & Rekan tanggal 28 Maret 2024
      dengan opini wajar tanpa modifikasian, yang ditandatangani oleh Kevin Muhammad Rizka, SE.,
      M.Ak., Ak., CA., CPA., CFI., ASEAN CPA selaku penanggung jawab audit;
   5) Laporan keuangan audit per 31 Desember 2022 Nomor 00092/2.0927/AU.1/05/1350-
      1/1/VIII/3023 oleh Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Ardi, Sukimto & Rekan tanggal 10 Agustus
      2023 dengan opini wajar tanpa modifikasian, yang ditandatangani oleh Kevin Muhammad Rizka,
      SE., M.Ak., Ak., CA., CPA., CFI., ASEAN CPA selaku penanggung jawab audit;
   6) Laporan keuangan audit per 31 Desember 2021 Nomor 00118/2.0927/AU.1/05/0109-
      2/1/VI/2022 oleh Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Ardi, Sukimto & Rekan tanggal 30 Juni 2022
      dengan opini wajar tanpa modifikasian, yang ditandatangani oleh Ben Ardi, CA, CPA, CLI selaku
      penanggung jawab audit;
   7) Proyeksi laporan keuangan Perseroan tahun 2026-2033 Tanpa Rencana Penambahan KBLI dan
      Dengan Rencana Penambahan KBLI, yang disusun oleh manajemen Perseroan;
   8) Draft Perjanjian Jual Beli Gas antara PT Pertamina EP dan Perseroan tentang Penjualan Gas dari
      Struktur Galian Field Tambun Zona 7 Regional 2 Wilayah Kerja Pertamina EP;
   9) Penetapan Alokasi dan Pemanfaatan serta Harga Gas Bumi dari Lapangan Galian Wilayah Kerja
      Pertamina EP Zona 7 kepada Perseroan Nomor T-312/MG.04/MEM.M/2025 tanggal 4 Juli 2025;
   10) Informasi lain dari manajemen Perseroan ataupun pihak lain yang relevan dengan penugasan;
   11) Data informasi pasar, ekonomi, industri berdasarkan media cetak dan elektronik yaitu website
       Bank Indonesia, website Aswath Damodaran, website Penilai Harga Efek Indonesia, dan sumber
       informasi lainnya yang kami anggap relevan.

K. Analisis Studi Kelayakan
   1. Berdasarkan penelaahan aspek legalitas dan hukum, Perseroan terlah memiliki perizinan pokok
      dan dokumen operasional lainnya untuk melakukan kegiatan komersialnya sesuai dengan
      peraturan perundang-undangan yang berlaku. Perseroan telah memiliki izin Penetapan Alokasi
      dan Pemanfaatan serta Harga Gas Bumi dari Lapangan Galian Wilayah Kerja Pertamina EP Zona
      7 kepada Perseroan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor
      T-312/MG.04/MEM.M/2025 tanggal 4 Juli 2025;
   2. Berdasarkan analisis kelayakan pasar, Rencana Penambahan KBLI dinilai layak untuk dijalankan,
      didukung oleh prospek permintaan LNG yang terus meningkat, adanya kesenjangan pasokan
      gas di wilayah non-pipeline, serta posisi strategis Perseroan yang didukung oleh model distribusi
      yang fleksibel, ketersediaan pasokan, dan potensi pasar yang masih luas;
   3. Berdasarkan analisis kelayakan teknis, Perseroan dinilai memiliki kesiapan yang memadai untuk
      melaksanakan Rencana Penambahan KBLI, didukung oleh kapasitas produksi yang terukur,

                                                                                                          6
Page 7
      infrastruktur produksi dan distribusi yang terintegrasi, ketersediaan bahan baku yang terjamin,
      serta dukungan sumber daya manusia dan tenaga ahli yang kompeten;
   4. Berdasarkan analisis kelayakan pola bisnis, Perseroan dinilai memiliki model bisnis yang kuat,
      terintegrasi, dan berdaya saing tinggi, yang didukung oleh keunggulan kompetitif, tingkat imitasi
      yang relatif rendah, serta kemampuan dalam menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan,
      sehingga mampu mendukung keberhasilan implementasi Rencana Penambahan KBLI;
   5. Berdasarkan analisis kelayakan model manajemen, Perseroan dinilai memiliki kesiapan yang
      memadai dalam mendukung implementasi Rencana Penambahan KBLI, yang tercermin dari
      perencanaan sumber daya manusia yang terstruktur, dukungan tenaga ahli pada tahap awal
      operasional, serta pengelolaan aspek kekayaan intelektual yang telah memiliki kepastian hukum.
      Dengan demikian, model manajemen yang diterapkan mampu mendukung kelancaran
      operasional secara efektif, efisien, dan berkelanjutan;
   6. Berdasarkan analisis kelayakan keuangan, Rencana Penambahan KBLI akan menghasilkan NPV
      positif sebesar Rp161,09 miliar, analisis IRR sebesar 32,30% yang lebih besar dari WACC,
      analisis Discounted Payback Period menunjukkan bahwa periode pengembalian investasi yang
      telah didiskontokan tercapai dalam waktu 3,75 tahun, analisis Profitability Index sebesar 1,89
      kali yang menunjukkan bahwa nilai sekarang dari arus kas masuk lebih tinggi dibandingkan arus
      kas keluar, analisis rata-rata ROE sebesar 12,91%, dan rata-rata ROI sebesar 9,11%
      menunjukkan adanya return bagi Perseroan.

L. Kesimpulan
   Berdasarkan kajian, evaluasi, Analisis kelayakan pasar, Analisis kelayakan teknis, Analisis kelayakan
   pola bisnis, Analisis kelayakan model manajemen, dan Analisis kelayakan keuangan serta proyeksi-
   proyeksi lainnya dengan syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka dapat
   disimpulkan bahwa rencana penambahan kegiatan usaha yang akan dilaksanakan oleh Perseroan
   adalah layak.


 V. KETERSEDIAAN TENAGA AHLI SEHUBUNGAN DENGAN RENCANA PENAMBAHAN
   KEGIATAN USAHA

  a. Mekanisme Pemenuhan Tenaga Kerja

      Perseroan merencanakan pemenuhan kebutuhan tenaga kerja sebanyak 42 orang melalui
      kombinasi tenaga kerja yang direkrut secara langsung oleh Perseroan dan tenaga kerja yang
      disediakan oleh vendor pendukung. Dari total kebutuhan tersebut, sebanyak 10 orang akan
      dipenuhi melalui vendor yang bertanggung jawab atas fungsi pendukung operasional, khususnya
      di bidang keamanan dan kebersihan. Sementara itu, sebanyak 32 orang akan direkrut langsung
      oleh Perseroan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan operasional inti.

      Proses pemenuhan kebutuhan tenaga kerja yang direkrut langsung oleh Perseroan akan
      dilaksanakan sesuai dengan kebijakan dan prosedur rekrutmen yang berlaku, serta
      dikoordinasikan oleh fungsi Human Resources (HR). Perseroan akan melakukan proses seleksi
      berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan kebutuhan operasional yang telah ditetapkan guna
      memastikan tersedianya sumber daya manusia yang memadai dan kompeten dalam mendukung
      kegiatan usaha Perseroan.

  b. Nama dan Jabatan Pihak Ahli yang ditunjuk Perseroan

        No                 Nama                                    Sertifikasi Ahli
        1     Jati Pangarso                       Wakil Kepala Teknik
        2     Mayo                                K3



                                                                                                           7
Page 8
c. Daftar Tenaga Ahli yang telah tersedia/Proses Rekrutment/ dipenuhi

     No                    Jabatan                                                                            Status Rekrutment
     1         Plant Manager                                              Dipenuhi
     2         HSE Supervisor                                             Dipenuhi
     3         Safety Officer                                             Proses rekrutment
     4         PPIC Supervisor                                            Proses rekrutment
     5         PPIC Staff                                                 Proses rekrutment
     6         Office Boy                                                 Proses rekrutment
     7         Security Leader                                            Proses rekrutment
     8         Security                                                   Proses rekrutment
     9         Operation Supervisor                                       Proses rekrutment
     10        Operator                                                   Proses rekrutment
     11        Maintenance Supervisor                                     Proses rekrutment
     12        Maintenance Staff                                          Proses rekrutment

d. Struktur Organisasi Perseroan
   Perseroan menyampaikan bahwa penambahan kegiatan usaha yang direncanakan tidak
   mengakibatkan perubahan pada struktur organisasi Perseroan secara keseluruhan. Struktur tata
   kelola, fungsi pengawasan, serta kewenangan organ Perseroan tetap berjalan sebagaimana yang
   berlaku saat ini.

   Adapun penyesuaian yang dilakukan hanya terbatas pada lingkup internal Direktorat Operasional
   dalam rangka mendukung efektivitas pelaksanaan kegiatan usaha tambahan yang akan
   dijalankan. Penyesuaian tersebut bersifat operasional dan tidak mengubah struktur organisasi
   Perseroan pada tingkat korporasi maupun susunan organ Perseroan.
   Berikut struktur organ LNG Project yang merupakan bagian dari direktorat operasional:

    DIREKSI


                                                                                   Operations Director




    GENERAL MANAGER
    Sr. DEPARTMENT HEAD                              Operations General                                          Operations General
                                                      Manager (CNG)                                                Manager (LNG)
                                                                                                                    1 Employee



    DEPARTMENT HEAD
    HEAD
    Sr. SECTION HEAD
                          ENGINEERING      HUB         PRODUCTION          DISTRIBUTION              HSE               PPIC           Operations    Maintenance

                                                                                                 1 Employee         1 Employee        1 Employee    1 Employee



    SECTION HEAD
                           Engineer     Operations         PPIC              Dispatcher         Safety Officer         PPIC            Operator     Maintenance
    Sr. STAFF
    STAFF                                                                                        1 Employee         4 Employee        18 Employee   4 Employee
                            Drafter       Sales        Maintenance        Fleet Maintenance



                                                     Technical Support




                                                                                                                                                                  8
Page 9
e. Jumlah Tenaga Kerja Perseroan
   Perseroan menyampaikan bahwa terdapat ketidaksesuaian jumlah tenaga kerja yang
   diungkapkan dalam Keterbukaan Informasi dan Laporan Penilai yang disebabkan oleh kekeliruan
   dalam proses perhitungan dan penyajian data.

   Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan mengklarifikasi bahwa jumlah tenaga kerja yang
   benar dan menjadi acuan adalah sebanyak 129 orang. Dengan demikian, perbedaan jumlah
   tenaga kerja yang tercantum dalam Laporan Penilai sebanyak 128 orang serta perbedaan pada
   tabel komposisi usia yang berjumlah 127 orang merupakan kesalahan administratif dalam
   penyusunan data dan tidak mencerminkan kondisi yang sebenarnya.


  VI. PENJELASAN TENTANG PENGARUH PERUBAHAN KEGIATAN USAHA PADA
    KONDISI KEUANGAN PERUSAHAAN
Dengan dijalankannya Penambahan Kegiatan Usaha baru melalui KBLI 35201 Pengadaan Gas Alam
dan buatan, hasil kriteria kelayakan dari rencana Penambahan Kegiatan Usaha berdasarkan laporan
Studi Kelayakan yang disusun oleh Kantor Jasa Penilai Publik (“KJPP”) Herman Meirizki dan Rekan
adalah sebagai berikut:

 A. Nilai Capital Expenditure (CAPEX)
    Sehubungan dengan Rencana Penambahan KBLI, maka manajemen telah mengestimasikan
    terdapat penambahan aset tetap terutama mesin dan peralatan selama masa proyeksi adalah
    sebagai berikut (disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain):




    Manajemen telah mengidentifikasi kebutuhan penambahan mesin dan peralatan sebagai bagian
    dari rencana belanja modal (CAPEX) untuk Rencana Penambahan KBLI, serta telah
    mempertimbangkan realisasi capex LNG yang telah terjadi sampai dengan 31 Desember 2025
    yang dicatat sebagai uang muka dan biaya dibayar dimuka. Dengan demikian, capex yang
    dianggarkan dalam proyeksi Dengan Rencana Penambahan KBLI sudah mempertimbangkan
    capex LNG yang tersisa. Berikut adalah rencana dan realisasi RAB proyek LNG (dalam Rupiah):

    Rencana dan Realisasi RAB Proyek LNG




                                                                                                  9
Page 10
   Rincian atas rencana anggaran LNG tersebut adalah sebagai berikut:
   Rencana dan Realisasi RAB Proyek LNG




B. Sumber Pendanaan
   Berdasarkan informasi manajemen, terdapat rencana pendanaan belanja modal (CAPEX) terkait
   rencana penambahan KBLI yang bersumber dari dana Initial Public Offering (IPO) dan pinjaman
   bank sebesar Rp50.000.000.000,- dengan asumsi bunga pinjaman sebesar 8,50%.

C. Weighted Average Cost Of Capital (WACC)
   Tingkat diskonto dalam analisis kelayakan keuangan akan menggunakan biaya modal
   tertimbang atau weighted average cost of capital (WACC).

   Risk Free Rate (Rf)
   Risk free rate merupakan tingkat imbal hasil atas instrumen-instrumen keuangan yang dianggap
   tidak memiliki risiko gagal bayar. Pada penilaian ini, instrumen keuangan yang digunakan
   sebagai acuan risk free rate adalah obligasi pemerintah Republik Indonesia dengan yield per
   tanggal studi kelayakan menggunakan tenor 8 (delapan) tahun sesuai masa perjanjian dengan
   Pertamina EP dalam mata uang Rupiah.

   Market Premium Risk (RPm)
   Market premium risk merupakan selisih antara tingkat imbal hasil antara instrumen keuangan
   yang memiliki risiko dengan instrumen keuangan yang relatif tidak memiliki risiko. Dengan
   demikian dapat diartikan juga sebagai tingkat imbal hasil tambahan yang diinginkan investor
   untuk berinvestasi pada suatu instrumen keuangan yang lebih berisiko. HMR menggunakan data
   market premium risk hasil penelitian Aswath Damodaran yang diperbarui tanggal 5 Januari
   2026.

   Beta (β)
   Beta merupakan tolak ukur volatilitas atas suatu saham terhadap pasar secara keseluruhan.
   HMR menggunakan data unlevered beta hasil penelitian Aswath Damodaran yang diperbarui
   tanggal 5 Januari 2026 untuk emerging market sektor Power sebesar 0,43 yang kemudian akan
   dilakukan penyesuaian terhadap tarif pajak di Indonesia (beta relevered). Relevered beta
   setelah disesuaikan adalah sebesar 0,79.

   Rating Based Default Spread (CDS)
   Rating based default spread menggunakan hasil penelitian Aswath Damodaran yang diperbarui
   tanggal 5 Januari 2026 yang digunakan untuk melakukan penyesuaian atas biaya modal ekuitas.

   Cost of Debt (Kd)
   Biaya hutang atau tingkat imbal hasil dari sumber pendanaan yang berasal dari hutang yang
   dikorelasikan dengan tingkat suku bunga pinjaman Bank Persero dalam mata uang Rupiah untuk
   pinjaman baik modal kerja ataupun investasi. Data menggunakan hasil statistik Bank Indonesia

                                                                                                  10
Page 11
   sesuai bulan tanggal studi kelayakan.
   Tarif Pajak (t)
   Tarif pajak penghasilan badan yang digunakan adalah 22% sesuai dengan Undang-Undang
   Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.

   Cost of Equity (Ke)
   Biaya ekuitas merupakan tingkat imbal hasil yang diharapkan dari sumber pendanaan ekuitas.
   Formula perhitungan biaya ekuitas adalah sebagai berikut:

                                            Ke = Rf + (β x RPm) – CDS

   Tingkat Diskonto
   Tingkat diskonto digunakan untuk mendiskonto arus kas bersih yang dihasilkan di masa
   mendatang ke nilai kini atau per tanggal studi kelayakan. Tingkat diskonto yang digunakan
   untuk mendiskonto arus kas untuk kapital (free cash flow to firm atau FCFF) adalah WACC
   (Weighted Average Cost of Capital). Perhitungan WACC adalah sebagai berikut:




D. Analisis Profitabilitas dan Overall Return on Investment
   Analisa profitabilitas sebagai parameter Perseroan dalam menghasilkan laba adalah sebagai
   berikut:

   Analisis Profitabilitas Dengan Rencana Penambahan KBLI
                         Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection
                                                                                                                 Average
                          FY2026     FY2027     FY2028     FY2029     FY2030     FY2031     FY2032     FY2033
  Gross profit margin       15,89%     18,01%     18,78%     19,02%     19,05%     19,13%     19,15%     19,66% 18,59%
  Net profit margin           2,15%      4,14%      4,87%      5,17%      5,24%      5,32%      5,33%      5,69%   4,74%
  Return on investment        3,52%      7,60%      9,72%    10,26%     10,29%     10,39%     10,27%     10,85%    9,11%
  Return on equity            6,05%    12,35%     14,96%     14,83%     14,12%     13,76%     13,32%     13,87% 12,91%


   Dengan adanya rencana penambahan KBLI, rata-rata gross profit margin Perseroan selama
   masa proyeksi adalah sebesar 18,59%, net profit margin sebesar 4,74%, return on investment
   sebesar 9,11%, dan return on equity sebesar 12,91%.




                                                                                                                           11
Page 12
   Analisis Profitabilitas Tanpa Rencana Penambahan KBLI
                                        Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection Average
                                         FY2026     FY2027     FY2028     FY2029     FY2030     FY2031     FY2032     FY2033
  Gross profit margin                      15,84%     16,47%     17,06%     17,08%     17,22%     17,44%     17,58%     18,25% 17,12%
  Net profit margin                          2,16%      2,57%      3,11%      3,16%      3,30%      3,50%      3,61%      4,13%   3,19%
  Return on investment                       3,82%      4,86%      6,57%      6,79%      7,22%      7,78%      8,09%      9,34%   6,81%
  Return on equity                           5,97%      7,23%      9,62%      9,65%    10,02%     10,65%     10,98%     12,54%    9,58%


   Tanpa adanya rencana penambahan KBLI, rata-rata gross profit margin Perseroan selama masa
   proyeksi adalah sebesar 17,12%, net profit margin sebesar 3,19%, return on investment
   sebesar 6,81%, dan return on equity sebesar 9,58%.

E. Analisis Kelayakan Investasi
   Analisa kelayakan keuangan dilakukan dengan menggunakan indikator yaitu Net Present Value
   (NPV) dan Profitability Index (PI) (dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) sebagai berikut:
   FCFF (WITH PROJECT)
                                                              Projection          Projection          Projection          Projection          Projection          Projection          Projection          Projection
                                          31-Des-25
                                                               FY 2026              FY 2027             FY 2028             FY 2029             FY 2030             FY 2031             FY 2032             FY 2033
   Earning after tax                                         18.011.420.282      41.938.296.920      59.711.512.369      69.511.912.475      77.070.663.038      87.052.278.571      97.217.254.423     117.563.263.004
   (+) Depreciation                                          23.307.123.822      42.757.425.463      43.902.528.515      44.156.881.660      44.426.853.744      43.725.138.702      44.038.636.640      34.160.491.890
   (+) Interest (1-t)                                         1.639.243.125        4.783.130.625       3.910.286.250       2.865.476.250       1.820.666.250         821.413.125         171.965.625                  -
   (+/-) Changes in working capital                          65.731.516.077     (19.600.727.319)      (4.073.003.561)     (2.150.259.923)     (2.913.504.013)     (4.899.510.720)     (5.999.544.053)     (9.294.305.504)
   (-) Capex                                               (126.149.621.944)      (9.809.523.000)     (1.012.570.000)     (1.070.681.000)     (1.181.169.000)     (1.324.819.000)     (1.487.462.000)     (1.695.921.000)
   FCFF                                                     (17.460.318.638)     60.068.602.688     102.438.753.572     113.313.329.462     119.223.510.018     125.374.500.678     133.940.850.635     140.733.528.390
   Year-n                                                                1,00                2,00                3,00                4,00                5,00                6,00                7,00                8,00
   Discount factor                                                    0,9252              0,8560              0,7919              0,7327              0,6779              0,6272              0,5802              0,5368
   PV FCFF                                                  (16.154.037.040)     51.416.835.998      81.124.309.562      83.022.658.878      80.817.693.252      78.628.985.548      77.716.890.921      75.549.022.763
   NPV                                   512.122.359.882



   FCFF (WITHOUT PROJECT)
                                                              Projection          Projection          Projection          Projection          Projection          Projection          Projection          Projection
                                          31-Des-25
                                                               FY 2026             FY 2027              FY 2028             FY 2029             FY 2030             FY 2031             FY 2032             FY 2033
   Earning after tax                                         17.755.434.775      23.166.940.585      34.099.231.075      37.855.420.541      43.714.241.444      51.995.926.538      60.196.132.894      78.641.959.491
   (+) Depreciation                                          19.437.500.000      19.539.682.531      20.684.785.583      20.939.138.729      21.209.110.813      20.507.395.771      20.820.893.708      10.942.748.958
   (+) Interest (1-t)                                           561.868.125       1.548.933.750        1.167.123.750         785.313.750         403.503.750          67.250.625                  -                   -
   (+/-) Changes in working capital                           5.442.131.911     (25.265.920.742)      (8.404.853.450)     (4.194.687.145)     (5.392.249.125)     (7.186.721.831)     (8.100.344.867)   (11.260.563.022)
   (-) Capex                                                (27.500.000.000)     (9.809.523.000)      (1.012.570.000)     (1.070.681.000)     (1.181.169.000)     (1.324.819.000)     (1.487.462.000)     (1.695.921.000)
   FCFF                                                      15.696.934.811       9.180.113.124      46.533.716.958      54.314.504.875      58.753.437.882      64.059.032.102      71.429.219.735      76.628.224.427
   Year-n                                                                1,00                2,00                3,00                4,00                5,00                6,00                7,00                8,00
   Discount factor                                                    0,9252              0,8560              0,7919              0,7327              0,6779              0,6272              0,5802              0,5368
   PV FCFF                                                   14.522.579.548       7.857.888.311      36.851.440.768      39.795.270.616      39.827.021.697      40.174.809.727      41.445.584.767      41.135.808.486
   NPV                                   261.610.403.921



   INCREMENTAL FCFF
                                                             Projection          Projection           Projection          Projection          Projection          Projection          Projection          Projection
                                          31-Des-25
                                                              FY 2026             FY 2027              FY 2028             FY 2029             FY 2030             FY 2031             FY 2032             FY 2033
   Earning after tax                                           255.985.507      18.771.356.335       25.612.281.294      31.656.491.934      33.356.421.594      35.056.352.034      37.021.121.529      38.921.303.514
   (+) Depreciation                                          3.869.623.822      23.217.742.931       23.217.742.931      23.217.742.931      23.217.742.931      23.217.742.931      23.217.742.931      23.217.742.931
   (+) Interest (1-t)                                        1.077.375.000       3.234.196.875        2.743.162.500       2.080.162.500       1.417.162.500         754.162.500         171.965.625                   -
   (+/-) Changes in working capital                         60.289.384.166       5.665.193.423        4.331.849.889       2.044.427.222       2.478.745.111       2.287.211.111       2.100.800.815       1.966.257.519
   (-) Capex                                               (98.649.621.944)                  -                    -                   -                   -                   -                   -                   -
   FCFF                                                    (33.157.253.449)     50.888.489.564       55.905.036.614      58.998.824.587      60.470.072.136      61.315.468.576      62.511.630.900      64.105.303.963
   Year-n                                                               1,00                2,00                 3,00                4,00                5,00                6,00                7,00                8,00
   Discount factor                                                   0,9252              0,8560               0,7919              0,7327              0,6779              0,6272              0,5802              0,5368
   PV FCFF                                                 (30.676.616.588)     43.558.947.686       44.272.868.794      43.227.388.262      40.990.671.555      38.454.175.821      36.271.306.154      34.413.214.276
   NPV                                   250.511.955.961
   Realisasi Capex LNG sd 31 Des 2025     89.419.821.506
   NPV, Net                              161.092.134.455




   Net Present Value (NPV)
   Net Present Value merupakan selisih antara cash inflow dengan cash outflow dari suatu proyek
   dengan memperhitungkan nilai waktu uang. Berdasarkan tabel di atas, NPV menunjukkan nilai
   positif Rp161,09 miliar dengan demikian Rencana Penambahan KBLI tersebut layak untuk
   dilaksanakan.

   Internal Rate of Return (IRR)
   IRR merupakan tingkat diskonto yang akan menghasilkan NPV Rp0. IRR sebesar 32,30% lebih
   tinggi dibandingkan WACC mengindikasikan bahwa Rencana Penambahan KBLI layak
   dilaksanakan.




                                                                                                                                                                                                                            12
Page 13
 Profitability Index (PI)
 Indeks profitabilitas sebesar 1,89 kali yang menunjukkan bahwa nilai sekarang dari arus kas
 masuk lebih tinggi dibandingkan arus kas keluar, sehingga Rencana Penambahan KBLI
 memberikan kontribusi positif. Umumnya suatu rencana proyek dikategorikan layak untuk
 dilaksanakan jika profitability index menghasilkan nilai lebih dari 1.

 Discounted Payback Period (DPP)
 Discounted Payback Period (PP) merupakan penentuan jangka waktu yang dibutuhkan untuk
 menutup initial investment dari suatu proyek dengan menggunakan cash flow yang dihasilkan
 dari proyek tersebut. Berdasarkan hasil perhitungan dan analisis yang diperoleh, Perseroan
 diproyeksikan dapat mengembalikan seluruh dana investasi setelah Rencana Penambahan KBLI
 berjalan selama 3 tahun 7 bulan.

  VII. PENGARUH RENCANA TRANSAKSI TERHADAP KONDISI KEUANGAN
      PERSEROAN

 Dengan adanya Penambahan Kegiatan Usaha KBLI 35201 tentang pengadaan Gas Alam dan
 Buatan akan meningkatkan pendapatan, beban pokok pendapatan, dan laba bersih di masa
 mendatang sekaligus meningkatkan ekuitas Perseroan melalui peningkatan laba ditahan
 (retained earnings) sebagai hasil dari peningkatan laba tahun berjalan. Berikut dampak
 Pendapatan, HPP, Laba Kotor, dan Laba Bersih Perseroan secara konsolidasi dengan dan tanpa
 Rencana Penambahan KBLI (dalam Rupiah penuh):


Inkremental Laba Rugi
(dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
                                  Projection           Projection          Projection           Projection
                                   FY2026               FY2027              FY2028               FY2029
PENDAPATAN
Dengan Rencana Penambahan KBLI    835.915.500.000    1.013.623.500.000   1.226.716.000.000    1.343.805.866.667
Tanpa Rencana Penambahan KBLI     823.782.166.667      901.202.990.909   1.096.228.000.000    1.198.205.866.667
Selisih                            12.133.333.333      112.420.509.091     130.488.000.000      145.600.000.000

BEBAN POKOK PENDAPATAN
Dengan Rencana Penambahan KBLI   (703.089.647.786)   (831.037.649.917)   (996.328.960.515)   (1.088.161.807.660)
Tanpa Rencana Penambahan KBLI    (693.306.930.000)   (752.733.857.531)   (909.172.097.583)     (993.600.064.729)
Selisih                            (9.782.717.786)    (78.303.792.386)    (87.156.862.931)      (94.561.742.931)

LABA KOTOR
Dengan Rencana Penambahan KBLI    132.825.852.214     182.585.850.083     230.387.039.485       255.644.059.006
Tanpa Rencana Penambahan KBLI     130.475.236.667     148.469.133.378     187.055.902.417       204.605.801.938
Selisih                             2.350.615.548      34.116.716.705      43.331.137.069        51.038.257.069

LABA TAHUN BERJALAN
Dengan Rencana Penambahan KBLI     18.011.420.282      41.938.296.920      59.711.512.369        69.511.912.475
Tanpa Rencana Penambahan KBLI      17.755.434.775      23.166.940.585      34.099.231.075        37.855.420.541
Selisih                               255.985.507      18.771.356.335      25.612.281.294        31.656.491.934




                                                                                                                   13
Page 14
                                    Projection            Projection            Projection            Projection
                                     FY2030                FY2031                FY2032                FY2033
PENDAPATAN
Dengan Rencana Penambahan KBLI    1.471.328.409.600     1.636.477.516.800     1.824.126.938.726     2.064.743.682.947
Tanpa Rencana Penambahan KBLI     1.322.816.409.600     1.485.053.516.800     1.668.820.272.060     1.904.583.682.947
Selisih                             148.512.000.000       151.424.000.000       155.306.666.667       160.160.000.000

BEBAN POKOK PENDAPATAN
Dengan Rencana Penambahan KBLI   (1.191.013.068.744)   (1.323.436.549.702)   (1.474.827.874.306)   (1.658.712.217.890)
Tanpa Rencana Penambahan KBLI    (1.095.024.445.813)   (1.226.021.046.771)   (1.375.509.864.708)   (1.557.016.074.958)
Selisih                             (95.988.622.931)      (97.415.502.931)      (99.318.009.598)     (101.696.142.931)

LABA KOTOR
Dengan Rencana Penambahan KBLI      280.315.340.856       313.040.967.098       349.299.064.420       406.031.465.057
Tanpa Rencana Penambahan KBLI       227.791.963.788       259.032.470.029       293.310.407.351       347.567.607.988
Selisih                              52.523.377.069        54.008.497.069        55.988.657.069        58.463.857.069

LABA TAHUN BERJALAN
Dengan Rencana Penambahan KBLI       77.070.663.038        87.052.278.571        97.217.254.423       117.563.263.004
Tanpa Rencana Penambahan KBLI        43.714.241.444        51.995.926.538        60.196.132.894        78.641.959.491
Selisih                              33.356.421.594        35.056.352.034        37.021.121.529        38.921.303.514



Secara umum, dampak penambahan kegiatan usaha terhadap kinerja laba rugi Perseroan
adalah sebagai berikut:
• Selisih pendapatan Dengan Rencana Penambahan KBLI dan Tanpa Renca Penambahan
    KBLI Perseroan pada tanggal Januari-Desember 2026-2033 adalah sebesar Rp12,12 miliar,
    Rp112,42miliar, Rp130,49 miliar, Rp145,60 miliar, Rp148,51 miliar, Rp151,42 miliar,
  Rp155,31 miliar, dan Rp160,16 miliar;
• Dengan Rencana Penambahan KBLI, Perseroan mengestimasi pertumbuhan pendapatan
  pada periode tahun 2026–2033 yang didukung oleh proyeksi volume LNG berkisar antara
  55.556 MMBTU hingga 577.778 MMBTU. Adapun harga LNG diasumsikan berada pada
  kisaran USD 13,00 hingga USD 16,50 per MMBTU, dengan menggunakan asumsi kurs
  sebesar Rp16.800 per USD, sehingga diperoleh asumsi proyeksi pendapatan LNG sebagai
  berikut:
                          Asumsi Proyeksi Pendapatan LNG




                                                                                                                         14
Page 15
      • Rata-rata persentase Harga Pokok Pendapatan terhadap Pendapatan bersih Dengan
           Rencana Penambahan KBLI adalah sebesar 81,41% sedangkan Tanpa Rencana
           Penambahan KBLI adalah sebesar 82,88%.


Sedangkan dampak penambahan kegiatan usaha pada rasio keuangan Perseroan
adalah sebagai berikut:
                                                                          DENGAN PENAMBAHAN KBLI
                                        Projection     Projection     Projection  Projection Projection     Projection     Projection     Projection      Average
                                         FY2026         FY2027         FY2028      FY2029     FY2030         FY2031         FY2032         FY2033        Projection
    LIQUIDITY RATIOS
    Current ratio                              1,51           1,98          2,45        3,00        3,52           3,99           4,44           4,83           3,22
    Quick ratio                                1,43           1,89          2,35        2,90        3,42           3,88           4,33           4,72           3,12
    Cash ratio                                 0,20           0,54          1,04        1,60        2,12           2,59           3,05           3,43           1,82

    PROFITABILITY RATIOS
    Gross profit margin                      15,89%         18,01%        18,78%      19,02%       19,05%        19,13%         19,15%         19,66%         18,59%
    Net profit margin                         2,15%          4,14%         4,87%       5,17%        5,24%         5,32%          5,33%          5,69%          4,74%

    ACTIVITY RATIOS
    Acc. Receivable turnover                  10,29           9,00          9,00        9,00        9,00           9,00           9,00           9,00           9,16
    Inventory turnover                        72,00          72,00         72,00       72,00       72,00          72,00          72,00          72,00          72,00
    Acc. Payable turnover                      9,00          10,29         10,29       10,29       10,29          10,29          10,29          10,29          10,13
    Days of Acc. Receivable                      35             40            40          40          40             40             40             40             39
    Days of Inventory                             5              5             5           5           5              5              5              5              5
    Days of Acc. Payable                         40             35            35          35          35             35             35             35             36

    SOLVENCY RATIOS
    Debt to Equity                           37,76%         29,50%        20,74%      14,18%        9,25%         6,03%          4,52%          3,89%         15,74%
    Debt to Assets                           21,94%         18,14%        13,48%       9,82%        6,74%         4,55%          3,49%          3,05%         10,15%
    Total Liabilities to Total Assets        41,90%         38,52%        35,00%      30,79%       27,16%        24,48%         22,85%         21,78%         30,31%
    Total Liabilities to Total Equity        72,10%         62,65%        53,85%      44,48%       37,28%        32,42%         29,62%         27,84%         45,03%
                                                                         TANPA PENAMBAHAN KBLI
                                        Projection     Projection     Projection Projection Projection      Projection     Projection     Projection       Average
                                         FY2026         FY2027         FY2028     FY2029     FY2030          FY2031         FY2032         FY2033         Projection
    LIQUIDITY RATIOS
    Current ratio                               2,64           2,95          3,07        3,35        3,60           3,82           4,03           4,19           3,46
    Quick ratio                                 2,56           2,85          2,97        3,24        3,49           3,71           3,92           4,07           3,35
    Cash ratio                                  0,82           0,86          1,05        1,35        1,63           1,88           2,13           2,32           1,51

    PROFITABILITY RATIOS
    Gross profit margin                       15,84%         16,47%       17,06%       17,08%      17,22%         17,44%         17,58%         18,25%         17,12%
    Net profit margin                          2,16%          2,57%        3,11%        3,16%       3,30%          3,50%          3,61%          4,13%          3,19%

    ACTIVITY RATIOS
    Acc. Receivable turnover                   10,29           9,00         9,00         9,00        9,00           9,00           9,00           9,00           9,16
    Inventory turnover                         72,00          72,00        72,00        72,00       72,00          72,00          72,00          72,00          72,00
    Acc. Payable turnover                       9,00          10,29        10,29        10,29       10,29          10,29          10,29          10,29          10,13
    Days of Acc. Receivable                       35             40           40           40          40             40             40             40             39
    Days of Inventory                              5              5            5            5           5              5              5              5              5
    Days of Acc. Payable                          40             35           35           35          35             35             35             35             36

    SOLVENCY RATIOS
    Debt to Equity                            20,97%         17,17%       13,45%       10,54%       8,11%          6,76%          6,02%          5,27%         11,04%
    Debt to Assets                            13,40%         11,55%        9,19%        7,41%       5,84%          4,94%          4,44%          3,92%          7,59%
    Total Liabilities to Total Assets         36,12%         32,72%       31,64%       29,67%      28,00%         27,00%         26,32%         25,52%         29,62%
    Total Liabilities to Total Equity         56,54%         48,64%       46,28%       42,19%      38,89%         36,99%         35,73%         34,26%         42,44%



Penjelasan dampak penambahan kegiatan usaha pada rasio keuangan Perseroan adalah
sebagai berikut:
•        Rata-rata gross profit margin atas Penambahan KBLI periode Januari-Desember 2026-2033
         sebesar 18,59%;
•        Rata-rata net profit margin atas Penambahan KBLI periode Januari-Desember 2026-2033
         sebesar 4,74% dari pendapatan;




                                                                                                                                                                        15
Page 16
  •   Dengan Rencana Penambahan KBLI, proyeksi rata-rata current ratio Perseroan sebesar
      3,22 kali. Sedangkan rata-rata current ratio Perseroan Tanpa Rencana Penambahan KBLI
      sebesar 3,46 kali.
  •   Dengan Rencana Penambahan KBLI, proyeksi rata-rata quick ratio Perseroan sebesar
      3,12 kali. Sedangkan rata-rata quick ratio Perseroan Tanpa Rencana Penambahan KBLI
      sebesar 3,35 kali.
  •   Dengan Rencana Penambahan KBLI, proyeksi rata-rata cash ratio Perseroan meningkat
      dari 1,51 kali menjadi 1,82 kali. Meskipun pada tahap awal terdapat penggunaan kas yang
      cukup besar untuk mendanai investasi dan CAPEX LNG, investasi tersebut diproyeksikan
      mampu meningkatkan kinerja operasional dan profitabilitas Perseroan di masa mendatang
      sehingga menghasilkan arus kas yang lebih baik. Oleh karena itu, baik Dengan maupun
      Tanpa Rencana Penambahan KBLI, cash ratio Perseroan tetap diproyeksikan meningkat
      dari tahun ke tahun.

  F. Kesimpulan Analisa Kelayakan Investasi
     Berdasarkan kajian, evaluasi, Analisis kelayakan pasar, Analisis kelayakan teknis, Analisis
     kelayakan pola bisnis, Analisis kelayakan model manajemen, dan Analisis kelayakan
     keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan syarat asumsi-asumsi yang telah
     ditetapkan dapat terpenuhi, maka dapat disimpulkan bahwa rencana penambahan kegiatan
     usaha yang akan dilaksanakan oleh Perseroan adalah layak.

                      Deskripsi                 Nilai        Kriteria Kelayakan       Keterangan
      Incremental NPV, Net (Rp)             161.092.134.455        NPV>0                LAYAK
      Internal Rate of Return (IRR)                   32,30%     IRR>WACC               LAYAK
      Discounted Payback Period (DPP)                   3,75    DPP<8 Tahun             LAYAK
      Profitability Index (x)                           1,89         PI>1               LAYAK



VIII. INFORMASI PENYELENGGARAAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA

Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan mengacu
pada ketentuan anggaran dasar perseroan, POJK Nomor 17 Tahun 2020, POJK Nomor 15 Tahun
2020 dan POJK Nomor 16 tahun 2020, Dalam hal ini, persetujuan Pemegang Saham akan terkait
rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan akan dimintakan pada Rapat Umum Pemegang
Saham Luar Biasa (RUPSLB) dengan mata agenda:

“Persetujuan Studi Kelayakan tentang penambahan kegiatan usaha Perseroan; dan Persetujuan atas
perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan tentang Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha
Perseroan”
Dengan jadwal pelaksaan sebagai berikut :

       No                        Kegiatan                                   Tanggal
        1    Pengumuman Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa         07 Mei 2026
        2    Keterbukaan Informasi atas penambahan kegiatan usaha    06 Mei 2026
        3    Tanggal Pencatatan Rapat Umum Pemegang Saham            21 Mei 2026
        4    Pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham                   22 Mei 2026
        5    Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham                   15 Juni 2026
        6    Ringkasan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham             18 Juni 2026
        7    Risalah Rapat Umum Pemegang Saham                       29 Juni 2026


                                                                                                   16
Page 17
Berdasarkan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan dan peraturan perundang-undangan yang
berlaku, mata acara perubahan Anggaran Dasar Perseroan mensyaratkan persetujuan paling
sedikit 2/3 (dua pertiga) dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah. Dengan jumlah
saham Perseroan saat ini, maka diperlukan persetujuan sekurang-kurangnya sebanyak
1.180.999.359 Lembar saham.

Sesuai dengan Pasal 26 POJK Nomor 17 /POJK.04/2020 dalam hal perubahan Kegiatan Usaha tidak
memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), rencana
perubahan Kegiatan Usaha baru dapat dimintakan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham
Luar Biasa (RUPSLB) kembali paling singkat 12 (dua belas) bulan setelah pelaksanaan Rapat Umum
Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang tidak menyetujui perubahan Kegiatan Usaha
dimaksud.

 VIII. HAL MATERIAL LAINNYA YANG BERKAITAN DENGAN KEGIATAN USAHA BARU


 Tidak terdapat hal material lainnya terkait dengan Rencana Penambahan Kegiatan usaha ini,
 seluruh informasi hubungan afiliasi dan informasi atau fakta material telah dan akan disampaikan
 sesuai dengan ketentuan Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan
 Transaksi Benturan Kepentingan dan Peraturan OJK No. 31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan
 atas Informasi atau Fakta Material oleh Emiten atau Perusahaan Publik.


IX. INFORMASI TAMBAHAN

Apabila memerlukan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Perseroan dengan alamat:




                           PT CITRA NUSANTARA GEMILANG Tbk
                                          Kantor Pusat:
         Jl. Kalimalang No.126, Tegal Gede, Kelurahan Pasirsari, Kecamatan Cikarang Selatan,
                        Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat 17530 Indonesia
                                 Telepon: (021) 829 8507; 831 9879;


                                     Faksimili: (021) 829 1391
                               Email:corporate.secretary@cng.co.id;
                                      Website: www.cng.co.id



                                  Kabupaten Bekasi, 11 Juni 2026
                                PT Citra Nusantara Gemilang Tbk
                                             Direksi




                                                                                                    17

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.22 MB
Published11 Jun 2026
Pages17
Characters62,440
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 33 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org CITRA NUSANTARA GEMILANG Tbk p.1 ×14
linked person Raditya Muhas Juvirawan p.3
linked person Leo Herlambang p.3
linked person Andika Purwonugroho p.3
linked person Isa Safardi p.3
linked person Agung Wibawa p.3
linked person Andika Andianto p.3
possible org OTORITAS JASA KEUANGAN p.1 ×3
possible org Bursa Efek Indonesia p.1 ×2
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.5 ×2
possible org Bank Persero p.10
unresolved person Edi Priyono · Notaris p.2
unresolved org Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral p.2
unresolved org Menteri Investasi dan Hilirisasi p.2
unresolved org Koordinasi Penanaman Modal p.2
unresolved person Drs. KH. As’ad Said Ali p.3
unresolved org Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral p.4
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.4
unresolved org Herman Meirizki dan Rekan p.4 ×3
unresolved person Willyams p.4 ×2
unresolved org Rekan Kantor Jasa Penilai Publik Herman Meirizki dan Rekan p.4
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Herman Meirizki p.4
unresolved person H. Metodologi Studi Kelayakan Metode p.5
unresolved org Bank Indonesia p.6 ×4
unresolved org Kantor Akuntan Publik Jonnardi p.6
unresolved org Sukimto & Rekan p.6 ×5
unresolved person Kevin Muhammad Rizka p.6 ×4
unresolved org Kantor Akuntan Publik Jamaludin p.6 ×4
unresolved person Ben Ardi p.6
unresolved org PT Pertamina EP p.6
unresolved org Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor T- p.6
unresolved — Jati Pangarso p.7
unresolved — Mayo p.7

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 1

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result