Back to announcement
20241118_JAWA_Laporan Informasi dan Fakta Material_31778859_lamp2.pdf
Other Text extracted JAWASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 64
Page 1
Page 2
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
Page 10
Page 11
Page 12
Page 13
Page 14
Page 15
1. PENDAHULUAN
1.1 Identifikasi Status Penilai
Pendapat Kewajaran ini disusun oleh Tim Penilai independen dari KJPP Felix Sutandar
dan Rekan. Buku Laporan Pendapat Kewajaran ini di tanda tangani oleh:
- Felix Sutandar, MSc (MAPPI No. 81-S-00017; PB-1.08.00022; STTD.PPB-31/PJ-
1/PM.02/2023) sebagai Penilai Berizin.
- Natalia Goysal (MAPPI No. 10-S-02509; P.1-12.00347) sebagai Reviewer.
- Grace Martana (MAPPI No. 16-S-07048; Register No. RMK-2019.03051) sebagai
Penilai.
Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini, Penilai menjunjung tinggi
integritas, bertindak secara objektif dan tidak memihak serta tidak mempunyai potensi
benturan kepentingan dengan pihak-pihak yang terlibat dengan Rencana Transaksi.
Penilai memiliki kompetensi dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini dan
menjaga kerahasiaan informasi yang diperoleh.
1.2 Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan dalam hal ini adalah:
Nama : PT Jaya Agra Wattie Tbk
Bidang usaha : Agribisnis
Alamat : Gedung Graha Dinamika Lantai 2
Jl. Tanah Abang II No. 49-51
Jakarta 10160
Email : corsec@jawattie.com
Telepon : 021-3505906
Faksimili : 021-65867525
1.3 Maksud dan Tujuan
Laporan ini dimaksudkan untuk memberikan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
atas Rencana Transaksi. Sedangkan tujuan Pendapat Kewajaran sesuai dengan
penugasan yang diterima adalah untuk dipergunakan sebagai salah satu bahan dalam
rangka keterbukaan informasi sebagaimana diatur dengan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan (POJK) No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha serta untuk memenuhi POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
1.4 Asumsi dan Kondisi Pembatas
Tanpa mengurangi tanggung jawab kami sebagai Penilai, Pendapat Kewajaran ini
dibatasi oleh asumsi dan kondisi pembatas sebagai berikut:
1. Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
2. Penilai Bisnis telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
dalam proses penilaian.
Ref. No. 01215/2.0072-00/BS/01/0022/1/XI/2024 1
Page 16
3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya. 4. Proyeksi keuangan yang digunakan telah disesuaikan dan mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya. 5. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas pelaksanaan Penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan. 6. Laporan Pendapat Kewajaran ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan. 7. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan Kesimpulan Akhir. 8. Penilai Bisnis telah memperoleh informasi atas status hukum Objek Pendapat Kewajaran dari Pemberi Tugas. 1.5 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi PT Jaya Agra Wattie Tbk (“JAWA” atau “Perseroan”) adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang agribisnis, yaitu karet, kelapa sawit, kopi dan teh. Melihat kondisi keuangan JAWA sampai dengan 30 Juni 2024 dimana ketersediaan kas dan tingkat likuiditas Perseroan cukup rendah, JAWA memerlukan tambahan dana untuk dapat beroperasi secara optimal sehingga dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya. Oleh karena itu JAWA berencana mengadakan perjanjian pinjaman dengan Pemegang Saham Utama yaitu PT Sarana Agro Investama (“SAI”), dimana SAI akan memberikan pinjaman dengan nilai maksimal sebesar Rp 1.250.000.000.000 (satu triliun dua ratus lima puluh miliar Rupiah) yang rencananya akan diberikan secara bertahap sesuai dengan permintaan. Pertimbangan JAWA dalam menambah pinjaman adalah karena pinjaman yang akan diberikan berupa pinjaman tanpa bunga dan tanpa jaminan sehingga hal itu akan meringankan beban keuangan JAWA. KJPP Felix Sutandar dan Rekan sebagai Penilai Independen telah diminta oleh Perseroan, sebagaimana tertuang dalam Surat Penugasan No. No. 0468/FSR/Spn/FS/0509/2024 tanggal 05 September 2024 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan, untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dimaksud. 1.6 Objek Pendapat Kewajaran Objek Pendapat Kewajaran adalah Rencana Transaksi Pinjaman Dana dari Pemegang Saham Utama kepada PT Jaya Agra Wattie Tbk dengan nilai maksimal sebesar Rp 1.250.000.000.000 (satu triliun dua ratus lima puluh miliar Rupiah) yang rencananya akan diberikan secara bertahap sesuai dengan permintaan. 1.7 Tanggal Pendapat Kewajaran Tanggal (cut-off date) Pendapat Kewajaran ini adalah 30 Juni 2024 (“Tanggal Pendapat Kewajaran”). Tanggal Pendapat Kewajaran dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan ketersediaan data dalam rangka analisa kewajaran Rencana Transaksi dimaksud. Ref. No. 01215/2.0072-00/BS/01/0022/1/XI/2024 2
Page 17
1.8 Mata Uang yang Digunakan
Jenis mata uang yang digunakan dalam laporan Penilaian ini adalah Rupiah.
1.9 Tingkat Kedalaman Investigasi
Pemberian Pendapat Kewajaran dilakukan dengan investigasi yang meliputi inspeksi dan
pengumpulan data dan informasi dari pihak Manajemen Perseroan yang bertujuan untuk
memperoleh dokumen kelengkapan analisis yang dibutuhkan dan selanjutnya
diverifikasi melalui wawancara.
Penilai tidak melakukan kegiatan atau analisis sebagai berikut:
a. Analisis dampak pajak untuk para pihak terkait Rencana Transaksi;
b. Transaksi lain selain yang disebutkan dalam objek analisis kewajaran.
1.10 Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan
Informasi yang diperoleh berupa:
- Data dan dokumen dari Manajemen Perseroan.
- Data dan keterangan yang diperoleh secara lisan maupun tulisan melalui komunikasi
dengan manajemen
- Berbagai data dan publikasi yang tersedia secara umum baik berdasarkan media
cetak maupun elektronik, seperti website Damodaran, Kontan, Bank Indonesia,
website Pemerintah maupun Asosiasi yang relevan dengan penugasan penilaian.
Informasi, perkiraan dan pendapat yang kami peroleh dari berbagai sumber, kami
anggap merupakan informasi yang dapat dipercaya kebenarannya dan tidak
mengandung unsur-unsur yang dengan sengaja disembunyikan.
1.11 Persetujuan Publikasi
Laporan ini terbuka untuk publik, namun demikian publikasi atas sebagian atau
keseluruhan dari laporan harus mendapatkan persetujuan dari manajemen Perseroan,
mengingat kemungkinan terdapat informasi yang bersifat rahasia dan dapat
mempengaruhi operasional Perseroan.
1.12 Pedoman dan Standar Penilaian
Dasar pedoman pelaksanaan dan standar penilaian yang Penilai gunakan adalah:
1. Standar Penilaian Indonesia yang meliputi Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar
Penilaian Indonesia Edisi VII Tahun 2018 (KEPI & SPI Edisi VII-2018);
2. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 35/POJK.04/2020 Tentang Penilaian
dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal;
3. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 17/SEOJK.04/2020 Tentang
Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
1.13 Keterangan Rencana Transaksi dan Benturan Kepentingan
Rencana Transaksi merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud dalam POJK
No. 17/POJK.04/2020 karena nilai Rencana Transaksi mencapai 126,4% (lebih dari 50%
Ref. No. 01215/2.0072-00/BS/01/0022/1/XI/2024 3
Page 18
sehingga wajib terlebih dahulu memperoleh persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham, RUPS) dari nilai buku ekuitas Perseroan berdasarkan Laporan Keuangan per 30 Juni 2024 yang telah dilakukan reviu oleh Akuntan Publik Sangapan Tambunan, CPA dari Kantor Akuntan Publik Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan dalam Laporan No. PHHARP-AL/196/ST/SN/2024 tanggal 27 September 2024. Rencana Transaksi juga merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan. Namun sesuai dengan Surat Pernyataan Manajemen Perseroan, Rencana Transaksi dimaksud bukan merupakan transaksi yang mengandung benturan kepentingan. 1.14 Dampak Keuangan Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, JAWA memperoleh dana untuk pembayaran utang berbunga dan membiayai kegiatan operasionalnya sehingga dapat meningkatkan kemampuan JAWA untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya yang dalam beberapa tahun terakhir terus merugi. Selain itu, Rencana Transaksi tidak membebani keuangan Perseroan karena pinjaman yang akan diberikan oleh SAI adalah pinjaman tanpa bunga dan tanpa jaminan. 1.15 Sumber Data Dalam memberikan pendapat kewajaran ini kami telah melaksanakan prosedur yang mencakup pengkategorian, pengkorelasian, pengecekan validitas dan penelaahan data dan informasi berikut: 1. Laporan Keuangan JAWA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 yang telah direviu oleh Akuntan Publik Sangapan Tambunan, CPA dari Kantor Akuntan Publik Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan dalam Laporan No. PHHARP-AL/196/ST/SN/2024 tanggal 27 September 2024. 2. Laporan Keuangan JAWA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Agustinus Ade Kristanto Simatupang dari Kantor Akuntan Publik Heliantono & Rekan dalam Laporan No. 00886/2.0459/AU.1/01/1513-1/1/VI/2024 tanggal 13 Juni 2024 dengan opini Wajar Tanpa Modifikasian. 3. Laporan Keuangan JAWA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Darmenta Pinem, SE, CPA dari Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan dalam Laporan No. 00450/2.1051/AU.1/01/0519-3/1/IV/2023 tanggal 12 April 2023 dengan opini Wajar Tanpa Modifikasian. 4. Laporan Keuangan JAWA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Darmenta Pinem, SE, CPA dari Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan dalam Laporan No. 00575/2.1051/AU.1/01/0519-2/1/IV/2022 tanggal 27 April 2022 dengan opini Wajar Tanpa Modifikasian. 5. Laporan Keuangan JAWA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Darmenta Pinem, SE, CPA dari Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan dalam Laporan No. 00679/2.1051/AU.1/01/0519-1/1/V/2021 tanggal 28 Mei 2021 dengan opini Wajar Tanpa Modifikasian. Ref. No. 01215/2.0072-00/BS/01/0022/1/XI/2024 4
Page 19
6. Laporan Keuangan JAWA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2019 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Tjiong Eng Pin, CPA dari Kantor Akuntan
Publik Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan dalam Laporan No.
00718/2.1051/AU.1/01/0517-3/1/V/2020 tanggal 28 Mei 2020 dengan opini Wajar
Tanpa Modifikasian.
7. Laporan Tahunan JAWA tahun 2023.
8. Laporan Keuangan JAWA Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi pada tanggal 30
Juni 2024 yang disiapkan oleh Manajemen Perseroan.
9. Proyeksi keuangan JAWA untuk periode Juli 2024 hingga 31 Desember 2029 Dengan
dan Tanpa dilakukannya Rencana Transaksi yang disiapkan oleh Manajemen
Perseroan.
10. Salinan Akta pendirian, perubahan dan perizinan yang terkait JAWA.
11. Salinan Draft Perjanjian Hutang Piutang antara SAI dengan JAWA.
12. Hasil wawancara dengan pihak internal manajemen Perseroan yang diwakilkan oleh
Bapak Harli Wijayadi selaku Direktur dan Sekretaris Perseroan beserta tim terkait
mengenai alasan, latar belakang dan hal-hal lainnya terkait dengan Rencana
Transaksi.
13. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan pihak-pihak lain yang relevan
dalam rangka penugasan ini.
1.16 Pendekatan dan Prosedur Penilaian
Dalam menganalisis kewajaran Rencana Transaksi, kami melakukan prosedur analisis
sebagai berikut:
1. Analisis Transaksi;
2. Analisis kualitatif atas transaksi pinjam-meminjam dana;
3. Analisis kuantitatif atas transaksi pinjam-meminjam dana; dan
4. Analisis kelayakan rencana penggunaan dana atas transaksi pinjam meminjam
dana.
1.17 Kejadian Setelah Tanggal Penilaian
Setelah Tanggal Penilaian sampai dengan diterbitkannya buku Laporan ini, tidak ada
kejadian penting yang dapat mempengaruhi kesimpulan Pendapat Kewajaran.
Ref. No. 01215/2.0072-00/BS/01/0022/1/XI/2024 5
Page 20
2. PIHAK-PIHAK YANG TERKAIT DENGAN TRANSAKSI
Para pihak yang terlibat Rencana Transaksi adalah:
1. JAWA adalah perusahaan terbuka yang berkedudukan di Jakarta, beralamat di Graha
Dinamika Lantai 2, Jl. Tanah Abang No 49-51, yang dalam Rencana Transaksi ini
bertindak sebagai Penerima Pinjaman.
2. SAI yang merupakan Pemegang Saham Utama JAWA, berkedudukan di Jakarta,
beralamat di Gedung Palma One Lantai 5 Suite 500, Jl. H.R Rasuna Said Kav X-2 No
4, yang dalam Rencana Transaksi ini bertindak sebagai Pemberi Pinjaman.
2.1 JAWA
2.1.1 Pendirian dan Informasi Umum
PT Jaya Agra Wattie Tbk didirikan dengan nama Handel Maatschappij J.A. Wattie and
Company Limited, suatu perseroan terbatas yang tunduk pada hukum Negara Republik
Indonesia berdasarkan akta pendirian Naamlooze Vennotschap No. 157, tanggal 20
Januari 1921 dari Pieter van der Meer, Notaris di Surabaya. Telah memperoleh
pengesahan dari Gubernur Jenderal Hindia Belanda, sesuai dengan Daftar Petikan
Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda (Register der Besluiten van den
Gouverneur Generaal van Nederlandsch-Indie) No. 69 tanggal 4 Juni 1921, dan telah
didaftarkan pada Daftar Panitera Pengadilan Negeri Surabaya (Raad van Justitie te
Soerabaja) di bawah No. 232 pada tanggal 4 Agustus 921, dan selanjutnya telah
diumumkan dalam Berita Negara (Extra-Bijvoegsel der Javasche Courant) No. 90
tanggal 11 Nopember 1921, Tambahan No. 689.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan
akta No. 87 tanggal 27 November 2023 dari Yulia, S.H, Notaris di Jakarta, mengenai
peningkatan modal Perusahaan dan telah diterima dan dicatat oleh Kementerian Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat No. AHU-AH.01.03-0147729
tanggal 28 November 2023.
2.1.2 Pemegang Saham
Pada 30 Juni 2024, modal dasar JAWA berjumlah sebesar Rp.6.400.000.000.000 yang
terbagi atas 64.000.000.000 lembar saham dengan nominal Rp 100 per saham. Dari
jumlah modal dasar ini telah ditempatkan dan disetor sebanyak 16.232.951.842 lembar
saham, dengan susunan pemegang saham sebagai berikut:
Tabel 1 : Daftar Pemegang Saham JAWA
Nama Jumlah Jumlah
No %
Pemegang Saham Saham (Rp)
1 PT Sarana Agro Investama 15.015.345.027 92,499 1.501.534.502.700
2 Rohadi 132.500 0,001 13.250.000
3 Masyarakat (kurang dari 5%) 1.217.474.315 7,500 121.747.431.500
Jumlah 16.232.951.842 100,000 1.623.295.184.200
Ref. No. 01215/2.0072-00/BS/01/0022/1/XI/2024 6
Page 21
2.1.3 Susunan Manajemen
Per 30 Juni 2024, susunan manajemen JAWA adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Rohadi
Komisaris : Muhadi
Komisaris Independen : Connie Teresianti H
Direksi
Direktur Utama : Harijadi Soedarjo
Direktur : Harli Wijayadi
Direktur : Ryan Nurfitriandy
2.1.4 Gambaran Usaha
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perseroan
meliputi bidang pembangunan, perdagangan, perindustrian, pertanian dan jasa. Saat
ini kegiatan utama Perseroan adalah bertindak sebagai manajer umum dari entitas anak
untuk mengatur dan mengendalikan produksi dan penjualan hasil perkebunan karet,
kopi, teh, kelapa sawit dan produk-produk perkebunan lainnya.
Perseroan memiliki langsung saham entitas anak sebagai berikut:
Tabel 2 : Entitas Anak JAWA
Jenis Usaha Tahun Operasi %
Entitas Anak Domisili Lokasi Perkebunan
Perkebunan Komersial Kepemilikan
Cileles, Lebak Barito Kelapa Sawit,
PT Agri Bumi Sentosa Jakarta 2008 99,00
Kuala, Banjarmasin Karet
Kelapa Sawit dan
PT Kintap Jaya Wattindo Jakarta Tanah Laut, Banjarmasin 2004 99,37
Karet
Mekarsari, Anjir Pasar Kelapa Sawit dan
PT Anugerah Wattiendo Jakarta 2016 99,68
Mandiangin karet
PT Indo Java Rubber
Jakarta Cipari, Cilacap Karet 1907 99,90
Planting Company
Lengkong, Sukabumi Teh dan Karet
PT Kaliduren Estates Jakarta 1905 99,00
Bangsal Sari, Jember Kopi dan Karet
PT Perkebunan Kroewoek Jakarta Bayah, Lebak Karet 1910 99,00
Pulau Laut,
PT Bumi Prada Jakarta Karet 1993 99,98
Kalimantan Selatan
PT Banjoemas Landen Jakarta Jeruk Legi, Cilacap Karet 1910 99,00
PT Mulyaningsih Jakarta Sukorambi, Jember Kopi dan Karet 1962 99,01
PT Corah Mas Kepuntren Silo, Jember Karet
Jakarta 1910 99,01
Estates Panti, Jember Kopi
PT Perkebunan Biting Jakarta Kendal, Semarang Karet 1918 99,00
PT Cipanyusuhan Jakarta Cimarga, Lebak Karet 1961 99,00
2.1.5 Perijinan
Perijinan yang telah dimiliki Perseroan antara lain adalah sebagai berikut:
a. Nomor Induk Berusaha (NIB) 8120110182596, bukti Pendaftaran Penanaman
Modal/Berusaha yang sekaligus merupakan pengesahan Tanda Daftar Perusahaan,
yang dikeluarkan oleh Lembaga Pengelola dan Penyelenggara OSS Pemerintah
Republik Indonesia tanggal 29 November 2018.
b. Nomor Pokok Wajib Pajak No. 01.360.922.7-054.000.
Ref. No. 01215/2.0072-00/BS/01/0022/1/XI/2024 7
Page 22
2.2 SAI
2.2.1 Pendirian dan Informasi Umum
PT Sarana Agro Investama didirikan dengan nama PT Sarana Energi Semesta pada
tanggal 17 November 2014 berdasarkan Akta Notaris Sri Ambarwati, SH, No. 03 dan
telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan
Surat Keputusan No. AHU-35266.40.10.2014. Perseroan mengubah namanya menjadi
PT Sarana Agro Investama berdasarkan Akta No. 01 tanggal 2 Mei 2017 oleh Sintya
Liana Sofyan, SH., MKn, Notaris di Kota Bekasi. Perubahan ini telah mendapat
persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui
Surat Keputusan No. AHU-0009891.AH.01.02.TAHUN 2017 tanggal 3 Mei 2017.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan
Akta No 01 tanggal 9 Oktober 2023 yang dibuat di hadapan Sintya Liana Sofyan, SH.,
M.Kn, Notaris di Kota Bekasi terkait perubahan pasal 14 ayat 3 dan pasal 17 serta
pengangkatan kembali direksi dan komisaris. Perubahan ini telah diterima oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Nomor AHU-AH.01.03-
0127574 dan Surat No. AHU-AH.01.09-0172314, keduanya tanggal 11 Oktober 2023.
2.2.2 Pemegang Saham
Pada 30 Juni 2024, modal dasar SAI berjumlah sebesar Rp.2.500.000.000 yang terbagi
atas 2.500 lembar saham dengan nominal Rp 1000.000 per saham. Dari jumlah modal
dasar ini telah ditempatkan dan disetor sebanyak 2.500 lembar saham, dengan susunan
pemegang saham sebagai berikut:
Tabel 3 : Daftar Pemegang Saham SAI
Nama Jumlah Jumlah
No %
Pemegang Saham Saham (Rp)
1 PT GMT Kapital Asia 2.499 99,96 2.499.000.000
2 Theodorus Marto Sutiono 1 0,04 1.000.000
Jumlah 2.500 100,0 2.500.000.000
2.2.3 Susunan Manajemen
Per 30 Juni 2024, susunan manajemen SAI adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris : Omar Syarif Nasution
Direksi
Direktur : Evelyn Cathy Wijaya
Direktur : Zandra S. Dharma
2.2.4 Gambaran Usaha
Berdasarkan perizinannya, SAI bergerak di bidang aktivitas perusahaan induk, yaitu
perusahaan yang menguasai aset dari sekelompok perusahaan subsidiari dan kegiatan
utamanya adalah kepemilikan kelompok tersebut.
Ref. No. 01215/2.0072-00/BS/01/0022/1/XI/2024 8
Page 23
2.2.5 Perijinan Perijinan yang telah dimiliki SAI antara lain adalah sebagai berikut: a. Nomor Induk Berusaha (NIB) 0220009782301 yang dikeluarkan oleh Lembaga OSS Pemerintah Republik Indonesia pada tanggal 20 Juli 2020. b. Nomor Pokok Wajib Pajak No. 71.568.915.4-063.000. Ref. No. 01215/2.0072-00/BS/01/0022/1/XI/2024 9
Page 24
3. ANALISIS DAN PENDAPAT KEWAJARAN
3.1 Analisis Transaksi
3.1.1 Transaksi Material
Berdasarkan POJK 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha, Transaksi Material adalah setiap transaksi yang dilakukan oleh
perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali yang memenuhi batasan nilai:
1. suatu transaksi dikategorikan sebagai Transaksi Material apabila nilai transaksi sama
dengan 20% atau lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka.
2. Transaksi berupa perolehan dan pelepasan atas perusahaan atau segmen operasi
dikategorikan sebagai Transaksi Material dalam hal:
a) Nilai transaksi sama dengan 20% atau lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka;
b) Total aset yang menjadi objek transaksi dibagi total aset Perusahaan Terbuka
nilainya sama dengan atau lebih dari 20%;
c) Laba bersih objek transaksi dibagi dengan laba bersih Perusahaan Terbuka
nilainya sama dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen); atau
d) Pendapatan usaha objek transaksi dibagi dengan pendapatan usaha Perusahaan
Terbuka nilainya sama dengan atau lebih dari 20%.
3. Dalam hal transaksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dilakukan
oleh Perusahaan Terbuka yang mempunyai ekuitas negatif, transaksi dikategorikan
sebagai Transaksi Material apabila nilai transaksi sama dengan 10% atau lebih dari
total aset Perusahaan Terbuka.
Dalam hal Rencana Transaksi lebih dari 50%, maka Perusahaan Terbuka yang akan
melakukan Transaksi Material wajib terlebih dahulu memperoleh persetujuan RUPS.
Jumlah ekuitas JAWA berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2024 yang telah direviu
oleh Akuntan Publik Sangapan Tambunan, CPA dari Kantor Akuntan Publik Paul
Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan dalam Laporan No. PHHARP-
AL/196/ST/SN/2024 tanggal 27 September 2024 tercatat sebesar Rp 988.869.404.371
sedangkan Nilai Rencana Transaksi adalah sebesar maksimal Rp 1.250.000.000.000
atau 126,4% dari ekuitas JAWA. Dengan demikian Rencana Transaksi termasuk
Transaksi Material sebagaimana dimaksud dalam POJK 17/POJK.04/2020 dan Perseroan
wajib terlebih dahulu memperoleh persetujuan RUPS.
3.1.2 Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan
Berdasarkan POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan;
- Transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh
perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan Afiliasi dari perusahaan
terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
saham utama, atau Pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang
dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk kepentingan
Afiliasi dari perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan
komisaris, pemegang saham utama, atau Pengendali.
Ref. No. 01215/2.0072-00/BS/01/0022/1/XI/2024 10
Page 25
- Transaksi Benturan Kepentingan adalah transaksi yang dilakukan oleh perusahaan
terbuka atau perusahaan terkendali dengan setiap pihak, baik dengan Afiliasi maupun
pihak selain Afiliasi yang mengandung benturan kepentingan.
Berdasarkan struktur kepemilikan saham Perseroan dapat dilihat bahwa terdapat
hubungan afiliasi antara JAWA dengan SAI, dimana SAI adalah pemegang saham utama
dari JAWA dengan kepemilikan saham pada JAWA sebesar 92,50%.
Hubungan afiliasi antara JAWA dengan SAI dapat dilihat pada gambar berikut:
Gambar 1 : Hubungan Afiliasi JAWA dengan SAI
PT Sarana Agro
Investama (SAI)
92,499%
PT Jaya Agra Wattie,
Tbk (JAWA)
Berdasarkan gambaran di atas dapat disimpulkan bahwa Rencana Transaksi antara
JAWA dan SAI merupakan Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK No.
42/POJK.04/2020, namun berdasarkan Surat Pernyataan Manajemen JAWA, Rencana
Transaksi bukan merupakan Transaksi Benturan Kepentingan.
3.1.3 Besaran Dana dari Objek Transaksi
Pinjaman Dana yang akan diperoleh JAWA dari SAI adalah dengan nilai maksimal
sebesar Rp 1.250.000.000.000 (satu triliun dua ratus lima puluh miliar Rupiah) yang
rencananya akan diberikan secara bertahap sesuai dengan permintaan.
3.1.4 Pengaruh Pinjaman terhadap Keuangan JAWA
Berdasarkan kondisi keuangan JAWA per 30 Juni 2024 dimana ketersediaan kas dan
tingkat likuiditas Perseroan rendah, JAWA membutuhkan tambahan dana untuk dapat
beroperasi secara optimal.
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, JAWA memperoleh dana untuk pembayaran
utang berbunga dan membiayai kegiatan operasionalnya sehingga dapat meningkatkan
kemampuan JAWA untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya yang dalam
beberapa tahun terakhir terus merugi. Selain itu, Rencana Transaksi tidak membebani
keuangan Perseroan karena pinjaman yang akan diberikan oleh SAI adalah pinjaman
tanpa bunga dan tanpa jaminan.
Sementara apabila tidak dilakukan Rencana Transaksi, timbul ketidakpastian
kelangsungan hidup JAWA, karena untuk menunjang kegiatan operasionalnya JAWA
Ref. No. 01215/2.0072-00/BS/01/0022/1/XI/2024 11
Page 26
memerlukan tambahan dana dari pihak lain, dimana pinjaman dana dari pihak lain akan
meningkatkan beban bunga Perseroan sehingga akan memberatkan keuangan
Perseroan.
3.1.5 Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati Dalam Transaksi
Perjanjian dan persyaratan yang disepakati berdasarkan draft Perjanjian Hutang Piutang
antara SAI dengan JAWA, yang secara ringkas berisi antara lain:
Obyek Perjanjian
Pinjaman diberikan SAI kepada JAWA dengan nilai maksimal sebesar
Rp.1.250.000.000.000 (satu triliun dua ratus lima puluh miliar Rupiah) yang diberikan
secara penuh maupun bertahap sesuai dengan permintaan.
Maksud Pemberian Pinjaman
Maksud pemberian pinjaman dalam bentuk dana/uang adalah dalam rangka kelancaran
kegiatan operasional JAWA, termasuk tetapi tidak terbatas pada pembayaran hutang
berbunga.
Bunga Pinjaman
Atas utang tersebut tidak dikenakan bunga.
Cara Penyelesaian Pinjaman
JAWA akan menyelesaikan pinjamannya kepada SAI dalam jangka waktu 8 (delapan)
tahun. JAWA akan menyelesaikan pinjamannya kepada SAI, dengan cara sebagai
berikut:
1. Penyelesaian Pinjaman melalui konversi atas Pinjaman dengan saham JAWA sesuai
dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku sebagai perusahaan terbuka;
2. Penyelesaian Pinjaman dengan cara pembayaran secara tunai, baik sebagian
maupun seluruhnya.
Pembatasan
Tanpa persetujuan dari SAI, JAWA tidak diperkenankan untuk :
1. Mengubah aktivitas usaha JAWA yang akan memberikan pengaruh material
terhadap kewajiban JAWA;
2. Menggunakan dana Pinjaman untuk tujuan di luar usaha yang dibiayai dengan
fasilitas Pinjaman;
3. Mengizinkan pihak lain menggunakan aset JAWA untuk kegiatan usaha pihak lain;
4. Memberikan pinjaman kepada siapapun dan/atau memasuki transaksi pinjaman
apapun yangn dijamin dengan aset-aset JAWA, kecuali hal-hal yang dilakukan
dalam rangka transaksi kegiatan usaha yang berkaitan langsung dengan usahanya;
5. Menjual dan/atau menyewakan dan/atau mengalihkan seluruh atau sebagian dari
harta kekayaan JAWA dalam jumlah yang melebihi Rp 1.250.000.000.000 (satu
Ref. No. 01215/2.0072-00/BS/01/0022/1/XI/2024 12
Page 27
triliun dua ratus lima puluh miliar Rupiah), kecuali dalam hubungannya dengan
kegiatan usaha JAWA;
6. Menjaminkan dan/atau mengijinkan untuk menjaminkan seluruh atau sebagian
usaha dan/atau harta kekayaan JAWA.
3.1.6 Analisis Likuiditas dari Rencana Transaksi
Dengan dilaksanakan Rencana Transaksi akan meningkatkan likuiditas Perseroan, yang
dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4 : Rasio Likuiditas JAWA Sebelum dan Setelah Transaksi
30-Jun-24
RASIO
Sebelum Transaksi Setelah Transaksi
Current Ratio 53,2% 114,1%
Quick Ratio 30,7% 72,4%
Cash Ratio 0,2% 15,9%
Berdasarkan rasio likuiditas di atas terlihat bahwa Rencana Transaksi meningkatkan
likuiditas Perseroan secara signifikan.
3.1.7 Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi
Manfaat Rencana Transaksi adalah:
1. Perseroan memperoleh kepastian sumber pendanaan untuk kelangsungan kegiatan
operasionalnya.
2. Pinjaman tidak dikenakan bunga sehingga tidak membebani keuangan Perseroan.
Sementara itu, Rencana Transaksi tidak menimbulkan risiko terhadap Perseroan karena
pinjaman merupakan pinjaman tanpa jaminan. Selain itu, meskipun dalam Perjanjian
disebutkan bahwa JAWA akan menyelesaikan pinjamannya dalam jangka waktu 8
(delapan) tahun, penyelesaian pinjaman dapat dilakukan dengan cara konversi saham.
Namun Rencana Transaksi dapat menimbulkan risiko dilusi yaitu penurunan persentase
kepemilikan bagi pemegang saham publik apabila pinjaman dikonversi menjadi saham
dengan cara right issue. Risiko ini dapat terjadi apabila pemegang saham publik tidak
menggunakan haknya untuk membeli saham baru yang diterbitkan Perseroan apabila
Perseroan melakukan right issue dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (“HMETD”)
atau apabila Perseroan melakukan right issue tanpa HMETD.
Tidak ada pembatasan yang dapat merugikan hak pemegang saham publik pada
perjanjian pinjaman antara Perseroan dengan SAI.
Ref. No. 01215/2.0072-00/BS/01/0022/1/XI/2024 13
Page 28
3.2 Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi 3.2.1 Riwayat Perusahaan dan Sifat Kegiatan Usaha PT Jaya Agra Wattie Tbk didirikan pada tahun 1921 dan mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 20 Januari 1921. JAWA adalah perusahaan terbuka yang bergerak di bidang agribisnis, meliputi penanaman, proses pabrikasi, pengiriman dan penjualan. Berdasarkan surat Badan Pengawas Pasar Modal - Lembaga Keuangan (Bapepam - LK) selanjutnya menjadi Otoritas Jasa Keuangan Indonesia (OJK) No. S-5586/BL/2011 tanggal 20 Mei 2011, penawaran umum perdana saham biasa Perusahaan kepada masyarakat sebanyak 1.132.405.500 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham dengan harga penawaran sebesar Rp 500 per saham telah menjadi efektif. Seluruh saham Perusahaan telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia. Pada tanggal 30 Agustus 2018, JAWA dan SAI telah mengadakan perjanjian utang Fasilitas I dimana SAI memberikan pinjaman sampai dengan Rp 500 miliar kepada Perseroan dengan jangka waktu pinjaman lima tahun dan dapat diperpanjang dengan kesepakatan kedua belah pihak. Pinjaman ini tidak dikenakan bunga dan tanpa jaminan. Pada tanggal 1 Desember 2020, JAWA dan SAI kembali mengadakan perjanjian utang Fasilitas II dimana SAI memberikan pinjaman sampai dengan Rp 1 triliun kepada Perusahaan. Jangka waktu pinjaman delapan tahun. Pinjaman ini tidak dikenakan bunga dan tanpa jaminan. Pada tanggal 19 Desember 2022, JAWA dan SAI kembali mengadakan perjanjian utang Fasilitas III dimana SAI memberikan pinjaman sampai dengan Rp 1 triliun kepada Perusahaan. Jangka waktu pinjaman delapan tahun. Pinjaman ini tidak dikenakan bunga dan tanpa jaminan. Berdasarkan Surat Kesepakatan Konversi Sebagian Utang Menjadi Saham tanggal 4 September 2023 antara SAI dengan JAWA sepakat untuk mengkonversi sebagian utang menjadi saham dengan nilai sebesar Rp1.245.826.634.252, yang terdiri atas: - Fasilitas I sebesar Rp245.826.634.252. - Fasilitas II sebesar Rp1.000.000.000.000. Konversi ini dilakukan melalui mekanisme Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu dengan mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 14/POJK.04/2019 tanggal 29 April 2019. Pada tanggal 19 Juni 2024, JAWA kembali memperoleh pinjaman sementara dari SAI sebesar Rp30,85 miliar, di mana JAWA dana SAI bermaksud untuk menindaklanjuti transaksi tersebut dalam perjanjian utang Fasilitas IV, menunggu persetujuan RUPS. Per 30 Juni 2024, total pinjaman JAWA dari SAI adalah sebesar Rp 1,03 triliun yang digunakan untuk kelancaran kegiatan usaha Perseroan. Rencana Transaksi merupakan perjanjian baru sehingga Perseroan akan memiliki fasilitas pinjaman dari SAI dengan total nilai sebesar Rp 2.250.000.000.000 (dua triliun dua ratus lima puluh miliar Rupiah), namun pinjaman tersebut bukan merupakan satu kesatuan melainkan merupakan pinjaman yang terpisah atau berdiri sendiri-sendiri karena atas transaksi pinjaman yang dilakukan sebelumnya JAWA telah memenuhi ketentuan POJK No. 17/POJK.04/2020 dimana JAWA telah memperoleh persetujuan Ref. No. 01215/2.0072-00/BS/01/0022/1/XI/2024 14
Page 29
RUPS dan untuk Rencana Transaksi ini JAWA akan kembali menyelenggarakan RUPS
untuk memperoleh persetujuan dari pemegang saham.
3.2.2 Analisis Industri dan Bisnis
Perkembangan Neraca Perdagangan Subsektor Perkebunan
Subsektor perkebunan secara nasional selalu mengalami surplus. Apabila dilihat dari sisi
nilai ekspor, subsektor perkebunan merupakan subsektor yang kontribusinya sangat
besar terhadap total nilai ekspor pertanian. Periode Januari sampai dengan juni 2024,
volume dan nilai ekspor komoditas perkebunan mengalami penurunan jika dibandingkan
periode yang sama tahun 2023. Volume ekspor menurun sebesar 9,46% dan nilai
ekspor mengalami penurunan sebesar 7,60%. Menurunnya kinerja perdagangan
subsektor perkebunan dapat dilihat dari menurunnya ekspor, walaupun volume impor
pada periode Januari-Juni 2024 mengalami penurunan sebesar 1,52% tetapi nilai impor
mengalami peningkatan sebesar 11,12%.
Surplus nilai perdagangan mengalami penurunan dari USD 12,82 miliar pada periode
Januari-Juni 2023 menjadi USD 11,23 miliar pada periode yang sama tahun 2024 atau
menurun sebesar 12,40%.
Tabel 5 : Perkembangan Ekspor, Impor dan Neraca Perdagangan Komoditas
Perkebunan, Januari – Juni 2023 dan 2024
Sumber: Analisis Kinerja Perdagangan Komoditas Kelapa Sawit Volume 14 Nomor 1F
Tahun 2024, Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Sekretariat Jenderal
Kementerian Pertanian
Perkembangan Luas Areal Kelapa Sawit Indonesia
Pengusahaan kelapa sawit di Indonesia selama hampir satu dekade lalu, sebagian besar
diusahakan oleh Perusahaan Besar Swasta (PBS), dimana luas areal untuk kelapa sawit
PBS dari tahun 2018 hingga 2024 (Angka Estimasi), lebih tinggi dari luas areal kelapa
sawit Perkebunan Rakyat (PR) dan Perkebunan Besar Negara (PBN). Luas areal kelapa
sawit di Indonesia sendiri pada periode tersebut cenderung mengalami peningkatan.
Jika pada tahun 2016 luas areal kelapa sawit Indonesia adalah seluas 11,2 juta ha,
kemudian diestimasikan meningkat menjadi 15,8 juta ha pada tahun 2024 atau
meningkat sebesar 41%. Secara rata-rata, laju pertumbuhan luas areal kelapa sawit di
Ref. No. 01215/2.0072-00/BS/01/0022/1/XI/2024 15
Page 30
Indonesia dalam periode tahun 2016-2024 mencapai 4,4% per-tahun atau bertambah
0,57 juta ha per-tahunnya.
Gambar 2 : Perkembangan Luas Areal Kelapa Sawit di Indonesia
*) 2023 angka Sementara **) 2024 angka Estimasi
Sumber: Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2022-2024 – Direktorat Jenderal
Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia
Perkembangan Produksi Kelapa Sawit Indonesia
Dari buah kelapa sawit, saat ini dapat dihasilkan dua macam minyak yaitu, minyak sawit
mentah (crude palm oil / CPO) dan minyak inti sawit (kernel palm oil / KPO). Untuk
CPO, sejalan dengan pola perkembangan luas areal kelapa sawit di Indonesia, produksi
CPO Indonesia juga mengalami peningkatan produksi pada periode 2016–2024,
meskipun terdapat penurunan di tahun 2020 dengan rata-rata pertumbuhan produksi
mencapai 5,2% per tahun. Produksi CPO mengalami penurunan sebesar 2,9% menjadi
45,7 juta ton yang disebabkan karena beberapa hal, diantaranya pandemi COVID-19,
gangguan cuaca, keterbatasan pupuk dan kelangkaan tenaga kerja. Tahun 2024,
diestimasikan produksi CPO akan meningkat menjadi sebesar 47,7 juta ton.
Gambar 3 : Perkembangan Produksi Kelapa Sawit di Indonesia
*) 2023 angka Sementara **) 2024 angka Estimasi
Sumber: Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2022-2024 – Direktorat Jenderal
Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia
Ref. No. 01215/2.0072-00/BS/01/0022/1/XI/2024 16
Page 31
Produksi minyak inti sawit (Kernel Palm Oil / KPO) mengalami penurunan produksi yang
cukup signifikan pada tahun 2021. Produksi KPO pada tahun 2020 sebesar 9,0 juta ton
dan turun sebanyak 46,9% pada tahun 2021. Mulai tahun 2022 produksi KPO meningkat
dan diestimasikan akan mencapai 5,1 juta ton pada tahun 2024.
Sentra Produksi Minyak Sawit Mentah (CPO) Indonesia
Berdasarkan data dari Direktorat Jendral Perkebunan, pengelolaan kelapa sawit di
Indonesia tersebar di berbagai provinsi, dimana pada tahun 2023 sentra produksi yang
terbesar dari Provinsi Riau dengan kontribusi sebesar 18,71%, diikuti dengan
Kalimantan Tengah dengan kontribusi 18,19% dan Kalimantan Barat dengan kontribusi
11,25%. Perkembangan produksi kelapa sawit di Indonesia tahun 2019 – 2023 dapat
dilihat pada tabel berikut.
Tabel 6 : Sentra Produksi Kelapa Sawit di Indonesia 2019 - 2023
Sumber: Analisis Kinerja Perdagangan Komoditas Kelapa Sawit Volume 14 Nomor 1F
Tahun 2024, Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Sekretariat Jenderal
Kementerian Pertanian
Perkembangan Luas Areal Karet Indonesia
Secara umum perkembangan luas areal karet di Indonesia menunjukkan penurunan
sejak tahun 2016-2024 (tahun 2024 merupakan angka estimasi), dengan rata-rata
penurunan sebesar 0,4% per tahun yaitu dari 3,6 juta ha pada tahun 2016 menjadi 3,5
juta ha pada tahun 2024.
Gambar 4 : Perkembangan Luas Areal Karet di Indonesia
*) 2023 angka Sementara **) 2024 angka Estimasi
Sumber: Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2022-2024 – Direktorat Jenderal
Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia
Ref. No. 01215/2.0072-00/BS/01/0022/1/XI/2024 17
Page 32
Perkembangan Produksi Karet Indonesia
Pertumbuhan produksi karet di Indonesia mengalami fluktuasi pada periode 2016
hingga 2024. Pada tahun 2016, total produksi karet adalah sebesar Rp 3,4 juta ton dan
turun menjadi 3,0 juta ton pada tahun 2020. Pada tahun 2024 diestimasikan jumlah
produksi karet kembali turun menjadi sebesar 2,52 juta ton. Penurunan ini disebabkan
akibat penyakit tanaman seperti penyakit gugur daun dan alih fungsi lahan.
Gambar 5 : Perkembangan Produksi Karet di Indonesia
*) 2023 angka Sementara **) 2024 angka Estimasi
Sumber: Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2022-2024 – Direktorat Jenderal
Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia
Sentra Produksi Karet di Indonesia
Budidaya komoditi karet menyebar di 25 provinsi di Indonesia. Provinsi Sumatera
Selatan, Sumatera Utara dan Riau merupakan tiga provinsi dengan produksi karet
terbesar secara nasional di tahun 2023.
Tabel 7 : Sentra Produksi Karet di Indonesia 2019 - 2023
Sumber: Analisis Kinerja Perdagangan Karet Volume 13 Nomor 2D Tahun 2023 – Pusat
Data dan Sistem Informasi Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia
Ref. No. 01215/2.0072-00/BS/01/0022/1/XI/2024 18
Page 33
Perkembangan Luas Areal Kopi Indonesia
Indonesia merupakan negara dengan peringkat ke 4 sebagai produsen biji kopi di dunia
setelah Brazil, Vietnam dan Kolombia. Perkembangan luas areal kopi Indonesia menurut
status pengusahaannya pada tahun 2022 didominasi oleh kopi yang diusahakan oleh
rakyat atau Perkebunan Rakyat (PR) mencapai 98,45%, sisanya diusahakan oleh
Negara atau Perkebunan Besar Negara (PBN) sebesar 0,92% dan Perkebunan Besar
Swasta (PBS) sebesar 0,63%.
Perkembangan luas areal kopi di Indonesia pada periode 2016-2024 (tahun 2024 angka
estimasi) mengalami peningkatan 0,2% per tahun, dimana tahun 2016 luas areal kopi
adalah sebesar 1,25 juta hektar dan meningkat menjadi 1,26 juta hektar pada tahun
2024.
Gambar 6 : Perkembangan Luas Areal Kopi di Indonesia
*) 2023 angka Sementara **) 2024 angka Estimasi
Sumber: Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2022-2024 – Direktorat Jenderal
Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia
Perkembangan Produksi Kopi Indonesia
Perkembangan produksi kopi Indonesia periode 2016-2024 juga mengalami
peningkatan, dengan laju pertumbuhan rata-rata 2%. Pada tahun 2016, produksi kopi
sebesar 664 ribu ton. Peningkatan produksi kopi tertinggi pada periode tersebut terjadi
pada tahun 2017 sebesar 8,1% dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2024, total
produksi kopi Indonesia diestimasikan sebesar 776 ribu ton.
Gambar 7 : Perkembangan Produksi Kopi di Indonesia
*) 2023 angka Sementara **) 2024 angka Estimasi
Sumber: Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2022-2024 – Direktorat Jenderal
Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia
Ref. No. 01215/2.0072-00/BS/01/0022/1/XI/2024 19
Page 34
Sentra Produksi Kopi
Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan kopi untuk luas areal, produksi dan
produktivitas mengalami fluktuatif. Empat besar provinsi produsen kopi di Indonesia
berada di Pulau Sumatera yaitu Sumatera Selatan, Lampung, Sumatera Utara dan Aceh.
Perkembangan Luas Areal Teh Indonesia
Indonesia merupakan negara produsen teh terbesar ke-7 dunia setelah China, India,
Kenya, Sri Lanka, Turki dan Vietnam. Perkembangan luas areal teh di Indonesia selama
periode 2016-2024 (2024 angka estimasi) berfluktuasi namun cenderung turun sebesar
1,7% per tahun. Pada tahun 2016, luas areal teh di Indonesia sebesar 114 ribu hektar
dan diestimasikan turun menjadi 99,3 ribu hektar pada tahun 2024.
Gambar 8 : Perkembangan Luas Areal Teh di Indonesia
*) 2023 angka Sementara **) 2024 angka Estimasi
Sumber: Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2022-2024 – Direktorat Jenderal
Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia
Perkembangan Produksi Teh Indonesia
Seperti halnya pada perkembangan luas areal teh, perkembangan produksi teh di
Indonesia pada periode 2016-2024 juga berfluktuasi dan cenderung menurun dengan
rata-rata penurunan 1,4% per tahun. Pada Tahun 2016 total produksi teh di Indonesia
sebesar 138,9 ribu ton dan pada tahun 2024 diestimasikan turun menjadi 124 ribu ton.
Gambar 9 : Perkembangan Produksi Teh di Indonesia
*) 2023 angka Sementara **) 2024 angka Estimasi
Sumber: Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2022-2024 – Direktorat Jenderal
Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia
Ref. No. 01215/2.0072-00/BS/01/0022/1/XI/2024 20
Page 35
Sentra Produksi Teh Indonesia
Pada tahun 2023, 78,7% kebun teh nusantara berada di provinsi Jawa Barat dengan
luas tanaman sebesar 78,5 hektar. dan sisanya berada di Jawa Tengah, Sumatera Utara,
Sumatera Barat, Jawa Timur, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Jogjakarta dan
Banten.
Perkembangan Harga Komoditas
Berdasarkan data harga komoditas yang diperoleh dari Bank Dunia (World Bank
Commodities Price Data), selama tahun 2019 hingga 2023, harga tertinggi untuk
komoditi CPO dan PK terjadi pada tahun 2022, sementara untuk komoditi karet, kopi
dan teh terjadi pada tahun 2021.
Di tahun 2024, harga komoditas CPO untuk CPO cenderung sama dengan tahun 2023,
sementara Palm Kernel mengalami peningkatan.
Perkembangan harga komoditas dapat dilihat sebagai berikut:
Gambar 10 : Perkembangan Harga Komoditas Kelapa Sawit
Harga Komoditas Kelapa Sawit ($/mt)
4000
3000
2000
1000
0
2019 2020 2021 2022 2023 Jan-Jun 24
Palm Oil ($) Palm Kernel Oil
Sumber: World Bank Commodities Price (The Pink Sheet)
September 2024, diolah
Gambar 11 : Perkembangan Harga Komoditas Karet, Kopi dan Teh
Harga Komoditas Karet, Kopi dan Teh
($/kg)
20,00
10,00
0,00
2019 2020 2021 2022 2023 Jan-Jun 24
Karet TSR20 Karet RSS3 Kopi Arabica
Kopi Robusta Teh
Sumber: World Bank Commodities Price (The Pink Sheet)
September 2024, diolah
Ref. No. 01215/2.0072-00/BS/01/0022/1/XI/2024 21
Page 36
3.2.3 Analisis Operasional dan Prospek Perusahaan
Perseroan memiliki Perkebunan Karet, Kelapa Sawit, Teh, dan Kopi yang terletak di
Pulau Jawa dan Kalimantan.
Perseroan memiliki perkebunan kopi yang terletak di Jawa Timur dengan luas total
kebun 535 ha. Setiap hektar kebun rata-rata ditanami 1.200–1.500 tanaman kopi
(robusta) atau 3.000 tanaman kopi (arabika).
Saat ini, Perseroan mengelola 1 (satu) pabrik pengolahan kopi dengan total kapasitas
400 ton/tahun di Durjo (Jawa Timur). Pabrik yang lainnya sudah tidak beroperasi
dikarenakan lahan telah dialihfungsikan sebagai kebun karet. Perseroan memiliki
perkebunan teh di Jawa Barat dengan total kebun seluas 504 ha, yang seluruhnya
ditanami tanaman menghasilkan.
Izin lokasi dan Hak Guna Usaha untuk perkebunan karet JAWA berada di pulau Jawa
serta Kalimantan Selatan dengan luas total 39.334 hektar. Sampai dengan 30 Juni 2024,
seluas 10.277 hektar kebun karet Perseroan berisi tanaman menghasilkan, sedangkan
sebesar 4.894 hektar belum menghasilkan, dengan total luas perkebunan yang ditanami
sebesar 15.171 hektar.
Selain itu, JAWA juga memiliki 9 pabrik karet lembaran dengan kapasitas total 21
ton/hari dan 3 pabrik karet remah dengan kapasitas total 6 ton/jam.
Izin lokasi dan Hak Guna Usaha untuk perkebunan kelapa sawit berada di Kalimantan
Selatan dengan luas kebun 29.723 hektar. Sampai dengan 30 Juni 2024, seluas 27.919
hektar kebun kelapa sawit telah ditanami kelapa sawit, yang terdiri dari kebun inti seluas
21.407 hektar dan kebun plasma seluas 6.512 hektar.
Perseroan memiliki perkebunan kopi yang terletak di Jawa Timur dengan luas total
kebun 433 hektar. Per 30 Juni 2024, JAWA mengelola 1 (satu) pabrik pengolahan kopi
dengan kapasitas total 400 ton/tahun di Durjo, Jawa Timur.
Perseroan juga memiliki perkebunan teh di Jawa Barat dengan luas total kebun 504
hektar yang seluruhnya merupakan tanaman menghasilkan.
3.2.3.1 Strategi Bisnis
Perusahaan telah merancang sejumlah strategi yang spesifik untuk mendukung visi dan
misi Perusahaan dengan rincian sebagai berikut:
• Senantiasa menjaga kualitas produk hasil perkebunan dan produksi yang
ditentukan berdasarkan standar nasional dan internasional, serta meningkatkan
produktivitas tanaman.
• Menjaga hubungan baik dengan pelanggan dengan cara memberikan harga
penjualan yang kompetitif dan tetap mengacu pada harga komoditas di pasar
internasional serta melakukan pengiriman produk sesuai kontrak penjualan tepat
pada waktunya.
• Konsisten melaksanakan dan mengembangkan kegiatan usaha dibidang
perkebunan dan pengolahan hasil kebun, terutama dengan fokus pada tanaman
karet dan kelapa sawit.
• Senantiasa melakukan program sosial dan kemasyarakatan sebagai tanggung
jawab sosialnya terhadap masyarakat dan pelestarian lingkungan hidup di sekitar
perkebunan dan pabrik pengolahan Perusahaan.
Ref. No. 01215/2.0072-00/BS/01/0022/1/XI/2024 22
Page 37
• Meningkatkan efisiensi operasional dan pengetatan anggaran belanja modal di
tengah kecenderungan harga komoditas yang melemah.
3.2.3.2 Pemasaran
Untuk produk karet, Perseroan melakukan penjualan bebas dengan rata-rata forward
sales untuk tiga bulan mendatang sejumlah 75% dari estimasi produk bulanan, sisanya
dijual secara spot sesuai persediaan yang ada pada bulan yang bersangkutan. Harga
produk karet mengacu pada harga Singapore Commodity Exchange (SICOM), Tokyo
Exchange Commodity (TOCOM), serta kondisi pasar karet secara umum.
Untuk produk minyak kelapa sawit, Perseroan melakukan penjualan dengan metode
tender. Perseroan mengundang calon pembeli untuk mengangkut secara FOB dari
Kalimantan Selatan. Di sisi lain, produk inti minyak sawit dijual oleh Perseroan dengan
penjualan bebas dan konfisi harga franco di gudang pembeli. Harga produk kelapa sawit
mengacu pada harga dari Bursa Malaysia, Tender Astra Agro Lestari, dan PTPN. Selain
itu, Perseroan melakukan penjualan pucuk teh untuk memenuhi kebutuhan pabrik teh
dengan sistem kontrak jangka panjang.
3.2.3.3 Sumber Daya Manusia
Per 30 Juni 2024, tenaga kerja JAWA dan Entitas Anak berjumlah 7.140 orang dengan
rincian sebagai berikut:
Tabel 8 : Sumber Daya Manusia JAWA dan Entitas Anak per 30 Juni 2024
Direktur General Senior Asisten
PT Komisaris Direktur Vice GM Manager supervisor Staff Non Staff Total
Utama Manager Manager Manager
PT. Jaya Agra Wattie, Tbk 2 1 1 3 4 1 8 3 3 37 9 72
PT. Perkebunan Kroewoek 1 4 293 298
PT. Kaliduren Estates 4 21 1.114 1.139
PT. Indo Java Rubber Planting Co 2 12 1.121 1.135
PT. Banjoemas Landen 1 2 153 156
PT. Perkebunan Biting 1 2 122 125
PT. Corah Mas Keputren Estates 1 268 269
PT. Cipnyusuhan 12 500 512
PT. Mulyaningsih 26 26
PT. Kintap Jaya Wattindo 9 70 1.777 1.856
PT. Agri Bumi Sentosa 5 39 1.046 1.090
PT. Anugerah Wattindo 3 13 439 455
PT. Bumi Prada 1 6 7
GRAND TOTAL 2 1 1 3 4 1 34 3 3 214 6.874 7.140
Sumber: Manajemen Perseroan
Ref. No. 01215/2.0072-00/BS/01/0022/1/XI/2024 23
Page 38
3.2.3.4 Struktur Organisasi
Gambar 12 : Struktur Organisasi JAWA per 30 Juni 2024
Sumber: Manajemen Perseroan
Ref. No. 01215/2.0072-00/BS/01/0022/1/XI/2024 24
Page 39
3.2.3.5 Analisis SWOT
Kekuatan (Strength)
- Diversifikasi produk yang dihasilkan, dimana Perseroan berfokus pada produk karet
dan kelapa sawit dan mempunyai produk sampingan yaitu kopi dan teh.
Kelemahan (Weakness)
- Perseroan memiliki utang berbunga yang tinggi sehingga bunga yang timbul dari
utang tersebut berpengaruh signifikan terhadap keuangan Perseroan.
➢ Mitigasi: Dengan membayar pokok hutang bank sehingga bunganya akan
mengecil.
- Tingkat likuiditas Perseroan cukup rendah sehingga manajemen perlu terus
memantau dan menjaga ketersediaan kas untuk mempertahankan operasional
Perseroan.
➢ Mitigasi: dengan meningkatkan produksi yang berdampak pada penjualan (sales)
dan terus berusaha untuk melakukan efisiensi biaya.
Peluang (Opportunities)
- kebutuhan hasil kelapa sawit dan karet yang tinggi untuk berbagai keperluan
sehingga Perseroan memiliki pangsa yang sangat luas.
- Saat ini Perseroan sudah memiliki perkebunan kopi dan teh, sehingga manajemen
telah memiliki pengetahuan yang lebih baik apabila kedepannya Perseroan
berencana untuk mengembangan kedua produk tersebut.
Ancaman (Threats)
- Harga komoditas yang sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti kebijakan
pemerintah, tingkat permintaan dan penawaran pasar, lingkungan ekonomi global.
➢ Mitigasi: Perseroan berusaha menetapkan harga jual yang terbaik dan menjual
langsung kepada pengguna terakhir (end user)
- Hasil panen yang tidak maksimal karena hama atau cuaca yang tidak mendukung
➢ Mitigasi: hasil panen menyesuaikan keadaan dan mengikuti iklim yang sedang
terjadi.
3.2.3.6 Prospek Perusahaan
Tantangan yang dialami industri kelapa sawit nasional pada 2023 diperkirakan masih
akan menghampiri di tahun 2024, seiring dengan berlanjutnya perlambatan ekonomi
global yang cukup berkepanjangan. Jumlah produk diperkirakan tetap stagnan dan
harga minyak kelapa sawit kemungkinan tetap stabil.
Dalam hal industri karet, tekanan bagi industri karet pada 2024 diprediksi semakin
menguat seiring dengan ancaman penerapan Undang-Undang Antideforestasi Uni
Eropa. Dalam regulasi ini, pelaku usaha yang mengekspor barang komoditas dan produk
turunannya ke anggota-anggota Uni Eropa wajib mempersiapkan data geolokasi dari
sumber bahan baku. Kontribusi eksor karet ke Eropa mencapai sekitar 30-35%,
sehingga hail ini berpotensi memberikan dampak signifikan bagi kelangsungan industri
karet Indonesia.
Untuk menghadapi tekanan ini, pemerintah mulai melakukan sejumlah langkah mitigasi,
antara lain mempercepat registrasi pekebun karet, mengembangkan sistem sertifikasi
karet melalui Indonesia Sustainable Rubber, membentuk National Dashboard Platform
for Commodities, melakukan penguatan kelembagaan pekebun karet dan peningkatan
Ref. No. 01215/2.0072-00/BS/01/0022/1/XI/2024 25
Page 40
nilai tambah produk karet dalam bentuk Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar,
menjalin kerja sama bisnis dengan pembeli/industri berbahan baku karet di Uni Eropa
serta mendorong kemitraan yang berkelanjutan dengan industri karet nasional.
Dalam menghadapi ketidakpastian yang berpotensi terjadi, JAWA menerapkan strategi
yang selaras dengan kebijakan pemerintah. JAWA terus mengembangkan kapabilitas
digital yang tidak hanya mendukung operasional, namun juga mampu memberikan
kemudahan bagi para mitra bisnis dan pelanggan Perseroan.
Kedepannya, JAWA akan berfokus mempersiapkan diri dengan berupaya penuh
mempertahankan kinerja operasional dan finansialnya secara optimal.
3.2.4 Alasan dan Latar Belakang Dilakukannya Rencana Transaksi
Melihat kondisi keuangan JAWA sampai dengan 30 Juni 2024 dimana ketersediaan kas
dan tingkat likuiditas Perseroan cukup rendah, JAWA memerlukan tambahan dana untuk
dapat beroperasi secara optimal sehingga dapat mempertahankan kelangsungan
hidupnya. Oleh karena itu JAWA berencana mengadakan perjanjian pinjaman dengan
Pemegang Saham Utama yaitu PT Sarana Agro Investama (“SAI”), dimana SAI akan
memberikan pinjaman dengan nilai maksimal sebesar Rp 1.250.000.000.000 (satu
triliun dua ratus lima puluh miliar Rupiah) yang rencananya akan diberikan secara
bertahap sesuai dengan permintaan.
3.2.5 Keuntungan dan Kerugian atas Rencana Transaksi
Keuntungan dari rencana transaksi adalah Perseroan memperoleh kepastian sumber
dana yang cukup besar yang dapat digunakan untuk kelangsungan kegiatan operasional
Perseroan tanpa dikenakan bunga dan tanpa jaminan.
Sementara itu, tidak ada kerugian yang timbul atas Rencana Transaksi karena
berdasarkan Perjanjian, pinjaman ini tidak dikenakan bunga dan tanpa jaminan.
Pelunasan pinjaman juga dapat dilakukan dengan cara konversi saham.
3.2.6 Dampak Leverage pada Keuangan Perseroan di Masa Mendatang
Berikut perbandingan historikal Leverage Keuangan Perseroan dengan informasi
leverage industri yang sebanding.
Tabel 9 : Leverage Perusahaan Pembanding
Perusahaan Pembanding DER DAR
PT Astra Agro Lestari Tbk 30% 23%
PT Austindo Nusantara Jaya Tbk 46% 32%
PT Eagle High Plantations Tbk 336% 77%
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 87% 47%
PT Sampoerna Agro Tbk 79% 44%
PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk 112% 53%
PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk 379% 79%
Rata-Rata 153% 51%
JAWA 278% 74%
Sumber: Laporan Keuangan Masing-Masing Emiten 30 Juni 2024
Ref. No. 01215/2.0072-00/BS/01/0022/1/XI/2024 26
Page 41
Leverage keuangan Perseroan dimasa mendatang berdasarkan proforma dan proyeksi
keuangan Perseroan yang kami peroleh adalah sebagai berikut:
Tabel 10 : Proyeksi Leverage JAWA Dengan Transaksi
FY 2024 FY 2025 FY 2026 FY 2027 FY 2028 FY 2029
DER 311,3% 306,1% 251,8% 191,8% 131,4% 105,8%
DAR 75,7% 75,4% 71,6% 65,7% 56,8% 51,4%
Berdasarkan data historis, tingkat Leverage JAWA jauh lebih tinggi dibandingkan rata-
rata perusahaan pembanding yang sejenis. Pada proyeksi, Manajemen akan membayar
utang bank jangka panjang sesuai dengan jadwal yang telah disepakati dan
diproyeksikan akan mulai memperoleh laba pada tahun 2025 sehingga rasio DER dan
DAR berangsur turun sampai dengan tahun 2029.
3.2.7 Dampak Likuiditas pada Keuangan Perusahaan
Berikut adalah kinerja likuiditas keuangan Perseroan secara historis yang dideskripsikan
melalui rasio likuiditas:
Tabel 11 : Rasio Likuiditas JAWA Historis
30 Jun
Ratio 2019 2020 2021 2022 2023
2024
Current 39,5% 26,9% 38,2% 40,0% 45,1% 53,2%
Quick 23,1% 18,9% 21,9% 15,5% 23,7% 30,7%
Cash 1,4% 1,6% 2,2% 0,3% 1,2% 0,2%
Sementara itu rasio likuiditas Perseroan di masa yang akan datang terkait dengan
Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
Tabel 12 : Rasio Likuiditas JAWA Dengan Transaksi
Ratio FY 2024 FY 2025 FY 2026 FY 2027 FY 2028 FY 2029
Current 69,3% 67,1% 57,2% 79,6% 395,4% 812,2%
Quick 41,5% 40,4% 34,6% 48,2% 240,1% 651,6%
Cash 3,2% 3,0% 2,5% 3,3% 15,9% 417,4%
Berdasarkan hasil proyeksi rasio likuiditas Perseroan di atas dapat dilihat bahwa rasio
likuiditas pada proyeksi lebih tinggi bila dibandingkan dengan kondisi historisnya,
dimana semakin tinggi rasio likuiditas suatu perusahaan menggambarkan semakin
besar kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendeknya. Pada
tahun 2028 rasio likuiditas Perseroan mengalami peningkatan yang cukup signifikan
yang disebabkan karena pelunasan utang bank yang diproyeksikan akan dilakukan pada
tahun 2028 sehingga liabilitas jangka pendek Perseroan mengalami penurunan. Pada
tahun 2029 rasio likuiditas kembali meningkat karena peningkatan kas Perseroan yang
diperoleh dari aktivitas operasi dan Perseroan sudah tidak perlu membayar utang bank.
Apabila pelunasan pinjaman dilakukan dengan cara konversi saham, maka pelunasan
pinjaman tidak akan mempengaruhi likuiditas Perseroan. Apabila pelunasan pinjaman
dilakukan secara tunai, Perseroan akan mencicil pelunasan pinjaman kepada SAI
dengan memperhatikan likuiditas Perseroan agar tidak mengganggu operasional
Perseroan. Pinjaman dari SAI merupakan pinjaman tanpa bunga dan tanpa jaminan
sehingga tidak memberikan dampak pada keuangan jika Perseroan tidak dapat melunasi
utang tersebut.
Ref. No. 01215/2.0072-00/BS/01/0022/1/XI/2024 27
Page 42
3.2.8 Dampak Keuangan Perusahaan Jika Proyek Mengalami Kegagalan Pinjaman ini akan digunakan untuk operasional Perusahaan dan tidak dikhususkan untuk proyek tertentu. Pinjaman merupakan pinjaman tanpa bunga dan tanpa jaminan sehingga tidak memberikan dampak pada keuangan jika Perseroan tidak dapat melunasi utang tersebut. Hal yang dapat menyebabkan kegagalan dalam proyek yang akan dijalankan dalam rangka penggunaan dana pinjaman adalah: - Harga komoditas turun yang dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti kebijakan pemerintah, tingkat permintaan dan penawaran pasar, lingkungan ekonomi global. - Hasil panen yang tidak maksimal karena hama atau cuaca yang tidak mendukung. - Bila terjadi keadaan kahar (force majeure) seperti banjir, gempa bumi, kebakaran dan sebagainya. 3.2.9 Dampak Keuangan Jika Rencana Transaksi Tidak Terlaksana Apabila Rencana Transaksi tidak dapat terlaksana, maka untuk mendukung kelangsungan usaha Perseroan, Perseroan perlu untuk mencari sumber pendanaan yang lain dengan opsi yaitu: i) pinjaman bank dengan persetujuan dari bank sindikasi yang merupakan kreditur saat ini atau (ii) pinjaman dari pihak ketiga, di mana apabila pendanaan diberikan oleh bank maupun pihak ketiga, maka pasti akan dikenakan bunga yang harus dibayarkan dan bunga tersebut akan memberatkan keuangan Perseroan. 3.3 Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi 3.3.1 Penilaian Kinerja Historis 3.3.1.1 Posisi Keuangan Posisi keuangan JAWA untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 - 30 Juni 2024 adalah seperti terlihat berikut ini. Ref. No. 01215/2.0072-00/BS/01/0022/1/XI/2024 28
Page 43
Tabel 13 : Laporan Posisi Keuangan JAWA Tahun 2019 – 30 Juni 2024
Dalam jutaan Rp 2019 2020 2021 2022 2023 30-Jun-24
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 6.172 8.383 12.756 1.983 7.031 1.376
Piutang usaha - pihak ketiga 20.219 17.872 22.364 20.570 26.592 62.640
Piutang lain-lain - pihak ketiga 6.870 4.779 4.208 4.383 3.778 2.557
Persediaan 72.520 41.411 95.322 160.892 129.099 156.014
Aset biologis 22.328 38.145 57.709 29.974 53.567 62.365
Uang muka dan biaya dibayar dimuka 17.047 20.076 27.360 36.437 43.683 78.487
Pajak dibayar dimuka 29.366 8.155 2.756 8.255 7.961 5.075
Jumlah Aset Lancar 174.523 138.822 222.475 262.494 271.712 368.516
ASET TIDAK LANCAR
Piutang plasma 186.473 225.978 283.944 345.421 402.918 411.846
Bibitan 15.658 14.801 14.911 14.730 14.811 15.008
Tanaman Produktif
Tanaman menghasilkan 957.594 910.964 1.118.492 1.059.238 1.007.359 980.633
Tanaman belum menghasilkan 1.144.497 1.204.705 977.528 1.030.619 1.081.247 1.078.996
Aset tetap 942.685 892.133 836.319 793.235 745.748 734.162
Uang muka perolehan aset 26.374 26.374 38.666 42.952 49.802 56.013
Goodwill 17.979 17.979 17.979 17.979 17.979 17.979
Taksiran pengembalian pajak - 27.266 7.753 - - -
Aset pajak tangguhan 7.485 18.956 33.178 8.728 10.375 16.737
Aset lain-lain 16.508 15.749 14.987 14.247 54.276 57.493
Jumlah Aset Tidak Lancar 3.315.254 3.354.905 3.343.757 3.327.149 3.384.514 3.368.867
JUMLAH ASET 3.489.777 3.493.727 3.566.231 3.589.642 3.656.227 3.737.383
LIABILITAS & EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek 125.000 125.000 125.000 125.000 125.000 105.000
Utang usaha - pihak ketiga 88.950 93.469 80.649 112.760 138.685 143.071
Uang muka penjualan 79.826 37.399 38.694 35.434 14.304 35.353
Utang lain-lain - pihak ketiga 23.674 17.478 17.518 18.641 17.922 18.127
Utang pajak 24.446 29.889 30.738 17.200 12.248 22.852
Akrual 83.281 73.794 61.267 66.395 64.256 62.746
Utang jangka panjang jatuh tempo satu tahun
Liabilitas sewa - - - 1.040 864 945
Utang bank 17.053 138.919 227.854 279.309 228.526 304.701
Sewa pembiayaan 128 86 - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 442.358 516.033 581.719 655.779 601.804 692.796
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jk panjang - jt tempo 1 tahun
Utang bank 2.436.435 2.326.075 2.104.126 1.830.682 1.610.233 1.384.211
Sewa pembiayaan 91 - - - - -
Utang lain-lain
Pihak ketiga 19.800 - - - - -
Pihak berelasi 172.341 364.387 611.766 949.859 417.056 624.893
Liabilitas imbalan kerja 27.924 43.208 43.206 33.214 39.428 43.325
Liabilitas pajak tangguhan 707 - 2.009 1.704 6.124 3.288
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 2.657.298 2.733.669 2.761.107 2.815.458 2.072.841 2.055.717
JUMLAH LIABILITAS 3.099.655 3.249.703 3.342.826 3.471.238 2.674.645 2.748.513
EKUITAS
Modal saham 377.469 377.469 377.469 377.469 1.623.295 1.623.295
Tambahan modal disetor 434.218 434.218 434.218 434.218 434.218 434.218
Komponen ekuitas lainnya 91.790 253.327 410.975 607.716 528.921 658.511
Perubahan ekuitas entitas anak 1.641 1.641 1.641 1.641 1.641 1.641
Saldo laba (defisit)
Dicadangkan 29.710 29.710 29.710 29.710 29.710 29.710
Belum dicadangkan (558.413) (864.285) (1.041.773) (1.341.979) (1.644.458) (1.766.221)
Ekuitas neto yang dapat diatribusikan kepada
pemilik entitas induk 376.414 232.079 212.239 108.774 973.327 981.154
Kepentingan non pengendali 13.707 11.945 11.167 9.631 8.255 7.715
Jumlah Ekuitas 390.121 244.025 223.405 118.405 981.582 988.869
JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS 3.489.777 3.493.727 3.566.231 3.589.642 3.656.227 3.737.383
Aset
Secara keseluruhan aset JAWA rata-rata mengalami peningkatan sebesar 1,5% per
tahun periode 2019 - 30 Juni 2024, yaitu dari Rp 3,5 triliun pada tahun 2019 dan
mencapai Rp 3,7 triliun pada 30 Juni 2024.
Ref. No. 01215/2.0072-00/BS/01/0022/1/XI/2024 29
Page 44
Aset Lancar Pada tahun 2019, aset lancar JAWA sebesar Rp 174,5 miliar, kemudian pada tahun 2020, aset lancar JAWA turun menjadi Rp 138,8 miliar yang terutama disebabkan penurunan piutang usaha, persediaan, dan pajak dibayar dimuka. Pada tahun 2021, aset lancar JAWA naik menjadi Rp 222,5 miliar terutama karena kenaikan persediaan dan aset biologis. Pada tahun 2022, aset lancar JAWA kembali naik menjadi Rp 262,5 miliar terutama karena kenaikan persediaan. Pada tahun 2023, aset lancar JAWA kembali naik menjadi Rp 271,7 miliar terutama karena kenaikan aset biologis. Pada 30 Juni 2024, aset lancar JAWA kembali naik menjadi Rp 368,5 miliar yang disebabkan adanya kenaikan piutang usaha, persediaan, aset biologis, uang muka dan biaya dibayar dimuka. Aset Tidak Lancar Pada tahun 2017, aset tidak lancar JAWA tercatat sebesar Rp 3,1 triliun, kemudian meningkat menjadi Rp 3,26 triliun karena adanya penambahan piutang plasma dan tanaman belum menghasilkan pada tahun 2018. Pada tahun 2019, aset tidak lancar JAWA sebesar Rp 3,3 triliun, lalu pada tahun 2020, meningkat menjadi Rp 3,4 triliun dimana peningkatan signifikan terjadi atas piutang plasma dan tanaman menghasilkan. Pada tahun 2021 dan 2022, aset tidak lancar JAWA mengalami sedikit penurunan menjadi Rp 3,3 triliun, dimana penurunan terjadi atas tanaman belum menghasilkan, aset tetap, dan aset pajak tangguhan. Pada tahun 2023, aset tidak lancar JAWA mengalami peningkatan menjadi Rp 3,4 triliun yang terutama disebabkan peningkatan piutang plasma dan tanaman produktif. Pada 30 Juni 2024, aset tidak lancar JAWA masih berkisar Rp 3,4 triliun dengan sedikit penurunan pada tanaman produktif dan aset tetap. Liabilitas Secara keseluruhan liabilitas JAWA rata-rata mengalami penurunan sebesar 2,6% per tahun selama periode 2019 - 30 Juni 2024, yaitu dari Rp 3,1 triliun tahun 2019 dan menjadi Rp 2,7 triliun pada 30 Juni 2024. Liabilitas Jangka Pendek Pada tahun 2019, liabilitas jangka pendek JAWA sebesar Rp 442,4 miliar, kemudian meningkat menjadi Rp 516,0 miliar pada tahun 2020 yang disebabkan karena adanya peningkatan utang usaha dan utang bank jangka panjang jatuh tempo satu tahun. Pada tahun 2021, liabilitas jangka pendek JAWA kembali meningkat menjadi Rp 581,7 miliar terutama karena peningkatan utang bank jangka panjang jatuh tempo satu tahun. Ref. No. 01215/2.0072-00/BS/01/0022/1/XI/2024 30
Page 45
Pada tahun 2022, liabilitas jangka pendek JAWA kembali meningkat menjadi Rp 655,8 miliar terutama karena peningkatan utang usaha dan utang bank jangka panjang jatuh tempo satu tahun. Pada tahun 2023, liabilitas jangka pendek JAWA turun menjadi Rp 601,8 miliar terutama karena penurunan utang bank jangka panjang jatuh tempo satu tahun. Pada 30 Juni 2024, liabilitas jangka pendek JAWA kembali naik menjadi Rp 692,8 miliar yang disebabkan meningkatnya utang bank jangka panjang yang jatuh tempo satu tahun. Liabilitas Jangka Panjang Pada tahun 2019 dan 2020, liabilitas jangka panjang JAWA sebesar Rp 2,7 triliun. Pada tahun 2021 dan 2022, liabilitas jangka panjang JAWA meningkat menjadi Rp 2,8 triliun yang disebabkan karena meningkatnya utang lain-lain pihak berelasi. Pada tahun 2023, liabilitas jangka panjang JAWA turun menjadi Rp 2,1 triliun karena penurunan sebagian utang lain-lain pihak berelasi yang telah dikonversi menjadi saham. Pada 30 Juni 2024, liabilitas jangka panjang JAWA kembali sebesar Rp 2,1 triliun dengan adanya penurunan utang bank, meskipun utang lain-lain pihak berelasi juga mengalami peningkatan. Ekuitas Ekuitas JAWA pada periode 2019-2023 terus mengalami penurunan. Pada tahun 2019 jumlah ekuitas tercatat sebesar Rp 390,1 miliar. Tahun 2020 - 2022, ekuitas JAWA turun berturut-turut sebesar menjadi sebesar Rp 244,0 miliar, Rp 223,4 miliar, dan Rp 118,4 miliar. Pada tahun 2023, Perseroan melakukan konversi utang pihak berelasi menjadi saham sehingga ekuitas JAWA meningkat menjadi Rp 981,6 miliar. Pada 30 Juni 2024, ekuitas Perseroan tercatat meningkat menjadi Rp 988,9 miliar. 3.3.1.2 Laba Rugi Secara ringkas Laba Rugi JAWA untuk tahun yang berakhir pada 2019 hingga 30 Juni 2024 adalah seperti disajikan di bawah ini. Ref. No. 01215/2.0072-00/BS/01/0022/1/XI/2024 31
Page 46
Tabel 14 : Laporan Laba-Rugi JAWA Tahun 2019 – 30 Juni 2024 Dalam jutaan Rp 2019 2020 2021 2022 2023 30-Jun-24 PENJUALAN BERSIH 723.318 461.343 843.195 971.542 896.152 405.723 BEBAN POKOK PENJUALAN 704.290 485.484 761.002 944.245 912.113 388.996 LABA BRUTO 19.028 (24.142) 82.193 27.297 (15.961) 16.728 BEBAN USAHA Beban Penjualan (23.572) (14.428) (18.820) (21.407) (23.277) (9.591) Beban Umum & Administrasi (44.278) (41.075) (33.860) (35.928) (34.021) (17.584) Jumlah beban usaha (67.850) (55.502) (52.680) (57.335) (57.298) (27.175) LABA USAHA (48.822) (79.644) 29.514 (30.038) (73.260) (10.447) PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN Beban keuangan (239.500) (242.753) (231.287) (228.732) (246.417) (90.871) Penghasilan keuangan 174 105 93 71 97 21 Keuntungan (Kerugian) lain-lain - neto (28.667) 2.211 12.241 (21.921) 18.423 (30.203) Jumlah Penghasilan (Beban) Lain-lain (267.993) (240.436) (218.953) (250.582) (227.897) (121.052) LABA SEBELUM PAJAK (316.814) (320.080) (189.439) (280.620) (301.157) (131.499) Manfaat (beban) pajak 34.115 12.437 11.161 (21.192) (2.697) 9.197 RUGI NETO (282.699) (307.643) (178.279) (301.813) (303.853) (122.302) Kepentingan nonpengendali (1.652) (1.771) (790) (1.607) (1.375) (540) LABA (RUGI) NETO YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA ENTITAS INDUK (281.047) (305.872) (177.488) (300.206) (302.478) (121.763) a. Penjualan Penjualan JAWA mengalami peningkatan sebesar 2,6% tiap tahun pada periode 2019- 30 Juni 2024 (disetahunkan). Pada tahun 2017 jumlah penjualan tercatat sebesar Rp 723,3 miliar, kemudian turun signifikan menjadi Rp 461,3 miliar pada tahun 2020 dimana pada periode tersebut terjadi pandemi COVID-19 yang mempengaruhi perekonomian secara keseluruhan. Pada tahun 2021, penjualan Perseroan meningkat signifikan yaitu sebesar 83% menjadi Rp 843,2 miliar, lalu mengalami fluktuasi dimana pada tahun 2022 meningkat menjadi Rp 971,5 miliar dan turun menjadi Rp 896,2 miliar pada tahun 2023. Pada 30 Juni 2024, JAWA mencatat penjualan sebesar Rp 405,7 miliar. b. Beban Pokok Penjualan Beban pokok penjualan JAWA mengalami peningkatan sebesar 2,2% tiap tahun pada periode 2019-30 Juni 2024 (disetahunkan). Pada tahun 2019 jumlah beban pokok penjualan tercatat sebesar Rp 704,3 miliar pada tahun 2019 dan turun menjadi 485,5 miliar tahun 2020 seiring dengan penurunan penjualan. Pada tahun 2021, beban pokok penjualan kembali meningkat seiring dengan peningkatan penjualan menjadi Rp 761,0 miliar, lalu menjadi Rp 944,2 miliar pada tahun 2022 dan Rp 912,1 miliar pada tahun 2023. Per 30 Juni 2024, beban pokok penjualan JAWA tercatat sebesar Rp 389,0 miliar. c. Laba Selama periode 2019 - 30 Juni 2024, JAWA terus mencatat kerugian. Pada tahun 2019, JAWA mencatat rugi sebesar Rp 282,7 miliar. kemudian selama tahun 2020 hingga 2023 JAWA mencatat rugi sebesar Rp 307,6 miliar, Rp.178,3 miliar, Rp 301,8 miliar dan Rp Ref. No. 01215/2.0072-00/BS/01/0022/1/XI/2024 32
Page 47
303,8 miliar pada tahun 2023. Per 30 Juni 2024, JAWA kembali mencatat rugi sebesar
Rp 122,3 miliar. Kerugian ini terutama disebabkan beban keuangan yang cukup tinggi.
Perseroan akan mengoptimalkan utilisasi pabrik sampai kapasitas maksimum untuk
dapat mendorong pertumbuhan penjualan. Selain itu Perseroan juga akan terus
melakukan diversifikasi tanaman di areal lahan yang belum tereksploitasi dengan
efektif, serta terus melakukan efisiensi biaya di segala bidang.
3.3.1.3 Arus Kas
Gambaran arus kas JAWA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019
hingga 30 Juni 2024 adalah seperti disajikan berikut ini.
Tabel 15 : Laporan Arus Kas JAWA Tahun 2019 – 30 Juni 2024
Dalam jutaan Rp 2019 2020 2021 2022 2023 30-Jun-24
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Penerimaan dari pelanggan 777.911 421.263 839.271 972.265 869.000 390.725
Pembayaran kepada pemasok dan lain-lain (522.105) (268.542) (632.448) (775.491) (633.401) (287.023)
Pembayaran kepada karyawan (182.079) (141.349) (146.992) (165.741) (177.582) (117.219)
Kas dihasilkan dari (digunakan untuk) operasi 73.727 11.372 59.831 31.033 58.017 (13.517)
Pembayaran pajak penghasilan (44) - (14) (3.142) (928) (106)
Penerimaan atas pajak lebih bayar dari kantor pajak - - 26.933 17.724 - -
Pembayaran beban bunga (251.498) (259.025) (214.982) (183.661) (177.791) (81.161)
Kas neto untuk aktivitas operasi (177.815) (247.653) (128.232) (138.046) (120.702) (94.784)
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Pembayaran kepada plasma (47.913) (39.504) (57.966) (61.477) (57.497) (24.646)
Penambahan tanaman belum menghasilkan (47.459) (19.977) (18.526) (26.889) (32.029) (11.807)
Perolehan aset tetap (14.450) (11.377) (3.804) (11.387) (49.166) (14.177)
Hasil penjualan aset tetap - - - (180) - -
Penambahan bibitan (1.221) (222) (110) (389) (220) (198)
Perolehan hak guna usaha (5.316) - - - - -
Penambahan uang muka pembelian aset tetap (1.977) - (12.291) (4.286) (6.850) (6.211)
Penerimaan bunga 174 105 93 71 97 21
Kas neto untuk aktivitas investasi (118.161) (70.974) (92.604) (104.537) (145.665) (57.018)
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Penerimaan utang pihak berelasi - 335.100 364.950 461.300 550.900 318.600
Perolehan (pembayaran) utang bank jangka panjang 234.727 5.670 (139.655) (228.526) (279.309) (152.350)
Pembayaran utang bank jangka pendek 35.000 - - - - (20.000)
Pembayaran liabilitas sewa - - - (964) (176) (104)
Pembayaran utang sewa pembiayaan (148) (133) (86) - - -
Penerimaan (Pembayaran) utang lain-lain 19.800 (19.800) - - - -
Kas neto untuk aktivitas pendanaan 289.379 320.837 225.210 231.810 271.415 146.146
Peningkatan (penurunan) neto kas dan setara kas (6.597) 2.210 4.373 (10.773) 5.048 (5.655)
Kas dan setara kas (awal tahun) 12.770 6.172 8.383 12.756 1.983 7.031
Kas dan setara kas (akhir tahun) 6.172 8.383 12.756 1.983 7.031 1.376
a. Aktivitas Operasi
Selama periode 2019 - 30 Juni 2024, Perseroan terus mencatat kas digunakan untuk
aktivitas operasi (arus kas negatif), di mana hal itu lebih banyak disebabkan oleh beban
bunga. Kas tertinggi digunakan untuk aktivitas operasi terutama terjadi pada tahun
2020 dengan jumlah Rp 247,7 miliar terutama karena penerimaan yang lebih rendah
dibandingkan pembayaran beban operasi dan beban bunga.
Ref. No. 01215/2.0072-00/BS/01/0022/1/XI/2024 33
Page 48
b. Aktivitas Investasi
Selama periode 2019 - 30 Juni 2024, Perseroan mencatat adanya kas yang digunakan
untuk aktivitas investasi. Kas terbesar yang digunakan untuk aktivitas investasi terjadi
pada tahun 2023 dengan jumlah Rp 145,7 miliar, yaitu terutama karena pembayaran
kepada plasma sebesar Rp 57,5 miliar, penambahan tanaman belum menghasilkan
sebesar Rp 32,0 miliar dan perolehan aset tetap sebesar Rp 49,2 miliar.
c. Aktivitas Pendanaan
Selama periode 2019 - 30 Juni 2024, Perseroan mencatat adanya kas tertinggi yang
diterima dari aktivitas pendanaan terjadi pada tahun 2020 terutama berasal dari
penerimaan utang pihak berelasi.
3.3.2 Rasio-rasio Keuangan
Gambaran rasio keuangan JAWA untuk tahun yang berakhir pada 2019 hingga 30 Juni
2024 adalah seperti disajikan berikut ini.
Tabel 16 : Rasio Keuangan JAWA Tahun 2019 – 30 Juni 2024
RASIO 2019 2020 2021 2022 2023 30-Jun-24
Profitabilitas
GPM 2,6% -5,2% 9,7% 2,8% -1,8% 4,1%
OPM -6,7% -17,3% 3,5% -3,1% -8,2% -2,6%
NPM -39,1% -66,7% -21,1% -31,1% -33,9% -30,1%
ROA -8,1% -8,8% -5,0% -8,4% -8,3% -6,5%
ROE -72,5% -126,1% -79,8% -254,9% -31,0% -24,7%
Likuiditas
Current Ratio 39,5% 26,9% 38,2% 40,0% 45,1% 53,2%
Quick Ratio 23,1% 18,9% 21,9% 15,5% 23,7% 30,7%
Cash Ratio 1,4% 1,6% 2,2% 0,3% 1,2% 0,2%
Aktivitas
Perputaran Aset 0,21 0,13 0,24 0,27 0,25 0,22
Perputaran Piutang 35,77 25,81 37,70 47,23 33,70 12,95
Leverage
DER 794,5% 1331,7% 1496,3% 2931,7% 272,5% 277,9%
DAR 88,8% 93,0% 93,7% 96,7% 73,2% 73,5%
Interest & Debt Coverage
Interest Coverage Ratio (ICR) -32,3% -31,9% 18,1% -22,7% -22,2% -44,7%
Debt Service Coverage Ratio (DSCR) -7,6% 0,4% 22,0% 3,6% -5,0% -3,5%
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa:
❖ Marjin laba bersih (Net Profit Margin, NPM) terus berada pada posisi negatif yang
berarti bahwa Perseroan terus mengalami kerugian.
❖ Berdasarkan rasio likuiditas, kemampuan Perseroan untuk memenuhi kewajiban
yang harus dibayar dengan harta lancarnya cukup rendah, yaitu di bawah 100%.
❖ Komposisi struktur perusahaan yang digambarkan dengan debt equity ratio (DER)
dan debt to asset ratio (DAR) menunjukkan bahwa sebagian besar pendanaan
Perseroan berasal dari utang.
❖ Berdasarkan rasio kecukupan pembayaran bunga dan rasio kecukupan kas
perusahaan untuk membayar kewajiban utang saat ini, mengindikasikan bahwa
kondisi keuangan JAWA tidak sehat dimana pendapatan Perseroan saat ini tidak
cukup untuk membayar bunga dan hutangnya yang belum lunas.
Ref. No. 01215/2.0072-00/BS/01/0022/1/XI/2024 34
Page 49
3.3.3 Analisis Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi
Posisi Keuangan dan Laba Rugi sebelum Rencana Transaksi diperoleh dari laporan
keuangan pada tanggal 30 Juni 2024 yang telah direview, sedangkan Posisi Keuangan
dan Laba Rugi setelah Rencana Transaksi merupakan perkiraan yang didasarkan atas
kemungkinan perubahan pada akun-akun yang terkait dengan Rencana Transaksi yang
diberikan oleh Manajemen. Untuk memberikan gambaran secara lebih jelas, berikut ini
disajikan tabel Posisi Keuangan dan Laba Rugi sebelum dan setelah Rencana Transaksi.
3.3.3.1 Posisi Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi
Tabel 17 : Posisi Keuangan JAWA Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi
POSISI KEUANGAN 30-Jun-24
Dalam jutaan Rupiah Limited Review Penyesuaian Proforma
ASET
Aset Lancar
Kas dan bank 1.376 58.199 59.575
Piutang usaha - pihak ketiga 62.640 - 62.640
Piutang lain-lain - pihak ketiga 2.557 - 2.557
Persediaan 156.014 - 156.014
Aset biologis 62.365 - 62.365
Uang muka dan biaya dibayar dimuka 78.487 - 78.487
Pajak dibayar dimuka 5.075 - 5.075
Total Aset Lancar 368.516 58.199 426.715
Aset Tidak Lancar
Piutang plasma 411.846 - 411.846
Bibitan 15.008 - 15.008
Tanaman produktif
Tanaman menghasilkan 980.633 - 980.633
Tanaman belum menghasilkan 1.078.996 9.192 1.088.188
Aset tetap 734.162 13.861 748.024
Uang muka perolehan aset 56.013 - 56.013
Goodwill 17.979 - 17.979
Aset pajak tangguhan 16.737 - 16.737
Aset lain-lain 57.493 - 57.493
Jumlah Aset Tidak Lancar 3.368.867 23.053 3.391.920
TOTAL ASET 3.737.383 81.253 3.818.635
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank jangka pendek 105.000 - 105.000
Utang usaha - pihak ketiga 143.071 (114.457) 28.614
Uang muka penjualan 35.353 - 35.353
Utang lain-lain - pihak ketiga 18.127 - 18.127
Utang pajak 22.852 (20.567) 2.285
Akrual 62.746 (31.373) 31.373
Utang bank jangka panjang - jatuh tempo 304.701 (152.350) 152.350
Liabilitas sewa - jatuh tempo 945 - 945
Total Liabilitas Jangka Pendek 692.796 (318.747) 374.049
Liabilitas Jangka Panjang
Utang bank jangka panjang 1.384.211 - 1.384.211
Utang lain-lain
Utang pihak berelasi 624.893 400.000 1.024.893
Liabilitas imbalan pasca kerja 43.325 - 43.325
Liabilitas pajak tangguhan 3.288 - 3.288
Total Liabilitas Jangka Panjang 2.055.717 400.000 2.455.717
TOTAL LIABILITAS 2.748.513 81.253 2.829.766
EKUITAS
Modal saham 1.623.295 - 1.623.295
Tambahan modal disetor 434.218 - 434.218
Komponen ekuitas lainnya 658.511 - 658.511
Perubahan ekuitas entitas anak 1.641 - 1.641
Saldo laba (defisit)
Dicadangkan 29.710 - 29.710
Belum dicadangkan (1.766.221) - (1.766.221)
Ekuitas neto kepada pemilik entitas induk 981.154 - 981.154
Kepentingan non pengendali 7.715 - 7.715
Total Ekuitas 988.869 988.869
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 3.737.383 81.253 3.818.635
Ref. No. 01215/2.0072-00/BS/01/0022/1/XI/2024 35
Page 50
Pada tanggal 30 Juni 2024, asumsi penerimaan dana pinjaman sebesar
Rp.400.000.000.000 (empat ratus miliar Rupiah) akan digunakan untuk:
• Pembayaran pokok pinjaman bank jangka panjang yang jatuh tempo di tahun 2024
sebesar Rp 152,3 miliar,
• Pembayaran utang usaha sebesar Rp 114,4 miliar,
• Penambahan investasi atas Tanaman Belum Menghasilkan sebesar Rp 9,2 miliar,
• Investasi aset tetap sebesar Rp 13,9 miliar,
• Pembayaran utang pajak sebesar 20,6 miliar,
• Pembayaran akrual sebesar 31,4 miliar
• Sisanya sebesar Rp 58,2 miliar sebagai kas Perseroan yang nantinya akan digunakan
untuk operasional Perseroan seperti pembayaran biaya operasional dan bunga
pinjaman bank.
3.3.3.2 Laba Rugi Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi
Tabel 18 : Laba Rugi JAWA Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi
LABA RUGI 30-Jun-24
Dalam jutaan Rupiah Penyesuaian Penyesuaian Proforma
PENJUALAN NETO 405.723 - 405.723
BEBAN POKOK PENJUALAN 388.996 - 388.996
LABA KOTOR 16.728 - 16.728
-
BEBAN USAHA -
Beban Penjualan (9.591) - (9.591)
Beban Umum dan Administrasi (17.584) - (17.584)
Total Beban Usaha (27.175) - (27.175)
RUGI USAHA (10.447) - (10.447)
-
PENGHASILAN ( BEBAN ) LAIN-LAIN -
Beban Keuangan (90.871) - (90.871)
Penghasilan Keuangan 21 - 21
Penghasilan ( beban ) lain-lain (30.203) - (30.203)
Total Pendapatan/(Beban) Lain-lain (121.052) - (121.052)
RUGI SEBELUM PAJAK PENGHASILAN (131.499) - (131.499)
-
Manfaat (beban) pajak 9.197 - 9.197
-
RUGI NETO (122.302) - (122.302)
Rencana transaksi tidak mempengaruhi Laba Rugi Perseroan Per 30 Juni 2024.
3.3.4 Proyeksi Keuangan Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi
Proyeksi laporan keuangan telah dipersiapkan oleh manajemen JAWA dan disesuaikan
dengan asumsi-asumsi yang menurut Penilai cukup wajar dengan asumsi sebagai
berikut:
Tabel 19 : Asumsi Dasar Penyusunan Proyeksi
No. Dengan Transaksi Tanpa Transaksi
1. Pinjaman dari SAI Pinjaman dari pihak ketiga
2. Tidak ada bunga pinjaman Bunga pinjaman diasumsikan sebesar 8,5% per tahun
Ref. No. 01215/2.0072-00/BS/01/0022/1/XI/2024 36
Page 51
Tabel 20 : Proyeksi Posisi Keuangan JAWA Dengan Rencana Transaksi
DENGAN TRANSAKSI
Dalam jutaan Rupiah
2024 2025 2026 2027 2028 2029
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 17.855 17.936 18.413 17.354 17.664 464.572
Piutang usaha 64.602 66.963 69.920 73.505 77.798 82.854
Piutang lain-lain 3.617 5.294 6.158 6.538 6.992 7.527
Persediaan 157.174 159.967 163.463 167.702 172.779 178.758
Pajak dibayar dimuka 6.135 7.812 8.676 9.056 9.510 10.045
Aset Biologis 62.365 62.365 62.365 62.365 62.365 62.365
Uang muka dan biaya dibayar dimuka 79.480 81.869 84.860 88.488 92.832 97.947
Total Aset Lancar 391.229 402.206 413.856 425.008 439.941 904.068
ASET TIDAK LANCAR
Piutang Plasma 411.846 411.846 409.787 405.689 397.576 385.648
Bibitan 15.008 15.008 15.008 15.008 15.008 15.008
Tanaman Menghasilkan 950.662 1.256.633 1.775.580 1.712.323 1.647.468 1.581.835
Tanaman Belum Menghasilkan 1.098.646 782.183 246.264 286.825 322.114 357.021
Aset Tetap 723.606 712.985 662.560 611.765 559.687 506.984
Uang Muka Perolehan Aset 56.013 56.013 56.013 56.013 56.013 56.013
Goodwill 17.979 17.979 17.979 17.979 17.979 17.979
Aset Pajak Tangguhan 16.737 16.737 16.737 16.737 16.737 16.737
Aset lain-lain 57.063 56.177 55.276 54.368 53.438 52.496
Jumlah Aset Tidak Lancar 3.347.560 3.325.561 3.255.203 3.176.708 3.086.019 2.989.721
TOTAL ASET 3.738.790 3.727.767 3.669.060 3.601.716 3.525.960 3.893.789
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek 105.000 105.000 105.000 105.000 - -
Utang Usaha 28.614 27.329 26.524 27.500 28.669 30.044
Utang lain-lain 18.127 16.450 15.586 15.207 14.753 14.218
Uang muka penjualan 35.353 35.575 35.852 36.187 36.590 37.063
Utang pajak 2.285 1.447 1.015 825 598 330
Akrual 31.373 31.838 31.256 30.551 29.706 28.712
Utang bank jangka panjang 342.788 380.876 507.835 317.397 - -
Liabilitas sewa 945 945 945 945 945 945
Total Liabilitas Jangka Pendek 564.487 599.460 724.013 533.612 111.260 111.313
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang bank jangka panjang 1.193.773 812.897 305.062 0 0 0
Utang lain-lain jangka panjang - - - - - -
Utang pihak berelasi 1.024.893 1.350.768 1.550.343 1.787.193 1.844.043 1.844.043
Liabilitas imbalan pasca kerja 43.325 43.325 43.325 43.325 43.325 43.325
Liabilitas pajak tangguhan 3.288 3.288 3.288 3.288 3.288 3.288
Total Liabilitas Jangka Panjang 2.265.279 2.210.278 1.902.018 1.833.806 1.890.656 1.890.656
TOTAL LIABILITAS 2.829.766 2.809.738 2.626.031 2.367.418 2.001.917 2.001.969
EKUITAS
Modal Saham 1.623.295 1.623.295 1.623.295 1.623.295 1.623.295 1.623.295
Tambahan Modal Disetor 434.218 434.218 434.218 434.218 434.218 434.218
Komponen Ekuitas Lainnya 658.511 658.511 658.511 658.511 658.511 658.511
Perubahan Ekuitas Entitas Anak 1.641 1.641 1.641 1.641 1.641 1.641
Saldo Laba Dicadangkan 29.710 29.710 29.710 29.710 29.710 29.710
Saldo Laba Belum Dicadangkan (1.845.714) (1.836.748) (1.712.300) (1.521.876) (1.233.408) (867.254)
Ekuitas Neto Kepada Pemilik Entitas Induk 901.661 910.627 1.035.074 1.225.499 1.513.967 1.880.121
Kepentingan Non Pengendali 7.363 7.402 7.954 8.798 10.076 11.699
Total Ekuitas 909.024 918.029 1.043.028 1.234.297 1.524.043 1.891.820
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 3.738.790 3.727.767 3.669.060 3.601.716 3.525.960 3.893.789
Ref. No. 01215/2.0072-00/BS/01/0022/1/XI/2024 37
Page 52
Tabel 21 : Proyeksi Laba Rugi JAWA Dengan Rencana Transaksi
DENGAN TRANSAKSI
Dalam jutaan Rupiah
Jul-Des 2024 2025 2026 2027 2028 2029
PENJUALAN NETO 421.090 1.013.456 1.268.970 1.538.764 1.842.737 2.169.967
BEBAN POKOK PENJUALAN 408.602 831.729 989.507 1.199.754 1.445.291 1.697.435
LABA KOTOR 12.488 181.727 279.463 339.009 397.446 472.532
BEBAN USAHA
Beban Penjualan (11.048) (22.298) (27.959) (33.809) (40.379) (47.464)
Beban Umum dan Administrasi (17.584) (36.799) (38.604) (40.499) (42.489) (44.578)
Total Beban Usaha (28.632) (59.097) (66.563) (74.308) (82.868) (92.043)
LABA (RUGI) USAHA (16.143) 122.630 212.900 264.701 314.578 380.490
- - - - - -
PENGHASILAN ( BEBAN ) LAIN-LAIN
Beban Keuangan (63.702) (110.311) (84.046) (55.632) (12.502) -
Penghasilan Keuangan - - - - - -
Penghasilan ( beban ) lain-lain - - - (12.335) - -
Total Pendapatan/(Beban) Lain-lain (63.702) (110.311) (84.046) (67.966) (12.502) -
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN (79.846) 12.319 128.854 196.735 302.077 380.490
MANFAAT ( BEBAN ) PAJAK PENGHASILAN
Pajak Kini - (3.314) (3.855) (5.466) (12.331) (12.713)
Pajak Tangguhan - - - - - -
Manfaat Pajak Penghasilan - (3.314) (3.855) (5.466) (12.331) (12.713)
LABA (RUGI) NETO (79.846) 9.006 124.999 191.269 289.746 367.777
Tabel 22 : Proyeksi Arus Kas JAWA Dengan Rencana Transaksi
DENGAN TRANSAKSI
Dalam jutaan Rupiah
Jul-Des 2024 2025 2026 2027 2028 2029
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan Kas Dari Pelanggan 423.269 1.008.801 1.264.994 1.534.945 1.838.165 2.164.583
Pembayaran Kas Kepada Pemasok (437.662) (546.365) (705.202) (916.185) (1.164.000) (1.420.556)
Pembayaran Kepada Karyawan (119.563) (241.517) (246.348) (251.274) (256.300) (261.426)
Kas Dihasilkan Dari Operasi (133.956) 220.919 313.444 367.486 417.865 482.600
Pembayaran Beban Bunga (74.161) (128.361) (97.689) (64.506) (14.368) -
Pembayaran Pajak Penghasilan - (3.314) (3.855) (5.466) (12.331) (12.713)
Kas Neto Digunakan Untuk Aktivitas Operasi (208.117) 89.244 211.900 297.514 391.165 469.888
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan (pembayaran) Plasma - - 2.059 4.098 8.114 11.927
Penambahan Tanaman Belum Menghasilkan (9.192) (33.252) (32.181) (31.686) (33.422) (34.907)
Perolehan Aset Tetap (13.861) (38.999) - - - -
Kas Neto Digunakan Untuk Aktivitas Investasi (23.053) (72.251) (30.122) (27.588) (25.308) (22.979)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan Dari Utang lain-lain - - - - - -
Penerimaan Utang Pihak Berelasi 400.000 325.875 199.575 236.850 56.850 -
Pembayaran CP of LTBL (152.350) (342.788) (380.876) (507.835) (422.397) -
Kas Neto Diperoleh Dari Aktivitas Pendanaan 247.650 (16.913) (181.301) (270.985) (365.547) -
KENAIKAN ( PENURUNAN ) NETO KAS DAN BANK 16.479 80 478 (1.059) 310 446.908
KAS DAN BANK AWAL PERIODE 1.376 17.855 17.936 18.413 17.354 17.664
KAS DAN BANK AKHIR PERIODE 17.855 17.936 18.413 17.354 17.664 464.572
Ref. No. 01215/2.0072-00/BS/01/0022/1/XI/2024 38
Page 53
Tabel 23 : Proyeksi Rasio JAWA Dengan Rencana Transaksi
DENGAN TRANSAKSI
RASIO
Jul-Des 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Profitabilitas
GPM 3,5% 17,9% 22,0% 22,0% 21,6% 21,8%
OPM -3,2% 12,1% 16,8% 17,2% 17,1% 17,5%
NPM -24,4% 0,9% 9,9% 12,4% 15,7% 16,9%
ROA -22,2% 0,2% 3,4% 5,3% 8,2% 9,4%
ROE -22,2% 1,0% 12,0% 15,5% 19,0% 19,4%
Likuiditas
Current Ratio 69,3% 67,1% 57,2% 79,6% 395,4% 812,2%
Quick Ratio 41,5% 40,4% 34,6% 48,2% 240,1% 651,6%
Cash Ratio 3,2% 3,0% 2,5% 3,3% 15,9% 417,4%
Aktivitas
Perputaran Aset 0,2 0,3 0,3 0,4 0,5 0,6
Perputaran Piutang 12,8 15,1 18,1 20,9 23,7 26,2
Leverage
DER 311,3% 306,1% 251,8% 191,8% 131,4% 105,8%
DAR 75,7% 75,4% 71,6% 65,7% 56,8% 51,4%
Interest & Debt Coverage
Interest Coverage Ratio (ICR) -36,7% 111,2% 253,3% 453,6% 2516,3% -
Debt Service Coverage Ratio (DSCR) 0,6% 28,0% 43,6% 77,0% - -
Ref. No. 01215/2.0072-00/BS/01/0022/1/XI/2024 39
Page 54
Tabel 24 : Proyeksi Posisi Keuangan JAWA Tanpa Rencana Transaksi
TANPA TRANSAKSI
Dalam jutaan Rupiah
2024 2025 2026 2027 2028 2029
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 17.855 17.936 18.413 17.354 17.664 329.745
Piutang usaha 64.602 66.963 69.920 73.505 77.798 82.854
Piutang lain-lain 3.617 5.294 6.158 6.538 6.992 7.527
Persediaan 157.174 159.967 163.463 167.702 172.779 178.758
Pajak dibayar dimuka 6.135 7.812 8.676 9.056 9.510 10.045
Aset Biologis 62.365 62.365 62.365 62.365 62.365 62.365
Uang muka dan biaya dibayar dimuka 79.480 81.869 84.860 88.488 92.832 97.947
Total Aset Lancar 391.229 402.206 413.856 425.008 439.941 769.241
ASET TIDAK LANCAR
Piutang Plasma 411.846 411.846 409.787 405.689 397.576 385.648
Bibitan 15.008 15.008 15.008 15.008 15.008 15.008
Tanaman Menghasilkan 950.662 1.256.633 1.775.580 1.712.323 1.647.468 1.581.835
Tanaman Belum Menghasilkan 1.098.646 782.183 246.264 286.825 322.114 357.021
Aset Tetap 723.606 712.985 662.560 611.765 559.687 506.984
Uang Muka Perolehan Aset 56.013 56.013 56.013 56.013 56.013 56.013
Goodwill 17.979 17.979 17.979 17.979 17.979 17.979
Aset Pajak Tangguhan 16.737 16.737 16.737 16.737 16.737 16.737
Aset lain-lain 57.063 56.177 55.276 54.368 53.438 52.496
Jumlah Aset Tidak Lancar 3.347.560 3.325.561 3.255.203 3.176.708 3.086.019 2.989.721
TOTAL ASET 3.738.790 3.727.767 3.669.060 3.601.716 3.525.960 3.758.962
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek 105.000 105.000 105.000 105.000 - -
Utang Usaha 28.614 27.329 26.524 27.500 28.669 30.044
Utang lain-lain 18.127 16.450 15.586 15.207 14.753 14.218
Uang muka penjualan 35.353 35.575 35.852 36.187 36.590 37.063
Utang pajak 2.285 1.447 1.015 825 598 330
Akrual 31.373 31.838 31.256 30.551 29.706 28.712
Utang bank jangka panjang 342.788 380.876 507.835 317.397 - -
Sewa pembiayaan 945 945 945 945 945 945
Total Liabilitas Jangka Pendek 564.487 599.460 724.013 533.612 111.260 111.313
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang bank jangka panjang 1.193.773 812.897 305.062 0 0 0
Utang Pihak Ketiga 433.000 821.482 1.105.294 1.452.871 1.634.273 1.634.273
Utang pihak berelasi 624.893 624.893 624.893 624.893 624.893 624.893
Liabilitas imbalan pasca kerja 43.325 43.325 43.325 43.325 43.325 43.325
Liabilitas pajak tangguhan 3.288 3.288 3.288 3.288 3.288 3.288
Total Liabilitas Jangka Panjang 2.298.279 2.305.885 2.081.863 2.124.378 2.305.780 2.305.780
TOTAL LIABILITAS 2.862.766 2.905.345 2.805.875 2.657.990 2.417.040 2.417.093
EKUITAS
Modal Saham 1.623.295 1.623.295 1.623.295 1.623.295 1.623.295 1.623.295
Tambahan Modal Disetor 434.218 434.218 434.218 434.218 434.218 434.218
Komponen Ekuitas Lainnya 658.511 658.511 658.511 658.511 658.511 658.511
Perubahan Ekuitas Entitas Anak 1.641 1.641 1.641 1.641 1.641 1.641
Saldo Laba Dicadangkan 29.710 29.710 29.710 29.710 29.710 29.710
Saldo Laba Belum Dicadangkan (1.878.568) (1.931.933) (1.891.351) (1.811.165) (1.646.700) (1.414.779)
Ekuitas Neto Kepada Pemilik Entitas Induk 868.807 815.442 856.024 936.210 1.100.675 1.332.596
Kepentingan Non Pengendali 7.217 6.981 7.160 7.516 8.245 9.273
Total Ekuitas 876.024 822.422 863.184 943.726 1.108.920 1.341.869
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 3.738.790 3.727.767 3.669.060 3.601.716 3.525.960 3.758.962
Ref. No. 01215/2.0072-00/BS/01/0022/1/XI/2024 40
Page 55
Tabel 25 : Proyeksi Laba Rugi JAWA Tanpa Rencana Transaksi
TANPA TRANSAKSI
Dalam jutaan Rupiah
Jul-Des 2024 2025 2026 2027 2028 2029
PENJUALAN NETO 421.090 1.013.456 1.268.970 1.538.764 1.842.737 2.169.967
BEBAN POKOK PENJUALAN 408.602 831.729 989.507 1.199.754 1.445.291 1.697.435
LABA KOTOR 12.488 181.727 279.463 339.009 397.446 472.532
BEBAN USAHA
Beban Penjualan (11.048) (22.298) (27.959) (33.809) (40.379) (47.464)
Beban Umum dan Administrasi (17.584) (36.799) (38.604) (40.499) (42.489) (44.578)
Total Beban Usaha (28.632) (59.097) (66.563) (74.308) (82.868) (92.043)
LABA (RUGI) USAHA (16.143) 122.630 212.900 264.701 314.578 380.490
- - - - - -
PENGHASILAN ( BEBAN ) LAIN-LAIN
Beban Keuangan (96.702) (172.918) (168.283) (166.359) (137.054) (134.828)
Penghasilan Keuangan - - - - - -
Penghasilan ( beban ) lain-lain - - - (12.335) - -
Total Pendapatan/(Beban) Lain-lain (96.702) (172.918) (168.283) (178.693) (137.054) (134.828)
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN (112.846) (50.288) 44.616 86.008 177.525 245.662
MANFAAT ( BEBAN ) PAJAK PENGHASILAN
Pajak Kini - (3.314) (3.855) (5.466) (12.331) (12.713)
Pajak Tangguhan - - - - - -
Manfaat Pajak Penghasilan - (3.314) (3.855) (5.466) (12.331) (12.713)
LABA (RUGI) NETO (112.846) (53.602) 40.762 80.542 165.194 232.949
Tabel 26 : Proyeksi Arus Kas JAWA Tanpa Rencana Transaksi
TANPA TRANSAKSI
Dalam jutaan Rupiah
Jul-Des 2024 2025 2026 2027 2028 2029
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan Kas Dari Pelanggan 423.269 1.008.801 1.264.994 1.534.945 1.838.165 2.164.583
Pembayaran Kas Kepada Pemasok (437.662) (546.365) (705.202) (916.185) (1.164.000) (1.420.556)
Pembayaran Kepada Karyawan (119.563) (241.517) (246.348) (251.274) (256.300) (261.426)
Kas Dihasilkan Dari Operasi (133.956) 220.919 313.444 367.486 417.865 482.600
Pembayaran Beban Bunga (107.161) (190.968) (181.926) (175.233) (138.920) (134.828)
Pembayaran Pajak Penghasilan - (3.314) (3.855) (5.466) (12.331) (12.713)
Kas Neto Digunakan Untuk Aktivitas Operasi (241.117) 26.637 127.663 186.787 266.613 335.060
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan (pembayaran) Plasma - - 2.059 4.098 8.114 11.927
Penambahan Tanaman Belum Menghasilkan (9.192) (33.252) (32.181) (31.686) (33.422) (34.907)
Perolehan Aset Tetap (13.861) (38.999) - - - -
Kas Neto Digunakan Untuk Aktivitas Investasi (23.053) (72.251) (30.122) (27.588) (25.308) (22.979)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan Dari Utang lain-lain 433.000 388.482 283.812 347.577 181.402 -
Penerimaan Utang Pihak Berelasi - - - - - -
Pembayaran CP of LTBL (152.350) (342.788) (380.876) (507.835) (422.397) -
Kas Neto Diperoleh Dari Aktivitas Pendanaan 280.650 45.694 (97.064) (160.258) (240.995) -
KENAIKAN ( PENURUNAN ) NETO KAS DAN BANK 16.479 80 478 (1.059) 310 312.081
KAS DAN BANK AWAL PERIODE 1.376 17.855 17.936 18.413 17.354 17.664
KAS DAN BANK AKHIR PERIODE 17.855 17.936 18.413 17.354 17.664 329.745
Ref. No. 01215/2.0072-00/BS/01/0022/1/XI/2024 41
Page 56
Tabel 27 : Proyeksi Rasio JAWA Tanpa Rencana Transaksi
TANPA TRANSAKSI
RASIO
Jul-Des 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Profitabilitas
GPM 3,5% 17,9% 22,0% 22,0% 21,6% 21,8%
OPM -3,2% 12,1% 16,8% 17,2% 17,1% 17,5%
NPM -28,4% -5,3% 3,2% 5,2% 9,0% 10,7%
ROA -6,3% -1,4% 1,1% 2,2% 4,7% 6,2%
ROE -26,8% -6,5% 4,7% 8,5% 14,9% 17,4%
Likuiditas
Current Ratio 69,3% 67,1% 57,2% 79,6% 395,4% 691,1%
Quick Ratio 41,5% 40,4% 34,6% 48,2% 240,1% 530,5%
Cash Ratio 3,2% 3,0% 2,5% 3,3% 15,9% 296,2%
Aktivitas
Perputaran Aset 0,2 0,3 0,3 0,4 0,5 0,6
Perputaran Piutang 12,8 15,1 18,1 20,9 23,7 26,2
Leverage
DER 326,8% 353,3% 325,1% 281,6% 218,0% 180,1%
DAR 76,6% 77,9% 76,5% 73,8% 68,5% 64,3%
Interest & Debt Coverage
Interest Coverage Ratio (ICR) -30,3% 70,9% 126,5% 151,7% 229,5% 282,2%
Debt Service Coverage Ratio (DSCR) 0,6% 24,5% 37,5% 59,9% 296,5% 319,0%
Dari gambaran di atas terlihat bahwa diproyeksikan terdapat beberapa perbedaan
antara Dengan dilakukannya Rencana Transaksi dan Tanpa dilakukannya Rencana
Transaksi yaitu sebagai berikut:
Posisi Keuangan:
❖ Utang pihak berelasi
Dengan Transaksi, Perseroan dapat menarik pinjaman dana dari SAI sesuai dengan
kebutuhan kegiatan usaha Perseroan.
Sementara Tanpa Transaksi, Perseroan harus berusaha untuk mencari pinjaman
dana dari pihak lain agar Perseroan dapat terus beroperasi secara optimal untuk
mencapai target laba yang diharapkan oleh Perseroan.
❖ Saldo laba dan Kas
Dengan Transaksi, saldo laba dan kas Perseroan lebih tinggi dibandingkan Tanpa
Transaksi karena pinjaman yang diberikan oleh SAI tidak dikenakan bunga.
Laba Rugi:
Berdasarkan proyeksi laba rugi, Perseroan akan terus berupaya untuk beroperasi secara
optimal baik Dengan maupun Tanpa Transaksi yaitu dengan cara mencari pinjaman.
Dengan Transaksi, Perseroan dapat memperoleh pinjaman tanpa dikenakan bunga.
Namun Tanpa Transaksi, kebutuhan operasional Perseroan akan dipenuhi dengan cara
JAWA akan mencari pinjaman dari pihak lain selain SAI, yang pasti akan dikenakan
bunga sehingga beban bunga Perseroan menjadi lebih tinggi.
Arus Kas:
❖ Arus Kas Operasional
Dengan Transaksi, pembayaran beban bunga lebih rendah dibandingkan Tanpa
Transaksi.
❖ Arus Kas Pendanaan
Dengan Transaksi, Perseroan diasumsikan akan menerima pinjaman secara bertahap
pada tahun 2024 hingga 2028. Sedangkan Tanpa Transaksi, Perseroan diproyeksikan
Ref. No. 01215/2.0072-00/BS/01/0022/1/XI/2024 42
Page 57
akan terus menambah pinjaman hingga tahun 2028 untuk memenuhi kebutuhan kas
untuk operasi dan investasi serta pembayaran bunga pinjaman Perseroan.
Rasio Keuangan
❖ Dengan Transaksi, marjin laba bersih Perseroan lebih tinggi dibandingkan Tanpa
Transaksi karena ada perbedaan pada beban bunga. Dengan Transaksi, Perseroan
diproyeksikan masih membukukan kerugian sampai dengan tahun 2024 dan mulai
membukukan laba pada tahun 2025, sementara Tanpa Transaksi, Perseroan masih
membukukan kerugian sampai dengan tahun 2025 dan mulai membukukan laba
pada tahun 2026.
❖ Dengan Transaksi, rasio likuiditas Perseroan yang dapat dilihat dari rasio lancar
(current ratio), rasio cepat (quick ratio), dan rasio kas (cash ratio) adalah sama
sampai dengan tahun 2028 karena dalam memenuhi kebutuhan jangka pendeknya,
Perseroan memerlukan pinjaman dana. Namun pada tahun 2029 rasio likuiditas
Perseroan meningkat dibandingkan Tanpa Transaksi karena Dengan Transaksi,
pinjaman yang diberikan oleh SAI tidak dikenakan bunga, sementara Tanpa
Transaksi, pinjaman dari pihak ketiga dikenakan bunga.
❖ Dengan Transaksi, rasio leverage yang dapat dilihat dari DER dan DAR mengalami
penurunan dibanding Tanpa Transaksi, karena Dengan Transaksi, pinjaman tidak
dikenakan bunga, sementara Tanpa Transaksi, terdapat tambahan biaya bunga
yang terakumulasi secara terus-menerus, sehingga Perseroan perlu menambah
pinjaman lagi untuk menutupi beban bunga tersebut.
❖ Dengan Transaksi, rasio kecukupan pembayaran bunga dan utang pokok Perseroan
berangsur mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dan
lebih tinggi dibandingkan Tanpa Transaksi.
3.3.5 Analisis Kemampuan Perusahaan untuk Melunasi Pinjaman
Melihat proyeksi keuangan Perseroan, Perseroan dapat mencapai laba mulai tahun
2025. Namun Perseroan harus terlebih dahulu melunasi pinjaman sindikasi bank
berdasarkan perjanjian kredit sindikasi yang beranggotakan PT Bank CIMB Niaga Tbk,
PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, Indonesia Eximbank dan PT Bank
QNB Indonesia yang diangsur secara triwulan dan akan jatuh tempo pada tahun 2028.
Pinjaman sindikasi akan dilunasi dengan sumber pendanaan yang berasal dari pinjaman
SAI dan hasil operasional Perseroan.
Pinjaman terhadap SAI dapat dilunasi dengan dua cara, yaitu dengan konversi menjadi
saham atau dengan tunai. Apabila dilakukan dengan tunai, maka Perseroan dapat mulai
mencicil pelunasan utang SAI setelah pelunasan kredit sindikasi dengan menggunakan
dana dari hasil operasional Perseroan. Apabila sampai dengan jangka waktu pinjaman
Perseroan belum dapat melunasi pinjamannya, Perseroan akan melakukan refinancing.
3.3.6 Analisis Cash Management dan Financial Covenant dari Rencana
Transaksi
Cash Management
Fasilitas pinjaman yang akan diperoleh Perseroan adalah sebesar Rp 1.250.000.000.000
(satu triliun dua ratus lima puluh miliar Rupiah) yang akan diterima dalam bentuk kas.
Ref. No. 01215/2.0072-00/BS/01/0022/1/XI/2024 43
Page 58
Financial Covenant
Berdasarkan perjanjian pinjaman antara JAWA dengan SAI tidak terdapat financial
covenant di dalamnya.
3.3.7 Analisis Inkremental atas Rencana Transaksi
3.3.7.1 Kontribusi Nilai Tambah
Dari kajian terhadap proyeksi Dengan dan Tanpa dilakukannya Rencana Transaksi,
diperoleh kontribusi nilai tambah terhadap Perseroan sebagai berikut:
❖ Beban Bunga
Tabel 28 : Perbandingan Beban Bunga JAWA
Dalam Jutaan Rp Jul-Des 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Dengan Rencana Transaksi 63.702 110.311 84.046 55.632 12.502 -
Tanpa Rencana Transaksi 96.702 172.918 168.283 166.359 137.054 134.828
Perbedaan (Rp) (33.000) (62.607) (84.237) (110.727) (124.552) (134.828)
Perbedaan (%) -34% -36% -50% -67% -91% -100%
❖ Laba Bersih
Tabel 29 : Perbandingan Laba Bersih JAWA
Dalam Jutaan Rp Jul-Des 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Dengan Rencana Transaksi (79.846) 9.006 124.999 191.269 289.746 367.777
Tanpa Rencana Transaksi (112.846) (53.602) 40.762 80.542 165.194 232.949
Perbedaan (Rp) 33.000 62.607 84.237 110.727 124.552 134.828
Perbedaan (%) -29% -695% -67% -58% -43% -37%
❖ Pinjaman Berelasi dan Pihak Lain NonBank
Tabel 30 : Perbandingan Jumlah Pinjaman Berelasi dan Pihak Lain NonBank JAWA
Dalam Jutaan Rp Jul-Des 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Dengan Rencana Transaksi 1.024.893 1.350.768 1.550.343 1.787.193 1.844.043 1.844.043
Tanpa Rencana Transaksi 1.057.893 1.446.375 1.730.188 2.077.765 2.259.167 2.259.167
Perbedaan (Rp) (33.000) (95.607) (179.844) (290.571) (415.123) (415.123)
Perbedaan (%) -3% 7% 12% 16% 23% 23%
❖ Ekuitas
Tabel 31 : Perbandingan Ekuitas JAWA
Dalam Jutaan Rp Jul-Des 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Dengan Rencana Transaksi 909.024 918.029 1.043.028 1.234.297 1.524.043 1.891.820
Tanpa Rencana Transaksi 876.024 822.422 863.184 943.726 1.108.920 1.341.869
Perbedaan (Rp) 33.000 95.607 179.844 290.571 415.123 549.951
Perbedaan (%) 4% -10% -17% -24% -27% -29%
Ref. No. 01215/2.0072-00/BS/01/0022/1/XI/2024 44
Page 59
Dari hasil analisis inkremental terlihat bahwa dengan dilaksanakan Rencana Transaksi:
• Pendapatan, beban pokok penjualan, beban usaha dan laba usaha Perseroan tidak
berubah, karena diasumsikan kebutuhan kas untuk mengoptimalkan operasional
Perseroan terpenuhi, baik Dengan maupun Tanpa Rencana Transaksi.
• Dengan Rencana Transaksi, beban bunga lebih rendah 34%-100% selama periode
Juli-Desember 2024 hingga tahun 2029 dikarenakan pinjaman dari SAI tidak
dikenakan bunga, sementara Tanpa Rencana Transaksi diasumsikan pinjaman dari
pihak lain dikenakan bunga sebesar 8,25%.
• Dengan Rencana Transaksi, laba bersih Perseroan lebih tinggi dibandingkan Tanpa
Rencana Transaksi sebesar selisih biaya bunga yaitu sebesar Rp 33 miliar pada Juli-
Desember 2024 dan mencapai Rp 134,8 miliar pada tahun 2029.
• Dengan Rencana Transaksi, pinjaman berelasi dan pihak lain nonbank Perseroan
lebih rendah dibandingkan Tanpa Rencana Transaksi, karena Tanpa Rencana
Transaksi terdapat tambahan biaya bunga yang terakumulasi secara terus-
menerus, sehingga Perseroan perlu menambah pinjaman lagi untuk menutupi
beban bunga tersebut.
• Dengan Rencana Transaksi, ekuitas Perseroan lebih tinggi dibandingkan Tanpa
Rencana Transaksi, karena meningkatnya saldo laba Perseroan.
3.3.7.2 Biaya atau Pendapatan yang Relevan
Rencana Transaksi tidak memberikan dampak terhadap biaya ataupun pendapatan
Perseroan.
3.3.7.3 Informasi Non Keuangan yang Relevan
Pinjaman yang akan diberikan adalah pinjaman tanpa jaminan sehingga tidak
merugikan Perseroan.
3.3.7.4 Prosedur Pengambilan Keputusan dengan Memperhatikan Alternatif
Lain
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Manajemen Perseroan, pengambilan
keputusan untuk menerima pinjaman dari SAI dilakukan oleh Direksi dengan
persetujuan Komisaris Perseroan. Keputusan ini diambil karena Perseroan
membutuhkan dana untuk operasional.
Pertimbangan pemilihan alternatif ini dibandingkan dengan alternatif pembiayaan
lainnya adalah karena pinjaman dari SAI tidak dikenakan bunga, sementara bila
menggunakan alternatif lain pasti akan dikenakan bunga.
3.3.7.5 Analisis Kelayakan Rencana Penggunaan Dana Rencana Transaksi
Analisis Kelayakan Investasi
Pemberian pinjaman ditujukan untuk kelancaran operasional kegiatan usaha JAWA agar
mampu memaksimumkan produktivitas Perseroan sehingga dapat meningkatkan
pertumbuhan dan memberikan kontribusi yang positif bagi kinerja Perseroan.
Ref. No. 01215/2.0072-00/BS/01/0022/1/XI/2024 45
Page 60
Analisis Kelayakan Pelunasan Utang Pelunasan pinjaman dapat dilakukan dengan cara konversi saham atau dengan tunai. Apabila Perseroan ingin melunasi pinjaman tersebut dengan cara pembayaran tunai, maka Perseroan harus menyelesaikan pinjaman bank terlebih dahulu, agar dapat mencicil pinjaman kepada SAI. Analisis atas Faktor Lain yang Relevan Berdasarkan draft Perjanjian Hutang Piutang antara SAI dan JAWA, dimungkinkan pinjaman dari SAI untuk dikonversi menjadi modal saham, namun manajemen dan SAI masih akan melakukan diskusi lebih lanjut mengenai hal tersebut. 3.4 Analisis Kewajaran Rencana Transaksi a. Analisis Rencana Transaksi Rencana Transaksi adalah pinjaman dana dari pemegang saham utama yaitu PT Sarana Agro Investama kepada PT Jaya Agra Wattie Tbk dengan nilai maksimal sebesar Rp.1.250.000.000.000 (satu triliun dua ratus lima puluh miliar Rupiah) yang rencananya akan diberikan secara bertahap sesuai dengan permintaan. Rencana Transaksi merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha. Rencana Transaksi juga merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan. Namun sesuai dengan Surat Pernyataan Manajemen Perseroan, Rencana Transaksi dimaksud bukan merupakan transaksi yang mengandung benturan kepentingan. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa manfaat dari Rencana Transaksi adalah Perseroan memperoleh kepastian sumber pendanaan untuk kelangsungan kegiatan operasionalnya tanpa dikenakan bunga sehingga tidak membebani keuangan Perseroan. Sementara itu, Rencana Transaksi tidak menimbulkan risiko terhadap Perseroan karena pinjaman merupakan pinjaman tanpa jaminan. Selain itu, meskipun dalam Perjanjian disebutkan bahwa JAWA akan menyelesaikan pinjamannya dalam jangka waktu 8 (delapan) tahun, penyelesaian pinjaman dapat dilakukan dengan cara konversi saham. Namun Rencana Transaksi dapat menimbulkan risiko dilusi yaitu penurunan persentase kepemilikan bagi pemegang saham publik apabila pinjaman dikonversi menjadi saham dengan cara right issue. Risiko ini dapat terjadi apabila pemegang saham publik tidak menggunakan haknya untuk membeli saham baru yang diterbitkan Perseroan apabila Perseroan melakukan right issue dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (“HMETD”) atau apabila Perseroan melakukan right issue tanpa HMETD. Ref. No. 01215/2.0072-00/BS/01/0022/1/XI/2024 46
Page 61
b. Analisis Kualitatif PT Jaya Agra Wattie Tbk didirikan pada tahun 1921 dan mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 20 Januari 1921. JAWA adalah perusahaan terbuka yang bergerak di bidang agribisnis, meliputi penanaman, proses pabrikasi, pengiriman dan penjualan. Pada tanggal 30 Agustus 2018, JAWA dan SAI telah mengadakan perjanjian utang Fasilitas I dimana SAI memberikan pinjaman sampai dengan Rp 500 miliar kepada Perseroan dengan jangka waktu pinjaman lima tahun dan dapat diperpanjang dengan kesepakatan kedua belah pihak. Pinjaman ini tidak dikenakan bunga dan tanpa jaminan. Pada tanggal 1 Desember 2020, JAWA dan SAI kembali mengadakan perjanjian utang Fasilitas II dimana SAI memberikan pinjaman sampai dengan Rp 1 triliun kepada Perusahaan. Jangka waktu pinjaman delapan tahun. Pinjaman ini tidak dikenakan bunga dan tanpa jaminan. Pada tanggal 19 Desember 2022, JAWA dan SAI kembali mengadakan perjanjian utang Fasilitas III dimana SAI memberikan pinjaman sampai dengan Rp 1 triliun kepada Perusahaan. Jangka waktu pinjaman delapan tahun. Pinjaman ini tidak dikenakan bunga dan tanpa jaminan. Berdasarkan Surat Kesepakatan Konversi Sebagian Utang Menjadi Saham tanggal 4 September 2023 antara SAI dengan JAWA sepakat untuk mengkonversi sebagian utang menjadi saham dengan nilai sebesar Rp1.245.826.634.252, yang terdiri atas: - Fasilitas I sebesar Rp245.826.634.252. - Fasilitas II sebesar Rp1.000.000.000.000. Konversi ini dilakukan melalui mekanisme Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu dengan mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 14/POJK.04/2019 tanggal 29 April 2019. Pada tanggal 19 Juni 2024, JAWA kembali memperoleh pinjaman sementara dari SAI sebesar Rp30,85 miliar, di mana JAWA dana SAI bermaksud untuk menindaklanjuti transaksi tersebut dalam perjanjian utang Fasilitas IV, menunggu persetujuan RUPS. Per 30 Juni 2024, total pinjaman JAWA dari SAI adalah sebesar Rp 1,03 triliun yang digunakan untuk kelancaran kegiatan usaha Perseroan. Rencana Transaksi merupakan perjanjian baru sehingga Perseroan akan memiliki fasilitas pinjaman dari SAI dengan total nilai sebesar Rp 2.250.000.000.000 (dua triliun dua ratus lima puluh miliar Rupiah), namun pinjaman tersebut bukan merupakan satu kesatuan melainkan merupakan pinjaman yang terpisah atau berdiri sendiri-sendiri karena atas transaksi pinjaman yang dilakukan sebelumnya JAWA telah memenuhi ketentuan POJK No. 17/POJK.04/2020 dimana JAWA telah memperoleh persetujuan RUPS dan untuk Rencana Transaksi ini JAWA akan kembali menyelenggarakan RUPS untuk memperoleh persetujuan dari pemegang saham. Keuntungan dari rencana transaksi adalah Perseroan memperoleh kepastian sumber dana yang cukup besar yang dapat digunakan untuk kelangsungan kegiatan operasional Perseroan tanpa dikenakan bunga dan tanpa jaminan. Sementara itu, tidak ada kerugian yang timbul atas Rencana Transaksi karena berdasarkan Perjanjian, pinjaman ini tidak dikenakan bunga dan tanpa jaminan. Pelunasan pinjaman juga dapat dilakukan dengan cara konversi saham. Ref. No. 01215/2.0072-00/BS/01/0022/1/XI/2024 47
Page 62
c. Analisis Kuantitatif Dengan Rencana Transaksi, beban bunga lebih rendah 34%-100% selama periode Juli- Desember 2024 hingga tahun 2029 dikarenakan pinjaman dari SAI tidak dikenakan bunga, sementara Tanpa Rencana Transaksi diasumsikan pinjaman dari pihak lain dikenakan bunga sebesar 8,25%. Dengan Rencana Transaksi, laba bersih Perseroan lebih tinggi dibandingkan Tanpa Rencana Transaksi sebesar selisih biaya bunga yaitu sebesar Rp 33 miliar pada Juli- Desember 2024 dan mencapai Rp 134,8 miliar pada tahun 2029. Dengan Rencana Transaksi, pinjaman berelasi dan pihak lain nonbank Perseroan lebih rendah dibandingkan Tanpa Rencana Transaksi, karena Tanpa Rencana Transaksi terdapat tambahan biaya bunga yang terakumulasi secara terus-menerus, sehingga Perseroan perlu menambah pinjaman lagi untuk menutupi beban bunga tersebut. d. Analisis Kelayakan Rencana Penggunaan Dana Pemberian pinjaman ditujukan untuk kelancaran operasional kegiatan usaha JAWA agar mampu memaksimumkan produktivitas Perseroan sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan memberikan kontribusi yang positif bagi kinerja Perseroan. e. Analisis atas Faktor Lain yang Relevan Pelunasan pinjaman dapat dilakukan dengan cara konversi saham atau dengan tunai. Apabila Perseroan ingin melunasi pinjaman tersebut dengan cara pembayaran tunai, maka Perseroan harus menyelesaikan pinjaman bank terlebih dahulu, agar dapat mencicil pinjaman kepada SAI. Berdasarkan draft Perjanjian Hutang Piutang antara SAI dan JAWA, dimungkinkan pinjaman dari SAI untuk dikonversi menjadi modal saham, namun manajemen dan SAI masih akan melakukan diskusi lebih lanjut mengenai hal tersebut. 3.5 Kesimpulan Berdasarkan analisis kewajaran Rencana Transaksi sebagaimana diuraikan dalam laporan ini, kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi Pinjaman Dana dari Pemegang Saham Utama kepada PT Jaya Agra Wattie Tbk adalah wajar. Ref. No. 01215/2.0072-00/BS/01/0022/1/XI/2024 48
Page 63
4. LAMPIRAN Lampiran : 1. Surat Pernyataan Tidak Ada Benturan Kepentingan Ref. No. 01215/2.0072-00/BS/01/0022/1/XI/2024 49
Page 64
Ref. No. 01215/2.0072-00/BS/01/0022/1/XI/2024 50
Names mentioned 76 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP Felix Sutandar dan Rekan
p.15
unresolved
org
KJPP Felix Sutandar
p.15 ×2
unresolved
—
Ref. No. 01215/2.0072-00/BS/01/0022/1/XI/2024
p.15
unresolved
org
PT Sarana Agro Investama
p.16 ×7
unresolved
org
JAWA. KJPP Felix Sutandar dan Rekan
p.16
unresolved
org
Rekan
· Penilai
p.16
unresolved
org
Bank Indonesia
p.17
unresolved
person
Akuntan Publik Sangapan Tambunan
p.18 ×3
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Paul Hadiwinata
p.18 ×2
unresolved
org
Palilingan & Rekan
p.18 ×3
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Heliantono & Rekan
p.18
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Heliantono
p.18
unresolved
person
Akuntan Publik Darmenta Pinem
p.18 ×3
unresolved
org
Tjahjo & Rekan
p.18 ×4
unresolved
person
Akuntan Publik Tjiong Eng Pin
p.19
unresolved
org
Pengadilan Negeri Surabaya
p.20
unresolved
person
Yulia
p.20
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.20
unresolved
org
PT Agri Bumi Sentosa
p.21 ×2
unresolved
org
PT Kintap Jaya Wattindo
p.21 ×2
unresolved
org
PT Anugerah Wattiendo
p.21
unresolved
org
PT Indo Java Rubber
p.21
unresolved
org
PT Kaliduren Estates
p.21 ×2
unresolved
org
PT Perkebunan Kroewoek
p.21 ×2
unresolved
org
PT Bumi Prada
p.21 ×2
unresolved
org
PT Banjoemas Landen
p.21 ×2
unresolved
org
PT Mulyaningsih
p.21 ×2
unresolved
org
PT Corah Mas Kepuntren
p.21
unresolved
org
PT Perkebunan Biting
p.21 ×2
unresolved
org
PT Cipanyusuhan
p.21
unresolved
org
PT Sarana Energi Semesta
p.22
unresolved
person
Akta Notaris Sri Ambarwati
p.22 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.22 ×3
unresolved
person
Sintya Liana Sofyan
· Notaris
p.22 ×3
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal
p.28
unresolved
org
Bapepam
p.28 ×2
unresolved
org
Kementerian Pertanian Perkembangan Luas Areal Kelapa Sawit Indonesia Pengusahaan
p.29
unresolved
org
Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia Perkembangan Produksi Kelapa Sawit Indonesia
p.30
unresolved
org
Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia Ref.
p.30 ×4
unresolved
org
Kementerian Pertanian Perkembangan Luas Areal Karet Indonesia Secara
p.31
unresolved
org
Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia Sentra Produksi Karet
p.32
unresolved
org
Kementerian Pertanian Republik Indonesia Ref.
p.32
unresolved
org
Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia Perkembangan Produksi Kopi Indonesia Perkembangan
p.33
unresolved
org
Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia Perkembangan Produksi Teh Indonesia Seperti
p.34
unresolved
org
Bank Commodities Price Data
p.35
unresolved
org
Bank Commodities Price
p.35 ×2
unresolved
person
Vice GM
· Direktur
p.37
unresolved
org
PT. Indo Java Rubber Planting Co
p.37
unresolved
org
PT. Corah Mas Keputren Estates
p.37
unresolved
org
PT. Cipnyusuhan
p.37
unresolved
org
PT. Anugerah Wattindo
p.37
unresolved
org
PT Sinar Mas Agro Resources
p.40
unresolved
org
Technology Tbk
p.40
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.