Back to announcement
20260910_ISEA_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32147761_lamp1.pdf
Other Text extracted ISEASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 7
Page 1
Bandar Lampung, 10 September 2026
Nomor : 51/PI-IDX/ISEA/CS/IX/2026
Kepada Yth.
Bursa Efek Indonesia
PT. Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 1 lantai 6,
Jl. Jendral Sudirman Kav 52-53
Jakarta Selatan 12190, Indonesia
Up : Kepala Divisi Penilaian Perusahaan I
Perihal : Penjelasan (Form E023)
Dengan hormat,
Merujuk Kepada surat no. S-11400/BEI.PP1/09-2026 tentang Permintaan Penjelasan terkait:
1. Laporan Keuangan Interim PT Indo American Seafoods Tbk (Perseroan) per 30 Juni 2026 (Tidak
Diaudit);
2. Surat Perseroan Nomor 10/LKACC-IDX/ISEA/III/2026 tanggal 30 Maret 2026, perihal Laporan
Keuangan Konsolidasian PT Indo American Seafoods Tbk dan Entitas Anak Untuk tanggal 31
Desember 2025 dan 2024;
3. Proyeksi Keuangan Perseroan yang disampaikan pada saat proses permohonan pencatatan saham
Perseroan.
Dengan ini kami sampaikan penjelasan sebagaimana terlampir.
Demikian disampaikan atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih.
PT INDO AMERICAN SEAFOODS Tbk
Gustav, S.H., M.H.
Corporate Secretary
1
Page 2
Lampiran
Disampaikan menggunakan Form E023 (published)
1. Merujuk pada CALK 9 Uang Muka dan Biaya Dibayar Dimuka, diketahui bahwa terdapat
penurunan uang muka pembelian bahan baku sebesar 98,19% dari sebelumnya Rp33,71 miliar per
31 Desember 2024 menjadi Rp610,25 juta per 31 Desember 2025, kepada PT Shaka Bahari Abadi,
PT Marubeni Indonesia, Hendro Hariyanto, dan Yeremia Sukamto. Bursa meminta penjelasan
terkait:
a. Latar belakang penurunan signifikan uang muka pembelian bahan baku tersebut.
Jawaban :
Latar belakang Penurunan signifikan uang muka pembelian bahan baku terutama disebabkan
oleh telah terpenuhinya pasokan barang pada tahun 2025 atas uang muka yang telah dibayarkan
pada tahun 2024. Dengan demikian, uang muka tersebut telah direalisasikan melalui
penerimaan barang pada tahun 2025.
b. Rincian realisasi uang muka dengan mengisi tabel berikut:
Jenis Uang Jumlah Nama Afiliasi/Bukan Status Timeline
Muka Pihak Afiliasi Realisasi Target
Saat Ini Penyelesaian
Uang Muka 610.251710 Yeremia Bukan Afiliasi 100%
Pembelian Sukamto
Bahan Baku
2. Merujuk pada CALK 5 Piutang Usaha, diketahui bahwa seluruh Piutang Usaha Perseroan per
31 Desember 2025 sebesar Rp137,68 miliar telah jatuh tempo (0% belum jatuh tempo),
dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2024 di mana Rp96,37 miliar (99,58% dari piutang)
masih belum jatuh tempo. Bursa meminta penjelasan terkait:
a. Latar belakang memburuknya kualitas/umur Piutang Usaha Perseroan tersebut.
Jawaban :
Terkait umur piutang di tahun 2025 dikarenakan terdapat sebagian piutang yang telah melewati
jatuh tempo sehingga penyajian aging piutang tersebar pada kategori 1 - 30 hari, 31 - 60 hari dan
seterusnya, hal ini mencerminkan komposisi umur piutang pada tanggal pelaporan dan bukan
karena adanya perubahan kebijakan pencatatan piutang.
b. Langkah-langkah penagihan yang telah dan akan dilakukan Perseroan.
Jawaban :
Langkah yang terus dilakukan oleh Perseroan terkait penagihan adalah dengan terus
berkomunikasi secara baik dengan pihak Buyer Perseroan agar terus menghasilkan negosiasi
yang baik dalam pembayaran.
c. Dasar pertimbangan manajemen bahwa Cadangan Kerugian Penurunan Nilai piutang sebesar
Rp2,52 miliar per 31 Desember 2025 telah memadai untuk menutup risiko tidak tertagihnya
piutang usaha.
2
Page 3
Jawaban :
Dasar pertimbangan manajemen membuat nilai cadangan piutang dikarenakan pembayaran
dari Buyer - Buyer utama Perseroan cukup lancar tidak melebihi dari 90 hari.
3. Merujuk pada CALK 20 Penjualan, diketahui bahwa penjualan kepada Central Seaway Co., Inc.
meningkat dari Rp159,62 miliar (49,48% dari total penjualan) per 31 Desember 2024 menjadi
Rp178,72 miliar (31,68% dari total penjualan) per 31 Desember 2025. Bursa meminta penjelasan
terkait:
a. Latar belakang dan keberlanjutan hubungan usaha dengan Central Seaway Co., Inc., termasuk
sifat kontrak/pesanan yang mendasari.
Jawaban :
Censea merupakan buyer Perseroan dan Indokom Group yang telah menjalin hubungan bisnis
selama kurang lebih 18 tahun. Oleh karena itu, hubungan bisnis yang terjalin lebih banyak
didasarkan pada kepercayaan dan rekam jejak kerja sama yang baik.
Secara umum, Censea menyampaikan kebutuhan atau order tahunan kepada Perseroan,
yang kemudian akan menentukan volume dan jenis produk yang dapat dipenuhi sesuai
dengan kapasitas dan ketersediaan bahan baku. Sementara itu, tambahan kontrak biasanya
dilakukan secara spot dan dapat berlangsung sepanjang bahan baku yang dibutuhkan tersedia.
Dengan hubungan kerja sama yang telah terjalin dalam jangka panjang dan didukung oleh
tingkat kepercayaan yang baik, secara umum risiko Perseroan dalam hubungan bisnis dengan
Censea tergolong sangat rendah. Meskipun demikian, Perseroan tetap berupaya
melakukan diversifikasi pasar dan mencari pelanggan baru guna mengurangi ketergantungan
terhadap pelanggan tertentu serta mendukung keberlanjutan pertumbuhan usaha.
b. Strategi diversifikasi pelanggan Perseroan ke depan.
Jawaban :
Strategi Perseroan dalam melakukan diversifikasi pelanggan ke depan dilakukan melalui dua
pendekatan utama. Pertama, terhadap pelanggan yang telah ada (existing customers),
Perseroan berupaya untuk terus menjaga dan meningkatkan hubungan bisnis melalui
komunikasi yang baik serta pemeliharaan hubungan yang berkelanjutan dengan para buyer.
Kedua, untuk memperluas pangsa pasar dan memperoleh pelanggan baru, Perseroan secara
aktif melakukan penjajakan terhadap pasar-pasar potensial, termasuk melalui partisipasi
dalam pameran atau kegiatan industri perikanan yang relevan. Upaya tersebut dilakukan
sebagai bagian dari strategi Perseroan untuk memperkenalkan produk kepada calon pelanggan
baru serta memperluas basis pelanggan dan mengurangi ketergantungan
4. Merujuk pada CALK 22 Beban Penjualan, diketahui bahwa terdapat beban “Duty” (bea keluar)
sebesar Rp24,87 miliar per 31 Desember 2025 yang sebelumnya nihil per 31 Desember 2024,
sehingga Beban Penjualan meningkat 251,91% menjadi Rp57,22 miliar. Bursa meminta penjelasan
terkait:
a. Latar belakang munculnya beban Duty tersebut serta dasar pengenaannya, termasuk
perubahan skema penjualan dan/atau ketentuan penyerahan (incoterms) dengan pelanggan.
Jawaban :
Latar belakang timbulnya beban duty tersebut berkaitan dengan kebijakan pengenaan tarif atau
3
Page 4
bea oleh Pemerintah Amerika Serikat (USA) terhadap produk dari Indonesia, termasuk produk
dalam industri perikanan. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari kebijakan perdagangan
yang juga telah diterapkan oleh Pemerintah USA terhadap negara-negara lain, termasuk
Vietnam dan Thailand.
Pengenaan duty tersebut pada dasarnya didasarkan pada ketentuan dan kebijakan perdagangan
yang berlaku di Amerika Serikat terhadap produk impor dari negara-negara tertentu. Dengan
demikian, timbulnya beban duty tersebut bukan semata-mata disebabkan oleh perubahan
kebijakan internal Perseroan.
b. Dampak tarif impor Amerika Serikat (dengan kisaran sekitar 19%) terhadap beban Duty dan
daya saing produk ekspor Perseroan ke depan.
Jawaban :
Dampak pengenaan tarif impor Amerika Serikat sebesar sekitar 19% terhadap Perseroan
adalah adanya peningkatan biaya penjualan. Namun demikian, permintaan terhadap produk
udang Perseroan masih tetap baik. Hal ini didukung oleh komunikasi yang berkelanjutan
dengan pihak buyer, sehingga Perseroan dapat melakukan penyesuaian harga jual dengan
mempertimbangkan tambahan biaya akibat pengenaan tarif tersebut.
5. Merujuk pada CALK 21 Beban Pokok Penjualan, diketahui bahwa Perseroan mencatatkan Biaya
Anti-Dumping sebesar Rp10,66 miliar per 31 Desember 2025, meningkat 79,33% dari sebelumnya
Rp5,94 miliar per 31 Desember 2024, sehubungan dengan pengenaan bea anti-dumping atas
produk udang asal Indonesia di pasar Amerika Serikat. Bursa meminta penjelasan terkait:
a. Dasar pengenaan dan mekanisme perhitungan Biaya Anti-Dumping tersebut, termasuk
otoritas yang menetapkan.
Jawaban :
Tarif anti-dumping ditetapkan oleh otoritas Pemerintah Amerika Serikat berdasarkan ketentuan
dan kebijakan perdagangan yang berlaku di Amerika Serikat. Besaran tarif tersebut menjadi
dasar dalam menentukan biaya anti-dumping yang dikenakan atas produk yang diekspor oleh
Perseroan ke pasar Amerika Serikat.
b. Proyeksi tren Biaya Anti-Dumping ke depan serta dampaknya terhadap daya saing dan
profitabilitas Perseroan, mengingat besaran biaya ini bersifat berulang (recurring) dan
terpisah dari beban Duty sebagaimana dimaksud pada butir sebelumnya.
Jawaban :
Biaya anti-dumping diperkirakan masih akan berlanjut karena tarif tersebut merupakan
kebijakan yang ditetapkan oleh Pemerintah Amerika Serikat. Namun demikian, Perseroan
akan terus melakukan komunikasi dengan buyer dan melakukan penyesuaian harga jual untuk
mengakomodasi dampak biaya anti-dumping tersebut.
c. Strategi mitigasi yang akan dilakukan Perseroan untuk mengelola risiko kebijakan
perdagangan (bea anti-dumping dan tarif impor) di pasar ekspor utama.
4
Page 5
Jawaban :
Strategi Perseroan dalam menghadapi risiko yang timbul dari pengenaan anti-dumping adalah
dengan mempertahankan komunikasi dan hubungan yang baik dengan buyer yang telah ada,
termasuk melakukan pembahasan terkait penyesuaian harga jual. Selain itu, Perseroan juga
berupaya melakukan diversifikasi pasar dengan memperluas pasar ekspor ke negara-negara
yang tidak mengenakan tarif anti-dumping, seperti Jepang.
6. Merujuk pada CALK 16 Utang Bank, diketahui bahwa Perseroan memperoleh fasilitas pinjaman
dari Bank SMBC Indonesia sebesar USD14.500.000 berdasarkan perjanjian tanggal 29 Agustus
2025, dengan suku bunga tahunan sebesar 6,75% (USD) dan 8,50% (IDR). Bursa meminta
penjelasan terkait:
a. Rincian pemanfaatan masing-masing sub-fasilitas (Pembiayaan Utang Usaha/APF, Pre-
Shipment Financing/PSF, Account Receivable Financing/ARF, dan Fasilitas Kredit Bergulir),
termasuk tujuan penggunaan dan jangka waktu masing-masing fasilitas.
Jawaban :
Rincian Pemanfaatan masing - masing fasilitas :
• APF pemanfaatan dari Invoice pembelian Perseroan jangka waktu 6 bulan
• PSF pemanfaatan dari PO penjualan Perseroan jangka waktu 6 bulan.
• ARF pemanfaatan dari Invoive Penjualan Perseroan janka waktu 6 bulan.
b. Latar belakang meningkatnya Beban Administrasi Bank sebesar 256,78% (dari Rp275,05 juta
menjadi Rp981,34 juta) dan Beban Provisi Bank sebesar 146,78% (dari Rp169,53 juta
menjadi Rp418,36 juta) sebagaimana diungkapkan pada CALK 25, termasuk apakah hal ini
mengindikasikan peningkatan frekuensi pencairan/perpanjangan fasilitas kredit dibandingkan
tahun sebelumnya.
Jawaban :
Tidak terdapat penambahan plafon atau fasilitas kredit perbankan pada tahun 2025.
Peningkatan biaya tersebut terutama disebabkan oleh meningkatnya aktivitas dan transaksi
keuangan Perseroan selama tahun berjalan.
c. Strategi Perseroan dalam mengelola beban bunga dan struktur pendanaan jangka pendek ke
depan.
Jawaban :
Perseroan berupaya mengelola beban bunga dengan menekan penggunaan dana dari
perbankan secara optimal, mengingat penggunaan fasilitas perbankan saat ini telah mendekati
batas plafon yang tersedia.
7. Perseroan membukukan peningkatan pendapatan sebesar 74,92% menjadi Rp564,22 miliar per
31 Desember 2025 dari sebelumnya Rp322,56 miliar per 31 Desember 2024. Namun, Margin Laba
Kotor Perseroan menurun dari 23,45% menjadi 19,84%, sementara Beban Bunga dan Keuangan
tetap tinggi sebesar Rp18,71 miliar. Bursa meminta penjelasan terkait:
5
Page 6
a. Latar belakang penurunan margin laba kotor Perseroan meskipun pendapatan mengalami
kenaikan signifikan.
Jawaban :
Penurunan margin laba kotor Perseroan disebabkan kebutuhan bahan baku yang meningkat di
tahun 2025 dan kenaikan biaya anti dumping meningkat seiring dengan meningkatnya
penjualan dari Perseroan.
b. Strategi bisnis dan upaya Perseroan untuk meningkatkan profitabilitas ke depannya.
Jawaban :
Strategi Perseroan dalam peningkatan profitabilitas dengan terus menjaga penjualan dengan
buyer yang sudah ada dan mencoba meningkatkan pangsa pasar yang lebih efisien seperti buyer
- buyer Jepang.
8. Perseroan membukukan Piutang Lain-lain kepada PT Tambak Udang Baba Rafi sebesar Rp549,73
juta yang tidak mengalami perubahan sejak 31 Desember 2024, merupakan piutang atas
penyewaan tambak udang beserta fasilitas penunjang yang digunakan oleh PT Tambak Udang
Baba Rafi. Bursa meminta penjelasan mengenai rencana dan estimasi waktu
penagihan/penyelesaian piutang tersebut.
Jawaban :
Terkait dengan penagihan kepada pihak PT Baba Rafi Perseroan akan secara terus menerus
melakukan penagihan secara berkala dan dari Pihak Perseroan sudah melayangkan surat
permintaan pembayaran.
9. Rasio keuangan Perseroan per 31 Desember 2025 menunjukkan Debt to Equity Ratio (DER)
sebesar 138,29%, lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebesar 95,84%, sementara Current Ratio
tercatat sebesar 148,59%, lebih rendah dibandingkan proyeksi sebesar 182,53%. Bursa meminta
penjelasan terkait:
a. Strategi Perseroan dalam menurunkan tingkat leverage (DER) menuju target struktur
permodalan yang direncanakan.
Jawaban :
Perseroan akan terus berupaya meningkatkan kinerja bisnis secara berkelanjutan sehingga dapat
menghasilkan laba yang lebih baik. Peningkatan laba tersebut akan memperkuat ekuitas
Perseroan melalui akumulasi laba ditahan, sehingga Perseroan memiliki sumber dana internal
yang lebih besar untuk mendukung kegiatan operasional dan investasi. Dengan demikian,
kebutuhan Perseroan untuk menggunakan pendanaan melalui utang diharapkan dapat berkurang
secara bertahap, sehingga dapat menekan tingkat utang dan beban keuangan Perseroan.
b. Langkah-langkah yang akan dilakukan Perseroan untuk memperkuat rasio likuiditas (Current
Ratio) ke depan.
Jawaban :
• Meningkatkan kinerja bisnis untuk menghasilkan arus kas yang lebih baik dan
memperkuat posisi kas Perseroan.
• Memperluas pangsa pasar dan mengembangkan pasar baru untuk mendukung
pertumbuhan dan keberlanjutan usaha Perseroan.
• Mengoptimalkan pengelolaan kewajiban lancar dengan menekan tingkat utang
6
Page 7
lancar Perseroan.
10. Informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek
Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.
Jawaban :
Perseroan tidak memiliki informasi, fakta, atau kejadian penting lainnya yang bersifat material dan
belum diungkapkan kepada publik yang dapat mempengaruhi harga efek maupun kelangsungan
usaha Perseroan. Perubahan harga efek Perseroan di pasar modal merupakan dinamika pasar yang
dipengaruhi oleh sentimen dan mekanisme pasar.
7
Names mentioned 9 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT INDO AMERICAN SEAFOODS Tbk Gustav
p.1
unresolved
org
PT Shaka Bahari Abadi
p.2
unresolved
org
PT Marubeni Indonesia
p.2
unresolved
org
PT Tambak Udang Baba Rafi
p.6
unresolved
org
PT Tambak Udang Baba Rafi. Bursa
p.6
unresolved
org
PT Baba Rafi
p.6
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.