Back to announcement
20241112_TBIG_Penyampaian Prospektus//Informasi Tambahan_31767269_lamp2.pdf
Other Text extracted TBIGSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 37
Page 1
INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS
PENAWARAN UMUM INI MERUPAKAN PENAWAR AN EFEK BERSIFAT UTANG TAHAP KE -4 DARI PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN EFEK BERSIFAT
UTANG YANG TELAH MENJADI EFEKTIF.
OTORITAS JASA KEUANGAN (“OJK”) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN
KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL -HAL TERSEBUT
ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk (“PERSEROAN”) DAN PARA PENJAMIN PELAKSANA EMISI OBLIGASI BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA
ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI ATAU FAKTA MATERIAL, SERTA KEJUJURAN PENDAPAT YANG TERCANTUM DALAM INFORMASI TAMBAHAN
RINGKAS INI.
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
KEGIATAN USAHA UTAMA
Penyedia Jasa Infrastruktur Telekomunikasi Terintegrasi melalui Perusahaan Anak
Berkedudukan di Jakarta Selatan, Indonesia
KANTOR PUSAT
The Convergence Indonesia, lantai 11
Kawasan Rasuna Epicentrum
Jl. H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan 12940 - Indonesia
Telepon : (62 21) 2924 8900; Faksimili : (62 21) 2157 2015
E-mail: corporate.secretary@tower -bersama.com
www.tower-bersama.com
KANTOR REGIONAL
18 kantor regional yang terletak di Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Palembang, Padang, Lampung, Jakarta, Banten, Bandung,
Semarang, Surabaya, Denpasar, Balikpapan, Banjarmasin, Pontianak, Manado, Makassar dan Papua
PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN
OBLIGASI BERKELANJUTAN VI TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE DENGAN TARGET DANA YANG AKAN DIHIMPUN
SEBANYAK-BANYAKNYA Rp20.000.000.000.000 (DUA PULUH TRILIUN RUPIAH) (“OBLIGASI BERKELANJUTAN VI”)
Dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan VI tersebut, Perseroan telah menerbitkan
obligasi sebesar Rp 5.713.100.000.000 (lima triliun tujuh ratus tiga belas miliar seratus juta Rupiah )
Dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan VI tersebut, Perseroan akan menerbitkan dan menawarkan :
OBLIGASI BERKELANJUTAN VI TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE TAHAP IV TAHUN 2024
DENGAN JUMLAH POKOK SEBESAR Rp Rp2.000.000.000.000,- (dua triliun RUPIAH) (”OBLIGASI”)
Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat dan ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen), dalam 2 (dua) seri, yaitu:
Jumlah Pokok Obligasi Seri A sebesar Rp 1.243.075.000.000 (satu triliun dua ratus empat puluh tiga miliar tujuh puluh lima juta Rupiah)
Seri A : dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,45% (enam koma empat lima persen) per tahun, yang berjangka waktu 370 Hari Kalender sejak
Tanggal Emisi; dan
Jumlah Pokok Obligasi Seri B sebesar Rp 756.925.000.000 (tujuh ratus lima puluh enam miliar sembilan ratus dua puluh lima juta Rupiah)
Seri B : dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,75% (enam koma tujuh lima persen) per tahun, yang berjangka waktu 3 (tiga) tahun sejak Tanggal
Emisi.
Bunga Obligasi dibayarkan setiap triwulan, di mana Bunga Obligasi pertama akan dibayarkan pada tanggal 3 Maret 2025, sedangkan Bunga Obligasi terakhir
sekaligus pelunasan Obligasi akan dibayarkan pada tanggal 13 Desember 2025 untuk Obligasi Seri A dan tanggal 3 Desember 2027 untuk Obligasi Seri B.
Pelunasan masing-masing seri Obligasi akan dilakukan secara penuh ( bullet payment) pada saat jatuh tempo.
OBLIGASI BERKELANJUTAN VI TAHAP V DAN/ATAU TAHAP SELANJUTNYA (JIKA ADA) AKAN DITETAPKAN KEMUDIAN.
PENTING UNTUK DIPERHATIKAN
OBLIGASI INI TIDAK DIJAMIN DENGAN JAMINAN KHUSUS, TETAPI DIJAMIN DENGAN SELURUH HARTA KEKAYAAN PERSEROAN BAIK BARANG
BERGERAK MAUPUN BARANG TIDAK BERGERAK, BAIK YANG TELAH ADA MAUPUN YANG AKAN ADA DI KEMUDIAN HARI MENJADI JAMINAN BAGI
PEMEGANG OBLIGASI INI SESUAI DENGAN KETENTUAN DALAM PASAL 1131 DAN 1132 KITAB UNDANG -UNDANG HUKUM PERDATA. HAK PEMEGANG
OBLIGASI ADALAH PARI PASSU TANPA HAK PREFEREN DENGAN HAK-HAK KREDITUR PERSEROAN LAINNYA BAIK YANG ADA SEKARANG MAUPUN DI
KEMUDIAN HARI, KECUALI HAK-HAK KREDITUR PERSEROAN YANG DIJAMIN SECARA KHUSUS DENGAN KEKAYAAN PERSEROAN BAIK YANG TELAH
ADA MAUPUN YANG AKAN ADA DI KEMUDIAN HARI. KETERANGAN LEBIH LANJUT MENGENAI OBLIGASI DAPAT DILIHAT PADA BAB I DALAM INFORMASI
TAMBAHAN.
1 (SATU) TAHUN SETELAH TANGGAL PENJATAHAN, PERSEROAN DAPAT MELAKUKAN PEMBELIAN KEMBALI ( BUYBACK) UNTUK SEBAGIAN ATAU
SELURUH OBLIGASI. PERSEROAN MEMPUNYAI HAK UNTUK MEMBERLAKUKAN BUYBACK OBLIGASI TERSEBUT SEBAGAI PELUNASAN POKOK
OBLIGASI ATAU DISIMPAN UNTUK KEMUDIAN DIJUAL KEMBALI DENGA N HARGA PASAR DENGAN MEMPERHATIKAN KETENTUAN DALAM PERJANJIAN
PERWALIAMANATAN DAN PERATURAN PERUNDANG -UNDANGAN YANG BERLAKU. KETERANGAN LEBIH LANJUT MENGENAI PEMBELIAN KEMBALI
OBLIGASI DAPAT DILIHAT PADA BAB I DALAM INFORMASI TAMBAHAN.
RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI OLEH PERSEROAN ADALAH RISIKO KETERGANTUNGAN PADA PENDAPATAN SEWA JANGKA PANJANG DARI
PELANGGAN PERSEROAN SEHINGGA TERPENGARUH OLEH KELAYAKAN KREDIT DAN KEKUATAN FINANSIAL PARA PELANGGAN PERSEROAN.
RISIKO LAIN YANG MUNGKIN DIHADAPI OLEH INVESTO R PEMBELI OBLIGASI ADALAH TIDAK LIKUIDNYA OBLIGASI YANG DITAWARKAN DALAM
PENAWARAN UMUM INI YANG ANTARA LAIN DIKARENAKAN TUJUAN PEMBELIAN OBLIGASI SEBAGAI INVESTASI JANGKA PANJANG.
PERSEROAN HANYA MENERBITKAN SERTIFIKAT JUMBO OBLIGASI DAN DIDAFTARKAN ATAS NAMA PT KUSTODIAN SENTRAL EFEK INDONESIA (“KSEI”)
DAN AKAN DIDISTRIBUSIKAN DALAM BENTUK ELEKTRONIK YANG DIADMINISTRASIKAN DALAM PENITIPAN KOLEKTIF DI KSEI.
DALAM RANGKA PENERBITAN OBLIGASI INI, PERSEROAN TELAH MEMPEROLEH HASIL PEMERINGKATAN DARI PT FITCH RATINGS INDONESIA
(“FITCH”) DENGAN PERINGKAT :
AA+ (i d n ) (Double A Plus)
KETERANGAN LEBIH LANJUT DAPAT DILIHAT PADA BAB I DALAM INFORMASI TAMBAHAN.
Pencatatan atas Obligasi yang ditawarkan ini akan dilakukan pada PT Bursa Efek Indonesia (“BEI”).
Para Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan Penjamin Emisi Obligasi yang namanya tercantum di bawah ini menjamin dengan kesang gupan penuh ( full
commitment) terhadap P enawaran Umum Obligasi ini.
PENJAMIN PELAKSANA EMISI OBLIGASI DAN PENJAMIN EMISI OBLIGASI
PT Tr imegah Sek uritas PT C IMB Niaga PT D BS Vickers PT A ld iracita PT B RI Danareksa PT O CBC Sekur itas
PT Indo Premier Sekuritas
Indones ia Tbk Sekuritas Sekuritas Indon esia Sekuritas Indon esia Sekuritas Indones ia
WALI AMANAT
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk .
Informasi Tambahan Ringkas ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 12 November 2024
Page 2
JADWAL
Tanggal Efektif : 27 Juni 2023
Masa Penawaran Umum : 25 – 27 November 2024
Tanggal Penjatahan : 29 November 2024
Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan : 3 Desember 2024
Tanggal Distribusi Obligasi secara Elektronik : 3 Desember 2024
Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia : 4 Desember 2024
PENAWARAN UMUM
NAMA OBLIGASI
Obligasi Berkelanjutan VI Tower Bersama Infrastructure Tahap IV Tahun 2024.
MATA UANG OBLIGASI
Mata uang Obligasi ini adalah Rupiah.
JENIS OBLIGASI
Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterbitkan untuk didaftarkan atas
nama KSEI sebagai bukti utang untuk kepentingan Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening. Obligasi
ini didaftarkan atas nama KSEI untuk kepentingan Pemeg ang Rekening di KSEI yang selanjutnya untuk
kepentingan Pemegang Obligasi dan didaftarkan pada tanggal diserahkannya Sertifikat Jumbo Obligasi oleh
Perseroan kepada KSEI. Bukti kepemilikan Obligasi bagi Pemegang Obligasi adalah Konfirmasi Tertulis yang
diterbitkan oleh Pemegang Rekening dan diadministrasikan oleh KSEI berdasarkan Perjanjian Pembukaan
Rekening Efek yang ditandatangani Pemegang Obligasi dengan Pemegang Rekening.
HARGA PENAWARAN
Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari jumlah Pokok Obligasi.
JUMLAH POKOK OBLIGASI, BUNGA OBLIGASI, DAN JATUH TEMPO OBLIGASI
Seluruh nilai Pokok Obligasi yang akan dikeluarkan berjumlah sebesar Rp 2.000.000.000.000 (dua triliun
Rupiah), yang terbagi dalam 2 (dua) seri, dengan ketentuan:
Seri A : Jumlah Pokok Obligasi Seri A sebesar Rp 1.243.075.000.000 (satu triliun dua ratus
empat puluh tiga miliar tujuh puluh lima juta Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar
6,45% (enam koma empat lima persen) per tahun, yang berjangka waktu 370 Hari
kalender sejak Tanggal Emisi; dan
Seri B : Jumlah Pokok Obligasi Seri B sebesar Rp756.925.000.000 (tujuh ratus lima puluh enam
miliar sembilan ratus dua puluh lima juta Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar
6,75% (enam koma tujuh lima persen) per tahun, yang berjangka waktu 3 (tiga) tahun
sejak Tanggal Emisi
Jumlah Pokok Obligasi tersebut dapat berkurang sehubungan dengan pelunasan Pokok Obligasi dari masing -
masing seri Obligasi dan/atau pembelian kembali (buyback) sebagai pelunasan Obligasi sebagaimana
dibuktikan dengan Sertifikat Jumbo Obligasi sesuai ketentuan Pasal 5 Perjanjian Perwaliamanatan.
Jumlah yang wajib dibayarkan oleh Perseroan pada Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi adalah dengan harga
yang sama dengan jumlah Pokok Obligasi yang tertulis pada Konfirmasi Tertulis yang dimiliki oleh Pemegang
Obligasi pada Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi.
Sifat dan besarnya tingkat Bunga Obligasi adalah tingkat bunga tetap. Bunga Obligasi dibayarkan seti ap
triwulan, terhitung sejak Tanggal Emisi sesuai dengan tanggal pembayaran masing -masing Bunga Obligasi.
Dalam hal Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi jatuh pada hari bukan Hari Kerja, maka Bunga Obligasi dibayar
1
Page 3
pada Hari Kerja sesudahnya tanpa dikenakan Denda.
Tanggal-tanggal pembayaran Bunga Obligasi dan Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi dari masing -masing seri
Obligasi adalah sebagai berikut:
Bunga ke- Seri A Seri B
1 3 Maret 2025 3 Maret 2025
2 3 Juni 2025 3 Juni 2025
3 3 September 2025 3 September 2025
4 13 Desember 2025 3 Desember 2025
5 3 Maret 2026
6 3 Juni 2026
7 3 September 2026
8 3 Desember 2026
9 3 Maret 2027
10 3 Juni 2027
11 3 September 2027
12 3 Desember 2027
PERHITUNGAN BUNGA OBLIGASI
Tingkat Bunga Obligasi tersebut merupakan persentase per tahun dari nilai nominal yang dihitung berdasarkan
jumlah hari yang lewat dari Tanggal Emisi dengan perhitungan 1 (satu) tahun adalah 360 Hari Kalender dan 1
(satu) bulan adalah 30 Hari Kalender.
PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI
Perseroan dapat melakukan pembelian kembali untuk sebagian atau seluruh Obligasi sebelum Tanggal
Pelunasan Pokok Obligasi dan pembelian kembali Obligasi ditujukan sebagai pelunasan atau disimpan untuk
kemudian dijual kembali dengan harga pasar dengan ketentuan hal tersebu t baru dapat dilakukan 1 (satu)
tahun setelah Tanggal Penjatahan. Perseroan wajib mengumumkan rencana pembelian kembali Obligasi paling
lambat 2 (dua) Hari Kalender sebelum tanggal penawaran untuk pembelian kembali tersebut dimulai, paling
sedikit melalui situs web Perseroan dalam Bahasa Indonesia dan bahasa asing dengan ketentuan bahasa asing
yang digunakan paling sedikit bahasa Inggris, dan situs web Bursa Efek atau 1 (satu) surat kabar harian
berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional.
TATA CARA PEMBAYARAN BUNGA OBLIGASI DAN POKOK OBLIGASI
Pembayaran Bunga Obligasi dan Pokok Obligasi akan dilakukan melalui KSEI selaku Agen Pembayaran kepada
Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening pada Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi dan Tanggal
Pelunasan Obligasi berdasarkan Perjanjian Agen Pembayaran Obligasi.
SATUAN PEMINDAHBUKUAN OBLIGASI
Satuan pemindahbukuan Obligasi adalah Rp1 (satu Rupiah) atau kelipatannya.
SATUAN PERDAGANGAN
Perdagangan Obligasi dilakukan di Bursa Efek dengan syarat -syarat dan ketentuan sebagaimana ditentukan
dalam peraturan Bursa Efek. Satuan perdagangan Obligasi di Bursa Efek di lakukan dengan nilai sebesar
Rp1.000.000 (satu juta Rupiah) dan/atau kelipatannya.
2
Page 4
JAMINAN
Obligasi ini tidak dijamin dengan jaminan khusus, tetapi dijamin dengan seluruh harta kekayaan Perseroan
baik barang bergerak maupun barang tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang akan ada di kemudian
hari menjadi jaminan bagi Pemegang Obligasi ini sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 1131 dan 1132 Kitab
Undang-Undang Hukum Perdata. Hak Pemegang Obligasi adalah pari passu tanpa hak preferen dengan hak -
hak kreditur Perseroan lainnya baik yang ada sekarang maupun di kemudian hari, kecuali hak -hak kreditur
Perseroan yang dijamin secara khusus dengan kekayaan Perseroan baik yang telah ada maupun yang akan
ada di kemudian hari.
PEMBATASAN DAN KEWAJIBAN PERSEROAN
Sebelum dilunasinya semua Jumlah Terutang atau pengeluaran lain yang menjadi tanggung jawab Perseroan
sehubungan dengan penerbitan Obligasi, Perseroan tanpa persetujuan tertulis dari Wali Amanat tidak
diperkenankan untuk melakukan tindakan-tindakan (dengan memperhatikan adanya pengaturan beberapa
pengecualian tertentu), antara lain: melakukan penggabungan atau peleburan dengan perusahaan lain,
mengurangi modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor, menjaminkan dan atau membebani dengan
cara apapun aset Perseroan dan Perusahaan Anak termasuk hak atas pendapatan Perseroan dan Perusahaan
Anak, baik yang ada sekarang maupun yang akan diperoleh di masa y ang akan datang, memberikan pinjaman
atau jaminan perusahaan kepada pihak ketiga dan/atau Afiliasi, kecuali kepada Perusahaan Anak, melakukan
pengalihan atas Aset Tetap Perseroan dan/atau Perusahaan Anak dalam satu atau rangkaian transaksi dalam
suatu tahun buku berjalan yang jumlahnya melebihi 10% (sepuluh persen) dari total aset Perseroan,
mengadakan pengubahan kegiatan usaha utama Perseroan selain yang telah disebutkan dalam anggaran dasar
Perseroan, mengajukan permohonan pailit atau permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU)
oleh Perseroan terhadap Perseroan dan/atau Perusahaan Anak selama Bunga Obligasi belum dibayar dan
Pokok Obligasi belum dilunasi Perseroan, dan mengeluarkan Obligasi atau efek -efek lannya melalui pasar
modal yang dijamin secara lebih senior (khusus), kecuali jaminan tersebut diberikan juga kepada pemegang
Obligasi ini secara pro-rata dan pari passu.
HAK-HAK PEMEGANG OBLIGASI
i. Menerima pelunasan Pokok Obligasi dan/atau pembayaran Bunga Obligasi dari Perseroan yang
dibayarkan melalui KSEI selaku Agen Pembayaran pada Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi dan/atau
Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi yang bersangkutan. Jumlah yang wajib dibayarkan oleh Perseroan
pada Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi adalah dengan harga yang sama deng an jumlah Pokok Obligasi
yang tertulis pada Konfirmasi Tertulis yang dimiliki oleh Pemegang Obligasi pada Tanggal Pelunasan
Pokok Obligasi.
ii. Pemegang Obligasi yang berhak atas Bunga Obligasi adalah Pemegang Obligasi yang namanya tercatat
dalam Daftar Pemegang Rekening pada 4 (empat) Hari Kerja sebelum Tanggal Pembayaran Bunga
Obligasi, kecuali ditentukan lain oleh KSEI sesuai dengan Peraturan KSEI. Dengan demikian jika terjadi
transaksi Obligasi dalam waktu 4 (empat) Hari Kerja sebelum Tanggal Pembayaran Bu nga Obligasi,
pembeli Obligasi yang menerima pengalihan Obligasi tersebut tidak berhak atas Bunga Obligasi pada
periode Bunga Obligasi yang bersangkutan, kecuali ditentukan lain oleh KSEI sesuai dengan ketentuan
KSEI yang berlaku.
iii. Apabila Perseroan lalai menyerahkan dana secukupnya untuk pembayaran Bunga Obligasi dan pelunasan
Pokok Obligasi setelah lewat Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi atau Tanggal Pelunasan Obligasi, maka
Perseroan harus membayar Denda. Denda tersebut dihitung secara harian berdasarkan jumlah hari yang
terlewat yaitu 1 (satu) tahun adalah 360 Hari Kalender dan 1 (satu) bulan adalah 30 Hari Kalender. Denda
yang dibayar oleh Perseroan yang merupakan hak Pemegang Obligasi oleh Agen Pembayaran akan
diberikankepada Pemegang Obligasi secara proporsional berdasarkan besarnya Obligasi yang dimilikinya.
iv. Pemegang Obligasi baik sendiri maupun secara bersama-sama yang mewakili paling sedikit lebih dari 20%
(dua puluh perseratus) dari jumlah Obligasi yang belum dilunasi tidak termasuk Obligasi yang dimiliki oleh
Perseroan dan/atau Afiliasinya, mengajukan permintaan tertulis kepada Wali Amanat untuk
3
Page 5
diselenggarakan RUPO dengan melampirkan asli KTUR. Permintaan tertulis dimaksud harus memuat acara
yang diminta, dengan ketentuan sejak diterbitkannya KTUR tersebut, Obligasi yang dimiliki oleh Pemegang
Obligasi yang mengajukan permintaan tertulis kepada Wali Amanat akan dibekukan oleh KSEI sejumlah
Obligasi yang tercantum dalam KTUR tersebut. Pencabutan pembekuan oleh KSEI tersebut hanya dapat
dilakukan setelah mendapat persetujuan secara tertulis dari Wali Amanat. Permintaan tersebut wajib
disampaikan secara tertulis kepada Wali Amanat dan paling lambat 30 Hari Kalender setelah tanggal
diterimanya surat permintaan tersebut Wali Amanat wajib melakukan pangg ilan untuk RUPO.
v. Setiap Obligasi sebesar Rp1 (satu Rupiah) berhak mengeluarkan 1 (satu) suara dalam RUPO, dengan
demikian setiap Pemegang Obligasi dalam RUPO mempunyai hak untuk mengeluarkan suara sejumlah
Obligasi yang dimilikinya.
Penjelasan lebih lanjut mengenai Obligasi dapat dilihat dalam Informasi Tambahan.
HASIL PEMERINGKATAN
Sesuai POJK No. 36/2014 dan POJK No. 49/2020, dalam rangka penerbitan Obligasi ini, Perseroan telah
memperoleh hasil pemeringkatan dari Fitch sesuai dengan Surat No. 109 /DIR/RATLTR/VI/2023 tanggal 26 Juni
2023, yang telah ditegaskan kembali berdasarkan Surat No. 206/DIR/RATLTR/XI/2024 tanggal 11 November
2024 perihal Peringkat PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, dengan peringkat:
AA+(idn)
(Double A Plus)
Perseroan dengan tegas menyatakan tidak memiliki hubungan Afiliasi dengan Fitch sebagaimana didefinisikan
dalam UUP2SK.
Perseroan akan melakukan pemeringkatan setiap 1 (satu) tahun sekali selama kewajiban atas Obligasi tersebut
belum lunas, sebagaimana diatur dalam POJ K No. 49/2020.
KETERANGAN TENTANG WALI AMANAT
Dalam rangka Penawaran Umum Obligasi, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (“BTN”) bertindak sebagai
Wali Amanat atau badan yang diberi kepercayaan untuk mewakili kepentingan para Pemegang Obligasi
sebagaimana ditetapkan dalam UUP2SK. BTN sebagai Wali Amanat telah terdaftar di OJK dengan
No.10/STTD-WA/PM/1996 tanggal 14 Agustus 1996. Sehubungan dengan penerbitan Obligasi ini telah dibuat
Perjanjian Perwaliamanatan antara Perseroan dengan BTN.
BTN sebagai Wali Amanat telah melakukan penelaahan (due diligence) terhadap Perseroan, dengan Surat
Pernyataan No. 673/FICD/FS/XI/2024 tanggal 11 November 2024 sebagaimana diatur dalam POJK No.
20/2020.
BTN sebagai Wali Amanat dengan Surat Pernyataan No. 674/FICD/FS/XI/2024 tanggal 11 November 2024
menyatakan bahwa sejak penandatanganan Perjanjian Perwaliamanatan sampai dengan berakhirnya tugas
Wali Amanat, sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK No. 19/POJK.04/2020 tanggal 22 April 2020 tentang
Bank Umum yang Melakukan Kegiatan Sebagai Wali Amanat :
Tidak mempunyai hubungan Afiliasi dengan Perseroan;
• Tidak memiliki hubungan kredit dengan Perseroan dalam jumlah lebih dari 25% dari obligasi yang
diwaliamanati;
• Tidak menerima dan meminta pelunasan terlebih dahulu atas kewajiban Perseroan kepada Wali Amanat
selaku kreditur dalam hal Perseroan mengalami kesulitan keuangan berdasarkan pertimbangan Wali
Amanat, sehingga tidak mampu memenuhi kewajibannya kepada Pemegang Obligasi;
4
Page 6
• Tidak merangkap sebagai penanggung dan/atau pemberi agunan dalam penerbitan Obligasi .
Alamat Wali Amanat adalah sebagai berikut:
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Menara 2 BTN, Lantai 8
Jl. H.R Rasuna Said No. 1, Jakarta Selatan 12980, Indonesia
Telepon : (021) 38825147
Website : www.btn.co.id
Untuk Perhatian : Wali Amanat - Financial Services Department
Financial Institution & Capital Market Division (FICD)
Penjelasan lebih lanjut mengenai Wali Amanat dapat dilihat dalam Informasi Tambahan.
PEMENUHAN KRITERIA PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN
Penawaran Umum Obligasi dapat dilaksanakan oleh Perseroan dengan memenuhi ketentuan dalam POJK No.
36/2014, sebagai berikut:
i. Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan VI akan dilaksanakan dalam periode 2 (dua) tahun
dengan ketentuan pemberitahuan pelaksanaan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan VI
terakhir disampaikan kepada OJK paling lambat pada ulang tahun kedua sejak Pernyataan Pendaftaran
menjadi Efektif. Pernyataan Pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi
Berkelanjutan VI telah menjadi efektif pada tanggal 27 Juni 2023 berdasarkan Surat OJK No. S -
156/D.04/2023 perihal Pemberitahuan Efektifnya Pernyataan Pendaftaran.
ii. Telah menjadi emiten atau perusahaan publik paling sedikit 2 (dua) tahun sebelum penyampaian
Pernyataan Pendaftaran kepada OJK, di mana hal ini telah dipenuhi oleh Perseroan dengan menjadi
perusahaan publik sejak tanggal 15 Oktober 2010 berdasarkan Surat Bapepam -LK No. S-9402/BL/2010
perihal Pemberitahuan Efektifnya Pernyataan Pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Perdana
Saham.
iii. Tidak pernah mengalami kondisi gagal bayar selama 2 (dua) tahun terakhir sebelum penyampaian
pernyataan pendaftaran dalam rangka penawaran umum berkelanjutan, di mana hal ini telah dipenuhi oleh
Perseroan dengan Surat Pernyataan dari Perseroan tanggal 12 April 2023 dan Laporan Akuntan
Independen atas Penerapan Prosedur yang Disepakati Sehubungan Dengan Pembayaran Liabilitas kepada
Kreditur Dalam Rangka Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkel anjutan VI Tower Bersama
Infrastructure Tahap I Tahun 2023 No. 081/7.T053/STM.1/12.22/AUP tanggal 12 April 2023, keduanya
menyatakan Perseroan tidak pernah mengalami Gagal Bayar (i) selama 2 (dua) tahun terakhir sebelum
penyampaian Pernyataan Pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan; dan (ii) sejak 2
(dua) tahun terakhir sebelum melunasi Efek yang bersifat utang sampai dengan tanggal Pernyataan
Pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan. Gagal Bayar berarti kondisi di mana
Perseroan tidak mampu memenuhi kewajiban keuangan kepada kreditur pada saat jatuh tempo yang
nilainya lebih besar dari 0,5% (nol koma lima persen) dari modal disetor. Perseroan selanjutnya telah
memperbarui Surat Pernyataan Tidak Pernah Gagal Bayar pada tanggal 12 November 2024 yang
menyatakan bahwa Perseroan tidak sedang mengalami Gagal Bayar sampai dengan penyampaian
Informasi Tambahan dalam rangka Penawaran Umum Obligasi ini.
iv. Memiliki peringkat yang termasuk dalam kategori 4 (empat) peringkat teratas yang merupa kan urutan 4
(empat) peringkat terbaik dan masuk dalam kategori peringkat layak investasi berdasarkan standar yang
dimiliki oleh perusahaan pemeringkat efek, di mana hal ini telah dipenuhi oleh Perseroan dengan hasil
pemeringkatan AA+(idn) (Double A Plus) dari Fitch.
5
Page 7
Penawaran Umum Obligasi dan tahap-tahap selanjutnya (jika ada) akan mengikuti ketentuan sebagaimana
dimaksud dalam POJK No. 36/2014.
RENCANA PENGGUNAAN DANA HASIL PENAWARAN UMUM OBLIGASI
Seluruh dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Obligasi, setelah dikurangi biaya -biaya Emisi, akan
digunakan oleh Perseroan :
(i) sebesar Rp1.513,1 miliar untuk mendanai seluruh kewajiban Perseroan dalam rencana pelunasan seluruh
pokok Obligasi Berkelanjutan VI Tower Bersama Infrastructure Tahap II Tahun 2023 yang akan jatuh tempo
pada tanggal 15 Desember 2024.
(ii) sebesar Rp230,0 miliar untuk melakukan pembayaran atas sebagian pokok utang kepada PT Bank Negara
Indonesia (Persero) Tbk (“BNI”) yang timbul berdasarkan Perjanjian Fasilitas tanggal 15 Mei 2023
sebagaimana diubah terakhir dengan Perjanjian Perubahan tertanggal 5 Juni 2024 yang akan jatuh tempo
pada tanggal 5 Desember 2024; dan
(iii) sisanya untuk melakukan pembayaran atas sebagian pokok utang kepada PT Bank UOB Indonesia (“ PT
UOB” yang timbul berdasarkan Perjanjian Fasilitas tanggal 29 Mei 2023, sebagaimana diubah terakhir
dengan Perubahan Perjanjian Fasilitas No. 584/05/2024 tanggal 30 April 2024 yang akan jatuh tempo pada
tanggal 5 Desember 2024.
Penjelasan lebih lanjut mengenai rencana penggunaan dana dapat dilihat dalam Informasi Tambahan.
PERNYATAAN UTANG
Pada tanggal 30 September 2024, Grup Tower Bersama mempunyai liabilitas yang seluruhnya berjumlah
Rp34.003,0 miliar, yang terdiri dari liabilitas jangka pendek sebesar Rp21.612,2 miliar dan liabilitas jangka
panjang sebesar Rp12.390,8 miliar
Utang yang akan jatuh tempo dalam 3 (tiga) bulan sejak diterbitkannya Informasi Tamba han Ringkas ini adalah
US$350 juta dan Rp8.575,6 miliar, yang terdiri dari Surat Utang 2025 sebesar US$350 juta, Obligasi
Berkelanjutan VI Tower Bersama Infrastructure Tahap II Tahun 2023 (“Obligasi Berkelanjutan VI Tahap II ”)
sebesar Rp1.513,1 miliar, Obligasi Berkelanjutan VI Tower Bersama Infrastructure Tahap III Tahun 2023
(“Obligasi Berkelanjutan VI Tahap III ”) sebesar Rp2.700,0 miliar, fasilitas pinjaman revolving BNI sebesar
Rp1.758,2 miliar, fasilitas pinjaman revolving PT Bank Maybank Indonesia (“Maybank”) sebesar Rp500,0
miliar, fasilitas pinjaman revolving Bank of China (Hong Kong) Limited (“BoC”) sebesar Rp500,0 miliar, fasilitas
pinjaman revolving PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (“Bank Mandiri”) sebesar Rp1.000,0 miliar, fasilitas
pinjaman revolving PT Bank Mizuho Indonesia (“Bank Mizuho”) sebesar Rp500,0 miliar, fasilitas pinjaman
revolving PT Bank CIMB Niaga Tbk (“CIMB Niaga”) sebesar Rp98,0 miliar, dan fasilitas pinjaman berjangka
PT Bank QNB Indonesia Tbk (“Bank QNB”) sebesar Rp6,3 miliar. Kewajiban ini akan dibayar dengan arus kas
dari aktivitas operasi Grup Tower Bersama dan aktivitas pendanaan Grup Tower Bersama, termasuk Obligasi
ini.
Penjelasan lebih lengkap mengenai pernyataan utang dapat dilihat dalam Informasi Tambahan.
6
Page 8
IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING
Calon investor harus membaca ikhtisar data keuangan penting yang disajikan di bawah ini bersamaan dengan
(i) laporan keuangan konsolidasian interim Grup Tower Bersama pada tanggal 30 September 2024 serta untuk
periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2024 dan 2023; dan (ii) laporan
keuangan konsolidasian Grup Tower Bersama pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022, serta untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023 dan 2022, yang telah disusun berdasarkan S tandar
Akuntansi Keuangan di Indonesia, yang seluruhnya tidak tercantum dalam Informasi Tambahan Ringkas ini.
Informasi keuangan konsolidasian Grup Tower Bersama pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember
2023 dan 2022 serta untuk periode 9 (sembilan ) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dan
2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 yang disajikan dalam
tabel di bawah ini diambil dari :
(i) laporan keuangan konsolidasian interim Grup Tower Bersama pad a tanggal 30 September 2024 serta untuk
periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut yang tidak diaudit dan tidak direviu;
(ii) laporan keuangan konsolidasian interim Grup Tower Bersama pada tanggal 30 September 2023 serta untuk
periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut yang telah direviu oleh Kantor Akuntan
Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan berdasarkan SPR 2410, sebagaimana tercantum dalam
laporan auditor independen No. 185/7.TO53/WSB.1/09.23 tanggal 28 November 2023 yang ditandatangani
oleh E. Wisnu Susilo Broto, S.E., Ak., M.Ak., CPA, CA (Registrasi Akuntan Publik No. 0117);
(iii) laporan keuangan konsolidasian Grup Tower Bersama pada tanggal 31 Desember 2023 serta untuk tahun
yang berakhir pada tanggal tersebut yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto
Fahmi Bambang & Rekan berdasarkan standar audit yang ditetapkan oleh IAPI, sebagaimana tercantum
dalam laporan auditor independen No. 00212/2.1068/AU.1/06/0117 -2/1/III/2024 tanggal 28 Maret 2024
yang ditandatangani oleh E. Wisnu Susilo Broto, S.E., Ak., M.Ak., CPA, CA (Registrasi Akuntan Publik No.
0117) dengan opini tanpa modifikasian; dan
(iv) laporan laporan keuangan konsolidasian Grup Tower Bersama pada tanggal 31 Desember 2022 serta untuk
tahun yang berakhir pada tanggal tersebut yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanubrata
Sutanto Fahmi Bambang & Rekan berdasarkan standar audit yang ditetapkan oleh IAPI, sebagaimana
tercantum dalam laporan auditor independen No. 00532/2.1068/AU. 1/06/0007-3/1/VI/2023 tanggal 7 Juni
2023 yang ditandatangani oleh Sutomo, S.E, Ak., MM, CPA, CA, SAS (Registrasi Akuntan Publik No. 0007)
dengan opini tanpa modifikasian.
7
Page 9
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(dalam jutaan Rupiah)
30 September 31 Desember
2024 (1) 2023 2022
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 585.450 800.857 966.386
Piutang usaha - pihak ketiga 833.278 1.685.757 270.041
Piutang lain-lain 150.771 47.979 38.993
Pendapatan yang masih harus diterima 871.034 895.936 721.057
Persediaan dan perlengkapan 642.085 539.236 621.652
Uang muka dan beban dibayar di muka 62.467 101.656 108.365
Klaim pajak penghasilan - 218.826 -
Pajak dibayar dimuka 1.306.678 961.822 839.310
Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi - 5.528 -
Jumlah Aset Lancar 4.451.763 5.257.597 3.565.804
Aset Tidak Lancar
Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan 36.305.967 35.923.231 34.427.639
Properti investasi - nilai wajar 431.974 469.571 465.478
Aset hak guna - setelah dikurangi akumulasi penyusutan 3.787.464 4.065.721 3.667.843
Investasi pada entitas asosiasi 8.556 - -
Uang jaminan 1.045 1.009 1.023
Aset keuangan derivatif 727.749 759.501 563.351
Aset pajak tangguhan - bersih 3.981 7.294 -
Goodwill 396.621 390.368 390.368
Aset tidak lancar lainnya 98.009 92.174 58.462
Jumlah Aset Tidak Lancar 41.761.366 41.708.869 39.574.164
JUMLAH ASET 46.213.129 46.966.466 43.139.968
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 64.072 182.971 255.607
Utang lain-lain
Pihak ketiga 19.478 13.716 23.442
Pihak berelasi 7.582 - -
Utang pajak 281.157 280.778 123.066
Pendapatan yang diterima di muka 1.874.619 2.430.631 1.103.585
Beban masih harus dibayar 1.470.483 1.475.123 974.904
Liabilitas sewa - bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun 130.090 228.508 126.567
Surat utang - bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun 10.694.363 5.960.331 5.914.573
Pinjaman bank - bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Pihak ketiga 7.070.324 4.685.568 206.438
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 21.612.168 15.257.626 8.728.182
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas pajak tangguhan - bersih 87.166 85.577 -
Liabilitas sewa - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun 385.742 645.050 533.136
Surat utang - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun 11.075.784 17.868.137 18.678.155
Pinjaman bank - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun
8
Page 10
(dalam jutaan Rupiah)
30 September 31 Desember
2024 (1) 2023 2022
Pihak ketiga 710.012 627.160 4.160.396
Provisi jangka panjang 104.105 99.208 107.400
Cadangan imbalan pasca-kerja 27.997 22.681 12.316
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 12.390.806 19.347.813 23.491.403
JUMLAH LIABILITAS 34.002.974 34.605.439 32.219.585
EKUITAS
Modal ditempatkan dan disetor penuh 453.140 453.140 453.140
Saham treasuri (318.093) (41.015) (766.238)
Tambahan modal disetor – Bersih 1.608.572 1.608.572 1.594.466
Penghasilan komprehensif lain 4.117.688 4.648.810 4.465.195
Saldo laba
Cadangan wajib 64.000 63.600 63.100
Belum ditentukan penggunaannya 5.645.750 4.980.987 4.519.772
Jumlah ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk 11.571.057 11.714.094 10.329.435
Kepentingan non-pengendali 639.098 646.933 590.948
JUMLAH EKUITAS 12.210.155 12.361.027 10.920.383
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 46.213.129 46.966.466 43.139.968
Catatan :
(1) tidak diaudit dan tidak direviu.
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
(dalam jutaan Rupiah)
Periode 9 (sembilan) bulan yang
berakhir pada tanggal Tahun yang berakhir pada
30 September tanggal 31 Desember
2024 (1) 2023 (2) 2023 2022
PENDAPATAN 5.126.850 4.952.837 6.640.645 6.524.369
Beban pokok pendapatan (1.447.533) (1.370.303) (1.902.397) (1.783.325)
LABA KOTOR 3.679.317 3.582.534 4.738.248 4.741.044
Beban usaha (437.969) (377.112) (504.176) (458.573)
LABA DARI OPERASI 3.241.348 3.205.422 4.234.072 4.282.471
PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Pendapatan bunga 23.441 13.267 20.289 13.785
Bagian rugi dari asosiasi - Bersih (1.870) - - -
Pemulihan (beban) kerugian kredit ekspektasian - aset
keuangan 6.495 (26.600) (26.511) (24.997)
(Rugi) laba selisih kurs - Bersih (1.044) (6.625) (21.343) 1.779
Beban keuangan - Lainnya (134.090) (185.448) (129.245) (129.780)
Beban keuangan - Pinjaman dan surat utang (1.387.178) (1.254.281) (1.696.345) (1.699.072)
Kenaikan nilai wajar atas properti investasi - - 2.247 15.656
Penurunan nlilai wajar atas menara telekomunikasi - - (5.455) -
Lainnya - Bersih (90.925) (50.484) (7.471) (54.643)
Beban lain-lain - Bersih (1.585.171) (1.510.171) (1.863.834) (1.877.272)
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK FINAL DAN PAJAK
PENGHASILAN 1.656.177 1.695.251 2.370.238 2.405.199
Beban pajak final (386.888) (440.736) (565.719) (493.433)
9
Page 11
(dalam jutaan Rupiah)
Periode 9 (sembilan) bulan yang
berakhir pada tanggal Tahun yang berakhir pada
30 September tanggal 31 Desember
2024 (1) 2023 (2) 2023 2022
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 1.269.289 1.254.515 1.804.519 1.911.766
BEBAN PAJAK PENGHASILAN
Kini (55.704) (89.588) (100.029) (222.325)
Tangguhan (4.902) - (82.796) -
Beban pajak penghasilan - Bersih (60.606) (89.588) (182.825) (222.325)
LABA BERSIH PERIODE/TAHUN BERJALAN 1.208.683 1.164.927 1.621.694 1.689.441
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi
Defisit revaluasi (616.596) (1.108.542) (212.844) (1.407.805)
Keuntungan (kerugian) aktuaria - 125 (1.643) (722)
Pos-pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi
Selisih translasi mata uang asing (687) (992) (1.683) 72.043
Perubahan lindung nilai arus kas 269.043 363.415 659.478 (904.151)
JUMLAH PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF
PERIODE/TAHUN BERJALAN 860.443 418.933 2.065.002 (551.194)
Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada :
Pemilik entitas induk 1.167.384 1.118.390 1.560.307 1.637.579
Kepentingan non-pengendali 41.299 46.537 61.387 51.862
Jumlah 1.208.683 1.164.927 1.621.694 1.689.441
Jumlah laba komprehensif yang dapat diatribusikan
kepada :
Pemilik entitas induk 817.664 379.171 2.011.244 (625.646)
Kepentingan non-pengendali 42.779 39.762 53.758 74.452
Jumlah 860.443 418.933 2.065.002 (551.194)
Laba bersih per saham dasar yang dapat diatribusikan
kepada pemegang saham biasa Entitas induk
(nilai penuh) 51,63 49,54 69,11 73,44
Catatan :
(1) tidak diaudit dan tidak direviu.
(2) reviu.
DATA KEUANGAN LAINNYA
(dalam jutaan Rupiah)
30 September 31 Desember
2024 2023 2023 2022
EBITDA (1) 4.403.339 4.286.204 5.727.650 5.661.915
Belanja Modal 2.086.707 2.016.684 2.740.238 3.903.082
Pinjaman Bersih (2) 28.171.428 28.120.756 28.584.716 28.258.429
Catatan :
(1) EBITDA = Laba dari operasi + Amortisasi perizinan + Penyusutan menara dan menara bergerak + Penyusutan aset hak guna +
Penyusutan aset tetap.
(2) Pinjaman bersih = Pinjaman - Kas dan setara kas.
10
Page 12
RASIO-RASIO PENTING
30 September 31 Desember
2024 2023 2023 2022
RASIO PERTUMBUHAN (%)
Pendapatan 3,5% (1) 0,6% (1) 1,8% 5,6%
Laba kotor 2,7% (1) 2,1% (1) (0,1%) 0,7%
Laba dari operasi 1,1% (1) 1,2% (1) (1,1%) (0,5%)
Laba bersih periode/tahun berjalan 3,8% (1) (7,4%) (1) (4,0%) 5,5%
Jumlah penghasilan komprehensif periode/tahun berjalan 105,4% (1) (58,8%) (1) (474,6%) (140,5%)
EBITDA 2,7% (1) 0,1 (1) 1,2% 4,3%
Jumlah aset (1,6)% (2) 1,4% (3) 8,9% 3,0%
Jumlah liabilitas (1,7)% (2) 0,8% (3) 7,4% 0,4%
Jumlah ekuitas (1,2)% (2) 3,3% (3) 13,2% 11,6%
RASIO USAHA (%)
Laba kotor / Pendapatan 71,8% 72,3% 71,4% 72,7%
Laba dari operasi / Pendapatan 63,2% 64,7% 63,8% 65,6%
Laba bersih periode/tahun berjalan / Pendapatan 23,6% 23,5% 24,4% 25,9%
Jumlah penghasilan komprehensif periode/tahun
berjalan / Pendapatan 16,8% 8,5% 31,1% (8,4%)
EBITDA / Pendapatan 85,9% 86,5% 86,3% 86,8%
Laba bersih periode/tahun berjalan / Jumlah ekuitas 9,9% (4) 10,3% (4) 13,1% 15,5%
Laba bersih periode/tahun berjalan / Jumlah aset 2,6% (4) 2,7% (4) 3,5% 3,9%
RASIO KEUANGAN (x)
Aset lancar / Liabilitas jangka pendek 0,2x 0,3x 0,3x 0,4x
Jumlah liabilitas / Jumlah ekuitas 2,8x 2,9x 2,8x 3,0x
Jumlah liabilitas / Jumlah aset 0,7x 0,7x 0,7x 0,7x
Interest coverage ratio (5) 3,1x (7) 3,5x (7) 3,4x 3,3x
Debt coverage service ratio (6) 0,3x (7) 0,6x (7) 0,5x 0,7x
Catatan :
(1) Dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
(2) Dibandingkan dengan posisi keuangan pada tanggal 31 Desember 2023.
(3) Dibandingkan dengan posisi keuangan pada tanggal 31 Desember 2022.
(4) Dihitung dengan menggunakan laba bersih periode berjalan.
(5) Dihitung dengan membandingkan EBITDA dengan beban keuangan - bunga.
(6) Dihitung dengan membandingkan EBITDA dengan jumlah dari beban keuangan - bunga, surat utang bagian jangka pendek, dan
pinjaman jangka panjang - bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun.
(7) Dihitung dengan EBITDA dan beban keuangan - bunga kuartal terakhir disetahunkan.
11
Page 13
RASIO-RASIO DALAM PERJANJIAN PINJAMAN
Persyaratan
Keuangan 30 September 2024
Perseroan
Surat Utang dan fasilitas pinjaman revolving Maybank
Rasio utang terhadap Arus Kas Teranualisasi maksimum 6,25x 4,9x
GHON
Fasilitas pinjaman revolving PT UOB
Debt to EBITDA yang disesuaikan dan dianualisasi maksimum 3,75x 2,2x
Rasio top tier revenue minimum 50% 86%
Fasilitas pinjaman revolving Bank Hana
Debt Service Coverage Ratio minimum 2x 2,1x
Debt to Equity Ratio maksimum 2x 0,5x
Rasio Debt to EBITDA maksimum 3,5x 2,2x
Rasio top tier revenue minimum 30% 86%
Fasilitas pinjaman revolving Bank QNB
Debt Service Coverage Ratio minimum 2x 2,1x
Debt to Equity Ratio maksimum 2x 0,5x
Pada tanggal 30 September 2024, Perseroan dan/atau Perusahaan Anak telah memenuhi seluruh rasio
keuangan yang dipersyaratkan.
Perseroan telah mempublikasikan (i) laporan keuangan konsolidasian interim Grup Tower Bersama pada
tanggal 30 September 2024 serta untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut; dan
(ii) laporan keuangan konsolidasian Grup Tower Bers ama pada tanggal 31 Desember 2023 serta untuk tahun
yang berakhir pada tanggal tersebut di dalam situs web Perseroan www.tower-bersama.com.
12
Page 14
ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN
Analisis dan pembahasan yang disajikan dalam bab ini harus dibaca bersama-sama dengan “Ikhtisar Data
Keuangan Penting” dan laporan keuangan konsolidasian Perseroan dan Perusahaan Anak beserta catatan atas
laporan keuangan konsolidasian yang telah disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia
dan tidak tercantum dalam Informasi Tambahan Ringkas ini. Analisis dan pembahasan yang disajikan dalam
bab ini merupakan tambahan informasi dari analisis dan pembahasan yang terdapat pada Prospektus Obligasi
Berkelanjutan VI Tahap I, Informasi Tambahan Obligasi B erkelanjutan VI Tahap II, dan Obligasi Berkelanjutan
VI Tahap III.
Informasi keuangan konsolidasian Grup Tower Bersama pada tanggal 30 September 2024 dan 31 Desember
2023 dan 2022 serta untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 202 4 dan
2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 yang disajikan dalam
tabel di bawah ini diambil dari :
(i) laporan keuangan konsolidasian interim Grup Tower Bersama pada tanggal 30 September 2024 serta untuk
periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut yang tidak diaudit dan tidak direviu;
(ii) laporan keuangan konsolidasian interim Grup Tower Bersama pada tanggal 30 September 2023 serta untuk
periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut yang telah direviu oleh Kantor Akuntan
Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan berdasarkan SPR 2410, sebagaimana tercantum dalam
laporan auditor independen No. 185/7.TO53/WSB.1/09.23 tanggal 28 November 2023 yang ditandatangani
oleh E. Wisnu Susilo Broto, S.E., Ak., M.Ak., CPA, CA (Registrasi Akuntan Publik No. 0117);
(iii) laporan keuangan konsolidasian Grup Tower Bersama pada tanggal 31 Desember 2023 serta untuk tahun
yang berakhir pada tanggal tersebut yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto
Fahmi Bambang & Rekan berdasarkan standar audit yang ditetapkan oleh IAPI, sebagaimana tercantum
dalam laporan auditor independen No. 00212/2.1068/AU.1/06/0117 -2/1/III/2024 tanggal 28 Maret 2024
yang ditandatangani oleh E. Wisnu Susilo Broto, S.E., Ak., M.Ak., CPA, CA (Registrasi Akuntan Publik No.
0117) dengan opini tanpa modifikasian; dan
(iv) laporan laporan keuangan konsolidasian Grup Tower Bersama pada tanggal 31 Desember 2022 serta untuk
tahun yang berakhir pada tanggal tersebut yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanubrata
Sutanto Fahmi Bambang & Rekan berdasarkan standar audit yang ditetapkan oleh IAPI, sebagaimana
tercantum dalam laporan auditor independen No. 00532/2.1068/AU.1/06/ 0007-3/1/VI/2023 tanggal 7 Juni
2023 yang ditandatangani oleh Sutomo, S.E, Ak., MM, CPA, CA, SAS (Registrasi Akuntan Publik No. 0007)
dengan opini tanpa modifikasian.
Pembahasan dalam bab ini dapat mengandung pernyataan yang menggambarkan keadaan di masa mendatang
(forward looking statement) dan merefleksikan pandangan Perseroan saat ini berkenaan dengan peristiwa dan
kinerja keuangan di masa mendatang yang hasil aktualnya dapat berbeda secara material sebagai akibat dari
faktor-faktor yang telah diuraikan pada Bab Faktor Risiko yang terdapat pada Prospektus Obligasi
Berkelanjutan VI Tahap I.
Sebagai akibat dari pembulatan, penyajian jumlah beberapa informasi keuangan berikut ini dapat sedikit
berbeda dengan penjumlahan yang dilakukan secara aritmatika.
13
Page 15
HASIL KEGIATAN OPERASIONAL
Periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dibandingkan dengan periode
9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023
Pendapatan. Pendapatan naik sebesar 3,5% menjadi Rp5.126,9 miliar untuk periode 9 (sembilan) bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September 2024 dari sebelumnya Rp4.952,8 miliar untuk periode yang sama pada
tahun 2023, terutama disebabkan oleh peningkatan penyewa organik. Jumlah sites telekomunikasi Grup Tower
Bersama meningkat menjadi 23.681 per 30 September 2024 dari 22.292 per 30 September 2023, dan jumlah
penyewaan meningkat menjadi 42.546 per 30 September 2024 dari 41.572 per 30 September 2023. Rasio
kolokasi turun menjadi 1,80x per 30 September 2024 dari 1,87x per 30 September 2023.
Beban pokok pendapatan. Beban pokok pendapatan naik sebesar 5,6% menjadi Rp1.447,5 miliar untuk periode
9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dari sebelumnya Rp1.370,3 miliar untuk
periode yang sama pada tahun 2023, terutama dikarenakan kenaikan beban penyusutan.
Penyusutan. Beban penyusutan naik sebesar 7,3% menjadi Rp1.067,5 miliar untuk periode 9 (sembilan)
bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dari sebelumnya Rp994,9 miliar untuk periode yang
sama pada tahun 2023, terutama disebabkan oleh kenaikan jumlah sites menara telekomunikasi dan
penyewaan.
Perbaikan dan pemeliharaan. Beban perbaikan dan pemeliharaan naik sebesar 6,1% menjadi Rp221,9
miliar untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dari sebelumnya
Rp209,2 miliar untuk periode yang sama pada tahun 2023, terutama disebabkan oleh pertumbuhan jumlah
penyewaan.
Amortisasi perizinan. Amortisasi perizinan turun sebesar 20,6% menjadi Rp41,8 miliar untuk periode 9
(sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dari sebelumnya Rp52,6 mil iar untuk
periode yang sama pada tahun 2023, terutama disebabkan oleh penambahan jumlah sites menara
telekomunikasi untuk periode 9 (sembilan) bulan pertama tahun 2024 yang lebih rendah dibandingkan
periode yang sama pada tahun 2023.
Keamanan. Beban keamanan turun sebesar 0,6% menjadi Rp40,8 miliar untuk periode 9 (sembilan) bulan
yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dari sebelumnya Rp41,1 miliar untuk periode yang sama
pada tahun 2023.
Asuransi. Beban asuransi naik sebesar 5,4% menjadi Rp29,3 miliar untuk periode 9 (sembilan) bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September 2024 dari sebelumnya Rp27,8 miliar untuk periode yang sama pada
tahun 2023, terutama disebabkan oleh peningkatan jumlah penyewaan yang harus diasuransikan oleh
Grup Tower Bersama.
Listrik. Beban listrik turun sebesar 3,6% menjadi Rp21,8 miliar untuk periode 9 (sembilan) bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September 2024 dari sebelumnya Rp22,6 miliar untuk periode yang sama pada
tahun 2023.
Lainnya. Beban lainnya naik sebesar 10,7% menjadi Rp24,4 miliar untuk periode 9 (sembilan) bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September 2024 dari sebelumnya Rp22,1 miliar untuk periode yang sama pada
tahun 2023.
Laba kotor. Sebagai akibat dari hal yang telah dijelaskan di atas, la ba kotor Grup Tower Bersama naik sebesar
2,7% menjadi Rp3.679,3 miliar untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September
2024 dari sebelumnya Rp3.582,5 miliar untuk periode yang sama pada tahun 2023.
14
Page 16
Beban usaha. Beban usaha naik sebesar 16,1% menjadi Rp438,0 miliar untuk periode 9 (sembilan) bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September 2024 dari sebelumnya Rp377,1 miliar untuk periode yang sama pada
tahun 2023, terutama dikarenakan oleh kenaikan beban gaji dan tunjangan dan penyusutan. Beban gaji dan
tunjangan meningkat sebesar 14,1% menjadi Rp265,0 miliar untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2024 dari sebelumnya Rp232,2 miliar untuk periode yang sama pada tahun 2023,
terutama disebabkan oleh kenaikan gaji pokok tahunan. Beban penyusutan meningkat sebesar 58,7% menjadi
Rp52,7 miliar untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dari
sebelumnya Rp33,2 miliar untuk periode yang sama pada tahun 202 3, terutama disebabkan oleh peningkatan
penyusutan serat optik.
Laba dari operasi. Sebagai akibat dari hal yang telah dijelaskan di atas, laba dari operasi Grup Tower Bersama
naik sebesar 1,1% menjadi Rp3.241,3 miliar untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir p ada tanggal 30
September 2024 dari sebelumnya Rp3.205,4 miliar untuk periode yang sama pada tahun 2023.
Beban lain-lain – Bersih. Beban lain-lain – Bersih Grup Tower Bersama naik sebesar 5,0% menjadi Rp1.585,2
miliar untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dari sebelumnya
Rp1.510,2 miliar untuk periode yang sama pada tahun 2023.
Pendapatan bunga. Pendapatan bunga naik sebesar 76,7% menjadi Rp23,4 miliar untuk periode 9
(sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dari sebelumnya Rp13,3 miliar untuk
periode yang sama pada tahun 2023, terutama sebagai akibat saldo kas dan bank rata -rata yang lebih
tinggi selama periode 9 (sembilan) bulan pertama tahun 2024.
Bagian rugi dari asosiasi - Bersih. Grup Tower Bersama mencatatkan bagian rugi dari asosiasi - bersih
sebesar Rp1,9 miliar untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 ,
yang berasal dari kinerja CSA, Perusahaan Asosiasi, yang mengalami kerugian.
Pemulihan (beban) kerugian kredit ekspektasian - aset keuangan. Grup Tower Bersama mencatatkan
pemulihan kerugian kredit ekspektasian - aset keuangan sebesar Rp6,5 miliar untuk periode 9 (sembilan)
bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dari sebelumnya b eban kerugian kredit ekspektasian
- aset keuangan sebesar Rp26,6 miliar untuk periode yang sama pada tahun 2023, terutama disebabkan
oleh pencadangan penuh atas putusan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) dari PT Net Satu
Indonesia pada 30 September 2023.
Rugi selisih kurs - Bersih. Rugi selisih kurs - Bersih turun sebesar 84,2% menjadi Rp1,0 miliar untuk
periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dari sebelumnya sebesar Rp6,6
miliar untuk periode yang sama pada tahun 2023. Hal tersebut terutama dikarenakan dampak dari nilai
tukar Rupiah menjadi Rp15.138 per 1 Dolar AS pada tanggal 30 September 2024 dibandingkan Rp15.526
per 1 Dolar AS pada tanggal 30 September 2023 terutama terhadap transaksi bank harian dalam Dolar AS
selama periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024.
Beban keuangan - Lainnya. Beban keuangan - Lainnya turun sebesar 27,7% menjadi Rp134,1 miliar untuk
periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dari sebelumnya Rp185,4 miliar
untuk periode yang sama pada tahun 202 3, terutama disebabkan oleh pembebanan langsung biaya
pinjaman Perseroan.
Beban keuangan - Pinjaman dan surat utang. Beban keuangan - Pinjaman dan surat utang naik sebesar
10,6% menjadi Rp1.387,2 miliar untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30
September 2024 dari sebelumnya Rp1.254,3 miliar untuk periode yang sama pada tahun 2023, sejalan
dengan perolehan pinjaman baru.
15
Page 17
Lainnya - Bersih. Beban lainnya - Bersih naik sebesar 80,1% menjadi Rp90,9 miliar untuk periode 9
(sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dari sebelumnya Rp50,5 miliar untuk
periode yang sama pada tahun 2023.
Laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan. Sebagai akibat dari hal yang telah dijelaskan di atas,
laba Grup Tower Bersama sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan turun sebesar 2,3% menjadi
Rp1.656,2 miliar untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dari
sebelumnya Rp1.695,3 miliar untuk periode yang sama pada tahun 202 3.
Beban pajak final. Beban pajak final turun sebesar 12,2% menjadi Rp386,9 miliar untuk periode 9 (sembilan)
bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dari sebelumnya Rp440,7 miliar untuk periode yang
sama pada tahun 2023, terutama disebabkan oleh kenaikan pendapatan sewa menara dari kontrak penyewaan
yang ditandatangani pada atau setelah 2 Januari 2018, di mana tarif pajak penghasilan final sebesar 10% dari
nilai bruto sewa dibebankan sesuai dengan PP No. 34/2017, yang mulai diterapkan pada bulan Januari 2018.
Laba sebelum pajak penghasilan. Sebagai akibat dari hal yang telah dijelaskan di atas, laba Grup Tower
Bersama sebelum beban pajak penghasilan naik sebesar 1,2% menjadi Rp1.269,3 miliar untuk periode 9
(sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dari sebelumnya Rp1.254,5 miliar untuk
periode yang sama pada tahun 2023.
Beban pajak penghasilan. Beban pajak penghasilan turun sebesar 32,4% menjadi Rp60,6 m iliar untuk periode
9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dari sebelumnya Rp89,6 miliar untuk
periode yang sama pada tahun 2023.
Pajak kini. Beban pajak kini turun sebesar 37,8% menjadi Rp55,7 miliar untuk periode 9 (sembilan) bulan
yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dari sebelumnya Rp89,6 miliar untuk periode yang sama
pada tahun 2023, terutama disebabkan oleh meningkatnya porsi pendapatan sewa menara yang dikena kan
pajak penghasilan yang bersifat final sehubungan dengan penerapan PP No. 34/2017.
Pajak tangguhan. Grup Tower Bersama mencatatkan beban pajak tangguhan sebesar Rp4,9 miliar untuk
periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dari sebelumnya nihil untuk
periode yang sama pada tahun 2023.
Laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk . Sebagai akibat dari hal
yang telah dijelaskan di atas, laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
induk naik sebesar 4,4% menjadi Rp1.167,4 miliar untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal
30 September 2024 dari sebelumnya Rp1.118,4 miliar untuk periode yang sama pada tahun 2023.
Laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada kepentingan non -pengendali. Sebagai akibat
dari hal yang telah dijelaskan di atas, laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada kepentingan
non-pengendali turun sebesar 11,3% menjadi Rp41,3 miliar untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2024 dari sebelumnya Rp46,5 miliar untuk periode yang sama pada tahun 2023.
Laba bersih periode berjalan. Sebagai akibat dari hal yang telah dijelaskan di atas, laba bersih periode berjalan
Grup Tower Bersama naik sebesar 3,8% menjadi Rp1.208,7 miliar untuk periode 9 (sembilan) bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September 2024 dari sebelumnya Rp1.164,9 miliar untuk periode yang sama pada
tahun 2023.
Penghasilan komprehensif lain. Penghasilan komprehensif lain naik sebesar 53,3% menjadi Rp(348,2) miliar
untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dari sebelumnya Rp(746,0)
miliar untuk periode yang sama pada tahun 2023. Kenaikan ini terutama dikarena kan berkurangnya defisit
revaluasi yang sebagian di-offset dengan penurunan perubahan lindung nilai arus kas.
16
Page 18
Defisit revaluasi. Defisit revaluasi turun sebesar 44,4% menjadi Rp616,6 miliar untuk periode 9 (sembilan)
bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dari sebelumnya Rp1.108,5 miliar untuk periode
yang sama pada tahun 2023, berdasarkan perhitungan manajemen.
Perubahan lindung nilai arus kas. Perubahan lindung nilai arus kas turun sebesar 26,0% menjadi Rp269,0
miliar untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dari sebelumnya
Rp363,4 miliar untuk periode yang sama pada tahun 2023, terutama disebabkan oleh perubahan nilai tukar
Rupiah dari Rp15.416 per 1 Dolar AS pada tanggal 31 Desember 2023 menjadi Rp15.13 8 per 1 Dolar AS
pada tanggal 30 September 2024.
Jumlah penghasilan komprehensif lain periode berjalan. Sebagai akibat dari hal yang telah dijelaskan di atas,
jumlah penghasilan komprehensif lain periode berjalan naik sebesar 105,4% menjadi Rp860,4 miliar untuk
periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dari sebelumnya Rp 418,9 miliar
untuk periode yang sama pada tahun 2023.
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2022
Pendapatan. Pendapatan naik sebesar 1,8% menjadi Rp6.640,6 miliar pada tahun 2023 dari sebelumnya
Rp6.524,4 miliar pada tahun 2022, terutama disebabkan oleh peningkatan penyewaan dari pesanan organik
serta pesanan baru untuk serat optik. Pada tahun 2023, Grup Tower Bersama menambahkan 2.750 penyewaan
kotor yang terdiri dari 744 sites telekomunikasi dan 2.016 kolokasi ke dalam portofolio. Setelah penggabungan
usaha antara PT Hutchison 3 Indonesia dan PT Ind osat Tbk yang menciptakan IOH di tahun 2022, IOH tidak
memperpanjang beberapa penyewaan yang habis masa sewanya sebagai akibat dari konfigurasi ulang
jaringan. Hal ini mengakibatkan penambahan penyewaan bersih yang lebih rendah untuk tahun 2023 dan
pertumbuhan pendapatan yang stagnan. Rasio kolokasi turun menjadi 1,84x per 31 Desember 2023 dari 1,87x
per 31 Desember 2022.
Beban pokok pendapatan. Beban pokok pendapatan naik sebesar 6,7% menjadi Rp1.902,4 miliar pada tahun
2023 dari sebelumnya Rp1.783,3 miliar pada tahun 2022, terutama dikarenakan reklasifikasi beban penyusutan
serat optik dari beban penyusutan menara, serta kenaikan penyusutan aset hak guna.
Penyusutan. Beban penyusutan naik sebesar 8,6% menjadi Rp1.381,9 miliar pada tahun 2023 dari
sebelumnya Rp1.272,8 miliar pada tahun 2022, terutama disebabkan oleh kenaikan jumlah sites menara
telekomunikasi dan penyewaan.
Perbaikan dan pemeliharaan. Beban perbaikan dan pemeliharaan naik sebesar 1,5% menjadi Rp301,3
miliar pada tahun 2023 dari sebelumnya Rp296,9 miliar pada tahun 2022, terutama disebabkan oleh
pertumbuhan jumlah penyewaan.
Amortisasi perizinan. Amortisasi perizinan turun sebesar 1,7% menjadi Rp65,8 miliar pada tahun 2023 dari
sebelumnya Rp67,0 miliar pada tahun 2022, terutama disebabkan oleh peningkatan jumlah sites menara
telekomunikasi yang lebih rendah dibandingkan tahun 2022.
Keamanan. Beban keamanan turun sebesar 17,9% menjadi Rp55,0 miliar pada tahun 2023 dari
sebelumnya Rp67,0 miliar pada tahun 2022, terutama disebabkan oleh penurunan kebutuhan jasa
pengamanan sites.
Asuransi. Beban asuransi naik sebesar 6,6% menjadi Rp37,3 miliar pada tahun 2023 dari sebelumnya
Rp35,0 miliar pada tahun 2022, terutama disebabkan oleh peningkatan jumlah penyewaan yang harus
diasuransikan oleh Grup Tower Bersama.
17
Page 19
Listrik. Beban listrik naik sebesar 7,1% menjadi Rp30,4 miliar pada tahun 2023 dari sebelumnya Rp28,4
miliar pada tahun 2022, terutama disebabkan oleh meningkatnya pemakaian listrik yang menjadi beban
Grup Tower Bersama.
Lainnya. Beban lainnya naik sebesar 2,4% menjadi Rp30,7 miliar pada tahun 2023 dari sebelumnya Rp29,9
miliar pada tahun 2022.
Laba kotor. Sebagai akibat dari hal yang telah dijelaskan di atas, laba kotor Grup Tower Bersama turun sebesar
0,1% menjadi Rp4.738,2 miliar pada tahun 2023 dari sebelumnya Rp4. 741,0 miliar pada tahun 2022.
Beban usaha. Beban usaha naik sebesar 9,9% menjadi Rp504,2 miliar pada tahun 2023 dari sebelumnya
Rp458,6 miliar pada tahun 2022, terutama dikarenakan kenaikan beban gaji dan tunjangan, beban kantor dan
jasa profesional. Beban gaji dan tunjangan naik sebesar 8,2% menjadi Rp314,0 miliar pada tahun 2023 dari
sebelumnya Rp290,2 miliar pada tahun 2022, terutama disebabkan oleh kenaikan gaji pokok tahunan dan
tunjangan. Beban kantor naik sebesar 45,0% menjadi Rp38,5 miliar pada ta hun 2023 dari sebelumnya Rp26,5
miliar pada tahun 2022, terutama disebabkan oleh kenaikan aktivitas kantor dan kenaikan biaya iuran dan
langganan. Beban jasa profesional naik sebesar 28,8% menjadi Rp29,7 miliar pada tahun 2023 dari
sebelumnya Rp23,1 miliar pada tahun 2022, terutama disebabkan oleh aktivitas terkait jasa konsultansi
manajemen dan komunikasi publik.
Laba dari operasi. Sebagai akibat dari hal yang telah dijelaskan di atas, laba dari operasi Grup Tower Bersama
turun sebesar 1,1% menjadi Rp4.234,1 miliar pada tahun 2023 dari sebelumnya Rp4.282,5 miliar pada tahun
2022.
Beban lain-lain - Bersih. Beban lain-lain - Bersih Grup Tower Bersama turun sebesar 0,7% menjadi Rp1.863,8
miliar pada tahun 2023 dari sebelumnya Rp1.877,3 miliar pada ta hun 2022.
Pendapatan bunga. Pendapatan bunga naik sebesar 48,7% menjadi Rp20,3 miliar pada tahun 2023 dari
sebelumnya Rp13,8 miliar pada tahun 2022, terutama sebagai akibat saldo kas dan bank rata -rata yang
lebih tinggi selama tahun 2023.
Beban kerugian kredit ekspektasian - aset keuangan. Beban kerugian kredit ekspektasian - aset keuangan
naik sebesar 6,1% menjadi Rp26,5 miliar pada tahun 2023 dari sebelumnya sebesar Rp25,0 miliar pada
tahun 2022, terutama disebabkan oleh putusan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) dari
PT Net Satu Indonesia dan kenaikan tingkat inflasi selama tahun 2023.
Laba (rugi) selisih kurs - Bersih. Grup Tower Bersama mencatatkan rugi selisih kurs - bersih sebesar
Rp21,3 miliar pada tahun 2023 dari sebelumnya laba selisih kurs - bersih sebesar Rp1,8 miliar pada tahun
2022. Hal tersebut terutama disebabkan oleh penyelesaian kontrak lindung nilai selama tahun 2023.
Beban keuangan - Lainnya. Beban keuangan - lainnya turun sebesar 0,4% menjadi Rp129,2 miliar pada
tahun 2023 dari sebelumnya Rp129,8 miliar pada tahun 2022, terutama disebabkan oleh pemulihan beban
bunga atas provisi jangka panjang.
Beban keuangan - Pinjaman dan surat utang. Beban keuangan - Pinjaman dan surat utang turun sebesar
0,2% menjadi Rp1.696,3 miliar pada tahun 2023 dari sebelumnya Rp1.699,1 miliar pada tahun 2022,
terutama disebabkan oleh berkurangnya nilai pinjaman (notional amount) yang dilindung nilai, dan
perolehan pinjaman baru dengan tingkat suku bunga yang lebih rendah dibanding dengan pinjaman yang
dilunasi oleh pinjaman baru tersebut.
Lainnya - Bersih. Beban lainnya - Bersih turun sebesar 86,3% menjadi Rp7,5 miliar pada tahun 2023 dari
sebelumnya Rp54,6 miliar pada tahun 2022, terutama disebabkan oleh pembebanan piutang Pajak
Penghasilan Pasal 23 yang tidak dapat dikreditkan dan biaya non -operasional lainnya pada tahun 2022.
18
Page 20
Laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan. Sebagai akibat dari hal yang telah dijelaskan di atas,
laba Grup Tower Bersama sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan turun sebesar 1,5% menjadi
Rp2.370,2 miliar pada tahun 2023 dari sebelumnya Rp2.405,2 miliar pada tahun 2022.
Beban pajak final. Beban pajak final naik sebesar 14,6% menjadi Rp565,7 miliar pada tahun 2023 dari
sebelumnya Rp493,4 miliar pada tahun 2022, terutama disebabkan oleh kenaikan pendapatan sewa menara
dari kontrak penyewaan yang ditandatangani pada atau setelah 2 Januari 2018, dimana tarif pajak penghasilan
final sebesar 10% dari nilai bruto sewa dibebankan sesuai dengan PP No. 34/2017, yang mulai diterapkan
pada bulan Januari 2018.
Laba sebelum pajak penghasilan. Sebagai akibat dari hal yang telah dijelaskan di atas, laba Grup Tower
Bersama sebelum beban pajak penghasilan menurun sebesar 5,6% menjadi Rp1.804,5 miliar pada tahun 2023
dari sebelumnya Rp1.911,8 miliar pada tahun 2022.
Beban pajak penghasilan. Beban pajak penghasilan turun sebesar 17,8% menjadi Rp182,8 miliar pada tahun
2023 dari sebelumnya Rp222,3 miliar pada tahun 2022.
Pajak kini. Beban pajak kini turun sebesar 55,0% menjadi Rp100,0 miliar pada tahun 2023 dari sebelumnya
Rp222,3 miliar pada tahun 2022, terutama disebabkan oleh meningkatnya porsi pendapatan sewa menara
yang dikenakan pajak penghasilan yang bersifat final sehubungan dengan penerapan Peraturan
Perpajakan nomor 34 tahun 2017.
Pajak tangguhan. Grup Tower Bersama mencatatkan beban pajak tangguhan sebesar Rp82,8 juta pada
tahun 2023.
Laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk . Sebagai akibat dari hal
yang telah dijelaskan di atas, laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk
turun sebesar 4,7% menjadi Rp1.560,3 miliar pada tahun 2023 dari sebelumnya Rp1.637,6 miliar pada tahun
2022.
Laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada kepentingan non-pengendali. Sebagai akibat
dari hal yang telah dijelaskan di atas, laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada kepentingan
non-pengendali naik sebesar 18,4% menjadi Rp61,4 miliar pada tahun 2023 dari sebelumnya Rp51,9 miliar
pada tahun 2022.
Laba bersih periode berjalan. Sebagai akibat dari hal yang telah dijelaskan di atas, laba bersih periode berjalan
Grup Tower Bersama turun sebesar 4,0% menjadi Rp1.621,7 miliar pada tahun 2023 dari sebelumnya
Rp1.689,4 miliar pada tahun 2022.
Penghasilan komprehensif lain. Grup Tower Bersama mencatatkan penghasilan komprehensif lain sebesar
Rp443,3 miliar pada tahun 2023 dari sebelumnya Rp(2.240,6) miliar pada tahun 2022. Kenaikan ini terutama
dikarenakan adanya penurunan defisit revaluasi dan kenaikan perubahan lindung nilai arus kas.
Defisit revaluasi. Defisit revaluasi turun sebesar 84,9% menjadi Rp212,8 pada tahun 2023 dari sebelumnya
Rp1.407,8 miliar pada tahun 2022, berdasarkan perhitungan penilai independen.
Perubahan lindung nilai arus kas. Grup Tower Bersama mencatatkan perubahan lindung nilai arus kas
sebesar Rp659,5 miliar pada tahun 2023 dari sebelumnya Rp(904,2) miliar pada tahun 2022, terutama
disebabkan oleh perubahan nilai tukar Rupiah dari Rp15.731 per 1 Dolar AS pada tanggal 31 Desember
2022 menjadi Rp15.416 per 1 Dolar AS pada tanggal 31 Desember 2023 dan penyelesaian kontrak lindung
nilai selama tahun 2023.
19
Page 21
Jumlah penghasilan komprehensif lain periode berjalan. Sebagai akibat dari hal yang telah dijelaskan di atas,
Grup Tower Bersama mencatatkan jumlah penghasilan komprehensif lain tahun berjalan sebesar Rp2.065,0
miliar pada tahun 2023 dari sebelumnya Rp(551,2) miliar pada tahun 2022.
ASET, LIABILITAS DAN EKUITAS
Aset
Posisi tanggal 30 September 2024 dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2023
Jumlah aset Grup Tower Bersama pada tanggal 30 September 2024 turun sebesar 1,6% menjadi sebesar
Rp46.213,1 miliar dibandingkan jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp46.966,5 miliar.
Penurunan tersebut terutama berasal dari penurunan piutang usaha - pihak ketiga dan aset hak guna.
Jumlah aset lancar Grup Tower Bersama pada tanggal 30 September 2024 turun sebesar 15,3% menjadi
Rp4.451,8 miliar dibandingkan jumlah aset lancar pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp5.257,6 miliar,
terutama disebabkan oleh penurunan piutang usaha pihak ketiga. Piutang usaha - pihak ketiga turun sebesar
50,6% menjadi Rp833,3 miliar pada tanggal 30 September 2024 dari Rp1.685,8 miliar pada tanggal
31 Desember 2023. Grup Tower Bersama secara konsisten menerapkan kebijakan piutang usaha yang cermat,
dengan didukung oleh proses pemantauan secara berkala terhadap kualitas kredit dan kemampuan pelanggan
untuk memenuhi kewajiban mereka. Per 30 September 2024, 76,0% dari piutang usaha Grup Tower Bersama
masuk dalam kategori belum jatuh tempo. Penurunan tersebut sebagian di -offset dengan kenaikan persediaan
dan perlengkapan sebesar 19,1% menjadi Rp642,1 miliar pada tanggal 30 September 2024 dari Rp539,2 miliar
pada tanggal 31 Desember 2024 terutama disebabkan oleh kenaikan jumlah suku cadang.
Jumlah aset tidak lancar Grup Tower Bersama pada tanggal 30 September 2024 naik sebesar 0,1% menjadi
Rp41.761,4 miliar dibandingkan jumlah aset tidak lancar pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp41.708,9
miliar, terutama disebabkan oleh peningkatan aset tetap dan investasi pada entitas asosiasi. Aset tetap -
setelah dikurangi akumulasi penyusutan naik sebesar 1,1% menjadi Rp36.306,0 miliar pada tanggal
30 September 2024 dari Rp35.923,2 miliar pada tanggal 31 Desember 2023 sejalan dengan pertumbuhan
menara telekomunikasi dan serat optik. Grup Tower Bersama mencatatkan investasi pada entitas asosia si
sebesar Rp8,6 miliar pada tanggal 30 September 2024 dari sebelumnya nihil pada tanggal 31 Desember 2023
sehubungan dengan investasi Grup Tower Bersama pada PT Telinco Networks Indonesia, PT Ciptajaya
Sejahtera Abadi, dan PT Teknologi Digital Terpadu. Ke naikan tersebut sebagian di-offset dengan penurunan
aset hak guna sebesar 6,8% menjadi Rp3.787,5 miliar pada tanggal 30 September 2024 dari Rp4.065,7 miliar
pada tanggal 31 Desember 2024 terutama disebabkan oleh penyesuaian pembayaran sewa lahan pada
liabilitas sewa selama periode 9 (sembilan) bulan pertama tahun 2024.
Posisi tanggal 31 Desember 2023 dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2022
Jumlah aset Grup Tower Bersama pada tanggal 31 Desember 2023 naik sebesar 8,9% menjadi Rp46.966,5
miliar dibandingkan jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp43.140,0 miliar . Kenaikan tersebut
terutama didorong oleh pertumbuhan penyewaan dan aset serat optik selama tahun 2023.
Jumlah aset lancar Grup Tower Bersama pada tanggal 31 Desember 2023 meningkat sebesar 47,4% menjadi
Rp5.257,6 miliar dibandingkan jumlah aset lancar pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp3.565,8 miliar,
terutama disebabkan oleh adanya klaim pajak penghasilan dan kenaikan piutang usaha pihak ketiga. Klaim
pajak penghasilan sehubungan dengan lebih bayar pajak penghasilan Perseroan untuk tahun fiskal 2022.
Piutang usaha - pihak ketiga naik sebesar 524,3% menjadi Rp1.685,8 miliar pada tanggal 31 Desember 2023
dari Rp270,0 miliar pada tanggal 31 Desember 2022 dikarenakan penerbitan invoice lebih awal untuk salah
satu pelanggan pada kuartal empat tahun 2023. Grup Tower Bersama secara konsisten menerapkan kebijakan
piutang usaha yang cermat, dengan didukung oleh proses pemantauan secara berkala terhadap kualitas kredit
dan kemampuan pelanggan untuk memenuhi kewajiban mereka. Per 31 Desember 2023, 96,2% dari piutang
20
Page 22
usaha Grup Tower Bersama masuk dalam kategori belum jatuh tempo. Peningkatan tersebut sebagian di -offset
dengan penurunan kas dan setara kas sebesar 17,1% menjadi Rp800, 9 miliar pada tanggal 31 Desember 2023
dari Rp966,4 miliar pada tanggal 31 Desember 2022 terutama disebabkan oleh pembayaran pinjaman bank
dan surat utang.
Jumlah aset tidak lancar Grup Tower Bersama pada tanggal 31 Desember 2023 naik sebesar 5,4% menjadi
Rp41.708,9 miliar dibandingkan jumlah aset tidak lancar pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp39.574,2
miliar, terutama disebabkan oleh peningkatan aset tetap dan aset hak guna. Aset tetap naik sebesar 4,3%
menjadi Rp35.923,2 miliar pada tanggal 31 Desember 2023 dari Rp34.427,6 miliar pada tanggal 31 Desember
2022, sedangkan aset hak guna naik sebesar 10,8% menjadi Rp4.065,7 miliar pada tanggal 31 Desember 2023
dari Rp3.667,8 miliar pada tanggal 31 Desember 2022, sejalan dengan penambahan penyewaan menar a serta
pembaruan sewa lahan yang sudah ada.
Liabilitas
Posisi tanggal 30 September 2024 dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2023
Jumlah liabilitas Grup Tower Bersama pada tanggal 30 September 2024 turun sebesar 1,7% menjadi
Rp34.003,0 miliar dibandingkan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp34.605,4 miliar.
Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penurunan surat utang yang sebagian di-offset dengan kenaikan
pinjaman bank.
Jumlah liabilitas jangka pendek Grup Tower Bersama pada tanggal 30 September 2024 meningkat sebesar
41,6% menjadi Rp21.612,2 miliar dibandingkan jumlah liabilitas jangka pendek pada tanggal 31 Desember
2023 sebesar Rp15.257,6 miliar, terutama disebabkan oleh kenaikan porsi pinjaman bank dan surat u tang yang
akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun masing-masing sebesar 50,9% menjadi Rp7.070,3 miliar pada
tanggal 30 September 2024 dari Rp4.685,6 miliar pada tanggal 31 Desember 2023 dan 79,4% menjadi
Rp10.694,4 miliar pada tanggal 30 September 2024 dar i Rp5.960,3 miliar pada tanggal 31 Desember 2023.
Kenaikan tersebut sebagian di-offset dengan penurunan pendapatan yang diterima di muka sebesar 22,9%
menjadi Rp1.874,6 miliar pada tanggal 30 September 2024 dari Rp2.430,6 miliar pada tanggal 31 Desember
2023.
Jumlah liabilitas jangka panjang Grup Tower Bersama pada tanggal 30 September 2024 turun sebesar 36,0%
menjadi Rp12.390,8 miliar dibandingkan jumlah liabilitas jangka panjang pada tanggal 31 Desember 2023
sebesar Rp19.347,8 miliar, terutama disebabkan oleh penurunan porsi surat utang – setelah dikurangi bagian
yang jatuh tempo dalam satu tahun sebesar 38,0% menjadi Rp11.075,8 miliar pada tanggal 30 September 2024
dari Rp17.868,1 miliar pada tanggal 31 Desember 2023, sejalan dengan kenaikan porsi surat utang yang akan
jatuh tempo dalam waktu satu tahun.
Per 30 September 2024, Grup Tower Bersama mampu menjaga posisi keuangan yang kuat agar mampu
memenuhi seluruh kewajiban pinjaman. Rasio total pinjaman dengan menggunakan kurs lindung nilainya ( total
debt at hedged rate) terhadap EBITDA kuartal ketiga tahun 2024 yang disetahunkan adalah 4,9x, jauh di bawah
pembatasan dari surat utang Perseroan yaitu rasio total pinjaman dengan menggunakan kurs lindung nilainya
terhadap EBITDA triwulan terakhir yang disetahunkan untuk tidak lebih dari 6,25x. Grup Tower Bersama masih
memiliki ruang untuk penambahan pinjaman berdasarkan covenant yang disyaratkan oleh fasilitas bank dan
surat utang.
Posisi tanggal 31 Desember 2023 dibandingkan tanggal 31 Desember 2022
Jumlah liabilitas Grup Tower Bersama pada tanggal 31 Desember 2023 meningkat sebesar 7,4% menjadi
Rp34.605,4 miliar dibandingkan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp32.219,6 miliar.
Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan pinjaman bank, yang sebagian di-offset dengan
penurunan surat utang.
21
Page 23
Jumlah liabilitas jangka pendek Grup Tower Bersama pada tanggal 31 Desember 2023 meningkat sebesar
74,8% menjadi Rp15.257,6 miliar dibandingkan jumlah liabilitas jangka pendek pada ta nggal 31 Desember
2022 sebesar Rp8.728,2 miliar, terutama disebabkan oleh kenaikan porsi pinjaman bank yang akan jatuh tempo
dalam waktu satu tahun sebesar 2.169,7% menjadi Rp4.685,6 miliar pada tanggal 31 Desember 2023 dari
Rp206,4 miliar pada tanggal 31 Desember 2022. Grup Tower Bersama juga mencatatkan kenaikan pendapatan
yang diterima di muka sebesar 120,2% menjadi Rp2.430,6 miliar pada tanggal 31 Desember 2023 dari
Rp1.103,6 miliar pada tanggal 31 Desember 2022 sejalan dengan penerimaan pembayaran dari operator untuk
periode sewa ke depan.
Jumlah liabilitas jangka panjang Grup Tower Bersama pada tanggal 31 Desember 2023 turun sebesar 17,6%
menjadi Rp19.347,8 miliar dibandingkan jumlah liabilitas jangka panjang pada tanggal 31 Desember 2022
sebesar Rp23.491,4 miliar, terutama disebabkan oleh penurunan porsi pinjaman bank dan surat utang jangka
panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun masing -masing sebesar 84,9% menjadi
Rp627,2 miliar pada tanggal 31 Desember 2023 dari Rp4.160 ,4 miliar pada tanggal 31 Desember 2022 dan
4,3% menjadi Rp17.868,1 miliar pada tanggal 31 Desember 2023 dari Rp18.678,2 miliar pada tanggal 31
Desember 2022 sejalan dengan kenaikan porsi pinjaman bank yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun.
Per 31 Desember 2023, Grup Tower Bersama mampu menjaga posisi keuangan yang kuat agar mampu
memenuhi seluruh kewajiban pinjaman. Rasio total pinjaman dengan menggunakan kurs lindung nilainya ( total
debt at hedged rate) terhadap EBITDA kuartal keempat tahun 2023 y ang disetahunkan adalah 4,9x, jauh di
bawah pembatasan dari surat utang Perseroan yaitu rasio total pinjaman dengan menggunakan kurs lindung
nilainya terhadap EBITDA triwulan terakhir yang disetahunkan untuk tidak lebih dari 6,25x. Grup Tower
Bersama masih memiliki ruang untuk penambahan pinjaman berdasarkan covenant yang disyaratkan oleh
fasilitas bank dan surat utang.
Ekuitas
Posisi tanggal 30 September 2024 dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2023
Jumlah ekuitas Grup Tower Bersama pada tanggal 30 September 2024 turun sebesar 1,2% menjadi Rp12.210,2
miliar dibandingkan jumlah ekuitas pada 31 Desember 2023 sebesar Rp12.361,0 miliar. Penurunan tersebut
terutama disebabkan oleh penurunan penghasilan komprehensif lain nya yang sebagian di-offset dengan
kenaikan saldo laba.
Posisi tanggal 31 Desember 2023 dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2022
Jumlah ekuitas Grup Tower Bersama pada tanggal 31 Desember 2023 meningkat sebesar 13,2% menjadi
Rp12.361,0 miliar dibandingkan jumlah ekuitas pada 31 Desember 2022 sebesar Rp10.920,4 miliar, terutama
disebabkan oleh penjualan saham treasuri yang dicatatkan pada tambahan modal disetor dan tambahan saldo
laba periode berjalan.
LIKUIDITAS DAN SUMBER PENDANAAN
Penggunaan utama dari kas Grup Tower Bersama adalah untuk ekspansi portofolio sites dengan membangun
sites baru, akuisisi perusahaan penyewaan menara dan/atau portof olio sites mereka, dan penambahan
kolokasi. Sumber likuiditas utama Grup Tower Bersama adalah kas yang diterima dari pelanggan, pinjaman
bank serta surat utang. Grup Tower Bersama saat ini mengandalkan arus kas dari kegiatan operasi dan
pinjaman bank untuk mendanai kegiatan operasi, konstruksi sites baru dan akuisisi perusahaan penyewaan
menara dan/atau portofolio sites mereka.
Grup Tower Bersama berkeyakinan bahwa dengan memperhitungkan dana dari hasil Penawaran Umum ini, kas
22
Page 24
yang diharapkan akan dihasilkan dari kegiatan operasi dan sumber keuangan yang saat ini tersedia untuk Grup
Tower Bersama, Grup Tower Bersama memiliki likuiditas yang cukup untuk kebutuhan modal kerja, kewajiban
pembayaran utang dan kebutuhan akan kas lainnya untuk saat ini dan 12 bu lan setelah tanggal Informasi
Tambahan Ringkas ini diterbitkan. Pada tanggal 30 September 2024, Grup Tower Bersama memiliki saldo kas
dan setara kas sebesar Rp585,5 miliar dan fasilitas pinjaman yang belum ditarik sebesar US$317,0 juta dan
Rp2.692,6 miliar.
Arus kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi
Arus kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi terdiri dari kas yang diterima dari pelanggan, restitusi pajak
penghasilan, pembayaran ke pemasok, pembayaran kepada karyawan, dan arus kas masuk dan kel uar yang
berasal dari penerimaan jasa giro dan bunga deposito, dan pembayaran pajak penghasilan.
Untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024, arus kas bersih diperoleh
dari aktivitas operasi Perseroan naik sebesar 17,1% m enjadi Rp3.966,8 miliar dari sebelumnya Rp3.387,5
miliar untuk periode yang sama pada tahun 2023, terutama dikarenakan kenaikan penerimaan kas dari
pelanggan sebesar 5,4% menjadi Rp5.373,3 miliar dari sebelumnya Rp5.096,3 miliar untuk periode yang sama
pada tahun 2023. Kenaikan tersebut sebagian di-offset dengan penurunan pembayaran kas ke pemasok
sebesar 7,9% menjadi Rp606,9 miliar dari sebelumnya Rp659,2 miliar untuk periode yang sama pada tahun
2023.
Pada tahun 2023, arus kas bersih diperoleh dari aktiv itas operasi Perseroan mengalami penurunan sebesar
8,9% menjadi Rp4.381,6 miliar dari sebelumnya Rp4.809,3 miliar pada tahun 2022, terutama disebabkan oleh
penerimaan lebih bayar pajak selama tahun 2022 sebesar Rp559,2 miliar. Penurunan tersebut sebagian d i-
offset dengan kenaikan penerimaan kas dari jasa giro dan bunga deposito sebesar 47,2% menjadi Rp20,3
miliar dari sebelumnya Rp13,8 miliar pada tahun 2022.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi
Arus kas bersih yang digunakan untuk akt ivitas investasi terutama terdiri dari kas yang diterima dari aset
keuangan, dan kas yang dibayarkan untuk pembelian aset keuangan, penambahan properti investasi,
penambahan aset hak guna dan penambahan aset tetap.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi adalah sebesar Rp2.094,2 miliar dan Rp2.016,7 miliar
masing-masing untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 dan 2023,
dan Rp2.745,7 miliar dan Rp3.903,1 miliar masing -masing pada tahun 2023 dan 2022, yang terutama terdiri
dari penambahan aset hak guna dan aset tetap.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan terutama terdiri dari arus kas dari penerimaan
pinjaman jangka panjang dan penerbitan surat utang, dan kas yang dibayarkan untuk pinjaman bank dan surat
utang, dan pembayaran bunga dan biaya pinjaman bank dan surat utang.
Untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024, arus kas bersih yang
digunakan untuk aktivitas pendanaan mengalami peningkatan sebesar 36,2% menjadi Rp2.085,7 miliar dari
sebelumnya Rp1.530,9 miliar untuk periode yang sama pada tahun 2023, terutama digunakan untuk
pembayaran pinjaman bank dan surat utang sebesar Rp18.363,2 miliar dan pembayaran bunga dan biaya
pinjaman bank dan surat utang sebesar Rp1.586,5 miliar. Pembayaran tersebut terutama diperoleh dari
pencairan pinjaman jangka panjang sebesar Rp16.339,5 miliar dan penerbitan surat utang sebesar Rp2.700,0
miliar.
23
Page 25
Pada tahun 2023, arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan mengalami peningkatan sebesar
202,8% menjadi Rp1.794,1 miliar dari sebelumnya sebesar Rp592,6 miliar pada tahun 2022, terutama
digunakan untuk pembayaran pinjaman bank dan surat utang seb esar Rp26.040,0 miliar, pembayaran bunga
dan biaya pinjaman bank dan surat utang sebesar Rp1.735,5 miliar, dan pembayaran dividen sebesar
Rp1.315,7 miliar. Pembayaran tersebut terutama diperoleh dari pencairan pinjaman jangka panjang sebesar
Rp21.195,2 miliar dan penerbitan surat utang sebesar Rp5.499,1 miliar.
KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN KEUANGAN TERAKHIR
Tidak ada kejadian penting yang mempunyai dampak cukup material terhadap keadaan keuangan dan hasil
usaha Grup Tower Bersama yang terjadi setelah tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian Grup
Tower Bersama pada tanggal 30 September 2024 serta untuk periode yang berakhir pada tanggal 30
September 2024 dan 2023, yaitu 31 Oktober 2024 , sampai dengan tanggal Informasi Tambahan Ringkas ini
diterbitkan, selain hal-hal sebagai berikut :
a. Pencairan pinjaman
• Fasilitas pinjaman revolving PT UOB
Pada berbagai tanggal di bulan November 2024, GHON, Perusahaan Anak, telah menarik sebagian
fasilitas pinjaman revolving dari PT UOB sebesar Rp26,1 miliar.
• Fasilitas pinjaman revolving BNI
Pada tanggal 6 November dan 8 November 2024, Perseroan telah menarik sebagian fasilitas pinjaman
revolving uncommitted dari BNI masing-masing sebesar Rp40,0 miliar, dan Rp168,2miliar.
• Fasilitas pinjaman revolving PT Bank CTBC Indonesia (“CTBC”)
Pada tanggal 1 November 2024, Perseroan telah menarik sebagian fasilitas pinjaman revolving
uncommitted dari CTBC sebesar Rp98,0 miliar .
• Fasilitas pinjaman revolving dalam US$325.000.000 Facility Agreement
Pada tanggal 8 November 2024, Perusahaan Anak telah menarik sebagian fasilitas pinjaman revolving
dalam US$325.000.000 Facility Agreement sebesar US$11,0 juta.
b. Pembayaran pinjaman
• Fasilitas pinjaman revolving PT UOB
Pada tanggal 4 November 2024, GHON, Perusahaan Anak, telah melunasi sebagian fasilitas pinjaman
revolving dari PT UOB sebesar Rp20,3 miliar.
• Fasilitas pinjaman revolving PT Bank BNP Paribas Indonesia (“BNPP”)
Pada tanggal 8 November 2024, Perseroan telah melunasi sebagian fasilitas pinjaman revolving
uncommited dari BNPP sebesar Rp40,0 miliar.
• Fasilitas pinjaman revolving BNI
24
Page 26
Pada tanggal 4 November 2024, Perseroan telah melunasi sebagian fasilitas pinjaman revolving
commited dari BNI sebesar Rp98,0 miliar.
KETERANGAN TENTANG PERSEROAN SERTA KEGIATAN DAN PROSPEK USAHA
RIWAYAT SINGKAT PERSEROAN
Sejak Perseroan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan VI Tahap III sampai dengan tanggal Informasi Tambahan
Ringkas ini diterbitkan, anggaran dasar Perseroan tidak mengalami perubahan. Anggaran dasar Perseroan
terakhir adalah sebagaimana dimuat dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar No.
116 tanggal 23 Mei 2022, yang dibuat di hadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Sela tan
(”Akta No. 116/2022”), yang telah disetujui oleh Menkumham berdasarkan Surat Keputusan No. AHU -
0038668.AH.01.02.TAHUN 2022 tanggal 8 Juni 2022 dan didaftarkan pada Daftar Perseroan No. AHU-
0106607.AH.01.11.TAHUN 2022 tanggal 8 Juni 2022. Berdasarkan Akta No. 116/2022, para pemegang saham
dalam RUPS Perseroan telah menyetujui diantaranya: perubahan Pasal 3 anggaran dasar Perseroan dalam
rangka penyelarasan dan penyesuaian dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia 2020.
Berdasarkan ketentuan Pasal 3 anggaran dasar Perseroan, maksud dan tujuan Perseroan adalah melakukan
investasi atau penyertaan pada perusahaan lain yang bergerak di bidang kegiatan penunjang telekomunikasi
dan berusaha dalam bidang jasa, khususnya jasa penunjang telekomunikasi. Untuk mencapai maksud dan
tujuan tersebut, Perseroan dapat melakukan kegiatan usaha utama yaitu aktivitas perusahaan holding dan
aktivitas konsultasi manajemen lainnya. Untuk menunjang kegiatan usaha utama tersebut, Perseroan dapat
melakukan kegiatan usaha penunjang, yaitu konstruksi sentral telekomunikasi, instalasi telekomunikasi dan
aktivitas telekomunikasi dengan kabel.
Pada tanggal Informasi Tambahan Ringkas ini diterbitkan, Perseroan telah melakukan seluruh kegiatan usaha
sesuai dengan Pasal 3 anggaran dasar Perseroan dengan melakukan investasi atau penyertaan secara
langsung dan tidak langsung pada 22 Perusahaan Anak dan 2 (dua) Perusahaan Asosiasi, yang bergerak di
bidang penyediaan jasa telekomunikasi, menara, jaringan fiber optik, dan pekerjaan teleko munikasi dan
investasi.
STRUKTUR PERMODALAN DAN KEPEMILIKAN SAHAM PERSEROAN
Berdasarkan Daftar Pemegang Saham per 31 Oktober 2023 yang dikeluarkan oleh PT Datindo Entrycom selaku
Biro Administrasi Efek, susunan pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut :
Keterangan Nilai Nominal Rp20 per Saham % (1)
Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal (Rupiah)
Modal Dasar 72.100.600.000 1.442.012.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Bersama Digital Infrastructure Asia Pte. Ltd. 18.067.840.623 361.356.812.460 80,51%
PT Wahana Anugerah Sejahtera 2.122.271.590 42.445.431.800 9,46%
Edwin Soeryadjaya 71.481.830 1.429.636.600 0,32%
Hardi Wijaya Liong 68.359.905 1.367.198.100 0,31%
Budianto Purwahjo 5.025.000 100.500.000 0,02%
Herman Setya Budi 4.625.000 92.500.000 0,02%
Helmy Yusman Santoso 3.125.000 62.500.000 0,01%
Masyarakat (kepemilikan di bawah 5%) 2.098.531.397 41.970.627.940 9,35%
22.441.260.345 448.825.206.900 100,00%
Saham treasuri 215.739.100 4.314.782.000 -
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 22.656.999.445 453.139.988.900 100,00%
25
Page 27
Keterangan Nilai Nominal Rp20 per Saham % (1)
Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal (Rupiah)
Saham Dalam Portepel 49.443.600.555 988.872.011.100
Catatan:
(1) Perhitungan berdasarkan hak suara
PENGURUSAN DAN PENGAWASAN PERSEROAN
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 152 tanggal 30 Mei 2024 yang telah diberitahukan kepada
Menkumham berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.09-
0219803 tanggal 28 Juni 2024 dan didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-
0129292.AH.01.11.TAHUN 2024 tanggal 28 Juni 2024, susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris
Perseroan adalah sebagai berikut :
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Edwin Soeryadjaya
Komisaris : Verena Lim
Komisaris Independen : Ludovicus Sensi Wondabio
Komisaris Independen : Heri Sunaryadi
Direksi
Presiden Direktur : Herman Setya Budi
Wakil Presiden Direktur : Hardi Wijaya Liong
Direktur : Budianto Purwahjo
Direktur : Helmy Yusman Santoso
Direktur : Dr. Leonardus Wahyu Wasono Mihardjo
Penunjukan seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan telah memenuhi ketentuan sebagaimana
diatur dalam Peraturan OJK No. 33/POJK.04/2014 tanggal 8 Desember 2014 tentang Direksi dan Dewan
Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik.
Anggota Dewan Komisaris dan Direksi diangkat dan diberhentikan oleh RUPS. Masa jabatan anggota Direksi
dan Dewan Komisaris adalah 5 (lima) tahun terhitung sejak tanggal RUPS Tahunan yang mengangkat anggota
Direksi dan Dewan Komisaris sampai dengan penutupan RUPS Tahunan Perseroan dan dapat diangkat kembali
sesuai keputusan dalam RUPS Tahunan Perseroan. Masa jabatan seluruh Direksi dan Dewan Komisaris di
atas berlaku sampai dengan ditutupkan RUPS Tahunan tahun 2025.
26
Page 28
KETERANGAN MENGENAI PERUSAHAAN ANAK
Pada tanggal Informasi Tambahan Ringkas ini diterbitkan, Perseroan memiliki penyertaan secara langsung dan
tidak langsung pada 22 Perusahaan Anak dan 2 Perusahaan Asosiasi, sebagai berikut :
Tahun Tahun Kepemilikan (%)
Nama Tahun
No. Kegiatan Usaha (1) Domisili Penyertaan Operasi Secara Secara Tidak
Perusahaan Pendirian
Perseroan Komersial Langsung Langsung
Perusahaan Anak
1. PT Telenet Jasa telekomunikasi, Jakarta 2004 1999 1999 99,50% -
Internusa menara dan Selatan
(“TI”) pekerjaan
telekomunikasi
2. PT United Jasa telekomunikasi, Jakarta 2005 2004 2004 99,90% 0,10% melalui
Towerindo menara dan Selatan TB
(“UT”) pekerjaan
telekomunikasi
3. PT Batavia Jasa telekomunikasi, Jakarta 2005 2005 2006 - 89,90%
Towerindo menara dan Selatan melalui UT
(“BT”) pekerjaan dan 10,10%
telekomunikasi melalui TB
4. PT Tower Jasa telekomunikasi, Jakarta 2006 2006 2006 99,99% 0,01% melalui
Bersama konsultasi Selatan TO
(“TB”) telekomunikasi,
pengembangan
jaringan
telekomunikasi,
penyewaan menara
dan peralatan
telekomunikasi,peker
jaan telekomunikasi
dan jasa penyewaan
jaringan fiber optik
5. PT Towerindo Jasa telekomunikasi, Jakarta 2011 2009 2009 0,02% 99,98%
Konvergensi menara dan Selatan melalui TB
(“TK”) pekerjaan
telekomunikasi
6. PT Prima Jasa telekomunikasi, Jakarta 2009 2003 2003 0,01% 99,99%
Media menara dan Selatan melalui TB
Selaras pekerjaan
(“PMS”) telekomunikasi
7. PT Mitrayasa Jasa telekomunikasi, Jakarta 2011 2004 2004 - 70,00%
Sarana konsultasi Selatan melalui TB
Informasi telekomunikasi, dan 30,00%
(“Mitrayasa”) pembangunan melalui SKP
sarana dan
prasarana
telekomunikasi dan
pekerjaan
telekomunikasi
8. PT Metric Perusahaan Jakarta 2010 2010 2010 98,74% 1,26% melalui
Solusi investasi Selatan TB
Integrasi
(“MSI”)
9. PT Solu Jasa telekomunikasi, Jakarta 2010 1999 1999 - 99,71%
Sindo Kreasi konsultasi selatan melalui MSI
Pratama telekomunikasi,
(“SKP”) pengembangan
jaringan
telekomunikasi,
penyewaan menara
dan peralatan
telekomunikasi, dan
27
Page 29
Tahun Tahun Kepemilikan (%)
Nama Tahun
No. Kegiatan Usaha (1) Domisili Penyertaan Operasi Secara Secara Tidak
Perusahaan Pendirian
Perseroan Komersial Langsung Langsung
pekerjaan
telekomunikasi
10. PT Tower Perusahaan Jakarta 2007 2006 2006 99,90% -
One (“TO”) investasi Selatan
11. PT Bali Jasa telekomunikasi, Jakarta 2008 2003 2003 0,01% 99,99%
Telekom menara dan Selatan melalui TO
(“Balikom”) pekerjaan
telekomunikasi
12. PT Triaka Jasa telekomunikasi, Jakarta 2009 2009 2009 90,00% 10,00%
Bersama menara dan Selatan melalui TB
(“Triaka”) pekerjaan
telekomunikasi
13. PT Solusi Jasa telekomunikasi, Jakarta 2011 2011 2012 70,03% 29,97%
Menara menara dan Selatan melalui SKP
Indonesia pekerjaan
(“SMI”) telekomunikasi
14. TBG Global Perusahaan Singapura 2013 2013 2013 100,00% -
Pte. Ltd. investasi
(“TBGG”)
15. PT Menara Perusahaan Jakarta 2013 2013 belum 99,99% 0,01% melalui
Bersama investasi Selatan beroperasi TB
Terpadu
(“MBT”)
16. PT Jaringan Jasa pemeliharaan Jakarta 2016 2015 2016 0,08% 83,36%
Pintar peralatan Pusat melalui TB
Indonesia telekomunikasi dan
(“JPI”) konsultasi bidang
telekomunikasi
17. PT Gihon Jasa penunjang Jakarta 2018 2001 2001 50,43% -
Telekomuni- telekomunikasi Barat
kasi
Indonesia Tbk
(“GHON”)
18. PT Visi Jasa penyediaan Jakarta 2018 1995 1995 51,09% -
Telekomuni- infrastruktur Selatan
kasi telekomunikasi,
Infrastruktur melakukan investasi
Tbk (“GOLD”) atau penyertaan
pada perusahaan
lain yang bergerak di
bidang kegiatan
penunjang
telekomunikasi, dan
jasa penunjang
telekomunikasi
19. PT Permata Jasa penyewaan Jakarta 2018 2013 2013 - 99,99%
Karya menara dan Selatan melalui GOLD
Perdana peralatan
(“PKP”) telekomunikasi
20. PT Unicom Jasa penyewaan Jakarta 2022 2020 2021 - 80,00%
Muda Utama jaringan fiber optik Barat melalui UT
(”Unicom”)
21. PT Global Jasa penyewaan Tangerang 2023 2018 2021 - 80,00%
Patra jaringan fiber optik Selatan melalui GHON
Sinertama
(”GPS”)
22. PT Teknologi - Jakarta 2024 2024 Belum - 99,00%
Digital Selatan beroperasi melalui MSI
Terpadu
(”TDT”)
28
Page 30
Tahun Tahun Kepemilikan (%)
Nama Tahun
No. Kegiatan Usaha (1) Domisili Penyertaan Operasi Secara Secara Tidak
Perusahaan Pendirian
Perseroan Komersial Langsung Langsung
Perusahaan Asosiasi
1. PT Telinco Konstruksi sentral Kabupaten 2024 2023 2024 - 46,67%
Networks telekomunikasi, Tangerang melalui MSI.
Indonesia instalasi
(”Telinco”) telekomunikasi,
instalasi elektronika
dan konstruksi
bangunan sipil jalan.
2. PT Ciptajaya Penyedia jasa Sitac Kabupaten 2024 2006 2006 - 40,00%
Sejahtera (Site Acquisition), Tangerang melalui MSI.
Abadi (”CSA”) penyedia jasa
pembangunan menara
telekomunikasi (CMS),
penyedia jasa
pemeliharaan
(maintenance) menara
telekomunikasi,
penyedia jasa
pembangunan
dan/atau
pemeliharaan jaringan
fiber optik atau fiber
to the home (FTTH)
dan pekerjaan
pabrikasi infrastruktur
telekomunikasi.
Catatan :
(1) kegiatan usaha yang benar-benar dijalankan oleh masing-masing Perusahaan Anak.
KETERANGAN TAMBAHAN TENTANG KEGIATAN USAHA, SERTA KECENDERUNGAN DAN PROSPEK
USAHA
Perseroan, didirikan pada tahun 2004, merupakan perusahaan holding yang melakukan investasi atau
penyertaan secara langsung dan tidak langsung pada perusahaan -perusahaan, yang bergerak di bidang
penyediaan jasa telekomunikasi, menara, jaringan serat optik, dan pekerjaan telekomunikasi dan investasi,
dan saat ini merupakan salah satu perusahaan menara terbe sar di Indonesia yang dikenal dengan Grup Tower
Bersama. Kegiatan usaha utama Grup Tower Bersama adalah menyewakan ruangan pada sites sebagai tempat
pemasangan perangkat telekomunikasi untuk transmisi sinyal berdasarkan skema perjanjian sewa jangka
panjang dengan operator telekomunikasi. Grup Tower Bersama juga menyediakan akses untuk operator
telekomunikasi ke jaringan IBS milik Grup Tower Bersama di gedung-gedung perkantoran dan pusat-pusat
perbelanjaan yang terletak pada wilayah perkotaan. Selain itu, Gr up Tower Bersama memiliki dan
mengoperasikan infrastruktur komunikasi seperti serat optik. Per 30 September 2024, Grup Tower Bersama
mengoperasikan sekitar 23.681 sites telekomunikasi, yang terdiri dari 23.565 sites menara telekomunikasi dan
116 jaringan IBS, dan Grup Tower Bersama memiliki 42.546 penyewaan pada sites telekomunikasi dengan 4
(empat) operator telekomunikasi berbeda. Sekitar 77,6% dari pendapatan Grup Tower Bersama masing-masing
untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 berasal dari penyewaan
menara telekomunikasi dengan Telkomsel, IOH dan XL Axiata. Grup Tower Bersama menyewakan tower space
dan jaringan serat optik melalui perjanjian sewa jangka panjang umumnya sampa i dengan jangka waktu 10
tahun dan menyewakan akses terhadap IBS milik Grup Tower Bersama melalui perjanjian sewa jangka panjang
umumnya dengan jangka waktu 5 (lima) sampai 8 (delapan) tahun. Per 30 September 2024, rata-rata sisa
periode perjanjian sewa seluruh penyewaan Perseroan adalah sekitar 5,8 tahun dan Grup Tower Bersama
memiliki pendapatan kontrak yang akan diterima dari penyewa untuk semua jenis penyewaan sebesar
Rp39.171,8 miliar. Pendapatan Grup Tower Bersama dari penyewaaan tower space, serat optik, dan properti
investasi masing-masing memberikan kontribusi sebesar 91,9%, 8,0%, dan 0,1% dari pendapatan Grup Tower
Bersama untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 .
29
Page 31
Grup Tower Bersama berkeyakinan bahwa industri penyewaan menara di Indonesia memiliki potensi yang
besar untuk terus bertumbuh baik melalui pembangunan menara baru maupun penambahan jumlah kolokasi
dari menara telekomunikasi yang ada. Grup Tower Bersama hanya membangun sites telekomunikasi baru dan
mengakuisisi portofolio menara telekomunikasi hanya apabila telah memenuhi kriteria investasi Grup Tower
Bersama yang mencakup, antara lain, tingkat pengembalian investasi, potensi kolokasi masa yang akan
datang, kemudahan untuk membeli atau menyewa lahan, k emudahan mendapatkan perizinan warga dari
masyarakat sekitar dan kualitas kredit calon penyewa. Grup Tower Bersama memiliki suatu kebijakan hanya
akan membangun sites telekomunikasi baru ketika Grup Tower Bersama telah mendapatkan komitmen
penyewaan dari pelanggan. Meskipun Grup Tower Bersama telah membangun site menara di hampir seluruh
provinsi di Indonesia, sebagian besar site menara Grup Tower Bersama berada di wilayah padat penduduk
dengan 90,4% site menara di Jawa, Bali dan Sumatra dan 9,6% site di wilayah lain di Indonesia per 31
Desember 2023.
Grup Tower Bersama berupaya secara konsisten untuk terus meningkatkan jumlah kolokasi dari menara
telekomunikasi yang ada untuk mendukung peningkatan arus kas dan margin laba operasi. Hal ini terjadi karena
biaya tambahan yang timbul sehubungan dengan kolokasi relatif rendah dibandingkan dengan tambahan
pendapatan atas kolokasi tersebut. Grup Tower Bersama berkeyakinan bahwa operator telekomunikasi
Indonesia telah dan akan terus mencari untuk memenuhi kebutuha n peningkatan cakupan dan kapasitas
jaringan, sementara di saat yang sama mengendalikan belanja modal mereka dari kegiatan -kegiatan non-inti,
seperti dengan pengalihan kegiatan pembangunan sites dan penyewaan tower space kepada perusahaan
penyewaan menara independen. Per 30 September 2024, Grup Tower Bersama memiliki rasio kolokasi 1,80x.
Pendapatan Grup Tower Bersama untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September
2024 adalah sebesar Rp5.126,9 miliar. EBITDA dan margin EBITDA Gru p Tower Bersama untuk periode 9
(sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024 adalah sebesar Rp4.403,3 miliar atau
mencapai 85,9%.
Perseroan berkantor pusat di The Convergence Indonesia, lantai 11, Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. H.R.
Rasuna Said, Jakarta Selatan 12940 – Indonesia dan mengoperasikan 18 (delapan belas) titik pelayanan
regional yang terletak di Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Palembang, Padang, Lampung, Jakarta, Banten,
Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Balikpapan, Banjarm asin, Pontianak, Manado, Makassar dan
Papua, melalui Perusahaan Anak.
LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL
Wali Amanat : PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Notaris : Kantor Notaris Jose Dima Satria, S.H., M.Kn.
Konsultan Hukum : Indrawan Darsyah Santoso
Perusahaan Pemeringkat Efek : PT Fitch Ratings Indonesia
Para Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal dalam rangka Penawaran Umum Obligasi ini menyatakan
tidak ada hubungan Afiliasi dengan Perseroan sebagaimana didefinisikan dalam UUP2SK.
PENJAMINAN EMISI OBLIGASI
Berdasarkan persyaratan dan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Perjanjian Penjaminan Emisi
Obligasi, para Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan Penjamin Emisi Obligasi yang namanya tercantum di
bawah ini telah menyetujui untuk menawarkan kepada Masyarakat Obligasi secara kesanggupan penuh ( full
commitment). Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi menghapuskan perikatan sejenis baik tertulis maupun
tidak tertulis yang telah ada sebelumnya dan yang akan ada di kemudi an hari antara Perseroan dan Penjamin
Pelaksana Emisi Obligasi dan/atau Penjamin Emisi Obligasi.
30
Page 32
Pihak yang bertindak sebagai Manajer Penjatahan dalam Penawaran Umum Obligasi ini adalah PT BRI
Danareksa Sekuritas.
Susunan dan jumlah porsi serta persenta se dari anggota sindikasi Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan
Penjamin Emisi Obligasi adalah sebagai berikut :
Porsi Penjaminan
No. Keterangan Seri A Seri B Total %
1. PT Indo Premier Sekuritas 359.215.000.000 38.365.000.000 397.580.000.000 19,88%
2. PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk 79.440.000.000 50.410.000.000 129.850.000.000 6,49%
3. PT CIMB Niaga Sekuritas 308.000.000.000 150.000.000.000 458.000.000.000 22,90%
4. PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia 87.000.000.000 95.150.000.000 182.150.000.000 9,11%
5. PT Aldiracita Sekuritas Indonesia 181.480.000.000 283.000.000.000 464.480.000.000 23,22%
6. PT BRI Danareksa Sekuritas 189.000.000.000 10.000.000.000 199.000.000.000 9,95%
7. PT OCBC Sekuritas Indonesia 38.940.000.000 130.000.000.000 168.940.000.000 8,45%
Jumlah 1.243.075.000.000 756.925.000.000 2.000.000.000.000 100,00%
Selanjutnya para Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan/atau Penjamin Emisi Obligasi yang turut dalam
Penawaran Umum Obligasi ini telah sepakat untuk melaksanakan tugasnya masing-masing sesuai dengan
Peraturan No. IX.A.7.
Para Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan/atau Penjamin Emisi Obligasi dengan tegas menyatakan tidak
mempunyai hubungan Afiliasi dengan Perseroan sebagaimana didefinisikan dalam UUP 2SK
TATA CARA PEMESANAN PEMBELIAN OBLIGASI
PENDAFTARAN OBLIGASI KE DALAM PENITIPAN KOLEKTIF
Obligasi yang ditawarkan oleh Perseroan melalui Penawaran Umum ini telah didaftarkan pada KSEI
berdasarkan Perjanjian Pendaftaran Obligasi di KSEI yang ditandatangani Perseroan dengan KSEI. Dengan
didaftarkannya Obligasi tersebut di KSEI, maka atas Obligasi yang ditawarkan berlaku ketentuan sebagai
berikut :
a. Perseroan tidak menerbitkan Obligasi dalam bentuk sertifikat atau warkat kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi
yang diterbitkan untuk didaftarkan atas nama KSEI untuk kepentingan Pemegang Obligasi. Obligasi akan
diadministrasikan secara elektronik dalam Penitipan Kolekti f di KSEI. Selanjutnya Obligasi hasil
Penawaran Umum akan dikreditkan ke dalam Rekening Efek selambat-lambatnya pada Tanggal Emisi.
KSEI akan menerbitkan Konfirmasi Tertulis kepada Perusahaan Efek atau Bank Kustodian sebagai tanda
bukti pencatatan Obligasi dalam Rekening Efek di KSEI. Konfirmasi Tertulis tersebut merupakan bukti
kepemilikan yang sah atas Obligasi yang tercatat dalam Rekening Efek;
b. Pengalihan kepemilikan atas Obligasi dilakukan dengan pemindahbukuan antar Rekening Efek di KSEI,
yang selanjutnya akan dikonfirmasikan kepada Pemegang Rekening;
c. Pemegang Obligasi yang tercatat dalam Rekening Efek merupakan Pemegang Obligasi yang berhak atas
pembayaran Bunga Obligasi, pelunasan Pokok Obligasi, memberikan suara dalam RUPO serta hak -hak
lainnya yang melekat pada Obligasi;
d. Pembayaran Bunga Obligasi dan pelunasan jumlah Pokok Obligas i akan dibayarkan oleh KSEI selaku
Agen Pembayaran atas nama Perseroan kepada Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening sesuai
dengan jadwal pembayaran Bunga Obligasi maupun pelunasan Pokok Obligasi yang ditetapkan dalam
31
Page 33
Perjanjian Perwaliamanatan dan/atau Perjanjian Agen Pembayaran. Pemegang Obligasi yang berhak atas
Bunga Obligasi yang dibayarkan pada periode pembayaran Bunga Obligasi yang bersangkutan adalah
yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Obligasi pada 4 (empat) Hari Kerja sebelum Tanggal
Pembayaran Bunga Obligasi, kecuali ditentukan lain oleh KSEI atau peraturan perundang -undangan yang
berlaku;
e. Hak untuk menghadiri RUPO dilaksanakan oleh Pemegang Obligasi dengan memperhatikan KTUR asli
yang diterbitkan oleh KSEI kepada Wali Amanat. KSEI a kan membekukan seluruh Obligasi yang disimpan
di KSEI sehingga Obligasi tersebut tidak dapat dialihkan/dipindahbukukan sejak 4 (empat) Hari Kerja
sebelum tanggal penyelenggaraan RUPO (R-4) sampai dengan berakhirnya RUPO yang dibuktikan dengan
adanya pemberitahuan dari Wali Amanat atau setelah memperoleh persetujuan dari Wali Amanat ;
f. Pihak-pihak yang hendak melakukan pemesanan Obligasi wajib membuka Rekening Efek di Perusahaan
Efek atau Bank Kustodian yang telah menjadi pemegang Rekening Efek di KSEI.
PEMESAN YANG BERHAK
Perorangan Warga Negara Indonesia dan perorangan Warga Negara Asing dimanapun mereka bertempat
tinggal, serta badan usaha atau lembaga Indonesia ataupun asing dimanapun mereka berkedudukan yang
berhak membeli Obligasi sebagaimana diatur dalam Peraturan No. IX.A.7.
PEMESANAN PEMBELIAN OBLIGASI
Pemesanan pembelian Obligasi dilakukan dengan menggunakan Formulir Pemesanan Pembelian Obligasi
(“FPPO”) yang dicetak untuk keperluan ini yang dapat diperoleh di kantor Penjamin Emisi Obligasi
sebagaimana tercantum pada Bab XII dalam Informasi Tambahan, baik dalam bentuk fisik ( hardcopy) maupun
bentuk elektronik (softcopy) melalui e-mail. Pemesanan yang telah diajukan tidak dapat dibatalkan oleh
pemesan. Setelah FPPO diisi dengan lengkap dan dit andatangani oleh pemesan, scan FPPO tersebut wajib
disampaikan kembali baik dalam bentuk fisik (hardcopy) maupun bentuk elektronik (softcopy) melalui e-mail,
kepada Penjamin Emisi Obligasi di mana pemesan memperoleh Informasi Tambahan dan FPPO tersebut.
Setiap pihak hanya berhak mengajukan 1 (satu) FPPO dan wajib diajukan oleh pemesan yang bersangkutan
dengan melampirkan fotokopi jati diri (KTP/paspor bagi perorangan dan anggaran dasar bagi badan hukum)
serta tanda bukti sebagai nasabah anggota bursa dan melakukan pembayaran sebesar jumlah pesanan. Bagi
pemesan asing, di samping melampirkan fotokopi paspor, pada FPPO wajib mencantumkan nama dan alamat
di luar negeri dan/atau domisili hukum yang sah dari pemesan secara lengkap dan jelas serta melakukan
pembayaran sebesar jumlah pesanan.
Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi berhak untuk menolak pemesanan pembelian Obligasi apabila pemesanan
pembelian Obligasi dilakukan menyimpang dari ketentuan -ketentuan dalam FPPO.
JUMLAH MINIMUM PEMESANAN OBLIGASI
Pemesanan pembelian Obligasi dilakukan dalam jumlah sekurang -kurangnya satu satuan perdagangan yaitu
sebesar Rp1.000.000 (satu juta Rupiah) dan/atau kelipatannya.
MASA PENAWARAN UMUM OBLIGASI
Masa Penawaran Umum Obligasi dilakukan selama 3 (tiga) Hari Kerja, sebag ai berikut:
Masa Penawaran Umum Waktu Pemesanan
Hari ke-1: 25 November 2024 09.00 – 16.00 WIB
Hari ke-2: 26 November 2024 09.00 – 16.00 WIB
Hari ke-3: 27 November 2024 09.00 – 16.00 WIB
32
Page 34
TEMPAT PENGAJUAN PEMESANAN PEMBELIAN OBLIGASI
Selama Masa Penawaran Umum Obligasi, pemesan harus melakukan pemesanan pembelian Obligasi dengan
mengajukan FPPO selama jam kerja mulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB kepada para Penjamin
Emisi Obligasi, sebagaimana dimuat pada Bab XII dalam Informasi Tambahan , pada tempat di mana pemesan
memperoleh Informasi Tambahan dan FPPO.
BUKTI TANDA TERIMA PEMESANAN PEMBELIAN OBLIGASI
Para Penjamin Emisi Obligasi yang menerima pengajuan pemesanan pembelian Obligasi akan menyerahkan
kembali kepada pemesan 1 (satu) tembusan FPPO yang telah ditandatanganinya dalam bentuk fisik ( hardcopy)
maupun bentuk elektronik (softcopy) melalui e-mail, sebagai bukti tanda terima pemesanan pembelian Obligasi.
Bukti tanda terima pemesanan pembelian Obligasi bukan merupakan jaminan di penuhinya pemesanan.
PENJATAHAN OBLIGASI
Penjatahan akan dilakukan sesuai dengan Peraturan No. IX.A.7. Apabila jumlah keseluruhan Obligasi yang
dipesan melebihi jumlah Obligasi yang ditawarkan, maka penjatahan akan ditentukan oleh kebijaksanaan
masing-masing Penjamin Emisi Obligasi sesuai dengan bagian penjaminannya masing-masing. Tanggal
Penjatahan adalah tanggal 29 November 2024.
Setiap pihak dilarang baik langsung maupun tidak langsung untuk mengajukan lebih dari satu pemesanan
Obligasi untuk Penawaran Umum Obligasi ini. Dalam hal terjadi kelebihan pemesanan Obligasi dan terbukti
bahwa pihak tertentu mengajukan pemesanan Obligasi melalui lebih dari satu formulir pemesanan untuk
Penawaran Umum Obligasi ini, baik secara langsung maupun tidak langsung, mak a untuk tujuan penjatahan
Manajer Penjatahan hanya dapat mengikutsertakan satu formulir pemesanan Obligasi yang pertama kali
diajukan oleh pemesan yang bersangkutan.
Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi akan menyampaikan Laporan Hasil Penawaran Umum Obligasi kepada
OJK paling lambat 5 (lima) Hari Kerja setelah Tanggal Penjatahan sesuai dengan Peraturan No. IX.A.2.
Manajer Penjatahan akan menyampaikan Laporan Hasil Pemeriksaan Akuntan kepada OJK mengenai
kewajaran dari pelaksanaan penjatahan dengan berpedoman pada Peraturan No. VIII.G.12, Lampiran
Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-17/PM/2004 tanggal 13 April 2004 tentang Pedoman Pemeriksaan oleh
Akuntan atas Pemesanan dan Penjatahan Efek atau Pembagian Saham Bonus dan Peraturan No. IX.A.7 paling
lambat 30 hari setelah berakhirnya Masa Penawaran Umum Obligasi.
PEMBAYARAN PEMESANAN PEMBELIAN OBLIGASI
Pemesan dapat melaksanakan pembayaran, yang dapat dilakukan secara tunai atau transfer, dengan ditujukan
kepada Penjamin Emisi Obligasi tempat mengajukan pemesanan. Dana tersebut harus sudah efektif pada
rekening Penjamin Emisi Obligasi selambat-lambatnya pada tanggal 2 Desember 2024 (in good funds)
ditujukan pada rekening di bawah ini :
PT Indo Premier Sekuritas Bank Permata
Cabang Sudirman Jakarta
No. Rekening : 0701254635
A/n : PT Indo Premier Sekuritas
PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk Bank Rakyat Indonesia
Cabang Bursa Efek Indonesia
No. Rekening : 0671.01.000645.30.4
A/n : PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk
33
Page 35
PT CIMB Niaga Sekuritas Bank CIMB Niaga
Cabang Graha CIMB Niaga
No. Rekening : 800163442600
A/n : PT CIMB Niaga Sekuritas
PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia Bank DBS Indonesia
Cabang Jakarta Mega Kuningan
No. Rekening : 3320034016
A/n : PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia
PT Aldiracita Sekuritas Indonesia Bank Sinarmas
Cabang KFO Thamrin
No. Rekening : 005-5054-347
A/n : PT Aldiracita Sekuritas Indonesia
PT BRI Danareksa Sekuritas Bank Rakyat Indonesia
Cabang Bursa Efek Jakarta
No. Rekening : 0671.01.000680.30.4
A/n : PT BRI Danareksa Sekuritas
PT OCBC Sekuritas Indonesia Bank OCBC NISP Tbk
Cabang Wisma Presisi Jakarta
No. Rekening : 576810018191
A/n : PT OCBC Sekuritas Indonesia
Semua biaya atau provisi bank ataupun biaya transfer merupakan beban pemesan. Pemesanan akan dibatalkan
jika persyaratan pembayaran tidak dipenuhi.
Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi selanjutnya wajib melakukan pembayaran kepada Perseroan selambat -
lambatnya pada tanggal 3 Desember 2024.
D ISTRIBUSI O BLIGASI S ECARA E LEKTRONIK
Distribusi Obligasi secara elektronik akan dilakukan pada tanggal 3 Desember 2024, Perseroan wajib
menerbitkan Sertifikat Jumbo Obligasi untuk diserahkan kepada KSEI dan memberi instruksi kepada KSEI
untuk mengkreditkan Obligasi pada Rekening Efek Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi di KSEI. Dengan telah
dilaksanakannya instruksi tersebut, maka pendistribusian Obligasi semata -mata menjadi tanggung jawab
Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan KSEI. Selanjutnya Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi memberi
instruksi kepada KSEI untuk memindahbukukan Obligasi dari Rekening Obligasi Penjamin Pelaksana Emisi
Obligasi ke dalam Rekening Efek Penjamin Emisi Obligasi sesuai dengan pembayaran yang telah dilakukan
Penjamin Emisi Obligasi menurut bagian penjaminan nya masing-masing. Dengan telah dilaksanakannya
pendistribusian Obligasi kepada Penjamin Emisi Obligasi, maka tanggung jawab pendistribusian Obligasi
semata-mata menjadi tanggung jawab Penjamin Emisi Obligasi yang bersangkutan.
P ENGEMBALIAN U ANG P EMESANAN O BLIGASI
Dengan memperhatikan ketentuan mengenai penjatahan, dalam hal pemesanan Obligasi ditolak sebagian atau
seluruhnya akibat dari pelaksanaan penjatahan dan uang pembayaran pemesanan Obligasi telah diterima oleh
masing-masing Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi atau Penjamin Emisi Obligasi dan belum dibayarkan
34
Page 36
kepada Perseroan, maka masing-masing Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi atau Penjamin Emisi Obligasi
bertanggung jawab untuk mengembalikan uang pemesanan kepada para pemesan Obligasi paling lambat 2
(dua) Hari Kerja sesudah Tanggal Penjatahan. Dalam hal pencatatan Obligasi di Bursa Efek tidak dapat
dilakukan dalam jangka waktu 1 (satu) Hari Kerja setelah Tanggal Distribusi karena persyaratan pencatatan
tidak terpenuhi, penawaran atas Obligasi batal demi hukum dan pembayaran pesanan Obligasi wajib
dikembalikan kepada para pemesan Obligasi oleh Perseroan melalui KSEI paling lambat 2 (dua) Hari Kerja
setelah tanggal keputusan pembatalan Penawaran Umum Obligasi.
Setiap pihak yang lalai dalam melakukan pengembalian uang pemesanan kepada pemesan Obligasi, sehingga
terjadi keterlambatan dalam pengembalian uang pemesanan tersebut, wajib membayar kepada para pemesan
Obligasi untuk tiap hari keterlambatan denda sebesar 1% (satu persen) per tahun di atas tingkat Bunga Obl igasi
masing-masing seri Obligasi dari jumlah dana yang terlambat dibayar, dengan ketentuan 1 (satu) tahun adalah
360 Hari Kalender dan 1 (satu) bulan adalah 30 Hari Kalender. Denda dikenakan sejak hari ke -3 (ketiga) setelah
Tanggal Penjatahan atau tanggal keputusan pembatalan Penawaran Umum Obligasi.
Pengembalian uang kepada pemesan dapat dilakukan dalam bentuk pemindahbukuan ke rekening atas nama
pemesan atau melalui instrumen pembayaran lainnya dalam bentuk cek atau bilyet giro yang dapat diambil
langsung oleh pemesan yang bersangkutan pada kantor Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi atau Penjamin
Emisi Obligasi di mana pemesan memperoleh Informasi Tambahan dan FPPO. Dalam hal pengembalian atas
pembayaran pemesanan telah dipenuhi kepada para pemesan dengan cara transfer melalui rekening para
pemesan dalam waktu 2 (dua) Hari Kerja setelah Tanggal Penjatahan atau tanggal keputusan pembatalan
Penawaran Umum, maka Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi atau Penjamin Emisi Obligasi tidak diwajibkan
membayar bunga dan/atau denda kepada para pemesan Obligasi.
35
Page 37
PENYEBARLUASAN INFORMASI TAMBAHAN DAN FORMULIR PEMESANAN PEMBELIAN OBLIGASI
Informasi Tambahan dan FPPO dapat diperoleh selama Masa Penawaran Umum, yang berlangsung pada
tanggal 25 November 2024 sampai dengan 27 November 2024 , dengan cara mengirimkan e-mail kepada para
Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan Penjamin Emisi Obligasi di bawah ini :
PENJAMIN PELAKSANA EMISI OBLIGASI DAN PENJAMIN EMISI EFEK
PT Indo Premier Sekuritas PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk
Pacific Century Place, lantai 16 SCBD Lot 10 Gedung Artha Graha, lantai 18 & 19
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Jakarta 12190 Jakarta 12190
Telp : (62 21) 5088 7168 Telp : (62 21) 2924 9088
Faks : (62 21) 5088 7167 Faks : (62 21) 2924 9150
E-mail : fixed.income@ipc.co.id E-mail : fit@trimegah.com
www.indopremier.com www.trimegah.com
PT CIMB Niaga Sekuritas PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia
Graha CIMB Niaga, lantai 25 DBS Bank Tower, Ciputra World 1, lantai 32
Jl. Jend. Sudirman Kav. 58 Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 3-5
Jakarta 12190 Jakarta 12940
Telp : (62 21) 5084 7848 Telp: (62 21) 3003 4945
Faks : (62 21) 5084 7849 Faks: (62 21) 3003 4944
E-mail : jk.dcmproject@cimbniaga-ibk.co.id E-mail: corporate.finance@dbs.com
www.cimb.com www.dbsvickers.com.id
PT Aldiracita Sekuritas Indonesia PT BRI Danareksa Sekuritas
Menara Tekno, lantai 9 Gedung BRI II, lantai 23
Jl. Fachrudin No. 19 Jl. Jend. Sudirman Kav. 44-46
Jakarta 10250 Jakarta 10210
Telepon: (62 21) 3970 5858 Telp: (62 21) 591 4100
Faksimile: (62 21) 3970 5850 Faks: (62 21) 2520 990
E-mail : investmentbanking@aldiracita.com dan E-mail : debtcapitalmarket@brids.co.id
fixedincome@aldiracita.com www.bridanareksasekuritas.co.id
www.aldiracita.com
PT OCBC Sekuritas Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia, Tower 2, lantai 29
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Jakarta 12190
Telp : (62 21) 2970 9300
Faks : (62 21) 2970 9378
E-mail : gib_indonesia@ocbcsekuritas.com
www.ocbcsekuritas.com
SETIAP CALON INVESTOR DIHARAPKAN MEMBACA KETERANGAN LEBIH LANJUT MENGENAI
PENAWARAN UMUM INI MELALUI INFORMASI YANG TERSAJI DALAM INFORMASI TAMBAHAN
36
Names mentioned 102 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT KUSTODIAN SENTRAL EFEK INDONESIA
p.1
unresolved
org
PT FITCH RATINGS INDONESIA
p.1
unresolved
org
PT Tr
p.1
unresolved
org
PT C IMB Niaga
p.1
unresolved
org
PT D BS Vickers
p.1
unresolved
org
PT B RI Danareksa
p.1
unresolved
org
PT O CBC Sekur
p.1
unresolved
org
PT Indo Premier Sekuritas Indones
p.1
unresolved
org
Bapepam
p.6 ×4
unresolved
org
Bank of China (Hong Kong
p.7
unresolved
org
Bank QNB
p.7
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan
p.8 ×6
unresolved
person
E. Wisnu Susilo Broto
p.8 ×4
unresolved
person
CPA
p.8 ×6
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang
p.8 ×4
unresolved
org
PT UOB Debt
p.13
unresolved
org
Bank Hana Debt Service Coverage Ratio
p.13
unresolved
org
Bank QNB Debt Service Coverage Ratio
p.13
unresolved
org
PT Hutchison
p.18
unresolved
org
PT Ind
p.18
unresolved
org
PT Telinco Networks Indonesia
p.21
unresolved
org
PT Ciptajaya Sejahtera Abadi
p.21
unresolved
org
PT Teknologi Digital Terpadu. Ke
p.21
unresolved
org
PT Bank CTBC Indonesia
p.25
unresolved
org
PT Bank BNP Paribas Indonesia
p.25
unresolved
org
PT Datindo Entrycom
p.26
unresolved
org
Disetor Penuh Bersama Digital Infrastructure Asia Pte. Ltd.
p.26
unresolved
person
Dr. Leonardus Wahyu Wasono Mihardjo
p.27 ×2
unresolved
org
PT Telenet
p.28
unresolved
org
PT United
p.28
unresolved
org
PT Batavia
p.28
unresolved
org
PT Towerindo
p.28
unresolved
org
PT Prima
p.28
unresolved
—
Selaras
p.28
unresolved
org
PT Mitrayasa
p.28
unresolved
org
PT Metric
p.28
unresolved
org
PT Solu
p.28
unresolved
—
Pratama
p.28
unresolved
—
(“Balikom”)
p.29
unresolved
org
(“Triaka”)
p.29
unresolved
org
Pte. Ltd.
p.29
unresolved
org
PT Gihon
p.29
unresolved
org
Indonesia Tbk
p.29
unresolved
—
kasi
p.29
unresolved
org
PT Permata
p.29
unresolved
org
PT Unicom
p.29
unresolved
org
(”Telinco”)
p.30
unresolved
org
PT Ciptajaya
p.30
unresolved
—
Abadi (”CSA”)
p.30
unresolved
person
Kantor Notaris Jose Dima Satria, S.H., M.Kn.
· Notaris
p.31 ×3
unresolved
—
Indrawan Darsyah Santoso
· Konsultan Hukum
p.31
unresolved
org
PT Fitch Ratings Indonesia Para Lembaga
p.31
unresolved
org
PT BRI Danareksa Sekuritas. Susunan
p.32
unresolved
org
PT Indo Premier Sekuritas
p.32 ×4
unresolved
org
PT CIMB Niaga Sekuritas
p.32 ×4
unresolved
org
PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia
p.32 ×3
unresolved
org
PT Aldiracita Sekuritas Indonesia
p.32 ×4
unresolved
org
PT BRI Danareksa Sekuritas
p.32 ×3
unresolved
org
Bank Permata Cabang Sudirman Jakarta No. Rekening
p.34
unresolved
org
Bank Rakyat Indonesia Cabang Bursa Efek Indonesia
p.34
unresolved
org
Bank CIMB Niaga Cabang Graha CIMB Niaga
p.35
unresolved
org
Bank DBS Indonesia Cabang Jakarta Mega Kuningan
p.35
unresolved
org
Bank Sinarmas Cabang KFO Thamrin No. Rekening
p.35
unresolved
org
Bank Rakyat Indonesia Cabang Bursa Efek
p.35
unresolved
org
PT OCBC Sekuritas Indonesia Semua
p.35
unresolved
org
PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia Graha CIMB Niaga
p.37
unresolved
org
PT BRI Danareksa Sekuritas Menara Tekno
p.37
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.