Back to announcement
20260610_GPSO_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32100052_lamp1.pdf
Other Text extracted GPSOSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 38
Page 1
PT. GEOPRIMA SOLUSI Tbk.
Rukan Artha Gading Niaga Blok D No. 15A, Kelapa Gading - Jakarta Utara 14240
Phone: (021) 4585 0642, Email: corsec@geoprima.co.id, karnadi@geoprima.co.id
Jakarta, 10 Juni 2026
No. 0147/CORP/GPSO-JKT/VI/26
PT BURSA EFEK INDONESIA
Indonesia Stock Exchange Building, Tower I Lantai 6
Jalan Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta 12190
Indonesia
UP : I Gede Nyoman Yetna
Direktur
Yogi Brilliana Gahara
P.H. Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 3
Perihal : Penjelasan atas Permintaan Penjelasan BEI No. S-06591/BEI.PP3/06-2026
Sehubungan surat dari PT Bursa Efek Indonesia No. S-06591/BEI.PP3/06-2026 tertanggal 5 Juni 2026, perihal:
Permintaan Penjelasan, bersama ini kami sampaikan Penjelasan dari Perseroan sebagai berikut:
1. Sehubungan dengan KI 24 April 2026 dan tanggapan 13 Mei 2026, agar dijelaskan:
a. Jelaskan apakah sewa kepada JIC dengan biaya sebesar Rp9,3 miliar per tahun akan berlangsung
selama lebih dari 120 bulan (10 tahun), mengingat Perseroan harus melunasi bunga dan pokok utang
dari PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk (Bank CCB) sebesar Rp50 miliar dengan bunga
9% per tahun dan jangka waktu 120 bulan (10 tahun).
Penjelasan
Bersama ini dapat di klarifikasi bahwa, berdasarkan perjanjian awal antara JIC dengan Perseroan
sewa akan dilaksanakan selama 10 (sepuluh) tahun dengan ketentuan terkait dengan Sewa Menyewa
sebagai berikut:
Pemberi Sewa : Perseroan
Penyewa : JIC
Objek Sew Menyewa : a. Tanah Bangunan terletak di Desa Sukaresmi, Kecamatan
Lemahabang, Kabupaten Bekasi – Provinsi Jawa Barat,
terdaftar sebagai Hak Guna Bangunan No. 221, dikeluarkan
pada tanggal 08 Juli 1996, berakhir pada tanggal 07 Mei
2043 terdaftar atas nama PT JAYA INDAH CASTING,
Gambar Situasi No. 19306/1995, tanggal 22 Agustus 1995,
dengan tanah seluas 15.400 m² (lima belas ribu empat ratus
meter persegi);
b. Mesin fasilitas produksi untuk besi tuang cetak (ferro
casting).
Total Biaya Sewa : Rp9.300.000.000,- (sembilan miliar tiga ratus juta Rupiah) per
tahun
Jangka Waktu Sewa : 10 (sepuluh) tahun
Ketentuan Umum Sewa : Uang sewa pabrik, mesin dan fasilitas pabrik untuk tahun-1
sampai dengan tahun ke-3 adalah sebesar
Page 1 of 38
Page 2
PT. GEOPRIMA SOLUSI Tbk.
Rukan Artha Gading Niaga Blok D No. 15A, Kelapa Gading - Jakarta Utara 14240
Phone: (021) 4585 0642, Email: corsec@geoprima.co.id, karnadi@geoprima.co.id
Rp9.300.000.000,- (sembilan miliar tiga ratus juta Rupiah)
pertahun. Tagihan sewa akan ditagihkan oleh Perseroan
kepada JIC setiap bulannya;
Uang Sewa akan direview setiap 3 tahun sekali dengan
minimal kenaikan Uang Sewa 10% (sepuluh persen) dari
Uang Sewa sebelumnya untuk jangka waktu 3 tahun
selanjutnya demikian seterusnya.
Persyaratan Pendahuluan Tidak terdapat perjanjian dan syarat serta kondisi yang
harus dipenuhi oleh Perseroan kepada JIC maupun pihak
ketiga dalam rangka pembelian aset JIC selain pembayaran
JIC kepada PT Bank Ganesha Tbk (“Bank Ganesha”)
sesuai dengan surat dari Bank Ganesha No.
012/COR/IV/2026 tertanggal 13 April 2026 perihal Surat
Keterangan Informasi Terkait Pelunasan Fasilitas Kredit an.
PT Jaya Indah Casting.
Selain itu juga, Transaksi pembelian Aset Tetap JIC oleh
Perseroan harus terlebih dahulu memperoleh persetujuan
dari Pemegang Saham Perseroan sesuai yang telah
diungkapkan oleh Perseroan.
b. Berdasarkan LK 31 Maret 2026, piutang lain-lain Perseroan sebesar Rp6,9 miliar. Sehubungan dengan
hal tersebut, apakah Perseroan akan berupaya untuk mendapatkan pelunasan piutang lain-lain
mengingat keperluan kas Perseroan untuk membeli aset JIC?
Penjelasan
Perseroan senantiasa melakukan upaya penagihan dan pemantauan atas seluruh piutang lain-lain
yang dimiliki, termasuk piutang kepada pihak berelasi maupun pihak ketiga, sesuai dengan ketentuan
dan jangka waktu yang telah disepakati. Perseroan menyadari pentingnya pengelolaan modal kerja
dan likuiditas dalam mendukung kegiatan operasional maupun rencana aksi korporasi yang sedang
dijalankan, termasuk rencana pembelian aset JIC. Oleh karena itu, Perseroan akan terus
mengupayakan penyelesaian dan pelunasan piutang lain-lain yang masih outstanding guna
memperkuat posisi kas dan mendukung kebutuhan pendanaan Perseroan. Meskipun demikian,
sumber pendanaan untuk transaksi pembelian aset JIC tidak semata-mata bergantung pada
pelunasan piutang lain-lain. Perseroan juga terus mengevaluasi berbagai alternatif sumber
pendanaan yang tersedia agar pelaksanaan rencana bisnis dan aksi korporasi dapat berjalan sesuai
dengan rencana.
c. Berdasarkan tanggapan 13 Mei 2026 poin 3r, estimasi rata-rata sisa umur ekonomis mesin dan
peralatan produksi termasuk jenis JIG dan moulding yang dibeli dari JIC, sekitar 4 s.d. 8 tahun.
Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan apakah operasional aset dari JIC hanya berlangsung
maksimal hingga 8 tahun sejak pembelian?
Penjelasan
Estimasi umur ekonomis digunakan untuk tujuan akuntansi dalam menghitung beban penyusutan dan
merefleksikan estimasi periode manfaat ekonomis aset berdasarkan kondisi yang diketahui pada saat
penilaian dilakukan. Dalam praktiknya, umur operasional aktual suatu aset dapat lebih panjang
daripada umur ekonomis akuntansinya sepanjang aset tersebut masih dalam kondisi baik, dapat
digunakan secara layak, serta tetap memenuhi kebutuhan operasional dan standar kualitas yang
ditetapkan. Perseroan berencana melakukan pemeliharaan, perawatan, serta evaluasi berkala atas
kondisi aset yang akan diperoleh dari JIC guna memastikan aset tersebut dapat dimanfaatkan secara
optimal sesuai kebutuhan operasional Perseroan. Oleh karena itu, estimasi sisa umur ekonomis
Page 2 of 38
Page 3
PT. GEOPRIMA SOLUSI Tbk.
Rukan Artha Gading Niaga Blok D No. 15A, Kelapa Gading - Jakarta Utara 14240
Phone: (021) 4585 0642, Email: corsec@geoprima.co.id, karnadi@geoprima.co.id
akuntansi selama 4 sampai dengan 8 tahun tidak dapat diartikan bahwa operasional aset akan
berakhir secara otomatis setelah periode tersebut berakhir.
d. Berdasarkan tanggapan 13 Mei 2026 poin 4a, untuk ke depannya Perseroan tidak akan menjalankan
kegiatan usaha terkait alat ukur, alat uji, navigasi, dan fotografi karena telah memiliki arah bisnis baru.
Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan apakah Perseroan akan menjual aset yang dibeli
menggunakan dana hasil penawaran umum karena sudah tidak diutilisasi Perseroan
Penjelasan
Bersama Permintaan Penjelasan ini, kami sampaikan Perseroan akan membawa arah bisnis baru
serta melakukan penyelarasan strategi bisnis tersebut dengan merubah kegiatan usaha Perseroan
menjadi KBLI 46591 tentang PERDAGANGAN BESAR MESIN KANTOR DAN INDUSTRI, SUKU
CADANG DAN PERLENGKAPANNYA dan KBLI 68129 tentang AKTIVITAS REAL ESTAT (BANGUNAN
DAN LAHAN) NONHUNIAN LAINNYA MILIK SENDIRI ATAU SEWA sebagai tambahan kegiatan usaha
yang baru dalam mendukung kebijakan usaha. Oleh karena itu, Perseroan bermaksud untuk
melaksanakan penjualan aset dibeli yakni Lidar dan Ruko akan dijual untuk pengembangan usaha
dimasa mendatang khususnya akan digunakan untuk modal kerja pembelian barang dagang, biaya
pemeliharaan fasilitas Pabrik yang dibeli dari JIC, biaya pemasaran dan penjualan serta keperluan
untuk relokasi tempat usaha yang baru dari Perseroan.
e. Berkaitan dengan pertanyaan poin e, dalam hal aset yang dibeli dengan dana hasil penawaran umum
akan dijual karena sudah tidak diutilisasi, agar Perseroan menyebutkan nilai buku dan perkiraan harga
jual aset tersebut dengan melengkapi tabel di bawah ini:
Penjelasan
Realisasi Dana Nilai Buku per 31 Perkiraan Harga
Uraian
IPO Maret 2026 Jual
Ruko Rp7.500.000.000 Rp5.985.210.975 Rp6.105.250.730
Lidar Rp9.000.000.000 Rp5.229.084.493 Rp6.000.000.000
UAV Rp5.000.000.000 Berputar di Modal Berputar di Modal
Kerja Kerja
Total Rp21.500.000.000
Page 3 of 38
Page 4
PT. GEOPRIMA SOLUSI Tbk.
Rukan Artha Gading Niaga Blok D No. 15A, Kelapa Gading - Jakarta Utara 14240
Phone: (021) 4585 0642, Email: corsec@geoprima.co.id, karnadi@geoprima.co.id
2. Terkait dengan sistem akuntansi yang digunakan Perseroan dalam penyusunan laporan keuangan
konsolidasi, agar disampaikan:
a. Sistem akuntansi yang telah digunakan oleh Perseroan (misalnya: SAP, Accurate, Excel, dan
sejenisnya).
Penjelasan
Saat ini Perseroan menggunakan Sistem Informasi Akuntansi Accurate. Kedepannya, Perseroan akan
mengembangkan Sistem Informasi Manajemen Akuntansi (SIMA) yang lebih terintegrasi dalam
pencatatan transaksi keuangan dan penyusunan laporan keuangan. Dalam pelaksanaannya,
Perseroan tetap akan melakukan rekonsiliasi, analisis data, dan kebutuhan pelaporan manajemen.
Penggunaan SIMA dan spreadsheet dilakukan secara terintegrasi dalam proses penyusunan laporan
keuangan guna mendukung akurasi, kelengkapan, dan ketepatan waktu penyajian informasi keuangan
Perseroan.
b. Pengujian kelayakan sistem akuntansi yang telah dilakukan oleh auditor.
Penjelasan
Auditor independen tidak melakukan pengujian khusus atas kelayakan sistem informasi akuntansi
Perseroan secara terpisah. Namun, dalam pelaksanaan audit laporan keuangan, auditor melakukan
pemahaman atas proses bisnis, siklus transaksi, pengendalian internal yang relevan, serta prosedur
audit yang diperlukan untuk memperoleh keyakinan memadai atas kewajaran laporan keuangan yang
disusun oleh Perseroan sesuai dengan Standar Akuntansi yang berlaku. Perseroan secara berkala
melakukan evaluasi terhadap efektivitas sistem yang digunakan dan memastikan bahwa sistem
tersebut dapat mendukung kebutuhan pencatatan dan pelaporan keuangan perusahaan.
c. Jelaskan frekuensi atau seberapa sering gagal akses sistem akuntansi terjadi.
Penjelasan
Sampai dengan saat ini, Perseroan tidak mengalami gangguan akses sistem yang bersifat material dan
berkepanjangan yang menghambat proses pencatatan transaksi maupun penyusunan laporan
keuangan.
d. Sehubungan dengan pertanyaan poin c, bagaimana rencana Perseroan terkait pengembangan sistem
akuntansi ke depannya jika terdapat gagal akses?
Penjelasan
Perseroan didukung oleh tenaga teknis teknologi informasi yang membantu pemeliharaan,
pemantauan, serta penanganan kendala teknis yang mungkin terjadi pada sistem.
3. Sehubungan dengan Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) 5 tentang kas dan bank, agar dijelaskan:
a. Outstanding nilai kas Perseroan pada tanggal tanggapan atas surat permintaan penjelasan.
Penjelasan
Per tanggal 10 Juni 2026, saldo kas dan bank Perseroan adalah sebesar Rp 371.476.792, yang terdiri
dari saldo kas operasional dan rekening bank yang digunakan untuk kegiatan operasional Perseroan.
Page 4 of 38
Page 5
PT. GEOPRIMA SOLUSI Tbk.
Rukan Artha Gading Niaga Blok D No. 15A, Kelapa Gading - Jakarta Utara 14240
Phone: (021) 4585 0642, Email: corsec@geoprima.co.id, karnadi@geoprima.co.id
Saldo tersebut merupakan posisi aktual kas yang tersedia pada tanggal tersebut dan digunakan untuk
mendukung kebutuhan operasional jangka pendek Perseroan.
b. Nilai kas dan bank mengalami penurunan per 31 Maret 2026 sebesar Rp705,7 juta atau 84,65%
dibandingkan per 31 Desember 2025.
Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan apakah sisa kas Perseroan dari penurunan yang
signifikan tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan kas baik dalam rangka aksi korporasi maupun
kegiatan operasional Perseroan ke depannya.
Penjelasan
Penurunan saldo kas dan bank per 31 Maret 2026 sebesar Rp705,7 juta atau 84,65% dibandingkan
posisi 31 Desember 2025 terutama disebabkan oleh penggunaan kas untuk mendukung kegiatan
operasional Perseroan, termasuk pembayaran kewajiban usaha, biaya operasional, serta kebutuhan
modal kerja dalam rangka pelaksanaan aktivitas bisnis selama periode berjalan. Meskipun terdapat
penurunan saldo kas pada akhir periode, Perseroan tetap melakukan pengelolaan arus kas secara
aktif melalui penerimaan dari aktivitas usaha, penagihan piutang, serta dukungan fasilitas pendanaan
yang tersedia dari hubungan usaha dengan pihak terkait. Dengan mempertimbangkan proyeksi arus
kas masuk dari aktivitas operasional, serta dukungan struktur bisnis Perseroan (termasuk mekanisme
procurement dan project-based cash flow), manajemen berkeyakinan bahwa kas yang tersedia saat
ini masih dapat mendukung kebutuhan operasional Perseroan ke depan.
c. Strategi manajemen kas Perseroan.
Penjelasan
Perseroan menerapkan strategi manajemen kas yang berfokus pada optimalisasi arus kas operasional
melalui pengelolaan modal kerja secara ketat, khususnya pada pengendalian piutang usaha,
pengaturan termin pembayaran kepada pemasok, serta penyesuaian jadwal pengeluaran kas sesuai
dengan arus kas masuk. Ke depan, Perseroan akan terus memperkuat disiplin cash flow management
melalui peningkatan collection, efisiensi biaya operasional, serta optimalisasi struktur pembiayaan
kerja sama usaha.
4. Sehubungan dengan CALK 6 tentang piutang usaha, agar dijelaskan:
a. Terdapat indikasi penurunan kualitas penerimaan kas dari pelanggan, dimana pada tahun 2024, 2025,
dan per 31 Maret 2026 Perseroan menetapkan cadangan kerugian penurunan nilai piutang (CKPN)
usaha yang signifikan masing-masing sebesar Rp5,8 miliar, Rp3,7 miliar, dan Rp3,7 miliar atau
54,64%, 64,80%, dan 67,23% dari total piutang usaha.
Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan faktor utama yang menyebabkan tingginya
cadangan kerugian penurunan nilai piutang usaha.
Penjelasan
• Penurunan kemampuan pembayaran sebagian pelanggan, seiring dengan kondisi usaha
pelanggan yang mengalami tekanan likuiditas pada periode berjalan.
• Perubahan pola pembayaran dan keterlambatan realisasi piutang, yang menyebabkan
peningkatan risiko kredit.
Page 5 of 38
Page 6
PT. GEOPRIMA SOLUSI Tbk.
Rukan Artha Gading Niaga Blok D No. 15A, Kelapa Gading - Jakarta Utara 14240
Phone: (021) 4585 0642, Email: corsec@geoprima.co.id, karnadi@geoprima.co.id
• Tingginya porsi piutang lama (aging lama) yang belum sepenuhnya terealisasi menjadi kas,
sehingga secara model ECL dikategorikan memiliki risiko kredit lebih tinggi.
• Penerapan PSAK 109 secara konservatif, dimana Perseroan melakukan pengakuan CKPN
secara prudent berdasarkan estimasi probabilitas gagal bayar dan recovery rate atas piutang
yang outstanding.
Dengan demikian, peningkatan CKPN mencerminkan penerapan prinsip kehati-hatian dalam
penilaian kualitas aset, bukan semata-mata akibat penghapusan piutang secara aktual.
b. Apakah Direksi Perseroan meyakini saldo piutang usaha setelah dikurangi cadangan masih dapat
tertagih secara memadai?
Penjelasan
Perseroan secara aktif melakukan monitoring dan penagihan atas piutang yang outstanding,
termasuk melakukan restrukturisasi termin pembayaran apabila diperlukan untuk mendukung
realisasi penerimaan kas. Selain itu, CKPN yang dibentuk telah mempertimbangkan estimasi
konservatif atas potensi ketidaktertagihan, sehingga nilai tercatat piutang usaha mencerminkan
estimasi yang wajar atas nilai realisasi bersih (net realizable value).
c. Apakah terdapat perubahan kebijakan akuntansi, metode estimasi, atau asumsi dalam perhitungan
CKPN sehingga menyebabkan persentase cadangan terhadap piutang usaha meningkat?
Penjelasan
Tidak terdapat perubahan kebijakan akuntansi, metode estimasi, maupun asumsi utama dalam
perhitungan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) piutang usaha selama tahun 2024, 2025,
dan periode 31 Maret 2026. Perseroan secara konsisten menerapkan PSAK 109 (Expected Credit
Loss) dalam pengukuran CKPN dengan pendekatan yang mempertimbangkan:
• Analisis aging piutang
• Historical collection rate
• Serta forward-looking information terkait kondisi pelanggan
Peningkatan persentase CKPN terhadap piutang usaha lebih disebabkan oleh perubahan profil
risiko piutang (peningkatan aging dan penurunan kualitas sebagian pelanggan), bukan karena
perubahan metode atau kebijakan akuntansi.
d. Porsi piutang usaha yang lewat jatuh tempo lebih dari 120 hari terhadap total piutang mengalami
peningkatan yang signifikan, dimana pada tahun 2024, 2025, dan per 31 Maret 2026 masing-masing
sebesar 68,72%, 96,84%, dan 99,93%. Hampir seluruh piutang usaha per 31 Maret 2026 lewat jatuh
tempo lebih dari 120 hari.
Sehubungan dengan hal tersebut, agar Perseroan merincikan seluruh pelanggan yang memberikan
kontribusi atas piutang usaha yang lewat jatuh tempo lebih dari 120 hari, dengan melengkapi tabel di
bawah ini:
Page 6 of 38
Page 7
PT. GEOPRIMA SOLUSI Tbk.
Rukan Artha Gading Niaga Blok D No. 15A, Kelapa Gading - Jakarta Utara 14240
Phone: (021) 4585 0642, Email: corsec@geoprima.co.id, karnadi@geoprima.co.id
Penjelasan
Nama
Mar-2026 2025 2024 Status
Pelanggan
PT Exsa
476.648.282 531.455.230 531.455.230 restrukturisasi
Internasional
PT Duta
Omega 1.221.935.733 1.221.935.733 1.217.532.363 restrukturisasi
Indonesia
Khoirul Karim, 535.300.990 535.300.990 535.300.990 restrukturisasi
S.T
KJSKB Nyodi 210.050.000 210.050.000 245.050.000 restrukturisasi
Prayitno dan
Rekan
PT 220.000.000 220.000.000 220.000.000 restrukturisasi
Gunadharma
Cipta Persada
PT Sarana 187.500.000 187.500.000 187.500.000 restrukturisasi
Primadata
Uci Sanusi 178.270.000 178.270.000 180.770.000 restrukturisasi
PT Sejahtera 152.135.000 152.135.000 152.135.000 restrukturisasi
Lima Belas
PT Radian 150.000.000 150.000.000 150.000.000 restrukturisasi
Delta Wijaya
PT Sitau 136.400.000 136.400.000 136.400.000 restrukturisasi
Namonang
PT Tigenco 785.350.000 restrukturisasi
Graha Persada
PT Ristek 105.000.000 restrukturisasi
Manajemen
Konsultan
Adinda Bagus 104.616.000 restrukturisasi
Prasetyo
Lain-lain 1.971.235.332 1.946.036.014 2.688.269.672 restrukturisasi
Total 5.439.475.337 5.469.082.967 7.239.379.255
Page 7 of 38
Page 8
PT. GEOPRIMA SOLUSI Tbk.
Rukan Artha Gading Niaga Blok D No. 15A, Kelapa Gading - Jakarta Utara 14240
Phone: (021) 4585 0642, Email: corsec@geoprima.co.id, karnadi@geoprima.co.id
e. Nilai piutang yang telah dihapusbukukan (write-off) per 31 Maret 2026, 2025, dan 2024, dengan
melengkapi tabel di bawah ini:
Penjelasan
Mar-2026 2025 2024
Nilai Write Off
- - -
f. Risiko tambahan yang berpotensi menyebabkan peningkatan CKPN lebih lanjut pada periode ke depan
(jika ada).
Penjelasan
Risiko tambahan yang berpotensi meyebabkan peningkatan CKPN lebih lanjut pada periode ke
depan, apabila adanya :
1. Risiko keterlambatan pembayaran dari pelanggan, yang dapat dipengaruhi oleh kondisi
likuiditas pelanggan dan dinamika arus kas masing-masing pelanggan.
2. Konsentrasi piutang pada beberapa pelanggan tertentu, yang apabila mengalami
penurunan kemampuan bayar dapat berdampak material terhadap tingkat kolektibilitas
piutang usaha.
3. Perubahan kondisi operasional pelanggan, termasuk penundaan proyek atau penyesuaian
anggaran yang dapat mempengaruhi jadwal pembayaran piutang.
g. Langkah-langkah yang telah dan akan dilakukan Perseroan untuk meningkatkan tingkat penagihan
piutang dan mengurangi risiko kredit pelanggan.
Penjelasan
Penguatan proses evaluasi kredit pelanggan, termasuk penilaian kelayakan kredit sebelum
pemberian termin pembayaran. Ke depan, Perseroan akan terus meningkatkan disiplin manajemen
piutang untuk menjaga kualitas aset dan mendukung stabilitas arus kas perusahaan.
h. Sebutkan nilai piutang usaha per bulan untuk periode 31 Maret 2026 dengan melengkapi tabel di
bawah ini:
Penjelasan
Mar-2026 Feb-2026 Jan-2026 Total
Rp.(29.607.630) - Rp.5.469.082.967 Rp.5.439.475.337
i. Sejak tahun 2024 s.d. Maret 2026, terdapat outstanding piutang usaha yang sama untuk beberapa
pelanggan Perseroan, diantaranya.
Page 8 of 38
Page 9
PT. GEOPRIMA SOLUSI Tbk.
Rukan Artha Gading Niaga Blok D No. 15A, Kelapa Gading - Jakarta Utara 14240
Phone: (021) 4585 0642, Email: corsec@geoprima.co.id, karnadi@geoprima.co.id
i. Piutang usaha kepada Khoirul Karim, S.T sebesar Rp535,3 juta,
ii. Piutang usaha kepada PT Gunadharma Cipta Persada sebesar Rp220 juta,
iii. Piutang usaha kepada PT Sarana Primadata sebesar Rp187,5 juta,
iv. Piutang usaha kepada PT Sejahtera Lima Belas sebesar Rp152,1 juta, dan
v. Piutang usaha kepada PT Radian Delta Wijaya sebesar Rp136,4 juta,
Berdasarkan paragraf 66 Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 201 tentang penyajian
laporan keuangan, terdapat informasi bahwa entitas mengklasifikasikan aset sebagai aset lancar jika
entitas memperkirakan akan merealisasi aset dalam jangka waktu dua belas bulan setelah periode
pelaporan. Entitas mengklasifikasikan aset yang tidak termasuk dalam kriteria tersebut sebagai aset
tidak lancar.
Sehubungan dengan hal tersebut, agar Perseroan mengonfirmasikan indikasi kesalahan penyajian
pada piutang usaha di atas, yang seharusnya disajikan pada komponen aset tidak lancar.
Penjelasan
Perseroan telah melakukan evaluasi atas klasifikasi piutang usaha kepada pelanggan dimaksud per
tanggal pelaporan. Walaupun piutang usaha kepada beberapa pelanggan tersebut telah
outstanding lebih dari satu periode pelaporan, Perseroan masih mengklasifikasikannya sebagai
aset lancar karena piutang tersebut berasal dari transaksi usaha normal Perseroan dan manajemen
masih mengharapkan realisasi penyelesaiannya dalam siklus operasi normal maupun dalam
jangka waktu 12 bulan setelah tanggal pelaporan. Sampai dengan tanggal tanggapan ini, Perseroan
masih melakukan upaya penagihan secara aktif kepada pelanggan terkait dan tidak terdapat
perjanjian yang mengubah sifat piutang usaha tersebut menjadi piutang jangka panjang atau
pinjaman jangka panjang. Dalam melakukan penilaian atas nilai tercatat piutang usaha, Perseroan
juga telah membentuk cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) sesuai dengan PSAK 109
berdasarkan evaluasi risiko kredit masing-masing pelanggan. Oleh karena itu, manajemen
berpendapat bahwa penyajian piutang usaha tersebut sebagai aset lancar masih sesuai dengan
substansi transaksi dan ketentuan PSAK yang berlaku.
5. Sehubungan dengan CALK 7 tentang piutang lain-lain, agar dijelaskan:
a. Berdasarkan paragraf 5.5.1. PSAK 109 tentang instrumen keuangan terdapat informasi bahwa entitas
menerapkan persyaratan penurunan nilai untuk pengakuan dan pengukuran penyisihan kerugian
untuk aset keuangan.
Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan latar belakang Perseroan tidak menetapkan CKPN
atas piutang lain-lain mengingat nilainya yang material per 31 Maret 2026 sebesar Rp6,9 miliar atau
16,1% dibandingkan ekuitas per 31 Desember 2025 audited.
Penjelasan
Berdasarkan hasil evaluasi manajemen, tidak dibentuk Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN)
atas piutang lain-lain karena sebagian besar saldo piutang lain-lain merupakan piutang kepada
pihak berelasi yang sampai dengan tanggal pelaporan masih memiliki kemampuan untuk
memenuhi kewajibannya kepada Perseroan. Selain itu, manajemen melakukan penelaahan secara
berkala terhadap kondisi keuangan, kemampuan pembayaran, serta hubungan usaha dengan
pihak terkait dan tidak menemukan indikasi objektif adanya penurunan nilai yang signifikan yang
Page 9 of 38
Page 10
PT. GEOPRIMA SOLUSI Tbk.
Rukan Artha Gading Niaga Blok D No. 15A, Kelapa Gading - Jakarta Utara 14240
Phone: (021) 4585 0642, Email: corsec@geoprima.co.id, karnadi@geoprima.co.id
memerlukan pembentukan CKPN pada tanggal pelaporan. Dalam melakukan penilaian tersebut,
Perseroan juga mempertimbangkan historis penyelesaian saldo, ekspektasi pemulihan
(recoverability), serta informasi yang tersedia pada tanggal pelaporan sesuai dengan prinsip
Expected Credit Loss sebagaimana diatur dalam PSAK 109. Meskipun demikian, Perseroan akan
terus melakukan evaluasi atas risiko kredit dan kolektibilitas piutang lain-lain pada setiap periode
pelaporan. Apabila terdapat perubahan kondisi yang mengindikasikan peningkatan risiko kredit
yang signifikan, Perseroan akan membentuk CKPN sesuai dengan ketentuan standar akuntansi
yang berlaku.
b. Sajikan informasi mengenai masing-masing piutang lain-lain dengan melengkapi tabel berikut ini:
Penjelasan
Tujuan Pemberian Tanggal
Nama Pihak Nilai Per Mar-2026 Piutang Oleh Pemberian dan
Perseroan Jatuh Tempo
PT Geoprima Rp 3.967.180.616 Transaksi Penjualan Januari 2026,
Sistem Indonesia Belum jatuh
tempo
PT Exsa Rp 2.409.101.948 Transaksi Penjualan 2025, Lewat Jatuh
Internasional Tempo > 365
PT Duta Omega Rp 352.340.300 Transaksi Penjualan 2025, Lewat Jatuh
Indonesia Tempo > 365
Karnadi Margaka Rp43.007.000 Transaksi Operasional 2025, Lewat Jatuh
Tempo > 365
PT Pulogadung Rp4.599.562 Transaksi Operasional 2026, Belum jatuh
Industry Machine tempo
SF
Karyawan Rp77.000.000 Pinjaman Karyawan 2024, Lewat Jatuh
Tempo > 365
Page 10 of 38
Page 11
PT. GEOPRIMA SOLUSI Tbk.
Rukan Artha Gading Niaga Blok D No. 15A, Kelapa Gading - Jakarta Utara 14240
Phone: (021) 4585 0642, Email: corsec@geoprima.co.id, karnadi@geoprima.co.id
Total Rp6.858.107.097
c. Sajikan informasi mengenai umur piutang lain-lain dengan melengkapi tabel berikut ini:
Penjelasan
Keterangan Mar-2026 2025 2024
Belum jatuh tempo 3.971.780.178
Lewat Jatuh tempo
1-30 - - -
31-60 - - -
61-120 - - 7.434.619.103
>120 - - -
>365 2.886.326.919 6.973.523.399 -
Jumlah 6.858.107.097 6.973.523.399 7.434.619.103
d. Berdasarkan CALK 7, seluruh piutang lain-lain Perseroan tidak dikenakan bunga, tanpa jaminan, dan
pengembaliannya dalam jangka waktu 1 tahun.
Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan latar belakang Perseroan memberikan piutang lain-
lain tanpa bunga dan jaminan.
Penjelasan
Piutang lain-lain Perseroan terutama berasal dari transaksi dengan pihak berelasi yang dilakukan
dalam rangka mendukung kegiatan operasional dan kebutuhan modal kerja dalam usaha. Piutang
tersebut diberikan berdasarkan pertimbangan hubungan usaha yang telah berjalan, kebutuhan
operasional, serta adanya ekspektasi penyelesaian dalam jangka pendek. Oleh karena itu,
transaksi tersebut tidak dirancang sebagai instrumen pembiayaan komersial yang bertujuan
memperoleh imbal hasil bunga. Perseroan tidak mensyaratkan jaminan atas piutang lain-lain
tersebut karena mempertimbangkan hubungan usaha yang telah berlangsung, pemahaman atas
kondisi keuangan pihak terkait, serta keyakinan manajemen atas kemampuan pihak terkait untuk
menyelesaikan kewajibannya. Selain itu, berdasarkan kesepakatan para pihak, penyelesaian saldo
piutang lain-lain tersebut direncanakan dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) tahun sehingga
tidak terdapat kebutuhan untuk mengenakan bunga maupun meminta agunan secara khusus.
Page 11 of 38
Page 12
PT. GEOPRIMA SOLUSI Tbk.
Rukan Artha Gading Niaga Blok D No. 15A, Kelapa Gading - Jakarta Utara 14240
Phone: (021) 4585 0642, Email: corsec@geoprima.co.id, karnadi@geoprima.co.id
e. Berkaitan dengan pertanyaan poin d, apakah Perseroan menerapkan upaya lain untuk mitigasi risiko
kredit atas piutang lain-lain?
Penjelasan
Perseroan menerapkan upaya lain untuk mitigasi risiko kredit atas piutang lain-lain, yaitu dengan:
1. Evaluasi berkala atas kemampuan pembayaran debitur, termasuk pemantauan kondisi
keuangan dan perkembangan usaha pihak yang bersangkutan.
2. Monitoring dan rekonsiliasi saldo secara berkala, untuk memastikan keakuratan saldo serta
memantau perkembangan penyelesaian piutang.
3. Pembatasan transaksi dan eksposur kredit, dimana pemberian piutang lain-lain
mempertimbangkan kebutuhan operasional serta kemampuan penyelesaian kewajiban pihak
yang menerima dana.
4. Koordinasi dan komunikasi aktif dengan debitur, termasuk pembahasan rencana penyelesaian
saldo dan jadwal pengembalian dana.
5. Penelaahan kolektibilitas pada setiap tanggal pelaporan, sebagai dasar evaluasi kebutuhan
pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai sesuai PSAK 109.
f. Berkaitan dengan pertanyaan poin d, bagaimana Perseroan memastikan transaksi pihak berelasi
berupa piutang tanpa bunga sepenuhnya mencerminkan nilai wajar (arm’s length principle)?
Penjelasan
Piutang lain-lain kepada pihak berelasi timbul dalam rangka mendukung kebutuhan operasional
dan aktivitas usaha dalam grup Perseroan serta bukan merupakan transaksi pembiayaan yang
ditujukan untuk memperoleh imbal hasil berupa bunga. Perseroan menyadari bahwa transaksi
dengan pihak berelasi memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan transaksi dengan pihak
independen. Oleh karena itu, Perseroan melakukan identifikasi, pencatatan, dan pengungkapan
transaksi tersebut sesuai ketentuan PSAK mengenai pengungkapan pihak berelasi. Dalam
memastikan kewajaran transaksi, Perseroan mempertimbangkan antara lain tujuan transaksi,
manfaat ekonomi yang diperoleh Perseroan, kemampuan penyelesaian kewajiban pihak berelasi,
serta dampaknya terhadap posisi keuangan Perseroan secara keseluruhan. Perseroan juga
melakukan evaluasi berkala atas keterpulihan (recoverability) saldo piutang pihak berelasi dan
akan melakukan penyesuaian pencatatan akuntansi apabila terdapat indikasi peningkatan risiko
kredit yang signifikan.
g. Sejak tahun 2024 s.d. Maret 2026, outstanding piutang kepada PT Sujatim Kavipa Shipping bernilai
sama yaitu Rp4,9 juta. Berdasarkan paragraf 66 PSAK 201 tentang penyajian laporan keuangan,
terdapat informasi bahwa entitas mengklasifikasikan aset sebagai aset lancar jika entitas
memperkirakan akan merealisasi aset dalam jangka waktu dua belas bulan setelah periode
pelaporan. Entitas mengklasifikasikan aset yang tidak termasuk dalam kriteria tersebut sebagai aset
tidak lancar.
Sehubungan dengan hal tersebut, agar Perseroan mengonfirmasikan indikasi kesalahan penyajian
pada piutang PT Sujatim Kavipa Shipping, yang seharusnya disajikan pada komponen aset tidak lancar
Penjelasan
Saldo piutang tersebut masih outstanding sejak tahun 2024 hingga 31 Maret 2026, manajemen
tidak mengklasifikasikannya sebagai aset tidak lancar karena piutang tersebut tidak berasal dari
perjanjian pinjaman jangka panjang maupun transaksi yang memiliki jangka waktu penyelesaian
Page 12 of 38
Page 13
PT. GEOPRIMA SOLUSI Tbk.
Rukan Artha Gading Niaga Blok D No. 15A, Kelapa Gading - Jakarta Utara 14240
Phone: (021) 4585 0642, Email: corsec@geoprima.co.id, karnadi@geoprima.co.id
lebih dari 12 bulan. Piutang tersebut masih merupakan saldo operasional yang penyelesaiannya
tetap diupayakan dalam siklus usaha normal Perseroan. Selain itu, saldo piutang kepada PT
Sujatim Kavipa Shipping telah dilunasi seluruhnya pada bulan April 2026. Pelunasan tersebut
menjadi bukti bahwa piutang dimaksud masih dapat direalisasikan dalam jangka pendek dan
mendukung pertimbangan manajemen untuk mengklasifikasikannya sebagai aset lancar pada
tanggal pelaporan.
6. Sehubungan dengan CALK 8 tentang persediaan, agar dijelaskan:
a. Latar belakang Perseroan tidak menetapkan penyisihan penurunan nilai atas persediaan, mengingat
kondisi penjualan bersih Perseroan yang mengalami penurunan signifikan per 31 Maret 2026 sekitar
50,8% dibandingkan per 31 Maret 2025, dan pada tahun 2025 sekitar 46,1% dibandingkan tahun 2024,
serta nilai persediaan yang material per 31 Maret 2026 sebesar 38,6% dibandingkan ekuitas tahun
2025.
Penjelasan
Meskipun penjualan Perseroan mengalami penurunan selama tahun 2025 dan periode tiga bulan
yang berakhir pada 31 Maret 2026, hasil evaluasi manajemen menunjukkan bahwa persediaan yang
dimiliki masih dapat digunakan dan/atau dipasarkan dalam kegiatan usaha normal Perseroan serta
memiliki nilai realisasi bersih yang tidak lebih rendah dari nilai tercatatnya. Sebagian besar
persediaan Perseroan merupakan barang yang masih relevan dengan kebutuhan operasional
pelanggan dan masih dapat digunakan untuk mendukung proyek maupun kegiatan usaha yang
sedang berjalan dan yang akan datang. Selain itu, manajemen tidak menemukan indikasi
kerusakan fisik, keusangan (obsolescence), maupun penurunan nilai pasar yang signifikan atas
persediaan pada tanggal pelaporan. Berdasarkan hasil penelaahan tersebut, manajemen
berkesimpulan bahwa tidak terdapat kondisi yang mengharuskan pembentukan penyisihan
penurunan nilai persediaan per 31 Maret 2026.
b. Berdasarkan paragraf 9 PSAK 202 tentang persediaan terdapat informasi bahwa persediaan diukur
pada mana yang lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi neto.
Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan nilai persediaan per 31 Maret 2026 berdasarkan
hasil pengujian nilai realisasi neto yang dilakukan manajemen, termasuk asumsi yang digunakan
dengan melengkapi tabel di bawah ini:
Penjelasan
Nilai Realisasi Neto 31 Maret 2026 Asumsi yang Digunakan
Rp 16.270.104.594 Harga jual aktual, quotation pelanggan,
histori penjualan, kondisi fisik barang, dll
Page 13 of 38
Page 14
PT. GEOPRIMA SOLUSI Tbk.
Rukan Artha Gading Niaga Blok D No. 15A, Kelapa Gading - Jakarta Utara 14240
Phone: (021) 4585 0642, Email: corsec@geoprima.co.id, karnadi@geoprima.co.id
c. Informasi spesifik mengenai komponen alat pada persediaan Perseroan, dengan melengkapi tabel di
bawah ini:
Penjelasan
Total persediaan pada Maret 2026 sebesar Rp 16.270.104.594, 2025 sebesar Rp16.425.635.918
dan 2024 sebesar Rp16.714.129.705 termasuk alat dan suku cadang. Berikut terlampir rincial total
persediaan pos alat dan suku cadang saat stock opname 2024:
Page 14 of 38
Page 15
PT. GEOPRIMA SOLUSI Tbk.
Rukan Artha Gading Niaga Blok D No. 15A, Kelapa Gading - Jakarta Utara 14240
Phone: (021) 4585 0642, Email: corsec@geoprima.co.id, karnadi@geoprima.co.id
Page 15 of 38
Page 16
PT. GEOPRIMA SOLUSI Tbk.
Rukan Artha Gading Niaga Blok D No. 15A, Kelapa Gading - Jakarta Utara 14240
Phone: (021) 4585 0642, Email: corsec@geoprima.co.id, karnadi@geoprima.co.id
Page 16 of 38
Page 17
PT. GEOPRIMA SOLUSI Tbk.
Rukan Artha Gading Niaga Blok D No. 15A, Kelapa Gading - Jakarta Utara 14240
Phone: (021) 4585 0642, Email: corsec@geoprima.co.id, karnadi@geoprima.co.id
Rincian 2025 :
Page 17 of 38
Page 18
PT. GEOPRIMA SOLUSI Tbk.
Rukan Artha Gading Niaga Blok D No. 15A, Kelapa Gading - Jakarta Utara 14240
Phone: (021) 4585 0642, Email: corsec@geoprima.co.id, karnadi@geoprima.co.id
Page 18 of 38
Page 19
PT. GEOPRIMA SOLUSI Tbk.
Rukan Artha Gading Niaga Blok D No. 15A, Kelapa Gading - Jakarta Utara 14240
Phone: (021) 4585 0642, Email: corsec@geoprima.co.id, karnadi@geoprima.co.id
Page 19 of 38
Page 20
PT. GEOPRIMA SOLUSI Tbk.
Rukan Artha Gading Niaga Blok D No. 15A, Kelapa Gading - Jakarta Utara 14240
Phone: (021) 4585 0642, Email: corsec@geoprima.co.id, karnadi@geoprima.co.id
Saldo Maret 2026 :
Dari rincian saldo 2025 Rp16.425.635.918 terdapat penjualan di GPS dan total station sanding dengan
total pengurangan persediaan sebesar Rp 155.531.324. Sehinggal total persediaan Mar 2026
Rp16.270.104.594.
d. Berdasarkan CALK 8 tentang persediaan, manajemen Perseroan berpendapat bahwa tidak terdapat
indikasi penurunan nilai persediaan, sehingga manajemen tidak melakukan penyisihan penurunan
nilai.
Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan mengapa penurunan penjualan yang signifikan
sebagaimana poin a, tidak berdampak pada perlunya penetapan penyisihan penurunan nilai.
Penjelasan
Perseroan memahami bahwa penurunan penjualan dapat menjadi salah satu indikator yang perlu
dipertimbangkan dalam evaluasi penurunan nilai persediaan. Namun demikian, penurunan
penjualan tidak secara otomatis mengakibatkan perlunya pembentukan penyisihan penurunan
nilai persediaan. Dalam melakukan evaluasi per 31 Maret 2026, Perseroan mempertimbangkan
antara lain kondisi fisik persediaan, tingkat perputaran persediaan, penggunaan dalam proyek yang
sedang berjalan maupun yang direncanakan, serta estimasi nilai realisasi bersih (net realizable
value) dibandingkan dengan nilai tercatatnya. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, manajemen
tidak menemukan indikasi bahwa nilai realisasi bersih persediaan lebih rendah daripada biaya
perolehannya. Selain itu, tidak terdapat indikasi kerusakan fisik yang signifikan, keusangan
teknologi, maupun persediaan yang tidak lagi dapat digunakan atau dipasarkan dalam kegiatan
usaha normal Perseroan.
Penurunan penjualan yang terjadi pada tahun 2025 dan periode tiga bulan yang berakhir pada 31
Maret 2026 lebih dipengaruhi oleh berkurangnya realisasi transaksi dan proyek pada periode
berjalan, bukan karena penurunan nilai ekonomis atau ketidaklayakan penggunaan persediaan
Page 20 of 38
Page 21
PT. GEOPRIMA SOLUSI Tbk.
Rukan Artha Gading Niaga Blok D No. 15A, Kelapa Gading - Jakarta Utara 14240
Phone: (021) 4585 0642, Email: corsec@geoprima.co.id, karnadi@geoprima.co.id
yang dimiliki Perseroan. Oleh karena itu, berdasarkan hasil penelaahan manajemen, tidak terdapat
kondisi yang mengharuskan pembentukan penyisihan penurunan nilai persediaan pada tanggal
pelaporan. Perseroan tetap melakukan evaluasi secara berkala terhadap nilai realisasi bersih dan
tingkat perputaran persediaan untuk memastikan penyajian persediaan dalam laporan keuangan
tetap sesuai dengan ketentuan standar akuntansi yang berlaku.
e. Berkaitan dengan pertanyaan poin c, agar Perseroan menjelaskan kerentanan masing-masing
jenis/macam persediaan terhadap kondisi industri terkini, termasuk perkembangan teknologi, yang
dapat memicu penurunan permintaan dari pelanggan atas persediaan tersebut.
Penjelasan
Sebagian besar persediaan Perseroan terdiri dari peralatan, perangkat pendukung, suku cadang
(spare parts), dan material yang digunakan dalam kegiatan survei, pemetaan, geospasial, serta
kebutuhan proyek pelanggan. Secara umum, risiko utama yang dapat mempengaruhi nilai
persediaan tersebut meliputi perubahan kebutuhan pasar, perkembangan teknologi, serta
munculnya produk atau perangkat generasi baru. Perseroan menilai bahwa perkembangan
teknologi di industri geospasial memang berpotensi mempengaruhi preferensi pelanggan terhadap
jenis dan spesifikasi produk tertentu. Namun demikian, hingga 31 Maret 2026 manajemen tidak
mengidentifikasi adanya perubahan teknologi yang menyebabkan persediaan yang dimiliki menjadi
usang (obsolete), tidak dapat digunakan, atau tidak dapat dipasarkan dalam kegiatan usaha normal
Perseroan. Selain itu, sebagian persediaan yang dimiliki Perseroan masih merupakan produk yang
mendukung kebutuhan operasional pelanggan dan proyek yang sedang berjalan maupun yang akan
datang. Perseroan juga melakukan pemantauan atas tingkat perputaran persediaan, kondisi pasar,
serta kebutuhan pelanggan untuk mengantisipasi potensi penurunan permintaan akibat
perkembangan teknologi.
f. Sebutkan nilai persediaan yang dikategorikan slow-moving, non-moving, usang (obsolete), atau rusak
yang dimiliki Perseroan per 31 Maret 2026, 2025, dan 2024, dengan melengkapi tabel di bawah ini (jika
ada):
Penjelasan
Keterangan Slow-Moving Non-Moving 2024
Nilai 4.955.932.280 11.563.841.988
Keterangan Slow-Moving Non-Moving 2025
Nilai 4.869.492.706 11.362.149.648
Keterangan Slow-Moving Non-Moving 31 Mar 2026
Nilai 4.822.857.358 11.253.333.835
7. Berdasarkan CALK 9 tentang uang muka, terdapat komponen jasa operasional yang baru dibukukan per 31
Maret 2026 sebesar Rp215,3 juta. Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan latar belakang
Page 21 of 38
Page 22
PT. GEOPRIMA SOLUSI Tbk.
Rukan Artha Gading Niaga Blok D No. 15A, Kelapa Gading - Jakarta Utara 14240
Phone: (021) 4585 0642, Email: corsec@geoprima.co.id, karnadi@geoprima.co.id
Perseroan memerlukan jasa operasional. Selain itu, apakah hal ini berkaitan dengan aksi korporasi yang
dilakukan Perseroan terkait pembelian aset JIC?
Penjelasan
Pembayaran tersebut dilakukan sebelum jasa diterima sepenuhnya sehingga pada tanggal pelaporan
masih dicatat sebagai uang muka dan akan dibebankan sesuai dengan realisasi jasa yang diterima pada
periode berikutnya. Sebagian jasa operasional tersebut berkaitan dengan kebutuhan Perseroan dalam
menjalankan aktivitas korporasi, termasuk persiapan, kajian, pendampingan, dan jasa profesional yang
diperlukan sehubungan dengan rencana transaksi pembelian aset milik JIC. Oleh karena itu, terdapat
keterkaitan antara timbulnya uang muka jasa operasional tersebut dengan proses aksi korporasi yang
sedang dijalankan Perseroan.
8. Sehubungan dengan CALK 10 tentang aset tetap, agar dijelaskan:
a. Latar belakang Perseroan meningkatkan kepemilikan langsung atas bangunan pada tahun 2025
sebesar Rp2,6 miliar atau 71,54% dibandingkan tahun 2024.
Penjelasan
Peningkatan nilai bangunan pada tahun 2025 terutama berasal dari penambahan dan renovasi
bangunan yang dilakukan Perseroan untuk mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan
usaha Perseroan. Investasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya Perseroan untuk
meningkatkan kualitas sarana dan prasarana operasional, mendukung efisiensi kegiatan usaha,
serta mempersiapkan fasilitas yang dapat menunjang pengembangan bisnis Perseroan di masa
mendatang. Keputusan investasi tersebut tidak semata-mata didasarkan pada kondisi kinerja
jangka pendek, namun juga mempertimbangkan kebutuhan operasional jangka panjang,
optimalisasi pemanfaatan aset, serta strategi Perseroan dalam mendukung kegiatan usaha yang
berkelanjutan.
b. Sajikan rincian komposisi aset tetap yang dibeli menggunakan dana hasil penawaran umum dengan
melengkapi tabel berikut ini:
Penjelasan
Jenis Maret 2026 2025 2024
Aset
Dana Internal Dana IPO Dana Internal Dana IPO Dana Internal Dana IPO
Page 22 of 38
Page 23
PT. GEOPRIMA SOLUSI Tbk.
Rukan Artha Gading Niaga Blok D No. 15A, Kelapa Gading - Jakarta Utara 14240
Phone: (021) 4585 0642, Email: corsec@geoprima.co.id, karnadi@geoprima.co.id
7.360.648.970, 7.360.648.970, 7.360.648.970,
Tanah 00 0,00 00 0,00 00
Banguna 5.985.210.974, 6.107.406.239, 3.560.405.663,
n 0,00 00 0,00 00 00
Kendara 604.136.274,0 660.014.616,0 883.527.986,0
an 0 0,00 0 0,00 0
Inventari 100.665.213,0
s Kantor 88.231.017,00 0,00 0 0,00 22.348.780,00
Inventari 5.229.084.493, 5.504.854.170, 6.607.932.877,
s Proyek 0,00 00 0,00 00 00
Total 19.267.311.728,00 19.733.589.208,00 18.434.864.276,00
c. Informasi spesifik mengenai komponen tanah pada aset tetap Perseroan, dengan melengkapi tabel di
bawah ini:
Penjelasan
Informasi Maret 2026 2025 2024
Alamat :
Ko Rukan Artha GD Niaga D-15 A RT 018 RW 08
Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Jakarta
Utara
Spesifikasi : Luas 80 m2
Kegunaan : Untuk Kantor
Status Kepemilikan : Dimiliki Langsung 4.490.611.120,00 4.490.611.120,00 4.490.611.120,00
Alamat :
Jl. Raya Gading Indah VIII C/6 RT 001 RW 06
Kelapa Gading Timur, Kelapa Gading , Jakarta
Utara 2.870.037.850,00 2.870.037.850,00 2.870.037.850,00
Page 23 of 38
Page 24
PT. GEOPRIMA SOLUSI Tbk.
Rukan Artha Gading Niaga Blok D No. 15A, Kelapa Gading - Jakarta Utara 14240
Phone: (021) 4585 0642, Email: corsec@geoprima.co.id, karnadi@geoprima.co.id
Spesifikasi : Luas 68 m2
Kegunaan : Untuk Gudang
Status Kepemilikan : Dimiliki Langsung
Akumulasi Penyusutan / Penurunan Nilai - - -
Total 7.360.648.970,00 7.360.648.970,00 7.360.648.970,00
d. Informasi spesifik mengenai komponen bangunan pada aset tetap Perseroan, dengan melengkapi
tabel di bawah ini:
Penjelasan
Informasi Maret 2026 2025 2024
Alamat :
Ko Rukan Artha GD Niaga D-15 A RT 018 RW 08
Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara
Spesifikasi : Luas 230 m2
6.194.208.158 6.194.208.158 3.439.656.030
Kegunaan : Untuk Kantor
Status Kepemilikan : Dimiliki Langsung
Status Izin : Aktif
Masa Berlaku Izin : -
Page 24 of 38
Page 25
PT. GEOPRIMA SOLUSI Tbk.
Rukan Artha Gading Niaga Blok D No. 15A, Kelapa Gading - Jakarta Utara 14240
Phone: (021) 4585 0642, Email: corsec@geoprima.co.id, karnadi@geoprima.co.id
Alamat :
Jl. Raya Gading Indah VIII C/6 RT 001 RW 06
Kelapa Gading Timur, Kelapa Gading , Jakarta Utara
Spesifikasi : Luas 271 m2
711.375.000 711.375.000 711.375.000
Kegunaan : Untuk Gudang
Status Kepemilikan : Dimiliki Langsung
Status Izin : Aktif
Masa Berlaku Izin : -
Akumulasi Penyusutan / Penurunan Nilai 920.372.184 798.176.919 590.625.367
Total 5.985.210.974 6.107.406.239 3.560.405.663
e. Informasi spesifik mengenai komponen inventaris proyek pada aset tetap Perseroan, dengan
melengkapi tabel di bawah ini:
Penjelasan
Informasi Maret 2026 2025 2024
Nama : INNO7 55.730.000 55.730.000 55.730.000
Jenis : RTX1
Spesifikasi Inventaris : Elektronik
Nama : TRIMBLE 45.100.000 45.100.000 45.100.000
Jenis : RTX1
Spesifikasi Inventaris : Elektronik
Nama : LIDAR 9.000.000.000 9.000.000.000 9.000.000.000
Jenis : OPTECH ORION H300
Spesifikasi Inventaris : Elektronik
Nama : UAV 1.801.950 1.801.950 1.801.950
Jenis : -
Spesifikasi Inventaris : Elektronik
Page 25 of 38
Page 26
PT. GEOPRIMA SOLUSI Tbk.
Rukan Artha Gading Niaga Blok D No. 15A, Kelapa Gading - Jakarta Utara 14240
Phone: (021) 4585 0642, Email: corsec@geoprima.co.id, karnadi@geoprima.co.id
Nama : MONITOR 2.490.000 2.490.000 2.490.000
Jenis : GF27QI QHD
Spesifikasi Inventaris : Elektronik
Nama : COSAIR iCUE 49.747.000 49.747.000 49.747.000
Jenis : Acer Altos
Spesifikasi Inventaris : Elektronik
Akumulasi Penyusutan / Penurunan Nilai 3.925.784.457 3.650.014.780 2.546.936.073
Total 5.229.084.493 5.504.854.170 6.607.932.877
9. Latar belakang aset pajak tangguhan bernilai sama yaitu Rp2,9 miliar sejak tahun 2024 s.d. Maret 2026.
Penjelasan
Perseroan mengonfirmasikan bahwa saldo aset pajak tangguhan tidak bernilai sama selama periode tahun
2024 sampai dengan 31 Maret 2026. Saldo aset pajak tangguhan tercatat sebesar Rp3,9 miliar pada tahun
2024 dan mengalami penurunan menjadi Rp2,9 miliar pada tahun 2025. Selanjutnya, saldo aset pajak
tangguhan per 31 Maret 2026 tetap sebesar Rp2,9 miliar. Penurunan saldo aset pajak tangguhan pada
tahun 2025 terutama disebabkan oleh perubahan beda temporer yang menjadi dasar pengakuan aset pajak
tangguhan sesuai dengan ketentuan perpajakan dan standar akuntansi yang berlaku.
10. Sehubungan dengan CALK 12 tentang utang usaha, agar dijelaskan:
a. Latar belakang penurunan utang usaha per 31 Maret 2026 sebesar Rp334,8 juta atau 62,59%
dibandingkan tahun 2025.
Penjelasan
Penurunan utang usaha per 31 Maret 2026 sebesar Rp334,8 juta atau 62,59% dibandingkan posisi
31 Desember 2025 terutama disebabkan oleh pembayaran kewajiban kepada pemasok yang telah
dilakukan Perseroan selama periode berjalan serta terbatasnya pembelian barang dan jasa secara
kredit pada triwulan I tahun 2026. Selain itu, aktivitas pengadaan barang yang lebih rendah
dibandingkan periode sebelumnya menyebabkan penambahan utang usaha baru relatif terbatas,
sehingga saldo utang usaha pada akhir periode mengalami penurunan dibandingkan posisi tahun
2025.
b. Latar belakang penurunan utang usaha tahun 2025 sebesar 2,5 miliar atau 82,14% dibandingkan
tahun 2024.
Penjelasan
Penurunan utang usaha pada tahun 2025 sebesar Rp2,5 miliar atau 82,14% dibandingkan tahun
2024 terutama disebabkan oleh pembayaran kewajiban kepada pemasok yang jatuh tempo serta
menurunnya volume pembelian barang dan jasa secara kredit selama tahun 2025. Penurunan
aktivitas pengadaan tersebut sejalan dengan berkurangnya realisasi penjualan dan proyek
Perseroan pada tahun berjalan, sehingga kebutuhan pembelian persediaan dan material dari
pemasok menjadi lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Akibatnya, saldo utang usaha
Page 26 of 38
Page 27
PT. GEOPRIMA SOLUSI Tbk.
Rukan Artha Gading Niaga Blok D No. 15A, Kelapa Gading - Jakarta Utara 14240
Phone: (021) 4585 0642, Email: corsec@geoprima.co.id, karnadi@geoprima.co.id
yang timbul dari transaksi pembelian kepada pemasok mengalami penurunan signifikan pada akhir
tahun 2025.
c. Berkaitan dengan pertanyaan poin a dan b, agar Perseroan mengonfirmasikan apakah penurunan
utang usaha tersebut berkaitan dengan penurunan aktivitas operasional Perseroan.
Penjelasan
Perseroan mengonfirmasikan bahwa penurunan utang usaha pada tahun 2025 maupun per 31
Maret 2026 antara lain berkaitan dengan menurunnya aktivitas usaha dan realisasi transaksi pada
periode berjalan. Penurunan aktivitas usaha tersebut berdampak pada berkurangnya kebutuhan
pengadaan barang, material, dan perlengkapan dari pemasok sehingga nilai pembelian secara
kredit menjadi lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya. Meskipun demikian, penurunan
utang usaha tidak semata-mata disebabkan oleh penurunan aktivitas operasional, tetapi juga
dipengaruhi oleh penyelesaian kewajiban kepada pemasok yang telah dilakukan Perseroan sesuai
dengan jatuh temponya.
d. Latar belakang per 31 Maret 2026 Perseroan sudah tidak ada lagi membeli barang dari pemasok South
Surveying & Mapping Instrument Co. Ltd. (SSMI). Hal ini mengingat berdasarkan dokumen yang
disampaikan Perseroan sebelumnya dalam proses evaluasi penawaran umum, SSMI merupakan
pemasok utama Perseroan.
Penjelasan
Tidak terdapat pembelian kepada South Surveying & Mapping Instrument Co. Ltd. (SSMI) pada
periode yang berakhir 31 Maret 2026 terutama karena Perseroan melakukan penyesuaian
kebutuhan pengadaan barang berdasarkan kondisi operasional dan tingkat permintaan pelanggan
pada periode berjalan. Selain itu, Perseroan masih memiliki persediaan yang memadai untuk
mendukung kebutuhan penjualan dan pelaksanaan proyek sehingga belum diperlukan pengadaan
tambahan dari SSMI pada periode tersebut. Perseroan menegaskan bahwa tidak adanya pembelian
dari SSMI pada periode tersebut tidak disebabkan oleh berakhirnya hubungan usaha dengan SSMI.
SSMI tetap merupakan salah satu mitra pemasok Perseroan dan Perseroan tetap dapat melakukan
pengadaan dari pemasok tersebut sesuai kebutuhan bisnis dan permintaan pasar pada masa
mendatang.
11. Sehubungan dengan CALK 13 tentang utang lain-lain, agar dijelaskan:
a. Sajikan informasi mengenai utang lain-lain pihak berelasi dengan melengkapi tabel berikut ini:
Page 27 of 38
Page 28
PT. GEOPRIMA SOLUSI Tbk.
Rukan Artha Gading Niaga Blok D No. 15A, Kelapa Gading - Jakarta Utara 14240
Phone: (021) 4585 0642, Email: corsec@geoprima.co.id, karnadi@geoprima.co.id
Penjelasan
Tanggal
Nama Kreditur Tujuan Biaya Pinjaman Pemberian dan
Jatuh tempo
Karnadi Margaka Membantu Tanpa Bunga 2025, jatuh tempo
kondisi 12 bulan
keuangan
operasional
perusahaan
PT Pulogadung Membantu Tanpa Bunga 22/01/2026, jatuh
Industry Machine kondisi tempo 12 bulan
SF keuangan
operasional
perusahaan
PT Exsa Membantu Tanpa Bunga 2025, jatuh tempo
Internasional kondisi 12 bulan
keuangan
operasional
perusahaan
b. Latar belakang Perseroan memilih sumber pendanaan pihak berelasi daripada dari perbankan.
Penjelasan
Perseroan memanfaatkan pendanaan dari pihak berelasi sebagai salah satu alternatif sumber
pendanaan untuk mendukung kebutuhan modal kerja dan operasional perusahaan. Pemanfaatan
pendanaan dari pihak berelasi dipertimbangkan karena memberikan fleksibilitas yang lebih tinggi
dalam pengelolaan arus kas, termasuk dari sisi waktu pencairan, struktur pembayaran, dan
kebutuhan administrasi dibandingkan dengan pendanaan perbankan. Selain itu, penggunaan
pendanaan pihak berelasi dilakukan sebagai bagian dari sinergi dalam grup usaha untuk
mendukung kegiatan operasional Perseroan secara efisien. Pendanaan tersebut tidak mengurangi
komitmen Perseroan untuk tetap mempertimbangkan sumber pendanaan lain, termasuk fasilitas
perbankan, sesuai kebutuhan usaha dan kondisi yang berlaku.
c. Berdasarkan CALK 13, terdapat utang lain-lain pihak ketiga – pemasaran sebesar Rp752,1 juta pada
tahun 2025 dan Rp417,2 juta per 31 Maret 2026. Sehubungan hal tersebut, agar dijelaskan lebih lanjut
mengenai:
i. Nature dan latar belakang munculnya utang lain-lain pemasaran tersebut.
Penjelasan
Utang lain-lain pemasaran merupakan kewajiban Perseroan kepada pihak ketiga yang timbul
sehubungan dengan kegiatan pemasaran dan pengembangan usaha yang dilakukan Perseroan.
Saldo tersebut antara lain berasal dari biaya pemasaran, komisi, dukungan promosi, kegiatan
pengembangan pasar, maupun kewajiban lain yang berkaitan dengan aktivitas pemasaran yang
telah diterima manfaatnya oleh Perseroan namun pada tanggal pelaporan belum seluruhnya
diselesaikan pembayarannya. Munculnya saldo utang lain-lain pemasaran tersebut merupakan
bagian dari kegiatan usaha Perseroan dalam mendukung pemasaran produk dan
pengembangan hubungan dengan pelanggan maupun calon pelanggan.
Page 28 of 38
Page 29
PT. GEOPRIMA SOLUSI Tbk.
Rukan Artha Gading Niaga Blok D No. 15A, Kelapa Gading - Jakarta Utara 14240
Phone: (021) 4585 0642, Email: corsec@geoprima.co.id, karnadi@geoprima.co.id
ii. Apakah utang lain-lain pemasaran ini berhubungan dengan kegiatan operasional dan usaha
utama Perseroan? Jika iya, apa pertimbangannya masuk ke dalam kategori utang lain-lain dan
bukan masuk kategori utang usaha atau beban penjualan?
Penjelasan
Saldo tersebut diklasifikasikan sebagai utang lain-lain karena tidak timbul secara langsung dari
transaksi pembelian barang dagangan, persediaan, atau jasa utama yang berkaitan dengan
kegiatan usaha utama Perseroan sebagaimana karakteristik utang usaha. Selain itu, klasifikasi
sebagai utang lain-lain tidak mempengaruhi pengakuan beban yang bersangkutan dalam
laporan laba rugi. Beban terkait tetap diakui sesuai substansi dan periode terjadinya, sedangkan
saldo yang masih belum dibayarkan pada tanggal pelaporan disajikan sebagai utang lain-lain
sesuai karakteristik kewajibannya.
12. Latar belakang komponen ekuitas lainnya bernilai sama yaitu Rp540,8 juta sejak tahun 2025 s.d. Maret
2026.
Penjelasan
Komponen ekuitas lainnya sebesar Rp540,8 juta merupakan akumulasi penghasilan komprehensif lain
(other comprehensive income/OCI) yang berasal dari pengukuran kembali liabilitas imbalan kerja sesuai
dengan standar akuntansi yang berlaku. Saldo ekuitas lainnya per 31 Maret 2026 tetap sama dengan posisi
per 31 Desember 2025 karena selama periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2026 tidak terdapat
transaksi maupun pengukuran kembali (remeasurement) yang material atas liabilitas imbalan kerja yang
mempengaruhi penghasilan komprehensif lain Perseroan. Dengan demikian, tidak terdapat perubahan
pada komponen penghasilan komprehensif lain yang dicatat dalam ekuitas selama periode berjalan
sehingga saldo ekuitas lainnya tetap sebesar Rp540,8 juta per 31 Maret 2026.
13. Sehubungan dengan CALK 20 tentang penjualan neto, agar dijelaskan:
a. Latar belakang penurunan signifikan penjualan bersih per 31 Maret 2026 sebesar Rp482,3 juta atau
50,81% dibandingkan per 31 Maret 2025.
Penjelasan
Penurunan penjualan bersih per 31 Maret 2026 sebesar Rp482,3 juta atau 50,81% dibandingkan
periode yang sama tahun sebelumnya terutama disebabkan oleh lebih rendahnya realisasi
transaksi penjualan dan proyek pada periode berjalan dibandingkan dengan periode tiga bulan yang
berakhir pada 31 Maret 2025. Karakteristik usaha Perseroan yang sebagian penjualannya
bergantung pada realisasi proyek dan kebutuhan investasi pelanggan menyebabkan pendapatan
dapat berfluktuasi antar periode. Pada triwulan I tahun 2026, jumlah transaksi dan nilai proyek yang
dapat direalisasikan lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sehingga
berdampak pada penurunan penjualan bersih Perseroan.
b. Latar belakang penurunan signifikan penjualan bersih tahun 2025 sebesar Rp4,7 miliar atau 46,09%
dibandingkan tahun 2024.
Penjelasan
Penurunan penjualan bersih tahun 2025 sebesar Rp4,7 miliar atau 46,09% dibandingkan tahun
2024 terutama disebabkan oleh berkurangnya realisasi penjualan produk dan proyek selama tahun
berjalan. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh lebih rendahnya permintaan dari pelanggan pada
Page 29 of 38
Page 30
PT. GEOPRIMA SOLUSI Tbk.
Rukan Artha Gading Niaga Blok D No. 15A, Kelapa Gading - Jakarta Utara 14240
Phone: (021) 4585 0642, Email: corsec@geoprima.co.id, karnadi@geoprima.co.id
beberapa segmen usaha Perseroan, penundaan realisasi sejumlah proyek, serta penyesuaian
belanja modal (capital expenditure) oleh sebagian pelanggan yang berdampak pada penurunan
kebutuhan pengadaan produk dan jasa yang ditawarkan Perseroan.
c. Penjelasan Direksi Perseroan atas kondisi industri/pasar pada kegiatan usaha yang dijalankan
Perseroan yang membuat penjualan bersih Perseroan mengalami penurunan.
Penjelasan
Direksi menilai bahwa kondisi pasar yang mempengaruhi kegiatan usaha Perseroan selama tahun
2025 dan periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 masih diwarnai oleh kehati-hatian pelanggan
dalam melakukan investasi dan pengadaan barang modal, khususnya yang berkaitan dengan
kegiatan survei, pemetaan, geospasial, dan kebutuhan proyek tertentu. Selain itu, karakteristik
industri yang dilayani Perseroan sangat dipengaruhi oleh realisasi proyek, ketersediaan anggaran
pelanggan, serta waktu pelaksanaan pengadaan. Kondisi tersebut menyebabkan permintaan pasar
pada periode berjalan menjadi lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya. Meskipun
demikian, Direksi menilai bahwa kebutuhan terhadap produk dan layanan yang ditawarkan
Perseroan masih tetap ada dan didukung oleh perkembangan sektor infrastruktur, pemetaan,
konstruksi, pertambangan, dan teknologi geospasial. Oleh karena itu, Perseroan terus melakukan
upaya pengembangan pasar, peningkatan efektivitas pemasaran, serta diversifikasi peluang usaha
untuk meningkatkan kinerja penjualan pada periode mendatang.
d. Informasi spesifik mengenai produk (barang dagang) yang dijual Perseroan, dengan melengkapi tabel
berikut ini:
Penjelasan
Informasi Mar-2026 Mar-2025 2025 2024
GALAXY GPS 500.000.000,00 638.000.000,00
G1 PLUS
ROVER SET
GALAXY GPS 275.000.000,00 638.000.000,00 1.168.471.400,40
G1 PLUS BASE
SET
TOTAL 99.000.000,00 62.162.163,00 323.000.002,00 948.369.684,00
STATION NTS
332R10 SET
Page 30 of 38
Page 31
PT. GEOPRIMA SOLUSI Tbk.
Rukan Artha Gading Niaga Blok D No. 15A, Kelapa Gading - Jakarta Utara 14240
Phone: (021) 4585 0642, Email: corsec@geoprima.co.id, karnadi@geoprima.co.id
SOUTH 77.117.117,50 41.891.892,00 449.873.876,00
THEODOLITE
ET02 SET
RADIO HX- 15.765.766,00 15.765.766,00
U202 SET
AUTOMATIC 12.207.208,00 27.972.975,00
LEVEL C-32
NETWORK 6.000.000,00 12.000.000,00 15.000.000,00
BOARD G1
PUTIH
(MODUL GSM)
POWER 10.000.000,00 9.579.831,93 9.579.831,93
SUPPLY
BOARD G1
PUTIH
ANTENNA QT 22.395.833,33
450 GS-2
INTERNAL 7.000.000,00
RADIO BOARD
SDL 400 G1
PLUS
GPS GALAXY 167.000.000,00 440.000.000,00
G4 ROVER
Lain Lain 28.919.483,17 6.611.249 3.220.957.280 6.787.912.722
Service 49.450.000 13.953.500 153.184.744 841.217.027
Total Rp466.882.434 Rp949.171.610 Rp5.491.334.475 Rp10.185.970.833
e. Faktor utama yang mempengaruhi penjualan Perseroan.
Penjelasan
Faktor utamg yang mempengaruhi penjualan Perseroan, adalah:
1. Tingkat realisasi proyek pelanggan yang menggunakan produk dan jasa Perseroan.
2. Ketersediaan anggaran dan keputusan investasi pelanggan, khususnya pada sektor survei,
pemetaan, geospasial, konstruksi, pertambangan, dan infrastruktur.
3. Waktu pelaksanaan pengadaan barang dan jasa oleh pelanggan yang dapat berbeda pada
setiap periode.
4. Kondisi persaingan usaha dan perkembangan kebutuhan pasar terhadap produk dan layanan
yang ditawarkan Perseroan.
5. Ketersediaan produk dan kelancaran rantai pasok (supply chain) dari pemasok.
f. Strategi dan upaya Perseroan untuk meningkatkan penjualan Perseroan.
Penjelasan
Stratedi dan upaya Perseroan untuk meningkatkan penjualan Perseroan adalah:
1. Meningkatkan aktivitas pemasaran dan pengembangan hubungan dengan pelanggan eksisting
maupun pelanggan baru.
Page 31 of 38
Page 32
PT. GEOPRIMA SOLUSI Tbk.
Rukan Artha Gading Niaga Blok D No. 15A, Kelapa Gading - Jakarta Utara 14240
Phone: (021) 4585 0642, Email: corsec@geoprima.co.id, karnadi@geoprima.co.id
2. Memperluas basis pelanggan pada sektor-sektor yang relevan dengan kegiatan usaha
Perseroan.
3. Mengoptimalkan peluang penjualan produk, layanan, dan solusi yang memiliki nilai tambah
bagi pelanggan.
4. Meningkatkan sinergi dengan mitra usaha dan pemasok untuk memperluas cakupan pasar dan
portofolio produk.
5. Memanfaatkan peluang proyek baru yang berasal dari sektor infrastruktur, konstruksi,
geospasial, pertambangan, serta sektor lainnya yang membutuhkan produk dan layanan
Perseroan.
6. Melakukan evaluasi dan efisiensi proses operasional guna meningkatkan daya saing Perseroan
di pasar.
g. Informasi penjualan Perseroan yang bersifat musiman atau lonjakan/kejatuhan penjualan pada bulan
atau periode tertentu.
Penjelasan
Secara umum kegiatan usaha Perseroan tidak memiliki pola musiman yang bersifat tetap
sebagaimana industri yang sangat bergantung pada musim tertentu. Namun demikian, realisasi
penjualan Perseroan dapat berfluktuasi antar periode karena sebagian besar pendapatan
dipengaruhi oleh waktu penyelesaian proyek, proses pengadaan pelanggan, jadwal pengiriman
barang, serta waktu pengakuan pendapatan sesuai dengan ketentuan akuntansi yang berlaku.
Dalam praktiknya, terdapat kemungkinan terjadinya konsentrasi penjualan pada periode tertentu
apabila terdapat penyelesaian proyek atau realisasi pengadaan pelanggan dalam jumlah yang
signifikan. Sebaliknya, pada periode tertentu penjualan dapat lebih rendah apabila terjadi
penundaan proyek, perubahan jadwal pengadaan, atau keterlambatan penyelesaian transaksi.
14. Berdasarkan CALK 21 tentang beban pokok penjualan, tidak terdapat pembelian persediaan yang terjadi
per 31 Maret 2026. Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan latar belakang tidak adanya
pembelian persediaan per 31 Maret 2026.
Penjelasan
Tidak terdapat pembelian persediaan selama periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 karena Perseroan
masih memiliki persediaan yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan penjualan dan pelaksanaan
kegiatan usaha pada periode berjalan. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari pengelolaan modal kerja
dan persediaan yang dilakukan Perseroan untuk menyesuaikan tingkat persediaan dengan kebutuhan
operasional dan kondisi pasar yang ada.
15. Berdasarkan CALK 23 tentang beban umum dan administrasi, agar dijelaskan:
a. Tidak sejalan dengan penjualan bersih, gaji dan tunjangan pada tahun 2025 mengalami peningkatan
sebesar Rp377,9 juta atau 11,5% dibandingkan tahun 2024. Sebagai informasi, penjualan bersih
Perseroan pada tahun 2025 mengalami penurunan sebesar Rp4,7 miliar atau 46,09% dibandingkan
tahun 2024.
Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan latar belakang peningkatan gaji dan tunjangan
dilakukan pada tahun 2025 di tengah penurunan signifikan atas penjualan.
Penjelasan
Page 32 of 38
Page 33
PT. GEOPRIMA SOLUSI Tbk.
Rukan Artha Gading Niaga Blok D No. 15A, Kelapa Gading - Jakarta Utara 14240
Phone: (021) 4585 0642, Email: corsec@geoprima.co.id, karnadi@geoprima.co.id
Peningkatan beban gaji dan tunjangan pada tahun 2025 sebesar Rp377,9 juta atau 11,5%
dibandingkan tahun 2024 terutama disebabkan oleh penyesuaian remunerasi karyawan,
pemberian tunjangan, serta kebutuhan untuk mempertahankan sumber daya manusia yang
mendukung kegiatan operasional dan pengembangan usaha Perseroan. Perseroan memandang
bahwa sumber daya manusia merupakan salah satu aset penting dalam menjalankan kegiatan
usaha, sehingga pengelolaan tenaga kerja tidak sepenuhnya dapat disesuaikan secara langsung
dengan perubahan penjualan dalam jangka pendek. Sebagian besar beban gaji dan tunjangan juga
bersifat tetap (fixed cost) yang tetap harus ditanggung Perseroan untuk menjaga keberlangsungan
operasional perusahaan.
b. Informasi mengenai jumlah karyawan Perseroan dengan melengkapi tabel di bawah ini:
Penjelasan
Keterangan Mar-2026 2025 2024
Karyawan Tetap 4 Orang 16 Orang 22 Orang
Karyawan Tidak Tetap 0 Orang 0 Orang 0 Orang
Total 4 orang 16 Orang 22 Orang
Keterangan Mar-2026 2025 2024
Karyawan operasional 2 Orang 10 Orang 16 Orang
Karyawan akuntansi, keuangan, 1 Orang 4 Orang 4 Orang
dan perpajakan
Tim sekretaris perusahaan 1 Orang 1 Orang 1 Orang
Karyawan lain-lain 0 Orang 1 Orang 1 Orang
Total 4 orang 16 Orang 22 Orang
c. Berkaitan dengan pertanyaan poin a, agar Perseroan mengonfirmasikan ada-tidaknya kendala terkait
efisiensi operasional yang dialami Perseroan. Jika ada, agar dijelaskan juga upaya Perseroan
mengatasinya.
Penjelasan
Page 33 of 38
Page 34
PT. GEOPRIMA SOLUSI Tbk.
Rukan Artha Gading Niaga Blok D No. 15A, Kelapa Gading - Jakarta Utara 14240
Phone: (021) 4585 0642, Email: corsec@geoprima.co.id, karnadi@geoprima.co.id
Untuk meningkatkan efisiensi operasional, Perseroan telah melakukan berbagai langkah antara
lain pengendalian biaya operasional, optimalisasi penggunaan sumber daya yang tersedia, evaluasi
kebutuhan pengadaan barang dan jasa, serta peningkatan efektivitas kegiatan pemasaran dan
pengembangan usaha.
d. Latar belakang Perseroan tidak membukukan komponen imbalan pasca kerja per 31 Maret 2026 dan
31 Maret 2025.
Penjelasan
Perseroan telah mengakui liabilitas imbalan pasca kerja berdasarkan perhitungan aktuaria terakhir
yang dilakukan pada akhir tahun buku sesuai dengan ketentuan standar akuntansi yang berlaku.
Pada periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2025 dan 31 Maret 2026, Perseroan tidak
melakukan perhitungan aktuaria secara penuh karena pengukuran aktuaria terakhir dilakukan pada
tanggal 31 Desember masing-masing tahun buku. Oleh karena itu, Perseroan menggunakan saldo
dan hasil pengukuran aktuaria terakhir sebagai dasar penyajian kewajiban imbalan kerja pada
laporan keuangan interim.
e. Berkaitan dengan pertanyaan poin d, agar dijelaskan apakah penyajian komponen imbalan pasca kerja
sebagaimana poin d telah sesuai dengan PSAK khususnya PSAK 219 tentang imbalan kerja. Dalam
menanggapi pertanyaan ini, Bursa meminta Perseroan berkoordinasi dengan Kantor Akuntan Publik
(KAP) terlebih dahulu.
Penjelasan
Perseroan telah berkoordinasi dengan Kantor Akuntan Publik (KAP) terkait penyajian imbalan pasca
kerja dalam laporan keuangan interim. Berdasarkan evaluasi manajemen dan hasil diskusi dengan
KAP, penyajian kewajiban imbalan pasca kerja pada laporan keuangan interim dilakukan dengan
mengacu pada hasil perhitungan aktuaria terakhir yang tersedia serta mempertimbangkan
materialitas perubahan yang terjadi selama periode berjalan. Perseroan berpendapat bahwa
penyajian tersebut telah dilakukan sesuai dengan ketentuan PSAK 219 tentang Imbalan Kerja dan
standar akuntansi terkait laporan keuangan interim, sepanjang tidak terdapat perubahan signifikan
yang mengharuskan dilakukannya pengukuran kembali (remeasurement) secara material pada
periode interim.
f. Berkaitan dengan pertanyaan poin d, agar Perseroan mengonfirmasikan apakah tidak dibukukannya
komponen imbalan pasca kerja menyebabkan nilai beban umum dan administrasi disajikan lebih
rendah dari seharusnya (understated). Dalam menanggapi pertanyaan ini, Bursa meminta Perseroan
berkoordinasi dengan KAP terlebih dahulu
Penjelasan
Perseroan telah berkoordinasi dengan KAP terkait dampak penyajian imbalan pasca kerja terhadap
laporan keuangan interim. Berdasarkan evaluasi manajemen dan diskusi dengan KAP, tidak
dibukukannya beban imbalan pasca kerja tambahan pada periode tiga bulan yang berakhir pada 31
Maret 2026 tidak menyebabkan beban umum dan administrasi disajikan lebih rendah secara
material (materially understated). Hal tersebut karena penyajian kewajiban imbalan kerja masih
mengacu pada hasil pengukuran aktuaria terakhir yang tersedia dan manajemen tidak
mengidentifikasi adanya perubahan signifikan yang memerlukan penyesuaian material selama
periode interim.
Page 34 of 38
Page 35
PT. GEOPRIMA SOLUSI Tbk.
Rukan Artha Gading Niaga Blok D No. 15A, Kelapa Gading - Jakarta Utara 14240
Phone: (021) 4585 0642, Email: corsec@geoprima.co.id, karnadi@geoprima.co.id
g. Nature dan latar belakang tingginya komponen proyek pada tahun 2024 sebesar Rp3,3 miliar atau
35,14% terhadap total nilai beban umum dan administrasi.
Penjelasan
Komponen beban proyek pada tahun 2024 sebesar Rp3,3 miliar terutama merupakan biaya-biaya
yang dikeluarkan Perseroan untuk mendukung pelaksanaan, pengembangan, dan pengelolaan
berbagai proyek yang menjadi bagian dari kegiatan usaha Perseroan. Komponen beban proyek pada
tahun 2024 sebesar Rp3,3 miliar terutama merupakan biaya-biaya yang dikeluarkan Perseroan
untuk mendukung pelaksanaan, pengembangan, dan pengelolaan berbagai proyek yang menjadi
bagian dari kegiatan usaha Perseroan. Besarnya komponen beban proyek pada tahun 2024
dipengaruhi oleh aktivitas Perseroan dalam melakukan pengembangan peluang usaha,
pelaksanaan proyek yang sedang berjalan, serta upaya mempertahankan dan memperluas basis
pelanggan pada periode tersebut. Perseroan mengklasifikasikan biaya tersebut sebagai beban
umum dan administrasi karena biaya-biaya dimaksud tidak memenuhi karakteristik sebagai beban
pokok penjualan dan tidak dapat diidentifikasi secara langsung terhadap transaksi penjualan
tertentu. Oleh karena itu, biaya tersebut diakui sebagai bagian dari beban operasional sesuai
dengan substansi ekonominya dan diterapkan secara konsisten dalam penyusunan laporan
keuangan Perseroan.
16. Berdasarkan CALK 24 tentang pendapatan dan (beban) lain-lain, agar dijelaskan:
a. Latar belakang Perseroan tidak membukukan komponen penyisihan penurunan nilai piutang per 31
Maret 2026 dan 31 Maret 2025.
Penjelasan
Perseroan melakukan evaluasi atas ekspektasi kerugian kredit (Expected Credit Loss/ECL) atas
piutang usaha dan aset keuangan lainnya pada setiap tanggal pelaporan sesuai dengan ketentuan
PSAK 109 tentang Instrumen Keuangan. Berdasarkan hasil evaluasi manajemen pada periode yang
berakhir 31 Maret 2025 dan 31 Maret 2026, tidak terdapat perubahan signifikan atas profil risiko
kredit maupun ekspektasi kerugian kredit dibandingkan dengan posisi akhir tahun sebelumnya
yang mengharuskan Perseroan membentuk tambahan penyisihan penurunan nilai piutang pada
periode interim tersebut.
b. Berkaitan dengan pertanyaan poin a, agar dijelaskan apakah penyajian komponen penyisihan
penurunan nilai piutang sebagaimana poin a telah sesuai dengan PSAK khususnya PSAK 109 tentang
instrumen keuangan. Dalam menanggapi pertanyaan ini, Bursa meminta Perseroan berkoordinasi
dengan KAP terlebih dahulu.
Penjelasan
Karena tidak terdapat perubahan signifikan yang mempengaruhi estimasi kerugian kredit pada
periode yang berakhir 31 Maret 2025 dan 31 Maret 2026, Perseroan tidak mencatat tambahan
beban penyisihan penurunan nilai piutang pada periode tersebut.
c. Berkaitan dengan pertanyaan poin a, agar Perseroan mengonfirmasikan apakah tidak dibukukannya
komponen penyisihan penurunan nilai piutang menyebabkan bottom line Perseroan disajikan lebih
rendah dari seharusnya (understated). Dalam menanggapi pertanyaan ini, Bursa meminta Perseroan
berkoordinasi dengan KAP terlebih dahulu.
Page 35 of 38
Page 36
PT. GEOPRIMA SOLUSI Tbk.
Rukan Artha Gading Niaga Blok D No. 15A, Kelapa Gading - Jakarta Utara 14240
Phone: (021) 4585 0642, Email: corsec@geoprima.co.id, karnadi@geoprima.co.id
Penjelasan
Berdasarkan hasil evaluasi manajemen dan diskusi dengan KAP, tidak terdapat tambahan kerugian
kredit ekspektasian yang perlu diakui pada periode yang berakhir 31 Maret 2025 dan 31 Maret 2026.
Oleh karena itu, tidak dicatatnya tambahan beban penyisihan penurunan nilai piutang pada periode
tersebut tidak menyebabkan laporan laba rugi Perseroan disajikan secara tidak wajar.
d. Latar belakang saldo penyisihan penurunan nilai piutang pada tahun 2025 dibukukan dengan nilai
positif yaitu Rp2,1 miliar sedangkan pada tahun 2024 sebesar negatif Rp2 miliar.
Penjelasan
Pada tahun 2024 Perseroan membukukan pemulihan (reversal) penyisihan penurunan nilai piutang
sebesar Rp2 miliar seiring dengan perbaikan kolektibilitas dan perkembangan penyelesaian atas
sejumlah saldo piutang yang sebelumnya telah dicadangkan. Sementara itu pada tahun 2025
Perseroan melakukan pembentukan tambahan penyisihan penurunan nilai piutang sebesar Rp2,1
miliar berdasarkan hasil evaluasi atas risiko kredit dan keterpulihan piutang pada tanggal
pelaporan. Pencatatan tersebut dilakukan sesuai hasil penelaahan manajemen terhadap
ekspektasi kerugian kredit dan kondisi piutang yang ada pada masing-masing periode pelaporan.
e. Latar belakang Perseroan melakukan pelepasan aset tetap pada tahun 2024 sehingga menghasilkan
laba lain-lain sebesar Rp596,8 juta.
Penjelasan
Laba lain-lain sebesar Rp596,8 juta pada tahun 2024 berasal dari pelepasan aset tetap yang
dilakukan Perseroan dalam rangka optimalisasi dan penataan portofolio aset yang dimiliki.
Pelepasan aset tersebut dilakukan terhadap aset yang dinilai tidak lagi digunakan secara optimal
dalam kegiatan operasional Perseroan. Selisih antara harga jual aset dan nilai buku aset pada saat
transaksi menghasilkan keuntungan yang diakui sebagai laba pelepasan aset tetap pada tahun
2024.
17. Latar belakang arus kas pembayaran pajak penghasilan bernilai positif pada periode komparatif 31 Maret
2025 sebesar Rp16,9 juta, mengingat arus kas pembayaran pajak penghasilan seharusnya merupakan arus
kas keluar.
Penjelasan
Berdasarkan hasil penelaahan, nilai tersebut merupakan kesalahan penyajian (presentation error) yang
berasal dari kesalahan referensi/perhitungan dalam penyusunan laporan arus kas, sehingga saldo
pembayaran pajak penghasilan seharusnya disajikan sebagai arus kas keluar. Berdasarkan hasil
penelaahan, nilai tersebut merupakan kesalahan penyajian (presentation error) yang berasal dari
kesalahan referensi/perhitungan dalam penyusunan laporan arus kas, sehingga saldo pembayaran pajak
penghasilan seharusnya disajikan sebagai arus kas keluar. Kesalahan tersebut tidak mempengaruhi jumlah
kas bersih, total aset, liabilitas, ekuitas, maupun laba rugi Perseroan, melainkan hanya berdampak pada
klasifikasi dan penyajian dalam laporan arus kas.
18. Arus kas investasi komponen perolehan aset tetap tahun 2025 yang hanya sebesar Rp181,4 juta, tidak
sejalan dengan penambahan bangunan sebesar Rp2,8 miliar sebagaimana CALK 10 tentang aset tetap.
Sehubungan dengan hal tersebut, agar Perseroan menjelaskan dan mengonfirmasi penyajian yang
seharusnya, dalam hal terdapat kesalahan atas penyajian.
Page 36 of 38
Page 37
PT. GEOPRIMA SOLUSI Tbk.
Rukan Artha Gading Niaga Blok D No. 15A, Kelapa Gading - Jakarta Utara 14240
Phone: (021) 4585 0642, Email: corsec@geoprima.co.id, karnadi@geoprima.co.id
Penjelasan
Penambahan nilai bangunan pada tahun 2025 tidak seluruhnya berasal dari pengeluaran kas pada tahun
berjalan. Sebagian penambahan berasal dari transaksi non-kas dan/atau kewajiban yang masih belum
diselesaikan pembayarannya pada tanggal pelaporan, sehingga tidak seluruh nilai penambahan bangunan
tercermin dalam arus kas investasi tahun 2025. Oleh karena itu, nilai perolehan aset tetap yang disajikan
dalam laporan arus kas sebesar Rp181,4 juta tidak dapat dibandingkan secara langsung dengan total
penambahan nilai bangunan yang tercatat dalam laporan posisi keuangan. Perseroan telah melakukan
evaluasi atas penyajian tersebut dan akan memastikan bahwa pengungkapan transaksi investasi serta
transaksi non-kas terkait aset tetap telah disajikan secara memadai sesuai dengan ketentuan standar
akuntansi yang berlaku.
19. Upaya dan komitmen Perseroan untuk memastikan penyajian laporan keuangan di masa depan,
sebagaimana Ketentuan III.1.1.5.3. Peraturan Bursa Nomor I-E mengenai pengungkapan laporan keuangan
interim wajib memiliki kualitas pengungkapan yang setara dengan pengungkapan yang terdapat pada
laporan keuangan auditan terakhir.
Penjelasan
Perseroan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas penyusunan dan pengungkapan laporan
keuangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, termasuk Peraturan Bursa Nomor I-E dan standar
akuntansi keuangan yang berlaku di Indonesia. Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Perseroan akan
melakukan berbagai upaya antara lain:
1. Meningkatkan proses review internal atas laporan keuangan dan catatan atas laporan keuangan
sebelum diterbitkan.
2. Memperkuat koordinasi antara fungsi keuangan, manajemen, auditor independen, serta konsultan
profesional yang mendukung proses pelaporan keuangan Perseroan.
3. Melakukan evaluasi berkala atas penerapan standar akuntansi dan ketentuan pasar modal yang
berlaku.
4. Meningkatkan kualitas dokumentasi dan pengungkapan informasi material agar konsisten antara
laporan keuangan interim dan laporan keuangan tahunan yang telah diaudit.
5. Melakukan perbaikan atas setiap temuan maupun masukan yang diperoleh dari regulator, auditor
independen, dan pemangku kepentingan lainnya.
Perseroan berkomitmen untuk memastikan bahwa laporan keuangan yang disampaikan kepada publik
disusun secara andal, transparan, dan memenuhi kualitas pengungkapan yang setara dengan laporan
keuangan auditan sesuai ketentuan yang berlaku.
20. Rencana tindakan korporasi dalam periode 12 bulan ke depan.
Penjelasan
Seperti Keterbukaan Informasi yang telah disampaikan, setelah pelaksanaan PMTHMETD ini, dalam 12 (dua
belas) bulan kedepan, Perseroan tengah melakukan kajian untuk melakukan serangkaian aksi korporasi
lanjutan dengan melaksanakan akuisisi beberapa aset dari Kelompok Usaha Tjokro Group seperti
Keterbukaan Informasi yang telah disampaikan pada tanggal 21 Januari 2026 dimana pembiayaan akan
dikombinasikan baik dari porsi ekuitas maupun instrument hutang. Segera Perseroan mendapatkan
kepastian atas struktur rencana aksi korporasi yang dilakukan, Perseroan akan tunduk kepada peraturan
yang berlaku dibidang pasar modal khususnya terkait dengan Keterbukaan Informasi yang akan dilakukan
oleh Perseroan.
Page 37 of 38
Page 38
PT. GEOPRIMA SOLUSI Tbk.
Rukan Artha Gading Niaga Blok D No. 15A, Kelapa Gading - Jakarta Utara 14240
Phone: (021) 4585 0642, Email: corsec@geoprima.co.id, karnadi@geoprima.co.id
21. Informasi/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup serta
dapat mempengaruhi harga saham perusahaan.
Penjelasan
Perseroan tidak memiliki Informasi fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi
kelangsungan hidup (going concern) maupun harga efek Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik
seperti yang telah disampaikan dalam Permintaan Penjalasan Bursa ini.
Demikian tanggapan ini kami sampaikan. Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.
PT GEOPRIMA SOLUSI Tbk
DIONYSIUS TJOKRO
Direktur Utama
Page 38 of 38
Names mentioned 23 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT BURSA EFEK INDONESIA Indonesia Stock Exchange Building
p.1
unresolved
org
Indonesia Stock Exchange
p.1
unresolved
org
Bank Indonesia
p.1
unresolved
org
Bank CCB
p.1
unresolved
org
PT JAYA INDAH CASTING
p.1 ×2
unresolved
org
PT Exsa
p.7
unresolved
org
PT Duta Omega
p.7 ×2
unresolved
org
Prayitno dan Rekan
p.7
unresolved
org
PT Sejahtera
p.7
unresolved
person
Khoirul Karim
p.9
unresolved
org
PT Gunadharma Cipta Persada
p.9
unresolved
org
PT Sarana Primadata
p.9
unresolved
org
PT Sejahtera Lima Belas
p.9
unresolved
org
PT Radian Delta Wijaya
p.9
unresolved
—
Per Mar-2026
· Nama Pihak
p.10
unresolved
org
PT Sujatim Kavipa Shipping
p.12 ×3
unresolved
org
Mapping Instrument Co. Ltd.
p.27 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.