Back to announcement
20260910_MGLV_Keterbukaan Informasi terkait Aksi Korporasi_32147699_lamp1.pdf
Other Text extracted MGLVSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 26
Page 1
INFORMASI PENAMBAHAN MODAL DENGAN MEMBERIKAN
HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU
KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM PERSEROAN
OTORITAS JASA KEUANGAN (“OJK”) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN
KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI PROSPEKTUS RINGKAS INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL TERSEBUT ADALAH
PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.
PROSPEKTUS RINGKAS INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL,
SEBAIKNYA BERKONSULTASI DENGAN PIHAK YANG KOMPETEN.
PT NEXAI DIGITAL INFRASTRUKTUR TBK (“PERSEROAN”) BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI, FAKTA, DATA,
ATAU LAPORAN DAN KEJUJURAN PENDAPAT YANG TERCANTUM DALAM PROSPEKTUS RINGKAS INI.
PT NEXAI DIGITAL INFRASTRUKTUR TBK
(dahulu bernama PT Panca Anugrah Wisesa Tbk)
Kegiatan Usaha Utama:
Bergerak dalam bidang aktivitas penyediaan infrastruktur komputasi, hosting, dan aktivitas terkait,
aktivitas perusahaan induk serta aktivitas konsultasi manajemen dan bisnis lainnya.
Berkedudukan di Jakarta, Indonesia
Kantor Pusat:
Pacific Century Place Lantai 38, SCBD Lot 10, Jl. Jend. Sudirman Kav.
52-53, Desa/Kelurahan Senayan, Kec. Kebayoran Baru, Kota Adm.
Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta
Telepon: (021) 7180349
Email: corporatesecretary@nexai-group.com
Website:https://www.nexai-group.com
PENAWARAN UMUM TERBATAS KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM
DALAM RANGKA PENAMBAHAN MODAL DENGAN MEMBERIKAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU I (“PMHMETD I”)
Perseroan dengan ini melakukan penawaran umum terbatas kepada pemegang saham Perseroan dalam rangka PMHMETD I untuk membeli saham biasa
sebanyak-banyaknya 285.732.512 (dua ratus delapan puluh lima juta tujuh ratus tiga puluh dua ribu lima ratus dua belas) saham biasa atas nama dengan nilai
nominal Rp20 (dua puluh Rupiah) per saham, atau mewakili 13,04% (tiga belas koma nol empat persen) dari jumlah saham Perseroan yang telah ditempatkan dan
disetor penuh setelah PMHMETD I. Setiap pemegang saham yang memiliki 100 (seratus) saham yang namanya tercantum dalam DPS pada tanggal 3 November
2026 pukul 16.00 WIB berhak atas 15 (lima belas) HMETD, dimana setiap 1 (satu) HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak 1
(satu) saham baru dalam PMHMETD I dengan Harga Pelaksanaan sebesar Rp8.880 (delapan ribu delapan ratus delapan puluh Rupiah) untuk setiap saham, yang
harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pelaksanaan HMETD. Jumlah dana yang akan diterima Perseroan dalam PMHEMETD I ini sebanyak-
banyaknya Rp2.537.304.706.560 (dua triliun lima ratus tiga puluh tujuh miliar tiga ratus empat juta tujuh ratus enam ribu lima ratus enam puluh Rupiah).
Saham yang ditawarkan dalam rangka PMHMETD I dengan menerbitkan HMETD ini seluruhnya adalah saham baru yang dikeluarkan dari portepel Perseroan
yang mempunyai hak sama dan sederajat dalam segala hal termasuk hak atas dividen dengan saham lainnya dari Perseroan yang telah ditempatkan dan disetor
penuh dan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Setiap HMETD dalam bentuk pecahan akan dibulatkan
ke bawah (rounded down). Dalam hal pemegang saham mempunyai HMETD dalam bentuk pecahan, hak atas pecahan saham dan/atau Efek Bersifat Ekuitas
lainnya dalam penambahan modal dengan memberikan HMETD tersebut wajib dijual oleh Perseroan dan hasil penjualannya dimasukkan ke dalam rekening
Perseroan.
Sebagaimana telah diatur dalam POJK No. 32/2015, Perseroan telah lebih dahulu memperoleh persetujuan para pemegang saham terkait dengan PMHMETD I
Perseroan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diselenggarakan Perseroan pada tanggal 7 September 2026.
PT Nextier Datamate Center (“NDC”) merupakan pemegang saham utama Perseroan yang memiliki 65,10% (enam puluh lima persen koma satu nol persen) saham
dari jumlah modal ditempatkan dan disetor dalam Perseroan dalam surat pernyataannya tanggal 10 September 2026 menyatakan akan melaksanakan seluruh
HMETD yang menjadi haknya dalam PMHMETD I sebanyak 186.000.000 (seratus delapan puluh enam juta) HMETD dengan nilai sebesar Rp1.651.680.000.000
(satu triliun enam ratus lima puluh satu miliar enam ratus delapan puluh juta Rupiah).
Apabila Saham Baru yang ditawarkan dalam PMHMETD I ini tidak seluruhnya diambil bagian oleh pemegang HMETD, maka sisa Saham Baru akan dialokasikan
kepada pemegang saham Perseroan lainnya yang telah melaksanakan haknya dan melakukan pemesanan Saham Baru tambahan sebagaimana tercantum dalam
sertifikat HMETD secara proporsional dengan ketentuan: (a) bila jumlah seluruh Saham Baru yang dipesan termasuk pemesanan Saham Baru tambahan tidak
melebihi jumlah seluruh saham yang ditawarkan dalam PMHMETD I ini, maka seluruh pesanan atas Saham Baru tambahan akan dipenuhi; (b) bila jumlah seluruh
Saham Baru yang dipesan, termasuk pemesanan Saham Baru tambahan melebihi jumlah seluruh Saham Baru yang ditawarkan dalam PMHMETD I ini, maka
kepada pemesan yang melakukan pemesanan Saham Baru tambahan akan diberlakukan sistem penjatahan secara proporsional, berdasarkan atas jumlah HMETD
yang telah dilaksanakan oleh masing-masing Pemegang Saham yang meminta pemesanan Saham Baru tambahan.
Dalam hal terdapat sisa Saham Baru dari jumlah saham yang ditawarkan setelah pelaksanaan pemesanan saham tambahan, maka Saham Baru tersebut tidak
akan dikeluarkan dari portepel.
HMETD DAPAT DIPERDAGANGKAN BAIK DI DALAM MAUPUN DI LUAR BURSA EFEK INDONESIA SELAMA TIDAK KURANG DARI 10 (SEPULUH)
HARI KERJA, MULAI TANGGAL 5 NOVEMBER 2026 SAMPAI DENGAN TANGGAL 18 NOVEMBER 2026. PENCATATAN SAHAM BARU HASIL
PELAKSANAAN HMETD AKAN DILAKUKAN DI BURSA EFEK INDONESIA PADA TANGGAL TANGGAL 9 NOVEMBER 2026 SAMPAI DENGAN 20
NOVEMBER 2026. TANGGAL TERAKHIR PELAKSANAAN HMETD ADALAH TANGGAL 18 NOVEMBER 2026, DENGAN KETERANGAN BAHWA HMETD
YANG TIDAK DILAKSANAKAN SAMPAI DENGAN TANGGAL TERSEBUT TIDAK BERLAKU LAGI.
RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI PERSEROAN ADALAH RISIKO TERKAIT KEMAMPUAN MENJAGA DAN MEMPERTAHANKAN SERVICE LEVEL
AGREEMENT (SLA) DAN RISIKO PENGEMBANGAN FASILITAS DATA CENTER. FAKTOR RISIKO PERSEROAN SELENGKAPNYA DICANTUMKAN
PADA BAB VI DI DALAM PROSPEKTUS.
DALAM PMHMETD I INI TIDAK TERDAPAT PEMBELI SIAGA. OLEH KARENA ITU, TIDAK TERDAPAT PIHAK YANG BERKEWAJIBAN UNTUK MEMBELI
SAHAM YANG TIDAK DIAMBIL BAGIAN OLEH PEMEGANG HMETD DAN/ATAU PEMESAN SAHAM TAMBAHAN.
SELAIN DARI PEMEGANG SAHAM YANG AKAN MENGAMBIL BAGIAN HMETD-NYA, PEMEGANG SAHAM LAMA YANG TIDAK MELAKSANAKAN
HAKNYA UNTUK MEMBELI SAHAM BARU YANG DITAWARKAN DALAM PMHMETD I INI SESUAI DENGAN HMETD-NYA AKAN MENGALAMI
PENURUNAN PERSENTASE KEPEMILIKAN SAHAMNYA (DILUSI) DALAM JUMLAH YANG CUKUP MATERIAL, YAITU MAKSIMUM SEBESAR 13,04%
(TIGA BELAS KOMA NOL EMPAT PERSEN).
Penasihat Keuangan
PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk
Prospektus Ringkas ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 10 September 2026
Page 2
INDIKASI JADWAL
Tanggal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa : 7 September 2026 Tanggal Pencatatan HMETD di Bursa Efek : 5 November 2026
(”RUPSLB”) Indonesia
Tanggal Efektif : 22 Oktober 2026 Periode Perdagangan HMETD : 5 – 18 November 2026
Tanggal Cum HMETD di Pasar Reguler dan Negosiasi : 30 Oktober 2026 Periode Pelaksanaan HMETD : 5 – 18 November 2026
Tanggal Cum HMETD di Pasar Tunai : 3 November 2026 Periode Distribusi Saham berasal dari HMETD : 9 – 20 November 2026
Tanggal Ex HMETD di Pasar Reguler dan Negosiasi : 2 November 2026 Tanggal Terakhir Pembayaran HMETD : 20 November 2026
Tanggal Ex HMETD di Pasar Tunai : 4 November 2026 Tanggal Terakhir Pembayaran Untuk Pemesanan : 23 November 2026
saham Tambahan
Tanggal Pencatatan (Recording Date) Untuk : 3 November 2026 Tanggal Penjatahan Pemesanan Saham : 23 November 2026
Memperoleh HMETD Tambahan
Tanggal Distribusi HMETD : 4 November 2026 Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan Saham : 25 November 2026
Tambahan
PENAWARAN UMUM
Perseroan dengan ini melakukan penawaran umum terbatas kepada pemegang saham Perseroan dalam rangka
PMHMETD I untuk membeli saham biasa sebanyak-banyaknya 285.732.512 (dua ratus delapan puluh lima juta
tujuh ratus tiga puluh dua ribu lima ratus dua belas) saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp20 (dua puluh
Rupiah) per saham, atau mewakili 13,04% (tiga belas koma nol empat persen) dari jumlah saham Perseroan yang
telah ditempatkan dan disetor penuh setelah PMHMETD I. Setiap pemegang saham yang memiliki 100 (seratus)
saham yang namanya tercantum dalam DPS pada tanggal 3 November 2026 pukul 16.00 WIB berhak atas 15
(lima belas) HMETD, dimana setiap 1 (satu) HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli
sebanyak 1 (satu) saham baru dalam PMHMETD I dengan Harga Pelaksanaan sebesar Rp8.880 (delapan ribu
delapan ratus delapan puluh Rupiah) untuk setiap saham, yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan
pemesanan pelaksanaan HMETD. Jumlah dana yang akan diterima Perseroan dalam PMHEMETD I ini sebanyak-
banyaknya Rp2.537.304.706.560 (dua triliun lima ratus tiga puluh tujuh miliar tiga ratus empat juta tujuh ratus enam
ribu lima ratus enam puluh Rupiah).
Saham yang ditawarkan dalam rangka PMHMETD I dengan menerbitkan HMETD ini seluruhnya adalah saham
baru yang dikeluarkan dari portepel Perseroan yang mempunyai hak sama dan sederajat dalam segala hal
termasuk hak atas dividen dengan saham lainnya dari Perseroan yang telah ditempatkan dan disetor penuh dan
akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Setiap HMETD
dalam bentuk pecahan akan dibulatkan ke bawah (rounded down). Dalam hal pemegang saham mempunyai
HMETD dalam bentuk pecahan, hak atas pecahan saham dan/atau Efek Bersifat Ekuitas lainnya dalam
penambahan modal dengan memberikan HMETD tersebut wajib dijual oleh Perseroan dan hasil penjualannya
dimasukkan ke dalam rekening Perseroan.
Sebagaimana telah diatur dalam POJK No. 32/2015, Perseroan telah lebih dahulu memperoleh persetujuan para
pemegang saham terkait dengan PMHMETD I Perseroan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
yang diselenggarakan Perseroan pada tanggal 7 September 2026.
PT Nextier Datamate Center (“NDC”) merupakan pemegang saham utama Perseroan yang memiliki 65,10% (enam
puluh lima persen koma satu nol persen) saham dari jumlah modal ditempatkan dan disetor dalam Perseroan
dalam surat pernyataannya tanggal 10 September 2026 menyatakan akan melaksanakan seluruh HMETD yang
menjadi haknya dalam PMHMETD I sebanyak 186.000.000 (seratus delapan puluh enam juta) HMETD dengan
nilai sebesar Rp1.651.680.000.000 (satu triliun enam ratus lima puluh satu miliar enam ratus delapan puluh juta
Rupiah).
Apabila Saham Baru yang ditawarkan dalam PMHMETD I ini tidak seluruhnya diambil bagian oleh pemegang
HMETD, maka sisa Saham Baru akan dialokasikan kepada pemegang saham Perseroan lainnya yang telah
melaksanakan haknya dan melakukan pemesanan Saham Baru tambahan sebagaimana tercantum dalam
sertifikat HMETD secara proporsional dengan ketentuan: (a) bila jumlah seluruh Saham Baru yang dipesan
termasuk pemesanan Saham Baru tambahan tidak melebihi jumlah seluruh saham yang ditawarkan dalam
PMHMETD I ini, maka seluruh pesanan atas Saham Baru tambahan akan dipenuhi; (b) bila jumlah seluruh Saham
Baru yang dipesan, termasuk pemesanan Saham Baru tambahan melebihi jumlah seluruh Saham Baru yang
ditawarkan dalam PMHMETD I ini, maka kepada pemesan yang melakukan pemesanan Saham Baru tambahan
akan diberlakukan sistem penjatahan secara proporsional, berdasarkan atas jumlah HMETD yang telah
dilaksanakan oleh masing-masing Pemegang Saham yang meminta pemesanan Saham Baru tambahan.
Dalam hal terdapat sisa Saham Baru dari jumlah saham yang ditawarkan setelah pelaksanaan pemesanan saham
tambahan, maka Saham Baru tersebut tidak akan dikeluarkan dari portepel.
STRUKTUR PERMODALAN DAN KEPEMILIKAN SAHAM PERSEROAN
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham Perseroan No. 60 tanggal 15 Juli 2025 yang
dibuat di hadapan Elizabeth Karina Leonita, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan, yang telah diberitahukan
kepada dan diterima oleh Menkum berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar
No. AHU-AH.01.03-0205719 tanggal 5 Agustus 2025, dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada
Kemenkum di bawah No. AHU-0178436.AH.01.11.Tahun 2025 tanggal 5 Agustus 2025, dan berdasarkan DPS
1
Page 3
Perseroan per tanggal 9 September 2026 yang diadministrasikan oleh PT Adimitra Jasa Korpora selaku BAE
Perseroan dan Laporan Kepemilikan Atau Setiap Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka yang di
publikasikan di website Bursa Efek Indonesia tanggal 10 September 2026, struktur permodalan dan susunan
pemegang saham Perseroan pada saat Prospektus ini diterbitkan adalah sebagai berikut:
Nilai Nominal Rp20 per saham
Keterangan
Jumlah Saham Jumlah Nominal (Rp) (%)
Modal Dasar 6.000.000.000 120.000.000.000 -
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
NDC 1.240.000.000 24.800.000.000 65,10%
Kepemilikan masyarakat di bawah 5% 664.883.411 13.297.668.220 34,90%
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor
Penuh 1.904.883.411 38.097.668.220 100,00%
Saham dalam Portepel 4.095.116.589 81.902.331.780
PMHMETD I
Jumlah Saham : Sebanyak 285.732.512 (dua ratus delapan puluh lima juta tujuh ratus tiga
puluh dua ribu lima ratus dua belas) saham yang merupakan Saham Baru
yang dikeluarkan dari portepel Perseroan yang memiliki hak yang sama
dan sederajat dalam segala hal dengan saham biasa atas nama lainnya
yang telah ditempatkan dan disetor penuh.
Nilai Nominal : Rp20 (dua puluh Rupiah) setiap saham.
Harga Pelaksanaan : Rp8.880 (delapan ribu delapan ratus delapan puluh Rupiah) setiap saham.
Rasio HMETD : Setiap pemegang 100 (seratus) Saham Lama yang tercatat dalam DPS
pada tanggal 3 November 2026 pukul 16.00 HMETD memiliki 15 (lima
belas) HMETD, dimana setiap pemegang 1 (satu) HMETD berhak untuk
membeli sebanyak 1 (satu) Saham Baru.
Dilusi kepemilikan : maksimum 13,04% (tiga belas koma nol empat persen).
Pencatatan : Saham baru ini akan dicatatkan di BEI sama dengan saham-saham yang
telah dicatatkan sebelumnya oleh Perseroan.
NDC merupakan pemegang saham utama Perseroan yang memiliki 65,10% (enam puluh lima koma satu nol
persen) saham dari jumlah modal ditempatkan dan disetor dalam Perseroan dalam surat pernyataannya tanggal
10 September 2026 menyatakan akan melaksanakan seluruh HMETD yang menjadi haknya dalam PMHMETD I
sebanyak 186.000.000 (seratus delapan puluh enam juta) HMETD dengan nilai sebesar Rp1.651.680.000.000
(satu triliun enam ratus lima puluh satu miliar enam ratus delapan puluh juta Rupiah) dan memiliki dana yang cukup
untuk melaksanakan seluruh HMETD yang menjadi haknya.
Apabila NDC dan Masyarakat melaksanakan haknya, maka struktur permodalan dan komposisi pemegang saham
Perseroan sebelum dan setelah PMHMETD I secara proforma adalah sebagai berikut:
Sebelum PMHMETD I Setelah PMHMETD
Deskripsi Jumlah Jumlah Nilai Jumlah Nilai
% Jumlah saham %
saham Nominal (Rp) Nominal (Rp)
Modal Dasar 6.000.000.000 120.000.000.000 6.000.000.000 120.000.000.000
Modal Ditempatkan dan
Disetor:
NDC 1.240.000.000 24.800.000.000 65,10% 1.426.000.000 28.520.000.000 65,10%
Masyarakat (masing – masing
di bawah 5%) 664.883.411 13.297.668.220 34,90% 764.615.923 15.292.318.460 34,90%
Jumlah modal ditempatkan
dan disetor 1.904.883.411 38.097.668.220 100,00% 2.190.615.923 43.812.318.460 100,00%
Saham dalam portepel 4.095.116.589 81.902.331.780 3.809.384.077 76.187.681.540
Apabila NDC sebagai pemegang saham utama melaksanakan seluruh HMETD yang menjadi haknya dan
Masyarakat secara keseluruhan tidak melaksanakan HMETD yang dimilikinya dalam PMHMETD I, maka susunan
modal saham Perseroan sesudah PMHMETD I secara proforma adalah sebagai berikut:
Sebelum PMHMETD I Setelah PMHMETD
Deskripsi Jumlah Jumlah Nilai Jumlah Jumlah Nilai
% %
saham Nominal (Rp) saham Nominal (Rp)
Modal Dasar 6.000.000.000 120.000.000.000 6.000.000.000 120.000.000.000
2
Page 4
Sebelum PMHMETD I Setelah PMHMETD
Deskripsi Jumlah Jumlah Nilai Jumlah Jumlah Nilai
% %
saham Nominal (Rp) saham Nominal (Rp)
Modal Ditempatkan dan
Disetor:
NDC 1.240.000.000 24.800.000.000 65,10% 1.426.000.000 28.520.000.000 68,20%
Masyarakat (masing – masing
di bawah 5%) 664.883.411 13.297.668.220 34,90% 664.883.411 13.297.668.220 31,80%
Jumlah modal ditempatkan
dan disetor 1.904.883.411 38.097.668.220 100,00% 2.090.883.411 41.817.668.220 100,00%
Saham dalam portepel 4.095.116.589 81.902.331.780 3.909.116.589 78.182.331.780
Dengan memperhatikan bahwa jumlah Saham Baru yang diterbitkan dalam PMHMETD I ini berjumlah sebanyak
285.732.512 (dua ratus delapan puluh lima juta tujuh ratus tiga puluh dua ribu lima ratus dua belas) saham, maka
pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya untuk membeli Saham Baru yang ditawarkan dalam
PMHMETD I ini sesuai HMETD-nya akan menerima dilusi maksimum sebesar 13,04% (tiga belas koma nol empat
persen).
Dengan dilaksanakannya seluruh HMETD, maka jumlah saham yang akan dicatatkan Perseroan di BEI adalah
sebanyak 2.190.615.923 (dua miliar seratus sembilan puluh juta enam ratus lima belas ribu sembilan ratus dua
puluh tiga) saham atau sejumlah 100% (seratus persen) dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh setelah
PMHMETD I, yang terdiri dari 1.904.883.411 (satu miliar sembilan ratus empat juta delapan ratus delapan puluh
tiga ribu empat ratus sebelas) Saham Lama dan 285.732.512 (dua ratus delapan puluh lima juta tujuh ratus tiga
puluh dua ribu lima ratus dua belas) Saham Baru yang berasal dari PMHMETD I ini.
Keterangan selengkapnya mengenai PMHMETD I dapat dilihat pada Bab I Prospektus.
KETERANGAN TENTANG HMETD
Efek yang ditawarkan dalam PMHMETD I ini diterbitkan berdasarkan HMETD yang dapat diperdagangkan selama
masa perdagangan yang ditentukan dan merupakan salah satu persyaratan pembelian efek. Saham Baru hasil
pelaksanaan HMETD yang ditawarkan dalam PMHMETD I ini dapat diperdagangkan selama masa perdagangan.
Keterangan lebih lanjut mengenai Penawaran Umum dapat dilihat pada Bab I Prospektus.
RENCANA PENGGUNAAN DANA
Seluruh dana yang diperoleh Perseroan dari PMHMETD I ini, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi yang
menjadi kewajiban Perseroan akan digunakan Perseroan:
1. Sekitar Rp668.607.000.000 (enam ratus enam puluh delapan miliar enam ratus tujuh juta Rupiah) akan
digunakan oleh Perseroan untuk melakukan pengambilalihan atas (i) piutang NDC kepada PT Nextier Askara
Center (“NAC”) sebesar Rp668.447.000.000 (enam ratus enam puluh delapan miliar empat ratus empat puluh
tujuh juta Rupiah) dan (ii) piutang NDC kepada PT Nextier GenAi Center (“NGC”) sebesar Rp160.000.000
(seratus enam puluh juta Rupiah), berdasarkan Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham dan Piutang tanggal 2
Juli 2026.
2. Sekitar Rp1.600.000.000.000 (satu triliun enam ratus miliar Rupiah) akan disalurkan dalam bentuk setoran
modal oleh Perseroan kepada NAC dan NGC selaku anak perusahaan Perseroan, dengan perincian sebagai
berikut:
a. Sekitar Rp1.000.000.000.000 (satu triliun Rupiah) akan digunakan untuk penyetoran modal kepada NGC.
Dana yang diperoleh dari penyetoran modal tersebut selanjutnya akan digunakan untuk pembangunan
fasilitas data center berupa pembayaran cicilan sewa tanah, bangunan dan prasarana, serta mesin dan
peralatan di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) termasuk untuk penggantian dan/atau
pengembalian atas biaya-biaya terkait pembangunan tersebut apabila ada yang telah dibayarkan terlebih
dahulu oleh NDC. NGC telah memiliki hak pemanfaatan atas lahan industri seluas 144.582 m²
berdasarkan Perjanjian Pemanfaatan Tanah Industri No. 95 tanggal 27 April 2026. Setelah penyetoran
modal, Perseroan akan tetap memiliki 99,9% saham NGC. Pada saat tanggal Prospektus ini diterbitkan,
NGC belum beroperasi secara komersial.
Setelah penyetoran modal ini, Perseroan akan tetap memiliki 99,9% saham NGC.
b. Sekitar Rp600.000.000.000 (enam ratus miliar Rupiah) kepada NAC untuk pengembangan fasilitas data
center, termasuk pengadaan mesin dan peralatan dan termasuk untuk penggantian dan/atau
pengembalian atas biaya-biaya terkait pengembangan tersebut apabila ada yang telah dibayarkan
terlebih dahulu oleh NDC, di Jababeka, Cikarang, Jawa Barat. Setelah penyetoran modal, Perseroan
3
Page 5
akan tetap memiliki 99,9% saham NAC. Pada tanggal Prospektus ini diterbitkan, NAC telah beroperasi
secara komersial.
3. Sisanya akan digunakan oleh Perseroan untuk modal kerja untuk biaya-biaya sehubungan dengan kegiatan
operasional Perseroan sehari-hari yang terdiri dari biaya gaji dan tunjangan karyawan, biaya jasa profesional
(sebagai contoh seperti jasa konsultan pajak, jasa audit, dan jasa konsultan IT), biaya pajak, dan biaya
keuangan.
Keterangan lebih lanjut mengenai rencana penggunaan dana dari hasil PMHMETD I dapat dilihat pada Bab II
Prospektus.
PERNYATAAN UTANG
Pada tanggal 30 April 2026, Perseroan dan Perusahaan Anak memiliki jumlah liabilitas sebesar Rp62.424.540.577
rincian atas total liabilitas Perseroan. Keterangan lebih lanjut mengnai Pernyataan Utang dapat dilihat pada
Prospektus Bab III terkait Pernyataan Utang Perseroan.
IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING
Calon investor harus membaca ikhtisar data keuangan penting yang disajikan di bawah ini bersama dengan
laporan keuangan konsolidasian Grup Perseroan beserta catatan atas laporan keuangan konsolidasian. Investor
juga harus membaca Bab V Prospektus yang berjudul Analisis dan Pembahasan oleh Manajemen
Ikhtisar data keuangan penting tersebut diambil dari:
a. Laporan keuangan konsolidasian Grup Perseroan pada tanggal 30 April 2026 dan 31 Desember 2025 serta
untuk periode empat bulan yang berakhir pada tanggal 30 April 2026 dan tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025, yang disusun dan disajikan oleh Manajemen Grup Perseroan sesuai dengan Standar
Akuntansi Keuangan Indonesia dan telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Doli, Bambang, Sulistiyanto,
Dadang & Ali berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia, sebagaimana
tercantum dalam laporan auditor independen No. 00058/3.0291/AU.1/05/0824-1/1/VI/2026 tanggal 18 Juni
2026, yang ditandatangani oleh Sudirman Simangunsong, M.Si., CPA dengan Izin Akuntan Publik No.
AP.0824, dengan opini tanpa modifikasian.
Informasi keuangan konsolidasian Grup Perseroan untuk periode empat bulan yang berakhir pada tanggal 30
April 2025, yang disusun dan disajikan oleh Manajemen Grup Perseroan sebagai angka komparatif terhadap
informasi keuangan untuk periode empat bulan yang berakhir pada tanggal 30 April 2026 serta tidak diaudit
dan tidak direviu
Laporan keuangan konsolidasian Grup Perseroan tanggal 31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal tersebut sebelumnya juga telah diaudit secara tersendiri oleh Kantor Akuntan Publik Doli,
Bambang, Sulistiyanto, Dadang & Ali, sebagaimana tercantum dalam laporan auditor independen No.
00027/3.0291/AU.1/05/0824-1/1/III/2026 tanggal 31 Maret 2026, yang ditandatangani oleh Sudirman
Simangunsong, M.Si., CPA dengan Izin Akuntan Publik No. AP.0824, dengan opini tanpa modifikasian.
Laporan auditor independen tersebut memuat hal audit utama mengenai (i) kecukupan penyisihan keusangan
persediaan dan (ii) verifikasi eksistensi atas persediaan.
b. Laporan keuangan konsolidasian Grup Perseroan tanggal 31 Desember 2024 serta untuk tahun yang berakhir
pada tanggal tersebut, yang disusun dan disajikan oleh Manajemen Grup Perseroan sesuai dengan Standar
Akuntansi Keuangan di Indonesia dan telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Heliantono & Rekan
berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia, sebagaimana tercantum
dalam laporan auditor independen No. 00894/2.0459/AU.1/05/1664-1/1/VI/2025, yang ditandatangani oleh
Andiek Nugroho, S.E., Ak., M.Ak., CA., CPA dengan Registrasi Akuntan Publik No. AP.1664, dengan opini
tanpa modifikasian.
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
(dalam Rupiah)
30 April 31 Desember
Keterangan
2026 2025 2024
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 1.317.256.004 3.156.869.509 7.783.983.680
Piutang usaha – neto 1.195.355.602 871.864.345 1.391.274.727
Piutang lain-lain 97.601.060 68.001.060 5.130.500.617
Persediaan 133.675.068.561 133.118.270.785 145.982.876.511
Uang muka 23.841.852.912 33.230.168.488 77.094.061.963
Pajak dibayar di muka 877.785.384 708.925.331 -
Jumlah Aset Lancar 161.004.919.523 171.154.099.518 237.382.697.498
4
Page 6
(dalam Rupiah)
30 April 31 Desember
Keterangan
2026 2025 2024
ASET TIDAK LANCAR
Piutang lain-lain 11.911.218.902 7.424.827.885 11.560.314.025
Aset tetap – neto 7.506.882.922 8.296.966.891 10.382.985.897
Aset pajak tangguhan – neto 255.492.309 281.033.980 229.400.545
Aset tak berwujud – neto 5.429.625 27.148.125 137.298.289
Aset lain-lain 728.943.300 728.943.300 2.714.080.140
Aset hak guna – neto - - 5.674.289.780
Jumlah Aset Tidak Lancar 20.407.967.058 16.758.920.181 30.698.368.676
JUMLAH ASET 181.412.886.581 187.913.019.699 268.081.066.174
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 16.253.959.762 8.175.425.757 17.444.038.448
Utang lain-lain 20.956.927.589 20.669.227.588 3.423.639.013
Beban akrual 5.194.381.913 5.091.950.198 1.651.262.737
Utang pajak 5.876.803.602 7.163.160.589 12.310.079.272
Uang muka penjualan 11.257.004.499 6.426.719.715 79.927.910.014
Utang bank - - 176.396.000
Liabilitas sewa 7.625.053 16.361.068 135.592.040
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 59.546.702.418 47.542.844.915 115.068.917.524
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas sewa - - 4.957.502.156
Utang lain-lain 1.716.509.485 10.919.716.249 9.922.696.765
Liabilitas imbalan kerja 1.161.328.674 1.277.427.180 1.042.729.748
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 2.877.838.159 12.197.143.429 15.922.928.669
JUMLAH LIABILITAS 62.424.540.577 59.739.988.344 130.991.846.193
EKUITAS
Modal Saham 38.097.668.220 38.097.668.220 38.097.668.220
Agio saham 42.884.580.302 42.884.580.302 42.884.580.302
Agio waran 879.013.980 879.013.980 879.013.980
Penghasilan komprehensif lain 859.777.186 693.916.611 632.865.921
Saldo laba 35.285.674.658 44.642.158.717 53.661.648.912
Ekuitas yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk 118.006.714.346 127.197.337.830 136.155.777.335
Kepentingan non-pengendali 981.631.658 975.693.525 933.442.646
JUMLAH EKUITAS 118.988.346.004 128.173.031.355 137.089.219.981
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
(dalam Rupiah)
30 April 31 Desember
Keterangan
2026 2025* 2025 2024
PENDAPATAN BERSIH 24.122.429.354 57.543.292.311 127.866.478.461 208.808.125.380
Beban pokok pendapatan (20.013.654.542) (40.630.717.191) (80.826.152.124) (119.965.329.621)
LABA KOTOR 4.108.774.812 16.912.575.120 47.040.326.337 88.842.795.759
Beban usaha (13.481.514.704) (18.435.582.671) (54.260.987.410) (70.077.186.734)
LABA (RUGI) USAHA (9.372.739.892) (1.523.007.551) (7.220.661.073) 18.765.609.025
Pendapatan lain-lain 95.843.457 606.124.816 1.760.898.762 1.663.841.742
Beban lain-lain (1.618.146) (1.326.274.673) (2.919.486.103) (9.796.121.567)
Jumlah pendapatan (beban)
lain-lain 94.225.311 (720.149.857) (1.158.587.341) (8.132.279.825)
LABA (RUGI) SEBELUM
PAJAK PENGHASILAN (9.278.514.581) (2.243.157.408) (8.379.248.414) 10.633.329.200
Pajak kini (93.270.863) (251.873.548) (676.843.769) (3.926.340.557)
Pajak final - - - (50.381.260)
Manfaat pajak tangguhan 21.239.516 22.950.953 68.852.860 106.647.162
Jumlah beban pajak
penghasilan (72.031.347) (228.922.595) (607.990.909) (3.870.074.655)
LABA (RUGI) NETO
PERIODE/TAHUN BERJALAN (9.350.545.928) (2.472.080.003) (8.987.239.323) 6.763.254.545
PENGHASILAN
KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan
direklasifikasi ke laba rugi:
Pengukuran kembali atas
program imbalan kerja 212.641.763 26.090.038 78.270.115 230.575.476
Pajak penghasilan terkait (46.781.188) (5.739.808) (17.219.425) (50.726.605)
JUMLAH PENGHASILAN
KOMPREHENSIF LAIN 165.860.575 20.350.230 61.050.690 179.848.871
LABA (RUGI) KOMPREHENSIF
PERIODE/TAHUN BERJALAN (9.184.685.353) (2.451.729.773) (8.926.188.633) 6.943.103.416
5
Page 7
(dalam Rupiah)
30 April 31 Desember
Keterangan
2026 2025* 2025 2024
LABA (RUGI)
PERIODE/TAHUN BERJALAN
YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik entitas induk (9.356.484.061) (2.512.916.154) (9.019.490.202) 6.600.646.057
Kepentingan non-pengendali 5.938.133 40.836.151 32.250.879 162.608.488
JUMLAH (9.350.545.928) (2.472.080.003) (8.987.239.323) 6.763.254.545
LABA (RUGI)
KOMPREHENSIF
PERIODE/TAHUN BERJALAN
YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik entitas induk (9.190.623.486) (2.492.565.924) (8.958.439.512) 6.780.494.928
Kepentingan non-pengendali 5.938.133 40.836.151 32.250.879 162.608.488
JUMLAH (9.184.685.353) (2.451.729.773) (8.926.188.633) 6.943.103.416
LABA (RUGI) PER SAHAM
DASAR (4,91) (1,32) (4,73) 3,47
*) tidak diaudit dan tidak direviu
Laporan Arus Kas Konsolidasian
(dalam Rupiah)
30 April 31 Desember
Keterangan
2026 2025* 2025 2024
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
OPERASI
Penerimaan dari pelanggan 28.629.222.881 32.643.239.787 54.884.698.541 196.409.281.376
Pembayaran kas kepada
pemasok, karyawan dan lainnya (9.209.115.095) (38.164.529.928) (47.110.232.219) (126.782.324.743)
Pembayaran imbalan kerja - - - (15.455.425.523)
Pembayaran untuk beban usaha (7.911.205.205) (12.378.428.855) (39.270.613.156) (60.917.606.552)
Pendapatan keuangan 72.132.153 12.441.241 11.497.390 16.571.229
Pembayaran beban keuangan (1.618.146) (748.863.319) (1.373.839.273) (9.774.043.037)
Kas Neto Diperoleh
dari/(Digunakan untuk)
Aktivitas Operasi 11.579.416.588 (18.636.141.074) (32.858.488.717) (16.503.547.250)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
INVESTASI
Penerimaan dari penjualan aset
tetap - - 180.000.000 43.000.000.000
Perolehan aset tetap (2.507.600) - (93.775.600) (89.976.274)
Perolehan aset hak guna - - - (3.461.087.139)
Kenaikan (penurunan) jaminan - - 1.985.136.840 (2.494.080.139)
Kas Neto Diperoleh
dari/(Digunakan untuk)
Aktivitas Investasi (2.507.600) - 2.071.361.240 36.954.856.448
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
PENDANAAN
Pembayaran pinjaman bank - (154.639.622) (176.396.000) (1.270.163.782)
Pembayaran utang sewa
pembiayaan (8.736.015) (268.465.618) (1.127.938.991) (30.953.017.959)
Penerimaan piutang lain-lain
pihak berelasi 601.003.780 10.432.920.361 9.197.985.696 11.551.258.894
Pembayaran piutang lain-lain
pihak berelasi (5.116.994.797) (20.032.114.861) - (4.993.899.999)
Penerimaan utang lain-lain
pihak berelasi 5.185.813.181 30.738.269.451 18.242.608.058 9.923.893.671
Pembayaran utang lain-lain
pihak berelasi (14.101.319.946) (7.458.241.100) - (3.749.884.164)
Kas Neto Diperoleh
dari/(Digunakan untuk)
Aktivitas Pendanaan (13.440.233.797) 13.257.728.611 26.136.258.763 (19.491.813.339)
Kenaikan (Penurunan) Neto
Kas dan Bank (1.863.324.809) (5.378.412.463) (4.650.868.714) 959.495.859
Kas dan Bank Awal
Periode/Tahun 3.156.869.509 7.783.983.680 7.783.983.680 6.824.569.377
Dampak Neto Selisih Kurs 23.711.304 16.272.221 23.754.542 (81.556)
Kas dan Bank Akhir
Periode/Tahun 1.317.256.004 2.421.843.438 3.156.869.509 7.783.983.680
*) tidak diaudit dan tidak direviu
6
Page 8
Rasio Keuangan Konsolidasian
30 April 31 Desember
Keterangan
2026 2025 2024
RASIO PERTUMBUHAN (%)
Pendapatan neto (58,08) (38,76) 0,92
Laba bruto (75,71) (47,05) (8,00)
Laba/(rugi) periode berjalan (278,25) (232,88) (58,63)
Laba/(rugi) komprehensif periode
berjalan (274,62) (228,56) (58,56)
Aset (3,46) (29,90) (9,44)
Liabilitas 4,49 (54,39) (22,87)
Ekuitas (7,17) (6,50) 8,62
RASIO USAHA (%)
Laba bruto / Pendapatan neto 17,03 36,79 42,55
Laba periode berjalan / Pendapatan
neto (38,85) (5.65) 8,99
Laba periode berjalan / Aset (5,17) (3,84) 7,00
Laba periode berjalan / Ekuitas (7,88) (5,63) 13,69
RASIO SOLVABILITAS (x)
Liabilitas / Aset 0,34 0,32 0,49
Liabilitas / Ekuitas 0,52 0,47 0,96
Ekuitas / Aset 0,66 0,68 0,51
ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN
Analisis Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
(dalam Rupiah)
30 April 31 Desember
Keterangan
2026 2025* 2025 2024
Pendapatan 24.122.429.354 57.543.292.311 127.866.478.461 208.808.125.380
Beban Pokok Pendapatan (20.013.654.542) (40.630.717.191) (80.826.152.124) (119.965.329.621)
Laba Kotor 4.108.774.812 16.912.575.120 47.040.326.337 88.842.795.759
Laba/(Rugi) Usaha (9.372.739.892) (1.523.007.551) (7.220.661.073) 18.765.609.025
Laba/(Rugi) Sebelum Paja
Penghasilan (9.278.514.581) (2.243.157.408) (8.379.248.414) 10.633.329.200
Laba/(Rugi) Periode/Tahun
Berjalan (9.350.545.928) (2.472.080.003) (8.987.239.323) 6.763.254.545
Total Penghasilan
Komprehensif Tahun Berjalan (9.184.685.353) (2.451.729.773) (8.926.188.633) 6.943.103.416
*) tidak diaudit dan tidak direviu
Periode empat bulan yang berakhir pada tanggal 30 April 2026 dibandingkan dengan tanggal 30 April 2025
Pada periode empat bulan yang berakhir pada tanggal 30 April 2026, Perseroan membukukan pendapatan
sebesar Rp24.122.429.354, mengalami penurunan sebesar Rp33.420.862.957 atau 58,08% dibandingkan dengan
pendapatan pada periode empat bulan yang berakhir pada tanggal 30 April 2025 sebesar Rp57.543.292.311.
Penurunan ini terutama disebabkan oleh melemahnya daya beli masyarakat yang berdampak pada penurunan
permintaan atas produk-produk Perseroan, serta fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing (USD dan
EUR) yang meningkatkan harga pokok barang impor sehingga mempengaruhi daya saing harga jual dan
keputusan pembelian pelanggan.
Pada periode empat bulan yang berakhir pada tanggal 30 April 2026, beban pokok pendapatan Perseroan sebesar
Rp20.013.654.542, mengalami penurunan sebesar Rp20.617.062.649 atau 50,74% dibandingkan dengan beban
pokok pendapatan pada periode empat bulan yang berakhir pada tanggal 30 April 2025 sebesar
Rp40.630.717.191. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan volume penjualan selama periode berjalan
sebagai dampak melemahnya permintaan pasar dan daya beli konsumen. Walaupun Perseroan menghadapi
tekanan kenaikan biaya perolehan barang impor akibat fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap USD dan EUR,
penurunan volume penjualan menyebabkan total beban pokok pendapatan tetap lebih rendah dibandingkan
periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Pada periode empat bulan yang berakhir pada tanggal 30 April 2026, Perseroan membukukan rugi neto periode
berjalan sebesar Rp9.350.545.928, mengalami penurunan sebesar Rp6.878.465.925 atau 278,25% dibandingkan
dengan rugi neto periode berjalan pada periode empat bulan yang berakhir pada tanggal 30 April 2025 sebesar
Rp2.472.080.003. Penurunan ini terutama disebabkan penurunan pendapatan yang signifikan akibat melemahnya
daya beli masyarakat dan permintaan pasar, sementara fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap USD dan EUR
meningkatkan biaya perolehan barang impor serta menimbulkan tekanan terhadap margin usaha. Selain itu, beban
7
Page 9
operasional Perseroan belum dapat diturunkan secara proporsional sejalan dengan penurunan penjualan,
sehingga berdampak pada meningkatnya rugi neto selama periode berjalan.
Pada periode empat bulan yang berakhir pada tanggal 30 April 2026, Perseroan membukukan rugi komprehensif
periode berjalan sebesar Rp9.184.685.353, mengalami penurunan sebesar Rp6.732.955.580 atau 274,62%
dibandingkan dengan rugi komprehensif periode berjalan pada periode empat bulan yang berakhir pada tanggal
30 April 2025 sebesar Rp2.451.729.773. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan sebagai
akibat melemahnya daya beli masyarakat dan permintaan pasar, serta fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap USD
dan EUR yang meningkatkan biaya perolehan barang impor dan menekan margin usaha. Selain itu, beban
operasional Perseroan belum dapat diturunkan secara proporsional terhadap penurunan penjualan, sehingga rugi
neto meningkat dan berdampak pada meningkatnya rugi komprehensif periode berjalan.
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dibandingkan dengan 31 Desember 2024
Pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, Perseroan membukukan pendapatan sebesar
Rp127.866.478.461, mengalami penurunan sebesar Rp80.941.646.919 atau 38,76% dibandingkan dengan
pendapatan pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp208.808.125.380. Penurunan
ini terutama disebabkan oleh melemahnya permintaan pasar dan daya beli konsumen, fluktuasi nilai tukar Rupiah
terhadap USD dan EUR yang meningkatkan biaya perolehan barang impor, serta penurunan volume penjualan
sebagai dampak penyesuaian terhadap kondisi pasar yang belum sepenuhnya pulih.
Pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, beban pokok pendapatan Perseroan sebesar
Rp80.826.152.124, mengalami penurunan sebesar Rp39.139.177.497 atau 32,63% dibandingkan dengan beban
pokok pendapatan pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp119.965.329.621.
Penurunan ini terutama disebabkan oleh menurunnya volume penjualan selama tahun 2025 sebagai dampak dari
melemahnya permintaan pasar dan daya beli masyarakat, sehingga jumlah barang yang terjual turut menurun.
Meskipun Perseroan menghadapi kenaikan biaya perolehan barang impor akibat fluktuasi nilai tukar Rupiah
terhadap USD dan EUR, penurunan volume penjualan lebih dominan sehingga total beban pokok pendapatan
tercatat lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, Perseroan membukukan rugi neto tahun berjalan
sebesar Rp8.987.239.323, dibandingkan dengan laba neto tahun berjalan pada tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 sebesar Rp6.763.254.545. Dengan demikian, laba (rugi) neto tahun berjalan Perseroan
mengalami penurunan sebesar Rp15.750.493.868 atau 232,88%. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
menurunnya pendapatan sebagai akibat melemahnya permintaan pasar dan daya beli masyarakat, fluktuasi nilai
tukar Rupiah terhadap USD dan EUR yang meningkatkan biaya perolehan barang impor dan menekan margin
usaha, serta beban operasional yang belum dapat diturunkan secara proporsional terhadap penurunan penjualan.
Kombinasi faktor-faktor tersebut menyebabkan Perseroan membukukan rugi neto pada tahun 2025 dibandingkan
laba neto pada tahun 2024.
Pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, Perseroan membukukan rugi komprehensif tahun
berjalan sebesar Rp8.926.188.633, dibandingkan dengan penghasilan komprehensif tahun berjalan pada tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp6.943.103.416. Dengan demikian, total penghasilan
komprehensif tahun berjalan Perseroan mengalami penurunan sebesar Rp15.869.292.049 atau 228,56%.
Penurunan ini terutama disebabkan oleh menurunnya pendapatan sebagai akibat melemahnya permintaan pasar
dan daya beli masyarakat, fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap USD dan EUR yang meningkatkan biaya perolehan
barang impor sehingga menekan margin usaha, serta beban operasional yang belum dapat diturunkan secara
proporsional terhadap penurunan penjualan. Selain itu, perubahan pada penghasilan komprehensif lain selama
tahun berjalan turut memengaruhi total rugi komprehensif Perseroan.
Analisis Pertumbuhan Aset, Liabilitas dan Ekuitas
(dalam Rupiah)
30 April 31 Desember
Keterangan
2026 2025 2024
Jumlah Aset Lancar 161.004.919.523 171.154.099.518 237.382.697.498
Jumlah Aset Tidak Lancar 20.407.967.058 16.758.920.181 30.698.368.676
Jumlah Aset 181.412.886.581 187.913.019.699 268.081.066.174
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 59.546.702.418 47.542.844.915 115.068.917.524
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 2.877.838.159 12.197.143.429 15.922.928.669
Jumlah Liabilitas 62.424.540.577 59.739.988.344 130.991.846.193
Jumlah Ekuitas 118.988.346.004 128.173.031.355 137.089.219.981
Jumlah Liabilitas Dan Ekuitas 181.412.886.581 187.913.019.699 268.081.066.174
8
Page 10
Aset
Pada tanggal 30 April 2026 dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2025
Jumlah aset lancar Perseroan pada tanggal 30 April 2026 adalah sebesar Rp161.004.919.523, mengalami
penurunan sebesar Rp10.149.179.995 atau 5,93% dibandingkan dengan jumlah aset lancar Perseroan pada
tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp171.154.099.518. Penurunan ini terutama disebabkan oleh berkurangnya
saldo uang muka pembelian seiring dengan telah diterimanya barang dari pemasok, sehingga saldo uang muka
direalisasikan menjadi harga pokok pendapatan dan atau persediaan sesuai dengan proses pengadaan barang
dagangan. Selain itu, perubahan pada komponen aset lancar lainnya selama periode berjalan turut memengaruhi
penurunan jumlah aset lancar Perseroan.
Jumlah aset tidak lancar Perseroan pada tanggal 30 April 2026 adalah sebesar Rp20.407.967.058, mengalami
peningkatan sebesar Rp3.649.046.877 atau 21,77% dibandingkan dengan jumlah aset tidak lancar Perseroan
pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp16.758.920.181. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
piutang lain-lain sebesar Rp4.486.391.017, yang mencerminkan bertambahnya hak tagih Perseroan atas transaksi
yang diperkirakan akan diselesaikan dalam jangka waktu lebih dari satu tahun, sehingga meningkatkan saldo aset
tidak lancar pada akhir periode.
Jumlah total aset Perseroan pada tanggal 30 April 2026 adalah sebesar Rp181.412.886.581, mengalami
penurunan sebesar Rp6.500.133.118 atau 3,46% dibandingkan dengan jumlah total aset Perseroan pada tanggal
31 Desember 2025 sebesar Rp187.913.019.699. Penurunan ini terutama disebabkan oleh berkurangnya aset
lancar, khususnya penurunan saldo uang muka pembelian seiring dengan telah diterimanya barang dari pemasok
sehingga saldo uang muka direalisasikan menjadi harga pokok pendapatan dan persediaan. Meskipun aset tidak
lancar mengalami peningkatan yang terutama berasal dari kenaikan piutang lain-lain, peningkatan tersebut belum
dapat mengimbangi penurunan aset lancar, sehingga total aset Perseroan pada akhir periode tercatat lebih rendah
dibandingkan posisi pada 31 Desember 2025.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2024
Jumlah aset lancar Perseroan pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar Rp171.154.099.518, mengalami
penurunan sebesar Rp66.228.597.980 atau 27,90% dibandingkan dengan jumlah aset lancar Perseroan pada
tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp237.382.697.498. Penurunan ini terutama disebabkan oleh berkurangnya
saldo uang muka pembelian seiring dengan telah diterimanya barang dari pemasok, sehingga saldo uang muka
direalisasikan menjadi harga pokok pendapatan dan atau persediaan sesuai dengan proses pengadaan barang
dagangan. Selain itu, perubahan pada komponen aset lancar lainnya selama periode berjalan turut memengaruhi
penurunan jumlah aset lancar Perseroan.
Jumlah aset tidak lancar Perseroan pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar Rp16.758.920.181,
mengalami penurunan sebesar Rp13.939.448.495 atau 45,41% dibandingkan dengan jumlah aset tidak lancar
Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp30.698.368.676. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
berkurangnya saldo piutang lain-lain sebesar Rp4.135.486.139 sebagai akibat penyelesaian dan penagihan
piutang selama tahun berjalan. Selain itu, nilai tercatat aset tetap juga mengalami penurunan seiring dengan
pengakuan beban penyusutan (depresiasi) sesuai dengan umur manfaat aset tetap. Kombinasi kedua faktor
tersebut menyebabkan jumlah aset tidak lancar Perseroan menurun dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31
Desember 2024.
Jumlah total aset Perseroan pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar Rp187.913.019.699, mengalami
penurunan sebesar Rp80.168.046.475 atau 29,90% dibandingkan dengan jumlah total aset Perseroan pada
tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp268.081.066.174. Penurunan ini terutama disebabkan oleh menurunnya
aset lancar, khususnya penurunan saldo uang muka pembelian seiring dengan telah diterimanya barang dari
pemasok serta penurunan komponen aset lancar lainnya. Selain itu, aset tidak lancar juga mengalami penurunan
yang terutama berasal dari berkurangnya piutang lain-lain dan penurunan nilai buku aset tetap sebagai akibat
pengakuan beban penyusutan selama tahun berjalan. Kombinasi faktor-faktor tersebut menyebabkan total aset
Perseroan menurun dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31 Desember 2024.
Liabilitas
Periode empat bulan yang berakhir pada tanggal 30 April 2026 dibandingkan dengan tanggal 31 Desember
2025
Jumlah liabilitas jangka pendek Perseroan pada tanggal 30 April 2026 adalah sebesar Rp59.546.702.418,
mengalami peningkatan sebesar Rp12.003.857.503 atau 25,25% dibandingkan dengan jumlah liabilitas jangka
pendek Perseroan pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp47.542.844.915. Peningkatan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan utang usaha sebesar Rp8.078.534.005 seiring dengan meningkatnya pembelian barang
dagangan secara kredit dari pemasok, serta peningkatan uang muka penjualan dari pelanggan sebesar
Rp4.830.284.784 sebagai akibat bertambahnya penerimaan pembayaran di muka atas pesanan pelanggan yang
9
Page 11
akan direalisasikan pada periode berikutnya. Kombinasi kedua faktor tersebut menyebabkan jumlah liabilitas
jangka pendek Perseroan meningkat dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31 Desember 2025.
Jumlah liabilitas jangka panjang Perseroan pada tanggal 30 April 2026 adalah sebesar Rp2.877.838.159,
mengalami penurunan sebesar Rp9.319.305.270 atau 76,41% dibandingkan dengan jumlah liabilitas jangka
panjang Perseroan pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp12.197.143.429. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh berkurangnya saldo utang lain-lain jangka panjang sebesar Rp9.203.206.763 sebagai akibat
penyelesaian sebagian kewajiban dan/atau reklasifikasi kewajiban yang telah jatuh tempo ke liabilitas jangka
pendek sesuai dengan ketentuan perjanjian dan kebijakan akuntansi Perseroan. Penurunan tersebut
mengakibatkan jumlah liabilitas jangka panjang Perseroan menjadi lebih rendah dibandingkan dengan posisi pada
tanggal 31 Desember 2025.
Jumlah liabilitas Perseroan pada tanggal 30 April 2026 adalah sebesar Rp62.424.540.577, mengalami peningkatan
sebesar Rp2.684.552.233 atau 4,49% dibandingkan dengan jumlah liabilitas Perseroan pada tanggal 31 Desember
2025 sebesar Rp59.739.988.344. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh kenaikan liabilitas jangka pendek,
khususnya peningkatan utang usaha sebesar Rp8.078.534.005 seiring dengan meningkatnya pembelian barang
dagangan secara kredit dari pemasok serta peningkatan uang muka penjualan dari pelanggan sebesar
Rp4.830.284.784 yang mencerminkan bertambahnya penerimaan pembayaran di muka atas pesanan pelanggan.
Peningkatan tersebut sebagian diimbangi oleh penurunan liabilitas jangka panjang, terutama akibat berkurangnya
saldo utang lain-lain jangka panjang sebesar Rp9.203.206.764, sehingga secara keseluruhan jumlah liabilitas
Perseroan meningkat dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31 Desember 2025.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2024
Jumlah liabilitas jangka pendek Perseroan pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar Rp47.542.844.915,
menurun sebesar Rp67.526.072.609 atau 58,68% dibandingkan dengan jumlah liabilitas jangka pendek Perseroan
pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp115.068.917.524. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
berkurangnya saldo utang usaha sebesar Rp9.268.612.691 seiring dengan penyelesaian kewajiban kepada
pemasok, penurunan saldo uang muka penjualan dari pelanggan sebesar Rp73.501.190.299 akibat realisasi
pesanan pelanggan yang sebelumnya telah diterima pembayaran di muka, serta penurunan utang pajak sebesar
Rp5.146.918.683 sebagai akibat penyelesaian kewajiban perpajakan sesuai dengan jatuh temponya. Kombinasi
penurunan pada akun-akun tersebut menyebabkan jumlah liabilitas jangka pendek Perseroan menurun secara
signifikan dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31 Desember 2024.
Jumlah liabilitas jangka panjang Perseroan pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar Rp12.197.143.429,
menurun sebesar Rp3.725.785.240 atau 23,40% dibandingkan dengan jumlah liabilitas jangka panjang Perseroan
pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp15.922.928.669. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
berkurangnya liabilitas sewa sebesar Rp4.957.502.156 seiring dengan pembayaran kewajiban sewa selama tahun
berjalan sesuai dengan jadwal perjanjian sewa, sehingga saldo liabilitas sewa pada akhir tahun menjadi lebih
rendah dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31 Desember 2024.
Jumlah liabilitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar Rp59.739.988.344, menurun sebesar
Rp71.251.857.849 atau 54,39% dibandingkan dengan jumlah liabilitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024
sebesar Rp130.991.846.193. Penurunan ini terutama disebabkan oleh berkurangnya liabilitas jangka pendek,
khususnya penurunan saldo uang muka penjualan dari pelanggan sebesar Rp73.501.190.299 seiring dengan
realisasi pesanan pelanggan yang sebelumnya telah diterima pembayaran di muka, penurunan utang usaha
sebesar Rp9.268.612.691 sebagai akibat penyelesaian kewajiban kepada pemasok, serta penurunan utang pajak
sebesar Rp5.146.918.683 sejalan dengan penyelesaian kewajiban perpajakan selama tahun berjalan. Selain itu,
liabilitas jangka panjang juga mengalami penurunan yang terutama berasal dari berkurangnya liabilitas sewa
sebesar Rp4.957.502.156 akibat pembayaran kewajiban sewa sesuai dengan jadwal perjanjian. Meskipun
terdapat kenaikan pada beberapa akun liabilitas lainnya, penurunan pada akun-akun tersebut merupakan faktor
utama yang menyebabkan total liabilitas Perseroan menurun dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31
Desember 2024.
Ekuitas
Pada tanggal 30 April 2026 dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2025
Jumlah ekuitas Perseroan pada tanggal 30 April 2026 adalah sebesar Rp118.988.346.004, menurun sebesar
Rp9.184.685.351 atau 7,17% dibandingkan dengan jumlah ekuitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2025
sebesar Rp128.173.031.355. Penurunan ini terutama disebabkan oleh rugi komprehensif periode berjalan yang
dibukukan Perseroan hingga 30 April 2026 sebesar Rp9.184.685.353, dan kerugian tahun 2025 sebesar
Rp8.987.239.323 yang mengurangi saldo laba dan berdampak langsung terhadap penurunan jumlah ekuitas.
10
Page 12
Pada tanggal 31 Desember 2025 dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2024
Jumlah ekuitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar Rp128.173.031.355, menurun sebesar
Rp8.916.188.626 atau 6,50% dibandingkan dengan jumlah ekuitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024
sebesar Rp137.089.219.981. Penurunan ini terutama disebabkan oleh rugi komprehensif periode berjalan yang
dibukukan Perseroan 31 Desember 2025 sebesar Rp8.926.188.633 yang mengurangi saldo laba dan berdampak
langsung terhadap penurunan jumlah ekuitas.
Analisis Arus Kas
Arus Kas
Tabel berikut ini menyajikan ringkasan arus kas untuk masing-masing tanggal:
(dalam Rupiah)
30 April 31 Desember
Keterangan
2026 2025* 2025 2024
Arus Kas Bersih Diperoleh dari /
(Digunakan Untuk) Aktivitas
Operasi 11.579.416.588 (18.636.141.074) (32.858.488.717) (16.503.547.250)
Arus Kas Bersih Diperoleh dari /
(Digunakan Untuk) Aktivitas
Investasi (2.507.600) - 2.071.361.240 36.954.856.448
Arus Kas Bersih Diperoleh dari /
(Digunakan Untuk) Aktivitas
Pendanaan (13.440.233.797) 13.257.728.611 26.136.258.763 (19.491.813.339)
Kenaikan (Penurunan) Neto Kas
Dan Bank (1.863.324.809) (5.378.412.463) (4.650.868.714) 959.495.859
Kas Dan Bank Awal Periode/Tahun 3.156.869.509 7.783.983.680 7.783.983.680 6.824.569.377
Dampak Neto Selisih Kurs 23.711.304 16.272.221 23.754.542 (81.556)
Kas Dan Bank Akhir
Periode/Tahun 1.317.256.004 2.421.843.438 3.156.869.509 7.783.983.680
*) tidak diaudit dan tidak direviu
Periode empat bulan yang berakhir pada tanggal 30 April 2026 dibandingkan dengan tanggal 30 April 2025
Jumlah arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi pada periode empat bulan yang berakhir pada tanggal
30 April 2026 adalah sebesar Rp11.579.416.588, mengalami peningkatan sebesar Rp30.215.557.662 atau
162,13% dibandingkan dengan arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi pada periode empat bulan
yang berakhir pada tanggal 30 April 2025 sebesar Rp18.636.141.074. Peningkatan tersebut terutama dipengaruhi
oleh berkurangnya pembayaran kepada pemasok sebesar Rp28.956.414.833 dibandingkan dengan periode yang
sama tahun sebelumnya, sejalan dengan penurunan pembelian dan pengelolaan modal kerja yang lebih efisien.
Selain itu, pembayaran beban usaha juga menurun sebesar Rp1.259.142.829 sebagai hasil dari upaya Perseroan
melakukan pengendalian biaya operasional. Kombinasi kedua faktor tersebut meningkatkan arus kas bersih yang
dihasilkan dari aktivitas operasi pada periode berjalan.
Jumlah arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi pada periode empat bulan yang berakhir pada
tanggal 30 April 2026 adalah sebesar Rp2.507.600, sedangkan pada periode empat bulan yang berakhir pada
tanggal 30 April 2025 Perseroan tidak mencatat arus kas bersih dari aktivitas investasi. Penggunaan arus kas
tersebut terutama dipengaruhi oleh perolehan aset tetap sebesar Rp2.507.600.
Jumlah arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan pada periode empat bulan yang berakhir pada
tanggal 30 April 2026 adalah sebesar Rp13.440.233.797, dibandingkan dengan arus kas bersih yang diperoleh
dari aktivitas pendanaan pada periode empat bulan yang berakhir pada tanggal 30 April 2025 sebesar
Rp13.257.728.611. Dengan demikian, arus kas bersih dari aktivitas pendanaan mengalami penurunan sebesar
Rp26.697.962.408 atau 201,38%. Penurunan tersebut terutama dipengaruhi oleh meningkatnya arus kas keluar
untuk pembayaran liabilitas sewa sebesar Rp259.729.603 dan pembayaran utang kepada pihak berelasi sebesar
Rp6.643.078.846. Selain itu, penerimaan dari piutang pihak berelasi juga menurun sebesar Rp9.831.916.581
dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Kombinasi faktor-faktor tersebut menyebabkan arus
kas dari aktivitas pendanaan berubah dari arus kas bersih yang diperoleh pada periode empat bulan yang berakhir
pada 30 April 2025 menjadi arus kas bersih yang digunakan pada periode empat bulan yang berakhir pada 30
April 2026.
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dibandingkan dengan 31 Desember 2024
Jumlah arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi pada tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2025 adalah sebesar Rp32.858.488.717, meningkat sebesar Rp16.354.941.467 atau 99,10%
dibandingkan dengan arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi pada tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp16.503.547.250. Peningkatan tersebut terutama dipengaruhi oleh
11
Page 13
berkurangnya penerimaan dari pelanggan sebesar Rp141.524.582.835,berkurangnya pembayaran kepada
pemasok sebesar Rp79.672.092.524 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, sejalan dengan
penurunan pembelian dan pengelolaan modal kerja yang lebih efisien. Selain itu, pembayaran beban usaha juga
menurun sebesar Rp21.646.993.396 sebagai hasil dari upaya Perseroan melakukan pengendalian biaya
operasional. Meskipun Perseroan berhasil menurunkan pembayaran kepada pemasok, pembayaran beban usaha,
dan beban keuangan dibandingkan tahun sebelumnya, penurunan penerimaan kas dari pelanggan merupakan
faktor yang paling dominan sehingga arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi meningkat
dibandingkan tahun 2024.
Jumlah arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2025 adalah sebesar Rp2.071.361.240, mengalami penurunan sebesar Rp34.883.495.208 atau 94,39%
dibandingkan dengan arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi pada tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 sebesar Rp36.954.856.448. Penurunan tersebut terutama dipengaruhi oleh menurunnya
penerimaan kas dari penjualan aset tetap, yang pada tahun 2025 hanya sebesar Rp180.000.000 dibandingkan
Rp43.000.000.000 pada tahun 2024. Penurunan tersebut sebagian diimbangi oleh adanya kenaikan arus kas dari
perubahan uang jaminan sebesar Rp1.985.136.840 serta tidak adanya pengeluaran untuk perolehan aset hak-
guna pada tahun 2025 sebagaimana terjadi pada tahun 2024. Namun demikian, penurunan penerimaan dari
penjualan aset tetap merupakan faktor yang paling signifikan sehingga arus kas bersih dari aktivitas investasi pada
tahun 2025 menurun dibandingkan tahun sebelumnya.
Jumlah arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan pada tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2025 adalah sebesar Rp26.136.258.763, dibandingkan dengan arus kas bersih yang digunakan untuk
aktivitas pendanaan pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp19.491.813.339.
Dengan demikian, arus kas bersih dari aktivitas pendanaan mengalami peningkatan sebesar Rp45.628.072.102
atau 234,09%. Peningkatan tersebut terutama dipengaruhi oleh meningkatnya penerimaan kas dari piutang lain
sebesar Rp18.242.608.058 pada tahun 2025. Selain itu, Perseroan tidak lagi melakukan pembayaran utang
kepada pihak berelasi sebagaimana terjadi pada tahun 2024, serta pembayaran liabilitas sewa dan pembayaran
pinjaman bank pada tahun 2025 juga lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun penerimaan dari
piutang pihak berelasi mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024, peningkatan penerimaan dari piutang lain
dan berkurangnya arus kas keluar dari aktivitas pendanaan lebih dominan sehingga Perseroan membukukan arus
kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan pada tahun 2025.
FAKTOR RISIKO
Risiko yang dapat mempengaruhi kegiatan usaha Perseroan dapat dikelompokkan sebagai berikut:
A. Risiko Utama Yang Mempunyai Pengaruh Signifikan
1. Kemampuan menjaga dan mempertahankan Service Level Agreement (SLA)
2. Risiko Pengembangan Fasilitas Data Center
B. Risiko Usaha Yang Berhubungan Dengan Kegiatan Usaha Perseroan
1. Risiko Persaingan Usaha dalam Industri Data Center
2. Risiko Investasi dan Aksi Korporasi
3. Risiko Kegagalan Perseroan Memenuhi Peraturan Perundang-undangan yang Berlaku
4. Risiko Perubahan Teknologi
5. Risiko Kelangkaan Sumber Daya
6. Risiko Pasokan Bahan Baku atau Peralatan
C. Risiko Umum
1. Risiko Kondisi Perekonomian Makro dan Global
2. Risiko Perubahan Nilai Tukar Mata Uang Asing
3. Risiko Kepatuhan terhadap Peraturan Perundang-Undangan
4. Risiko Tuntutan atau Gugatan Hukum
5. Risiko Perubahan Kebijakan Pemerintah
6. Risiko Ketentuan Negara Lain atau Peraturan Internasional
D. Risiko Usaha Yang Berhubungan Dengan Saham
1. Risiko Tidak Likuidnya Saham
2. Risiko Fluktuasi Harga Saham
Keterangan selengkapnya mengenai Faktor Risiko Perseroan dapat dilihat pada Bab VI Prospektus.
12
Page 14
KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
Sampai dengan tanggal efektifnya Pernyataan Pendaftaran, kejadian penting yang mempunyai dampak material
terhadap posisi keuangan konsolidasian dan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan yang terjadi setelah
tanggal laporan keuangan Akuntan Publik tertanggal 18 Juni 2026 atas Laporan Keuangan Perseroan yang
berakhir pada tanggal 30 April 2026 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik KAP Doli, Bambang, Sulistyanto,
Dadang & Ali berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh IAPI dan ditandatangani oleh Sudirman
Simangunsong, MSi, CPA (Registrasi Akuntan Publik No. AP. 0824) dalam laporan auditor independen nomor
00058/3.0291/AU.1/05/0824-1/1/VI/2026 tanggal 18 Juni 2026 dengan opini tanpa modifikasian, sebagai berikut:
1. Pengambilalihan Saham dan Piutang NDC pada NAC dan NGC
Pada tanggal 7 September 2026, Perseroan dan NDC menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham dan Piutang.
Berdasarkan perjanjian tersebut, Perseroan mengambil alih 999 (sembilan ratus sembilan puluh sembilan) saham
NDC pada NAC dan 999 (sembilan ratus sembilan puluh sembilan) saham NDC pada NGC, yang masing-masing
mewakili 99,90% (sembilan puluh sembilan koma sembilan nol persen) dari modal ditempatkan dan disetor pada
kedua entitas tersebut, dengan nilai pengalihan seluruhnya sebesar Rp1.998.000.000 (satu miliar sembilan ratus
sembilan puluh delapan juta Rupiah).
Pada saat yang sama, Perseroan mengambil alih piutang NDC kepada NAC sebesar Rp668.447.000.000 (enam
ratus enam puluh delapan miliar empat ratus empat puluh tujuh juta Rupiah) dan piutang NDC kepada NGC
sebesar Rp160.000.000 (seratus enam puluh juta Rupiah), atau seluruhnya sebesar Rp668.607.000.000 (enam
ratus enam puluh delapan miliar enam ratus tujuh juta Rupiah), yang diambil alih pada nilai nominalnya.
2. Divestasi 13 Perusahaan Anak serta Pengalihan Aset dan Liabilitas
Pada tanggal 8 September 2026, Perseroan menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham atas seluruh penyertaan
saham Perseroan pada 13 (tiga belas) Perusahaan Anak, yaitu PT Indah Kreasi Sentosa, PT Wisesa Semesta
Jaya, PT Panelindo Semesta Indonesia, PT Triguna Anugrah Semesta, PT Wisesa Anugrah Karya, PT Berkat
Magran Berjaya, PT Megah Sumber Sejahtera, PT Wisesa Cahaya Harapan, PT Scala Sistema Anugrah, PT
Wisesa Jaya Cemerlang, PT Magran Karya Bersama, PT Pelita Anugrah Wisesa, dan PT Wisesa Cahaya
Furniture, kepada PT Trijaya Wisesa Makmur selaku pembeli, dengan harga penjualan seluruhnya sebesar
Rp121.473.879.000 (seratus dua puluh satu miliar empat ratus tujuh puluh tiga juta delapan ratus tujuh puluh
sembilan ribu Rupiah).
Bersamaan dengan transaksi tersebut, Perseroan mengalihkan hak dan/atau kewajiban atas aset dan liabilitas
tertentu kepada pihak ketiga dengan nilai imbalan sebesar Rp1.908.852.979 (satu miliar sembilan ratus delapan
juta delapan ratus lima puluh dua ribu sembilan ratus tujuh puluh sembilan Rupiah). Sejak tanggal efektifnya
transaksi, ketiga belas Perusahaan Anak tersebut dan aset dan kewajiban Perseroan yang dialihkan tidak lagi
dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan konsolidasian Perseroan.
3. Pinjaman Pemegang Saham dari NDC
Pada tanggal 8 Juli 2026, Perseroan dan NDC menandatangani Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham, dimana
NDC memberikan fasilitas pinjaman kepada Perseroan dengan jumlah sebanyak-banyaknya
Rp4.000.000.000.000 (empat triliun Rupiah), dengan tingkat bunga sebesar 7% (tujuh persen) per tahun dan
jangka waktu sejak tanggal pencairan sampai dengan tanggal 31 Desember 2028. Fasilitas tersebut ditujukan
untuk pengembangan dan pembangunan fasilitas pusat data di Kawasan Jababeka, Cikarang, Jawa Barat dan di
KEK Industropolis Batang, Jawa Tengah.
4. Pendirian PT NexAI Element Center
Pada tanggal 22 Juli 2026 telah didirikan PT NexAI Element Center (“NEC”) berdasarkan Akta Pendirian No. 109
tanggal 22 Juli 2026 yang dibuat di hadapan Eliway Tjitra, S.H., Notaris di Jakarta Barat, yang telah memperoleh
pengesahan dari Menkum berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0059149.AH.01.01.Tahun 2026 dan telah
didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Kemenkum di bawah No. AHU-0176153.AH.01.11.Tahun 2026 tanggal
24 Juli 2026.
Modal ditempatkan dan disetor NEC adalah sebesar Rp2.500.000.000 (dua miliar lima ratus juta Rupiah), dengan
susunan kepemilikan Perseroan sebesar 99,00% atau Rp2.475.000.000 dan NDC sebesar 1,00% atau
Rp25.000.000. Sampai dengan tanggal Prospektus ini diterbitkan, NEC belum menjalankan kegiatan operasional.
Dampak dari transaksi-transaksi sebagaimana diuraikan pada angka 1 sampai dengan angka 4 di atas terhadap
ekuitas konsolidasian Perseroan diuraikan pada Bab IX Prospektus.
13
Page 15
Selain kejadian dan transaksi sebagaimana diuraikan di atas, sampai dengan tanggal efektifnya Pernyataan
Pendaftaran tidak terdapat kejadian penting lainnya yang mempunyai dampak material terhadap posisi keuangan
konsolidasian dan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan yang belum diungkapkan dalam Prospektus.
KETERANGAN TENTANG PERSEROAN, KEGIATAN USAHA, SERTA KECENDERUNGAN DAN
PROSPEK USAHA
1. Keterangan Tentang Perseroan
Perseroan, dahulu bernama PT Mitra Anugrah Investama, didirikan berdasarkan Akta Pendirian Perseroan
Terbatas No. 2 tanggal 6 Juni 2012, yang dibuat di hadapan Chilmiyati Rufaida, S.H., Notaris di Kabupaten Bogor,
yang telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (kini
Menkum) berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-31594.AH.01.01.Tahun 2012 tanggal 11 Juni 2012, dan telah
didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Kemenkum di bawah No. AHU-0052640.AH.01.09.Tahun 2012 tanggal
11 Juni 2012, serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 39 tanggal 14 Mei 2013, Tambahan
No. 38616 (“Akta Pendirian Perseroan”).
Perubahan anggaran dasar Perseroan terakhir adalah berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT NexAI
Digital Infrastruktur Tbk No. 58 tanggal 7 September 2026, yang dibuat di hadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn.,
Notaris di Jakarta Selatan, yang telah memperoleh persetujuan dari Menkum berdasarkan Surat Keputusan No.
AHU-0089420.AH.01.02.Tahun 2026 tanggal 9 September 2026, dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan
pada Kemenkum di bawah No. AHU-0229846.AH.01.11.Tahun 2026 tanggal 9 September 2026 (“Akta Perseroan
No. 58/2026”).
Akta Pendirian Perseroan, beserta anggaran dasar Perseroan sebagaimana terakhir diubah dengan Akta
Perseroan No. 58/2026, serta perubahannya dari waktu ke waktu untuk selanjutnya disebut sebagai “Anggaran
Dasar Perseroan”.
Perseroan berdomisili di Jakarta Selatan dengan kantor pusat beralamat di Pacific Century Place Lantai 38, SCBD
Lot 10 Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Kel. Senayan, Kec. Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12190.
2. Struktur Permodalan Dan Kepemilikan Saham Perseroan
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham Perseroan No. 60 tanggal 15 Juli 2025 yang
dibuat di hadapan Elizabeth Karina Leonita, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan, yang telah diberitahukan
kepada dan diterima oleh Menkum berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar
No. AHU-AH.01.03-0205719 tanggal 5 Agustus 2025, dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada
Kemenkum di bawah No. AHU-0178436.AH.01.11.Tahun 2025 tanggal 5 Agustus 2025, dan berdasarkan DPS
Perseroan per tanggal 9 September 2026 yang diadministrasikan oleh PT Adimitra Jasa Korpora selaku BAE
Perseroan dan Laporan Kepemilikan Atau Setiap Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka yang di
publikasikan di website BEI tanggal 10 September 2026, struktur permodalan dan susunan pemegang saham
Perseroan pada saat Prospektus ini diterbitkan adalah sebagai berikut:
Nilai Nominal Rp20 per saham
Keterangan
Jumlah Saham Jumlah Nominal (Rp) (%)
Modal Dasar 6.000.000.000 120.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
NDC 1.240.000.000 24.800.000.000 65,10%
Kepemilikan masyarakat di bawah 5% 664.883.411 13.297.668.220 34,90%
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 1.904.883.411 38.097.668.220 100,00%
Saham dalam Portepel 4.095.116.589 81.902.331.780
3. Pengurusan Dan Pengawasan
Berdasarkan (i) Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Panca Anugrah Wisesa Tbk No.
11 tanggal 10 Februari 2026, yang dibuat di hadapan Rini Yulianti, S.H., Notaris di Jakarta Timur, yang telah
diberitahukan kepada dan diterima oleh Menkum berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data
Perseroan No. AHU-AH.01.09-0115471 tanggal 27 Februari 2026, dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan
pada Kemenkum di bawah No. AHU-0046893.AH.01.11.Tahun 2026 tanggal 27 Februari 2026, (ii) Akta
Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham PT Panca Anugrah Wisesa Tbk No. 79 tanggal 24 Juni 2026, yang
dibuat di hadapan Rini Yulianti, S.H., Notaris di Jakarta Timur, yang telah memperoleh persetujuan dari Menkum
berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0050682.AH.01.02.Tahun 2026 tanggal 10 Juli 2026, dan telah
diberitahukan kepada dan diterima oleh Menkum berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan
Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.09-0373110 tanggal 10 Juli 2026, dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan
pada Kemenkum di bawah No. AHU-0157068.AH.01.11.Tahun 2026 tanggal 10 Juli 2026, dan (iii) Akta Pernyataan
Keputusan Rapat PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk No. 61 tanggal 7 September 2026*, susunan direksi dan dewan
komisaris Perseroan adalah sebagai berikut:
14
Page 16
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Suriyanto
Komisaris Independen : Ridwan Hassan
Komisaris : Glenn T Sugita
Komisaris Independen : Widjono Hardjanto*
Direksi
Direktur Utama : Ahmad Zulfikar
Direktur : Putra Harianto Batee
Direktur : Ma Da
Direktur : Afin
*Catatan: Sampai dengan tanggal Prospektus ini diterbitkan, Perseroan sedang dalam proses pemberitahuan
perubahan data perseroan kepada Menkum sehubungan dengan pengangkatan Widjono Hardjanto sebagai
Komisaris Independen Perseroan.
Pengangkatan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan telah sesuai dengan POJK No. 33/2014.
4. Kegiatan Usaha Perseroan
Umum
Pada Februari 2026, Perseroan mengalami perubahan pengendalian melalui pengambilalihan oleh NDC sebagai
pemegang saham pengendali. Sebelumnya, Perseroan bergerak di bidang perdagangan besar peralatan dan
perlengkapan rumah tangga. Melalui persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Pada
tanggal 7 September 2026, Perseroan kemudian melakukan transformasi strategis dengan mengubah fokus
kegiatan usahanya menjadi Aktivitas Penyediaan Infrastruktur Komputasi, Hosting, dan Aktivitas Terkait, Aktivitas
Perusahaan Induk, serta Aktivitas Konsultasi Manajemen dan Bisnis Lainnya. Saat ini, Perseroan menjalankan
fungsi sebagai perusahaan induk (holding company) dan pengembangan ekosistem penyediaan infrastruktur
komputasi, hosting, dan aktivitas terkait (data center) dijalankan oleh Perusahaan Anak, di dalam satu ekosistem
Grup Perseroan.
Sehubungan dengan transformasi kegiatan usaha yang dilakukan tersebut, Grup Perseroan berencana untuk
melakukan ekspansi pada sektor pengembangan, pembangunan, pengelolaan, dan pengoperasian fasilitas data
center berbasis AI. Fasilitas ini dirancang untuk menyediakan infrastruktur penempatan server dan jaringan
(colocation) yang komprehensif. Fasilitas yang dikembangkan Perseroan dirancang sebagai data center
berkepadatan daya tinggi (high-density data center) yang mampu mendukung beban kerja komputasi awan,
komputasi berkinerja tinggi, dan kecerdasan buatan, di samping layanan colocation. Seluruh fasilitas tersebut akan
didukung oleh sistem kelistrikan, pendinginan, konektivitas tinggi, serta sistem keamanan fisik maupun siber yang
beroperasi 24 jam penuh untuk menjamin keandalan dan keberlangsungan layanan bagi pelanggan.
Grup Perseroan melalui NAC telah mengoperasikan data center sebesar 6 MW di Jababeka dan telah
menghasilkan pendapatan. Selain itu, NAC sedang mengembangkan data center berbasis keceAI dengan
kapasitas tambahan 36 MW di Jababeka dan NGC sedang mengembangkan fasilitas data center berbasis Artificial
Intelligence atau (“AI”) dengan kapasitas 60 MW di KITB. Secara keseluruhan, Perseroan menargetkan
pengembangan kapasitas data center hingga mencapai 102 MW dengan standar minimal Tier-III untuk
pengembangan tahap pertama. Rencana ekspansi ini akan dieksekusi secara terukur dengan senantiasa
memperhatikan tingkat permintaan pelanggan serta kesiapan infrastruktur pendukung di masing-masing lokasi.
Proses pengembangan AI data center meliputi perancangan rack dan data hall, pembangunan fasilitas dan
instalasi sistem mekanikal, elektrikal, perpipaan, teknologi informasi dan komunikasi, pengujian sistem kelistrikan,
pendinginan, keamanan dan keandalan operasional, serta tahap pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas. Dalam
menjalankan kegiatan tersebut, Grup Perseroan berencana mengacu pada standar dan praktik yang berlaku dalam
industri data center, termasuk penerapan sistem redundansi daya, pemantauan kondisi fasilitas secara waktu
nyata, pemeliharaan berkala, pengujian pemulihan bencana, serta sistem manajemen keamanan informasi. Grup
Perseroan juga merencanakan pemenuhan sertifikasi dan standar industri yang relevan, termasuk standar sistem
manajemen keamanan informasi yang pada umumnya dipersyaratkan oleh pelanggan korporasi dan penyedia
layanan komputasi awan.
15
Page 17
Prospek Usaha
Perekonomian global pada tahun 2026 masih menghadapi berbagai tantangan yang antara lain dipengaruhi oleh
meningkatnya ketegangan geopolitik, khususnya konflik di kawasan Timur Tengah, yang berdampak terhadap
harga energi, inflasi, serta volatilitas pasar keuangan global. Berdasarkan World Economic Outlook Update yang
diterbitkan oleh International Monetary Fund (“IMF”) pada Juli 2026, pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan
sebesar 3,0% pada tahun 2026 dan meningkat menjadi 3,4% pada tahun 2027.
Di tengah ketidakpastian perekonomian global tersebut, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan
yang baik. Bank Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II tahun 2026 sebesar 5,29%
secara tahunan (year-on-year), setelah tumbuh sebesar 5,61% pada triwulan I tahun 2026. Pertumbuhan tersebut
antara lain didukung oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh sebesar 5,06% dan investasi yang tumbuh sebesar
6,87% secara tahunan.
Ketahanan ekonomi Indonesia juga didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai. Pada akhir Juli 2026,
cadangan devisa Indonesia tercatat sebesar USD145,3 miliar, setara dengan pembiayaan sekitar 5,5 bulan impor
dan berada di atas standar kecukupan internasional yang di sekitar 3 bulan impor. Kondisi tersebut memberikan
dukungan terhadap ketahanan sektor eksternal dan stabilitas makroekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian
pasar keuangan global.
Dalam jangka menengah, Pemerintah juga terus mendorong transformasi ekonomi nasional. Sejalan dengan
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (“RPJMN”) 2025–2029, Pemerintah menargetkan
pertumbuhan ekonomi menuju 8% pada akhir periode RPJMN. Upaya tersebut dilakukan antara lain melalui
peningkatan investasi, pembangunan infrastruktur, penguatan produktivitas, serta percepatan transformasi
ekonomi dan digital.
Perkembangan Ekonomi Digital Indonesia
Perkembangan teknologi dan peningkatan penggunaan layanan berbasis digital telah mendorong pertumbuhan
ekonomi digital di Indonesia. Digitalisasi semakin luas digunakan dalam berbagai aktivitas masyarakat dan dunia
usaha, antara lain melalui e-commerce, layanan keuangan digital, komunikasi, hiburan, serta berbagai layanan
berbasis internet lainnya.
Berdasarkan data dari website Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (“APJII”), tingkat penetrasi internet
di Indonesia pada tahun 2026 telah mencapai 81,72% atau sekitar 235 juta pengguna, meningkat dibandingkan
dengan sekitar 221 juta pengguna atau tingkat penetrasi 79,5% pada tahun 2024. Besarnya basis pengguna
tersebut menunjukkan semakin luasnya akses masyarakat terhadap layanan berbasis digital di Indonesia.
Peningkatan penggunaan layanan digital tersebut juga tercermin dari semakin tingginya aktivitas transaksi
pembayaran digital. Bank Indonesia mencatat volume transaksi pembayaran digital pada triwulan II tahun 2026
mencapai 16,07 miliar transaksi, meningkat sebesar 36,88% secara tahunan. Dalam periode yang sama, transaksi
melalui aplikasi mobile meningkat sebesar 31,39%, sedangkan transaksi melalui QRIS meningkat sebesar
100,12% secara tahunan. Perkembangan tersebut menunjukkan semakin intensifnya pemanfaatan layanan digital
dalam aktivitas ekonomi masyarakat.
Meningkatnya aktivitas pembayaran digital tersebut merupakan salah satu bagian dari perkembangan ekonomi
digital Indonesia yang semakin luas. Berdasarkan Rencana Strategis Kementerian Komunikasi dan Digital Tahun
2025–2029 sebagaimana ditetapkan melalui Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital No. 16 Tahun 2025,
ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai sekitar Rp4.067 triliun pada tahun 2029. Perkembangan
tersebut antara lain didukung oleh semakin luasnya digitalisasi di berbagai sektor serta perkembangan teknologi
seperti cloud computing, AI, Internet of Things, dan analitik data, yang mendorong peningkatan kebutuhan
terhadap pemrosesan dan pengelolaan data.
Kondisi tersebut meningkatkan kebutuhan terhadap infrastruktur teknologi informasi yang memiliki kapasitas tinggi,
tingkat keamanan yang memadai, serta konektivitas dan ketersediaan layanan yang andal, sehingga menjadi salah
satu faktor yang mendukung perkembangan kebutuhan terhadap fasilitas data center di Indonesia.
Outlook Industri Data Center di Indonesia
Indonesia memiliki potensi pertumbuhan industri data center yang didukung oleh besarnya pasar digital domestik
dan meningkatnya kebutuhan terhadap infrastruktur digital. Berdasarkan Indonesia Economic Prospects – Digital
Foundations for Growth yang diterbitkan oleh World Bank pada Desember 2025, kapasitas data center yang telah
beroperasi di Indonesia pada Semester I tahun 2025 tercatat sekitar 333 MW, dibandingkan dengan Malaysia
sekitar 689 MW dan Singapura sekitar 1.002 MW. Dalam periode yang sama, terdapat sekitar 714 MW kapasitas
data center yang direncanakan untuk dikembangkan di Indonesia, yang menunjukkan adanya potensi
penambahan kapasitas data center dalam beberapa tahun mendatang.
16
Page 18
3,500
3,000
2,500
2,000
2,415
1,500
300
1,000
700 825
500 1,000
690 270
350 110 330
55 180
0
Singapura Malaysia Thailand Vietnam Filipina Indonesia
Existing Capacity (MW) Planned Additional Capacity (MW)
Sumber: e-Conomy SEA 2025, Google, Temasek dan Bain & Company; berdasarkan Cushman
& Wakefield Asia Pacific Data Centre Q2 2025 Key Indicators dan Bain analysis.
Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa kapasitas data center Indonesia yang telah beroperasi masih lebih
rendah dibandingkan dengan sejumlah pasar utama di kawasan, sementara terdapat rencana pengembangan
kapasitas yang cukup besar. World Bank juga menempatkan peningkatan kapasitas data center dan cloud sebagai
salah satu agenda dalam penguatan infrastruktur digital Indonesia serta menekankan pentingnya peningkatan iklim
investasi untuk mendukung pengembangan kapasitas tersebut.
Sejalan dengan kebutuhan pengembangan kapasitas tersebut, investasi pada sektor infrastruktur digital di
Indonesia juga menunjukkan perkembangan. Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM,
realisasi investasi Indonesia sepanjang Semester I tahun 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun, meningkat sebesar
7,2% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Berdasarkan keterangan Menteri
Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, sektor Jasa Lainnya, yang antara lain didominasi oleh investasi data center,
mencatat realisasi investasi sekitar Rp114 triliun atau sekitar 11,3% dari total realisasi investasi nasional pada
Semester I tahun 2026. Kondisi tersebut menunjukkan tingginya minat investasi terhadap pengembangan
infrastruktur digital dan data center di Indonesia.
Perkembangan tersebut menunjukkan meningkatnya perhatian investor terhadap pembangunan infrastruktur
digital di Indonesia. Namun demikian, perkembangan industri tetap bergantung pada antara lain ketersediaan dan
keandalan pasokan listrik, konektivitas jaringan, ketersediaan lahan, kebutuhan investasi yang relatif besar, akses
terhadap energi terbarukan, perkembangan teknologi, perizinan, serta tingkat persaingan di antara penyedia data
center.
Faktor Pendukung Pengembangan Data Center di Indonesia
Indonesia memiliki sejumlah faktor yang dapat mendukung pengembangan industri data center, baik dari sisi
permintaan maupun ketersediaan infrastruktur pendukung. Berdasarkan Badan Pusat Statistik (“BPS”), jumlah
penduduk Indonesia pada tahun 2026 mencapai sekitar 287 juta jiwa. Besarnya basis penduduk tersebut, disertai
dengan tingginya tingkat penetrasi internet dan penggunaan layanan berbasis digital, memberikan basis pengguna
yang besar bagi perkembangan aktivitas dan layanan digital di Indonesia.
Dari sisi energi, berdasarkan website yang diterbitkan oleh Wood Mackenzie, tarif listrik yang bersumber dari
jaringan kelistrikan (on-grid electricity) untuk data center di Indonesia pada tahun 2025 tercatat sekitar
USD60/MWh, lebih rendah dibandingkan dengan Vietnam sebesar USD74/MWh, Thailand USD108/MWh,
Malaysia USD133/MWh, Filipina USD154/MWh dan Singapura USD178/MWh. Kondisi tersebut menunjukkan
bahwa Indonesia memiliki biaya listrik yang relatif rendah dibandingkan dengan sejumlah negara lain di kawasan
Asia Tenggara.
17
Page 19
200
178
180
160 154
140 133
120 108
100
80 74
60
60
40
20
0
Indonesia Vietnam Thailand Malaysia Filipina Singapura
(USD/MWh)
Sumber : Wood Mackenzie, Southeast Asian data-centre power demand is set to explode,
Desember 2025.
Selain itu, Indonesia didukung oleh sumber energi domestik yang beragam, termasuk tenaga surya, tenaga air dan
panas bumi. Berdasarkan RUPTL PLN 2025–2034, Pemerintah merencanakan penambahan kapasitas
pembangkit sebesar 69,5 GW, termasuk sekitar 17,1 GW tenaga surya, 11,7 GW tenaga air dan 5,2 GW panas
bumi. Pemerintah juga merencanakan pembangunan jaringan transmisi dan gardu induk yang ditujukan untuk
meningkatkan kapasitas dan keandalan sistem kelistrikan nasional serta mendukung pertumbuhan kebutuhan
energi.
Pengembangan data center di Indonesia juga didukung oleh kerangka regulasi terkait tata kelola dan penyimpanan
data. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi
Elektronik, Penyelenggara Sistem Elektronik (“PSE”) Lingkup Publik pada prinsipnya wajib melakukan
pengelolaan, pemrosesan dan/atau penyimpanan Sistem Elektronik dan Data Elektronik di wilayah Indonesia,
kecuali dalam kondisi tertentu. Sementara itu, PSE Lingkup Privat dapat melakukan pengelolaan, pemrosesan
dan/atau penyimpanan data di dalam dan/atau di luar wilayah Indonesia dengan memenuhi ketentuan yang
berlaku.
Dengan mempertimbangkan biaya energi yang relatif kompetitif, keragaman sumber energi domestik,
pengembangan infrastruktur kelistrikan serta kerangka regulasi terkait tata kelola data, Indonesia memiliki
sejumlah faktor pendukung bagi pengembangan kapasitas data center seiring dengan meningkatnya kebutuhan
terhadap infrastruktur digital.
Peluang dan Prospek Grup Perseroan
Dengan memperhatikan besarnya basis pengguna digital, pertumbuhan ekonomi digital, perkembangan
penggunaan teknologi berbasis cloud computing dan AI, serta masih terbukanya ruang pengembangan kapasitas
data center di Indonesia, Grup Perseroan memandang bahwa industri data center di Indonesia memiliki prospek
pertumbuhan yang baik dalam jangka menengah dan panjang. Prospek tersebut turut didukung oleh
berkembangnya investasi pada sektor data center, biaya energi yang relatif kompetitif, ketersediaan sumber energi
domestik yang beragam, serta pengembangan infrastruktur kelistrikan nasional. Kondisi tersebut memberikan
peluang bagi penyedia data center untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur komputasi dan penyimpanan data dari
berbagai sektor.
Grup Perseroan bermaksud memanfaatkan peluang tersebut melalui pengembangan fasilitas data center yang
mampu mendukung kebutuhan komputasi berbasis AI dengan kapasitas dan kepadatan daya yang tinggi. Saat ini,
Grup Perseroan melalui NAC telah mengoperasikan data center dengan kapasitas sebesar 6 MW di Jababeka
serta sedang mengembangkan tambahan kapasitas sebesar 36 MW di Jababeka dan 60 MW di KITB, sehingga
secara keseluruhan Grup Perseroan merencanakan kapasitas hingga mencapai 102 MW pada tahap
pengembangan pertama dengan standar minimal tier III. Pengembangan tersebut dilakukan dengan
memperhatikan antara lain keandalan pasokan listrik, sistem pendinginan, konektivitas jaringan, keamanan data,
efisiensi penggunaan energi, skalabilitas fasilitas serta kebutuhan pelanggan.
Melalui pengembangan kapasitas tersebut, Grup Perseroan berupaya meningkatkan skala kegiatan usaha,
memperluas kemampuan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan, serta membangun posisi sebagai salah satu
penyedia infrastruktur data center yang kompetitif di Indonesia. Seiring dengan berkembangnya kegiatan usaha
18
Page 20
dan kebutuhan pelanggan, Grup Perseroan juga akan terus mengevaluasi peluang pengembangan kapasitas dan
layanan secara bertahap yang dapat memperkuat daya saing Grup Perseroan di pasar domestik serta membuka
peluang untuk melayani kebutuhan pelanggan di tingkat regional.
MANAJEMEN PERSEROAN MENYATAKAN BAHWA TIDAK TERDAPAT KECENDERUNGAN YANG
SIGNIFIKAN DALAM PENJUALAN, BEBAN, DAN HARGA PENJUALAN SEJAK TAHUN BUKU TERAKHIR
YANG DAPAT MEMPENGARUHI KEGIATAN USAHA DAN PROSPEK KEUANGAN PERSEROAN, SELAIN
FAKTOR RISIKO YANG DI LUAR KENDALI PERSEROAN SEBAGAIMANA TELAH DIUNGKAPKAN PADA
BAB FAKTOR RISIKO.
SETIAP KECENDERUNGAN, KETIDAKPASTIAN, PERMINTAAN, KOMITMEN, ATAU PERISTIWA YANG
DAPAT DIKETAHUI YANG DAPAT MEMPENGARUHI SECARA SIGNFIKAN PENJUALAN BERSIH ATAU
PENDAPATAN USAHA, PENDAPATAN DARI OPERASI BERJALAN, PROFITABILITAS, LIKUIDITAS ATAU
SUMBER MODAL, ATAU PERISTIWA YANG AKAN MENYEBABKAN INFORMASI KEUANGAN YANG
DILAPORKAN TIDAK DAPAT DIJADIKAN INDIKASI ATAS HASIL OPERASI ATAU KONDISI KEUANGAN
MASA MENDATANG, TELAH DIUNGKAPKAN SEBAGAI FAKTOR RISIKO YANG BERADA DI LUAR
KENDALI PERSEROAN, SEBAGAIMANA TELAH DIUNGKAPKAN PADA BAB FAKTOR RISIKO.
EKUITAS
Tabel di bawah ini menunjukkan perkembangan posisi ekuitas konsolidasian Perseroan per tanggal 30 April 2026,
31 Desember 2025, dan 31 Desember 2024 yang diambil dari:
a. Laporan keuangan konsolidasian Grup Perseroan pada tanggal 30 April 2026 dan 31 Desember 2025 serta
untuk periode empat bulan yang berakhir pada tanggal 30 April 2026 dan tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025, yang disusun dan disajikan oleh Manajemen Grup Perseroan sesuai dengan Standar
Akuntansi Keuangan Indonesia dan telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Doli, Bambang, Sulistiyanto,
Dadang & Ali berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia, sebagaimana
tercantum dalam laporan auditor independen No. 00058/3.0291/AU.1/05/0824-1/1/VI/2026 tanggal 18 Juni
2026, yang ditandatangani oleh Sudirman Simangunsong, M.Si., CPA dengan Izin Akuntan Publik No.
AP.0824, dengan opini tanpa modifikasian.
Informasi keuangan konsolidasian Grup Perseroan untuk periode empat bulan yang berakhir pada tanggal 30
April 2025, yang disusun dan disajikan oleh Manajemen Grup Perseroan sebagai angka komparatif terhadap
informasi keuangan untuk periode empat bulan yang berakhir pada tanggal 30 April 2026 serta tidak diaudit
dan tidak direviu
Laporan keuangan konsolidasian Grup Perseroan tanggal 31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal tersebut sebelumnya juga telah diaudit secara tersendiri oleh Kantor Akuntan Publik Doli,
Bambang, Sulistiyanto, Dadang & Ali, sebagaimana tercantum dalam laporan auditor independen No.
00027/3.0291/AU.1/05/0824-1/1/III/2026 tanggal 31 Maret 2026, yang ditandatangani oleh Sudirman
Simangunsong, M.Si., CPA dengan Izin Akuntan Publik No. AP.0824, dengan opini tanpa modifikasian.
Laporan auditor independen tersebut memuat hal audit utama mengenai (i) kecukupan penyisihan keusangan
persediaan dan (ii) verifikasi eksistensi atas persediaan.
b. Laporan keuangan konsolidasian Grup Perseroan tanggal 31 Desember 2024 serta untuk tahun yang berakhir
pada tanggal tersebut, yang disusun dan disajikan oleh Manajemen Grup Perseroan sesuai dengan Standar
Akuntansi Keuangan di Indonesia dan telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Heliantono & Rekan
berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia, sebagaimana tercantum
dalam laporan auditor independen No. 00894/2.0459/AU.1/05/1664-1/1/VI/2025, yang ditandatangani oleh
Andiek Nugroho, S.E., Ak., M.Ak., CA., CPA dengan Registrasi Akuntan Publik No. AP.1664, dengan opini
tanpa modifikasian.
(dalam Rupiah)
30 April 31 Desember
Keterangan
2026 2025 2024
EKUITAS
Modal dasar: 6.000.000.000 saham
dengan nilai nominal Rp20 per saham
Modal ditempatkan dan disetor:
1.904.883.411 saham dengan nilai
nominal Rp20 per saham 38.097.668.220 38.097.668.220 38.097.668.220
Agio saham 42.884.580.302 42.884.580.302 42.884.580.302
Agio waran 879.013.980 879.013.980 879.013.980
Penghasilan komprehensif lain 859.777.186 693.916.611 632.865.921
Saldo laba 35.285.674.658 44.642.158.717 53.661.648.912
19
Page 21
Ekuitas yang dapat diatribusikan
kepada Pemilik entitas induk 118.006.714.346 127.197.337.830 136.155.777.335
Kepentingan non-pengendali 981.631.658 975.693.525 933.442.646
JUMLAH EKUITAS 118.988.346.004 128.173.031.355 137.089.219.981
Saham baru yang ditawarkan oleh Perseroan dalam rangka PMHMETD I dengan menerbitkan HMETD seluruhnya
merupakan saham biasa atas nama yang dikeluarkan dari portepel Perseroan yang mengakibatkan terjadinya
peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor penuh dalam Perseroan.
Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan dengan ini melakukan PMHMETD I dalam rangka penerbitan HMETD
kepada para pemegang saham Perseroan sebanyak 285.732.512 (dua ratus delapan puluh lima juta tujuh ratus
tiga puluh dua ribu lima ratus dua belas) saham atau sebesar 13,04% ([tiga belas koma nol empat persen) dari
modal ditempatkan dan disetor setelah PMHMETD I dengan nilai nominal Rp20 (dua puluh Rupiah), yang
ditawarkan dengan Harga Pelaksanaan sebesar Rp8.880 (delapan ribu delapan ratus delapan puluh Rupiah).
Berikut ini adalah tabel proforma ekuitas per tanggal 30 April 2026 apabila PMHMETD I dan seluruh HMETD telah
selesai dilaksanakan, sebelum dikurangi biaya-biaya emisi:
(dalam ribuan Rupiah)
Asumsi perubahan struktur
permodalan ekuitas atas
Ekuitas per 30 April 2026 penerbitan sebanyak
Ekuitas proforma per 30 April
Keterangan dengan nilai nominal Rp20 285.732.512 Saham Baru
2026 setelah PMHMETD I
per saham dengan nilai nominal Rp20
dan Harga Pelaksanaan
Rp8.880 per saham
EKUITAS
Modal saham 38.097.668.220 5.714.650.240 43.812.318.460
Agio saham 42.884.580.302 2.531.590.056.320 2.574.474.636.622
Agio waran 879.013.980 - 879.013.980
Penghasilan 859.777.186
komprehensif lain - 859.777.186
Saldo laba 35.285.674.658 (49.090.654.560) (13.804.979.902)
Ekuitas yang dapat
diatribusikan
kepada Pemilik
entitas induk 118.006.714.346 2.488.214.052.000 2.606.220.766.346
Kepentingan non-
pengendali 981.631.658 (985.118.354) (3.486.696)
JUMLAH EKUITAS 118.988.346.004 2.487.228.933.646 2.606.217.279.650
LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL
Akuntan Publik : KAP Doli Bambang Sulistiyanto Dadang & Ali
Konsultan Hukum : TnP Law Firm
Notaris : Jose Dima Satria, S.H., M.Kn.
Biro Administrasi Efek : PT Adimitra Jasa Korpora
20
Page 22
TATA CARA PEMESANAN SAHAM
Perseroan telah menunjuk PT Adimitra Jasa Korpora sebagai pelaksana pengelola administrasi saham dan
sebagai agen pelaksana Perseroan, sesuai dengan Perjanjian Pengelolaan Administrasi Saham.
1. Pemesan Yang Berhak
Para pemegang saham yang namanya tercatat dalam DPS Perseroan pada tanggal 3 November 2026 pukul 16.00
WIB berhak untuk mengajukan pemesanan Saham Baru dalam rangka PMHMETD I ini dengan ketentuan bahwa
setiap pemegang 100 (seratus) Saham Lama akan mendapatkan 15 (lima belas) HMETD, dimana setiap 1 (satu)
HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak 1 (satu) Saham Baru dalam PMHMETD
I sebesar Harga Pelaksanaan.
Pemesan yang berhak untuk melakukan pembelian Saham Baru adalah:
a. Pemegang SBHMETD yang namanya tercantum dalam SBHMETD atau pembeli HMETD yang namanya
tercantum di dalam kolom endosemen pada SBHMETD sampai dengan tanggal terakhir periode perdagangan
HMETD; atau
b. Pemegang HMETD yang sah, yaitu pemegang saham yang memperoleh HMETD dari Perseroan dan belum
menjual HMETD tersebut; atau
c. Pemesan dapat terdiri atas Perorangan Warga Negara Indonesia dan/atau Warga Negara Asing dan/atau
Lembaga/Badan Hukum Indonesia atau Asing, sebagaimana diatur dalam UUPM.
Untuk memperlancar serta terpenuhinya jadwal pendaftaran pemegang saham yang berhak, maka para pemegang
saham yang memegang saham Perseroan dalam bentuk warkat yang akan menggunakan haknya untuk
memperoleh HMETD dan belum melakukan pencatatan peralihan kepemilikan sahamnya disarankan untuk yang
akan menggunakan hanya untuk memperoleh HMETD wajib mendaftar di BAE Perseroan sebelum batas akhir
pendaftaran Pemegang Saham, yaitu pada tanggal 3 November 2026.
2. Distribusi HMETD
Bagi Pemegang Saham yang sahamnya berada dalam sistem Penitipan Kolektif di KSEI, HMETD akan
didistribusikan secara elektronik melalui Rekening Efek di KSEI Anggota Bursa atau Bank Kustodian masing-
masing di KSEI selambat-lambatnya 1 (satu) hari bursa setelah tanggal pencatatan pada DPS yang berhak atas
HMETD, yaitu pada tanggal 4 November 2026.
Prospektus dan petunjuk pelaksanaan akan didistribusikan oleh Perseroan melalui KSEI yang dapat diperoleh oleh
pemegang saham Perseroan dari masing-masing Anggota Bursa atau Bank Kustodiannya.
Bagi Pemegang Saham Yang Berhak yang sahamnya tidak dimasukkan dalam sistem Penitipan Kolektif di KSEI,
Perseroan akan menerbitkan SBHMETD atas nama Pemegang Saham, yang dapat diambil oleh pemegang saham
yang berhak atau kuasanya di BAE pada setiap hari dan jam kerja mulai tanggal 5 November 2026 dengan
membawa:
a. Fotokopi identitas diri yang masih berlaku (bagi pemegang saham perorangan) atau fotokopi anggaran dasar
(bagi pemegang saham lembaga/badan hukum). Pemegang saham juga wajib menunjukkan asli dari fotokopi
tersebut; dan
b. Asli surat kuasa (jika dikuasakan) bermeterai Rp10.000 (sepuluh ribu Rupiah) dilampiri dengan fotokopi
identitas diri yang masih berlaku baik untuk pemberi kuasa maupun penerima kuasa (asli identitas pemberi dan
penerima kuasa wajib diperhatikan).
3. Tata Cara Pelaksanaan Pelaksanaan HMETD
Pelaksanaan HMETD dapat dilakukan mulai tanggal 5 November 2026 sampai dengan tanggal 18 November 2026.
a. Para pemegang HMETD dalam Penitipan Kolektif di KSEI yang akan melaksanakan HMETD-nya wajib
mengajukan permohonan pelaksanaan melalui Anggota Bursa/Bank Kustodian yang ditunjuk sebagai
pengelola efeknya. Selanjutnya Anggota Bursa / Bank Kustodian melakukan permohonan atau instruksi
pelaksanaan (exercise) melalui sistem Central Depository-Book Entry Settlement System (C-BEST) sesuai
dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh KSEI. Dalam melakukan instruksi pelaksanaan, Anggota
Bursa/Bank Kustodian harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:
1. Pemegang HMETD harus menyediakan dana pelaksanaan HMETD pada saat mengajukan permohonan
tersebut; dan
2. Kecukupan HMETD dan dana pembayaran atas pelaksanaan HMETD harus telah tersedia di dalam
Rekening Efek pemegang HMETD yang melakukan pelaksanaan.
Satu Hari Kerja berikutnya KSEI akan menyampaikan Daftar Pemegang HMETD dalam Penitipan Kolektif di
KSEI yang melaksanakan haknya dan menyetorkan dana pembayaran pelaksanaan HMETD tersebut ke
rekening Bank Perseroan.
21
Page 23
Saham Baru hasil pelaksanaan HMETD akan didistribusikan oleh BAE dalam bentuk elektronik ke rekening
yang telah ditentukan oleh KSEI untuk selanjutnya didistribusikan ke masing-masing Rekening Efek pemegang
HMETD yang bersangkutan yang melaksanakan haknya oleh KSEI. Saham Baru hasil pelaksanaan akan
didistribusikan BAE Perseroan selambat-lambatnya 2 (dua) Hari Kerja setelah permohonan pelaksanaan
diterima dari KSEI dan dana pembayaran telah diterima dengan baik (in good funds) di rekening Bank
Perseroan.
b. Para pemegang HMETD dalam bentuk warkat/SBHMETD yang akan melaksanakan HMETD-nya harus
mengajukan permohonan pelaksanaan HMETD kepada BAE Perseroan, dengan menyerahkan dokumen
sebagai berikut:
1. Asli SBHMETD yang telah ditandatangani dan diisi lengkap;
2. Asli bukti pembayaran dengan tunai/cek/wesel/transfer ke rekening Perseroan dari bank tempat
menyetorkan pembayaran;
3. Fotokopi identitas diri yang masih berlaku (bagi perorangan), atau fotokopi anggaran dasar dan lampiran
susunan Direksi/Pengurus (bagi Lembaga /Badan Hukum);
4. Asli surat kuasa yang sah (jika dikuasakan) bermeterai Rp10.000 (sepuluh ribu Rupiah) dilampiri dengan
fotokopi identitas diri yang masih berlaku baik untuk Pemberi kuasa maupun Penerima Kuasa;
5. Apabila pemegang HMETD menghendaki Saham Baru hasil pelaksanaan HMETD-nya dalam bentuk
elektronik maka permohonan pelaksanaan kepada BAE Perseroan melalui Anggota Bursa atau Bank
Kustodian yang ditunjuk dengan menyerahkan dokumen tambahan berupa:
a. Asli surat kuasa dari pemegang HMETD kepada Anggota Bursa atau Bank Kustodian untuk mengajukan
permohonan pelaksanaan HMETD dan melakukan pengelolaan efek atas Saham Baru Hasil
Pelaksanaan HMETD dalam Penitipan Kolektif di KSEI atas nama pemberi kuasa; dan
b. Asli Formulir Penyetoran Efek yang diterbitkan oleh KSEI yang telah diisi dan ditandatangani dengan
lengkap.
Perseroan akan menerbitkan Saham Baru hasil pelaksanaan HMETD dalam bentuk fisik SKS jika pemegang
SBHMETD tidak menginginkan Saham Baru hasil pelaksanaan HMETD-nya dimasukkan dalam Penitipan Kolektif
di KSEI.
Setiap dan semua biaya yang timbul dalam rangka konversi atas saham Perseroan dari bentuk warkat menjadi
bentuk elektronik dan/atau sebaliknya dari bentuk elektronik menjadi bentuk warkat harus dibayar dan ditanggung
sepenuhnya oleh pemegang saham Perseroan yang bersangkutan.
Pendaftaran pelaksanaan HMETD dilakukan di kantor BAE. Pendaftaran dapat dilakukan mulai tanggal 5
November 2026 sampai dengan tanggal 18 November 2026 pada hari dan jam kerja (Senin sampai dengan Jumat
pukul 09.00 - 15.00 WIB).
Bilamana pengisian SBHMETD tidak sesuai dengan petunjuk/syarat pemesanan saham yang tercantum dalam
SBHMETD tidak sesuai dengan petunjuk/syarat pemesanan saham yang tercantum dalam SBHMETD dan
Prospektus, maka hal ini dapat mengakibatkan penolakan pemesanan.
HMETD hanya dianggap telah dilaksanakan pada saat pembayaran tersebut telah terbukti diterima dengan baik
(in good funds) di rekening Perseroan sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam syarat-syarat pembelian.
4. Pemesanan Pembelian Tambahan Saham
Pemegang Saham yang HMETD-nya tidak dijual atau pembeli/pemegang HMETD terakhir yang namanya
tercantum di dalam kolom endosemen pada SBHMETD atau pemegang HMETD dalam Penitipan Kolektif di KSEI,
dapat memesan saham tambahan melebihi hak yang dimilikinya dengan cara mengisi kolom pemesanan
pembelian saham tambahan yang telah disediakan pada SBHMETD dan atau Formulir Pemesanan Pembelian
Saham (“FPPS”) Tambahan dalam jumlah sekurang-kurangnya 1 (satu) saham atau kelipatannya dan
menyerahkan kepada BAE paling lambat pada hari terakhir periode perdagangan HMETD, yaitu tanggal 18
November 2026.
a. Bagi pemegang HMETD dalam bentuk warkat/SBHMETD yang menginginkan Saham Baru hasil
penjatahannya dalam bentuk elektronik harus mengajukan kepada BAE melalui Anggota Bursa atau Bank
Kustodian dengan menyerahkan dokumen sebagai berikut:
- Asli FPPS Tambahan yang telah diisi dengan lengkap dan benar;
- Asli surat kuasa dari pemegang HMETD kepada Anggota Bursa atau Bank Kustodian untuk mengajukan
permohonan pemesanan pembelian Saham Baru tambahan dan melakukan pengelolaan efek atas Saham
Baru hasil penjatahan dalam Penitipan Kolektif di KSEI dan kuasa lainnya yang mungkin diberikan
sehubungan dengan pemesanan pembelian Saham Baru tambahan atas nama pemberi kuasa;
- Fotokopi identitas diri yang masih berlaku (bagi perorangan), atau fotokopi Anggaran Dasar dan lampiran
susunan Direksi/Pengurus (bagi Lembaga /Badan Hukum);
- Asli bukti pembayaran dengan tunai/cek/wesel/transfer ke rekening Perseroan dari bank tempat
menyetorkan pembayaran;
22
Page 24
- Asli Formulir Penyetoran Efek yang dikeluarkan KSEI yang telah diisi dan ditandatangani dengan lengkap
untuk keperluan pendistribusian saham tambahan hasil pelaksanaan oleh BAE.
b. Bagi pemegang HMETD dalam bentuk warkat/SBHMETD yang menginginkan Saham Baru hasil
penjatahannya tetap dalam bentuk warkat/fisik SKS, harus mengajukan permohonan kepada BAE Perseroan
dengan menyerahkan dokumen sebagai berikut:
- Asli FPPS Tambahan yang telah diisi dengan lengkap dan benar;
- Asli surat kuasa yang sah (jika dikuasakan) bermaterai Rp10.000 (sepuluh ribu Rupiah) dilampiri dengan
fotokopi identitas diri dari Pemberi kuasa maupun Penerima Kuasa;
- Fotokopi identitas diri yang masih berlaku (bagi perorangan), atau fotokopi Anggaran Dasar dan lampiran
susunan Direksi/Pengurus (bagi Lembaga /Badan Hukum);
- Asli bukti pembayaran dengan tunai/cek/wesel/transfer ke rekening Perseroan dari bank tempat
menyetorkan pembayaran.
c. Bagi pemegang HMETD dalam Penitipan Kolektif di KSEI, mengisi dan menyerahkan FPPS Tambahan yang
telah didistribusikan dengan melampirkan dokumen sebagai berikut:
- Asli instruksi pelaksanaan (exercise) yang telah berhasil (settled) dilakukan melalui C-BEST yang sesuai
atas nama pemegang HMETD tersebut (khusus bagi pemegang HMETD dalam Penitipan Kolektif di KSEI
yang telah melaksanakan haknya melalui sistem C-BEST);
- Asli Formulir Penyetoran Efek yang dikeluarkan KSEI yang telah diisi lengkap untuk keperluan
pendistribusian Saham Baru hasil pelaksanaan oleh BAE;
- Asli bukti pembayaran dengan tunai / cek / wesel / transfer ke rekening Perseroan dari bank tempat
menyetorkan pembayaran.
Pembayaran atas pemesanan pembelian saham tambahan tersebut dapat dilaksanakan dan harus telah diterima
pada rekening Bank Perseroan selambat-lambatnya pada tanggal 20 November 2026 dalam keadaan baik (in
good funds). Pemesanan yang tidak memenuhi petunjuk sesuai dengan ketentuan pemesanan dapat
mengakibatkan penolakan pemesanan.
5. Penjatahan Pemesanan Tambahan
Penjatahan atas pemesanan saham tambahan akan ditentukan pada tanggal 23 November 2026 dengan
ketentuan sebagai berikut:
a. Bila jumlah seluruh saham yang dipesan, termasuk pemesanan Saham Baru tambahan tidak melebihi jumlah
seluruh Saham Baru yang ditawarkan dalam PMHMETD I ini, maka seluruh pesanan atas Saham Baru
tambahan akan dipenuhi;
b. Bila jumlah seluruh Saham Baru yang dipesan, termasuk pemesanan Saham baru tambahan melebihi jumlah
seluruh Saham Baru yang ditawarkan dalam PMHMETD I ini, maka kepada pemesan yang melakukan
pemesan Saham Baru tambahan akan diberlakukan sistem penjatahan secara proporsional berdasarkan atas
jumlah HMETD yang telah dilaksanakan oleh masing-masing pemegang saham yang meminta pemesanan
Saham Baru tambahan.
Manajer penjatahan, dalam hal ini adalah Perseroan, akan menyampaikan laporan hasil pemeriksaan akuntan
kepada OJK mengenai kewajaran dari pelaksanaan penjatahan dengan berpedoman pada Peraturan No. VIII.G.12
tentang Pedoman Pemeriksaan Oleh Akuntan Atas Pemesanan dan Penjatahan Efek atau Pembagian Saham
Bonus, dan Peraturan No. IX.A.7 tentang Pemesanan dan Penjatahan Efek Dalam Penawaran Umum. Laporan
hasil pemeriksaan tersebut wajib disampaikan oleh Perseroan kepada OJK paling lambat 30 (tiga puluh) hari
setelah tanggal penjatahan berakhir sesuai dengan ketentuan POJK No. 32/2015.
6. Persyaratan Pembayaran
Pembayaran pemesanan pembelian saham dalam rangka PMHMETD I harus dibayar penuh (in good funds) dalam
mata uang Rupiah pada saat pengajuan pemesanan secara tunai/cek/wesel/transfer dengan mencantumkan
Nomor SBHMETD atau Nomor FPPS Tambahan dan pembayaran harus dilakukan ke rekening Bank Perseroan
sebagai berikut:
PT Bank Negara Indonesia
Nomor Rekening: 70700-98989
Atas Nama: Nexai Digital Infrastruktur Tbk PT
Semua cek dan wesel bank akan segera dicairkan pada saat diterima. Bilamana pada saat pencairan cek atau
wesel bank tersebut ditolak oleh bank yang bersangkutan, maka pemesanan pembelian Saham Baru dianggap
batal. Bila pembayaran dilakukan dengan cek/wesel/transfer, maka tanggal pembayaran dihitung berdasarkan
tanggal penerimaan cek/wesel/transfer yang dananya telah diterima baik (in good funds) di rekening Bank
Perseroan tersebut di atas.
23
Page 25
Untuk pemesanan pembelian Saham Baru tambahan, pembayaran dilakukan pada hari pemesanan yang mana
pembayaran tersebut harus sudah diterima dengan baik (in good funds) di rekening Bank Perseroan tersebut di
atas paling lambat tanggal 20 November 2026.
Segala biaya yang mungkin timbul dalam rangka pembelian saham PMHMETD I ini menjadi beban pemesan.
Pemesanan saham yang tidak memenuhi persyaratan pembayaran akan dibatalkan.
7. Bukti Tanda Terima Pemesanan Pembelian Saham
Perseroan melalui BAE yang ditunjuk Perseroan yang menerima pengajuan pemesanan pembelian Saham Baru
akan menyerahkan bukti tanda terima pemesanan pembelian Saham yang telah dicap dan ditandatangani kepada
pemesan sebagai tanda bukti pemesanan pembelian Saham Baru untuk kemudian dijadikan salah satu bukti pada
saat mengambil Saham Baru dan pengembalian uang untuk pemesanan saham tambahan yang tidak terpenuhi
Bagi Pemegang HMETD dalam Penitipan Kolektif di KSEI akan mendapat konfirmasi atas permohonan
pelaksanaan HMETD (exercise) dari C-BEST di KSEI melalui Pemegang Rekening di KSEI.
8. Pembatalan Pemesanan Pembelian
Perseroan berhak untuk membatalkan pemesanan Saham Baru, baik sebagian atau secara keseluruhan dengan
memperhatikan persyaratan yang berlaku. Pemberitahuan mengenai pembatalan pemesanan Saham Baru akan
disampaikan bersamaan dengan surat konfirmasi penjatahan atas pemesanan Saham Baru Hal-hal yang dapat
menyebabkan dibatalkannya pemesanan Saham Baru antara lain:
a. Pengisian SBHMETD atau FPPS Tambahan tidak sesuai dengan petunjuk/syarat-syarat pemesanan Saham
Baru yang tercantum dalam SBHMETD dan Prospektus;
b. Persyaratan pembayaran tidak terpenuhi;
c. Persyaratan kelengkapan dokumen permohonan tidak terpenuhi;
9. Pengembalian Uang Pemesanan
Dalam hal tidak terpenuhinya sebagian atau seluruh pemesanan Saham Baru tambahan atau dalam hal terjadi
pembatalan pemesanan saham baru, maka Perseroan akan mengembalikan sebagian atau seluruh uang
pemesanan tersebut dalam mata uang Rupiah pada tanggal 25 November 2026. Pengembalian uang pemesanan
dilakukan dengan menggunakan pemindahbukuan ke rekening pemesan. Pengembalian uang pemesan yang
dilakukan pada tanggal 25 November 2026 tidak akan disertai dengan pembayaran bunga.
Apabila terjadi keterlambatan pengembalian uang yang melampaui 2 (dua) Hari Kerja setelah tanggal Penjatahan,
jumlah uang yang dikembalikan akan disertai bunga yang diperhitungkan mulai Hari Kerja ke-2 (dua) setelah
tanggal Penjatahan sampai dengan tanggal pengembalian uang. Besar bunga atas keterlambatan pengembalian
uang pemesanan saham tersebut dihitung sebesar suku bunga rata-rata deposito dengan jangka waktu 1 (satu)
bulan pada bank dimana uang pemesanan tersebut ditempatkan. Perseroan tidak membayar bunga atas
keterlambatan pengembalian uang pemesanan saham apabila keterlambatan tersebut disebabkan oleh kesalahan
pemesan pada saat mencantumkan nama bank dan nomor rekening bank.
Bagi pemegang HMETD dalam Penitipan Kolektif KSEI yang melaksanakan haknya melalui KSEI,maka
pengembalian uang pemesanan akan dilakukan oleh KSEI.
10. Penyerahan Saham Hasil Pelaksanaan HMETD
Saham Baru Hasil Pelaksanaan HMETD bagi pemesan yang melaksanakan HMETD sesuai haknya melalui KSEI,
akan dikreditkan pada Rekening Efek dalam 2 (dua) Hari Kerja setelah permohonan pelaksanaan HMETD diterima
dari KSEI dan dana pembayaran telah diterima dengan baik (in good funds) di rekening Perseroan.
Saham Baru hasil pelaksanaan HMETD bagi pemegang HMETD dalam bentuk warkat yang melaksanakan
HMETD sesuai haknya akan mendapatkan SKS atau saham dalam bentuk warkat selambatnya 2 (dua) Hari Kerja
setelah permohonan diterima oleh BAE Perseroan dan dana pembayaran telah efektif (in good funds) di rekening
Perseroan.
Adapun Saham Baru hasil penjatahan atas pemesanan Saham Baru tambahan bagi pemegang saham yang
sahamnya tercatat dalam Penitipan Kolektif di KSEI akan didistribusikan dalam bentuk elektronik dalam Penitipan
Kolektif di KSEI paling lambat 2 (dua) Hari Kerja setelah tanggal penjatahan.
Sedangkan bagi pemegang saham yang sahamnya tidak tercatat dalam Penitipan Kolektif di KSEI, SKS baru hasil
pelaksanaan HMETD dapat diambil mulai tanggal 9 November 2026 sampai dengan tanggal 20 November 2026
pada hari dan jam kerja (Senin sampai dengan Jumat pukul 09.00 – 15.00 WIB). Sedangkan SKS baru hasil
penjatahan saham dapat diambil mulai tanggal 23 November 2026 pada hari dan jam kerja (Senin sampai dengan
Jumat pukul 09.00 – 15.00 WIB). Pengambilan dilakukan di kantor BAE dengan menunjukkan/menyerahkan
dokumen-dokumen sebagai berikut:
24
Page 26
a. Asli identitas diri yang masih berlaku (bagi perorangan) atau fotokopi Anggaran Dasar dan lampiran susunan
Direksi/Pengurus (bagi lembaga/badan hukum);
b. Asli surat kuasa (jika dikuasakan) bermaterai Rp10.000 (sepuluh ribu Rupiah) dilampiri dengan fotokopi
identitas diri yang masih berlaku baik untuk pemberi kuasa maupun penerima kuasa;
c. Asli bukti tanda terima pemesanan saham
11. Alokasi Terhadap HMETD Yang Tidak Diambil Bagian
Jika Saham Baru yang ditawarkan dalam PMHMETD I ini tidak seluruhnya diambil bagian/dibeli oleh Pemegang
Saham Yang Berhak dan/atau para pemegang HMETD, maka sisa Saham Baru akan dialokasikan kepada
pemegang HMETD lainnya yang telah melaksanakan haknya dan telah melakukan pemesanan melebihi hak yang
dimilikinya sebagaimana tercantum dalam SBHMETD dan/atau FPPS Tambahan, secara proporsional
berdasarkan jumlah HMETD yang telah dilaksanakan. Jika masih terdapat sisa saham setelah dilakukan alokasi
terhadap pemesanan tambahan, maka sisa saham tersebut tidak akan dikeluarkan dari portepel Perseroan.
12. Lain - Lain
Setiap dan semua biaya konversi sehubungan pengalihan saham Perseroan dalam bentuk warkat menjadi bentuk
elektronik dan/atau sebaliknya dari bentuk elektronik menjadi bentuk warkat harus dibayar dan ditanggung
sepenuhnya oleh pemegang saham Perseroan yang bersangkutan.
PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS DAN FORMULIR PEMESANAN PEMBELIAN SAHAM
Prospektus, SBHMETD, FPPS Tambahan dan Formulir Permohonan Pemecahan SBHMETD dapat diambil
langsung oleh pemegang saham Perseroan yang namanya tercatat dalam DPS Perseroan pada tanggal 4
November 2026 di:
PT Adimitra Jasa Korpora
Rukan Kirana Boutique Office
Jl. Kirana Avenue III Blok F3 No. 5
Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240, Indonesia
Telepon: (021) 2974 5222
Faksimili: (021) 2928 9961
Apabila pemegang saham Perseroan yang namanya tercatat dalam DPS Perseroan belum mengambil Prospektus
dan SBHMETD serta tidak menghubungi BAE, maka seluruh risiko kerugian bukan menjadi tanggung jawab BAE
ataupun Perseroan, melainkan merupakan tanggung jawab para pemegang saham yang bersangkutan.
25
Names mentioned 60 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Panca Anugrah Wisesa Tbk
p.1 ×6
unresolved
person
Elizabeth Karina Leonita
· Notaris
p.2 ×3
unresolved
org
PT Adimitra Jasa Korpora
p.3 ×4
unresolved
org
PT Nextier Askara Center
p.4
unresolved
org
PT Nextier GenAi Center
p.4
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Doli
p.5 ×4
unresolved
person
Sudirman Simangunsong
p.5 ×4
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Heliantono & Rekan
p.5 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Heliantono
p.5 ×2
unresolved
person
Andiek Nugroho
p.5 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik KAP Doli
p.14
unresolved
person
MSi
p.14
unresolved
org
PT Indah Kreasi Sentosa
p.14
unresolved
org
PT Wisesa Semesta Jaya
p.14
unresolved
org
PT Panelindo Semesta Indonesia
p.14
unresolved
org
PT Triguna Anugrah Semesta
p.14
unresolved
org
PT Wisesa Anugrah Karya
p.14
unresolved
org
PT Berkat Magran Berjaya
p.14
unresolved
org
PT Megah Sumber Sejahtera
p.14
unresolved
org
PT Wisesa Cahaya Harapan
p.14
unresolved
org
PT Scala Sistema Anugrah
p.14
unresolved
org
PT Wisesa Jaya Cemerlang
p.14
unresolved
org
PT Magran Karya Bersama
p.14
unresolved
org
PT Pelita Anugrah Wisesa
p.14
unresolved
org
PT Wisesa Cahaya Furniture
p.14
unresolved
org
PT Trijaya Wisesa Makmur
p.14
unresolved
org
PT NexAI Element Center
p.14 ×2
unresolved
person
Eliway Tjitra
· Notaris
p.14
unresolved
org
PT Mitra Anugrah Investama
p.15
unresolved
person
Chilmiyati Rufaida
· Notaris
p.15
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.15
unresolved
person
Rini Yulianti
· Notaris
p.15 ×3
unresolved
org
Bank Indonesia
p.17 ×2
unresolved
org
Kementerian Komunikasi dan Digital Tahun
p.17
unresolved
org
Menteri Komunikasi dan Digital
p.17
unresolved
org
Kementerian Investasi dan Hilirisasi
p.18
unresolved
org
Menteri Investasi dan Hilirisasi
p.18
unresolved
org
Pusat Statistik
p.18
unresolved
—
| KAP Doli Bambang Sulistiyanto Dadang & Ali
· Akuntan Publik
p.21
unresolved
org
Doli Bambang Sulistiyanto Dadang
p.21
unresolved
—
| TnP Law Firm
· Konsultan Hukum
p.21
unresolved
person
| Jose Dima Satria, S.H., M.Kn.
· Notaris
p.21 ×3
unresolved
—
| PT Adimitra Jasa Korpora
· Biro Administrasi Efek
p.21
unresolved
org
Indonesia
p.22
unresolved
org
Bank Kustodiannya. Bagi Pemegang Saham Yang Berhak
p.22
unresolved
org
PT Adimitra Jasa Korpora Rukan Kirana Boutique Office
p.26
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.