Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 14
Page 1
IPCC TERMINAL KENDARAAN
Nomor : HM.01.02/7/11/1/SKPR/SKPR/IKT-24 Jakarta, 07 November 2024
Lampiran : 3
Perihal : Penyampaian Risalah Hasil Tanya Jawab Public
Expose Tahun Buku 2024 PT Indonesia Kendaraan
Terminal Tbk
Kepada Yth. PT. Bursa Efek Indonesia Direktorat Penilaian Perusahaan
Gedung Bursa Efek Indonesia, Tower 1, Lantai 6 Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53 12190
di
Jakarta Selatan
Dengan Hormat,
1. Menunjuk kepada:
a. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 6/SEOJK.04/2014 tertanggal 24 April 2014 tentang
Tata Cara Penyampaian Laporan Secara Elektronik Oleh Emiten atau Perusahaan Publik;
b. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris
Emiten atau Perusahaan Publik;
c. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan atas Informasi
atau Fakta Material oleh Emiten atau Perusahaan Publik;
d. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 7/POJK.04/2018 Tentang Penyampaian Laporan melalui
Sistem Pelaporan Elektronik Emiten atau Perusahaan Publik;
e. Surat Edaran Nomor SE-00003/BEI/05-2020 tertanggal 29 Mei 2020 perihal Tata Cara Pelaksanaan
Public Expose Secara Elektronik;
f. Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor Kep-00066/BEI/09-2022 tertanggal 1
Oktober 2022 perihal Perubahan Peraturan Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi;
g. Surat PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (Perseroan) kepada PT Bursa Efek Indonesia Nomor:
HM.01.02/21/10/2/SKPR/SKPR/IKT-24 Tanggal 21 Oktober 2024 Perihal Pemberitahuan Rencana
Penyelenggaran Public Expose Tahun 2024 PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk;
h. Surat Penyampaian Materi Presentasi Public Expose Tahun 2024 PT Indonesia Kendaraan Terminal
Tbk Nomor : HM.01.02/30/10/1/SKPR/SKPR/IKT-24 Tanggal 30 Oktober 2024 ;
2. Sehubungan dengan butir 1 (satu) di atas, dapat kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:
a. Perseroan telah menyampaikan permohonan untuk penyelenggaraan Public Expose melalui surat
sebagaimana telah disampaikan pada butir 1 huruf g dan telah menyampaikan materi Public Expose
sebagaimana telah disampaikan pada butir 1 huruf h dengan mengacu pada ketentuan butir 1 huruf e
dan f;
b. PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk telah menyelenggarakan kegiatan Public Expose Tahun Buku
2024 pada tanggal 4 November 2024 dengan dihadiri Jajaran Direksi, Investor Relation, dan
Corporate Secretary;
c. Penyelenggaraan Public Expose pada butir 2 huruf b dilakukan secara hybrid melalui kehadiran fisik
dan juga melalui media Zoom Meeting dengan mengikuti ketentuan pada butir 1 huruf e dan f;
d. Perseroan mempunyai kewajiban dalam menyampaikan laporan pelaksanaan Public Expose
didasarkan pada ketentuan yang tertulis pada butir 1 huruf e dan f.
3. Dengan memperhatikan sejumlah poin pada butir 2 (dua) di atas maka dapat kami sampaikan berikut:
a. Perseroan telah menyelenggarakan kegiatan Public Expose Tahun Buku 2024 pada waktu sebagai
berikut:
Hari/ Tanggal : Senin, 4 November 2024
Waktu : 10.00 - 12.00 WIB
Jl. Sindang Laut No.100, RT.6/RW.8, Kali Baru, Kec. Cilincing, Jkt Utara, Jakarta, 14110 -
T (021) 43932251 | E corsec@indonesiacarterminal.com
Page 2
IPCC TERMINAL KENDARAAN
Tempat : Penang Bistro, Kebon Sirih Jakarta Utara
- Direksi PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk
Wakil Perseroan : - Sekretaris Perusahaan PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk
- Investor Relation PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk
Paparan Kinerja Perseroan s.d September 2024 & Proyeksi Serta
Tema :
Strategi Bisnis IPCC Ke Depan
Media : Offline dan Online
b. Materi yang disampaikan dalam Paparan Publik adalah sebagai berikut:
1. Profil Perusahaan;
2. Kondisi Ekonomi & Industri Automotive Indonesia ;
3. Kinerja Operasional s.d Triwulan III Tahun 2024 & Investasi;
4. Kinerja Keuangan s.d Triwulan III Tahun 2024;
5. Kaleidoskop IPCC s.d Triwulan III Tahun 2024;
6. Tantangan & Strategi.
c. Notulensi/hasil Tanya Jawab Public Expose serta dokumentasi kehadiran peserta kami sampaikan
dalam lampiran laporan terpisah namun masih menjadi satu bagian dari surat ini.
4. Demikian kami sampaikan. Atas kesediaan dan perkenannya, kami mengucapkan terima kasih.
DIREKSI PT INDONESIA KENDARAAN TERMINAL TBK
DIREKTORAT UTAMA
SENIOR MANAGER SEKRETARIS PERUSAHAAN
RORO ENDAH DWI LIESLY PUSPITA SARI
NIP. 103415
Tembusan Yth. : Direksi PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk
2
Jl. Sindang Laut No.100, RT.6/RW.8, Kali Baru, Kec. Cilincing, Jkt Utara, Jakarta, 14110 -
T (021) 43932251 | E corsec@indonesiacarterminal.com
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
Page 7
NOTULENSI PUBLIC EXPOSE
PT INDONESIA KENDARAAN TERMINAL TBK
HARI SENIN, 4 NOVEMBER 2024
I. PENDAHULUAN
A. Dasar :
1) Surat Penyampaian Materi Presentasi Public Expose Tahun 2024 PT Indonesia Kendaraan Terminal
Tbk Nomor: HM.01.02/30/10/1/SKPR/SKPR/IKT-24 Tanggal 30 Oktober 2024 ;
2) Surat PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (Perseroan) kepada PT Bursa Efek Indonesia Nomor:
HM.01.02/21/10/2/SKPR/SKPR/IKT-24 Tanggal 21 Oktober 2024 Perihal Pemberitahuan Rencana
Penyelenggaran Public Expose Tahun 2024 PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk;
3) Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor Kep-00066/BEI/09-2022 tertanggal 1
Oktober 2022 perihal Perubahan Peraturan Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi;
4) Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor Kep-00015/BEI/01-2021 tertanggal 1
Februari 2021 perihal Perubahan Peraturan Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi
sebagaimana telah dicabut dan diubah dengan Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia
Nomor Kep-00066/BEI/09-2022 tertanggal 1 Oktober 2022 perihal Perubahan Peraturan Nomor I-E
tentang Kewajiban Penyampaian Informasi;
5) Surat Edaran Nomor SE-00003/BEI/05-2020 perihal Tata Cara Pelaksanaan Public Expose Secara
Elektronik;
6) Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 31/POJK.04/2015 tertanggal 16 Desember 2015 tentang
Keterbukaan atas Informasi atau Fakta Material oleh Emiten atau Perusahaan Publik.
B. Pelaksanaan Rapat
Hari/Tanggal : Senin, 4 November 2024
Tempat : Penang Bistro Kebon Sirih
Waktu : Pukul 10.00 s/d selesai
C. Pimpinan Acara : Direksi PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk
D. Peserta Rapat : 34 Peserta Offline (Investor dan Sekuritas)
12 Peserta Offline (Media)
18 Peserta Online (Investor, Sekuritas, & Media)
E. Agenda
1. Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya ;
2. Menyaksikan Video Company Profile dan Perjalanan PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk ;
3. Pemaparan Materi yang disampaikan langsung jajaran Direksi dan dipandu oleh moderator ;
4. Sesi Tanya Jawab ;
5. Closing Statement Oleh Direktur Utama ;
6. Penutupan ;
7. Ramah Tamah.
F. Notulis : Sekretaris Perusahaan (Hukum dan Kepatuhan)
II. JALANNYA ACARA
Public Expose dimulai pada pukul 10.00 WIB dengan dibuka oleh Eendah Wijayanti sebagai MC dengan
mempersilahkan kepada Chynthia Yasmine sebagai Moderator dan kemudian dibuka oleh Bapak Sugeng
Mulyadi selaku Direktur Utama PT Indonesia kendaraan Terminal Tbk. Direksi kemudian menyampaikan
1
Page 8
presentasi Public Expose dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan Peserta yang hadir pada acara Public
Expose.
III. PEMBAHASAN PUBLIC EXPOSE
A. Acara Utama dan Pemaparan Materi
Bapak Sugeng Mulyadi, Direktur Utama, menyampaikan paparan sebagai berikut.
1. Profil Company
a. Sekilas Perjalanan IPCC dari 2006 hingga merger Pelindo pada tahun 2022;
b. Struktur Organisasi & Kepemilikan Saham IPCC;
c. Terdapat 3 (tiga) pelabuhan utama di Indonesia yang menjadi Wilayah operasi IPCC yaitu Pelabuhan
Tanjung Priok, Pelabuhan Belawan dan Pelabuhan Makassar serta beberapa branch di Wilayah
Indonesia yaitu Pontianak, Balikpapan dan terbaru pada tanggal 1 Oktober 2024 yaitu Trisakti
Banjarmasin;
d. Visi Misi PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk serta jajaran managemen;
e. IPCC’s line of business terdiri dari 3 (tiga) yaitu Car Terminal Operator, Car Terminal Supporting dan
Car Distribution Management dan fasilitas IPCC.
2. Kondisi Ekonomi dan Industri Otomotif
Berdsarkan data Gaikindo Production dan Wholesales Indonesia pada Tahun 2024 mengalami penurunan
secara YoY sedangkan market share IPCC untuk CBU meningkat di 9M 2024 baik untuk ekspor dan impor
3. Selanjutnya dilanjutkan oleh Paparan Direktur Operasi dan Teknik, Bapak Bagus Dwipoyono terkait
Kinerja Operasional dan Keuangan s.d Triwulan III 2024
• Pertumbuhan penjualan monil listrik di Indonesia menunjukkan sinyal positif hingga kuartal 3
Tahun 2024 dengan jumlah EV Car yang masuk melalui IPCC s.d September 2023 sebesar 15.988
unit;
• Pendapatan meningkat sebesar 6,87 YoY walaupun secara trafik cargo mengalami penurunan
secara keseluruhan sejalan dengan penurunan otomotif Indonesia maupun global;
• Laba bersih IPCC YoY tumbuh sebesar 4,28% yang didorong melalui strategi ekspansi bisnis dan
perubahan proses bisnis.
4. Investasi
Di tahun 2024, IPCC menyediakan dana untuk Capital Expenditure sebesar sebesar Rp 18,19 milyar,
sebagian besar untuk peningkatan kapasitas, perbaikan infrastruktur dan suprastruktur untuk mendukung
kegiatan operasional.
5. Dilanjutkan dengan Paparan Direktur Keuangan, SDM, & Manajemen Resiko terkait Kinerja Keuangan
Triwulan III 2024 dimana secara laba bersih IPCC naik 4% secara YoY yang dikarenakan:
• Perubahan proses bisnis layanan stevedoring;
• Layanan bisnis baru yaitu PDC untuk automaker dari Jepang dan Eropa di IPCC Branch Jakarta;
2
Page 9
• Kenaikan port stock untuk cargo dari automaker Jepang;
• Ekspansi terminal IPCC di Balikpapan;
6. Tantangan dan Strategi
a. Tantangan dan Risk Management 2024-2025
1. Pertumbuhan otomotif;
2. Kenaikan mobil listrik;
3. Kompetisi dengan terminal kendaraan lainnya.
b. Strategi pertumbuhan
• Organic Growth : Pertumbuhan internal dari operasi yang ada
• Inorganic Growth : Pertumbuhan melalui akuisisi dan ekspansi
B. Tanya Jawab Bersama Direksi
Pertanyaan Offline
1. Pertanyaan: Sabrina, “Gaikindo melakukan revisi target untuk ekspor tahun ini, terkait revisi target dari
Gaikindo bagaimana tanggapan IPCC melihat revisi tersebut apakah berpengaruh untuk pendapatan dan
laba sampai akhir tahun?”
Jawaban: “Dilihat dari sisi ekspor memang terdapat penurunan sebesar 7%, namun diharapkan dengan
adanya kenaikan pada mobil Listrik di Indonesia IPCC tidak terlalu berpengaruh, informasi yang
didapatkan BYD sampai dengan akhir tahun akan impor sebanyak 20.000 unit sedangkan sampai dengan
kurtal III IPCC telah menangani sebanyak 12.000 unit sehingga masih terdapat 8.000 unit sampai dengan
akhir Tahun 2024 yang kemudian bisa membantu pendapatan IPCC.
Selain itu IPCC terdapat pengembangan bisnis yaitu PDC dengan automaker dari Korea dan Jepang, serta
perubahan disisi mode bisnis IPCC sejak Mei 2024 sehingga berperngaruh terhadap pendapatan. Kami
percaya dengan upaya yang telah dilakukan manajemen kami akan meningkat pendapatan dan laba
IPCC.”
2. Pertanyaan: Sulaiman, “Pertama, Rencana kedepan untuk lebih memperkuat atau lebih agresif dalam 5
tahun kedepan untuk IPCC setelah pemerintahan baru ini, apakah akan ada menambah pelabuhan baru
atau ada rencana ekspor ke arah australia dan lainnya? Kedua, di IKN terdapat Port IPCC, kenapa lebih
memilih untuk membuka Port di IKN daripada Samarinda?”
Jawaban: “Pertama, Jika dilihat industri automotive Indonesia ke depan cukup menarik dan menantang,
namun dari sisi automaker melihat kenaikan industri auotomotive sekitar 5-6% terlihat sangat optimis,
jika ekonomi Indonesia lebih baik dari Tahun 2024. IPCC kedepannya akan menyiapkan 2 rencana yaitu
inorganik dan anorganik growth. Inorganik dimana Perseroan melakukan perluasan bisnis yaitu
kolaborasi dengan car carrier, karena tagline kita “Beyond The Gate” ini kan masih terpisah-pisah nanti
kedepan kita berharap dapat diintegrasikan dengan layanan car carrier dari pabrik hingga end user
(customer) IPCC dapat melayani semua, hal ini sudah dimulai dengan beberapa perusahaan Jepang.
3
Page 10
Kemudian untuk Anorganik kita melakukan perluasan, contohnya pada tanggal 7 oktober kemarin kita
telah melakukan pengoperasian Terminal Roro Trisakti di Banjarmasin dan kedepan akan melakukan
perluasan di Indonesia Timur dalam proses di Surabaya, Lembar dan Indonesia Timur. Kenapa IPCC
tidak banyak menangani Pelabuhan di Indonesia Timur? Karena IPCC sebagai terminal khusus
kendaraan juga perlu melihat dari sisi ekonomis dan market kendaraannya, karena jika dari sisi
kendaraan tidak memenuhi mimimum troughput maka tidak efisien dan sesuai dengan ketentuan POJK
bahwa Perusahaan saat mengambil alih usaha agar tidak merugi harus untung. Kedua, karena sementara
pintu masuk IKN yaitu dari Balikpapan baik sisi kendaraan dan alat berat sehingga lebih menguntungkan
bagi IPCC, jika di Samarinda memungkinkan secara bisnis IPCC akan masuk kesana namun untuk
sekarang dirasa belum efisien. Pengoperasian Balikpapan oleh IPCC pada Oktober 2023 dan saat ini
Terminal Satelit Balikpapan masih dilakukan transformasi dan selanjutnya akan dilakukan komersialisasi
terminal.
3. Pertanyaan: Lesti, “Kompetitor dari IPCC siapa saja, deviden estimasi berapa?”
Jawaban: “Kompetitor secara bisnis itu ada satu di Patimban, secara jelas Patimban yang sama-sama
dikelola oleh Pemerintah yang sudah beroperasi selama 3 Tahun. Karena Patimban itu merupakan
Proyek Strategis Nasional (PSN) terdapat beberapa kebijakan Pemerintah yang menguntungkan
Patimban. Kita percaya IPCC lebih efisien secara biaya dan unggul secara kulaitas. Terkait Dividen, IPCC
akan membagikan Dividen dikisaran 50-80%, sehingga bagi investor dengan dividen yield sebesar 10-
12% sangat menarik jika dibandingkan dengan deposito. Ebitda IPCC mencapai 45-50% memberikan
strong position bagi perusahaan untuk dapat memberikan dividen setiap Tahun.
4. Pertanyaan: Damas, “Pertama, IPCC membahas tentang kompetitor yang bisa kita sebut Patimban, dan
dari sisi market ini kita agak mulai cemas dari pernyataan Pak Dirut. apa memang benar bapak merasa
diperlakukan tidak sama oleh Pemerintah. Kedua, buyback kenapa harus buyback dilakukan, bagi
perusahaan dengan buyback keuntungannya apa? Ketiga, sudah dipaparkan kurang lebih ada 3 segmen
bisnis dengan Tagline Beyond The Gate maka kedepan pengambangannya seperti apa?”
Jawaban: “Pertama, dalam berkompetisi kita tidak perlu takut asalkan kita punya kompetensi di bisnis
dan strategi. Kedua, buyback dilakukan untuk meningkatkan value harga saham IPCC yang masih
undervalue jika dibandingkan dengan kinerja keuangan IPCC. Ketiga, Kontribusi kedepan terkait dengan
Tagline Beyond The Gate meemang kita sadar jika saat ini IPCC hanya bermain di terminal maka dari
itu IPCC telah mengembangkan beberapa bisnis yaitu PDC dengan beberapa automaker dan telah
berkerja sama dengan suzuki terkait pengiriman sparepart di daerah Jawa Timur.
4
Page 11
Pertanyaan Online:
1. Pertanyaan: Stephen Gunawan, “Tahun ini industri otomotif mengalami penurunan, namun IPCC tetap
bisa tumbuh karena melakukan ekspansi horizontal anorganik. Jika pendapatan dari ekspansi horizontal
tahun ini diabaikan, berapa persenkah kenaikan/penurunan laba dan pendapatan IPCC di tahun ini?”
Jawaban: “Sebetulnya ada 4 hal kenapa pendapatan IPCC dapat tumbuh yaitu perubahan proses bisnis
layanan stevedoring, layanan bisnis baru yaitu PDC untuk automaker dari Jepang dan Eropa di IPCC
Branch Jakarta, kenaikan port stock untuk cargo dari automaker Jepang, dan Ekspansi terminal IPCC di
Balikpapan jika tidak ada 4 hal tersebut yang telah disampaikan IPCC akan sejalan dengan penurunan
data Gaikindo.
2. Pertanyaan: Kartika, “Dengan telah dibentuknya kabinet yang baru, Bagaimana pandangan Perseroan
terhadap kebijakan Pemerintah yang baru dalam industri otomotif dan prospek industri otomotif pada
tahun 2025.”
Jawaban: Dengan adanya berbagai upaya pemerintah untuk meningkatkan kinerjanya dengan banyak
berkolaborasi dengan Regional dan Global maka saya yakin Indonesia akan mengalami peningkatan yang
baik dari sisi pertumbuhan ekonomi impor dan ekspor. Kami sampaikan bahwa ekspor di non migas yang
paling signifikan dan masuk dalam 10 besar salah satunya adalah industri automotif, jika dilihat otomotif
salah satu bagian pendorong peningkatan jumlah tenaga kerja dan ekspor yang meningkat. Maka saya
yakin pemerintah mempunyai concern yang cukup tinggi terhadap industry automotive, ketika
Pemerintah focus terhadap indusrti otomotif yang lebih baik lagi otomatis kinerja ekspor akan meningkat
dan IPCC masuk dari sisi logistik.
3. Pertanyaan: Lucky, “Berapa kisaran investasi modal untuk ekspansi pengoperasian satu pelabuhan ro-ro?
Dan apa saja syarat/kriteria pelabuhan ro-ro yang dapat dioperasikan oleh IPCC?”
Jawaban: “Saat ini sebetulnya IPCC belum membangun pelabuhan baru jadi aktifitas yang dilakukan
IPCC adalah serah operasi dari pelabuhan yang ada, yaitu Pelabuhan yang di kelola oleh Pelindo diserah
operasikan kepada subholding dan dikerjsamakan dengan IPCC. Untuk kriteria pelabuhan roro yang
dapat dioperasikan oleh IPCC tadi telah disampaikan oleh Pak Sugeng yaitu pertimbangan minimum
troughput jika tidak masuk minimum troughput yang di tentukan oleh IPCC makan IPCC tidak
mengambil alih.”
4. Pertanyaan: Lucky, “Bisa dijelaskan lebih spesifik seperti apa transformasi bisnis yang dilakukan pada
layanan bisnis stevedoring sehingga bisa meningkatkan pendapatan?”
Jawaban: Transformasi stevedoring adalah transformasi yang dilakukan sebagai upaya untuk kemitraan
yang berkelanjutan. Di Branch Jakarta Tanjung Priok kita bekerjasama dengan 2 atau 3 PBM untuk
Internasional dan di Domestik. PBM selama ini hanya berkontribusi dengan membayar pada nilai
tertentu, sekarang kita melakukan invoicing dengan tarif yang full jadi ini bisnis yang berbeda dengan
5
Page 12
sebelumnya yang tadinya kita hanya menerima kontribusi kemudian menerbitkan tarif yang full
sehingga kita ada tambahan untuk signifikan.”
5. Pertanyaan: Andi, “Kelanjutan buyback apakah sudah dimulai? Bagaimana tanggapan bapak, mengenai
target harga ipcc setelah buyback? Mengingat deviden cukup besar diharga saya sekitar 13 %”
Jawaban: “Jadi untuk buyback saat ini sedang disiapkan dari sisi SOP. Buyback merupakan Langkah
strategis Perseroan untuk melakukan profiling pemeganga saham sehingga buyback ini dapat
memeberikan manfaat yang optimal. Buyback direncanakan akan dilaksanakan pada Triwulan 1 2025
dan dilakukan secara bertahap serta dilihat dari sisi market.
IV. PENUTUP
Acara selesai pada pukul 12.00 WIB oleh Direktur Utama dengan mengucapkan terima kasih kepada seluruh
hadirin.
Jakarta, 5 November 2024
6
Page 13
7
Page 14
8 Powered by TCPDF (www.tcpdf.org)
Names mentioned 9 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT. Bursa Efek Indonesia Direktorat Penilaian Perusahaan
p.1
unresolved
org
Terminal Tbk.
p.7
unresolved
person
Dirut.
p.10
unresolved
person
Sugeng
p.11
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.